Beranda

PEMBUKA KATA

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim,
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
,

Atas saran beberapa sahabat yang saya kenal melalui blog, maka hari ini saya menciptakan blog saya, sebagai wahana komunikasi bertukar pikiran secara jernih, intelektual dan simpatik, atas dasar prinsip saling hormat-menghormati. Melalui blog ini, saya ingin berbagai pemikiran, pengalaman dan gagasan, yang barangkali akan bermanfaat untuk menambah wawasan dalam menyikapi berbagai peristiwa yang terjadi di sekitar kita.

Apa yang saya ungkapkan, mungkin saja bersifat subyektif, karena didasarkan pada titik pandang, falsafah dan keyakinan keagamaan yang saya anut. Saya menyadari bahwa “subyektifitas” dan “obyektifitas” adalah problema abadi dalam filsafat ilmu pengetahuan, yang telah diperdebatkan berabad-abad lamanya dan tak kunjung selesai. Namun apa yang saya ungkapkan, tetaplah saya dasarkan atas niat dan iktikad baik, agar kita dapat mencari alternatif yang kita anggap terbaik, yang selanjutnya mungkin akan menuntun sikap batin, sikap intelektual dan mungkin pula prilaku kita dalam bertindak.

Saya sendiri, hanyalah seorang hamba Allah yang dhaif. Saya dilahirkan di Pulau Belitung, Provinsi Bangka Belitung, Indonesia, pada tanggal 5 Pebruari 1956. Saya menempuh pendidikan di tempat kelahiran saya itu, sampai tamat SMA. Saya meneruskan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia dengan spesialisasi Hukum Tata Negara. Saya juga menempuh pendidikan di Fakultas Sastra Universitas Indonesia dengan spesialisasi di bidang filsafat. Seterusnya saya melanjutkan pendidikan lagi ke jenjang strata 2, sampai suatu saat saya memperoleh gelar Doctor of Philosophy dalam Ilmu Politik, dengan spesialisasi Perbandingan Politik Masyarakat-Masyarakat Muslim, di Universiti Sains Malaysia. Saya kembali mengajar, sampai diangkat menjadi Guru Besar Ilmu Hukum di Universitas Indonesia. Saya ditugasi untuk mengajar Hukum Tata Negara, Teori Ilmu Hukum dan Filsafat Hukum pada program pascasarjana.

Dunia aktivisme menarik perhatian saya sejak kecil. Saya menjadi Ketua OSIS di SMP dan SMA, dan KAPPI di tingkat Rayon. Juga terpilih menjadi Ketua Majelis Permuswaratan Mahasiswa (MPM) UI, ketika kuliah. Di masa muda, saya pernah menjadi anggota Pemuda Muslimin, sebuah organisasi yang berafiliasi kepada Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII). Semasa mahasiswa, saya bergabung ke Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Badan Komukasi Pemuda Masjid Indonesia (BKPMI). Saya pernah pula duduk dalam kepengurusan Muhammadiyah, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Di Era Reformasi, atas anjuran dan dukungan berbagai kalangan, saya “didaulat” untuk menjadi Ketua Umum Partai Bulan Bintang. Berawal dari dunia akademis dan dunia aktivis, saya akhirnya memasuki dunia politik. Tiga kali menjadi menteri, dua kali Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, dan satu kali menjadi Menteri Sekretaris Negara. Pernah pula menjadi Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat. Namun demikian, saya merasa belum banyak hal yang dapat saya buat dengan jabatan-jabatan ini.

Pada tingkat internasional, saya pernah aktif di Regional Islamic Da’wah Council of Southeast Asia and the Pasific, yang bermarkas di Kuala Lumpur. Ketuanya waktu itu ialah Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj, mantan Perdana Menteri Malaysia. Pernah pula saya menjadi Vice President dan kemudian President dari Asian-African Legal Consultative Organization, yang bermarkas di New Delhi. Beberapa kali saya menjadi anggota dan Ketua Delegasi Republik Indonesia dalam berbagai perundingan dan persidangan internasional — termasuk sidang ASEAN, Organisasi Konfrensi Islam dan APEC. Seingat saya pernah tiga kali saya mewakili Republik Indonesia menyampaikan pidato dalam sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa, termasuk sidang Komisi Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa. Beberapa kali pula saya terlibat dalam proses penyusunan Konvensi PBB dan menandatanganinya atas nama Pemerintah Republik Indonesia , seperti UN Convention on Transnational Organized Crime di Palermo, Italia, dan UN Convention Against Corruption di Markas PBB New York. Di negeri kita sendiri, beberapa kali pula saya menangani panitia konfrensi internasional, seperti Sidang AALCO, Konfrensi Internasional tentang Tsunami dan Konfrensi Tingkat Tinggi Asia Afrika.

Itulah sekedar perkenalan diri saya. Saya tidak bermaksud berpanjang kalam dengan perkenalan itu. Mohon maaf kalau ada hal yang nampak dilebih-lebihkan, dan mohon maaf pula, kalau banyak hal yang tidak diuraikan.

Akhirnya, melalui blog ini, saya akan mencoba untuk menuangkan pemikiran-pemikiran saya, perasaan saya dan tanggapan saya terhadap berbagai peristiwa kemanusiaan yang terjadi di sekitar kita. Saya mohon maaf, kalau nanti saya mengemukakan hal-hal yang menyangkut diri saya sendiri. Untuk berkomunikasi, saya mengajak menggunakan Bahasa Indonesia, Malaysia, Inggris dan Tagalog. Saya dapat berbahasa Cina dialek Hakka dan sedikit Mandarin. Juga sedikit Bahasa Arab dan Urdu. Namun saya mohon, agar kedua bahasa terakhir ini tidak digunakan dalam komunikasi di blog ini. Saya juga tidak mampu berkomunikasi bahasa tulisan dengan menggunakan huruf Cina.

Atas segala tanggapan, komentar dan masukan berharga dari semua teman yang berminat dengan blog ini, saya ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Cetak artikel Oleh Yusril Ihza Mahendra — November 1st, 2007

530 tanggapan untuk “PEMBUKA KATA”

  1. L U P I N (komentar #1)

    Selamat Datang di dunia blogger, Om :)

  2. Mira Marcellia Crenata (komentar #2)

    Selamat Pak! Semoga selanjutnya Bapak terus dapat berbagi ilmu dan bertukar pikiran melalui blog ini. Jangan keberatan menerima komentar-komentar ya Pak. Kudos!

  3. Arief Bayu Purwanto (komentar #3)

    Selamat datang pak!!!
    Semoga blog ini bisa jadi bahan bacaan dan tukar pikiran yang berguna.

  4. konspirasi luar imajinasi (komentar #4)

    Selamat menulis, Pak!

    Semoga blog Bapak mendatangkan manfaat bagi kita semua.

  5. aRdho (komentar #5)

    bisa bahasa Urdu, Pak? Wah hebat! Selamat ngeblog! :D

  6. arjuna (komentar #6)

    welcome to the jungle pak.

    Kalau boleh saya kasih saran, untuk kolom komentar, mungkin diperbolehkan untuk kirim komentar anonymous, karena tidak semua blogger menggunakan blogspot sebagai media blognya.

  7. Awan Kusuma (komentar #7)

    Selamat buat blognya pak. Semoga dapat berbagi ilmu dengan posting dan lebih lengkap dengan komentar komentar yang membangun.

    Untuk bagian komentar, saya setuju dengan komentar Arjuna. Tidak semua orang yang akan berkomentar mempunyai akun Blogger

  8. Didik Achmadi (komentar #8)

    Selamat datang Kang *beda dong*

    Jangan patah arang kalo dapat komentar-komentar aneh, terutama yang miring dan menyerang pribadi.

    Oiya, saya setuju dengan pendapat Arjuna dan Awan, kalau bisa komentar yang anonymous diperbolehkan, karena tidak semua orang kan punya account di blogger/gmail.

  9. GuM (komentar #9)

    sekedar usul, pak. kalo bisa antar paragraf dikasih jarak 1 baris kosong. biar lebih nyaman diliat.

    btw, salam kenal pak.
    happy blogging

  10. conan (komentar #10)

    selamat ngeblog bapak yusril.
    eh eh … jangan make gratisan dong pak.
    dan kalo gratisan nanti dikira situs personal dating loh.

  11. Namora (komentar #11)

    Akhirnya Pak Yusril ngeblog juga. Selamat datang Pak! Semoga tulisan2nya dapat memberikan inspirasi bagi pembacanya.

    Oh iya Pak, satu paragraf jangan banyak2 kalimatnya, biar enak dibaca. Dan jangan lupa diberi spasi / ganti baris antar paragraf.

  12. Abah Oryza (komentar #12)

    ngeblog nih, wah silahkeun ngebloh yah pak

  13. Priyadi (komentar #13)

    selamat datang di dunia blog pak.

  14. Priyadi (komentar #14)

  15. Hendro (komentar #15)

    Selamat Pak!
    Ditunggu tulisan-tulisan selanjutnya ya, semoga bisa jadi ajang berbagi ilmu dan tukar pikiran juga pendapat.
    :D

    Oh iya, setuju juga untuk anonymous comment atau komentar dengan url lain, karena nggak semua punya ekon google, dsb. Biar semakin banyak yang bertukar pikiran kan semakin seru.

