Beranda

UCAPAN TERIMA KASIH

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh,

Saya ingin mengungkapkan rasa syukur ke hadirat Allah SWT, dan mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, atas segala saran, sambutan dan komentar atas blog yang baru saya ciptakan ini. Saya menyimak dengan sungguh-sungguh semua masukan yang telah diberikan. Saya menganggap semua itu sangat berharga bagi saya, sebagai seorang pemula di dunia blog.

Saya telah bertemu secara langsung dengan rekan-rekan, Jay, Priyadi, Vavai dan beberapa yang lain. Kami berbincang-bincang lebih satu jam. sambil minum dan makan malam di Billiton Bistro, Plaza Senayan, Jakarta, hari Rabu malam tanggal 7 November yang lalu. Pertemuan itu saya rasakan sungguh sangat berharga. Saya bukan saja dapat berkenalan secara langsung dengan mereka yang telah relatif lama berkecimpung di dunia perblogan, tetapi juga dapat menimba ilmu dengan mereka. Dengan pertemuan itu, maka segala keraguan, spekulasi dan syak-wasangka yang semula ada atas diri saya, dapat diakhiri. Kalau menggunakan istilah agama, rekan-rekan itu bukan saja “ainul yaqin” (percaya karena menyaksikan dengan mata kepala), tetapi juga menjadi “haqqul yaqin” (sungguh-sungguh percaya di alam pikiran dan hati). Atas kebaikan dan saran mereka, serta rekan-rekan yang lain, akhirnya saya membuat blog saya sendiri, sebagai wahana bertukar pikiran.

Vavai bahkan telah berbaik hati membantu saya membuat blog yang baru, dengan disain dan penampilan, yang Insya Allah, akan lebih baik daripada blog saya yang ada sekarang ini. Dengan blog yang baru itu nantinya, rekan-rekan yang ingin menyampaikan komentar, akan lebih mudah melakukannya. Saya ingin membuka ruang yang selebar-lebarnya pada blog saya ini, sehingga mereka yang bukan “blogger” juga dapat mengakses dan menyampaikan komentar mereka. Saya ingin belajar, mendengar dan memperhatikan pandangan dari semua orang, tanpa mempersoalkan siapa orang itu. Mungkin pandangan kita berbeda, bahkan bertentangan satu sama lain. Tetapi tidak mengapa. Saya percaya bahwa hikmah dan kebijaksanaan, akan kita peroleh di tengah benturan pendapat yang berbeda-beda. Meskipun demikian, dalam rangka pembelajaran bagi kita semua, alangkah baiknya jika suatu pendapat yang kita kemukakan, didasari oleh argumentasi-argumentasi sebagai pendukungnya. Pandangan yang sinis — mohon maaf saya menggunakan istilah ini — tetapi tanpa argumen, walaupun tetap harus kita hormati, namun kurang bermakna bagi kita yang dahaga akan pengetahuan, hikmat dan kebijaksanaan.

Seperti telah saya ungkapkan dalam Kata Pengantar, saya hanyalah seorang hamba Allah yang dhaif. Pengetahuan saya sangatlah terbatas. Karena itu, saya berlindung kepada Allah SWT, agar saya dijauhkan dari sikap “ngotot” dan ingin benar sendiri. Saya selalu mengemukakan pendapat dengan dilandasi oleh suatu argumen. Kalau ternyata, dalam suatu pertukar-pikiran, saya menemukan pendapat orang lain yang didukung oleh argumen yang lebih kokoh dibandingkan dengan argumen yang saya miliki, maka saya dengan tulus dan ikhlas akan meninggalkan pendapat saya, dan mengikuti pendapat orang lain itu. Saya selalu memohon kepada Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, semoga saya dijauhkan dari segala sikap takabur, riya dan sombong. Semoga pula Dia senantiasa menyirami batin dan pikiran saya, dengan sikap tawaddhu’ dan rendah hati.

Sebelum mengakhiri ungkapan terima kasih ini, saya ingin mengajak rekan-rekan semua untuk tetap menggunakan bahasa yang baik, sopan dan saling menghormati, walaupun mungkin kita berbeda dalam mengemukakan pendapat. Saya banyak menimba ilmu dalam berpolemik dengan beberapa tokoh, antara lain Mohammad Natsir, Mohamad Roem, Sjafruddin Prawiranegara, Buya Hamka dan Sutan Takdir Alisjahbana. Semua beliau itu, yang kini semuanya telah wafat, adalah guru saya dan membimbing saya secara langsung. Saya juga belajar kepada Syed Muhammad Naqieb al-Attas, seorang filsuf dan cendekiawan Malaysia. Saya pernah berpolemik dengan Nurcholish Madjid, Affan Ghaffar, Fachry Ali dan berkali-kali terlibat perdebatan lisan dengan beberapa tokoh di dalam maupun di luar negeri. Saya menelaah dengan tekun Polemik Kebudayaan tahun 1930-an antara Sutan Takdir Alisjahbana dengan Armijn Pane. Saya telaah juga polemeik Soekarno dengan Mohammad Natsir tentang agama dan negara menjelang kita merdeka. Saya baca juga perdebatan antara Sutan Sjahrir, Sjafruddin Prawiranegara dan sejumlah tokoh lain di era tahun 1950-an.

Perdebatan-perdebatan klasik dalam filsafat dan ilmu kalam juga saya telaah dengan seksama. Saya mempelajari dengan tekun balas pendapat antara Al-Ghazali dengan Ibnu Rusjd, antara Ibnu Taymiyyah dengan banyak pemikir, dan seterusnya. Bahkan, saya juga menelaah dengan tekun perdebatan yang cukup keras tentang “dasar negara” di Majelis Konstituante RI antara tokoh-tokoh Masyumi, PNI, PKI, PSI dan tokoh-tokoh lainnya. Semua polemik dan perdebatan itu, pada umumnya dilakukan dengan sportif, argumentatif, menggunakan bahasa yang baik, dan tidak pernah menyerang pribadi seseorang, yang tidak ada relevansinya dengan topik perdebatan.

Akhirnya, saya mohon maaf tentang penggunaan bahasa. Beberapa rekan mengkritik saya karena bahasa saya sangat dipengaruhi oleh Bahasa Melayu klasik. Saya mohon maaf atas semua itu. Namun anehnya, beberapa tahun yang lalu, saya dan Susilo Bambang Yudhoyono, pernah diberi penghargaan oleh Pusat Bahasa, sebagai penguna Bahasa Indonesia yang baik. Saya sendiri sebenarnya heran dengan penghargaan itu. Di atas semua itu, sejujurnya saya katakan, bahwa saya mengikuti nasehat Raja Ali Haji bin Raja Ahmad, seorang pujangga Melayu keturunan Bugis yang hidup di abad 19. Beliau pernah berkata bahwa bahasa itu menunjukkan bangsa. Bahasa yang baik, menunjukkan bangsa yang baik. Bahasa yang buruk, menunjukkan bangsa yang buruk pula.

Wallahu’alam bissawwab.

Cetak artikel Oleh Yusril Ihza Mahendra — November 8th, 2007

118 tanggapan untuk “UCAPAN TERIMA KASIH”

  1. resti (komentar #1)

    Saya senang bapak buat Blog. Sedikitnya, para netter bisa lebih mengenal para politisi/pejabat/tokoh, sebagai manusia biasa.

    pak yusril, boleh sedikit sumbang saran?

    Agar memudahkan membaca tulisan bapak, lebih baik masing2 alinea diberi jarak. Tulisan yang panjang tanpa jarak alinea, agak memusingkan mata.

    Ada orang bilang, blogger itu narsis. Tapi apa salahnya mengemukakan buah pikiran kita dalam tulisan? Siapa tahu berguna bagi orang lain, ya ndak?

    Ada juga sih, kawan saya yang bilang, kalo pak yusril bikin blog, pasti seperti bikin skripsi….hehehe…
    Gapapa…skripsi kan terstruktur,…dan itu kan gaya seseorang.

    Selamat….

  2. Reza Yazdi (komentar #2)

    Mantab pak!
    Apalagi bapak sudah bertemu dengan beberapa blogger yg memberi bapak masukan.
    Ditunggu tulisan-tulisannya.

  3. Adji Wigjoteruna (komentar #3)

    Halo Pak Yusril, senang sekali akhirnya Bapak punya blog. Saya juga kenal ‘blog’ dari Priyadi dan Enda secara tidak sengaja.

    Saya kebetulan baca komen-komen baca di-blognya Jay. Ternyata banyak info mengenai pikiran dan pendapat Bapak yang selama ini tidak diketahui oleh publik.

    Saya setuju dengan pendapat Bapak bahwa media massa [Indonesia] seringkali tidak fair dalam menjalankan tugas jurnalistiknya, masing-masing media ternyata memang memiliki ‘kepentingan-kepentingan’ tertentu.

    Saya menyadari hal ini setelah beberapa waktu lalu secara tidak sengaja melakukan pengecekan atas kebenaran informasi yang dimuat oleh media tentang sebuah kasus yang telah sering menjadi headline sejak tahun 2006.

    Benar saja setelah melakukan pengecekan langsung ditempat kejadian (selama kurang lebih 6 bulan) saya menemukan fakta bahwa apa yang terjadi sebenarnya berbeda jauh dengan apa yang telah disampaikan oleh media.

    Dalam kasus ini media telah benar-benar efektif membentuk opini masyarakat sesuai kehendak mereka. Sebelumnya, saya pun termasuk yang percaya dengan apa yang dikatakan oleh media.

    Sejak itulah saya tidak lagi percaya 100% pada media, sebanyak apapun media yang saya baca. :-)

    Untunglah ada blog dan Internet, sehingga selalu ada alternatif sisi pandang ‘pemberitaan’ yang lain.

    Saya berharap dan mendukung Bapak untuk terus menulis di Blog ini. Apalagi, seperti yang Bapak katakan, sudah beberapa kali jadi ‘korban’ pemberitaan media yang tidak fair.

    Terus terang, berita-berita mengenai Bapak oleh media telah membentuk image yang sangat kuat di masyarakat mengenai Bapak (saya termasuk, :)). Dan sudah pasti itu tidak sesuai dengan apa sebenarnya Bapak!

    Menurut saya, apa yang Bapak sampaikan di blognya Jay banyak mengubah pandangan mengenai Bapak (setidak-tidaknya pada para pembaca blog tersebut, saya diantaranya).

    Salam.

  4. HAANADZA (komentar #4)

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Salam kenal Pak, saya senang tiada terkira ketika Pak yusril “ngeblog”. Selama ini saya terkesan dengan cara Bapak berpolemik atau berdebat baik di Media televisi maupun di media cetak bahkan di buku-buku. Jarang sekali tokoh-tokoh sekaliber Bapak yang kalau berdebat menggunakan alur logika yang runtut dan dapat di cerna oleh masyarakat pada umumnya. Sekedar usulan, bagaimana kalau kapan-kapan Bapak menulis buku khusus tentang etika dan tatacara berdebat yang baik dan benar?!

  5. eRry (komentar #5)

    Senang mendengarnya bahwa tokoh politik sekaliber Pak Yusril bikin blog, sebelumnya ada Gus Dur dan Wimar (dan lain2 yang ga saya ketahui),kami tunggu buah pikiran Pak Yusril di dunia blogger.

  6. resti (komentar #6)

    pak, boleh bagi2 cerita soal kasus AFIS? hari ini kayaknya pemilik perusahaannya divonis 4 tahun. Kalo bisa sih, jadi satu topik di blog. Maaf kalo masalahnya sensitif ya….

