<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: COMBINING ACTIVISM AND INTELLECTUALISM: THE BIOGRAPHY OF MOHAMMAD NATSIR (1908-1993)</title>
	<atom:link href="http://yusril.ihzamahendra.com/2008/03/16/activism-and-intellectualism-the-biography-of-mohammad-natsir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/03/16/activism-and-intellectualism-the-biography-of-mohammad-natsir/</link>
	<description>Blog Yusril Ihza Mahendra</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 14:26:43 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: Mochammad Nor Ali</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/03/16/activism-and-intellectualism-the-biography-of-mohammad-natsir/comment-page-1/#comment-7465</link>
		<dc:creator>Mochammad Nor Ali</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2008 16:03:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2008/03/16/activism-and-intellectualism-the-biography-of-mohammad-natsir/#comment-7465</guid>
		<description>Assalaamualaum wr wb. Bang  Yusril menyambut 100 tahun muhammad Nasir ,  kita perlu merenungi kembali cita cita beliau untuk menegakkan Syariah di bumi pertiwi tercinta ini, berabad abad lamanya umat Islam dijajah oleh KUHP Belanda , dan kita sudah hampir 53 tahun merdeka belum bisa merdeka dari penjajahan KUHP Belanda , sungguh sebenarnya perang merebut Kemerdekaan ini belum selesai , saya sempat usul pada pak Jimly Ashidiqy agar beliau mengambil inisiatif untuk membuat KUHP syariah, tapi menurut beliau posisi beliau sebagai ketua MK sangat menyulitakan, dan beliau juga mengatakan bahwa Bang Yusril saat jadi Menteri kehakiman pernah merintis ke arah itu sayang setelah tidak menjabat rintisan bang Yusril tidak jelas lagi nasibnya,........Bang Yusril ...abang memang sudah engga jadi menteri lagi tapi justru disini kesempatan abang untuk lebih bebas berpendapat ... seandainya ketika peringtan 100 thn  Muhammad Nasir nanti  abang bisa ngumpulin pakar hukum pro syariat . dan menjadikannya menjadi  momentum kebangkitan umat Islam Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari penjajahan KUHP Belanda  untuk agar menjadi tonggak sejarah penting .dan pada peringatan 17 agustus tahun ini menjadi tema umat Islam untuk benar benar merdeka dari belenggu yang mengekang hak asasi kita untuk bebas melaksanakan syariah dengan kaffah. Bang kami tahu abang amat sibuk tapi kayaknya hanya anada tokoh yang layak untuk manjadi pahlawan yang mengharumkan Islam sebagaimana cheng ho yang abang perankan..... harapan dan doa kami pada abang  Wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamualaum wr wb. Bang  Yusril menyambut 100 tahun muhammad Nasir ,  kita perlu merenungi kembali cita cita beliau untuk menegakkan Syariah di bumi pertiwi tercinta ini, berabad abad lamanya umat Islam dijajah oleh KUHP Belanda , dan kita sudah hampir 53 tahun merdeka belum bisa merdeka dari penjajahan KUHP Belanda , sungguh sebenarnya perang merebut Kemerdekaan ini belum selesai , saya sempat usul pada pak Jimly Ashidiqy agar beliau mengambil inisiatif untuk membuat KUHP syariah, tapi menurut beliau posisi beliau sebagai ketua MK sangat menyulitakan, dan beliau juga mengatakan bahwa Bang Yusril saat jadi Menteri kehakiman pernah merintis ke arah itu sayang setelah tidak menjabat rintisan bang Yusril tidak jelas lagi nasibnya,&#8230;&#8230;..Bang Yusril &#8230;abang memang sudah engga jadi menteri lagi tapi justru disini kesempatan abang untuk lebih bebas berpendapat &#8230; seandainya ketika peringtan 100 thn  Muhammad Nasir nanti  abang bisa ngumpulin pakar hukum pro syariat . dan menjadikannya menjadi  momentum kebangkitan umat Islam Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari penjajahan KUHP Belanda  untuk agar menjadi tonggak sejarah penting .dan pada peringatan 17 agustus tahun ini menjadi tema umat Islam untuk benar benar merdeka dari belenggu yang mengekang hak asasi kita untuk bebas melaksanakan syariah dengan kaffah. Bang kami tahu abang amat sibuk tapi kayaknya hanya anada tokoh yang layak untuk manjadi pahlawan yang mengharumkan Islam sebagaimana cheng ho yang abang perankan&#8230;.. harapan dan doa kami pada abang  Wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nadya</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/03/16/activism-and-intellectualism-the-biography-of-mohammad-natsir/comment-page-1/#comment-7069</link>
		<dc:creator>nadya</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 05:38:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2008/03/16/activism-and-intellectualism-the-biography-of-mohammad-natsir/#comment-7069</guid>
		<description>Sepakat bahwa Mohammad Natsir merupakan tokoh baik politik, agama, sosial, ataupun pendidikan. Tapi kemudian, apakah kita hanya menjadi pengkonsumsi sejarah atau cukup beromantisme dengan perjuangan para tokoh pendahulu kita. Sepertinya sejarah akan berulang.... 