    Maju terus, pantang mundur!

  16. Reza Yazdi (komentar #16)

    Pak, bikin nama domain yang sederhana saja pak. (.com, .net, .org, .web.id)
    Selamat datang, pak!

  17. GuM (komentar #17)

    betul, pak. domain yusril.net atau yusril.web.id masih available tuh sepertinya.

  18. naive (komentar #18)

    Selamat datang Pak Yusril di dunia blog. Semoga tulisan-tulisan Anda bermanfaat.

  19. Aristianto (komentar #19)

    Selamat bergabung di dunia blog indonesia pak. Saya yakin tulisan2 bapak akan banyak bermanfaat untuk banyak orang :)

  20. sevenco (komentar #20)

    selamat datang, pak. ditunggu tulisan2 berikutnya. :)

  21. afiqah (komentar #21)

    wah, selamat bergabung, welcome to the jungle kata orang2

  22. fR3dDy (komentar #22)

    Selamat bergabung di civitas dunia blogger ..

  23. [radioholix] (komentar #23)

    pak Yusril … welcome to Blog World…

    btw, saya juga baru aktif sebulanan ini kok, jadi sama yah pak… :)
    hehe

    ditunggu tulisannya pak…

    felix yasika

  24. acha_gtx (komentar #24)

    kelihatan bedanya klo yang nulis orang pinter :)

    welcome Pak

  25. Ndoro Kakung Pecas Ndahe (komentar #25)

    wah, gak mau kalah sama jeng rika kato yang dah punya akun di prenster ya?

  26. Aribowo (komentar #26)

    Selamat Datang Di Jagad Blgosphere, Pak!!!

  27. --pandi merdeka nurdiansyah-- (komentar #27)

    hihihi numpang mejeng ah di blog seleb ;))

  28. hanny (komentar #28)

    Welcome to the blogosphere, Pak! :)

  29. Abdul Kadir (komentar #29)

    Selamat bergabung di komunitas Blogger, Pak. Saya juga blogger pendatang baru seperti Anda.

  30. Barry (komentar #30)

    Ditunggu tulisannya pak.

  31. Donny (komentar #31)

    Ditunggu kontribusinya di dunia per-blog-an pak :) kalau selama ini bapak merasa kurang merasa tempat di media, di sini bapak bisa bersuara semaunya…;)

  32. Bimo Septyo Prabowo (komentar #32)

    semoga Blog dapat menjadi pembelajaran politik yang baik

  33. Gagah Putera Arifianto (komentar #33)

    Welcome to the blogosphere Pak Yusril! hehehe

    Saya salut bapak memperlihatkan keterbukaan yang luar biasa dengan pembukaan blog ini. Biasanya jarang pejabat publik Indonesia mau membuka “potensi” kritikan langsung seperti ini. Maaf pak, saya baru 17 tahun :D

  34. Otezz (komentar #34)

    Selamat datang di dunia blogger, Pak!

  35. Nico Wijaya (komentar #35)

    Mampir dari sebelah..Hihi

    Selamat bergabung di blogosphere pak.. Moga betah :D

  36. Qudsy (komentar #36)

    Wah, akhirnya pak Yusril nge-blog juga.
    Ditunggu ya pak cerita cerita lainnya.

    Saran nih pak, antar paragraf diberikan spasi,
    supaya tulisan bapak tidak terlalu dempet, dan kita jadi lebih nyaman membacanya.

    Ditunggu cerita ceritanya pak.

  37. Aul (komentar #37)

    tukaran link pak di http://auliahazza.belajar-islam.com

    Bapak mau dicalonkan jadi Presiden 2009 ?

    Pak, commentnya dibuka donk untuk pengguna Wordpress.com

  38. Arham (komentar #38)

    Selamat menjadi Blogger pak.. maw kasih saran, masalah objektif dan subjektif nih.

    sebaiknya bapak menjadi banyak bersubjektif, karena Blog itu mencerminkan pemiliknya bukan situs warta berita yang tampil se-objektif mungkin.
    dengan Blog bapak jadi lebih mengenal orang karna Blog subjektif, dengan Blog bapak jadi lebih dikenal orang dan who knows bisa jadi presiden karna suara2 dari Blog adalah suara kejujuran masyarakat yang tanpa filter dengan kata lain ngak direkayasa, jadi bapak bisa memenuhi keinginan masyarakat… Ok

    Arham
    http://road-entrepreneur.com

  39. Sanni (komentar #39)

    Selamat ber blog ria pak…
    Semoga kita bisa berbagi kebaikkan untuk sesama….

  40. Wazeen (komentar #40)

    ikutan ah ngucapin selamat ngeblog pak Yus, tukeran link ya he he he.

  41. Alex (komentar #41)

    [kalau beneran Pak Yusril],
    Selamat datang Pak, semoga pemikiran Bapak bisa di share disini.

  42. koolsonic (komentar #42)

    welcome to the blogosphere pak yusril! di update terus ya…

  43. dhan (komentar #43)

    selamat datang di dunia blog Pak Yusril!!
    Tulisan Bapak kami tunggu, yang semoga akan menambah motivasi kami..viva blogger

  44. M. Andri Setiawan (komentar #44)

    Seleb Blog baru nih :)

  45. Hiu (komentar #45)

    Selamat ya Pak Yusril…
    Mungkin dari Blog ini Pak Yusril bisa buat banyak …

  46. Nayel (komentar #46)

    - Sering-sering update Pak,
    - Trus kalau bisa yang 3 kolom :)
    - Mau ngeLink boleh ya…

  47. Calupict (komentar #47)

    Selamat ngeblog, Pak! Kenal sama Pake Meray Hendrik Mezak, tidak? Dia dosen saya dan suka bercerita soal Bapak.

  48. Herman (komentar #48)

    Wah… saya ikut senang Pak Yusril sudah bergabung di blogosphere. Nambah lagi nih akademisi yang ngeblog. Salam kenal Pak.

  49. yanuar (komentar #49)

    Selamat ngeblog, Pak!!

  50. maseko (komentar #50)

    Ikut mengucapkan Selamat datang di dunia blog.

  51. The Sweeties (komentar #51)

    Wah, nggak ngeblog lagi di blognya Jay dong, Pak?

    Tapi selamat atas blog barunya!

  52. Jack Book (komentar #52)

    pendek aja.
    blog presiden itu asli juga dong?
    sorry, aku gak percaya.

  53. Rizki Eka Putra (komentar #53)

    Salut Pak yusril! Mudah2an tulisan2 bapak membuat pencerahan buat kita semua! amin

  54. Yati (komentar #54)

    pak yusril asli atau palsu, selamat datang, selamat jadi blogger.

    mmm…kalo ini yusril palsu, tipsnya bisa dicontoh. mo jadi seleb, pake aja nama ngetop. baru postingan “kata pengantar” aja, comment udah bejubel gini….

  55. Tukang Nongkrong (komentar #55)

    kemaren waktu saya bikin blog, kok komentarnya gak sebanyak ini :(

  56. andika pranata (komentar #56)

    Pak Yusril,anda bisa lebih ngetop dari Roy Martin bila main sinetron. coba aja kalo nggak percaya. Tapi, anda jauh lebih berharga jika menuliskan buah pikiran dan gagasan disini, jadi kita bisa dapat second opinion pak. Salam dari Palembang

  57. TAQI (komentar #57)

    met datang pak..salaman dulu..salam..salam..

  58. ika (komentar #58)

    aku sayang sekali padamu yusril

  59. Lina (komentar #59)

    salam kenal pak…ayo kita nge-blog bareng…:D

  60. tikabanget (komentar #60)

    mari.. mari..
    silahken om yus..
    *tarik kursi*
    jadi ini loh blog ituh, om… :D

    eh, form commentnya kok masi ketutup bwt yang bukan blogger/blogspot ya?

  61. eeya (komentar #61)

    Selamat ber blog ria pak. Salam kenal dari saya. Senang sekali bisa berkirim sapa melalui blog. Karena tentunya jika di alam nyata, akan sangat sulit bagi saya bisa menyapa bapak hehe

  62. afiqah (komentar #62)

    tukeran link boleh pak
    afiqahriza.blogspot.com

  63. isman (komentar #63)

    Selamat datang, Pak Yusril. Semoga sambutan yang meriah ini tidak jadi beban. Melainkan menjadi dukungan.

    Agar blog ini tidak sekadar berakhir menjadi pengantar, bagaimana jika Bapak mulai dari menulis ulang saja mengenai Laksamana Cheng Ho. Saya yakin masih banyak yang ingin Bapak selain dalam blog Jay. Atau bahkan komentar-komentar yang terpisah di blog itu disalin saja untuk disampaikan secara utuh di sini.

  64. abraham (komentar #64)

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    Selamat atas Blog Anda Bang. Saya termasuk penggemar Abang, karena saya lulus dari Fakultas Hukum Unair dengan skripsi Hukum Tata Negara. Saya sangat terkesan dengan kehadiran Bang Yusril di kampus kami 1998 silam, dan karena itulah kemudian saya memutuskan untuk aktif di HMI.