    Cuma, bolehkah saya tahu dari pihak bapak sendiri? selama ini publik hanya tahu lewat media. Tapi media sering mlintir berita untuk kepentingan oplah atau pihak tertentu.

  7. ^-^ (komentar #7)

    Sejak awal mengikuti posting comment Bapak di blog-nya Jay, saya yakin bahwa yang posting memang benar-benar Pak Yusril.

    Saya ikuti terus perkembangan di blog Priyadi dan Vavai yang cukup seru.

    Terima kasih ya Pak, telah bersedia berbagi melalui blog. Kami tunggu tulisan-tulisan Bapak berikutnya. Semoga menjadi pencerahan bagi kita semua.

  8. Riza Azmi (komentar #8)

    Pak Yusril itu jago silat. Silat lidah… Hehe, kalo udah di tv saya selalu terkagum-kagum dengan komentar-komentar beliau. “Assiiik…. Kere….en. Ih, gilla…. Ampun..” itu bisikan-bisikan saya pas mendengarkan komentar Pak Yusril.

    Semoga aja dengan ada blog nantinya bisa counter yang negatif-negatif dari media. Mumpung ngeblog gak dilarang. Bicara aja apa adanya.

    Blog juga kalau menurut saya bisa mendekatkan antara suatu figur dengan penggemarnya. Contohnya blognya http://www.radityadika.com, seoarang penulis yang sekarang begitu dekat dan akrab dengan penggemarnya. Blog itu seperti punya ikatan emosional, walaupun kita tidak bertatap langsung dengan orangnya. Kali aja nih kalo ada udang dibalikk batu bisa menghimpun masa buat pencalonan president berikutnya. Hehe…

    Ayo… lanjutkan….

    Cheers,

    Azmi

  9. Riza Azmi (komentar #9)

    Oya ak Yusril kalau mau ngeblognya enak sih, saya saranin pakai blogdesk (www.blogdesk.org). Bisa bikin blog dari semacam aplikasi. Jadi gak perlu masuk webnya. Singkat dan mempercepat waktu posting.

  10. Yusril Ihza Mahendra (komentar #10)

    Rekan-rekan semua,

    Saya menulis “Ucapan Terima Kasih” di Jakarta, dan setelah itu saya berangkat ke Bandung. Rekan saya Hamdan Zoelva akan ujian proposal disertasi doktornya di UNPAD. Saya dan Professor Bagir Manan menjadi promotornya. Setiba saya di Bandung, saya membuka kembali blog saya. Ternyata ada 9 tanggapan yang berisi saran dan pendapat. Atas semua tanggapan itu, saya kembali mengucapkan terima kasih.

    Seperti telah saya katakan, blog saya ini masih sementara. Insya Allah, nanti saya akan memiliki blog yang lebih baik, atas bantuan Vavai dan rekan yang lain.

    Saya sungguh tergugah atas saran Resti agar menulis pandangan saya tentang kasus AFIS. Bahkan juga kasus “Uang Tomy Soeharto di Bank Paribas”. Dua kasus ini diberitakan dengan menggebu-gebu oleh media massa, menjelang resufle kabinet, sejak bulan Oktober tahun yang lalu. Kedua kasus ini memang ada aspek hukum dan juga aspek politiknya. Sementara ini, saya hanya ingin mengatakan bahwa aspek politiknya, jauh lebih besar dibandingkan dengan aspek hukumnya.

    Saya belum akan menuliskan kedua kasus di atas sekarang ini. Saya memerlukan waktu untuk membaca kembali dokumen-dokumen yang terkait dengannya, untuk menyegarkan ingatan saya.

    Saya mungkin tidak mampu memenuhi saran agar saya menulis buku tentang tatacara berpolemik. Setiap orang yang berminat, kiranya dapat membaca polemik-polemik bermutu yang pernah ada, seperti saya singgung dalam ‘Ucapan Terima Kasih” saya.

    Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih atas semua tanggapan yang telah diberikan.

  11. Wibi (komentar #11)

    Pak Yusril, saya yakin Blog resmi yang bakal dibuat oleh Vavai dkk, bakal bagus. Mereka dedengkot blog di Indonesia.

    Dalam ucapan terimakasih, bapak sudah menghimbau untuk menggunakan bahasa yang santun tapi saya ingin ingatkan bahwa yang namanya blogger itu sangat plural, bisa saja mereka nyeletuk yang asbun.

    Kebanyakan tokoh enggan untuk blogging salah satunya adalah enggan meladeni celetukan celetukan yang asbun itu.

    Saya berharap bapak tidak kaget dan bisa lebih bersabar dalam meladeni komentator yang mungkin sinis.

    Saya sangat berbahagia ternyata Pak Yusril berani terjun kedunia Blog. Dan kalau dilihat teknik Pak Yusril menjawab respon terakhir yang sudah menggunakan banyak alenia saya Ainul Yakin bapak sudah memperhatikan saran Resti untuk menggunakan alenia supaya pembaca tidak pusing.

    Selamat datang didunia Blog ;-)

  12. Masagus (komentar #12)

    Wah blogger bisa jadi pakar hukum tata negara semua nih ntar. sukses terus pak yusril..

  13. Abdul Kadir (komentar #13)

    Pak Yusril, bahasa Anda runut dan sistematis. Saya suka dengan gaya penulisan Anda. Saya pikir, Anda memang layak mendapatkan penghargaan itu.

    Terus terang Pak, saya sangat “surprise” melihat Anda ngeblog. Meskipun agak telat, karena seharusnya Anda ngeblog sejak menjadi pejabat publik, saya hampir tak percaya dengan kemunculan blog Anda ini. Karena selama ini, saya memiliki kesan yang kurang pas ketika melihat tanggapan Anda menyikapi berbagai kritikan/pandangan pihak lain, baik langsung maupun tidak langsung.

    Setelah membaca tulisan Anda, meskipun baru pengantar dan ucapan terima kasih, sepertinya Anda tidak sepicik yang saya bayangkan. Anda ingin membuka diri dan mau berbagi dengan kami dalam berbagai hal, yang selama ini Anda miliki. Saya setuju dengan Anda, etika harus tetap kita kedepankan betapapun kita memiliki pemikiran/pandangan yang saling berseberangan.

    Pak Yusril, saya ingin banyak belajar dari Anda di blog ini. Maafkan saya, kalau dalam proses belajar ini banyak hal yang kurang berkenan di hati Anda.

    Salam
    Abdul Kadir
    http://www.id-petroleumwatch.org

  14. youl (komentar #14)

    Selamat pak Yusril , walau beberapa komen menyatakan agak terlambat ngeblog, tapi justru udah di luar sistem kita tidak terbelenggu birokrasi atau protokoler shg lebih leluasa berpendapat tanpa bermaksud menghujat. anyway saya mau belajar dari kearifan anda melalui cara bertutur spt yg anda ungkapkan “bahasa menunjukkan bangsa”.
    oke salam dari negeri sakura yang udah kelewat sejuk menuju dingin.

  15. eRiek (komentar #15)

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Pak Yusril yang baik, sebelumnya saya memperkenalkan diri saya. Nama saya Eriek. Saat menuliskan komentar di blog Pak Yusril, saya menjadi yakin blog ini benar-benar ditulis oleh Bapak.

    Padahal, sebelumnya saya sudah pernah mengunjungi blog Pak Yusril sejak tiga hari yang lalu. waktu itu masih belum yakin blog ini ditulis orang lain tapi menggunakan nama Pak Yusril. Maklum, di dunia internet sekarang sulit sekali membedakan yang benar dan salah.

    Terlebih lagi setiap orang sekarang bisa mempunyai media sendiri, macam blog-blog gratis di internet yang dengan mudah bisa menyampaikan pemikirannya dalam bentuk tulisan maupun gambar.

    Cukup banyak pula para blogger para menteri, macam Pak Juwono, Pak Anton, dan Pak Yusuf Ansy’ari (baru itu yang pernah saya jumpai blog-nya,red). Terakhir ini baru menemui blog Pak Yusril. Selamat ya Pak punya blog baru.

    Mudah-mudahan Pak Yusril bisa eksis di dunia blog dan memberikan pencerahan ilmu-ilmu hukum dan berbagi pengalaman selama di pemerintahan sebelumnya.

    Wassalamualaikum Wr.Wb

    Salam hangat,

    Eriek
    http://eriekha.blogspot.com

  16. Adianto Wibisono (komentar #16)

    Bimbingan langsung dari negarawan bangsa seperti Roem, Natsir, STA, pada jaman bapak, mungkin hanya bisa dialami oleh segelitir anak bangsa yang beruntung. Tapi itu dulu, sekarang dengan adanya blog ini setiap anak bangsa yang punya akses internet bisa ikut belajar dari pak Yusril.

    (Sejujurnya saya masih penasaran bimbingan langsung apa saja yang sempat bapak peroleh dari para negarawan diatas… semoga pak Yusril ada waktu untuk membagi :) ).

  17. koolsonic (komentar #17)

    saya selalu mengikuti blog bapak ini walau masih hanya dua postingan tapi saya bahkan juga mengikuti setiap komentar yang ada. saya senang ada politisi yang membuat wahana blog semacam ini untuk bisa mengeluarkan segala ide-idenya sehingga bisa memberikan ilmu pengetahuan tersendiri bagi yang membaca blog bapak. saya senang dengan kehadiran blog bapak ini sehingga akan makin memantapkan existensi dari blogosphere di indonesia sendiri. seperti yang sering saya liat, yaitu blog2 diluar negeri seperti US dan UK yang para politisi dan petinggi2 perusahaan disana gemar untuk blogging. Semoga kedepannya blog bapak ini boleh semakin memberikan manfaat khususnya bagi blogosphere Indonesia.

    Best regards,
    Ika

  18. [A] (komentar #18)

    pak yusril, saya tunggu tulisan-tulisan bapak selanjutnya di blog ini. semoga blog ini bisa jadi salah satu sumber curahan pengetahuan.

  19. [A] (komentar #19)

    oh iya, pak yusril, apa komentar bapak mengenai perdebatan ini: http://theunspunblog.com/2007/10/02/rasa-not-so-sayang/#comment-28085 ?

