Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh,
Di Indonesia Matters ada perdebatan saya dengan seorang yang menggunakan inisial ”Dragonwall” dan yang lain. Setelah beberapa kali jawab-menjawab, saya berniat untuk membuka perdebatan menanggapi berbagai tulisan tentang saya, yang dibuat oleh penulisnya, yang bernama Patung. Beliau ini seringkali menyerang seseorang dalam kaitannya dengan Islam dalam nada provokatif dan sinis. Saya ingin mengajaknya berdiskusi secara akademis di blog saya. Sebagai latar belakang, silahkan Anda buka Indonesia Matters.
Terima kasih,
Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
Cetak artikel Oleh Yusril Ihza Mahendra — November 16th, 2007
86 tanggapan untuk “SEKEDAR INFO”
Pages: « 1 [2] 3 » Show All
Bonar (komentar #31)
Pak Yusril.
Saya mempost sebuah reply/kritik off topic di indonesia matters, namun sepertinya masih menunggu moderasi.
saya akan paste disini, daripada hilang begitu saja.
Bonar Says: +0 Your comment is awaiting moderation.
November 19th, 2007 at 6:39 pm
@PRETTY:
“me think, 2nd best after ‘rasa not so sayang’ at Unspun blog ”
I couldnt agree more
@YIM: this is from PR perspective.
to be honest, i never liked you before.
Only after you made your blog, and reading your conversations everywhere in blogosphere, i started to understand you and your thoughts, and more or less, admire you, just a little bit though, not much… yet :)
“tak kenal maka tak sayang” they said
HOWEVER, I also quite agree with many many accusations presented on this blog.
and your “fighter style” really irks me… and i was a person who is starting to like your thoughts.
I understand the complexities of minister’s job, it makes sense if you didnt get all the details on your previous job.
I understand your need to defend your past decisions, and your impulse to threat some people with laws. Law maybe easy solution for you, but believe me, you dont do -yourself- justice by that approach.
as a longtimer in indonesian politics, by now you shoud realize that indonesians prefer “BEACON of Justice and Truthfulness”, instead of a Fighter.
Show us we are wrong about you, present your proofs and opinions(maybe in your blogs).
Consider the accusations as mass opinions, not a personal opinions, dont challenge your enemies in their faces one by one, let them come to you.
maybe you should ask unspun to be your PR consultant? :)
November 20th, 2007 at 5:11 pm
cokk (komentar #32)
pak yusril, komentar yang anda dapat setelah turun dari jabatan dan yang ada di internet saya rasa masih teramat halus dibanding dengan yang dialami pak habibie. beliau ini dihujat dan dicucimaki di forum terhormat di senayan. saya yang menyaksikan di layar teve waktu itu sampai merinding. sebegitu besarnyakah kebecian kepada kepemimpinan suharto hingga habibie diperlakukan demikian; ataukah karena keislamannya?
kalau asumsi kedua yang diambil, konsekuensi logisnya adalah pak yusril belum ber-”juang” sebesar dan seberat pak habibie. pula, -saya yakin pak yusril tentu lebih tau– jalan ke sana itu mendaki lagi sukar: beberapa teman pak yusril tentu pernah merasakan dinginnya lantai penjara; sebagian dari mereka ada yang gugur, sebagian lagi masih menunggu-nunggu. dan mereka tidak mengubah janji mereka.
sesungguhnya cucimaki dan hujatan itu adalah satu pertanda baik; jadi teruslah berkarya dan tegakkan dien yang di sanubarimu itu hingga mewujud.
Cokk at http://www.depsos.go.id
November 20th, 2007 at 6:33 pm
phy (komentar #33)
Pak Yusril, semoga anda tetap bersemangat nge-blog walaupun menghadapi komentar2 pedas seperti di IM. Mohon lebih sering update, Pak, karena tulisan Pak Yusril bagus. Tiap hari saya buka nih, tapi jarang banget ada update..Mohon lebih rutin, karena anda penulis yang handal dan berwawasan luas.