Setidaknya, jika kita tidak bisa mengubah lingkungan ataupun negara kita layaknya Mohammad Natsir 
mari kita merubah diri kita, menjadi seseorang yang lebih baik atau menciptakan generasi yang lebih baik...
Sehingga, Bangsa kita tidak hanya menjadi generasi yang beromantisme terhadap sejarah masa lalu tanpa berbuat sedikitpun untuk perubahan Bangsany....!!!! chayo....,,,,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sepakat bahwa Mohammad Natsir merupakan tokoh baik politik, agama, sosial, ataupun pendidikan. Tapi kemudian, apakah kita hanya menjadi pengkonsumsi sejarah atau cukup beromantisme dengan perjuangan para tokoh pendahulu kita. Sepertinya sejarah akan berulang&#8230;.<br />
Setidaknya, jika kita tidak bisa mengubah lingkungan ataupun negara kita layaknya Mohammad Natsir<br />
mari kita merubah diri kita, menjadi seseorang yang lebih baik atau menciptakan generasi yang lebih baik&#8230;<br />
Sehingga, Bangsa kita tidak hanya menjadi generasi yang beromantisme terhadap sejarah masa lalu tanpa berbuat sedikitpun untuk perubahan Bangsany&#8230;.!!!! chayo&#8230;.,,,,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Arifin Purwakananta</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/03/16/activism-and-intellectualism-the-biography-of-mohammad-natsir/comment-page-1/#comment-6557</link>
		<dc:creator>Arifin Purwakananta</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 12:17:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2008/03/16/activism-and-intellectualism-the-biography-of-mohammad-natsir/#comment-6557</guid>
		<description>Saya senang dengan tulisan ini. Mari ajarkan ini ke adik-adik kita di sekolah..jadikan generasi muda kita pera pejuang dengan mengisahkan para pejuang kita...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya senang dengan tulisan ini. Mari ajarkan ini ke adik-adik kita di sekolah..jadikan generasi muda kita pera pejuang dengan mengisahkan para pejuang kita&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: pamungkas</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/03/16/activism-and-intellectualism-the-biography-of-mohammad-natsir/comment-page-1/#comment-6516</link>
		<dc:creator>pamungkas</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 15:59:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2008/03/16/activism-and-intellectualism-the-biography-of-mohammad-natsir/#comment-6516</guid>
		<description>Saya pikir alm. M. Natsir sangat layak untuk dianugerahi gelar Pahlawan Nasional mengingat jasa - jasa Beliau yang luar biasa. Tapi kok sampai sekarang pemerintah belum juga menganugerahinya yah. Seandainya saja Beliau menjadi Presiden kala itu, bisa jadi Indonesia sudah maju dan sejahtera. Kita semua berharap semoga bangsa Indonesia melahirkan generasi - generasi yang mengikuti jejak langkah  alm M. Natsir</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya pikir alm. M. Natsir sangat layak untuk dianugerahi gelar Pahlawan Nasional mengingat jasa &#8211; jasa Beliau yang luar biasa. Tapi kok sampai sekarang pemerintah belum juga menganugerahinya yah. Seandainya saja Beliau menjadi Presiden kala itu, bisa jadi Indonesia sudah maju dan sejahtera. Kita semua berharap semoga bangsa Indonesia melahirkan generasi &#8211; generasi yang mengikuti jejak langkah  alm M. Natsir</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: edi.santosa</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/03/16/activism-and-intellectualism-the-biography-of-mohammad-natsir/comment-page-1/#comment-6504</link>
