Beranda

UCAPAN TERIMA KASIH

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh,

Saya ingin mengungkapkan rasa syukur ke hadirat Allah SWT, dan mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, atas segala saran, sambutan dan komentar atas blog yang baru saya ciptakan ini. Saya menyimak dengan sungguh-sungguh semua masukan yang telah diberikan. Saya menganggap semua itu sangat berharga bagi saya, sebagai seorang pemula di dunia blog.

Saya telah bertemu secara langsung dengan rekan-rekan, Jay, Priyadi, Vavai dan beberapa yang lain. Kami berbincang-bincang lebih satu jam. sambil minum dan makan malam di Billiton Bistro, Plaza Senayan, Jakarta, hari Rabu malam tanggal 7 November yang lalu. Pertemuan itu saya rasakan sungguh sangat berharga. Saya bukan saja dapat berkenalan secara langsung dengan mereka yang telah relatif lama berkecimpung di dunia perblogan, tetapi juga dapat menimba ilmu dengan mereka. Dengan pertemuan itu, maka segala keraguan, spekulasi dan syak-wasangka yang semula ada atas diri saya, dapat diakhiri. Kalau menggunakan istilah agama, rekan-rekan itu bukan saja “ainul yaqin” (percaya karena menyaksikan dengan mata kepala), tetapi juga menjadi “haqqul yaqin” (sungguh-sungguh percaya di alam pikiran dan hati). Atas kebaikan dan saran mereka, serta rekan-rekan yang lain, akhirnya saya membuat blog saya sendiri, sebagai wahana bertukar pikiran.

Vavai bahkan telah berbaik hati membantu saya membuat blog yang baru, dengan disain dan penampilan, yang Insya Allah, akan lebih baik daripada blog saya yang ada sekarang ini. Dengan blog yang baru itu nantinya, rekan-rekan yang ingin menyampaikan komentar, akan lebih mudah melakukannya. Saya ingin membuka ruang yang selebar-lebarnya pada blog saya ini, sehingga mereka yang bukan “blogger” juga dapat mengakses dan menyampaikan komentar mereka. Saya ingin belajar, mendengar dan memperhatikan pandangan dari semua orang, tanpa mempersoalkan siapa orang itu. Mungkin pandangan kita berbeda, bahkan bertentangan satu sama lain. Tetapi tidak mengapa. Saya percaya bahwa hikmah dan kebijaksanaan, akan kita peroleh di tengah benturan pendapat yang berbeda-beda. Meskipun demikian, dalam rangka pembelajaran bagi kita semua, alangkah baiknya jika suatu pendapat yang kita kemukakan, didasari oleh argumentasi-argumentasi sebagai pendukungnya. Pandangan yang sinis — mohon maaf saya menggunakan istilah ini — tetapi tanpa argumen, walaupun tetap harus kita hormati, namun kurang bermakna bagi kita yang dahaga akan pengetahuan, hikmat dan kebijaksanaan.

Seperti telah saya ungkapkan dalam Kata Pengantar, saya hanyalah seorang hamba Allah yang dhaif. Pengetahuan saya sangatlah terbatas. Karena itu, saya berlindung kepada Allah SWT, agar saya dijauhkan dari sikap “ngotot” dan ingin benar sendiri. Saya selalu mengemukakan pendapat dengan dilandasi oleh suatu argumen. Kalau ternyata, dalam suatu pertukar-pikiran, saya menemukan pendapat orang lain yang didukung oleh argumen yang lebih kokoh dibandingkan dengan argumen yang saya miliki, maka saya dengan tulus dan ikhlas akan meninggalkan pendapat saya, dan mengikuti pendapat orang lain itu. Saya selalu memohon kepada Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, semoga saya dijauhkan dari segala sikap takabur, riya dan sombong. Semoga pula Dia senantiasa menyirami batin dan pikiran saya, dengan sikap tawaddhu’ dan rendah hati.

