Warning: include(/home/yusril/public_html/yusril/wp-content/plugins/different-posts-per-page/defines.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/yusril/public_html/yusril/wp-settings.php on line 2

Warning: include(): Failed opening '/home/yusril/public_html/yusril/wp-content/plugins/different-posts-per-page/defines.php' for inclusion (include_path='.:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php') in /home/yusril/public_html/yusril/wp-settings.php on line 2
PANTAI BANGKA BELITUNG DAN NASIB NELAYAN | Yusril Ihza Mahendra
|

PANTAI BANGKA BELITUNG DAN NASIB NELAYAN

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim,

Provinsi Bangka Belitung memang terkenal dengan pantai-pantainya yang indah. Keunikan pantai-pantai di daerah ini ialah golekan batu-Pantai Tanjung Berikatbatu granit raksasa yang tersusun berjajar dan bertumpuk secara alami. Batu-batu besar itu adalah batu alami endapan sedimen yang telah berlangsung jutaan tahun lamanya. Bangka Belitung memang terkenal sebagai daerah pertambangan, timah, batu besi, bauksit, bahkan emas dan uranium. Semua bebatuan itu nampaknya terkait dengan berbagai sumber mineral daerah ini. Pantai Tanjung Kelayang di Tanjung Pandan, Pantai Burung Mandi dan Malang Lepau di Manggar tersohor karena kombinasi laut yang membiru, pasir yang memutih dan bebatuan raksasa yang tersusun secara alami. Pantai Parai dan Matras di Sungai Liat juga memiliki keindahan yang serupa. Pantai-pantai indah menawan ini menjadi obyek pariwisata andalan Bangka Belitung.

Tentu keindahan pantai saja belumlah berarti apa-apa sebagai daerah tujuan wisata. Berbagai fasilitas pendukung memang perlu dibangun. Masyarakat dan lingkungan juga harus dididik untukLombokBangka 542 bersikap ramah kepada setiap wisatawan. Aneka produk budaya, bahkan produk kerajinan khas daerah juga harus dibina dan dikembangkan. Satu hal yang paling menentukan ialah promosi daerah tujuan wisata itu ke mancanegara. Pada hemat saya, pantai-pantai dan kawasan hutan topis yang menghijau di Bangka Belitung patut dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata untuk menyepi sambil menikmati perasaan menyatu dengan alam tropis. Penduduk Bangka Belitung relatif sedikit. Orang dapat menyepi tanpa bersintuhan dengan keramaian di daerah-daerah yang jauh dari kebisingan dan polusi. Hidup menyatu dengan alam, walau hanya sementara, sungguh terasa menyenangkan untuk mengusir lelahnya kehidupan modern yang hingar bingar manusia, mesin dan peralatan teknologi.

Akhir bulan lalu, saya berkunjung ke Bangka dalam rangka Musyawarah Kerja Dewan Pimpinan Wilayah Partai Bulan Bintang. LombokBangka 393Saya sendiri lahir di Belitung, pulau di sebelahnya. Saya mengunjungi Pangkal Pinang, yang kini telah berubah menjadi ibu kota provinsi. Saya juga berkunjung ke Sungai Liat dan bermalam di Pantai Parai. Sayapun pergi ke Muntok dan mengunjungi Bukit Menumbing yang bersejarah. Di bukit itu ada pesanggrahan tua yang dibangun Belanda tahun 1927 sebagai tempat istirahat pegawai tinggi perusahaan timah Belanda. Entah apa sebabnya, di tahun 1948-1949, tempat itu dijadikan Belanda sebagai rumah pengasingan bagi Presiden Soekarno, Wakil LombokBangka 395Presiden Hatta dan sejumlah menteri, termasuk Haji Agus Salim dan Mohamad Roem. Para pemimpin bangsa itu ditawan pasukan Belanda setelah mereka berhasil menduduki Yogyakarta dalam Agresi Militer II. Di dalam rumah itu masih ada mobil sedan yang dulu digunakan oleh Presiden Soekarno ketika ditawan, sejumlah dokumen dan foto-foto. Menumbing kini sepi dan nampak kurang terawat. Tempat itu, sesungguhnya adalah bagian integral dari sejarah perjuangan bangsa kita dalam menegakkan kemerdekaan dan kedaulatan negara.