  20. Lukman Payapo (komentar #20)

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Yg Terhormat,
    Bapak Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra,SH,M.Sc.
    Sebelum saya memulai comment ini, izinkan saya untuk perkenalan diri secara singkat pada Bapak. Saya sudah lama mengenal dan mengikuti pemikiran2 Bapak, bahkan dapat dikatakan mengidolakan Bapak dan secara sosiologis melakukan identifikasi sikap, perilaku, pemikiran bahkan ideologi yg Bapak anut dalam “internalize personality” saya pribadi, sekalipun saya sadar sebagaimana Bapak ungkapkan bahwa sebagai manusia alangkah baiknya “be yourself”. Hal ini mungkin juga dilatarbelakangi oleh indoktrinasi dari Alm. Kakek saya yang juga pengikut tokoh-tokoh Masyumi seperti Yg Terhormat Alm. Bpk. Moh. Natsir, (Alm) Bpk. Syafrudin Prawiranegara, (Alm) Bpk. Muhammad Sulaiman, dan seterusnya. Saya tidak taa’sub terhadap Masyumi, tetapi saya kagum dari kecendekiawanan dan sikap demokrat yang ditunjukkan oleh beliau-beliau semua, termasuk Bapak sendiri. Sekarang saya bekerja sebagai Pejabat Imigrasi di Kantor Imigrasi di Batam. Saya Putra dari M. Khusnul Yakin Payapo yang seperti Bapak tahu sedang menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan. Saya berharap mudah2an keberadaan blog ini dapat dijadikan salah satu media utk mengklarifikasi segala macam isu, propaganda ataupun berbagai manuver oleh berbagai pihak yg sesungguhnya ingin melakukan “character assasination” tidak hanya kepada karir politik Bapak, namun juga pribadi Bapak. Insya Allah kita diselimuti oleh kesabaran dan keikhlasan menghadapi ujian-ujian ini. Tentang film Laksamana Cheng Ho yang Bapak perankan, saya mengucapkan selamat karena saya percaya Bapak dapat membuktikan bahwa kemampuan yg Bapak miliki tidak hanya seputar dunia aktivis, akademis, dan politik belaka namun talenta Bapak dapat juga Bapak salurkan melalui dunia seni, dan berbagai macam bidang lainnya. Selamat Pak, mudah2an melalui sarana ini, kita dapat membina silaturahmi, membahas masalah-masalah kemasyarakatan yg sedang kontroversial dan saya dapat banyak belajar dan menimba ilmu dari Bapak tentang berbagai hal.
    Terima kasih dan salam hormat saya.
    Wassalamualaikum Wr. Wb.

  21. Kiyat (komentar #21)

    Akhirnya bisa merasa dekat sama Pak Yusril.

    untuk sumbang saran, seperti yang dikatakan resti, untuk mudah di bacanya, baiknya di masing-masing alinea di beri jarak :D

    Hidup Pak Yusril!

    blog barunya segera di tunggu.

  22. aditya (komentar #22)

    Assakamu’alayk, Pak Yusril

    Senang sekali seya menyimak tulisasan-tulisan yang Pak Yusril posting, apalagi melihat kenyataan bahwa hampir seratus persen comments para bloggers bersifat positif; baik comments yang muncul di blog Bapak maupun di blog Yulian, Priyadi, dan Vavai.
    Mudah-mudahan dunia blog bisa menghidupkan kebenaran yang selama ini tersembunyi. Dan itu perlu kerja keras. Antaralain kesediaan Pak Yusril untuk mengungkap ihwal yang sesungguhnya tentang berbagai isu kontroversial. Baik yang menyangkut pribadi Bapak maupun realitas politik semasa Pak YIM menjadi mensesneg. Secara pribadi saya berharap Pak YIM bisa melakukan serangan balik terhadap mass-media. Masih punya peluru nggak nih, Pak Yusril?
    O iya beberapa tulisan saya yang berkaitan dengan Pak Yusril bisa diintip di blog saya, http://xatryajedi.wordpress.com-saya blogger tanggung yang jarang meng-up date blog saya. Tapi melihat blog Pak YIM, jadi timbul semangat baru. Besok mau up date ah.

  23. ISWADI HR (komentar #23)

    Kalau Pak YIM menggunakan bahasa melayu tidaklah mengherankan karena beliau memang putra melayu (belitung).

    Pada kesempatan ini saya ingin menanyakan kepada pak YIM. Tepatnya entah tahun kapan tapi saya pernah mendengar kalau bapak dianugerahi gelar datuk oleh kerapatan adat bukit siabu kabupaten kampar, Riau. Bagaimana kronologisnya?kenapa sampai pak YIM dianugerahi gelar tersebut?atau mungkin pak YIM memang memiliki ikatan historis dengan daerah bukit sibut tersebut?

  24. Yusril Ihza Mahendra (komentar #24)

    Assalamu’alaikum,

    Untuk Lukman Payapo, memang ada kalanya kita melakukan kesalahan. Namun adakalanya pula kita tidak melakukannya, namun kesalahan ditimpakan kepada kita. Kata kunci menghadapi semua itu adalah sabar dan tawakkal. Seperti dikatakan al-Qur’an, kadang-kadang kalian benci pada sesuatu, padahal ia baik bagi kalian. Kadang-kadang kalian suka pada sesuatu, padahal ia buruk bagi kalian. Pengalaman saya selama ini dalam menghadapi masalah seperti apa yang Anda ceritakan ialah sabar dan tawakal tadi. Pada akhirnya waktu jualah yang akan menjelaskan segalanya. Seringkali manusia menyadari sebuah kebenaran, ketika sudah terlambat. Namun saya yakin, suatu waktu kebenaran akan terkuak.

    Untuk Abdul Kadir dan Youl, saya ucapkan terima kasih pula. Ya, saya selalu bersikap terbuka dan ingin belajar dengan siapa saja. Hikmat dan kebijaksanaan dapat kita temukan di mana saja dan dari siapa saja. Bahkan dari orang-orang kecil yang jauh dari pendidikan formal. Benar juga, saya tidak memiliki blog ketika saya masih duduk di pemerintahan. Alangkah banyaknya distrosi dalam pemberitaan, karena begitu banyak kepentingan yang bermain. Pers adalah bisnis. Sukar mengatakan pers zaman sekarang penuh idealisme seperti zaman dulu, apalagi mau mengklaim diri sebagai “penyambung lidah rakyat”. Kadang mereka tidak perduli akibat yang menimpa seseorang akibat pemberitaan. Sebagian dari mereka, mungkin saja “membela yang bayar” seperti plesetan yang pernah dibuat oleh sahabat saya Almarhum Mathori Abdul Jalil. Melalui blog, Insya Allah, saya akan mengemukakan pendapat saya, hasil analisis saya, dan menerangkan apa yang sesungguhnya terjadi. Setidaknya, tulisan saya itu akan membuat pemberitaan menjadi berimbang. Seringkali pers mengutip omongan orang lain tentang saya, tetapi saya sendiri tidak pernah dikonfirmasi atau dimintai pendapatnya. Pemberitaan kemudian menjadi sepihak, tendensius dan tidak jarang menyudutkan. “Character assasination” atau pembunuhan karakter, seperti disebut Lukman Payapo, memang dapat terkaji melalui pemberitaan yang tidak berimbang itu, sengaja atau tidak sengaja.

    Untuk Iswadi hr, saya ucapkan terima kasih. Saya lahir di Belitung dan menetap di sana hingga tamat SMA. Saya menggunakan Bahasa Melayu, dan kadang-kadang Bahasa Cina dialek Hakka (Khek)yang dipakai di Belitung. Waktu kecil saya menulis Bahasa Melayu menggunakan huruf Arab “gundul”. Kadang-kadang, sampai sekarang saya masih melakukannya.

    Seperti saya jelaskan di Blog Vavai, konon kabarnya nenek dari ibu saya berasal dari Payakumbuh, Kabupaten 50 Koto. Keluarga mereka migrasi ke Bangkinang (Kabupaten Kampar, sekarang di Provinsi Riau), pada akhir abad 19. Ayah saya orang Melayu. Jadi menurut adat Minangkabau, saya dapat “dianggap” sebagai orang Minangkabau, kalau mengikuti sistem matrilineal. Orang Melayu di Belitung menganut sistem bilateral. Anak dianggap anak ayah dan anak ibu sekaligus. Sebab itulah kaum keluarga mengangkat saya menjadi datuk, dengan gelar Datuk Maharajo Palindung. Upacaranya dilakukan di Siabu, sebuah kota kecil dekat Bangkinang. Setelah itu dilakukan upacara “malebar laweh, marantang panjang” di Istana Pagaruyung, di Sumatera Barat.

    Gelar datuk tsb menurut adat Minangkabau adalah “datuk pusako”, artinya diangkat oleh kaum keluarga berdasarkan pertalian darah dan keturunan. Jadi bukan pemberian. Seperti dimaklumi, Sri Sultan Hamengkuwono X pernah diberi gelar datuk dengan gelar Datuk Maharajo Nan Sakti. Gelar itu murni pemberian dan bukan datuk pusako, seperti saya jelaskan tadi.

    Saya sendiri awalnya tidak begitu serius dengan pengangkatan Datuk tersebut. Kakak saya malah mengolok-olok. Dia bilang jangan-jangan nanti kamu dikasi gelar Datuk Maringgih, seperti kisah Siti Nurbaya. Namun, demi menghormati kaum keluarga dan leluhur, apa boleh buat saya menerimanya. Sejak itu, saya harus belajar “papatah patitiah”, agar tidak ditertawakan anak-kemanakan, he he.

  25. Luthfi Abiulil (komentar #25)

    maaf bang, kalau saya perhatikan semua comment yang ada, hanya saya yang memakai ” panggilan ” abang, soalnya saya merasa familiar dengan panggilan itu..apakah abang berkenan ?

  26. rd Limosin (komentar #26)

    Wha, selamat nge blog Pak

    sekedar saran: Kasih jarak antar alinea Pak, untuk mempermudah membaca.

    THX!

  27. Yusril Ihza Mahendra (komentar #27)

    Untuk Luthfi Abiulil, tidak ada salahnya memanggil saya Abang. Banyak juga yang memanggil demikian. Gus Dur juga kadang-kadang memanggil saya Abang, he he.. Walau beliau usianya jelas lebih tua dari saya.

    Saran rd limosin dan rekan yang lain telah saya penuhi. Insya Allah di blog yang baru nanti, teknik penulisan saya akan lebih baik lagi. Terima kasih atas sarannya.

  28. Wahfiudin (komentar #28)

    OK, Bang Yusril sudah mau turun gunung. Dengan buka blog berarti bikin kanal komunikasi yang langsung, egaliter, dan terbuka dengan masyarakat luas. Pasti Abang bakal dapat info baru dan segar dari orang-orang yang berbagai stratas sosial. Lumayan, untuk refreshing sebelum naik bahtera lagi menyambung pelayaran di dunia politik.

    Setelah beberapa lama Abang sibuk dalam politik praktis, kami perlu dengar lebih banyak lagi ide-ide yang sarat keintelektualan dari Abang.

    Juga satu lagi saran, lebih banyaklah Abang menulis tentang ke-melayu-an. Karena dari Arab sampai ke Cina, etnis lain sudah pada bangkit. Persia tetap lantang suaranya di dunia internasional. India sudah jadi negara IT nomor tiga. Cina bangkit dengan ekonomi manufacturing-nya. Tinggal Melayu yang belum jelas posisinya. Memang sudah nampak gelagat di Malaysia, tapi nampaknya masih rapuh pondasinya.

    Salam hormat kami sekeluarga.
    Wahfiudin
    (Kalo Abang lupa saya, ingat saja ARISK di Setiabudi dulu)
    Wahfiudin

    wahfiudin.blogspot.com

  29. Yusril Ihza Mahendra (komentar #29)

    Sdr. Wahfiuddin,
    Assalamu’alaikum,

    Terima kasih banyak atas komentarnya. Sudah lama saya tidak bertemu dengan Anda. Karena itu, saya merasa senang Anda merespons apa yang saya tulis dan memberikan saran.

    Insya Allah, suatu ketika nanti saya akan menulis tentang Melayu-Islam dalam kaitannya dengan kemajuan dan tantangan zaman.

  30. abiulil (komentar #30)

    Bang Yusril, ada sesuatu yang mengganjal dan saya sampai kapanpun harus klarifikasi dengan abang…begini bang, nama saya Luthfi Maulana dan saya kebetulan jadi pengurus pbb di kota tangerang dan mengenai nama abiulil itu karena saya memanggil anak saya yang berusia 3,5 tahun dengan panggilan Ulil sedangkan nama lengkapnya Yusril Fajar Maulana, karena saya memakai nama depan Bang Yusril untuk nama anak saya kira-kira abang keberatan apa tidak dan saya mohon comment abang tentang nama anak saya tersebut, sebab saya sudah niat sebelum menikah jika Alloh SWT mengkaruniai anak laki-laki maka saya tidak ragu untuk memberi nama depannya dengan nama abang,
    terima kasih bang..

