Bismillah ar-Rahman ar-Rahim,
Seperti diberitakan berbagai media massa akhir-akhir ini, saya telah sampai pada kesimpulan untuk tidak menerima tawaran Presiden SBY menjadi hakim Mahkamah Konstitusi. Dalam beberapa kali pertemuan dengan saya, Presiden bukan saja mengharapkan kesediaan saya menjadi hakim mahkamah itu, tetapi juga, kalau mungkin menjadi ketuanya. Saya menyadari bahwa soal Ketua Mahkamah Konstitusi bukanlah kewenangan Presiden, karena ketua itu dipilih dari dan oleh para hakim Mahkamah Konstitusi yang berjumlah sembilan orang itu. Sebagaimana kita maklum, Ketua Mahkamah Konstitusi yang kini dijabat oleh Jimly Asshiddiqy akan berakhir pada tanggal 15 Agustus 2008 nanti. Sementara itu, Jimly Asshiddiqy, Machfud MD dan M. Akil Mochtar dua hari yang lalu telah dipilih oleh DPR menjadi hakim Mahkamah Konstitusi. Kita belum tahu siapa hakim mahkamah itu yang akan diangkat berdasarkan pilihan Presiden dan Mahkamah Agung.
Pertimbangan utama saya untuk akhirnya menolak tawaran sebagai hakim Mahkamah Konstitusi itu, disebabkan oleh konsekwensi dari jabatan tersebut yang mengharuskan saya mundur dari keanggotaan saya di partai politik. Hakim Mahkamah Konstitusi memang wajib untuk tidak berpolitik, agar putusan yang diambilnya benar-benar objektif dan murni berdasarkan kaidah-kaidah hukum. Saya termasuk salah seorang penggagas, pendiri dan pernah dua kali menjadi Ketua Umum Partai Bulan Bintang. Kini saya menduduki jabatan sebagai Ketua Majelis Syuro partai itu. Saya telah mendengar masukan dan saran dari berbagai pihak dalam struktur partai, baik di pusat maupun di daerah, yang kebanyakan berat hati melepaskan saya dari partai. Memang ada beban moral yang sangat berat bagi saya, kalau harus meninggalkan partai demi jabatan Ketua Mahkamah Konstitusi. Saya bukanlah tipe orang yang dengan mudah keluar masuk sebuah partai. Buat pertama kalinya saya menjadi anggota partai dan partai itu ialah Partai Bulan Bintang. Saya berkeinginan agar inilah untuk pertama dan terakhir kali saya menjadi anggota sebuah partai politik.
Saya sepenuhnya menyadari bahwa partai adalah alat untuk mencapai sebuah tujuan, dan bukan tujuan itu sendiri. Saya masuk menjadi anggota partai, bukan karena ingin menjadikan partai itu sebagai kuda tunggangan untuk menduduki sebuah jabatan. Kalau demikian keadaannya, saya dengan mudah menjadi anggota partai besar yang sudah mapan. Saya mungkin pula dapat memilih jalan lain sebagai alternatif, misalnya dengan tampil berkprah murni sebagai seorang intelektual dan teknokrat untuk masuk ke jajaran pemerintahan. Sejarah politik negara kita, sejak awal kemerdekaan sampai sekarang, membuktikan bahwa tidak sedikit jumlahnya teknorat non-partai terlibat dalam pengisian jabatan-jabatan kenegaraan. Mr. Asaat misalnya, bahkan pernah menjadi Pemangku Presiden RI, ketika Soekarno menjadi Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS). Dr. Ir. Juanda juga pernah beberapa kali menjadi menteri, bahkan menjadi Perdana Menteri RI. Keduanya tidak menjadi anggota partai apapun juga. Dalam kabinet Indonesia Bersatu sekarang ini, cukup banyak pula menteri yang tidak berpartai.
Saya masuk partai dengan sebuah kesadaran dan keyakinan tentang ideologi politik dan cita-cita. Bahkan saya sendiri yang mendraf Tafsir Asas Partai Bulan Bintang, yang merupakan rumusan ideologi resmi partai ini, sama halnya dengan Mohammad Natsir yang mendraf Tafsir Asas Masyumi sebagai rumusan ideologi resmi partai. Saya meyakini dengan sepenuh hati bahwa Islam adalah ajaran agama yang bersifat abadi dan universal. Prose mentransformasi ajaran-ajaran Islamke dalam suatu formula untuk menjawab tantangan zaman pada sebuah negeri dengan problema-problemanya yang khas adalah sebuah proses perumusan ideologi. Ajaran Islam dalam hal kemasyarakatan dan politik pada umumnya adalah bersifat prinsip prinsip dan tidak memasuki urusan yang detail. Hasil rumusannya secara lebih kongkrit dan lebih eksplisit untuk menjawab tantangan zaman pada kurun waktu tertentu dan tempat tertentu, itulah yang kita namakan sebagai ideologi. Saya tidak mungkin meninggalkan partai dengan ideologi yang saya yakini itu.