Di samping ke Pangkal Pinang, Sungai Liat dan Muntok, saya sengaja datang ke Tanjung Berikat. Saya ingin mengunjungi sebuah desa, namanya Batu Beriga. Penduduk desa itu berjumlah sekitarLombokBangka 497 1700 orang, yang sebagian besar berasal dari Pulau Belitung. Ada juga yang berasal dari Pulau Pungok, pulau yang termasuk wilayah adiministrasi Bangka Tengah, tetapi penduduknya menggunakan Bahasa Belitung. Saya datang ke desa itu untuk membantu mereka membangun sebuah masjid, yang juga telah dibantu oleh Gubernur Bangka Belitung, Eko Maulana Ali. Penduduk desa sungguh ramah dan bersahaja. Mata pencarian mereka pada umumnya menangkap ikan. KetikaLombokBangka 499 kami datang, mereka menunggu kami di mesjid lama sambil menyuguhkan makan siang dari hasil laut. Kami makan bersila duduk di lantai dengan makanan yang tersaji menggunakan dulang, gaya khas makan orang Belitung ketika kenduri. Sehabis makan, saya didaulat memberi sambutan menggunakan Bahasa Belitung. Suasana terasa begitu akrab dan santai.

Sehabis makan, kami berjalan kaki melihat pantai Batu Beriga yang indah menawan. Ada setumpuk bebatuan besar yang di dekat pantai yang membentuk sebuah pulau kecil, dan ditumbuhi pepohonan. LombokBangka 501Pulau kecil itu nampak indah sekali di tengah laut yang membiru. Para nelayan memarkir perahu mereka di sepanjang pantai. Ada sebuah warung tempat orang menjual makanan dan minuman. Pantai itu bersih, sebagaimana lautnyapun bersih. Anak-anak bermain sepanjang pantai, mengingatkan saya kepada masa lalu ketika saya kecil. Penduduk desa itu hidup damai walau nampak bersahaja. Di desa itu adalah sebuah sekolah dasar dan Taman Pengajian al-Qur’an. Kondisi sekolahnya cukup baik. Listrik juga telah lama menerangi desa itu. Jalan yang menghubungkan desa itu dengan ibu kota kabupaten Bangka Tengah, Koba, juga diaspal dengan mulus.

Kehidupan nelayan di desa itu, walau selintas nampak baik kondisinya, namun tetap saja membuat saya khawatir. Sebagai anak LombokBangka 562yang dibesarkan di pantai, saya tahu betul penderitaan nelayan jika musim angin kencang dan ombak besar. Kebanyakan nelayan kita adalah manusia yang hidup dari hari ke hari. Hari ini melaut hanya cukup untuk makan hari ini. Melaut di masa sekarang sudah jauh ke tengah melebihi batas sepuluh mil. Jarak sejauh itu sudah hampir tak mungkin lagi ditempuh dengan perahu layar. Perahu bermotor – walau menggunakan mesin bekas mobil – adalah pilihannya. Namun harga solar yang mahal membuat modal nelayan untuk melaut makin tinggi. Modal harus keluar dulu, sementara tangkapan belum tentu. Di musim angin kencang dan ombak besar seperti sekarang, nelayan praktis tak dapat melaut. Tak ada pilihan lain, kecuali menunggu angin teduh kembali dan ombak tak lagi mengganas. Kehidupan nelayan memang tergantung kepada kemurahan alam.

