Bismillah ar-Rahman ar-Rahim,
Seperti diberitakan berbagai media massa akhir-akhir ini, saya telah sampai pada kesimpulan untuk tidak menerima tawaran Presiden SBY menjadi hakim Mahkamah Konstitusi. Dalam beberapa kali pertemuan dengan saya, Presiden bukan saja mengharapkan kesediaan saya menjadi hakim mahkamah itu, tetapi juga, kalau mungkin menjadi ketuanya. Saya menyadari bahwa soal Ketua Mahkamah Konstitusi bukanlah kewenangan Presiden, karena ketua itu dipilih dari dan oleh para hakim Mahkamah Konstitusi yang berjumlah sembilan orang itu. Sebagaimana kita maklum, Ketua Mahkamah Konstitusi yang kini dijabat oleh Jimly Asshiddiqy akan berakhir pada tanggal 15 Agustus 2008 nanti. Sementara itu, Jimly Asshiddiqy, Machfud MD dan M. Akil Mochtar dua hari yang lalu telah dipilih oleh DPR menjadi hakim Mahkamah Konstitusi. Kita belum tahu siapa hakim mahkamah itu yang akan diangkat berdasarkan pilihan Presiden dan Mahkamah Agung.
Pertimbangan utama saya untuk akhirnya menolak tawaran sebagai hakim Mahkamah Konstitusi itu, disebabkan oleh konsekwensi dari jabatan tersebut yang mengharuskan saya mundur dari keanggotaan saya di partai politik. Hakim Mahkamah Konstitusi memang wajib untuk tidak berpolitik, agar putusan yang diambilnya benar-benar objektif dan murni berdasarkan kaidah-kaidah hukum. Saya termasuk salah seorang penggagas, pendiri dan pernah dua kali menjadi Ketua Umum Partai Bulan Bintang. Kini saya menduduki jabatan sebagai Ketua Majelis Syuro partai itu. Saya telah mendengar masukan dan saran dari berbagai pihak dalam struktur partai, baik di pusat maupun di daerah, yang kebanyakan berat hati melepaskan saya dari partai. Memang ada beban moral yang sangat berat bagi saya, kalau harus meninggalkan partai demi jabatan Ketua Mahkamah Konstitusi. Saya bukanlah tipe orang yang dengan mudah keluar masuk sebuah partai. Buat pertama kalinya saya menjadi anggota partai dan partai itu ialah Partai Bulan Bintang. Saya berkeinginan agar inilah untuk pertama dan terakhir kali saya menjadi anggota sebuah partai politik.
Saya sepenuhnya menyadari bahwa partai adalah alat untuk mencapai sebuah tujuan, dan bukan tujuan itu sendiri. Saya masuk menjadi anggota partai, bukan karena ingin menjadikan partai itu sebagai kuda tunggangan untuk menduduki sebuah jabatan. Kalau demikian keadaannya, saya dengan mudah menjadi anggota partai besar yang sudah mapan. Saya mungkin pula dapat memilih jalan lain sebagai alternatif, misalnya dengan tampil berkprah murni sebagai seorang intelektual dan teknokrat untuk masuk ke jajaran pemerintahan. Sejarah politik negara kita, sejak awal kemerdekaan sampai sekarang, membuktikan bahwa tidak sedikit jumlahnya teknorat non-partai terlibat dalam pengisian jabatan-jabatan kenegaraan. Mr. Asaat misalnya, bahkan pernah menjadi Pemangku Presiden RI, ketika Soekarno menjadi Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS). Dr. Ir. Juanda juga pernah beberapa kali menjadi menteri, bahkan menjadi Perdana Menteri RI. Keduanya tidak menjadi anggota partai apapun juga. Dalam kabinet Indonesia Bersatu sekarang ini, cukup banyak pula menteri yang tidak berpartai.
Saya masuk partai dengan sebuah kesadaran dan keyakinan tentang ideologi politik dan cita-cita. Bahkan saya sendiri yang mendraf Tafsir Asas Partai Bulan Bintang, yang merupakan rumusan ideologi resmi partai ini, sama halnya dengan Mohammad Natsir yang mendraf Tafsir Asas Masyumi sebagai rumusan ideologi resmi partai. Saya meyakini dengan sepenuh hati bahwa Islam adalah ajaran agama yang bersifat abadi dan universal. Prose mentransformasi ajaran-ajaran Islamke dalam suatu formula untuk menjawab tantangan zaman pada sebuah negeri dengan problema-problemanya yang khas adalah sebuah proses perumusan ideologi. Ajaran Islam dalam hal kemasyarakatan dan politik pada umumnya adalah bersifat prinsip prinsip dan tidak memasuki urusan yang detail. Hasil rumusannya secara lebih kongkrit dan lebih eksplisit untuk menjawab tantangan zaman pada kurun waktu tertentu dan tempat tertentu, itulah yang kita namakan sebagai ideologi. Saya tidak mungkin meninggalkan partai dengan ideologi yang saya yakini itu.
Kenyataan yang saya hadapi sekarang ialah, PBB hanyalah sebuah partai kecil dengan jumlah pendukung mendekati tiga juta orang atau 2,7 persen dari suara pemilih yang sah, seperti nampak dalam Pemilihan Umum tahun 2004. Saya tidak kecewa dengan kenyataan ini, karena sejarah telah mengajarkan kepada saya, bahwa partai politik di sebuah negara akan selalu saja mengalami pasang surut. Partai kecil bukanlah mustahil suatu ketika akan berubah menjadi partai besar. Sebaliknya pula, partai besar bukan mustahil pula akan berubah menjadi partai kecil. Roda zaman akan terus berputar, generasi demi generasi akan datang silih berganti. Saya ingin Partai Bulan Bintang tetap eksis, walau sekarang kecil, dan partai ini akan diwariskan kepada generasi penerus di masa-masa yang akan datang. Sebuah generasi boleh saja pergi meninggalkan dunia yang fana ini. Namun sebuah ideologi yang mengandung cita-cita yang luhur haruslah tetap hidup untuk selama-lamanya.
