<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: KEDELAI DAN KEBIJAKAN PERTANIAN KITA</title>
	<atom:link href="http://yusril.ihzamahendra.com/2008/01/16/84/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/01/16/84/</link>
	<description>Blog Yusril Ihza Mahendra</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 14:26:43 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: hilmantasik</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/01/16/84/comment-page-2/#comment-97474</link>
		<dc:creator>hilmantasik</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Nov 2010 07:18:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2008/01/16/84/#comment-97474</guid>
		<description>bang kebetulan saya sedikit ngerti di akar rumput tentang Pertanian ini...(kebetulan saya salah seorang Dosen di Politeknik Negeri di Lampung yang dulu namanya Politeknik Pertanian negeri ... di lampung ini, tapi semakin hari dengan nama pertanian ini...mahasiswa sulit terjaring al: rupanya calon mhs tidak tertarik lagi masuk pertanian; lebih banyak tertarik komputer, ekonomi, akuntasi, teknik...; oleh karena itu Nama Politeknik Pertanian pun di UBAH jadi POLITEKNIK THO....TANPA PERTANIAN , karena untuk menjaring lebih banyak lagi mahsiswa.  DAN ALHAMDULILLAH MAHASISWA PUN EMANG MEMBLUDAK TERUTAMA TEKNIK KOMPUTER/mANAJEMEN INFORMATIKA, DAN AKUNTANSI MENJADI PILIHAN PAVOURIT.
dAN.. BELAKANG kETIKA kABINET SBY JILID 1 (ABANG JUGA TERMASUK SALAH SATU MENTERINYA SEPERTI KITA TAHU BERSAMA) DAN ADA pROGRAM mENGANGKAT KEMBALI PENYULUH-PENYULUH PERTANIAN...HASILNYA mhs yang memilih Pertanian pun relatif banyak terlebih-lebih DI dAERAH kAMI lAMPUNG(  TELAH 4 TAHUN BELAKANGAN INI ADA PROGRAM BEASISWA MAHASISWA PEMDA YANG DIBIAYAI OLEH PEMDA GRATIS..DAN TELAH LULUS aNGKATAN 1 (wISUDA oKTOBER INI: 40 ORANG, DAN SELANJUTNYA DIPANTAU TERUS OLEH PEMDA/KAB/KOTA YANG MENGIRIMNYA......
pAPARAN INI... RINGKASNYA... SEBENARNYA KALAU ADA KEIINGINAN pEMERINTAH BENAR2 MEMAJUKAN PERTANIAN, MUNGKIN PERLU DIGARAP DAN DIJADIKAN pERTANIAN(BAGI DAERAH TERTENTU lAMPUNG, DAN SENTRA2 PERTANIAN LAINNYA)SEBAGAI SALAH SATU MOTOR PENGGERAK PEREKONOMIAN DENGAN CARA....
pENINGKATAN pRODUKSI DAN KESEJAHTERAAN PETANINYA BUKAN... MAKELAR PEDAGANG, DAN INDUSTRI HILIRNYA SEMA-MATA.JANGAN SEKALI-KALI MELUPAKAN PETANINYA...
DAN UNTUK MENGGERAKKAN PERTANIAN PROGRAM BANTUAN (SELAIN TEKNIK MISAL: MENYEKOLAHKAN ANAK2 PETANI DI SEKTOR PENDIDIKAN PERTANIAN TERAPAN: SEKOLAH KEJURUAN/POLITEKNIK YANG BERBASIS PERTANIAN AGRO....., JUGA SRANA PRASARANA PENDUKUNG DAN PERMODALAN/PERBANK KAN YANG KHAS.... MISAL HARUS ADA BANK KHUSUS PERTANIAN,
MAKA TETAP SUBSIDI MASIH DIPERLUKAN BUAT PETANI TAPI BUKAN SUBSIDI PUPUK YANG KENYATAANNYA JATUHNYA KE PEMODALBESAR DAN PEDAGANG SPEKULAN YANG MENJUAL PUPUK SUBSIDI KE LUAR (BUKAN KE PETANI)... DENGAN HARGA YANG MAHAL...;
SI PETANI SAAT MAU BELI PUPUK TETAP SUSAH DAN SULIT DI PASARAN.... DAN MAHAL JUGA,...
UJUNG-UJUNGNYA SUBSIDI JATUH KE BUKAN SASARAN PETANI.....SALAH LAGI...SASARAN...
SEBAIKNYA SUBSIDI DENGAN CARA PEMERINTAH( BADAN TERTENTU: MISAL BULOG/KOPERASI)MEMBELI LANGSUNG KEPETANI DENGAN HARGA YANG RELATIF TINGGI, JAUH DI ATAS HARGA UMUM DI PASAR.  DAN NANTI PEMERINTAH JUAL KE MASYARAKAT DENGAN HARGA WAJAR... 
pEMERINTAH MUNGKIN RUGI...TAPI  YANG UNTUNG KAN RAKYAT.... BISA BELI MISAL BERAS MURAH.
...KALAU PUN KUALITAS PERTANIAN PRODUK PETANI MASIH RENDAH KUALITASNYA TTIDAK SESUAI STANDAR... YA TUGAS PENYULUH PERTANIAN DAN INSTANSI TERKAIT (pEMDA DAN JUGA lEMBAGA PENDIDIKAN pERTANIAN) YANG MEMBANTU PERBAIKAN KUALITAS TERSEBUT.....
YA... ITU LHO BANG..DAN REKAN-REKAN YANG PEDULI DI SEKTOR PERTANIAN INI,
SEKELUMIT PENGALAMAN SELAMA 20 TAHUN MENGASUH ANAK2 DI BIDANG PERTANIAN SAMBIL MENGAMATI FENOMENA DAN GEJALA-GEJALA DI LAPANGAN ADA KOMENTAR?????
KITA TUNGGU KOMENTARNYA.........;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bang kebetulan saya sedikit ngerti di akar rumput tentang Pertanian ini&#8230;(kebetulan saya salah seorang Dosen di Politeknik Negeri di Lampung yang dulu namanya Politeknik Pertanian negeri &#8230; di lampung ini, tapi semakin hari dengan nama pertanian ini&#8230;mahasiswa sulit terjaring al: rupanya calon mhs tidak tertarik lagi masuk pertanian; lebih banyak tertarik komputer, ekonomi, akuntasi, teknik&#8230;; oleh karena itu Nama Politeknik Pertanian pun di UBAH jadi POLITEKNIK THO&#8230;.TANPA PERTANIAN , karena untuk menjaring lebih banyak lagi mahsiswa.  DAN ALHAMDULILLAH MAHASISWA PUN EMANG MEMBLUDAK TERUTAMA TEKNIK KOMPUTER/mANAJEMEN INFORMATIKA, DAN AKUNTANSI MENJADI PILIHAN PAVOURIT.<br />
