|

UCAPAN TERIMA KASIH

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh,

Saya ingin mengungkapkan rasa syukur ke hadirat Allah SWT, dan mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, atas segala saran, sambutan dan komentar atas blog yang baru saya ciptakan ini. Saya menyimak dengan sungguh-sungguh semua masukan yang telah diberikan. Saya menganggap semua itu sangat berharga bagi saya, sebagai seorang pemula di dunia blog.

Saya telah bertemu secara langsung dengan rekan-rekan, Jay, Priyadi, Vavai dan beberapa yang lain. Kami berbincang-bincang lebih satu jam. sambil minum dan makan malam di Billiton Bistro, Plaza Senayan, Jakarta, hari Rabu malam tanggal 7 November yang lalu. Pertemuan itu saya rasakan sungguh sangat berharga. Saya bukan saja dapat berkenalan secara langsung dengan mereka yang telah relatif lama berkecimpung di dunia perblogan, tetapi juga dapat menimba ilmu dengan mereka. Dengan pertemuan itu, maka segala keraguan, spekulasi dan syak-wasangka yang semula ada atas diri saya, dapat diakhiri. Kalau menggunakan istilah agama, rekan-rekan itu bukan saja “ainul yaqin” (percaya karena menyaksikan dengan mata kepala), tetapi juga menjadi “haqqul yaqin” (sungguh-sungguh percaya di alam pikiran dan hati). Atas kebaikan dan saran mereka, serta rekan-rekan yang lain, akhirnya saya membuat blog saya sendiri, sebagai wahana bertukar pikiran.

Vavai bahkan telah berbaik hati membantu saya membuat blog yang baru, dengan disain dan penampilan, yang Insya Allah, akan lebih baik daripada blog saya yang ada sekarang ini. Dengan blog yang baru itu nantinya, rekan-rekan yang ingin menyampaikan komentar, akan lebih mudah melakukannya. Saya ingin membuka ruang yang selebar-lebarnya pada blog saya ini, sehingga mereka yang bukan “blogger” juga dapat mengakses dan menyampaikan komentar mereka. Saya ingin belajar, mendengar dan memperhatikan pandangan dari semua orang, tanpa mempersoalkan siapa orang itu. Mungkin pandangan kita berbeda, bahkan bertentangan satu sama lain. Tetapi tidak mengapa. Saya percaya bahwa hikmah dan kebijaksanaan, akan kita peroleh di tengah benturan pendapat yang berbeda-beda. Meskipun demikian, dalam rangka pembelajaran bagi kita semua, alangkah baiknya jika suatu pendapat yang kita kemukakan, didasari oleh argumentasi-argumentasi sebagai pendukungnya. Pandangan yang sinis — mohon maaf saya menggunakan istilah ini — tetapi tanpa argumen, walaupun tetap harus kita hormati, namun kurang bermakna bagi kita yang dahaga akan pengetahuan, hikmat dan kebijaksanaan.

Seperti telah saya ungkapkan dalam Kata Pengantar, saya hanyalah seorang hamba Allah yang dhaif. Pengetahuan saya sangatlah terbatas. Karena itu, saya berlindung kepada Allah SWT, agar saya dijauhkan dari sikap “ngotot” dan ingin benar sendiri. Saya selalu mengemukakan pendapat dengan dilandasi oleh suatu argumen. Kalau ternyata, dalam suatu pertukar-pikiran, saya menemukan pendapat orang lain yang didukung oleh argumen yang lebih kokoh dibandingkan dengan argumen yang saya miliki, maka saya dengan tulus dan ikhlas akan meninggalkan pendapat saya, dan mengikuti pendapat orang lain itu. Saya selalu memohon kepada Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, semoga saya dijauhkan dari segala sikap takabur, riya dan sombong. Semoga pula Dia senantiasa menyirami batin dan pikiran saya, dengan sikap tawaddhu’ dan rendah hati.

Sebelum mengakhiri ungkapan terima kasih ini, saya ingin mengajak rekan-rekan semua untuk tetap menggunakan bahasa yang baik, sopan dan saling menghormati, walaupun mungkin kita berbeda dalam mengemukakan pendapat. Saya banyak menimba ilmu dalam berpolemik dengan beberapa tokoh, antara lain Mohammad Natsir, Mohamad Roem, Sjafruddin Prawiranegara, Buya Hamka dan Sutan Takdir Alisjahbana. Semua beliau itu, yang kini semuanya telah wafat, adalah guru saya dan membimbing saya secara langsung. Saya juga belajar kepada Syed Muhammad Naqieb al-Attas, seorang filsuf dan cendekiawan Malaysia. Saya pernah berpolemik dengan Nurcholish Madjid, Affan Ghaffar, Fachry Ali dan berkali-kali terlibat perdebatan lisan dengan beberapa tokoh di dalam maupun di luar negeri. Saya menelaah dengan tekun Polemik Kebudayaan tahun 1930-an antara Sutan Takdir Alisjahbana dengan Armijn Pane. Saya telaah juga polemeik Soekarno dengan Mohammad Natsir tentang agama dan negara menjelang kita merdeka. Saya baca juga perdebatan antara Sutan Sjahrir, Sjafruddin Prawiranegara dan sejumlah tokoh lain di era tahun 1950-an.

