Bismillah a-Rahman ar-Rahim,
Proses pembuatan film drama kolosal Laksamana Cheng Ho atau Admiral Zheng He, kini telah mendekati tahap akhir. Film yang semula dirancang untuk 26 episode, dalam perjalanannya berkembang menjadi sekitar 30-32 episode, dengan masa tayang selama 50 menit setiap episodenya. Pengambilan gambar sebagian besar telah dilakukan di Thailand dan China. Pengambilan gambar sesi terakhir untuk lebih kurang 20 persen dari seluruh proses pengambilan gambar akan dilakukan pada bulan Februari ini juga di Jakarta dan Jawa Barat. Insya Allah, kalau tak ada aral melintang, film kolosal ini akan ditayangkan pada akhir bulan Maret yang akan datang, di salah satu stasiun televisi nasional kita. Bersamaan dengan itu, DVD film ini dengan pilihan bahasa dan subtitle juga akan memasuki pasar di berbagai negara.
Film drama kolosal Laksamana Cheng Ho ini adalah film cerita yang pertama diproduksi, setelah sebelumnya CCTV 4 China membuat film dokumenter mengenai armada Cheng Ho. Film ini dikerjakan bersama oleh Kantana Ltd, perusahaan film terkemuka Thailand, PT Jupiter Global Film dari Indonesia dan Heng Dian Movie Corporation dari China. Para aktor dan aktris film ini berasal dari Thailand, Indonesia, China, Vietnam, Kamboja dan Malaysia. Skenario film ditulis dalam enam bahasa, untuk kemudian disulihbahasakan ke berbagai bahasa di mana film kolosal ini ditayangkan. Selain ditayangkan di Indonesia, dalam waktu berdekatan, film ini juga akan ditayangkan oleh tevelisi China, Thailand, Malaysia, Singapore, Vietnam, Kamboja, Myanmar dan Turki. Negara-negara Timur Tengah, kabarnya juga berminat untuk menayangkan kisah laksamana beragama Islam dari Dinasti Ming pada awal abad ke 15 ini.
Armada Cheng Ho dikenal sebagai armada laut terbesar yang pernah ada sebelum kita memasuki era modern. Armada itu terdiri atas 320 kapal, dengan 28.000 prajurit angkatan laut, dan sekitar 5000 awak kapal. Armada itu mengontrol lautan mulai dari Mogadishu di Afrika sampai ke Philipina dan Taiwan di Lautan Pasifik.
Laksamana Cheng Ho, selain berperan besar dalam membangun kejayaan Dinasti Ming, juga berperan besar dalam membangun persahabatan dan kerjasama antarabangsa di kawasan Asia dan Afrika. Armadanya aktif melerai berbagai konflik di berbagai kawasan, mengamankan alur pelayaran internasional dari ancaman bajak laut, dan membangun kerjasama pertanian, perdagangan, kebudayaan serta memberikan bantuan teknis militer dan pertahanan kepada berbagai negara di kawasan Asia Tenggara, termasuk Kerajaan Champa (Vietnam), Suvarnabhumi (Thailand), Melaka (Malaysia) dan Majapahit serta wilayah eks Kerajaan Sriwijaya (Indonesia).
Kepada rekan-rekan yang ingin menyaksikan preview episode pertama film Laksamana Cheng Ho, dapat menggunakan fasilitas upload video dari Youtube. Resolusi yang lebih baik dapat didownload dari link ini. Format Youtube menggunakan default format .flv sedangkan video yang pada link diatas menggunakan format .mov (Quick Time Format) yang dapat dibuka menggunakan VLC yang tersedia baik untuk sistem operasi Windows maupun Linux. Saya mohon maaf jika proses uploadnya akan memakan waktu yang agak panjang, tergantung pada kemampuan komputer masing-masing. Kalau diklik langsung di layar tampilan, mungkin hasilnya kurang memuaskan karena terputus-putus. Tepi semuanya, sekali lagi, tergantung pada kemampuan komputer masing-masing. Kami sedang memperbaiki penampilannya agar tayangannya lebih nyaman untuk dinikmati. Untuk itu sekali lagi, saya mohon maaf.
Akhirnya, saya ucapkan selamat menyaksikan….
Cetak artikel Oleh Yusril Ihza Mahendra — February 6th, 2008
132 tanggapan untuk “PREVIEW EPISODE I FILM LAKSAMANA CHENG HO”
Blog Vavai (komentar #1)
[...] VLC Player)Artikel lengkap termasuk keterangan singkat mengenai film ini bisa dibaca pada posting Preview Episode I Film Laksamana Cheng Ho Posted by Muhammad Rivai Andargini in Blog Walking at 10:29 | Comments (0) | Trackbacks (0) [...]
February 6th, 2008 at 10:29 am
RIZAL FAN (komentar #2)
Waduh Hebat Juga Bang Yusril di Previewnya !
Mat & Seksus Selalu
February 6th, 2008 at 11:22 am
RIZAL FAN (komentar #3)
Wah keliru Bang bukan Seksus tapi Sukses !
Kita pingin cepet2 nonton filmnya
Salam
February 6th, 2008 at 11:23 am
arif_gendut (komentar #4)
khir bulan Maret yang akan datang, di salah satu stasiun televisi nasional kita……
stasiun nya apa pak….?
dalam film, Bapak jago kungfu…..aslinya…bagaimana pak..?
Waah… nanti deh diberitahu belakangan stasiun tv yang mana. Aslinya, ya.. bisa main kungfu juga tentunya, he he he…(YIM)
February 6th, 2008 at 11:41 am
Pujiono (komentar #5)
apakah sudah ada informasi stasiun televisi di Indonesia yang akan menyiarkan film ini? semoga rating film ini nantinya bisa mengalahkan rating sinetron cinta-cintaan…
Insya Allah Boss, film ini tentang politik, perang, diplomasi, penyelesaian konflik dan membangun perdamaian dunia. Tidak ketinggalan juga dakwah Islam dan harmoni antar umat beragama. (YIM)
February 6th, 2008 at 11:48 am
rahmat dahlan (komentar #6)
pk yusril,sya salut ma bapk yangsukses juga beraktingnya,btw mau nyalonin jadi presiden ngga pak,rumah saya d cputat lho, kalo dulu kecil seringsolat d umj, pulangnya brnang d situ gintung lwat jalan rumah bpk(dlu blum ad),doain saya ya pak lagi smt 4 di pasca ui salemba
Terima kasih banyak. Saya doakan semoga sukses kuliahnya (YIM)
February 6th, 2008 at 12:26 pm
silent (komentar #7)
@Pujiono:Saya juga berharap begitu. Sudah bosan dengan $#1tn3tr0n indonesia yang isinya sampah semua.
*kangen nonton keluarga cemara*
February 6th, 2008 at 12:27 pm
Vavai (komentar #8)
#Silent, kira-in “kangen nonton keluarga Cendana”, hehehe…
#Pujiono, ini yang saya maksudkan di blognya Thomas.
BTW, sepanjang filmnya bagus dan bermanfaat, saya juga setuju supaya film ini bisa mengalahkan sinetron bullshit dan nggak masuk akal yang sekarang mendominasi TV Indonesia. Lama-lama bukan sinetron tapi jadi Sh*tnetron…
February 6th, 2008 at 12:56 pm
Jay (komentar #9)
Siiip.
*download dan sebarkan*
Terima kasih banyak Boss! Berkat tulisan Anda tentang Laksamana Cheng Ho di blog Anda juga yang akhirnya mendorong adanya blog saya ini. (YIM)
February 6th, 2008 at 2:10 pm
Hairul Wz (komentar #10)
mudah - mudahan film cheng ho ini :
1. dapat rating yang tinggi agar dapat di gunkan bang yusril menuju RI 1
2. tidak kontra produktif dengan grand scenario dakwah islamiyah di Indonesia
3. bermanfaat bagi khalayak umum yang ingin tau tentang laksamana cheng ho
Laksamana Cheng Ho tidak bisa dipisahkan dengan masjid chengho di Surabaya jadi kapan sutingnya di Surabaya ?
Mesjid Cheng Ho di Surabaya baru dibangun di akhir abad ke 20, setelah 500 tahun Laksamana Cheng Ho mendarat di Tuban dan mengunjungi Prabu Wikramawardhana (Raja Majapahit) di Trowulan. Jadi syuting film ini tak akan dilakukan di mesjid itu, karena mesjidnya belum ada ketika Cheng Ho datang ke Majapahit dan Blambangan.
Syuting juga tidak akan dilakukan di Kelenteng Sam Po Kong, Semarang. Menurut catatan sejarah, memang benar Cheng Ho pernah mendarat di Desa Simongan yang menjadi cikal-bakal kota Semarang sekarang ini. Namun keberadaan Kelenteng Sam Po Kong baru ada pada abad ke 18 (300 tahun setelah Cheng Ho wafat). Kelenteng itu dibangun para perantau China di dekat kompleks perumahan dan pertokoan mereka, yang oleh orang Jawa setempat disebut dengan nama “Gedung Batu”. Di tempat itu pula dimakamkan nakhoda kapal induk Ba Coan, kapal induk armada Cheng Ho, yang bernama Wang Ching Hong. Dia juga seorang Muslim yang hafal al-Qur’an dan pandai berbahasa Arab dan Persia.
Wang Ching Hong konon membantu Sunan Bonang menyebarkan Agama Islam di Jawa Tengah, atas perintah Cheng Ho. Dia juga membina kerukunan antara perantau Cina dengan masyarakat Jawa, termasuk kerukunan antara pemeluk Islam, Hindu, Buddha dan Kong Hu Cu. Hidupnya menjadi legenda masyarakat Jawa dengan sebutan Panembahan Dompu Awang. Makamnya ada di samping sebuah mesjid di dalam kompleks kelenteng, yang dikenal masyarakat Jawa sebagai “Makam Kiyai Juru Mudi”.
Ketika Cheng Ho mendarat di Semarang, kawasan Desa Simongan masih hutan belantara. Kelenteng Sam Po Kong belum ada waktu itu. Jadi tidak mungkin kelenteng itu dijadikan tempat syuting film ini.
