Bismillah ar-Rahman ar-Rahim,
Salah satu hal yang paling menyenangkan dalam hidup ialah ketika saya pulang ke kampung halaman. Saya selalu rindu kota Manggar dan Pulau Belitung, tempat saya lahir dan dibesarkan. Hari Jum’at 18 Januari 2008 yang lalu saya dan istri serta kakak dan keponakan, pulang ke Belitung. Ada tiga penerbangan dengan pesawat Boeing ke Belitung setiap harinya. Kami sengaja memilih berangkat pagi hari pukul 6.40 dan tiba di Belitung 45 menit kemudian. Belitung memang dekat, tak jauh dari Jakarta. Mungkin karena harus menyeberang laut, pulau itu terasa jauh dari Jakarta.

Dari lapangan udara di Kampung Buluh Tumbang, saya harus mengendarai mobil melintasi hutan dan perkampungan sejauh hampir 70 km untuk sampai ke rumah ibu saya di Kampung Lalang, Manggar. Begitu mendarat di Belitung, nafas saya terasa lega. Udara bersih dengan rimbunnya pepohonan, nyaris tanpa polusi, membuat paru-paru saya seakan terbuka, ditengah pengapnya udara Jakarta, tempat saya kini menetap. Belitung masih seperti dulu. Jalan aspal mulus dan lengang, serta pepohonan hutan di sepanjang jalan adalah pemandangan yang umum. Sepanjang jalan dari Buluh Tumbang ke Manggar, saya menyukai pemandangan alam, bukit, sungai, danau dan hutan.

Ibu saya yang kini telah berusia 79 tahun sukacita dengan kedatangan kami. Saya pulang ingin menjenguk beliau dan berbincang-bincang tentang banyak hal, terutama berbagai peristiwa yang terjadi di masa lalu. Empat malam saya di Belitung. Waktu sesingkat itu membuat saya seakan kembali ke masa kecil. Menyapu halaman rumah, membersihkan taman, pergi memancing, memasak dan bermain musik di malam hari. Hidup terasa santai dan menyenangkan. Teman-teman lama datang berkumpul, dan kami bercerita tentang keadaan masing-masing. Hidup terasa singkat sekali. Telah lebih separuh usia saya dihabiskan di luar Belitung. Namun, saya selalu saja ingin pulang. Ingin sekali menikmati hidup yang tenang dengan rimbunnya pepohonan, udara laut dan danau yang segar serta penduduk yang ramah dan serba informal.
Salah satu kesukaan saya ialah berjalan di semak-semak dan jalan setapak, serta berjalan menyusuri pantai ketika air surut. Saya melakukannya lagi ketika saya pulang ke Belitung. Saya melihat Kampung Sekep, dan menyaksikan halaman rumah saya ketika kecil, yang kini oleh ibu saya dibuat sebuah mesjid. Saya berjalan dari Kampun Sekep melihat Kampung Bakau yang kini sudah menjadi laut. Jalan setapaknya masih sama. Pohon-pohonnya juga masih sama. Saya menyusuri jalan setapak di samping Kulong Wak Nutok untuk sampai ke arah Pangkalan Sadam. Hari telah sore ketika saya melintas daerah itu, yang mengingatkan saya ketika kecil, saya pulang membawa ikan.
Sayapun pergi ke Gantung, kota kecil sekitar 20 km dari Manggar. Saya mengendarai sepeda motor Harley ke kota itu. Enak sekali naik motor di jalan yang sepi. Saya melihat Sungai Lenggang dengan dam antik yang dibuat Belanda di awal abad 20. Dam itu masih berfungsi sampai sekarang, mencegah kota Gantung dari banjir ketika air sungai penuh di musim hujan. Sungai Lenggang terlihat cantik dan bersih. Ada saudara saya, Muharam namanya, sedang menangkap ikan Baung di sungai itu, dan saya memotretnya. Saya mengajak Muharam pergi ke makam keluarga ibu saya yang disebut Keramat Lais, di pinggir Sungai Lenggang. Saya tak tahu di mana letak makam itu. Ketika saya kecil, ibu saya mengatakan, untuk pergi ke tempat itu harus naik perahu.
