Beranda

PREVIEW EPISODE I FILM LAKSAMANA CHENG HO

Bismillah a-Rahman ar-Rahim,

Proses pembuatan film drama kolosal Laksamana Cheng Ho atau Admiral Zheng He, kini telah mendekati tahap akhir. Film yang semula dirancang untuk 26 episode, dalam perjalanannya berkembang menjadi sekitar 30-32 episode, dengan masa tayang selama 50 menit setiap episodenya. Pengambilan gambar sebagian besar telah dilakukan di Thailand dan China. Pengambilan gambar sesi terakhir untuk lebih kurang 20 persen dari seluruh proses pengambilan gambar akan dilakukan pada bulan Februari ini juga di Jakarta dan Jawa Barat. Insya Allah, kalau tak ada aral melintang, film kolosal ini akan ditayangkan pada akhir bulan Maret yang akan datang, di salah satu stasiun televisi nasional kita. Bersamaan dengan itu, DVD film ini dengan pilihan bahasa dan subtitle juga akan memasuki pasar di berbagai negara.

Film drama kolosal Laksamana Cheng Ho ini adalah film cerita yang pertama diproduksi, setelah sebelumnya CCTV 4 China membuat film dokumenter mengenai armada Cheng Ho. Film ini dikerjakan bersama oleh Kantana Ltd, perusahaan film terkemuka Thailand, PT Jupiter Global Film dari Indonesia dan Heng Dian Movie Corporation dari China. Para aktor dan aktris film ini berasal dari Thailand, Indonesia, China, Vietnam, Kamboja dan Malaysia. Skenario film ditulis dalam enam bahasa, untuk kemudian disulihbahasakan ke berbagai bahasa di mana film kolosal ini ditayangkan. Selain ditayangkan di Indonesia, dalam waktu berdekatan, film ini juga akan ditayangkan oleh tevelisi China, Thailand, Malaysia, Singapore, Vietnam, Kamboja, Myanmar dan Turki. Negara-negara Timur Tengah, kabarnya juga berminat untuk menayangkan kisah laksamana beragama Islam dari Dinasti Ming pada awal abad ke 15 ini.

Armada Cheng Ho dikenal sebagai armada laut terbesar yang pernah ada sebelum kita memasuki era modern. Armada itu terdiri atas 320 kapal, dengan 28.000 prajurit angkatan laut, dan sekitar 5000 awak kapal. Armada itu mengontrol lautan mulai dari Mogadishu di Afrika sampai ke Philipina dan Taiwan di Lautan Pasifik.

Laksamana Cheng Ho, selain berperan besar dalam membangun kejayaan Dinasti Ming, juga berperan besar dalam membangun persahabatan dan kerjasama antarabangsa di kawasan Asia dan Afrika. Armadanya aktif melerai berbagai konflik di berbagai kawasan, mengamankan alur pelayaran internasional dari ancaman bajak laut, dan membangun kerjasama pertanian, perdagangan, kebudayaan serta memberikan bantuan teknis militer dan pertahanan kepada berbagai negara di kawasan Asia Tenggara, termasuk Kerajaan Champa (Vietnam), Suvarnabhumi (Thailand), Melaka (Malaysia) dan Majapahit serta wilayah eks Kerajaan Sriwijaya (Indonesia).

Kepada rekan-rekan yang ingin menyaksikan preview episode pertama film Laksamana Cheng Ho, dapat menggunakan fasilitas upload video dari Youtube. Resolusi yang lebih baik dapat didownload dari link ini. Format Youtube menggunakan default format .flv sedangkan video yang pada link diatas menggunakan format .mov (Quick Time Format) yang dapat dibuka menggunakan VLC yang tersedia baik untuk sistem operasi Windows maupun Linux. Saya mohon maaf jika proses uploadnya akan memakan waktu yang agak panjang, tergantung pada kemampuan komputer masing-masing. Kalau diklik langsung di layar tampilan, mungkin hasilnya kurang memuaskan karena terputus-putus. Tepi semuanya, sekali lagi, tergantung pada kemampuan komputer masing-masing. Kami sedang memperbaiki penampilannya agar tayangannya lebih nyaman untuk dinikmati. Untuk itu sekali lagi, saya mohon maaf.

Akhirnya, saya ucapkan selamat menyaksikan….