Perdebatan-perdebatan klasik dalam filsafat dan ilmu kalam juga saya telaah dengan seksama. Saya mempelajari dengan tekun balas pendapat antara Al-Ghazali dengan Ibnu Rusjd, antara Ibnu Taymiyyah dengan banyak pemikir, dan seterusnya. Bahkan, saya juga menelaah dengan tekun perdebatan yang cukup keras tentang “dasar negara” di Majelis Konstituante RI antara tokoh-tokoh Masyumi, PNI, PKI, PSI dan tokoh-tokoh lainnya. Semua polemik dan perdebatan itu, pada umumnya dilakukan dengan sportif, argumentatif, menggunakan bahasa yang baik, dan tidak pernah menyerang pribadi seseorang, yang tidak ada relevansinya dengan topik perdebatan.

Akhirnya, saya mohon maaf tentang penggunaan bahasa. Beberapa rekan mengkritik saya karena bahasa saya sangat dipengaruhi oleh Bahasa Melayu klasik. Saya mohon maaf atas semua itu. Namun anehnya, beberapa tahun yang lalu, saya dan Susilo Bambang Yudhoyono, pernah diberi penghargaan oleh Pusat Bahasa, sebagai penguna Bahasa Indonesia yang baik. Saya sendiri sebenarnya heran dengan penghargaan itu. Di atas semua itu, sejujurnya saya katakan, bahwa saya mengikuti nasehat Raja Ali Haji bin Raja Ahmad, seorang pujangga Melayu keturunan Bugis yang hidup di abad 19. Beliau pernah berkata bahwa bahasa itu menunjukkan bangsa. Bahasa yang baik, menunjukkan bangsa yang baik. Bahasa yang buruk, menunjukkan bangsa yang buruk pula.

Wallahu’alam bissawwab.

Cetak artikel Cetak artikel

Short URL: http://yusril.ihzamahendra.com/?p=20

Posted by on Nov 8 2007. Filed under Prolog. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

161 Comments for “UCAPAN TERIMA KASIH”

  1. Tak ada celanya, abang bercakap dan menulis dalam bahasa Melayu, hatta dipandang klasik sekali pun. Saya kadang heran dengan orang-orang yang tak pernah ‘menghargai’ sumbangan bahasa Melayu kepada bangsa Indonesia?

    Tuan Raja Ali Haji adalah peletak dasar tata bahasa Melayu, yang kemudian diadopsi bangsa Indonesia. Beliau juga mengarang buku Kitab Pengetahuan Bahasa. Tuan Hamzah Fansuri pun menulis syair Perahu dengan meniti pelantar bahasa Melayu.

    Benar pulak, apa yang didedahkan sastrawan Melayu, Taufik Ikram Jamil dalam salah-satu esai budayanya, kita menggunakan kosakata dan idiom Melayu tak dapat dipersalahkan, hanya (mungkin) kita kalah dalam pemakaian?

    Andaikan suatu masa nanti, saya jadi pengarang-penulis, saya akan tetap bangga dan tak malu bercakap-cakap dan menulis dalam bahasa Melayu? Padahal, saya menempuh sekolah yang dizaman ‘sekarat’ sastra-budaya menjauh dari pendidikan kemelayuan?

    Betul apa yang dicakap tuan Raja Ali Haji:”Bahasa Menunjukkan Bangsa”!

  2. Yusril Ihza Mahendra

    Terima kasih atas semua tanggapan di atas, juga kepada Ramdalel Datuk Bagindo, serta Tony.

    Kepada Ahmad David Kholilurrahman, senang sekali mendengar Anda mencintai Bahasa Melayu. Kalau Anda baca kesluruhan tulisan saya di blog ini, nuansa bahasa Melayu dalam penulisan bahasa Indonesia saya sangat terasa. Sampai sekarang saya masih bisa membaca dan menulis dengan huruf Jawi (Arab Melayu). Saya sebenarnya telah menyalin tulisan Raja Ali bin Raja Ahmad yang berjudul “Tsammaratul Muhimmah Dhiyafa lil Umara wal-Kubara” ke dalam huruf Latin dan memberi anotasi terhadap istilah-istilah Melayu yang tak dikenal lagi orang di zaman sekarang. Kitab Tuhfat an-Nafis, Sejarah Melayu dan Bugis serta Kitab Pelajaran Bahasa telah saya baca kira-kira 22 tahun yang lalu.

    Dalam Kenang-kenangan di Masa Kecil, saya bercerita tentang ayah saya yang melantunkan syair Siti Zubaidah, Syair Burung Bayan, Syair Hari Kiamat dan Syair Singapura Dimakan Api. Di kampung saya, orang masih memainkan drama klasik yang diangkat dari Syair Abdul Muluk.

    Saya senang — walau tentu jangan membuat saya takabur — setelah saya menulis blog, orang mulai tahu bahwa saya bukan sekedar seorang ahli hukum tatanegara. Minat intelektual saya kepada ilmu-ilmu sosial, budaya dan kemanusiaan sangat besar. Dan saya memang suka menelaahnya. Nanti pada bagian II Kenang-Kenangan Di Masa Kecil, saya akan bercerita banyak tentang sosialisasi keagamaan dan politik saya ketika masih tinggal di Belitung.

    Terima kasih. Salam hormat.

