|

AKHIRNYA SEMUA KITA AKAN PERGI (II)

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim,
Tanggal 9 Desember yang lalu, saya mendapat khabar, salah satu saudara sepupu saya, A. Helmy bin Haji Arba’ie, telah berpulang ke Rahmatullah. Setiap kali saya mendengar berita kematian, batin saya selalu tertegun sambil mengucapkan Inna lillahi wa inna ilaihi IMGraji”un. Sesungguhnya kita ini adalah milik Allah, dan kita semua akan kembali lagi kepadaNya. Peristiwa kematian terasa datang begitu cepat dan sering tidak terduga. Saudara saya itu, masih tergolong muda. Usianya 54 tahun. Saya ingat waktu sekolah di SMP, dia sekelas dengan kakak saya yang perempuan, Yusniar. Mereka kelas III, saya kelas I. Setelah tamat SMP dia berangkat ke Jakarta untuk melanjutkan sekolah. Lama saya tak bertemu dengannya. Setelah saya pindah ke Jakarta, suatu hari dia datang ke rumah saya di Jalan Perikani, Rawamangun, sekitar tahun 1982. Ternyata dia tinggal di Rawamangun juga, tidak jauh dari rumah saya. Sejak itu, beberapa kali dia datang lagi ke rumah saya, lebih-lebih di kala Hari Raya Idul Fitri. Saya pernah berkunjung ke rumahnya di Bekasi setelah dia pindah ke sana. Terakhir, dua tahun lalu, dia mengatakan telah pindah ke rumah yang baru di Desa Mangunjaya, di Bekasi juga.

Mendengar kabar kepergiannya, saya segera bergegas menyetir mobil sendiri bersama isteri saya pergi ke rumah duka. Saya melintasi jalan tol dan keluar di daerah Cibitung. Agak susah payah saya mencari rumahnya, sehingga harus berkali-kali bertanya kepada supir angkot dan tukang ojek. Akhirnya, sampai juga saya di Desa Mangunjaya dan langsung menuju ke rumah duka. Ketika saya tiba di sana, jenazahanya sudah dimandikan dan dikafankan. Kami segera bergegas membawa jenazah untuk disembahyangkan di sebuah musholla tak jauh dari rumahnya. Selepas itu, kami beramai-ramai menuju Pemakaman Umum Desa Mangunjaya, yang nampak masih baru.

Di pemakaman itu saya menyaksikan paman saya Haji Arba’ie bin Haji Zainal, menabur bunga di atas pemakaman. Tabur bunga disusul oleh isteri almarhum Helmy, isteri dan anak-anaknya. Juga kakak dan adik-adiknya, baru kemudian saya dan isteri saya, dan disusul oleh pelayat yang lain. Atas permintaan keluarga, saya menyampaikan sambutan duka cita dan ucapan terima kasih kepada seluruh pelayat yang telah membantu upacara pemakaman. Adik Helmy, Iskandar yang sehari-hari menjadi ustadz, membacakan doa. Upacara pemakaman berlangsung singkat namun penuh khidmad. Akhirnya, kami semua meninggalkan pemakaman dengan perasaan masing-masing. Saya mengantar paman saya dan anak-anaknya kembali ke rumah duka. Dalam mobil saya bertanya, apakah Helmy sakit sebelum meninggal. Mereka mengatakan tidak. Kepergiannya tiba-tiba. Mereka mengatakan mungkin dia terlalu berduka dengan kematian putrinya dua minggu sebelumnya. Saya tidak mendapat kabar ketika putrinya meninggal, sehingga saya tak datang untuk melayat.

Dalam perjalanan pulang ke rumah, saya merenungkan kepergian saudara sepupu saya itu yang tiba-tiba itu. Saudara sepupu saya itu baru berusia 54 tahun. Usia yang masih relatif muda untuk ukuran rata-rata orang Indonesia. Namun ajal akan datang kapan saja. Tidak ada yang tahu, kecuali Allah Ta’ala. Dalam hati saya berkata, kalau Allah Ta’ala menghendaki, barangkali hari inipun saya akan mati juga. Kalau belum, baiklah saya harus berbuat kebajikan lebih banyak lagi, agar hidup ini semakin bermakna. Kebajikan itu hanya akan saya tujukan kepada Allah semata, walau manfaatnya tentu akan dirasakan oleh sesama manusia. Kalau kebajikan ditujukan kepada manusia, kita akan mudah frustrasi dan putus asa. Sebab, kita akan selalu berharap agar manusia menghargai apa yang kita kerjakan. Namun, kalau kebajikan kita tujukan dengan niat untuk mengabdikan diri kepada Allah, kita tidak perlu perduli apakah manusia akan menghargainya atau tidak. Bahkan mungkin pula kebajikan yang kita lakukan, akan mendapat penilaian sebaliknya. Manusia selalu diliputi oleh rasa curiga dan syak wasangka.

Empat hari setelah kepergian Helmy, saya mengundang paman saya, Haji Arba’ie bin Haji Zainal (lihat gambar), datang ke rumah saya beserta anak-anaknya. Kalau saya menatap wajah paman saya itu, saya teringat dengan wajah ayah saya yang telah berpulang lebih 20 tahun yang lalu. Beliau adalah satu-satunya saudara kandung ayah IMG_0006saya yang masih hidup. Usianya kini sudah 84 tahun. Namun beliau nampak sehat dan kuat. Di Belitung, beliau masih mampu mengayuh sepeda atau mengendarai sepeda motor. Bahkan kadang-kadang berangkat sendiri naik pesawat terbang ke Jakarta mengunjungi anak-anaknya. Ingatan beliau luar biasa. Saya bertanya tentang silsilah keluarga. Saya juga bertanya tentang grup musik dan grup sandiwara ayah saya. Beliau menjawabnya dengan rinci, karena beliau ikut berlakon. Beliau hanya mengatakan, tidak ikut latihan militer di zaman Jepang. Beliau disuruh oleh Sekretaris Demang, Abdul Madjid, untuk mengikuti pendidikan di sekolah Jepang di Tanjung Karang, Lampung. Beliau kembali ke Belitung setelah proklamasi kemerdekaan.

