<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: KENANG-KENANGAN DI MASA KECIL (BAGIAN II)</title>
	<atom:link href="http://yusril.ihzamahendra.com/2007/12/13/kenang-kenangan-di-masa-kecil-bagian-ii/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2007/12/13/kenang-kenangan-di-masa-kecil-bagian-ii/</link>
	<description>Blog Yusril Ihza Mahendra</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 14:26:43 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: hanny al fatih</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2007/12/13/kenang-kenangan-di-masa-kecil-bagian-ii/comment-page-1/#comment-65378</link>
		<dc:creator>hanny al fatih</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 08:02:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2007/12/13/kenang-kenangan-di-masa-kecil-bagian-ii/#comment-65378</guid>
		<description>Pa YUsril PBB bagaimana? dukung terus biar semakin berkibar dong?jangan cuma diam aja.bantu ms kaban</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pa YUsril PBB bagaimana? dukung terus biar semakin berkibar dong?jangan cuma diam aja.bantu ms kaban</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: eko</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2007/12/13/kenang-kenangan-di-masa-kecil-bagian-ii/comment-page-1/#comment-65377</link>
		<dc:creator>eko</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 07:59:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2007/12/13/kenang-kenangan-di-masa-kecil-bagian-ii/#comment-65377</guid>
		<description>mikirin yang lain lah hidup sudah susah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mikirin yang lain lah hidup sudah susah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: KENANG-KENANGAN DI MASA KECIL (BAGIAN VI) &#8212; Yusril Ihza Mahendra</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2007/12/13/kenang-kenangan-di-masa-kecil-bagian-ii/comment-page-1/#comment-1221</link>
		<dc:creator>KENANG-KENANGAN DI MASA KECIL (BAGIAN VI) &#8212; Yusril Ihza Mahendra</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Jan 2008 04:05:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2007/12/13/kenang-kenangan-di-masa-kecil-bagian-ii/#comment-1221</guid>
		<description>[...] kami lintasi, hanya dihuni tiga keluarga. Pertama keluarga Bajeri, yang pernah saya ceritakan di Bagian II sebagai pemain biola yang handal. Kedua, keluara Baharu. Beliau ini pegawai PU yang kerjanya [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] kami lintasi, hanya dihuni tiga keluarga. Pertama keluarga Bajeri, yang pernah saya ceritakan di Bagian II sebagai pemain biola yang handal. Kedua, keluara Baharu. Beliau ini pegawai PU yang kerjanya [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yusril Ihza Mahendra</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2007/12/13/kenang-kenangan-di-masa-kecil-bagian-ii/comment-page-1/#comment-1214</link>
		<dc:creator>Yusril Ihza Mahendra</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Jan 2008 12:58:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2007/12/13/kenang-kenangan-di-masa-kecil-bagian-ii/#comment-1214</guid>
		<description>#31 Sabda. Terima kasih atas perhatiannya. Silahkan saja, siapa tahu saya dapat menemukan sambungannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#31 Sabda. Terima kasih atas perhatiannya. Silahkan saja, siapa tahu saya dapat menemukan sambungannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Uda Nov</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2007/12/13/kenang-kenangan-di-masa-kecil-bagian-ii/comment-page-1/#comment-1210</link>
		<dc:creator>Uda Nov</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jan 2008 08:19:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2007/12/13/kenang-kenangan-di-masa-kecil-bagian-ii/#comment-1210</guid>
		<description>Saya ingin mengomentari petanyaan Uda Dedi aditiawarman ttg adat minangkabau yang bertentangan dengan Agama Islam seperti masalah warisan antara laki laki dan perempuan.
Sebelum menjawabnya mungkin perlu di ketahui adat di Minangkabau tersebut bermacam macam, seperti adat nan sabana adat, adat nan diadatkan, adat istiadat. 
Adat nan sabana adat itulah yang bersandi kitabullah. Makanya kalau kita lihat orang Minangkabau pastilah beragama Islam.  Masalah harta warisan itu adalah adat nan diadatkan. Jadi suatu kebiasaan yang di jadikan adat. 