Sebelum mengakhiri ungkapan terima kasih ini, saya ingin mengajak rekan-rekan semua untuk tetap menggunakan bahasa yang baik, sopan dan saling menghormati, walaupun mungkin kita berbeda dalam mengemukakan pendapat. Saya banyak menimba ilmu dalam berpolemik dengan beberapa tokoh, antara lain Mohammad Natsir, Mohamad Roem, Sjafruddin Prawiranegara, Buya Hamka dan Sutan Takdir Alisjahbana. Semua beliau itu, yang kini semuanya telah wafat, adalah guru saya dan membimbing saya secara langsung. Saya juga belajar kepada Syed Muhammad Naqieb al-Attas, seorang filsuf dan cendekiawan Malaysia. Saya pernah berpolemik dengan Nurcholish Madjid, Affan Ghaffar, Fachry Ali dan berkali-kali terlibat perdebatan lisan dengan beberapa tokoh di dalam maupun di luar negeri. Saya menelaah dengan tekun Polemik Kebudayaan tahun 1930-an antara Sutan Takdir Alisjahbana dengan Armijn Pane. Saya telaah juga polemeik Soekarno dengan Mohammad Natsir tentang agama dan negara menjelang kita merdeka. Saya baca juga perdebatan antara Sutan Sjahrir, Sjafruddin Prawiranegara dan sejumlah tokoh lain di era tahun 1950-an.

Perdebatan-perdebatan klasik dalam filsafat dan ilmu kalam juga saya telaah dengan seksama. Saya mempelajari dengan tekun balas pendapat antara Al-Ghazali dengan Ibnu Rusjd, antara Ibnu Taymiyyah dengan banyak pemikir, dan seterusnya. Bahkan, saya juga menelaah dengan tekun perdebatan yang cukup keras tentang “dasar negara” di Majelis Konstituante RI antara tokoh-tokoh Masyumi, PNI, PKI, PSI dan tokoh-tokoh lainnya. Semua polemik dan perdebatan itu, pada umumnya dilakukan dengan sportif, argumentatif, menggunakan bahasa yang baik, dan tidak pernah menyerang pribadi seseorang, yang tidak ada relevansinya dengan topik perdebatan.

Akhirnya, saya mohon maaf tentang penggunaan bahasa. Beberapa rekan mengkritik saya karena bahasa saya sangat dipengaruhi oleh Bahasa Melayu klasik. Saya mohon maaf atas semua itu. Namun anehnya, beberapa tahun yang lalu, saya dan Susilo Bambang Yudhoyono, pernah diberi penghargaan oleh Pusat Bahasa, sebagai penguna Bahasa Indonesia yang baik. Saya sendiri sebenarnya heran dengan penghargaan itu. Di atas semua itu, sejujurnya saya katakan, bahwa saya mengikuti nasehat Raja Ali Haji bin Raja Ahmad, seorang pujangga Melayu keturunan Bugis yang hidup di abad 19. Beliau pernah berkata bahwa bahasa itu menunjukkan bangsa. Bahasa yang baik, menunjukkan bangsa yang baik. Bahasa yang buruk, menunjukkan bangsa yang buruk pula.

Wallahu’alam bissawwab.

Cetak artikel Oleh Yusril Ihza Mahendra — November 8th, 2007

118 tanggapan untuk “UCAPAN TERIMA KASIH”

Pages: « 1 2 3 [4] Show All

  1. fiandigital (komentar #91)

    Bang, jangan lupa bang dukung gerakan “Bukan Blog Anonymous” dari saya
    hehehe

    Salam hangat dari saya :)

  2. sunardi (komentar #92)

    Tahniah pak Yusril…

    Senang melihat tokoh Indonesia ngeblog. Ditunggu updatenya Pak.

  3. Erwan (komentar #93)

    Assalamualaikum Bang Yusril

    Selamat datang di rimba maya. Dunia lain yang oleh sebagian orang dikatakan sebagai tempat sampah (yang baik dan buruk terkumpul dalam wadah yang sama) . Agak ngeri juga dengan peraturan yang abang buat untuk posting di blog ini walaupun hal itu merupakan gambaran bagaimana abang berkeinginan untuk menghargai berbagai pendapat orang yang bervariasi (mengingat intervensi teknis untuk menghapus posting yang tidak kita sukai cukup tersedia).