Tapi sekarang, rupanya ada jalan darat ke Pemakaman Keramat Lais. Saya menyaksikan ada puluhan makam di sana. Salah satunya adalah makam leluhur saya, yakni ayah dari kakek saya Musa alias Musip. Beliau lahir di Iran, dan tak disangka akan wafat dan dimakamkan di pinggir Sungai Lenggang di awal abad ke 20. Pemakaman itu terletak di pinggir sungai dengan rindangnya pepohonan dan kicauan suara burung. Suasanya hening dan sepi, tetapi jauh dari kesan menakutkan. Lama saya tertegun di makam ayah kakek saya itu. Saya, kakak saya, istri saya dan Muharam membaca doa di pemakaman keluarga itu. Hari kian senja dan kamipun pulang ke Manggar.
Foto-foto yang saya tampilkan di sini, saya ambil sewaktu saya pulang ke Belitung kali ini. Mudah-mudahan anda dapat menikmati photo sudut-sudut kota Manggar yang hijau, danau, sungai, laut, pasar dan hutan bakau di Belitung Timur. Rumah ibu saya yang terbuat dari kayu dengan arsitek Melayu saya tampilkan pula di sini. Rumah itupun teduh dengan rindangnya pepohonan, taman dan bunga-bunga yang menjadi kesukaan ibu saya. Tiap hari kami makan di rumah ibu saya. Masakah Belitung enak sekali. Sayur-sayuran diambil di hutan, seperti keladi, paku dan daun iding-iding. Ikan mancing sendiri dan dipanggang menggunakan sabut kelapa, atau digulai dengan nenas. Rasanya beda. Mau coba masakan Belitung di Jakarta? Silahkan datang ke Billiton Bistro, Plaza Senayan Lantai II. ****


















Cetak artikel Oleh Yusril Ihza Mahendra — January 26th, 2008
111 tanggapan untuk “PULANG KE KAMPUNG HALAMAN”
Pages: « 1 2 3 [4] Show All
edi santosa (komentar #91)
Wah bapak pilih kasih nih, tulisan saya gak pernah dijawab hikhikhik…kayaknya marah gara2 soal ROKOK nih hehehe….
Semoga Bapak sekeluarga selalu sehat sejahtera selalu.
Istri saya mualaf juga, tadinya saya berharap istri saya bisa islam bener seperti kita, tapi setelah baca tanggapan Bapak, saya jadi lebih tercerahkan.mungkin justru saya yang harus bener dulu,la wongsaya aja islam dari orok tapi sholat masih bolong-bolong berharap istri saya baru islam kemaren udah kayak santri :-p
Pak,ditunggu artikel lainnya.
(mudah2an yang ini ditanggepin…)
Saya berpendapat bahwa melaksanakan ajaran Islam dalam kehidupan pribadi seseorang, khususnya bagi seorang yang baru memeluk Islam, tentulah memerlukan proses. Tidak mungkin segalanya dilakukan tiba-tiba. Menuntut seseorang yang baru memeluk Islam agar melaksanakan agama seperti halnya mereka yang telah memeluk Islam secara turun temurun, agaknya adalah sikap yang kurang bijaksana.
Terima kasih atas tanggapannya (YIM)
June 24th, 2008 at 5:31 pm
Adi Pranadipa (komentar #92)
Assalamualaikum, pak Cik YIM..