dAN.. BELAKANG kETIKA kABINET SBY JILID 1 (ABANG JUGA TERMASUK SALAH SATU MENTERINYA SEPERTI KITA TAHU BERSAMA) DAN ADA pROGRAM mENGANGKAT KEMBALI PENYULUH-PENYULUH PERTANIAN&#8230;HASILNYA mhs yang memilih Pertanian pun relatif banyak terlebih-lebih DI dAERAH kAMI lAMPUNG(  TELAH 4 TAHUN BELAKANGAN INI ADA PROGRAM BEASISWA MAHASISWA PEMDA YANG DIBIAYAI OLEH PEMDA GRATIS..DAN TELAH LULUS aNGKATAN 1 (wISUDA oKTOBER INI: 40 ORANG, DAN SELANJUTNYA DIPANTAU TERUS OLEH PEMDA/KAB/KOTA YANG MENGIRIMNYA&#8230;&#8230;<br />
pAPARAN INI&#8230; RINGKASNYA&#8230; SEBENARNYA KALAU ADA KEIINGINAN pEMERINTAH BENAR2 MEMAJUKAN PERTANIAN, MUNGKIN PERLU DIGARAP DAN DIJADIKAN pERTANIAN(BAGI DAERAH TERTENTU lAMPUNG, DAN SENTRA2 PERTANIAN LAINNYA)SEBAGAI SALAH SATU MOTOR PENGGERAK PEREKONOMIAN DENGAN CARA&#8230;.<br />
pENINGKATAN pRODUKSI DAN KESEJAHTERAAN PETANINYA BUKAN&#8230; MAKELAR PEDAGANG, DAN INDUSTRI HILIRNYA SEMA-MATA.JANGAN SEKALI-KALI MELUPAKAN PETANINYA&#8230;<br />
DAN UNTUK MENGGERAKKAN PERTANIAN PROGRAM BANTUAN (SELAIN TEKNIK MISAL: MENYEKOLAHKAN ANAK2 PETANI DI SEKTOR PENDIDIKAN PERTANIAN TERAPAN: SEKOLAH KEJURUAN/POLITEKNIK YANG BERBASIS PERTANIAN AGRO&#8230;.., JUGA SRANA PRASARANA PENDUKUNG DAN PERMODALAN/PERBANK KAN YANG KHAS&#8230;. MISAL HARUS ADA BANK KHUSUS PERTANIAN,<br />
MAKA TETAP SUBSIDI MASIH DIPERLUKAN BUAT PETANI TAPI BUKAN SUBSIDI PUPUK YANG KENYATAANNYA JATUHNYA KE PEMODALBESAR DAN PEDAGANG SPEKULAN YANG MENJUAL PUPUK SUBSIDI KE LUAR (BUKAN KE PETANI)&#8230; DENGAN HARGA YANG MAHAL&#8230;;<br />
SI PETANI SAAT MAU BELI PUPUK TETAP SUSAH DAN SULIT DI PASARAN&#8230;. DAN MAHAL JUGA,&#8230;<br />
UJUNG-UJUNGNYA SUBSIDI JATUH KE BUKAN SASARAN PETANI&#8230;..SALAH LAGI&#8230;SASARAN&#8230;<br />
SEBAIKNYA SUBSIDI DENGAN CARA PEMERINTAH( BADAN TERTENTU: MISAL BULOG/KOPERASI)MEMBELI LANGSUNG KEPETANI DENGAN HARGA YANG RELATIF TINGGI, JAUH DI ATAS HARGA UMUM DI PASAR.  DAN NANTI PEMERINTAH JUAL KE MASYARAKAT DENGAN HARGA WAJAR&#8230;<br />
pEMERINTAH MUNGKIN RUGI&#8230;TAPI  YANG UNTUNG KAN RAKYAT&#8230;. BISA BELI MISAL BERAS MURAH.<br />
&#8230;KALAU PUN KUALITAS PERTANIAN PRODUK PETANI MASIH RENDAH KUALITASNYA TTIDAK SESUAI STANDAR&#8230; YA TUGAS PENYULUH PERTANIAN DAN INSTANSI TERKAIT (pEMDA DAN JUGA lEMBAGA PENDIDIKAN pERTANIAN) YANG MEMBANTU PERBAIKAN KUALITAS TERSEBUT&#8230;..<br />
YA&#8230; ITU LHO BANG..DAN REKAN-REKAN YANG PEDULI DI SEKTOR PERTANIAN INI,<br />
SEKELUMIT PENGALAMAN SELAMA 20 TAHUN MENGASUH ANAK2 DI BIDANG PERTANIAN SAMBIL MENGAMATI FENOMENA DAN GEJALA-GEJALA DI LAPANGAN ADA KOMENTAR?????<br />
KITA TUNGGU KOMENTARNYA&#8230;&#8230;&#8230;;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ichsan</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/01/16/84/comment-page-2/#comment-88819</link>
		<dc:creator>Ichsan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 06:32:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2008/01/16/84/#comment-88819</guid>
		<description>Salam ...
Negara kita negara KAYA...
Sangking kayanya lupa mengelola kekayaannya itu, contoh untuk jadi PNS harga SK-nya bisa jual lahan pertanianya. 
Sementara kita makan beli bahan dari luar negri..... Gaya khan ?? orang Indonesia Kaya..
sekarang pertanyaanya KENAPA  KITA KAYA?????????
Tapi KAYA kok sering dibantu kiriman bahan pangan dari LUAR  NEGRI...
KATANYA SUBUR KOK GAK BISA KIRIM PANGAN KELUAR NEGRI..
AYOOOOOO....BAHU MEMBAHU KITA TANAM, KITA PERBAIKI,  KITA MAWAS DIRI... MULAI DARI MANA YA??????
SEKIAN .......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam &#8230;<br />
Negara kita negara KAYA&#8230;<br />
Sangking kayanya lupa mengelola kekayaannya itu, contoh untuk jadi PNS harga SK-nya bisa jual lahan pertanianya.<br />
Sementara kita makan beli bahan dari luar negri&#8230;.. Gaya khan ?? orang Indonesia Kaya..<br />
sekarang pertanyaanya KENAPA  KITA KAYA?????????<br />
Tapi KAYA kok sering dibantu kiriman bahan pangan dari LUAR  NEGRI&#8230;<br />
KATANYA SUBUR KOK GAK BISA KIRIM PANGAN KELUAR NEGRI..<br />
AYOOOOOO&#8230;.BAHU MEMBAHU KITA TANAM, KITA PERBAIKI,  KITA MAWAS DIRI&#8230; MULAI DARI MANA YA??????<br />
SEKIAN &#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Chrisna Permana</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/01/16/84/comment-page-2/#comment-36107</link>
		<dc:creator>Chrisna Permana</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 01:52:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2008/01/16/84/#comment-36107</guid>
		<description>Oiya, satu lagi untuk Bang YIM, ca-presiden andalan kita (ehehe...),
Kalau saya tidak salah, masalah harga kedelai kita (cukup besar juga pengaruhnya) dimainkan oleh para importir yang nakal. Konon importir kedelai kita sedikit jumlahnya, sehingga terbuka kemungkinan untuk bermain sepakbola &quot;kartel&quot;. Penimbunan merupakan salah satu bentuk politik importir yang bisa menggoyang kestabilan harga kedelai. Nah berarti di sini ada kebocoran peraturan pemerintah, yang harus dievaluasi di masa yang akan datang, bagaimana untuk kita mengurangi kemungkinan bertumbuhnya kartel. 

