Beranda

UCAPAN TERIMA KASIH

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh,

Saya ingin mengungkapkan rasa syukur ke hadirat Allah SWT, dan mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, atas segala saran, sambutan dan komentar atas blog yang baru saya ciptakan ini. Saya menyimak dengan sungguh-sungguh semua masukan yang telah diberikan. Saya menganggap semua itu sangat berharga bagi saya, sebagai seorang pemula di dunia blog.

Saya telah bertemu secara langsung dengan rekan-rekan, Jay, Priyadi, Vavai dan beberapa yang lain. Kami berbincang-bincang lebih satu jam. sambil minum dan makan malam di Billiton Bistro, Plaza Senayan, Jakarta, hari Rabu malam tanggal 7 November yang lalu. Pertemuan itu saya rasakan sungguh sangat berharga. Saya bukan saja dapat berkenalan secara langsung dengan mereka yang telah relatif lama berkecimpung di dunia perblogan, tetapi juga dapat menimba ilmu dengan mereka. Dengan pertemuan itu, maka segala keraguan, spekulasi dan syak-wasangka yang semula ada atas diri saya, dapat diakhiri. Kalau menggunakan istilah agama, rekan-rekan itu bukan saja “ainul yaqin” (percaya karena menyaksikan dengan mata kepala), tetapi juga menjadi “haqqul yaqin” (sungguh-sungguh percaya di alam pikiran dan hati). Atas kebaikan dan saran mereka, serta rekan-rekan yang lain, akhirnya saya membuat blog saya sendiri, sebagai wahana bertukar pikiran.

Vavai bahkan telah berbaik hati membantu saya membuat blog yang baru, dengan disain dan penampilan, yang Insya Allah, akan lebih baik daripada blog saya yang ada sekarang ini. Dengan blog yang baru itu nantinya, rekan-rekan yang ingin menyampaikan komentar, akan lebih mudah melakukannya. Saya ingin membuka ruang yang selebar-lebarnya pada blog saya ini, sehingga mereka yang bukan “blogger” juga dapat mengakses dan menyampaikan komentar mereka. Saya ingin belajar, mendengar dan memperhatikan pandangan dari semua orang, tanpa mempersoalkan siapa orang itu. Mungkin pandangan kita berbeda, bahkan bertentangan satu sama lain. Tetapi tidak mengapa. Saya percaya bahwa hikmah dan kebijaksanaan, akan kita peroleh di tengah benturan pendapat yang berbeda-beda. Meskipun demikian, dalam rangka pembelajaran bagi kita semua, alangkah baiknya jika suatu pendapat yang kita kemukakan, didasari oleh argumentasi-argumentasi sebagai pendukungnya. Pandangan yang sinis — mohon maaf saya menggunakan istilah ini — tetapi tanpa argumen, walaupun tetap harus kita hormati, namun kurang bermakna bagi kita yang dahaga akan pengetahuan, hikmat dan kebijaksanaan.

Seperti telah saya ungkapkan dalam Kata Pengantar, saya hanyalah seorang hamba Allah yang dhaif. Pengetahuan saya sangatlah terbatas. Karena itu, saya berlindung kepada Allah SWT, agar saya dijauhkan dari sikap “ngotot” dan ingin benar sendiri. Saya selalu mengemukakan pendapat dengan dilandasi oleh suatu argumen. Kalau ternyata, dalam suatu pertukar-pikiran, saya menemukan pendapat orang lain yang didukung oleh argumen yang lebih kokoh dibandingkan dengan argumen yang saya miliki, maka saya dengan tulus dan ikhlas akan meninggalkan pendapat saya, dan mengikuti pendapat orang lain itu. Saya selalu memohon kepada Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, semoga saya dijauhkan dari segala sikap takabur, riya dan sombong. Semoga pula Dia senantiasa menyirami batin dan pikiran saya, dengan sikap tawaddhu’ dan rendah hati.