Menangkap ikan si Ikan Tenggiri
Ikan ditangkap handak dipanggang
Adi Pranadipa Name diberi
Bujang Melayu Kota Tanjungpinang
Sebait pantun untuk perkenalan..saje..Pak Cik saye dari Kepulauan Riau Khususnya Tanjungpinang, Posting Pak Cik ini sangat menarik dan Indah photo-photonya..Saye melihat ade beberape kemiripan dengan Daerah Saye..Pulau Bintan..Panorama-panorama diatas hampir mirip dengan panorama di Kepri khususnya Kabupaten Bintan..betul-betull mirip Pak Cik..Saye jadi tegerak pula nak menulis tentang daerah saye..dan kebetulan saye juga hobi photografi…Tulisan pak Cik ni bise jadi Inspirasi saye..Itung-itung sebagai promosi daerah Kite lah…Sayang waktu pak Cik YIM berkunjung ke Kepri kemarin tu..cume Sebentar saje..Kalau lame mungkin Pak Cik bise dengan jelas melihat panorama yang sangat mirip dengan diatas tetapi di Kabupaten Bintan, masih satu pulau dengan Tanjungpinang…kalau bise, Singgah ke Kepulauan Riau lagi Pak Cik ye…Apalagi kami Bulan hadapan..hendak menggelar sebuah hajatan Festival budaye Melayu…
pergi berlayar ke selat panjang
Singgah sebentar untuk sembahyang
Barangsiape pernah ke Tanjungpinang
Niscaya hatinya akan terkenang-kenang
June 24th, 2008 at 8:47 pm
edi santosa (komentar #93)
Ass,Terimakasih banyak tanggapannya Pak,
Nah bagaimana dengan muslim memang dari sononya tetapi ia belum menjalankan syariat agamanya dengan benar? Apakah Negara bisa berperan dalam hal ini? seperti saudara saya bilang”saya tidak milih bulan bintang bukan apa-apa, takut kalau menang, terus jd Negara Islam deh kita. Orang-orang kayak saya yang belum bener sholatnya tar pada dipenjarain deh…” Apakah pemikiran seperti ini benar? Sebetulnya, perjuangan PBB untuk kembali ke piagam Jakarta itu intinya apa sih Pak?
Saya harap kalau Bapak serius mencalonkan diri untuk RI 1 atau RI2, bapak sudah siap dengan negative campaigne yang akan dilakukan lawan2 politik Bapak.Terutama berkaitan dengan masalah pribadi Bapak ( soal pernikahan kedua Bapak,soal Ibu Rika, kebiasaan merokok dll ) karena kadang-kadang Bapak masih menanggapinya secara emosi juga.saya rasa hal ini kurang menguntungkan bagi Bapak ataupun PBB secara lembaga. Karena bagaimanapun, Bapak adalah Public Figure yang secara tidak langsung; mau tidak mau berarti Bapak adalah milik Public.Harapannya pun adalah harapan Public. Karena kami belum tentu 100% bisa memahami apa yang ada dalam benak Bapak. seperti saya pernah bilang juga,kadang2 Bapak menjawab pertanyaan sepele dengan jawaban akademis yang njelimet sehingga kadang malah kita lebih pusing dibuatnya.Down to earth ya Pak!
Maaf kalau saya lancang menggurui, umur saya mungkin seangkatan Putra Bungsu Bapak jadi sebetulnya belum layak untuk mengkuliahi Profesor seperti Bapak. Tapi saya yakin Bapak adalah seorang Bapak yang bijak yang mau mendengarkan setiap cerita dan ocehan anak-anaknya.
Sejak sekolah saya menjadikan Bapak sebagai mentor saya ( itulah kenapa istri saya jadi agak sebel sama Bapak,soalnya takut suaminya ngikutin jejak “Bapaknya” juga :-p )
Semoga Bapak & keluarga sehat selalu….
Maaf kalau lihat foto2 Bapak di tabloid WI ( terbitan duluuu sekali, saya masih suka kangen dengan Ibu Kesih
dan keluguan Putra-Putri Bapak)
Kalau gak salah dulu Yuri pernah nyiumin TV saking kangennya sama Bapak karena lgi sibuk kampanye 1999. Semoga keharmonisan itu tidak hanya tinggal kenangan.(sama anak-anak maksudnya, soalnya sama ibunya kan udah bukan muhrimnya lagi hehehe…….)
Wass,
June 26th, 2008 at 5:31 pm
ibnu (komentar #94)
Bos, mengapa nggak ikut syuting film Laskar Pelangi?
kan bisa promosi kampung plus plus
Yakin lebih ditunggu orang dibanding film waktu Bos naik gajah
Kalau baca LP, Bos YIM ini paling cocok perankan pejabat waktu karnaval
syuting sehari, efek berbulan-bulan Bos
syuting kelar lebaran, pas tengah2 kampanye pula kan?
July 5th, 2008 at 8:55 pm
fajar hudaya (komentar #95)
waduh jadi ingat belitong nih, salam kenal bang YIM, kamek juak urang belitong tapi dari tanjong sedang di perantauan tepatnya si samarinda, kaltim. Maklumlah abdi negara jadi kerap pindah-pindah tugas. Sebelumnya kamek di yogya. Kamek juak bulan juli 2008 kemarik, baru balik ke belitong juak, sempat nganyau ke pantai lalang, kampong lalang, komplek masjid assalam kampong baru. Sempat juak nganyau ke gantong, napak tilas Laskar Pelangi. Bangge juak la, kite urang belitong banyak yang berhasil.