Masalah kita mau mengamalkan pada zaman sekarang mungkin sudah tidak seperti zaman kakek kita dulu lagi. Artinya kita bisa mengikuti apa yang disebutkan dalam Al quran karena wajib hukumnya kita bersandar ke hukum Allah. Kalau bersandar ke hukum manusia berarti kita sudah membuat tandingan dengan Allah dan itu jatuhnya ke musyrik. Allahuwalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya ingin mengomentari petanyaan Uda Dedi aditiawarman ttg adat minangkabau yang bertentangan dengan Agama Islam seperti masalah warisan antara laki laki dan perempuan.<br />
Sebelum menjawabnya mungkin perlu di ketahui adat di Minangkabau tersebut bermacam macam, seperti adat nan sabana adat, adat nan diadatkan, adat istiadat.<br />
Adat nan sabana adat itulah yang bersandi kitabullah. Makanya kalau kita lihat orang Minangkabau pastilah beragama Islam.  Masalah harta warisan itu adalah adat nan diadatkan. Jadi suatu kebiasaan yang di jadikan adat. </p>
<p>Masalah kita mau mengamalkan pada zaman sekarang mungkin sudah tidak seperti zaman kakek kita dulu lagi. Artinya kita bisa mengikuti apa yang disebutkan dalam Al quran karena wajib hukumnya kita bersandar ke hukum Allah. Kalau bersandar ke hukum manusia berarti kita sudah membuat tandingan dengan Allah dan itu jatuhnya ke musyrik. Allahuwalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sabda</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2007/12/13/kenang-kenangan-di-masa-kecil-bagian-ii/comment-page-1/#comment-1133</link>
		<dc:creator>sabda</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Dec 2007 13:46:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2007/12/13/kenang-kenangan-di-masa-kecil-bagian-ii/#comment-1133</guid>
		<description>Bp YIM terima kasih atas cerita seru ini, boleh gak saya di email kan silsilah keluarga bp.
rencananya seh mau saya cocokkan dengan punya saya disini.

terima kasih, saya tunggu jawabannya.
klu cocok akan saya kirimkan pula penggalan silsilah di atas h.Taib.

sabda
Pontianak, December 24th 2007</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bp YIM terima kasih atas cerita seru ini, boleh gak saya di email kan silsilah keluarga bp.<br />
rencananya seh mau saya cocokkan dengan punya saya disini.</p>
<p>terima kasih, saya tunggu jawabannya.<br />
klu cocok akan saya kirimkan pula penggalan silsilah di atas h.Taib.</p>
<p>sabda<br />
Pontianak, December 24th 2007</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Martina</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2007/12/13/kenang-kenangan-di-masa-kecil-bagian-ii/comment-page-1/#comment-1093</link>
		<dc:creator>Martina</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Dec 2007 00:46:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2007/12/13/kenang-kenangan-di-masa-kecil-bagian-ii/#comment-1093</guid>
		<description>Pak, sebagai org sumatera (Aceh) saya bener2 senang bisa membaca kisah bapak ini dan saya setuju dengan pendapat bapak yg jengkel sama org2 perda yg menghancurkan historical artifacts. Kalo bisa, foto2 nya ditambah dong Pak. A picture can say a thousand words.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak, sebagai org sumatera (Aceh) saya bener2 senang bisa membaca kisah bapak ini dan saya setuju dengan pendapat bapak yg jengkel sama org2 perda yg menghancurkan historical artifacts. Kalo bisa, foto2 nya ditambah dong Pak. A picture can say a thousand words.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mr-Bands-007</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2007/12/13/kenang-kenangan-di-masa-kecil-bagian-ii/comment-page-1/#comment-1057</link>
		<dc:creator>Mr-Bands-007</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Dec 2007 09:03:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2007/12/13/kenang-kenangan-di-masa-kecil-bagian-ii/#comment-1057</guid>
		<description>Prof. kalau minyak sinyong-nyong di kelompok angkringan saya untuk penyedab rokok kayak mentol dioleskan dibatang rokoknya nikmatnya luar biasa Prof. maaf ini kita perokok berat, juga bisa untuk menyembuhkan sakit perut dan pusing kepala. Habis mau komentar apa wong susah dikomentari</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Prof. kalau minyak sinyong-nyong di kelompok angkringan saya untuk penyedab rokok kayak mentol dioleskan dibatang rokoknya nikmatnya luar biasa Prof. maaf ini kita perokok berat, juga bisa untuk menyembuhkan sakit perut dan pusing kepala. Habis mau komentar apa wong susah dikomentari</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ahmad David Kholilurrahman</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2007/12/13/kenang-kenangan-di-masa-kecil-bagian-ii/comment-page-1/#comment-1050</link>
		<dc:creator>Ahmad David Kholilurrahman</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Dec 2007 22:22:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2007/12/13/kenang-kenangan-di-masa-kecil-bagian-ii/#comment-1050</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum wr wb.