Kenyataan yang saya hadapi sekarang ialah, PBB hanyalah sebuah partai kecil dengan jumlah pendukung mendekati tiga juta orang atau 2,7 persen dari suara pemilih yang sah, seperti nampak dalam Pemilihan Umum tahun 2004. Saya tidak kecewa dengan kenyataan ini, karena sejarah telah mengajarkan kepada saya, bahwa partai politik di sebuah negara akan selalu saja mengalami pasang surut. Partai kecil bukanlah mustahil suatu ketika akan berubah menjadi partai besar. Sebaliknya pula, partai besar bukan mustahil pula akan berubah menjadi partai kecil. Roda zaman akan terus berputar, generasi demi generasi akan datang silih berganti. Saya ingin Partai Bulan Bintang tetap eksis, walau sekarang kecil, dan partai ini akan diwariskan kepada generasi penerus di masa-masa yang akan datang. Sebuah generasi boleh saja pergi meninggalkan dunia yang fana ini. Namun sebuah ideologi yang mengandung cita-cita yang luhur haruslah tetap hidup untuk selama-lamanya.
Sebab itulah dalam beberapa bulan terakhir ini saya turun ke daerah-daerah untuk menggalang kembali kekuatan partai. PBB memang tidak mengedepankan tokoh karismatik karena semangat ajaran Islam adalah egaliter. Saya tidak ingin menjadi tokoh karismatik selama saya masih hidup, sebagimana juga saya tidak ingin kalau saya sudah meninggal, kuburan saya dikeramatkan orang. Namun kehadiran saya ke daerah-daerah itu sedikit banyaknya akan menggelorakan semangat seluruh jajaran pemimpin partai untuk memperkuat posisi, khususnya dalam menghadapi Pemilihan Umum 2009 yang akan datang. Waktu yang dimiliki tidaklah banyak. Persiapan-persiapan harus dimulai sejak sekarang. Waktu yang tinggal sedikit ini, juga menjadi salah satu pertimbangan saya untuk menolak tawaran menjadi hakim konsititusi. Saya tidak ingin ada anggapan, jabatan di Mahkamah Konstitusi itu hanya sebagai batu loncatan untuk menduduki jabatan lain yang lebih bergengsi.
Jabatan hakim sesungguhnya adalah jabatan profesional. Bukanlah karena saya salah seorang tokoh partai, maka saya ditawari jabatan itu. Saya lebih melihat tawaran itu diberikan kepada saya dalam posisi sebagai gurubesar hukum tatanegara, dan pengalaman saya bertahun-tahun dalam mendraf dan membahas berbagai rancangan peraturan perundang-undangan di negeri ini, termasuk pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Mahkamah Konstitusi itu sendiri. Berkali-kali pula saya tampil menjadi kuasa hukum Presiden RI – baik Megawati maupun Susilo Bambang Yudhoyono — dalam menghadapi berbagai perkara di Mahkamah Konstitusi, tanpa pernah dikalahkan. Bahkan ketika menghadapi Adnan Buyung Nasution yang menjadi kuasa hukum mantan Bupati Bekasi dalam perkara sengketa kewenangan antar lembaga negara, dengan salah satu tergugatnya adalah Presiden RI, saya dapat mematahkan seluruh argumen-argumen yang beliau kemukakan.
Pertimbangan lain yang mendorong saya untuk menolak tawaran jabatan hakim Mahkamah Konstitusi ialah, niatsaya untuk maju ke pencalonan Presiden RI dalam pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2009 nanti. Banyak wartawan bertanya kepada saya, apakah saya siap dan sanggup menjadi Presiden. Jawaban saya, saya siap dan sanggup. Namun saya masih memikirkan dan mempersiapkan segala sesuatu agar saya bisa maju dan tentu harapan saya, bisa pula terpilih dalam pemilihan itu. Saya telah terlibat aktif dalam pemerintahan sejak tahun 1994. Pernah menjadi anggota DPR dan MPR, serta tiga kali menjadi menteri. Ketika menjadi Menteri Kehakiman dan HAM, berkali-kali saya merangkap sebagai Menteri Luar Negeri Ad Interim. Bahkan ketika menjabat Menseneg, pernah saya menjabat sebagai Menteri Hukum dan HAM serta Menteri Luar Negeri Ad Interim sekaligus. Saya paham dan mengerti apa yang menjadi tugas dan kewajiban Presiden.
Telah beberapa kali pula saya bekerja di belakang layar dalam membantu tugas-tugas seorang Presiden, sejak Presiden Soeharto, Habibie sampai Susilo Bambang Yudhoyono. Saya telah pernah pula menjadi calon Presiden yang disahkan oleh MPR Tahun 1999 bersama-sama dengan Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri. Ketika itu banyak sekali yang mendesak agar saya mundur, dengan pertimbangan utama saya masih sangat muda. Waktu itu saya berumur 42 tahun. Saya bersedia saja untuk mengalah untuk memberi kesempatan kepada mereka yang lebih tua usianya. Sepuluh tahun kemudian, tak ada lagi alasan mengatakan usia saya masih terlalu muda dan kurang ilmu serta pengalaman dalam mengelola negara.
Saya menyadari bahwa jalan untuk maju ke pencalonan Presiden memang berat dan berliku. Dengan mengacu kepada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang berlaku sekarang, maka pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden haruslah diajukan oleh partai politik peserta pemilu baik sendiri atau gabungan, dengan total kursi DPR minimal 15 persen, atau mencapai angka 20 persen suara sah pemilih pada tingkat nasional. Kalau mengacu pada ketentuan ini, dengan melihat pada hasil pemilu 2004, maka hanya Golkar dan PDIP saja yang dapat mencalonkan Presiden dan Wakil Presiden tanpa harus bergabung dengan partai lain. Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla, adalah mustahil dapat dicalonkan dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2004, tanpa Partai Demokrat berkoalisi dengan Partai Bulan Bintang. Jusuf Kalla sendiri ketika itu dalam posisi terpojok, karena dia sedang diskors dari keanggotaannya di Partai Golkar.