		<dc:creator>edi.santosa</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 11:48:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2008/03/16/activism-and-intellectualism-the-biography-of-mohammad-natsir/#comment-6504</guid>
		<description>Ass,
Pak, tahun 1999 saya sempat akti di partai yang bapak pimpin.setelah bekerja aktifitas itu agak berkurang &amp; saya lebih memilih menjadi simpatisan saja. Saya juga banyak menyimpan klipin tentang bapak &amp; tentang partai dari trabloid ABADI(sayng tabloidnya sudah almarhum).buku biogarfi Bapakpun  saya pnyai. dari buku itu dapat saya rasakan kekaguman bapak terhadap alm.M.Natsir. oya dikeluarga saya, satu-satunya pendukung Bapak &amp; PBB adalah saya, selama ini saya sudah tahan dengan cibiran mereka tentang bapak.sampai akhirnya saya sempat terbawa oleh persepsinya mereka.apalagi setelah berita tentang pernikahan bapak yang kedua, sampai sampai banyak anggota dan simpatisan partai di daerah saya berpaling ke lain hati. sebetulnya saya setuju saja dengan pernikahan ini.setiap orang pasti mempunyai nasibnya sendiri2,saya sangat yakini itu. hanya saja, hal yang membuat saya agak sedikit terganggu adalah komentar keluarga sya yang menatakan seperti ini&quot; katanya pengagum Natsir, tapi kok gaya hidupnya bagai langit dan Bumi?? liat aja tuh anaknya, kemanamana sok petantang petenteng bawa mercy jemput pacarnya yang artis. gak ada sederhana-sederhanaynya.&quot; apalagi saya sempet membaca tentang rumah bapak yang berharga miliarabn rupiah.sekali lagi saya bukannya tidajk stuju tentang hal itu, ukuran sederhana,mewah, cukup atau kurang tentu saja berbeda setiap orang tetapi hal ini memang agak sedikit menggangu. Alhamdulilah bapak dikarunia rezeki yang cukup, namun tentu saja dikarenakan bapak adalah piblic figure serta pemimpin umat, sekiranya kami yang tidak mengerti apa apa memang hanya bisa menilai apa yang terlihat. sudi kiranya bapak juga mempertimbangkan hal-hal seperti ini bilamana bapak memang serius menghadapi 2009. saya setuju dengan beberapa penda[pat di media ini. saya tidak meragukan soal keilmuan bapak.tapi saya rasa pencitraan diri dengan memperhatikan kemauan masyarakat umum juga penting. betapa setelah membaca tulisan /tanggapan bapak memberikan pencerahan lagi pada saya,ternyata keraguan saya selama ini adalah sebuah  kesalahan.  semoga Bapak selalu di ridhi Allah SWT. oh ya saya bingung tentang satu hal, jadi Partai Bintang Bulan Bintang itu siapa????? Wass</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass,<br />
Pak, tahun 1999 saya sempat akti di partai yang bapak pimpin.setelah bekerja aktifitas itu agak berkurang &amp; saya lebih memilih menjadi simpatisan saja. Saya juga banyak menyimpan klipin tentang bapak &amp; tentang partai dari trabloid ABADI(sayng tabloidnya sudah almarhum).buku biogarfi Bapakpun  saya pnyai. dari buku itu dapat saya rasakan kekaguman bapak terhadap alm.M.Natsir. oya dikeluarga saya, satu-satunya pendukung Bapak &amp; PBB adalah saya, selama ini saya sudah tahan dengan cibiran mereka tentang bapak.sampai akhirnya saya sempat terbawa oleh persepsinya mereka.apalagi setelah berita tentang pernikahan bapak yang kedua, sampai