Beranda

PULANG KE KAMPUNG HALAMAN

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim,

Salah satu hal yang paling menyenangkan dalam hidup ialah ketika saya pulang ke kampung halaman. Saya selalu rindu kota Manggar dan Pulau Belitung, tempat saya lahir dan dibesarkan. Hari Jum’at 18 Januari 2008 yang lalu saya dan istri serta kakak dan keponakan, pulang ke Belitung. Ada tiga penerbangan dengan pesawat Boeing ke Belitung setiap harinya. Kami sengaja memilih berangkat pagi hari pukul 6.40 dan tiba di Belitung 45 menit kemudian. Belitung memang dekat, tak jauh dari Jakarta. Mungkin karena harus menyeberang laut, pulau itu terasa jauh dari Jakarta.

IMG_0011

Dari lapangan udara di Kampung Buluh Tumbang, saya harus mengendarai mobil melintasi hutan dan perkampungan sejauh hampir 70 km untuk sampai ke rumah ibu saya di Kampung Lalang, Manggar. Begitu mendarat di Belitung, nafas saya terasa lega. Udara bersih dengan rimbunnya pepohonan, nyaris tanpa polusi, membuat paru-paru saya seakan terbuka, ditengah pengapnya udara Jakarta, tempat saya kini menetap. Belitung masih seperti dulu. Jalan aspal mulus dan lengang, serta pepohonan hutan di sepanjang jalan adalah pemandangan yang umum. Sepanjang jalan dari Buluh Tumbang ke Manggar, saya menyukai pemandangan alam, bukit, sungai, danau dan hutan.

IMG_0010

Ibu saya yang kini telah berusia 79 tahun sukacita dengan kedatangan kami. Saya pulang ingin menjenguk beliau dan berbincang-bincang tentang banyak hal, terutama berbagai peristiwa yang terjadi di masa lalu. Empat malam saya di Belitung. Waktu sesingkat itu membuat saya seakan kembali ke masa kecil. Menyapu halaman rumah, membersihkan taman, pergi memancing, memasak dan bermain musik di malam hari. Hidup terasa santai dan menyenangkan. Teman-teman lama datang berkumpul, dan kami bercerita tentang keadaan masing-masing. Hidup terasa singkat sekali. Telah lebih separuh usia saya dihabiskan di luar Belitung. Namun, saya selalu saja ingin pulang. Ingin sekali menikmati hidup yang tenang dengan rimbunnya pepohonan, udara laut dan danau yang segar serta penduduk yang ramah dan serba informal.

IMG_0002Salah satu kesukaan saya ialah berjalan di semak-semak dan jalan setapak, serta berjalan menyusuri pantai ketika air surut. Saya melakukannya lagi ketika saya pulang ke Belitung. Saya melihat Kampung Sekep, dan menyaksikan halaman rumah saya ketika kecil, yang kini oleh ibu saya dibuat sebuah mesjid. Saya berjalan dari Kampun Sekep melihat Kampung Bakau yang kini sudah menjadi laut. Jalan setapaknya masih sama. Pohon-pohonnya juga masih sama. Saya menyusuri jalan setapak di samping Kulong Wak Nutok untuk sampai ke arah Pangkalan Sadam. Hari telah sore ketika saya melintas daerah itu, yang mengingatkan saya ketika kecil, saya pulang membawa ikan.
Sayapun pergi ke Gantung, kota kecil sekitar 20 km dari Manggar. Saya mengendarai sepeda motor Harley ke kota itu. Enak sekali naik motor di jalan yang sepi. Saya melihat Sungai Lenggang dengan dam antik yang dibuat Belanda di awal abad 20. Dam itu masih berfungsi sampai sekarang, mencegah kota Gantung dari banjir ketika air sungai penuh di musim hujan. Sungai Lenggang terlihat cantik dan bersih. Ada saudara saya, Muharam namanya, sedang menangkap ikan Baung di sungai itu, dan saya memotretnya. Saya mengajak Muharam pergi ke makam keluarga ibu saya yang disebut Keramat Lais, di pinggir Sungai Lenggang. Saya tak tahu di mana letak makam itu. Ketika saya kecil, ibu saya mengatakan, untuk pergi ke tempat itu harus naik perahu.

