|

PEMBUKA KATA

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim,
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
,

Atas saran beberapa sahabat yang saya kenal melalui blog, maka hari ini saya menciptakan blog saya, sebagai wahana komunikasi bertukar pikiran secara jernih, intelektual dan simpatik, atas dasar prinsip saling hormat-menghormati. Melalui blog ini, saya ingin berbagai pemikiran, pengalaman dan gagasan, yang barangkali akan bermanfaat untuk menambah wawasan dalam menyikapi berbagai peristiwa yang terjadi di sekitar kita.

Apa yang saya ungkapkan, mungkin saja bersifat subyektif, karena didasarkan pada titik pandang, falsafah dan keyakinan keagamaan yang saya anut. Saya menyadari bahwa “subyektifitas” dan “obyektifitas” adalah problema abadi dalam filsafat ilmu pengetahuan, yang telah diperdebatkan berabad-abad lamanya dan tak kunjung selesai. Namun apa yang saya ungkapkan, tetaplah saya dasarkan atas niat dan iktikad baik, agar kita dapat mencari alternatif yang kita anggap terbaik, yang selanjutnya mungkin akan menuntun sikap batin, sikap intelektual dan mungkin pula prilaku kita dalam bertindak.

Saya sendiri, hanyalah seorang hamba Allah yang dhaif. Saya dilahirkan di Pulau Belitung, Provinsi Bangka Belitung, Indonesia, pada tanggal 5 Pebruari 1956. Saya menempuh pendidikan di tempat kelahiran saya itu, sampai tamat SMA. Saya meneruskan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia dengan spesialisasi Hukum Tata Negara. Saya juga menempuh pendidikan di Fakultas Sastra Universitas Indonesia dengan spesialisasi di bidang filsafat. Seterusnya saya melanjutkan pendidikan lagi ke jenjang strata 2, sampai suatu saat saya memperoleh gelar Doctor of Philosophy dalam Ilmu Politik, dengan spesialisasi Perbandingan Politik Masyarakat-Masyarakat Muslim, di Universiti Sains Malaysia. Saya kembali mengajar, sampai diangkat menjadi Guru Besar Ilmu Hukum di Universitas Indonesia. Saya ditugasi untuk mengajar Hukum Tata Negara, Teori Ilmu Hukum dan Filsafat Hukum pada program pascasarjana.

Dunia aktivisme menarik perhatian saya sejak kecil. Saya menjadi Ketua OSIS di SMP dan SMA, dan KAPPI di tingkat Rayon. Juga terpilih menjadi Ketua Majelis Permuswaratan Mahasiswa (MPM) UI, ketika kuliah. Di masa muda, saya pernah menjadi anggota Pemuda Muslimin, sebuah organisasi yang berafiliasi kepada Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII). Semasa mahasiswa, saya bergabung ke Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Badan Komukasi Pemuda Masjid Indonesia (BKPMI). Saya pernah pula duduk dalam kepengurusan Muhammadiyah, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Di Era Reformasi, atas anjuran dan dukungan berbagai kalangan, saya “didaulat” untuk menjadi Ketua Umum Partai Bulan Bintang. Berawal dari dunia akademis dan dunia aktivis, saya akhirnya memasuki dunia politik. Tiga kali menjadi menteri, dua kali Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, dan satu kali menjadi Menteri Sekretaris Negara. Pernah pula menjadi Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat. Namun demikian, saya merasa belum banyak hal yang dapat saya buat dengan jabatan-jabatan ini.

Pada tingkat internasional, saya pernah aktif di Regional Islamic Da’wah Council of Southeast Asia and the Pasific, yang bermarkas di Kuala Lumpur. Ketuanya waktu itu ialah Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj, mantan Perdana Menteri Malaysia. Pernah pula saya menjadi Vice President dan kemudian President dari Asian-African Legal Consultative Organization, yang bermarkas di New Delhi. Beberapa kali saya menjadi anggota dan Ketua Delegasi Republik Indonesia dalam berbagai perundingan dan persidangan internasional — termasuk sidang ASEAN, Organisasi Konfrensi Islam dan APEC. Seingat saya pernah tiga kali saya mewakili Republik Indonesia menyampaikan pidato dalam sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa, termasuk sidang Komisi Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa. Beberapa kali pula saya terlibat dalam proses penyusunan Konvensi PBB dan menandatanganinya atas nama Pemerintah Republik Indonesia , seperti UN Convention on Transnational Organized Crime di Palermo, Italia, dan UN Convention Against Corruption di Markas PBB New York. Di negeri kita sendiri, beberapa kali pula saya menangani panitia konfrensi internasional, seperti Sidang AALCO, Konfrensi Internasional tentang Tsunami dan Konfrensi Tingkat Tinggi Asia Afrika.

Itulah sekedar perkenalan diri saya. Saya tidak bermaksud berpanjang kalam dengan perkenalan itu. Mohon maaf kalau ada hal yang nampak dilebih-lebihkan, dan mohon maaf pula, kalau banyak hal yang tidak diuraikan.

Akhirnya, melalui blog ini, saya akan mencoba untuk menuangkan pemikiran-pemikiran saya, perasaan saya dan tanggapan saya terhadap berbagai peristiwa kemanusiaan yang terjadi di sekitar kita. Saya mohon maaf, kalau nanti saya mengemukakan hal-hal yang menyangkut diri saya sendiri. Untuk berkomunikasi, saya mengajak menggunakan Bahasa Indonesia, Malaysia, Inggris dan Tagalog. Saya dapat berbahasa Cina dialek Hakka dan sedikit Mandarin. Juga sedikit Bahasa Arab dan Urdu. Namun saya mohon, agar kedua bahasa terakhir ini tidak digunakan dalam komunikasi di blog ini. Saya juga tidak mampu berkomunikasi bahasa tulisan dengan menggunakan huruf Cina.

