Bismillah ar-Rahman ar-Rahim,
Dalam kurun waktu sebulan terakhir ini, dua kali saya pergi ke Lampung. Daerah ini memang mempunyai kenangan tersendiri bagi saya. Sekitar tiga puluh tahun yang lalu, pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Bumi Lampung, dengan menumpang bis dari Terminal Grogol, terus menyeberang Selat Sunda dan sampailah ke Bumi Lampung. Ketika itu saya masih menjadi mahasiswa merangkap menjadi juragan perahu layar. Seorang kawan membawa perahu milik keluarga kami ke Lampung, dan peristiwa malang terjadi. Perahu itu terbawa arus yang berputar di Pulau Sertung, antara Pulau Sibesi dengan Pulau Krakatau. Perahupun
tenggelam, namun awak beserta nakhodanya dapat diselamatkan kapal patroli TNI Angkatan Laut dan dibawa ke Pulau Sibesi. Berhari-hari saya berusaha untuk mengangkat perahu yang tenggelam, namun sia-sia. Akhirnya seluruh awak saya bawa pulang ke Jakarta melalui jalan darat. Mereka akhirnya kembali ke kampung kami di Pulau Belitung melalui Pelabuhan Pasar Ikan, Jakarta.
Kenangan tiga puluh tahun yang lalu itu masih membekas dalam ingatan saya. Pulau Krakatau, yang sebelumnya
hanya saya kenal melalui buku-buku, tiba-tiba telah berada di depan mata. Saya mencoba mendarat di pulau itu, namun pasir terasa panas karena gunung api yang masih aktif. Menginap beberapa malam di Pulau Sibesi membawa kenangan tersendiri pula. Kepala Desa pulau itu begitu baik kepada kami yang datang ingin menyelamatkan perahu yang tenggelam. Beliau menyediakan penginapan sederhana di pulau itu. Saya menyempatkan diri pergi memancing dan menangkap kepiting Krakatau yang nampak unik. Kepiting itu berada
di lereng gunung, dan tinggal di dalam lobang-lobang di sela-sela akar pohon hutan. Ketika kembali ke darat, di Kota Kalianda, saya diajak seorang teman untuk mandi di kolam air belerang. Air belerang itu mengalir melalui sungai kecil dan juga muncul dari dalam tanah. Bau belerang sungguh menyengat, mengingat tingginya kadar belerang di dalam air itu. Air belerang yang berhawa panas itu bersumber dari Gunung Rajabasa, tak jauh dari Kota Kalianda. Waktu itu, kolam air belerang itu masih sangat alami. Belum ada jalan, kecuali jalan setapak. Kolam belerangpun belum tersentuh tangan manusia.
Dibandingkan suasana tiga puluh tahun yang lalu, Bumi Lampung kini jauh berubah. Penduduk kian padat.
Bangunan-bangunan baru bermunculan di seluruh pelosok. Infrastruktur juga semakin berkembang. Kabupatenpun bermekaran, dengan munculnya daerah-daerah baru. Dalam kurun waktu tiga puluh tahun, memang berkali-kali saya datang ke Lampung. Namun hanya terbatas ke Tanjung Karang-Teluk Betung. Kali ini saya datang jauh ke pedalaman untuk bertemu dengan pengurus partai, pendukung PBB dan masyarakat di daerah ini. Lampung, termasuk salah satu daerah di Sumatra yang PBB paling
lemah. Tidak ada anggota DPR duduk di pusat maupun di tingkat provinsi. Yang ada hanyalah di beberapa kabupaten. Sebab itu, saya harus datang ke Lampung untuk membangkitkan kembali semangat kawan-kawan dan mengkonsolidasi kekuatan partai di daerah ini. Saya berharap, dalam Pemilu 2009 nanti, PBB di Lampung akan lebih menguat dibandingkan dengan dua Pemilu yang lalu. PBB dengan berkoalisi dengan partai-partai lain, juga mengajukan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung dalam Pilkada menjelang akhir tahun 2008 ini.
Walaupun sibuk dengan berbagai acara partai, dalam kunjungan pertama ke Lampung tahun ini, saya masih
menyempatkan diri beberapa jam untuk turun ke laut melihat Teluk Lampung. Teluk Lampung ternyata indah menawan. Air laut membiru disertai udara panas dan awan tipis yang bergerak perlahan. Air laut nampak masih bersih dan belum terkena polusi yang berarti. Pulau-pulau kecil yang ada di Teluk Lampung juga terjaga kelestariannya. Hutan di pulau itu nampak rapat dan menghijau. Beberapa pulau nampak telah dibangun
sebagai tempat peristirahatan dan daerah tujuan wisata. Ada sebuah pulau yang dilengkapi dengan lapangan pendaratan helikopter, yang menunjukkan bahwa pulau ini sering dikunjungi. Perahu nelayan berlayar kencang memecah ombak, di sela-sela kapal-kapal besar yang hilir mudik menuju Pelabuhan Tanjung Karang. Beberapa bagan nelayan, nampak bertengger kokoh di atas permukaan laut. Di siang hari, bagan nampak sepi. Saya tahu, bagan hanya berfungsi di waktu malam untuk menangkap ikan japu, selar, teri dan cumi-cumi.