Informasi tambahan, bahwa kartel kedelai akhirnya berdampak juga terhadap harga tahu tempe. Saya jg smpat berdiskusi dengan Bapak Dickdick Suhada, salah satu pejabat asisten deputi di Kementerian Negara Koperasi dan UKM, usai beliau menghadiri rapat kabinet terbatas mengenai kedelai dengan Pak Fahmi Idris, Bu Marie Elka, dan Pak Boediono beserta jajaran kedeputiannya. bahwa menurut beliau, proses alur distribusi kedelai juga menjadi kunci sulitnya mengontrol harga kedelai. Urutan prosesnya adalah dari importir ke distributir kemudian diteruskan ke Koperasi Kedelai untuk selanjutnya di distribusikan langsung ke pengusaha tahu tempe. Pada setiap titiknya, masing-masing meminta persen kenaikan harga, akibatnya begitu sampai di titik terakhir harga kedelai menjadi mahal... Jadilah pengusaha tahu tempe mau tak mau menaikkan harga krn biaya produksinya yang mahal. Benar-benar negara yang sangat rumit prosedural.  

Terima Kasih,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Oiya, satu lagi untuk Bang YIM, ca-presiden andalan kita (ehehe&#8230;),<br />
Kalau saya tidak salah, masalah harga kedelai kita (cukup besar juga pengaruhnya) dimainkan oleh para importir yang nakal. Konon importir kedelai kita sedikit jumlahnya, sehingga terbuka kemungkinan untuk bermain sepakbola &#8220;kartel&#8221;. Penimbunan merupakan salah satu bentuk politik importir yang bisa menggoyang kestabilan harga kedelai. Nah berarti di sini ada kebocoran peraturan pemerintah, yang harus dievaluasi di masa yang akan datang, bagaimana untuk kita mengurangi kemungkinan bertumbuhnya kartel. </p>
<p>Informasi tambahan, bahwa kartel kedelai akhirnya berdampak juga terhadap harga tahu tempe. Saya jg smpat berdiskusi dengan Bapak Dickdick Suhada, salah satu pejabat asisten deputi di Kementerian Negara Koperasi dan UKM, usai beliau menghadiri rapat kabinet terbatas mengenai kedelai dengan Pak Fahmi Idris, Bu Marie Elka, dan Pak Boediono beserta jajaran kedeputiannya. bahwa menurut beliau, proses alur distribusi kedelai juga menjadi kunci sulitnya mengontrol harga kedelai. Urutan prosesnya adalah dari importir ke distributir kemudian diteruskan ke Koperasi Kedelai untuk selanjutnya di distribusikan langsung ke pengusaha tahu tempe. Pada setiap titiknya, masing-masing meminta persen kenaikan harga, akibatnya begitu sampai di titik terakhir harga kedelai menjadi mahal&#8230; Jadilah pengusaha tahu tempe mau tak mau menaikkan harga krn biaya produksinya yang mahal. Benar-benar negara yang sangat rumit prosedural.  </p>
<p>Terima Kasih,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Chrisna Permana</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/01/16/84/comment-page-2/#comment-36103</link>
		<dc:creator>Chrisna Permana</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 01:33:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2008/01/16/84/#comment-36103</guid>
		<description>Permasalahan pertanian di Indonesia, selain yang sudah sangat jelas dijabarkan oleh Bang Yusril seperti kebijakan, dan efek persaingan global menurut saya juga diperparah oleh pembangunan fisik yang lebih bersifat &quot;stimulative structural reform&quot;. Yang mana Indonesia di era modern ini, pembangunan fisik justru lebih berpihak terhadap kemajuan industrialisasi aplikatif (sebagai andalan penggerak ekonomi nasional), justru pada saat pundi-pundi utama pendukung industrialisasi tersebut belum sepenuhnya mantap. Mulai dari penerapan teknologi yang masih lambat, sumber daya manusia yang belum berdaya saing tinggi, faktor kebijakan dan perlindungan peraturan pemerintah yang masih belajar utk membaik, hingga iklim keamanan sosial dan kestabilan ekonomi yang masih rentan oleh pengaruh dalam maupun luar negeri. Sedangkan di sisi lain, pembangunan fisik yang tendensius tersebut justru mengancam eksistensi perkembangan pertanian. Pembangunan fisik yang bersifat stimulative structural reform, mencakup jalan tol, saluran drainase pabrik, tempat pengolahan sampah, sarana berbelanja modern (hypermarket, mall), hingga perumahan kota baru. 