November 20th, 2007 at 10:44 pm
aLe (komentar #34)
terimaksih infonya :D
saLam kenal oM ;)
November 21st, 2007 at 12:37 am
aboh (komentar #35)
sudahlah..
jangan kaya kebakaran jenggot, jangan pula terlalu mempermasalahkan harus asli atau samaran…
emang begini ini kan dunia maya ini.
semua serba mungkin dan tidak haram toh..?
biarkan saja, karena masing2 hadir dengan fikiran, pendapat dan caranya sendiri.
yang penting kan isinya,
kalau perlu tanggapi. kalo tidak, ya biarkan saja.
tanggapi saja pendapat, saran atau permintaan yang penting dan memang bapak anggap penting untuk ditanggapi.
yang lain-lain, biarkan saja berlalu.
pasal itu dianggap menyerang, kalo jurusnya tidak bermutu, kan ga kan mempan, bapak kan ahli bela diri, hehehe.
hal gini kan biasa.
saran saya, mendingan bapak fokus dengan tujuan semula hadir di blog ini. dan tdk usah pusingkan untuk mengatur cara blogger lain mengekpresikan dirinya. buang energi.
ok, mister.
saya lihat, tulisan yang memang banyak diminta ( termasuk oleh saya ) tentang berbagi pengalaman selama dulu jadi menteri sekian periode kok belum muncul? ato emang itu termasuk katagori ” tidak penting ” hehe.
di comment kata pengantar saya tanya perasaan bapak punya istri orang sebrang juga kok. kalo itu wilayah yang tidak boleh kita ketahui, ya saya ga masalah, ga usah dijawab deh…
bagi saya selain sebagai manusia biasa, YIM adalah juga manusia luar biasa, jadi wajar toh kalo saya penasaran dengan hal2 yang pribadi. ( kalo boleh :) )
mangga ah, kang…
teraskeun we,
tong unggut kalindungan tong gedag ka anginan…
salam.
November 21st, 2007 at 1:23 am
parvita (komentar #36)
Bagaimana tahunya kalau yang membalas komentar2 ini Bang Yusril sendiri ya, bukan asistennya atau orang suruhannya? Jangan2 seperti hotline untuk telpon SBY dulu. :)
Just wondering.
November 21st, 2007 at 7:19 am
ADIE (komentar #37)
Hebat, bang yusril.
masih mau nanggapin permasalahan yang ga penting seperti di IM, itulah dunia maya…bebas menghujat,korek-korek borok yang belum tentu benar…
tapi sekarang saat nya abang menulis artikel… saya sangat menunggu posting terbaru…
jangan takut sama pengecut…
Haram manyarah, waja sampai kaputing tu pang…
November 21st, 2007 at 8:17 am
vj (komentar #38)
maju trus pa yusril…
:)
November 21st, 2007 at 11:41 am
mukus (komentar #39)
Assalamu’alaiku WR WB.
Bang jika agama kita dihinakan itu menjadi suatu kewajiban untuk memperjuangkannya, namun mesti diingat harus luruskan niat jangan sampai ada setitikpun dihati Bang Yusril untuk membela kepentingan pribadi. Ingat kisah ketika seorang sahabat Rosulullah SAW ketika didalam suatu peperangan akan membunuh seorang musuhnya namun musuhnya itu meludahinya, maka sahabat itu urung untuk membunuhnya karena takut membunuhnya itu dikarenakan kebencian karena musuhnya itu meludahinya bukan karena berjuang untuk menegakan Al Islam.
Selamat berjuang Bang Yusril
Wassalamu’alaikum WR. WB.
November 21st, 2007 at 3:33 pm
sufehmi (komentar #40)
Assalamu’alaikum wr. wb,
Saya hanya ingin menyumbangkan beberapa masukan :
[ 1 ] Posting di ranah publik (seperti Internet) ini memang bisa berbahaya.
Pada saat ini, ada 2 posting di blog saya yang terpaksa saya disable, karena dijadikan senjata untuk memfitnah saya kepada aparat.
Jadi, saya pribadi bisa paham mengapa mereka memilih anonim di Indonesia Matters.
Di lain pihak, banyak komentar/posting mereka yang tidak bermutu; dan cara terbaik untuk menghadapinya adalah dengan membalasnya tanpa emosi.
Salah satu contohnya bisa dibaca disini.
[ 2 ] Dragonwall berkomentar disini bahwa Indonesia menjadi tidak demokratis jika menerapkan hukum Islam, dan ini adalah diskriminasi.
Logika ini sangat keliru.
Sebagai contoh, kalau saya berada di Vatikan, tentu otomatis hukum disitu yang berlaku atas diri saya.