    Terkait dengan sifat subjektif blogger dengan menempatkan blog sebagai sarana untuk menjelaskan berbagai “kekisruhan” informasi ala media massa yang cenderung bias dari kejadian sebenarnya adalah sama dengan menjawab pertanyaan apakah internet mampu menjadi kekuatan baru dalam demokrasi.

    Tapi sudah lah, setidaknya blog dan internet telah memberi kita kesempatan untuk berbicara banyak dari apa yang dikatakan media, persoalan benar dan salah biarlah menjadi urusan dalam dimensi yang lain.

    Saya jelas sangat mengidolakan abang. Saya bangga dengan sikap terbuka yang abang tunjukkan selama ini. Sikap takut untuk bermain-main dengan kebenaran dan berani mengambil keputusan untuk bertindak sebagai jawaban atas fakta yang sebenarnya terjadi bagi saya adalah hal yang luar biasa. Sesuatu yang tidak populis memang apalagi untuk birokrasi kita yang terbiasa bermain-main dengan nilai-nilai kebenaran hakiki. Hal inilah mungkin yang menjelaskan kenapa abang begitu populer di era awal reformasi dimana semua orang pada saat itu menuntut “kebenaran hakiki” di tegakkan.

    Sebagai orang Belitung, saya sangat bersyukur dengan kemunculan abang di dunia maya. Harapan agar Sang Bintang Cemerlang tidak lagi hanya menjadi inspirasi yang terlalu tinggi untuk di raih semoga segera terwujud untuk mendobrak sipat-sipat elitis yang menjauhkan pemimpin dari rakyatnya. Semoga keberadaan Blog, Situs, Internet mendekatkan bintang agar terang dalam genggaman. Semoga. Terima Kasih.

  4. Oshi Isbani (komentar #94)

    Assalamu’alaikum Bang Yusril,

    Selamat atas blognya !
    Awalnya saya hanya iseng2 mencari tulisan tentang Laksamana Cheng Ho, hingga membawa saya ke blog Jay dan Priyadi.
    Ternyata komentar Bang Yusril disana adalah titik awal Bang Yusril utk kembali menebar ilmu melalui tulisan.

    Semoga tulisan2 Bang Yusril dapat menjadi bagian dari kajian keilmuan dan pembelajaran bagi bangsa kita.

    Wassalam,
    Oshi
    Melbourne

  5. Rahmad Saleh (komentar #95)

    Cuman mo ngasih alamat plugin ayat al-quran. Ini alamatnya
    http://ahlul.web.id/download-manager.php?id=14
    ini contoh halaman webblog yang pake plugin
    http://sacrifars.freehostia.com/?p=12

  6. pondokiklan.com (komentar #96)

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    Apakabar pak, saya Administrator web dari Pulau BALI, wah senangnya melihat bapak punya blog, setelah saya baca2 artikel bapak dari web nya Om Priyadi, Vivai DLL..

    Selamat berbloger ria ya pak….

    SALAM

    IAN

  7. Hilman (komentar #97)

    om ulil welcome to the Jungle, and tolong kasih tau ke presiden sby sayang kalo ngeluarin duit 80 jt perbulan buat ngerawat web… masih banyak rakyat yang kelaparan, tolong sampein yah lamun henteu bisul………………………

  8. Ramdalel Bagindo Ibrahim (komentar #98)

    Assalamu’alaikum Wr. Wb Bang,
    Honesty, I do thanks to Allah for your great strategy n appears in the e-interaction thru the BLOG:

    Sesungguhnya, saya baru tau tentang BLOG yang Abang punya hari ini. Dimana saya saat ini, saat sedang mengikuti pelatihan; “Political Communication in IT-age” bersama Friedrich Naumman Stiftung di International Akademia for Leadership - Gummersbach Kohln Germany untuk 2 minggu kedepan.

