Bismillah ar-Rahman ar-Rahim,
Salah satu hal yang paling menyenangkan dalam hidup ialah ketika saya pulang ke kampung halaman. Saya selalu rindu kota Manggar dan Pulau Belitung, tempat saya lahir dan dibesarkan. Hari Jum’at 18 Januari 2008 yang lalu saya dan istri serta kakak dan keponakan, pulang ke Belitung. Ada tiga penerbangan dengan pesawat Boeing ke Belitung setiap harinya. Kami sengaja memilih berangkat pagi hari pukul 6.40 dan tiba di Belitung 45 menit kemudian. Belitung memang dekat, tak jauh dari Jakarta. Mungkin karena harus menyeberang laut, pulau itu terasa jauh dari Jakarta.

Dari lapangan udara di Kampung Buluh Tumbang, saya harus mengendarai mobil melintasi hutan dan perkampungan sejauh hampir 70 km untuk sampai ke rumah ibu saya di Kampung Lalang, Manggar. Begitu mendarat di Belitung, nafas saya terasa lega. Udara bersih dengan rimbunnya pepohonan, nyaris tanpa polusi, membuat paru-paru saya seakan terbuka, ditengah pengapnya udara Jakarta, tempat saya kini menetap. Belitung masih seperti dulu. Jalan aspal mulus dan lengang, serta pepohonan hutan di sepanjang jalan adalah pemandangan yang umum. Sepanjang jalan dari Buluh Tumbang ke Manggar, saya menyukai pemandangan alam, bukit, sungai, danau dan hutan.

Ibu saya yang kini telah berusia 79 tahun sukacita dengan kedatangan kami. Saya pulang ingin menjenguk beliau dan berbincang-bincang tentang banyak hal, terutama berbagai peristiwa yang terjadi di masa lalu. Empat malam saya di Belitung. Waktu sesingkat itu membuat saya seakan kembali ke masa kecil. Menyapu halaman rumah, membersihkan taman, pergi memancing, memasak dan bermain musik di malam hari. Hidup terasa santai dan menyenangkan. Teman-teman lama datang berkumpul, dan kami bercerita tentang keadaan masing-masing. Hidup terasa singkat sekali. Telah lebih separuh usia saya dihabiskan di luar Belitung. Namun, saya selalu saja ingin pulang. Ingin sekali menikmati hidup yang tenang dengan rimbunnya pepohonan, udara laut dan danau yang segar serta penduduk yang ramah dan serba informal.
Salah satu kesukaan saya ialah berjalan di semak-semak dan jalan setapak, serta berjalan menyusuri pantai ketika air surut. Saya melakukannya lagi ketika saya pulang ke Belitung. Saya melihat Kampung Sekep, dan menyaksikan halaman rumah saya ketika kecil, yang kini oleh ibu saya dibuat sebuah mesjid. Saya berjalan dari Kampun Sekep melihat Kampung Bakau yang kini sudah menjadi laut. Jalan setapaknya masih sama. Pohon-pohonnya juga masih sama. Saya menyusuri jalan setapak di samping Kulong Wak Nutok untuk sampai ke arah Pangkalan Sadam. Hari telah sore ketika saya melintas daerah itu, yang mengingatkan saya ketika kecil, saya pulang membawa ikan.
Sayapun pergi ke Gantung, kota kecil sekitar 20 km dari Manggar. Saya mengendarai sepeda motor Harley ke kota itu. Enak sekali naik motor di jalan yang sepi. Saya melihat Sungai Lenggang dengan dam antik yang dibuat Belanda di awal abad 20. Dam itu masih berfungsi sampai sekarang, mencegah kota Gantung dari banjir ketika air sungai penuh di musim hujan. Sungai Lenggang terlihat cantik dan bersih. Ada saudara saya, Muharam namanya, sedang menangkap ikan Baung di sungai itu, dan saya memotretnya. Saya mengajak Muharam pergi ke makam keluarga ibu saya yang disebut Keramat Lais, di pinggir Sungai Lenggang. Saya tak tahu di mana letak makam itu. Ketika saya kecil, ibu saya mengatakan, untuk pergi ke tempat itu harus naik perahu.
Tapi sekarang, rupanya ada jalan darat ke Pemakaman Keramat Lais. Saya menyaksikan ada puluhan makam di sana. Salah satunya adalah makam leluhur saya, yakni ayah dari kakek saya Musa alias Musip. Beliau lahir di Iran, dan tak disangka akan wafat dan dimakamkan di pinggir Sungai Lenggang di awal abad ke 20. Pemakaman itu terletak di pinggir sungai dengan rindangnya pepohonan dan kicauan suara burung. Suasanya hening dan sepi, tetapi jauh dari kesan menakutkan. Lama saya tertegun di makam ayah kakek saya itu. Saya, kakak saya, istri saya dan Muharam membaca doa di pemakaman keluarga itu. Hari kian senja dan kamipun pulang ke Manggar.
Foto-foto yang saya tampilkan di sini, saya ambil sewaktu saya pulang ke Belitung kali ini. Mudah-mudahan anda dapat menikmati photo sudut-sudut kota Manggar yang hijau, danau, sungai, laut, pasar dan hutan bakau di Belitung Timur. Rumah ibu saya yang terbuat dari kayu dengan arsitek Melayu saya tampilkan pula di sini. Rumah itupun teduh dengan rindangnya pepohonan, taman dan bunga-bunga yang menjadi kesukaan ibu saya. Tiap hari kami makan di rumah ibu saya. Masakah Belitung enak sekali. Sayur-sayuran diambil di hutan, seperti keladi, paku dan daun iding-iding. Ikan mancing sendiri dan dipanggang menggunakan sabut kelapa, atau digulai dengan nenas. Rasanya beda. Mau coba masakan Belitung di Jakarta? Silahkan datang ke Billiton Bistro, Plaza Senayan Lantai II. ****


















Cetak artikel Oleh Yusril Ihza Mahendra — January 26th, 2008
111 tanggapan untuk “PULANG KE KAMPUNG HALAMAN”
Romi (komentar #1)
Nyam-nyam… ikan bakar… nyam-nyam-nyam…
January 26th, 2008 at 11:06 pm
Vavai (komentar #2)
Wuah, menarik sekali pak. Ternyata Belitung memang indah. Saya pernah punya teman 1 kantor yang kemudian pulang kampung dan bekerja di KPU Belitung.
Mungkin kapan-kapan saya bisa kesana juga :-D
January 26th, 2008 at 11:22 pm
Goenawan Lee (komentar #3)
Wah, dari foto-fotonya saja saya sudah ‘panas’ ingin berkunjung melihat keindahannya secara langsung… :(
Tahun ini nampaknya saya belum bisa kembali ke kampung halaman saya di Kalimantan sana.
January 27th, 2008 at 2:08 am
Iwan Asnawi (komentar #4)
Yth: Bang YIM…
Boleh juga pemandangannya… Jadi “ngiler” lihat ikan bakarnya… Promosi nih?
Mungkin, kalau pulang Kampoeng nanti pengen juga mampir ke Belitung…
Sudah ada penginapan yang permanen? Seperti Bunggalow, Resort, Atau yang “sejenis” itu? Hotel misalnya? Saya sih orang “Kampoeng”, tapi memang Istri dan anak saya “Londo”. Dan Alkhamdulillah, mereka Muslim…he…he…
Wassalaaammm…
January 27th, 2008 at 3:21 am
Iwan Asnawi (komentar #5)
Excuse me, “mampir”, dalam Bahasa Indonesia =(singgah)?… Maaf, “mampir” (kelepasan bahasa daerah)… he…he…
January 27th, 2008 at 3:52 am
Kandar cik Kulup (komentar #6)
Assalamualaikum wr.wb
Jadi renyek nak balik juak bang liat foto-foto ikam, ade gangan darat ketingoken ne, dan warung kopi yang setiap balik serase belum afdol kalo lum ngupi. Nek Siha dan keluarge besar belitong sehat kan bang?
January 27th, 2008 at 10:23 am
Ahmad David Kholilurrahman (komentar #7)
Assalamu;alaikum wr wb.
Bang, kampung adalah laman paling indah dimata kita. Kampung halaman adalah oase tersejuk yang dirindu para pengelana disahara tandus. Kampung, betapa pun jauh, tetap dekat dihati kita.
Bang, teruskan cerita abang seputar kenang-kenangan masa kecil dulu!
January 27th, 2008 at 8:48 pm
Samsul (komentar #8)
Memang tidak ada tempat seindah kampung halaman. Meski hidup di rantau orang, kampung halaman selalu jadi rumah untuk pulang.
Ceritanya menyejukkan, Pak.. :-)
January 27th, 2008 at 9:59 pm
Luthfi (komentar #9)
wah, ada poto istrinya juga pak :D
January 27th, 2008 at 10:03 pm
Resi Bismo (komentar #10)
Assalamualaikum bang Yusril,
saya senang sekali melihat kampung halaman Bang Yusril yang indah sekali, sangat natural, hidup kita seperti kembali ke 0 tahun. Saya jadi rindu kampung halaman, sayangnya di jakarta, hiks. Oke deh, selamat berkarya Bang Yusril semoga sukses serta keberkahan hidup selalu menyertai anda sekeluarga. Amin.
Salam,
Boss Ario
January 28th, 2008 at 3:55 am
Hendy Sibuea (komentar #11)
saya juga pernah ke Belitung, disana lingkungannya masih sangat asri, saya senang tingga di sana. makanannya juga enak-enak. kapan ke Belitung lagi ya?????
January 28th, 2008 at 5:02 am
Hendy Sibuea (komentar #12)
wah…..foto-fota yang bapak tampilkan membuat saya semakin rindu untuk kembali ke Belitung. sepertinya belitung harus dikembangkan untuk menjadi daerah tujuan wisata..
January 28th, 2008 at 5:05 am
ricky (komentar #13)
foto-foto yang indah, nampaknya pak YIM tidak asing dengan yang namanya kamera hehe, nice shoot
January 28th, 2008 at 7:44 am
Andika (komentar #14)
Assalamualaikum,
Wah asyik bang ikam bisa balik ke Belitong ikan panggangnye itu muat kite ngiler desinek-bandung. Ape agik de kampong kamek bang Tanjong Binga ikan lumayan banyak jadi amun balik ke Belitong rasenya gaok nak makan ikan panggang dan gangan kuning he..he..he-kalo ikam ke Tanjong Binga ntar aku ajak mancing deh hehe. Tanjong Tinggi dan Tanjong kelayang juga tempat yang bagus biasenya untuk wisata ape agik mandik aik laut di sana lumayan asyik sambil mancing bejaoran dan mukat tentunya, laut yang berse tanpe takut tercemar cuma harus ati2 kun “ampai” ciape ke.
wassalam
Andika
January 28th, 2008 at 10:32 am
Aini T.Vierra (komentar #15)
Hi, Pak yusril
Senang sekali akhirnya topik yg saya tunggu -tunggu muncul juga, setelah terpotong dengan topik-topik panas lainnya.
Setelah membaca dan melihat foto-foto yg ditampilkan tsb, saya jadi tertarik mengunjungi Belitung. Selama ini walaupun tinggal bertetangga dengan Belitung, saya belum pernah ke sana. Memang panorama dan kehidupan masyarakat di daerah BaBel sangat berbeda sekali dengan daerah lainnya. Pantai dan seafoodnya , kayaknya the best.