Sebab itulah dalam beberapa bulan terakhir ini saya turun ke daerah-daerah untuk menggalang kembali kekuatan partai. PBB memang tidak mengedepankan tokoh karismatik karena semangat ajaran Islam adalah egaliter. Saya tidak ingin menjadi tokoh karismatik selama saya masih hidup, sebagimana juga saya tidak ingin kalau saya sudah meninggal, kuburan saya dikeramatkan orang. Namun kehadiran saya ke daerah-daerah itu sedikit banyaknya akan menggelorakan semangat seluruh jajaran pemimpin partai untuk memperkuat posisi, khususnya dalam menghadapi Pemilihan Umum 2009 yang akan datang. Waktu yang dimiliki tidaklah banyak. Persiapan-persiapan harus dimulai sejak sekarang. Waktu yang tinggal sedikit ini, juga menjadi salah satu pertimbangan saya untuk menolak tawaran menjadi hakim konsititusi. Saya tidak ingin ada anggapan, jabatan di Mahkamah Konstitusi itu hanya sebagai batu loncatan untuk menduduki jabatan lain yang lebih bergengsi.
Jabatan hakim sesungguhnya adalah jabatan profesional. Bukanlah karena saya salah seorang tokoh partai, maka saya ditawari jabatan itu. Saya lebih melihat tawaran itu diberikan kepada saya dalam posisi sebagai gurubesar hukum tatanegara, dan pengalaman saya bertahun-tahun dalam mendraf dan membahas berbagai rancangan peraturan perundang-undangan di negeri ini, termasuk pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Mahkamah Konstitusi itu sendiri. Berkali-kali pula saya tampil menjadi kuasa hukum Presiden RI – baik Megawati maupun Susilo Bambang Yudhoyono — dalam menghadapi berbagai perkara di Mahkamah Konstitusi, tanpa pernah dikalahkan. Bahkan ketika menghadapi Adnan Buyung Nasution yang menjadi kuasa hukum mantan Bupati Bekasi dalam perkara sengketa kewenangan antar lembaga negara, dengan salah satu tergugatnya adalah Presiden RI, saya dapat mematahkan seluruh argumen-argumen yang beliau kemukakan.
Pertimbangan lain yang mendorong saya untuk menolak tawaran jabatan hakim Mahkamah Konstitusi ialah, niatsaya untuk maju ke pencalonan Presiden RI dalam pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2009 nanti. Banyak wartawan bertanya kepada saya, apakah saya siap dan sanggup menjadi Presiden. Jawaban saya, saya siap dan sanggup. Namun saya masih memikirkan dan mempersiapkan segala sesuatu agar saya bisa maju dan tentu harapan saya, bisa pula terpilih dalam pemilihan itu. Saya telah terlibat aktif dalam pemerintahan sejak tahun 1994. Pernah menjadi anggota DPR dan MPR, serta tiga kali menjadi menteri. Ketika menjadi Menteri Kehakiman dan HAM, berkali-kali saya merangkap sebagai Menteri Luar Negeri Ad Interim. Bahkan ketika menjabat Menseneg, pernah saya menjabat sebagai Menteri Hukum dan HAM serta Menteri Luar Negeri Ad Interim sekaligus. Saya paham dan mengerti apa yang menjadi tugas dan kewajiban Presiden.
Telah beberapa kali pula saya bekerja di belakang layar dalam membantu tugas-tugas seorang Presiden, sejak Presiden Soeharto, Habibie sampai Susilo Bambang Yudhoyono. Saya telah pernah pula menjadi calon Presiden yang disahkan oleh MPR Tahun 1999 bersama-sama dengan Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri. Ketika itu banyak sekali yang mendesak agar saya mundur, dengan pertimbangan utama saya masih sangat muda. Waktu itu saya berumur 42 tahun. Saya bersedia saja untuk mengalah untuk memberi kesempatan kepada mereka yang lebih tua usianya. Sepuluh tahun kemudian, tak ada lagi alasan mengatakan usia saya masih terlalu muda dan kurang ilmu serta pengalaman dalam mengelola negara.
Saya menyadari bahwa jalan untuk maju ke pencalonan Presiden memang berat dan berliku. Dengan mengacu kepada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang berlaku sekarang, maka pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden haruslah diajukan oleh partai politik peserta pemilu baik sendiri atau gabungan, dengan total kursi DPR minimal 15 persen, atau mencapai angka 20 persen suara sah pemilih pada tingkat nasional. Kalau mengacu pada ketentuan ini, dengan melihat pada hasil pemilu 2004, maka hanya Golkar dan PDIP saja yang dapat mencalonkan Presiden dan Wakil Presiden tanpa harus bergabung dengan partai lain. Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla, adalah mustahil dapat dicalonkan dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2004, tanpa Partai Demokrat berkoalisi dengan Partai Bulan Bintang. Jusuf Kalla sendiri ketika itu dalam posisi terpojok, karena dia sedang diskors dari keanggotaannya di Partai Golkar.
