Beranda

PEMBUKA KATA

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim,
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
,

Atas saran beberapa sahabat yang saya kenal melalui blog, maka hari ini saya menciptakan blog saya, sebagai wahana komunikasi bertukar pikiran secara jernih, intelektual dan simpatik, atas dasar prinsip saling hormat-menghormati. Melalui blog ini, saya ingin berbagai pemikiran, pengalaman dan gagasan, yang barangkali akan bermanfaat untuk menambah wawasan dalam menyikapi berbagai peristiwa yang terjadi di sekitar kita.

Apa yang saya ungkapkan, mungkin saja bersifat subyektif, karena didasarkan pada titik pandang, falsafah dan keyakinan keagamaan yang saya anut. Saya menyadari bahwa “subyektifitas” dan “obyektifitas” adalah problema abadi dalam filsafat ilmu pengetahuan, yang telah diperdebatkan berabad-abad lamanya dan tak kunjung selesai. Namun apa yang saya ungkapkan, tetaplah saya dasarkan atas niat dan iktikad baik, agar kita dapat mencari alternatif yang kita anggap terbaik, yang selanjutnya mungkin akan menuntun sikap batin, sikap intelektual dan mungkin pula prilaku kita dalam bertindak.

Saya sendiri, hanyalah seorang hamba Allah yang dhaif. Saya dilahirkan di Pulau Belitung, Provinsi Bangka Belitung, Indonesia, pada tanggal 5 Pebruari 1956. Saya menempuh pendidikan di tempat kelahiran saya itu, sampai tamat SMA. Saya meneruskan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia dengan spesialisasi Hukum Tata Negara. Saya juga menempuh pendidikan di Fakultas Sastra Universitas Indonesia dengan spesialisasi di bidang filsafat. Seterusnya saya melanjutkan pendidikan lagi ke jenjang strata 2, sampai suatu saat saya memperoleh gelar Doctor of Philosophy dalam Ilmu Politik, dengan spesialisasi Perbandingan Politik Masyarakat-Masyarakat Muslim, di Universiti Sains Malaysia. Saya kembali mengajar, sampai diangkat menjadi Guru Besar Ilmu Hukum di Universitas Indonesia. Saya ditugasi untuk mengajar Hukum Tata Negara, Teori Ilmu Hukum dan Filsafat Hukum pada program pascasarjana.

Dunia aktivisme menarik perhatian saya sejak kecil. Saya menjadi Ketua OSIS di SMP dan SMA, dan KAPPI di tingkat Rayon. Juga terpilih menjadi Ketua Majelis Permuswaratan Mahasiswa (MPM) UI, ketika kuliah. Di masa muda, saya pernah menjadi anggota Pemuda Muslimin, sebuah organisasi yang berafiliasi kepada Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII). Semasa mahasiswa, saya bergabung ke Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Badan Komukasi Pemuda Masjid Indonesia (BKPMI). Saya pernah pula duduk dalam kepengurusan Muhammadiyah, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Di Era Reformasi, atas anjuran dan dukungan berbagai kalangan, saya “didaulat” untuk menjadi Ketua Umum Partai Bulan Bintang. Berawal dari dunia akademis dan dunia aktivis, saya akhirnya memasuki dunia politik. Tiga kali menjadi menteri, dua kali Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, dan satu kali menjadi Menteri Sekretaris Negara. Pernah pula menjadi Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat. Namun demikian, saya merasa belum banyak hal yang dapat saya buat dengan jabatan-jabatan ini.