    Satu hal utama, yang pagi ini harus saya katakan adalah; keintelektualan yang Abang punya hari ini adalah MILIK KAUM POLITIK; karena Abang adalah POLITISI INTELEKTUAL:
    Opini ini terbentuk, setelah kita tau dunia politik negara telah Abang geluti sejak dari 10 tahun yang lalu, seiring dengan berdirinya OUR BELOVED PARTY; Partai Bulan Bintang, walaupun kemudian kita harus berganti nama menjadi PARTAI BINTANG BULAN:

    Untuk itu, atas nama apapun aktifitas yang Abang lakukan hari ini, maka semua itu HARUS demi kejayaan politik dan keberadaan PARTAI BINTANG BULAN yang hari ini sedang dan akan selalu kita perjuangkan.

    Demikian, untuk interaksi pertama kita pagi ini, semua ini saya nyatakan dalam rasa yang sungguh dan ikhtiar yang tulus demi partai yang kita punya.

    Wassalam,

    RAMDALEL Bgd. Ibrahim
    Sekrtrs DPC PBB-Tanah DAtar Sumatera Barat
    (Sektrs FRAKSI PBB - DPRD Tanah Datar)

  9. to (komentar #99)

    Assalamualaikum pa yusril….

    Ga nyangka kalau ada orang seperti bapak ngeblog. Beda banget orang yang udah terkenal duluan baru ngeblog dengan orang yang ngeblog jadi terkenal.Komentarnya waaah!!!^^

    Salam kenal buat pa yusril :)

  10. toni (komentar #100)

    aduhhh nama saya kok salah seharusnya toni kok jadi to :-P

  11. Ahmad David Kholilurrahman (komentar #101)

    Tak ada celanya, abang bercakap dan menulis dalam bahasa Melayu, hatta dipandang klasik sekali pun. Saya kadang heran dengan orang-orang yang tak pernah ‘menghargai’ sumbangan bahasa Melayu kepada bangsa Indonesia?

    Tuan Raja Ali Haji adalah peletak dasar tata bahasa Melayu, yang kemudian diadopsi bangsa Indonesia. Beliau juga mengarang buku Kitab Pengetahuan Bahasa. Tuan Hamzah Fansuri pun menulis syair Perahu dengan meniti pelantar bahasa Melayu.

    Benar pulak, apa yang didedahkan sastrawan Melayu, Taufik Ikram Jamil dalam salah-satu esai budayanya, kita menggunakan kosakata dan idiom Melayu tak dapat dipersalahkan, hanya (mungkin) kita kalah dalam pemakaian?

    Andaikan suatu masa nanti, saya jadi pengarang-penulis, saya akan tetap bangga dan tak malu bercakap-cakap dan menulis dalam bahasa Melayu? Padahal, saya menempuh sekolah yang dizaman ’sekarat’ sastra-budaya menjauh dari pendidikan kemelayuan?

    Betul apa yang dicakap tuan Raja Ali Haji:”Bahasa Menunjukkan Bangsa”!

  12. Yusril Ihza Mahendra (komentar #102)

    Terima kasih atas semua tanggapan di atas, juga kepada Ramdalel Datuk Bagindo, serta Tony.

    Kepada Ahmad David Kholilurrahman, senang sekali mendengar Anda mencintai Bahasa Melayu. Kalau Anda baca kesluruhan tulisan saya di blog ini, nuansa bahasa Melayu dalam penulisan bahasa Indonesia saya sangat terasa. Sampai sekarang saya masih bisa membaca dan menulis dengan huruf Jawi (Arab Melayu). Saya sebenarnya telah menyalin tulisan Raja Ali bin Raja Ahmad yang berjudul “Tsammaratul Muhimmah Dhiyafa lil Umara wal-Kubara” ke dalam huruf Latin dan memberi anotasi terhadap istilah-istilah Melayu yang tak dikenal lagi orang di zaman sekarang. Kitab Tuhfat an-Nafis, Sejarah Melayu dan Bugis serta Kitab Pelajaran Bahasa telah saya baca kira-kira 22 tahun yang lalu.