    Kritik Bang, dalam pengantar Anda selain ditulis dalam satu alinea tanpa sela, juga masih banyak kesalahan kata/ketik. Mungkin bisa diperbaiki, agar kesalahan-kesalahan yang tidak prinsipiil tersebut tidak mengganggu substansi yang begitu bagus.

    Saran: mungkin Anda butuh sekretaris atau editor untuk menulis di blog.

    Terima kasih Bang. Yakin Usaha Sampai. Amien.

  65. Maryulis Max (komentar #65)

    kon cuma kata pengantar doang Pak? Langsung posting soal syuting Laksamana Cheng Ho atau aktivitas pasca tidak jadi menteri lagi saja Pak, biar para blogger yakin bahwa ini Yusril asli, bukan Yusril palsu :)

    atau cerita tentang Pulau Belitong yang ditulis Andrea Hirata.., he2x

    Tapi saya yakin, ini memang pak yusril, kok. Selamat ya Pak

  66. Wibi (komentar #66)

    lamlekum…

    Pak, tulisan bapak tentang Hukum Tata Negara sangat kami tunggu, secara banyak opini pakar yang kurang dapat dicerna.

    Sebenernya sih akan lebih seru kalau pak Harun Al Rasyid juga ngeblog, tapi saya haqul yakin beliau gak bakalan ngeblog.

    Selamat ya pak… dan nanti kalo kepilih lagi jadi menteri jangan berhenti ngeblog

    walekum salam

  67. MasIndra (komentar #67)

    Selamat datang di dunia yang tak mengenal kasta pak! Semoga betah berada dalam dunia angan yang seringkali menusuk hati ini.

  68. abiulil (komentar #68)

    alhamdulillah..saya bisa “ketemu” abang disini…semoga membawa manfaat dan saya berharap ini awal dari silaturahim kita…

  69. Hoek (komentar #69)

    wah…jadi berasa gemana geto rakyad biasa kek saia bisa ngomentarin blog seorang mantan fejabad, mhuahuahuahau
    eh, ko ndak diupdet sih? lagi ngafain tho bro? lagi sibuk negh? moga awed ngeblogna! ah ya, kenafa di blogspot? ko ndak di wordpress ajah? *fromosi*
    :mrgreen:
    ah ya, fokoke welcum deh di blogosphere!
    by : http://blogirang.co.cc

  70. Wibi (komentar #70)

  71. goestaf (komentar #71)

    Selamat bergabung Bang! Selamat menambah makanan hati dan otak anak negri!

  72. snydez (komentar #72)

    hehhe .. kaya’ buku,
    pake kata pengantar :)

    next post jangan jangan : ‘resensi’ (apa istilahnya kalo dibuku?) oleh pembaca

    yah mesti pake bloggerID buat koment :(

  73. marketbiz (komentar #73)

    pak yusril…. kalo mau join besok di http://www.indonesiabootcamp.com
    kita blogging bareng bareng ajah disana… sudah banyak waktu luang khan pak…. ranah maya blom di sambangi lho pak yusril;))

  74. andrecht (komentar #74)

    selamat datang oom..
    jangan takut menjadi subyektif !!!

  75. paydjo (komentar #75)

    yes, makan-makan
    welkam tu de janggel om

    * seting komentarnya diubah dunk *

  76. widi (komentar #76)

    Selamat pak saya tunggu update nya

  77. ksatria-berkuda (komentar #77)

    Assalamuálaikum

    Met dateng ya pak. Sukses juga buat Laksamana Cheng Ho nya. Btw, kirim salam buat istri nya ya. Give the best for this country (binun mo comment apa lagi??)

  78. Masnyuss (komentar #78)

  79. Dee (komentar #79)

    ditunggu lanjutan kata pengantarnya

  80. escoret (komentar #80)

    selamat datang di dunia blog..!!

    *halah basi*

    gimana kabar istri..???
    Eh,sopan ga seh alu koment gitu..??

  81. eKa (komentar #81)

    Pak, kok postingnya cuma satu?

    Isi lagi dong, Pak. Biar saya yakin ini Pak Yusril beneran, bukan orang yang ngaku-ngaku jadi Pak Yusril.

    btw, selamat datang di dunia blogging!

  82. [wawan] (komentar #82)

    ini pak yusril yg ntu ya?
    welkam to blogosphere pak.

  83. PHY (komentar #83)

    Wah, Pak Yusril ngeblog juga !!
    Ayo, Pak, ditambah tulisannya..
    Kalo bisa malah update setiap hari.
    Percaya atau tidak, penyebaran informasi lewat blog 68% lebih efektif daripada surat kabar…-survei dari media Hi Roy hehehe..

  84. PHY (komentar #84)

    eh, emang ada ya media Hi Roy hehehe…ya, kan namanya juga Hi Roy ya gak ?! hehehe, Pak Yusril tahu Roy Suryo ? hehehe…

  85. Bukan siapa siapa (komentar #85)

    selamat datang pak!

    (tapi kok pake gratisan sih?)

  86. rd Limosin (komentar #86)

    eh, beneran ngeblog Pak

    calonin RI 1 dong

  87. Sigid (komentar #87)

    Selamat datang Om di blogosphere,
    Ditunggu tulisan-tulisannya …. :-)

    - manusia.wordpress.com -

  88. Nida Farida (komentar #88)

    Selamat datang pak yusril…
    saya yakin, tulisan bapak akan ditunggu banyak orang.
    Semangat yah pak!!!

  89. ISWADI HR (komentar #89)

    Baru kata pengantar saja sudah banyak yang komentar…saya jadi bertanya. Bikin blog dulu atau terkenal dulu baru bikin blog

  90. andri (komentar #90)

    selamat datang di dunia blog pak !
    teruslah menulis ya pak

  91. Shella Mawardi (komentar #91)

    Assalamualaikum….Salam kenal Bang Yusril…welcome ke dunia blog…semoga bisa banyak memberikan kontribusi…

  92. ANDRE (komentar #92)

    pak, nyeni dikit donk.
    Blognya mbokya didesain.

    Paling nggak, taro foto bapak yg ganteng
    hehehe….

  93. tedybanka (komentar #93)

    Salam,
    Selamat bergabung pak. Smoga blog ini bisa jadi wahana sharring yg positif.
    By the way, bpk putra daerah, tp kok sy belum liat ada sesuatu yg konkrit yg bpk lakukan buat daerah bpk? Berdasarkan pengalaman sy, nama besar bpk paling banter digunakan sebagai alat untuk meraup suara dlm pemilu di Bangka Belitung. Tolong buktikan kalo sy salah.

  94. STR (komentar #94)

  95. Mikael Dewabrata (komentar #95)

    blog yang aneh. paling juga ntar ada satu dua postingan terus ga di-update lagi.

  96. Tk. Kiridit (komentar #96)

    selamet nge blog pak

    *doh ketinggalan*

  97. Lukman Payapo (komentar #97)

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Yg Terhormat,
    Bapak Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra,SH,M.Sc.
    Sebelum saya memulai comment ini, izinkan saya untuk perkenalan diri secara singkat pada Bapak. Saya sudah lama mengenal dan mengikuti pemikiran2 Bapak, bahkan dapat dikatakan mengidolakan Bapak dan secara sosiologis melakukan identifikasi sikap, perilaku, pemikiran bahkan ideologi yg Bapak anut dalam “internalize personality” saya pribadi, sekalipun saya sadar sebagaimana Bapak ungkapkan bahwa sebagai manusia alangkah baiknya “be yourself”. Hal ini mungkin juga dilatarbelakangi oleh indoktrinasi dari Alm. Kakek saya yang juga pengikut tokoh-tokoh Masyumi seperti Yg Terhormat Alm. Bpk. Moh. Natsir, (Alm) Bpk. Syafrudin Prawiranegara, (Alm) Bpk. Muhammad Sulaiman, dan seterusnya. Saya tidak taa’sub terhadap Masyumi, tetapi saya kagum dari kecendekiawanan dan sikap demokrat yang ditunjukkan oleh beliau-beliau semua, termasuk Bapak sendiri. Sekarang saya bekerja sebagai Pejabat Imigrasi di Kantor Imigrasi di Batam. Saya Putra dari M. Khusnul Yakin Payapo yang seperti Bapak tahu sedang menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan. Saya berharap mudah2an keberadaan blog ini dapat dijadikan salah satu media utk mengklarifikasi segala macam isu, propaganda ataupun berbagai manuver oleh berbagai pihak yg sesungguhnya ingin melakukan “character assasination” tidak hanya kepada karir politik Bapak, namun juga pribadi Bapak. Insya Allah kita diselimuti oleh kesabaran dan keikhlasan menghadapi ujian-ujian ini. Tentang film Laksamana Cheng Ho yang Bapak perankan, saya mengucapkan selamat karena saya percaya Bapak dapat membuktikan bahwa kemampuan yg Bapak miliki tidak hanya seputar dunia aktivis, akademis, dan politik belaka namun talenta Bapak dapat juga Bapak salurkan melalui dunia seni, dan berbagai macam bidang lainnya. Selamat Pak, mudah2an melalui sarana ini, kita dapat membina silaturahmi, membahas masalah-masalah kemasyarakatan yg sedang kontroversial dan saya dapat banyak belajar dan menimba ilmu dari Bapak tentang berbagai hal.
    Terima kasih dan salam hormat saya.
    Wassalamualaikum Wr. Wb.