Satu contoh kasus yang menyoroti perhatian saya adalah, demi kepentingan ekonomi dan industri, digulirkan wacana Tol 1000 km Trans-Jawa (Anyer hingga Banyuwangi). Siapa berkepentingan dan siapa menuai keuntungan di sini? Jika melihat dari efeknya terhadap petani. Saya justru pesimis. Khawatir akan transformasi struktural semakin menjadi-jadi di Pulau Jawa. Belumkah disadari bahwa pembangunan tol Cikampek sudah mengorbankan lahan pertanian di karawang? fakta tercatat sejak tahun 1962 hingga 1991 Karawang adalah produsen beras terbesar di Indonesia. Berdasarkan data BPS, 20% produksi nasional adalah berasal dari Karawang. Akan tetapi ditahun yang sama, semenjak tol cikampek dibangun, industri berkembang di sepanjang jalur strategis tol tersebut. Migrasi tenaga kerja industri dari daerah lain berdatangan dan membuat permukiman baru, sementara penduduk setempat mulai berurbanisasi menjadi masyarakat industri. Lahan sawah berkurang 139 Ha setiap tahun sejak 1991-kini, produksi gabah kering berkurang 450.360 ton hampir setiap tahun. Belakangan bahkan fenomena seperti ini mulai merambah ke Purwakarta, Subang, Bekasi dan bahkan Tasikmalaya. Tol versus petani. Karena tol sangat stimulan terhadap transformasi struktural dari sektor primer (pertanian) ke sektor sekunder (industri).

Bayangkan jika kemudian tol 1000 km jadi terbangun. Jalan tol tersebut melalui hampir 12 titik strategis pertanian di Jawa Barat (padahal Jawa Barat merupakan produsen pertanian terbesar di Indonesia). Adalah Indramayu, Sukabumi, Cirebon, Subang, Probolinggo, Pemalang, Pekalongan, Kudus, Pati hingga Grobogan akan mengalami fenomena yang sama dengan karawang. Kurang lebih sekitar 600 Ha lahan pertanian irigasi teknis terkonversi (belum lagi multiplier efeknya berupa pertumbuhan permukiman pekerja industri dan pusat perbelanjaan yang mungkin akan mengkonversi lahan tani lebih besar lagi). Siapa lantas yang akan mendukung produksi pertanian Jawa Barat?

Alih-alih berdebat, saya justru hendak meningatkan, laju pertumbuhan penduduk tahun 2005-2010 indonesia akan mencapai 1,3% yang mana penduduk Indonesia akan bertambah mencapai 243 juta jiwa. Yang berarti (asumsi beras dikonsumsi 139 kg pertahun) maka dibutuhkan beras sebanyak 33,78 juta ton. dan kebutuhan pangan (beras) pada tahun 2030 bahkan akan lebih ekstrim mencapai 59 juta ton. Jumlah beras yang sangat tinggi dan perlu dukungan dari produksi nasional. 

Pemerintah berdalih bahwa pertanian akan ditukar untuk dikembangkan di daerah lain. Namun dimana? sudah banyak diketahui adalah Pulau Jawa sebagai lahan tani paling subur. Bahkan tingkat kesuburannya 1 berbanding 9 dengan di pulau-pulau lain di Indonesia. Jika di Pulau Jawa saja lahan tani terus terkonversi secara akumulatif sebesar 1.002.055 Ha atau 61%, bagaimana nasib masa depan produksi pertanian kita? siapa yang dapat memenuhi kebutuhan pangan anak cucu kita?