Bahwa setelah terpilih, dua kader Partai Bulan Bintang diberhentikan dari kabinet karena antara lain, desakan sejumlah anggota partai besar dan gerilya politik yang mereka lakukan melalui penggalangan publik opini, itu adalah soal lain. Tidak ada koalisi yang permanen. Bagi sebagian politisi — mungkin termasuk Prsiden Susilo Bambang Yodhoyono — mempertahankan kekuasaan tentu sangat penting. Sebab itu kawan lama disuruh pergi dari gelanggang dan lawan lama ditarik masuk menjadi kawan baru untuk memperkuat posisi, adalah suatu hal yang mungkin saja terjadi dalam prilaku politik, walau kalau saya, tentu akan merasa berat melakukannya. Situasi politik telah berubah. Jusuf Kalla telah terpilih menjadi Wakil Presiden, dan dengan posisi itu pula dia terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar. Sukar membayangkan Kalla akan terpilih menjadi Ketua Golkar, kalau dia bukan Wakil Presiden. Golkar perlu cantolan kekuasaan, setelah calon Presiden hasil konvensinya, Wiranto, kalah dalam pemilihan. Sementara Yudhoyono juga diuntungkan dengan posisi Jusuf Kalla di sana untuk mengamankan posisi pemerintahannya berhadapan dengan DPR. Kursi PBB di DPR tak banyak membantu Susilo Bambang Yudhoyono baik dalam kerjasama, maupun dalam menghadapi penggunakan berbagai hak DPR, mulai dari interplasi, angket bahkan sampai pada kemungkinan dilakukannya “impeachment” oleh DPR kepada Presiden.
Dengan menyadari sungguh-sungguh perjalanan politik seperti saya kemukakan di atas, dan menyadari pula prosedur pencalonan Presiden dan Wakil Presiden sebagaimana diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2003, maka saya tidak mempunyai pilihan lain, kecuali harus memperkuat posisi Partai Bulan Bintang dalam Pemilihan Umum 2009 yang akan datang. Berbagai pihak yang selama ini mengemukakan saran dan harapan agar saya maju dalam pencalonan Presiden dalam pemilu 2009, saya harapkan akan memberikan dukungan kepada Partai Bulan Bintang. Kepada seluruh jajaran pengurus partai, dari pusat sampai ke daerah-daerah, saya serukan untuk bekerja keras dan tidak menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang makin pendek.
Partai Bulan Bintang memang tidak memiliki sumber dana yang besar dalam membiayai kegiatan-kegiatan politiknya. Namun dana bukanlah segala-galanya. Apa yang terutama dilakukan ialah menarik simpati dan dukungan rakyat yang seluas-luasnya, dengan mengemukakan program-program yang sungguh-sungguh menyentuh kehidupan rakyat banyak, terutama kaum tani, buruh dan nelayan, yang menjadi komponen bangsa kita yang terbesar. Meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat adalah cita-cita mulia yang sejalan dengan cita-cita ajaran Islam.
Apa yang saya tulis kali ini mungkin nampak sebagai sebuah impian. Namun, sejarah telah mengajarkan kepada kita bahwa sebuah kisah suksespada awalnya tidak jarang hanyalah sebuah impian, yang mungkin menjadi bahan cemooh dan tertawaan ketika dikemukakan. Apa yang terpenting bagi saya ialah, dapatnya saya membawa bangsa dan negara ke arah kemajuan, melalui suatu perubahan. Perubahan hanya mungkin dilakukan oleh orang yang energik, mengerti seluk-beluk masalah yang dihadapi, disertai dengan kecerdasan dan ketajaman analisa dalam melakukan terobosan, serta keberanian mengambil sikap dan membuat keputusan yang tepat pada moment yang tepat, cepat dan tidak bertele-tele. Momentum untuk melakukan lompatan, seringkali tidak terulang dua kali. Karena itu keputusan yang tepat waktu dan konsistensi dalam menerapkan suatu kebijakan yang benar, akan sangat menentukan keberhasilan membangun sebuah bangsa…
La hawla wala quwwata illa billah al-’aliyyul ’azim.
Cetak artikel Oleh Yusril Ihza Mahendra — March 16th, 2008
95 tanggapan untuk “PENOLAKAN PENCALONAN HAKIM MAHKAMAH KONSTITUSI DAN PENCALONAN PRESIDEN 2009”
Pages: [1] 2 3 4 » Show All
javanese-script.com (komentar #1)
Menurut saya, apapun alasan Bapak, menolak atau menerima suatu amanah/jabatan ataupun hal lainnya, adalah hak personal bapak, dan saya yakin orang hebat di Indonesia ini tidak hanya bapak, ya kan Pak :)
Ya. Tentu saja. Banyak orang yang mampu namun mungkin tidak mempunyai kesempatan. (YIM)
March 16th, 2008 at 11:52 am
M.Rifqinizamy Karsayuda (komentar #2)
Semoga segalanya lancar Prof…..Sukses
March 16th, 2008 at 11:57 am
Capry (komentar #3)
Ya, benar Om Yusril ..
Keputusan untuk menolak dengan alasan ‘demikian’ yg ‘Om’ jelaskan itu juga kami dukung.
Di samping [salah satu] untuk menghindari berbagai benturan yang mungkin, jika anda menerima tawaran itu.
dan juga [lagi..] tindakan menerima ‘tawaran’ itu menurut hemat kami akan melebarkan fokus
dan ‘mengaburkan’ orientasi.
Kami mendukung Anda !!.
Maju Terus, Pantang Macet ! [L.A lights]
Capry ~ Makassar.
Btw OOT ~ saya baru ke sini lagi —
Saya mencari kawan lama: Bonar, Jebee, Iwan Asnawi, dkk
mana kalian kawan …? [Pertamax].
Mohon kita urun rembuk dengan perencanaan perencanaan Om Yusril ,
“kita” bantu beliau ..OK :)
Terima kasih (YIM)
March 16th, 2008 at 12:14 pm
a.malik (komentar #4)
ass.w.w.
Alhamdulilah Pak Yusril telah menyatakan tekadnya untuk membesarkan partai bulan bintang dan kalau ada kesempatan dan memungkinkan akan maju sebagai calon presiden.Mudah-2 dengan niat yang ihlas dan bekerja keras Insya Allah akan diberikan kemudahan.