  3. Ramdalel Bagindo Ibrahim

    Terima kasih juga, untuk Abang mengomentari my blog-message 2 hari lalu. tapi, sepertinya Abang juga tidak kemudian mengiyakan bahwa semua ini demi PBB, don’t U ?

  4. Assalamu’alaikum. Wr. Wb.

    Sebelumnya saya ucapkan selamat kepada Bang Yusril yang telah menyisihkan waktu untuk membuat blog pribadi. terlebih lagi abang mau untuk membuka diri terhadap kritik dan saran dari orang lain yang lahir dari strata yang beragam.

    Nama saya sani bang.. saya tinggal di Lampung. Negri yang hari ini hampir “mendidih” akibat menjelang PILGUB. Bukan hanya elit politik, tapi rakyat jelata setiap hari selalu disibukkan dengan wacana politik yang belum tentu semua bisa memahami kemana negri ini akan dibawa.

    terus terang bang, saya melihat (secara intuitif) lampung tahun 2008 (pilgub) akan terjadi tumpah darah akibat adu domba kepentingan kekuasaan. jika abang berkenan, sisihkan waktu barang sebentar untuk bisa membuat lampung lebih sejuk dengan kemampuan yang abang miliki, yang saya yakin abang punya kemampuan itu.

    Ada harap saya kepada abang, sekaligus menjadi pertayaan saya; Mungkin tidak abang membuat satu NGO yang bisa memberikan satu pendidikan politik kepada masyarakat, sehingga persoalan etika dan moral dalam berbangsa dan bernegara ini bisa diperbaiki sedikit-demi sedikit?. tetapi saya berharap kepada abang, jangan tawarkan lagi kepada kami wacana partai politik (baik partai lama maupun baru). rakyat sudah jenuh bang dengan kebohongan yang dibangun oleh elit parpol.

    mohon maaf jika saya terkesan menggurui abang, karena strata pendidikan kita berbeda maka inilah batas kemampuan saya berbahasa.

    terimakasih abang telah berkenan membaca komentar saya

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  5. Ass.
    Apa sih yang bisa kita dapat dari seorang Yusril yang saat ini mencoba mengekspresikan diri melalui dunia maya??
    Banyak temen saya bilang ketika melalui blognya saya bisa bicara dengan bang Yusril, katanya begini : lha wong pak Yusril sekarang ga punya jabatan, makanya bisa ngrespon kamu. ada juga yang bilang, pak yusril udah ga ngaruh lagi makanya dia membuka diri sekarang.

    Buat saya komentar apapun dari temen temen saya justru ga ngaruh. Terus terang sosok bang Yusril buat saya sedari dulu cukup berarti dan sosok yang komunikatif sebenarnya. Sekecil apa yang bisa saya pahami, pemikiran-pemikiran dan gaya bicaranya tentu membuat saya cukup terkesan.

    Semoga komunikasi maya ini membuat bang Yusril semakin memahami tentang kehidupan ini dalam rangka menciptakan satu komuinikasi berarti dengan semua masyarakat, sehingga apa yang sudah didapat oleh bang Yusril dalam perjalanan kariernya bisa menjadi pelajaran bagi kita.

    satu hal, semoga menjelang ke masa tua, tidak ada lagi persoalan dunia yang sangat diutamakan bang Yusril kecuali menyeimbangkannya dengan
    persoalan persoalan di akhirat kelak.

    Sukses Bang

    Wass.

    HASTO

  6. Assalamu’alaikum Wr… Wb….
    Terima Kasih Bang Yusril Mau Membuka diri lewat Blog. terus terang akhir-akhir ini kader PBB banyak yang kecewa pada Bang Yusril atas kejadian-kejadian Bang Yusril yang kami baca lewat media. oleh sebab itu lewat blog ini kami mencoba untuk mencetak tulisan Bang Yusril sekaligus kami mohon ijin untuk kami sebarkan kepada Kader-kader PBB di Kab. Sumenep agar kekecewaan mereka bisa terobati
    Wassalamu’alaikum Wr…. Wb…
    N. Anwar

  7. Assalamu’alaikum Pak Yusril,
    ingatkah anda dengan Sulistyo Nugroho Suryomurtjito?
    terima kasih karena telah menjadi teman yang baik terhadap beliau

    Aditya Imannudin Suryomurtjito,
    a.k.a
    -adit ting2-

  8. #107 Aditya Imannudin Suryomurtjito,

    Terima kasih atas komentarnya. Saya selamanya akan ingat dengan beliau, seorang sahabat baik yang saya kenal di Masjid Agung Al-Azhar sekitar tahun 1976. Kami sama-sama menjadi guru bela diri di tempat itu. Beliau seorang baik hati. Saya juga mengenal baik Hilda, yang kemudian menjadi isterinya. Saya bertemu lagi dengan Sulistyo ketika saya menjadi Menteri Kehakiman. Beliau bekerja di departemen itu. Saya tetap menganggapnya sebagai sahabat, tak pernah menganggapnya sebagai pegawai. Beliau telah wafat. Semoga Allah SWT menerima segala kebaikannya. Saya akan ingat selamanya, beliau sungguh orang baik.