Sebagian besar penduduk Lampung memang menggantungkan hidupnya kepada sektor pertanian dan
perkebunan. Lebih setengah penduduk Lampung adalah kaum pendatang dari Pulau Jawa, yang mengelola sektor pertanian itu. Tidak banyak yang menjadi nelayan. Memang telah ada usaha perikanan yang padat modal, terutama pemeliharaan ikan kerapu untuk ekspor. Laut yang jernih dengan batu-batu karang di sekitar pulau-pulau kecil memang sesuai untuk memelihara ikan kerapu di dalam kerambah terapung.
Usaha seperti ini hampir tak mungkin dilakukan oleh nelayan tradisional. Selain padat modal, usaha ini juga memerlukan kehalian yang khusus, berbagai peralatan dan juga risiko yang tinggi. Ikan di dalam keramba itu mudah saja mati apabila terserang virus. Sekali mati bisa-bisa memukul usaha secara keseluruhan. Usaha pertambakan udang yang besar juga ada di Lampung. Namun kini nasibnya tidak menentu. Usaha itu kabarnya terlilit masalah keuangan dengan pihak perbankan.
Setelah beberapa jam di Teluk Lampung, saya memutuskan untuk pergi ke Kalianda, kota yang saya
kunjungi untuk pertama kalinya tiga puluh tahun yang lalu. Kalianda kini telah berubah dari kota kecamatan menjadi ibukota Kabupaten Lampung Selatan. Menjelang masuk kota, saya menyaksikan sebuah hotel cukup bagus yang dibangun oleh Kelompok Usaha Bakrie. Almarhum Pak Bakrie memang berasal dari Kalianda. Usaha Pak Bakrie – yang berawal dari pedagang hasil bumi — kini diteruskan oleh anak-anaknya, dan berkembang menjadi kelompok usaha yang besar dan bergerak hingga ke mancanegara. Sayang hotel itu nampak sepi pengunjung dan mulai nampak kurang
terawat dengan baik. Masyarakat Lampung Selatan nampaknya belum siap betul untuk menyambut dan mendukung industri pariwisata. Padahal, Kalianda cukup indah. Dari pantainya yang cukup bagus, orang dapat memandang Gunung Krakatau di kejauhan. Wisata bahari di kabupaten itu sebenarnya cukup potensial untuk dikembangkan. Sayang, potensi besar ini belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Padahal, jarak dari Jakarta ke Lampung tergolong dekat. Orang dapat naik mobil menuju Provinsi Banten sebelum menyeberang Selat Sunda menuju Lampung. Naik pesawat terbang, hanya memakan waktu tiga puluh menit dari Jakarta.
Di Kalianda saya bertanya kepada penduduk setempat tentang kolam air panas yang saya kunjungi tiga puluh tahun yang lalu. Tempat itu, kini lebih mudah untuk
dicapai dengan kendaraan. Jalan ke tempat itu telah dibangun untuk dilewati kendaraan bermotor. Kolam yang dulu alami, kini ternyata telah dibangun oleh Pemda setempat mirip sebuah kolam renang. Namun sumber airnya, tetap saja aliran sungai kecil dari Gunung Rajabasa, dengan bau belerang yang menyengat hidung. Saya kembali mandi di tempat itu, di luar kolam, agar mendapatkan air yang langsung ke luar dari dalam tanah.
Air terasa panas dan kandungan belerangnya sangat tinggi, lebih tinggi dari kandungan belerang di Gunung Papandayan di Kabupaten Garut, tak jauh di selatan kota Bandung. Saya merasa senang dan bahagia, dapat mengunjungi lagi tempat yang tetap saya ingat dan saya kenang selama tiga puluh tahun lamanya. Penduduk di kampung sekitar kolam air panas itu, mengenal saya dengan baik. Mereka tak mengira saya akan datang ke tempat itu. Saya merasa senang pula bertemu dan dapat bercakap-cakap dengan mereka.
Kunjungan kedua saya ke Bumi Lampung dalam kurun waktu sebulan terakhir, berkaitan dengan kegiatan Partai
Bulan Bintang yang bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad S.a.w. Saya mendarat di Bandar Udara Tanjung Karang pagi hari dan kemudian meneruskan perjalanan lebih kurang satu jam ke sebuah kota kecamatan di Kabupaten Lampung Tengah. Kota itu kecil saja. Ketika saya tiba, telah ada sekitar 3000 orang menanti di Alun-Alun Kecamatan Punggur, Gunung Sugi, Lampung Tengah. Mereka memasang tenda dan memainkan musik kasidahan. Pengurus PBB Cabang Lampung Tengah menyelenggarakan kegiatan ini, dengan dihadiri oleh anggota dan simpatisan PBB di Kecamatan itu. Saya diminta untuk menyampaikan ceramah Maulid Nabi dan sekaligus menyampaikan pesan-pesan kepada Keluarga Besar Bulan Bintang di kecamatan itu. Kami mengakhiri acara itu menjelang tibanya waktu zuhur. Selanjutnya saya meneruskan perjalanan ke kecamatan lain yang terletak di Kabupaten Lampung Utara. Ibu Megawati, sebulan sebelumnya juga berkunjung ke kabupaten itu untuk menemui warga dan simpatisan PDI Perjuangan.