Senang sekali baca sambungan KKdMK II abang. Meski harus tekun-tunak mengikuti alur kisah abang yang mengalir ibarat kisah dalam hikayat-hikayat Melayu. Sungguh, saya merasa abang memiliki bakat kuat dalam penulisan genre sastra (andaikata diteruskan). 

Semasa menuntut ilmu di Pesantren Bangil (Jawa Timur), saya pernah jumpa abang di aula Pesantren Putri Bangil, semasa ustadz saya, Ustadz Ghozi Abdul Qadir Hassan masih hidup. Saya terkenang dengan gaya parlente abang yang dikerubungi orang banyak. 

Pengenangan saya mendalam pada retorika abang dalam peresmian PBB Jawa Timur di Islamic Centre, Surabaya. Abang memiliki kekuatan daya retorika yang dahsyat. Sampai sekarang, kaset pidato abang dalam helat itu masih saya simpan.  

Ada salah-seorang Ustadz saya, Ustadz Wildan Shalihi (Madiun) pernah bertamu ke rumah abang di Jakarta. Saya mendapat juga cerita tentang abang dari beliau. Ketika itu, saya berpikir bagaimana bisa jumpa dengan sosok yang banyak berguru dengan tokoh-tokoh umat Islam tanah-air? Mau dengar kisah abang lebih dalam lagi. 

Tentang kecintaan abang pada kesusatraan dan (juga sejarah ) Melayu, sungguh sangat merawan hati saya. Bagaimana seorang mesti mengetahui masa lampaunya, agar tak terlupakan. Masa lampau harus dikisahkan dan dituliskan agar jejak sejarah tak lesap pada anak-cucu. Mungkin, dengan resa semacam ini pulak, yang mengiringi kaum Melayu menulis semacam Hikayat. 

Tentu yang menarik minat saya, ketika abang dimasa kanak-kanak sudah membaca hikayat Abdullah serta menyalin  Tsamaratul Muhimmah Raja Ahmad. Agaknya, jangan-jangan abang masih memiliki pertalian dengan kerabat bangsawan Riau Lingga? 

Dalam sebuah berita TV dulu, saya lihat dengan bangga, ketika abang mengenakan baju teluk belanga dalam sebuah acara partai di Bengkulu. 

Yang tak terlupa dari abang, adalah mengingat dengan teliti serta detail setiap peristiwa dalam laman kehidupan abang. Tentu saya akan terus memasang mata-telinga untuk menyimak kisah kehidupan abang sejak kecil hingga jadi &#039;orang besar&#039; tanah-air.

