Bismillah ar-Rahman ar-Rahim,
Setelah saya berdialog dengan Pak Amien Rais di Metro TV seperti saya ceritakan dalam posting tadi, banyak orang meminta kepada saya naskah pernyataan berhenti Presiden Soeharto dari jabatannya, tanggal 21 Mei 1998. Naskah asli pengunduran diri itu telah diserahkan kepada Arsip Nasional untuk disimpan di sana. Semua ini kami lakukan agar dokumen ini jangan sampai hilang seperti Naskah Supersemar tahun 1966. Hanya ada dua copy yang dibuat waktu itu, satu disimpan oleh Almarhum Pak Saadillah Mursyid, dan satunya saya simpan sebagai koleksi pribadi. Naskah ini bukanlah tergolong sebagai rahasia negara, karena telah dibacakan oleh Presiden Soeharto di depan umum, di Istana Negara, pada tanggal 21 Mei 1998. Saya sendiri ada di situ, sebagai saksi sejarah dari peristiwa ketatanegaraan yang langka terjadi di negara kita. Saya persilahkan anda membaca naskah ini, sebagaimana naskah aslinya, tanpa saya memberikan banyak komentar.




Cetak artikel Oleh Yusril Ihza Mahendra — January 17th, 2008
74 tanggapan untuk “NASKAH PERNYATAAN BERHENTI PRESIDEN SOEHARTO, 21 MEI 1998”
Pages: « 1 [2] Show All
Random Thoughts » Selamat Jalan Pak Harto (komentar #51)
[...] dan memaafkan segala kesalahannya. Sudah menjadi keharusan kita untuk memaafkan, apalagi Beliau juga pernah meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia. Semoga jasa-jasa dan amal baik beliau diterima di sisi Allah, dan [...]
January 27th, 2008 at 10:55 pm
ERNA (komentar #52)
wah pk harto lengser…….aku masih umur 8 thun…………
tpi aku masih pernah merasakan kepemimpinan pak harto…….
mnurutku beliau adalah pemimpin yg baik…….
waktu pak harto jadi presiden……….smua org bilang…….harga sembako sangatlah stabil…..
pak…..harto tetaplah pemimpin terbaik dimata kami warga lumajang………………
peduli sama rakyat kecillllllll
pak harto tetap hidup………….
smoga tenang………..
January 28th, 2008 at 1:45 pm
bangzenk (komentar #53)
Diskusi tungku dan kompor, menarik..
Saya bolos sekolah ketika itu, karena tayangan langsung di RCTI sayang untuk dilewatkan. Meskipun kelas 6 SD, saya tahu ini sejarah penting Indonesia (ya iya atuh.. kan ada PSPB ma PMP plus IPS..). Ketika itu saya lihat si Abang di deket Pak Harto ( betul ga bang? seingat saya di belakang, ga di belakang banget) Coba ditayangkan ulang kayaknya akan menarik..
Komentarnya: YIM pada Komentar #11
“Saya belum dapat menjawab masalah ini sekarang. Waktu itu ada konsensus antara para pemimpin politik untuk mempercepat Pemilu. Kalau murni dilihat dari hukum tatanegara positif, pandangan anda benar. Namun perlu penelitian yang lebih mendalam untuk menelaah dinamika hukum tatanegara dalam masa peralihan di masa itu.Kalau ada yang ingin menulis tesis atau disertasi mengenai hal ini, tentu akan menjadi topik kajian akademis yang menarik (YIM)”
bagaimana jika dibentuk kajian juga Bang, Abang sebagai penasehat. Goal-nya terbentuk buku catatan baru Indonesia. ya, itu kan harapan. jika dilakukan orang per orang akan menyita banyak energi. Kecuali sekelas Abang.
demikian saja, numpang lewat.. Kang Usep dan Kang Jebee.. hayu atuh..
salamhangat,
-rijalDi Sini-
Insya Allah, suatu saat saya akan menulisnya sendiri. (YIM)
January 28th, 2008 at 6:20 pm
Iqbal dragon (komentar #54)
Pak Yusril salut saya ucapkan buat bapak sebagai salah satu saksi sejarah bangsa ini, sebagai rakyat biasa saya kagum sama bapak yang mau mem-publish naskah tulisan tangan Oppung Soeharto, anda tidak merahasiakannya seperti para pejabat dinegara kita yang tingkahnya seperti pemain ketoprak, anda mau semua rakyat dinegara kita ini mengerti apa yang terjadi, jadi jelaslah bahwa beliau berhenti karena ingin menyelamatkan bangsa ini dari pecah belah.