Walaupun anaknya baru meninggal, namun tak nampak wajah kesedihan pada paman saya itu. Beliau hanya mengatakan, segalanya adalah kehendak Tuhan.Ayah beliau, yakni kakek saya Haji Zainal bin Haji Ahmad, meninggal dalam usia 108 tahun. Beliau sendiri, masih segar bugar di usia 84 tahun. Anaknya wafat dalam usia 54 tahun. Umur manusia, dari zaman ke zaman nampak semakin pendek saja. Mungkin zaman sekarang, tantangan hidup lebih besar dibandingkan dengan zaman dahulu. Dunia makin sesak dengan aneka ragam persoalannya. Kita harus menjawab semua tantangan itu. Selesai menjawab suatu tantangan, akan muncul lagi tantangan baru. Demikianlah hidup, perjuangan seakan tanpa akhir. Namun satu hal telah pasti, hidup akan berakhir. Suatu ketika, kita juga akan meninggalkan dunia yang fana ini, dengan harapan kehidupan di akhirat kelak, akan jauh lebih baik dibandingkan dengan kehidupan di dunia fana ini.

Wallahu ‘alam bisawwab.

Cetak artikel Cetak artikel

Short URL: http://yusril.ihzamahendra.com/?p=58

Posted by on Dec 20 2007. Filed under Personal. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

27 Comments for “AKHIRNYA SEMUA KITA AKAN PERGI (II)”

  1. Inna lillahi wa inna ilaihi raji”un

    Semoga Almarhum diterima di Sisi Allah SWT, Diampuni segala khilaf dan kesalahannya dan diterima segala Amal Ibadahnya.
    Semoga Keluarga yang ditinggalkan diberi Kekuatan, Ketabahan dan Keselamatan. Amin

  2. ASSALAMUALAIKUM WW

    SALAM HANGAT SELALU PAK YUSRIL

    DI HARI INI SAYA INGIN MENGUCAPKAN ;
    SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1428 H
    MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN

    JEBEE

  3. Terima kasih banyak Jebee. Selamat Hari Raya Idul Adha pula untuk Anda dan untuk semua rekan yang lain. Semoga Allah SWT akan senantiasa memberkati kita semua. Amin Ya Rabbil ‘Alamin.

  4. Umur seseorang tak akan pernah dapat ditafsirkan, namun hidup mati, jodoh & rizki adalah sesuatu yg pasti, Hari ini satu dari kita harus berpulang atas izin NYA. Hanya amal ibadah serta doa anak yg sholeh yg hanya akan mengikutinya hingga lubang lahat, Satu lagi pelajaran hidup yang dapat ditarik dari setiap perjalanan hidup manusia. dengan segala keterbatasan dan kekurangan yg sudah seharusnya disyukuri, Pasrah adalah merupakan bukti keihklasan kita sebagai hamba kepada sang pencipta semesta, tak ada yg lebih berkehendak akan semua peristiwa yg telah terjadi pada diri hamba-hamba NYA, Tuhan!, hari ini salah satu dari kami berdoa dalam setiap renungannya atas semua peristiwa yg telah Ia saksikan, aku hanya berharap semuanya ini adalah bentuk dari perintah sekaligus peringatan mu kepada kami hamba-hamba MU ya rabbi!, Jagalah setiap hati dari masing-masing diri mereka, agar mereka mampu menjalankan segala tugas yg telah kau embankan kepada mereka, “Pak Yusril Ihza Mahendra yg terhormat, sebagai salah satu bagian dari keluarga ini, anda telah menunjukkan satu kebajikan, banyak nilai pelajaran hidup yg tertanam dari setiap lembar kehidupan yg telah anda jalani, sungguh ahlaq yg baik telah tumbuh dalam diri anda. Apakah ini buah dari kesabaran yg allah pernah janjikan kepada setiap hamba-hamba yg mau menjalankan segala perintahnya?, Jika benar demikian sungguh-sungguh merugi rasanya hidup ini, jika hanya ku kotori dgn perbuatan yg sia-sia & putus asa.” Selamat jalan saudara ku..,surrah alfatihah dari setiap sholat tahadjud ku akan selalu menjadi cahaya dalam kegelapan jalan mu. Amin Ya Rabbil ‘Alamin. (21/12/2007 post by@RChandra-Bandung)

  5. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
    Innalillahi wainna ilaihi raji’uun , Memang tak ada yang abadi di muka ini, semuanya akan pergi meninggalkan kita. Semoga semuanya itu menjadi nasehat baik buat kita yang masih hidup.
    Selamat Hari Raya ‘Idul Adha 1428 H buat abang dan keluarga

  6. Selamat Idul Adha 1248, buat Bang Yusril dan Anda yang menjalankan.

    Bang Yusril, Jumat ini, Anda Bertemu dengan Presiden SBY di Cikeas. Apakah sudah rujuk, nih? Siapa yang mengambil prakarsa dalam pretmeuan ini, Abang atau SBY? Boleh dong diceritakan melalui blog ini.

  7. Marwan (dikampong Lalang)

    Ass Wr Wbr,
    Salam sejahtera buat Abang Yusril sekeluarga dan semoga senantiasa diberikan kesehatan lahir dan bathin oleh Allah SWt.