Cetak artikel Oleh Yusril Ihza Mahendra — February 6th, 2008

132 tanggapan untuk “PREVIEW EPISODE I FILM LAKSAMANA CHENG HO”

Pages: « 1 2 3 [4] 5 » Show All

  1. abu raihan (komentar #91)

    kapan diputar di bioskop2 kita boss

    Nggak diputar di bioskop, Boss. Film ini akan ditayangkan sebagai serial TV sebanyak 30 episode di Metro TV (versi Bahasa Indonesia) mulai malam minggu tanggal 9 Agustus 2008 hingga akhir Maret 2009. Versi bahasa Mandarin akan ditayangkan CCTV 4 China, dan versi bahasa Thai akan ditayangkan TV 3 Bangkok.

  2. ezter yunita (komentar #92)

    pak.. saya sudah liat preview nya. keren banget… disitu bapak gagah banget, kaya laksamana beneran.. gimana selama shooting filmnya pak..?? khan bapak sebelumnya seorang politisi yang sekarang harus menjadi bintang film… kesulitan apa yang paling banyak ditemui selama shooting film ini…?? mengingat ini adalah sebuah film drama kolosal…

    Shooting film biasa-biasa saja, hanya memang benar menghabiskan banyak waktu. Dahulunya saya pemain drama. Jadinya nggak terlalu sulit bermain di film. Dasar-dasar aktingnya sama saja, walau tentu ada bedanya juga. (YIM)

  3. Doolittle (komentar #93)

    Hebat & salut atas pengetahuan Pak Yusril tentang sejarah Ceng Ho (iya..lah..pemeran utama..), saya banyak belajar lho tentang sejarah Ceng Ho dari blog ini. Tapi terus terang, saya dan teman-teman sebal kenapa Pak Yusril yang berperan sebagai Laksamana Ceng Ho? Apa ngak ada artis Indonesia yang ganteng dan jago kung fu yang layak jadi Ceng Ho? Berdasarkan penggambaran sejarah, Ceng Ho itu datang ke Indonesia masih muda, beliau juga berdarah Uzbekistan. Jadi ngebayangnya, Ceng Ho itu putih, tinggi, mata sipit, tapi hidung mancung seperti orang Arab/India. Jadi jauh banget dengan profil Bapak yang sudah tua. Maaf ya Pak, kelihatannya subjektif sekali. Film itu kan industri hiburan, jadi kita perlu juga nonton yang segar2.

    Yaa, baiknya kita tonton aja filmnya. Nanti baru berkomentar. Namanya aja film. Orang tua bisa dimake up jadi muda. Orang muda bisa di make up jadi tua, he he he… Wanita cantik juga bisa dimake up jadi Nenek Lampir atau Sundel Bolong, he he he…. Walau yang ditonton nanti saya yang udah tua dalam film ini, Insya Allah deh film ini bakalan membuat anda “segar”, he he he..(YIM)

  4. Iwan Asnawi (komentar #94)

    One more wish… Dear; Mr. Yusril Ihza Mahendra

    And also when possible, we (my family) like to have one CD of Cheng Ho…
    so, you (or who look upter this), can send together with that Book of Mr. Natsir…

    Yours sincerely

    Iwan Asnawi

    For the CDs of Cheng Ho are preparing by the Kantana Ltd of Thailand. We can circulate the CDs in Bahasa to Indonesian market soon after the film screened by Metro TV. I need your address to send the Capita Seleceta of Pak Natsir. Please send it to my private e-mail.(YIM)

  5. fenfen (komentar #95)

    assalamu’alaikum wr wb

    Pak Yusril, bisa kah saya mendapatkan skenarionya?
    saya sedang belajar membuat skenario film.
    hardcopy atau softcopynya

    wassalamu’alaikum wr wb

  6. Bonar (komentar #96)

    Saat ini (pukul 9:16), film dokumenter tentang Zheng He versi Discovery Channel sedang diputar di Discovery Channel Asia.

    Ekspektasi saya begitu tinggi terhadap serial versi Anda, Pak YIM.

    Terima kasih banyak. Insya Allah, film ini akan tayang tanggal 9 Agustus nanti. Film saya, film cerita. Discovery dan CCTV 4 memang membuat film dokumenter tentang Laksamana Cheng Ho.

  7. Jusron[at]Faizal.WEB/SKY » Perjalanan Laksamana Cheng Ho (komentar #97)

    [...] dilakukan di China dan Thailand, 20% sisanya di Jakarta dan Jawa Barat.  Dan klarifikasi dari preview episode Film Laksamana Cheng Ho, bahwa film ini akan diputar di salah satu Telivisi Nasional kita dan bukan di Gedung Bioskop [...]