Sebelum mengakhiri ungkapan terima kasih ini, saya ingin mengajak rekan-rekan semua untuk tetap menggunakan bahasa yang baik, sopan dan saling menghormati, walaupun mungkin kita berbeda dalam mengemukakan pendapat. Saya banyak menimba ilmu dalam berpolemik dengan beberapa tokoh, antara lain Mohammad Natsir, Mohamad Roem, Sjafruddin Prawiranegara, Buya Hamka dan Sutan Takdir Alisjahbana. Semua beliau itu, yang kini semuanya telah wafat, adalah guru saya dan membimbing saya secara langsung. Saya juga belajar kepada Syed Muhammad Naqieb al-Attas, seorang filsuf dan cendekiawan Malaysia. Saya pernah berpolemik dengan Nurcholish Madjid, Affan Ghaffar, Fachry Ali dan berkali-kali terlibat perdebatan lisan dengan beberapa tokoh di dalam maupun di luar negeri. Saya menelaah dengan tekun Polemik Kebudayaan tahun 1930-an antara Sutan Takdir Alisjahbana dengan Armijn Pane. Saya telaah juga polemeik Soekarno dengan Mohammad Natsir tentang agama dan negara menjelang kita merdeka. Saya baca juga perdebatan antara Sutan Sjahrir, Sjafruddin Prawiranegara dan sejumlah tokoh lain di era tahun 1950-an.

Perdebatan-perdebatan klasik dalam filsafat dan ilmu kalam juga saya telaah dengan seksama. Saya mempelajari dengan tekun balas pendapat antara Al-Ghazali dengan Ibnu Rusjd, antara Ibnu Taymiyyah dengan banyak pemikir, dan seterusnya. Bahkan, saya juga menelaah dengan tekun perdebatan yang cukup keras tentang “dasar negara” di Majelis Konstituante RI antara tokoh-tokoh Masyumi, PNI, PKI, PSI dan tokoh-tokoh lainnya. Semua polemik dan perdebatan itu, pada umumnya dilakukan dengan sportif, argumentatif, menggunakan bahasa yang baik, dan tidak pernah menyerang pribadi seseorang, yang tidak ada relevansinya dengan topik perdebatan.

Akhirnya, saya mohon maaf tentang penggunaan bahasa. Beberapa rekan mengkritik saya karena bahasa saya sangat dipengaruhi oleh Bahasa Melayu klasik. Saya mohon maaf atas semua itu. Namun anehnya, beberapa tahun yang lalu, saya dan Susilo Bambang Yudhoyono, pernah diberi penghargaan oleh Pusat Bahasa, sebagai penguna Bahasa Indonesia yang baik. Saya sendiri sebenarnya heran dengan penghargaan itu. Di atas semua itu, sejujurnya saya katakan, bahwa saya mengikuti nasehat Raja Ali Haji bin Raja Ahmad, seorang pujangga Melayu keturunan Bugis yang hidup di abad 19. Beliau pernah berkata bahwa bahasa itu menunjukkan bangsa. Bahasa yang baik, menunjukkan bangsa yang baik. Bahasa yang buruk, menunjukkan bangsa yang buruk pula.

Wallahu’alam bissawwab.

Cetak artikel Oleh Yusril Ihza Mahendra — November 8th, 2007

118 tanggapan untuk “UCAPAN TERIMA KASIH”

Pages: « 1 2 [3] 4 » Show All

  1. "Sang Elang" Fathoni Arief (komentar #61)

    Selamat Buat Pak Yusril! Semoga dengan media blog semua pemikirannya bisa disebarluaskan.

    Yang pasti kami menunggu posting2an selanjutnya. Sehingga nantinya kami bisa belajar dan tahu siapa Yusril dan seperti apa pemikirannya.

    Selamat

  2. resti (komentar #62)

    hmmm kayaknya abang sibuk nih, sehingga tanggapan atas komen yang masuk cuma sedikit…biasanya kan, nulisnya panjang-panjang.