    Inna lillahi wa inna ilaihi raji”un
    saya ucapakan buat almarhum saudara kita, agar dapat tempat layak di Sisinya yang setimpal dengan amal kebajikan di alam dunia semasa hidupnya dan kepada kita yang ditinggalkan agar senantiasa diberikan ketabahan. Kematian hanya soal waktu semata dan kita semua akan mengalaminya.

    Orang yang meninggal akan terputus amalnya dan menjadi tidak mempunyai daya dan upaya. Mereka sangat menginginkan untuk diingat , diberikan pengabdian dengan doa atau sedekah. Terlebih kedua orang tua dan kerabat. Diriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda. ” apabila anak Adam (manusia) telah meninggal, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara : sedekah jariah (yang pahalanya selalu mengalir), ilmu yang bermanfaat atau anak shaleh yang selalu mendoakan orang tuanya,” (HR Muslim)

    Bahkan doa dan sedekah seorang anak yang berbakti untuk kedua orang tuanya, dapat menghapus kesulitan-kesulitan alam kubur, dengan perantara keberkahan dua amalan tersebut. Atau paling tidak, sedekah dan doa sang anak dapat meringankan kesulitan orang tua dialam kubur. Atau sedekah dam doa sang anak dapat meninggikan derajat kedua orang tuanya diakhirat. Amin Ya Rabbil ‘Alamin

    Bang Yusril, SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1428 H. Semoga dengan berkurban dapat semakin meningkatkan Ukhwah Islamiyah.

    Wss Wr Wbr.

  8. Innaa lillahi wa Innaa ilaihi rajiún.
    Pak Yusril, ini kali kedua Bapak menposting tentang berita kematian keluarga Bapak yang sangat menyentuh. Semoga kesabaran dilimpahkan kepada keluarga yang ditinggalkan.
    Pak ada kisah menarik tentang kematian Rasulullah saw., sekiranya begini, Pak. Semoga kita mampu mengambil hikmah atas KEMATIAN TERINDANH SEPANJANG ZAMAN INI. Amin.

    “Kemudian masuklah putri beliau Fathimah ra pada waktu dhuha di hari Senin 12 Rabi’ul awal 11 H, lalu dia menangis saat masuk kamar Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam. Dia menangis karena biasanya setiap kali dia masuk menemui Rasullullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, beliau berdiri dan menciumnya di antara kedua matanya, akan tetapi sekarang beliau tidak mampu berdiri untuknya. Maka Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda kepadanya:” Mendekatlah kemari wahai Fathimah.” Beliaupun membisikkan sesuatu di telinganya, maka dia pun menangis. Kemudian beliau bersabda lagi untuk kedua kalinya:” Mendekatlah kemari wahai Fathimah.” Beliaupun membisikkan sesuatu sekali lagi, maka diapun tertawa.

    Maka setelah kematian Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, mereka bertanya kepada Fathimah ra: “Apa yg telah dibisikkan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam kepadamu sehingga engkau menangis, dan apa pula yang beliau bisikkan hingga engkau tertawa?” Fathimah ra berkata:” Pertama kalinya beliau berkata kepadaku:” Wahai Fathimah, aku akan meninggal malam ini.” Maka akupun menangis. Maka saat beliau mendapati tangisanku beliau kembali berkata kepadaku:” Engkau wahai Fathimah, adalah keluargaku yg pertama kali akan bertemu denganku.” Maka akupun tertawa.

    Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam memanggil Hasan dan Husain, beliau mencium keduanya dan berwasiat kebaikan kepada keduanya. Lalu Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam memanggil semua istrinya, menasehati dan mengingatkan mereka. Beliau berwasiat kepada seluruh manusia yangg hadir agar menjaga shalat. Beliau mengulang-ulang wasiat itu.
    Lalu rasa sakitpun terasa semakin berat, maka beliau bersabda:” Keluarkanlah siapa saja dari rumahku.” Beliau bersabda:” Mendekatlah kepadaku wahai ‘Aisyah!” Beliaupun tidur di dada istri beliau ‘Aisyah ra. ‘Aisyah ra berkata:” Beliau mengangkat tangan beliau seraya bersabda:” Bahkan Ar-Rafiqul A’la bahkan Ar-Rafiqul A’la.” Maka diketahuilah bahwa disela-sela ucapan beliau, beliau disuruh memilih diantara kehidupan dunai atau Ar-Rafiqul A’la.

    Masuklah Malaikat Jibril as menemui Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam seraya berkata:” Malaikat maut ada di pintu, meminta izin untuk menemuimu, dan dia tidak pernah meminta izin kepada seorangpun sebelummu.” Maka beliau berkata kepadanya:” Izinkan untuknya wahai Jibril.” Masuklah malaikat Maut seraya berkata:” Assalamu’alaika wahai Rasulullah. Allah telah mengutusku untuk memberikan pilihan kepadamu antara tetap tinggal di dunia atau bertemu dengan Allah di Akhirat.” Maka Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:” Bahkan aku memilih Ar-Rafiqul A’la (Teman yg tertinggi), bahkan aku memilih Ar-Rafiqul A’la, bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah yaitu :para nabi, para shiddiqiin, orang-orang yg mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah rafiq (teman) yg sebaik-baiknya.”

    ‘Aisyah ra menuturkan bahwa sebelum Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam wafat, ketika beliau bersandar pada dadanya, dan dia mendengarkan beliau secara seksama, beliau berdo’a:
    “Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku dan susulkan aku pada ar-rafiq al-a’la. Ya Allah (aku minta) ar-rafiq al-a’la, Ya Allah (aku minta) ar-rafiq al-a’la.” Berdirilah malaikat Maut disisi kepala Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam- sebagaimana dia berdiri di sisi kepala salah seorang diantara kita- dan berkata:” Wahai roh yg bagus, roh Muhammad ibn Abdillah, keluarlah menuju keridhaan Allah, dan menuju Rabb yg ridha dan tidak murka.”