Atas segala tanggapan, komentar dan masukan berharga dari semua teman yang berminat dengan blog ini, saya ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Short URL: http://yusril.ihzamahendra.com/?p=18

Posted by Yusril Ihza Mahendra on Nov 1 2007. Filed under Prolog. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

664 Responses to “PEMBUKA KATA”

Pages: « 1 2 3 4 [5] 6 7 8 9 10 1114 » Show All

  1. 201
    f4jar Says:

    tenanan” iki pak,.,.,.,. palsu opo orahh,.,..,iki,.,.?
    yo weisss,.,.,..,,.sukses

  2. 202
    bukek siansu Says:

    whaalah, udah 3 minggu mana artikelnya; yang mencerdaskan gitu lho…

  3. 203
    acing Says:

    tadi salah kamar sekarang pindah kesini (paling bontot ga apapalah)

    pasal 1 :
    saya mohon maaf pada bang Yus (enakan bang Yus ah) karena terus terang selama ini saya ikut keracunan media formal, sehingga saya mempunyai penilaian yg buruk pada bang Yus, kemaren2x (sebelum saya dng tidak sengaja menemukan tulisan tentang bang Yus di blog kang Pri [priaydi.net] lalu nyasar ke blog bung Jay [yulian.firdaus.or.id] tentang Cheng Ho) saya menganggap bang Yus adalah seorang oprtunis, bahkan saya menganggap abang adalah orang yg korup pendek kata jelek lah.

    Sungguh saya merasa sangat jahat dan berdosa sekali ketika menyadari semuanya. Alhamudlillah saya dpt terbangun dari semua itu, tadi malam saya ikut menyusuri link demi link yg bertautan dari blog mas Pri dan Bung Jay sampai ke blog pertama Bang Yus lalu akhirnya menemukan blog ini. Siang ini setelah selesai Jumaatan kembali saya membuka blog ini, tanya kenapa?

    pasal 2:
    Kejarlah ilmu sampai ke liang lahat demikian kata orang bijak (bener gak sih gw), saya sangat haus utk belajar, apa saja yg membangkitkan keingin tahuan pasti saya pelajari termasuk tentang kehidupan, membaca tulisan dan komentar abang semalam membuat rasa dahaga saya semakain bertambah, selama ini saya adalah pelanggan tetap blog mas Pri dan tdk pernah bikin komentar (hanya sekali rasanya saya ikutan ngjunk ketika kasus bloger perempuan yg mati setelah malamnya nulis tentang kematiannya “kembang solo” kalo gak salah) saya hanya pembaca pasif.
    Tapi kali ini saya merasa wajib menulis sesuatu untuk blog abang, karena rasa bersalah yang saya rasakan seperti pada pasal 1.

    Dipasal ini saya hanya ingin menegaskan bahwa saya ingin menimba ilmu dari abang.

    Pasal 3:
    Selamat datang di dunia blogphare.

    Pasal 4:
    Terima kasih kepada Bung Vavai dan Thomas karena telah membantu Bang Yusril membangun blognya sehingga kami yg haus akan ilmu lebih nyaman membacanya (pake WP emang cakep euy)

    Pasal 5:
    Terima kasih kepada kang Priyadi karena dari blog kang Pri lah titik awal saya menemukan tulisan dan komentar Bang Yus. (saya pelanggan setia Blog Priyadi.net dan pelanggan Indglobal hehehe)

    Pasal 6:
    Terima kasih kepada bung Jay karena telah nulis tentang Cheng Ho sehinga bang Yus gatal utk bikin komentar (BTW kok blog anda hari ini lambreta ya…?)

    Pasal Penutup:
    Terima kasih kepada Bang Yusril Ihza Mahendra yg mau berlelah-lelah menulis dan membagi Ilmu. Semoha Allah SWT memberikan yg terbaik untukmu. Amin

  4. 204
    uday abdurrahman Says:

    salam…

    wah gembira sekali, akhirnya pak yusril yang ganteng muncul di blog ini. senang mengetahuinya, pak yusril. semoga bisa jadi media untuk berbagi hal-hal yang positif.

    salam….

  5. 205
    escoret Says:

    Eh,pak..Kok belom apdet..???

  6. 206
    edo Says:

    selamat datang bang yusril
    ditunggu tulisan-tulisannya :)

  7. 207
    Adkhan Sholeh Says:

    Assalaamu’alaikum wr wb Pak Yusril, Prof. Dr.

    Tentu saya ikut senang ada (lagi) tokoh menjadikan blog sebagai media untuk menuangkan gagasan sekaligus berbagi wawasan/pengalaman. Mudah-mudahan do’a saya tulus dan diijabah Allah, semoga blog Pak Yusril bermanfaat —dalam pengertian yg seluas-luasnya — bagi publik (A – miin), dapat menampung semua gagasan cemerlang Pak Yusril (A – miin).