Bahwa setelah terpilih, dua kader Partai Bulan Bintang diberhentikan dari kabinet karena antara lain, desakan sejumlah anggota partai besar dan gerilya politik yang mereka lakukan melalui penggalangan publik opini, itu adalah soal lain. Tidak ada koalisi yang permanen. Bagi sebagian politisi — mungkin termasuk Prsiden Susilo Bambang Yodhoyono — mempertahankan kekuasaan tentu sangat penting. Sebab itu kawan lama disuruh pergi dari gelanggang dan lawan lama ditarik masuk menjadi kawan baru untuk memperkuat posisi, adalah suatu hal yang mungkin saja terjadi dalam prilaku politik, walau kalau saya, tentu akan merasa berat melakukannya. Situasi politik telah berubah. Jusuf Kalla telah terpilih menjadi Wakil Presiden, dan dengan posisi itu pula dia terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar. Sukar membayangkan Kalla akan terpilih menjadi Ketua Golkar, kalau dia bukan Wakil Presiden. Golkar perlu cantolan kekuasaan, setelah calon Presiden hasil konvensinya, Wiranto, kalah dalam pemilihan. Sementara Yudhoyono juga diuntungkan dengan posisi Jusuf Kalla di sana untuk mengamankan posisi pemerintahannya berhadapan dengan DPR. Kursi PBB di DPR tak banyak membantu Susilo Bambang Yudhoyono baik dalam kerjasama, maupun dalam menghadapi penggunakan berbagai hak DPR, mulai dari interplasi, angket bahkan sampai pada kemungkinan dilakukannya “impeachment” oleh DPR kepada Presiden.
Dengan menyadari sungguh-sungguh perjalanan politik seperti saya kemukakan di atas, dan menyadari pula prosedur pencalonan Presiden dan Wakil Presiden sebagaimana diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2003, maka saya tidak mempunyai pilihan lain, kecuali harus memperkuat posisi Partai Bulan Bintang dalam Pemilihan Umum 2009 yang akan datang. Berbagai pihak yang selama ini mengemukakan saran dan harapan agar saya maju dalam pencalonan Presiden dalam pemilu 2009, saya harapkan akan memberikan dukungan kepada Partai Bulan Bintang. Kepada seluruh jajaran pengurus partai, dari pusat sampai ke daerah-daerah, saya serukan untuk bekerja keras dan tidak menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang makin pendek.
Partai Bulan Bintang memang tidak memiliki sumber dana yang besar dalam membiayai kegiatan-kegiatan politiknya. Namun dana bukanlah segala-galanya. Apa yang terutama dilakukan ialah menarik simpati dan dukungan rakyat yang seluas-luasnya, dengan mengemukakan program-program yang sungguh-sungguh menyentuh kehidupan rakyat banyak, terutama kaum tani, buruh dan nelayan, yang menjadi komponen bangsa kita yang terbesar. Meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat adalah cita-cita mulia yang sejalan dengan cita-cita ajaran Islam.
Apa yang saya tulis kali ini mungkin nampak sebagai sebuah impian. Namun, sejarah telah mengajarkan kepada kita bahwa sebuah kisah suksespada awalnya tidak jarang hanyalah sebuah impian, yang mungkin menjadi bahan cemooh dan tertawaan ketika dikemukakan. Apa yang terpenting bagi saya ialah, dapatnya saya membawa bangsa dan negara ke arah kemajuan, melalui suatu perubahan. Perubahan hanya mungkin dilakukan oleh orang yang energik, mengerti seluk-beluk masalah yang dihadapi, disertai dengan kecerdasan dan ketajaman analisa dalam melakukan terobosan, serta keberanian mengambil sikap dan membuat keputusan yang tepat pada moment yang tepat, cepat dan tidak bertele-tele. Momentum untuk melakukan lompatan, seringkali tidak terulang dua kali. Karena itu keputusan yang tepat waktu dan konsistensi dalam menerapkan suatu kebijakan yang benar, akan sangat menentukan keberhasilan membangun sebuah bangsa…
La hawla wala quwwata illa billah al-’aliyyul ’azim.
Cetak artikel Oleh Yusril Ihza Mahendra — March 16th, 2008
97 tanggapan untuk “PENOLAKAN PENCALONAN HAKIM MAHKAMAH KONSTITUSI DAN PENCALONAN PRESIDEN 2009”
Pages: « 1 2 [3] 4 » Show All
qolbi khoiri (komentar #61)
Saya cukup memahami pilihan prof, bagi saya, prof adalah sosok yang konsisten, saya sejak tahun 1999 sudah mengikuti perjalanan politik prof, meski itu termasuk baru. hal lain yang lebih penting adalah bagaimana berkhidmat demi kemashlahatan umat dan kemakmuran bangsa di bawah naungan ridho illahi. oh ya prof, di daerah saya (Bengkulu) prof belum banyak di kenal kecuali kalangan kampus dan itu hanya sedikit, di tempat saya mengajar prof belum begitu di kenal, saya berharap suatu saat prof bisa hadir di bengkulu dan memberikan kuliah di tempat saya.