    Sayyidah ‘Aisyah ra berkata:”Maka jatuhlah tangan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, dan kepala beliau menjadi berat di atas dadaku, dan sungguh aku telah tahu bahwa beliau telah wafat.” Dia ra berkata:”Aku tidak tahu apa yg harus aku lakukan, tidak ada yg kuperbuat selain keluar dari kamarku menuju masjid, yg disana ada para sahabat, dan kukatakan:” Rasulullah telah wafat, Rasulullah telah wafat, Rasulullah telah wafat.” Maka mengalirlah tangisan di dalam masjid. Ali bin Abi Thalib ra terduduk karena beratnya kabar tersebut, ‘Ustman bin Affan ra seperti anak kecil menggerakkan tangannya ke kanan dan kekiri. Adapun Umar bin al-Khaththab ra berkata:” Jika ada seseorang yang mengatakan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam telah meninggal, akan kupotong kepalanya dg pedangku, beliau hanya pergi untuk menemui Rabb-Nya sebagaimana Musa as pergi untuk menemui Rabb-Nya.” Adapun orang yg paling tegar adalah Abu Bakar ra, dia masuk kpd Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, memeluk beliau dan berkata:”Wahai sahabatku, wahai kekasihku, wahai bapakku.” Kemudian dia mencium Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dan berkata : ”Anda mulia dalam hidup dan dalam keadaan mati.”

    Selengkapnya dapat diikuti di:
    http://abuzubair.wordpress.com/2007/07/21/kematian-terindah-dalam-sejarah-manusia/

  9. Innalillahi Wainna Ilaihi Raji’un.
    Kematian orang-orang terdekat bisa mengingatkan kita akan hakikat kehidupan. Terkadang karena keserakahan dan cinta duniawi yang berlebihan, kita suka merasa akan hidup selamanya;lupa akan kematian. Tetapi tatkala orang terdekat di panggil Allah Swt. Oh… betapa dekatnya maut, kapan saja bisa menjemput kita. Semoga Al-marhum diterima iman islamnya diampuni dosa-dosanya, ditempatkan ditempat yang mulia disisi Allah Swt, Amin.

    SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1428 H UNTUK BANG YUSRIL SEKELUARGA

  10. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un

    sungguh anda orang yang berakhlak mulia

  11. SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA buat pak Yusril & buat semua yg baca Blog ini….
    Innalillahi wainna ilaihi raji’uun………
    Semoga… meninggalnya saudara kita…. menjadikan peringatan buat kita agar selalu ingat kepada maut…
    Pak Yusril… saya penasaran mau lihat film nya laksamana Cheng Ho… kapan ditayangkan…?

  12. Sungguh…dunia dan segala isinya adalah fana semata. Bagaimana seorang hamba akan mampu menggapai keabadian pabila semua yang fana menjadi tumpuan dan harapan hidupnya???

    Innalillahi wa inna ilaihi roji’un

    Semoga Almarhum diterima di Sisi Allah SWT, Diampuni segala khilaf dan kesalahannya dan diterima segala Amal Ibadahnya.
    Semoga Keluarga yang ditinggalkan diberi Kekuatan, Ketabahan dan Keselamatan.

  13. Terima kasih atas komentar rekan-rekan semua. Saya merasa mendapat tambahan pelajaran tentang kematian dari rekan-rekan semua, khususnya dari Arie Ashford, yang menulis begitu panjang. Terima kasih pula atas ucapan selemat Hari Raya Idul Adha.

    Kepada # Domu Ambarita, pertemuan saya dengan SBY biasa-biasa saja. Seringkali saya bertemu baik di Cikeas maupun di Istana Negara. Sering pula kami berbicara lewat telepon, meskipun saya sedang berada di luar negeri.
    Saya tetap membantu apa yang beliau minta, walau saya tidak lagi di pemerintahan. Saya selalu berpikir, saya bekerja untuk bangsa dan negara. Siapapun Presidennya, saya akan membantu jika diperlukan.

    Pak SBY memang sering mengajak saya mendiskusikan berbagai masalah yang menyangkut kehidupan berbangsa dan bernegara kita, baik di masa sekarang maupun di masa depan. Saya dimintai pandangan oleh beliau terkait dengan masalah konstitusi, hukum pada umumnya, dan struktur organisasi negara kita pasca amandemen UUD 1945.
    Kadang-kadang kami diskusikan secara lisan. Kadang-kadang analisis saya, saya kemukakan dalam bentuk tulisan, setelah itu kami diskusikan.

    Hari ini saya datang atas inisiatif saya. Kadang-kadang inisiatif datang dari beliau. Dua minggu yang lalu saya juga bertemu beliau. Jadi biasa-biasa saja. Tidak ada yang terlampau istimewa.

    Demikian penjelasan saya.

  14. Terima Kasih atas pujian-nya, Pak Yusril. Saya juga hanya meneruskan yang telah dimuat oleh teman-teman kita. Setidaknya membuat kita lebih dapat menikmati, ajal bila nanti menyapa.
    Sekali lagi terima kasih, Pak.
    Boleh juga, Pak. Ide Cheng Ho di publish duluan. Tentu versi iklannya pun boleh-lah.
    Bisa di free download-kan lho Pak bila berkenan.

  15. M. Abriza Hartawan

    Assalamu’alaikum Bang Yusril

    Sebelumnya saya mau mengucapkan Selamat Idul Adha, Mohon maaf lahir dan bathin…Sesama anak bangsa dari daerah Sumbagsel, saya sangat senang adanya blog ini, paling tidak telah membuat pencerahan buat kita semua yang membacanya. Banyak hikmah yang bisa diambil dari cerita masa kecil Bang Yusril di Belitung sampai diterpa banyak cobaan. Semoga Bang Yusril lebih tegar menghadapinya dan Allah memberikan ganjaran yang indah buat abang dan keluarga. Amin.