    Alhamdulillaah saya pernah membaca majalah Suara Hidayatullah (seingat saya edisi lebih dari 10 tahun yang lalu) yg sampul depannya Pak Yusril. Saya masih ingat motif dasi yg Pak Yusril kenakan, kebetulan di foto yg lain – mungkin juga di media cetak lain – Pak Yusril mengenakan dasi dengan motif yang sama. Jujur saja, yg terpikir oleh saya waktu itu, tampaknya Pak Yusril bukan orang terlalu memikirkan dasi (bukan orang yg rumit soal berpakaian, tidak neko-neko), bahkan lebih dari itu, saya menganggapnya sebagai simbol kesederhanaan Pak Yusril. Tentu saja saya juga menjadi tahu sosok Pak Yusril lebih detail dari wawancara wartawan SAHID pada edisi tersebut, khususnya tentang latar belakang keluarga dan bagaimana Pak Yusril menjadi dekat dan dipengaruhi gagasan tokoh-tokoh Masyumi (kh. almukarram M. Natsir).
    Tidak kalah menonjol, majalah edisi tersebut mengutip isi wawancara Pak Yusril dan menjadikan kutipan tersebut menjadi headline yang berani: “JANGAN TAKUT dengan REFORMASI” (mohon dikoreksi bila salah; saya hanya mengandalkan ingatan). Dari sini bisa diketahui bahwa Pak Yusril termasuk yg pertama menyuarakan Reformasi. Bahkan mungkin lebih dahulu dibandingkan “Bapak Reformasi”. Ironisnya, Pak Yusril dan mantan pendahulu pak Hidayat NW ini malah “poyok-poyokan” di suatu acara debat capres. Sejujurnya, saya sedih tiap kali ada tokoh umat yg justru tampak tidak akur di hadapan publik/umat. Namanya juga tokoh/pemimpin, mestinya memberi teladan yg baik kan? Masih untung , ada KH. Didin Hafidzuddin yg menengahi.
    Terakhir komentar saya, ternyata Pak Yusril punya beberapa kesamaan dengan Menneg BUMN kita ya … sama-sama dari Sumatera (?), sama-sama pernah jadi menteri dan tim sukses SBY-JK dan kemudian sama-sama jadi menteri (sayang selesainya tidak bareng), dan sama-sama pernah jadi JAMES alias penjaga mesjid …

    Sekian dulu pak Yusril, salam kenal dan hormat dari Yogyakarta
    Semoga tetap b’semangat dan m’bawa manfaat buat kerabat dekat serta masyarakat, asal bukan orang jahat … :)

    Wassalaamu’alaikum wr wb

    Adkhan Sholeh

  8. 208
    Adkhan Sholeh Says:

    Assalaamu’alaikum wr wb Pak Yusril, Prof. Dr.

    Tentu saya ikut senang ada (lagi) tokoh menjadikan blog sebagai media untuk menuangkan gagasan sekaligus berbagi wawasan/pengalaman. Mudah-mudahan do’a saya tulus dan diijabah Allah, semoga blog Pak Yusril bermanfaat —dalam pengertian yg seluas-luasnya — bagi publik (A – miin), dapat menampung semua gagasan cemerlang Pak Yusril sekaligus sebagai corongnya (A – miin).

    Alhamdulillaah saya pernah membaca majalah Suara Hidayatullah (seingat saya edisi lebih dari 10 tahun yang lalu) yg sampul depannya Pak Yusril. Saya masih ingat motif dasi yg Pak Yusril kenakan, kebetulan di foto yg lain pada event berbeda (?) – masih di majalah yg sama – Pak Yusril mengenakan dasi dengan motif yang sama. Jujur saja, yg terpikir oleh saya waktu itu, tampaknya Pak Yusril bukan orang terlalu memikirkan dasi (bukan orang yg rumit soal berpakaian, tidak neko-neko), bahkan lebih dari itu, saya menganggapnya sebagai simbol kesederhanaan Pak Yusril. Tentu saja saya juga menjadi tahu sosok Pak Yusril lebih detail dari wawancara wartawan SAHID pada edisi tersebut, khususnya tentang latar belakang keluarga dan bagaimana Pak Yusril menjadi dekat dan dipengaruhi gagasan tokoh-tokoh Masyumi (kh. almukarram M. Natsir).
    Yang paling menonjol, majalah edisi tersebut mengutip isi wawancara Pak Yusril dan menjadikan kutipan tersebut menjadi headline yang berani: “JANGAN TAKUT dengan REFORMASI” (mohon dikoreksi bila kalimat persisnya berbeda; saya hanya mengandalkan ingatan). Dari sini jelas bisa diketahui bahwa Pak Yusril termasuk yg pertama menyuarakan Reformasi. Bahkan mungkin lebih dahulu dibandingkan “Bapak Reformasi”. Ironisnya, Pak Yusril dan mantan pendahulu pak Hidayat NW ini malah “poyok-poyokan” di suatu acara debat capres. Sebagai muslim, wajar saya bersedih ketika ada tokoh umat yg justru tampak tidak akur di hadapan publik/umat. Namanya juga tokoh/pemimpin, mestinya memberi teladan yg baik kan? Masih untung , ada KH. Didin Hafidzuddin yg menengahi.
    Terakhir komentar saya, ternyata Pak Yusril punya beberapa kesamaan dengan Menneg BUMN kita ya … sama-sama dari Sumatera (?) dan merantau ke ibukota (bertiga dengan saya, sama-sama belum pernah mengunjungi bapak-kota …. he he), sama-sama pernah jadi menteri dan tim sukses SBY-JK yg kemudian sama-sama jadi menteri (sayang selesainya tidak bareng), dan sama-sama pernah jadi JAMES alias penjaga mesjid :)

    Sekian dulu pak Yusril, salam kenal dan hormat dari Yogyakarta.
    Semoga tetap b’semangat dan m’bawa manfaat buat kerabat serta masyarakat, asal bukan orang jahat … :)

    Wassalaamu’alaikum wr wb

    Adkhan Sholeh

  9. 209
    Adkhan Sholeh Says:

    Tadi saya posting 2 kali, ini yg ketiga. Yg perlu ditampilkan – jika berkenan – yang kedua saja ya pak Yusril …

  10. 210
    Mohammad Natsir Says:

    Assalammu’alaikum wr. wb.