Mari sama-sama membina dan mengingatkan. Bang Yusril, apabila kemudian menjadi presiden (alhamdulilah dan amin...saya justru sangat mendoakan), hendaklah menerbitkan kebijakan-kebijakan yang pro poor. Melindungi kaum tani, ditengah upaya menggenjot perekonomian melalui industri. Banyak cara, mulai dari pengembangan agro-industri, kebijakan daerah strategis nasional, hingga peraturan-peraturan lainnya yang saya yakin abang lebih mumpuni soal ini. Yang terpenting adalah, lindungi petani kita dengan pembangunan yang lebih adil bagi mereka, atau jikalaupun pembangunan modern dan industrialisasi tidak dapat terelakan, mohon sekiranya petani-petani kita dapat dilindungi eksistensinya melalui peran peraturan dan kebijakan. Karena melindungi petani, berarti kita melindungi perut anak cucu kita di masa yang akan datang.

Salam Hormat,
Chrisna Permana
Pengamat Ekonomi Regional - Urban Regional Development Institute</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Permasalahan pertanian di Indonesia, selain yang sudah sangat jelas dijabarkan oleh Bang Yusril seperti kebijakan, dan efek persaingan global menurut saya juga diperparah oleh pembangunan fisik yang lebih bersifat &#8220;stimulative structural reform&#8221;. Yang mana Indonesia di era modern ini, pembangunan fisik justru lebih berpihak terhadap kemajuan industrialisasi aplikatif (sebagai andalan penggerak ekonomi nasional), justru pada saat pundi-pundi utama pendukung industrialisasi tersebut belum sepenuhnya mantap. Mulai dari penerapan teknologi yang masih lambat, sumber daya manusia yang belum berdaya saing tinggi, faktor kebijakan dan perlindungan peraturan pemerintah yang masih belajar utk membaik, hingga iklim keamanan sosial dan kestabilan ekonomi yang masih rentan oleh pengaruh dalam maupun luar negeri. Sedangkan di sisi lain, pembangunan fisik yang tendensius tersebut justru mengancam eksistensi perkembangan pertanian. Pembangunan fisik yang bersifat stimulative structural reform, mencakup jalan tol, saluran drainase pabrik, tempat pengolahan sampah, sarana berbelanja modern (hypermarket, mall), hingga perumahan kota baru. </p>
<p>Satu contoh kasus yang menyoroti perhatian saya adalah, demi kepentingan ekonomi dan industri, digulirkan wacana Tol 1000 km Trans-Jawa (Anyer hingga Banyuwangi). Siapa berkepentingan dan siapa menuai keuntungan di sini? Jika melihat dari efeknya terhadap petani. Saya justru pesimis. Khawatir akan transformasi struktural semakin menjadi-jadi di Pulau Jawa. Belumkah disadari bahwa pembangunan tol Cikampek sudah mengorbankan lahan pertanian di karawang? fakta tercatat sejak tahun 1962 hingga 1991 Karawang adalah produsen beras terbesar di Indonesia. Berdasarkan data BPS, 20% produksi nasional adalah berasal dari Karawang. Akan tetapi ditahun yang sama, semenjak tol cikampek dibangun, industri berkembang di sepanjang jalur strategis tol tersebut. Migrasi tenaga kerja industri dari daerah lain berdatangan dan membuat permukiman baru, sementara penduduk setempat mulai berurbanisasi menjadi masyarakat industri. Lahan sawah berkurang 139 Ha setiap tahun sejak 1991-kini, produksi gabah kering berkurang 450.360 ton hampir setiap tahun. Belakangan bahkan fenomena seperti ini mulai merambah ke Purwakarta, Subang, Bekasi dan bahkan Tasikmalaya. Tol versus petani. Karena tol sangat stimulan terhadap transformasi struktural dari sektor primer (pertanian) ke sektor sekunder (industri).</p>
<p>Bayangkan jika kemudian tol 1000 km jadi terbangun. Jalan tol tersebut melalui hampir 12 titik strategis pertanian di Jawa Barat (padahal Jawa Barat merupakan produsen pertanian terbesar di Indonesia). Adalah Indramayu, Sukabumi, Cirebon, Subang, Probolinggo, Pemalang, Pekalongan, Kudus, Pati hingga Grobogan akan mengalami fenomena yang sama dengan karawang. Kurang lebih sekitar 600 Ha lahan pertanian irigasi teknis terkonversi (belum lagi multiplier efeknya berupa pertumbuhan permukiman pekerja industri dan pusat perbelanjaan yang mungkin akan mengkonversi lahan tani lebih besar lagi). Siapa lantas yang akan mendukung produksi pertanian Jawa Barat?</p>
<p>Alih-alih berdebat, saya justru hendak meningatkan, laju pertumbuhan penduduk tahun 2005-2010 indonesia akan mencapai 1,3% yang mana penduduk Indonesia akan bertambah mencapai 243 juta jiwa. Yang berarti (asumsi beras dikonsumsi 139 kg pertahun) maka dibutuhkan beras sebanyak 33,78 juta ton. dan kebutuhan pangan (beras) pada tahun 2030 bahkan akan lebih ekstrim mencapai 59 juta ton. Jumlah beras yang sangat tinggi dan perlu dukungan dari produksi nasional. </p>
<p>Pemerintah berdalih bahwa pertanian akan ditukar untuk dikembangkan di daerah lain. Namun dimana? sudah banyak diketahui adalah Pulau Jawa sebagai lahan tani paling subur. Bahkan tingkat kesuburannya 1 berbanding 9 dengan di pulau-pulau lain di Indonesia. Jika di Pulau Jawa saja lahan tani terus terkonversi secara akumulatif sebesar 1.002.055 Ha atau 61%, bagaimana nasib masa depan produksi pertanian kita? siapa yang dapat memenuhi kebutuhan pangan anak cucu kita?</p>
<p>Mari sama-sama membina dan mengingatkan. Bang Yusril, apabila kemudian menjadi presiden (alhamdulilah dan amin&#8230;saya justru sangat mendoakan), hendaklah menerbitkan kebijakan-kebijakan yang pro poor. Melindungi kaum tani, ditengah upaya menggenjot perekonomian melalui industri. Banyak cara, mulai dari pengembangan agro-industri, kebijakan daerah strategis nasional, hingga peraturan-peraturan lainnya yang saya yakin abang lebih mumpuni soal ini. Yang terpenting adalah, lindungi petani kita dengan pembangunan yang lebih adil bagi mereka, atau jikalaupun pembangunan modern dan industrialisasi tidak dapat terelakan, mohon sekiranya petani-petani kita dapat dilindungi eksistensinya melalui peran peraturan dan kebijakan. Karena melindungi petani, berarti kita melindungi perut anak cucu kita di masa yang akan datang.</p>
<p>Salam Hormat,<br />
Chrisna Permana<br />
Pengamat Ekonomi Regional &#8211; Urban Regional Development Institute</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: vikho</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/01/16/84/comment-page-2/#comment-35702</link>
		<dc:creator>vikho</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 05:32:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2008/01/16/84/#comment-35702</guid>
		<description>pak YIM, cuma ingin mengomentari photo anda yang di atas....
kenapa dgn photo itu???
dan kenapa dgn kostum itu?