Ada yang berkesan bagi saya terhadap prof, ketika hadir di IAIN Padang, saat itulah saya tau apa sesungguhnya misi prof ketika memimpin PBB dan siap mencalonkan diri menjadi presiden. “Tidak ada Negara Islam melainkan yang harus ada adalah Negara Islami” -pemahaman saya, negara Islami adalah negara yang memiliki nilai-nilai humanism, egaliter, solider dan taat pada tuhan-, saya setuju dengan pernyataan itu, saya kira statement tersebut sudah saatnya di gaungkan kembali ditengah carut-marutnya ideologi yang berkembang.
trims prof. di tunggu kehadirannya di bengkulu.
March 29th, 2008 at 11:19 am
adi riyadi (komentar #62)
jangan khawatir Bang, ane dukung 100 persen, tapu jangan mundur lagi kayak Pilpres 1999 ya. Bikin kecewa ane…. Selamat berjuang, semoga sukses. Bravo YIM for President
March 29th, 2008 at 11:30 am
Zipper (komentar #63)
Bung Yusril
Saya salut dengan nyali dan kemauan anda untuk bertarung di PILPRES 2009.
Salah satu diantara banyak kriteria ‘good leadership’ yaitu WILL.
Ditambah dengan pengalaman Bung Yusril di dunia pemerintahan, tata negara, perpolitikan PLUS keenceran Daya Pikir yang dimiliki, saya rasa Bung Yusril sudah memenuhi sebagian dari kriteria Calon pemimpin Bangsa.
TAPI..ada satu hal yang mungkin luput dari semua itu;
Style, Attitude dan Characteristics Bung Yusril itu sendiri. Dengan gaya bicara yg kental dengan ketegasan, penuh argument, smart, out spoken-blak-blakan, lugas, apakah bisa diterima oleh sebagian besar rakayat Indonesia?
Saya sama sekali tidak mengatakan style ataupun character Bung Yusril jelek, TAPI lebih tepatnya “mismatch’ dengan kultur Indonesia.
Sejujurnya, ditengah derasnya arus globalisasi, open market, dan pertarungan ekonomi yang dahsyat, sedikit banyak diperlukan characteristics seperti yang Bung Yusril miliki. SAYANGnya, saya masih punya perasaan bahwa sebagian anak negeri di Indonesia masih belum bisa menerima dan memaklumi gaya kepemimpinan seperti yang anda miliki.
Kita bisa lihat kultur Jawa Sentris sangat kental dalam kepemimpinan di Indonesia (kecuali pada masa Habibie; harap maklum Habibie terpilih bukan oleh rakyat Indonesia). Soeharto pun terpilih karena ‘permainan politik masa lalu’.
Saya melihat, masyarakat kita masih condong dengan pemimpin yang bersifat feodal dan wibawa yang dipaksakan.
Apapun saya mengucapkan selamat dan semoga Bung Yusril bisa sukses di perhelatan PEMILU 2009 ataupun PILPRES 2009.
Wassalam
Saya memahami apa yang anda kemukakan. Terima kasih. Insya Allah, saya akan maju. (YIM)
March 30th, 2008 at 11:06 am
Rahmat Bakri (komentar #64)
Assalamu Alaikum Wr. Wb.
Tulisan Anda termuat di Harian Radar Sulteng yang terbit di Sulawesi Tengah pada edisi Sabtu dan Senin (29-31 Maret 2008).
Terima kasih atas infonya. Sayang saya tidak dapat membelinya di Jakarta. (YIM)
March 31st, 2008 at 8:54 am
Sultan Habnoer (komentar #65)
Maju Bung Yusril kami generasi muda berada di belakangmu! Anda hebat!
March 31st, 2008 at 3:37 pm
Khafidhin (komentar #66)
SAATNYA YANG MUDA TAMPIL. ” KEBENARAN MILIK BERSAMA”. Bapak Punya Bekal untuk itu !
……………… INI SAATNYA.
March 31st, 2008 at 5:41 pm
Badrut Tamam Gaffas (komentar #67)
Betul mas hafidhin, Bang Yusril memang sejatinya adalah lokomotif reformasi meski banyak yang berupaya keras menutupi fakta tersebut dan sekarang Bang Yusril adalah lokomotif untuk kebangkitan dan perubahan, pemimpin negeri yang ruwet di rundung goro - goro seperti negeri kita ini diperlukan sosok pemimpin yang tidak biasa alias normatif melainkan sosok yang luarbiasa, yang mampu mengambil lompatan - lompatan yang tepat dan pro rakyat. Kontroversi yang mengiringi lompatan langkah yang diambil oleh Bang Yusril menunjukkan kapasitas itu tapi tentu tanpa dukungan yang solid serta kesadaran untuk bangkit secara bersama - sama rasanya akan susah. Syukurlah kesadaran untuk bangkit telah menjadi pilihan kita dan Bang Yusril telah bekerja keras untuk memenuhi harapan yang diamanahkan dipundaknya sebagai pemimpin masa depan.