Pak Yusril, memang pilihan yg tepat ketika Pak Yusril pilih pulang kampung untuk refreshing. Setelah kita kerja keras dengan segala aspek mental psikologis yg kita alami, berbeda sekali jika dibandingkan dengan berpariwisata ke tempat yg lain , walaupun sebagus apapun tempat tsb. Ikatan batin dan kenangan masa lalu kita, memberikan suatu dampak kepuasan batin tersendiri dan kita selalu ingat rakyat kecil. Pak Yusril , saya jadi ngiler nih, lihat ikan bakarnya. Ikan bakar adalah salah satu menu favorit saya , orangtua saya sering sekali bakar ikan untuk lauk pauk kami. Sejak merantau , hampir tidak pernah lagi makan ikan bakar. Mudah-mudahan lain kali, jika saya pulang kampung saya mau main ke Belitung juga. Fotonya luar biasa, secara tidak langsung Pak Yusril sudah ikut membantu promosi wisata daerah Belitung. Terima kasih.Mudah-mudahan jebee tidak muncul lho di topik ini, entar ditanya pula sama beliau bahwa apa enak ikan bakar itu? ( hee..hee sorry ya jebee ) Ikan bakar pasti enak di lidah orang Belitung. Mau coba boleh, ke resto Biliton seperti yg disebut Pak Yusril itu. Salam perjuangan untuk Pak Yusril , semoga dapat mewujudkan cita cita untuk memimpin Indonesia ke depan agar lebih sejahtera.
He he he, datang saja ke Belitung. Segalanya murah meriah… (YIM)
January 28th, 2008 at 11:27 am
syirulgrul (komentar #16)
Begitu mendengar kata “Belitung” Pertama kali yang saya ingat adalah disitu tempat lahir seorang negarawan yang religius. Bpk. Kiyai H. Prof. DR. Yusril Ihza Mahendra. Sekarang saya lagi gandrung dengan buku “Laskar Pelangi”, maka yang kedua saya ingat dari “Belitung” adalah Andrea Hirata. Si Penulis buku Tetralogi Laskar Pelangi yang semua bukunya Best Seler sekarang ini. Melihat alamnya di foto tsb juga Indah. saya sangat tertarik. Mudah-mudahan Allah memberi kesempatan saya bisa kesana untuk bertafakur dan bertadabbur…..
btw, yang berambut panjang itu istrinya ya pak kyai? salam kenal. semoga jadi istri yang sholihah. amin………
He he he, jangan lupa Boss PKI, DN Aidit juga orang Belitung. Di zaman Orba Pak Domo sering bilang ada dua ekstrimis dari Belitung, satu DN Aidit (eklstrim kiri) dan satu lagi Yusril (ekstrim kanan). Tapi itu masa lalu, mantan Pangkobkamtib Sudomo sudah minta maaf sama saya. Saya juga sudah memaafkan beliau. (YIM)
January 28th, 2008 at 4:20 pm
dins (komentar #17)
Foto terakhir yang di bawah itu foto istri bapak ya? cantik sekali…
Sssssssttttttt… Itu foto Rika Tolentino Kato, istri saya, mohon jangan ada yang usil… Sorry becanda aja… (YIM)
January 28th, 2008 at 6:07 pm
Ruli (komentar #18)
hehehee jadi pingin pulang kampong ni pak yusril. ternyata antum anak sumatra jugak ya pak..
January 28th, 2008 at 8:22 pm
aditya (komentar #19)
terimakasih bang…
akhirnya saya dapat juga melihat foto-foto dalam blog abang ini, apalagi fotonya mengenai kampung, sehingga terasa saya pun ingin pulang kampung, he he he…….
January 29th, 2008 at 12:39 am
Ninik (komentar #20)
Pulang kampung emang bagaikan wisata kuliner, dan injeksi untuk aktifitas selanjutnya. Jadi pengen pulang kampung lagi nih
January 29th, 2008 at 6:10 am
Purnama (komentar #21)
aduh pak, saya jadi ngebet pengen pulang… sudah tiga tahun ngak moto moto hutan dan Pice lagi, jepretan kita di Pice nyaris persis pak. Setelah dibandingkan, hasilnya jauh beda sih. wajar saja, saat itu belum jamannya digital.
January 29th, 2008 at 6:00 pm
mariani (komentar #22)
hallo pak Yusril,
ternyata Belitung itu indah sekali ya..belum tercemar polusi, banyak pohon…tapi masih panas ga ya??mengingat daerah pantai…duh ikan bakarnya…sayang teman saya mengoleh-olehi saya hanya sebungkus terasi yg ruarrrrr biasa sedapnya..(ikannya engga dibawain,hehe..)
Memang benar, terasi Belitung enak sekali. Hanya jangan kaget harganya Rp 100.000 (seratus ribu rupiah) perkilo. Teman saya nggak percaya, dia bilang masak harga terasi lebih mahal harga daging sapi. Tetapi memang benar. Soalnya, terasi itu dibuat dari bahan udang pancet ukuran besar yang masih segar. Udang itu dimasukkan dalam karung goni, kemudian ditanam di pasir tepi pantai sampai terjadi fermentasi. Udang itu kemudian ditumbuk dan dijemur. Nah, bayangkan, harga sekilo udang pancet di Belitung Rp.40.000 sampai Rp. 50.000 perkilo. Jadi wajar saja kalau terasinya Rp. 100.000 sekilo. Tapi di manapun di dunia ini, anda talkkan menemukan terasi sedahsyat terasi yang dimakan orang Belitung. Kalau bikin sambel, pake cabe merah dan belimbing wuluh atau buah gandaria atau mangga muda atau jeruk kunci, atau nenas, dan sebagai sambel ikan bakar, rasanya luar biasa…(YIM)
January 29th, 2008 at 6:38 pm
Iwan Asnawi (komentar #23)
Yth: Bang YIM
Membaca tanggapan anda, saya tambah ngiler jadinya… Apa di “Billiton Resto”, ada sambal “Tempoyak” (durian)? Mungkin saya akan membawa terasi Belitung ke Swiss… Oleh-oleh untuk Mertua…he…he…
Wassalaaaam…
Boss, orang Belitung tak kenal Tempoyak. Mereka makan durian begitu saja, atau dibikin sebagai penyedap kuah kue serabi atau bubur kacang hijau dan sejenisnya. Tempoyak itu makanan masyarakat di daratan Sumbagsel, yakni Palembang, Jambi, Bengkulu dan Lampung. Di Billiton Bistro kagak ada Boss! (YIM)
January 29th, 2008 at 10:22 pm
Marwan Effendi (komentar #24)
Bang tiap tahun balik ke Belitong, tapi uda lama banget nggak mampir ke Pice, ternyata masih kokoh juga yah dan udah di cat, jadi pangling liat photonya..setahu saya dulu sempat nggak terurus..Wassalam
January 30th, 2008 at 10:38 am
Aryo Budhi Utomo (komentar #25)
Salam kenal Pak Yusril, saya Aryo. Boleh saya panggil abang? Melihat foto-foto dan menyimak tulisan di situs ini, teringat saya pada cerita Belitung yang dikisahkan adik bungsu abang, Yustiman alias Iman ‘mesyum’ (haa.. ini tanya dia saja kenapa dijuluki begitu, hihi..) - awas lho Bang, nanti istrinya bisa ditukar sama dia, hahaha.. — Maaf, becanda :D
Apa yang diceritakan adik abang ternyata benar adanya, bahkan sekarang terpapar jelas disini. Dulu tak ada tu foto-foto, hanya laporan pandangan mata yang bikin penasaran. Apalagi kak Nanung juga sering promosi, hehe.. Elok nian Belitung tuw. Sayang, saya belum bisa menyempatkan berkunjung kesana. Nunggu diajak Iman, hehe :-)
Wasalam
Aryo
January 30th, 2008 at 11:39 am
Donny@Cibubur (komentar #26)
Bang YIM Yth,
Membaca tulisannya rasanya jadi kangen ke Belitung…
Ingat seafoodnya yang sedap…terutama menu favorit saya cumi hitam & kepiting rebus sambal nanas…
Ingat tempat wisatanya yang indah & bersih..
Juga ingat saudara2, teman2 masa kecil….
Khususnya… dayang2nya…hehe
He he… Dayang-dayangnya sekarang sudah jadi Mak Long… (YIM)
January 30th, 2008 at 5:31 pm
ACUVIARTA (komentar #27)
Ass.Bang Yusril
Ngeliat photo-photo pantai lalang, pice-gantong, pasar manggar, dan warung kupi…..kamek di bandung jadi e na balik juak.Bang..selamat rumah baru e la jadi.
trims
acuviarta
Terima kasih. Ayolah kita sama-sama pulang ke Belitung. Sedikit koreksi, foto yang saya muat dalam posting ini adalah foto Pantai Burung Mandi. Memang ada foto bekas Kampung Bakau dari arah Kampung Sekep, yang dulu sering saya lalui ketika saya menuju ke Pantai Pengempangan melewati Pangkalan Sadam. (YIM)
January 31st, 2008 at 1:11 am
Amirul (komentar #28)
Tampaknya pulau yang indah, tapi panas gak ya Pak Yusril?, karena saya liat rumah kayunya ada beberapa blower AC nya
Tak seberapa panas kalau dibanding Pulau Bali. Curah hujan di Belitung cukup tinggi, sehingga udara tidak terlalu panas. (YIM)
January 31st, 2008 at 11:56 am
awisawisan (komentar #29)
wah, foto nya menyenangkan sekali…
January 31st, 2008 at 1:48 pm
Fatoni (komentar #30)
Ingat Belitong, di samping mengingatkan pada Bang Yusril [dan adik Abang, anggota DPR]
Aku juga ingat kemenangan Partai Bulan Bintang di kepulaian Bangka Belitung
Aku juga teringat Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.
Novel yang bercerita banyak tentang Belitong.
Apa Abang satu daerah sama Andrea Hirata.
Bikin juga novel dong!
Ya. Andrea Hirata adalah kaum kerabat kami. Saya belum yakin kalau saya mampu bikin novel. Kenang-Kenangan Di masa Kecil yang saya tulis, lebih meneyrupai hikayat dalam kesusasteraan Melayu. (YIM)
January 31st, 2008 at 7:22 pm
HASTO (komentar #31)
Senang membaca tulisan bapak saat pulang kampung.Bangga rasanya melihat orang besar yang masih rindu kampung.Meski saya tidak sebesar bapak, kampung halaman sangatlah berarti bagi saya untuk lebih memahami makna perjalanan kehidupan ini.Karena dari situlah kita akan tahu asal kita.
Semoga bapak bisa menikmati hari tua dengan segala ketenangan yang ada.
Ingin juga. Kalau sudah tua tinggal di Belitung lagi seperti dulu ketika masih kecil. (YIM)
February 1st, 2008 at 10:09 am
Erwin Juanda (komentar #32)
Kalu melihat foto-foto Belitung di posting di sini saya jadi inget kampung halaman saya yang masih satu provinsi dengan kita daerah Bangka Selatan/Toboali (Babel) alangkah indahnya !
Tapi sayang sekarang alam nya banyak yang rusak gara2 penambangan timah rakyat (Tambang Inkonvensional/ TI)
Pak YIM, apakah di belitung kampung pak YiM tinggal ada juga TI ?
karena saya belum pernah ke Belitung, katanya dari Toboali sekitar 3-4 jam naik kapal Boat ke belitung dan 1 jam ke pulau Lepar Pongok/Tanjung Labu !
Bagaimana tanggapan Pak YIM mengenai TI ini di berlakukan ? karna di satu sisi TI ini menyangkut hajat hidup rakyat bangka dalam mencari nafkah, sementara pemerintah Babel sekarang sedang gencar-gencarnya mempromosikan pariwisatanya (Babel Archi 2010) ?
Pernahkah Pak YIM memberi masukan kapada Pejabat/aparatur Babel masalah TI ini ?