Pada tingkat internasional, saya pernah aktif di Regional Islamic Da’wah Council of Southeast Asia and the Pasific, yang bermarkas di Kuala Lumpur. Ketuanya waktu itu ialah Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj, mantan Perdana Menteri Malaysia. Pernah pula saya menjadi Vice President dan kemudian President dari Asian-African Legal Consultative Organization, yang bermarkas di New Delhi. Beberapa kali saya menjadi anggota dan Ketua Delegasi Republik Indonesia dalam berbagai perundingan dan persidangan internasional — termasuk sidang ASEAN, Organisasi Konfrensi Islam dan APEC. Seingat saya pernah tiga kali saya mewakili Republik Indonesia menyampaikan pidato dalam sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa, termasuk sidang Komisi Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa. Beberapa kali pula saya terlibat dalam proses penyusunan Konvensi PBB dan menandatanganinya atas nama Pemerintah Republik Indonesia , seperti UN Convention on Transnational Organized Crime di Palermo, Italia, dan UN Convention Against Corruption di Markas PBB New York. Di negeri kita sendiri, beberapa kali pula saya menangani panitia konfrensi internasional, seperti Sidang AALCO, Konfrensi Internasional tentang Tsunami dan Konfrensi Tingkat Tinggi Asia Afrika.

Itulah sekedar perkenalan diri saya. Saya tidak bermaksud berpanjang kalam dengan perkenalan itu. Mohon maaf kalau ada hal yang nampak dilebih-lebihkan, dan mohon maaf pula, kalau banyak hal yang tidak diuraikan.

Akhirnya, melalui blog ini, saya akan mencoba untuk menuangkan pemikiran-pemikiran saya, perasaan saya dan tanggapan saya terhadap berbagai peristiwa kemanusiaan yang terjadi di sekitar kita. Saya mohon maaf, kalau nanti saya mengemukakan hal-hal yang menyangkut diri saya sendiri. Untuk berkomunikasi, saya mengajak menggunakan Bahasa Indonesia, Malaysia, Inggris dan Tagalog. Saya dapat berbahasa Cina dialek Hakka dan sedikit Mandarin. Juga sedikit Bahasa Arab dan Urdu. Namun saya mohon, agar kedua bahasa terakhir ini tidak digunakan dalam komunikasi di blog ini. Saya juga tidak mampu berkomunikasi bahasa tulisan dengan menggunakan huruf Cina.

Atas segala tanggapan, komentar dan masukan berharga dari semua teman yang berminat dengan blog ini, saya ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Cetak artikel Oleh Yusril Ihza Mahendra — November 1st, 2007

530 tanggapan untuk “PEMBUKA KATA”

Pages: « 12 3 4 5 6 [7] 8 9 10 11 1218 » Show All

  1. iaNto (komentar #181)

    selamat bergabung di dunia Blog Pak Mentri..

  2. parvita (komentar #182)

    Kesibukannya apa aja nih Bang, selain blogging dan main filem? Btw, welcome to the cyber-com. Mudah2an blognya bisa dipakai buat saya ngerti politik dikit2 :)

  3. iorme (komentar #183)

    blog memang untuk semua kalangan, pak yusril jangan malas ngeblog

  4. aang (komentar #184)

    pak belajar ngeblog sama wajibnya dengan belajar NAHWU SHARAF. tapi jangan lupa idelaisme politiknya pak !

  5. abdul malik (komentar #185)

    selamat datang di dunia blog.
    sukses juga untuk peran cheng hoo.

    salam hangat,
    abdul malik
    kradenan 2 no.25
    kota mojokerto 61324
    jatim

  6. N. Jamil ghazali (komentar #186)

    Selamat ngeblog kepada Pak Yusril ..
    Saya ingin mengetahui dan tentu saja pembaca lain, pengalaman Pak Yusril ketika mulai masuk Sekneg pada masa orba dimana Pak Murdiyono sebagai Mensekneg-nya .. kabarnya Pak Yusril “sangat berperan” dalam proses lengsernya Pak Harto saat itu .. terima kasih …

  7. aLe (komentar #187)

    kok ‘post slug’nya uda kata pengantar 2?
    pasti ini postingan sudah mengalami pengeditan yah :D *sok tahu*

    huhu., selamat ngebLog oM,
    terimakasih telah meramaikan bLogosphare Endonesah™ ;) *piss*

  8. deKing (komentar #188)