Untuk Bang Yusril apa masih punya koleksi tulisan Buya Natsir “PEMIMPIN PULANG” jika ada tolong dong di posting atau dikirim ke alamat e-mail saya please (maaf minta kok memaksa)… terimakasih sebelumnya dan Maju terus Bang …
April 1st, 2008 at 4:56 pm
a.malik (komentar #68)
Pencalonan SBY JK didukung pertama kali antara lain oleh PBB, Kemudian diikuti oleh partai lain lainnya setelah calon mereka gugur dalam putaran pertama. Tragisnya dalam reshuffle kabinet yang lalu, 2 Menteri kader PBB dicopot atas desakan fihak lain tanpa pengganti dari PBB.,tetapi diisi oleh partai lain. Ini dilakukan oleh SBY-JK untuk menjaga keseimbangan dukungan DPR terhadap pemerintah sehingga “kestabilan” jalannya pemerintahan terjaga. Namun apa yang diharapkan oleh SBY dalam waktu singkat terlihat tidak tercapai. calon Gubernur BI yang diajukan oleh SBY ternyata ditolak oleh DPR termasuk oleh partai-2 “pemerintah” diantaranya oleh anggauta Golkar yang Ketua Umumnya adalah Wapres sendiri. Disini bisa terlihat bahwa kejujuran berpolitik tidak sepenuhnya dipegang , ternyata yang menjadi pegangan bukan kepentingan bersama tetapi kepentingan masing-2.Kestabilan yang diinginkan oleh SBY ternyata kestabilan semu. Ini berbeda dengan karakter Masyumi yang Insya Allah diteruskan oleh PBB mendukung penuh pemerintah atau menjadi partai oposisi.
Untuk menyehatkan kehidupan berpolitik yang sehat maka PBB harus berdiri dalam barisan terdepan. Untuk mencapai itu terutama yang harus dilakukan adalah membesarkan Partai sehingga tidak dipandang sebelah mata oleh fihak lain.Pak Yusril telah berusaha kearah tersebut dengan mendatangi daerah -2, seharus harus diikuti kader-2
PBB lainnya, misalnya Pimpinan Cabang sampai keranting-ranting mengadakan kunjungan atau pertemuan dengan anggautanya didaerah masing-2. Kalau perlu mulailah dengan pendukung PBB atau pendukung Pak Yusril dalam blog ini untuk mendakan kopi darat yang diisi dengan orasi politik Pak Yusril. Insya Allah pabila hal ini dplaksanakan akan menjadi mesin penggerak untuk kegiatan lainnya. Kapan dimulainya, tergantung kepada kita semuanya.
April 2nd, 2008 at 7:09 am
A. Muttaqqin (komentar #69)
Pak Yusril,
Boleh tau gak, seandainya bapak jadi presiden Indonesia kabinet seperti apa yang akan bapak bentuk ? saya ingin tahu versi bapak, masih adakah potensi manusia indonesia yang dapat dipercaya (memiliki integritas moral) ?
terima kasih,
Rgds,
A. Muttaqin
April 2nd, 2008 at 7:55 am
isna (komentar #70)
Assalammu’alaikum,
Wah-wah banyak sekali yang mengharapkan abang yusril jadi presiden, tak ketinggalan juga “saya” He.. He.. tapi bang, saya rasa abang lebih cocok jadi pemimpin umat di indonesia bukannya pemimpin di indonesia.
So… jadi presiden ataukah tidak itu sudah hak mutlak Tuhan, YME, yang bisa merubah hak mutlak Tuhan,YME hanyalah dari KEKUATAN Do’a-Do’a yang dikabulkan oleh Tuhan, jadi kalau mau merubah Garis yang diGariskan Tuhan ,YME carilah Do’a sebanyak mungkin……. dari manapun Do’a itu berasal, yang pentiing halal dan disukai Tuhan,YME.
Kalau abang tidak jadi presiden, abang tetap punya kharismatik untuk memimpin umat….
seperti kharismatik-kharismatik lainnya dijaman lampau….
mereka tidak memimpin sebuah negara…..
namun anehnya ……. sampai matipun bahkan kuburannyapun …… tetap umat agungkan …..
Bagaimana kalau tidak terpilih jadi Presiden …………….
Abang mengajar tentang “TASAWWUF” saja …. he… he…
Saya yang akan pertama sekali jadi murid abang….
Tanks……
Wasalammu’alaikkum..
April 2nd, 2008 at 5:55 pm
Andy S (komentar #71)
Selamat Bang Yusril…semoga keinginannya maju di pilpres 2009 terlaksana dan terpilih jadi Presiden RI. Amin
April 3rd, 2008 at 10:09 am
Andy S (komentar #72)
Assalammu’alaikum,
Bang Yusril….mengingat PBB partai kecil dan (mungkin) dukungan financial kecil ….
tema kampanye Abang haruslah yang benar-benar bisa membuat rakyat yang tidak tahu atau tidak mendukung Abang …bisa berbalik menjadi tahu dan mendukung Abang…
Untuk masalah-masalah bangsa yang ada sekarang ini…Abang hendaknya sudah punya jalan keluarnya….bukan jalan keluar yang sifatnya normatif tapi jalan keluar yang benar-benar konkrit yang memang bisa dilaksanakan di lapangan.
Dan jalan keluar itu bukan pula ditujukan untuk kepentingan segelintir orang….PASTI ABANG AKAN DIDUKUNG MAYORITAS RAKYAT INDONESIA…AMIN.
Atau mungkin bisa juga dari sekarang ….Abang mulai mensosialisasikan ide-ide dan pikiran-pikiran Abang…dalam mengatasi permasalahan bangsa.
Maaf Bang…sedikit urung rembuk….karena saya pendukung Abang juga…dan sangat ingin Abang menang di Pilpres 2009 (masak cuma sekedar ikut aja..hehe)…
Wasalammu’alaikkum.
April 3rd, 2008 at 10:36 am
Erry Choirie (komentar #73)
Assalamu Alaikum
Yth Prof YIM
Sekiranya Prof menginginkan kliping tulisan Penolakan Pencalonan Hakim Konstitusi dan Pencalonan Presiden 2009 yang dimuat di Harian Radar Sulteng, saya bisa mengirimkannya. Silakan Prof kirim alamat surat ke email saya atau lewat blog ini.