Di Kotabumi, Lampung Utara, rombongan kami disambut dan dijamu makan siang oleh Wakil Bupati Lampung Utara, Zainal Abidin. Beliau juga menyertai rombongan saya hadir ke sebuah tanah lapang di kecamatan tempat
penyelenggaraan Peringatan Maulid Nabi dan sekaligus silaturrahim warga Bulan Bintang. Para pemuka Adat Lampung di kecamatan itu menyambut kedatangan saya dengan upacara adat. Kami berjalan kaki cukup panjang sambil menyapa penduduk yang berjejal-jejal berdiri di sepanjang jalan. Sebagian mereka berteriak memanggil saya “Laksamana Cheng Ho”. Sebagiannya lagi berteriak agar saya maju ke pencalonan Presiden 2009. “Jangan mundur lagi, Pak!” kata mereka mengingatkan saya ketika mundur dari pencalonan Presiden dalam Sidang Umum MPR Tahun 1999. Saya tertegun mendengar teriakan-teriakan itu. Kalau saya datang ke basis PBB mendengar teriakan seperti itu, rasanya biasa-biasa saja. Namun Lampung Utara selama ini bukan daerah basis PBB. Tidak satupun anggota DPRD Kabupaten Lampung Utara yang berasal dari PBB.
Di Lapangan Kecamatan itu, saya menyaksikan sekitar 5000 orang menghadiri kegiatan PBB itu. Bendera dan
spanduk PBB juga dipasang menghiasi hampir seluruh penjuru Kotabumi yang berpenduduk sekitar 40.000 jiwa. Tokoh-tokoh Adat tampil kemuka menyampaikan pidato dalam Bahasa Lampung, yang isinya memberi gelar adat “Tuan Rajo Asli” kepada saya. Istri saya juga mendapat gelar adat “Ratu Permaisuri”. Dengan pemberian gelar adat itu, maka saya dianggap menjadi anak angkat Haji Sofwan dan dengan demikian menjadi anggota masyarakat hukum adat di Bumi Lampung. Saya berterima kasih atas penghargaan itu. Ketua Masyarakat Adat kemudian membaca secarik kertas
yang ditulis dalam Bahasa Indonesia. Isinya mendukung saya untuk dicalonkan menjadi Presiden RI tahun 2009 yang akan datang. Padahal, saya tak pernah menggalang “kebulatan tekad” seperti terjadi di zaman Presiden Soeharto dahulu. Saya sendiri sebelumnya tidak tahu akan ada acara seperti itu. Ketua DPC PBB Lampung Utara, Syahrul, juga tak memberitahu saya sebelumnya akan adan upacara adat seperti itu. Sebab itu, saya hadir hanya mengenakan celana jeans dan baju lengan pendek saja. Akhirnya, Ketua Adat memberi saya sebuah peci khas Lampung dan kain samping, seperti yang biasa digunakan sebagai bagian dari pakaian adat orang Melayu. Saya pun dipersilahkan menyampaikan ceramah dan pesan-pesan kepada Keluarga Besar Bulan Bintang yang hadir, dengan menggunakan peci dan kain samping khas Lampung itu.
Saya menyampaikan ceramah dalam bahasa sederhana agar dapat dimegerti oleh sebagian besar hadirin, yang profesi sehari-harinya adalah petani. Dengan kehadiran
Wakil Bupati, maka aparat Pemerintah Daerah banyak pula yang hadir ke lapangan itu. Tentu saja saya membahas hikmah peringatan maulid untuk meningkatkan iman dan takwa. Namun sebagian besar materi ceramah membahas kehidupan rakyat sehari-hari, terutama bagaimana meningkatkan kesejahteraan kaum tani. Saya menyampaikan kebijakan umum yang ingin saya laksanakan, yakni membangun perekonomian nasional
dengan berbasis kepada pertanian untuk mengatasi kemiskinan dan keterbelakangan rakyat kita. Persoalan lain, yang menyangkut beratnya beban subsidi BBM, pembayaran utang pokok dan cicilan dalam dan luar negeri, serta upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, saya uraikan dalam bahasa yang mudah agar dapat dimengerti oleh para hadirin. Tak banyak slogan atau pidato berapi-api. Sebab, saya harus menjelaskan apa yang akan kami lakukan, agar rakyat dapat memahaminya. Masa Kampanye memang belum tiba.
Kami meninggalkan Lampung Utara ketika waktu Ashar telah tiba. Setelah menunaikan solat di Mesjid Kampung Mulang Maya, kami bergegas menuju Bandar Lampung.
Masih ada satu acara lagi yang akan saya hadiri, yakni Milad Himpunan Mahasiswa Islam, yang diselenggarakan oleh HMI Cabang Bandar Lampung. Acara milad ini dihadiri sekitar 200 orang anggotadan alumni HMI di daerah itu. Kali ini, ceramah saya lebih intelektual membahas persoalan-persoalan besar yang dihadapi bangsa dan negara, dan perspektif Islam untuk menanganinya. Sekitar satu setengah jam saya menyampaikan ceramah sampai hari telah larut malam. Saya menginap di sebuah hotel
dengan fisik yang agak lelah, namun merasa senang dan bahagia. Saya hanya tidur beberapa jam, karena beberapa rekan telah menunggu di hotel untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang ada di daerah itu. Pagi-pagi sekali, saya bergerak ke Bandara Tanjung Karang untuk kembali ke Jakarta. Saya akan datang lagi ke Bumi Lampung mengunjungi kabupaten-kabupaten yang lain, sebagaimana saya lakukan di provinsi-provinsi lain di seluruh tanah air. Saya ingin menggalang kekuatan PBB sampai ke pelosok-pelosok daerah.