Kalau itu adegan film, saya tetap bertanya kenapa memilih setting etnis tionghoa/ apapun (maaf bila ada yang tersinggung...)

Dan juga...Apa Indonesia bisa keluar dari perjanjian GATT yang dahulu disepakati???
Sebenarnya kebijakan pertanian Indonesia itu apa saja???

Maaf, banyak bertanya...saya tunggu balasannya...

Mahasiswa di Jogjakarta.
Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pak YIM, cuma ingin mengomentari photo anda yang di atas&#8230;.<br />
kenapa dgn photo itu???<br />
dan kenapa dgn kostum itu?</p>
<p>Kalau itu adegan film, saya tetap bertanya kenapa memilih setting etnis tionghoa/ apapun (maaf bila ada yang tersinggung&#8230;)</p>
<p>Dan juga&#8230;Apa Indonesia bisa keluar dari perjanjian GATT yang dahulu disepakati???<br />
Sebenarnya kebijakan pertanian Indonesia itu apa saja???</p>
<p>Maaf, banyak bertanya&#8230;saya tunggu balasannya&#8230;</p>
<p>Mahasiswa di Jogjakarta.<br />
Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Bakhtiar MJ</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/01/16/84/comment-page-2/#comment-7469</link>
		<dc:creator>Bakhtiar MJ</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2008 05:52:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2008/01/16/84/#comment-7469</guid>
		<description>Saya sangat menyayangkan sikap Pemda Kabupaten Bireuen, yang hingga saat ini masih belum mengoperasikan pabrik susu kedelai yang telah dibangun di kawasan kantor BPP Penudada Kab. Bireuen, Prop. NAD.
Pdahal, tahun ini saja, 12.000 Ha. lahan kedelai telah dipanen, sehingga sangat memungkinan menurunnya harga jual kedelai milik petani. hal ini akan berdampak pada pendapatan dan keberlangsungan penanam kedelai oleh petani..
mohon, kepada pihak yang berkompeten dalam persoaalan ini agar segera dapat melakukan langkah-langkah stategis guna pengembangan tanaman kedelai dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

&lt;em&gt;Saya sependapat (YIM)&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sangat menyayangkan sikap Pemda Kabupaten Bireuen, yang hingga saat ini masih belum mengoperasikan pabrik susu kedelai yang telah dibangun di kawasan kantor BPP Penudada Kab. Bireuen, Prop. NAD.<br />
Pdahal, tahun ini saja, 12.000 Ha. lahan kedelai telah dipanen, sehingga sangat memungkinan menurunnya harga jual kedelai milik petani. hal ini akan berdampak pada pendapatan dan keberlangsungan penanam kedelai oleh petani..<br />
mohon, kepada pihak yang berkompeten dalam persoaalan ini agar segera dapat melakukan langkah-langkah stategis guna pengembangan tanaman kedelai dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p><em>Saya sependapat (YIM)</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mohammad Novel damopolii</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/01/16/84/comment-page-2/#comment-2487</link>
		<dc:creator>Mohammad Novel damopolii</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Mar 2008 08:52:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2008/01/16/84/#comment-2487</guid>
		<description>ass.wr wb

Pak Yusril mhn ijin tuk tanggapi komentarnya bu dyah

bu dyah..

saya sependapat dengan anda, bahwa cara berpikir pars pro toto (berpikir sebagian untuk keseluruhan)  

banyak dia anut oleh sebagian besar pejabat di negara kita dalam membuat kebijakan, sehingga kebijakan 

yang dihasilkan, justru hanya menimbulkan masalah baru...

namun saya , anda dan banyak orang pun menyadari, bahwa tidak ada satu solusi/kebijakan yang dapat menyelesaikan semua masalah,atau memuaskan seluruh kalangan..

jadi menurut pendapat saya pribadi (subjektif),&quot;keberpihakan&quot; adalah salah satu dasar pemimpin/pejabat dalam mengeluarkan dan melakukan kajian ulang   kebijakan.