    *ketauan, tiap hari nengok kesini terus*

  3. Yusril Ihza Mahendra (komentar #63)

    Untuk Resti,
    Assalamu’alaikum,

    Saya berterima kasih atas sarannya. Baik saran pada posting pertama tulisan saya, maupun saran yang terakhir ini. Mohon maaf kalau style penulisan dalam posting saya, terasa paragrafnya terlalu panjang. Berulangkali saya mengedit tulisan itu, namun ketika ditampilkan, hasilnya masih saja seperti itu.

    Blog baru yang saya persiapkan atas bantuan Vavai dan Thomas, Insya Allah akan selesai dalam waktu dekat. Mungkin style penulisan di blog baru ini akan lebih baik. Walau paragraf tulisan saya panjang, namun setidaknya tidak terlalu melelahkan mata dalam membacanya.

    Saya mohon maaf tidak dapat merespons komentar satu demi satu. Adakalanya, saya memberikan tanggapan umum saja. Namun adakalanya pula, saya memberikan respons cukup panjang terhadap sebuah komentar. Namun, kepada siapa saja yang telah membaca tulisan saya, apalagi dengan sukarela menyampaikan komentar, saya sungguh mengucapkan terima kasi.

  4. Chrisna Suhada (komentar #64)

    Sampai detik ini…
    Saya masih saja ‘kekeuh’ untuk melihat dan merasakan langsung negara ini di pimpin oleh intelek muda, berani, tegas, dan taktis… seorang negarawan penuh kematangan, berpengalaman dan tidak lupa penuh nuansa keislaman… yang ada dalam diri seorang Yusril Ihza Mahendra..

    Entah kenapa, smua brawal ketika pemilu di siarkan langsung di stasiun TV (thn 1999), histeria saya larut ketika mendengar nama Yusril Ihza mengemuka dalam barisan calon presiden masa itu (walaupun sayang sekali, mundur krn suatu alasan kbenaran dan prsaudaraan “ukhuwah islamiyah”) dan sjak saat itu saya mencari tahu profil, jatidiri hingga tulisan Yusril Ihza Mahendra. Buku2 biografi, wawancara2 di station tv, browse di internet, hingga sampai lah saya menjejakkan kaki di rumah Bp. Yusril di Belitung Timur (disambut oleh Ibunda nya tercinta).

    Rasa haru dan bangga dapat menyelami pemikiran dan pandangan serta panutan seorang Yusril Izha Mahendra.

    Kepada Yth. Bp. Yusril Ihza Mahendra, kiriman tulisan ini adalah wujud dukungan, doa, dan harapan seorang anak bangsa yang mungkin mewakili suara kbanyakn anak muda lainnya di negeri ini… Majulah pada pemilihan presiden 2009. Menang atau kalah adalah perkara lain, taopi setidaknya, negara ini mencatat itikad baik bapak untuk mengurusi negeri yang sedang terombang-ambing ini. Saya percaya ketegasan dan kemampuan anda akan memperbaiki keadaan negara.

    Mobilisasi dukungan?? saya akan berada di baris terdepan… dan langkah ini teryakini tidak akan pernah tertahan. doa dan dukungan bagi perjuangan…

    Salam,

    Chrisna Suhada

  5. resti (komentar #65)

    wah..saya tidak melarang bang yusril posting tulisan panjang2 lo..cuma tadi heran aja…biasanya nulis banyak, kok cuma sedikit. kalo memang lagi sibuk, ya tak apa. Terus terang, saya memang menanti2 tulisan abang berikutnya.

    Saya sendiri kenal dunia blog, sejak hobby mencari2 resep masakan dan berita. membaca berita di internet juga yang membuat saya mencari2 berita tentang roy suryo sehingga akhirnya membawa saya ke blog priyadi dan jay (yang kebetulan, ternyata adik kelas saya di sma 3 bandung). Bedanya, bang yusril jadi kenal jay dan priyadi, gara2 googling soal cheng ho.