February 6th, 2008 at 2:53 pm
alfaroby (komentar #11)
satu lagi nih tokoh besar islam, seoranh laksamana
aku tahu dia pas dulu maen maen dengan filateli, ada perangko bergambar dia. aku suka benget. sampai sekarang masih tersimpan rapi.
eh ya aku udah lihat videonya, lumayan juga nih film
February 6th, 2008 at 4:01 pm
ainun abdullah (komentar #12)
ruuuuuuaaar buasa, seorang profesor tata negara ternyata juga ahli main kungfu .
February 6th, 2008 at 4:04 pm
Fatoni (komentar #13)
Selamat, selepas dari menteri SBY malah jadi Laksamana.
Semoga setelah itu jadi presiden!
Insya Allah Boss! (YIM)
February 6th, 2008 at 4:08 pm
Donny Verdian (komentar #14)
Pak Yusril, boleh tahu kenapa Anda yang dipilih bermain dalam film ini?
Terimakasih…
Awalnya, saya terlibat dalam persiapan pembuatan film ini. Tak dinyana sutradara dari Thailand menghendaki saya yang main. Mulanya, saya katakan tak mungkin, karena jadi menteri. Tetapi setelah saya diberhentikan dari kabinet, saya tak punya alasan lagi untuk menolak. Akhirnya jadilah saya main dalam film ini. (YIM)
February 6th, 2008 at 6:11 pm
syirulgrul (komentar #15)
saya kira film cengho bisa jadi alternatif tontonan. disamping menjadi sejarah yang bisa diceritakan ke generasi kita. karena saya guru, saya getol sekali cerita tentang ceng ho ke murid-murid saya. bukan karena untuk iklan supaya ditonton, tapi saya ingin ceng ho bis dikenal sebagai pelaut besar pada abadnya yang sntun dan memberi manfaat serta membawa kedamaian kepada semua tempat yang disinggahi. tidak seperti pelaut-pelaut lain yang di besar-besarkkan dalam pelajaran sejarah yang selama ini kita pelajari di sekolah. yang justru menjajah dan menimbulkan peperangan di setiap tempat yang disinggahi.
Mudah-mudahan waktu tayangnya bukan tengah malam sehingga anak-anak murid bisa mengikuti cerita ini.
semoga sukses pak
Insya Allah akan ditayangkan pada “prime time” sesuai pembicaraan dengan stasiun tv nasional kita.(YIM)
February 6th, 2008 at 7:17 pm
Nasrullah (komentar #16)
Selamat bang YIM:
1. Langsung main film skala internasional.
2. Menonton Cheng Ho kita akan belajar hingga ke negeri China.
Apa ada himbauan nih untuk tidak membeli DVD Cheng Ho bajakan?
Tentu kami mengajak semua pihak agar tidak membajak film ini. Biaya bikinnya mahal juga, sekitar 5 juta dolar Amerika atau sekitar 48 milyar rupiah. Kepada masyarakat kami juga mengajak agar jangan membeli DVD bajakan. DVD asli jauh lebih bagus dibandingkan dengan bajakan. (YIM)
February 6th, 2008 at 7:34 pm
bungcip (komentar #17)
Semoga kalau ditayangkan nanti ratingnya tinggi
* Mau nonton dulu ah *
February 6th, 2008 at 7:38 pm
syafei (komentar #18)
waduh hebat juga Bang Yusril. selain seorang Politisi juga seorang bintang Film. selamat buat bang Yusril
Terima kasih Boss. Baru permulaan saja main film.(YIM)
February 6th, 2008 at 10:30 pm
Rezki (komentar #19)
Apakah laksamana sukardi masih keturunan laksamana cheng ho ? :D
Tidak ada hubungannya. Laksamana Sukardi adalah sebuah nama. Cheng Ho disebut sebagai “laksamana” atau “admiral” karena terkait dengan jabatannya sebagai Panglima Angkatan Laut dinasti Ming. Laksamana adalah pangkat Angkatan Laut setara dengan Jendral di Angkatan Darat. (YIM)
February 7th, 2008 at 8:55 am
M Fahmi Aulia (komentar #20)
semoga filmnya bermanfaat :-)
*tidak sabar menunggu kemunculan bung YIM di ‘alam’ film*
February 7th, 2008 at 9:23 am
Ninik (komentar #21)
Setelah jadi bintang film siap-siap pak untuk masuk cek ricek hehhe.
Good luck pak
Udah sering. Isinya kebanyakan gossip melulu, walau kadang ada benarnya. (YIM)
February 7th, 2008 at 11:54 am
aini t.vierra (komentar #22)
Pak Yusril, preview film ini bagus sekali. Memang banyak potensi yg terpendam dalam diri Pak Yusril. Ahli dalam Hukum tata negara, penulis setaraf kesusasteraan Melayu, akting go International, sebentar lagi ….RI #1. Mudah-mudahan dengan ditayangnya film ini , semua usia dan semua lapisan masyarakat Indonesia bisa menikmati dengan baik. Juga bermanfaat bagi semuanya untuk dapat mewujudkan tujuan yg kita cita-citakan yaitu terciptanya kerukunan hidup antar umat beragama. Terima kasih Pak Yusril atas video preview film ini. Semoga sukses selalu dan cita-citanya tercapai.
Matur nuwun Mbakyu (YIM)
February 7th, 2008 at 12:13 pm
IMIGRASI (komentar #23)
Yg terhormat Pak Yusril,
Seperti kita saksikan di media bahwa dalam sidang pleno di Mahkamah Konstitusi kemarin, terjadi uji materiil terhadap UU No. 8 Tahun 1992 tentang Perfilman. Sebagian artis, Sineas dan Prosedur film Indonesia yang menjadi pemohon menilai bahwa UU tersebut sudah tidak relevan lagi dengan animo perfilman Indonesia saat ini. Bahkan sebagian besar dari mereka menuntut agar Lembaga Sensor Film (LSF) dibubarkan karena menghambat kebebasan berekspresi dan tidak menjalankan fungsinya dengan baik.
Sebagai aktor bagaimana bapak melihat fenomena ini, dan semoga dapat menjadi pencerahan bagi kita bersama….
Saya ingin menelaah lebih dalam dulu masalah ini, sebelum mengemukakan pandangan. Sejauh mengenai film Cheng Ho sampai sekarang tak ada masalah apa-apa. Menteri Jero Wacik dan stafnya mendukung kerjasama perusahaan film tiga negara (Indonesia, Thailand dan China) dalam memproduksi film ini (YIM)
February 7th, 2008 at 12:46 pm
N. ANWAR (komentar #24)
Sukses Bersama Bang Yusril !!!
Semoga Film ini bisa membawa pencerahan dalam perkembangan sejarah ISLAM dan
bisa mengangkat Popularitas bang Yusril dalam rangka menuju RI 1 Insya Allah.
February 7th, 2008 at 6:59 pm
Iwan Asnawi (komentar #25)
@Yth: YIM…
Selamat atas filmnya…
…eks Kerajaan Sriwijaya? Tambahan pada “eks” sebelum “Kerajaan Sriwijaya”…itu maksudnya apa?
Karena dari beberapa informasi yang saya baca tentang Sriwijaya, Ilmuan manca negara (Oxford, dan Barclay misalnya) tidak pernah menggunakan kata eks sebelum kata “Sriwijaya”.
Apakah ada unsur “politis”? Atau kesalahan “redaksi” saja?
Kan, bagaimanapun di blog anda…mungkin ada yang masih berdarah “Shaylendra”…
Atau secara “Negara” (Nation), mestinya kita dulu yang harus menghargai “Negara kita” (termasuk anda dan saya)…sebelum Negara dan atau Bangsa lain menghargai kita… Ini memakai kata-kata anda sendiri yang mau
“rukun”… dan saling menghargai…diantara para pemimpin. Terima kasih, dan…
Salaaaaaam…
Ketika Cheng Ho datang ke Asia Tenggara pada awal abad 15, Kerajaan Sriwijaya sudah hancur. Wilayah eks Kerajaan Sriwijaya, terutama pusatnya di sekitar Palembang, menjadi rebutan berbagai negara, terutama Kerajaan Pajang (Jawa) dan Melaka. Dalam keadaan porak poranda, Palembang juga menjadi daerah operasi bajak laut. Cheng Ho ditugasi oleh Kasir Ming Chu Ti untuk mengamankan perairan Asia tenggara, sebab itu dia memerangi perampok dan bajak laut yang waktu itu mengontrol Palembang. Seluruh kekuatan bajak laut (sekitar 5000 orang) yang dipimpin seorang warga China ditaklukkan armada Cheng Ho. Pemimpinnya ditangkap, diadili dan dijatuhi hukuman mati di Nan Jing, ibukota Kekaisaran Ming di masa itu.
Cheng Ho juga melerai pasukan Sultan Trenggono dari Jawa dengan pasukan Raja Parameswara dari Melaka dilaut sekitar Selat Bangka, yang akan berperang memperbutkan Palembang. Pasukan Cheng Ho yang jauh lebih besar dan lebih canggih persenjataannya, mampu menahan pasukan Jawa dan Melaka agar tidak berperang. Cheng Ho “memaksa” kedua raja itu untuk berunding mengenai stasus Pelembang di kemudian hari. Dia menawarkan jasa baik untuk membangun perdamaian di kawasan eks Kerajaan Sriwijaya. Saya kira, tidaklah salah kalau saya mengatakan wilayah eks Kerajaan Sriwijaya. (YIM)
February 8th, 2008 at 8:28 am
resti (komentar #26)
Bang, filmnya dibuat dalam bahasa apa?
cuma usul, agar penayangan di Indonesia tidak memakai sulih suara. Bukannya apa2, tapi film yang didubbing menurut saya banya k kehilangan “jiwanya”. Selain itu, dubbing tidak membuat kita belajar bahasa lain dan juga membuat kita malas membaca.
O,ya stasiun tv mana yang akan menayangkan? swasta atau TVRI? walau tinggal di jabotabek, ternyata di daerah saya TVRI kualitas gambarnya tidak bagus. WAlau dari segi jangkauan mungkin TVRI lebih luas (dalam skala nasional).