sampai banyak anggota dan simpatisan partai di daerah saya berpaling ke lain hati. sebetulnya saya setuju saja dengan pernikahan ini.setiap orang pasti mempunyai nasibnya sendiri2,saya sangat yakini itu. hanya saja, hal yang membuat saya agak sedikit terganggu adalah komentar keluarga sya yang menatakan seperti ini&#8221; katanya pengagum Natsir, tapi kok gaya hidupnya bagai langit dan Bumi?? liat aja tuh anaknya, kemanamana sok petantang petenteng bawa mercy jemput pacarnya yang artis. gak ada sederhana-sederhanaynya.&#8221; apalagi saya sempet membaca tentang rumah bapak yang berharga miliarabn rupiah.sekali lagi saya bukannya tidajk stuju tentang hal itu, ukuran sederhana,mewah, cukup atau kurang tentu saja berbeda setiap orang tetapi hal ini memang agak sedikit menggangu. Alhamdulilah bapak dikarunia rezeki yang cukup, namun tentu saja dikarenakan bapak adalah piblic figure serta pemimpin umat, sekiranya kami yang tidak mengerti apa apa memang hanya bisa menilai apa yang terlihat. sudi kiranya bapak juga mempertimbangkan hal-hal seperti ini bilamana bapak memang serius menghadapi 2009. saya setuju dengan beberapa penda[pat di media ini. saya tidak meragukan soal keilmuan bapak.tapi saya rasa pencitraan diri dengan memperhatikan kemauan masyarakat umum juga penting. betapa setelah membaca tulisan /tanggapan bapak memberikan pencerahan lagi pada saya,ternyata keraguan saya selama ini adalah sebuah  kesalahan.  semoga Bapak selalu di ridhi Allah SWT. oh ya saya bingung tentang satu hal, jadi Partai Bintang Bulan Bintang itu siapa????? Wass</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Furkon</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/03/16/activism-and-intellectualism-the-biography-of-mohammad-natsir/comment-page-1/#comment-5341</link>
		<dc:creator>Furkon</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 10:27:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2008/03/16/activism-and-intellectualism-the-biography-of-mohammad-natsir/#comment-5341</guid>
		<description>Kepada Bang Yusril, mengapa pertanyaan-pertanyaan saya masih belum dijawab ?


&lt;em&gt;Tanggapan saya:

Saya mohon maaf, beberapa hari ini saya ada di Malaysia dan baru tadi malam pulang ke Jakarta. Namun besok pagi saya akan ke Makasar dan Buton selama beberapa hari. Jadi saya tak sempat membuka blog ini. Tentang dokumen-dokumen mengenai Masyumi dan Pak Natsir, semuanya saya simpan dalam berbagai kotak di suatu tempat. Saya pindah-pindah rumah terus, sehingga belum sempat untuk merapikan dokumen dan ribuan buku koleksi saya. Saya memang berniat untuk suatu ketika membuat perpusatakaan agar segala koleksi pribadi saya, termasuk yang diberikan oleh Alm Prof. Osman Raliby kepada saya, dapat juga dibaca oleh umum. Namun sampai sekarang, ibarat kata pepatah, maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai. Kalau saya ingin membongkar semua dokumen itu, sungguh makan waktu, karena itu sementara ini saya mohon maaf.

Mengenai politik luar negeri bebas aktif, demikianlah pendapat saya. Banyak sarjana mengatakan politik bebas aktif itu dirumuskan Hatta, namun berdasarkan berbagai dokumen, saya menyangkalnya. Hatta sendiri menyebut haluan politik luar negerinya itu sebagai &quot;politik netral&quot;. Hal itu dapat dibaca dalam Manifest Politik Hatta, yang kalau tak salah ingat diterbitkan akhir tahun 1945.