    Saya ucapkan selamat kepada Bapak Yusril atas launching perdana blognya. Secara pribadi saya senang dengan kehadiran blog bapak, yang telah menginspirasi saya untuk mengikuti jejak Bapak membuat blog. Sudah pasti Bapak tidak mengenal saya, cuman saya yakin seyakin-yakinnya bahwa Bapak pernah melihat saya secara langsung physically akan tetapi saya juga yakin Bapak tidak lagi ingat moment tersebut, he he he. Sedikit aku mau cerita moment pertemuan dengan Bapak yusril , saya sendiri tidak ingat pasti kapan waktunya, tahunnya pun saya sudah lupa tapi pasti masih bisa di telusuri jejaknya. Waktu itu saya ingat betul Bapak pake baju lengan panjang warna biru dengan bawahan blue jeans, mengambil tempat di Kelurahan Kauman Kota Pekalongan Jawa Tengah sewaktu Bapak masih mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai Ketua umum Partai Bulan Bintang. Kita semua tahu pada waktu itu euphoria politik sedang melanda masyarakat indonesia, Bapak memakai bendera PBB ( partai Bulan Bintang ) untuk memperjuangkan tujuan politik kita ( saya sebut ‘kita’ karena memang jujur saja pada waktu itu saya juga tertarik dengan asas politik PPB dan secara aktif terlibat dalam kepengurusan partai..ha ha ha ). Bahkan pada masa pemilu tersebut saya sendiri resmi masuk bursa calon anggota legislatif DPRD II Kotamadya Pekalongan ( rasanya bangga sekali …hehe ).

    Bapak Yusril selama beberapa jam mengadakan ‘meeting’ dengan beberapa pengurus dan simpatisan PBB DPC Pekalongan, setelah sebelumnya Bapak beserta anggota pegurus PBB dari DPP Pusat melaksanan kewajiban sholat
    asar di Masjid Agung Jami’ Kota Pekalongan. ( yang tepat di depannya ada alun-alun kota dan gedung kantor pemerintahan Kabupaten Pekalongan…ngomong2 Bapak sendiri masih ingat gak ya ? )

    Sekali lagi selamat buat bapak atas launching blognya, Saya tidak akan dan tidak bisa panjang lebar mengingat saya tidak punya hal lain yang perlu saya sampaikan. Demikian dari saya, terima kasih atas perhatiannya.
    Akan sangat berarti kalau Bapak sempat mengunjungi Blog saya dan posting beberapa kalimat disana.

    Wassalammu’alaikum wr. wb.

    Salam
    Mohammad Natsir
    http://www.javanesegordyn.blogspot.com

  11. 211
    n. jamil ghazali Says:

    Pak Yusril .. selamat dan salut karena mau berkelana didunia maya..
    ada yang ingin ditanyakan nih pak :
    1. Pak Yusril di ‘daulat’ menjadi ketua umum PBB, apakah pemilihan ketum
    di PBB hanya dengan di daulat/di baiat. Katanya Pak Amin Rais pernah
    dilobi untuk memimpin PBB, tentu saja sebelum mendirikan PAN..
    2. Tiga kali menjadi Menteri, diantaranya Mensegneg.. kalau tidak salah,
    Pak Yusril pernah nyambi di sekneg ketika Pak Murdiyono menjadi Men-
    terinya dan menurut sumber yang dapat dipercaya, Pak Yusril cukup ber-
    peran dalam pembuatan naskah pidato menjelang lengsernya Pak
    Harto.
    3. Dari sekian banyak surat tanggapan, apakah Pak Yusril membaca
    dan menanggapi semuanya ? Bagaimana kalau jawabannya secara
    umum saja .. tidak perlu ditanggapi satu persatu .. terima kasih

  12. 212
    Yusril Ihza Mahendra Says:

    @ Pak Jamil Ghazali, saya membaca tanggapan satu demi satu dengan perasaan antusias. Saran anda telah saya penuhi, yakni saya menulis posting kedua memberikan tanggapan umum atas tanggapan terhadap tulisan saya bertajuk “Saya Mendapat Banyak Pelajaran dan Hikmah”. Posting keduanya bertajuk “Etika, Intelektualisme dan Propaganda”. Namun demikian, ada tanggapan yang spesifik, yang perlu ditanggapi secara spesisifik pula.

    Saya didaulat untuk menjadi Ketua Umum PBB pada periode pertama sebelum dlangsungkan muktamar. Memang benar Pak Amin Rais yang pertama-tama didukung oleh para pendiri partai menjadi Ketua Umum. Sayapun mendukung beliau. Namun akhirnya Pak Amin tidak jadi. Beliau mendirikan PAN. Dalam keadaan seperti itu, saya yang sejak awal kurang berminat menjadi Ketua Partai “didaulat” agar bersedia menerimanya. Dalam situasi itu saya tak dapat menolak lagi, apalagi yang berbicara meyakinkan saya waktu itu ialah Alm Bp. Anwar Harjono dan Abdul Qadir Jaelani.

    Sebelum saya menjadi menteri memang benar saya dipanggil untuk bekerja di Sekneg menggantikan Bp. Djohan Effendi yang waktu itu akan berangkat ke Australia. Tugas saya waktu itu mula-mula sebagai Pembantu Asisten Urusan Khusus, sebagai pegawai eselon II. Belakangan waktu Pak Sunarto Sudarno pensiun dan diangkat menjadi Dubes di Cheko, saya menggantikan beliau menjadi Asisten Menteri Urusan Khusus, sebagai pegawai Eselon I.
    Pak Murdiono digantikan Pak Saadillah Mursyid. Pada masa Presiden Habibie, Mensesneg digantikan Pak Akbar Tanjung. Akhir tahun 1999 saya mengundurkan diri dari Sekneg karena menjadi anggota Parpol. Pada masa Presiden Suharto, saya bekerja di Sekneg sekitar 2,5 tahun sampai beliau berhenti. Di masyarakat memang ada “propaganda” bahwa saya menulis pidato Presiden Suharto sehingga beliau berkuasa selama 32 tahun. Kabar seperti ini jauh dari kenyataan. Ketika beliau menjadi pejabat Presiden dan kemudian menjadi Presiden tahun 1967, saya baru kelas 4 SD.