sehingga, baiknya kalo kita sudah jadi pejabat,atau bu dyah jadi pejabat (mungkin sekarang adalah pejabat,sori kalo salah), tinggal mikir dan nanya, &quot;mau memihak ke siapa&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ass.wr wb</p>
<p>Pak Yusril mhn ijin tuk tanggapi komentarnya bu dyah</p>
<p>bu dyah..</p>
<p>saya sependapat dengan anda, bahwa cara berpikir pars pro toto (berpikir sebagian untuk keseluruhan)  </p>
<p>banyak dia anut oleh sebagian besar pejabat di negara kita dalam membuat kebijakan, sehingga kebijakan </p>
<p>yang dihasilkan, justru hanya menimbulkan masalah baru&#8230;</p>
<p>namun saya , anda dan banyak orang pun menyadari, bahwa tidak ada satu solusi/kebijakan yang dapat menyelesaikan semua masalah,atau memuaskan seluruh kalangan..</p>
<p>jadi menurut pendapat saya pribadi (subjektif),&#8221;keberpihakan&#8221; adalah salah satu dasar pemimpin/pejabat dalam mengeluarkan dan melakukan kajian ulang   kebijakan.</p>
<p>sehingga, baiknya kalo kita sudah jadi pejabat,atau bu dyah jadi pejabat (mungkin sekarang adalah pejabat,sori kalo salah), tinggal mikir dan nanya, &#8220;mau memihak ke siapa&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dyah prihatinningrum</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/01/16/84/comment-page-2/#comment-2460</link>
		<dc:creator>dyah prihatinningrum</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 05:29:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2008/01/16/84/#comment-2460</guid>
		<description>semakin lama semakin miris aja dunia indonesia... udah kacau kebijakan2nya.mungkin banyak hal yang harus dikaji ulang sebelum mengeluarkan kebijakan baru terutama yang menyangkut politik pangan kita... entah bertahan sampai kapan jika terus menerus mencari solusi masalah... dengan menghasilkan masalah lainnya.
banyak hak kita yang tertindas.. hanya dengan memandang persoalan dengan kacamata sebelah..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>semakin lama semakin miris aja dunia indonesia&#8230; udah kacau kebijakan2nya.mungkin banyak hal yang harus dikaji ulang sebelum mengeluarkan kebijakan baru terutama yang menyangkut politik pangan kita&#8230; entah bertahan sampai kapan jika terus menerus mencari solusi masalah&#8230; dengan menghasilkan masalah lainnya.<br />
banyak hak kita yang tertindas.. hanya dengan memandang persoalan dengan kacamata sebelah..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Iwan Asnawi</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/01/16/84/comment-page-2/#comment-2279</link>
		<dc:creator>Iwan Asnawi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Mar 2008 12:18:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2008/01/16/84/#comment-2279</guid>
		<description>Yth, YIM...

Ini hanya usul, maaf di luar tofik...
Terima kasih atas, kerendahan dan kemurahan hati anda... Apalagi dengan tambahan, anda sendiri tidak tahu bagaimana mengadakannya? Saya tersanjung juga, &quot;mudah2an saya tidak sedang anda ayun&quot;.
Idea saya begini, Seminar anda kan &quot;layak jual&quot;. Layak jual itu tentu tidak saja pada tataran material (uang), tapi dia juga diharafkan untuk memulai &quot;koalisi&quot;menuju RI 1 dan RI 2. 
Seperti anda katakan sendiri PBB (Partai Bintang Bulan) itu kecil, jadi mestinya ada koalisi antar partai. Nah, kenapa tidak dimulai dengan seminar2 (kecil ataupun besar)... tujuannya, ya koalisi itu. 

Kemudian Thema seminar, tentu anda lebih tau. Apalagi anda tinggal dan hidup di Indonesia, artinya mengerti betul perkembangan politik di Indonesia. Tapi bagi saya, thema tentang, &quot;pemerintahan Sipil dan atau Militer&quot; dalam kancah ketatanegaraan di Indonesia, masih sangat menarik untuk dikupas menjelang Pemilu 2009. Apalagi dikaitkan dengan keberpihakan terhadap &quot;Petani dan &quot;Nelayan&quot;...

Saya kira, kalau ada kawan2 (teman2, atau rekan2, konco2) bersepakat... Thema, nilai jual (uang) menjadi tidak penting disini. Soalnya adalah pembicara seminar! Kalau pembicara hanya pada kalangan anda sendiri (PBB). Waaah, akan menjadi tidak menarik... Karena, ya hanya satu arus saja... Arusnya, ya okay Boss...he...he...
Tapi, ide saya adalah bagaimana misalnya mempertemukan anda dengan Mahfud MD, atau Sultan Hameng Kubuwono X, atau bahkan Buyung Nasution dan Arief Budiman dulu di Salatiga (saya haraf mereka mau). Terlepas dari kentalnya perbedaan pendapat antara kalian (anda dan Bang Buyung atau yang lain), paling tidak publik akan tau. Dimana sih letak perbedaan pendapat itu, termasuk misalnya orang2 dari Majalah Tempo, sekalian si Surya Paloh dari Media Indonesia.

Karena asumsi saya adalah, &quot;mereka juga mencintai Negara ini&quot;.
Kalau itu benar, maka mengapa tidak mau ikut berpikir mencari jalan keluar?