Soal Partai Bulan Bintang, pemilu yang akan datang merupakan tahun yang menentukan apakah cita-2 untuk menjadikan PBB sebagai sarana perjuangan akan tetap exist.Andaika PBB tidak lolos dalam ET/PT dalam pemilu yang akan datang akan habislah riwayat partai penerus perjuangan aspirasi Masyumi. Karena itu perjuangan untuk membesarkan partai bukanlah pekerjaan yang setengah hati dan memperhitungkan untung rugi pribadi.
Dalam membesarkan partai ini kita memperhatikan fakta bahwa sejak Masyumi membubarkan diri tokoh-2 utama masyumi telah mulai terlihat bersimpang jalan seperti Pak NatsirCs membentuk Dewan Dakwah, sedangkan tokoh lainnya seperti PAK SukimanCs masuk PSII. Lapis keduanya selain itu banyak yang bergabung dalam Golkar lapisan ketiganya yang merupakan cucu-2 Masyumi baik dia mantan HMI atau lainnya ada juga yang aktip melalui PDIP. Semuanya itu tergantung kepada motivasi mereka masing-2.Sementara itu dalam euforia demokrasi dimana pemerintah telah memberikan kesempatan untuk mendirikan Partai,para pengurus Dewan DAAKWAH pun terpecah dalam beberapa partai.Lebih sedih lagi penandatangan deklarasi berdirinya PBB sekaran malah aktif dalam partai lain.fakta lain yang perlu juga mendapat perhatian adalah suara partai Parmusi yang pada waktu menjadi saluran bagi anggauta Masyumi hanya mendapat 8 % suara bila dibanngkan dengan Masyumi yang mencapai +/.20 %.Fakta ini dikemukakan agar menjadi cambuk bagi kita semua untuk bekerja lebih keras membesarkan partai.
Untuk membesarkan partai perlu beberapa langkah yang perlu diambil.PBB harus menempatkan dirinya sebagai partai untuk menegakkan demokrasi, keadilan amar makruf nahi mungkar yang menjadi ciri perjuangan Masyumi.Hal inilah yang perlu ditonjolkan bukan labelnya karena pemilih saat ini hampir semuanya tidak mengenal perjuangan Masyumi. apalagi dikalangan generasi mudanya.
PBB masih mempunyai peluang untuk menjadi partai besar dan lebih besar asal saja asset sdm partai dioptimalkan pemanfaatannya.Pak Yusril merupakan asset yang berharaga , beliau saya yakin dapat menarik simpati dari generasi muda/intelektual, dan menggerakkan tokoh-2 didaeah karena namanya sudah cukup terkenal sebagai mantan Menteri dan selain dapat bertindak sebagai da’i.Tokoh seperti Pak Yusril sebenarnya banyak dikalangan PBB baik di Pusat maupun didaerah.
Yang tidak kurang pentingnya adalah merajut kembali tali silaturahmi dengan kawan seperjuangan yang meninggalkan PBB atau mereka yang menggagap dirinya sebagai penerus perjuangan Masyumi yang tidak bisa mengikuti pemilu yang akan datang.Semoga PBB akan diberikan Allah SWT kemudahan dalam memperjuangkan cita citanya. Amien.
March 16th, 2008 at 2:23 pm
koohar (komentar #5)
Salam buat Pak Yusril…
keteguhan hati bapak untuk maju dalam pertarungan pilpres 2009 semakin besar jika dibandingkan dengan pilpres 2004. adalah wajar bila hal itu terjadi, karena tahun 2009 adalah moment yang penting bagi bapak untuk tidak lagi “mengalah” kepada tokoh-tokoh nasional lainnya. sebagai tokoh nasional yang sudah berkecimpung sedemikian lama di beberapa kepemimpinan presiden sejak orde baru hingga kepemimpinan SBJ-JK, mustahil rasanya bapak tidak sebisa mereka yang telah memimpin bangsa ini. persoalannya hanya trletak pada kesempatan saja dan moment yang belum tepat.
sejak bapak menjadi seorang menteri, saya melihat kemerosotan PBB mulai terlihat, banyak konstituen yang meninggalkan PBB pdahal mereka sudah menjadi anggota resmi partai tersebut. saya mengamati, bapak memang tidak mengutamakan lagi bagaimana mengurus partai secara langsung oleh karena jabatan menteri yang telah bapak peroleh lebih besar tanggungjawabnya ketimbang urusan di partai politik. namun tuduhan dan polemik selalu ada ketika para elit mempersoalkan posisi bapak yang memiliki jabatan politik sekaligus jabatan karier. padahal jujur saja saya melihat bahwa bapak adalah tokoh sekaligus pejabat yang bisa membedakan mana yang menjadi urusan partai dan mana yang menjadi urusan negara. polemik itu telah bapak patahkan secara bijak sehingga tidak banyak lagi yang mempersoalkannya.
berbicara soal peluang di tahun 2009, saya memiliki analisis tersendiri. partai partai besar di tahun 2009 nanti masih dengan trennya yaitu mengusung pemimpin yang mengalami kekalahan pada pilpres 2004, PDIP dengan megawati-nya, Golkar dengan Jusuf Kalla meskipun sekarang ini Akbar Tanjung juga telah membuka kartu untuk menjadi capres dari Golkar. PKB sudah resmi untuk mengusung Abdurrahman Wahid, dan Wiranto juga siap bertarung dengan kendaraan Hanuranya. namun bagaimanapun strateginya, segala kemungkinan itu hanya bisa diprediksi berdasarkan jumlah suara pada pemilu legislatif. koalisi adalah suatu ang mungkin terjadi bila tidak ada sat partai yang memperoleh suara mayoritas penuh.