  98. Gus Maul (komentar #98)

    Assalamu’alaikum,

    Welcome in Blogger’s World

    Saya bagian dari insan “nusantara” pecinta politik .. politik bagi saya adalah soul .. jiwa .. dan suatu karakter.

    menjadi kebanggaan bagi saya bisa berkenalan dengan seorang “senior” di jagad perpolitikan tanah air.

    salam dari kami, loyalis gus dur :)

  99. Aba_Rayhan (komentar #99)

    as-Salaamuálaikum.
    SETUJU. Abang harus lebih sering update blog sederhana ini. Tampil sederhana lebih baik.
    Kami menunggu orang-orang yang mampu BERFIKIR JERNIH, yang hanya mungkin lahir dari KECERDASAN dan KEIKHLASAN dalam penyampaiannya.
    Wassalam
    Aba Rayhan

  100. Andre (komentar #100)

    Selamat datang, pak? Semoga Blog bapak bermanfaat bagi kita semua.Sambung kata..sambung rasa..

  101. Andre (komentar #101)

  102. Andre (komentar #102)

    Mari kita bersama-sama mencari, menemukan atau menciptakan
    kawan-kawan yang bijak. Memang mereka adalah makhluq langka.
    Jangankan mencari orang yang bijak.
    Mencari orang yang mencari kawan bijak saja sudah sulit.
    Tapi mari kita berusaha.
    Blogg bijak… disini tempatnya…

  103. eko irianto (komentar #103)

    Selamat Pak Yusril ….. kapan mengunjungi kami2 mahasiswa Indonesia di Los Banos Philippines …. ada kue khas lho Pak “Buko Pie”

    Salam hormat,

    Eko - Los Banos

  104. Yusril Ihza Mahendra (komentar #104)

    Untuk Teddy Banka, memang benar, saya belum berbuat banyak untuk daerah Bangka Belitung. Kalaulah dianggap sedikit sumbangan yang dapat saya berikan ialah membantu membentuk Provinsi Bangka Belitung, yang telah diperjuangkan sejak tahun 1956. Pihak yang mewakili Pemerintah membahas RUU pembentukan Provinsi Bangka Belitung dan Provinsi Banten waktu itu ialah Mendagri Suryadi Sudirdja dan saya. Saya berharap, dengan tertentuknya provinsi, daerah itu akan berkembang lebih maju.

    Untuk Andika Pranata, main film jalan terus, nulis juga jalan terus. Kedua-duanya, mungkin ada gunanya bagi masyarakat.

    Untuk Andre, saya juga berharap agar blog ini menjadi wahana bertukar pikiran agar kita menjadi bijak. Saya tidak suka menggunakan bahasa yang carut-marut, apalagi menghujat dan memaki. Kita dapat bertukar pikiran dengan jernih, agar kita dapat mendalami suatu masalah, dan mencari jalan keluarnya. Saya bukanlah tipe manusia yang suka ngotot dan mau benar sendiri. Saya mengemukakan pendapat disertai argumen untuk mendukungnya. Jika ada pendapat orang lain yang argumennya lebih kuat dari argumen saya, maka dengan rela hati saya akan meninggalkan pendapat saya, dan mengikuti pendapat orang itu.

    Terakhir untuk Eko Irianto, saya ucapkan terima kasih atas ajakannya. Ingin sekali saya pergi ke Los Banos, tetapi belum kesampaian. Saya hanya sering ke Makati, tempat tinggal isteri saya sebelumnya, dan ke tempat keluarganya di Allabang dan di Lopez (Quezon Province) atau ke Pulau Mindoro.

  105. Syamsuddin al Ideris (komentar #105)

    Assalamu Alaikum wr.wb.
    Salam kenal dari Kalimantan, Bang Yusril (kalau boleh saya panggil abag?)..

    Membaca riwayat hidup abang, saya melihat ada perbedaan yang signifikan antara pendidikan yang abang peroleh sewaktu kecil dengan pendidikan anak-anak kita sekarang. Kalau abang, pendidikan dari masa kecil sampai menjadi seorang pakar hukum tata negara sangat kental dengan nuansa islam. Kalau anak-anak kita sekarang, pendidikannya sudah kental dengan iklim sekuler.

    Oh, ya bang, saya seorang guru SMP di daerah terpencil di Kalimantan Selatan. Dari kacamata saya sebagai seorang guru, hati saya sering menangis melihat pendidikan kita sekarang.

    Bayangkan bang, ada seorang anak laki-laki yang orang tuanya awam dalam hal agama. Anak tersebut masuk sekolah umum (sekulerisasi istilah! sekolah umum vs sekolah agama) dengan alokasi pendidikan agama Islam hanya 2 jam pelajaran dalam seminggu. Belum lagi kuatnya gempuran arus globalisasi, westernisasi, hedonisme yang ditawarkan TV.

    Alhasil, jadilah anak tersebut menjadi anak yang ke barat-baratan. Rambut disemir warna merah, baju seperti orang Eropah, pakai anting, dan parahnya bang, iya nggak bisa mengaji dan tidak pernah shalat…

    Itulah tipikal anak-anak sekarang dalam pengamatan saya. Memang sih masih banyak anak yang baik. Tapi menurut teori distribusi Kurva Normal (Saya guru Matematika :-) ) bahwa jika populasi anak dianggap berdistribusi normal, maka persentasi anak yang baik 25%, yang tengan-tengah 50% dan yang moralnya rusak 25%.

    Tetapi anak yang di tengah-tengah ini cenderung terpengaruh ke arah yang tidak baik, hasilnya menjadi 75% anak yang tidak baik dan 25% anak yang baik. Itulah hasil sistem pendidikan sekuler yang ke barat-baratan. Sedangkan sistem pendidikan Islam seperti pesantren dan madrasah termarjinalisasi oleh kebijakan sekuler.

    Untuk itu saya mohon kepada abang sebagai pakar hukum tata negara, tolong di bahas dalam blok ini: adakah celah atau kemungkinan dari segi hukum bagi bangsa Indonesia untuk menerapkan sistem pendidikan Islam. Kalau menurut abang ada, yaaa saya sadar bahwa akan banyak gejolak dan tantangan dari pihak sekuler. Akan tetapi, perlu abang ketahui, saya siap berada di depan memperjuangkan berlakunya sistem pendidikan Islam. Tentunya dengan dukungan abang Yusril dan pembaca serta ummat Islam semua.

    Semoga Allah memberikan rahmat dan karunianya kepada bang Yusril sehingga dapat menjadi pendorong utama kemajuan ummat Islam di Indonesia.

    Wassalam,

    Syamsuddin
    Kandangan-Kalimantan Selatan

  106. SHALEH (komentar #106)

    Selamat bergabung di civitas dunia blogger Pak, semoga tulisannya bisa memberi inspirasi bagi siapa aja, :)

  107. jengkikit (komentar #107)

    selamat datang di dunia blog,Pak. Salam kenal dari Swiss dan menunggu dengan sabar tulisan bapak berikutnya… ;)

  108. Farlowe (komentar #108)

    buset pak yusril komentarnya banyak banget yah ,,
    ya wes ,, smoga blog nya gak cuma iseng, ato ngetes dunia maya, tapi emang bener2 pengen share dan laen laen :)

    met dateng om…

  109. bluechip (komentar #109)

    Hebat .. hebat .. Selamat Pak !! dan salam kenal nich… .

  110. Alief (komentar #110)

    cak Yusril nge-blog rek… :D

  111. mediacare (komentar #111)

    Selamat ngeblog buat Bung Ihza Mahendra. Maukah Bung Ihza jadi Presiden Blogger Indonesia? Soalnya jabatan itu masih kosong…

  112. mediacare (komentar #112)

    Selamat ngeblog untuk Bung Ihza Mahendra. Semoga dunia blog kian ramai dan riuh rendah.

  113. mediacare (komentar #113)

    Jangan heran. Yang komentar jelas banyak, soalnya link-nya dimuat di Kompas: “Yusril mulai keranjingan ngeblog”

    http://mediacare.blogspot.com/2007/11/yusril-mulai-keranjingan-blog.html

  114. eko (komentar #114)

    selamat bergabung pak

    doakan saya pak, semoga saya bisa seperti bapak

  115. sugarcakes (komentar #115)

    Selamat atas launching blognya ya pak…
    aku yakin banyak banget ilmu yang bisa dibagi..
    skali lagi WELCoMe !!

  116. Sutan Reza (komentar #116)

    Selamat ngeblog. Bang, mudah-mudahan gak cepat bosan. Sempat lihat waktu di Tanjung Kelayang, makin gagah aja.
    Apakah di Bistro juga menyajikan makanan khas Belitung?