    Pada masa Presiden Suharto, saya menulis draf pidato dan dikoreksi oleh Pak Sunarto dan difinalisasi oleh Pak Murdiono. Pada masa Presiden Habibie, pidatonya saya tulis sendiri dan langsung diserahkan ke beliau, karena Pak Akbar tidak dapat mengkoreksi pidato. Demikian pula pada masa Presiden SBY, karena saya yang menjadi Menseneg sebelum diganti Hatta Radjasa. Kira-kira 84 pidato Presiden Soeharto yang saya siapkan. Kira-kira 70 pidato Presiden Habibie, dan tidak kurang dari 306 pidato Presiden SBY yang saya tulis sendiri, sampai saya diberhentikan sebagai Mensesneg. Semua arsip pidato-pidato itu tersimpan dengan baik di Sekneg dan Arsip Nasional, dan terbuka untuk dibaca oleh siapa saja.

    Kalau sempat suatu ketika nanti, saya akan menulis pengalaman saya menulis pidato, suka-dukanya, siapa yang mengajari saya dan seterusnya.

    Terima kasih atas komentar Anda.

  13. 213
    PrimaryDrive Says:

    Duh buka rahasia dapur nih! Bagaimana bisa presiden minta pidatonya dituliskan orang lain!?

  14. 214
    Yusril Ihza Mahendra Says:

    @PrimaryDrive, itu bukan hal yang dirahasiakan. Karena Peraturan Presiden tentang Sekneg dan Sekkab menyebutkan salah satu tugas Mensesneg adalah menyiapkan naskah-naskah kepresidenan, termasuk pidato dan surat-surat kepresidenan. Perpres tsb bisa dibaca oleh siapa saja.

  15. 215
    Ray Says:

    Sebuah wacana dan hal yang sangat menarik saat kita bisa berinteraksi langsung dengan pejabat tinggi negara kita, meskipun beliau sudah istirahat, akan tetapi pemikiran beliau tidak ikut istirahat dalam membangun Negara ini.

    Selamat Pak Yusril.. semoga pemikiran Njenengan bisa dijadikan suri tauladan bagi rakyat kecil yang hanya bisa menyampaikan aspirasi lewat internet ini :)
    wasalam

  16. 216
    n. jamil ghazali Says:

    Pak Yusril .. terus terang saya terkesimak karena Pak Yusril telah membaca semua tanggapan dengan perasaan antusias .. kalau boleh tahu, kapan dan jam berapa Pak Yusril membaca dan menanggapi para komentator tsb.
    Pengalaman menulis pidato orang nomor satu di Republik ini sudah tentu merupakan kebanggaan tersendiri atau sesuatu yang langka.. mestinya ini masuk dalam MURI atau bahkan guinessbook.. bayangkan jumlah naskah pidato yang disiapkan/ditulis Pak Yusril kalau dengan hitungan kasar berjumlah 460 buah, selama kurun waktu kurang lebih 11 tahun (1995 – 2006), kecuali pada masa Gus Dur dan Megawati, memang Gus Dur dan Ibu Mega tidak pernah minta dibuatkan pidato. Kalau Pak Yusril bermaksud menuliskan pengalamannya menulis pidato, kenapa tidak sekalian dibuat buku .. maksudnya supaya transkip pidatonya di muat secara utuh. Kalau dihitung jumlah halamannya, per-teks pidato rata-rata 10 halaman, maka 460 x 10 = 4,600 halaman, fantastis. Terima kasih ..

  17. 217
    Yusril Ihza Mahendra Says:

    #216 N Jamil Ghazali, saya baca semua komentar sesempatnya saja. Tidak ada waktu yang saya khususkan untuk itu. Tetapi benar, semuanya saya baca dengan seksama.

    Pengalaman menulis pidato mungkin lebih baik saya tuliskan dalam autobiografi, yang Insya Allah, akan saya tulis. Kalau pidato sudah dibaca Presiden, ya itu namanya pidato Presiden, bukan pidato saya tentunya. Seluruh pidato SBY yang berkaitan dengan kebijakan luar negeri, sebagian besar disiapkan oleh Dr. Dinopati Jalal, dan hanya sedikit oleh saya, telah diterbitkan. Tetapi pidato lain yang lebih banyak, sebenarnya sudah dikompilasi dan diedit sesuai topik. Naskahnya ada dua buku. Menjelang saya diberhentikan, kedua naskah itu sudah saya serahkan ke Presiden SBY dengan sebuah memorandum. Namun sampai sekarang nampaknya belum diterbitkan.

    Orang yang banyak jasanya mengajari saya menulis pidato adalah Bapak Mohamad Natsir dan Prof. Osman Raliby. Pak Natsir pernah menjadi Menteri Penerangan dua kali di zaman revolusi dan menjadi Perdana Menteri RI. Prof. Osman Raliby adalah gurubesar agama Islam dan juga guru besar propaganda politik dan perang urat syaraf di UI. Orang yang tidak bisa saya lupakan jasanya dalam mengajari saya, walaupun sosoknya nampak unik, adalah Pak Moerdiono.

    Konon menurut Pak Moerdiono suatu ketika, Presiden Suharto pernah bertanya kepada beliau tentang saya. “Saya dengar, dia itu orangnya Natsir”. Pak Moerdiono membenarkan. Pak Moerdiono bilang, dia hanya mengatakan kepada Presiden Suharto: “Ya, dia masih muda”. Saya tidak tahu apa maksudnya mengatakan saya masih muda itu. Padahal waktu itu Pak Natsir sudah wafat. Tapi saya dibiarkan saja bekerja di Sekneg. Walau bekerja di Sekneg, saya tetap saja menulis artikel di banyak koran dan majalah. Tulisan-tulisan saya waktu itu bebas saja dan saya bisa mengkritik. Padahal, zaman itu sebelum reformasi. Baik juga kalau anda membaca tulisan-tulisan itu antara lain di Majalah Gatra dan Forum Keadilan, agar dapat menilainya.