  9. sebagai puteranya saya ingin mengucapkan terima kasih atas segala kebaikan anda,saya inget seumur hidupnya menjadi pegawai negeri papa adalah orang yang sangat “bersih”, beliau selalu enggan untuk menerima materi yg menurutnya “abu-abu”,apalagi yang “hitam”, dan beliau selalu cerita bahwa anda adalah menteri yang baik,pintar,bersih dan berwibawa.

    FYI, keluarga silat Al-Azhar selepas lebaran kemarin mengadakan silaturahmi di rumah kami,dan mereka berencana untuk mengadakan silaturahmi rutin seperti arisan yang akan diadakan tiap beberapa bulan sekali. Mungkin nantinya anda punya waktu luang untuk ikut serta dan bertemu kangen bersama. (kalau tidak salah,nama Mahendra baru anda pakai ketika di Al-Azhar bukan? :p )
    Nanti akan saya beritahu disini bila ada acara silaturahmi keluarga silat Al-Azhar lagi.
    =)

  10. Assalamu’alaikum

    Terima kasih atas tanggapan hangat abang,

    Mau lah kiranya, abang kisahkan lagi tentang penyalinan Tsamaratul Muhimmah Raja Ali bin Raja Ahmad dari tulisan Arab-Melayu ke dalam tulisan latin (Rumi).

    Tentang teater rakyat Dul Muluk (Abdul Muluk) sangat akrab bagi masyarakat Jambi. Walau, sedari kecil, saya tak pernah lagi melihat langsung, cuma dari cerita saja.

    Adapun bentuk kesenian Melayu Jambi yang pernah saya saksikan ‘Biduk Sayak’. Ini ada saya kisahkan dalam Cerpen saya: Biduk Sayak (Dimuat koran Batam Pos, tahun 2007). Insya Allah, kalau abang ada email akan saya kirimkan cerpen yang saya karang dirantau negeri orang.

    Sekian,

    Salam hangat dari Lembah Nil

    Ahmad David Kholilurrahman

  11. asalamualaikum wr.wb
    pak Yusril, saya Mahasiswa Fak.hukum Universitas Bengkulu,Saya sangat senang akhirnya pak Yusril punya Blog juga.
    mudah-mudahan pak Yusril bisa berbagi ilmu hukum nya di dunia bloger ya pak.
    pak Yusril kalau pak yusril ada waktu bisa dong datang ke Bengkulu kasih materi kuliah ke mahasiswa Unib.
    terima kasih Pak.

    Terima kasih banyak atas tanggapannya.Anda benar, sudah lama saya tak pernah ke Bengkulu. Pernah beberapa kali saya datang memberi kuliah umum di Universitas Bengkulu, juga Universitas Hazairin. Saya ingin lagi datang ke sana. Insya Allah jadualnya akan saya koordinasikan. (YIM)

  12. ass..pak yusril..saya ingin Bapak mencalonkan diri menjadi presiden. Maju terus Pak..Bravo Pak Yusril

  13. ass..maju terus pak pilpres 2009.bravo pk yusril

  14. Dgn adanya Blog ini, smoga dapat memberikan manfaat bagi netter untuk lebih mengenal bang Yusril dari hati-ke hati. Perlu diketahui sy pengagum berat abang terutama pada saat secara fulgar berdebat sbg Capres dgn Amin Rakus, maaf Rais maksud saya. Sy juga melihat perbincangan dgn Guru, orang tua dan dosen abang yaitu Prof yang tua ini, lupa namanya. Dari situ saya langsung kepincut dan jadi “idola” saya.
    Slamat berjuang bang, pantang mundur.

    Heriyanto ( Lampung)

  15. assalamu alaikum wr.wb. oom sangat rendah hati.

  16. Semoga langkah menuju RI 1 mulus Pak…

  17. Yth. Bpk Yusril Ihza Mahendra……..
    Bang klu boleh saya minta alamatnya

  18. Dear Pak Yusril,

    Salam kenal. Saya adalah seorang brand consultant.
    Dalam tulisan saya yang berjudul ‘Calon Presiden Alternatif. Distorsi Komunikasi Uncontrollable Media’ yang dimuat di majalah Warta Ekonomi belum lama ini, saya mengangkat kedekatan Bapak dengan blogger. Salut untuk bisa masuk dalam dunia yang satu ini dengan baik, karena tidak mudah untuk memperoleh komentar positif yang begitu banyak dari penduduk web 2.0 muda ini.

    Link tulisan tsb ada di sini: http://amaliamaulana.com/2008/10/27/calon-presiden-alternatif-distorsi-komunikasi-uncontrollable-media/

    Seperti yang saya angkat dalam tulisan, sayangnya saya masih menemukan distorsi terhadap pencitraan Bapak di tanggapan2 dalam artikel media yang dimuat di digital versionnya, yang saya sendiri tidak jelas profile dari orang-orangnya. Tetapi kesan saya, mereka adalah orang2 yang berusia diatas 35 tahun-an (kemungkinan non blogger). Ini juga saya validasi dengan melakukan interview kecil2an (bagian dari studi kualitatif) dan menanyakan bagaimana sikap terhadap Bapak – jawabannya masih seputar kegerahan masalah komitmen Bapak kepada keluarga (yang lama). Issue tsb yang paling menonjol.
    Agar citra Bapak lebih solid, harus dipikirkan juga Pak, bagaimana menangani kelompok yang satu ini.