    Oom, walau saya anonim ga papa kan nitip komentar di sini?
    Selamat datang di dunia yang terbuka ini Oom.
    Di dunia maya ini kita harus lebih siap menerima segala macam pendapat yang ada. Di dunia kedua inilah kita semestinya bisa belajar untuk lebih legawa.
    Siap2 saja ya Oom … dunia ini indah kok

  9. indra kh (komentar #189)

    selamat ngeblog, pak :)

  10. Eep (komentar #190)

    selamat bergabung di dunia blogger pa Yusril.. kami menanti tulisan-tulisan inspiratif Anda..

    sukses ya paaa…

  11. Gunawan (komentar #191)

    Selamat atas blognya Pak Yusril semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi kita semua.

  12. IndoConsoles (komentar #192)

    Selamat Datang di Dunia Blog, Pak.
    Saya sangat senang dengan cara/gaya penulisan artikel bapak.
    Oks Punya…… LoL.

  13. Rully (komentar #193)

    salam kenal. selamat nge-blog.

  14. RM Hermawanov (komentar #194)

    Selamat pak Yus buwat blog barunya, semoga mangkin eksis melaluwi blog baru ini, ditunggu buah2 pemikirannya pak.

    Salam dari Padang.. :)

  15. jengkikit (komentar #195)

    selamat nge-blog pak. Ditunggu cerita2nya.

  16. dobelden (komentar #196)

    wah selamat2 pak akhirnya gak pake yg gretongan

    welkam tu de jungle

    hehehe

  17. angga (komentar #197)

    selamat datang di dunia blog bosss,foto istrinya yang cantik di pasang juga dong,biar lebih keren he.he..

  18. Imansyah (komentar #198)

    Welcome aboard! Happy blogging.. :-)

  19. godote (komentar #199)

    welcome to selamat datang pak :)
    pastinya blog bapak akan menambah luas wawasan kita kita ini.
    happy blogging sir!

  20. bams (komentar #200)

    ass.pak yusril sebagai urang belitong seneng banget akhirnya ade jua putre belitong nok kayak ikam uda dikenal urang banyak.muge2 belitong bisa tambah maju…truuuz.

    sukses slalu pak yusril….

  21. f4jar (komentar #201)

    tenanan” iki pak,.,.,.,. palsu opo orahh,.,..,iki,.,.?
    yo weisss,.,.,..,,.sukses

  22. bukek siansu (komentar #202)

    whaalah, udah 3 minggu mana artikelnya; yang mencerdaskan gitu lho…

  23. acing (komentar #203)

    tadi salah kamar sekarang pindah kesini (paling bontot ga apapalah)

    pasal 1 :
    saya mohon maaf pada bang Yus (enakan bang Yus ah) karena terus terang selama ini saya ikut keracunan media formal, sehingga saya mempunyai penilaian yg buruk pada bang Yus, kemaren2x (sebelum saya dng tidak sengaja menemukan tulisan tentang bang Yus di blog kang Pri [priaydi.net] lalu nyasar ke blog bung Jay [yulian.firdaus.or.id] tentang Cheng Ho) saya menganggap bang Yus adalah seorang oprtunis, bahkan saya menganggap abang adalah orang yg korup pendek kata jelek lah.

    Sungguh saya merasa sangat jahat dan berdosa sekali ketika menyadari semuanya. Alhamudlillah saya dpt terbangun dari semua itu, tadi malam saya ikut menyusuri link demi link yg bertautan dari blog mas Pri dan Bung Jay sampai ke blog pertama Bang Yus lalu akhirnya menemukan blog ini. Siang ini setelah selesai Jumaatan kembali saya membuka blog ini, tanya kenapa?

    pasal 2:
    Kejarlah ilmu sampai ke liang lahat demikian kata orang bijak (bener gak sih gw), saya sangat haus utk belajar, apa saja yg membangkitkan keingin tahuan pasti saya pelajari termasuk tentang kehidupan, membaca tulisan dan komentar abang semalam membuat rasa dahaga saya semakain bertambah, selama ini saya adalah pelanggan tetap blog mas Pri dan tdk pernah bikin komentar (hanya sekali rasanya saya ikutan ngjunk ketika kasus bloger perempuan yg mati setelah malamnya nulis tentang kematiannya “kembang solo” kalo gak salah) saya hanya pembaca pasif.
    Tapi kali ini saya merasa wajib menulis sesuatu untuk blog abang, karena rasa bersalah yang saya rasakan seperti pada pasal 1.