Ketika saya bekerja di Inggris selama 5 tahun, otomatis saya juga dikenakan hukum Inggris, walaupun ada yang tidak saya sukai dan/atau malah jelas merugikan saya.
Demikian halnya jika Anda berada di Indonesia, maka hukum di Indonesia yang akan berlaku. Apakah berupa hukum warisan Belanda, Islam, dst.
Pepatah orang Minang, dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung.
Jika Anda tidak suka dengan hukum yang berlaku, ya berlakukan demokratis, seperti yang anda sendiri teriakkan. Ubah melalu jalan & cara yang seharusnya.
Otherwise, put up & shut up. As I did in UK for years.
[ 3 ] Sepertinya di Indonesia Matters (dan beberapa forum lainnya) ada kecenderungan merancukan kebebasan berbicara dengan anarki. Bebasnya tanpa tanggung jawab, sehingga cenderung ke slander, libel, character assassination, dst.
Yang seperti ini saya kira tidak perlu kita dukung.
Anyway, mungkin itu dulu dari saya.
Trims,
Harry
November 21st, 2007 at 3:33 pm
nico wijaya (komentar #41)
Sabar pak, sy jg pernah merasakan diserang dgn anonymous. Mpe rame. Tadinya tak tanggapi, tp tak biarin jd brenti sendiri. Ribut2 gak produktif. Mending posting blog yg bisa ikut mencerdaskan anak bangsa.
Saya tunggu postingan selanjutnya pak. Biar sy tambah cerdas :D
November 21st, 2007 at 8:28 pm
hariadhi (komentar #42)
Menurut saya langkah Pak Yusril ini tepat. Daripada debat dibiarkan tidak terkendali di blog pihak ketiga, tentu lebih baik kalau difasilitasi di tempat sendiri. Kalau di blog orang lain kesannya kurang kerjaan.
Saya juga berharap sekasar apapun nanti tulisan penyerang itu, Pak Yusril tetap menunjukkan kualitas pribadi yang tinggi, dengan tetap tenang dan bersikap terbuka. Ga usah dimoderasi atau delete, Pak. Seperti semboyan saya biasanya: toh pada akhirnya pembaca kebanyakanlah yang akan menilai attitude mana yang lebih baik, Pak Yusril, Patung, atau Dragonwall?
November 21st, 2007 at 10:27 pm
awsamudra (komentar #43)
Saya rasa perdebatan adalah suatu hal yang sangat wajar, hal tesebut akan membawa manusia kepada pemahaman yang lebih dalam mengenai dunia dan lingkungannya tapi yang terlebih penting perdebatan akan membuat manusia lebih mengenal dirinya sendiri. Karena saya yakin setiap kali seseorang bertindak dalam bentuk apapun. dalam tataran hati yang paling dalam ia mengetahui tindakannya tersebut salah atau tidak. Namun keberanian untuk mengakui kesalahan terhadap diri sendiri adalah suatu hal yang harus diraih dengan perjalanan yang panjang. Sering kali kita merasakan kesenangan disaat lawan perdebatan kita mengalami “dead end” walau sebenarnya pada saat itu kita mempertahankan suatu yang jelas salah. Tapi jangan salah ‘kesenangan’ bukanlah kebahagian karena kebahagian yang hakiki bagi saya hanya dapat diraih disaat kita berani untuk mengakui kesalahan diri sendiri
salam kenal pak Yusril….
November 22nd, 2007 at 7:09 am
tantan (komentar #44)
Ass.
Bang Yusril. Mungkin Abang sudah lupa ke saya. Dulu waktu di UIN Ciputat, beberapa kali ke rumah Abang bersama Fahmi dan Bang Jurhum.
Saya menantikan kiprah politik Abang lebih jauh…
Atau minimal membuat memoar on line di sini. Kami tunggu.
Wass
Tantan
November 22nd, 2007 at 1:09 pm
Erwin Juanda (komentar #45)
Salam kenal Bang Yusril..