IMG_0003Tapi sekarang, rupanya ada jalan darat ke Pemakaman Keramat Lais. Saya menyaksikan ada puluhan makam di sana. Salah satunya adalah makam leluhur saya, yakni ayah dari kakek saya Musa alias Musip. Beliau lahir di Iran, dan tak disangka akan wafat dan dimakamkan di pinggir Sungai Lenggang di awal abad ke 20. Pemakaman itu terletak di pinggir sungai dengan rindangnya pepohonan dan kicauan suara burung. Suasanya hening dan sepi, tetapi jauh dari kesan menakutkan. Lama saya tertegun di makam ayah kakek saya itu. Saya, kakak saya, istri saya dan Muharam membaca doa di pemakaman keluarga itu. Hari kian senja dan kamipun pulang ke Manggar.

IMG_0007Foto-foto yang saya tampilkan di sini, saya ambil sewaktu saya pulang ke Belitung kali ini. Mudah-mudahan anda dapat menikmati photo sudut-sudut kota Manggar yang hijau, danau, sungai, laut, pasar dan hutan bakau di Belitung Timur. Rumah ibu saya yang terbuat dari kayu dengan arsitek Melayu saya tampilkan pula di sini. Rumah itupun teduh dengan rindangnya pepohonan, taman dan bunga-bunga yang menjadi kesukaan ibu saya. Tiap hari kami makan di rumah ibu saya. Masakah Belitung enak sekali. Sayur-sayuran diambil di hutan, seperti keladi, paku dan daun iding-iding. Ikan mancing sendiri dan dipanggang menggunakan sabut kelapa, atau digulai dengan nenas. Rasanya beda. Mau coba masakan Belitung di Jakarta? Silahkan datang ke Billiton Bistro, Plaza Senayan Lantai II. ****

IMG_0005

IMG_0004

IMG

IMG_0001

IMG_0012

IMG_0013

IMG_0015

IMG_0016

IMG_0018

IMG_0019

IMG_0021IMG_0023

IMG_0022IMG_0024

IMG_0025IMG_0027

IMG_0029IMG_0030

Cetak artikel Oleh Yusril Ihza Mahendra — January 26th, 2008

111 tanggapan untuk “PULANG KE KAMPUNG HALAMAN”

Pages: « 1 2 [3] 4 » Show All

  1. luthfi maulana (komentar #61)

    Bang YIM ane mau tanya nih, Bang Yushari itu sepupunya Bang YIM ya ? soalnya ane kemarin sempat ngobrol dengan beliau..dan beliau cerita tentang Abang banyak sekali..thank’s atas respon dan jawabannya.

  2. prm (komentar #62)

    Mbok ya istri disuruh pakai kerudung, kita pemimpin umat Islam, berilah contoh yang diwajibkan oleh syari’at Islam, sadarlah, hidup cuma sebentar

    Saya tidak ingin memasuki perdebatan tentang hal ini lebih panjang. Saya hanya ingin mengatakan bahwa istri saya baru memeluk agama Islam lebih kurang setahun yang lalu. Kadang-kadang dia pakai jilbab, kadang-kadang tidak. Semua ini adalah proses. Saya lebih memahami istri saya, dan karena itu biarlah saya mengajarkan agama Islam kepadanya dengan mempertimbangkan segala sesuatu dengan sebijaksana mungkin. Bagi saya, istri saya yang semula adalah seorang wanita musyrik dan kemudian menyatakan keinginannya menjadi wanita mukminah adalah suatu yang patut disyukuri. Tentu tak mungkin mengharapkan dia tiba-tiba berpenampilan seperti seorang ustadzah misalnya.

    Rasulullah juga mencontohkan kepada kita, ketika serombongan suku Badui datang kepada beliau dan menyatakan tertarik untuk memeluk agama Islam, tetapi mereka mendengar agama Islam melarang meminum aklohol, sedang meminum alkohol itu sudah menjadi kebiasaan mereka turun-termurun. Mereka menjadi ragu-ragu untuk memeluk Islam. Namun Rasulullah mengatakan kepada mereka, masuklah Islam. Namun, anak-anak kalian yang belum terbiasa minum khamar (alkohol) agar tidak dibiasakan meminumnya. Seluruh suku Badui itu akhirnya memeluk Islam. Mereka tetap minum alkohol, sampai suatu ketika tumbuh kesadaran pada mereka untuk menghentikannya.

