Bismillah ar-Rahman ar-Rahim,
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh,
Atas saran beberapa sahabat yang saya kenal melalui blog, maka hari ini saya menciptakan blog saya, sebagai wahana komunikasi bertukar pikiran secara jernih, intelektual dan simpatik, atas dasar prinsip saling hormat-menghormati. Melalui blog ini, saya ingin berbagai pemikiran, pengalaman dan gagasan, yang barangkali akan bermanfaat untuk menambah wawasan dalam menyikapi berbagai peristiwa yang terjadi di sekitar kita.
Apa yang saya ungkapkan, mungkin saja bersifat subyektif, karena didasarkan pada titik pandang, falsafah dan keyakinan keagamaan yang saya anut. Saya menyadari bahwa “subyektifitas” dan “obyektifitas” adalah problema abadi dalam filsafat ilmu pengetahuan, yang telah diperdebatkan berabad-abad lamanya dan tak kunjung selesai. Namun apa yang saya ungkapkan, tetaplah saya dasarkan atas niat dan iktikad baik, agar kita dapat mencari alternatif yang kita anggap terbaik, yang selanjutnya mungkin akan menuntun sikap batin, sikap intelektual dan mungkin pula prilaku kita dalam bertindak.
Saya sendiri, hanyalah seorang hamba Allah yang dhaif. Saya dilahirkan di Pulau Belitung, Provinsi Bangka Belitung, Indonesia, pada tanggal 5 Pebruari 1956. Saya menempuh pendidikan di tempat kelahiran saya itu, sampai tamat SMA. Saya meneruskan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia dengan spesialisasi Hukum Tata Negara. Saya juga menempuh pendidikan di Fakultas Sastra Universitas Indonesia dengan spesialisasi di bidang filsafat. Seterusnya saya melanjutkan pendidikan lagi ke jenjang strata 2, sampai suatu saat saya memperoleh gelar Doctor of Philosophy dalam Ilmu Politik, dengan spesialisasi Perbandingan Politik Masyarakat-Masyarakat Muslim, di Universiti Sains Malaysia. Saya kembali mengajar, sampai diangkat menjadi Guru Besar Ilmu Hukum di Universitas Indonesia. Saya ditugasi untuk mengajar Hukum Tata Negara, Teori Ilmu Hukum dan Filsafat Hukum pada program pascasarjana.
Dunia aktivisme menarik perhatian saya sejak kecil. Saya menjadi Ketua OSIS di SMP dan SMA, dan KAPPI di tingkat Rayon. Juga terpilih menjadi Ketua Majelis Permuswaratan Mahasiswa (MPM) UI, ketika kuliah. Di masa muda, saya pernah menjadi anggota Pemuda Muslimin, sebuah organisasi yang berafiliasi kepada Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII). Semasa mahasiswa, saya bergabung ke Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Badan Komukasi Pemuda Masjid Indonesia (BKPMI). Saya pernah pula duduk dalam kepengurusan Muhammadiyah, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Di Era Reformasi, atas anjuran dan dukungan berbagai kalangan, saya “didaulat” untuk menjadi Ketua Umum Partai Bulan Bintang. Berawal dari dunia akademis dan dunia aktivis, saya akhirnya memasuki dunia politik. Tiga kali menjadi menteri, dua kali Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, dan satu kali menjadi Menteri Sekretaris Negara. Pernah pula menjadi Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat. Namun demikian, saya merasa belum banyak hal yang dapat saya buat dengan jabatan-jabatan ini.