January 29th, 2008 at 5:58 pm
masemann (komentar #55)
Boss, ada yg pertanyaan mengganjal, rumah Pak Harto di Jl. Cendana itu aku perhatikan sejak beliau mulai tinggal disitu sampai beliau meninggal sepertinya tidak ada “perubahan” banyak. Terlihat sangat sederhana untuk rumah seorang presiden yang pernah sangat “berkuasa” dst ……..dst, tidak terletak di jln 2 jalur seperti mis. jln Diponegoro jl. Tengku Umar. dan kalu kita jalan di jl. cendana ke arah utara kemudian belok kanan dan atau belok kiri, kelihatannya begitu banyak rumah2 yang sangat lebih bagus dan mewah. Apa waktu beliau berkuasa Sekneg dan atau “siapa” tidak ada yang pernah ngusulin perbaikan dan atau pindah ke jalan utama ? terima kasih bos, selamat kerja.
Memang demikianlah keadaannya. Sepanjang pengamatan saya, rumah tsb memang “sederhana” untuk ukuran seorang Presiden, dalam arti kalau saya bandingkan dengan rumah dinas gubernur di berbagai daerah. Apa yang nampak bagus hanyalah ruang depan untuk menerima tamu. Bagian dalam dan belakang nampak sederhana saja. Ketika menjadi Mensesneg, dalam rangka dinas, saya mengunjungi rumah mantan Presiden Soeharto. Saya melihat rumah beliau sudah kurang terawat. Bagian belakang rumah itu sudah banyak yang rusak dan atapnya bocor. (YIM)
February 1st, 2008 at 11:10 am
Khalid (komentar #56)
Ass WW, terima kasih banyak kepada pak Yusril atas keikhlsannya menyampaikan naskah yg sangat bernilai sejarah ini. Ada pertanyaan yg ingin kami ajukan kepada Bapak terkait dgn naskah tersebut, yaitu terhadap adanya tambahan tulisan tangan oleh almarhum pak Harto di naskah pidato tersebut, apakah tambahan tulisan tangan tersebut memang langsung inisiatif/pemikiran beliau sendiri atau sengaja didikte oleh orang-orang di sekitar beliau pada saat penyusunan naskah pidato ? Mohon penjelasan dari pak Yusril ..tks
Tambahan itu adalah inisiatif Presiden Soeharto sendiri. Pada awalnya saya tak sependapat ada kata-kata pernyataan kabinet demisioner. Saya berpendapat kabinet tidak demisioner, karena diteruskan oleh Presiden baru. Namun Presiden Soeharto tetap menghendaki ada kata-kata itu, maka beliau tambahkan sendiri. (YIM)
February 4th, 2008 at 4:49 pm
yosepabraham (komentar #57)
assalamualaikum …
bung Yusril dalam pernyataan tersebut tidak tercantum kata kata yang sudah tak asing lagi waktu di wawancarai di stasiun tv pak harto mengatakan**
heleh ora dadi presiden yo ora pathe,en***itu kan bahasa jawa yang artinya halah nggak jadi presiden juga nggak bisulan,kadas kurapan,
maaf dan terima kasih bung YIM
Saya tidak mengetahui wawancara tersebut. Tetapi kata-kata seperti itu memang tidak ada dalam teks pernyataan berhenti Presiden Soeharto (YIM)
February 4th, 2008 at 6:20 pm
Asep (komentar #58)
Benar apa kata beberapa teman bahwa Pak Harto menambahkan beberapa kalimat menurut versi sendiri. Terima kasih Pak Yusril, bukti sejarah menarik untuk kajian mendatang.
February 5th, 2008 at 12:55 am
Achoey (komentar #59)
Wah subhanalloh, ini bner2 blog tingkat tinggi. Yang comment juga blogger tingkat tinggi. Muga jadi ajang berbagi kemanfaatan.
February 6th, 2008 at 7:47 pm
bimaa (komentar #60)
assalammu’alaykum..
Pak Yusril.. Punya dokumen (asli/rekayasa) naskah Surat Perintah Sebelas Maret (SUPERSEMAR)? hayo… siapa yang ngumpetin..?? Tolong pak.. bangsa ini juga mau minta kejelasan yang nyata. Terimakasih..
salam,
bimaa
ps: blognya bagus..
February 9th, 2008 at 10:49 pm
dedi amnsh (komentar #61)
ass pak yusril….
aku cuma mau bilang kalau ada naskah-naskah yang lain mungkin lebih menarik untuk dibaca, apalagi kalau masalah pak harto..hehehe.
mungkin masih ada tu dibawah meja anda..kan bukan document negara yang rahasia kan???
setelah saya membaca naskah tadi masalah pengunduran diri pak harto,,mungkin itu lebih baik terjadi dari pada pak harto meninggalkan jabatan nya tanpa pamit..hehehe kan tambah repot.