Oh ya, tentang kecintaan saya pada Melayu, agaknya didorong rasa pendidikan yang menjauh dari alam Melayu.  Pengalaman masa kecil yang susah dikampung dulu, mendorong saya menanam &#039;azam bahwa saya harus berjuang.     Dalam artian, saya tak pernah mengalami pendidikan semacam maktab perguruan Melayu seperti di Malaysia. Saya belajar menulis/mengarang secara otodidak lewat bahan bacaan. 

Justru kecintaan saya pada kebudayaan Melayu tersemai sejak kecil. Dan semakin mekar tatkala merantau ke negeri &#039;Seribu Menara&#039; (Mesir). Agaknya lewat mengaji Madrasah dikampung dulu dan cerita yang rajin dikisahkan orang tua dan datuk memupuk saya, bahwa sejarah harus dikisahkan agar tak lesap dimakan zaman. 

Tentu saya mau belajar sama abang!

Wassalam,


Salam hangat dari Negeri Para Nabi

Ahmad David Kholilurrahman</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum wr wb.</p>
<p>Senang sekali baca sambungan KKdMK II abang. Meski harus tekun-tunak mengikuti alur kisah abang yang mengalir ibarat kisah dalam hikayat-hikayat Melayu. Sungguh, saya merasa abang memiliki bakat kuat dalam penulisan genre sastra (andaikata diteruskan). </p>
<p>Semasa menuntut ilmu di Pesantren Bangil (Jawa Timur), saya pernah jumpa abang di aula Pesantren Putri Bangil, semasa ustadz saya, Ustadz Ghozi Abdul Qadir Hassan masih hidup. Saya terkenang dengan gaya parlente abang yang dikerubungi orang banyak. </p>
<p>Pengenangan saya mendalam pada retorika abang dalam peresmian PBB Jawa Timur di Islamic Centre, Surabaya. Abang memiliki kekuatan daya retorika yang dahsyat. Sampai sekarang, kaset pidato abang dalam helat itu masih saya simpan.  </p>
<p>Ada salah-seorang Ustadz saya, Ustadz Wildan Shalihi (Madiun) pernah bertamu ke rumah abang di Jakarta. Saya mendapat juga cerita tentang abang dari beliau. Ketika itu, saya berpikir bagaimana bisa jumpa dengan sosok yang banyak berguru dengan tokoh-tokoh umat Islam tanah-air? Mau dengar kisah abang lebih dalam lagi. </p>
<p>Tentang kecintaan abang pada kesusatraan dan (juga sejarah ) Melayu, sungguh sangat merawan hati saya. Bagaimana seorang mesti mengetahui masa lampaunya, agar tak terlupakan. Masa lampau harus dikisahkan dan dituliskan agar jejak sejarah tak lesap pada anak-cucu. Mungkin, dengan resa semacam ini pulak, yang mengiringi kaum Melayu menulis semacam Hikayat. </p>
<p>Tentu yang menarik minat saya, ketika abang dimasa kanak-kanak sudah membaca hikayat Abdullah serta menyalin  Tsamaratul Muhimmah Raja Ahmad. Agaknya, jangan-jangan abang masih memiliki pertalian dengan kerabat bangsawan Riau Lingga? </p>
<p>Dalam sebuah berita TV dulu, saya lihat dengan bangga, ketika abang mengenakan baju teluk belanga dalam sebuah acara partai di Bengkulu. </p>
<p>Yang tak terlupa dari abang, adalah mengingat dengan teliti serta detail setiap peristiwa dalam laman kehidupan abang. Tentu saya akan terus memasang mata-telinga untuk menyimak kisah kehidupan abang sejak kecil hingga jadi &#8216;orang besar&#8217; tanah-air.</p>
<p>Oh ya, tentang kecintaan saya pada Melayu, agaknya didorong rasa pendidikan yang menjauh dari alam Melayu.  Pengalaman masa kecil yang susah dikampung dulu, mendorong saya menanam &#8216;azam bahwa saya harus berjuang.     Dalam artian, saya tak pernah mengalami pendidikan semacam maktab perguruan Melayu seperti di Malaysia. Saya belajar menulis/mengarang secara otodidak lewat bahan bacaan. </p>
<p>Justru kecintaan saya pada kebudayaan Melayu tersemai sejak kecil. Dan semakin mekar tatkala merantau ke negeri &#8216;Seribu Menara&#8217; (Mesir). Agaknya lewat mengaji Madrasah dikampung dulu dan cerita yang rajin dikisahkan orang tua dan datuk memupuk saya, bahwa sejarah harus dikisahkan agar tak lesap dimakan zaman. </p>
<p>Tentu saya mau belajar sama abang!</p>
<p>Wassalam,</p>
<p>Salam hangat dari Negeri Para Nabi</p>
<p>Ahmad David Kholilurrahman</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Roedy Chandra Al Rasyid</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2007/12/13/kenang-kenangan-di-masa-kecil-bagian-ii/comment-page-1/#comment-1034</link>
		<dc:creator>Roedy Chandra Al Rasyid</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Dec 2007 06:17:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2007/12/13/kenang-kenangan-di-masa-kecil-bagian-ii/#comment-1034</guid>
		<description>Salam,