  16. Assalamua’alaikum Wr.Wb
    Saya terkesan dengan tausiyah yang Abang sampaikan waktu di Hotel Grand Cempaka tanggal 16 Desember 2007 waktu itu kebetulan saya hadir dari Kota Tangerang sebagai undangan bersama rekan-rekan, berkaitan dengan suasana Iedhul Adha dan suasana berkabung atas wafatnya saudara sepupu Bang YIM saya menyampaikan turut belasungkawa dan semoga amal sholih selama hidup beliau didunia dapat menolongnya, Amin..dalam kaitan Iedhul Adha saya memaknai itu sebagai suatu ” pengorbanan” dalam arti yang sangat luas, dimana ketika suatu titipan yang diamanahkan kepada kita diambil kembali oleh pemiliknya suka atau tidak kita harus merelakan dan mengikhlaskannya. Setiap pengorbanan yang ikhlas karena Alloh SWT tentu akan berbuah manis walau diawalnya kita sebagai manusia kadang sulit menerima kenyataan ditinggalkan oleh sesuatu yang kita cintai. Oh ya, dalam tausiyah itu Abang kalau tidak salah memakai Surat Al-Ashr ( Demi Waktu/Masa ) sebagai referensinya
    artinya selama hayat masih dikandung badan hendaklah kita manfaatkan waktu yang kita miliki untuk kemaslahatan banyak manusia dengan amal sholih dan melakukan itu semua dengan motivasi mardhotillah. Sebab jika Alloh SWT sudah Ridho, apapun yang menjadi tujuan dan keinginan kita akan berhasil dan membawa keberkahan. Tampaknya kehadiran Abang malam itu saya melihat Bang YIM lelah sekali, apakah jadwal sangat padat Bang ? tapi itu tidak mengurangi bobot materi yang Abang sampaikan. Terima Kasih Bang, Semoga Alloh SWT selalu membimbing Abang…agar mempunyai keikhlasan dalam setiap upaya mengisi hidup dalam kehidupan fana ini, Amin..

  17. Moh Evert Yulianto

    Terima kasih bang, tulisannya, o yah kapan ke banjarmasin, senang bisa silaturahmi. Salam untuk keluraga

  18. Inna lillaahi wa inna ilaihi raji’uun…
    Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan maut.
    Orang yang paling cerdas adalah orang yang paling banyak mengingat mati.

  19. Inna lillaahi wa inna ilaihi raji’uun

    Pak YIM ulasannya sangat bagus, mengingatkan kita akan kematian.

    Ikuti juga pembahasan tentang kematian di website kami, pengajian subuh di Melbourne:

    http://alhikmah.co.nr

  20. Assallamuallaikum…bang
    Selamat idul adha ok..
    seneng koe ngebaca tulisan abang semakin bertambah wawasan..buat koe urang awam ni..semoga semakin banyak tulisan yg abang muat dan kupas dan semoga abang banyak di berikan kesempatan waktu utk menulis di blog abang ni..
    ngomong2 abang keliat ganteng di foto yg ditampilkan keliat e macem hakim bao semoga abang ngetop macem hakim bao

  21. Kematian memang tak bisa dimajukan atau dimundurkan walau hanya sekejap meski semua manusia dan jin bersatu melakukannya.
    Kematian akan tetap menjemput manusia meski mereka bersembunyi di benteng yang tinggi dan kuat dengan penjagaan penuh.

    Ketika mati, segala harta, jabatan, istri, dan anak-anak tidaklah bermanfaat kecuali ketakwaan kita.

    BTW bagi yang tertarik untuk mendownload Al Qur’an dan Hadits digital ini informasinya:

    Download Al Qur’an dan Hadits Digital Bahasa Indonesia Gratis
    Assalamu’alaikum wr wb,

    Sumber ajaran Islam ada 2: Al Qur’an dan Hadits.Itulah pedoman bagi ummat Islam agar tidak tersesat. Nabi berkata: “Aku telah meninggalkan pada kamu dua hal. Kitab Allah dan sunnahku, kamu tidak akan sesat selama berpegang padanya. (Riwayat Tirmidzi)

    Di bawah ada link untuk mendownload Al Qur’an Digital versi 2.10 yang berisi daftar Al Qur’an, Indeks Al Qur’an berdasarkan topik (misalnya akhlaq, shalat, dsb), serta fasilitas untuk mencari ayat dengan kata kunci tertentu. Misalnya dengan mengetik ”shalat” sebagai kata kunci akan tampil berbagai ayat Al Qur’an yang mengandung kata ”shalat”.

    Bagi yang ingin mendownload software Hadits Digital Bahasa Indonesia Gratis silahkan klik:
    http://www.media-islam.or.id

    Isinya:
    Al Qur’an Digital
    Sahih Bukhari
    Sahih Muslim
    Bulughul Marom
    Syarah Arbain Nawawi
    Tokoh Hadits
    Sekilas Ilmu Hadits

    Software ini formatnya CHM (Compiled HTML). Ada fasilitas index berdasarkan topik. Ada juga fasilitas untuk mencari topik/kata-kata tertentu seperti puasa sehingga bisa mencari hadits dengan mudah.

    Hadits ini dibuat oleh saudara Sofyan Efendi. Semoga ini bisa jadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua.

    Anda juga bisa berlangganan ayat Al Qur’an dan Hadits shahih pilihan via SMS dengan mengetik:
    REG SI ke 3252 (dari jaringan Telkomsel)

    Tarif Rp.1000 ,- + PPN

    20% dari komidi yang saya dapat insya Allah akan disalurkan untuk pemberdayaan fakir miskin dan yatim piatu.