Wassalam
April 3rd, 2008 at 7:33 pm
Haryanto (komentar #74)
Yth. Bang Yusril :)
Gimana bang, Bupati Belitung sudah akan habis masa jabatannya. apakah PBB akan mengajukan Darmansyah lagi sebagai calon bupati Belitung? Mudah-mudahan kiranya PBB tidak salah untuk mencari calon Bupati Belitung masa bhakti 2008-2012. Saat ini, Darmansyah Husein mulai diserang oleh lawan-lawan politiknya dan mulai bertebaran selebaran-selebaran gelap yang berisikan 10 dosa kepemimpinan Darmansyah selama menjadi Bupati Belitung.
Untuk itu kepada Bang Yusril, seandainya PBB Belitung mempunnyai kader muda yang potensial agar kiranya PBB lebih berhati-hati dalam memilih calon untuk Bupati Belitung yang akan datang.
Kenapa sampai saat ini, PBB belum menetapkan nama calonnya untuk Bupati Belitung? Dalam pengamatan saya, saat ini dari beberapa calon yang muncul dari parpol lain, kami yakin semua saat ini ada pada Darmansyah. Namun perlu pengkajian abang Yusril, bahwa jika tetap mencalonkan Bapak Darmansyah agar berhati-hati mencari pasangan mengingat takut terjadinya hal-hal yang saat ini belum terungkap jika pak Darmansyah menjadi bupati untuk kedua kalinya, takutnya ada hal-hal yang berkaitan dengan hukum selama beliau menjabat bupati sampai saat ini.
Mohon informasi bagaimana keberadaan Partai Bulan Bintang dan Bintang Bulan yang kalau tidak salah semuanya lolos untuk mengikuti pemilu 2009. Mengingat kami adalah keluarga besar PBB. Mungkin bapak ingat, almarhum H. Amirudin Said yang tak lain adalah paman kami sendiri.
Mohon maaf kalau ada kata-kata yang kurang berkenan, wassalamu’alaikum wrwb.
April 3rd, 2008 at 10:05 pm
usep (komentar #75)
Menolak jadi Hakim konstitusi adalah tindakan tepat,saya sangat setuju tetapi kalau di lihat menurut saya kerugian ada dipihak mahkamah konstitusi itu sendiri karena saya melihat meskipun anda “Orang partai” tetapi keilmuan dan objektivitas masih mendominasi,untuk pak Mahfud MD saya meragukan keobjektivitasannya begitupun kader golkar yg jadi hakim konstitusi (Akil Mohctar).
Sepertinya ada grand design untuk pilpres 2009 dg masuknya mereka.
kalau melihat itu sepertinya YIM hanya melihat kepentingan atau ambisi pribadi dan tidak ingin membalancing orang2 yg ada di MK.
Itu pendapat saya.
Terima-kasih dan mohon maaf.
April 4th, 2008 at 5:51 pm
ferri (komentar #76)
Ass.WWB,
Mdh2n Allah SWT mengabulkan niat baik abang..perbanyaklah berdoa kepada Allah SWT sesuai dengan firmanNYa”berdoalah kepadaKU niscaya akan AKU kabulkan”.
kalau nanti bang YIM menjadi Presiden saya titip pesan untuk memakai orang-orang yang serius memajukan bangsa jangan seperti sekarang orang2 cuma mau becanda aja jadi pejabat dan buatlah keputusan yang cermat dan akurat jangan buat keputusan yg plin plan kasihan rakyat bang..zaman makin maju, mobil Alphard hilir mudik dijalanan, malah kita kembali lagi pake kayu bakar untuk memasak dan makan nasi aking karena minyak tanah mahal, gas kosong, beras mahal dan lain2 d..apalagi bisnis segala sektor makin terpuruk..mdh2an Allah SWT memaafkan kekhilafan dan kezhaliman pemimpin2 kita dari siksa api neraka yang telah membuat rakyat makin susah..amin
April 5th, 2008 at 7:36 am
Adrian Tuswandi,SH (komentar #77)
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Terus terang aku adalah penganggun abang, bahkan kenangan ku pertama pegang mata uang AS, itu pun abang kasih sewaktu kunjungan ke Padang saat abang masih Menkumdang era Gusdur.
Buat ku, bang, apapun putusan abang pastilah lewat pertimbangan jernih dan pikiran kothing to lose hanya untuk kemajuan umat Islam di Indonesia.
Keputusan abang, untuk maju sebagai calon presiden RI mendatang dnegan menapik jabatan angota atau Ketua MK bagi ku keputusan yang berani dan penuh analissi pertimbangan.
Maju sebagai Capres untuk ummat Indonesia jelas aku akan 1000 persen akan mendukung abang. Tapi perjuangan yang hanay emngandalkan Partai Bulan Bintang, ku rasa sangat sulit bang, melihat perkembangan pengkaderan dan infrastruktur partai di daerah. Belum lagi banyaknya indikasi kader abang di daerah gila mempertahankan kekuasaan, tanpa memikirkan kebesaran partainya.
Tapi yakinlah kalau ide bernas abang buat Indonesia dipahami dan dimengerti smeua insan republik, tak dengan partai pun, Insyaallah abang jadi, presiden.
Banyak maaf kalau komentar ini salah. terima kasih.