Setelah membaca seluruh tulisan anda, saya sepertinya mulai tertarik dgn cerita anda mengenai seni &amp; sastra yg pernah dilakoni datok idris(maaf jika saya salah memanggil silsilah keluarga). Kesenian Tunel(di tulis tonil) sepertinya saya sangat akrap dengan istilah itu, Ibu pernah bercerita bahwa ayah rasyid suka bermain kesenian ini. Dengan segala hormat bisa kah anda ceritakan masa-masa saat itu siapa saja yg suka dari anggota keluarga yg menggemari kesenian ini. Selain itu anda sebutkan ada salah satu anggota keluarga anda yg menetap dibandung, &amp; dia seorang insinyur...??,yg bisanya anda kunjungi bila anda ke Bandung. Bila mungkin saya ingin juga bertemu dgn beliau krn sepertinya beliau cukup tahu banyak mengenai anda &amp; tulisan anda. Cukup unik jg keluarga ini, ternyata disamping ilmu agama, ilmu hitungan darah kesenian juga ada. Apakah ini jg yg melatar belakangi anda bermain Film??, he..he.., saya kira cerita yg saya peroleh setelah pulang kemarin (1 minggu yg lalu), ibu bilang anda berperan sebagai seorang jendral ???,adalah obrolan sambil lewat/kelakar mungkin istilahnya. Mungkinkah ada yg ingin anda sampaikan melalui film ini??, atau hanya sebuah kebetulan saja??...mudah2an analisa saya salah karena memang kalau saya perhatikan setiap kalimat dlm tulisan anda, pengaruh keluarga dlm diri anda sangat menonjol, multitalenta yg anda miliki sepertinya berimbas dari masa-masa yg anda lalui bersama keluarga jg lingkungan?. Saya dpt fahami unsur misi yg ada dalam setiap cerita anda, tergambar dgn jelas dari setiap penekanan kalimatnya. Intinya anda berhasil!!, forum ini menurut saya bukan hanya sekedar forum anjang sama bersama keluarga atau rekan sejawat, lebih jauh dari ini. Tidak ada salahnya setelah semua cerita masa lalu &amp; sejarah keluarga usai, anda harus lebih memfokuskan pada hal yg lebih detail tentang tujuan &amp; cita-cita anda semula. Jgn pernah kubur hal itu, &amp; saya menyakini ada cita-cita besar dibalik ini semua!!, buktikan jika kalimat yg pernah terucap oleh kakek anda untuk menjadi orang besar dapat terwujud &amp; bukan berarti itu sebuah ramalan seseorang yg kita tahu sangat kental dgn dunia mistik/gaib, waktu kita sempit krn ini saat yg paling baik untuk menyusun kembali agenda-agenda yg tertunda. Berdirilah paling depan buang keragu-raguan dalam diri anda seperti pendahulu-pendahulu anda yg begitu teguh dalam bersikap dgn keragaman warisan paling hakiki dari keluarga ini,insyaallah ada dapat mejalankan semuanya. Saya akan tetap menjaga warisan tersebut, sebagai salah satu wujud penghargaan saya kepada keluarga, anda &amp; negara. (Salam Hormat ..Post by@ RChandra, Date:17/12/2007-).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam,</p>