Dua minggu yang lalu, saya pulang ke Belitung. Niat hati ingin melaut pergi memancing. Namun apa daya, niat diurungkan ketika melihat laut memutih karena buih, pertanda angin dan gelombang tidak menentu. Nelayanpun hanya duduk-duduk saja di pinggir pantai LombokBangka 512sambil memperbaiki perahu. Waktu itu memang baru saja usai perayaan Tahun Baru Cina. Orang Belitung percaya bahwa menjelang dan sesudah Tahun Baru Cina, angin pasti bertiup kencang. Dua minggu selepas itu, angin akan normal kembali. Namun kini, sudah lebih dua minggu angin masih tak menentu. Kemarin petang, saya pergi ke Kampung Nelayan di Muara Angke. Saya menemui kawan-kawan di sana, yang saya tahu persis mereka tak melaut. Benar juga. Puluhan perahu motor berjajar-jajar bersandar di dermaga. Buruh nelayan hanya duduk-duduk sambil berkelakar dan bermain dengan anak-anak mereka. Tempat pelelangan ikanpun sepi. Ikan-ikan yang ada di situ adalah stok lama yang sudah membeku. Sebagian malah sudah menyerupai bangkai.

Pagi ini saya membaca beberapa koran Jakarta yang mengisahkan nelayan di Marunda mulai didera kesengsaraan. Sebagian mereka LombokBangka 058mulai menjadi pemulung, menarik ojek sepeda, bahkan ada yang menjadi pengemis. Sebagian mereka terpaksa meminjam uang kepada tukang ijon dan bahkan rentenir dengan bunga mencekik leher. Orang seakan tak perduli dengan nasib nelayan kita di seluruh tanah air yang kini menderita karena alam yang tak bersahabat. Lebih-lebih nelayan bagan yang menetap di pulau-pulau kecil. Melaut tak dapat, pergi ke daratpun untuk membeli bahan makanan dan obat-obatan bagai orang harusLombokBangka 059 berjibaku melawan badai. Maksud hati membeli beras, namun bisa-bisa nyawa menjadi taruhan. Saya sudah mengalami hidup seperti itu di masa lalu. Hingga kini saya tetap merasakannya. Saya tak hanya berteori tentang kemiskinan nelayan, namun benar-benar mempunyai pengalaman empiris dalam menjalaninya.

LombokBangka 062Sebab itu, saya tak pernah berhenti berpikir bagaimana meningkatkan kesejahteraan para nelayan dan keluarganya. Pembangunan kelautan haruslah sungguh-sungguh memperhatikan keterkaitan antara kelestarian alam dan dukungan kepada kaum nelayan melalui suatu kebijakan yang intensif dan sungguh-sungguh. Konsumsi dan ekspor merupakan salah satu faktor dalam memicu pertumbuhan ekonomi. Hasil laut yang diekspor tentu menghasilkan devisa. Namun untuk mengekspor, menangkap ikan dilaut bebas memerlukan modal yang besar dan manajemen yang rapi. Kebanyakan nelayan kita tak mampu melakukannya.Andalan mereka adalah konsumsi dalam negeri yang juga sangat penting artinya bagi kehidupan bangsa kita. Hasil yang dijual di dalam negeri adalah konsumsi yang akan mendorong dampak berganda pertumbuhan ekonomi. Untuk itu kredit permodalan dengan bunga rendah untuk membeli peralatan dan barang modal dalam pertambakan ikan sangat mutlak diperlukan. Penggalakan koperasi untuk mengatasi keadaan jika musim angin kencang dan gelombang besar tiba, sangatlah penting agar nelayan dapat bertahan ketika mereka tak dapat melaut.