Kiape bang rencane nyalonkan RI1, jadi ke? Kamek se insyaallah mendukung, paling ndak dengan du’e, mudah-mudahan belitong tambah maju kaluk ikam jadi RI1. Carilah jalan supaye belitong tambah makmur tanpa merusak lingkungan. Kadang ngeri kaluk kite liat wajah belitong dari pesawat, rusak alam kite. Ape kite kelak kan mewariskan alam yang rusak buat anak, cucuk kite? Ndak kan tentunye. Ayuk bang, terus maju… do’a kamek selalu menyertai. Sukses.
August 13th, 2008 at 9:23 am
dsd (komentar #96)
good
August 22nd, 2008 at 6:58 pm
Marjono Kulup Bakri (komentar #97)
Assalamualaikum Wr.Wb
Kate umak aku abang gik kecik duluk kerap becarik kayu api juak, ye?
Mun benar kuang juak dibuat cerite nye . . .
Salam dari Urang Kampong Jaya - Manggar
August 29th, 2008 at 6:11 pm
agus (komentar #98)
assalamualaikum wr.wb ……
makaseh y pak foto2 belitong e, jd bekurang jua rase lejuk e kan belitong, pas la ningok gambar belitong…
pak Yus, aku ne urang manggar (kampong baru, pantai serdang), SMAN 1 MANGGAR angkatan 2002, skrg aku kerje di daerah Bumi Serpong Damai (BSD), perusahaan e yang punye urang belitong jua. dulu e aku kuliah di Bandung (D3).
pak yus, kame ne urang belitong mun nak balik lebaran sare benar la muje harge pesawat mahal trus kapal laut e jarang pula…kuang be Pak Yus ne nulong nulong e kame ne, agar PEMDA belitong ne nyedia e kapal tambahan…nak jua ne kame balek ke belitong walaupun setahun sekali dengan murah, mudah n nyaman…
MAKASEH YE PAK YUS….MAAF kalo ade nok salah…maju trus PBB ku…..
September 14th, 2008 at 1:17 pm
king_sapei (komentar #99)
ape kabar ikam bang sehatke,dke gawe bang kamek biak belitong banyak nganggor..
October 9th, 2008 at 12:40 pm
Andre (komentar #100)
Terimakasih Pak Yusril, sudah berbagi foto-foto pemandangan alam Belitong.
October 11th, 2008 at 3:37 am
Chrisna Permana (komentar #101)
Bang… di Belitung, bang yusril sudah seperti H. Kalla dg Makassarnya, Sultan HB dg Jogjanya, atau Habibie dg Pare2 dan Bung Hatta dg Bukittingginya… Wkt saya kesana, hampir setiap orang bicarakan abang, memuji abang. jadi kebanggaan lah bang, di tanah belitung. Mulai dr saya ke kantor pemkab, saya di hotel, saya solat jumat bareng di dekat pelabuhan tj pandan, saya main2 di pantai, sy beli oleh2, rata2 klo saya ajak bicara ttg YIM, slalu responnya antusias dan bangga. bahkan…. si supir mobil yg mengantar saya keliling Belitung mulai dari T. Pandan, Mubalong, hingga Manggar, selalu bercerita ttg Abang (katanya bekas kawan kecil abang swaktu di Manggar). Lalu saya yg antusias mendengarnya (krn kebetulan, saya jg fans berat YIM. hahaha) jadilah kami berbincang ttg legenda dr Tanah Belitung. Bahkan ketika saya terlihat sangat mengetahui cerita2 abang (maklum sy koleksi buku2 biografi YIM), maka si sopir tak segan2 mengajak saya utk berkunjung ke rumah abang di Manggar…
Disana saya disambut oleh ibunda abang, ramah sekali. Saya diperlihatkan foto2 abang dg yg lain2nya trmasuk bang Yusron. trus ibu bnyk brcerita ttg masa kecil abang. Yg saya ingat skali, di rumah ibunda abang itu, sy lihat ada guci keramik singa2an (ehehe…berkesan). trus saya disuguhi kue bolu dan es jeruk dingin (sangat pas ditengah suasana panas Manggar).. rumah yg asri, bersih, bersahabat dan menyenangkan. (saya sempat foto2 di dpn pagarnya, lain wktu sy upload jika berkenan).