    Jadi, kalau ada wanita beragama Shinto ingin memeluk Islam, tetapi mungkin dia mengatakan, berat juga kalau tiba-tiba saya harus memakai jilbab. Menurut saya, jangan dihalangi dia memeluk Islam hanya karena masalah itu. Semuanya memerlukan proses.

    Terima kasih atas saran dan komentar anda. (YIM)

  3. sawaludin matar (komentar #63)

    sebagai laksamana, kami bangga dan teruskan perjuangan abang ….terus berkarya dimanapun, kapanpun …pada siapapun…. bravo….

  4. yasir busra (komentar #64)

    politikus, seniman, negarawan…… sosok pas tuh…. apalagi bisa jepret-jepret nggak kalah dengan photografer profesional….. tentu kami banyak harapan pada abang!!!!

  5. Burhan Mustika (komentar #65)

    Assalamu’alaikum Cik ndin,

    Bagus2 juak foto e, men isok2 e balik ke belitong kuang Perkantoran PEMDA Belitung Timur yang di ngarauan di Foto juak, biar urang luar belitong tau juak kan perkembangan di belitung timur.

    Wassalam

    Burhan Mustika

    Terima kasih. Insya Allah nanti akan saya lakukan. Saya sedang mengumpulkan bahan tulisan tentang Perang Ho Po di Manggar tahun 1906. Adakah orang yang mengetahui lebih rinci tentang konflik antar sesama warga Cina ini? (YIM)

  6. Burhan Mustika (komentar #66)

    Assalamu’alaikum

    Bagus juak cerita itu, aku sendiri belum pernah dengar… men dapat se dibuatkan filmnya juga biar kota manggar lebih dikenal orang dengan adanya film Perang Ho Po, sebile balik ke manggar agik e…

  7. atrix (komentar #67)

    assalamualaikum,

    Foto-fotonya bagus pak, jadi kangen juga pengen balik ntr liat begkalis dan pekanbaru. It’s much more like the one you describe here.

    Yang menarik di artikel ini adalah gambar lingkungan perumahan yang cukup apik dan bersih ya, seperti dalam kompleks perumahan perusahaan swasta. it’s a great journey then ..

  8. Ade Fajar (komentar #68)

    Pak Yusril (atau Bang Yusril)
    Membaca tulisan Abang di Blog mengingatkan saya gaya tulisannya Andreas Hirata. Bukan itu saja, foto abang di halaman ini, kok mirip yah sama Andreas?

    Suatu kebetulan?

    Andrea memang masih tergolong kaum kerabat kami. (YIM)

  9. Edy Yuanto (komentar #69)

    Ass.Pak Yusril,nyaman ye men balik ke kampong sendirik.kebetulan aku jak asli urang sekep desa lalang manggar.aku duluk e isak juak sekula madrasah dekat rumah ikam to (samping kuboren).rumah aku dekat rumah pak wadi to.ikam pastila kenal kan kek busu aku name e kek Aak tukang kelaut to. aku skrg la pindah ke bangka (aik ruay sungailiat) urg tue aku kerje timah.aku skrg kerje mukak konsultan perencanaan dan pengawasan,visi aku merekrut dan memberdayakan urang2 kite di babel utk membangun babel sejahtera. walaupun dengan kemampuan pas-pasan tp aku tetap optimis pak.Tp trus trang ajak kamek ne krg dana operasional utk operasional kantor dan gaji.maklumla modal nekat he2x..sekedar bayangan tim kamek ade urang empat skarg.urang sekep lalang (aku sendirik), aster (urang bulu tumbang) baru tamat dari ITB, bg Fandi (urang padang manggar) dan wandi urang bangka selatan (lulusan Polman timah).Kamek sangat mendukung sekli konservasi kelautan terletak di manggar (BELTIM), krn perekonomian daerah kite bakal bangkit.Amiiiiiiiiiiiiinnnn……….Kiape Pak?