Kalo soal DVD bajakan,…terus terang koleksi saya original semua. rasanya aneh, kalau mengkoleksi tapi barangnya bajakan.
Seperti telah saya jelaskan, skenario fim ini ditulis dalam 6 bahasa, karena para aktor/aktrisnya berasal dari Thailand, Indonesia, China, Hong Kong, Malaysia, Kamboja dan Vietnam. Setiap aktor berdialog dalam bahasanya sendiri-sendiri. Sebab itu film ini tak dapat dipahami oleh penonton tanpa didubbing. Membuat film dengan melibatkan aktor/aktris dari berbagai negara dan hanya memahami bahasa nasionalnya sendiri, memang terasa sulit. Sutradara film ini yang sudah membuat puluhan film mengakui hal itu. Sebab itu, ada belasan penterjemah di lapangan ketika syuting berlangsung, agar instruksi sutradara yang juga hanya mengerti bahasa Thailand, dapat dimengerti oleh semua aktor/aktris termasuk crew.
Dalam DVD nanti ada pilihan bahasa, dan subtitle. Jadi terserah penonton mau menonton dalam bahasa apa, dan menggunakan subtitle dalam bahasa apa. Namun untuk tayangan tevelisi, di Indonesia akan didubbing ke dalam bahasa Indonesia. Rencananya demikian.(YIM)
February 8th, 2008 at 8:37 am
Amirul (komentar #27)
film patungan 3 negara ini produsernya siapa aja pak?, biaya produksi 5 juta dolar itu kan relatif kecil dibanding film2 hollywood, apa ditanggung 3 negara juga?
Sudah dijelaskan di dalam artikel. Kalau dibanding dengan Hollywood memang kecil. Namun dibandingkan dengan Bollywood (India) dan negara kita, biaya itu cukup besar juga (YIM)
February 8th, 2008 at 10:45 am
Fatoni (komentar #28)
Ekspresi wajah di film kok tidak berubah.
Masih sama seperti saat tidak main film?
February 8th, 2008 at 11:22 am
Gembul (komentar #29)
Boss!!, mungkin karena ekspresi wajah begini yg buat pak sutradaranya pengen bang yim yg maen di filem ini, he..he..kalau ekspresi muka orang yg laen judulnya bukan cheng ho bisa jadi ceng go bro!!he..he.. canda boss!!
February 8th, 2008 at 11:47 am
Bonar (komentar #30)
Soundtracknya keren… :) tapi koq kayak sinetron silat ya?
@Amirul:
CMIIW, tapi 5 juta dollar itu kalo dihitung berdasar PPP(purchasing power parity)-nya Indonesia, kira-kira2 setara dengan kalau bikin film senilai 15 juta dollar di US. Khan minimum wagenya beda. mungkin lebih lagi kalau dibandingin dengan gaji figuran china atau thailand.
Belum lagi film hollywood memasukkan unsur distribusi dan promosi kedalam budget pembuatan film mereka(lagi-lagi, CMIIW, referensi saya budgetnya Superman Returns).
@Iwan Asnawi:
Kalau dari logika konteks paragraf itu, mungkin ‘itu’ (=ex sriwijaya) berarti abad 15 kerajaan sriwijaya sudah tidak ada lagi (?)
February 8th, 2008 at 2:48 pm
Iwan Asnawi (komentar #31)
@Dengan tidak mengurangi rasa hormat pada Mr. YIM…
@hi…Bonar, lama enggak nongol?… tau-tau ngomentari gua. Tapi…terima kasih…
Kalau, eks = (sama dengan sudah tidak ada lagi)…kita sepakati sebagai “Sriwijaya” sudah tidak ada lagi di abad ke 15… Maka, akan ada redaksi seperti ini, “eks Sriwijaya, eks Champa, eks suvarnabhumi, eks Melaka, dan eks Majapahit…
Salaaaam…
Saya kira, saya menggunakan istilah “eks wilayah” Kerajaan Sriwijaya, sebagaimana kita selalu mengatakan bahwa wilayah Republik Indonesia adalah “seluruh bekas wilayah Hindia Belanda”, yang sama juga artinya dengan “eks wilayah Hindia Belanda”. (YIM)
February 8th, 2008 at 3:25 pm
auliahazza (komentar #32)
kalau lihat di youtube, kayaknya seru filmnya … pak jangan lupa yach kasih tahu nanti jam berapa, hari apa, di televisi mana ditayangkan … TQ
February 8th, 2008 at 6:01 pm
Darmila Gilges (komentar #33)
Sudah dua tahun tidak pulang ke Indonesia, tak tahu kalau ada perkembangan luar biasa. Bang Yusril main film?!Semoga sukses. Kalau ditayangkan juga di Turki, di Eropah kapan?
Waah saya belum tahu. Nanti saya tanya produser di Thailand. (YIM)
February 9th, 2008 at 4:52 am
Iwan Asnawi (komentar #34)
@Darmila Gilges, selamat pagi… sudah minum kopi belum? Ngantuk apa?…
Turki itu masuk wilayah Erofa, Bung… Kan, ikut “Piala Erofa” di Swiss… Kemarin juga ditolak masuk Negara Uni Erofa…
Karena, mungkin “buta” Geografi…he…he…
@YIM, maaf ngomentari dikit…
Ada benarnya juga apa yang anda katakan, karena yang akan menyiarkan stasiun TV di Istambul. Kota Istambul memang terletak di wilayah Turki di Eropa.
February 9th, 2008 at 2:54 pm
Iwan Asnawi (komentar #35)
@Usul YIM…
Untuk “rakyat” yang tinggal di kawasan Pusat Erofa (Swiss, Germany, British, Italy, Franch, and Skandinavia)… Bagaimana kalau di posting lewat “You Tube”… Kayak episodenya, “Derren Brown”… Karena, kalau lewat KBRI?… Uuuhhh, repot…
Salaaam…
February 9th, 2008 at 3:08 pm
Zulkar9 (komentar #36)
Pak jangan hanya jadi laksamana di film tapi harus jadi RI 1, saya akan vote buat bapak! Go head and never retreat!
Insya Allah, Boss! (YIM)
February 9th, 2008 at 7:08 pm
iwan ogan apriansyah (komentar #37)
Bang, Om, Pak…
Cak mano kalo ditayangkan di semua stasiun TV nasional… maksudnyo, supayo sinetron yang dak mendidik masyarakat tergusur… Ditunggu pemutaran filmnya!
Iwan - Balikpapan
February 9th, 2008 at 8:20 pm
dumas (komentar #38)
sangat menyenangkan melihat sosok seorang YIM. sebuah cita-cita idela seorang saya untuk bisa pinter seperti bapak. Nah…yg inginsaya tanyakan… apakah bapak suka menggambar ato memotret ? Mungkin tidak ada salahnya untuk singgah di blog saya… http://www.one-lineone.blogspot.com untuk sekedar berbagi. Karena kadang (menurut saya) dunia politik mungkin ada lelahnya juga, jadi tidak ada salahnya untuk bapak sekedar jalan2 lintas blog yang secara disiplin ilmu sedikit berlainan.
Ditunggu koemntarnya ya pak… karena kearifan sudut pandang bapak terhadap suatu masalah sungguh menyukakan saya.
Sukron Katsiron….
Terima kasih. Saya amatiran fotografi, tetapi lebih spesialis foto hitam putih. Pernah foto hitam putih karya saya dipajang di Istana Merdeka dan juga diterbitkan oleh Rumah Tangga Kepresidenan
February 9th, 2008 at 8:57 pm
wieda (komentar #39)
wuihhh merambah dunia film juga nee? selamat deh pak……
February 9th, 2008 at 11:47 pm
muhammad (komentar #40)
selamat dan sukses, kami tunggu pemutaran film perdananya.
February 10th, 2008 at 1:57 pm
SAMARUDIN (komentar #41)
selamat boss, semoga jadi terkenal, lalu dicintai, karena dicintai akhirnya dipilih pada 2009 nanti, sukses selalu. terimakasih
February 10th, 2008 at 2:50 pm
SAMARUDIN (komentar #42)
apakah ceng hoo yang asili ada tai lalat di atas bibirnya?…jawab yaaa, terima kasih.
Mungkin tidak ada. Zaman itu belum ada fotografi,sehingga tidak ada foto Cheng Ho. Apa yang ada hanyalah lukisan dan patung hasil rekaan belaka. (YIM)
February 10th, 2008 at 2:52 pm
zakariya (komentar #43)
Wah.. lumayan juga aktingnya. Semoga sukses menyertai bang yusril selalu..
Kapan di Indonesia filmnya diputar? Saya & keluarga sudah nggak sabar nich…
February 11th, 2008 at 3:12 am
mathematicse (komentar #44)
Pak Ysril, bagus preview-nya. Jadi pengen segera nonton. Preview di You Tube juga bagus, ga putus-putus kok gambarnya. (Dilihat dari tempat saya…. :D )
Saya jadi teringat pelajaran sejarah… :D
February 11th, 2008 at 4:21 am
mathematicse (komentar #45)
Pak Yusril, bagus preview-nya. Jadi pengen segera nonton. Preview di You Tube juga bagus, ga putus-putus kok gambarnya. (Dilihat dari tempat saya…. :D )
Saya jadi teringat pelajaran sejarah… :D
February 11th, 2008 at 4:22 am
atiyah (komentar #46)
pak yusril…..,kalo di film laksamana cheng ho, bapak jadi tokoh yang serius,itu sama saja dengan sehari-hari bapak,bagaimana kalau untuk film berikutnya memerankan tokoh yang tidak serius,seperti pelawak contohnya,pasti seru pak…
sukses untuk film dan karirnya ya pak….!
February 11th, 2008 at 9:25 am
ferri (komentar #47)
Bang YIM, peran abang sebagai apa? di \film laksamana cheng ho itu.
dan maaf dibayar berapa jadi aktor itu? ajak-ajak dong saya juga bisa maen kung fu neh..
trims bang..