Tak lupa, ibunda abang pernah bercerita ttg Abang yg suka pulang menyelinap dr jakarta (swaktu jd menteri), nggak pake pengawal dan lepas dr protokol… tau2 sudah muncul di pagar depan rumah pakai topi dan jaket bawa ransel katanya.. ehehe.
Lain kali ajak lah saya lagi yah bang… salam untuk ibunda abang di Belitung..
October 13th, 2008 at 5:12 pm
Marjono Kulup Bakri (komentar #102)
Belitong . . . . .
Aku baru balik dari belitong tangal 2 oktober kemarik. Mimang banyak berubah di sekep sampai arah kampong padang banyak simpang, sampai nyasar, maklum la 5 tahun lum balik kampong lebe agik 2 taun terakhir kerje di Luwuk Banggai.
Mukak milis abang, e ade juak urang belitong di gorontalo tetanggak luwuk, kuang ke tau alamat email nye soalnye berape kali ke jakarta aku transit gorontalo. Klo kuang tulong alamat bapak SY Yunus nok diatas siape tau aku ke gorontalo agik, maklum nyarik urang belitong di sinek susah mungkin cume aku surang urang belitong nok ade di Luwuk Banggai ini.
Belitong ……
Gema film laskar pelangi cuma ade di kota Jakarta. Urang belitong sendirik banyak dak tau film itu di putar perdana di bioskop jakarta tgl. 25 Sept kemarik. Aku nyarik CD/VCD nye di Jakarta keliling dak dapat, maksudnye se untuk promosi kan kawan-kawan rupe nye lum beredar.
Belitong . . . .
Kelakar kan kawan-kawan nok kerje nyarik timah …. Harge timah turun dak sesuai agik kan ungkos solar kan alat berat e …. ngasin amat kan kawan-kawan nok di belitong nak lebaran pulak . . . ade ke kerje lain untuk biak-biak belitong ke ……
TI makin banyak di mane-mane . . . jalan dari manggar ke arah damar dikirik kanan makin belubang la kalah isak kulong IBE TIGEBELAS . . .
Warung Kupi makin banyak diujong lipat kajang … eit la ade transaksi tanah diatas 1 M di manggar . . . hebat!
SAMPAI LUWUK …….
Ngeliat acara di TV ade bang yusril kan sape calon presiden alternatif itu . . . o ye Fajrul . . . Bang Yusril lebih kalem dan taktis jawab pertanyaan . . . dak macam duluk di TV ade ngelayanek wartawan yang betanyak dengan sinis . . . KAMU YANG AHLI HUKUM ATAU SAYA ???? …. atau debatnye dengan Ismail Sunni dan Harun Al Rashid. Bang Yusril la berubah …..
Sukses Bang Yusril . . . Sukses juak Belitong
Salam Hormat,
Marjono
October 14th, 2008 at 12:12 pm
RULLY FIRMANSYAH (komentar #103)
Ass. Wr.Wb
Yth. Bang YIM
Salam kenal, saya juga berasal dari Pulau Belitong yang indah dan selalu dirindukan. Saya pengagum berat Abang sampai sekarang, tentunya karena pemikiran-pemikiran yang cerdas dari Abang. Saya juga selalu mengkampayekan Abang ke siapa saja, istri, mertua, ipar, kawan-kawan, bawahan, atasan, dll tentunya dengan argumentasi yang logis.
Beberapa kali, kalau pas lagi pulang kampung ketemu bang Yusril (biasanya di Pasar Ikan).
Sama seperti bang YIM atau kawan2 yang lain, kalau pulang kampung pasti napak tilas ke tempat-tempat yang selalu menjadi kenangan (nostalgia).
Untuk yang namanya Fajar Hudaya, sepertinya teman sekolah SMA dulu di Tanjong Pandan.