  117. Yusril Ihza Mahendra (komentar #117)

    Assalamu’alaikum,

    Terima kasih atas semua tanggapan yang diberikan. Kepada Syamsuddin al-Ideris, ingin saya katakan bahwa masa awal pendidikan keagamaan saya mungkin lebih banyak karena pengaruh keluarga, dibandingkan dengan pendidikan formalnya. Ketika kecil, saya pernah bersekolah di sebuah madrasah, di samping SD. SMP hanya SMP Negeri biasa. Sewaktu SMA, nama sekolahnya SMA Pergib (Perguruan Islam Belitung). Namun ketika itu, nuansa Islam di SMA ini kurang terasa. Waktu kuliah, saya kuliah di UI, bukan juga sebuah universitas Islam.

    Pengaruh keluarga yang saya maksud ialah, kakek saya tergolong seorang ulama yang konservatif. Ayah saya sudah lebih modern. Beliau pandai berbahasa Arab dan Bahasa Belanda. Di rumah kami belajar mengaji, dan mendapat bimbingan keagamaan secara langsung dari orang tua.

    Saya mulai belajar Islam secara sungguh-sungguh, ketika suatu ketika Almarhum Professor Osman Raliby menawarkan agar saya menjadi asisten beliau untuk mengajar mata kuliah Islam di Universitas Indonesia, ketika saya mahasiswa Fakultas Hukum Tingkat III. Pak Osman memberi saya begitu banyak literatur mengenai Islam untuk saya baca dan diskusikan dengan beliau. Begitu pula Prof. HM Rasjidi. Pernah saya katakan kepada Pak Osman, kalau saya ingin kuliah di IAIN di samping kuliah di UI. Pak Osman bilang tidak perlu. Saya akan mengajari Saudara, Ilmu Kalam dan Sejarah Kebudayaan Islam. Setelah itu beliau menyuruh saya berguru Ilmu Hadits, Fiqih dan Ilmu Tafsir kepada Prof. Nurasyik, dan menyuruh saya datang berguru kepada Prof. Abubakar Atjeh mengenai tasawwuf. Pak Osman bilang, dengan berguru seperti itu akan lebih baik daripada saya kuliah di IAIN, di samping di UI.

    Tidak lama setelah saya berguru dengan cara itu, suatu ketika Pak Osman bilang, untuk belajar politik Islam, Saudara harus berguru kepada Bung Natsir. Saya kaget. Pak Osman kemudian mengajak saya naik Bajjaj menemui Bapak Mohammad Natsir, di kantor Dewan Dakwah, yang pada waku itu ada di Tanah Abang. Beliau bilang, “Bung Natsir. Ini Saudara Yusril, asisten saya di UI. Dia mau belajar politik Islam, saya pikir Bung Natsir dapat mengajarinya”. Saya tertegun menatap wajah Pak Natsir, yang nampak begitu ramah dan murah senyum.

    Setelah itu Pak Natsir memberi saya buku-buku karangan beliau untuk saya baca. Hubungan saya dengan beliau kemudian menjadi sangat akrab. Pernah saya berkantor satu ruangan dengan beliau di LIPPM Cikini. Di tempat itu pula saya mengenal Almarhum Bapak Mohamad Roem, Sjafruudin Prawiranegara, Boerhanoeddin Harahap, Zainal Abidin Ahmad dan Anwar Harjono, serta banyak tokoh yang lain. Tanpa sengaja tiba-tiba saya telah berada di tengah-tengah para elite politik bangsa kita pada awal kemerdekaan. Tokoh-tokoh Masyumi yang dulu hanya saya dengar dari ayah saya, saat itu benar-benar saya jumpai secara langsung dan begitu sering.

    Itulah sekedar gambaran singkat, sosialisasi keagamaan yang saya lalui, sebagai tambahan dari apa yang telah saya jelaskan dalam Kata Pengantar. Oh ya, sewaktu mahasiswa, saya menjadi guru silat di Mesjid Agung Al-Azhar. Salah seorang anak Alm Buya Hamka, Sdr. Syakib adalah sahabat saya. Maka sering-seringlah saya ngobrol dengan Buya Hamka di rumahnya, atau di Mesjid Agung Al-Azhar, setelah beliau memberikan kuliah subuh. Ketika itu, hampir setiap akhir pekan saya tidur di mesjid Agung.

    Demikian, tambahan penjelasan saya, mudah-mudahan ada gunanya.

  118. taufiq (komentar #118)

    Luar biasa Pak
    Saya salut, ini kali pertama saya mengetahui seorang tokoh hadir dalam dunia blogger. Semoga Bapak bisa berbagi pengalaman, sumbang saran dan nasihat bijak buat kita-kita pade.
    Salam

  119. LifeByYourHand (komentar #119)

  120. Hani Adhani (komentar #120)

    Selamat Pa Yusril, saya yakin bapak sebagai salah seorang Guru Besar UI dan juga mantan menteri bisa memberikan banyak pencerahan secara intelektual lewat media blog ini!
    Selamat Pak!

  121. Yusril Ihza Mahendra (komentar #121)

    Assalamu’alaikum,
    Untuk Sutan Reza,

    Terima kasih atas tanggapannya. Memang benar, saya datang ke Tanjung Kelayan ketika ada acara Sail Indonesia. Hari pertama, saya datang naik motor Harley dari Manggar ke Tanjung Kelayang. Senang sekali naik motor di Belitung. Jalannya bagus dan sepi. Jadi saya tidak khawatir mengendarai motor sendirian.

    Hari kedua saya datang lagi bersama isteri. Saya agak penasaran ingin menonton pertunjukan Demulok (diangkat dari cerita dalam sya’ir Melayu, Syai’ir Abdul Muluk, saya kira). Saya juga menonton upacara Suku Laut “Membuang Jong”, yang kelihatannya upacara keagamaan pra-Islam, tetapi telah diberi baju Islam. Saya menjelaskan kepada saya, hikayat masyarakat Belitung, bahwa suku Laut dianggap sebagai “penduduk asli” Pulau Belitung. Tetapi ada literatur yang menyebut mereka adalah keturunan Bajak Laut (Lanun) dari Pulau Mindanao di Philipina. Wajah suku Laut memang mirip wajah penduduk Mindanao. Entah apa ada hubungannya antara Pulau Mindanao di Philipina dengan Pulau Mendanau di Belitung. Saya belum mempelajarinya.

    Tentang Billiton Bistro, restoran ini menyajikan banyak jenis makanan, dengan fokus pada Asian Cusine. Masakan Belitung menjadi “specialty” dari bistro ini. Saya tidak menyangka, masakan Belitung yang sedikit saya modifaikasi, ternyata menarik banyak minat pelanggan untuk menikmatinya. Selama dua minggu sebelum bistro ini dibuka, saya menjadi “guru masak” mengajari masakan Belitung kepada Chef bistro ini. Lumayan juga pura-pura jadi guru juru masak, ha ha…

  122. Die'ai (komentar #122)

    Selamat datang, bang yusril

    abang adalah idola saya, semoga tulisan abang akan bermanfaat utk blogger.

    maju terus bang yusril

  123. Sutan Reza (komentar #123)

    Tapi masih beda kan Bang rasanya naik motor di Jakarta da di Belitung , masih segar dan tanpa macet.
    Sudah lama tidak mendengar cerita tentang abang di Belitung. Dulu sewaktu bapak masih hidup dan aktif di PBB Tanjung Pandan, almarhum sering cerita tentang Abang ( Pak gunarso, atau Pak Gun).
    Minggu depan sepertinya mesti ke Bistro, kebetulan ibu ada di Jakarta, bisa dibawa ke sana. Baru kali ini masakan belitung bisa dinikmati di kafe.

  124. merak (komentar #124)

    Met bergabung di dunia maya, semoga bermanfaat

  125. marbun (komentar #125)

    selamat pak yusril

  126. Ima Mayasari (komentar #126)

    Selamat datang prof yusril! penuh inspirasi dan wawasan intelektual, setelah sekian lama menunggu, mungkin ini saatnya anda menuangkan gagasan-gagasan yang cemerlang, seperti kecemerlangan anda saat tahun 1999, memberikan pidato yang membuat saya terkagum-kagum hingga ingin menempuh pendidikan seperti prof yusril. Sekali lagi selamat prof!

  127. yudisasongko (komentar #127)

    Assalamualaikum Wr Wb,

    Sepertinya Indonesia terjerat hobi kegemaran politik praktis, kita menghargai kegiatan politik praktis, tapi cukup lima tahun sekali pak , atau perlu kampanya untuk tidak hobi politik praktis ?

    Menurut Bapak bagaimana supaya negara ini segera keluar dari krisis menuju negara maju ?

    Yudi Sasongko, SE., Ak
    ————————
    Someone di Trenggalek

  128. aLe (komentar #128)

    wah, ketinggalan gwe,
    wellkam to bLogosphare oM ;)

  129. abuqnan (komentar #129)

    Wah..sy ketingalan, tapi nggak apa2. saya mengucapkan :”Selamat datang di dunia bloger” . “أهلا وسهلا بحضوركم”

  130. mukus (komentar #130)

    Segala sesuatu itu tergantung niatnya, jadi apapun yang kita perbuat hanya kita dan Allah SWT yang tahu, termasuk pak yusril yang membuat blog ini dan selama apa yang disampaikannya itu baik dan bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat nanti mari kita ikuti bersama jika itu keburukan ngak usah diikutin.