    Dipasal ini saya hanya ingin menegaskan bahwa saya ingin menimba ilmu dari abang.

    Pasal 3:
    Selamat datang di dunia blogphare.

    Pasal 4:
    Terima kasih kepada Bung Vavai dan Thomas karena telah membantu Bang Yusril membangun blognya sehingga kami yg haus akan ilmu lebih nyaman membacanya (pake WP emang cakep euy)

    Pasal 5:
    Terima kasih kepada kang Priyadi karena dari blog kang Pri lah titik awal saya menemukan tulisan dan komentar Bang Yus. (saya pelanggan setia Blog Priyadi.net dan pelanggan Indglobal hehehe)

    Pasal 6:
    Terima kasih kepada bung Jay karena telah nulis tentang Cheng Ho sehinga bang Yus gatal utk bikin komentar (BTW kok blog anda hari ini lambreta ya…?)

    Pasal Penutup:
    Terima kasih kepada Bang Yusril Ihza Mahendra yg mau berlelah-lelah menulis dan membagi Ilmu. Semoha Allah SWT memberikan yg terbaik untukmu. Amin

  24. uday abdurrahman (komentar #204)

    salam…

    wah gembira sekali, akhirnya pak yusril yang ganteng muncul di blog ini. senang mengetahuinya, pak yusril. semoga bisa jadi media untuk berbagi hal-hal yang positif.

    salam….

  25. escoret (komentar #205)

    Eh,pak..Kok belom apdet..???

  26. edo (komentar #206)

    selamat datang bang yusril
    ditunggu tulisan-tulisannya :)

  27. Adkhan Sholeh (komentar #207)

    Assalaamu’alaikum wr wb Pak Yusril, Prof. Dr.

    Tentu saya ikut senang ada (lagi) tokoh menjadikan blog sebagai media untuk menuangkan gagasan sekaligus berbagi wawasan/pengalaman. Mudah-mudahan do’a saya tulus dan diijabah Allah, semoga blog Pak Yusril bermanfaat —dalam pengertian yg seluas-luasnya — bagi publik (A - miin), dapat menampung semua gagasan cemerlang Pak Yusril (A - miin).

    Alhamdulillaah saya pernah membaca majalah Suara Hidayatullah (seingat saya edisi lebih dari 10 tahun yang lalu) yg sampul depannya Pak Yusril. Saya masih ingat motif dasi yg Pak Yusril kenakan, kebetulan di foto yg lain - mungkin juga di media cetak lain - Pak Yusril mengenakan dasi dengan motif yang sama. Jujur saja, yg terpikir oleh saya waktu itu, tampaknya Pak Yusril bukan orang terlalu memikirkan dasi (bukan orang yg rumit soal berpakaian, tidak neko-neko), bahkan lebih dari itu, saya menganggapnya sebagai simbol kesederhanaan Pak Yusril. Tentu saja saya juga menjadi tahu sosok Pak Yusril lebih detail dari wawancara wartawan SAHID pada edisi tersebut, khususnya tentang latar belakang keluarga dan bagaimana Pak Yusril menjadi dekat dan dipengaruhi gagasan tokoh-tokoh Masyumi (kh. almukarram M. Natsir).
    Tidak kalah menonjol, majalah edisi tersebut mengutip isi wawancara Pak Yusril dan menjadikan kutipan tersebut menjadi headline yang berani: “JANGAN TAKUT dengan REFORMASI” (mohon dikoreksi bila salah; saya hanya mengandalkan ingatan). Dari sini bisa diketahui bahwa Pak Yusril termasuk yg pertama menyuarakan Reformasi. Bahkan mungkin lebih dahulu dibandingkan “Bapak Reformasi”. Ironisnya, Pak Yusril dan mantan pendahulu pak Hidayat NW ini malah “poyok-poyokan” di suatu acara debat capres. Sejujurnya, saya sedih tiap kali ada tokoh umat yg justru tampak tidak akur di hadapan publik/umat. Namanya juga tokoh/pemimpin, mestinya memberi teladan yg baik kan? Masih untung , ada KH. Didin Hafidzuddin yg menengahi.
    Terakhir komentar saya, ternyata Pak Yusril punya beberapa kesamaan dengan Menneg BUMN kita ya … sama-sama dari Sumatera (?), sama-sama pernah jadi menteri dan tim sukses SBY-JK dan kemudian sama-sama jadi menteri (sayang selesainya tidak bareng), dan sama-sama pernah jadi JAMES alias penjaga mesjid …