Suatu hal yang tak pernah saya lupakan selama berkunjung ke daerah-daerah ialah kunjungan kepada
Redaksi media cetak setempat. Di Lampung, saya menyempatkan diri bertukar pikiran dengan Harian Lampung Pos. Hal yang sama saya lakukan di Pekan Baru, Tanjung Pinang dan Batam serta Pangkal Pinang. Hasil pertukar pikiran itu selalu menghiasi halaman muka koran-koran daerah. Bahkan sampai beberapa hari kemudian, isi diskusi atau wawancara khusus itu mereka
muat sambung-menyambung. Dengan demikian, pikiran-pikiran saya dalam menyikapi berbagai masalah, baik nasional maupun daerah, dapat menjangkau mereka yang tidak sempat hadir mendengarkan saya menyampaikan ceramah dan pidato. Namun dalam kunjungan yang kedua ke Bumi Lampung, saya tak sempat bersilaturrahim dengan redaksi media cetak setempat. Beberapa wartawan media cetak dan elektornik, mewawancarai saya di lapangan. Semoga semua itu akan membawa manfaat bagi kepentingan rakyat kita di daerah-daerah.
Wallahu’alam bissawwab.
Cetak artikel Oleh Yusril Ihza Mahendra — March 24th, 2008
64 tanggapan untuk “KUNJUNGAN KE PROVINSI LAMPUNG”
Pages: « 1 [2] 3 » Show All
DAFFA (komentar #31)
Sejak ada blog abang, saya jadi semangat kembali melihat kondisi partai bulan bintang,karena dahulu saya adalah simpatisan PBB,namun karena banyaknya perpecahan saya tidak begitu intens lagi kepada PBB
Saya ingin sedikit saran masalah rekrutmen calon anggota legislatif dari partai bulan bintang, guna mendapat calon yang kapabel dan kridibel, namun tidak mengabaikan kader partai yang mempunyai loyalitas tinggi, yaitu dengan cara pola jalur masuk, yaitu calon yang akan diusung partai adalah calon yang mempunyai kreteria sesuai dengan jalur masuknya contoh
1. Jalur kader,
yaitu jalur calon legislatif yang berasal dari kader partai dengan kreteria loyalitas kader kepada partai yang paling utama, melalui jalur ini para kader partai yang loyal dapat diakomodir menjadi anggota legislatif, melalui jalur ini tidak terlalu penting kemampuan intelektual dan akedemik, namun titik beratnya adalah loyalitas perjuangannya kepada partai.
Prosentasenya mungkin berkisar 30% dari nomor urut jadi
2. Jalur intelektual dan Akademisi
adalah jalur para kader partai ataupun simpatisan diluar partai yang memiliki syarat intelektual dan akedemik yang telah ditentukan, misalnya pendidikan minimal S2 ( master ) atau S3 dari berbagai disiplin ilmu dan mempunyai kemampuan berdiplomasi, berdebat , membuat satu konsep sesuai dengan disiplin ilmunya, dan jalur inilah yang bisa dilakukan proses fit & proportest kepada para calon legislatif yang akan diusung partai. sehingga lewat jalur ini akan lahir anggota legislatif yang dapat diandalkan oleh partai untuk menyampaikan semua agenda perjuangan partai diparlemen. Prosentasenya mungkin 50% dari nomor urut jadi
3. Jalur tokoh masyarakat / Publik figure
jalur ini mungkin untuk mengakomodir tokoh masyarakat atau publik figure yang mempunyai massa pendukung banyak dan ingin berkiparah diparlemen melalui partai, contohnya para ketua ormas-ormas islam, artis yang mempunyai visi yang sama dengan perjungan partai.
mungkin prosentasenya 20 % dari nomor urut jadi
kalau calonnya seperti abang, bisa masuk dari jalur apapun contoh :
a, Jalur kader : abang adalah Kader Partai yang teruji loyalitasnya.
b. Jalur Intelektual dan akedemisi, abang sudah teruji intelektulitasnya.
c. Jalur Tokoh masyarakat / publik figure, sebentar lagi mungkin abang akan jadi artis yang kenal masyarakat lewat Film Laksamana Cheng ho.
mungkin hanya itu saran saya bang, semoga partai bulan bintang menjadi partai yang kadernya mampu berdebat dengan argumen-argumen yang cerdas dan memikat namun tidak melupakan kadernya yang ingin meniti karir menjadi anggota parlemen.