February 10th, 2008 at 11:28 am
Rinto HRP (komentar #62)
Pak YIM yg terhormat.
Apakah preraktek seperti ini perna terjadi dinegara lain? atau mungkin konstitusi negara kita aja yang mengatur tentang hal tersebut.
terim kasih.
February 13th, 2008 at 4:24 pm
hery (komentar #63)
Pak Harto adalah satu orang yang paling besar jasanya bagi bangsa dan negara ini, sudah sepatutnya kita memaafkan kesalahan & kehilafannya. Saat beliu memimpin negeri ini saya sebagai rakyat kecil merasakan kesejahteraan & kemakmuran dalam keluarga,barang2 murah, tidak ada kerusuhan, saya tidak akan pernah melupakan jasa2 beliau. Pak Harto patut diberi gelar sebagai Pahlawan Nasional
Bapak Pembangunan itu telah tiada, namun jasanya akan selalu dikenang oleh bangsa ini, semoga beliau mendapat tempat yang layak di sisiNYA
February 18th, 2008 at 10:13 am
jefriyanto, pekanbaru mhs sm VI (komentar #64)
asss
bang yusril…berhubung kami jauh ni dipekanbaru…..sering-sering ja publish mengenai dokumen2 yang begituan ya….biar kami tau gemana2nya,,,,bukan hanya tau dari mulut dosen aja….
seneng juga ketemu web ini
wsss
Terima kasih.Insya Allah jika nanti saya menulis lagi.
February 24th, 2008 at 2:39 pm
NASKAH PERNYATAAN BERHENTI PRESIDEN SOEHARTO, 21 MEI 1998 « (komentar #65)
[...] NASKAH PERNYATAAN BERHENTI PRESIDEN SOEHARTO, 21 MEI 1998 Mei 25, 2008 at 9:45 am | In Selingan | dari blognya yusril ihzamahendra. setelah saya membaca blog nya pak yusril ini. saya sangat salut dengan pak yusril ihzamahendra yang telah menunjukan sebuah bukti dari catatan sejarah pemerintahan indonesia yaitu pernyataan pengunduran diri dari presiden H.M soeharto. Semoga dengan ada nya salah satu bukti ini akan lebih menjernihkan mengenai sejarah-sejarah pemerintahan di indonesia,sehingga tidak ada sejarah yang “kabur“, seperti sejarah supersemar. http://yusril.ihzamahendra.com/2008/01/17/naskah-pernyataan-berhenti-presiden-soeharto-21-mei-1988/#... [...]
May 25th, 2008 at 4:45 pm
» ” TERIMA KASIH DAN SELAMAT JALAN PAK HARTO ! “ The United States of aEr (komentar #66)
[...] segala kesalahannya. Sudah menjadi keharusan kita sebagai umat manusia untuk memaafkan, Mengingat Beliaupun juga pernah meminta maaf kepada kita seluruh rakyat [...]
September 8th, 2008 at 1:38 am
yosi syahroni (komentar #67)
kita punya penyakit yang kronis dalam dunia birokrasi, dengan sisa-sisa feodalistik yang sangat kental karena kita memang tidak bisa begitu saja melupakan masa kolonial 350 tahun lalu, sehingga warisan kolonial Belanda masih sangat kelihatan. contoh di instansi tempat saya kerja untuk mutasi saja kita butuh orang kuat, jadi ada teman saya pegawai yang sudah berpuluh-puluh tahun ditugaskan di suatu tempat namun saat dia mau mengajukan pindah selalu saja dipersulit dengan alasan yang dibuat-buat seperti masih dibutuhkan di tempat itu, dan lain-lain. sementara ada pegawai yang baru saja bekerja 1 tahun namun dia bisa saja pindah ke tempat yang dia inginkan karena dengan katabelece orang kuat/punya surat sakti.
saya juga mengalami hal tersebut gimana nih pak Yusril, saya mohon bantuannya barangkali dari Pak Yusril saya bisa dapat surat sakti. saya juga udah pusing dengan hal tersebut segala prosedur juga sudah saya penuhi namun ternyata saya masih gak bisa pindah padahal saya tidak menuntut jabatan dan lain-lain hanya SK MUTASI saja.
September 18th, 2008 at 7:34 am
Wong Jogja (komentar #68)
Nuwun sewu ………
Saya tertarik dengan komennya Bang Ikarif, “Allah SWT yang Maha atas segalanya pun begitu mudah memaafkan hambaNya, tapi kenapa hambaNya sendiri merasa dirinya lebih dari Allah SWT sehingga begitu susahnya memaafkan orang?”