Saya salut cara bang Yusril menjawab komentar2 para blogger2 di dunia maya, seperti komentar bang yusril di website nya Wibisono Sastrodiwiryo
dengan tema SENJATA BARU bang Yusril…..
dan saya salut juga dengan Mas Wibi yang begitu dewasa dan ksatria menerima dengan lapang dada penjelasan bang yusril sendiri tanpa ada niat ingin egoisme dan saling menghargai satu sama lain…
diskusi seperti ini yang kita harap kan.. sehingga kita dapat menjadi komentator2 yang dewasa, arif dan bijaksana….setelah kita tau duduk permasalahan yang sebenrnya…. tidak seperti komentar Dragonwol yang penuh kesinisan dan tidak bertanggung jawab….
sekiat dari saya di tangerang,
Wassalam !
Putra BAbel
November 22nd, 2007 at 2:48 pm
Pretty (komentar #46)
Hm, setahu saya thread ini dan mungkin blog ini dibuat untuk mengajak orang - orang berdiskusi mengenai topik diskusi yang kemarin ‘hangat’ di Indonesian Matters tentang kebijakan Voa (please cmiiw) Nah, diskusinya mana ???
Pretty
(bukan nama samaran … dan berhubung tidak punya latar belakang pengetahuan yang adequate, belum mau memulai diskusinya, tapi ingin menikmati dulu :)
November 22nd, 2007 at 6:31 pm
lily (komentar #47)
Pretty seperti nya tidak akan ada diskusi disini hangat ataupun menarik. Disini untuk diskusi “gak apa pak yusril, sabar, jangan di anggap dll” mana dia ada jawab pertanyaan yang real? sekarang mala hilang gak berani kali?
November 23rd, 2007 at 9:34 am
parvita (komentar #48)
Iya Lily, jangan berharap terlalu banyaklah, jangan2 yang jawab juga bukan dia pribadi. Atau cuman kebawa ‘hot’ aja gara2 diskusi di IM terus buat blog sendiri buat saingan, abis itu ngilang. Entah sibuk, entah belum tahu cara maintain an interesting blog, asal ndak ‘ange-ange ci’ ayam’.
Cape juga sih baca comment yang itu2 melulu, padahal nunggu posting yang agak menarik, sukur2 controversial. Misalnya yang ringan2 ajalah, pendapatnya dia mengenai Reog Ponorogo yang diclaim sama orang Malaysia itu. Kan waktu Reog Ponorogo didaftarkan Bupati Ponorogo sebagai budaya Ponorogo, kan diperlihatkan ke dia juga sebagai Mentri Hukum dan HAM tahun 2004. Jangan2 dia ga tahu lagi tentang ini, hehehe.
~peace
November 23rd, 2007 at 10:10 am
Bonar (komentar #49)
@parvita
ahhh.. you got your facts wrong…
YIM bikin blog bukan gara2 mo saingan sama IM. Correlative, not causative.
Sebelumnya i followed conversationsnya YIM di jay’s dan priyadi’s, lalu YIM bikin blog di blogspot atas saran2 dari blogs2 tsb. IM controversy itu cuman baru2 ini aja, sebelumnya YIM aktif di different hemisphere of blogs.
but yeah… you’re right… cape jg baca2 comments yg gitu2 aja.
@Pretty
you are everywhere, arent you :)
November 23rd, 2007 at 6:00 pm
Yusril Ihza Mahendra (komentar #50)
Assalamu’alaikum,
@llily, @parvita, @bonar. Di tulisan saya yang terakhir, saya telah menegaskan bahwa semua posting maupun reply saya tulis sendiri. Ketika saya mahasiswa, saya dapat membedakan tulisan Sukarno dengan tulisan Mohammad Natsir, atau tulisan Deliar Noer dengan tulisan Taufik Abdullah, sekalipun tulisan itu diberikan orang kepada saya tanpa disebut siapa penulisnya. Kalau anda rajin-rajin membaca, suatu saat Anda akan dapat membedakan ekspressi pikiran, perasaan, gaya bahasa dan pilihan kosa kata yang digunakan seorang penulis. Selama saya menjadi menjadi Mensesneg ada sekitar 306 pidato Presiden SBY yang saya tulis. Suatu ketika ada pidato yang saya kirimkan ke Presiden dan Presiden mengembalikan pidato itu ke Sekneg denan disposisi “Ini bukan dibuat Pak Yusril”. Pidato itu memang ditulis orang lain, karena dia “ngotot” agar pidato yang dia buat itulah yang dibaca Presiden. Maka dalam satu jam saya harus menyiapkan pidato pengganti yang saya tulis sendiri.