    Saya telah menjawab komentar anda dalam e-mail pribadi anda. Silahkan anda membukanya. Terima kasih. (YIM)

  10. ori (komentar #70)

    Assalammu’alaikum Wr.Wb,

    Hmmm….abang bikin kite2 yang di rantau ni jadi kembali ke kenangan masa lalu… rupe e banyak hal yang indah yang telah Allah SWT berikan kepade kite, cuma kite aja yang kurang bersyukur…ok Bang, semoga sukses selalu…dan laksmana Ceng Ho nya laris manis…….

    Insya Allah. Terima kasih atas perhatiannya. (YIM)

  11. koohar (komentar #71)

    salam uat pak Yusril sekelurga…

    promosi wisata yang sering dilakukan oleh pemerintahan daerah hingga kini blum begitu memuahkan hasil. padahal sektor ini sangat layak untuk dikembangkan. investor sepertinya belum begitu tertarik untuk membangun wisata belitung. pembangunan wisata selama ini hanya atas swadaya masyarakat, blum ada komitmen daerah untuk menggarap potensi ini. terutama di beltim. beberapa gambar yang pak yusril tampilkan meskipun cuma sedikit, telah membuat para komentator di blog ini terpesona. apalagi meraka sudah datang.

    pantai burung mandi yang cukup indah telah memberikan sentuhan keindahan panorama yang tidak kalah dengan panorama wisata pantai di daerah lain. sekarang memang sudah ada kemajuan yang berarti dilihat dari fasilitas dan kebersihannya. moga ini terus dibenahi untuk sektor wisata andalan beltim nanti. makasih buat pak yusril yang tidak pernah absen untuk melihat pantai burung mandi ketika pulang ke belitung. semoga menjadi inspirasi bapak dan orang lain juga, bahwasanya kita juga memiliki peluang untuk maju di bidang pariwisata. hanya saja kesadaran masyarakat yang ada di wilayah itu akan pentingnya keindahan dan kebersihan perlu ditingkatkan. peliharalah apa yang telah kita miliki dengan sebaik-baiknya.

    dan sya yakin suatu saat kita akan bangkit untuk membangun aset-aset lokal yang selama ini belum tersentuh oleh kebijakan pemimpin di daerah. banyak daerah yang maju dengan keunggulan wisatanya. dan kita pun juga bisa. moga kita juga bisa membantu pak yusril untuk mempromosikan atau paling tidak memberikan cerita yang bisa membuat orang lain yang bukan orang belitung menjadi tertarik untuk datang ke belitung.

    semoga bagi orang belitung sendiri yang sudah lama tidak pulang ke kampung halaman, marilah melihat lebih dekat perkembangan wisata di pulau belitung. kita bisa maju tergantung apakah ada kemauan pemerintah dan masyarakt untuk bersepakat membangun sektor ini. membangun wisata akan menimbulkan multiplayer efek bagi masyarakt. masyarakt di wilayah sekitar akan memanfaatkan kedatangan orang-orang penikmat alam untuk berbelanja dan lain sebagainya. pembangunan terutama dari sektor perdagangan, peningkatan retribusi dan pendapatan pajak bagi daerah akan mengalir.

    Saya berterima kasih atas perhatian dan dukungannya (YIM)

  12. amir sofian (komentar #72)

    Bung Yusril,
    Keren banget Belitung !! jangan mau kalah dgn si ikal (andrea hirata). itu foto2 kalo digabung dalam satu buku dan di jual di toko buku, jangan2 jadi best seller juga ha ha…… Bisa2 orang asing datang ke Belitung gara2 liat ini foto he he…(lewat internet). Kadang2 lebih enak main ke kampung kayak ginilah daripada tempat wisata yg udah “Jadi” karena lebih alami. Wah enak juga yaa, pulang kampung masih ada orang tua dan bisa nostalgia-lah sama kawan2.
    Tambah lagi dong, foto2nya….gak bosan kok liatnya, tapi jangan lupa ceritain perihal foto2nya itu. Kalo gitu kami tunggu kumpulan foto2 dari kampung di Belitung, wow keren…!