Terima kasih atas saran dan masukannya. Insya Allah, perpecahan seperti terjadi di masa lalu tidak akan terulang lagi. (YIM)
March 27th, 2008 at 10:09 am
Noor Muhammad (komentar #32)
Bang Yusril, saya yakin dan percaya, semakin banyak kunjungan yg abang lakukan ke daerah , semakin kuat pula ikatan batin yg akan tercipta antara rakyat dan calon pemimpin masa depan mereka. Menarik sekali kunjungan politik disertai dengan tulisan sekilas tentang daerah yg dikunjungi, apalagi disertai foto-foto yg menurut saya sudut pengambilannya juga sangat profesional tentu hal ini juga merupakan promosi yg baik bagi daerah yg abang kunjungi, paling tidak siapa tau diantara pengunjung blog ini terdapat calon2 investor yg berminat menanamkan modalnya didaerah tersebut, sebuah nilai tambah bagi daerah tersebut, sambil melakukan muhibbah politik tentunya. Salut buat YIM.
Ngomong2 kapan ke NAD Bang, barangkali hanya sedikit rakyat NAD yang tau bahwa abang memegang peranan penting dalam proses perdamaian di Nangroe Aceh Darussalam, sekaligus road show Laksamana Ceng Ho juga kan….saya ikut Bang kalau ke NAD. Salam Takzim.
March 27th, 2008 at 5:30 pm
Khafidhin (komentar #33)
@ Orang seperti saya memilih diam, dan telah berjanji kepada diri saya sendiri, biarlah saya membawa masalah ini sampai akhir kehidupan saya di dunia yang fana ini. Saya tidak ingin mengungkapkannya, karena semuanya hanya akan menimbulkan beban-beban batin yang berat pada diri saya sendiri, dan juga bagi orang lain di sekitar saya.
kutipan tulisan abang diatas, telah mampu membuat saya harus membaca berulang - ulang kemudian tertegun sesaat. untuk mencoba menguak makna yang terkadung di dalamnya.
karakter abang semakin jelas terlihat sebagai seorang pemimpin yang jujur, unggul, cerdas, terampil dan VISIONER.
jujur bang hati saya sampai bergetar .
Kapan bang ke GRESIK ?.
March 27th, 2008 at 6:50 pm
Muhammad Imaduddin (komentar #34)
Assalamualaikum Wr Wb,
Perkenalkan pak Yusril, saya Dudin, pelajar yang sedang menimba ilmu di negeri seberang. Saya ingin sedikit menuangkan sumbang saran untuk bapak. Kunjungan2 bapak ini memang bagus dan mempererat hubungan emosional dengan masyarakat di akar rumput. Lebih dari itu, hal ini juga sangat bagus untuk ukhuwah islamiyah.
Saya ada saran agar PBB dan YIM lebih dikenal dan mendapat simpati di masyarakat. Jika di PBB ada semacam “think tank”, barangkali bisa dimanfaatkan untuk mengamati kecenderungan/trend yang terjadi di masyarakat saat ini dan memanfaatkannya untuk kepentingan partai. Minimal YIM/PBB bisa lebih sering tampil di mass media dengan citra yang positif.
Contoh yang masih hangat adalah adanya demam film “Ayat- Ayat Cinta”. Film ini sudah ditonton 3 juta orang (yang membeli karcis di bioskop, belum termasuk yang nonton dari CD bajakan). Artinya film ini sangat populer, dan semua yang berhubungan dengan film ini juga cenderung akan ikut populer. Hal ini dibuktikan dengan gencarnya pemberitaan, laku kerasnya novel AAC sampai soundtrack lagunya, yang dinyanyikan Rossa pun ikut laris manis.
Pengamatan sebagian orang mengatakan, Jusuf Kalla telah memanfaatkan teknik komunikasi massa ini dengan ikut menonton film ini bersama artis2 pendukung film ini. Media massa pun memuat berita, “Wapres menonton AAC”. Di bawah sadar orang (terutama anak muda, bapak2 sampai ibu2 majelis taklim penggemar film ini) sedikit banyak akan terngiang-ngiang, bahwa ternyata JK adalah pemimpin yang sama (dekat, atau minimal satu selera) dengan rakyat banyak.
Mungkin secara tidak sadar, pak Hidayat Nur Wahid juga telah mendapat keuntungan, karena beberapa kali diwawancara wartawan terkait kontroversi film ini. Tokoh nasional, mantan Presiden RI Habibie, yang sudah lama tidak muncul pun, jadi disebut-sebut lagi setelah diberitakan menangis, setelah menonton film ini. Film yang disebut-sebut akan mengikuti sukses AAC ini adalah film “Ketika Cinta Bertasbih” yang akan digarap sutradara Chaerul Umam. Kalau bapak bisa ikut tampil, atau minimal jadi cameo tentu akan sangat bagus.
Nah harapan saya, semoga hal2 ini dapat dijadikan masukan dan bermanfaat. Oh ya, saya berharap, semoga film Laksamana Cheng Ho ikut meledak sehingga YIM/PBB dan syiar Islam ikut terangkat. Amin.
Wassalam,
Dudin
March 27th, 2008 at 8:54 pm
Badrut Tamam Gaffas (komentar #35)
Salam Bang, Selama ini sisi negatif tokoh - tokoh PBB khususnya abang selalu dijadikan amunisi bagi lawan - lawan politik, pemberitaan yang ada terkadang sangat tidak berimbang dan tanpa sedikitpun counter dan klarifikasi sehingga menjadi bola - bola liar yang kian membesar dan adakalanya membuat orang awam terhasut, keberadaan blog ini patut kita syukuri sebab khalayak bisa melihat sendiri kenyataan akan sisi - sisi positif dan menarik Bang Yusril dan PBB yang selama ini teramat jarang terpublikasikan.