    OK Pak..Sukses ya

    Amalia

  19. kapan nih bapak merencanakan jadi presiden RI. pasti kita dukung deh…

  20. as…pak yusril gmana kabarnya?dan saya sangat menidolkan pak dalam pilpres 2009..! krn pak yusril cerdassan takwa,dan bangsa indonesia saat ini butuh pemempin yang memang muda,cerdas,takwa……tapi saya sempat kecewa juga dengan pak karena pak tiba-tiba semangat pak tengtang pencalonan pak dalam pilpres salam penentuan calon tidak keluar,,,,,apa kendlnya pak,,,,?dan ada yang perlu saya tanyakan kepada pak,,,apa benar supremasi hukum negara kita itu benar salah,atau kuat lemah,? saya tunggu jawabanya pak…..

  21. maju terus pak yusril

  22. dan tak ketinggalan salam sukses dari saya

  23. Bang Yusril, saya tunggu lama sekarang muncul dengan sebagai blogger baru, saya dan keluarga ucapkan selamat dan sukses selalu.
    Salam dari Ciputat

  24. Assalamualaikum,

    Untuk rekan2 komentator saya usulkan untuk Assalamualaikum menggunakan kalimat Assalamualaikum…, jangan disingkat “ass”, karena “ass” bisa berarti “pantat”, semoga maklum.

    Wassalam,

  25. Zenal Ardani Kab. Bandung

    Pak Yusril, saya dari Bandung mengharapkan bapak untuk lebih berperan di Negeri ini dan terus memperjuangkan Piagam Jakarta melalui dunia politik. Allahu Akbar !!!!!!!

  26. pak Yusril,saya sebagai rakyat INDONESIA sangat bangga sama bapak yang berani mengedapan kan kebenaran.saya pun sangat prihatin atas penzoliman bapak.semoga bapak bisa menghadapi masalah ini dengan semangat bapak yang ada.saya sekeluarga mendo’a kan INSYA ALLAH bapak bisa menang dalam menhadapi masalah ini.kebenaran itu pasti akan menang pak……

  27. assalamualaikum wr.wb
    perkenalkan nama saya Dion Pribadi saelan, Saya penggemar berat Bapak sejak zaman reformasi. Kebetulan Ayah saya H.Ahmad Saelan adalah seorang kader PBB Jawa Barat, jabatan terakhir beliau di PBB adalah Wakil Ketua Umum DPW PBB JABAR dan pernah menjadi anggota DPRD Jabar dari PBB (beliau menitipkan salamnya untuk bapak ). Namun saya mengagumi bapak bukan hanya karena keaktifan Ayah saya di PBB, tapi karena saya selalu membaca dan mengikuti perkembangan karir politik Bapak baik melalui media cetak maupun televisi. Saya senang dengan gaya debat bapak yang santai,tidak emosi namun sangat cerdas dan tajam hingga bisa membuat lawan debat anda diam dan tidak berkutik. saya sangat kagum dengan kecerdasan pemikiran Bapak. Saya yakin, Bapak sebagai ahli Tata Negara mampu mematahkan semua sistem-sistem “ngawur” yang dapat menjebak Bapak. Semoga Bapak dapat terus memberikan ilmu dan pelajaran bagi rakyat kecil seperti saya agar berani melawan ketidakadilan. MATI SATU MATI SEMUA!!

    Wassalamu’alaikum Wr…. Wb…

  28. Pak yusril, Anda perlu belajar lebih bijaksana sedikit. Anda pandai dan cerdas. Tapi, itu tidak cukup. Rekam jejak Anda dalam 10 tahun terakhir adalah buktinya. Saya mencatat beberapa momen dimana Anda menjelek-menjelekkan mantan boss Anda, sejak Gus Dur hingga SBY. Saya justru kasihan pada pak Romli. Pak Romli itu cermin akademisi sejati. Anda nggak jelas, akademisi apa politisi? Jujur, sampai tahun 1998 saya termasuk pengagum Anda.

    Saya berterima kasih atas nasehat yang anda berikan, bahwa saya perlu bijaksana. Itu benar. Bukanlah saya bermaksud membela diri. Cobalah anda renungkan, apakah Gus Dur dan SBY bijaksana dan menghargai persahabatan? Gus Dur terpilih jadi Presiden setelah saya mundur dari pencalonan dan memberikan kesempatan kepada beliau untuk maju. Bisakah anda membayangkan Gus Dur akan menang, kalau saya tidak memberikan kesempatan kepada beliau? Namun, setelah jadi Presiden Gus Dur memecat saya tanpa alasan yang benar. Kemudian SBY. Bisakah anda membayangkan SBY akan jadi Presiden kalau saya — sebagai Ketua Umum PBB waktu itu — tidak menandatangani surat pencalonan beliau sebagai Presiden ke KPU, sehingga gabungan suara Partai Demokrat dan PBB akhirnya memenuhi syarat untuk mencalonkan pasangan Presiden dan Wakil Presiden? Namun, apa yang terjadi, ketika telah menjadi Presiden SBY memecat saya dari Mensesneg tanpa alasan yang jelas, sehingga dipertanyakan oleh Jusuf Kalla, waktu itu. Saya berpendirian bahwa sesama manusia, apalagi sesama teman haruslah saling menghargai, bukan melupakan teman apabila keinginan telah tercapai. Apalagi, kalau sudah berhasil, teman disuruh pergi, sementara lawan-lawan dijadikan teman, sekedar melunakkan musuh-musuh. Seumur hidup saya tak ingin membuat gara-gara dengan orang lain. Namun apabila saya diserang, mula-mula saya akan bertahan. Namun kalau serangan tak dihentikan juga, saya akan melakukan serangan balik. Apakah menurut anda, saya harus diam saja dan “nrimo” kalau saya diserang? Kalau anda berpikiran demikian, saya mohon maaf kalau pendirian kita berbeda. Rekam jejak yang anda miliki, saran saya, harus ditambah lebih banyak lagi data dan fakta, bukan sekedar yang diketahui melalui media massa, tetapi juga hal-hal yang tidak pernah diungkapkan kepada publik, supaya lebih adil dalam menilai. (YIM)