  13. Bosco (komentar #73)

    Pak YIM….Membaca artkel ringan Pulkam ke Belitung….membuat saya iri dengan Bapak. Saya sendiri sudah 10 tahun belum pernah pulang kampung ke pedalaman Flores yang saya kira tidak kalah indahnya dari Kampung Manggar tempat kelahiran Bapak. Hanya saja tempat kelahiran Bapak YIM sudah lebih akrab dengan sentuhan teknologi. Kalau kampung halaman saya, listrik aja belum masuk pak. Apalagi jalan beraspal mulus, wah cuman bisa bermimpi. Pasti banyak kisah yang tidak sempat bapak tuangkan dalam artikel ringan tersebut. Yang jelas terima kasih atas sharenya. Minimal ketika Pulkam banyak kisah yang bisa dibagikan kepada teman-teman. Tetapi lebih dari itu ada semacam semangat baru untuk menapak kehidupan yang lebih bagus ke depan. Kalau politisi seperti Bapak memang “wajib” untuk sering-sering Pulkam sehingga dapat melihat dengan mata hati tentang kondisi kebanyakan orang yang Bapak tinggalkan. Selamat berjuang Bapak YIM. Kapan eksis lagi di peta politik Indonesia? Salam dan sukses selalu.

    Bosco

  14. thalib.ilyantara (komentar #74)

    gara-gara kehabisan terasi dan udah jenuh browsing,urang dapor…ngingate terus……..terasi la nak habis….bang…tulong telpon ke tanjong…….mun la pas….abis kini dak nyaman kite ngenggangan……bingkis…( padahal urang dapor kame…urang makasar ), tapi gara-gara terasi ketemu Website Bang yusril …..senang banget , jadi rindu nak balik….oh ye Bang ,aku kan cukup lama kerje di airline kiape mun Abang mukak ” BELITUNG AIR “…aku nak la bantu disitu…..biar belitung jadi tambah maju…..okay PANGLIMA CHENG HO…

    Waah.. kalau sudah sanggup membuat perusahaan penerbangan, berarti saya sudah jadi konglomerat. Sayang belum sampai ke sana. Salah-salah bisa jadi “kongmelarat”. Terima kasih atas komentarnya. Kalau Cheng Ho lebih dikenal sebagai Laksamana (Jendral Angkatan Laut), walau benar sebelumnya dia pernah memimpin Angkatan Darat. Tapi itu Cheng Ho. Saya sendiri tidak pernah jadi militer, he he… (YIM)

  15. Edy Yuanto (komentar #75)

    kiape bang,ade ke kre2 rencane nak ngembangek pantai kite to (pantai lalang)…kan dak kalah indah e kan pantai nok lain ne.tinggal nunggu urang yang nak investasi e. jadi ade juak perekonomian urang lalang yang terangkat.tp dengan syarat urang yang nak kelaut bekater jgn di ganggu2.imang se perlu biaya yg dak sikit,tp kan abang banyak relasi dan kenalan…e…

  16. Rahmad Hidayat (komentar #76)

    Assalamualaikum Pak YIM..

    senang sekali melihat koleksi gambar Bapak yang menampilkan gambar Manggar dan serba-serbinya, sedikit mengobati kerinduan akan Kota Manggar, kota dimana saya menghabiskan masa kecil selamat empat tahun..Rindu sekali ingin berkunjung ke Manggar. Namun mencari waktu sangat sulit, karena tidak cukup 2-3 hari untuk mengeksplore keindahan Manggar. tugas sebagai anggota Polisi yang dinas di Jakarta, menyulitkan saya untuk mengambil cuti karena intensitas pekerjaan dan izin yang begitu ketat. Namun, prioritas saya bila ada kesempatan adalah ke MANGGAR, menggali kembali kenangan masa indah dan keindahan pantai dan hutannya..