    Kalo buka internet di malam hari, sekarang suami saya jadi ikutan nyari postingan bang yusril yang terbaru…heheheh…

  6. aLe (komentar #66)

    terima kasih juga om telah meramakan dunia bLog ^^v

  7. Mindy (komentar #67)

    Wah saya senang Pak Yusril bikin blog. Selamat datang di dunia blog. Coba semua tokoh politik bikin blog juga hehehe

  8. adem (komentar #68)

    Ass…!. bpk yusril!. blog-nya di”percantik” donk!, agar para pembacanya gk BT pak!. ok pak!. Wass….!.

  9. mas adi (komentar #69)

    Selamat Pak!
    Posting juga dong pengalaman Bapak selama menjabat sebagai Menteri.
    Kita-kita pingin tau apa suka dan dukanya selamat Bapak menjadi Menteri
    Thanks Pak…
    Selamat Berkarya..!

  10. resti (komentar #70)

    horeee!!!
    akhirnya abang punya blog sendiri yang baru. ntar fotonya ditambah ya bang…

    saya lagi bingung, kenapa untuk artikel yang diposting tanggal 1 dan 13 november ga bisa dibuka ya? admin kantor kadang ngeselin juga….maksudnya memblokir situs2 tak sopan, kok artikel2nya abang ikut terblokir juga. Asal nih, filter kantor. kadang hari ini bisa, besok ga bisa dibuka. Atau malah sebaliknya.

    tapi kalo yang di blogspot, masih bisa dibuka. Aneh nih, kriterianya. maaf ya bang, jadi curhat sama abang…

  11. Fea (komentar #71)

    Assalamualaikum pak,,

    Kemarin aku baca harian lokal yang disalah satu beritanya mengenai pak yusril yang membuat blog pribadi. Surprise banget, soalnya aku juga baru di dunia blog ini.

    Boleh kasih saran ga pak??

    Gimana kalo Blog bapak buat lebih narsis lagi, misalnya dengan menambah foto-foto terbaru atau font nya buat beragam dan berwarna sehingga lebih menarik buat dibaca.. Tapi sejauh ini hebat banget seorang pejabat seperti bapak bisa nge-blog juga,,,

    Wassalam

  12. adis (komentar #72)

    good day sir…

    hi, my name’s adis, and i’m currently studying at padjadjaran university, majoring in communication. first of all i’d like to say welcome to world of blogs. i’m also a blogger, well, not a good one i must say, since i find it difficult to write every detail in my life and then publish them in my blog..

    anyway,

    i was working with my minor thesis when i first heard about your blog, and that was 2 days ago actually.

    i’m focusing my research on the strategy of rhetoric used in personal blog, and i’m using Angelina Sondakh’s blog.

    but it was history. since 2 days ago, i really reconsider my object of research. i googled your blog, read it, and just sit there in my room, thinking would it be hard for me if i’m changing the object..

    but now, my decision is final.

    i’m using your blog. and start working from scratch. well, not really though, cos i’m still in my first chapter. but of course there will be some extra work. not to mention running around campus to find my lecturer.. i need his approval!! =)

    so, this is me, with my humble heart, asking for your permission to make this personal blog of yours as an object of my research. basicly, i’m just gonna work with what you have write in this blogs, and since i’m using rhetoric analysis from roman jakobson, an interview is not really necessary. BUT, of course, that would be an honor if you willing to share some of your personal opinions about this blog with me.

    in a nutshell, please please please…

    let me work with this. this topic is really gets my attention. and hopefully i’d be able to complete my final project by the end of January. cos if it’s not, then i wont be able to go to Boston in February. see, i’m one of the delegates from my Univ, and we’ll participating in Harvard National Models United Nations. i’m representing the republic of Honduras in the Organizations of American States Committee. those political knowledge of yours would come in handy i bet..

    well, thanks in advance for your attention.. and i’m really looking forward to hear from you..

    best regards,,

    adis.