LombokBangka 570Itulah sekelumit dilema bangsa kita. Tuhan Yang Maha Kuasa telah menciptakan pantai-pantai yang indah, seperti nampak di Bangka Belitung. Laut yang luas terbentang telah memberikan aneka kekayaan. Namun nelayan kita, dan bangsa kita, tetap saja terlilit dalam kemiskinan. Alam sesungguhnya dapat dipelajari agar kita tahu bagaimana memanfaatkannya, termasuk pula agar kita mampu mengantisipasi jika suatu ketika alam menunjukkan tanda-tanda kurang bersahabat. Tuhan menciptakan Adam dengan kemampuan “memberi nama kepada setiap benda”, yang menunjukkan kesanggupan manusia untuk berpikir secara abstrak dan konsepsional. LombokBangka 573Sebab itulah manusia dijadikan sebagai khalifahNya di muka bumi agar mampu mengelola dan memanfaatkan seluruh isi alam semesta demi kemaslahatannya. Kalau kita masih tak mampu juga, bukanlah salah siapa-siapa, melainkan kesalahan kita sendiri. Tuhan telah memberi segalanya kepada bangsa kita, maka — seperti dikatakan berulang kali di dalam surah Ar-Rahman – “maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang akan kalian dustakan” (fabiayyia la i Rabbikuma tukazziban)?

Semoga Allah Ta’ala akan membuka pintu hati dan pikiran kepada bangsa kita, serta memberikan segala kekuatan, agar mampu menyelesaikan problema-problema besar yang kita hadapi bersama.

Wallahu ‘alam bissawwab.

Cetak artikel Cetak artikel

Short URL: http://yusril.ihzamahendra.com/?p=166

Posted by on Feb 25 2008. Filed under Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

66 Comments for “PANTAI BANGKA BELITUNG DAN NASIB NELAYAN”

  1. Bang Yusril…
    Sekitar awal januari saya sempat tugas ke Belitung..
    ternyata di sana Bang Yusril bagai Habibie dengan Makassarnya atau Sri Sultan dg Yogyakartanya.. Smua orang suka bercerita ttg bang yusril. Mereka antusias sekali, ketika diajak bernostalgia ttg masa2 muda bang Yusril. Cocok! karena saya kebetulan pengagum bang yusril. Jadilah kita banyak bercerita.

    Oya saya sempat mampir ke rumah bang Yusril di Belitung dan bertemu ibunda abang dan sempat ngobrol2 dg dihidangkan kue dan es jeruk dingin. He2. ketika itu Saya diantar oleh sopir mobil dinas saya yg katanya kebetulan bekas teman lama bang yusril ketika suka memancing di Manggar waktu SMU. Tanpa malu2 saya lantas minta izin utk berfoto dg halaman rumah bapak (meski bukan sm Bapaknya langsung) ;)

    salam hormat. Semakin membumi. Tetap Inovatif dan bersolusi di saat yg tepat Bang Yusril. Hidupp!

  2. bang yusril lah saat ee kite pulang bangun babel, abang dak usah jadi calon presiden jadi gubernur babel pasti maju “mari bangkit bersama untuk perubahan”

  3. ……. Bangsa kita butuh perubahan bin terobosan…..dan menurut saya sebagai orang yg minim wawasan ini,,,terobosan tersebut adalah dengan menjadikan Bang Yusril Ihza Mahendra sebagai Presiden RI…entah mengapa, tapi perasaan dan “bathin” saya yang mengatakan bahwa KITA akan jauh lebih baik bila bang Yusril yang menjadi Presiden RI……(kami merindukan masa itu bang) semoga Allah SWT mendengarkan…AMIN………………………………….smoga Abang selalu dalam rahmat NYA..AMIN…

  4. Assalamualaikum Pak Cik,

    saya kelahiran Manggar sekarang tinggal di Batam, saya masih saudara pak Cik, cucu dari kek Mael, (ikam manggil kakek aku pak Long),

    saya ingin melanjutkan komentar Abdul tentang Industri pembuatan pelantar Minyak (Oil & Gas Construction), dimana industri ini tengah “Booming” di seluruh dunia dan diperkirakan sampai tahun 2015 karena saat ini Perusahaan minyak dunia sedang expansi untuk Blok-Blok baru dan RIG & Platform mereka yang lama sudah masanya repair ataupun dibuat baru.