  131. Nasrullah (komentar #131)

    Teruslah mengisi blognya bang Yusril, kita semarakkan dunia blogger.

    Inas, dari tanah Kalimantan

  132. Lukman Payapo (komentar #132)

    Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
    Yang terhormat Pak Yusril, sebagai Mantan Menteri Kehakiman dan HAM, Guru Besar Hukum, dan “Owner” dari salah satu firma hukum di negeri ini, saya ingin meminta pendapat bapak tentang Imigrasi di Indonesia.
    Dari segi fungsi, sebagaimana bapak tahu bahwa Imigrasi kita mempunyai tiga elemen yakni “law enforcement dan security”, “public service”, dan “economic development facilitator” (elemen yg terakhir bapak yg menambahkan pada tahun 2002 yg lalu). Berdasarkan fungsi2 itu, menurut pendapat bapak dimanakah idealnya keberadaan Imigrasi secara kelembagaan?…
    Secara akademis, bagaimana pendapat bapak tentang prospek Imigrasi sebagai sebagai cabang ilmu hukum tersendiri mengingat sifatnya yg multidisipliner khususnya dalam pengaturan masalah Transnational Organized Crime, Perizinan terhadap foreign direct investment, Migrasi Internasional, terorism dan sebagainya?…
    Menindaklanjuti pertanyaan sebelumnya, dilihat dari sisi jasa di bidang hukum, bagaimana bapak melihat imigrasi sebagai “major practice”?…
    mengingat dalam konteks UU/RUU Keimigrasian terdapat unsur administrasi negara, pidana, ataupun perdata internasional yg seperti diketahui bahwa di Amerika/Inggris banyak terdapat law firm yang membela kasus-kasus keimigrasian sekalipun berbeda sistem hukum dan sebagaimana saya pernah baca bahwa di law firm bapak juga tdpt bidang praktik hukum imigrasi.
    Dan untuk pertanyaan terakhir, sebagai anak muda yg ingin berusaha berkembang dalam dunia akademis dan birokrasi, berdasarkan pengalaman empiris Bapak, saya ingin meminta saran dan masukkan dari Bapak, bidang ilmu hukum apa yang harus saya dalami sebagai “supporting knowledge” relevansinya dgn karakter portfolio yg saya geluti sekarang?
    Terima kasih atas perhatian bapak, dan dengan segala kerendahan hati saya ingin memohon maaf yg sebesar-besarnya apabila terdapat hal2 yg dalam kata-kata saya ini ada kesan menggurui, Insya Allah tidak sama sekali karena saya bukanlah apa-apa. Besar harapan saya Bapak dapat berkenan menjawab pertanyaan-pertanyaan saya.
    Wassalamu’alaikum Warrahmutallahi Wabarakatuh.

  133. syaifudin zuhri (komentar #133)

    Blog baru ini jadi pembicaraan hangat lho pak..seperti selebrities..
    salam dari http://www.book4buy.com

  134. Zahediprabu (komentar #134)

    Assalamualaikum pak Yusril Cheng Ho..I’m surprised to know you have your own blog from Palembang daily newspapers Sumatera Express…Go a head pak. keep going writing…i do respect your choice to be a part of borderless friendship…..Wanna know me ? pls come and visit me at my personal website…www.tribros.bravehost.com
    (Wassalam, Cheng Ho)

  135. Yusril Ihza Mahendra (komentar #135)

    Untuk Lukman Payapo,

    Imigrasi memang dapat ditempatkan di bawah berbagai departemen pemerintahan, walau tentunya dapat pula berdiri sendiri. Semua tergantung kepada besar tidaknya beban tugas, serta pertimbangan efisiensi struktur organisasi pemerintahan. Di Amerika Serikat, Philipina dan Indonesia, imigrasi ditempatkan di bawah Departmen of Justice. Demikian pula negara-negara Eropa Kontinental. Di Inggris dan negara-negara bekas jajahannya, pada umumnya imigrasi ditempatkan di bawah Departemen Dalam Negeri, seperti India, Pakistan, Malaysia dan Singapura. Namun, Thailand dan China menempatkannya di bawah Kepolisian.
    Australia, menempatkannya sebagai departemen tersendiri, yang mereka namakan Department of Immigration and Multi-Cultural Affairs. Pertimbangannya, mungkin karena negara itu adalah negara tujuan para imigran.

    Jika aspek hukum keimigrasian akan dijadikan telaah akademis, saya cenderung berpendapat, ia ditempatkan di bawah payung hukum adminitrasi negara, seperti halnya kajian akademis terhadap hukum kepolisian, kejaksaaan dan seterusnya. Bahwa imigrasi memiliki tugas yang wewenang yang lebih luas daripada penanganan keimigrasian, seperti aspek keamanan, penanganan kejahatan nasional maupun trans-nasional, dan aspek penanaman modal, tugas-tugas itu tidak terlepas dari aspek administrasi negara.

    Tentu saja, seorang akademisi dapat menelaah aspek-aspek hukum keimigrasian dari sudut pandang lain, misalnya dari sudut pandangan hukum internasional publik, seperti telaah terhadap berbagai konvensi, traktat dan berbagai kesepakatan regional dan internasional di bidang keimigrasian.

    Jika anda ingin mendalami suatu bidang hukum yang dapat membantu tugas-tugas dan perjalanan karir anda di imigrasi, saya menyarakan untuk melakukan kajian umum tentang aspek hukum keimigrasian. Kemudian melakukan pendalaman terhadap aspek tertentu, yang dirasakan penting, namun belum banyak dilakukan pendalaman terhadapnya. Untuk membimbing ke arah ini, tentu harus melakukan telaah literatur di berbagai perpustakaan. Pertimbangkan pula minat anda terhadap suatu bidang yang dianggap menarik.

    Terima kasih.

  136. Zahediprabu (komentar #136)

    Assalamualaikum wr wb., pak Yusril Cheng Ho……
    It’s great you have already designed new personal website as mentioned above. Bapak berjiwa besar mendengarkan saran pendapat pengagum Bapak…I’m also one of your admirer since years ago…I know your background quite well, what family you come from and what happened to you in your early years living in Jakarta. You worked very hard for your daily life, for the good food and study at university. you ever lived in a mosque and taught children who lived arround the mosque mengaji……Alhamdulillah the greatest Allah help you mengabulkan do’a pinta Bapak untuk menjadi org berguna bagi keluarga, agama dan bangsa……especially you could make your beloved parents proud of you and rest in peace. Itulah sebahagian about Bapak that makes me respect you very much………..(I come from a big poor farmer family who live in small and remote village in OKU, South Sumatera. I also studied very hard like what you did since SMP 1977…Alhamdulillah, Allah help me to study abroad and give me good position as a government employee)……….No need to be worried abt having activities in Blog….there are much much more advantages and positive sites than negative ones. Have a good journey di dunia maya…….enjoy every little things. Wassalam

  137. Zahediprabu (komentar #137)

    Saya tahu Bapak Ahli Hukum Tata Negara, tapi bolehkah saya bertanya tentang Hukum Tindak Pidana Korupsi ? Kalau boleh nanti akan saya tanyakan kepada Bapak…

  138. Birkov Devil (komentar #138)

    Salam kenal dari saya bapak Yusril, saya hanya seorang hamba allah yang nakal tapi suka bingung bila melihat dan menyaksikan serta menyimak perkembangan politik saat ini apa lagi yang menggunakan kata islam.

    pertanyaan saya kenapa saat ini islam secara politik seperti cuma kekuatan semu tau cuma pamer arogansi yg banyak masa dan seperti show off dengan gaya teror.

    saya islam tapi saya sendiri bingung apa politik islam bisa masuk dengan damai di tengah masyarakat yg bukan islam misal di wilayah talaut yg notabene mayoritas nasrani ….yg sudah takut melihat teman islam di jawa yg mencoreng moreng seolah islam adalah teroris. padahal tuh gembong nya orang malingsia eh salah tulis yaa hmm