April 6th, 2008 at 9:10 pm
Sumardi Pinarso (komentar #78)
Assalamu’alaikum Wr Wb
Saya senang mendengar Pak Yusril ‘aktif lagi’ membesarkan PBB sebab saya sangat kecewa ketika Bapak pada Pemilu lalu tahnu 2004 sangat sibuk sehingga banyak acara pertemuan dengan Massa di lapangan yang Bapak hindari misal di Bandung (2 pertemuan kampanye) sehingga banyak massa kecewa berat pada anda, untungnya perolehan PBB tetap meningkat di Pemilu 2004 meski tidak signifikan, tetapi kalau Bapak waktu itu lebih maksimal lagi di Pemilu lalu tentunya PBB akan semakin jaya. Oke TIDAK ADA KATA TERLAMBAT, SELAMAT BERJUANG SAUDARAKU !!
April 7th, 2008 at 11:01 am
luthfi maulana (komentar #79)
Para Tokoh Bulan Bintang/Masyumi bukanlah orang - orang yang ambisius, namun pantang menghianati amanah bila sudah diberikan. Bang YIM bukanlah orang yang bermimpi kosong, impiannya menjadi Presiden itu karena memang kami di Partai Bulan Bintang juga punya mimpi dan beliau memang mampu dan mempunyai bekal yang cukup.
Jika saudara - saudaraku juga punya impian yang sama, dukunglah kendaraannya PARTAI BULAN BINTANG ! oke ?
April 10th, 2008 at 3:29 pm
Manusia Biasa (komentar #80)
Ass…
Ada analisis yg mengatakan posisi Bung Yusril yg dicalonkan oleh SBY sbg hakim konstitusi akan dipindahkan ke Bung Hamdan Zoelva.. Semakin kuat, ketika Hamdan hadir diacara pisah sambut Hakim Konstitusi Roestandi dgn Mahfud MD. Padahal, Hamdan bukan lagi anggota DPR… Apa mau coba beradaptasi dgn lingkunngan MK?
Mohon klarifikasinya bila berkenan
April 21st, 2008 at 3:01 pm
Khafidhin (komentar #81)
contoh yang bisa diambil pelajaran adalah pemilihan bupati bojonegoro. pilkada JABAR dan masih banyak yang lain…… jadi kalau pak yusril sudah nawaitu untuk maju pada pilpres 2009, maka pengenalannya harus sampai ke masyarakat pedesaaan.. saya yakin pak yusril bisa lakukan itu!
USUL saya
1. duet dengan Bp. Hidayat nur wahid.
karena dimasyarakat beliau dianggap sebagai orang jujur, bersih.dan amanah.
2. duet dengan Bp. Sri Sultan.
belum punya celah dan punya masa.
3. yang terpenting saya berharap pak HABIBIE ada dipihak pak yusril.
bravo YIM……………………… KEBENARAN MILIK BERSAMA…………… mudah - mudahan allah meridloi.
April 22nd, 2008 at 4:26 pm
AgusOnly (komentar #82)
Apapun yang menurut bapak bagus tetap pada pendirian pak.
April 29th, 2008 at 9:49 am
Agus (komentar #83)
Tetap pada pendirian jangan mudah goyah.
April 29th, 2008 at 9:52 am
Sirajuddin (komentar #84)
Ass. Doa dan dukungan saya pokoknya tat coblos kalau ada untuk BAPAK Calon Presiden Prof DR. Yusril Ihzahmahendra dan Calon Wakil Presiden Prof. Dr. Marwah Daud Ibrahim dan Imsya Allah negara indonesia jadi aman dan sejahtera.
April 30th, 2008 at 4:57 pm
Norliansyah (komentar #85)
Salam, alhamdulillah, semoga anda selalu sukses, saya sangat mendukung anda untuk menjadi presiden untuk tahun akan datang. Sebenarnya saya juga sangat menginginkan anda menjadi presiden sejak tahun 1998, namun sayang anda telah mengundurkan diri, apapun alasannya saya tetap menghormati keadaan anda saat itu. Nah, untuk tahun yang akan datang (2009 dst) saya sangat berharap semoga anda bersedia mencalonkan diri dan andalah yang terpilih sebagai presiden (bukan wakil lho…). Untuk mencapai hal tersebut saya sependapat dengan anda, bahwa tidak lah mudah untuk mencapainya, apalagi PBB bukan partai besar dibanding Golkar dan PDIP . Namun, saya juga berpendapat bahwa pemilihan presiden bukanlah ajang untuk mengandalkan kekuatan partai-partai besar, tetapi lebih mengandalkan dan mencari kepercayaan publik, kepercayaan visi dan misi kerja, kepercayaan bangsa, dan kepercayaan umat islam. Pengabaian hal tersebut tentu akan menggugurkan dukungan rakyat. Oleh karena itu saya sedikit memberi saran kepada anda bagaimana anda untuk membangun kepercayaan tersebut kepada semua pihak, karena dengan hal ini partai-partai besar pun pasti tidak akan bisa merusak kepercayaan dan dukungan publik. Mengenai isu-isu calon-calon presiden 2009, seperti Gusdur, Megawati, SBY, JK, dll saya menilai dari segi kepercayaan sudah sangat menurun. Misalnya gusdur sudah kita ketahui kelakuannya semakin hari semakin aneh-aneh saja, yang membela amaah hmadiyah, JIL yang mana itu sangat bertentangan dan menyakiti masyarakat islam secara keseluruhan apalagi partainya sendiri dibesarkan oleh mayoritas ummat islam. Selain itu anda pasti lebih tahu lagi ketidakberesan kepemimpinan selama dan setelah dipecat dari kursi panas. Megawati menurut saya sudah teruji gagal dalam membawa masyarakat Indonesia kepada kemajuan dan perbaikan, terlebih lagi secara agama Islam, kepemimpinannya sangat tidak didukung oleh Islam, karena mayoritas tokoh Islam pasti mengetahui hadist nabi yang maksudnya mengatakan tunggulah kehancurannya apabila seorang wanita menjadi pemimpin (presiden), bukannya saya menentang gender namun siapapun tidak rela menginginkan kehancuran seperti yang diwanti-wanti nabi saw, percaya tidak percaya apabila dijabat wanita maka dukungan tokoh ulama-ulama tidak akan sampai kepadanya. SBY menurut saya hanya menjalankan pemerintahan, bukan membawa pemerintahan kepada kemajuan dan kesejahteraan, saya rasa SBY dan JK tidak akan dipilih lagi oleh masyarakat karena pemerintahan yang mereka jalankan tidak membawa kemajuan bagi masyarakat. Namun, apabila mereka2 masih bersikeras mencalonkan dan terpilih, itu menurut saya merupakan kebodohan atau pembodohan bangsa dan hasil arogansi kepentingan politik, bukan kepentingan masyarakat.