Ketika saya mewawancara Pak Natsir, beliau mengatakan bahwa haluan politik luar negeri yang dianutnya adalah &quot;politik bebas&quot;. Menurut Pak Natsir, idea dasar rumusannya datang dari Mohamad Roem. Rumusannya jelas sekali dalam pidato untuk memperoleh votum kepercayaan PM Natsit di Parlemen tahun 1950, yang judulnya Membangun Di atas Puing Reruntuhan. Pada waktu anggota parlemen bertanya, apakah politik bebas itu berarti tidak berpendirian dan mengikuti arah angin, PM Natsir mengatakan tidak, politik luar negeri yang bebas itu &quot;bersifat aktif&quot;. Dari situlah muncul istilah politik LN bebas aktif itu.

Demikian penjelasan saya. Terima kasih. (YIM)&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada Bang Yusril, mengapa pertanyaan-pertanyaan saya masih belum dijawab ?</p>
<p><em>Tanggapan saya:</p>
<p>Saya mohon maaf, beberapa hari ini saya ada di Malaysia dan baru tadi malam pulang ke Jakarta. Namun besok pagi saya akan ke Makasar dan Buton selama beberapa hari. Jadi saya tak sempat membuka blog ini. Tentang dokumen-dokumen mengenai Masyumi dan Pak Natsir, semuanya saya simpan dalam berbagai kotak di suatu tempat. Saya pindah-pindah rumah terus, sehingga belum sempat untuk merapikan dokumen dan ribuan buku koleksi saya. Saya memang berniat untuk suatu ketika membuat perpusatakaan agar segala koleksi pribadi saya, termasuk yang diberikan oleh Alm Prof. Osman Raliby kepada saya, dapat juga dibaca oleh umum. Namun sampai sekarang, ibarat kata pepatah, maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai. Kalau saya ingin membongkar semua dokumen itu, sungguh makan waktu, karena itu sementara ini saya mohon maaf.</p>
<p>Mengenai politik luar negeri bebas aktif, demikianlah pendapat saya. Banyak sarjana mengatakan politik bebas aktif itu dirumuskan Hatta, namun berdasarkan berbagai dokumen, saya menyangkalnya. Hatta sendiri menyebut haluan politik luar negerinya itu sebagai &#8220;politik netral&#8221;. Hal itu dapat dibaca dalam Manifest Politik Hatta, yang kalau tak salah ingat diterbitkan akhir tahun 1945.</p>
<p>Ketika saya mewawancara Pak Natsir, beliau mengatakan bahwa haluan politik luar negeri yang dianutnya adalah &#8220;politik bebas&#8221;. Menurut Pak Natsir, idea dasar rumusannya datang dari Mohamad Roem. Rumusannya jelas sekali dalam pidato untuk memperoleh votum kepercayaan PM Natsit di Parlemen tahun 1950, yang judulnya Membangun Di atas Puing Reruntuhan. Pada waktu anggota parlemen bertanya, apakah politik bebas itu berarti tidak berpendirian dan mengikuti arah angin, PM Natsir mengatakan tidak, politik luar negeri yang bebas itu &#8220;bersifat aktif&#8221;. Dari situlah muncul istilah politik LN bebas aktif itu.</p>
<p>Demikian penjelasan saya. Terima kasih. (YIM)</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: M.Fuad Nasar</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/03/16/activism-and-intellectualism-the-biography-of-mohammad-natsir/comment-page-1/#comment-5333</link>
		<dc:creator>M.Fuad Nasar</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 08:15:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2008/03/16/activism-and-intellectualism-the-biography-of-mohammad-natsir/#comment-5333</guid>
		<description>Assalamualaikum wr.wb.

Setiap kali membaca tulisan Bang Yusril Ihza Mahendra tentang Pak Natsir dan tokoh-tokoh Islam lainnya yang patut menjadi panutan bagi generasi di zaman ini, seolah mempertemukan saya dengan mata air moral yang tidak pernah kering betapa sering pun ditimba. 