  31. Hukum Tata Negara Indonesia (komentar #31)

    Assalamu’alaikum wr wb.
    Surprise….., begitulah kira2 ungkapan yang keluar dari dalam diri saya ketika mengetahui Bapak Yusril Ihza Mahendra, Tokoh Politik dan Pakar Hukum Tata Negara Indonesia yang selama ini menjadi Idola saya ikutan ngeblog di blogspot. Selanjutnya, Saya ingin memberikan ucapan selamat atas peluncuran blog pak yusril dan saya berharap dengan adanya media blog ini, kami generasi muda Indonesia sebagai penerus bangsa dan negara dapat berdialog dan bertukar pikiran serta dapat menimba ilmu dan pengalaman dari bapak.
    Pak yusril boleh minta alamat email pribadi bapak?oya pak silahkan mampir ke blog saya di http://www. hukumtatanegaraindonesia.blogspot.com salam Firdaus Arifin. (email : Firdausarifin@yahoo.com)

  32. Swary Utami Dewi (komentar #32)

    Abang,

    Ini Tami. Selamat kembali ke komunitas. Maksudku yang gak dibingungkan oleh hal-hal politis. He he. Kita di YISC Al-Azhar masih sering kontak.

    Mudah-mudahan Abang bisa tetap sukses di bidang barunya: ngeblog dan main film.
    Cheng Ho memang hebat, telah menemukan dunia sebelum para penjelajah barat menemukan apa yang mereka sebut sebagai dunia baru. Baru nyadar aku sesudah membaca bukunya Garvin, bahwa penjelajah barat membawa peta-peta yang sudah dihasilkan dari perjalanan armada di bawah pimpinan Cheng Ho.
    Kapan-kapan ada waktu kita reunian lagi ya Bang.

    Oya, Tami juga punya blog: http://www.sudewi.blog.com
    Silakan buka dan komentari.

    Thanks dan salam buat anak-anak, terutama Kenia (Ade). Lama aku gak melihat dia.

    Wass, Tami
    YISC Al Azhar

  33. Windede (komentar #33)

    hebat… hebat… senang membaca gaya tulisan anda om yusril… :)

  34. Aul (komentar #34)

    Kalau saya tidak masalah dengan melayu klasik, nambah pengetahuan. Kalau perlu bahasa yang bapak bisa dimasukin saja asalkan ada artinya.

    Mungkin pada ga suka sama melayu klasik, lagi pada ga demen sama Malaysia :D

  35. BECHI (komentar #35)

    Apa kabar bos? Kelihatannya makin seger saja setelah kagak jadi Pak Menteri. He..he..he… Gimana nih persiapan capres 2009? Maju dong? Negeri ini butuh pemimpin energik dan ‘nakal’ (centil) seperti sampean lho.
    Sudah saatnya tokoh-tokoh muda tampil. Berani enggak? Kalau berani, mari kita ‘mainkan’ bos… Sukses selalu ya.. Ada titipan salam nih dari sahabat lama sampean Uki M Kurdi. (www.bechipersda.blogspot.com)

  36. Muhammad Kustiawan (komentar #36)

    Assalamualaikum wr wb

    Salam Kenal Untuk Bang Yusril, senang sekali bisa melihat Blog Bang yusril, yang juga pernah menjadi murid langsung pujangga politisi besar Islam Indonesia Muhammad Nasir, Hamka, syafrudin, dll. Kebetulan saya sdg meneliti pemikiran para pujangga besar politisi Islam tsb di Universitas di jepang dgn spesialisai Ilmu Politik..bila berkenan boleh sharing pengetahuan Bang yusril terutama mengenai kejadian sebenarnya “pertarungan” ttg dasar negara di Majelis Konstituante th 195o-an.
    terima kasih banyak atas perhatian bang Yusril

    wasalam
    MK

  37. ozzie (komentar #37)

    Selamat ya..Bang.

    Senang sekali melihat tulisan anda di BlogSpot ini. Kalau sempat main-main juga ke website kami http://www.begalor.com ( Content belum selesai semua ) kalau sempat, bergabung juga di Milis Belitung - paling tidak suara-suara “aneh” anak-anak Belitung perantauan ada yang membacanya hehehe.

    Sekali selamat bergabung di BlogSpot.

    Salam

    ozzie

  38. Pan Mohamad Faiz (komentar #38)

    Assalamualaikum Bang Yusril,

    Senang mendengar kabar bahwa Abang berencana untuk menjadi “Blogger” Indonesia berikutnya. Sebagai adik kandung di HMI Komisariat FHUI, juga junior penuntut ilmu hukum dan politik di negara India (Pakistan), saya menyambut baik dan mendukung penuh rencana tersebut.

    Jika sudah terwujud sepenuhnya, mungkin Abang akan menjadi Guru Besar HTN UI pertama yang masuk dalam daftar komunitas Blogger Indonesia.

    Selanjutnya, kami mohon izin untuk melakukan diskusi online mengenai issue-issue hukum, politik dan kepemerintahan.

    Salam juga untuk Yuri di Jakarta.

    Wassalam,
    New Delhi

    - Blogger Hukum Indonesia -

  39. WishNoize (komentar #39)

    ~Assalamualaikum~
    Saya hanya mau comment :
    Seandainya seluruh tokoh sumber berita di Indonesia memiliki blog, tentunya dapat mengurangi ketidakseimbangan pemberitaan Pers (tanpa bermaksud menyudutkan pekerja Pers), yang selama ini dirasa hanya bertujuan mendongkrak Oplah dengan “mengheboh-hebohkan” berita yg seharusnya tidak (terlalu) heboh.

    Mari jadikan Blog sebagai media informasi yang jujur dan berimbang.
    Kalau perlu komunitas Blogger membuat Majalah gratis yg bahannya disadur dari artikel-artikel blog yang ada, lalu dibagi-bagikan kepada masyarakat yg belum mendapat kesempatan nge-Blog. Hal itu juga dapat jadi perangsang masyarakat untuk ngeblog.

    ~WasSalam~

  40. Mada (komentar #40)

    Tuan Yusril,

    Selamat ngeblog.

    Informasi saja, kumpulan blog tokoh lain silakan simak:

    http://tokohindonesia.blogspot.com/

    Untuk kumpulan blog orang-orang yang “mengutip omongan orang lain tentang saya, tetapi saya sendiri tidak pernah dikonfirmasi atau dimintai pendapatnya”
    silakan simak:

    http://www.jurukabar.com

    Hormat saya,
    yul

  41. witriwahyu/chemie-uns (komentar #41)

    Pak yusril, kok masih polos blognya..hihhi–;))

  42. witriwahyu/chemie-uns (komentar #42)

    Pak yusril, kok masih polos blognya..hihhi–;))

  43. Yusril Ihza Mahendra (komentar #43)

    Assalamu’alaikum,

    Terima kasih atas semua tanggapan. Kepada Abiulil, saya tentu tidak keberatan nama saya digunakan sebagai nama anak Anda. Nama Yusril, tentu bukan milik saya sendiri. Sebelum saya, sudah banyak orang menggunakan nama itu.

    Untuk Firdaus Arifin dan Pan Mohammad Faiz, Insya Allah, dialog kita mengenai politik dan hukum tatanegara, dapat kita lakukan melalui blog ini. Saya ingin berbagi pengetahuan dan pengalaman, sambil belajar juga dari semua orang yang berminat dengan kedua bidang pengetahuan itu. Resminya sesungguhnya gelar PhD yang saya peroleh adalah di bidang Ilmu Politik, seperti telah saya jelaskan dalam Kata Pengantar. Sebab itu, Prof. Harun Alrasid pernah mengolok-olok saya sebagai “professor salah angkat” karena saya diangkat sebagai professor hukum tatanegara. Waktu itu saya hanya tertawa dan mengatakan, toh saya belajar hukum S1 dan S2, jadi tidak salah angkat juga. Prof. Djokosutono juga hanya punya gelar S1 Hukum diangkat menjadi professor HTN, malah beliau sangat dihormti Prof. Harun. Dorodjatun Kuntjorojakti juga resminya Doktor Ilmu Politik, tetapi toh diangkat sebagai gurubesar Ekonomi.

    Untuk Swari Utami, saya ucapkan terima kasih banyak. Sudah lama tidak bertemu. Saya senang untuk datang ke YISC lagi. Beberapa kali, saya datang ke Silat, ketika sholat zuhur di Al-Azhar di hari minggu, dan bertemu teman-teman di sana.

    Untuk Bechi, saya ucapkan terima kasih juga. Kirim salam juga untuk Boss Uki M Kurdi, koncone sampeyan itu. Tolong bilang pada Boss Uki, saya ini kok dikuyo-kuyo terus sama Koran Surya asuhan beliau itu.

    Terakhir, untuk Mohammad Kustiawan, saya sangat senang untuk mendiskusikan masalah itu. Ada beberapa artikel akademis yang pernah saya tulis tentang pemikiran politik Mohammad Natsir, Sjafruddin Prawiranegara, Isa Anshary dan Buya Hamka. Rasanya saya masih mempunyai notulen sidang Konstituante secara lengkap yang saya warisi dari Prof. Osman Raliby. Beberapa ahli, telah membuat telaah tentang debat dasar negara di majelis itu. Saya juga pernah menelaahnya dan mendiskusikannya dengan Pak Natsir, Pak Osman Raliby dan Pak Zainal Abidin Ahmad.

    Demikian tanggapan balik saya, semoga ada manfaatnya bagi kita semua.

  44. Galeri Muslim (komentar #44)

    wah selamat ya pak, akhirnya buat blog and become blogger.
    ini yang diceritaan mas vavai di millist, persis sama yang bapak ceritaan perihal pertemua di biliton bistro.

    semoga bannyak manfaat yang bisa kita petik dari blog bapak

  45. artja (komentar #45)

    Selamat datang di dunia blogger, Pak.

  46. resti (komentar #46)

    Karena sudah ada yang memanggil abang, saya mau merubah panggilan jadi “abang” juga. Hehehe…kemarin masih sungkan soalnya. lagi pula bang yusril cuma setahun lebih tua dari suami saya, jadi ga beda2 amat kalo manggil abang.

    Bang, melihat panjangnya jawaban yang abang tulis atas respon kawan-kawan, sepertinya sih,sudah waktunya abang membuat postingan tersendiri. Karena respon abang sudah bisa menjadi bahan tulisan terbaru.

    Atau abang mau tunggu format blog terbaru dari vavai? Saya dan suami menunggu updating blognya abang lo! Karena belum update, jadi kita baca2 respon yang makin lama makin banyak.

    Sekarang saya sedang berusaha membuat blog, hanya tulisan saya berkisar seputar kuliner.

    Saya mengenal komunitas2 di dunia maya sejak menggunakan krl jabotabek sebagai tranportasi ke tempat kerja. Sekarang saya dan kawan-kawan mengasuh situs http://www.krlmania.com yang dikelola secara independen oleh para komuter yang menggunakan krl jabotabek. Karena pelayanan yang buruk dan tidak adanya wadah untuk menyalurkan aspirasi para penumpang yang daya tawarnya lemah terhadap transportasi publik, akhirnya kami membentuk komunitas di krl-mania@yahoogroups.com dan menghasilkan situs diatas.