    Romly dengan saya memang beda. Romly adalah akademisi dan aktivis. Saya akademisi dengan nuansa politik yang kuat. Karena itu styl dalam melakukan perlawanan memang berbeda. Itu saja

  29. Ass.Wr.Wb, Prof… saya hormat kepada anda karena sudah berani… cuman dulu kenapa tidak berani, bergabung aja dengan Bang Buyung Nasution.. serta orang-orang yang jujur yang masih banyak manusia yang jujur di dunia ini apakah itu bisa bapak lakukan sesuai dengan perintah -Nya! saya yakin masih banyak waktu bapak mencari orang-orang yang jujur, Ikhlas, berwibawa, Satria, dan bertanggung jawab sesuai dengan Jihad Islami… ok! wassalam….

    Sejak dulu saya bergabung dengan para sesepuh seperti M Natsir, Sjafruddin Prawiranegara, Mohamad Roem, Rasjidi, Osman Raliby dll. Dengan Buyung Nasution, saya beda ideologi dan beda falsafah hidup. Jadi saya tidak ingin bergabung dengan beliau. (YIM)

  30. Ass. Wr. Wb

    Sy sangat mendukung langkah abang dalam menghadapi permasalahan Sisminbakum, agar jelas kedudukan dan keadaan sebenarnya. Kalo kita mau berpikir jernih dan memegang teguh ajaran agama kita khususnya Islam, KEDEPANKAN KEBENARAN DAN KEADILAN KEPADA SIAPAPUN tanpa melihat SIAPA DIA walaupun dengan lawan sekalipun. kenapa kita harus saling menjatuhkan, menfitnah, merugikan satu sama lain yang kesemuanya di Larang Oleh ALLAH SWT dan kesemuanya akan di ganjar dengan keburukan oleh ALLAH di Yaumil Mazhar nanti. Kenapa kita tidak saling mendukung, memberikan kebaikan sehingga ada ganjaran kebaikan di Yaumil Mazhar nanti. Melakukan keburukan ataupun kebaikan di muka bumi ini tdk akan memberikan KERUGIAN dan KEUNTUNGAN bagi sang Khalik ALLAH SWT malah yang menerima kebaikan dan kerugian adalah Manusia selaku mahluknya. Terus berjuang bang, semoga ALLAH SWT meridhoi setiap langkah abang dalam menegakkan kebenaran, Amiin

    Salam Hormat,
    Wass Wr. Wb

  31. dear bang yusril
    salam kenal, baru sekarang saya memberanikan diri untuk ikut komunitas abang, saya mengenal p’yusril waktu mendirikan partai PBB,namun setelah bang yusril tdk menjabat ketum lagi saya tdk melanjutkan ikut di partai, padahal saya telah menjadi kepala ranting di daerah saya…. hanya ucapan simpati yang bisa saya berikan, mudah2an ada hikmah yang bisa di ambil dari semua kejadian ini…banyak orang yang setia dan selalu mendukung abang.

  32. assalamu’alikum wr wb..
    saya sangat kagum dengan bpk prof. yusril irza Mahendra, di samping cerdas & taat terhadap agama,,saya selalu mendukung prof, kembali berjuang untuk bangsa ini, kibarkan partai PBB yang selama ini mulai redup, kami mendukung prof. dengan mengucapkan bismillah,,Allahu akbar…semoga ujian yang menimpa prof.akan mendapatkan hikmah dan terselesaikan dengan baik Amiin..

    wass.wr.wb

  33. ass
    teruslah berjuang untuk suatu cita2 yang besar. jangan mundur hanya karena didhalimi oleh orang-orang penuh keserakahan kekuasaan. Mereka hanya berkuasa diatas kekuatan, tapi tidak diatas kasih sayang.
    terus berjuang saudara muslim ku mereka akan mengkerdilkan islam. semoga alloh senantiasa memberi petunjuk dan kekuatan.