    Untuk berhenti ketik:UNREG SI kirim ke 3252

    Sampaikanlah informasi ini ke saudara-saudara dan teman anda.

    Wassalam
    A Nizami

  22. Pak, bagaimana masalah pencalonannya sebagai Presiden? Sejauh mana persiapannya hingga kini? Apakah pemberitaan pencalonan Bapak sebagai Presiden di media massa cuma sebagai manuver politik saja demi mempertahankan tetap berpengaruhnya PBB di masyarakat, dengan pemahaman sebenarnya tidak bakal jadi suatu saat? Terima kasih.

  23. Agus Baru Harjani

    JazakAllah khairan
    Terima kasih banyak Pak Yusril atas tulisannya
    InsaAllah menjadi hikmah bagi kami sekeluarga.
    Salam takzim dari kami sekeluarga

  24. http://syiarislam.wordpress.com/2007/09/27/dalil-nabi-muhammad-nabi-terakhir
    Dalil Nabi Muhammad Nabi Terakhir

    September 27, 2007 · Disimpan dalam Aliran Sesat, Iman Kepada Rasul · Sunting

    Di bawah adalah dalil Nabi Muhammad Nabi dan Rasul terakhir dan tidak ada Nabi sesudahnya. Ini adalah dalil-dalil dari Al Qur’an dan Hadits yang mematahkan argumen kelompok Ahmadiyah yang menyatakan Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi.

    Ketika disodorkan ayat: QS AL AHZAB 40: ” Bukanlah Muhammad itu bapak salah seorang laki-laki di antara kamu tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup Nabi-nabi”. ada yang berargumen bahwa Nabi Muhammad hanya Nabi terakhir. Bukan Rasul terakhir. Namun hadits di bawah menunjukkan bahwa Nabi Muhammad bukan hanya Nabi terakhir, tapi juga Rasul terakhir:

    Rasulullah SAW menegaskan: “Rantai Kerasulan dan Kenabian telah sampai pada akhirnya. Tidak akan ada lagi rasul dan nabi sesudahku”. (Tirmidhi, Kitab-ur-Rouya, Bab Zahab-un-Nubuwwa; Musnad Ahmad; Marwiyat-Anas bin Malik).

    Date: Fri, 13 Dec 1996 15:36:34 MET

    From: M. Nurhuda

    To: hikmah@isnet.org

    Assalamu’ alaikum Wr. Wb,

    Inilah 17 dalil tak ada Nabi baru setelah Muhammad.

    TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH

    —————————————–

    1. QS AL AHZAB 40: ” Bukanlah Muhammad itu bapak salah seorang laki-laki di antara kamu tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup Nabi-nabi”

    2. Imam Muslim dan yang lainnya meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

    “Perumpamaan saya dan para Nabi sebelum saya seperti orang yang membangun satu bangunan lalu dia membaguskan dan membuat indah bangunan itu kecuali tempat batu yang ada di salah satu sudut. Kemudian orang-orang mengelilinginya dan mereka ta’juk lalu berkata: ‘kenapa kamu tidak taruh batu ini.?’ Nabi menjawab : Sayalah batu itu dan saya penutup Nabi-nabi”

    3. Imam Muslim juga meriwayatkan dari Jubair bin Mut’im RA bahwa Nabi SAW bersabda:

    “Sesungguhnya saya mempunyai nama-nama, saya Muhammad, saya Ahmad, saya Al-Mahi, yang mana Allah menghapuskan kekafiran karena saya, saya Al-Hasyir yang mana manusia berkumpul di kaki saya, saya Al-Aqib yang tidak ada Nabi setelahnya”

    4. Abu Daud dan yang lain dalam hadist Thauban Al-Thawil, bersabda Nabi Muhammad SAW:

    “Akan ada pada umatku 30 pendusta semuanya mengaku nabi, dan saya penutup para Nabi dan tidak ada nabi setelahku”

    5. Khutbah terakhir Rasulullah …

    ” …Wahai manusia, tidak ada nabi atau rasul yang akan datang sesudahku dan tidak ada agama baru yang akan lahir.Karena itu, wahai manusia, berpikirlah dengan baik dan pahamilah kata-kata yang kusampaikan kepadamu. Aku tinggalkan dua hal: Al Quran dan Sunnah, contoh-contoh dariku; dan jika kamu ikuti keduanya kamu tidak akan pernah tersesat …”

    6. Rasulullah SAW menjelaskan: “Suku Israel dipimpim oleh Nabi-nabi. Jika seorang Nabi meninggal dunia, seorang nabi lain meneruskannya. Tetapi tidak ada nabi yang akan datang sesudahku; hanya para kalifah yang akan menjadi penerusku (Bukhari, Kitab-ul-Manaqib).

    7. Rasulullah SAW menegaskan: “Posisiku dalam hubungan dengan nabi-nabi yang datang sebelumku dapat dijelaskan dengan contoh berikut: Seorang laki-laki mendirikan sebuah bangunan dan menghiasinya dengan keindahan yang agung, tetapi dia menyisakan sebuah lubang di sudut untuk tempat sebuah batu yang belum dipasang. Orang-orang melihat sekeliling bangunan tersebut dan mengagumi keindahannya, tetapi bertanya-tanya, kenapa ada sebuah batu yang hilang dari lubang tersebut? Aku seperti batu yang hilang itu dan aku adalah yang terakhir dalam jajaran Nabi-nabi”. (Bukhari, Kitab-ul-Manaqib).