    Silakan abang berkunjung ke situs kami, barangkali nanti abang bisa memberikan masukan kepada para pengambil kebijakan tranportasi publik di negara ini. Walau bukan lagi mentri, tapi siapa tahu abang bisa memberikan masukan secara informal.

  47. Hipyan Nopri (Mr) (komentar #47)

    Assalamualaikum.
    Selamat bergabung di dunia blog, pak Yusril. Dengan bergabungnya pak Yusril, saya berharap dunia perblogan Indonesia akan semakin ramai dengan para bloger yang menawarkan berbagai hal, mulai dari hal-hal yang ringan dan santai sampai hal-hal yang serius dan berat.
    Sebagai orang yang berlatar belakang bahasa dan pendidikan, saya sangat mendukung prinsip dan kebiasaan pak Yusril menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
    Melalui komentar ini saya ingin menyampaikan keprihatinan yang sangat mendalam atas fakta pemakaian bahasa Indondesia dewasa ini. Nampaknya, salah satu butir Sumpah Pemuda - berbahasa yang satu, bahasa Indonesia - sudah mulai luntur dalam kehidupan bangsa kita belakangan ini.
    Coba kita lihat media massa elektronika, statisun televisi nasional, terutama Metro TV, semakin alergi menggunakan bahasa Indonesia. Banyak sekali acara yang isinya berbahasa Indonesia namun diberi judul berbahasa Inggris - Headline News, Top Nine News, Today’s Dialogue, dll.
    Coba kita lihat proyek-proyek yang dirintis Sutiyoso - busway, waterway, monorail.
    Coba kita lihat nama-nama pemukiman elit yang juga cenderung lebih suka menggunakan bahasa Inggris.
    Coba kita lihat pula film-film Indonesia baik sinetron maupun layar lebar, bahase Jakarte nampaknye sudeh jadi bahase nasional menggunakan bahasa Indonesia.
    Apa yang terjadi dengan sebagian rakyat Indonesia ini? Mengapa mereka alergi dengan bahasa nasionalnya sendiri? Apakah mungkin bahasa Indonesia lambat-lain akan digantikan oleh bahasa Inggris sebagai bahasa nasional kita? Ataukah ini hanyalah wujud dari sindroma rendah diri yang sedang mewabah di kalangan sebagian rakyat kita?
    Apa pun alasannya, mari kita terus berjuang untuk terus memasyarakatkan pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan konteksnya.

    Salam

    Hipyan (Mr)

  48. DeathnotE (komentar #48)

    selamat menulis bang Yusril.

  49. LifeByYourHand (komentar #49)

    eibwodselamat datang om yusril..

  50. an diana (komentar #50)

    selamat datang di dunia bloggerian! ;) lumayan saya jadi bisa mengenal bapak lebih dekat lagi melalui tulisan2 bapak. sering2 di up date ya pak. kalau bisa ditambah foto2 agar lebih menarik. salam hangat dari depok :)

  51. bundanya i-an (komentar #51)

    saya hanya blogger emak2 biasa, tapi senang sekali saat BW saya bisa hinggap disini… :))

  52. Edien (komentar #52)

    Wah boleh juga nih….saya termasuk penggemar Pak Yusril. Saya tuh terkesan dengan pak Yusril tuh gaya bicaranya loh. Ok pak selamat menjadi member bloger

  53. abie... (komentar #53)

    salam,

    semoga sukses pak…

  54. :: atok ajar nulis :: (komentar #54)

    Assalamu’alaikum Wr Wb

    Pak kalau boleh request, mungkin Bapak bisa mulai dari berita di sini

    http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2007/10/03/brk,20071003-108974,id.html

    tentang pernyataan ini:

    “Namun saksi ahli dari Bappenas, Emin Adi Muhaimin mengatakan menteri tidak memiliki kewenangan menentukan metode pengadaan barang. Emin mengatakan, Keppres No. 80 tahun 2003 tersebut menyebut bahwa yang berwenang menentukan metode pengadaan barang hanyalah panitia bersama-sama pengguna barang”

    Menurut saya sama sekali ndak nyambung bila dihubungkan dengan pernyataan Bapak yang ini:

    “Saya setuju penunjukkan langsung namun tidak menunjuk perusahaan tertentu, kewenangan saya hanya menyetujui metode penunjukkan langsung,” kata Yusril sebagaimana dibacakan JPU I Kadek Wiradana”

    Mungkin bisa dihubungkan dengan
    Keppres No 80 th 2003 Bagian Kesembilan

    Itu usul saja, sukur kalau diterima. Dan itu juga kalau saya tidak kliru.

    Mohon Pencerahan

    Wassalamu’alaikum Wr Wb
    ————-
    Kuncoro AS

  55. annots (komentar #55)

    Assalamu’alaikum
    Senang sekali bisa membaca tulisan seorang negarawan seperti pak Yusril. Selamat datang di dunia blogsphere :)

  56. :: atok ajar nulis :: (komentar #56)

    Maaf, balik lagi. Ternyata linknya mandul. yang benar: sini

  57. Rio Menajang (komentar #57)

    Saya berharap gaya penulisan dipertahankan, (melayu klasik atau ragam bahasa yang baik dan benar?>. Kenyataan banyaknya komentar yang masuk pertanda keberhasilan menjangkau netter atau blogger yang umumnya kaum muda; peluang yang menantang justru menyeret tokoh-tokoh publik yang lain ke alam blog.Penulis berpeluang menjadi pembangun jembatan.

    Sebagai bahan referensi bahwa blog tidak selalu santai (walau bukan tesis doktor) tengok blog Richard Posner (yang pakar hukum) bersama Gary Becker yang pemenang Nobel bidang ekonomi. http://www.becker-posner-blog.com/index.html
    (maaf kalau tidak bisa tertaut aktif, ilmu saya belum sampai).

  58. hendra (komentar #58)

    Salam

    Bang Yusril, terimakasih, ditengah kesibukan, Abang masih sempat mau berbagi cerita dan pengalaman yang pastinya sangat bermanfaat buat generasi bangsa ini. Pertanyaan yang serius-serius sudah diwakili sama teman-teman yang lain, satu hal yang ingin saya ketahui dan mungkin juga teman-teman yang lain juga ingin mengetahuinya bahwa beberapa waktu terakhir ini Abang telah menyelesaikan syuting Film, Laksamana Chengho, bahkan disurat kabar tertulis bahwa Abang tidak bisa hadir ke persidangan karena sibuk syuting. Pertanyaannya, kenapa Abang tertarik untuk main Film? dan kenapa Film sejarah ini yang dipilih? tidak tentang Soekarno atau Soeharto

    Terimakasih..dan maaf bahasa saya kurang bagus

    (Hendra-Anna University-India)

  59. Yusril Ihza Mahendra (komentar #59)

    Untuk Hendra,
    Assalamu’alaikum,

    Saya telah bercerita banyak tentang film Cheng Ho di Blog Jay. Anda dapat membukanya blog tsb dan membaca komentar beberapa rekan yang lain.

    Kini Jupiter Global Film sedang mengusahakan website khusus mengenai film tsb. Mungkin cuplikan adegannya nanti dapat dilihat di sana.

    Untuk Reza Yazdi, terima kasih atas niatnya mengunjungi Billiton Bistro di Plaza Senayan. Anda dapat search di berbagai website mengenai Billiton Bistro sebelum berkunjung ke sana.

  60. zhmee (komentar #60)

    Saya alumni FISIP USU tahun 2007 dari jurusan Ilmu Politik. Saya sangat tertarik untuk mempelajari filsafat arab. beberapa telah saya baca, diantaranya Muqaddimah-nya Ibn Khaldun, Misykah Al-Anwar-nya Al-Ghazali dan ada beberapa lagi yang lain. Mengutip dari yang bapak tulis: “Saya mempelajari dengan tekun balas pendapat antara Al-Ghazali dengan Ibnu Rusjd, antara Ibnu Taymiyyah dengan banyak pemikir, dan seterusnya”.
    Saya sangat tertarik dengan balas pendapat ini, namun saya belum mendapatkan karya Al-ghazali yang mungkin paling fenomenal. Kalau saya tak salah me ngerti, pasti yang bapak maksud adalah Tahafut Al-falasifah dan Tahafut At-tahafut. Untuk karya Ibnu Rusyd, tersedia banyak di pasaran. Tapi Tahafut Al-falsifah, saya sudah lelah mencari dan hasilnya nihil.

    Alangkah indahnya jika sesekali seorang Yusril Ihza Mahendra dalam blognya menampilkan perdebatan ini, tentunya dari sudut pandang anda. Maaf.. Kalau terlalu lancang memberi saran.

    Tapi terus terang, pemuda ISlam sekarang semakin tidak mengenal mereka dan karya-karyanya.

    Dan, saya mohon sesekali bapak berkunjung ke blog saya di http://www.altratimuri.wordpress.com

    Terima kasih.

  61. "Sang Elang" Fathoni Arief (komentar #61)

    Selamat Buat Pak Yusril! Semoga dengan media blog semua pemikirannya bisa disebarluaskan.

    Yang pasti kami menunggu posting2an selanjutnya. Sehingga nantinya kami bisa belajar dan tahu siapa Yusril dan seperti apa pemikirannya.

    Selamat

  62. resti (komentar #62)

    hmmm kayaknya abang sibuk nih, sehingga tanggapan atas komen yang masuk cuma sedikit…biasanya kan, nulisnya panjang-panjang.

    *ketauan, tiap hari nengok kesini terus*

  63. Yusril Ihza Mahendra (komentar #63)

    Untuk Resti,
    Assalamu’alaikum,

    Saya berterima kasih atas sarannya. Baik saran pada posting pertama tulisan saya, maupun saran yang terakhir ini. Mohon maaf kalau style penulisan dalam posting saya, terasa paragrafnya terlalu panjang. Berulangkali saya mengedit tulisan itu, namun ketika ditampilkan, hasilnya masih saja seperti itu.

    Blog baru yang saya persiapkan atas bantuan Vavai dan Thomas, Insya Allah akan selesai dalam waktu dekat. Mungkin style penulisan di blog baru ini akan lebih baik. Walau paragraf tulisan saya panjang, namun setidaknya tidak terlalu melelahkan mata dalam membacanya.

    Saya mohon maaf tidak dapat merespons komentar satu demi satu. Adakalanya, saya memberikan tanggapan umum saja. Namun adakalanya pula, saya memberikan respons cukup panjang terhadap sebuah komentar. Namun, kepada siapa saja yang telah membaca tulisan saya, apalagi dengan sukarela menyampaikan komentar, saya sungguh mengucapkan terima kasi.

  64. Chrisna Suhada (komentar #64)

    Sampai detik ini…
    Saya masih saja ‘kekeuh’ untuk melihat dan merasakan langsung negara ini di pimpin oleh intelek muda, berani, tegas, dan taktis… seorang negarawan penuh kematangan, berpengalaman dan tidak lupa penuh nuansa keislaman… yang ada dalam diri seorang Yusril Ihza Mahendra..

    Entah kenapa, smua brawal ketika pemilu di siarkan langsung di stasiun TV (thn 1999), histeria saya larut ketika mendengar nama Yusril Ihza mengemuka dalam barisan calon presiden masa itu (walaupun sayang sekali, mundur krn suatu alasan kbenaran dan prsaudaraan “ukhuwah islamiyah”) dan sjak saat itu saya mencari tahu profil, jatidiri hingga tulisan Yusril Ihza Mahendra. Buku2 biografi, wawancara2 di station tv, browse di internet, hingga sampai lah saya menjejakkan kaki di rumah Bp. Yusril di Belitung Timur (disambut oleh Ibunda nya tercinta).