    Dalam Kenang-kenangan di Masa Kecil, saya bercerita tentang ayah saya yang melantunkan syair Siti Zubaidah, Syair Burung Bayan, Syair Hari Kiamat dan Syair Singapura Dimakan Api. Di kampung saya, orang masih memainkan drama klasik yang diangkat dari Syair Abdul Muluk.

    Saya senang — walau tentu jangan membuat saya takabur — setelah saya menulis blog, orang mulai tahu bahwa saya bukan sekedar seorang ahli hukum tatanegara. Minat intelektual saya kepada ilmu-ilmu sosial, budaya dan kemanusiaan sangat besar. Dan saya memang suka menelaahnya. Nanti pada bagian II Kenang-Kenangan Di Masa Kecil, saya akan bercerita banyak tentang sosialisasi keagamaan dan politik saya ketika masih tinggal di Belitung.

    Terima kasih. Salam hormat.

  13. Ramdalel Bagindo Ibrahim (komentar #103)

    Terima kasih juga, untuk Abang mengomentari my blog-message 2 hari lalu. tapi, sepertinya Abang juga tidak kemudian mengiyakan bahwa semua ini demi PBB, don’t U ?

  14. SANI (komentar #104)

    Assalamu’alaikum. Wr. Wb.

    Sebelumnya saya ucapkan selamat kepada Bang Yusril yang telah menyisihkan waktu untuk membuat blog pribadi. terlebih lagi abang mau untuk membuka diri terhadap kritik dan saran dari orang lain yang lahir dari strata yang beragam.

    Nama saya sani bang.. saya tinggal di Lampung. Negri yang hari ini hampir “mendidih” akibat menjelang PILGUB. Bukan hanya elit politik, tapi rakyat jelata setiap hari selalu disibukkan dengan wacana politik yang belum tentu semua bisa memahami kemana negri ini akan dibawa.

    terus terang bang, saya melihat (secara intuitif) lampung tahun 2008 (pilgub) akan terjadi tumpah darah akibat adu domba kepentingan kekuasaan. jika abang berkenan, sisihkan waktu barang sebentar untuk bisa membuat lampung lebih sejuk dengan kemampuan yang abang miliki, yang saya yakin abang punya kemampuan itu.

    Ada harap saya kepada abang, sekaligus menjadi pertayaan saya; Mungkin tidak abang membuat satu NGO yang bisa memberikan satu pendidikan politik kepada masyarakat, sehingga persoalan etika dan moral dalam berbangsa dan bernegara ini bisa diperbaiki sedikit-demi sedikit?. tetapi saya berharap kepada abang, jangan tawarkan lagi kepada kami wacana partai politik (baik partai lama maupun baru). rakyat sudah jenuh bang dengan kebohongan yang dibangun oleh elit parpol.

    mohon maaf jika saya terkesan menggurui abang, karena strata pendidikan kita berbeda maka inilah batas kemampuan saya berbahasa.

    terimakasih abang telah berkenan membaca komentar saya

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  15. HASTO (komentar #105)

    Ass.
    Apa sih yang bisa kita dapat dari seorang Yusril yang saat ini mencoba mengekspresikan diri melalui dunia maya??
    Banyak temen saya bilang ketika melalui blognya saya bisa bicara dengan bang Yusril, katanya begini : lha wong pak Yusril sekarang ga punya jabatan, makanya bisa ngrespon kamu. ada juga yang bilang, pak yusril udah ga ngaruh lagi makanya dia membuka diri sekarang.

    Buat saya komentar apapun dari temen temen saya justru ga ngaruh. Terus terang sosok bang Yusril buat saya sedari dulu cukup berarti dan sosok yang komunikatif sebenarnya. Sekecil apa yang bisa saya pahami, pemikiran-pemikiran dan gaya bicaranya tentu membuat saya cukup terkesan.

    Semoga komunikasi maya ini membuat bang Yusril semakin memahami tentang kehidupan ini dalam rangka menciptakan satu komuinikasi berarti dengan semua masyarakat, sehingga apa yang sudah didapat oleh bang Yusril dalam perjalanan kariernya bisa menjadi pelajaran bagi kita.

    satu hal, semoga menjelang ke masa tua, tidak ada lagi persoalan dunia yang sangat diutamakan bang Yusril kecuali menyeimbangkannya dengan
    persoalan persoalan di akhirat kelak.