Kalo masih kenal sama saya, biasa dipanggil Tanco di sekolah dulu. Tahun 1987 lulus SMA, terus ikut test AKABRI sampai ke Magelang tapi ndak lulus, malah nyasar di Jakarta luntang-lantung tapi nasib baik bisa kuliah di UI (kayak Ikal di Laskar Pelangi), sempat juga kuliah di ITB tapi tahun 1991 keburu selesai di UI dan lulus test masuk kerja di Pertamina sampai sekarang di tempatkan di Kilang Minyak PT. Pertamina UP.V Balikpapan Kaltim.
Kalau Bang YIM atau Fajar ke Balikpapan jangan nggak singgah di rumah: d/a. Jl. Lawi-Lawi No. 11 Komplek Pertamina Balikpapan.
Wassalamualaikum Wr.Wb.
October 23rd, 2008 at 2:20 am
Fajar Hudaya (komentar #104)
Buat : Tanco atau Rully Firmansyah
Alhamdulillah, aku ketemu kawan lama’. Pasti aku ingat kan mikak, kite sekelas waktu di kelas I SMAN Tanjungpandan. Waktu itu rully akrab kan rahmat. Aku ke jurusan A3, rully ke A1. Aku ingat ketika itu memang Rully jago’ pelajaran matematika. Aku kerap ke balikpapan, kalo balik ke yogya atau tugas ke jakarta pasti lewat balikpapan. Tolong aku diberi no hpnya. Aku mulai bulan Agustus kemaren di pindah tugas dari Yogya ke Samarinda. Ini alamat kantorku di Samarinda :
BPK-RI Perwakilan Samarinda
Jl. M. Yamin No. 4, Pelayaran
Samarinda Telp. (0541) 743798
HP. 081329065499
Ini alamat emailku : fajar.hudaya@bpk.go.id
Kapan-kapan kalo main ke Samarinda, silahkan singgah.
October 29th, 2008 at 2:10 pm
Raja Arfian (komentar #105)
Tolong pak minta foto nya berpakai melayu
November 1st, 2008 at 8:42 pm
Ahmad Syukri Yanto (komentar #106)
Assalamu’alaikum…
Apa kabar Ocu Yusril.
Pemandangan alam Belitung bagus ya cu. kelihatan begitu tenang dan penuh kedamaian.
Yang lebih asik lagi kayaknya foto diwarung kopi tuh. Lebih natural. Gak kebayang kalo sore-sore hari kumpul bareng teman-teman lama tukar pikiran sambil minum kopi. wah enjoy abisssss…
Oh ya, ocu kapan jalan-jalan lagi ke Riau (desa Salo/Kampar). Ocu masih ingat Salo kan…
Kapan-kapan ada waktu, jalan-jalan lah ke desa Salo ya cu.
Salam kenal ya cu.
Ahmad syukri (Perantauan riau yg berjuang di Jkt).
November 3rd, 2008 at 4:37 pm
Edi Nasapta (komentar #107)
Bang, Ikam tetap ingat Kampong Nok Jaoh Ne, HEhE kamek yg disinek jadi senang urang sepandai ikam agik ingat kan kamek. kiape kabar keluarge bang? jadi ikam ne berape kali sebulan balik kampong? ikam serius ke nak jadi presiden. dak ngeri ke? dana kampanye kan gede bang. baru nak jadi BUpati jak pak darman te la mahal biayenye ape agik ikam nak jadi president . tapi seh pandai pandai ikamlah bang. hantam sajak, duluk jak ikam dak tau kan jadi menteri segale macam. hehe. okelah bang kamek dukung seratus persen. tapi tolong dukung juak aku ne, dak banyak gak nak jadi anggota dprd tk 2 aja. aku dari PNI bang mudah2an akam dak marah ye, karne aku ne emang lain partai dari ikam. tapi mun soal presiden kelak tetap ikam yg kamek pilih 100%. cuma PBB di Belitung ne tlg ikam sebut usa gilak garang. la jadilah BUpati aja PBB berik kan kamek PNI ne juak barang kan sekursi duak. HEHE ( AGIK ) oke Bang Thanks met selamet aja ,,,,, MARHAEN MENANG… PNI JAYA …. YIM PRESIDEN !!! AMIIN
November 12th, 2008 at 10:47 pm
EDI MARHAEN (komentar #108)