    Anda tentu mengerti ucapan Presiden Suharto yang saya ceritakan di atas. Pak Natsir itu mantan Ketua Masyumi, terlibat dalam PRRI dan di tahun 1980, salah seorang penandatangan Petisi 50. Jadi saya tidak heran dengan apa yang dikatakan Presiden Suharto kepada Pak Moerdiono itu.

    Pak Jamil, nanti sajalah saya menulis soal ini.

  18. 218
    Freddy Hernawan Says:

    wah wah .. saya salut bapak juga buat blog. saya pertama kenal bapak dari sebelum bapak menjabat menteri, dari salah satu televisi swasta yang waktu itu mengisi acara dialog tentang islam (kalau nggak salah di RCTI). saya salut tentang cerita bapak yang sekolah sering dapat beasiswa. itu membuat saya ter inspirasi. kebetulan saya dapat sedikit membaca jiwa bapak, dan secara nggak sengaja saya berpikir “bapak yang satu ini akan jadi orang besar” sambil meneteskan air mata waktu menonton acara televisi itu. Ternyata dugaan dan pemikiran saya benar. akhirnya bapak menjadi seorang menteri, walo sekarang sudah tidak menjabat lagi.

    Tetap menulis yah pak, saya tunggu tulisan tulisan selanjutnya.
    salam dari jauh pak, pontianak.

  19. 219
    Sarijaya Sarmili Says:

    Assalla mu’alaikum
    Bang Yusril sebagai teman dan idola yang saya baggakan
    Kalau kita masih seperti di SMA, dimana kita sering bercanda ( cerite
    bebulak, ngelasak, ketawak sekehendake ) alangkah mebahagiakannya. kadang rindu dengan hal-hal yang demikian.
    Saya ketemu terahir di Ciputat ( masih di Roko ) dengan Pak.Hamdani Halil.
    Sebagai putra daerah saya berkeinginan berbuat untuk masyarakatnya,seperti yang abang lakukan dengan SMA kita dulu.
    Saya sudah mengusahakan pembangunan dua Taman Bacaan ( Manca ) di bawah Tegel ICE dan di Gantung, kalau di Gantung ditambah dengan sepeda motor Mega Pro ( motor pintar ), laptop, Genset, dan kelengkapan perpustakaan.
    Masalahnya untuk biaya operasionalnya, kalau di Manggar sementara ini ada donaturnya, tetapi untuk yang lainnya belum ada. Rekan kita udah berusaha kian kemari untuk mendapatkan donatur dari Pemkab maupun ke pihak lain, namun belum mendapatkan hasil.Semoga siapa saja / khususnya putra daerah yang membaca tergugah hatinya untuk memberikan solusinya.
    Bang Yusril. Saya sangat berkeinginan bertemu sekedar melepas rindu,
    wasalam…

  20. 220
    Triyan WN Says:

    Bagi ilmunya yang banyak ya pak :)

  21. 221
    PrimaryDrive Says:

    Yusril:

    @PrimaryDrive, itu bukan hal yang dirahasiakan. Karena Peraturan Presiden tentang Sekneg dan Sekkab menyebutkan salah satu tugas Mensesneg adalah menyiapkan naskah-naskah kepresidenan, termasuk pidato dan surat-surat kepresidenan. Perpres tsb bisa dibaca oleh siapa saja.

    Hmm…. rasanya ini bukan kebiasaan yg baik dr kepala negara, kalau harus sampai ratusan kali minta dibuatkan pidato. Saya mengharapkan seorang kepala negara mestinya cukup tau semua ins dan outs dr negaranya sendiri untuk bisa pidato langsung, luar kepala dan mata merem.

  22. 222
    Yance Arizona Says:

    Sangat menyambut hangat kemunculan blog ini. Mengetahui lebih banyak sosok dan pemikiran Pak Yuzril, Tokoh yang sempat menjadi fenomena politik dan hukum di Indonesia,, Salam Kenal.

  23. 223
    akangaziz Says:

    keren! politikus pertama yg ngeblog dgn konten super original, super fresh, super young & super mantab..

    kontrol content blog langsung di tangan pak yusril akan menjadikan pak yusril sbg top 10 blog seleb di indonesia bahkan di asia…

    welcome to the blog world.. :p

  24. 224
    Vavai Says:

    #221,
    Kalau Presiden mengerjakan semua pidato, tentu mungkin saja tapi jadi kurang produktif. Bagaimanapun, pidto itu harus dilengkapi dengan data dari berbagai sumber. Jangankan untuk menulis pidato, meramu semua data menjadi satu sudah membutuhkan effort yang cukup besar.

    Sebagai analogi, CEO sebuah perusahaan pikir saya tidak akan menulis seluruh laporan (bahkan sebagian laporan). Mereka menerima laporan dari sub ordinatnya, memahami dan mengerti sumber datanya dan itu sudah cukup.

    Kalau presiden membuat seluruh pidato, mungkin pekerjaannya malah terbengkalai…

  25. 225
    Maddy Says:

    Senang melihat figur seperti Pak Yusril mempunyai blog. Selamat datang di dunia blog dan salam kenal… Saya baru tahu alamat blog Pak Yusril hari ini. Saya gak sabar untuk menonton film Laksamana Cheng Ho, salah satu tokoh panutan saya,,,

  26. 226
    Andi Gunawan Says:

    Kayaknya Pak Yusril cocok juga yaa jadi artis …
    Apakah sebagai politikus Pak Yusril akan pensiun ….
    Atau sebagai politukus Pak Yusril bisa memainkan berbagai peran …
    Salam kenal .. and Pak Yusril saya undang untuklihat blog saya di http://WWW.AyoBangkitIndonesiaku.wordpress.com

  27. 227
    eka gustiani Says:

    Assalamu alaikum Pak…………………
    Filmnya kapan tayang nich, kita tunggu loh Pak……….
    Kalo boleh usul isi bloggnya jangan cuma soal politik ato apalah. pengennya tentang pengalaman2 Bapak, Cerita tentang keluarga sahabat, film, buku, dunia, ato apalah terserah Pak Yusril………….
    Ngomong-ngomong Pak Yusril buka blognya si Radit dong (www.kambingjantan.com) dijamin Bapak bakal ceria stiap hari, soalnya saya gitu Pak, ceria spanjang hari kalo abiezzz baca blognya akaaaaang Radit.