    Di Batam sendiri bidang ini sedang ramai-ramainya, semua barang dari seluruh didunia dikerjakan di Batam, dari Brazil, Nigeria, Norway, Australia dll. Saya berpikir mengapa kita tidak ikut mengambil peluang ini. Daerah kita strategis untuk industri ini, sumber daya juga saya rasa cukup karena kita pernah punya PT. Timah.

    Kendala mungkin di material baja, tapi saya rasa tidak terlalu masalah, karena industri di Batam juga mengimpor material baja dari, Eropa Timur, Italia, China dll. Masalah tenaga kerja saya sanggup untuk membantu, karena di Batam sekarang ini saya ikut menjalankan lembaga training Piping dengan nama “Batam Basic Piping and Engineering Training” yang melatih orang untuk tenaga Fitter dan Welder.

    Masalah yang tinggal hanya bagaimana menarik Investor, saya rasa Pak Yusril bisa mengcover nya dengan relasi yang sangat luas. Perusahaan besar Italia SAIPEM sudah sign kontrak dengan PEMDA KARIMUN untuk 70 tahun, tadinya mereka mau masuk ke BATAM tapi sudah tidak kebagian lahan untuk lokasi YARD mereka. Kalau saja kita bisa menggaet perusahaan besar seperti ini bisa makmur masyarakat kita.

    Kalau masalah peluang proyek saya rasa cukup banyak. Untuk daerah Kalimantan saja peluangnya sangat besar, sekarang ini peralatan perminyakan di Kalimantan, juga armada Tug-Boat dan Tongkangnya di buat di Batam, Jakarta, Surabaya, Cilegon dll.

    Waktu Leo ke Batam saya sudah ceritakan ini, hanya saja saya tidak sempat ajak Leo keliling masuk ke lokasi Industri pembuatan peralatan Migas ini karena waktunya terlalu sempit.

    Semoga ini menjadi masukan untuk kemajuan masyarakat kita.

    Wassalam
    Pindra

  5. Assalamu’alaikum Wr.wb
    Saat ini saya sedang menyelesaikan Tesis di UGM dengan tema Keberdayaan Masyarakat Lokal Sekitar Obyek Wisata Pantai di Bangka
    Saya sependapat dengan Pak YIM tentang bagaiaman mensejahterakan rakyat, . Melihat Potensi Alam Babel terutama potensi kepariwisataannya yaitu Pantai yang indah. Terlebih pasca timah . Menurut saya Sektor pariwisata merupakan cara yang tepat dalam rangka memberdayakan Masarakat dengan konsep COMMUNITY BASED TOURISM (CBT) karena sektor pariwisata memberikan dampak ekonomi yang menyeluruh dengan multiplier effect nya. sebagai ilustrasi ketika wisatawan berkunjung ke ODTW yang pastinya wisatawan akan memerlukan beberapa sarana dan prasarana serta akomodasi untuk keperluannya. Pariwisata baik langsung maupun tak langsung akan memberikan kesejahteraan masyarakat. Pariwisata juga akan memberikan NILAI TAMBAH. Yang menjadi kendala saat ini adalah bagaimana kesiapan infrastruktur dan SDM nya apalagi dengan adanya BABEL ARCHI 2010

  6. untuk saudara pindra salam kenal dari saya………………..kalau boleh,saya minta nomor yang bisa di hubungi,nanti kalau saya balik batam mungkin kita bisa berkenalan secara langsung

  7. bagus buaaaanget…..aq bangga dech jd penduduk bangka belitung yang pemandangannya innnnnnnndaaaaah niaaaaan