Pada tingkat internasional, saya pernah aktif di Regional Islamic Da’wah Council of Southeast Asia and the Pasific, yang bermarkas di Kuala Lumpur. Ketuanya waktu itu ialah Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj, mantan Perdana Menteri Malaysia. Pernah pula saya menjadi Vice President dan kemudian President dari Asian-African Legal Consultative Organization, yang bermarkas di New Delhi. Beberapa kali saya menjadi anggota dan Ketua Delegasi Republik Indonesia dalam berbagai perundingan dan persidangan internasional — termasuk sidang ASEAN, Organisasi Konfrensi Islam dan APEC. Seingat saya pernah tiga kali saya mewakili Republik Indonesia menyampaikan pidato dalam sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa, termasuk sidang Komisi Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa. Beberapa kali pula saya terlibat dalam proses penyusunan Konvensi PBB dan menandatanganinya atas nama Pemerintah Republik Indonesia , seperti UN Convention on Transnational Organized Crime di Palermo, Italia, dan UN Convention Against Corruption di Markas PBB New York. Di negeri kita sendiri, beberapa kali pula saya menangani panitia konfrensi internasional, seperti Sidang AALCO, Konfrensi Internasional tentang Tsunami dan Konfrensi Tingkat Tinggi Asia Afrika.
Itulah sekedar perkenalan diri saya. Saya tidak bermaksud berpanjang kalam dengan perkenalan itu. Mohon maaf kalau ada hal yang nampak dilebih-lebihkan, dan mohon maaf pula, kalau banyak hal yang tidak diuraikan.
Akhirnya, melalui blog ini, saya akan mencoba untuk menuangkan pemikiran-pemikiran saya, perasaan saya dan tanggapan saya terhadap berbagai peristiwa kemanusiaan yang terjadi di sekitar kita. Saya mohon maaf, kalau nanti saya mengemukakan hal-hal yang menyangkut diri saya sendiri. Untuk berkomunikasi, saya mengajak menggunakan Bahasa Indonesia, Malaysia, Inggris dan Tagalog. Saya dapat berbahasa Cina dialek Hakka dan sedikit Mandarin. Juga sedikit Bahasa Arab dan Urdu. Namun saya mohon, agar kedua bahasa terakhir ini tidak digunakan dalam komunikasi di blog ini. Saya juga tidak mampu berkomunikasi bahasa tulisan dengan menggunakan huruf Cina.
Atas segala tanggapan, komentar dan masukan berharga dari semua teman yang berminat dengan blog ini, saya ucapkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
Cetak artikel Oleh Yusril Ihza Mahendra — November 1st, 2007
530 tanggapan untuk “PEMBUKA KATA”
Pages: « 1 … 3 4 5 6 7 [8] 9 10 11 12 13 … 18 » Show All
n. jamil ghazali (komentar #211)
Pak Yusril .. selamat dan salut karena mau berkelana didunia maya..
ada yang ingin ditanyakan nih pak :
1. Pak Yusril di ‘daulat’ menjadi ketua umum PBB, apakah pemilihan ketum
di PBB hanya dengan di daulat/di baiat. Katanya Pak Amin Rais pernah
dilobi untuk memimpin PBB, tentu saja sebelum mendirikan PAN..
2. Tiga kali menjadi Menteri, diantaranya Mensegneg.. kalau tidak salah,
Pak Yusril pernah nyambi di sekneg ketika Pak Murdiyono menjadi Men-
terinya dan menurut sumber yang dapat dipercaya, Pak Yusril cukup ber-
peran dalam pembuatan naskah pidato menjelang lengsernya Pak
Harto.
3. Dari sekian banyak surat tanggapan, apakah Pak Yusril membaca
dan menanggapi semuanya ? Bagaimana kalau jawabannya secara
umum saja .. tidak perlu ditanggapi satu persatu .. terima kasih
November 24th, 2007 at 7:48 pm
Yusril Ihza Mahendra (komentar #212)
@ Pak Jamil Ghazali, saya membaca tanggapan satu demi satu dengan perasaan antusias. Saran anda telah saya penuhi, yakni saya menulis posting kedua memberikan tanggapan umum atas tanggapan terhadap tulisan saya bertajuk “Saya Mendapat Banyak Pelajaran dan Hikmah”. Posting keduanya bertajuk “Etika, Intelektualisme dan Propaganda”. Namun demikian, ada tanggapan yang spesifik, yang perlu ditanggapi secara spesisifik pula.