    Sekian dulu pak Yusril, salam kenal dan hormat dari Yogyakarta
    Semoga tetap b’semangat dan m’bawa manfaat buat kerabat dekat serta masyarakat, asal bukan orang jahat … :)

    Wassalaamu’alaikum wr wb

    Adkhan Sholeh

  28. Adkhan Sholeh (komentar #208)

    Assalaamu’alaikum wr wb Pak Yusril, Prof. Dr.

    Tentu saya ikut senang ada (lagi) tokoh menjadikan blog sebagai media untuk menuangkan gagasan sekaligus berbagi wawasan/pengalaman. Mudah-mudahan do’a saya tulus dan diijabah Allah, semoga blog Pak Yusril bermanfaat —dalam pengertian yg seluas-luasnya — bagi publik (A - miin), dapat menampung semua gagasan cemerlang Pak Yusril sekaligus sebagai corongnya (A - miin).

    Alhamdulillaah saya pernah membaca majalah Suara Hidayatullah (seingat saya edisi lebih dari 10 tahun yang lalu) yg sampul depannya Pak Yusril. Saya masih ingat motif dasi yg Pak Yusril kenakan, kebetulan di foto yg lain pada event berbeda (?) - masih di majalah yg sama - Pak Yusril mengenakan dasi dengan motif yang sama. Jujur saja, yg terpikir oleh saya waktu itu, tampaknya Pak Yusril bukan orang terlalu memikirkan dasi (bukan orang yg rumit soal berpakaian, tidak neko-neko), bahkan lebih dari itu, saya menganggapnya sebagai simbol kesederhanaan Pak Yusril. Tentu saja saya juga menjadi tahu sosok Pak Yusril lebih detail dari wawancara wartawan SAHID pada edisi tersebut, khususnya tentang latar belakang keluarga dan bagaimana Pak Yusril menjadi dekat dan dipengaruhi gagasan tokoh-tokoh Masyumi (kh. almukarram M. Natsir).
    Yang paling menonjol, majalah edisi tersebut mengutip isi wawancara Pak Yusril dan menjadikan kutipan tersebut menjadi headline yang berani: “JANGAN TAKUT dengan REFORMASI” (mohon dikoreksi bila kalimat persisnya berbeda; saya hanya mengandalkan ingatan). Dari sini jelas bisa diketahui bahwa Pak Yusril termasuk yg pertama menyuarakan Reformasi. Bahkan mungkin lebih dahulu dibandingkan “Bapak Reformasi”. Ironisnya, Pak Yusril dan mantan pendahulu pak Hidayat NW ini malah “poyok-poyokan” di suatu acara debat capres. Sebagai muslim, wajar saya bersedih ketika ada tokoh umat yg justru tampak tidak akur di hadapan publik/umat. Namanya juga tokoh/pemimpin, mestinya memberi teladan yg baik kan? Masih untung , ada KH. Didin Hafidzuddin yg menengahi.
    Terakhir komentar saya, ternyata Pak Yusril punya beberapa kesamaan dengan Menneg BUMN kita ya … sama-sama dari Sumatera (?) dan merantau ke ibukota (bertiga dengan saya, sama-sama belum pernah mengunjungi bapak-kota …. he he), sama-sama pernah jadi menteri dan tim sukses SBY-JK yg kemudian sama-sama jadi menteri (sayang selesainya tidak bareng), dan sama-sama pernah jadi JAMES alias penjaga mesjid :)