    8. Rasulullah SAW menyatakan: “Allah telah memberkati aku dengan enam macam kebaikan yang tidak dinikmati Nabi-nabi terdahulu: – Aku dikaruniai keahlian berbicara yang efektif dan sempurna. – Aku diberi kemenangan karena musuh gentar menghadapiku – Harta rampasan perang dihalalkan bagiku. -Seluruh bumi telah dijadikan tempatku beribadah dan juga telah menjadi alat pensuci bagiku. Dengan kata lain, dalam agamaku, melakukan shalat tidak harus di suatu tempat ibadah tertentu. Shalat dapat dilakukan di manapun di atas bumi. Dan jika air tidak tersedia, ummatku diizinkan untuk berwudhu dengan tanah (Tayammum) dan membersihkan dirinya dengan tanah jika air untuk mandi langka. – Aku diutus Allah untuk menyampaikan pesan suciNYA bagi seluruh dunia. – Dan jajaran Kenabian telah mencapai akhirnya padaku (Riwayat Muslim, Tirmidhi, Ibnu Majah)

    9. Rasulullah SAW menegaskan: “Rantai Kerasulan dan Kenabian telah sampai pada akhirnya. Tidak akan ada lagi rasul dan nabi sesudahku”. (Tirmidhi, Kitab-ur-Rouya, Bab Zahab-un-Nubuwwa; Musnad Ahmad; Marwiyat-Anas bin Malik).

    10. Rasulullah SAW menjelaskan: ‘Saya Muhammad, Saya Ahmad, Saya Pembersih dan kekafiran harus dihapuskan melalui aku; Saya Pengumpul, Manusia harus berkumpul pada hari kiamat yang datang sesudahku. (Dengan kata lain, Kiamat adalah satu-satunya yang akan datang sesudahku); dan saya adalah Yang Terakhir dalam arti tidak ada nabi yang datang sesudahku”. (Bukhari dan Muslim, Kitab-ul-Fada’il, Bab Asmaun-Nabi; Tirmidhi, Kitab-ul-Adab, Bab Asma-un-Nabi; Muatta’, Kitab-u-Asma-in-Nabi; Al-Mustadrak Hakim, Kitab-ut-Tarikh, Bab Asma-un-Nabi).

    11. Rasulullah SAW menjelaskan: “Allah yang Maha Kuasa tidak mengirim seorang Nabi pun ke dunia ini yang tidak memperingatkan ummatnya tentang kemunculan Dajjal (Anti-Kristus, tetapi Dajjal tidak muncul dalam masa mereka). Aku yang terakhir dalam jajaran Nabi-Nabi dan kalian ummat terakhir yang beriman. Tidak diragukan, suatu saat, Dajjal akan datang dari antara kamu”. (Ibnu Majah, Kitabul Fitan, Bab Dajjal).

    12. Abdur Rahman bin Jubair melaporkan: “Saya mendengar Abdullah bin ‘Amr ibn-’As menceritakan bahwa suatu hari Rasulullah SAW keluar dari rumahnya dan bergabung dengan mereka. Tindak-tanduknya memberi kesan seolah-olah beliau akan meninggalkan kita. Beliau berkata: “Aku Muhammad, Nabi Allah yang buta huruf”, dan mengulangi pernyataan itu tiga kali. Lalu beliau menegaskan: “Tidak ada lagi Nabi sesudahku”. (Musnad Ahmad, Marwiyat ‘Abdullah bin ‘Amr ibn-’As).

    13. Rasulullah SAW berkata: ” Allah tidak akan mengutus Nabi sesudahku, tetapi hanya Mubashirat”. Dikatakan, apa yang dimaksud dengan al-Mubashirat. Beliau berkata: Visi yang baik atau visi yang suci”. (Musnad Ahmad, marwiyat Abu Tufail, Nasa’i, Abu Dawud). (Dengan kata lain tidak ada kemungkinan turunnya wahyu Allah di masa yang akan datang. Paling tinggi, jika seseorang mendapat inspirasi dari Allah, dia akan menerimanya dalam bentuk mimpi yang suci).

    14. Rasulullah SAW berkata: “Jika benar seorang Nabi akan datang sesudahku, orang itu tentunya Umar bin Khattab”. (Tirmidhi, Kitab-ul-Manaqib).

    15. Rasulullah SAW berkata kepada ‘Ali, “Hubunganmu denganku ialah seperti hubungan Harun dengan Musa. Tetapi tidak ada Nabi yang akan datang sesudahku”. (Bukhari dan Muslim, Kitab Fada’il as-Sahaba).

    16. Rasulullah SAW menjelaskan: “Di antara suku Israel sebelum kamu, benar-benar ada orang-orang yang berkomunikasi dengan Tuhan, meskipun mereka bukanlah NabiNYA. Jika ada satu orang di antara ummatku yang akan berkomunikasi dengan Allah, orangnya tidak lain daripada Umar. (Bukhari, Kitab-ul-Manaqib)

    17. Rasulullah SAW berkata: “Tidak ada Nabi yang akan datang sesudahku dan karena itu, tidak akan ada ummat lain pengikut nabi baru apapun”. (Baihaqi, Kitab-ul-Rouya; Tabrani)

    Wassalam

    M. Nurhuda

    http://media.isnet.org/islam/Ahmadiyyah/Dalil17.html

  25. Pak yusril saya baru menemukan alamat situs punya bapak, saya pengagum bapak semenjak bapak pernah tampil di IAIN Bandung Ketika acara pengukuhan guru besar….saya lupa lagi namaya, sekitar tahun 2003, saya mendukung pencalonan bapak sebagai Calon Presiden RI yang ke 7, Indonesia membutuhkan pigur seperti bapak yang berani dan tegas mengambil sikap, oh ya pak saya juga rajin mengikuti Film Laksmana Cheng Ho yang tiap malam minggu Tayang di Metro