    Rasa haru dan bangga dapat menyelami pemikiran dan pandangan serta panutan seorang Yusril Izha Mahendra.

    Kepada Yth. Bp. Yusril Ihza Mahendra, kiriman tulisan ini adalah wujud dukungan, doa, dan harapan seorang anak bangsa yang mungkin mewakili suara kbanyakn anak muda lainnya di negeri ini… Majulah pada pemilihan presiden 2009. Menang atau kalah adalah perkara lain, taopi setidaknya, negara ini mencatat itikad baik bapak untuk mengurusi negeri yang sedang terombang-ambing ini. Saya percaya ketegasan dan kemampuan anda akan memperbaiki keadaan negara.

    Mobilisasi dukungan?? saya akan berada di baris terdepan… dan langkah ini teryakini tidak akan pernah tertahan. doa dan dukungan bagi perjuangan…

    Salam,

    Chrisna Suhada

  65. resti (komentar #65)

    wah..saya tidak melarang bang yusril posting tulisan panjang2 lo..cuma tadi heran aja…biasanya nulis banyak, kok cuma sedikit. kalo memang lagi sibuk, ya tak apa. Terus terang, saya memang menanti2 tulisan abang berikutnya.

    Saya sendiri kenal dunia blog, sejak hobby mencari2 resep masakan dan berita. membaca berita di internet juga yang membuat saya mencari2 berita tentang roy suryo sehingga akhirnya membawa saya ke blog priyadi dan jay (yang kebetulan, ternyata adik kelas saya di sma 3 bandung). Bedanya, bang yusril jadi kenal jay dan priyadi, gara2 googling soal cheng ho.

    Kalo buka internet di malam hari, sekarang suami saya jadi ikutan nyari postingan bang yusril yang terbaru…heheheh…

  66. aLe (komentar #66)

    terima kasih juga om telah meramakan dunia bLog ^^v

  67. Mindy (komentar #67)

    Wah saya senang Pak Yusril bikin blog. Selamat datang di dunia blog. Coba semua tokoh politik bikin blog juga hehehe

  68. adem (komentar #68)

    Ass…!. bpk yusril!. blog-nya di”percantik” donk!, agar para pembacanya gk BT pak!. ok pak!. Wass….!.

  69. mas adi (komentar #69)

    Selamat Pak!
    Posting juga dong pengalaman Bapak selama menjabat sebagai Menteri.
    Kita-kita pingin tau apa suka dan dukanya selamat Bapak menjadi Menteri
    Thanks Pak…
    Selamat Berkarya..!

  70. resti (komentar #70)

    horeee!!!
    akhirnya abang punya blog sendiri yang baru. ntar fotonya ditambah ya bang…

    saya lagi bingung, kenapa untuk artikel yang diposting tanggal 1 dan 13 november ga bisa dibuka ya? admin kantor kadang ngeselin juga….maksudnya memblokir situs2 tak sopan, kok artikel2nya abang ikut terblokir juga. Asal nih, filter kantor. kadang hari ini bisa, besok ga bisa dibuka. Atau malah sebaliknya.

    tapi kalo yang di blogspot, masih bisa dibuka. Aneh nih, kriterianya. maaf ya bang, jadi curhat sama abang…

  71. Fea (komentar #71)

    Assalamualaikum pak,,

    Kemarin aku baca harian lokal yang disalah satu beritanya mengenai pak yusril yang membuat blog pribadi. Surprise banget, soalnya aku juga baru di dunia blog ini.

    Boleh kasih saran ga pak??

    Gimana kalo Blog bapak buat lebih narsis lagi, misalnya dengan menambah foto-foto terbaru atau font nya buat beragam dan berwarna sehingga lebih menarik buat dibaca.. Tapi sejauh ini hebat banget seorang pejabat seperti bapak bisa nge-blog juga,,,

    Wassalam

  72. adis (komentar #72)

    good day sir…

    hi, my name’s adis, and i’m currently studying at padjadjaran university, majoring in communication. first of all i’d like to say welcome to world of blogs. i’m also a blogger, well, not a good one i must say, since i find it difficult to write every detail in my life and then publish them in my blog..

    anyway,

    i was working with my minor thesis when i first heard about your blog, and that was 2 days ago actually.

    i’m focusing my research on the strategy of rhetoric used in personal blog, and i’m using Angelina Sondakh’s blog.

    but it was history. since 2 days ago, i really reconsider my object of research. i googled your blog, read it, and just sit there in my room, thinking would it be hard for me if i’m changing the object..

    but now, my decision is final.

    i’m using your blog. and start working from scratch. well, not really though, cos i’m still in my first chapter. but of course there will be some extra work. not to mention running around campus to find my lecturer.. i need his approval!! =)

    so, this is me, with my humble heart, asking for your permission to make this personal blog of yours as an object of my research. basicly, i’m just gonna work with what you have write in this blogs, and since i’m using rhetoric analysis from roman jakobson, an interview is not really necessary. BUT, of course, that would be an honor if you willing to share some of your personal opinions about this blog with me.

    in a nutshell, please please please…

    let me work with this. this topic is really gets my attention. and hopefully i’d be able to complete my final project by the end of January. cos if it’s not, then i wont be able to go to Boston in February. see, i’m one of the delegates from my Univ, and we’ll participating in Harvard National Models United Nations. i’m representing the republic of Honduras in the Organizations of American States Committee. those political knowledge of yours would come in handy i bet..

    well, thanks in advance for your attention.. and i’m really looking forward to hear from you..

    best regards,,

    adis.

  73. jalansutera (komentar #73)

    Fantastik membaca tulisan pak Yusril ini. Nampak sekali kalau Anda ini orang yang berpendidikan. Alur kalimatnya enak dibaca. Argumentasinya mudah diikuti. Dan bahasanya sangat santun. Selamat ngeblog, Pak. Semoga di tengah kesibukan yang nantinya akan Anda alami jika nanti memegang jabatan di pemerintahan lagi tidak akan menghalangi Anda untuk terus ngeblog. Selamat pak…

  74. Lukman Payapo (komentar #74)

    Ass. Wr. Wb.
    Yg terhormat Pak Yusril Ihza Mahendra.

    Sesuai dengan tema kolom “UCAPAN TERIMA KASIH” ini, apabila diperkenankan untuk mengemukakan pendapat kaitannya dengan polemik yg bapak tekankan, saya berharap sebagaimana pendapat dari komentator sebelumnya bahwa media ini dapat dijadikan sarana klarifikasi dan rehabilitasi politik terhadap segala masalah yg menimpa bapak terutama yg terjadi menjelang Reshuffle Jilid II.

    Pemberitaan yg tidak balance dari berbagai media massa khususnya terkait dengan Kasus AFIS dan BNP Paribas yg saya amati hingga saat ini, masih dipahami secara salah oleh masyarakat awam karena belum sepenuhnya mereka mengerti bahwa kaidah hukum tidak dapat diinterpretasikan dengan suatu logika politik.

    Masalah Conflict of Interest yg sering dipermasalahkan oleh beberapa pengamat juga sekiranya harus bapak sikapi juga dengan adanya penjelasan yg jernih (Ta’bayun) dan normatif dalam bentuk sebuah telaahan akademik seperti masalah legal opinion perdata umum (kasus paribas) yg bapak keluarkan, legalitas keputusan prinsip penunjukkan langsung, ketidakhadiran bapak dalam persidangan (kasus AFIS), dan lain sebagainya. Hal ini yg menurut pendapat saya sering dijadikan pembalikan publik opini yg tidak fair melalui pemberitaan oleh berbagai media massa di tanah air dan harus segera disikapi.

    Fa’zaakir In’namaa Anta Muzakkir..

    Menjelang Pemilu 2009, menurut pendapat saya ‘Media’ dapat ditunggangi oleh berbagai kepentingan elite baik untuk mencari dukungan publik ataupun menjatuhkan lawan politik. Saya yakin bahwa Bapak dapat lebih arif dan bijaksana menyikapi polemik pemberitaan yg masih simpang siur, sekaligus memberikan pendidikan politik yg proporsional bagi masyarakat.

    Terima kasih atas perhatian Bapak. Ini hanya sekedar pendapat awam dari saya yg concern terhadap masalah politisasi media yg sudah melenceng jauh dari objektivitas, netralitas, dan kode etik jurnalistik.

    Wass. Wr. Wb.

  75. Irvan (komentar #75)

    wah, salut pak. di tengah kesibukannya masih sempet nge-blog.
    yang penting jangan kalah ama abege pak. :D

    -IT-

  76. Yusril meets bloggers, gets a makeover in his blog « Unspun (komentar #76)

    [...] also a makeover of his log from Vavai. Now it looks clean, professional and in his latest posting Ucapan Terima Kasih Yusril acknowledges all the help. Result: a whole heap of [...]

  77. Wazeen (komentar #77)

    selamat atas blog barunya pak, ditunggu postingan-postingan berikutnya, pak post dalam bahasa inggris juga dong agar ide-ide bapak tidak hanya muter di Indonesia aja. salam dari saya

  78. Oktady (komentar #78)

    Sudah lama ingin lihat Tokoh Indonesia ngeblog , jadi bisa tukar pikiran secara langsung. Tapi blognya jangan di isi ma ajudan pa lagi asisten ya pak , seperti website “tokoh yang lain”.
    Semoga setelah bapak buat blog akan di ikuti oleh bapak-bapak yang lain.

    Salam kenal , bravo

  79. frieda (komentar #79)

    berita yang bagus banget ini pak, kapan ngebangun Bangka-Belitung jadi lebih maju lagi ni pak…. :-)
    salam kenal…

    Frieda

  80. Ollie (komentar #80)

    Selamat datang, Pak! :)

  81. iman brotoseno (komentar #81)

    sekali sekali di ceritakan pengalaman menjadi bintang film, dalam lakon Cheng Ho…
    Salam

  82. susanto (komentar #82)

    Pak Yusril Yth,
    Mudah-mudahan Allah SWT selalu memberikan kesehatan lahir bathin buat Bapak dan keluarga.Amin
    Saya sangat senang dengan adanya blog Pak Yusril.Setidak bapak dapat membagi pengalaman.Saya amat terkesan dengan tulisan “Akhirnya semua kita akan pergi.” sebagai penyegar dan instropeksi diri bahwa semuanya yang di dunia fana ini tidak ada yang abadi.
    Ditunggu tulisan-tulisan lainnya.
    Susanto
    urang belitong dan tinggal di belitong

  83. Aris Kelana (komentar #83)

    Samlekom Bang.. Ditunggu postingan2nya, Bang.

    Aris @batam

  84. Muhammad Rachmat (komentar #84)

    dulu ddiriku pernah mendukung, untu jadi presiden PESIDEN RI…………………..
    dulu ddiriku pernah mendukung, untu jadi presiden PESIDEN RI…………………..
    dulu ddiriku pernah mendukung, untu jadi presiden PESIDEN RI…………………..

  85. Yoanes Bandung (komentar #85)

    Selamat siang Pak Yusril

    Selamat datang di dunia tanpa batas Pak. Perkenankan saya memperkenalkan diri, nama saya Yoanes Bandung di Bandung. Saya pribadi merasa sangat salut di tengah kesibukan Bapak yang sedemikian rupa, Bapak menyempatkan diri untuk berbagi banyak hal tentang pemikiran dan pengalaman hidup Bapak bagi khalayak umum.