Soal TI sudah pernah saya jawab di posting Kenang-Kenangan di Masa Kecil (YIM)
February 1st, 2008 at 1:21 pm
Roedy Chandra (komentar #33)
Ass. Pak YIM & Pak Acuviarta,
Sorri pak YIM, pinjam page-nya kebetulan kawan kite ade muncul disinek Pak Acuviarta. Sebile hop ade rencane balik aku baru dari sanak baru-baru ini karena ade sanak famili yg meninggal, sempat singgah dirumah pak YIM sambil ngeliat ibu pak YIM yg sdg sakit kaki, pangling juak ngliat rumah lamak nok la berubah, mudah2an pak YIM agik nyimpan foto terakhir dari rumahnya sebelum direnovasi, sayang pak YIM untuk kenang-kenangan. O ye pak Cuvi ngomong2 ente la lamak endak balik, bile ade mase balik lah benar ape yg diceritekan pak YIM, untuk istirahat tempat kite pilihan bagus, pak Acu kan org sibuk tahu persis gimane sibuknye. ok pak acu & pak YIM selamat & sukses.
Salam-RC
February 1st, 2008 at 1:23 pm
Marzuki.Ms (komentar #34)
Assalamuaikum , yth Bang YIM.
Kiape kabarnye …..?? Semoga sehat wal af’iat.
Kalau melihat foto-foto yang ditampilkan, terasa adem dan sejuk,ngeliat pantai pengempangan ( Nyiur Melambai ),
taman didepan terminal Manggar , jalan2 Manggar, Mesjid kp Arab Manggar , Pice Gantong , Pasar ikan Manggar dll.
Terasa adem dan otak serasa jadi jernih menyegarkan dan mengingatkan masa lalu hidup dikampung halaman.
Memang benar pepatah orang sejauh-jauh burung terbang, akhirnya kembali kesarangnya juga.Sejauh kita
ngerantau ditempat orang untuk mencari sepiring nasi, tetap kita rindu dengan kampung halaman tanah kelahiran
kita.Aku juga sekarang ini minimal setahun sekali mudik sa’at lebaran sambil menemui orang tua di kampong.
Aku sering juga nangkring duduk di pantai Pengempangan ngeliat laut , nelayan dan orang2 jalan2.Dengan cara
bang YIM menampilkan pesona Belitung ini,secara tidak langsung ikut mempromosikan wisata Belitung,karena
selama aku mengikuti artikel2 bang YIM, yang merespon bukan hanya orang2 Belitung saja, tapi non orang Belitung
pun ikut memberi tanggapannya. Salut buat bang YIM , semoga pemerintah setempat ( PEMDA ) dinas pariwisata
ikut membantu untuk kemajuan Belitung di bidang Pariwisata , sehingga akan banyak WISNU dan WISMAN datang
ke Belitung untuk wisata.Pak Pariwisata tolong di budidayakan souvenir2 khas Belitung,ma’af yaa hanya saran.
Ngomong2 bang YIM ,nampaknya urang bini ikam betah di Belitung …..?? La pandai ke, base Belitong….???
Wassalam,
urang manggar.
Terima kasih banyak. Istri saya memang suka sekali pergi ke Belitung. Dia orang “metropolitan” karena tinggal dan besar di Makati dan Tokyo. Dia sudah bosan dengan kota, dan bercita-cita untuk tinggal di kota kecil. Siapa tahu, suatu saat nanti saya akan menetap lagi di Belitung. Istri saya baru bisa bahasa Indonesia kira-kira 30%. Sedikit koreksi, foto mesjid itu bukan di Kampung Arab, tetapi di Kampung Sekep, di lahan bekas rumah tinggal keluarga kami di masa yang lalu. (YIM)
February 1st, 2008 at 1:27 pm
Marzuki.Ms (komentar #35)
Assalamuaikum , yth Bang YIM.
Kiape kabarnye …..?? Semoga sehat wal af’iat.
Kalau melihat foto-foto yang ditampilkan, terasa adem dan sejuk,ngeliat pantai pengempangan ( Nyiur Melambai ),
taman didepan terminal Manggar , jalan2 Manggar, Mesjid kp Arab Manggar , Pice Gantong , Pasar ikan Manggar dll.
Terasa adem dan otak serasa jadi jernih menyegarkan dan mengingatkan masa lalu hidup dikampung halaman.
Memang benar pepatah orang sejauh-jauh burung terbang, akhirnya kembali kesarangnya juga.Sejauh kita
ngerantau ditempat orang untuk mencari sepiring nasi, tetap kita rindu dengan kampung halaman tanah kelahiran
kita.Aku juga sekarang ini minimal setahun sekali mudik sa’at lebaran sambil menemui orang tua di kampong.
Aku sering juga nangkring duduk di pantai Pengempangan ngeliat laut , nelayan dan orang2 jalan2.Dengan cara
bang YIM menampilkan pesona Belitung ini,secara tidak langsung ikut mempromosikan wisata Belitung,karena
selama aku mengikuti artikel2 bang YIM, yang merespon bukan hanya orang2 Belitung saja, tapi non orang Belitung
pun ikut memberi tanggapannya. Salut buat bang YIM , semoga pemerintah setempat ( PEMDA ) dinas pariwisata
ikut membantu untuk kemajuan Belitung di bidang Pariwisata , sehingga akan banyak WISNU dan WISMAN datang
ke Belitung untuk wisata.Pak Pariwisata tolong di budidayakan souvenir2 khas Belitung,ma’af yaa hanya saran.
Ngomong2 bang YIM ,nampaknya urang bini ikam betah di Belitung …..?? La pandai ke, base Belitong….???
Wassalam,
urang manggar.
February 2nd, 2008 at 8:16 am
Jonathan Sofian Lusa (komentar #36)
Pak Yusril, kecintaan bapak dengan Belitung, sama dengan kecintaan saya dengan Pulau Bangka. Mohon Izin untuk dilink blog nya yah..wasalam
Minggu kemarin saya ke Bangka. Insya Allah saya akan posting tentang Bangka, khususnya Muntok dan Tanjung Berikat. (YIM)
February 3rd, 2008 at 12:09 am
titov (komentar #37)
Wah, indah dan permai nian kampungnya pak Yuzril :)
Kebetulan istri saya juga masa kecilnya di Manggar, sebelum pindah ke Palembang.
Ikan bakarnya yummy, sepertinya daerah situ gudangnya kuliner seafood :)
Salam dari Padang pak..
February 4th, 2008 at 9:08 am
Gembul (komentar #38)
Bang, boleh tanya?, latar belakang laut disalah satu foto abang yg lagi pake topi itu laut apa namanya?…o ya kalau sudut gambarnya diambil dari depan abang mirip pak harto yg jg punya hobi kelaut!, wui..apalagi pas difoto abang pegang ikan yg masih terkait ama kail, cakep bro!
Laut di latar belakang itu namanya Teluk Pering di Kecamatan Kelapa Kampit, Belitung Timur. Foto itu diambil pada sebuah dermaga minyak kelapa sawit. Waah… saya belum kayak Pak Harto, he he…
February 5th, 2008 at 4:29 am
aini t.vierra (komentar #39)
Pak Yusril; Happy Birthday , saya ucapkan lewat blog ini. Semoga tetap sehat dan bahagia selalu. Kalau saya amati, foto istrinya Pak Yusril, Rika, wajahnya yg mirip dengan Pak Yusril, bukan seperti komentar Gembul di atas. Saya percaya Rika adalah jodohnya Pak Yusril, karena wajah mereka berdua mirip. Salam perjuangan buat Pak Yusril.
Terima kasih. Ya memang banyak orang yang bilang begitu. Sampai ada orang Myanmar percaya bahwa kami kakak-beradik. Padahal kami cuma bercanda saja. Terima kasih atas ucapan selamat ulang tahunnya. (YIM)
February 5th, 2008 at 12:38 pm
E. Tampubolon (komentar #40)
Salam kenal Bang Yusril, ku orang Sungailiat (Bangka). Baru ngeliat ini blog. Bagus juga ya. Sukses selalu.
February 5th, 2008 at 3:41 pm
Donny@Cibubur (komentar #41)
Bang YIM Yth,
Selamat Ulang Tahun yg ke 52..
Semoga sehat, sukses & bahagia selalu….
BTW….Ada salam dari Mak Long nya…Hehehe.
Becanda Bang…
Terima kasih Boss!
February 5th, 2008 at 5:15 pm
jebee (komentar #42)
BUNG YUSRIL IHZA MAHENDRA
LIMA PULUH DUA TAHUN YANG LALU
DI RANAH PULAU BELITUNG
DIKAU BERTERIAK MEMECAH KEHENINGAN HARI
DIIRINGI DERAK OMBAK MEMECAH KARANG LAUTAN BELITUNG
DISELINGI KICAU BURUNG DISEMAK RIMBUN HUTAN GUNUNG
DITENGAH JURANG SENJANG KEHIDUPAN NAN MENGGANTUNG
DIKAU TERDAMPAR KEMUKA BUMI
DISAMBUT PEKIK SENYUM AYAH BUNDA DAN KELUARGA
NTUK MENIMANG SI BUYUNG PEJUANG ASA
KERAS, TERJAL, CADAS DAN BERLIKU KEHIDUPAN YANG KAU LALUI
MENGAYUH HARI DEMI HARI
MERAJUT WAKTU MERENDA ILMU
BERGAYUT PELUH TUK MEMBANGUN NEGERI
BERSERAK NAFAS BERKOAR BATHIN
TUK MENATAP MASA DEPAN ANAK NEGERI YANG KAU IDAMI
PANJANG JALAN YANG HARUS KAU TEMPUH
PATRIKAN HATI TANCAPKAN JIWA
GENGGAM DAN TEBARKAN RONA WANGI MUTU MANIKAM KHATULISTIWA
NTUK SEJAJAR DENGAN NEGERI SEANTERO DUNIA
NTUK MENEBAR SENYUM REKAH RAKYAT BERMANDI SEJAHTERA
KENTALKAN DARAH PEKATKAN SEMANGAT
TUK MENEGAKKAN AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR
SEMOGA ALLAH SWT SELALU MENYERTAI NIAT DAN KEHIDUPANMU BESERTA KELUARGA
SEMOGA PANJANG UMUR, SEHAT WALAFIAT, BERLIMPAH RAHMAT, KARUNIA DAN HIDAYAH
JOYEAUX ANNIVERSAIRE
5 Februari 1956 — 5 Februari 2008
Teriring salam
jebee
Indonesia
Terima kasih banyak (YIM)
February 5th, 2008 at 10:11 pm
Gepuk (komentar #43)
Assallamualaikum…pak Yusril
Selamat Ulang Tahun buat bapak….
Mudah-mudahan lebih sukses lagi di tahun-tahun mendatang….
February 5th, 2008 at 10:41 pm
Iwan Asnawi (komentar #44)
@Dearest: Mr. Yusril Ihza Mahendra…
I really have no idea that you have “Brithday”… today…
There is nothing to write to you, for the moment… only this, “Happy Brithday”…
i probably knew that this is not our culture, as special “Muslim” culture…
I think, this is to “Western”… anyway, to be honest… Wish you always health… and in good condition… happy, and keep ambitious!!!
from me here in Switzerland…
February 6th, 2008 at 2:37 am
Yusril Ihza Mahendra (komentar #45)
Untuk semua rekan yang mengucapkan selamat ulang tahun, saya ucapkan terima kasih. Paling tidak, semua itu mengingatkan saya bahwa usia saya makin tua. Sekali lagi terima kasih.
February 6th, 2008 at 7:54 am
Yudi (komentar #46)
Pak Yusril Yth.