Kalau saya boleh menasehati, janganlah terlalu banyak berprasangka. Lebih baik menahan diri dulu, simak baik-baik, baru kemudian menyampaikan suatu pendapat.
Seperti telah saya tegaskan juga dalam tulisan saya yang terakhir, saya tidak melakukan moderasi atas setiap komentar. Anda dapat membuktikannya sendiri. Begitu komentar anda kirim, maka seketika itu juga akan tampil di blog ini. Apa yang saya lakukan di blog ini beda dengan Indonesia Matters atau Indcoup. Di kedua blog ini, setiap komentar harus menunggu moderasi dulu. Ditampilkan atau tidak, tergantung pertimbangan mereka sendiri. Itu adalah hak mereka. Saya juga tidak akan mendelete sebuah tulisan, kecuali atas permintaan pengirimnya. Thomas Arie Setiawan telah menjelaskan hal ini dalam salah satu blog. Silahkan Anda membacanya.
Blog saya ini mengundang siapa saja yang berminat untuk bertukar-pikiran secara jernih dan argumentatif, atas dasar saling menghormati. Saya mengundang Anda untuk mengemukakan pandangan dan tanggapan, dan Insya Allah, saya akan menanggapinya pula.
Saya telah menegaskan bahwa saya tidak akan terlena dengan pujian dan sanjungan. Selama ini saya tidak marah jika dikritik. Dulu, kadang-kadang saya marah dan jengkel dengan rumors, kecaman, serangan dan caci maki yang saya anggap tidak mempunyai pijakan yang kokoh. Apalagi fitnah yang sengaja ingin menjatuhkan. Sekarang saya sudah belajar banyak. Saya berusaha maksimal untuk mengerti dan menahan diri.
Silahkan Anda membaca posting saya yang terakhir.
Terima kasih.
November 23rd, 2007 at 9:08 pm
Yusril Ihza Mahendra (komentar #51)
@Parvita. Pendaftaran untuk memperoleh sesuatu hak dalam Hak Kekayaan Intelektual, diajukan langsung ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, tidak ke Menteri Kehakiman dan HAM. Ada pendelegasian wewenang kepada Dirjen untuk memproses suatu permohonan hak. Dirjen pula yang menandatanganinya atas nama Menteri Kehakiman dan HAM.
Kalau saya boleh bertanya kepada anda, hak apa yang dimintakan oleh Bupati Ponorogo atas Reog Ponorogo sebagai budaya daerahnya, di tahun 2004 itu? Apa klaim yang dilakukan orang Malaysia tadi?
Mohon maaf saya tidak mengikuti lagi perkembangan masalah ini. Sudi kiranya Anda menjelaskannya untuk saya pelajari.
November 23rd, 2007 at 9:37 pm
Bonar (komentar #52)
@YIM:
Pak Yusril.
Saya tidak pernah menuduh demikian, maaf jika terkesan begitu. Walaupun hal tersebut bukanlah maksud saya, hal itu mungkin adalah sepenuhnya kesalahan saya.
Saya cukup mengerti gaya bahasa dan sebagian pemikiran Anda.
Hal itu dikarenakan saya sudah membaca sebagian tulisan Anda di blogosphere. Walaupun demikian, saya masih belum berani memastikan bahwa suatu tulisan atau komentar adalah 100 persen dari Anda, kecuali jika itu tertulis sebagai posting di website Anda. Keraguan dan skeptisisme adalah pendirian standar saya.
Hal itu hendaklah kiranya tidak dianggap sebagai suatu prasangka buruk, anggap saja sebagai bagian dari realita bahwa karakter dan upbringing setiap orang adalah berbeda.
Berkaitan dengan moderasi pada situs-situs lain, saya menganggap masing-masing pemilik situs internet tersebut memiliki alasan-alasan mereka sendiri yang mungkin kita tidak tahu. Kita tidak perlu berburuk sangka terhadap motivasi mereka, sebagaimana kita tidak perlu menganggap mereka sepenuhnya benar atau salah. Orang baik terkadang melakukan kesalahan, dan tidak jarang orang yang berhati buruk melakukan hal-hal baik.
Saya telah membaca tulisan Anda yang baru. Untuk itu saya “angkat topi” untuk Anda. Keberanian Anda mengakui kesalahan, betapapun itu sebenarnya hanyalah kesalahpahaman bahasa, menunjukkan kebesaran jiwa Anda.