Beruntung Bang Yusril ditakdirkan Allah mempunyai pengalaman berintekaksi secara dekat dengan Pak Natsir dan para pemimpin Masyumi lainnya. Saya sendiri hanya beberapa kali bertemu Pak Natsir ketika saya masih sekolah SMA dan kuliah, tapi tidak sempat berinteraksi pemikiran, kecuali melalui buku-buku yang beliau tulis. Saya mendoakan mudah-mudahan Bang Yusril mewarisi watak, pemikiran dan leadership pemimpin kebanggaan umat tersebut.  Hidup adalah akidah dan perjuangan, kata Pak Natsir dalam sebuah tulisannya. Salam hormat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum wr.wb.</p>
<p>Setiap kali membaca tulisan Bang Yusril Ihza Mahendra tentang Pak Natsir dan tokoh-tokoh Islam lainnya yang patut menjadi panutan bagi generasi di zaman ini, seolah mempertemukan saya dengan mata air moral yang tidak pernah kering betapa sering pun ditimba.<br />
Beruntung Bang Yusril ditakdirkan Allah mempunyai pengalaman berintekaksi secara dekat dengan Pak Natsir dan para pemimpin Masyumi lainnya. Saya sendiri hanya beberapa kali bertemu Pak Natsir ketika saya masih sekolah SMA dan kuliah, tapi tidak sempat berinteraksi pemikiran, kecuali melalui buku-buku yang beliau tulis. Saya mendoakan mudah-mudahan Bang Yusril mewarisi watak, pemikiran dan leadership pemimpin kebanggaan umat tersebut.  Hidup adalah akidah dan perjuangan, kata Pak Natsir dalam sebuah tulisannya. Salam hormat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Furkon</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/03/16/activism-and-intellectualism-the-biography-of-mohammad-natsir/comment-page-1/#comment-5052</link>
		<dc:creator>Furkon</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 10:51:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2008/03/16/activism-and-intellectualism-the-biography-of-mohammad-natsir/#comment-5052</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum wr.wb.

Pertama, saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya, karena Abang membuka ruang untuk berkomunikasi dengan publik, semoga ruang website bermanfaat sebagaimana Abang dan kita harapkan bersama.

M.Natsir bagi saya adalah inspirator. Kesederhanaannya, kesopanannya serta perjuangannya baik pada bangsa dan umat Islam sulit untuk dilukiskan dengan kata-kata. Dan almarhum juga yang memberikan banyak jasa pada umat tak terkecuali pada saya. Thus, saya ingin memberikan sesuatu untuk mengenang jasa almarhum dengan menulis buku serius tentang &#039;MOSI INTEGRAL NATSIR&#039;.

Pertanyaannya saya untuk Abang adalah sebagai berikut;
1. Sejauh ini sudahkah Abang menemukan baik diterbitkan atau tidak (tesis atau disertasi yang menulis tentang MOSI INTEGRAL NATSIR? sebab sepanjang pembacaan saya belum menemukan dokumen atau buku (baik yang diterbitkan atau yang tidak diterbitkan. Kalau ada informasinya boleh saya dikasih tahu, kalau bisa dengan detail (penerbit, tahun terbitan dan kalau bisa dimana mendapatkannya.
2. Almarhum M.Natsir bagi saya adalah orang tua, guru serta teladan, namun demikian terus terang saya tidak mempunyai lengkap semua dokumen almarhum. Mengingat Abang pernah lama dekat dengan beliau, mungkin Abang sudi kiranya membantu saya untuk memberi kesempatan untuk memfoto copy berbagai dokumen almarhum. Dalam hal ini mungkin saya akan mengatasnamakan lembaga (lembaganya nanti saya sebutkan). Ringkasnya mungkinkah saya mengkopi dokumen-dokumen tentang Almarhum yang ada di Abang ?
3. Ada yangsedikit mengganjal pada pembacaan saya tentang &#039;mengayuh diantara dua karang&#039;, mengenai kebijakan luar negeri Indonesia. Yang saya baca itu merupakan gagasan Hatta, tapi Abang mengatakan itu gagasan almarhum M. Natsir. Mohon kiranya Abang memberikan penjelasan yang lebih lengkap mengenai hal tersebut?

Sementara sekian, terima kasih saya ucapkan. Mohon jawabannya. 

Wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum wr.wb.</p>
<p>Pertama, saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya, karena Abang membuka ruang untuk berkomunikasi dengan publik, semoga ruang website bermanfaat sebagaimana Abang dan kita harapkan bersama.</p>
<p>M.Natsir bagi saya adalah inspirator. Kesederhanaannya, kesopanannya serta perjuangannya baik pada bangsa dan umat Islam sulit untuk dilukiskan dengan kata-kata. Dan almarhum juga yang memberikan banyak jasa pada umat tak terkecuali pada saya. Thus, saya ingin memberikan sesuatu untuk mengenang jasa almarhum dengan menulis buku serius tentang &#8216;MOSI INTEGRAL NATSIR&#8217;.</p>
<p>Pertanyaannya saya untuk Abang adalah sebagai berikut;<br />
1. Sejauh ini sudahkah Abang menemukan baik diterbitkan atau tidak (tesis atau disertasi yang menulis tentang MOSI INTEGRAL NATSIR? sebab sepanjang pembacaan saya belum menemukan dokumen atau buku (baik yang diterbitkan atau yang tidak diterbitkan. Kalau ada informasinya boleh saya dikasih tahu, kalau bisa dengan detail (penerbit, tahun terbitan dan kalau bisa dimana mendapatkannya.<br />
2. Almarhum M.Natsir bagi saya adalah orang tua, guru serta teladan, namun demikian terus terang saya tidak mempunyai lengkap semua dokumen almarhum. Mengingat Abang pernah lama dekat dengan beliau, mungkin Abang sudi kiranya membantu saya untuk memberi kesempatan untuk memfoto copy berbagai dokumen almarhum. Dalam hal ini mungkin saya akan mengatasnamakan lembaga (lembaganya nanti saya sebutkan). Ringkasnya mungkinkah saya mengkopi dokumen-dokumen tentang Almarhum yang ada di Abang ?<br />
3. Ada yangsedikit mengganjal pada pembacaan saya tentang &#8216;mengayuh diantara dua karang&#8217;, mengenai kebijakan luar negeri Indonesia. Yang saya baca itu merupakan gagasan Hatta, tapi Abang mengatakan itu gagasan almarhum M. Natsir. Mohon kiranya Abang memberikan penjelasan yang lebih lengkap mengenai hal tersebut?</p>
<p>Sementara sekian, terima kasih saya ucapkan. Mohon jawabannya. </p>
<p>Wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ahmad Nuruddin Assulaimaniy</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/03/16/activism-and-intellectualism-the-biography-of-mohammad-natsir/comment-page-1/#comment-3368</link>
		<dc:creator>Ahmad Nuruddin Assulaimaniy</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 May 2008 14:56:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2008/03/16/activism-and-intellectualism-the-biography-of-mohammad-natsir/#comment-3368</guid>
		<description>tokoh ideologis ini merupakan tokoh Islam ideologis yang terbaik yang pernah lahir di negeri ini. kalau boleh saya usulkan untuk menulis ringkasan atau syarah dari kumpulan tulisan beliau kapita selekta. Kenapa Tan malaka dengan ideologi Sosialis nya punya Website bagi para pengagumnya sementara M Natsir tidak. mari kitapikirkan untuk membuata website tentang Muhammad Natsir dan Ideologi Islam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tokoh ideologis ini merupakan tokoh Islam ideologis yang terbaik yang pernah lahir di negeri ini. kalau boleh saya usulkan untuk menulis ringkasan atau syarah dari kumpulan tulisan beliau kapita selekta. Kenapa Tan malaka dengan ideologi Sosialis nya punya Website bagi para pengagumnya sementara M Natsir tidak. mari kitapikirkan untuk membuata website tentang Muhammad Natsir dan Ideologi Islam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hery Azwan</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/03/16/activism-and-intellectualism-the-biography-of-mohammad-natsir/comment-page-1/#comment-2659</link>
		<dc:creator>Hery Azwan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 03:24:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2008/03/16/activism-and-intellectualism-the-biography-of-mohammad-natsir/#comment-2659</guid>
		<description>I think this post should be translated to Bahasa Indonesia in order to provide more comprehension to the bloggers.
What do you think, Pak Yusril?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>I think this post should be translated to Bahasa Indonesia in order to provide more comprehension to the bloggers.<br />
What do you think, Pak Yusril?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