bagi saya sosok bapak adalah ibarat “kuda hitam” dipenghujung pertarungan yang bisa saya prediksi layaknya seorang yang masih belum berkoar-koar tidak seperti tokoh lainnya. sosok lain yang saya lihat seperti itu adalah sepak terjang Sri Sultan Hamengkubuwono yang juga memiliki peluang itu. sedangkan tokoh lain sya agak pesimis karena mereka sudah pernah bermain, ibarat lagu, mereka adalah penyanyi legendaris yang telah membawakan lagu baru ciptaan sendiri. Golkar Baru, PDI Pembaharuan, dan macam-macamlah namanya. maka kalau duet bapak adalah luar jawa-jawa maka, duaet bapak dengan Sri Sultan sangat berpeluang. namun jika duet itu mesti Sipil-Militer, maka bagi saya agak sulit, karena militer yang muncul sekarang ini, kartakanlah wiranto dan sutiyoso bagi saya kalau harus memilih, lebih baik memilih wiranto. namun tidak menutup kemungkinan ada sosok militer yang lain.
namun dibalik prediksi itu, yang utama adlah bagaimana bapak membangun kembali basis masa PBB yang sudah lepas beberapa tahun ini oleh karena lemahnya manajerial yang dilakukan oleh pimpinan partai ini di tingkat daerah. saya hanya melihat kelemahan itu di daerah bangka belitung mudah-mudahan di daerah lain tidak. namun bangka belitung adalah basis masa utama yang tidak patut bila suaranya semakin menurun. maka kedepan bagaimana menempatkan tokoh-tokoh muda yang yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan partai ini di daerah. mesti ada penyegaran keorganisasian partai di tingkat lokal. dan saya pikir bapak lebih paham dalam soal ini. tentunya PBB harus memiliki kader-kader pembaharuan yang bisa membawa partai ini di 2009 menjadi partai yang diperhitungkan. jangan hanya karena partai kecil, SBY dengan mudah mendepak bapak sebagai menteri karena tekanan partai besar di sebelahnya. semoga kita berjaya merebut kembali kejayaan ketika jayanya masyumi pada era soekarno.
semoga dapat memberikan masukan karena sesungguhnya kita harus bahu membahu membangun PBB secara total. kami mendukung dan akan bertindak riil di daerah kami, bangka belitung, semoga kita meraih kemenangan….(YUSRIL FOR PRESIDENT 2009)
KOOHAR
Saran-saran Anda saya perhatikan. Terima kasih banyak. Kini setiap minggu saya pergi ke kabupaten-kabupaten di seluruh tanah air. Saya mulai menggalang kembali kekuatan PBB di segala lini. Semoga Allah SWT memberi saya kekuatan dalam melaksanakan cita-cita ini (YIM)
March 16th, 2008 at 4:41 pm
Nasrullah (komentar #6)
“Momentum untuk melakukan lompatan, seringkali tidak terulang dua kali. Karena itu keputusan yang tepat waktu dan konsistensi dalam menerapkan suatu kebijakan yang benar, akan sangat menentukan keberhasilan membangun sebuah bangsa…”
Ketegasan Bang YIM dalam menentukan keputusan untuk melangkah, apapun risiko yang dihadapi menunjukkan sikap pemimpin yang tidak ragu-ragu mengambil keputusan. Teruslah melangkah Bang…
March 16th, 2008 at 6:45 pm
v-jay (komentar #7)
ikut baca aja :)
March 17th, 2008 at 8:39 am
rahmat dahlan (komentar #8)
bang………………….
memang harus ada pengorbanna untuk mencapai sesuatu
abang harus komit dan konsisten atas pilihan abang menjadi calon presiden nanti
ingat bang……………..
istiqomah dan tawakkal lah sbagai kunci orang beriman
partai yang abang usung sebagai partai islam
cari simpati dari kalangan muslim sebanyak banyaknya dari sekarang
istilahnya mungkin menabung simpati dan dukungan
saya yakin kok kalau abang bisa maju jadi prseiden
March 17th, 2008 at 9:32 am
Edy Yuanto (komentar #9)
Assalamualaikum Wr Wb
“Namun, sejarah telah mengajarkan kepada kita bahwa sebuah kisah suksespada awalnya tidak jarang hanyalah sebuah impian, yang mungkin menjadi bahan cemooh dan tertawaan ketika dikemukakan”
Saya sangat senang sekali dengan pernyataan abang yang satu ini.
Maju Terus Bang!!
Kami semua mendoakan Semoga Apa yang telah diimpikan oleh Abang dan Rekan - rekan semuanya terwujud demi kemaslahatan umat. Keep Istiqomah!!!
March 17th, 2008 at 10:09 am
Alexi (komentar #10)
Assalamu’alaikum
Buat Bang Yusril…
saya setuju dengan keputusan abang tentang penolakan menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi :
1. Agar tidak ada opini masyarakat yang menyudutkan abang terkait jabatan publik tersebut. opini publik lah yang
menyebabkan abang terlempar dari jajaran kabinet, tanpa ada kesempatan abang memberikan pembelaan diri secara hukum.
2. agar abang lebih fokus terhadap cita-cita perjuangan tokoh masyumi terdahulu, untuk meneruskan tegaknya syariat islam di indonsia melalaui media partai politik yaitu Partai Bulan Bintang.
3. saran untuk bang yusril, lebih intensif ke lapisan masyarakat,agar abang dapat memahami keadaan rakyat yang abang pimpin jika abang di izinkan Allah SWt.
Selamat berjuang, semoga Allah SWT meridhokan abang menjadi pemimpin negara ini.
March 17th, 2008 at 11:08 am
abu afa (komentar #11)
ass.
pak, meskipun saya bukan apa-apa di kepengurusan bulan bintang, tahun 99 banyak teman-teman saya terutama perempuan, protes dan kecewa kenapa bang yusril mundur dan mengalah dari mega dan gus dur.
sekarang ketika pak yusril siap untuk maju di 2009, insyaAlloh, dukungan itu masih besar. Selamat berjuang.