    Saya menunggu tulisan-tulisan Bapak yang lain.
    Terimakasih dan salam,

    Yoanes Bandung
    http://ybandung.wordpress.com

  86. amril (komentar #86)

    Assalamu Alaikum,Wr.Wbr.
    Selamat datang di blogosfer Indonesia Pak Yusril. Sangat menyenangkan membaca buah fikiran bapak yang mencerahkan di blog ini.
    Saya kepingin sekali membaca pengalaman “dibalik kamera” Pak Yusril ketika main film, mungkin banyak hal-hal yang menarik disimak dari pengalaman tersebut.
    wassalam,

  87. Tamim (komentar #87)

    selamat datang pak. saya termasuk orang yang pernah kagum, pernah kecewa, dll dengan anda.
    namun saya salut dengan Anda membuka keterbukaan melalui ngeblog(sesuatu yang sangat langka dari public figure kita). dan semoga ini dapat memupus sya’wa sangka dan wahana diskusi yang positif dan bermartabat…

    welcome to the digital jungle…

  88. Antara Cheng Ho, Yusril dan blog « Tamim’s (komentar #88)

    [...] Komentator yang setengah percaya kemudian menyarankan orang yang mengaku Yusril ini untuk membuat blog sendiri saja. Yusril menjawab kalau dia tidak tahu apa itu blog dan tidak begitu faham internet. Dia hanya ingin menanggapi antusiasme publik tentang Cheng Ho ini. Dan untuk memastikan bahwa orang tersebut memang Yusril, Jay dkk akhir nya kopi darat, dan ternyata orang ini memang benar-benar Yusril. Dari pertemuan ini akhirnya lahirlah blog-nya pak Yusril (http://mahendra-ihza-yusril.blogspot.com/ kemudian pindah ke http://yusril.ihzamahendra.com). [...]

  89. hanny (komentar #89)

    Wah, layout barunya menyegarkan mata, semakin mudah dibaca, paragrafnya pun sudah lebih ramah di mata. Ditunggu update-nya ya, Pak! :)

  90. putra (komentar #90)

    sepp…berjuanglah untuk kemajuan indonesia
    peacee

  91. fiandigital (komentar #91)

    Bang, jangan lupa bang dukung gerakan “Bukan Blog Anonymous” dari saya
    hehehe

    Salam hangat dari saya :)

  92. sunardi (komentar #92)

    Tahniah pak Yusril…

    Senang melihat tokoh Indonesia ngeblog. Ditunggu updatenya Pak.

  93. Erwan (komentar #93)

    Assalamualaikum Bang Yusril

    Selamat datang di rimba maya. Dunia lain yang oleh sebagian orang dikatakan sebagai tempat sampah (yang baik dan buruk terkumpul dalam wadah yang sama) . Agak ngeri juga dengan peraturan yang abang buat untuk posting di blog ini walaupun hal itu merupakan gambaran bagaimana abang berkeinginan untuk menghargai berbagai pendapat orang yang bervariasi (mengingat intervensi teknis untuk menghapus posting yang tidak kita sukai cukup tersedia).

    Terkait dengan sifat subjektif blogger dengan menempatkan blog sebagai sarana untuk menjelaskan berbagai “kekisruhan” informasi ala media massa yang cenderung bias dari kejadian sebenarnya adalah sama dengan menjawab pertanyaan apakah internet mampu menjadi kekuatan baru dalam demokrasi.

    Tapi sudah lah, setidaknya blog dan internet telah memberi kita kesempatan untuk berbicara banyak dari apa yang dikatakan media, persoalan benar dan salah biarlah menjadi urusan dalam dimensi yang lain.

    Saya jelas sangat mengidolakan abang. Saya bangga dengan sikap terbuka yang abang tunjukkan selama ini. Sikap takut untuk bermain-main dengan kebenaran dan berani mengambil keputusan untuk bertindak sebagai jawaban atas fakta yang sebenarnya terjadi bagi saya adalah hal yang luar biasa. Sesuatu yang tidak populis memang apalagi untuk birokrasi kita yang terbiasa bermain-main dengan nilai-nilai kebenaran hakiki. Hal inilah mungkin yang menjelaskan kenapa abang begitu populer di era awal reformasi dimana semua orang pada saat itu menuntut “kebenaran hakiki” di tegakkan.

    Sebagai orang Belitung, saya sangat bersyukur dengan kemunculan abang di dunia maya. Harapan agar Sang Bintang Cemerlang tidak lagi hanya menjadi inspirasi yang terlalu tinggi untuk di raih semoga segera terwujud untuk mendobrak sipat-sipat elitis yang menjauhkan pemimpin dari rakyatnya. Semoga keberadaan Blog, Situs, Internet mendekatkan bintang agar terang dalam genggaman. Semoga. Terima Kasih.

  94. Oshi Isbani (komentar #94)

    Assalamu’alaikum Bang Yusril,

    Selamat atas blognya !
    Awalnya saya hanya iseng2 mencari tulisan tentang Laksamana Cheng Ho, hingga membawa saya ke blog Jay dan Priyadi.
    Ternyata komentar Bang Yusril disana adalah titik awal Bang Yusril utk kembali menebar ilmu melalui tulisan.

    Semoga tulisan2 Bang Yusril dapat menjadi bagian dari kajian keilmuan dan pembelajaran bagi bangsa kita.

    Wassalam,
    Oshi
    Melbourne

  95. Rahmad Saleh (komentar #95)

    Cuman mo ngasih alamat plugin ayat al-quran. Ini alamatnya
    http://ahlul.web.id/download-manager.php?id=14
    ini contoh halaman webblog yang pake plugin
    http://sacrifars.freehostia.com/?p=12

  96. pondokiklan.com (komentar #96)

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    Apakabar pak, saya Administrator web dari Pulau BALI, wah senangnya melihat bapak punya blog, setelah saya baca2 artikel bapak dari web nya Om Priyadi, Vivai DLL..

    Selamat berbloger ria ya pak….

    SALAM

    IAN

  97. Hilman (komentar #97)

    om ulil welcome to the Jungle, and tolong kasih tau ke presiden sby sayang kalo ngeluarin duit 80 jt perbulan buat ngerawat web… masih banyak rakyat yang kelaparan, tolong sampein yah lamun henteu bisul………………………

  98. Ramdalel Bagindo Ibrahim (komentar #98)

    Assalamu’alaikum Wr. Wb Bang,
    Honesty, I do thanks to Allah for your great strategy n appears in the e-interaction thru the BLOG:

    Sesungguhnya, saya baru tau tentang BLOG yang Abang punya hari ini. Dimana saya saat ini, saat sedang mengikuti pelatihan; “Political Communication in IT-age” bersama Friedrich Naumman Stiftung di International Akademia for Leadership - Gummersbach Kohln Germany untuk 2 minggu kedepan.

    Satu hal utama, yang pagi ini harus saya katakan adalah; keintelektualan yang Abang punya hari ini adalah MILIK KAUM POLITIK; karena Abang adalah POLITISI INTELEKTUAL:
    Opini ini terbentuk, setelah kita tau dunia politik negara telah Abang geluti sejak dari 10 tahun yang lalu, seiring dengan berdirinya OUR BELOVED PARTY; Partai Bulan Bintang, walaupun kemudian kita harus berganti nama menjadi PARTAI BINTANG BULAN:

    Untuk itu, atas nama apapun aktifitas yang Abang lakukan hari ini, maka semua itu HARUS demi kejayaan politik dan keberadaan PARTAI BINTANG BULAN yang hari ini sedang dan akan selalu kita perjuangkan.

    Demikian, untuk interaksi pertama kita pagi ini, semua ini saya nyatakan dalam rasa yang sungguh dan ikhtiar yang tulus demi partai yang kita punya.

    Wassalam,

    RAMDALEL Bgd. Ibrahim
    Sekrtrs DPC PBB-Tanah DAtar Sumatera Barat
    (Sektrs FRAKSI PBB - DPRD Tanah Datar)

  99. to (komentar #99)

    Assalamualaikum pa yusril….

    Ga nyangka kalau ada orang seperti bapak ngeblog. Beda banget orang yang udah terkenal duluan baru ngeblog dengan orang yang ngeblog jadi terkenal.Komentarnya waaah!!!^^

    Salam kenal buat pa yusril :)

  100. toni (komentar #100)

    aduhhh nama saya kok salah seharusnya toni kok jadi to :-P

  101. Ahmad David Kholilurrahman (komentar #101)

    Tak ada celanya, abang bercakap dan menulis dalam bahasa Melayu, hatta dipandang klasik sekali pun. Saya kadang heran dengan orang-orang yang tak pernah ‘menghargai’ sumbangan bahasa Melayu kepada bangsa Indonesia?

    Tuan Raja Ali Haji adalah peletak dasar tata bahasa Melayu, yang kemudian diadopsi bangsa Indonesia. Beliau juga mengarang buku Kitab Pengetahuan Bahasa. Tuan Hamzah Fansuri pun menulis syair Perahu dengan meniti pelantar bahasa Melayu.

    Benar pulak, apa yang didedahkan sastrawan Melayu, Taufik Ikram Jamil dalam salah-satu esai budayanya, kita menggunakan kosakata dan idiom Melayu tak dapat dipersalahkan, hanya (mungkin) kita kalah dalam pemakaian?

    Andaikan suatu masa nanti, saya jadi pengarang-penulis, saya akan tetap bangga dan tak malu bercakap-cakap dan menulis dalam bahasa Melayu? Padahal, saya menempuh sekolah yang dizaman ’sekarat’ sastra-budaya menjauh dari pendidikan kemelayuan?

    Betul apa yang dicakap tuan Raja Ali Haji:”Bahasa Menunjukkan Bangsa”!

  102. Yusril Ihza Mahendra (komentar #102)

    Terima kasih atas semua tanggapan di atas, juga kepada Ramdalel Datuk Bagindo, serta Tony.

    Kepada Ahmad David Kholilurrahman, senang sekali mendengar Anda mencintai Bahasa Melayu. Kalau Anda baca kesluruhan tulisan saya di blog ini, nuansa bahasa Melayu dalam penulisan bahasa Indonesia saya sangat terasa. Sampai sekarang saya masih bisa membaca dan menulis dengan huruf Jawi (Arab Melayu). Saya sebenarnya telah menyalin tulisan Raja Ali bin Raja Ahmad yang berjudul “Tsammaratul Muhimmah Dhiyafa lil Umara wal-Kubara” ke dalam huruf Latin dan memberi anotasi terhadap istilah-istilah Melayu yang tak dikenal lagi orang di zaman sekarang. Kitab Tuhfat an-Nafis, Sejarah Melayu dan Bugis serta Kitab Pelajaran Bahasa telah saya baca kira-kira 22 tahun yang lalu.

    Dalam Kenang-kenangan di Masa Kecil, saya bercerita tentang ayah saya yang melantunkan syair Siti Zubaidah, Syair Burung Bayan, Syair Hari Kiamat dan Syair Singapura Dimakan Api. Di kampung saya, orang masih memainkan drama klasik yang diangkat dari Syair Abdul Muluk.