Maaf pertanyaannya agak menyimpang karena saya penasaran. Kalau boleh tahu, istri Bapak mengajar/menjadi dosen dimana? Saya kagum sekali karena walaupun usianya masih sangat muda tapi sudah menjadi Doktor dan aktif di bidang ilmu pengetahuan. Beruntung sekali.
Wassalam,
Istri saya belum menjadi doktor. Latar belakang pendidikannya psikologi, tetapi sekarang mendalami kesusasteraan Inggris. Dulu dia mengajar di Philipina, tetapi sekarang tidak lagi. (YIM)
February 7th, 2008 at 8:50 pm
Yudi (komentar #47)
Terima kasih atas klarifikasinya, Pak. Maaf karena rupanya saya salah. Saya mengutip media yang pernah menyebutkan bahwa istri Bapak punya gelar Ph. D dari sebuah universitas kenamaan Filipina.
Yudi
February 8th, 2008 at 9:33 am
Gembul (komentar #48)
Bang!, mungkin bu aini t.vierra ada benarnya jg kali, dari sumber sebuah buku yg menyebutkan pasangan serasi itu memang dpt ditentukan dari paras??, Ini iseng bang, foto abang, istri & mantan istri, saya taroh diatas meja kerja hampir 20 menit saya perhatikan hasilnya mata saya berair,he..he..mungkin petunjuk dari ibu aini kurang lengkap jadi sudut pandangnya saya cari sendiri.hi..hi.., asik juga bro!!, kalau ilmu perwajahan bisa dipakai untuk prediksi. Tapi apakah ilmu ini dibenarkan oleh istri abang?, maksud ku istri abang kan seorang Pisikolog??. Sorri bu Aini, kita bolehkan cari tahu hal ini langsung dari ahlinya yg lainkan?….hi..hii. Nah sekarang kita kembali lagi ke hasil akhir dari sudut mata saya, ternyata istri abang sekarang memang asli cantik! dan memang pas buat orang se-ganteng abang! dan endak akan bikin orang kesal melihatnya. Laen ceritanya kalau abang jelek,ubanan,perutnya gendut mirip cukong bro!!, nah itu baru kontroversi namanya, pasti banyak yg kesal karena stock jatah buat mereka yg muda2 sdh habis!!he..he..ok dilanjut bu Aini siapa tahu keahlian anda bisa dipakai buat nyari pasangan yg cocok buat bang YIM di PEMILU mendatang, jgn lupa cari yg ganteng,gagah dan punya mata plus hidung yg khas seperti bang Yusril!!!,he..hee ( sorri bang mata & hidung saya temukan dari hasil tilik Foto!!, ngomong2 itu warisan ya?…).
February 8th, 2008 at 11:08 am
Riyadi (komentar #49)
Ternyata belitung itu indah. Saya salut ama Bang Yusril. Di tengah kesibukan yang luar biasa (meski udah nggak jadi menteri), Abang masih sempat nyambangi orang tua. Salam untuk keluarga ya Bang…..
February 9th, 2008 at 11:31 am
Harry sinuraya (komentar #50)
Wah ternyata benar dugaan saya bahwa pak Yusril penggemar makan ikan, apa masih sering beli ikan ke pasar mayestik pak ? , sekitar 5 tahun lalu saya hampir setiap hari sabtu beli ikan ke pasar mayestik dan saya lihat bapak seorang diri dgn pakaian pakaian sangat santai beli ikan juga. Apa masih ada ya pasar mayestik sekarang ?
Masih juga. Hampir setiap minggu saya pergi ke sana. Beli ikan, sayur dan bumbu-bumbu. (YIM)
February 10th, 2008 at 1:18 am
SAMARUDIN (komentar #51)
Sayang, gak ada foto Tambang Inkonvensionalnya, ….lebih bagus kalau bang yusril sedang ngelimbang, kemudian klik…jadilah fotonya. terima kasih
February 10th, 2008 at 2:28 pm
Hani (komentar #52)
Waahh.. ternyata Pak Yusril pandai bercerita seperti layaknya orang Melayu. Jadi semakin ingin ke Belitong.. apalagi setelah membaca novelnya Andrea Hirata dan melihat foto-foto Bapak. Thank you Pak Yusril.
February 11th, 2008 at 6:00 pm
Hendra (komentar #53)
Bang YIM
Ingat ayah bunda, ingat makanan, ingat berenang, ingat lada, ingat semuanya, ingat akan kampung halaman.
Salam/Hendra
February 12th, 2008 at 6:35 pm
jafar (komentar #54)
Assalamu alikum wr wb …OK banget blitung ya….aku jadi ingin pulang kampung nih…..
February 13th, 2008 at 4:30 am
Gembul (komentar #55)
Bang!, ada cerita baru endak? menurut teman2 hack, abang kemaren pulang kampung ya? tentunya ada tulisan baru dong..
Ya, saya pulang ke Belitung minggu kemarin. Belum sempat menulis artikel yang baru. Sedang sibuk mengerjakan yang lain. Mohon maaf ya. (YIM)
February 13th, 2008 at 11:30 am
Hensilyana Thomas (komentar #56)
Ass. Wr. Wb.
Setelah membaca artikel “pulang ke kampung halaman” bang Yusril dengan seksama, rasanya jadi pengen pulang kampung juga ke kalimantan.
Kapan-kapan mau juga mengunjungi Belitung dan menikmati ikan bakarnya di pinggir pantai …
Sampai ketemu di Belitung ya Bang.
Wass. Wr. Wb.
Terima kasih. Kapan-kapan silahkan ke Belitung.
February 13th, 2008 at 10:26 pm
ary (komentar #57)
Asslmkm Bang….
satu topik yang paling saya pribadi senangi dari postingan di Blog Abang ini adalah ketika Abang bercerita tentang masa kecil dan kampung halaman..kenapa begitu bang..karena menurut saya dalam cerita ini begitu damai, tidak ada kontraversi tentang politik dan negara gita yang begitu ngejlimet..yang ada hanya keaslian dan nuansa yang sangat humanis dari seorang anak manusia…!!!..Satu hal lagi ang..terus berkarya dengan hati orang melayu…..!!!!!
February 15th, 2008 at 10:30 am
haryono (komentar #58)
salam sejahtera…
February 15th, 2008 at 11:35 am
haryono (komentar #59)
salam sejahtera…
apa kabar Bang ? an kiu ho mo ? mudah2an Abang masih ingat biak Gantung yang satu ini..
Akhiun(adik Su Kian) yang lebih dari 7 tahun nyasar di Amrik, tepatnya di Maryland state(D.C.area)
kalo ada liburan ke Amrik terutama East Coast jangan lupa kontak2 yah !? mampir kerumah ntar saya
masakin lempah darat plus ikan asinnya, disini lengkap sayuran & bumbu masakan Indo, cuma iding2
dan genjer yg blum ketemu, itu yg membuat saya lagi pengen pulang kampung.
ngomong2 itu foto Abang yg ada picenya itu Kakek saya yg turut jadi arsiteknya di th 1928, saya masih
simpan foto dokumentasinya waktu mulai mau dibangun, masih kelihatan bentuk dasarnya.
kalo ada komunikasi yg tdk mau ditampilkan bisa kirim ke Email saya
Oh iya, kiong hi sang nyit & ko nyen, semoga sehat walafiat & sukses selalu. Salam utk kak Niar jaga, trims.
February 15th, 2008 at 12:21 pm
endah portini handayani (komentar #60)
Walaupun perenggu kamek dari Gantong,la lamak juak ndak ngeliat Pice jok……,jadi setelah ngeliat gambar2 itu walaupun la 5 taun ndak balik rase gaok kamek jadi impas.Cume la jadi gawe kitu te sing mukak blog ikam terus…untong bos kamek ndak tau….hehehe,maklum gratisan Pak.
Pak Yusril,selamat berkarya sempurnakan bakat2 potensial Bapak…..kamek tunggu buku ikam ye idang di Tuko Buku kamek ( masih kios tradisional ), sukor-sukor bisa buat novel jadi anak kamek bisa bace juak Pak.Salam
February 15th, 2008 at 5:16 pm
luthfi maulana (komentar #61)
Bang YIM ane mau tanya nih, Bang Yushari itu sepupunya Bang YIM ya ? soalnya ane kemarin sempat ngobrol dengan beliau..dan beliau cerita tentang Abang banyak sekali..thank’s atas respon dan jawabannya.
February 15th, 2008 at 6:49 pm
prm (komentar #62)
Mbok ya istri disuruh pakai kerudung, kita pemimpin umat Islam, berilah contoh yang diwajibkan oleh syari’at Islam, sadarlah, hidup cuma sebentar
Saya tidak ingin memasuki perdebatan tentang hal ini lebih panjang. Saya hanya ingin mengatakan bahwa istri saya baru memeluk agama Islam lebih kurang setahun yang lalu. Kadang-kadang dia pakai jilbab, kadang-kadang tidak. Semua ini adalah proses. Saya lebih memahami istri saya, dan karena itu biarlah saya mengajarkan agama Islam kepadanya dengan mempertimbangkan segala sesuatu dengan sebijaksana mungkin. Bagi saya, istri saya yang semula adalah seorang wanita musyrik dan kemudian menyatakan keinginannya menjadi wanita mukminah adalah suatu yang patut disyukuri. Tentu tak mungkin mengharapkan dia tiba-tiba berpenampilan seperti seorang ustadzah misalnya.
Rasulullah juga mencontohkan kepada kita, ketika serombongan suku Badui datang kepada beliau dan menyatakan tertarik untuk memeluk agama Islam, tetapi mereka mendengar agama Islam melarang meminum aklohol, sedang meminum alkohol itu sudah menjadi kebiasaan mereka turun-termurun. Mereka menjadi ragu-ragu untuk memeluk Islam. Namun Rasulullah mengatakan kepada mereka, masuklah Islam. Namun, anak-anak kalian yang belum terbiasa minum khamar (alkohol) agar tidak dibiasakan meminumnya. Seluruh suku Badui itu akhirnya memeluk Islam. Mereka tetap minum alkohol, sampai suatu ketika tumbuh kesadaran pada mereka untuk menghentikannya.
Jadi, kalau ada wanita beragama Shinto ingin memeluk Islam, tetapi mungkin dia mengatakan, berat juga kalau tiba-tiba saya harus memakai jilbab. Menurut saya, jangan dihalangi dia memeluk Islam hanya karena masalah itu. Semuanya memerlukan proses.
Terima kasih atas saran dan komentar anda. (YIM)
February 15th, 2008 at 8:51 pm
sawaludin matar (komentar #63)
sebagai laksamana, kami bangga dan teruskan perjuangan abang ….terus berkarya dimanapun, kapanpun …pada siapapun…. bravo….
February 18th, 2008 at 11:15 pm
yasir busra (komentar #64)
politikus, seniman, negarawan…… sosok pas tuh…. apalagi bisa jepret-jepret nggak kalah dengan photografer profesional….. tentu kami banyak harapan pada abang!!!!
February 18th, 2008 at 11:21 pm
Burhan Mustika (komentar #65)
Assalamu’alaikum Cik ndin,
Bagus2 juak foto e, men isok2 e balik ke belitong kuang Perkantoran PEMDA Belitung Timur yang di ngarauan di Foto juak, biar urang luar belitong tau juak kan perkembangan di belitung timur.