Wass
Saya memerankan Laksamana Cheng Ho. Soal honor entahlah, mungkin nanti kalau filmnya sudah beredar. (YIM)
February 11th, 2008 at 10:13 am
Iwan Asnawi (komentar #48)
@Yth: YIM…
Terima kasih, atas tanggapan anda… Dan betul, anda tidaklah salah…he…he… Kan, saya tidak mencari-cari kesalahan anda…
Baiknya begini… Karena keterbatasan (minim) kepustakaan tentang, “Sriwijaya”… Sudilah anda mengutarakan sumber kepustakaan anda. Bagaimanapun, kalau kita mengikuti pustaka “Surat Tani” dari eks Kerajaan Suvarnabhumi, Thailan sekarang… “Kedekatan hubungan antara Sriwijaya dan China bisa kita ikuti pada kisah I Ching (abad ke 6-7), seorang pelajar dari China yang datang untuk belajar Agama Budha…Yang kita tau pada saat itu ada sekitar seribuan pendeta Budha di Sriwijaya. Dan memang “Swarna Dwiva”, nama lain Sriwijaya adalah satu pusat kerajaan yang beragama Budha”. Dalam Surat Tani, antra Sriwijaya dan China, sangat erat hubungannya hanya pada perdagangan belaka. Sampai pada ujung dari kekuasaan Kerajaan Sriwijaya, yaitu akhir abad ke 14. Karena kedekatan hubungan perdagngan itu, Raja Sriwijaya mengirim Kurir (utusan) ke China untuk meminta bantuan bala tentara… Untuk memukul serangan dari Melaka, dan Kerajaan dari Jawa…
Kita tau memang, Raja China akhirnya mengirim bala bantuan… Tapi, kedatangan bantuan tentara itu telat… Waktu mereka datang, Kerajaan Sriwijaya telah hancur… Penulisan kisah ini, ada pada “Surat Tani”…
Kisah pastinya, tentang kekalahan Sriwijaya itu, sekarang masih “misteri”… Sama misterinya dengan Kerajaan Sriwijaya itu sendiri… Ada yang mencoba mengkaitkannya dengan “Surat Ulu”, yang berbahasa (alpabet) Kaganga… Tapi, orang-orang (masyarakat) di Ulu (Ogan Komering Ulu), menganggap “tabu” untuk mengungkap isi “surat” ini. Mereka, lebih mengambil cara “aman”, merahasiakan saja sejarah ini…
Jadi, saya kira juga, kedatangan Cheng Ho ke Bumi Sriwijaya atas keinginan (undangan) Raja Sriwijaya… Kesimpulan saya, Dia datang untuk membantu, bukan menaklukkan…
Salaaammm…
February 11th, 2008 at 2:10 pm
auditorcantik (komentar #49)
dear Pak Yusril,
selamat yaaa sekarang udah jadi film star, sebagai tokoh utamanya lagi… menurut saya gak ada salahnya kok seorang yang tampaknya sangat serius ini, pemimpin partai, politikus juga *hehehe* ikutan partisipasi main filem. semoga ini pure karena bapak ingin mencoba bidang baru yang lain, sekaligus refreshing. dan bukan semata-mata untuk nyuri start kampanye. :)
sukses yaa pak…
February 11th, 2008 at 2:19 pm
abie (komentar #50)
Assalamu’alaikum bang yusril, 2 jempol buat bang yusril, semoga film ini dapat menjadi tuntunan dan tontonan bagi masyarakat indonesia khususnya dan masyarakat dunia pada umumnya. dan juga sebagai alat untuk menunjukkan kepada dunia barat bahwa islam tdk seperti yang mereka anggap sebagai teroris. tp islam pembawa perdamaian.
February 11th, 2008 at 3:09 pm
marco (komentar #51)
Bung Iwan Asnawi, saya penasaran, mengapa anda selalu menulis “erofa” bukannya “eropa” ?
February 11th, 2008 at 3:40 pm
ainun abdullah (komentar #52)
pak yusril benar juga komentar dari BOSH zulkar9 koment 36. pak yusril harus memantapkan niat untuk jadi RI 1. sekarang di desa - desa sudah mulai di garap oleh orang lain. kapan bang yusril mulai terjun ke lapisan bawah, saya ini orang ndeso, dan menurut pengamatan saya orang desa itu tidak kenal pak yusril
February 11th, 2008 at 4:23 pm
adi komenk lalang (komentar #53)
akhir e nunton juak biar gak sikit kiape ke Pak Yusril,hehe….
February 11th, 2008 at 8:23 pm
hamidah (komentar #54)
salam.
Pak YIM hebat banget bisa main film.Jadi aktor aja terus pak …….. kan bpk ganteng n smart .tapi wajah bapak jangan tegang terus dong klw di tv,kesannya bpk orangnya jutek,pdahal nggak kan?
he he he
February 11th, 2008 at 9:54 pm
Iwan Asnawi (komentar #55)
@hai, Marco… Penulisan saya, pada erofa… mungkin karena, dari kata “Eurofe”… bukan “Europe”… Jadi, anda benar, adanya… Maaf, itu mungkin karena saya sudah kelamaan tinggal di Eropa (yang ini saya perbaiki), 16 tahun sudah terlalui. Tapi, terima kasih untuk mengingatkan saya…
Salaaam…
February 12th, 2008 at 3:36 am
Arta (komentar #56)
Ass.w.w. pak YIM Yth. saya seneng membuka dan membaca blog pak YIM ini dan seneng juga membaca tulisan-2 pak YIM yang lainnya, kerena tulisannya mengalir dengan lancar dan mudah dicerna. Dalam khazanah Islam ada Ibnu Khaldun yang ilmuwan dan mantan pejabat yang sukses menulis banyak kitab. Saya membayangkan andaikan pak YIM terus menulis insyaallah akan lahir dari Indonesia ini penulis yang mewarisi tulisan2 sekaliber Ibnu Khaldun. Semoga…Wassalam.w.w.
February 12th, 2008 at 9:09 am
masnyus (komentar #57)
Om Yusril,
Congratulation buat film laksamana cheng ho nya….. Saya tunggu DVDnya atau penayangannya di TV 2 kita (kalo disiarkan). Mudah2an adegan demi adegan tidak seperti sinetron yg tayang di TV 2 kita.
BTW… om suka nggowes (bersepeda) gak??? Kalo suka nggowes bareng yukkkk!!!
February 12th, 2008 at 10:00 am
Preview episode I film laksamana Cheng-Ho | my own log (komentar #58)
[...] Preview ini saya dapet langsung dari pemeran laksamana cheng-ho (Yusril Ihza Mahendra). Previewnya ada 2 yang youtube sama kualitas bagusan. [...]
February 12th, 2008 at 11:21 am
Hari Subari (komentar #59)
Asslm Bang Yusril…. saya dari Kabupaten Bangka… Semoga film Laksamana Cheng Ho ini dapat menjadi titik awal kebangkitan film-film Nasional untuk lebih Go internasional… Semoga bisa membuka mata dan hati para Sutradara Film Indonesia untuk membuat film-film dengan tema yang lebih sesuai fakta dan historis Bangsa dapat menenggelamkan film-film yang mengumbar aurat dan berbau mistik…. Semoga dapat menjadi letupan semangat bagi generasi muda untuk berkarya demi Kebangkitan Indonesia…… Di tunggu kehadiran dvd/vcd nya….. Di tunggu film-film selanjutnya….
February 12th, 2008 at 12:56 pm
Hari Subari (komentar #60)
Asslm Bang Yusril, saya dari Bangka-Belitung…. Selamat atas perannya sebagai Laksmana…. Di tunggu film2 selanjutnya,,,,
February 12th, 2008 at 2:08 pm
Hajar Pamundi (komentar #61)
Pak Yusril, kalo boleh tau pertimbangan apa pak yang membuat Anda belum memutuskan untuk jadi hakim di MK?
Kalau syarat hakim yang mengharuskan non parpol, sedang Anda sendiri masih ada di Dewan Syuro..saya rasa itu bukan masalah pak, karena saya yakin tanpa Anda di Dewan Syuropun tetap jaminan massa PBB tetap loyal pada Anda..
Ataukah pertimbangan lain..Sedikit banyak kalo Pak SBY menempatkan Anda di MK, itu juga akan menjadi penghalang Anda untuk menuju RI 1 pada 2009 mendatang.. atau pertimbangan lain lagi?
salam,
Saya ingin memikirkannya dalam-dalam agar tidak salah melangkah. Tiba saatnya nanti saya akan mengambil keputusan. Toh Presiden SBY belum mencalonkan secara resmi. Saya harus hati-hati juga. (YIM)
February 12th, 2008 at 4:06 pm
daffa (komentar #62)
kaya film jet lee bos! Muantapppppp.
Kapan DVD nya keluar?
February 12th, 2008 at 8:01 pm
khafidhin (komentar #63)
assalamu’alaikum Wr. Wb.
pak yusril, membaca tulisan bapak yang ada di blog ini ternyata membuat saya mampu berjam - jam nongkrong di depan komputer. habissssss…..tulisan pak yusril sangat bagus dan enak di baca. trima kasih pak, atas pencerahannya, mudah - mudahan ke depan akan jadi lebih bermakna. ngapunten kalo bahasanya beloptan , masih belajar.
salam dari Gresik - jawa timur.
February 13th, 2008 at 4:01 pm
Hensilyana Thomas (komentar #64)
Ass. Wr. Wb
Selamat ya bang, di tunggu penayangannya di stasiun televisi.. Akhir bulan maret ya ?
Mudah2an menjadi film yang diminati banyak kalangan.
Sukses selalu.
Wass. Wr. Wb.
February 13th, 2008 at 10:40 pm
Hari (komentar #65)
Assalamu alaikum pak YIM,
pertama denger kalo pak YIM main file Cheng Ho saya sedikit aneh, ..lho Cheng Ho kan Cina, kok pak YIM yg jadi Cheng Ho, kan pak YIM lebih keliatan Arab, ya wis, semoga sukses pak, saya jadi penasaran dg aktingnya karna di benak saya masih tergambar gaya pak YIM di TV waktu jaman ‘98 dulu dg kata2 ” Saya tidak emosional…” :P apa nanti mo belok jadi artis film pak ?
terima kasih dan sukses selalu
Saya baru mencoba main film yang sungguhan. Saya sedang mempertimbangkan tawaran untuk bermain dalam film yang lain. Namun demikian, saya tak akan sepenuhnya konsentrasi main film saja. Pekerjaan atau tugas-tugas lain tetap saya lakukan. Mengajar misalnya, tetap saja saya teruskan, demikian pula dunia politik dan kegiatan sosial lainnya. (YIM)
February 14th, 2008 at 8:38 am
tasnim (komentar #66)
jadi tidak sabar untuk menyaksikan filmnya pak….