Namun patut dicatat, bahwa komentar-komentar terhadap Anda tidaklah patut dibiarkan lewat begitu saja. Hal itu dikarenakan ada kemungkinan sebagian dari komentar-komentar dan artikel tersebut merupakan pendapat yang diterima umum. Sebagaimana yang kemudian saya sadari ketika membaca tulisan-tulisan Anda, pendapat saya mengenai Anda sedikit banyak dipengaruhi oleh pendapat umum. Walaupun demikian, membalasnya satu persatu diarena penyerang-penyerang Anda bukanlah merupakan hal yang efektif, dan tidaklah elok melakukan itu dengan emosi yang tinggi. Situs Anda merupakan sarana yang lebih efektif, cukup tunjukkan kepada penyerang Anda, kemana harus mencari pencerahan.
Sebagai penutup, saya masih menunggu tulisan yang lebih berbobot dan membahas hal-hal aktual dari Anda. Saya masih melihat tulisan Anda sebelumnya di situs ini barulah pembukaan dan basa-basi. Sungguh berbeda jika dibandingkan dengan tulisan-tulisan Bapak Juwono Sudarsono di situs pribadinya. Saya cukup optimis Anda akan segera menulis sesuatu yang menggigit, menggugah pemikiran, mungkin kontroversial, dan memberikan manfaat.
November 23rd, 2007 at 11:38 pm
putra (komentar #53)
Pak, ente makin ganteng aja jadi artis? ente mah orangnya fleksibel ya bos.. diculasin didunia perpolitikan beralih ke dunia enetertaint…smoga sukses selalu bos… akademik ok, karir politik ok… skrg entertaint..hehehe sip lah setuju….
November 24th, 2007 at 3:29 am
Pretty (komentar #54)
@Bonar
yeah, tell me about it ^_^ I love blogwalking..but am still have no adequate knowledge to argue myself. nice to know you, I’ve read your comments here and there and I guess some point is ‘pencerahan’ for me too.
@YIM
Pak Yusril, saya masih nunggu tulisannya yang tentang issue terkini yang bukan curhat :)
November 24th, 2007 at 8:57 am
Yusril Ihza Mahendra (komentar #55)
@Pretty
Saya belum dapat menulis lebih rinci tentang kebijakan visa on arrival, karena saya sedang mengumpulkan berbagai arsip berkaitan masalah itu. Saya harus memintanya di Dep Hukum dan HAM, karena saya tidak memilikinya secara pribadi. Kalau bahannya sudah terkumpul, Insya Allah, saya akan menulisnya.
Saya sedang menata kembali ribuan buku koleksi dan bahan-bahan tertulis lain, agar memudahkan saya mencari rujukan dalam menulis. Saya ingin menulis dengan data dan rujukan yang jelas. Kalau asal nulis saja, saya khawatir hanya akan menjadi bahan tertawaan rekan-rekan.
Terima kasih atas perhatiannya.
November 24th, 2007 at 10:07 am
Vavai (komentar #56)
#Pretty, mudah-mudahan harapan ini bisa lekas didapat :-D. Mungkin untuk menulis sesuatu yang sifatnya formal (seperti VoA itu) butuh data yang mesti didapatkan dari lembaga-lembaga yang memegangnya.
Sebagai contoh, untuk menyatakan bahwa VoA tidak mengganggu arus wisatawan ke Indonesia tentu harus didukung fakta berapa banyak wisatawan sebelum dan sesuah VoA diterapkan dan dibatalkan. Kira-kira begitu.
Meski demikian, karena latar belakang Pak Yusril dari akademik, paling tidak kita bisa berharap ada posting-posting yang komprehensif mengenai hal-hal yang lebih fokus ;-)
November 24th, 2007 at 10:12 am
abdulkadir (komentar #57)
Biasanya orang indonesia kalau bikin blog dasarnya adalah untuk sharing intelektual dan narsis, dan sepertinya pak yusril ada kecenderungan itu(narsis). dalam debat dengan si temboknaga keliatan ciri narsisnya, merasa paling benar!padahal sebagai bekas pejabat publik, anda dilengserkan karena ada salah. sebenarnya publik maya itu mendebat kebijakan bapak dulu. kalau sekarang saya ingin meresensi film anda, tapi belum nonton! ada dvd-nya pak?
mending kita di blog ngurusin topik yang sangat duniawi (kuliner, dugem, mobil, golf…dst).
setuju, bos?