BANG tambah sekali agik la yee, pokoke ikam to nak banyak persiapan laa yee, SBY to emang jadilah bang usah agik jadi President agik. la harus ikam nok ngegantikanyye, tapi terus terang bang aku raga bingung juak kan bule dari mane ikam duit ratusan milyar idang dana kampanye presiden. aduh aku jadi stress bang mikirek itu. karne aku ne jadi Pemimpin Partai PNI MARHAEN di Belitung jak gak idang nak berijo masuk ke bang DPRD to lah tujo kenining bekeringat ringat mikirek duit idang kampanye dan sosialisasi. tapi se emang mental ikam dak aku sangsikan agik bang. aku to yakin kan ikam,,, o ye bang tolong yee sebut kan pak suhardi ket PBB, usah gilak banyak naro urang di DPRD to. kamek ne kuang juak diberik kesempatan di BElitung Ne. Belitung kan milik bersame hehe. bang aku nak minta tulung kan ikam tulung sebut kan bos darmansyah usa gilak banyak muat hotmix proyek nye, la bagus jalan2 kite ne. kite perlu akses pelabuhan segere yg baik dan laik pakai Pelabuhan barang dan orang peti kemas pun harus cepat ade. paling lat 2 th aku berik waktu. mun dak e aku yg la dukung belau kan byk turun pulak ke jalan merotesek kebijakan belau!!! Belitung ne lah mulai sare karene timah turun meke cepatlah Pelabuhan to di kemasek biar urang jadi nak muat pabrik-pabrik hilir yg produksi barang manufactur biar urang belitung ne dapat banyak lap kerjenye. bang mun ikam ke belitung agik ikam tlg kelakarek masyarakat di belitung ne supaye usa gilak boros. ikam tau ke bang kaluk biaye idup di belitung ne mahalllll . tapi mun pandai behemat agik dapatlah idup to dak pening. jadi ikam nak merik nasehat juak kan urang2. ok boss thanks yee salam kan adek ikam bang yusron. pokoke belau to tetap dapatlah DPRRI pulak usah gadoh la. asal kamek diberik tk2 ne sikok atau duak. mundak itu tepakse aku kan ngusal ngapuk muje dak dapat keresi. tapi se bang tr terang aja PBB Belitung to dak gilak lihai >>>>> haha usa mara dak aci ye. ikam mun mara dak kupilik jd presiden. dan maaf yee aku kelakar politik. ikam usa icak2 nak mara juak meje kite same tau lah kite ne memangf orang Politik. Untuk semue pembace Blog ini yg di Belitung atau luar Belitung salam kenal juak dari aku yg nak numpang ngetop ne. Aku Edi NAsapta Biak Air RAya aku tgu dukungan mikak idang aku Untuk Maju Di Kursi DPRD TK 2 Aku la siapkan konsep untuk pembangunan Belitung. Idang Kite semue. sekali agik thanks bang YUSRIL USA MARA……
November 12th, 2008 at 11:04 pm
HAIDIR ASON SEMENDE (komentar #109)
Semenjak Laskar Pelangi naik daun, belitung jadi sangat terkenal. 2 hal yang menyebabkan belitung terkenal yang pertama karena Bang YUSRIL IHZA MAHENDRA & yang kedua karena Laskar Pelangi. Mudah-mudahan Bang Yusril bisa jadi Presiden, kami doakan amin. Kencintaan seseorang dengan kampung halamannya pasti juga menyebabkan dia akan sangat mencintai negaranya, sukses selalu Bang, gapai RI I … Kapan lagi Presiden orang luar jawa … Amerika saja sudah ganti Presiden dari Indonesia (Biarpun Indonesia Coret/Numpang lewat).
November 14th, 2008 at 9:51 am
rahmad gusmedi (komentar #110)
hallo pak yusril, cukup bagus juga pemandangan di bangka belitung,
November 15th, 2008 at 12:54 pm
lin (komentar #111)
di padang yg kaya cuma peabat sm yusril doang itu duit byk bener? makanya dpt bini muda seharusnya jadi anak kandung tuh….cari duit yg halal ya… makanya indonesia ancur lebur sampe hutan pada gundul macan orang utan pada ludes…payah dah loe.. pada gak inget kuburan
November 17th, 2008 at 12:57 pm
Pages: « 1 2 3 [4] Show All
Punya pendapat? Sampaikan pendapat Anda