<p>Setelah membaca seluruh tulisan anda, saya sepertinya mulai tertarik dgn cerita anda mengenai seni &amp; sastra yg pernah dilakoni datok idris(maaf jika saya salah memanggil silsilah keluarga). Kesenian Tunel(di tulis tonil) sepertinya saya sangat akrap dengan istilah itu, Ibu pernah bercerita bahwa ayah rasyid suka bermain kesenian ini. Dengan segala hormat bisa kah anda ceritakan masa-masa saat itu siapa saja yg suka dari anggota keluarga yg menggemari kesenian ini. Selain itu anda sebutkan ada salah satu anggota keluarga anda yg menetap dibandung, &amp; dia seorang insinyur&#8230;??,yg bisanya anda kunjungi bila anda ke Bandung. Bila mungkin saya ingin juga bertemu dgn beliau krn sepertinya beliau cukup tahu banyak mengenai anda &amp; tulisan anda. Cukup unik jg keluarga ini, ternyata disamping ilmu agama, ilmu hitungan darah kesenian juga ada. Apakah ini jg yg melatar belakangi anda bermain Film??, he..he.., saya kira cerita yg saya peroleh setelah pulang kemarin (1 minggu yg lalu), ibu bilang anda berperan sebagai seorang jendral ???,adalah obrolan sambil lewat/kelakar mungkin istilahnya. Mungkinkah ada yg ingin anda sampaikan melalui film ini??, atau hanya sebuah kebetulan saja??&#8230;mudah2an analisa saya salah karena memang kalau saya perhatikan setiap kalimat dlm tulisan anda, pengaruh keluarga dlm diri anda sangat menonjol, multitalenta yg anda miliki sepertinya berimbas dari masa-masa yg anda lalui bersama keluarga jg lingkungan?. Saya dpt fahami unsur misi yg ada dalam setiap cerita anda, tergambar dgn jelas dari setiap penekanan kalimatnya. Intinya anda berhasil!!, forum ini menurut saya bukan hanya sekedar forum anjang sama bersama keluarga atau rekan sejawat, lebih jauh dari ini. Tidak ada salahnya setelah semua cerita masa lalu &amp; sejarah keluarga usai, anda harus lebih memfokuskan pada hal yg lebih detail tentang tujuan &amp; cita-cita anda semula. Jgn pernah kubur hal itu, &amp; saya menyakini ada cita-cita besar dibalik ini semua!!, buktikan jika kalimat yg pernah terucap oleh kakek anda untuk menjadi orang besar dapat terwujud &amp; bukan berarti itu sebuah ramalan seseorang yg kita tahu sangat kental dgn dunia mistik/gaib, waktu kita sempit krn ini saat yg paling baik untuk menyusun kembali agenda-agenda yg tertunda. Berdirilah paling depan buang keragu-raguan dalam diri anda seperti pendahulu-pendahulu anda yg begitu teguh dalam bersikap dgn keragaman warisan paling hakiki dari keluarga ini,insyaallah ada dapat mejalankan semuanya. Saya akan tetap menjaga warisan tersebut, sebagai salah satu wujud penghargaan saya kepada keluarga, anda &amp; negara. (Salam Hormat ..Post by@ RChandra, Date:17/12/2007-).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