  8. Budi himawan (komentar #98)

    Pak , oke banget tuh actingnya cmn sayangnya kurang maen di mimiknya nih….
    tapi untuk total semuanya bagus banget
    di film udah jadi laksamana,
    moga moga tahun depan bisa jadi laksamana yang sesungguhnya cmiww
    sukses selalu pak…

  9. Politisi Jadi Artis ! « CUrHat maHasisWa eRRor ! (komentar #99)

  10. Satria Naga (komentar #100)

    Apakah kayak film Ayat-Ayat Cinta yang mana dialog yang seharusnya tidak menggunakan Bahasa Indonesia tapi dipakaikan Bahasa Indonesia sehingga membingungkan penonton ? Maksudnya, ketika para anak buah Laksamana Cheng Ho ngobrol, apakah pakai Bahasa Indonesia, ataukah pakai Bahasa Mandarin dengan teks Bahasa Indonesia ? Karena sangat janggal ada dua bahasa yang berbeda dalam satu film (tentunya dalam film ini adalah Bahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia) tetapi divisualisasikan sama-sama dalam Bahasa Indonesia.

  11. Andy S (komentar #101)

    Bang, tadi malam saya liat iklan di metro tv …film cheng ho bakal tayang perdana tanggal 16 agustus 2008 jam 21.30 WIB….

    bener gak nih..Bang

  12. Jupiter Film Banyak Kasusnya (komentar #102)

    semoga hasil dari film itu cukup sebanding dengan jerih payah para kru dan masalah2 yang terjadi selama masa pembuatan, dari awal sampai akhir. tetapi sangat di sayangkan team promosi dari pihak Jupiter yang tidak mengerti apapun mengenai promosi menyebabkan film ini kurang dikenal kecuali oleh pihak2 tertentu. Hal ini dikarenakan team tersebut bukan dari orang yang mengerti promosi dll-nya.

    Tetapi saya doakan SEMOGA sukses….

    @ ling ling, kedua dari kanan itu namanya Dani, profesi sebenarnya make up artis.

    @ Satria Naga, film ini sepenuhnya di dubbing kedalam bahasa Indonesia, jadi tidak ada masalah, namun sepertinya theme song tidak di dubbing.

    From someone who once work for JupGloFilm, the worst company ever in Indonesia I assumed…
    I’m know my ex-bos suffered a lot of money for this project.

  13. Satria Naga (komentar #103)

    Justru itu yang saya kritisi apabila film ini sepenuhnya di dubbing ke dalam bahasa Indonesia sebagaimana yang Bapak katakan. Bagaimana penonton awam bisa membedakan mana bahasa Indonesia beneran (yang dipakai orang-orang Majapahit) dan mana bahasa Indonesia dubbing dari bahasa Mandarin (yang dipakai orang-orang Cheng Ho). Idealnya kan orang-orang Cheng Ho tetap pakai bahasa Mandarin, tapi nanti dikasih teks bahasa Indonesia. Jadi jelas perbedaan bahasanya. Kalo Ceng Ho sendiri yang ngobrol dengan orang-orang Majapahit, memang pakai bahasa Indonesia, karena yang saya tau dari beberapa literatur, Cheng Ho memang bisa bahasa orang Majapahit, namun idealnya logat dan lidahnya tetap berbau Mandarin. Ini sih hanya pandangan konsumen saja lho Pak.

  14. Satria Naga (komentar #104)

    Justru itu yang saya kritisi apabila film ini sepenuhnya di dubbing ke dalam bahasa Indonesia sebagaimana yang Bapak katakan. Bagaimana penonton awam bisa membedakan mana bahasa Indonesia beneran (yang dipakai orang-orang Majapahit) dan mana bahasa Indonesia dubbing dari bahasa Mandarin (yang dipakai orang-orang Cheng Ho). Idealnya kan orang-orang Cheng Ho tetap pakai bahasa Mandarin, tapi nanti dikasih teks bahasa Indonesia. Jadi jelas perbedaan bahasanya. Kalo Ceng Ho sendiri yang ngobrol dengan orang-orang Majapahit, memang pakai bahasa Indonesia, karena yang saya tau dari beberapa literatur, Cheng Ho memang bisa bahasa orang Majapahit, namun idealnya logat dan lidahnya tetap berbau Mandarin. Ini sih hanya pandangan konsumen saja lho Pak.