  28. 228
    sintesafiles Says:

    Mari bersama-sama mencurahkan ide-ide kreatif melalui dunia blogger…..

  29. 229
    agus ramadhan Says:

    assalamualaikum…

    Alhamdulillah , tenyata bertambah satu orang blogger ( mudah2an aktif ).
    saya pribadi senang aja ada orang sekapasitas bung yusril mau bercerita paling tidak berusaha terbuka, banyak cara untuk berkomunikasi ketika kita mulai jenuh dengan format komunikasi yang biasa, meskipun kadang kita sendiri yang baca ( blog ). setidaknya tidak pernah kita menjadi buntu apalagi ternyata banyak sekali orang juga selain kita ingin bekomunikasi, bicara meski lewat teks.. perdebatan yang ada dalam blog bung yusril, menurut saya jauh lebih efektif dan damai, jauh dari adu argumentasi urat, karena masing masing menjadi mudah terlihat kapasitas pemikirannya.
    saya sih gak berharap banyak, mudah mudahan langkah positif yang bung yus ambil ditiru oleh banyak pejabat lain atau juga mantan pejabat lain..
    bukankah orang yang bodoh adalah orang yang tidak mau belajar ?
    memulai sesuatu yang baru bukanlah kesalahan, yang salah adalah membuat kesalahan baru karena diam..

    terima kasih atas kesempatannya laksamana yusril..
    maju terus..rangsang terus pola pikir kami dengan tulisan anda, tapi bahasanya yang ringan aja… sukses bung..

  30. 230
    Nurdin Says:

    Salaam… Bang Yusril,
    Nih sempat jadi “sosok” dalam pikiran aku saat kuliah dulu; maklum aktifis perubahan 97 – 99 tapi dikampus Sukolilo, dan akhirnya ada pejabat mahasiswa yang langsung jadi Ketua Pemuda BB… wah… serem deh…
    Salut untuk terus maju dengan buah pikiran yang bebas …. sempat mampir ke blog aku donk pak…. utnuk khasanah saja…
    Soalnya dari kampus teknik masuk pengembangan SDM (sekolah-an)
    Wassalaam..

  31. 231
    Riz-Q May Says:

    wah… pak yusril… pagi pak… nge-blog juga nih…. comentnya banyak lagi… mau dong ikut nimbrung ngoment…. baru sekali saya lihat comment sebanyak ini… tar gw bilang anak2 ah…. di milis…. elektroui04……

  32. 232
    Fakhrurrozy Says:

    Assalamu’alaikum Pak Yusril, Selamat atas hadirnya blog pribadi bapak. Semoga apa yang ditulis mampu memberikan pencerahan bagi khalayak.

    Wassalam

  33. 233
    hendro Says:

    Pak Cheng Ho, eh, pak Yusril. Luar biasa. Kalau dalam pencarian Google, “I am feeling lucky” to stumble upon your blog. It’s a gem!

    Xie-xie pak, syukron. Saya ingin banyak tahu tentang Anda dan pemikiran-pemikiran Anda. Tentu banyak yang saya bisa ambil pelajarannya. Keep blogging. Kami semua bersama Anda.

  34. 234
    Agus Nizami Says:

    Assalamu’alaikum wr wb,

    Sumber ajaran Islam ada 2: Al Qur’an dan Hadits.Itulah pedoman bagi ummat Islam agar tidak tersesat. Nabi berkata: “Aku telah meninggalkan pada kamu dua hal. Kitab Allah dan sunnahku, kamu tidak akan sesat selama berpegang padanya. (Riwayat Tirmidzi)

    Bagi yang ingin mendownload software Hadits Digital Bahasa Indonesia Gratis silahkan klik:

    http://www.media-islam.or.id

    Isinya:
    Al Qur’an Digital
    Sahih Bukhari
    Sahih Muslim
    Bulughul Marom
    Syarah Arbain Nawawi
    Tokoh Hadits
    Sekilas Ilmu Hadits

    Software ini formatnya CHM (Compiled HTML). Ada fasilitas index berdasarkan topik. Ada juga fasilitas untuk mencari topik/kata-kata tertentu seperti puasa sehingga bisa mencari hadits dengan mudah.

    Hadits ini dibuat oleh saudara Sofyan Efendi. Semoga ini bisa jadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua.

    Wassalamu’alaikum wr wb

  35. 235
    Yusril Ihza Mahendra Says:

    #234 Agus Nizami, terima kasih banyak atas infonya. Insya Allah, saya saya akan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia itu untuk mendalami pemahaman terhadap ajaran Islam.

  36. 236
    ademardiah Says:

    welcome to the club deh Pa Yusril….tp sepertinya kalo baca tulisan Bpk hrs serius apalagi panjang2 gt…dibuat simpel sepertinya asyik to the point…btw Pa, akanlebih sip kalo Bpk ikutan main film kolosal Jaka Tarub hehe….