    Sukses Bang

    Wass.

    HASTO

  16. N. ANWAR (komentar #106)

    Assalamu’alaikum Wr… Wb….
    Terima Kasih Bang Yusril Mau Membuka diri lewat Blog. terus terang akhir-akhir ini kader PBB banyak yang kecewa pada Bang Yusril atas kejadian-kejadian Bang Yusril yang kami baca lewat media. oleh sebab itu lewat blog ini kami mencoba untuk mencetak tulisan Bang Yusril sekaligus kami mohon ijin untuk kami sebarkan kepada Kader-kader PBB di Kab. Sumenep agar kekecewaan mereka bisa terobati
    Wassalamu’alaikum Wr…. Wb…
    N. Anwar

  17. Aditya Imannudin Suryomurtjito (komentar #107)

    Assalamu’alaikum Pak Yusril,
    ingatkah anda dengan Sulistyo Nugroho Suryomurtjito?
    terima kasih karena telah menjadi teman yang baik terhadap beliau

    Aditya Imannudin Suryomurtjito,
    a.k.a
    -adit ting2-

  18. YIM (komentar #108)

    #107 Aditya Imannudin Suryomurtjito,

    Terima kasih atas komentarnya. Saya selamanya akan ingat dengan beliau, seorang sahabat baik yang saya kenal di Masjid Agung Al-Azhar sekitar tahun 1976. Kami sama-sama menjadi guru bela diri di tempat itu. Beliau seorang baik hati. Saya juga mengenal baik Hilda, yang kemudian menjadi isterinya. Saya bertemu lagi dengan Sulistyo ketika saya menjadi Menteri Kehakiman. Beliau bekerja di departemen itu. Saya tetap menganggapnya sebagai sahabat, tak pernah menganggapnya sebagai pegawai. Beliau telah wafat. Semoga Allah SWT menerima segala kebaikannya. Saya akan ingat selamanya, beliau sungguh orang baik.

  19. Aditya Imannudin Suryomurtjito (komentar #109)

    sebagai puteranya saya ingin mengucapkan terima kasih atas segala kebaikan anda,saya inget seumur hidupnya menjadi pegawai negeri papa adalah orang yang sangat “bersih”, beliau selalu enggan untuk menerima materi yg menurutnya “abu-abu”,apalagi yang “hitam”, dan beliau selalu cerita bahwa anda adalah menteri yang baik,pintar,bersih dan berwibawa.

    FYI, keluarga silat Al-Azhar selepas lebaran kemarin mengadakan silaturahmi di rumah kami,dan mereka berencana untuk mengadakan silaturahmi rutin seperti arisan yang akan diadakan tiap beberapa bulan sekali. Mungkin nantinya anda punya waktu luang untuk ikut serta dan bertemu kangen bersama. (kalau tidak salah,nama Mahendra baru anda pakai ketika di Al-Azhar bukan? :p )
    Nanti akan saya beritahu disini bila ada acara silaturahmi keluarga silat Al-Azhar lagi.
    =)

  20. Ahmad David Kholilurrahman (komentar #110)

    Assalamu’alaikum

    Terima kasih atas tanggapan hangat abang,

    Mau lah kiranya, abang kisahkan lagi tentang penyalinan Tsamaratul Muhimmah Raja Ali bin Raja Ahmad dari tulisan Arab-Melayu ke dalam tulisan latin (Rumi).

    Tentang teater rakyat Dul Muluk (Abdul Muluk) sangat akrab bagi masyarakat Jambi. Walau, sedari kecil, saya tak pernah lagi melihat langsung, cuma dari cerita saja.

    Adapun bentuk kesenian Melayu Jambi yang pernah saya saksikan ‘Biduk Sayak’. Ini ada saya kisahkan dalam Cerpen saya: Biduk Sayak (Dimuat koran Batam Pos, tahun 2007). Insya Allah, kalau abang ada email akan saya kirimkan cerpen yang saya karang dirantau negeri orang.