February 14th, 2008 at 11:41 am
harismanto (komentar #67)
Bang, saya Koordinator Liputan (Koorlip) Harian Tribun Pekanbaru. Saya mau mengirimkan karikatur abang. Bisa minta alamat email abang? terima kasih. Hidup Melayu!
Kirimkan ke yusril@ihzamahendra.com (YIM)
February 15th, 2008 at 10:40 am
Junarto (komentar #68)
Pengambilan gambarnya artistik. Kelihatan enak dilihat. Mudah2an sukses…
February 16th, 2008 at 7:50 am
lambungratu (komentar #69)
Assalammu’alaiku Wr Wb.
Bang nanya neh, ada beda gak bang menjadi aktor politik dengan aktor film?
Tentu sangat banyak bedanya. Film adalah seni peran belaka.
February 17th, 2008 at 2:09 pm
loper (komentar #70)
wah… selamat Pak, semoga jadi artis terkenal, tapi kalo ngeluarin keputusan atau berbicara jangan bersandiwara kayak di film ya ….. hehehehe
February 18th, 2008 at 5:41 pm
SynClaire (komentar #71)
wah… saya gak sabar nih mau nonton film bapak…
hehehe…
February 18th, 2008 at 6:37 pm
Reni (komentar #72)
wah, tak sabaran nih nunggu filmya. Moga film ini bisa menambah pengetahuan dan pemahaman kita tentang kerukunan hidup yang sesungguhnya. Dan selamat untuk Pak Yusril, moga lewat film ini bisa jadi ajang kampanye gratis untuk tiket 2009. Waktu Pilpres 1998 yang Bapak mengundurkan diri di detik-detik akhir, saya sangat kecewa, tapi ketika tau alasan kemunduran Bapak saya jadi tambah salut dengan Bapak. Sukses selalu Pak…
February 19th, 2008 at 3:36 pm
Hani Widiandini (komentar #73)
Pak Yusril telah memberikan contoh baik bagi para Pejabat lainnya, tidak lagi menjabat tapi tetap eksis berkarya namun dengan media yang unik.Kejutan besar lho, artis jadi politikus atau pejabat itu mah tidak aneh tapi seorang Yusril Ihza Mahendra main serial kolosal benar-benar luar biasa. Sukses terus Pak Yusril !!
February 20th, 2008 at 12:39 pm
RIZKI EKA PUTRA (komentar #74)
Salut buat Bapak yang mau meluangkan waktu untuk bermain difilm ini! Mudah2an Bapak dapat menjadi contoh orang yang tidak patah arang dengan menjalani kehidupan yang serba berat di alam Indonesia ini! Saya doain Bapak ke depan dapat memimpin negara ini menjadi lebih baik!
February 20th, 2008 at 4:48 pm
Fachrudin Fasyah (komentar #75)
Pak Yusril saya adalah salah satu penggemar bapak…:)
pokoknya klo ada acara debat/dialog bapak di TV pasti saya nggak bakal ketinggalan tuh
terus terang saya suka dengan dialeg bapak…yang kebelitung2 an…he3…
apalagi tau bapak berperan jadi Laksaman chengho…wah surprise banget deh…
klo menurut saya memang Bapaklah tokoh yang ideal dalam memerankan Laksamana Cheng Ho
dan saya pun berharap semoga bpk dipemilu 2009 nanti Bapak mencalonkan diri Lagi…
..Maju Terus Pak Yusril……..Chayoooo
February 21st, 2008 at 11:00 am
Firman (komentar #76)
Bang kok dah lama ngga bikin tulisan lagi….
Ditunggu tulisan2nya….
Bravo bang Yusril……………
Selamat atas film barunya.
February 21st, 2008 at 12:22 pm
Didi Suprapta (komentar #77)
Kapan tayang di bioskop, Pak?
Penasaran mau lihat..
Mudah-mudahan akhir Maret nanti mulai ditayangkan di televisi kita. (YIM)
February 21st, 2008 at 1:06 pm
koohar (komentar #78)
Kemarin dalam perayaan cap go mey bersama masy tionghoa, SBY disuguhi film laksamana cheng ho. apa kesan dan komentar pak SBY terhaap Film yang dilakoni oleh pak yusril ini?
Mungkin bukan film yang kami buat. Yang saya dengar adalah semacam opera tentang Laksamana Cheng Ho. Mudah-mudahan demikian.(YIM)
February 22nd, 2008 at 10:41 am
thalib.ilyantara (komentar #79)
assalamu’alaikum wr. wb.
membaca blog bang yusril sangat bermanfaat, selain menambah wawasan tentang sejarah yang di kemas sehingga nyaman di baca dan di cerna dari sejarah lama juga bisa belajar berpolitis dan belajar bangai mana abang menjawab kritik dan saran para blogger dengan santun dan tuntas.
salut buat bang yusril do’a kami semoga abang menjadi RI 1 periode mendatang.
February 29th, 2008 at 7:24 am
June (komentar #80)
Wah, bagus banget Pak Yusril. Secara kami ini penggemar film kolosal. Akhirnya ada nuansa baru dalam perfilman Indonesia yang sudah penuh sesak dengan nuansa penebar ketakutan dan adegan teriak di sinetron. Kalau perlu bantuan pembuatan website untuk preview film di web, boleh menghubungi saya Pak. “peace”
Terima kasih banyak. Namun hal itu, ditangani oleh produser film. Di sini saya menulis seadanya saja sebagai bahan informasi.
March 10th, 2008 at 5:45 pm
dian nusa (komentar #81)
ASS WW, SUKSES BANG !!!!!!!!!
KOMENTAR SAYA SINGKAT SAJA
HANYA CENG HO YANG BISA
salam dari kawan-kawan di tanjungpinang dan salam hangat untuk BUNG ZURHUM
March 13th, 2008 at 6:54 pm
novel damopolii (komentar #82)
Assalamu alaikum Wr Wb
Seorang “Knight” telah muncul di Ibu Pertiwi..semoga “Knight” kita dapat membawa Ibu Pertiwi menjadi Negara yg “Baldatun Tayibatun Warabun Gaffur…Amiin ya Mujibaa
Pak kalo filmnya di ditonton Queen Elizabeth II,. beliau mungkin dapat menganugerahkan gelar “Sir” kpd Bapak.kan seru tuh ..
Pak, imel yang di forward ke Novel, sdh di follow up,cuma yg bersangkutan blm ngasi tanggapan blk.
Wassalmu alaikum wr wb
March 14th, 2008 at 1:04 pm
rOXYN (komentar #83)
Kapan tayangnya?
March 28th, 2008 at 11:39 am
edi saputra (komentar #84)
saya mengetahui Blog bang Yusril dari teman saya, mahasiswa pasca sarjana (Ph.d di University Putra Malaysia. sementara saya sekarang adalah mahsiswa pasca sarjana di International Islamic University Malaysia (IIUM). saya sering baca tulisan2 dan kadang2 buka profil tantang bang Yusril. saya kagum dengan tindakan yang abang lakukaan ketika menolak Calon Presdien 2009. padahal waktu itu menurut saya hanya bang Yusril lah satu2 nya Capres yang paling sesuai ketika itu.
Anyaway, Cheng ho itu siapanya dalam umat islam dan gimana konsept yang dia punya tentang negara Islam?
Cheng Ho adalah seorang Muslim turun-temurun, berasal dari Yunnan, China. Dia seorang ahli strategi militer dan diplomat, yang dipercaya menjadi Panglima Armada Dinasti Ming zaman Kaisar Yong Le atau Kaisar Ming Chui Ti. Cheng Ho adalah orang kedua Di Tinongkok sesudah kaisar, di zaman itu. Sepanjang pengetahuan saya, tak ada karya tulis Cheng Ho tentang Negara Islam. Nampaknya dia tidak meninggalkan karya tulis, kecuali catatan harian perjalanannya mengharungi samudra selama 28 tahun. Itupun ditulis oleh Ma Huan dan Fei Sin, juru catat di Kapal Induk Pau Chuan, yang dikomandani Cheng Ho. (YIM)
March 31st, 2008 at 1:02 pm
ling_ling (komentar #85)
Pak Yusril, preview film ini bagus sekali..
Pak,yang saya tahu Laksamana Cheng Ho itu badannya gemuk dan putih…
coba Pak Yusril badannya agak gemuk dan sedikit lebih putih sudah bisa agak mirip..
Pak,para pemain yang dari indo siapa aja??boleh tau donk yang pakai baju biru di gambar profil beranda kedua dari kiri itu artis siapa???
Kapan film nya ditayangkan??
April 4th, 2008 at 7:49 pm
leon (komentar #86)
selamat atas selesainya film lakamana ceng ho.
semoga dengan suksesnya film ini beliau Yusril IMbisa sukses pula menuju RI1.semoga karakter ceng ho yang diperankan beliau benar2karakter YIM.
May 23rd, 2008 at 1:22 am
fariz (komentar #87)
wah ok bgt previewnya,harus nonton nih.siapa yang jadi wang cing hong ni kyai juru mudinya ceng ho???karena dampo awang sejarah di indonesia makamnya di sam po kong semarang.pasti harus ok ni.sukses deh.kalo bisa dibikin stiping di tv.ok juga
May 31st, 2008 at 1:28 am
joni (komentar #88)
kapan tayang udah gak sabar nih.romo harus mantap biar rating bagus.
May 31st, 2008 at 1:31 am
edi santosa (komentar #89)
Pak,kapan filmnya maen…..udah juni nich…apa dicekal nih gara2 takut kalah populer hehehe..
ngomong2 jg Bpk lagi sibuk banget ya…belum keliatan lagi nih.