  34. kejanggalan Agung

    Kenapa baru sekarang bang komunikasi dengan rakyat, tapi tidak ada istilah terlambat dalam hidup ini, smg blok ini bermanfaat bagi abang dan kita semua (Pemuda BB)

  35. Pak, apakah sudah ada perkembangan lagi menyangkut perkara Sisminbakum ?? saya setiap hari membuka website bapak tetapi belum ada berita baru lagi nampaknya. Terima kasih

  36. bang YIM, saya baca berita terbaru bahwa abang sudah memberikan lampu hijau agar PBB bergabung dengan PPP. bagaimana ceritanya ini bang?? kami mohon bang YIM untuk menulis penjelasan pada blog ini.. terimakasih bang YIM atas penjelasannya…

  37. Amari hendak dimutasi dari posisi Jampidsus menjadi staff ahli kejaksaan..ada apa nih kira-kira bang yusril??

  38. saat ini bisa dikatakan indonesia dalam sakratul maut, negara ini lebih bangga minta investor daripada kelola SDA nya sendiri. memanglah para petinggi kita sukanya hanya tidur dan gaji mau besar,bisanya cuma memeras keringat rakyat, pajak dan pajak, sementara jalanraya banyak yang tidak layak, terus kemana uang pajaknya??.. tak lain masuk ke bang saku para pejabat.petinggi hanya cemas kehilangan kursi, kerja keras hanya hampa. negara ini bak kerbau bajak yang diikat hidungnya terus dipukul oleh bangsa asing, tidak punya harga diri. maunya inves terus, kerja keras dong!!!!!!!!!!….
    siapa lagi yang mau merubah bangsa ini sekalian kita.
    tu de point aja, mentri pendidikan tak tau pendidikan padahal pendidikan itu ujung tombak suatu bangsa,
    mentri parawisata tak tau budaya, hanya tau jual budaya dan 10 tahun lagi budaya indonesia akan punah oleh globalisasi, nah yg mengejutkan bintang pornopun akan meramaikan film kita, memanglah ini orang bali dak tau budaya orang selain bali.
    mentri SDM suka jual aset sama asing,
    jadi sakratul maut tepat berada didalam belanga NKRI..
    bagaimana BAPAK YUSRIL MENANGGAPI HAL INI??.. ASSALAMUALAIKUM…

  39. salam!!! Salam Sejahtera untuk qita semua, semoga rahmat, ridho n kebersamaan Tuhan yang maha kuasa sllu mengiringi setiap langkah n hembusan nafas ini..

    Di tengah-tengah situasi politik yg carut-marut, penegakan hukum yg amburadul, konstitusi yg lemah, d butuhkan seorang pemimpin yg cerdas, lugas, konsisten n bijaksana dan semua itu ada pada diri Bapak Yusril Ihza Mahendra…

    maaf Pak, pada kesempatan ini pula saya mohon ijin utk me-link situs blog bapak ini kedalam profil Facebook saya, semoga tulisan2 bapak ini bisa menerangi qita semua.. amiin… terimakasih..

    Ya. Silahkan saja. Terima kasih. (YIM)

  40. Assalamu’alaikum Bang Yusril, sudah lama rasanya tidak berkomunikasi dengan Bang Yusril… semoga Allah Ta’ala selalu menambahkan berbagai kebaikan kepada Abang. Dalam kesempatan ini saya ingin mengucapkan terimaksih yang sebesar-besarnya kepada Bang Yusril, karena termotivasi oleh figur Abang, dimana saya sebagai seorang yang dulu-dulunya tak menghiraukan dunia pendidikan–tak disangka tak diduga sekarang ini justru sikap saya berubah 360 derajat menjadi orang yang ingin selalu belajar . Bahkan saya menjadi gelisah dengan fenomena dunia pendidikan kita dimana banyaknya oknum-oknum penuntut ilmu pengetahuan yang begitu mudah untuk menghalalkan berbagai cara demi sebuah strata duniawi(padahal strata ini juga akan dipertanggungjawabkan diakhirat). Singkat kata saya ingin menyampaikan, semoga Allah Ta’ala kedepannya meridhakan Abang menjadi pemimpin Bangsa ini dan melalui tulisan-tulisan Abang di blog ini dapat memotivasi semua anak Bangsa untuk menjadi bangsa yang mau belajar dan bijaksana dalam semua hal..Amin..Wassalam Yudi (Pontianak)

  41. saya adalah orang yang sangat beruntung dan insyah allah bisa bersyukur.., saya mengenal bang yusril pada saat beliau sebagai menjabat ( menkumham )..sejujurnya sangat sulit mencari seorang pejabat seperti abang … ditengah kesibukan abang sebagai menteri ,abang masih sempat sempatnya meenhadiri kegiatan ormas yang saya pimpin dua kali tanpa imbalan satu sen pun… dan yang paling berkesan abang juga tidak mau mengunakan pasilitas dan kapasitas abang sebagai menteri hukum dan perundang-undangan…. termasuk sebagai ketua umum partai bulan bintang pada waktu itu…sebagai orang yang telah diberikan begitu besar kepercayaan, saya insya allah siap untuk berjuang bersama abang..

    tertanda heru gautama (mantan ketua himasbabel dan ikmb kota batam) menetap digantung saat ini

  42. selamat bang Yusril..
    kalo bapak selama ini banyak belajar dr tokoh-tokoh di Indonesia dan malaysia
    justru saya telah lama menganggumi bang Yusril…

  43. ass wr wb bang saya teman menyertai abang pada kampanye lalu menyusuri lingkar selatan kabupaten bolaang mongondow raya,bersama bang jurhum,secara jujur saya prihatin ats apa yng menimpa abng sekarang ini tapi terus berjuang bang karena jalan yng lurus itu sulit lagi mendaki harapan anak bangsa ini tertumpu pada perjuangan abang insya allah kita akan menang walaupun itu tak semudah membalikan telapak tangan.