    Saya senang — walau tentu jangan membuat saya takabur — setelah saya menulis blog, orang mulai tahu bahwa saya bukan sekedar seorang ahli hukum tatanegara. Minat intelektual saya kepada ilmu-ilmu sosial, budaya dan kemanusiaan sangat besar. Dan saya memang suka menelaahnya. Nanti pada bagian II Kenang-Kenangan Di Masa Kecil, saya akan bercerita banyak tentang sosialisasi keagamaan dan politik saya ketika masih tinggal di Belitung.

    Terima kasih. Salam hormat.

  103. Ramdalel Bagindo Ibrahim (komentar #103)

    Terima kasih juga, untuk Abang mengomentari my blog-message 2 hari lalu. tapi, sepertinya Abang juga tidak kemudian mengiyakan bahwa semua ini demi PBB, don’t U ?

  104. SANI (komentar #104)

    Assalamu’alaikum. Wr. Wb.

    Sebelumnya saya ucapkan selamat kepada Bang Yusril yang telah menyisihkan waktu untuk membuat blog pribadi. terlebih lagi abang mau untuk membuka diri terhadap kritik dan saran dari orang lain yang lahir dari strata yang beragam.

    Nama saya sani bang.. saya tinggal di Lampung. Negri yang hari ini hampir “mendidih” akibat menjelang PILGUB. Bukan hanya elit politik, tapi rakyat jelata setiap hari selalu disibukkan dengan wacana politik yang belum tentu semua bisa memahami kemana negri ini akan dibawa.

    terus terang bang, saya melihat (secara intuitif) lampung tahun 2008 (pilgub) akan terjadi tumpah darah akibat adu domba kepentingan kekuasaan. jika abang berkenan, sisihkan waktu barang sebentar untuk bisa membuat lampung lebih sejuk dengan kemampuan yang abang miliki, yang saya yakin abang punya kemampuan itu.

    Ada harap saya kepada abang, sekaligus menjadi pertayaan saya; Mungkin tidak abang membuat satu NGO yang bisa memberikan satu pendidikan politik kepada masyarakat, sehingga persoalan etika dan moral dalam berbangsa dan bernegara ini bisa diperbaiki sedikit-demi sedikit?. tetapi saya berharap kepada abang, jangan tawarkan lagi kepada kami wacana partai politik (baik partai lama maupun baru). rakyat sudah jenuh bang dengan kebohongan yang dibangun oleh elit parpol.

    mohon maaf jika saya terkesan menggurui abang, karena strata pendidikan kita berbeda maka inilah batas kemampuan saya berbahasa.

    terimakasih abang telah berkenan membaca komentar saya

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  105. HASTO (komentar #105)

    Ass.
    Apa sih yang bisa kita dapat dari seorang Yusril yang saat ini mencoba mengekspresikan diri melalui dunia maya??
    Banyak temen saya bilang ketika melalui blognya saya bisa bicara dengan bang Yusril, katanya begini : lha wong pak Yusril sekarang ga punya jabatan, makanya bisa ngrespon kamu. ada juga yang bilang, pak yusril udah ga ngaruh lagi makanya dia membuka diri sekarang.

    Buat saya komentar apapun dari temen temen saya justru ga ngaruh. Terus terang sosok bang Yusril buat saya sedari dulu cukup berarti dan sosok yang komunikatif sebenarnya. Sekecil apa yang bisa saya pahami, pemikiran-pemikiran dan gaya bicaranya tentu membuat saya cukup terkesan.

    Semoga komunikasi maya ini membuat bang Yusril semakin memahami tentang kehidupan ini dalam rangka menciptakan satu komuinikasi berarti dengan semua masyarakat, sehingga apa yang sudah didapat oleh bang Yusril dalam perjalanan kariernya bisa menjadi pelajaran bagi kita.

    satu hal, semoga menjelang ke masa tua, tidak ada lagi persoalan dunia yang sangat diutamakan bang Yusril kecuali menyeimbangkannya dengan
    persoalan persoalan di akhirat kelak.

    Sukses Bang

    Wass.

    HASTO

  106. N. ANWAR (komentar #106)

    Assalamu’alaikum Wr… Wb….
    Terima Kasih Bang Yusril Mau Membuka diri lewat Blog. terus terang akhir-akhir ini kader PBB banyak yang kecewa pada Bang Yusril atas kejadian-kejadian Bang Yusril yang kami baca lewat media. oleh sebab itu lewat blog ini kami mencoba untuk mencetak tulisan Bang Yusril sekaligus kami mohon ijin untuk kami sebarkan kepada Kader-kader PBB di Kab. Sumenep agar kekecewaan mereka bisa terobati
    Wassalamu’alaikum Wr…. Wb…
    N. Anwar

  107. Aditya Imannudin Suryomurtjito (komentar #107)

    Assalamu’alaikum Pak Yusril,
    ingatkah anda dengan Sulistyo Nugroho Suryomurtjito?
    terima kasih karena telah menjadi teman yang baik terhadap beliau

    Aditya Imannudin Suryomurtjito,
    a.k.a
    -adit ting2-

  108. YIM (komentar #108)

    #107 Aditya Imannudin Suryomurtjito,

    Terima kasih atas komentarnya. Saya selamanya akan ingat dengan beliau, seorang sahabat baik yang saya kenal di Masjid Agung Al-Azhar sekitar tahun 1976. Kami sama-sama menjadi guru bela diri di tempat itu. Beliau seorang baik hati. Saya juga mengenal baik Hilda, yang kemudian menjadi isterinya. Saya bertemu lagi dengan Sulistyo ketika saya menjadi Menteri Kehakiman. Beliau bekerja di departemen itu. Saya tetap menganggapnya sebagai sahabat, tak pernah menganggapnya sebagai pegawai. Beliau telah wafat. Semoga Allah SWT menerima segala kebaikannya. Saya akan ingat selamanya, beliau sungguh orang baik.

  109. Aditya Imannudin Suryomurtjito (komentar #109)

    sebagai puteranya saya ingin mengucapkan terima kasih atas segala kebaikan anda,saya inget seumur hidupnya menjadi pegawai negeri papa adalah orang yang sangat “bersih”, beliau selalu enggan untuk menerima materi yg menurutnya “abu-abu”,apalagi yang “hitam”, dan beliau selalu cerita bahwa anda adalah menteri yang baik,pintar,bersih dan berwibawa.

    FYI, keluarga silat Al-Azhar selepas lebaran kemarin mengadakan silaturahmi di rumah kami,dan mereka berencana untuk mengadakan silaturahmi rutin seperti arisan yang akan diadakan tiap beberapa bulan sekali. Mungkin nantinya anda punya waktu luang untuk ikut serta dan bertemu kangen bersama. (kalau tidak salah,nama Mahendra baru anda pakai ketika di Al-Azhar bukan? :p )
    Nanti akan saya beritahu disini bila ada acara silaturahmi keluarga silat Al-Azhar lagi.
    =)

  110. Ahmad David Kholilurrahman (komentar #110)

    Assalamu’alaikum

    Terima kasih atas tanggapan hangat abang,

    Mau lah kiranya, abang kisahkan lagi tentang penyalinan Tsamaratul Muhimmah Raja Ali bin Raja Ahmad dari tulisan Arab-Melayu ke dalam tulisan latin (Rumi).

    Tentang teater rakyat Dul Muluk (Abdul Muluk) sangat akrab bagi masyarakat Jambi. Walau, sedari kecil, saya tak pernah lagi melihat langsung, cuma dari cerita saja.

    Adapun bentuk kesenian Melayu Jambi yang pernah saya saksikan ‘Biduk Sayak’. Ini ada saya kisahkan dalam Cerpen saya: Biduk Sayak (Dimuat koran Batam Pos, tahun 2007). Insya Allah, kalau abang ada email akan saya kirimkan cerpen yang saya karang dirantau negeri orang.

    Sekian,

    Salam hangat dari Lembah Nil

    Ahmad David Kholilurrahman

  111. alviero (komentar #111)

    asalamualaikum wr.wb
    pak Yusril, saya Mahasiswa Fak.hukum Universitas Bengkulu,Saya sangat senang akhirnya pak Yusril punya Blog juga.
    mudah-mudahan pak Yusril bisa berbagi ilmu hukum nya di dunia bloger ya pak.
    pak Yusril kalau pak yusril ada waktu bisa dong datang ke Bengkulu kasih materi kuliah ke mahasiswa Unib.
    terima kasih Pak.

    Terima kasih banyak atas tanggapannya.Anda benar, sudah lama saya tak pernah ke Bengkulu. Pernah beberapa kali saya datang memberi kuliah umum di Universitas Bengkulu, juga Universitas Hazairin. Saya ingin lagi datang ke sana. Insya Allah jadualnya akan saya koordinasikan. (YIM)

  112. alhafiz (komentar #112)

    ass..pak yusril..saya ingin Bapak mencalonkan diri menjadi presiden. Maju terus Pak..Bravo Pak Yusril

  113. alhafiz (komentar #113)

    ass..maju terus pak pilpres 2009.bravo pk yusril

  114. Heriyanto (komentar #114)

    Dgn adanya Blog ini, smoga dapat memberikan manfaat bagi netter untuk lebih mengenal bang Yusril dari hati-ke hati. Perlu diketahui sy pengagum berat abang terutama pada saat secara fulgar berdebat sbg Capres dgn Amin Rakus, maaf Rais maksud saya. Sy juga melihat perbincangan dgn Guru, orang tua dan dosen abang yaitu Prof yang tua ini, lupa namanya. Dari situ saya langsung kepincut dan jadi “idola” saya.
    Slamat berjuang bang, pantang mundur.

    Heriyanto ( Lampung)

  115. zalmin (komentar #115)

    assalamu alaikum wr.wb. oom sangat rendah hati.

  116. warsini (komentar #116)

    Semoga langkah menuju RI 1 mulus Pak…

  117. emham samsudin (komentar #117)

    Yth. Bpk Yusril Ihza Mahendra……..
    Bang klu boleh saya minta alamatnya

  118. Amalia (komentar #118)

    Dear Pak Yusril,

    Salam kenal. Saya adalah seorang brand consultant.
    Dalam tulisan saya yang berjudul ‘Calon Presiden Alternatif. Distorsi Komunikasi Uncontrollable Media’ yang dimuat di majalah Warta Ekonomi belum lama ini, saya mengangkat kedekatan Bapak dengan blogger. Salut untuk bisa masuk dalam dunia yang satu ini dengan baik, karena tidak mudah untuk memperoleh komentar positif yang begitu banyak dari penduduk web 2.0 muda ini.

    Link tulisan tsb ada di sini: http://amaliamaulana.com/2008/10/27/calon-presiden-alternatif-distorsi-komunikasi-uncontrollable-media/

    Seperti yang saya angkat dalam tulisan, sayangnya saya masih menemukan distorsi terhadap pencitraan Bapak di tanggapan2 dalam artikel media yang dimuat di digital versionnya, yang saya sendiri tidak jelas profile dari orang-orangnya. Tetapi kesan saya, mereka adalah orang2 yang berusia diatas 35 tahun-an (kemungkinan non blogger). Ini juga saya validasi dengan melakukan interview kecil2an (bagian dari studi kualitatif) dan menanyakan bagaimana sikap terhadap Bapak - jawabannya masih seputar kegerahan masalah komitmen Bapak kepada keluarga (yang lama). Issue tsb yang paling menonjol.
    Agar citra Bapak lebih solid, harus dipikirkan juga Pak, bagaimana menangani kelompok yang satu ini.

    OK Pak..Sukses ya

    Amalia

Punya pendapat? Sampaikan pendapat Anda