  13. jalansutera (komentar #73)

    Fantastik membaca tulisan pak Yusril ini. Nampak sekali kalau Anda ini orang yang berpendidikan. Alur kalimatnya enak dibaca. Argumentasinya mudah diikuti. Dan bahasanya sangat santun. Selamat ngeblog, Pak. Semoga di tengah kesibukan yang nantinya akan Anda alami jika nanti memegang jabatan di pemerintahan lagi tidak akan menghalangi Anda untuk terus ngeblog. Selamat pak…

  14. Lukman Payapo (komentar #74)

    Ass. Wr. Wb.
    Yg terhormat Pak Yusril Ihza Mahendra.

    Sesuai dengan tema kolom “UCAPAN TERIMA KASIH” ini, apabila diperkenankan untuk mengemukakan pendapat kaitannya dengan polemik yg bapak tekankan, saya berharap sebagaimana pendapat dari komentator sebelumnya bahwa media ini dapat dijadikan sarana klarifikasi dan rehabilitasi politik terhadap segala masalah yg menimpa bapak terutama yg terjadi menjelang Reshuffle Jilid II.

    Pemberitaan yg tidak balance dari berbagai media massa khususnya terkait dengan Kasus AFIS dan BNP Paribas yg saya amati hingga saat ini, masih dipahami secara salah oleh masyarakat awam karena belum sepenuhnya mereka mengerti bahwa kaidah hukum tidak dapat diinterpretasikan dengan suatu logika politik.

    Masalah Conflict of Interest yg sering dipermasalahkan oleh beberapa pengamat juga sekiranya harus bapak sikapi juga dengan adanya penjelasan yg jernih (Ta’bayun) dan normatif dalam bentuk sebuah telaahan akademik seperti masalah legal opinion perdata umum (kasus paribas) yg bapak keluarkan, legalitas keputusan prinsip penunjukkan langsung, ketidakhadiran bapak dalam persidangan (kasus AFIS), dan lain sebagainya. Hal ini yg menurut pendapat saya sering dijadikan pembalikan publik opini yg tidak fair melalui pemberitaan oleh berbagai media massa di tanah air dan harus segera disikapi.

    Fa’zaakir In’namaa Anta Muzakkir..

    Menjelang Pemilu 2009, menurut pendapat saya ‘Media’ dapat ditunggangi oleh berbagai kepentingan elite baik untuk mencari dukungan publik ataupun menjatuhkan lawan politik. Saya yakin bahwa Bapak dapat lebih arif dan bijaksana menyikapi polemik pemberitaan yg masih simpang siur, sekaligus memberikan pendidikan politik yg proporsional bagi masyarakat.

    Terima kasih atas perhatian Bapak. Ini hanya sekedar pendapat awam dari saya yg concern terhadap masalah politisasi media yg sudah melenceng jauh dari objektivitas, netralitas, dan kode etik jurnalistik.

    Wass. Wr. Wb.

  15. Irvan (komentar #75)

    wah, salut pak. di tengah kesibukannya masih sempet nge-blog.
    yang penting jangan kalah ama abege pak. :D

    -IT-

  16. Yusril meets bloggers, gets a makeover in his blog « Unspun (komentar #76)

    [...] also a makeover of his log from Vavai. Now it looks clean, professional and in his latest posting Ucapan Terima Kasih Yusril acknowledges all the help. Result: a whole heap of [...]

  17. Wazeen (komentar #77)

    selamat atas blog barunya pak, ditunggu postingan-postingan berikutnya, pak post dalam bahasa inggris juga dong agar ide-ide bapak tidak hanya muter di Indonesia aja. salam dari saya

  18. Oktady (komentar #78)

    Sudah lama ingin lihat Tokoh Indonesia ngeblog , jadi bisa tukar pikiran secara langsung. Tapi blognya jangan di isi ma ajudan pa lagi asisten ya pak , seperti website “tokoh yang lain”.
    Semoga setelah bapak buat blog akan di ikuti oleh bapak-bapak yang lain.