Sepertinya bang yusril perlu merekapitulasi data - data black kampanye atas abang dan PBB dan menggelar sanggahan yang terbuka sehingga masyarakat bisa mencerna fakta yang sesungguhnya.
Maju terus bang, dan untuk pemerhati blog ini bisa juga menyimak tulisan yang Kontroversial berikut ini :
http://bulanbintang.wordpress.com/2008/02/04/sudahi-kontroversi-pks-gerakan-tarbiyah-berkelamin-ganda/
salam dan terus berjuang bang…
March 27th, 2008 at 10:28 pm
Khafidhin (komentar #36)
@ http://bulanbintang.wordpress.com/2008/02/04/sudahi-kontroversi-pks-gerakan-tarbiyah-berkelamin-ganda/
matursuwun mas tamam informasinya, kulo sampun maos.
March 28th, 2008 at 7:25 am
Badrut Tamam Gaffas (komentar #37)
matur suwun wangsul mas khafidhin, jangan pernah bosan berkunjung dan ditunggu juga tulisannya insyaallah bisa ditampilkan untuk disharingkan kepada semua.
Untuk Bang Yusril…matur suwun dan maaf sedikit iklan di sini…Semoga Blog Bang Yusril ini bisa menjadi jembatan silaturrahim diantara semua anak bangsa dan lebih khusus lagi keluarga besar bulan bintang di seluruh nusantara.
Maju terus Bang Yusril, salam untuk semua
March 29th, 2008 at 8:51 am
Ray (komentar #38)
Saya hanya sedikit ingin berkomentar dan bertanya.
apakah yg memasukkan image itu bung yusril sendiri atau bukan? pada saat iseng (tak sengaja) saya meletakkan mouse diatas gambar anda dan Ibu Yusril Kato, keluar alternatif text (ALT text pada image) yg salah. sebagai contoh di posisi gambar Bung Yusril keluar ALT Text “Jusuf Kalla - Amcoll 058″ Dan di gambar Ibu Yusril keluar text “Yusul kalla - Amcol 050″ bukankah aneh kalo itu gambar anda tapi dengan alternatif text yg lain?
Semoga bisa jadi koreksi, karena sebagian pembaca juga pengen tahu, gambar diatas gambar apa atau dimana, atau peristiwa apa.
terimakasih.
Saya mohon maaf atas kesalahan itu. Teks itu sebenarnya tidak dimunculkan di dalam posting di blog ini. Itu semata-mata adalah nama file ketika foto yang ada di dalam memory card dipindahkan ke komputer. Di dalam memory card itu banyak sekali foto. Supaya mudah mencarinya saya memberi nama file apa saja yang mudah diingat. Jadi sekali lagi, nama file di dalam “my picture” di komputer tak ada hubungannya dengan title dari foto yang ditampilkan di blog ini.
Saya berterima kasih atas komentar anda, dan saya akan mencoba memperbaikinya untuk yang akan datang. (YIM)
March 29th, 2008 at 12:20 pm
Bobi (komentar #39)
Assalammu’alaikum WrWb.
Apa kabar Bang?? Smoga Allah SWT selalu memberikan nikmat kesehatan kepada Abang dan keluarga. Amin. Sebagai orang Lampung yang kini bertugas di Daerah Abang, di Belitung, saya merasa bangga Abang bisa menyempatkan diri hadir di daerah saya. Saya mengagumi pemikiran Abang tentang hukum dan pemerintahan semenjak saya masih duduk sebagai Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lampung, dimata saya Abang merupakan salah satu tokoh muda yang sangat layak dan memiliki potensi untuk dicalonkan menjadi RI 1, saya tidak meragukan kemampuan Abang untuk memimpin negeri ini ke arah yang lebih baik. Begitu banyak orang cerdas dan pintar yang memerintah di negeri ini, tapi sayang tak banyak yang amanah seperti sifat Rosullulloh, semoga kelak bila Allah menghendaki Abang tuk duduk sebagai RI 1, Abang bisa meneladani sifat-sifat Rosullulloh. Amin.
March 29th, 2008 at 2:56 pm
Iskhaq Iskandar (komentar #40)
Assalamu’alaykum wr wb
Hanya ingin sedikit komentar.
Kira-kira kapan pak YIM berkunjung ke Jepang? Mungkin ada baiknya sekali-kali berkdiskusi dengan kami yg sdg di LN. Terus-terang, kami hanya bisa mendapatkan informasi ttg tanah air umumnya melalui koran (on-line). Termasuk juga beberapa hal terkait dgn pak YIM dan PBB. Satu hal lagi, apakah ada rencana dari PBB untuk membuka “perwakilan/cabang” di LN? termasuk di Jepang-Tokyo?
Terima kasih jika pak YIM bisa memberikan pencerahan.