Saya didaulat untuk menjadi Ketua Umum PBB pada periode pertama sebelum dlangsungkan muktamar. Memang benar Pak Amin Rais yang pertama-tama didukung oleh para pendiri partai menjadi Ketua Umum. Sayapun mendukung beliau. Namun akhirnya Pak Amin tidak jadi. Beliau mendirikan PAN. Dalam keadaan seperti itu, saya yang sejak awal kurang berminat menjadi Ketua Partai “didaulat” agar bersedia menerimanya. Dalam situasi itu saya tak dapat menolak lagi, apalagi yang berbicara meyakinkan saya waktu itu ialah Alm Bp. Anwar Harjono dan Abdul Qadir Jaelani.
Sebelum saya menjadi menteri memang benar saya dipanggil untuk bekerja di Sekneg menggantikan Bp. Djohan Effendi yang waktu itu akan berangkat ke Australia. Tugas saya waktu itu mula-mula sebagai Pembantu Asisten Urusan Khusus, sebagai pegawai eselon II. Belakangan waktu Pak Sunarto Sudarno pensiun dan diangkat menjadi Dubes di Cheko, saya menggantikan beliau menjadi Asisten Menteri Urusan Khusus, sebagai pegawai Eselon I.
Pak Murdiono digantikan Pak Saadillah Mursyid. Pada masa Presiden Habibie, Mensesneg digantikan Pak Akbar Tanjung. Akhir tahun 1999 saya mengundurkan diri dari Sekneg karena menjadi anggota Parpol. Pada masa Presiden Suharto, saya bekerja di Sekneg sekitar 2,5 tahun sampai beliau berhenti. Di masyarakat memang ada “propaganda” bahwa saya menulis pidato Presiden Suharto sehingga beliau berkuasa selama 32 tahun. Kabar seperti ini jauh dari kenyataan. Ketika beliau menjadi pejabat Presiden dan kemudian menjadi Presiden tahun 1967, saya baru kelas 4 SD.
Pada masa Presiden Suharto, saya menulis draf pidato dan dikoreksi oleh Pak Sunarto dan difinalisasi oleh Pak Murdiono. Pada masa Presiden Habibie, pidatonya saya tulis sendiri dan langsung diserahkan ke beliau, karena Pak Akbar tidak dapat mengkoreksi pidato. Demikian pula pada masa Presiden SBY, karena saya yang menjadi Menseneg sebelum diganti Hatta Radjasa. Kira-kira 84 pidato Presiden Soeharto yang saya siapkan. Kira-kira 70 pidato Presiden Habibie, dan tidak kurang dari 306 pidato Presiden SBY yang saya tulis sendiri, sampai saya diberhentikan sebagai Mensesneg. Semua arsip pidato-pidato itu tersimpan dengan baik di Sekneg dan Arsip Nasional, dan terbuka untuk dibaca oleh siapa saja.
Kalau sempat suatu ketika nanti, saya akan menulis pengalaman saya menulis pidato, suka-dukanya, siapa yang mengajari saya dan seterusnya.
Terima kasih atas komentar Anda.
November 24th, 2007 at 9:38 pm
PrimaryDrive (komentar #213)
Duh buka rahasia dapur nih! Bagaimana bisa presiden minta pidatonya dituliskan orang lain!?
November 24th, 2007 at 9:47 pm
Yusril Ihza Mahendra (komentar #214)
@PrimaryDrive, itu bukan hal yang dirahasiakan. Karena Peraturan Presiden tentang Sekneg dan Sekkab menyebutkan salah satu tugas Mensesneg adalah menyiapkan naskah-naskah kepresidenan, termasuk pidato dan surat-surat kepresidenan. Perpres tsb bisa dibaca oleh siapa saja.
November 24th, 2007 at 9:53 pm
Ray (komentar #215)
Sebuah wacana dan hal yang sangat menarik saat kita bisa berinteraksi langsung dengan pejabat tinggi negara kita, meskipun beliau sudah istirahat, akan tetapi pemikiran beliau tidak ikut istirahat dalam membangun Negara ini.