Memang begitulah manusia yang selalu lupa akan dirinya. Ingatlah waktu kita belajar di SD banyak peribahasa-2 yang kita pelajari. Peribahasa-2 itu bisa untuk introspeksi diri kita.
“Hanya karena nila setitik rusak susu sebelanga” itulah kisah dari Pak Harto
November 7th, 2008 at 10:40 am
Hendra Nov (komentar #69)
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…
pertama saya mohon maaf ini bukan tanggapan atas artikel ini, saya ingin memberikan sedikit pertanyaan kepada bapak -alhamdulillah sekali kalau bapak berkenan menanggapi sehingga saya mendapatkan ilmu- tentang konsekuaensi yang mungkin terjadi pada pemilu 2009 nanti baik eksekutif maupun legislatif tapi saya tidak menemukan atau saya yang lalai artikel yang berhubungan hehehehe jadilah karena mungkin topiknya sama-sama menegenai suksesi kepemimpinan jadilah artikel ini yang saya pilih. ini pertanyaan klasik tetapi sampai sekarang saya belum puas dengan jawaban yang ada. begini, bunyi Pasal 8 UUD 1945 tentang suksesi kepemimpinan, begini pak pasal ditu kan hanya merujuk pada saat presiden masih dalam masa jabtannya! tetapi apa jadinya atau lebih tepatnya bagaimana indonesia ini jikalau pemilu presiden dan wakil presiden -paling lambat KPU harus memutuskan hasilnya tanggal 2 oktober 2009- tidak memperoleh akhir final -seperti kasus pilkada dibeberapa daerah- sedangkan pasal tersebut hanya merujuk pada presiden dalam masa jabatannya. sehingga bagaimana indonesia ini??? apakah akan terjadi kekosongan hukum??? atau bahkan chaos!!! siapa yang k\akan mengendalikan pemerintahan??? dan lebih parahnya lagi kalau [pemilu legislatif pun tidak membuahkan hasil??? bagaimana negara ini. saya ingin bertaya pada bapak bagaiman solusinya dari sudut pandang ketata negaraan. terima kasih banyak Guru atas ilmu dan kesediaan untuk sharig dengan saya. semoga ilmu selalu membuat kita haus untuk terus mencari telaga ilmu itu sendiri guna kemaslahatan bersama. Amien ya Robbal Alamien.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…
November 9th, 2008 at 11:11 am
R.Prijo Oetomo (komentar #70)
terimamakasih sekali bung Yusril,sudah tampilin naskah aslinya pengunduran diri Pak Harto.
MINTA TOLONG kirimi saya rekaman audio visualnya(mp3 ato Mpeg)
Terima Kasih
June 2nd, 2009 at 11:55 pm
arneza (komentar #71)
gimana ya????
gak dipingkirin pak. Harto memang punya pengaruh yang sangat besar bagi bangsa ini. waktu pak Harto berhenti, waktu itu saya masih kelas 4 sd, jadi belum terlalu ngerti. tapi saya merasakan batul waktu kepemimpinan pak. Harto itu kayanya indonesia damai banget, udah gitu media lebih punya etika, gak kaya sekarang. seenaknya aja…
pokonya kalo SBY mau jadi kaya Soeharto sayamah ngedukung aja…biar orang-orang yang ‘banyak omong’pada diem..
August 12th, 2009 at 9:13 am
Darsah (komentar #72)
Terus terang saya kagum akan intelektual anda, dan sangat disayangkan setelah anda lengser dan partai anda memperoleh suara yang tidak menggembirakann anda seolah-olah menghilang dari dunia politik, yang seharusnya pemikiran dan kimprah andan menurut saya masih dibutuhkan. Ada apa ini bang, tapi saya yakin anda akan muncul lagi dalam suatu momen yang “pas” ya kan?
August 30th, 2009 at 10:28 pm
Darsah (komentar #73)
kalu ditawarin dikabinet lagi, bagaimana bang?
August 30th, 2009 at 10:30 pm
cefat (komentar #74)
walau bagaimanapun pak harto presiden yang baik, harga stabil, sembako murah, keamanan negara diutamakan, tidak diinjak injak negara asing baik AS apalagi malaysia tukang maling…penindas para TKI, sekarang TKI kita banyak disiksa tapi kita malah diam saja, gak berani apa apa…
February 7th, 2010 at 9:18 pm
Pages: « 1 [2] Show All
Punya pendapat? Sampaikan pendapat Anda