  26. AIR MATA DI AKHIR AGUSTUS

    oleh Array Eigth Marcth (catatan) Kemarin jam 2:42

    HINGGA PADA MASA
    Dirimu,diri kamu jua
    Jiwamu, jiwa kami semua
    Yang ada di setiap kau sedih
    Disetiap canda yang melipur
    Semua tawa dilalui, dan sedihpun berlabuh
    Agustus 2003
    Duduk seorang ibu, mata merah dan sembab ketika itu, ketika sang anak menderita sakit…masa itu yang paling di takutkan bagi seorang ibu, ketika anaknya menderita luka yang cukup serius dibagian kepala, tepatnya bagian otak kecil (belakang), terpaksa harus dirawat inap di rumah sakit, hari demi hari anaknya berbaring di RS.., memperjuangkan denyut nadi tuk tetap hidup, sampai akhirnya mengalami operasi…, melalui malam dan siang seorang ibu duduk bersimpuh mengenadahkan kedua tangan memanjatkan do’a-do’a hanya untuk kesembuhan anaknya. dan akhirya operasi berjalan lancar… Setelah 1 minggu lama terbaring dirumah sakit, ia (anaknya) mulai melihatkan ketegarannya tuk menghadapi semua penderitaan itu, sampai satu titik terang mulai terlihat, keadaanpun mulai membaik, atas do’a-doa sang ibu ia sembuh dan pulang kerumah dengan wajah pucat dan badan kurus…senyum kecil pun mulai menyemai wajah sang anak. waktu yang bergulir begitu cepat tak meninggalkan satu makna di kehidupan sang anak di balik hari2nya, dibalik canda2nya….
    Hingga pada massa…………………

    29 Agustus 2006
    3 tahun berlalu seperti sekejap mata,
    pagi itu, pagi yang hening dan tak terduga, sekujur tubuh yang gagah berdiri tegap di depan pintu rumah, sambil menanti seseorang yang akan menjemputnya tuk berangkat kerja, ia meminta sebatang rokok kepada sang adiknya
    Ri” ada rokok gak. Pinta Sang kakak kepada adiknya? Sang adik pun menjawab sepontan “gak ada kak”
    Sugguh disayangkan sang adikpun tak memiliki rokok, hingga akhirnya jemputanpun telah datang, dan ia pun pamit tuk pergi berangkat kerja, sambil mengucapkan salam melaju kendaraan yang membawanya, detik demi detik berlalu dengan sendirinya, tapi tak sepatah kata ia ucapkan tuk ibunya, siang yang menyengat… azan zuhur yang memekik,… panas terik bagai mencekik sebongkah hati yang sedang pulas dg hari2nya…,entah kenapa dalam hatinya resah, gundah, dan bercampur dgn rasa bingung karena tak seperti biasanya hari ini….
    Assalamu’alaikum… terketuk pintu + 3kali serta diiringi salam dan sang ibupun menjawab, wa’alaikum salam, siapa? sang ibupun berjalan menuju pintu depan dan melihat siapa yang datang “Begini bu kami ingin memberitahukan kepada kepada ibu, bahwa anak ibu kecelakaan dan menjadi korban, dengan sangat tegas ia berkata!!! Spontan tubuh terkulai lemas dan… sambil menyubut asma Allah. dan akunpun di berikabar oleh sang adik yang sudah bergelimang air mata… seolah tak percaya dan semua hampir tak percaya dengan kabar itu. dan seseorang teman menyampaikan pesan itu dengan gugup dan ragu. Mendengar kabar itu,rasa panik dan sedih bercampur menjadi setitik air mata dan jerit yang memilukan.
    Ku coba mencari tau kabar itu dengan pasti. Semua mulai terlihat jelas, setelah suara sirene mobil jenazah datang menuju rumah kami. Dirumah yang sedang menanti mayat yang tak terduga, Di bulan agustus 2006 ini seluruh mata kami menyaksikan sebujur tubuh yang tadi pagi berdiri tegap kini pulang dengan tubuh terkulai jiwa yang kaku dan sudah tak bernyawa…..,
    jiwamu menerawang jauh menggapai mimpi. Dan ragamu terbujur kaku. Semua mata itu mengalirkan air mata yang sangat dahsyat, jerit histeris mengharukan semua jiwa kami. Dan terucap Inalilahi Wa inalillai hi roji’un. beliau telah pergi untuk selamanya, hanya meninggalkan kenangan untuk kami semua, selamat jalan saudaraku semoga pintu syurga terbuka lebar untukmu.
    Setelah pagi, terkais kelelahan, dengan guyuran air yang membasahi tubuhnya, aku tak kuasa melihatnya, seolah engkau menjerit, menangis seperti tak rela tuk pergi..semua itu yang membuatku berlarut dalam kesedihan yang semakin menghujani nuraniku. Dan akhirnya tubuh yang terkulai, raga yang kaku itu telah terbungkus rapi dengan kain putih (kaffan) dan ciuman terakhir berlabuh didahimu yang berseri. Selamat tinggal saudaraku. Inilah akhir dari kisah mu, akhir dari perjalanan hidupmu……yang belum sempat merasakan hangatnya belaian seorang istri, memang setiap manusia mempunyai rencana tapi diatas ada yang mengatur.
    padahal ia berencanan ingin mengakhiri masa lajangnya dibulan agustus ini, tapi kenyataan berkata lain, inilah kisah yang ku alami kehilang seorang saudara, dunia ini terasa hampa, kini hanya kenangan berpegang erat pada ketakutan, dalam jiwa, dan raga yang selalu merindu.
    Dirimu, bagai bayangku
    Jiwamu, ada dalam jiwaku
    Tuk menghapus kerinduan hatiku
    Terus meratapi makam mu,
    walau ku tau jasadmu tak lagi di sana,
    kau kan selalu hadir
    bersama derai angin mengesek ranting,
    bersama kicau burung
    dipagi ini… yang membangunkan aku

  27. belum kutemukan h’ini yang satu itu.

Leave a Reply