  37. 237
    astik Says:

    wah ternyata pa yusril beneran punya blog

  38. 238
    sandynata Says:

    Selamat Datang pak!

    salam hangat dari Malang


    + sandynata.wordpress.com
    + sandynata.com

  39. 239
    I Made Suryawan Says:

    Terlepas dari semua kontroversi atas diri Bapak, saya salut karena Bapak mau berbagi ilmu di blog ini! Kan yang spt ini skr sudah jarang Pak! Jarang orang2 pinter mau bagi2 ilmu gratis!

    Happy Blogging!

  40. 240
    linarukma Says:

    assalamualaikum Pak Yusril,
    sudah liat weblog nya beberapa hari lalu, baru kali ini ngisi comment setelah baca² tulisannya… selamat ngeblog ya Pak :)
    wassalam

  41. 241
    Andi Gunawan Says:

    Bang Yusril saya mau tanya bolehkah seseorang berdialog imajiner dengan seorang Nabi, misalnya Nabi Muhamad?? Karena saya buat blog judulnya seperti dibawah ini :
    http://ayobangkitindonesiaku.wordpress.com/2007/11/30/dialog-imajiner-dengan-nabi-muhammad-saw/
    terimakasih atas atensinya.

  42. 242
    Yusril Ihza Mahendra Says:

    #241 Andi Gunawan. Mohon maaf, ini pendapat subyektif saya: Sebaiknya jangan. Saran saya sebelum melangkah ada baiknya membaca dulu cerpen “Langit Makin Mendung” karya Ki Panjikusmin, sekitar tahun 1970.
    Ada polemik seputar tulisan itu. Dengan membacanya, mungkin anda dapat belajar. Dapat pula anda membaca novel kontroversial Salman Rushdi “The Satanic Verses” dan polemik serta reaksi yang muncul sesudah itu. Ini saran saya saja. Maaf pandangan saya subyektif.

  43. 243
    nurussadad Says:

    wah Pak, kayaknya telat masuk sini dah komen ke 243 kayaknya. Salam kenal Pak.

  44. 244
    Andi Gunawan Says:

    Terima kasih Bang Yusril atas sarannya, memang saya ragu untuk menuliskannya, dan akan saya hapus Dialog Imajiner tersebut, dari blog saya, sekali lagi terima kasih.

  45. 245
    Mihael 'D.B." Ellinsworth Says:

    Selamat datang di dunia Blog-o-sphere, Pak. (Begitu saya menyebut dunia Blog) Dunia Blog tidak jauh beda dengan dunia politik kenegaraan apabila Bapak jalan – jalan. :D

    Ditunggu postnya. :D

  46. 246
    Mihael 'D.B." Ellinsworth Says:

    @ Andi Gunawan

    In My Humble Opinion

    Apabila anda membuat dialog imajiner tersebut demi tujuan yang baik, misalnya untuk kebangkitan Islam, saya kira anda boleh membuat posting seperti itu. IMHO, sekali lagi. Yang seperti itu masuk kedalam kategori satir. :D

  47. 247
    kumpul Says:

    dapat salam pak…dari bapak saya :D

  48. 248
    Alex Says:

    Tiga kali menjadi menteri, dua kali Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, dan satu kali menjadi Menteri Sekretaris Negara. Pernah pula menjadi Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat. Namun demikian, saya merasa belum banyak hal yang dapat saya buat dengan jabatan-jabatan ini.

    Aneh… saya sering sekali melihat argumentasi yang sama seperti ini. Argumentasi paska tidak menjabat atau ketika mau mundur/dimundurkan, yang menurut saya berkesan mencari pemaafan sekaligus peluang ke depan.

    Baru-baru ini di Aceh juga begitu. Seorang yang menjabat Sekretaris Bapel BRR Aceh – Nias juga menyatakan hal yang sama: ingin memberikan pemikiran lebih banyak untuk rakyat. Lha… selama ini justru beliau terdepan untuk menyanggah kritik pada kinerja badan tersebut. Jadinyam ucapan tersebut cuma menjadi tertawaan bagi masyarakat akar rumput. Pernyataan retorik yang sudah usang, demikian kalau saya lihat penilaian dari kacamata awam.

    Mungkin saya salah. Tapi dengan 3 kali menjadi MENTERi, dan anggota MPR dan DPR, saya sendiri – dengan kenaifan saya – tidak melihat banyak gebrakan bapak di negara ini, di pemerintahan ini. Yang terlihat mencuat malah sensasi yang dipublikasikan media layaknya infotainment di tayangan Cek ‘N Ricek.

    Namun apapun, everybody’s chaging… :)
    Welcome to the jungle, sir. Mudah-mudahan pemikiran anda di sini bisa menjadi referensi untuk sama-sama memikirkan dan berbuat untuk negara ini ;)

    *Dengan segala respek, mohon maaf kalau ada salah kata*

  49. 249
    ryu Says:

    saya senang melihat ada pejabat yang membuat blog:) selamat ber blog ria pak! :)

  50. 250
    paino widodo Says:

    Tetap berkarya pak Yusril,semoga sukses,dan mendapat tutunan jalan yang lebih baik dari Allah SWT. Amin
    Sing penting dadi wong pinter ya ilmunya berguna bagi sesama kan begitu ? bungkusssss.

    Wong kebumen

Pages: « 1 2 3 4 [5] 6 7 8 9 10 1114 » Show All

Leave a Reply

Recently Commented

  • As.Wr.Wb Maju terus bang... (Nanang Subakti Karsowirono - August 30, 2010)
  • sejak tampil sebagai pembela ahmadiyah, teu... (abifasya - August 26, 2010)
  • “dan menolak untuk ikut serta secara aktif... (Hadi - September 1, 2010)
  • Benar, arogansi sebagai “Aparat” dan... (Hadi - September 3, 2010)
  • Ass.W.W…maju terus bang... (nova ardinal - August 26, 2010)
  • Sebagai orang “sangat awam” saya... (pakne ridah - August 26, 2010)