Wassalam
Burhan Mustika
Terima kasih. Insya Allah nanti akan saya lakukan. Saya sedang mengumpulkan bahan tulisan tentang Perang Ho Po di Manggar tahun 1906. Adakah orang yang mengetahui lebih rinci tentang konflik antar sesama warga Cina ini? (YIM)
February 19th, 2008 at 10:21 pm
Burhan Mustika (komentar #66)
Assalamu’alaikum
Bagus juak cerita itu, aku sendiri belum pernah dengar… men dapat se dibuatkan filmnya juga biar kota manggar lebih dikenal orang dengan adanya film Perang Ho Po, sebile balik ke manggar agik e…
February 21st, 2008 at 1:40 am
atrix (komentar #67)
assalamualaikum,
Foto-fotonya bagus pak, jadi kangen juga pengen balik ntr liat begkalis dan pekanbaru. It’s much more like the one you describe here.
Yang menarik di artikel ini adalah gambar lingkungan perumahan yang cukup apik dan bersih ya, seperti dalam kompleks perumahan perusahaan swasta. it’s a great journey then ..
February 21st, 2008 at 11:33 am
Ade Fajar (komentar #68)
Pak Yusril (atau Bang Yusril)
Membaca tulisan Abang di Blog mengingatkan saya gaya tulisannya Andreas Hirata. Bukan itu saja, foto abang di halaman ini, kok mirip yah sama Andreas?
Suatu kebetulan?
Andrea memang masih tergolong kaum kerabat kami. (YIM)
February 22nd, 2008 at 8:46 pm
Edy Yuanto (komentar #69)
Ass.Pak Yusril,nyaman ye men balik ke kampong sendirik.kebetulan aku jak asli urang sekep desa lalang manggar.aku duluk e isak juak sekula madrasah dekat rumah ikam to (samping kuboren).rumah aku dekat rumah pak wadi to.ikam pastila kenal kan kek busu aku name e kek Aak tukang kelaut to. aku skrg la pindah ke bangka (aik ruay sungailiat) urg tue aku kerje timah.aku skrg kerje mukak konsultan perencanaan dan pengawasan,visi aku merekrut dan memberdayakan urang2 kite di babel utk membangun babel sejahtera. walaupun dengan kemampuan pas-pasan tp aku tetap optimis pak.Tp trus trang ajak kamek ne krg dana operasional utk operasional kantor dan gaji.maklumla modal nekat he2x..sekedar bayangan tim kamek ade urang empat skarg.urang sekep lalang (aku sendirik), aster (urang bulu tumbang) baru tamat dari ITB, bg Fandi (urang padang manggar) dan wandi urang bangka selatan (lulusan Polman timah).Kamek sangat mendukung sekli konservasi kelautan terletak di manggar (BELTIM), krn perekonomian daerah kite bakal bangkit.Amiiiiiiiiiiiiinnnn……….Kiape Pak?
Saya telah menjawab komentar anda dalam e-mail pribadi anda. Silahkan anda membukanya. Terima kasih. (YIM)
February 23rd, 2008 at 9:20 am
ori (komentar #70)
Assalammu’alaikum Wr.Wb,
Hmmm….abang bikin kite2 yang di rantau ni jadi kembali ke kenangan masa lalu… rupe e banyak hal yang indah yang telah Allah SWT berikan kepade kite, cuma kite aja yang kurang bersyukur…ok Bang, semoga sukses selalu…dan laksmana Ceng Ho nya laris manis…….
Insya Allah. Terima kasih atas perhatiannya. (YIM)
February 23rd, 2008 at 7:28 pm
koohar (komentar #71)
salam uat pak Yusril sekelurga…
promosi wisata yang sering dilakukan oleh pemerintahan daerah hingga kini blum begitu memuahkan hasil. padahal sektor ini sangat layak untuk dikembangkan. investor sepertinya belum begitu tertarik untuk membangun wisata belitung. pembangunan wisata selama ini hanya atas swadaya masyarakat, blum ada komitmen daerah untuk menggarap potensi ini. terutama di beltim. beberapa gambar yang pak yusril tampilkan meskipun cuma sedikit, telah membuat para komentator di blog ini terpesona. apalagi meraka sudah datang.
pantai burung mandi yang cukup indah telah memberikan sentuhan keindahan panorama yang tidak kalah dengan panorama wisata pantai di daerah lain. sekarang memang sudah ada kemajuan yang berarti dilihat dari fasilitas dan kebersihannya. moga ini terus dibenahi untuk sektor wisata andalan beltim nanti. makasih buat pak yusril yang tidak pernah absen untuk melihat pantai burung mandi ketika pulang ke belitung. semoga menjadi inspirasi bapak dan orang lain juga, bahwasanya kita juga memiliki peluang untuk maju di bidang pariwisata. hanya saja kesadaran masyarakat yang ada di wilayah itu akan pentingnya keindahan dan kebersihan perlu ditingkatkan. peliharalah apa yang telah kita miliki dengan sebaik-baiknya.
dan sya yakin suatu saat kita akan bangkit untuk membangun aset-aset lokal yang selama ini belum tersentuh oleh kebijakan pemimpin di daerah. banyak daerah yang maju dengan keunggulan wisatanya. dan kita pun juga bisa. moga kita juga bisa membantu pak yusril untuk mempromosikan atau paling tidak memberikan cerita yang bisa membuat orang lain yang bukan orang belitung menjadi tertarik untuk datang ke belitung.
semoga bagi orang belitung sendiri yang sudah lama tidak pulang ke kampung halaman, marilah melihat lebih dekat perkembangan wisata di pulau belitung. kita bisa maju tergantung apakah ada kemauan pemerintah dan masyarakt untuk bersepakat membangun sektor ini. membangun wisata akan menimbulkan multiplayer efek bagi masyarakt. masyarakt di wilayah sekitar akan memanfaatkan kedatangan orang-orang penikmat alam untuk berbelanja dan lain sebagainya. pembangunan terutama dari sektor perdagangan, peningkatan retribusi dan pendapatan pajak bagi daerah akan mengalir.
Saya berterima kasih atas perhatian dan dukungannya (YIM)
February 23rd, 2008 at 10:55 pm
amir sofian (komentar #72)
Bung Yusril,
Keren banget Belitung !! jangan mau kalah dgn si ikal (andrea hirata). itu foto2 kalo digabung dalam satu buku dan di jual di toko buku, jangan2 jadi best seller juga ha ha…… Bisa2 orang asing datang ke Belitung gara2 liat ini foto he he…(lewat internet). Kadang2 lebih enak main ke kampung kayak ginilah daripada tempat wisata yg udah “Jadi” karena lebih alami. Wah enak juga yaa, pulang kampung masih ada orang tua dan bisa nostalgia-lah sama kawan2.
Tambah lagi dong, foto2nya….gak bosan kok liatnya, tapi jangan lupa ceritain perihal foto2nya itu. Kalo gitu kami tunggu kumpulan foto2 dari kampung di Belitung, wow keren…!
February 27th, 2008 at 2:12 pm
Bosco (komentar #73)
Pak YIM….Membaca artkel ringan Pulkam ke Belitung….membuat saya iri dengan Bapak. Saya sendiri sudah 10 tahun belum pernah pulang kampung ke pedalaman Flores yang saya kira tidak kalah indahnya dari Kampung Manggar tempat kelahiran Bapak. Hanya saja tempat kelahiran Bapak YIM sudah lebih akrab dengan sentuhan teknologi. Kalau kampung halaman saya, listrik aja belum masuk pak. Apalagi jalan beraspal mulus, wah cuman bisa bermimpi. Pasti banyak kisah yang tidak sempat bapak tuangkan dalam artikel ringan tersebut. Yang jelas terima kasih atas sharenya. Minimal ketika Pulkam banyak kisah yang bisa dibagikan kepada teman-teman. Tetapi lebih dari itu ada semacam semangat baru untuk menapak kehidupan yang lebih bagus ke depan. Kalau politisi seperti Bapak memang “wajib” untuk sering-sering Pulkam sehingga dapat melihat dengan mata hati tentang kondisi kebanyakan orang yang Bapak tinggalkan. Selamat berjuang Bapak YIM. Kapan eksis lagi di peta politik Indonesia? Salam dan sukses selalu.
Bosco
February 27th, 2008 at 3:28 pm
thalib.ilyantara (komentar #74)
gara-gara kehabisan terasi dan udah jenuh browsing,urang dapor…ngingate terus……..terasi la nak habis….bang…tulong telpon ke tanjong…….mun la pas….abis kini dak nyaman kite ngenggangan……bingkis…( padahal urang dapor kame…urang makasar ), tapi gara-gara terasi ketemu Website Bang yusril …..senang banget , jadi rindu nak balik….oh ye Bang ,aku kan cukup lama kerje di airline kiape mun Abang mukak ” BELITUNG AIR “…aku nak la bantu disitu…..biar belitung jadi tambah maju…..okay PANGLIMA CHENG HO…
Waah.. kalau sudah sanggup membuat perusahaan penerbangan, berarti saya sudah jadi konglomerat. Sayang belum sampai ke sana. Salah-salah bisa jadi “kongmelarat”. Terima kasih atas komentarnya. Kalau Cheng Ho lebih dikenal sebagai Laksamana (Jendral Angkatan Laut), walau benar sebelumnya dia pernah memimpin Angkatan Darat. Tapi itu Cheng Ho. Saya sendiri tidak pernah jadi militer, he he… (YIM)
February 28th, 2008 at 8:32 pm
Edy Yuanto (komentar #75)
kiape bang,ade ke kre2 rencane nak ngembangek pantai kite to (pantai lalang)…kan dak kalah indah e kan pantai nok lain ne.tinggal nunggu urang yang nak investasi e. jadi ade juak perekonomian urang lalang yang terangkat.tp dengan syarat urang yang nak kelaut bekater jgn di ganggu2.imang se perlu biaya yg dak sikit,tp kan abang banyak relasi dan kenalan…e…
March 5th, 2008 at 12:51 pm
Rahmad Hidayat (komentar #76)
Assalamualaikum Pak YIM..
senang sekali melihat koleksi gambar Bapak yang menampilkan gambar Manggar dan serba-serbinya, sedikit mengobati kerinduan akan Kota Manggar, kota dimana saya menghabiskan masa kecil selamat empat tahun..Rindu sekali ingin berkunjung ke Manggar. Namun mencari waktu sangat sulit, karena tidak cukup 2-3 hari untuk mengeksplore keindahan Manggar. tugas sebagai anggota Polisi yang dinas di Jakarta, menyulitkan saya untuk mengambil cuti karena intensitas pekerjaan dan izin yang begitu ketat. Namun, prioritas saya bila ada kesempatan adalah ke MANGGAR, menggali kembali kenangan masa indah dan keindahan pantai dan hutannya..
Kalau ada waktu, kita bisa pergi sama-sama ke Belitung. Silahkan menghubungi e-mail saya di blog ini. (YIM)
March 11th, 2008 at 10:34 am
indra gunawan , pengurus dpc pbb jember (komentar #77)
tulisan yang begitu bagus amat sayang kalau tidak banyak diketahui publik secara luas. Karena itu saya berniat akan mengemas tulisan itu dalam bentuk buku saku dan akan saya bagikan kepada kader-kader partai bulan bintang serta masyarakat lainnya. Mohon ijin. (indra)
Silahkan saja, semoga ada manfaatnya (YIM)
March 11th, 2008 at 2:22 pm
Tedy Triharsa (komentar #78)
Wah fotonya bagus sekali bang pemandangannya…saya pernah tugas di tanjung pandan dan sering dinas ke manggar .Dulu masih sangat sepi. tapi kehidupan masyarakatnya sangat bersahabat. Yang selalu saya ingat dulu paling hobi yang namanya makan keripik sukun. masih ada kan ? wah itu enaknya bukan main. hu…. kapan ya bisa ke belitung lagi….