    Kalau ada waktu, kita bisa pergi sama-sama ke Belitung. Silahkan menghubungi e-mail saya di blog ini. (YIM)

  17. indra gunawan , pengurus dpc pbb jember (komentar #77)

    tulisan yang begitu bagus amat sayang kalau tidak banyak diketahui publik secara luas. Karena itu saya berniat akan mengemas tulisan itu dalam bentuk buku saku dan akan saya bagikan kepada kader-kader partai bulan bintang serta masyarakat lainnya. Mohon ijin. (indra)

    Silahkan saja, semoga ada manfaatnya (YIM)

  18. Tedy Triharsa (komentar #78)

    Wah fotonya bagus sekali bang pemandangannya…saya pernah tugas di tanjung pandan dan sering dinas ke manggar .Dulu masih sangat sepi. tapi kehidupan masyarakatnya sangat bersahabat. Yang selalu saya ingat dulu paling hobi yang namanya makan keripik sukun. masih ada kan ? wah itu enaknya bukan main. hu…. kapan ya bisa ke belitung lagi….

    Keripik sukun masih ada, malah makin banyak, karena pohonnya juga makin banyak. Manggar memang masih sepi.Namun sudah lebih ramai sedikit dibanding dulu, setelah kini menjadi ibu kota Kabupaten Belitung Timur. (YIM)

  19. ISRAL BAHAR (komentar #79)

    selamat menuju RI. 1

  20. ISRAL BAHAR (komentar #80)

    abang benar - benar politisi ulung, selamat ya bang

  21. koohar (komentar #81)

    Pak Yusril yang saya hormati…

    Suatu hari sya berbincang-bincang dengan Mr. Franklin tepatnya di depan Monumen Tragedi Kemanusiaan, Peledakan bom Bali. ia seorang warga Kebangsaan Amerika yang bekerja sebagai jurnalis untuk media di Amerika terutama di bidang sastra budaya. ada 3 tempat yang dia telah telusuri yaitu jakarta, bandung dan bali. tiga tempat itu bagi dia sangat familiar. dia mengatakan bahwa 3 tempat itu sengaja dipilih karena memiliki ciri khas. bali misalnya memiliki kekhasan wisata dan budaya yang sangat menarik untuk dituliskan. bandung juga merupakan sebuah kota yang beriklim sangat menyejukkan dan penuh dengan cerita-cerita dan sejarah. nah, kalau jakarta juga menarik, tapi banyak hal yang negatifnya terutama kesemerautan di jalan, polusi udara dan social capital yang sudah terkikis.

    penjelasan mengenai jakarta yang ia utarakan membuat saya tertawa. argumen dia telah menjawab mengapa jakarta bukan tempat pelarian untuk warga asing meskipun di sana juga banyak tempat-tempat wisata. Mr. Franklin lebih memilih bali sebagai tempat dia bekerja sebagai seorang penulis.

    kemudia saya mulai bertanya mengenai tempat lain yang ia ketahui, tiba-tiba ia menebak dari mana saya berasal, ia mengatakan bahwa wajah saya adalah wajah orang sumatra, jadi kamu adalah orang sumatra. namun dalam perjalanannya, ia belum pernah menginjakkan kakinya di pulau sumatra. pengetahuan tentang sumatra masih sangat minim, ia juga kurang mengenal nama pulau Bangka Belitung yang sangat indah itu.

    saya pikir ini kesempatan saya untuk menjelaskan dimana posisi kedua pulau itu dan bagaimana pula keindahannya agar dia menjadi tertarik. sya mengatakan bahwa keindahan kedua pulau ini sangat menakjubkan penuh dengan panorama alam yang sangat perpersona. udaranya masih bersih dan di jalan tidak ada kesemerautan serta kerjasanmma antar masyaraktnya masih terpelihara. sesekali ia memberika komentar mengapa tidak dipromosikan, karena semua tempat di indonesia menjadi terkenal berawal dari promosi, ternyata ia berniat mau mempromosikan kedua pulau tersebut.

    saya hampir tidak percaya bahwa ia sebegitu serius menanggapi cerita saya tadi. dia kemudian menjelaskan bahwa ia lebih menyukai cerita-cerita yang berasal dari desa-desa dari pada kota. maka di bali pun ia banyak menulis tentang wilayah-wilayah yang agak terisolir dan belum begitu tersentuh oleh pembangunan. ia menyukai wilayah yang sangat penuh dengan adat dan istiadat lokal dan keunikan budayanya.