    Ya saya masih ingat. Terima kasih atas komentarnya (YIM)

  44. penampilan abang di Metro Tv brsm Denny Indrayana, memprlihtkn betapa Denny shrsnya lbh bnyk berkaca dan belajar lg ttg penegakan hukum di Indonesia, trutama politisi “picik” yg dibelkg Denny, mski ada komentar miring ttg abang, tetapi toh banyak jga komentar positif utk abang, hemat saya, abang memang figur yg kompeten, mumpuni, berkapasitas profesional, dan berani melawan kezaliman rezim, jd tdk ada alasan utk tdk bersaing meraih kepemimpinan nasional thn 2014. kalangan muda dan tua berjiwa muda dan muda brjiwa kemapanan, dan anti kediktatoran, siap mendukung abang jd presiden. selamat berjuang!!!

  45. Revolusi Timur tengah memasuki babak baru, Partai Islam mendominasi perolehan suara pada pemilu di beberapa Negara, Tunisia, Mesir, dll ini membuktikan rakyat merindukan seorang Pemimpin bukan Penguasa yang diyakini akan mampu menyelesaikan persoalan bangsa terutama untuk memenuhi rasa Keadilan… Pengantar tulisan Prof. Dr Y.I.M hemat saya sangatlah Bijaksana, Kami salahsatu Rakyat Indonesia merindukan sosok Pemimpin yang mumpini seperti Abang, Argumen cemerlang yang dapat dipertanggungjawabkan ketentuan Agama selalu dikedepankan, semoga Pemilu Mendatang Rahmat Islam benar-benar akan terwujud melalui kepemimpinan Prof. Dr. YUSRIL IHZA MAHENDRA dan saya do’akan semoga Tetap Istiqomah untuk selalu mencontoh gaya kepemimpinan Rasulullah ” Muhammad S.A.W ” serta para Khalifah sesudahnya, Amien…( JIKA DI INDIA KAU BAGAIKAN DR. ZAKIR NAIK atau AHMAD DEEDAT ) dengan ceramahnya membuat orang awam mudah mengerti dan memahami karena pendapat yang disampaikannya didukung oleg argumentasi yang benar, wallohu’alam.

  46. Alhamdulillah, semoga Pak Yusril senantiasa diberikan kesehatan sehingga dapat share di blog ini

  47. ass.wr.wb
    salam kenal bang ysuril, dari riko oktavian anak dari Bpk. Afifudin dari Bengkulu.
    Bank apakah moratorium yang dikeluarkan oleh Menkumham tentang Remisi dan Pembebasan bersyarat untuk narapidana korupsi akan di biarkan saja berlarut-larut???
    udah lebih satu bulan dari ketentuan Komisi III DPR RI untuk menyelesaikan masalah tersebut tapi tak kunjung ada penyelesaiannya juga.
    Orang Tua saya sudah menjalani hukuman selama 19 bulan dari hukuman 2 tahun, seharusnya bulan Februari 2012 sudah keluar tapi karena moratorium tersebut sampai hari ini belum kerluar juga.
    tindak pidana orang tua saya itu hanya Rp. 24 juta bang.
    tolong perhatiannya bang yusril…kami orang yang lemah dan ngga mampu.
    karena hal ini bukan hanya orang tua saya saja yang dihukum tapi semua keluarga jadi merasakan imbas dan dirugikan.

  48. maju terus

  49. prof yusril,boleh nanya masalah hukum g prof?
    begini bang,apakah bisa polisi memeriksa saksi2 seorang tersangka dhotel?

  50. Assalamualaikum ww,
    Prof yusril !!! di bLog ini kami merasakan ada nilai Plus dalam berwacana Hukum , Sosila dan Berbudaya . Semoga Niatan dengan Ibadah menjadikan Rachmat dan Barokah bagi kiata semua. Komunitas Umat / Bangsa Indonesia MEMERULAKAN Sosok Prof Yusril yang peduli dengan Kehidupan Yang Terasa sekarang ini , begitu sulit Mencari Keadlian yang Hakiki . Marilah kita bermunajat kepada Allah SWT , semoga rakyat yang Survivel dan akan Survice bisa di berhasil. Amiin !!!
    Pengalaman kaum Pekerja dalam proses Hukum di Pengadilan seperti di PHI di permainkan oleh Mafia Hukum.
    Mencari keadilan di era sekarang sangat – sangat Susah . Mudah-mudahan blog ini bisa membantu Komunitas dan wacana hukum yang adil dan beradab . Amiin !!! Wasalam .

Leave a Reply


Warning: include_once(/home/yusril/public_html/yusril/wp-content/themes/Transcript/ads/innerpage_300x250.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/yusril/public_html/yusril/wp-content/themes/Transcript/innerWideSidebar.php on line 11

Warning: include_once(): Failed opening '/home/yusril/public_html/yusril/wp-content/themes/Transcript/ads/innerpage_300x250.php' for inclusion (include_path='.:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php') in /home/yusril/public_html/yusril/wp-content/themes/Transcript/innerWideSidebar.php on line 11