Keripik sukun masih ada, malah makin banyak, karena pohonnya juga makin banyak. Manggar memang masih sepi.Namun sudah lebih ramai sedikit dibanding dulu, setelah kini menjadi ibu kota Kabupaten Belitung Timur. (YIM)
March 11th, 2008 at 4:17 pm
ISRAL BAHAR (komentar #79)
selamat menuju RI. 1
March 12th, 2008 at 2:30 pm
ISRAL BAHAR (komentar #80)
abang benar - benar politisi ulung, selamat ya bang
March 12th, 2008 at 2:32 pm
koohar (komentar #81)
Pak Yusril yang saya hormati…
Suatu hari sya berbincang-bincang dengan Mr. Franklin tepatnya di depan Monumen Tragedi Kemanusiaan, Peledakan bom Bali. ia seorang warga Kebangsaan Amerika yang bekerja sebagai jurnalis untuk media di Amerika terutama di bidang sastra budaya. ada 3 tempat yang dia telah telusuri yaitu jakarta, bandung dan bali. tiga tempat itu bagi dia sangat familiar. dia mengatakan bahwa 3 tempat itu sengaja dipilih karena memiliki ciri khas. bali misalnya memiliki kekhasan wisata dan budaya yang sangat menarik untuk dituliskan. bandung juga merupakan sebuah kota yang beriklim sangat menyejukkan dan penuh dengan cerita-cerita dan sejarah. nah, kalau jakarta juga menarik, tapi banyak hal yang negatifnya terutama kesemerautan di jalan, polusi udara dan social capital yang sudah terkikis.
penjelasan mengenai jakarta yang ia utarakan membuat saya tertawa. argumen dia telah menjawab mengapa jakarta bukan tempat pelarian untuk warga asing meskipun di sana juga banyak tempat-tempat wisata. Mr. Franklin lebih memilih bali sebagai tempat dia bekerja sebagai seorang penulis.
kemudia saya mulai bertanya mengenai tempat lain yang ia ketahui, tiba-tiba ia menebak dari mana saya berasal, ia mengatakan bahwa wajah saya adalah wajah orang sumatra, jadi kamu adalah orang sumatra. namun dalam perjalanannya, ia belum pernah menginjakkan kakinya di pulau sumatra. pengetahuan tentang sumatra masih sangat minim, ia juga kurang mengenal nama pulau Bangka Belitung yang sangat indah itu.
saya pikir ini kesempatan saya untuk menjelaskan dimana posisi kedua pulau itu dan bagaimana pula keindahannya agar dia menjadi tertarik. sya mengatakan bahwa keindahan kedua pulau ini sangat menakjubkan penuh dengan panorama alam yang sangat perpersona. udaranya masih bersih dan di jalan tidak ada kesemerautan serta kerjasanmma antar masyaraktnya masih terpelihara. sesekali ia memberika komentar mengapa tidak dipromosikan, karena semua tempat di indonesia menjadi terkenal berawal dari promosi, ternyata ia berniat mau mempromosikan kedua pulau tersebut.
saya hampir tidak percaya bahwa ia sebegitu serius menanggapi cerita saya tadi. dia kemudian menjelaskan bahwa ia lebih menyukai cerita-cerita yang berasal dari desa-desa dari pada kota. maka di bali pun ia banyak menulis tentang wilayah-wilayah yang agak terisolir dan belum begitu tersentuh oleh pembangunan. ia menyukai wilayah yang sangat penuh dengan adat dan istiadat lokal dan keunikan budayanya.
di akhir pembicaraan kami, ia menyampaikan keinginannya untuk berkunjung ke pulau sumatra sehingga wawasannya semakin bertambah khususnya mengenai soal budaya. ia kemudian menyuruh saya untuk mengirimkan tulisan-tulisan tentang pulau Belitung ke emailnya sehingga suatu saat bisa dimuat di media di Amerika. saya sangat berterimah kasih atas kerendahan hatinya bahwa kita harus saling bekerjasama dan toleransi sehingga dapat saling memahami. semoga pertemuan itu akan menjadi awal yang baik untuk mempromosikan sedikit tentang pulau Belitung. semoga saja. wassalam
koohar
Bali, maret 2008
March 13th, 2008 at 4:18 pm
anas (komentar #82)
Alhamdullilah, walaupun pak yus la jadi urang terkenal tapi agik nak balik kekampong halaman. trus gmbar ikan bakar n ganganye nyaman benar kayaknye lalamak dak makan gangan pak.
trus kiape pak urang bini la pandai ke masak ala belitong???
Sampai sekarang saya masih makan masakan Belitung. Saya masih pergi ke pasar Mayestik atau Muara Karang untuk membeli ikan. Istri saya juga belajar masakan Belitung. Dia mengelola dua resroran di Manila bersama ibunya, namanya “Bali Blends Cafe” dan “Rumah Makan: The House of Indonesian Sate and Soto”. Di kedua restoran itu tersedia masakan Belitung, di samping masakan Indonesia lainnya. Di Billiton Bistro Plaza Senayan Lantai II, juga di Billiton Cafe Kemayoran, sebagian besar menu hidangannya adalah masakan Belitung, sesuai namanya “Billiton”. Ternyata banyak juga pelanggan yang menyukai masakan Belitung yang banyak rempah-rempahnya itu. (YIM)
March 15th, 2008 at 1:16 pm
SY YUNUS (komentar #83)
Assalamualaikum, bang
kuang be nyampor kalo’e. Aku la 12 taun dak balik, sekarang de gorontalo, ngajar. Sekali ngeliat foto-foto itu, da ade agik e nok aku tau, demane lokasi e. Pice ku tinggalan da lagak kitu. O ye, aku dari gantong, tetangga kan’ Pak Kader (Alm) belau tue Ibu Mus. Amun pekakikan de Manggar jua, de Desa Lalang juak (Kik Muhie Ismail, alm). Aku sekelas kan Elli (anak Pak Yuslim) waktu SMAN 1 MAnggar (kelas 3 Sosial 1, angk. 1990)
Dak terase nepik aik mate ngeliat lagak e belitong kini ari. Ngayak nak balik e, bang, tapi kan demane la bule duite (kan seberape la gaji guru, idang tiket pesawat saja’ lum cukup), tapi setelah ngeliat foto-foto dari bang Yus, teumbokek sikit lejuk kan kampong. Isok-isoke mun sempat balik pula, banyak-banyak muat foto Bang ye.Trus diberi keterangan foto e, jadi bagi kame nok la lamak da balik, macam aku, jadi tau demane itu.
Waktu ikam ke Gorontalo duluk te, nak benar betemu, tapi aku maklum waktu itu ikam agik jadi menteri, jadi stenga mati nak ngendekat. Tapi sebagai bukti kecintaan kan Belitong (partai buatan urang belitong), aku nyucok PBB, alhamdulillah, ade wakil PBB nok tedudok de DPRD Kab, Boalemo. Kitu la Bang, cerite aku desinek. Ade rencane nak mengabdi de SMAN Gantong, kebenaran pekaka’an Kepala Sekula e, tapi setelah tau birokrasi no kan delalue’, ngeper jua Bang. Muje kan harus pindah propinsi. Jadi harus ade persetujuan gubernur segale. Kipae kire-kire Bang, dapat ke nulong e aku, biar kite bangun Belitong melalui SDM e. (Amun dak ngeritokek ikam, kirim ke Email aku). Makase Bang. Maaf amun la ngeritokek ikam. Salam kan keluarge2 de Belitong. Selamat ulang tahun, Bang (biar la raga telat), semuge selalu sehat dan dalam berkah Allah SWT, dan semuge RI 1 tergapai, amin.
Wassalam
April 4th, 2008 at 2:28 pm
chandra (komentar #84)
ini membuktikan kalau bang yusril ndak kelupaen kan belitong, sebagai same urang belitong, aku siap ngendukung kiprah bang yusril di tingkat nasional, tapi jangan kelupaen ngader penerus, agar ade terus urang belitong nok berkiprah di kancah politik nasional. terus berjuang. wass
April 4th, 2008 at 5:07 pm
heru gautama (komentar #85)
Mungkin buat kite yang balik sewaktu-waktu belitong begitu indah dengan segala SDAnya Namun Buat Kamek Yang Baru Balik Kampong <sedih ngelihat Perekonomian Masyarakat Yang Ndak Stabil Semua Program Pemerintah (Blue Print) Hanya Sebatas Wacana … Ekonomi Masyarakat Justru banyak Yang Dibawa Garis Kemiskinan ..Bayangkan Pensiun Exs Pt Timah Hanya Rp 150.000 Sebulan Padahal Kebutuhan Minimal Diatas 1 juta… Dan Program Pemeritah Selalu Mengacu Pada Fisik Semata Dan SDM Kurang Diperhatikan Termasuk Nelayan Didalamnya ..Heru 087896420888 Rumah (0719 92035}
April 4th, 2008 at 8:11 pm
edo (komentar #86)
kuang la pak ikam ne ngembangun kampong kite neh….jadi maju juak belitong. kemarik ku dengar ade kasus korupsi ye???
April 26th, 2008 at 11:44 pm
ABDUL RAUF (komentar #87)
salam kenal buat Bang Yusril, dari dulu saya mengagumi abang. Foto-foto pemandangannya bagus sekali.
June 13th, 2008 at 6:45 pm
irma (komentar #88)
assalamu’alaikum
Pak Yusril…indah nian Belitung…Pemandangan pulau Belitung dan Riau (kebetulan pernah ke kepulauan Riau, dan batam) itu hampir sama, masih alami, asri jadi makin indah….
oya, kalo dilihat sekilas, pak yusril mirip andrea hirata ya..^-^…apalagi sama2 dari Belitung…hehehe
oya satu lagi…bagaimana penambangan timah disana? sudah terkelolah dengan baik??
sekian…salam buat istri anda juga
wassalamu’alaikum
Keadaan penambangan timah setelah era reformasi ini tambah kacau saja. Dulu penambangan dimonopoli oleh PT Timah sehingga lebih terkontrol. Sekarang penambangan dilakukan siapa saja, termasuk perorangan. Maka keadaannya tambah kacau. ()YIM)
June 20th, 2008 at 11:30 pm
Doolittle (komentar #89)
Keren nian euy kampong halamannya. Yang motret juga pintar. Pak mau tanya, just wanna have your confirmation. Kalau dari cerita Laskar Pelangi, kesannya Belitung itu ngak pernah diperhatikan, dan tertinggal. Bener ngak sich Pak? Kalau aku lihat foto2 Bp. dan lihat info di berbagai website, ngak juga ach…baguss kok..malah lebih bagus dibandingkan daerah2 lain di wilayah Sumsel. Jalannya mulus…dan bersih. Sejak otonomi, daerah-daerah makin maju ya Pak?
Nampaknya memang demikian. Setelah terbentuk Prov Bangka Belitung, banyak kemajuan yang dicapai daerah ini, terutama pembangunan infrastruktur. Cerita Laskar Pelangi dilatarbelakangi situasi tahun 1970-an. Keadaan sekarang sudah jauh berbeda. (YIM)
June 23rd, 2008 at 5:06 pm
Decy (komentar #90)
AssaLamuaLaikum wRwB…..
Yth. Pak YIM, Moga sekeLuarga ceHat seLaLu, Amin….
Wah…., di haLaman terakhir ada foto istri_nya Bapak yacH !!!!
U..uH…. cHantik_nya….
kapan YacH bisa berSiLaturaHmi ma KLuarga Bapak secaRa Langsung….
(.^_^.)
seteLah Liat haLaman ini, jadi tambaH ngebet pengen puLang nicH….
Bunda….,Ananda Kange….en….