    di akhir pembicaraan kami, ia menyampaikan keinginannya untuk berkunjung ke pulau sumatra sehingga wawasannya semakin bertambah khususnya mengenai soal budaya. ia kemudian menyuruh saya untuk mengirimkan tulisan-tulisan tentang pulau Belitung ke emailnya sehingga suatu saat bisa dimuat di media di Amerika. saya sangat berterimah kasih atas kerendahan hatinya bahwa kita harus saling bekerjasama dan toleransi sehingga dapat saling memahami. semoga pertemuan itu akan menjadi awal yang baik untuk mempromosikan sedikit tentang pulau Belitung. semoga saja. wassalam

    koohar

    Bali, maret 2008

  22. anas (komentar #82)

    Alhamdullilah, walaupun pak yus la jadi urang terkenal tapi agik nak balik kekampong halaman. trus gmbar ikan bakar n ganganye nyaman benar kayaknye lalamak dak makan gangan pak.
    trus kiape pak urang bini la pandai ke masak ala belitong???

    Sampai sekarang saya masih makan masakan Belitung. Saya masih pergi ke pasar Mayestik atau Muara Karang untuk membeli ikan. Istri saya juga belajar masakan Belitung. Dia mengelola dua resroran di Manila bersama ibunya, namanya “Bali Blends Cafe” dan “Rumah Makan: The House of Indonesian Sate and Soto”. Di kedua restoran itu tersedia masakan Belitung, di samping masakan Indonesia lainnya. Di Billiton Bistro Plaza Senayan Lantai II, juga di Billiton Cafe Kemayoran, sebagian besar menu hidangannya adalah masakan Belitung, sesuai namanya “Billiton”. Ternyata banyak juga pelanggan yang menyukai masakan Belitung yang banyak rempah-rempahnya itu. (YIM)

  23. SY YUNUS (komentar #83)

    Assalamualaikum, bang
    kuang be nyampor kalo’e. Aku la 12 taun dak balik, sekarang de gorontalo, ngajar. Sekali ngeliat foto-foto itu, da ade agik e nok aku tau, demane lokasi e. Pice ku tinggalan da lagak kitu. O ye, aku dari gantong, tetangga kan’ Pak Kader (Alm) belau tue Ibu Mus. Amun pekakikan de Manggar jua, de Desa Lalang juak (Kik Muhie Ismail, alm). Aku sekelas kan Elli (anak Pak Yuslim) waktu SMAN 1 MAnggar (kelas 3 Sosial 1, angk. 1990)
    Dak terase nepik aik mate ngeliat lagak e belitong kini ari. Ngayak nak balik e, bang, tapi kan demane la bule duite (kan seberape la gaji guru, idang tiket pesawat saja’ lum cukup), tapi setelah ngeliat foto-foto dari bang Yus, teumbokek sikit lejuk kan kampong. Isok-isoke mun sempat balik pula, banyak-banyak muat foto Bang ye.Trus diberi keterangan foto e, jadi bagi kame nok la lamak da balik, macam aku, jadi tau demane itu.
    Waktu ikam ke Gorontalo duluk te, nak benar betemu, tapi aku maklum waktu itu ikam agik jadi menteri, jadi stenga mati nak ngendekat. Tapi sebagai bukti kecintaan kan Belitong (partai buatan urang belitong), aku nyucok PBB, alhamdulillah, ade wakil PBB nok tedudok de DPRD Kab, Boalemo. Kitu la Bang, cerite aku desinek. Ade rencane nak mengabdi de SMAN Gantong, kebenaran pekaka’an Kepala Sekula e, tapi setelah tau birokrasi no kan delalue’, ngeper jua Bang. Muje kan harus pindah propinsi. Jadi harus ade persetujuan gubernur segale. Kipae kire-kire Bang, dapat ke nulong e aku, biar kite bangun Belitong melalui SDM e. (Amun dak ngeritokek ikam, kirim ke Email aku). Makase Bang. Maaf amun la ngeritokek ikam. Salam kan keluarge2 de Belitong. Selamat ulang tahun, Bang (biar la raga telat), semuge selalu sehat dan dalam berkah Allah SWT, dan semuge RI 1 tergapai, amin.
    Wassalam