  15. JGF (komentar #105)

    Masalah nya tidak semua di dalam sana berbahasa berdasarkan asal negara masing2.

    ada pula org Thailand yang memerankan org China. seperti yg anda ketahui, Kaisar China, Chen Chu Yi di perankan oleh orang Thailand juga ada menteri2nya yg di perankan orang Thailand…

    semua pemeran dapat di lihat asal negaranya melalui end credit title nanti…

    Awalnya memang di rencanakan seperti itu…dengan real voice…namun kebisingan d sekitar selama shooting menyebabkan film harus di dubbing…

    Film bagus maka akan di buat seperti apa adanya…namun film ini di garap dengan apa adanya dan secukupnya…anda bisa lihat dari lingkungan area di sekitarnya, yang paling bagus adalah selama di dalam kerajaan China, yah karena itu…di bikin secukupnya karena sudah menelan biaya YANG BESAR selama shooting di luar negeri…Namun film ini juga banyak di kritik oleh kru2 yg membuat…banyak masalah yg terjadi antara kru Ind dgn Thai, karena bagi org Ind mereka membuat film itu tidak sepenuh jiwa, sehingga hasilnya hanya membuang2 duit saja. Bahkan Ind bisa membuat lebih baik dari Thai, dan saya yakin itu….

    Semoga saja hasil akhir tidak sejelek yang saya lihat di previewnya…apabila anda seorang movie freak maka anda akan bisa membedakannya…mana yg bagus mana yg jelek…

  16. TQ (komentar #106)

    btw salut buat bung yus! salut jg bwt yg menggagas film ini! tapi sy punya kritik ni.. sy lht pmbahasan film ini semalam di
    kickandy. sungguh disayangkan,di dlm film yg hebat spt ini, apalagi ada semagat pula untuk menebarkan da’wah Islam, terdapat beberapa kostum yang masih membuka aurat (belahan d_d_). mgk memang pakaian masyrkt Jw saat itu spt itu,tapi apa tidak bisa direkayasa sedikit agar lebih sopan dan HALAL disaksikan?) sy tak bayangkan berapa kali para lelaki yang konsisten dg Islam spt jg bung Yus harus memalingkan muka stiap ada adegan buka aurat? pdhl ini film kn bgus bgt!
    sekedar kritik sj kok. peace!

  17. LUsi (komentar #107)

    saya sudah ga sabar ingin sekali liat penampila perdana pak yuzril… malem ini jam 21.30 di metro TV…..saya 2x mengujungi mesjid cheng ho yg ada di Surabaya dan daerah Malang….hanya disana kurang mendap

  18. Taufani (komentar #108)

    Saya baru saja menyaksikan tayangan perdana film LCH di metro tv, salut, keren, ok, terutama karena ini hasil karya bersama negara2 asia tenggara dan china. Semoga film ini jg membawa semangat kerjasama di asia. Selamat buat bang Yusril

  19. dodi (komentar #109)

    usul aja untuk dibuat vcd atau dvd nya, ini akan menguji pemirsa suka membajak atau tidak, jika film sepenting dan seberharga ini masih dibajak berarti banyak rakyat indonesia yang rese.

  20. A.Budi wahyudi,AP.M.Si Film bagus (komentar #110)

    assalammualaikum bang..mantap sekali abang nih, segala bisa, Saya membayangkan laks ceng ho naik pangkat jadi pemimpin umat di Ind. Ayo bang aku siap bantu seperti qta deklarasi di jateng th 99…pasukan sangat solid waktu itu walau abang belum jadi laks waktu itu….Qta restart lagi pasukan n sukses buat abang , salam dari om andi rivai wass

  21. Mario (komentar #111)

    Setelah menonton kick andy kemarin tentang film laksamana cheng ho, saya menjadi tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang sosok Laksamana Cheng ho. Sosok yang patut kita tiru.

  22. Kisah Laksamana Cheng Ho - Laksamana Agung dari daratan Tiongkok | Motivasi Audio Book Tung Desem Waringin James Kwee Anthony Robin Robert Kiyosaki Motivator (komentar #112)

    [...] malam minggu dari tanggal 9 Agustus 2008 hingga akhir maret 2009. Film ini akan dibintangi oleh Yusril Ihza Mahendra. Cuplikannya bisa Anda download di video Laksamana Cheng Ho. atau film laksamana cheng ho format [...]