Wassalamu’alaykum wr wb
Iskhaq-JAMSTEC
Kalau sekiranya ada yang ingin membantu, kami tentu sangat berterima kasih. PBB memang partai yang lemah dari segi finansial. Untuk membiayai kegiatan partai di dalam negeri saja susahnya bukan main, apalagi di luar negeri. Kalau Anda ingin membantu, secara informal, ikut menyebarluaskan apa yang diperjuangkan PBB, kami sangat bersyukur. (YIM)
April 7th, 2008 at 5:14 pm
syahrul saputra.DPC PBB LAMPUNG UTARA. (komentar #41)
assalamu’alaikum…. bang yusril (YIM). saya, syahrul saputra. saya lahir tahun 1978 yang lalu, anak tertua dari bapak H. SAPWAN gelar SUTTAN H. MAHARAJA SUTTAN dan ibu Hj. BALIYAH gelar SUTTAN SEJATI RAJO. sejak tahun 2000 yang lalu, saya berprofesi di Lampung Utara sebagai salah satu kontraktor yang bergerak di bidang pembangunan jalan, jembatan, pengairan, perumahan dan pemukiman. saya memimpin DPC PBB Lampung Utara Desember 2006 yang lalu. pada Pemilu 1999, DPC PBB Lampung Utara mendapat 1 (satu) kursi di DPRD Lampung Utara dan pada Pemilu tahun 2004, PBB Lampung Utara tidak mendapatkan kursi. selesai Pemilu 2004, PBB di Lampung Utara ‘bubar’ dan tidak memiliki sekretariat lagi. puncaknya, April 2006, Ketua PBB Lampung Utara dan jajarannya pindah ke partai PPRN. maka, DPW PBB Lampung merekomendasikan ke DPP PBB untuk pembekuan DPC PBB Lampung Utara. beranjak daripada hal tersebut di atas maka saya dipercaya untuk menjabat Ketua DPC PBB Lampung Utara sejak Desember 2006. Sejak saat itu, saya telah berupaya keras melakukan pembenahan-pembenahan. Sebagai langkah awal yang sudah saya lakukan, saya sudah mengontrak kantor di Jl. Protokol dekat kantor DPRD Lampung Utara, Jl. Soekarno-Hatta no 108 Lampung Utara. itulah yang kami gunakan sampai dengan saat ini sebagai Markas Besar Dewan Pimpinan Cabang Partai Bulan Bintang Kabupaten Lampung Utara. Di tingkat kabupaten Lampung Utara, sampai dengan saat ini telah terbentuk 23 PAC se-Kabupaten Lampung Utara dan dari 241 desa saya sudah membentuk hampir 135 ranting yang ada di desa-desa yang menggunakan anggaran biaya pribadi saya. walaupun dari Pemerintah Daerah, dari DPW PBB, dari DPP PBB sendiri tidak pernah memberikan bantuan 1 sen pun kepada kami, kami tetap untuk berupaya keras melakukan pembenahan. Mengingat pada pengalaman sejak tahun 1999 sampai dengan tahun 2004, PBB di Lampung Utara belum pernah membentuk kepengurusan sampai dengan tingkat yang paling bawah. Sebagai bahan pertimbangan Bang YIM, Kabupaten Lampung Utara mempunyai mata pilih 400.000 lebih dan 750 ribu jiwa lebih penduduknya serta 45 kursi DPRD yang ada di Kabupaten Lampung Utara. hasil daripada Pemilu 2004 yag lalu, Partai Golkar mendapatkan 11 kursi di DPRD Kab. LU, PDIP 6 (enam) kursi, PKS 5 (lima) kursi, Partai Demokrat 4 (empat) kursi, PBR 2 (dua) kursi, PKPI 2 (dua) kursi, PPP 2 (tiga) kursi, PKPB 3 (tiga) kursi, PKB 3 (tiga) kursi, PNI Marhaen 1 (satu) kursi, Pelopor 1 (satu) kursi, PPDK 1 (satu) kursi, dan PAN 4 (empat) kursi. sebagai puncak daripada kerja keras saya, pada tanggal 20 Maret 2008 yang lalu, telah melakukan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri oleh pengurus DPC PBB LU, PAC, Ranting, dan simpatisan yang syukur alhamdulillah Bang YIM berkenan menghadiri acara tersebut. geliat daripada DPC PBB LU, sejak Desember 2006 sampai dengan kehadiran Bang YIM di Lampung Utara sampai pada hari ini telah membuat seluruh partai di Lampung Utara telah melakukan pemetaan ulang untuk partai mereka masing-masing. oleh sebab itu bang YIM, seandainya suatu hari nanti Bang YIM ada sedikit kelonggaran waktu saya ingin sekali berbincang-bincang serius dengan Bang YIM di Jakarta karena saya ingin sekali berbicara masalah strategi yang lebih jauh yang akan saya terapkan di Lampung Utara. mengingat persaingan politik di Lampung Utara sangat kompetitif dan pelaksanaan Pemilu tinggal beberapa bulan lagi, saya sangat mengharapkan sekali untuk dapat berbincang-bincang dengan Bang YIM. sekali lagi, kami mohon binaan dan dukungan yang intensif dari Bang YIM kepada kami agar PBB di Lampung Utara pada Pemilu April 2009 dapat memperoleh hasil yang memuaskan. Terima kasih. Wassalam.