June 7th, 2008 at 2:32 pm
Wahyu H. Sanjaya (komentar #90)
Bravo !! Sebuah gebrakan revolusioner !! Two Thumbs Up untuk Bpk. YIM, Semoga saja film ini dapat menggugah dan membangkitkan semangat orang - orang di Indonesia pada khususnya, terutama para pemimpinnya agar membawa kedamaian, amanah, berjiwa besar, penuh kharismatik, berintegritas, berani dan tegas, memiliki moral yang tinggi serta berakhlak mulia, sehingga Bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang besar dan bermartabat.
June 19th, 2008 at 2:55 am
abu raihan (komentar #91)
kapan diputar di bioskop2 kita boss
Nggak diputar di bioskop, Boss. Film ini akan ditayangkan sebagai serial TV sebanyak 30 episode di Metro TV (versi Bahasa Indonesia) mulai malam minggu tanggal 9 Agustus 2008 hingga akhir Maret 2009. Versi bahasa Mandarin akan ditayangkan CCTV 4 China, dan versi bahasa Thai akan ditayangkan TV 3 Bangkok.
June 29th, 2008 at 8:04 pm
ezter yunita (komentar #92)
pak.. saya sudah liat preview nya. keren banget… disitu bapak gagah banget, kaya laksamana beneran.. gimana selama shooting filmnya pak..?? khan bapak sebelumnya seorang politisi yang sekarang harus menjadi bintang film… kesulitan apa yang paling banyak ditemui selama shooting film ini…?? mengingat ini adalah sebuah film drama kolosal…
Shooting film biasa-biasa saja, hanya memang benar menghabiskan banyak waktu. Dahulunya saya pemain drama. Jadinya nggak terlalu sulit bermain di film. Dasar-dasar aktingnya sama saja, walau tentu ada bedanya juga. (YIM)
June 30th, 2008 at 2:42 pm
Doolittle (komentar #93)
Hebat & salut atas pengetahuan Pak Yusril tentang sejarah Ceng Ho (iya..lah..pemeran utama..), saya banyak belajar lho tentang sejarah Ceng Ho dari blog ini. Tapi terus terang, saya dan teman-teman sebal kenapa Pak Yusril yang berperan sebagai Laksamana Ceng Ho? Apa ngak ada artis Indonesia yang ganteng dan jago kung fu yang layak jadi Ceng Ho? Berdasarkan penggambaran sejarah, Ceng Ho itu datang ke Indonesia masih muda, beliau juga berdarah Uzbekistan. Jadi ngebayangnya, Ceng Ho itu putih, tinggi, mata sipit, tapi hidung mancung seperti orang Arab/India. Jadi jauh banget dengan profil Bapak yang sudah tua. Maaf ya Pak, kelihatannya subjektif sekali. Film itu kan industri hiburan, jadi kita perlu juga nonton yang segar2.
Yaa, baiknya kita tonton aja filmnya. Nanti baru berkomentar. Namanya aja film. Orang tua bisa dimake up jadi muda. Orang muda bisa di make up jadi tua, he he he… Wanita cantik juga bisa dimake up jadi Nenek Lampir atau Sundel Bolong, he he he…. Walau yang ditonton nanti saya yang udah tua dalam film ini, Insya Allah deh film ini bakalan membuat anda “segar”, he he he..(YIM)
June 30th, 2008 at 7:34 pm
Iwan Asnawi (komentar #94)
One more wish… Dear; Mr. Yusril Ihza Mahendra
And also when possible, we (my family) like to have one CD of Cheng Ho…
so, you (or who look upter this), can send together with that Book of Mr. Natsir…
Yours sincerely
Iwan Asnawi
For the CDs of Cheng Ho are preparing by the Kantana Ltd of Thailand. We can circulate the CDs in Bahasa to Indonesian market soon after the film screened by Metro TV. I need your address to send the Capita Seleceta of Pak Natsir. Please send it to my private e-mail.(YIM)
July 6th, 2008 at 8:15 am
fenfen (komentar #95)
assalamu’alaikum wr wb
Pak Yusril, bisa kah saya mendapatkan skenarionya?
saya sedang belajar membuat skenario film.
hardcopy atau softcopynya
wassalamu’alaikum wr wb
July 11th, 2008 at 4:55 pm
Bonar (komentar #96)
Saat ini (pukul 9:16), film dokumenter tentang Zheng He versi Discovery Channel sedang diputar di Discovery Channel Asia.
Ekspektasi saya begitu tinggi terhadap serial versi Anda, Pak YIM.
Terima kasih banyak. Insya Allah, film ini akan tayang tanggal 9 Agustus nanti. Film saya, film cerita. Discovery dan CCTV 4 memang membuat film dokumenter tentang Laksamana Cheng Ho.
July 13th, 2008 at 9:18 am
Jusron[at]Faizal.WEB/SKY » Perjalanan Laksamana Cheng Ho (komentar #97)
[...] dilakukan di China dan Thailand, 20% sisanya di Jakarta dan Jawa Barat. Dan klarifikasi dari preview episode Film Laksamana Cheng Ho, bahwa film ini akan diputar di salah satu Telivisi Nasional kita dan bukan di Gedung Bioskop [...]
July 20th, 2008 at 2:22 pm
Budi himawan (komentar #98)
Pak , oke banget tuh actingnya cmn sayangnya kurang maen di mimiknya nih….
tapi untuk total semuanya bagus banget
di film udah jadi laksamana,
moga moga tahun depan bisa jadi laksamana yang sesungguhnya cmiww
sukses selalu pak…
August 3rd, 2008 at 9:08 pm
Politisi Jadi Artis ! « CUrHat maHasisWa eRRor ! (komentar #99)
[...] http://yusril.ihzamahendra.com/2008/02/06/preview-episode-i-film-laksamana-cheng-ho/ [...]
August 11th, 2008 at 8:39 am
Satria Naga (komentar #100)
Apakah kayak film Ayat-Ayat Cinta yang mana dialog yang seharusnya tidak menggunakan Bahasa Indonesia tapi dipakaikan Bahasa Indonesia sehingga membingungkan penonton ? Maksudnya, ketika para anak buah Laksamana Cheng Ho ngobrol, apakah pakai Bahasa Indonesia, ataukah pakai Bahasa Mandarin dengan teks Bahasa Indonesia ? Karena sangat janggal ada dua bahasa yang berbeda dalam satu film (tentunya dalam film ini adalah Bahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia) tetapi divisualisasikan sama-sama dalam Bahasa Indonesia.
August 12th, 2008 at 9:08 am
Andy S (komentar #101)
Bang, tadi malam saya liat iklan di metro tv …film cheng ho bakal tayang perdana tanggal 16 agustus 2008 jam 21.30 WIB….
bener gak nih..Bang
August 13th, 2008 at 4:24 pm
Jupiter Film Banyak Kasusnya (komentar #102)
semoga hasil dari film itu cukup sebanding dengan jerih payah para kru dan masalah2 yang terjadi selama masa pembuatan, dari awal sampai akhir. tetapi sangat di sayangkan team promosi dari pihak Jupiter yang tidak mengerti apapun mengenai promosi menyebabkan film ini kurang dikenal kecuali oleh pihak2 tertentu. Hal ini dikarenakan team tersebut bukan dari orang yang mengerti promosi dll-nya.
Tetapi saya doakan SEMOGA sukses….
@ ling ling, kedua dari kanan itu namanya Dani, profesi sebenarnya make up artis.
@ Satria Naga, film ini sepenuhnya di dubbing kedalam bahasa Indonesia, jadi tidak ada masalah, namun sepertinya theme song tidak di dubbing.
From someone who once work for JupGloFilm, the worst company ever in Indonesia I assumed…
I’m know my ex-bos suffered a lot of money for this project.
August 14th, 2008 at 3:55 pm
Satria Naga (komentar #103)
Justru itu yang saya kritisi apabila film ini sepenuhnya di dubbing ke dalam bahasa Indonesia sebagaimana yang Bapak katakan. Bagaimana penonton awam bisa membedakan mana bahasa Indonesia beneran (yang dipakai orang-orang Majapahit) dan mana bahasa Indonesia dubbing dari bahasa Mandarin (yang dipakai orang-orang Cheng Ho). Idealnya kan orang-orang Cheng Ho tetap pakai bahasa Mandarin, tapi nanti dikasih teks bahasa Indonesia. Jadi jelas perbedaan bahasanya. Kalo Ceng Ho sendiri yang ngobrol dengan orang-orang Majapahit, memang pakai bahasa Indonesia, karena yang saya tau dari beberapa literatur, Cheng Ho memang bisa bahasa orang Majapahit, namun idealnya logat dan lidahnya tetap berbau Mandarin. Ini sih hanya pandangan konsumen saja lho Pak.
August 15th, 2008 at 10:15 am
Satria Naga (komentar #104)
Justru itu yang saya kritisi apabila film ini sepenuhnya di dubbing ke dalam bahasa Indonesia sebagaimana yang Bapak katakan. Bagaimana penonton awam bisa membedakan mana bahasa Indonesia beneran (yang dipakai orang-orang Majapahit) dan mana bahasa Indonesia dubbing dari bahasa Mandarin (yang dipakai orang-orang Cheng Ho). Idealnya kan orang-orang Cheng Ho tetap pakai bahasa Mandarin, tapi nanti dikasih teks bahasa Indonesia. Jadi jelas perbedaan bahasanya. Kalo Ceng Ho sendiri yang ngobrol dengan orang-orang Majapahit, memang pakai bahasa Indonesia, karena yang saya tau dari beberapa literatur, Cheng Ho memang bisa bahasa orang Majapahit, namun idealnya logat dan lidahnya tetap berbau Mandarin. Ini sih hanya pandangan konsumen saja lho Pak.