Selamat Pak Yusril.. semoga pemikiran Njenengan bisa dijadikan suri tauladan bagi rakyat kecil yang hanya bisa menyampaikan aspirasi lewat internet ini :)
wasalam
November 24th, 2007 at 11:50 pm
n. jamil ghazali (komentar #216)
Pak Yusril .. terus terang saya terkesimak karena Pak Yusril telah membaca semua tanggapan dengan perasaan antusias .. kalau boleh tahu, kapan dan jam berapa Pak Yusril membaca dan menanggapi para komentator tsb.
Pengalaman menulis pidato orang nomor satu di Republik ini sudah tentu merupakan kebanggaan tersendiri atau sesuatu yang langka.. mestinya ini masuk dalam MURI atau bahkan guinessbook.. bayangkan jumlah naskah pidato yang disiapkan/ditulis Pak Yusril kalau dengan hitungan kasar berjumlah 460 buah, selama kurun waktu kurang lebih 11 tahun (1995 - 2006), kecuali pada masa Gus Dur dan Megawati, memang Gus Dur dan Ibu Mega tidak pernah minta dibuatkan pidato. Kalau Pak Yusril bermaksud menuliskan pengalamannya menulis pidato, kenapa tidak sekalian dibuat buku .. maksudnya supaya transkip pidatonya di muat secara utuh. Kalau dihitung jumlah halamannya, per-teks pidato rata-rata 10 halaman, maka 460 x 10 = 4,600 halaman, fantastis. Terima kasih ..
November 25th, 2007 at 3:41 pm
Yusril Ihza Mahendra (komentar #217)
#216 N Jamil Ghazali, saya baca semua komentar sesempatnya saja. Tidak ada waktu yang saya khususkan untuk itu. Tetapi benar, semuanya saya baca dengan seksama.
Pengalaman menulis pidato mungkin lebih baik saya tuliskan dalam autobiografi, yang Insya Allah, akan saya tulis. Kalau pidato sudah dibaca Presiden, ya itu namanya pidato Presiden, bukan pidato saya tentunya. Seluruh pidato SBY yang berkaitan dengan kebijakan luar negeri, sebagian besar disiapkan oleh Dr. Dinopati Jalal, dan hanya sedikit oleh saya, telah diterbitkan. Tetapi pidato lain yang lebih banyak, sebenarnya sudah dikompilasi dan diedit sesuai topik. Naskahnya ada dua buku. Menjelang saya diberhentikan, kedua naskah itu sudah saya serahkan ke Presiden SBY dengan sebuah memorandum. Namun sampai sekarang nampaknya belum diterbitkan.
Orang yang banyak jasanya mengajari saya menulis pidato adalah Bapak Mohamad Natsir dan Prof. Osman Raliby. Pak Natsir pernah menjadi Menteri Penerangan dua kali di zaman revolusi dan menjadi Perdana Menteri RI. Prof. Osman Raliby adalah gurubesar agama Islam dan juga guru besar propaganda politik dan perang urat syaraf di UI. Orang yang tidak bisa saya lupakan jasanya dalam mengajari saya, walaupun sosoknya nampak unik, adalah Pak Moerdiono.
Konon menurut Pak Moerdiono suatu ketika, Presiden Suharto pernah bertanya kepada beliau tentang saya. “Saya dengar, dia itu orangnya Natsir”. Pak Moerdiono membenarkan. Pak Moerdiono bilang, dia hanya mengatakan kepada Presiden Suharto: “Ya, dia masih muda”. Saya tidak tahu apa maksudnya mengatakan saya masih muda itu. Padahal waktu itu Pak Natsir sudah wafat. Tapi saya dibiarkan saja bekerja di Sekneg. Walau bekerja di Sekneg, saya tetap saja menulis artikel di banyak koran dan majalah. Tulisan-tulisan saya waktu itu bebas saja dan saya bisa mengkritik. Padahal, zaman itu sebelum reformasi. Baik juga kalau anda membaca tulisan-tulisan itu antara lain di Majalah Gatra dan Forum Keadilan, agar dapat menilainya.