  8. Selamt siang.
    Salam buat bang Yusril. Kita tahu bahwa masyarakat belitong tuh susah nak besatu kalau yang baik jarang disebarkan sedangkan yang jelek dibesar-besarkan. Itulah masyarakat belitong. Mungkin harus dipandu bang Yusril untk besatu lah masyarakat belitong mari kita membangun negeri kite yang lagi susah buat anak cucu kita denga kerja nyata. Kalau ada ide yang baik dan tidak merugikan kenapa ngak kita laksanakan dengan kerja nyata.
    Kita lihat lingkungan kita banyak yang rusak dan terbengkalai kenapa kita tidak bergerak untk memperbaiki dengan kerja nyata mungkin hasilnya belum kelihatan tapi 5 tahun kedepan coba lihat saya yakin tidak ada yang akan kesulitan dengan keuangan dari hasil yang kita kerjakan selama ini. tapi ingat kita harus kerja keras sebentar buat anak cucu saya masih ingat pesan datuk-datuk kita jangankan kita berselisih terus antar kita masih kita bersatu membangun negeri kita dengan iklas buat anak cucu kita. Masih terngiang-ngiang pesan itu di telinga saya.
    Saya rasa cukup dulu komentar saya tentang negeri kita yang masih dilanda kesedihan dengan habisnya timah.
    Terima kasih.
    Maman/manggar samak

  9. kaba (Muntok bangka Barat)

    Wah..saran saya pak yusril turun gunung aja. Jadi gubernur babel merintis dari bawah karena 90% udah pasti bisa. sedangkan untuk menjadi presiden atau wakil presiden kemungkinan nya sangat kecil. Jadi pilih yang pasti2 aja yang terbaik. Minimal pak Yusril masih milik kami orang babel. Jalan ini yang pasti pak Yusril dapat mengaplikasikan semua komitmen dan terobosan baru dalam pemerintahan. Ingat.. pilih yang pasti-pasti aja….
    wasalam

  10. mang benar …. BELITONG salah satu buktibetapa pemerintah tak mempedulikan rakyat…yang dipikirkan adalah bagaimana bisa hidup tenang dengan UANG BERTUMPUK di kantong…..
    semua karena sistem KAPITALISME BUSUK…………………………F*ck Democracy

  11. ass…….saya dari bangka sekarang kerjka di batam, kalau bisa boleh gak minta no hp pak pindra.wass……….

  12. ass…….saya dari bangka sekarang kerja di batam, kalau bisa boleh gak minta no hp pak pindra.wass……….

  13. Maju terus pak..Harumkan nama bangka belitung..Situs bapak aku link ke blog aku ya pak.. Hehe biar rame :)

  14. woi sedare2 semuenye…
    bang yusril ne mun ndak jadi presiden la dak ade tampangnye
    jadi menteri didepak urang.. punye partai partainye dak bangkit.. kan kiyape ne kite ne
    bang bang…mun ikam nak ngemajukan belitong ne.. ikam nyalon jadi Gubernur aja th 2012….
    masyarakat Belitong kan dukung ikam ramai2.. se agik PBB ne agik idup di BaBel
    jgan ndak ye tulung ikam pikerkan…

  15. Assalamualikum w w
    Kiape bang, saran mantappsss la depikerek….
    waktu nok pas untuk lebe memajukan belitong buat ikam adalah jadi gubernur babel th 2012…
    muda mudahan ikam siap jadi gubernur, insya Allah rakyat babel mendukung
    Wass….w w

  16. Sesudah melihat uraian dari Bang Yusril maka kita berkeinginan utk suatu saat atau sekarang juga mengunjungi Belitung sebuah destinasi wisata yang menggiurkan.
    maka hubungi http://www.wisatabelitung.com dan anda akan mendapatkan pelayanan yg baik dari team wisatabelitung
    tentunya tidak akan mahal.

Leave a Reply


Warning: include_once(/home/yusril/public_html/yusril/wp-content/themes/Transcript/ads/innerpage_300x250.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/yusril/public_html/yusril/wp-content/themes/Transcript/innerWideSidebar.php on line 11

Warning: include_once(): Failed opening '/home/yusril/public_html/yusril/wp-content/themes/Transcript/ads/innerpage_300x250.php' for inclusion (include_path='.:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php') in /home/yusril/public_html/yusril/wp-content/themes/Transcript/innerWideSidebar.php on line 11