    Sekian,

    Salam hangat dari Lembah Nil

    Ahmad David Kholilurrahman

  21. alviero (komentar #111)

    asalamualaikum wr.wb
    pak Yusril, saya Mahasiswa Fak.hukum Universitas Bengkulu,Saya sangat senang akhirnya pak Yusril punya Blog juga.
    mudah-mudahan pak Yusril bisa berbagi ilmu hukum nya di dunia bloger ya pak.
    pak Yusril kalau pak yusril ada waktu bisa dong datang ke Bengkulu kasih materi kuliah ke mahasiswa Unib.
    terima kasih Pak.

    Terima kasih banyak atas tanggapannya.Anda benar, sudah lama saya tak pernah ke Bengkulu. Pernah beberapa kali saya datang memberi kuliah umum di Universitas Bengkulu, juga Universitas Hazairin. Saya ingin lagi datang ke sana. Insya Allah jadualnya akan saya koordinasikan. (YIM)

  22. alhafiz (komentar #112)

    ass..pak yusril..saya ingin Bapak mencalonkan diri menjadi presiden. Maju terus Pak..Bravo Pak Yusril

  23. alhafiz (komentar #113)

    ass..maju terus pak pilpres 2009.bravo pk yusril

  24. Heriyanto (komentar #114)

    Dgn adanya Blog ini, smoga dapat memberikan manfaat bagi netter untuk lebih mengenal bang Yusril dari hati-ke hati. Perlu diketahui sy pengagum berat abang terutama pada saat secara fulgar berdebat sbg Capres dgn Amin Rakus, maaf Rais maksud saya. Sy juga melihat perbincangan dgn Guru, orang tua dan dosen abang yaitu Prof yang tua ini, lupa namanya. Dari situ saya langsung kepincut dan jadi “idola” saya.
    Slamat berjuang bang, pantang mundur.

    Heriyanto ( Lampung)

  25. zalmin (komentar #115)

    assalamu alaikum wr.wb. oom sangat rendah hati.

  26. warsini (komentar #116)

    Semoga langkah menuju RI 1 mulus Pak…

  27. emham samsudin (komentar #117)

    Yth. Bpk Yusril Ihza Mahendra……..
    Bang klu boleh saya minta alamatnya

  28. Amalia (komentar #118)

    Dear Pak Yusril,

    Salam kenal. Saya adalah seorang brand consultant.
    Dalam tulisan saya yang berjudul ‘Calon Presiden Alternatif. Distorsi Komunikasi Uncontrollable Media’ yang dimuat di majalah Warta Ekonomi belum lama ini, saya mengangkat kedekatan Bapak dengan blogger. Salut untuk bisa masuk dalam dunia yang satu ini dengan baik, karena tidak mudah untuk memperoleh komentar positif yang begitu banyak dari penduduk web 2.0 muda ini.

    Link tulisan tsb ada di sini: http://amaliamaulana.com/2008/10/27/calon-presiden-alternatif-distorsi-komunikasi-uncontrollable-media/

    Seperti yang saya angkat dalam tulisan, sayangnya saya masih menemukan distorsi terhadap pencitraan Bapak di tanggapan2 dalam artikel media yang dimuat di digital versionnya, yang saya sendiri tidak jelas profile dari orang-orangnya. Tetapi kesan saya, mereka adalah orang2 yang berusia diatas 35 tahun-an (kemungkinan non blogger). Ini juga saya validasi dengan melakukan interview kecil2an (bagian dari studi kualitatif) dan menanyakan bagaimana sikap terhadap Bapak - jawabannya masih seputar kegerahan masalah komitmen Bapak kepada keluarga (yang lama). Issue tsb yang paling menonjol.
    Agar citra Bapak lebih solid, harus dipikirkan juga Pak, bagaimana menangani kelompok yang satu ini.

    OK Pak..Sukses ya

    Amalia

Pages: « 1 2 3 [4] Show All

Punya pendapat? Sampaikan pendapat Anda