Anda tentu mengerti ucapan Presiden Suharto yang saya ceritakan di atas. Pak Natsir itu mantan Ketua Masyumi, terlibat dalam PRRI dan di tahun 1980, salah seorang penandatangan Petisi 50. Jadi saya tidak heran dengan apa yang dikatakan Presiden Suharto kepada Pak Moerdiono itu.
Pak Jamil, nanti sajalah saya menulis soal ini.
November 25th, 2007 at 6:38 pm
Freddy Hernawan (komentar #218)
wah wah .. saya salut bapak juga buat blog. saya pertama kenal bapak dari sebelum bapak menjabat menteri, dari salah satu televisi swasta yang waktu itu mengisi acara dialog tentang islam (kalau nggak salah di RCTI). saya salut tentang cerita bapak yang sekolah sering dapat beasiswa. itu membuat saya ter inspirasi. kebetulan saya dapat sedikit membaca jiwa bapak, dan secara nggak sengaja saya berpikir “bapak yang satu ini akan jadi orang besar” sambil meneteskan air mata waktu menonton acara televisi itu. Ternyata dugaan dan pemikiran saya benar. akhirnya bapak menjadi seorang menteri, walo sekarang sudah tidak menjabat lagi.
Tetap menulis yah pak, saya tunggu tulisan tulisan selanjutnya.
salam dari jauh pak, pontianak.
November 26th, 2007 at 12:10 pm
Sarijaya Sarmili (komentar #219)
Assalla mu’alaikum
Bang Yusril sebagai teman dan idola yang saya baggakan
Kalau kita masih seperti di SMA, dimana kita sering bercanda ( cerite
bebulak, ngelasak, ketawak sekehendake ) alangkah mebahagiakannya. kadang rindu dengan hal-hal yang demikian.
Saya ketemu terahir di Ciputat ( masih di Roko ) dengan Pak.Hamdani Halil.
Sebagai putra daerah saya berkeinginan berbuat untuk masyarakatnya,seperti yang abang lakukan dengan SMA kita dulu.
Saya sudah mengusahakan pembangunan dua Taman Bacaan ( Manca ) di bawah Tegel ICE dan di Gantung, kalau di Gantung ditambah dengan sepeda motor Mega Pro ( motor pintar ), laptop, Genset, dan kelengkapan perpustakaan.
Masalahnya untuk biaya operasionalnya, kalau di Manggar sementara ini ada donaturnya, tetapi untuk yang lainnya belum ada. Rekan kita udah berusaha kian kemari untuk mendapatkan donatur dari Pemkab maupun ke pihak lain, namun belum mendapatkan hasil.Semoga siapa saja / khususnya putra daerah yang membaca tergugah hatinya untuk memberikan solusinya.
Bang Yusril. Saya sangat berkeinginan bertemu sekedar melepas rindu,
wasalam…
November 26th, 2007 at 12:23 pm
Triyan WN (komentar #220)
Bagi ilmunya yang banyak ya pak :)
November 26th, 2007 at 1:21 pm
PrimaryDrive (komentar #221)
Yusril:
November 26th, 2007 at 4:22 pm
Yance Arizona (komentar #222)
Sangat menyambut hangat kemunculan blog ini. Mengetahui lebih banyak sosok dan pemikiran Pak Yuzril, Tokoh yang sempat menjadi fenomena politik dan hukum di Indonesia,, Salam Kenal.
November 26th, 2007 at 5:37 pm
akangaziz (komentar #223)
keren! politikus pertama yg ngeblog dgn konten super original, super fresh, super young & super mantab..
kontrol content blog langsung di tangan pak yusril akan menjadikan pak yusril sbg top 10 blog seleb di indonesia bahkan di asia…
welcome to the blog world.. :p
November 27th, 2007 at 9:07 am
Vavai (komentar #224)
#221,
Kalau Presiden mengerjakan semua pidato, tentu mungkin saja tapi jadi kurang produktif. Bagaimanapun, pidto itu harus dilengkapi dengan data dari berbagai sumber. Jangankan untuk menulis pidato, meramu semua data menjadi satu sudah membutuhkan effort yang cukup besar.