August 15th, 2008 at 10:15 am
JGF (komentar #105)
Masalah nya tidak semua di dalam sana berbahasa berdasarkan asal negara masing2.
ada pula org Thailand yang memerankan org China. seperti yg anda ketahui, Kaisar China, Chen Chu Yi di perankan oleh orang Thailand juga ada menteri2nya yg di perankan orang Thailand…
semua pemeran dapat di lihat asal negaranya melalui end credit title nanti…
Awalnya memang di rencanakan seperti itu…dengan real voice…namun kebisingan d sekitar selama shooting menyebabkan film harus di dubbing…
Film bagus maka akan di buat seperti apa adanya…namun film ini di garap dengan apa adanya dan secukupnya…anda bisa lihat dari lingkungan area di sekitarnya, yang paling bagus adalah selama di dalam kerajaan China, yah karena itu…di bikin secukupnya karena sudah menelan biaya YANG BESAR selama shooting di luar negeri…Namun film ini juga banyak di kritik oleh kru2 yg membuat…banyak masalah yg terjadi antara kru Ind dgn Thai, karena bagi org Ind mereka membuat film itu tidak sepenuh jiwa, sehingga hasilnya hanya membuang2 duit saja. Bahkan Ind bisa membuat lebih baik dari Thai, dan saya yakin itu….
Semoga saja hasil akhir tidak sejelek yang saya lihat di previewnya…apabila anda seorang movie freak maka anda akan bisa membedakannya…mana yg bagus mana yg jelek…
August 16th, 2008 at 2:25 pm
TQ (komentar #106)
btw salut buat bung yus! salut jg bwt yg menggagas film ini! tapi sy punya kritik ni.. sy lht pmbahasan film ini semalam di
kickandy. sungguh disayangkan,di dlm film yg hebat spt ini, apalagi ada semagat pula untuk menebarkan da’wah Islam, terdapat beberapa kostum yang masih membuka aurat (belahan d_d_). mgk memang pakaian masyrkt Jw saat itu spt itu,tapi apa tidak bisa direkayasa sedikit agar lebih sopan dan HALAL disaksikan?) sy tak bayangkan berapa kali para lelaki yang konsisten dg Islam spt jg bung Yus harus memalingkan muka stiap ada adegan buka aurat? pdhl ini film kn bgus bgt!
sekedar kritik sj kok. peace!
August 16th, 2008 at 4:33 pm
LUsi (komentar #107)
saya sudah ga sabar ingin sekali liat penampila perdana pak yuzril… malem ini jam 21.30 di metro TV…..saya 2x mengujungi mesjid cheng ho yg ada di Surabaya dan daerah Malang….hanya disana kurang mendap
August 16th, 2008 at 8:28 pm
Taufani (komentar #108)
Saya baru saja menyaksikan tayangan perdana film LCH di metro tv, salut, keren, ok, terutama karena ini hasil karya bersama negara2 asia tenggara dan china. Semoga film ini jg membawa semangat kerjasama di asia. Selamat buat bang Yusril
August 16th, 2008 at 11:27 pm
dodi (komentar #109)
usul aja untuk dibuat vcd atau dvd nya, ini akan menguji pemirsa suka membajak atau tidak, jika film sepenting dan seberharga ini masih dibajak berarti banyak rakyat indonesia yang rese.
August 17th, 2008 at 1:33 pm
A.Budi wahyudi,AP.M.Si Film bagus (komentar #110)
assalammualaikum bang..mantap sekali abang nih, segala bisa, Saya membayangkan laks ceng ho naik pangkat jadi pemimpin umat di Ind. Ayo bang aku siap bantu seperti qta deklarasi di jateng th 99…pasukan sangat solid waktu itu walau abang belum jadi laks waktu itu….Qta restart lagi pasukan n sukses buat abang , salam dari om andi rivai wass
August 17th, 2008 at 7:17 pm
Mario (komentar #111)
Setelah menonton kick andy kemarin tentang film laksamana cheng ho, saya menjadi tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang sosok Laksamana Cheng ho. Sosok yang patut kita tiru.
August 18th, 2008 at 8:12 am
Kisah Laksamana Cheng Ho - Laksamana Agung dari daratan Tiongkok | Motivasi Audio Book Tung Desem Waringin James Kwee Anthony Robin Robert Kiyosaki Motivator (komentar #112)
[...] malam minggu dari tanggal 9 Agustus 2008 hingga akhir maret 2009. Film ini akan dibintangi oleh Yusril Ihza Mahendra. Cuplikannya bisa Anda download di video Laksamana Cheng Ho. atau film laksamana cheng ho format [...]
August 18th, 2008 at 9:48 am
berlin (komentar #113)
Wah oke juga. kalo bisa ditambahi degn bumbu2 lainnya, kalo bisa sempurnakan setting & special efeknya. dari segi ide cerita ini hebat. jgn sampe kayak standar film kolosal lokal indonesia Ingat ini membwa dampak image perfilman Indonesia secara global…..Merdeka
August 18th, 2008 at 9:55 am
arisan2009 (komentar #114)
wah…!!! hebat Pak Yusril, ternyata jago kungfu juga..! smoga Bangsa Indonesia bisa belajar dari nilai-nilai sejarah dari film Cheng Ho ini….selamat smoga sukses, dan untuk mengentaskan kemiskinan di indonesia : MARI KITA BAHU-MEMBAHU MEMBANTU TEMAN-TEMAN KITA SECARA BERSAMA-SAMA BERGOTONG-ROYONG, MUDAH-MUDAHAN DENGAN JUMLAH PENDUDUK INDONESIA YANG BEGITU BESAR KITA BISA MENGATASI KEMISKINAN YANG MASIH BEGITU BESAR DI INDONESIA, info selengkapnya lihat blog : http://arisan2009.blogspot.com
August 18th, 2008 at 11:05 am
priyadi (komentar #115)
bagus, kemarin pemutaran pertamanya diluar dugaan, ternyata berawal dari cerita cheng ho kecil di china. Kasihan cheng ho, sejak kecil di potong buah jakarnya, untuk pak yusril salut untuk perannya di cheng ho bisa maksimal.
August 18th, 2008 at 9:02 pm
egi (komentar #116)
wah….pantes bgt tuh pa yusril peranin cheng ho nya….!! slmt za dech bwt pa yusril..!!!! tolong dong filmnya cepet diputerin coz vudah gak kuat pengen lihat kaya’y seru bgt tuhh..!!!
mksh n wassalam.
Kan episode pertamanya udah ditayangkan di Metro Tv malam minggu yang lalu pk. 21.30. Eposisode selanjutnya akan diputar tiap minggu pada waktu dan jam yang sama. (YIM)
August 19th, 2008 at 9:20 am
Rendi Afrizal (komentar #117)
AS, yth, bang Yusriel
bang kapan film nya ditayangin di TV. dan di mana?
bang slamat ya,
Di Metro TV tiap malam Minggu pk.21.30 WIB (YIM)
August 19th, 2008 at 11:14 am
zarah (komentar #118)
Salam,,,,,,
Apa kabarnya Pak yusril,,,,, sukses selallu
oh iya pak kemarin aku lihat filmnya keren bgt dan kostumnya juga OK bgt
zet lokasi OK, pengambilan faiting MJ ( kurang di garap serius ), dan matanya pak yusril di dalam film itu ko masih ngitip kamera ya ???? sorry ya pak,,,,,,, tapi ko nama pemain2nya tidak masuk titel sebelum film di mulai maupun di ending cerita, perviw film cheng ho tetapi ko previwnya lebih menonjolkan film kolosal majapahit, Jadi kita yg nonton g kebingugan serta g tahu mana aktor dan aktris indonesia dan thailand maupun china. Pengisian suara kurang Pas dengan ekspresui pemain dan karakter pemain, Pemain yg jadi raja penganti raja utama atau raja yg diambil dari cucu raja aktingnya kurang dapat karakternya, bila dibanding akting jendral pemimpin pasukan cheng ho ( china ) yg akrab dgn mahe ( pak yusril ). Pada intinya jika film cheng ho ini ingin sukses tolong previwnya di ganti dgn film cheng ho bukan majapahit Dan tolong film cheng ho lebih dipromosikan dalam sehari supaya semua orang tahu keberadaan film cheng ho karna penayangannya hanya seminggu sekali dan bikin orang lupa akan nonton filmnya, Terima Kasih
Sebelumnya saya minta maaf atas kritik dan saran saya,,,,,,
Wasalam,,,,,,,,,,,,,,,,
Zarah
August 19th, 2008 at 2:39 pm
Muhammad Rizal (komentar #119)
Asslm,. Bang Yusril/ Bang chengho!
Bang yusril kok hapal banget sama sejarah cheng ho? apa ada keturunan chengho?
kirain Abang cuma tahu sejarah chengho yang abang perankan tapi ternyata sampai keakar-akarnya…. Salut untuk calon presiden seperti Abang. dan Indonesia akan maju dengan adanya pemimpin seperti abang yang sangat menghargai sejarah…. saya dukung Abang,..
tapi ingat ya Bang kalo jd president nanti,… Optimalkan Aset negara dan rubah sistem pendidikan kita menjadi sistem pendidikan dengan kurikulum kejuruan alias fokus pada satu keahlian biar Bangsa ini punya kebanggaan memiliki dan mencetak tenaga-tenaga ahli bukan setengah ahli atau TKI.
August 19th, 2008 at 10:36 pm
RENTALBALI.CO.CC » Semarang Dan CHENG HO (komentar #120)
[...] pernah saya kemukakan dalam artikel sebelumnya di blog ini, film serial Laksamana Cheng Ho atau Admiral Zheng He, mengisahkan perjalanan hidup sang laksamana [...]