Wassalam,
March 17th, 2008 at 12:18 pm
Mardias Gufron (komentar #12)
Menarik sekali argumentasi yang disampaikan Bang Yusril tentang penolakan pencalonan menjadi hakim mahkamah konstitusi. Menurut saya, apa yang Bang Yusril lakukan adalah menolak sesuatu yang “besar” untuk sesuatu yang “lebih besar”, dan ini merupakan sebuah pilihan yang sangat tepat. Tinggal sekarang bagaimana kemampuan Bang Yusril dalam mengkonsolidasikan segenap instrumen yang ada guna menyukseskan rencana besar ini. Mudah-mudahan Allah memudahkan semua langkah menuju yang dicita-citakan. Good luck………..!
March 17th, 2008 at 1:15 pm
Pan Mohamad Faiz (komentar #13)
Pada dasarnya saya berharap bahwa Bang Yusril bisa mewarnai dinamika intelektualitas di MK sebagai Hakim Konstitusi, namun atas penjelasannya kami sangat memahami atas pilihan yang telah diambil dan terbilang cukup tegas.
Selamat beribadah dan berdakwah Bang Yusril.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat dan perlindungan-Nya kepada kita semua. Amin.
Wassalam,
PMF
March 17th, 2008 at 1:16 pm
solo mamma (komentar #14)
YIM,
Saya juga salah seorang simpatisan pak YIM dan tentunya berharap agar YIM benar-benar bisa mewujudkan impiannya maju sebagai kandidat president 2009 dan syukur-syukur kalau bisa memenangkan pertarungan itu.
Namun, ada hal yang meragukan saya ialah apakah kita akan dilirik oleh mayoritas pemilih di P. Jawa. sebab kita kan orang daerah artinya bukan orang Jawa. Meskipun YIM sudah lebih banyak menghabiskan usianya di P. Jawa, namun darah Jawa tidak mengalir dalam tubuh YIM. Saya sadar kalau ini suatu sikap pesimis, tapi tidak salahnya kan mengkalkulasinya.
Beberapa situs online maupun media cetak yang menyelenggrakan kuis calon presiden yg paling berpeluang pada tahun 2009, ternyata figur non Jawa selalu berada di urutan paling buncit dengan presentasi yang sangat jauh tertinggal dari yang Jawa. Bahkan (maaf) Gus Dur yang kebetulan memiliki salah satu kekurangan indra bisa mendapat suara jauh lebih banyak. Saya pikir apakah itu karena beliau Jawa. Tapi kalau benar-benar YIM maju nanti saya akan coblos mulut YIM di kotak suara.
Mbakyu,
Masalah “non Jawa” inilah yang paling sulit, karena berhubungan langsung dengan takdir Allah SWT. Kalau saya bodoh, saya akan tekun belajar agar suatu saat saya jadi Professor. Kalau saya miskin, saya akan bekerja giat agar suatu saat saya menjadi orang berada. Kalau saya hanya pegawai kecil, saya akan bekerja disiplin sambil berdedikasi agar suatu ketika saya menjadi pejabat tinggi. Semua ini, Insya Allah, dapat dicapai dengan usaha. Tetapi kalau sudah terlahir sebagai orang Batak misalnya, bagaimana caranya agar menjadi orang Jawa atau mengalir darah Jawa di dalam tubuhnya?
Dalam hal kewarganegaraan, orang boleh memilih jadi WNI atau menjadi WNA misalnya WN Amerika Serikat atau warganegara Malaysia. Dalam hal agama, orang juga masih dapat memilih dengan cara memeluk agama tertentu, kalau dia belum beragama. Kalau sudah beragamapun dia bisa saja memilih untuk meninggalkan agama yang dipeluknya dan memeluk agama lain. Tetapi dalam hal terlahir menjadi anggota suku bangsa tertentu, dapatkah orang memilih? Kalau sekiranya seseorang dapat bernegosiasi dengan Tuhan sebelum lahir, mungkin dia akan meminta dilahirkan sebagai orang Jawa agar bisa terpilih menjadi Presiden, he he he… Lha, piye toh, Mbakyu?
March 17th, 2008 at 1:29 pm
Kandar Cik Kulup (komentar #15)
Asslmkm, w.w
Sy percaya abang pasti bisa!, dalam sejarah keluarga besar kita abang sudah teruji mampu mewujudkan cita-cita abang bagaikan cerita “sang pemimpi” -andrea.h.s, maju terus do’a kami menyertai.
Insya Allah, saya akan berusaha sekuat tenaga (YIM)
March 17th, 2008 at 3:50 pm
Rinie S Y (komentar #16)
Sudah mulai kampanye dan menggalang simpatisan rupanya sekarang YIM, sejak Pemilu 1997 yang lampaupun aku serta almarhum bapakku jg sdh memilih anda YIM, cuma setelah ada masalah intern PBB waktu itu aku lupa tahun berapa almarhum bapakku sdh gak memilih anda lagi (karena kurang bersatu) kalau aku masih melihat dan menunggu du aja deh……sukses selalu ya YIM……
Walaupun tidak dikehendaki, namun dalam politik, kadang-kadang hal seperti itu terjadi. Namun kini, PBB solid dan tak ada perpecahan di dalamnya. (YIM)
March 17th, 2008 at 5:58 pm
N. ANWAR (komentar #17)
Hormat saya buat bang Yusril yang telah menolak untuk dicalonkan MK. ini merupakan langkah tepat
buat bang Yusril dalam rangka membersarkan Partai. Harapan Kami agar Bang Yusril lebih banyak lagi
turun ke daerah-daerah, saya yakin dengan kedatang Bang Yusril Ke daerah-daerah (berdialog langsung dengan rakyat di daerah) akan membawa semangat kader-kader PBB.