Sebagai analogi, CEO sebuah perusahaan pikir saya tidak akan menulis seluruh laporan (bahkan sebagian laporan). Mereka menerima laporan dari sub ordinatnya, memahami dan mengerti sumber datanya dan itu sudah cukup.
Kalau presiden membuat seluruh pidato, mungkin pekerjaannya malah terbengkalai…
November 27th, 2007 at 9:55 am
Maddy (komentar #225)
Senang melihat figur seperti Pak Yusril mempunyai blog. Selamat datang di dunia blog dan salam kenal… Saya baru tahu alamat blog Pak Yusril hari ini. Saya gak sabar untuk menonton film Laksamana Cheng Ho, salah satu tokoh panutan saya,,,
November 27th, 2007 at 10:15 am
Andi Gunawan (komentar #226)
Kayaknya Pak Yusril cocok juga yaa jadi artis …
Apakah sebagai politikus Pak Yusril akan pensiun ….
Atau sebagai politukus Pak Yusril bisa memainkan berbagai peran …
Salam kenal .. and Pak Yusril saya undang untuklihat blog saya di http://WWW.AyoBangkitIndonesiaku.wordpress.com
November 27th, 2007 at 1:47 pm
eka gustiani (komentar #227)
Assalamu alaikum Pak…………………
Filmnya kapan tayang nich, kita tunggu loh Pak……….
Kalo boleh usul isi bloggnya jangan cuma soal politik ato apalah. pengennya tentang pengalaman2 Bapak, Cerita tentang keluarga sahabat, film, buku, dunia, ato apalah terserah Pak Yusril………….
Ngomong-ngomong Pak Yusril buka blognya si Radit dong (www.kambingjantan.com) dijamin Bapak bakal ceria stiap hari, soalnya saya gitu Pak, ceria spanjang hari kalo abiezzz baca blognya akaaaaang Radit.
November 27th, 2007 at 3:15 pm
sintesafiles (komentar #228)
Mari bersama-sama mencurahkan ide-ide kreatif melalui dunia blogger…..
November 27th, 2007 at 4:41 pm
agus ramadhan (komentar #229)
assalamualaikum…
Alhamdulillah , tenyata bertambah satu orang blogger ( mudah2an aktif ).
saya pribadi senang aja ada orang sekapasitas bung yusril mau bercerita paling tidak berusaha terbuka, banyak cara untuk berkomunikasi ketika kita mulai jenuh dengan format komunikasi yang biasa, meskipun kadang kita sendiri yang baca ( blog ). setidaknya tidak pernah kita menjadi buntu apalagi ternyata banyak sekali orang juga selain kita ingin bekomunikasi, bicara meski lewat teks.. perdebatan yang ada dalam blog bung yusril, menurut saya jauh lebih efektif dan damai, jauh dari adu argumentasi urat, karena masing masing menjadi mudah terlihat kapasitas pemikirannya.
saya sih gak berharap banyak, mudah mudahan langkah positif yang bung yus ambil ditiru oleh banyak pejabat lain atau juga mantan pejabat lain..
bukankah orang yang bodoh adalah orang yang tidak mau belajar ?
memulai sesuatu yang baru bukanlah kesalahan, yang salah adalah membuat kesalahan baru karena diam..
terima kasih atas kesempatannya laksamana yusril..
maju terus..rangsang terus pola pikir kami dengan tulisan anda, tapi bahasanya yang ringan aja… sukses bung..
November 27th, 2007 at 7:47 pm
Nurdin (komentar #230)
Salaam… Bang Yusril,
Nih sempat jadi “sosok” dalam pikiran aku saat kuliah dulu; maklum aktifis perubahan 97 - 99 tapi dikampus Sukolilo, dan akhirnya ada pejabat mahasiswa yang langsung jadi Ketua Pemuda BB… wah… serem deh…
Salut untuk terus maju dengan buah pikiran yang bebas …. sempat mampir ke blog aku donk pak…. utnuk khasanah saja…
Soalnya dari kampus teknik masuk pengembangan SDM (sekolah-an)
Wassalaam..