  23. berlin (komentar #113)

    Wah oke juga. kalo bisa ditambahi degn bumbu2 lainnya, kalo bisa sempurnakan setting & special efeknya. dari segi ide cerita ini hebat. jgn sampe kayak standar film kolosal lokal indonesia Ingat ini membwa dampak image perfilman Indonesia secara global…..Merdeka

  24. arisan2009 (komentar #114)

    wah…!!! hebat Pak Yusril, ternyata jago kungfu juga..! smoga Bangsa Indonesia bisa belajar dari nilai-nilai sejarah dari film Cheng Ho ini….selamat smoga sukses, dan untuk mengentaskan kemiskinan di indonesia : MARI KITA BAHU-MEMBAHU MEMBANTU TEMAN-TEMAN KITA SECARA BERSAMA-SAMA BERGOTONG-ROYONG, MUDAH-MUDAHAN DENGAN JUMLAH PENDUDUK INDONESIA YANG BEGITU BESAR KITA BISA MENGATASI KEMISKINAN YANG MASIH BEGITU BESAR DI INDONESIA, info selengkapnya lihat blog : http://arisan2009.blogspot.com

  25. priyadi (komentar #115)

    bagus, kemarin pemutaran pertamanya diluar dugaan, ternyata berawal dari cerita cheng ho kecil di china. Kasihan cheng ho, sejak kecil di potong buah jakarnya, untuk pak yusril salut untuk perannya di cheng ho bisa maksimal.

  26. egi (komentar #116)

    wah….pantes bgt tuh pa yusril peranin cheng ho nya….!! slmt za dech bwt pa yusril..!!!! tolong dong filmnya cepet diputerin coz vudah gak kuat pengen lihat kaya’y seru bgt tuhh..!!!
    mksh n wassalam.

    Kan episode pertamanya udah ditayangkan di Metro Tv malam minggu yang lalu pk. 21.30. Eposisode selanjutnya akan diputar tiap minggu pada waktu dan jam yang sama. (YIM)

  27. Rendi Afrizal (komentar #117)

    AS, yth, bang Yusriel
    bang kapan film nya ditayangin di TV. dan di mana?
    bang slamat ya,

    Di Metro TV tiap malam Minggu pk.21.30 WIB (YIM)

  28. zarah (komentar #118)

    Salam,,,,,,

    Apa kabarnya Pak yusril,,,,, sukses selallu
    oh iya pak kemarin aku lihat filmnya keren bgt dan kostumnya juga OK bgt
    zet lokasi OK, pengambilan faiting MJ ( kurang di garap serius ), dan matanya pak yusril di dalam film itu ko masih ngitip kamera ya ???? sorry ya pak,,,,,,, tapi ko nama pemain2nya tidak masuk titel sebelum film di mulai maupun di ending cerita, perviw film cheng ho tetapi ko previwnya lebih menonjolkan film kolosal majapahit, Jadi kita yg nonton g kebingugan serta g tahu mana aktor dan aktris indonesia dan thailand maupun china. Pengisian suara kurang Pas dengan ekspresui pemain dan karakter pemain, Pemain yg jadi raja penganti raja utama atau raja yg diambil dari cucu raja aktingnya kurang dapat karakternya, bila dibanding akting jendral pemimpin pasukan cheng ho ( china ) yg akrab dgn mahe ( pak yusril ). Pada intinya jika film cheng ho ini ingin sukses tolong previwnya di ganti dgn film cheng ho bukan majapahit Dan tolong film cheng ho lebih dipromosikan dalam sehari supaya semua orang tahu keberadaan film cheng ho karna penayangannya hanya seminggu sekali dan bikin orang lupa akan nonton filmnya, Terima Kasih
    Sebelumnya saya minta maaf atas kritik dan saran saya,,,,,,

    Wasalam,,,,,,,,,,,,,,,,

    Zarah

  29. Muhammad Rizal (komentar #119)

    Asslm,. Bang Yusril/ Bang chengho!
    Bang yusril kok hapal banget sama sejarah cheng ho? apa ada keturunan chengho?
    kirain Abang cuma tahu sejarah chengho yang abang perankan tapi ternyata sampai keakar-akarnya…. Salut untuk calon presiden seperti Abang. dan Indonesia akan maju dengan adanya pemimpin seperti abang yang sangat menghargai sejarah…. saya dukung Abang,..
    tapi ingat ya Bang kalo jd president nanti,… Optimalkan Aset negara dan rubah sistem pendidikan kita menjadi sistem pendidikan dengan kurikulum kejuruan alias fokus pada satu keahlian biar Bangsa ini punya kebanggaan memiliki dan mencetak tenaga-tenaga ahli bukan setengah ahli atau TKI.

  30. RENTALBALI.CO.CC » Semarang Dan CHENG HO (komentar #120)

    [...] pernah saya kemukakan dalam artikel sebelumnya di blog ini, film serial Laksamana Cheng Ho atau Admiral Zheng He, mengisahkan perjalanan hidup sang laksamana [...]

Pages: « 1 2 3 [4] 5 » Show All

Punya pendapat? Sampaikan pendapat Anda