Salaaam hormat dari saya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yth, YIM&#8230;</p>
<p>Ini hanya usul, maaf di luar tofik&#8230;<br />
Terima kasih atas, kerendahan dan kemurahan hati anda&#8230; Apalagi dengan tambahan, anda sendiri tidak tahu bagaimana mengadakannya? Saya tersanjung juga, &#8220;mudah2an saya tidak sedang anda ayun&#8221;.<br />
Idea saya begini, Seminar anda kan &#8220;layak jual&#8221;. Layak jual itu tentu tidak saja pada tataran material (uang), tapi dia juga diharafkan untuk memulai &#8220;koalisi&#8221;menuju RI 1 dan RI 2.<br />
Seperti anda katakan sendiri PBB (Partai Bintang Bulan) itu kecil, jadi mestinya ada koalisi antar partai. Nah, kenapa tidak dimulai dengan seminar2 (kecil ataupun besar)&#8230; tujuannya, ya koalisi itu. </p>
<p>Kemudian Thema seminar, tentu anda lebih tau. Apalagi anda tinggal dan hidup di Indonesia, artinya mengerti betul perkembangan politik di Indonesia. Tapi bagi saya, thema tentang, &#8220;pemerintahan Sipil dan atau Militer&#8221; dalam kancah ketatanegaraan di Indonesia, masih sangat menarik untuk dikupas menjelang Pemilu 2009. Apalagi dikaitkan dengan keberpihakan terhadap &#8220;Petani dan &#8220;Nelayan&#8221;&#8230;</p>
<p>Saya kira, kalau ada kawan2 (teman2, atau rekan2, konco2) bersepakat&#8230; Thema, nilai jual (uang) menjadi tidak penting disini. Soalnya adalah pembicara seminar! Kalau pembicara hanya pada kalangan anda sendiri (PBB). Waaah, akan menjadi tidak menarik&#8230; Karena, ya hanya satu arus saja&#8230; Arusnya, ya okay Boss&#8230;he&#8230;he&#8230;<br />
Tapi, ide saya adalah bagaimana misalnya mempertemukan anda dengan Mahfud MD, atau Sultan Hameng Kubuwono X, atau bahkan Buyung Nasution dan Arief Budiman dulu di Salatiga (saya haraf mereka mau). Terlepas dari kentalnya perbedaan pendapat antara kalian (anda dan Bang Buyung atau yang lain), paling tidak publik akan tau. Dimana sih letak perbedaan pendapat itu, termasuk misalnya orang2 dari Majalah Tempo, sekalian si Surya Paloh dari Media Indonesia.</p>
<p>Karena asumsi saya adalah, &#8220;mereka juga mencintai Negara ini&#8221;.<br />
Kalau itu benar, maka mengapa tidak mau ikut berpikir mencari jalan keluar?</p>
<p>Salaaam hormat dari saya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Iwan Asnawi</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/01/16/84/comment-page-2/#comment-2259</link>
		<dc:creator>Iwan Asnawi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2008 11:16:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2008/01/16/84/#comment-2259</guid>
		<description>Yth, YIM...
Mohon maaf lagi nih...numpang lewat. Mudah2an tidak mengganggu ketentraman anda, di Blog anda ini.

@Novel... Tinggal di Lampung, waaah saya suka kopi Lampung. 
Setelah kuliah di Yogya. Saya ke Rusia, lalu ke London, dan tinggal beberapa tahun disana. Kemudiannya, diundang ke Bern (Universitaet Bern), Switzerland. Sampai dapat pekerjaan, dan jodoh disini. Istri saya, orang Swiss...he...he... 
Anak saya satu, laki2. 11 tahun, alkhamdulillah kami semua sehat. 
Dan Email saya adalah, iwanint@yahoo.com... 
Tentang nomor telp, akan saya kasih setelah nanti kamu hubungi lewat email saya itu.
 
YIM, usul Novel itu bagus juga... Bagaimana kalau anda (atau kita sekalian) mengadakan, Seminar Akbar dari penghuni  Blog anda ini. Saya mau datang, kendati tinggal di Swiss... Asal ada undangannya, tiket tak perlu. Karena, saya mampu bayar sendiri...he...he... 

Salaaam hormat saya...




&lt;em&gt;Tidak apa-apa silahkan saja. Bagus juga kalau blog ini dapat menjadi jembatan antar teman. Tentang seminar akbar para blogger, suatu idea yang bagus juga. Saya sendiri tidak tahu bagaimana mengadakannya.&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yth, YIM&#8230;<br />
Mohon maaf lagi nih&#8230;numpang lewat. Mudah2an tidak mengganggu ketentraman anda, di Blog anda ini.</p>
<p>@Novel&#8230; Tinggal di Lampung, waaah saya suka kopi Lampung.<br />
Setelah kuliah di Yogya. Saya ke Rusia, lalu ke London, dan tinggal beberapa tahun disana. Kemudiannya, diundang ke Bern (Universitaet Bern), Switzerland. Sampai dapat pekerjaan, dan jodoh disini. Istri saya, orang Swiss&#8230;he&#8230;he&#8230;<br />
Anak saya satu, laki2. 11 tahun, alkhamdulillah kami semua sehat.<br />
Dan Email saya adalah, <a href="mailto:iwanint@yahoo.com">iwanint@yahoo.com</a>&#8230;<br />
Tentang nomor telp, akan saya kasih setelah nanti kamu hubungi lewat email saya itu.</p>
<p>YIM, usul Novel itu bagus juga&#8230; Bagaimana kalau anda (atau kita sekalian) mengadakan, Seminar Akbar dari penghuni  Blog anda ini. Saya mau datang, kendati tinggal di Swiss&#8230; Asal ada undangannya, tiket tak perlu. Karena, saya mampu bayar sendiri&#8230;he&#8230;he&#8230; </p>
<p>Salaaam hormat saya&#8230;</p>
<p><em>Tidak apa-apa silahkan saja. Bagus juga kalau blog ini dapat menjadi jembatan antar teman. Tentang seminar akbar para blogger, suatu idea yang bagus juga. Saya sendiri tidak tahu bagaimana mengadakannya.</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