Menurut saya untuk membawa masyarakt Indonesia kepada kemajuan maka harus dimuat dua hal, yaitu kesejahteraan yang adil dan hukum yang benar. Jadi siapapun pemimpinnya, apabila tidak bisa membawa masyarakat kepada kesejahteraan yang adil dan hukum yang benar sesuai keinginan masyarakat banyak, maka berakibat masyarakat tidak akan percaya lagi.
Untuk anda sendiri, sedini mungkin Anda harus menyusun kerangka berfikir dan perencanaan yang baik untuk menuju perubahan dan kebaikan Negara Indonesia. Anda harus memikirkan problem kesejahteraan dan hukum yang diinginkan masyarakat, terlebih lagi tidak mengabaikan kepercayaan ummat Islam sebagai mayoritas yang memiliki hak untuk memperoleh tujuan baik secara bersama. Maaf kalo saran saya kurang berkenan dihati.
Semoga anda bisa membawa masyarakat Indonesia kepada kemajuan bangsa.
Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh
May 4th, 2008 at 8:30 pm
Agus (komentar #86)
Assalamu’alaikum Wr Wb
Setelah saya baca artikel bapak ternyata sangat menarik Semoga bapak bisa membawa masyarakat Indonesia menjadi bangsa indonesa yang maju amin.
May 5th, 2008 at 8:43 am
dylysyifa...buton (komentar #87)
ass…wr.wb
sukses buat bang yusril….
orang BUTON akan tetap mendukung YIM untuk jadi presiden…pesona abang masih besar!!!terbukti sampai hari ini abang masih di idolakan serta dirindukan untuk kembali datang tanah ke BUTON (walaupun abang sdh 3 kali datang ke BUTON)… dan sampai hari ini buton dan bau-bau masih menjadi basis utama PBB di SULTRA!!!terlebih di tanah buton ikut lahir seorang tokoh masyumi ” Alm. La Ode Manarfa ”
Bang…sesama orang non jawa…tolong buktikan kalau suku ataupun tempat kelahiran bukan indikator kemampuan dalam memimpin bangsa…sdh terbukti kondisi bangsa hari ini kerjaan sapa?????????????yang banyak ga selalu benar bang…………
May 5th, 2008 at 1:47 pm
Andy S (komentar #88)
Ass Wr.Wb..Bang…
Bagaimana pendapat Abang tentang kontrak karya di bidang pertambangan..seperti yang sering disampaikan Pak Amien Rais..
Bang.. jangan kita seperti jadi petani penggarap di tanah sendiri….kita yang punya pertambangan …tapi hasil yang didapatkan cuma hasil seorang petani penggarap.
Saya salut dengan Menkes kita skrg terkait masalah flu burung ..gmn keberanian dia menghadapi..WHO dan negara2 maju…
Kalau Abang jadi Presiden nanti…mending Abang pilih Menkes skrg jadi Menteri ESDM aja…biar dia evaluasi lagi tuh..kontrak karya yang telah ada…hehe
May 7th, 2008 at 12:21 pm
Catur RH (komentar #89)
Saat tahun 2000 Sampeyan mundur dari pencalonan (apapun alasannya), tahun 2005 Sampeyan berhasrat mencalonkan tapi malah mencalonkan orang lain ( SBY - Kalla ), Saya kok takut dengan persiapan PBB seperti sekarang ini Sampeyan menjelang pemilihan Presiden Mundur lagi…
May 12th, 2008 at 12:37 am
Catur RH (komentar #90)
Yth Bang YIM
Ass.. Bang saat pemilihan Capres tahun 2000, sampeyan mencalonkan lalu (apapun alasanya)mengundurkan diri,tahun 2005 sampeyan masih berniat mencalonkan lagi dan (apapun alasannya)sampeyan mengundurkan diri lagi. Kalau sekarang sampeyan mencalonkan diri lagi(dengan kondisi PBB seperti sekarang ini) apa tidak mungkin mengundurkan diri lagi. Ingat Bang kalau sudah 3 kali dapat Televisi 14 inch lhoo..
May 12th, 2008 at 12:47 am
Pages: « 1 2 [3] 4 » Show All
Punya pendapat? Sampaikan pendapat Anda