  24. chandra (komentar #84)

    ini membuktikan kalau bang yusril ndak kelupaen kan belitong, sebagai same urang belitong, aku siap ngendukung kiprah bang yusril di tingkat nasional, tapi jangan kelupaen ngader penerus, agar ade terus urang belitong nok berkiprah di kancah politik nasional. terus berjuang. wass

  25. heru gautama (komentar #85)

    Mungkin buat kite yang balik sewaktu-waktu belitong begitu indah dengan segala SDAnya Namun Buat Kamek Yang Baru Balik Kampong <sedih ngelihat Perekonomian Masyarakat Yang Ndak Stabil Semua Program Pemerintah (Blue Print) Hanya Sebatas Wacana … Ekonomi Masyarakat Justru banyak Yang Dibawa Garis Kemiskinan ..Bayangkan Pensiun Exs Pt Timah Hanya Rp 150.000 Sebulan Padahal Kebutuhan Minimal Diatas 1 juta… Dan Program Pemeritah Selalu Mengacu Pada Fisik Semata Dan SDM Kurang Diperhatikan Termasuk Nelayan Didalamnya ..Heru 087896420888 Rumah (0719 92035}

  26. edo (komentar #86)

    kuang la pak ikam ne ngembangun kampong kite neh….jadi maju juak belitong. kemarik ku dengar ade kasus korupsi ye???

  27. ABDUL RAUF (komentar #87)

    salam kenal buat Bang Yusril, dari dulu saya mengagumi abang. Foto-foto pemandangannya bagus sekali.

  28. irma (komentar #88)

    assalamu’alaikum
    Pak Yusril…indah nian Belitung…Pemandangan pulau Belitung dan Riau (kebetulan pernah ke kepulauan Riau, dan batam) itu hampir sama, masih alami, asri jadi makin indah….

    oya, kalo dilihat sekilas, pak yusril mirip andrea hirata ya..^-^…apalagi sama2 dari Belitung…hehehe

    oya satu lagi…bagaimana penambangan timah disana? sudah terkelolah dengan baik??

    sekian…salam buat istri anda juga
    wassalamu’alaikum

    Keadaan penambangan timah setelah era reformasi ini tambah kacau saja. Dulu penambangan dimonopoli oleh PT Timah sehingga lebih terkontrol. Sekarang penambangan dilakukan siapa saja, termasuk perorangan. Maka keadaannya tambah kacau. ()YIM)

  29. Doolittle (komentar #89)

    Keren nian euy kampong halamannya. Yang motret juga pintar. Pak mau tanya, just wanna have your confirmation. Kalau dari cerita Laskar Pelangi, kesannya Belitung itu ngak pernah diperhatikan, dan tertinggal. Bener ngak sich Pak? Kalau aku lihat foto2 Bp. dan lihat info di berbagai website, ngak juga ach…baguss kok..malah lebih bagus dibandingkan daerah2 lain di wilayah Sumsel. Jalannya mulus…dan bersih. Sejak otonomi, daerah-daerah makin maju ya Pak?

    Nampaknya memang demikian. Setelah terbentuk Prov Bangka Belitung, banyak kemajuan yang dicapai daerah ini, terutama pembangunan infrastruktur. Cerita Laskar Pelangi dilatarbelakangi situasi tahun 1970-an. Keadaan sekarang sudah jauh berbeda. (YIM)

  30. Decy (komentar #90)

    AssaLamuaLaikum wRwB…..
    Yth. Pak YIM, Moga sekeLuarga ceHat seLaLu, Amin….
    Wah…., di haLaman terakhir ada foto istri_nya Bapak yacH !!!!
    U..uH…. cHantik_nya….
    kapan YacH bisa berSiLaturaHmi ma KLuarga Bapak secaRa Langsung….
    (.^_^.)
    seteLah Liat haLaman ini, jadi tambaH ngebet pengen puLang nicH….
    Bunda….,Ananda Kange….en….

    Kami akan ke Belitung lagi tanggal 9 Agustus nanti, Insya Allah, sekalian “sedeka rua”. Kalau anda pulang ke Belitung juga, kita dapat bertemu di Kampung Lalalang, Manggar.

Pages: « 1 2 [3] 4 » Show All

Punya pendapat? Sampaikan pendapat Anda