November 24th, 2007 at 4:24 pm
Yusril Ihza Mahendra (komentar #58)
#57 Pak Abdul Kadir, saya sendiri tidak tahu salahnya apa, semuanya hanya hipotesis yang sulit dibuktikan kebenarannya. Karena itu saya berpikir normatif saja, menteri-menteri itu diangkat dan diberhentikan Presiden. Jadi kapan saja Presiden mau berhentikan, tanpa alasan pun, boleh saja. Dalam suratnya yang dikirimkan kepada saya, Presiden SBY menjelaskan bahwa beliau terpaksa mengambil keputusan itu karena “adanya desakan publik”. Saya tidak ingin menafsirkan apa yang beliau maksud dengan kata-kata itu. Ketika saya bertemu Presiden SBY di rumahnya di Cikeas, beliau menjelaskan kepada saya berbagai hal tentang desakan publik itu. Saya hanya mengatakan, sudahlah Pak Bambang, saya tidak ingin mempersoalkannya.
Kalau soal “uang Tomy di Paribas” dan kasus AFIS, saya telah menjelaskan hal itu baik di rapat Polkam maupun dalam rapat kabinet terbatas. Juga telah saya jelaskan kepada aparat penegak hukum. Saya sedang kumpulkan bahan untuk nanti saya tulis di blog ini.
Saya tidak merasa paling benar. Kalau saya salah, ya, saya akan mengakui salah, tetapi kalau benar, saya akan bertahan dengan argumen yang saya yakini. Kalau tidak bisa meyakinkan orang lain, saya diam saja. Biarlah waktu yang mungkin akan membuka tabir kebenaran. Siapa tahu saya yang salah.
Saya mengakui ada kesalahan saya ketika menjawab Dragonwall. Hal itu telah saya nyatakan di dalam posting saya di blog ini. Saya telah meminta maaf kepadanya.
Sekian dulu tanggapan saya. Terima kasih atas perhatiannya.
November 25th, 2007 at 7:03 pm
aang (komentar #59)
untuk pak yusril. perkenalkan saya aang (nickname tapi nickname baik di dunia nyata dan maya) 21 tahun dan sekarang mengabdi di salah satu instansi pemerintah di bidang pengawasan keuangan.
menurut saya sudah jadi resiko sebagai publik figur, tokoh politik, atau pejabat untuk menerima kritikan pedas, menyudutkan, tidak adil, bahkan sudah sangat melanggar batas kesopanan. dan saya rasa bapak sudah tahu dan sadar akan resiko hal ini.
namun, saya tidak menyangka komentar bapak di blog tersebut. rupanya bapak sudah terpancing. dan sepertinya lain kali tidak usah ditanggapi pak. bukannya menggurui karena saya masih jauh muda dan pengalaman masih sedikit. tapi menurut pengalaman saya, yang juga pernah populer di dunia politik kampus, bapak yang rugi karena telah terpancing dengan komentar pedas orang lain. karena bapak publik figur dan seorang tokoh politik tentunya orang akan menyorotkan lampu-lampu perhatian mereka pada anda dibandingkan dengan dragon wall, dragon naga, dan dragon-dragon lain (maaf bercanda).
kalau istilah anak muda neh “words never bring us down. so hell yeah! just say whatever you want to say!”
jika kita memiliki itikad baik dan mempunyai tujuan untuk kebaikan ummat. maka komentar pedas sebanyak apapun tidak akan menggentarkan kita.
saya tunggu kiprah bapak ke depan!!
November 25th, 2007 at 8:38 pm
bambu (komentar #60)
salam,
Jika memang Yusril sepakat untuk berdebat tentang suatu topik, maka silakan saja bahas topiknya. dengan siapapun itu. kenapa mesti bergeser membahas orangnya? itu akan menggeser substansi diskusi.
jika memang yusril sudah memberikan bantahan, belaan, dan klarifikasi….maka biarkan halayak yang jadi juri. menimbang dan menilai sesuatu yg Yusril kemukakan.
jangan terpancing untuk menjauhkan subtansi diskusi…
wassalam,
November 26th, 2007 at 8:13 am
Pages: « 1 [2] 3 » Show All
Punya pendapat? Sampaikan pendapat Anda