Kami akan ke Belitung lagi tanggal 9 Agustus nanti, Insya Allah, sekalian “sedeka rua”. Kalau anda pulang ke Belitung juga, kita dapat bertemu di Kampung Lalalang, Manggar.
June 24th, 2008 at 10:15 am
edi santosa (komentar #91)
Wah bapak pilih kasih nih, tulisan saya gak pernah dijawab hikhikhik…kayaknya marah gara2 soal ROKOK nih hehehe….
Semoga Bapak sekeluarga selalu sehat sejahtera selalu.
Istri saya mualaf juga, tadinya saya berharap istri saya bisa islam bener seperti kita, tapi setelah baca tanggapan Bapak, saya jadi lebih tercerahkan.mungkin justru saya yang harus bener dulu,la wongsaya aja islam dari orok tapi sholat masih bolong-bolong berharap istri saya baru islam kemaren udah kayak santri :-p
Pak,ditunggu artikel lainnya.
(mudah2an yang ini ditanggepin…)
Saya berpendapat bahwa melaksanakan ajaran Islam dalam kehidupan pribadi seseorang, khususnya bagi seorang yang baru memeluk Islam, tentulah memerlukan proses. Tidak mungkin segalanya dilakukan tiba-tiba. Menuntut seseorang yang baru memeluk Islam agar melaksanakan agama seperti halnya mereka yang telah memeluk Islam secara turun temurun, agaknya adalah sikap yang kurang bijaksana.
Terima kasih atas tanggapannya (YIM)
June 24th, 2008 at 5:31 pm
Adi Pranadipa (komentar #92)
Assalamualaikum, pak Cik YIM..
Menangkap ikan si Ikan Tenggiri
Ikan ditangkap handak dipanggang
Adi Pranadipa Name diberi
Bujang Melayu Kota Tanjungpinang
Sebait pantun untuk perkenalan..saje..Pak Cik saye dari Kepulauan Riau Khususnya Tanjungpinang, Posting Pak Cik ini sangat menarik dan Indah photo-photonya..Saye melihat ade beberape kemiripan dengan Daerah Saye..Pulau Bintan..Panorama-panorama diatas hampir mirip dengan panorama di Kepri khususnya Kabupaten Bintan..betul-betull mirip Pak Cik..Saye jadi tegerak pula nak menulis tentang daerah saye..dan kebetulan saye juga hobi photografi…Tulisan pak Cik ni bise jadi Inspirasi saye..Itung-itung sebagai promosi daerah Kite lah…Sayang waktu pak Cik YIM berkunjung ke Kepri kemarin tu..cume Sebentar saje..Kalau lame mungkin Pak Cik bise dengan jelas melihat panorama yang sangat mirip dengan diatas tetapi di Kabupaten Bintan, masih satu pulau dengan Tanjungpinang…kalau bise, Singgah ke Kepulauan Riau lagi Pak Cik ye…Apalagi kami Bulan hadapan..hendak menggelar sebuah hajatan Festival budaye Melayu…
pergi berlayar ke selat panjang
Singgah sebentar untuk sembahyang
Barangsiape pernah ke Tanjungpinang
Niscaya hatinya akan terkenang-kenang
June 24th, 2008 at 8:47 pm
edi santosa (komentar #93)
Ass,Terimakasih banyak tanggapannya Pak,
Nah bagaimana dengan muslim memang dari sononya tetapi ia belum menjalankan syariat agamanya dengan benar? Apakah Negara bisa berperan dalam hal ini? seperti saudara saya bilang”saya tidak milih bulan bintang bukan apa-apa, takut kalau menang, terus jd Negara Islam deh kita. Orang-orang kayak saya yang belum bener sholatnya tar pada dipenjarain deh…” Apakah pemikiran seperti ini benar? Sebetulnya, perjuangan PBB untuk kembali ke piagam Jakarta itu intinya apa sih Pak?
Saya harap kalau Bapak serius mencalonkan diri untuk RI 1 atau RI2, bapak sudah siap dengan negative campaigne yang akan dilakukan lawan2 politik Bapak.Terutama berkaitan dengan masalah pribadi Bapak ( soal pernikahan kedua Bapak,soal Ibu Rika, kebiasaan merokok dll ) karena kadang-kadang Bapak masih menanggapinya secara emosi juga.saya rasa hal ini kurang menguntungkan bagi Bapak ataupun PBB secara lembaga. Karena bagaimanapun, Bapak adalah Public Figure yang secara tidak langsung; mau tidak mau berarti Bapak adalah milik Public.Harapannya pun adalah harapan Public. Karena kami belum tentu 100% bisa memahami apa yang ada dalam benak Bapak. seperti saya pernah bilang juga,kadang2 Bapak menjawab pertanyaan sepele dengan jawaban akademis yang njelimet sehingga kadang malah kita lebih pusing dibuatnya.Down to earth ya Pak!
Maaf kalau saya lancang menggurui, umur saya mungkin seangkatan Putra Bungsu Bapak jadi sebetulnya belum layak untuk mengkuliahi Profesor seperti Bapak. Tapi saya yakin Bapak adalah seorang Bapak yang bijak yang mau mendengarkan setiap cerita dan ocehan anak-anaknya.
Sejak sekolah saya menjadikan Bapak sebagai mentor saya ( itulah kenapa istri saya jadi agak sebel sama Bapak,soalnya takut suaminya ngikutin jejak “Bapaknya” juga :-p )
Semoga Bapak & keluarga sehat selalu….
Maaf kalau lihat foto2 Bapak di tabloid WI ( terbitan duluuu sekali, saya masih suka kangen dengan Ibu Kesih
dan keluguan Putra-Putri Bapak)
Kalau gak salah dulu Yuri pernah nyiumin TV saking kangennya sama Bapak karena lgi sibuk kampanye 1999. Semoga keharmonisan itu tidak hanya tinggal kenangan.(sama anak-anak maksudnya, soalnya sama ibunya kan udah bukan muhrimnya lagi hehehe…….)
Wass,
June 26th, 2008 at 5:31 pm
ibnu (komentar #94)
Bos, mengapa nggak ikut syuting film Laskar Pelangi?
kan bisa promosi kampung plus plus
Yakin lebih ditunggu orang dibanding film waktu Bos naik gajah
Kalau baca LP, Bos YIM ini paling cocok perankan pejabat waktu karnaval
syuting sehari, efek berbulan-bulan Bos
syuting kelar lebaran, pas tengah2 kampanye pula kan?
July 5th, 2008 at 8:55 pm
fajar hudaya (komentar #95)
waduh jadi ingat belitong nih, salam kenal bang YIM, kamek juak urang belitong tapi dari tanjong sedang di perantauan tepatnya si samarinda, kaltim. Maklumlah abdi negara jadi kerap pindah-pindah tugas. Sebelumnya kamek di yogya. Kamek juak bulan juli 2008 kemarik, baru balik ke belitong juak, sempat nganyau ke pantai lalang, kampong lalang, komplek masjid assalam kampong baru. Sempat juak nganyau ke gantong, napak tilas Laskar Pelangi. Bangge juak la, kite urang belitong banyak yang berhasil.
Kiape bang rencane nyalonkan RI1, jadi ke? Kamek se insyaallah mendukung, paling ndak dengan du’e, mudah-mudahan belitong tambah maju kaluk ikam jadi RI1. Carilah jalan supaye belitong tambah makmur tanpa merusak lingkungan. Kadang ngeri kaluk kite liat wajah belitong dari pesawat, rusak alam kite. Ape kite kelak kan mewariskan alam yang rusak buat anak, cucuk kite? Ndak kan tentunye. Ayuk bang, terus maju… do’a kamek selalu menyertai. Sukses.
August 13th, 2008 at 9:23 am
dsd (komentar #96)
good
August 22nd, 2008 at 6:58 pm
Marjono Kulup Bakri (komentar #97)
Assalamualaikum Wr.Wb
Kate umak aku abang gik kecik duluk kerap becarik kayu api juak, ye?
Mun benar kuang juak dibuat cerite nye . . .
Salam dari Urang Kampong Jaya - Manggar
August 29th, 2008 at 6:11 pm
agus (komentar #98)
assalamualaikum wr.wb ……
makaseh y pak foto2 belitong e, jd bekurang jua rase lejuk e kan belitong, pas la ningok gambar belitong…
pak Yus, aku ne urang manggar (kampong baru, pantai serdang), SMAN 1 MANGGAR angkatan 2002, skrg aku kerje di daerah Bumi Serpong Damai (BSD), perusahaan e yang punye urang belitong jua. dulu e aku kuliah di Bandung (D3).
pak yus, kame ne urang belitong mun nak balik lebaran sare benar la muje harge pesawat mahal trus kapal laut e jarang pula…kuang be Pak Yus ne nulong nulong e kame ne, agar PEMDA belitong ne nyedia e kapal tambahan…nak jua ne kame balek ke belitong walaupun setahun sekali dengan murah, mudah n nyaman…
MAKASEH YE PAK YUS….MAAF kalo ade nok salah…maju trus PBB ku…..
September 14th, 2008 at 1:17 pm
king_sapei (komentar #99)
ape kabar ikam bang sehatke,dke gawe bang kamek biak belitong banyak nganggor..
October 9th, 2008 at 12:40 pm
Andre (komentar #100)
Terimakasih Pak Yusril, sudah berbagi foto-foto pemandangan alam Belitong.
October 11th, 2008 at 3:37 am
Chrisna Permana (komentar #101)
Bang… di Belitung, bang yusril sudah seperti H. Kalla dg Makassarnya, Sultan HB dg Jogjanya, atau Habibie dg Pare2 dan Bung Hatta dg Bukittingginya… Wkt saya kesana, hampir setiap orang bicarakan abang, memuji abang. jadi kebanggaan lah bang, di tanah belitung. Mulai dr saya ke kantor pemkab, saya di hotel, saya solat jumat bareng di dekat pelabuhan tj pandan, saya main2 di pantai, sy beli oleh2, rata2 klo saya ajak bicara ttg YIM, slalu responnya antusias dan bangga. bahkan…. si supir mobil yg mengantar saya keliling Belitung mulai dari T. Pandan, Mubalong, hingga Manggar, selalu bercerita ttg Abang (katanya bekas kawan kecil abang swaktu di Manggar). Lalu saya yg antusias mendengarnya (krn kebetulan, saya jg fans berat YIM. hahaha) jadilah kami berbincang ttg legenda dr Tanah Belitung. Bahkan ketika saya terlihat sangat mengetahui cerita2 abang (maklum sy koleksi buku2 biografi YIM), maka si sopir tak segan2 mengajak saya utk berkunjung ke rumah abang di Manggar…
Disana saya disambut oleh ibunda abang, ramah sekali. Saya diperlihatkan foto2 abang dg yg lain2nya trmasuk bang Yusron. trus ibu bnyk brcerita ttg masa kecil abang. Yg saya ingat skali, di rumah ibunda abang itu, sy lihat ada guci keramik singa2an (ehehe…berkesan). trus saya disuguhi kue bolu dan es jeruk dingin (sangat pas ditengah suasana panas Manggar).. rumah yg asri, bersih, bersahabat dan menyenangkan. (saya sempat foto2 di dpn pagarnya, lain wktu sy upload jika berkenan).
Tak lupa, ibunda abang pernah bercerita ttg Abang yg suka pulang menyelinap dr jakarta (swaktu jd menteri), nggak pake pengawal dan lepas dr protokol… tau2 sudah muncul di pagar depan rumah pakai topi dan jaket bawa ransel katanya.. ehehe.
Lain kali ajak lah saya lagi yah bang… salam untuk ibunda abang di Belitung..
October 13th, 2008 at 5:12 pm
Marjono Kulup Bakri (komentar #102)
Belitong . . . . .