November 27th, 2007 at 8:03 pm
Riz-Q May (komentar #231)
wah… pak yusril… pagi pak… nge-blog juga nih…. comentnya banyak lagi… mau dong ikut nimbrung ngoment…. baru sekali saya lihat comment sebanyak ini… tar gw bilang anak2 ah…. di milis…. elektroui04……
November 28th, 2007 at 3:00 am
Fakhrurrozy (komentar #232)
Assalamu’alaikum Pak Yusril, Selamat atas hadirnya blog pribadi bapak. Semoga apa yang ditulis mampu memberikan pencerahan bagi khalayak.
Wassalam
November 28th, 2007 at 12:04 pm
hendro (komentar #233)
Pak Cheng Ho, eh, pak Yusril. Luar biasa. Kalau dalam pencarian Google, “I am feeling lucky” to stumble upon your blog. It’s a gem!
Xie-xie pak, syukron. Saya ingin banyak tahu tentang Anda dan pemikiran-pemikiran Anda. Tentu banyak yang saya bisa ambil pelajarannya. Keep blogging. Kami semua bersama Anda.
November 29th, 2007 at 12:07 am
Agus Nizami (komentar #234)
Assalamu’alaikum wr wb,
Sumber ajaran Islam ada 2: Al Qur’an dan Hadits.Itulah pedoman bagi ummat Islam agar tidak tersesat. Nabi berkata: “Aku telah meninggalkan pada kamu dua hal. Kitab Allah dan sunnahku, kamu tidak akan sesat selama berpegang padanya. (Riwayat Tirmidzi)
Bagi yang ingin mendownload software Hadits Digital Bahasa Indonesia Gratis silahkan klik:
http://www.media-islam.or.id
Isinya:
Al Qur’an Digital
Sahih Bukhari
Sahih Muslim
Bulughul Marom
Syarah Arbain Nawawi
Tokoh Hadits
Sekilas Ilmu Hadits
Software ini formatnya CHM (Compiled HTML). Ada fasilitas index berdasarkan topik. Ada juga fasilitas untuk mencari topik/kata-kata tertentu seperti puasa sehingga bisa mencari hadits dengan mudah.
Hadits ini dibuat oleh saudara Sofyan Efendi. Semoga ini bisa jadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua.
Wassalamu’alaikum wr wb
November 29th, 2007 at 9:03 am
Yusril Ihza Mahendra (komentar #235)
#234 Agus Nizami, terima kasih banyak atas infonya. Insya Allah, saya saya akan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia itu untuk mendalami pemahaman terhadap ajaran Islam.
November 29th, 2007 at 9:57 am
ademardiah (komentar #236)
welcome to the club deh Pa Yusril….tp sepertinya kalo baca tulisan Bpk hrs serius apalagi panjang2 gt…dibuat simpel sepertinya asyik to the point…btw Pa, akanlebih sip kalo Bpk ikutan main film kolosal Jaka Tarub hehe….
November 29th, 2007 at 1:20 pm
astik (komentar #237)
wah ternyata pa yusril beneran punya blog
November 30th, 2007 at 9:59 am
sandynata (komentar #238)
Selamat Datang pak!
salam hangat dari Malang
—
+ sandynata.wordpress.com
+ sandynata.com
November 30th, 2007 at 1:34 pm
I Made Suryawan (komentar #239)
Terlepas dari semua kontroversi atas diri Bapak, saya salut karena Bapak mau berbagi ilmu di blog ini! Kan yang spt ini skr sudah jarang Pak! Jarang orang2 pinter mau bagi2 ilmu gratis!
Happy Blogging!
November 30th, 2007 at 3:43 pm
linarukma (komentar #240)
assalamualaikum Pak Yusril,
sudah liat weblog nya beberapa hari lalu, baru kali ini ngisi comment setelah baca² tulisannya… selamat ngeblog ya Pak :)
wassalam
November 30th, 2007 at 8:56 pm
Pages: « 1 … 3 4 5 6 7 [8] 9 10 11 12 13 … 18 » Show All
Punya pendapat? Sampaikan pendapat Anda