August 20th, 2008 at 12:07 pm
cin yung lee (komentar #121)
Selamat ya atas filmnya,,,,,, sukses selalu
Pak Yusril kapan produksi film lagi lanjutan dari Cheng ho atau judul lain yg lebih bersejarah
Saya ingin sekali ikut serta dalam produksi film Pak Yusril, Atau kapan Pak Yusril ingin produksi sendiri Saya siap
Membantu, Saya juga ingin membantu sekuat tenaga saya, supaya Pak Yusril Sukses Dalam PIL PRES 2009
Kapan nieh Pak Yusril ada waktu , Saya ingin ketemu. Terima Kasih
Semangat Terus ya Pak,,,,,,,,,, I hope God Bless you
Cin yung lee ( Leonardi Kusuma / wang ching hong )
August 20th, 2008 at 8:35 pm
JGF (komentar #122)
Pada End Credit title tidak terlihat apapun.
tidak menghargai orang-orang yg mengerjakannya dengan sekuat tenaga.
pada preview dan begin title lebih ke majapahit karena memang pemain senior/terkenal main di majapahit semua, di tambah anak dr pemilik Jupiter ikut main. jadi maklum saja bila majapahit lebih di utamakan sehingga pada akhirnya film ini menjadi film Cheng Ho/Majapahit…
August 21st, 2008 at 12:56 pm
zarah (komentar #123)
Salam,,,,
Gimana pak yusril ko ngak ada jawabannya atas comment aku
Thnks ya, sukses selalu pasti aku dukung pak yusril nanti pemilu pemilihan presiden
Wasalam,,,,
August 21st, 2008 at 7:12 pm
JGF (komentar #124)
@zarah…
berarti kritiknya gak di terima neng…
yg jadi cucu kaisar china yg menjadi kaisar itu kru thailand, dan memang saya sendiri liat juga lucu…masa tangannya di angkat molo kayak orang ayan atau apa gt, seorang kaisar gak ada wibawanya kalo kayak gitu, ada beberapa adegan di potong pula, karena sempat kumisnya copot. dan anda bisa lihat begitu gerbang di terobos, itu kaku/kikuk sekali pengambilan dan actingnya, maklum di garap oleh org thailand yang tidak ngerti kungfu.
dan lagi pembahasan strategi masak tidak di tenda, hanya berbicara dgn sang raja lalu bs terobos. secara logika tidak mungkin, kecuali di musyawarahkan di tenda berikut panglima2 dari setiap divisi, karena di China tidak mungkin seorang pemimpin pasukan dapat memenangkan peperangan besar hanya sendirian, biasanya mereka di temani bawahannya. yah pokoknya gak masuk di akalnya cukup banyak deh lihat aja nanti.
sebenarnya banyak yg terlibat yg juga mengkritik film ini sendiri semenjak preview episode 1 selesai…
sang executive producer…awalnya mengkritik banyak sekali setelah melihat previewnya, namun dikarenakan posisi yg awalnya hanya apa gak jelas hingga sekarang menjabat executive producer mengakibatkan dia tutup mulut akan kejelekannya, dia ini org yg mulut besar dan sangat sangat tidak di sukai sekali oleh KRU Thailand maupun Indonesia…karena dia selalu berbohong akan semua hal dan menghindari semua masalah. semua yg bekerja dengan dia itu sama tipenya seperti dia. wong tidak mengerti pembuatan film sok-sokan mengerti. Pada akhirnya menjadi kacau dan di selesaikan oleh yg mengerti dan dia mengaku itu hasil kerja dia….LUCU kan?!
August 22nd, 2008 at 1:36 pm
ARTIKEL » -Kisah Laksamana Cheng HO (komentar #125)
[...] malam minggu dari tanggal 9 Agustus 2008 hingga akhir maret 2009. Film ini akan dibintangi oleh Yusril Ihza Mahendra. Cuplikannya bisa Anda download di video Laksamana Cheng Ho. atau film laksamana cheng ho format [...]
August 29th, 2008 at 3:43 pm
mahmud sebayang (komentar #126)
Bang Yusril apa sebelumnya abang pernah latihan acting film, sinetron atau semacamnya? kenapa aktor laga indonesia ga dilibatkan seperti Willy Dozen atau Dede Yusuf? and btw sesudah ini apa ada tawaran lagi main filem mandarin? ku tunggu penampilannya bos, and yang terpenting semoga sukses menuju RI 1, Thanks.
September 2nd, 2008 at 3:54 pm
zarah (komentar #127)
@ JGF
THnks atas jawabannya ,,,,,
tapi ko yg jawab justru kamu bukannya pak yusril sendiri???
oh jangan2 JGF itu singkatannya Jupiter Global Film????
Oh gitu pantas aja senowy aktingnya lucu
masa tukang mak up artis jadi ikutan aktor yg benar aja?????
masih mending bayar orang indonesia yg bisa akting walaupun bayaran sedikit tapi tidak mempengaruhi film
mak up arrtis ko mek up sendiri aja ampe kumisnya copottttttttt capekkkkkkkk dehhhhhhhh,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Apa lagi saya pingin lihat aktingnya Dani yg make up artis dari indonesia yg ikutan main sbgi ping ho
pasti aktingnya acek2 deh,,,,, capekkkkkk deh,,,,
Sebenaarnya Filmya bgus dan bigronnya Ok tapi permasalahnnya ada beberapa orang yg miss casting
jadi film cheng ho dirusak dgn beberapa orang yg miss casting,,,,,
Kan bisa cari aktor2 indonesia yg seperti willy dosen, dede yusuf dan jadi bandung bondo woso di senetron roro
jongrang, aktor2 indonesia yg menjadi 3 pendekar itu namanya baru kung fu apa lagi yg jadi wong ching hong
walaupun dia orang indonesia tapi seperti prang luar contohnya alis tebal itu seperti orang thailand, rambut sebahu
seperti orang vietnam, mata macan seperti orang pakistan, wong ching hong seperti orang china asli, yah masih
banyak, berhubung saya baru nonton beberapa episod tapi kritikannya udah banyak gini,apa lagi nantiiiiiiii????????
Kenapa aktor2 indonesia titelenya tidak dipasang didepan padahal dia pemain inti dlm film cheng ho , berarti tidak
menghargai kerja keras mereka, bagaimana ingin dihargai apabila kalian sendiri tidak menghargai aktor maupun kru
yg bekerja untk laksamana cheng ho,Kenapa pada title depan yg dipasang betaria sonata, nurul arifin, sementara
mereka sampai episode yg udah tayang sampai saat ini blm satu sin pun muncul, apa karna mereka orang
terpandang dan politik jadi aktor2 dan aktris tidak ada penghargaan kerja keras mereka, Harusnya mereka lah yg
dipasang ke depan. Kalo tidak ada perubahan pemasangan title atau penghargaan pd mereka pd episode berikutnya
saya yakin Film Cheng Ho yg begitu besar tidak akan mengalami kesuksesan, Kenapa kurang pemasaran jadi
masyarakat kurang tahu kecuali orang tertentu yg tahu Film cheng ho.
Film yg begitu banyak menghabiskan biaya produksi tapi iklannya sampai saat ini hanya satu yaitu
Gudang Garam Merah,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,kurang PROMOSIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII mazzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz
Kko Film Cheng HO ditayangkannya di metro TV buakannya di RCTI or INDOSIAR or SCTV itukan pasarannya banyak
yg nonton. Orang tahu metro tv itu sbgi stasion TV khusus berita LIVE,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Sebelumnya ZArah minta maaf banyak coment dari Film ini bukannya zarah so tahuuuuu or so pintar
tapi emang kenyataannya seperti ini, Zarah bukan orang politik, saya dukung FIlm ini karena saya tertarik
tentang politiknya Pak Yusril, Keren habisssssssssssssssssss,,,,,,,
Mudah2an Pak Yusril suksessssss mnjdi PResiden RI berikutnya
THNKSSSSSSSSSSSSSSSSS
Zarahhhhhhh
September 11th, 2008 at 6:50 pm
zarah (komentar #128)
@ ling ling
para pemain aktor indonesia sbb:
1. Alis Tebal : Ananda George
2. Rambut sebahu : Deni Rahman
3. Mata Macan : Agus Sani
4. Gilang : Zaki
5. wong ching hong ( sahabat mahe ) : Leonardi Kusuma
6. Mahuan :Rey
7. Feisin : Ronal
8. Jendral cu ceng : herman
9. jendral wang cheng : garnis
10. perwira Yan : Elki
September 11th, 2008 at 7:11 pm
aswandi (komentar #129)
Yth, bang yusril
saya salah seorang pengemar anda dari dulunya hingga detik ini ..kkk…saya telah melihat karakter seorang pemimpin yang potensial didiri bang yusril namun anda belum dapat mewujudkan impian saya melihat anda di RI.1, mudah-mudahan dengan flim ini anda mendapat banyak tambahan simpatisan dari seluruh masayarakta Indonesia, hingga saya dapat melihat anda di RI. 1 dan semoga apa yang saya lihat terhadap diri anda tidak meleset dan sesuai dengan aktor di film laksama cengho yang anda perankan dan membuat masyarakat indonesia menjadi sejahtera diatas kepemimpinan anda nantinya,amin. dan saya harap jangan lemot seperti pemimpin sebelumnya,.., oke..bang,, harapan saya….anak desa sumatera
September 14th, 2008 at 10:25 pm
ade (komentar #130)
yht, pak yusril
salam dan sukses…selalu buat pak yusril saya mau bertanya nich….bagaimana hubungan dan pelajaran yang bapak tarik dari film laksama cheng ho untuk bapak bisa merealisasikan dengan kepemimpinan bapak nantinya apabila bapak terpilih, semoga bapak bisa memerankan tokoh laksamana ceng ho tidak hanya di film tapi di saat menjadi RI 1 nantinya salam sukeses….saya ikut dukung bapak nantinya…
September 14th, 2008 at 10:46 pm
Recent Links Tagged With "ini" - JabberTags (komentar #131)
[...] public links >> ini Comment on PREVIEW EPISODE I FILM LAKSAMANA CHENG HO by JGF Saved by pimey on Wed 01-10-2008 Perlu dukungan serius Saved by RockLee49912 on Sun 28-9-2008 [...]
October 3rd, 2008 at 3:04 am
JGF (komentar #132)
ini film kualitas aturan bagus kok begitu tayang agak buram…suara yg di dubbing agak berisik karena treble yg terlalu besar.
intinya yah, hasilnya jatuh banget, semoga di pembuat tidak mengulangi kesalahannya dalam menggarap film.
memang di maklumi jupiter itu masih baru di dunia film sehingga hasilnya tidak sebagus yg di duga.
November 15th, 2008 at 1:08 pm
Punya pendapat? Sampaikan pendapat Anda