Aku baru balik dari belitong tangal 2 oktober kemarik. Mimang banyak berubah di sekep sampai arah kampong padang banyak simpang, sampai nyasar, maklum la 5 tahun lum balik kampong lebe agik 2 taun terakhir kerje di Luwuk Banggai.
Mukak milis abang, e ade juak urang belitong di gorontalo tetanggak luwuk, kuang ke tau alamat email nye soalnye berape kali ke jakarta aku transit gorontalo. Klo kuang tulong alamat bapak SY Yunus nok diatas siape tau aku ke gorontalo agik, maklum nyarik urang belitong di sinek susah mungkin cume aku surang urang belitong nok ade di Luwuk Banggai ini.
Belitong ……
Gema film laskar pelangi cuma ade di kota Jakarta. Urang belitong sendirik banyak dak tau film itu di putar perdana di bioskop jakarta tgl. 25 Sept kemarik. Aku nyarik CD/VCD nye di Jakarta keliling dak dapat, maksudnye se untuk promosi kan kawan-kawan rupe nye lum beredar.
Belitong . . . .
Kelakar kan kawan-kawan nok kerje nyarik timah …. Harge timah turun dak sesuai agik kan ungkos solar kan alat berat e …. ngasin amat kan kawan-kawan nok di belitong nak lebaran pulak . . . ade ke kerje lain untuk biak-biak belitong ke ……
TI makin banyak di mane-mane . . . jalan dari manggar ke arah damar dikirik kanan makin belubang la kalah isak kulong IBE TIGEBELAS . . .
Warung Kupi makin banyak diujong lipat kajang … eit la ade transaksi tanah diatas 1 M di manggar . . . hebat!
SAMPAI LUWUK …….
Ngeliat acara di TV ade bang yusril kan sape calon presiden alternatif itu . . . o ye Fajrul . . . Bang Yusril lebih kalem dan taktis jawab pertanyaan . . . dak macam duluk di TV ade ngelayanek wartawan yang betanyak dengan sinis . . . KAMU YANG AHLI HUKUM ATAU SAYA ???? …. atau debatnye dengan Ismail Sunni dan Harun Al Rashid. Bang Yusril la berubah …..
Sukses Bang Yusril . . . Sukses juak Belitong
Salam Hormat,
Marjono
October 14th, 2008 at 12:12 pm
RULLY FIRMANSYAH (komentar #103)
Ass. Wr.Wb
Yth. Bang YIM
Salam kenal, saya juga berasal dari Pulau Belitong yang indah dan selalu dirindukan. Saya pengagum berat Abang sampai sekarang, tentunya karena pemikiran-pemikiran yang cerdas dari Abang. Saya juga selalu mengkampayekan Abang ke siapa saja, istri, mertua, ipar, kawan-kawan, bawahan, atasan, dll tentunya dengan argumentasi yang logis.
Beberapa kali, kalau pas lagi pulang kampung ketemu bang Yusril (biasanya di Pasar Ikan).
Sama seperti bang YIM atau kawan2 yang lain, kalau pulang kampung pasti napak tilas ke tempat-tempat yang selalu menjadi kenangan (nostalgia).
Untuk yang namanya Fajar Hudaya, sepertinya teman sekolah SMA dulu di Tanjong Pandan.
Kalo masih kenal sama saya, biasa dipanggil Tanco di sekolah dulu. Tahun 1987 lulus SMA, terus ikut test AKABRI sampai ke Magelang tapi ndak lulus, malah nyasar di Jakarta luntang-lantung tapi nasib baik bisa kuliah di UI (kayak Ikal di Laskar Pelangi), sempat juga kuliah di ITB tapi tahun 1991 keburu selesai di UI dan lulus test masuk kerja di Pertamina sampai sekarang di tempatkan di Kilang Minyak PT. Pertamina UP.V Balikpapan Kaltim.
Kalau Bang YIM atau Fajar ke Balikpapan jangan nggak singgah di rumah: d/a. Jl. Lawi-Lawi No. 11 Komplek Pertamina Balikpapan.
Wassalamualaikum Wr.Wb.
October 23rd, 2008 at 2:20 am
Fajar Hudaya (komentar #104)
Buat : Tanco atau Rully Firmansyah
Alhamdulillah, aku ketemu kawan lama’. Pasti aku ingat kan mikak, kite sekelas waktu di kelas I SMAN Tanjungpandan. Waktu itu rully akrab kan rahmat. Aku ke jurusan A3, rully ke A1. Aku ingat ketika itu memang Rully jago’ pelajaran matematika. Aku kerap ke balikpapan, kalo balik ke yogya atau tugas ke jakarta pasti lewat balikpapan. Tolong aku diberi no hpnya. Aku mulai bulan Agustus kemaren di pindah tugas dari Yogya ke Samarinda. Ini alamat kantorku di Samarinda :
BPK-RI Perwakilan Samarinda
Jl. M. Yamin No. 4, Pelayaran
Samarinda Telp. (0541) 743798
HP. 081329065499
Ini alamat emailku : fajar.hudaya@bpk.go.id
Kapan-kapan kalo main ke Samarinda, silahkan singgah.
October 29th, 2008 at 2:10 pm
Raja Arfian (komentar #105)
Tolong pak minta foto nya berpakai melayu
November 1st, 2008 at 8:42 pm
Ahmad Syukri Yanto (komentar #106)
Assalamu’alaikum…
Apa kabar Ocu Yusril.
Pemandangan alam Belitung bagus ya cu. kelihatan begitu tenang dan penuh kedamaian.
Yang lebih asik lagi kayaknya foto diwarung kopi tuh. Lebih natural. Gak kebayang kalo sore-sore hari kumpul bareng teman-teman lama tukar pikiran sambil minum kopi. wah enjoy abisssss…
Oh ya, ocu kapan jalan-jalan lagi ke Riau (desa Salo/Kampar). Ocu masih ingat Salo kan…
Kapan-kapan ada waktu, jalan-jalan lah ke desa Salo ya cu.
Salam kenal ya cu.
Ahmad syukri (Perantauan riau yg berjuang di Jkt).
November 3rd, 2008 at 4:37 pm
Edi Nasapta (komentar #107)
Bang, Ikam tetap ingat Kampong Nok Jaoh Ne, HEhE kamek yg disinek jadi senang urang sepandai ikam agik ingat kan kamek. kiape kabar keluarge bang? jadi ikam ne berape kali sebulan balik kampong? ikam serius ke nak jadi presiden. dak ngeri ke? dana kampanye kan gede bang. baru nak jadi BUpati jak pak darman te la mahal biayenye ape agik ikam nak jadi president . tapi seh pandai pandai ikamlah bang. hantam sajak, duluk jak ikam dak tau kan jadi menteri segale macam. hehe. okelah bang kamek dukung seratus persen. tapi tolong dukung juak aku ne, dak banyak gak nak jadi anggota dprd tk 2 aja. aku dari PNI bang mudah2an akam dak marah ye, karne aku ne emang lain partai dari ikam. tapi mun soal presiden kelak tetap ikam yg kamek pilih 100%. cuma PBB di Belitung ne tlg ikam sebut usa gilak garang. la jadilah BUpati aja PBB berik kan kamek PNI ne juak barang kan sekursi duak. HEHE ( AGIK ) oke Bang Thanks met selamet aja ,,,,, MARHAEN MENANG… PNI JAYA …. YIM PRESIDEN !!! AMIIN
November 12th, 2008 at 10:47 pm
EDI MARHAEN (komentar #108)
BANG tambah sekali agik la yee, pokoke ikam to nak banyak persiapan laa yee, SBY to emang jadilah bang usah agik jadi President agik. la harus ikam nok ngegantikanyye, tapi terus terang bang aku raga bingung juak kan bule dari mane ikam duit ratusan milyar idang dana kampanye presiden. aduh aku jadi stress bang mikirek itu. karne aku ne jadi Pemimpin Partai PNI MARHAEN di Belitung jak gak idang nak berijo masuk ke bang DPRD to lah tujo kenining bekeringat ringat mikirek duit idang kampanye dan sosialisasi. tapi se emang mental ikam dak aku sangsikan agik bang. aku to yakin kan ikam,,, o ye bang tolong yee sebut kan pak suhardi ket PBB, usah gilak banyak naro urang di DPRD to. kamek ne kuang juak diberik kesempatan di BElitung Ne. Belitung kan milik bersame hehe. bang aku nak minta tulung kan ikam tulung sebut kan bos darmansyah usa gilak banyak muat hotmix proyek nye, la bagus jalan2 kite ne. kite perlu akses pelabuhan segere yg baik dan laik pakai Pelabuhan barang dan orang peti kemas pun harus cepat ade. paling lat 2 th aku berik waktu. mun dak e aku yg la dukung belau kan byk turun pulak ke jalan merotesek kebijakan belau!!! Belitung ne lah mulai sare karene timah turun meke cepatlah Pelabuhan to di kemasek biar urang jadi nak muat pabrik-pabrik hilir yg produksi barang manufactur biar urang belitung ne dapat banyak lap kerjenye. bang mun ikam ke belitung agik ikam tlg kelakarek masyarakat di belitung ne supaye usa gilak boros. ikam tau ke bang kaluk biaye idup di belitung ne mahalllll . tapi mun pandai behemat agik dapatlah idup to dak pening. jadi ikam nak merik nasehat juak kan urang2. ok boss thanks yee salam kan adek ikam bang yusron. pokoke belau to tetap dapatlah DPRRI pulak usah gadoh la. asal kamek diberik tk2 ne sikok atau duak. mundak itu tepakse aku kan ngusal ngapuk muje dak dapat keresi. tapi se bang tr terang aja PBB Belitung to dak gilak lihai >>>>> haha usa mara dak aci ye. ikam mun mara dak kupilik jd presiden. dan maaf yee aku kelakar politik. ikam usa icak2 nak mara juak meje kite same tau lah kite ne memangf orang Politik. Untuk semue pembace Blog ini yg di Belitung atau luar Belitung salam kenal juak dari aku yg nak numpang ngetop ne. Aku Edi NAsapta Biak Air RAya aku tgu dukungan mikak idang aku Untuk Maju Di Kursi DPRD TK 2 Aku la siapkan konsep untuk pembangunan Belitung. Idang Kite semue. sekali agik thanks bang YUSRIL USA MARA……
November 12th, 2008 at 11:04 pm
HAIDIR ASON SEMENDE (komentar #109)
Semenjak Laskar Pelangi naik daun, belitung jadi sangat terkenal. 2 hal yang menyebabkan belitung terkenal yang pertama karena Bang YUSRIL IHZA MAHENDRA & yang kedua karena Laskar Pelangi. Mudah-mudahan Bang Yusril bisa jadi Presiden, kami doakan amin. Kencintaan seseorang dengan kampung halamannya pasti juga menyebabkan dia akan sangat mencintai negaranya, sukses selalu Bang, gapai RI I … Kapan lagi Presiden orang luar jawa … Amerika saja sudah ganti Presiden dari Indonesia (Biarpun Indonesia Coret/Numpang lewat).
November 14th, 2008 at 9:51 am
rahmad gusmedi (komentar #110)
hallo pak yusril, cukup bagus juga pemandangan di bangka belitung,
November 15th, 2008 at 12:54 pm
lin (komentar #111)
di padang yg kaya cuma peabat sm yusril doang itu duit byk bener? makanya dpt bini muda seharusnya jadi anak kandung tuh….cari duit yg halal ya… makanya indonesia ancur lebur sampe hutan pada gundul macan orang utan pada ludes…payah dah loe.. pada gak inget kuburan
November 17th, 2008 at 12:57 pm
Punya pendapat? Sampaikan pendapat Anda