  139. Lukman Payapo (komentar #139)

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Terima kasih pak Yusril atas tanggapan dan sarannya yg sangat membangun dan dapat memberi tambahan informasi kepada kita semua, khususnya yg berkaitan dengan bidang keimigrasian. Memang demikianlah realitasnya bahwa sebagaimana yg bapak ungkapkan dan beberapa pakar lainnya yg berpendapat sama bahwa secara keilmuan, lebih tepat bahwa hukum keimigrasian merupakan bagian dari hukum administrasi negara, mengingat bahwa imigrasi adalah salah satu lembaga pemerintahan setingkat Direktorat Jenderal (Eselon I) yg berada di bawah Departemen Hukum dan HAM sekarang ini dan menjalankan fungsi administrasi negara. Apabila diperkenankan, saya ingin meminta pendapat dan saran lagi kepada Bapak.
    Sebagai Guru Besar Hukum tata Negara, bagaimana pandangan bapak apabila Imigrasi mempunyai peradilan administrasi sendiri untuk menangani perkara keimigrasian seperti halnya Pengadilan Pajak di Indonesia ataupun di Australia yang memisahkan antara perkara pidana yg secara yudikatif diadili oleh (Federal Court) dan secara administrasi diadili melalui (Tribunal) karena masalah keimigrasian dianggap penting dan diatur dalam Constitution Federal Australia 1901, dengan tetap berpegang kepada perbedaan sistem hukum eropa kontinental dan anglo saxon dari kedua negara, serta UU Kekuasaan Kehakiman karena secara empiris yg terjadi di Indonesia selama ini bahwa apabila menyangkut kesalahan diskresi pejabat imigrasi diajukan melalui PTUN dan secara pidana diajukan melalui Peradilan Umum?…
    Secara pribadi, dengan tidak bermaksud untuk berangan-angan menjadi “opportunist” ataupun “partisan”, sekiranya suatu saat dalam pilihan hidup saya melihat prospek yg lebih baik dan tidak berkarir lagi sebagai PNS di Imigrasi, seperti yg saya kemukakan pada pertanyaan sebelumnya, bagaimana bapak melihat prospek hukum keimigrasian sebagai “major practice”/profesi di suatu law firm ataupun kantor advokat kaitannya dengan perkembangan hukum di negeri kita ini?…
    Terima kasih dan dengan segala kerendahan hati untuk meminta maaf apabila terhadap kekeliruan dalam kata-kata saya ini seraya permohonan pendapat dan saran Bapak tentang masalah ini.
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

  140. ndoro kakung (komentar #140)

    usul pak, foto header pecah, mungkin resolusinya kecil. bisakah diganti?

  141. jalansutera (komentar #141)

    wah, postingan pertama aja sudah meraih begitu banyak komentar. saya yakin menteri-2 yang lain nanti ngiri melihat begitu populernya pak yusril di kalangan blogger. selamat, pak…

  142. Lukman Payapo (komentar #142)

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Terima kasih pak Yusril atas tanggapan dan sarannya yg sangat membangun dan dapat memberi tambahan informasi kepada kita semua, khususnya yg berkaitan dengan bidang keimigrasian. Memang demikianlah realitasnya bahwa sebagaimana yg bapak ungkapkan dan beberapa pakar lainnya yg berpendapat sama bahwa secara keilmuan, lebih tepat bahwa hukum keimigrasian merupakan bagian dari hukum administrasi negara, mengingat bahwa imigrasi adalah salah satu lembaga pemerintahan setingkat Direktorat Jenderal (Eselon I) yg berada di bawah Departemen Hukum dan HAM sekarang ini dan menjalankan fungsi administrasi negara. Apabila diperkenankan, saya ingin meminta pendapat dan saran lagi kepada Bapak.
    Sebagai Guru Besar Hukum tata Negara, bagaimana pandangan bapak apabila Imigrasi mempunyai peradilan administrasi sendiri untuk menangani perkara keimigrasian seperti halnya Pengadilan Pajak di Indonesia ataupun di Australia yang memisahkan antara perkara pidana yg secara yudikatif diadili oleh (Federal Court) dan secara administrasi diadili melalui (Tribunal) karena masalah keimigrasian dianggap penting dan diatur dalam Constitution Federal Australia 1901, dengan tetap berpegang kepada perbedaan sistem hukum eropa kontinental dan anglo saxon dari kedua negara, serta UU Kekuasaan Kehakiman karena secara empiris yg terjadi di Indonesia selama ini bahwa apabila menyangkut kesalahan diskresi pejabat imigrasi diajukan melalui PTUN dan secara pidana diajukan melalui Peradilan Umum?…
    Secara pribadi, dengan tidak bermaksud untuk berangan-angan menjadi “opportunist” ataupun “partisan”, sekiranya suatu saat dalam pilihan hidup saya melihat prospek yg lebih baik dan tidak berkarir lagi sebagai PNS di Imigrasi, seperti yg saya kemukakan pada pertanyaan sebelumnya, bagaimana bapak melihat prospek hukum keimigrasian sebagai “major practice”/profesi di suatu law firm ataupun kantor advokat kaitannya dengan perkembangan hukum di negeri kita ini?…
    Terima kasih dan dengan segala kerendahan hati untuk meminta maaf apabila terdapat kekeliruan dalam kata-kata saya ini seraya permohonan pendapat dan saran Bapak tentang masalah ini.
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

  143. Qizink (komentar #143)

    mimpin parte
    jadi menteri
    maen pilem
    bikin blog…..
    terus mau apa lagi nih?

  144. Dede Somantri (komentar #144)

  145. abah oryza (komentar #145)

    ditunggu postingan selanjutnya bang, jangan yang berat2 yah bang, yang ringan ajah, ngeblog kan bukan kuliah atau seminar, yah santai ajah lah ya .. betul nggak bang. klo perlu cerita2 gmn ketika jadi menteri, kehidupan angota dewan, kabinet atau ketika di partai …

  146. JaF (komentar #146)

    Saran sedikit: saya perhatikan blog Pak yusril ini malah banyak jadi ajang tanya jawab tentang hukum ya.. Bagaimana kalau dibuatkan rubrik khusus untuk itu :)

    Saran saja..

    Selamat bergabung di dunia blog pak. Bolehkan saya interview mengenai pertemuan bapak dengan dunia blog ini untuk acara radio saya? ;)

  147. fahroe (komentar #147)

    Selamat,… semoga blog ini menjadi blog yang diharapkan penulisnya. amin

  148. jesie (komentar #148)

    Oh, ini toh yang jadi “the big boom of the month”, selamat buat Pak YIM yang menjadikan Blog sebagai salah satu wadah berkomunikasi dengan masyarakat. Semoga media blog menjadi penyeimbang terhadap media massa konvensional

  149. junet (komentar #149)

    bang, junet nih apa kabar cieeee skr udah merambah ke dunia cyber nih pak
    junet seneng pak oh ya pak nanti kapan2 klo ke DPP junet yang bikinin kopi pak

  150. dani rtms (komentar #150)

    Alhamdulillah … Pak Yusril mo bagi2 ide2nya ni ya … :)
    Khan lumayan buat nambah2 wawasan kita2 juga ya …
    Kali aja bisa diamalkan … :D
    Kalo bisa jangan yang sulit2 ya Pak …
    Yang gampang dilaksanakan aja deh ya … :D

  151. feha (komentar #151)

    salam kenal pak :D

  152. pemuda bangsa (komentar #152)

    Wah… Bapak menteri ngeblog juga toh.. Senengnya.. jadi kaya bisa ngobrol aja.. ;-)

    Mau sekalian “ngadu” ah…

    Bapak yang terhormat, bukan maksud saya mau nambahin kepusingan bapak, tapi ini mungkin satu satu jalan buat saya ngadu langsung.

    Bapak, bapak pernah jadi Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia kan? Bapak, saya pernah “mampir” di Rutan Salemba, saya sering liat logo Dep.Kehakiman dan HAM di rutan itu, tapi… saya sama sekali ga ngeliat ada Hak Asasi Manusia di Rutan Salemba.

    Masak sel di Rutan Salemba diperjualbelikan, bahkan manusia nya pun diperjualbelikan dengan tujuan memeras!. Harga kamar di Rutan Salemba bervariasi dari 1.000.00 sampe dengan ga tau, tergantung selera dan kekuatan uang aja. Pokoke pilih aja dari kelas kumuh, menengah ke bawah, menengan keatas, sampe ada blok khusus kalangan exekutip BLOK K, yang pernah saya liat Mulyana W Kusuma -Suap KPK-, Dani Firmansyah -Hack KPU-, Adiguna Sutowo (Penembakan) .

    Suasana dalam rutan Salemba itu ga lebih dari potret buram Jakarta yang dipersempit. Semua penderitaan terlihat disana, dan napi yang kurang beruntung menjadi seperti binatang.

    Para sipir dan tahanan kelas kakap (premannya) berebut meras uang dari para keluarga terpidana.

    sama sekali ga ada keadilan disana? masak di penjara laundry elit 5a’sec bisa ada? Masak di penjara ada kamar BerAC? masak di penjara sel diperjualbelikan?

    Terus kalo yang ga sanggup beli kamar gimana??? ada blok khusus untuk para napi yang ga sanggup belik kamar, namanya Blok MAPENALING (Masa Pengenalan Lingkungan ). bohong besar waktu seputar Indonesia memberitakan kalo mulyana dimasa awal ditahan di “taro” di Blok MAPENALING!!! Mulyana lagi ngopi sambil baca koran di Blok K, blok manis, bersih, ada akuariumnya, ada gazebonya, ada lapangan bulutangksnya yang digabung sama lapangan basket, ada tenis mejanya, lampunya terang!! Bayangkan dengan blok MAPENALING yang diisi yang bisa diisi 300 orang !! itulah gunanya blok mapenaling, menampung napi napi kurang beruntung!! dan setiap orang yang pernah masuk ke Salemba, pasti mengenal yang namanya “penampungan”.

    Bapak, maaf sekali lagi maaf kalo bapak kurang berkenaan. Tapi saya sama sekali menyayangkan kalo departemen yang seharusnya menajdi pelindung bagi hak asasi manunsia justru malah berbalik arti. Ibarat pagar makan tanaman.