    Sekian dulu pak Yusril, salam kenal dan hormat dari Yogyakarta.
    Semoga tetap b’semangat dan m’bawa manfaat buat kerabat serta masyarakat, asal bukan orang jahat … :)

    Wassalaamu’alaikum wr wb

    Adkhan Sholeh

  29. Adkhan Sholeh (komentar #209)

    Tadi saya posting 2 kali, ini yg ketiga. Yg perlu ditampilkan - jika berkenan - yang kedua saja ya pak Yusril …

  30. Mohammad Natsir (komentar #210)

    Assalammu’alaikum wr. wb.

    Saya ucapkan selamat kepada Bapak Yusril atas launching perdana blognya. Secara pribadi saya senang dengan kehadiran blog bapak, yang telah menginspirasi saya untuk mengikuti jejak Bapak membuat blog. Sudah pasti Bapak tidak mengenal saya, cuman saya yakin seyakin-yakinnya bahwa Bapak pernah melihat saya secara langsung physically akan tetapi saya juga yakin Bapak tidak lagi ingat moment tersebut, he he he. Sedikit aku mau cerita moment pertemuan dengan Bapak yusril , saya sendiri tidak ingat pasti kapan waktunya, tahunnya pun saya sudah lupa tapi pasti masih bisa di telusuri jejaknya. Waktu itu saya ingat betul Bapak pake baju lengan panjang warna biru dengan bawahan blue jeans, mengambil tempat di Kelurahan Kauman Kota Pekalongan Jawa Tengah sewaktu Bapak masih mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai Ketua umum Partai Bulan Bintang. Kita semua tahu pada waktu itu euphoria politik sedang melanda masyarakat indonesia, Bapak memakai bendera PBB ( partai Bulan Bintang ) untuk memperjuangkan tujuan politik kita ( saya sebut ‘kita’ karena memang jujur saja pada waktu itu saya juga tertarik dengan asas politik PPB dan secara aktif terlibat dalam kepengurusan partai..ha ha ha ). Bahkan pada masa pemilu tersebut saya sendiri resmi masuk bursa calon anggota legislatif DPRD II Kotamadya Pekalongan ( rasanya bangga sekali …hehe ).

    Bapak Yusril selama beberapa jam mengadakan ‘meeting’ dengan beberapa pengurus dan simpatisan PBB DPC Pekalongan, setelah sebelumnya Bapak beserta anggota pegurus PBB dari DPP Pusat melaksanan kewajiban sholat
    asar di Masjid Agung Jami’ Kota Pekalongan. ( yang tepat di depannya ada alun-alun kota dan gedung kantor pemerintahan Kabupaten Pekalongan…ngomong2 Bapak sendiri masih ingat gak ya ? )

    Sekali lagi selamat buat bapak atas launching blognya, Saya tidak akan dan tidak bisa panjang lebar mengingat saya tidak punya hal lain yang perlu saya sampaikan. Demikian dari saya, terima kasih atas perhatiannya.
    Akan sangat berarti kalau Bapak sempat mengunjungi Blog saya dan posting beberapa kalimat disana.

    Wassalammu’alaikum wr. wb.

    Salam
    Mohammad Natsir
    http://www.javanesegordyn.blogspot.com

Pages: « 12 3 4 5 6 [7] 8 9 10 11 1218 » Show All

Punya pendapat? Sampaikan pendapat Anda