    Salam kenal , bravo

  19. frieda (komentar #79)

    berita yang bagus banget ini pak, kapan ngebangun Bangka-Belitung jadi lebih maju lagi ni pak…. :-)
    salam kenal…

    Frieda

  20. Ollie (komentar #80)

    Selamat datang, Pak! :)

  21. iman brotoseno (komentar #81)

    sekali sekali di ceritakan pengalaman menjadi bintang film, dalam lakon Cheng Ho…
    Salam

  22. susanto (komentar #82)

    Pak Yusril Yth,
    Mudah-mudahan Allah SWT selalu memberikan kesehatan lahir bathin buat Bapak dan keluarga.Amin
    Saya sangat senang dengan adanya blog Pak Yusril.Setidak bapak dapat membagi pengalaman.Saya amat terkesan dengan tulisan “Akhirnya semua kita akan pergi.” sebagai penyegar dan instropeksi diri bahwa semuanya yang di dunia fana ini tidak ada yang abadi.
    Ditunggu tulisan-tulisan lainnya.
    Susanto
    urang belitong dan tinggal di belitong

  23. Aris Kelana (komentar #83)

    Samlekom Bang.. Ditunggu postingan2nya, Bang.

    Aris @batam

  24. Muhammad Rachmat (komentar #84)

    dulu ddiriku pernah mendukung, untu jadi presiden PESIDEN RI…………………..
    dulu ddiriku pernah mendukung, untu jadi presiden PESIDEN RI…………………..
    dulu ddiriku pernah mendukung, untu jadi presiden PESIDEN RI…………………..

  25. Yoanes Bandung (komentar #85)

    Selamat siang Pak Yusril

    Selamat datang di dunia tanpa batas Pak. Perkenankan saya memperkenalkan diri, nama saya Yoanes Bandung di Bandung. Saya pribadi merasa sangat salut di tengah kesibukan Bapak yang sedemikian rupa, Bapak menyempatkan diri untuk berbagi banyak hal tentang pemikiran dan pengalaman hidup Bapak bagi khalayak umum.

    Saya menunggu tulisan-tulisan Bapak yang lain.
    Terimakasih dan salam,

    Yoanes Bandung
    http://ybandung.wordpress.com

  26. amril (komentar #86)

    Assalamu Alaikum,Wr.Wbr.
    Selamat datang di blogosfer Indonesia Pak Yusril. Sangat menyenangkan membaca buah fikiran bapak yang mencerahkan di blog ini.
    Saya kepingin sekali membaca pengalaman “dibalik kamera” Pak Yusril ketika main film, mungkin banyak hal-hal yang menarik disimak dari pengalaman tersebut.
    wassalam,

  27. Tamim (komentar #87)

    selamat datang pak. saya termasuk orang yang pernah kagum, pernah kecewa, dll dengan anda.
    namun saya salut dengan Anda membuka keterbukaan melalui ngeblog(sesuatu yang sangat langka dari public figure kita). dan semoga ini dapat memupus sya’wa sangka dan wahana diskusi yang positif dan bermartabat…

    welcome to the digital jungle…

  28. Antara Cheng Ho, Yusril dan blog « Tamim’s (komentar #88)

    [...] Komentator yang setengah percaya kemudian menyarankan orang yang mengaku Yusril ini untuk membuat blog sendiri saja. Yusril menjawab kalau dia tidak tahu apa itu blog dan tidak begitu faham internet. Dia hanya ingin menanggapi antusiasme publik tentang Cheng Ho ini. Dan untuk memastikan bahwa orang tersebut memang Yusril, Jay dkk akhir nya kopi darat, dan ternyata orang ini memang benar-benar Yusril. Dari pertemuan ini akhirnya lahirlah blog-nya pak Yusril (http://mahendra-ihza-yusril.blogspot.com/ kemudian pindah ke http://yusril.ihzamahendra.com). [...]

  29. hanny (komentar #89)

    Wah, layout barunya menyegarkan mata, semakin mudah dibaca, paragrafnya pun sudah lebih ramah di mata. Ditunggu update-nya ya, Pak! :)

  30. putra (komentar #90)

    sepp…berjuanglah untuk kemajuan indonesia
    peacee

Pages: « 1 2 [3] 4 » Show All

Punya pendapat? Sampaikan pendapat Anda