Bang Yusril !!!
Kami masyarakat Madura Khususnya Sumenep mengharap kedatangan Bang Yusril untuk berdialog
langsung dengan masyarakat Sumenep.
Insya Allah, kami memang telah menjadualkan untuk datang ke Madura (YIM)
March 17th, 2008 at 6:48 pm
max (komentar #18)
Lebih baik Bang Yusril tetap berada di PBB ketimbang di MK. Dan lebih baik maju sebagai Capres ketimbang hanya kandidat ketua MK yang belum tentu dipilih anggota2 MK.
March 17th, 2008 at 6:57 pm
Andy Anarta (komentar #19)
Asslam Pak Yusril,
Saya baru 2 hari ini membaca habis smua blog anda. Tulisan2 Anda terstruktur dan dengan bahasa yang santai. Saya secara pribadi ingin menanyakan kepada Anda kemungkinan untuk berkoalisi dengan PKS dan partai2 islam lainnya yang menurut saya akan memperbesar peluang untuk memajukan calon presiden dan wakil presiden dari partai islam. Apakah Anda pernah berfikir untuk maju bersama Bpk. Hidayat Nur Wahid sebagai presiden dan calon presiden. Karena beliau setahu saya juga anak masyumi. Pak Hidayat dengan kesedarhanaannya dan Pak Yusril dengan kepiawaiannya dalam hukum tata negara tentu perpaduan yang baik. Tapi kembali ini adalah pendapat saya pribadi. Pemanasan menuju pemilu 2009.
Wassalam..
Terima kasih atas saran dan pendapatnya. Saya pada prinsipnya terbuka untuk berkoalisi dan bekerjasama dengan kelompok mana saja, apalagi dengan PKS sebagai sesama partai Islam. Semuanya kita lakukan atas dasar niat yang tulus demi kebaikan dan kemaslahatan bersama. (YIM)
March 17th, 2008 at 11:27 pm
Iman Ihza (komentar #20)
Hai bang, kita bertemu lagi di ruang ini. Bagi saya jabatan ketua MK itu bukanlah sebuah peluang emas, melainkan sebuah jebakan untuk mengganjal abang ikut dalam pilpres 2009. Syukur alhamdulillah saya panjatkan kepada Allah bahwa abang bisa jeli melihat semua ini. Sukses selalu !
Terima kasih (YIM)
March 18th, 2008 at 7:27 am
Hairul Wz (komentar #21)
buat bang Yusril !?
salah satu doa yang dikabulkan Allah adalah doa orang yang teraniaya atau di dholimi, menurut saya abang telah didholimi oleh pak SBY karena meresafel tanpa alasan. sekarang saatnya abang berdoa agar abang jadi presiden OK
Impian tidak akan jadi kenyataan tanpa melalui proses kegiatan menuju impian, bulan bintang tidak akan pernah besar sebelum pengurus dan simpatisannya melakukan kegiatan yang dapat memperbesar simpati masyarakat dan memilih partai bulan bintang
Bulan Bintang bersemi kembali darisini pencerahan dimulai semoga Allah meridhoi amin
salam dari pejuang lapis bawah
Terima kasih banyak. Kami sedang dan akan terus bekerja keras untuk itu. Saya kini turun ke kabupaten-kabupaten di seluruh pelosok tanah aiar untuk memperkuat posisi PBB. (YIM)
March 18th, 2008 at 11:10 am
Irdie Umar (komentar #22)
Hi Bung Yusril, saya doakan semoga Bung Yusril sukses menggapai cita2nya, terus terang aja ya Bung saya sangat mendukung Bung menjadi presiden tapi yang sangat penting lagi adalah siapapun presidennya tolonglah pikirkan nasib bangsa kita ini yang sudah sangat terpuruk disegala bidang, yang gizi buruk, antri minyak tanah, pengangguran dimana-mana, harga naik terus, korupsi jalan terus disegala lini, hukum jalan ditempat dan tebang pilih, dpr mikirin diri sendiri, dsb2nya, alhasil rakyat tambah melarat, sementara pemegang jabatan wah wah wah wah…………………………………
March 18th, 2008 at 11:15 am
Irdie Umar (komentar #23)
Bung Yusril,seandainya bung menjadi presiden, niatkanlah dan prioritaskan dan harus punya KEBERANIAN untuk memberantas korupsi dan tegakkan hukum seadil2nya
Insya Allah. Perjuangan akan diteruskan! (YIM)
March 18th, 2008 at 11:21 am
arif_gendut (komentar #24)
ikut baca aja….
hebat pisan bapak mah…
March 18th, 2008 at 11:51 am
Firman (komentar #25)
Pada tahun 1999 saya termasuk orang yg kecewa ketika bang Yusril mengundurkan diri jd calon presiden dengan alasan mengalah demi kesatuan umat.
Pada tahun 2004 untuk DPR pusat saya termasuk orang yg mencoblos PBB krn salah satu visi PBB yg ingin menegakkan syariat Islam. Meskipun ternyata di TPS tempat saya mencoblos ternyata PBB cuma mendapat 2 suara.
Pada tahun 2006-2007 saya termasuk orang yg kecewa sama bang Yusril dikarenakan pengaruh media masa yg membuat pikiran saya berfikir bang Yusril adalah seorang yg terlalu rakus akan kekuasaan (meskipun fikiran itu sekarang telah hilang setelah membaca penjelasan bang Yusril di Blog ini).
Untuk tahun 2009 saya mempunyai 3 calon presiden yang masih saya pertimbangkan.