    Bapak, saya pernah liat satu jasad terbujur kaku di ditelantarkan begitu saja. Sedangkan di hadapan jasad itu ada dua orang sipir yang justru sibuk ngambilin uang jatah dari para napi yang dibesuk. Sebagai manusia saya mau marah, tapi saya cuma napi kelas teri yang bisa seenaknya dipukulin oleh para sipir.

    Belum lagi kelakuan para preman blok yang seenaknya meres napi kelas teri macam saya ini.

    Maaf, seribu maaf kalo kelakuan saya ini lancang, tapi mungkin bapak belum pernah tau bagaimana keadaan sebenarnya Rutan Salemba, la wong tiap ada sidak dari para pejabat terkait, selalu diberesin dulu semua yang ga beres.

    Ini hanyalah sedikit kisah sedih dari rutan Salemba, masih banyak lagi sebetulnya yang belum diceritain. Selain cape saya ngetiknya, halaman ini belum terllau pantas jadi ajang ngadu.. ;-)

    Terimakasih bapak ya.. Oya, desain blognya sederhana banget yak, tapi mantab !!

  153. aboh (komentar #153)

    bang, gimana rasanya punya isteri orang sebrang..?
    rus, kalo abang ntar mo jadi presiden, jadi hambatan ga kalo punya istri bukan wni?
    kan nyangkut rahasia negara gitu.
    eh, btw, istri abang wni atau wnf :)

    sory usil, kefikiran aja.
    congratulations anyway….

  154. babah (komentar #154)

    blog is your world….welcome

  155. Jauhari (komentar #155)

    Welcome Home Master Mister Yusril ;)

  156. Jonru (komentar #156)

    Welcome to dunia blog, Pak Yusril. Salam kenal dari saya. Saya punya teman yang anaknya juga bernama Ihza. Katanya karenya bapaknya ngefans sama Pak Yusril.

    Jonru
    http://www.jonru.net

  157. masarie (komentar #157)

    ASSALAMU’ALAIKUM,
    ILMU PAK YUSRIL DIBUTUHKAN BANGSA INI,
    TERUSLAH BERKARYA YANG TERBAIK,
    SALAM DARI MANTAN ANGGOTA PARTAI BULAN BINTANG TAPI TETAP KAGUM KEPADA ANDA.
    WASSALAM

  158. Ade Rusliana (komentar #158)

    Bismillah ar-Rahman ar-Rahim,
    Assalamu’alaikum wa rahmatullah wa babarakatuh,
    Saya adalah seorang guru sma. Saya sangat menunggu tulisan tulisan bapak selanjutnya. Berkaitan dengan pembuatan blog maka saya sangat berharap ide Bapak dalam memanyarakatkan WEB (blog) untuk para guru. Dengan meningkatnya prosentase penguasaan guru dalam hal blog, maka saya yakin kontribusinya pada peningkatan pendidikan di Indonesia akan lebih cepat. Kita ketahui bahwa pendidikan kita sangat tertinggal.
    Terimakasih.
    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

  159. Diding Wahyudin (komentar #159)

    Selamat buat Pa Yusril, atas penciptaan blog versi #2 nya. Terus terang saya mengikuti dari awal perjalanan Pa Yusril dalam menjelajahi dunia blog.
    Ternyata minatnya serius juga, belum sebulan udah ganti lagi blog nya.
    Sekali lagi selamat Pa.

  160. ayahshiva (komentar #160)

    selamat datang di dunia blogsphere ya pak

  161. AUL (komentar #161)

    Terimakasih atas bentuk perhatiannya pada dunia online ini

    4UL
    http://www.4ulclothing.com

  162. Nawir (komentar #162)

    saya berharap bapak tetap membangun indonesia, walaupun tidak sedang menjabat.
    termasuk aktifitas ini, banyak sekali manfaatnya.
    di tunggu up date nya.

  163. Erwin Juanda (komentar #163)

    Salam kenal Bang Yusril
    SAYA SENANG BAPAK BIKIN BLOG
    Saya salah seorang karyawan swasta dari BANGKA yang merantau di Tangerang, saya punya banyak teman dari belitung yang kalu di tawarin makan di jawab “MUAL bah ” yang berarti MAu.

    Kalu seandai nya Bapak di Tawarin/dapat dukungan dari rakyat BABEL untuk jadi Gubernur BAbel apakah bapak bersedia untuk sekarang DAN yang akan datang ???
    menurut saya mau aja sekalian sumbangsih/pengabdian diri terhadap tanah kelahirn…
    Apa kekurangan dari pemprov BABEL sekarang ini supaya sama dengan provinsi lainnya…

  164. iErn_van_B@ch (komentar #164)

    berbahagialah bagi orang yang berkesempatan berkumpul dengan para alim ulama dan orang orang berilmu
    dan dengan berada disini rasanya gw jadi bagian dari mereka itu he he he …………………

  165. hawee (komentar #165)

    selamat ngeblog pak, tapi jangan bikin blog trus gak posting2…

  166. Suksma Ratri (komentar #166)

    pak yusril, senang deh kalau lihat seorang pejabat masih bisa jujur pada diri sendiri melalui media blog ini. tetap semangat dengan blog barunya ya pak….

  167. Yusuf Sinaga (komentar #167)

    Selamat bergabung pak di Blogosphere Indonesia.., saya tahu blog bapak yusril dari sini
    http://republikblog.com/full_list.php?n=Yusril%20Ihza%20Mahendra

  168. fanatiCanz (komentar #168)

    Wah.. bapak menteri ngeblog juga toh…. Salut ah, bangga saya jadinya punya menteri yang mau deket ama rakyatnya ;-)

    Selamat ngeblog pak….!

  169. Rachmat (komentar #169)

    Welcome to new world Pak YIM, semoga pikiran-pikiran Bapak bisa menjadi inspirasi buat yang muda-muda seperti saya :)

  170. rd Limosin (komentar #170)

    selamat datang di blogosfer Pak Yusril!!!

  171. Asta Qauliyah (komentar #171)

    Akhirnya, meski saya yg terlambat tahu barangkali, Pak Yuzril nge-blog juga. SElamat datang Bung, kami tunggu jalan2nya sekalian kopdar dengan blogger Makassar di Anjungan Pantai Losari…

  172. Nofie Iman (komentar #172)

    Tak banyak public figure yang mau membuka diri dan langsung berinteraksi dengan kaum proletar. Anda adalah kekecualian. Selamat datang di blogosphere. Ditunggu tulisan-tulisannya. Semoga bisa memberi manfaat buat semuanya.

    http://nofieiman.com

  173. Marwan Adli (komentar #173)

    Selamat datang Pak, semoga media ini bermanfaat bagi umat,bila ada waktu, kami berharap Bapak dapat menulis tentang Lapas yang sedang menghadapi permasalahan besar saat ini (0ver capacity, drug problem, and others), saya percaya banyak yang tertarik berkomentar juga pemikiran untuk mencari jalan keluar masalah yang dihadapi petugas Lapas atau Rutan saat ini, terima kasih.

  174. Ode hief (komentar #174)

    Ditunggu diskusi-diskusi segarnya!

  175. Muhammad Rachmat (komentar #175)

    dulu ddiriku pernah mendukung, untu jadi presiden PESIDEN RI…………………..
    dulu ddiriku pernah mendukung, untu jadi presiden PESIDEN RI…………………..
    dulu ddiriku pernah mendukung, untu jadi presiden PESIDEN RI…………………..

  176. Darwis Surya Nusantara (komentar #176)

    Halo Pak, semangat yawh, yang rajin2 loh ngisi postingannya. Great mission!

  177. Junarto (komentar #177)

    Salam kenal Pak, saya akan sering2 berkunjung.
    :D

  178. ivendaz (komentar #178)

    Selamat pak, semoga blog bapak bisa menadi bahan pembelajaran baru buat saya….

  179. Ronif (komentar #179)

    Pak Yus, selamat nih punya situs baru, yang penting bantu masyarakat ya.

  180. kalengkrupuk (komentar #180)

    Senang membaca blog-nya Pak Yusril. Selamat ngeblog ya, Pak.

  181. iaNto (komentar #181)

    selamat bergabung di dunia Blog Pak Mentri..

  182. parvita (komentar #182)

    Kesibukannya apa aja nih Bang, selain blogging dan main filem? Btw, welcome to the cyber-com. Mudah2an blognya bisa dipakai buat saya ngerti politik dikit2 :)

  183. iorme (komentar #183)

    blog memang untuk semua kalangan, pak yusril jangan malas ngeblog

  184. aang (komentar #184)

    pak belajar ngeblog sama wajibnya dengan belajar NAHWU SHARAF. tapi jangan lupa idelaisme politiknya pak !

  185. abdul malik (komentar #185)

    selamat datang di dunia blog.
    sukses juga untuk peran cheng hoo.

    salam hangat,
    abdul malik
    kradenan 2 no.25
    kota mojokerto 61324
    jatim

  186. N. Jamil ghazali (komentar #186)

    Selamat ngeblog kepada Pak Yusril ..
    Saya ingin mengetahui dan tentu saja pembaca lain, pengalaman Pak Yusril ketika mula