1. Bpk Hidaya Nurwahid; Yg setahu saya sebagai orang awam adalah seorang politikus yg bersih dan rendah diri, meskipun jujur saja saya belum pernah melihat Pola fikir Intelektual dia yg diaplikasikan secara nyata.
2. Bpk wiranto; meskipun saya tidak begitu suka dengan orang ini dengan melihat tingkah laku dia di TV, tapi Bpk Habibie bilang di Buku terbarunya bahwa orang ini adalah orang yg jujur. Jadi menurut hemat saya bpk wiranto bisa jd pertimbangan saya sebagai calon presiden krn dia ABRI yg jujur.
3. Bpk Yusril Ihza Mahendra; secara jujur saya akui bahwa pak Yusril seorang yg intelektual, jujur, dan baik. Cuma saya masih bingung bisakah pak Yusril menjalin kekuatan untuk menggolkan diri Pak Yusril menjadi seorang Presiden, dikarenakan dilihat dari kekuatan politik PBB sekarang ini yg sangat kecil.
Inilah yg ada difikiran saya sekarang ini yg mungkin bisa berubah sesuai kondisi politik kedepan.
Maaf kalo yg baca bingung krn saya sendiri juga sekarang masih bingung
Sebab itulah kami tengah berjuang keras untuk membesarkan PBB. Di waktu yang lalu, walau kecil PBB bukan sekali dua berhasil memenangkan Pilkada seperti di Sumbar, Bangka Belitung, Sulawesi Tengah dan banyak kabupaten. Bahkan koalisi Demokrat-PBB berhasil memenangkan SBY-JK dalam Pilpres. Terima kasih atas simpatinya. (YIM)
March 18th, 2008 at 12:49 pm
Aan (komentar #26)
“La hawla wala quwwata illa billah al-’aliyyul ’azim.” —> billah al-’aliyyil ’azim Pak.
March 18th, 2008 at 1:02 pm
qoonita (komentar #27)
salam.
Bang YIM,
Banyak persoalan-persoalan bangsa apalagi negara yang belum atau kalau boleh saya katakan tidak terselesaikan sama sekali…………
Banyak para tokoh yang hanya muncul sesaat untuk mengambil kesempatan di kala negeri ini carut marut, kemudian hilang, semua bak selebrity sinetron atau komedi………….
Terus terang saya mendukung apa yang Bang YIM ucapkan ( pencalonan sebagai PRESIDEN 2009 - 2014 , tetapi harus diingat bahwa perhitungan-perhitungan kantong suara PBB hanya bersumber dari yang berbasis Islam ( sedangkan Partai Islam begitu banyak ), sedangkan kondisi masyarakat kita belum ” dapat ” menerima kondisi-kondisi ” di atas kertas ” perhitungan secara politis.
………….. yang dibutuhkan masyarakat kita adalah : ” isi perut ” dan bagaimana mendistribusikan informasi yang terus menerus sehingga dapat mengingatkan ” ingatan ” masyarakat. Tetapi bukan ” black campaign “.
SALAM…………..
Terima kasih atas masukannya. Kami tentu memikirkan hal itu (YIM)
March 18th, 2008 at 4:15 pm
dani prasetyo (komentar #28)
Ass Wr Wb,
Bang Yusril, Go ahead ! We all join with you. Btw, sudah ada tim suksesnya? Mohon Info ! Saya yakin banyak rekan-rekan yang siap bergabung dalam tim sukjses anda !
Wass Wr W !
March 18th, 2008 at 8:58 pm
dani prasetyo (komentar #29)
Ass Wr Wb,
Bang Yusril, Go ahead ! We all join with you. Btw, sudah ada tim suksesnya? Mohon Info ! Saya yakin banyak rekan-rekan yang siap bergabung dalam tim sukses anda !
Wass Wr Wb.
March 18th, 2008 at 9:01 pm
Iwan Asnawi (komentar #30)
Yth, YIM…
@Hai, Capry… Gimana harga minyak?
Mau juga sih, dukung2an… Tapi, urus dulu tuh di Sulawesi sana banyak yang busung lapar… Lapar “man”…
@pertanyaan saya…
Untuk Yim, katakanlah anda terpilih sebagai RI 1 atau RI 2, gimana agenda anda tentang kelaparan itu? Jalan rusak dimana mana, Kejaksaaan amburadul… Bagaimana Dinas Pajak? Kan mestinya pajak diperuntukkan untuk kepentingan khalayak (kalau tak boleh berkata rakyat)…. Waaah, kalau Dinas Pajak diperiksa? Berjuta orang masuk penjara…
Apa itu termasuk agenda untuk menjatuhkan popularitas SBY saja?
Tapi, baiknya saya berpikir positif… Itu nanti akan anda pikirkan juga, bagi2 tugaslah…he…he…
Dan bagaimana ide koalisi anda, apakah bebas, murni dan rahasia?
Kalau begitu, “demokrasi Indonesia” nanti tidak transparan? Lalu, saya curiga disini, rakyat lagi yang akan jadi korban
atas nama pemilihan Presiden.
Kritik… kok lama balas komentarnya? Apakah anda sibuk? Kayak dijalan aja, maceeet…
Saran… jagalah kesehatan anda…he…he…
Do,a… semoga anda dalam keadaan sehat wal afiat… sampai hari pemilihan nanti.
Salaaaam hormat saya…
Saya mohon maaf, saya pergi ke beberapa kabupaten di Kalimantan Selatan dan menghadiri berbagai acara PBB di Provinsi Lampung di beberapa kabupaten. Saya baru kembali ke Jakarta Jumat pagi 21/3/2008. Sebab itu, saya terlambat merespons berbagai komentar di blog ini. (YIM)
March 18th, 2008 at 9:58 pm
Pages: [1] 2 3 4 » Show All
Punya pendapat? Sampaikan pendapat Anda