Terima kasih banyak. Insya Allah. (YIM)
April 9th, 2008 at 4:53 pm
syahrul saputra.DPC PBB LAMPUNG UTARA. (komentar #42)
assalamu’alaikum…. bang yusril (YIM). saya, syahrul saputra. saya lahir tahun 1978 yang lalu, anak tertua dari bapak H. SAPWAN gelar SUTTAN H. MAHARAJA SUTTAN dan ibu Hj. BALIYAH gelar SUTTAN SEJATI RAJO. sejak tahun 2000 yang lalu, saya berprofesi di Lampung Utara sebagai salah satu kontraktor yang bergerak di bidang pembangunan jalan, jembatan, pengairan, perumahan dan pemukiman. saya memimpin DPC PBB Lampung Utara Desember 2006 yang lalu. pada Pemilu 1999, DPC PBB Lampung Utara mendapat 1 (satu) kursi di DPRD Lampung Utara dan pada Pemilu tahun 2004, PBB Lampung Utara tidak mendapatkan kursi. selesai Pemilu 2004, PBB di Lampung Utara ‘bubar’ dan tidak memiliki sekretariat lagi. puncaknya, April 2006, Ketua PBB Lampung Utara dan jajarannya pindah ke partai PPRN. maka, DPW PBB Lampung merekomendasikan ke DPP PBB untuk pembekuan DPC PBB Lampung Utara. beranjak daripada hal tersebut di atas maka saya dipercaya untuk menjabat Ketua DPC PBB Lampung Utara sejak Desember 2006. Sejak saat itu, saya telah berupaya keras melakukan pembenahan-pembenahan. Sebagai langkah awal yang sudah saya lakukan, saya sudah mengontrak kantor di Jl. Protokol dekat kantor DPRD Lampung Utara, Jl. Soekarno-Hatta no 108 Lampung Utara. itulah yang kami gunakan sampai dengan saat ini sebagai Markas Besar Dewan Pimpinan Cabang Partai Bulan Bintang Kabupaten Lampung Utara. Di tingkat kabupaten Lampung Utara, sampai dengan saat ini telah terbentuk 23 PAC se-Kabupaten Lampung Utara dan dari 241 desa saya sudah membentuk hampir 135 ranting yang ada di desa-desa yang menggunakan anggaran biaya pribadi saya. walaupun dari Pemerintah Daerah, dari DPW PBB, dari DPP PBB sendiri tidak pernah memberikan bantuan 1 sen pun kepada kami, kami tetap untuk berupaya keras melakukan pembenahan. Mengingat pada pengalaman sejak tahun 1999 sampai dengan tahun 2004, PBB di Lampung Utara belum pernah membentuk kepengurusan sampai dengan tingkat yang paling bawah. Sebagai bahan pertimbangan Bang YIM, Kabupaten Lampung Utara mempunyai mata pilih 400.000 lebih dan 750 ribu jiwa lebih penduduknya serta 45 kursi DPRD yang ada di Kabupaten Lampung Utara. hasil daripada Pemilu 2004 yag lalu, Partai Golkar mendapatkan 11 kursi di DPRD Kab. LU, PDIP 6 (enam) kursi, PKS 5 (lima) kursi, Partai Demokrat 4 (empat) kursi, PBR 2 (dua) kursi, PKPI 2 (dua) kursi, PPP 2 (tiga) kursi, PKPB 3 (tiga) kursi, PKB 3 (tiga) kursi, PNI Marhaen 1 (satu) kursi, Pelopor 1 (satu) kursi, PPDK 1 (satu) kursi, dan PAN 4 (empat) kursi. sebagai puncak daripada kerja keras saya, pada tanggal 20 Maret 2008 yang lalu, telah melakukan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri oleh pengurus DPC PBB LU, PAC, Ranting, dan simpatisan yang syukur alhamdulillah Bang YIM berkenan menghadiri acara tersebut. geliat daripada DPC PBB LU, sejak Desember 2006 sampai dengan kehadiran Bang YIM di Lampung Utara sampai pada hari ini telah membuat seluruh partai di Lampung Utara telah melakukan pemetaan ulang untuk partai mereka masing-masing. oleh sebab itu bang YIM, seandainya suatu hari nanti Bang YIM ada sedikit kelonggaran waktu saya ingin sekali berbincang-bincang serius dengan Bang YIM di Jakarta karena saya ingin sekali berbicara masalah strategi yang lebih jauh yang akan saya terapkan di Lampung Utara. mengingat persaingan politik di Lampung Utara sangat kompetitif dan pelaksanaan Pemilu tinggal beberapa bulan lagi, saya sangat mengharapkan sekali untuk dapat berbincang-bincang dengan Bang YIM. sekali lagi, kami mohon binaan dan dukungan yang intensif dari Bang YIM kepada kami agar PBB di Lampung Utara pada Pemilu April 2009 dapat memperoleh hasil yang memuaskan. Kehadiran Bang YIM di Lampung Utara, pada tanggal 20 Maret 2008 yang lalu telah membuat warna baru di kancah perpolitikan yang ada di Lampung Utara. antusiasnya tanggapan yang positif dari masyarakat di Lampung Utara baik kepada Bang YIM maupun untuk PBB di Lampung Utara ke depan berdasarkan hasil laporan Tim Intelegent kita yang ada di lapangan. Terima kasih. Wassalam.
April 9th, 2008 at 4:57 pm
iman (komentar #43)
Bung Yusril, saya kira saya sama dengan beberapa komentar yang masuk di sini bahwa cara dan isi menulis Bung benar-benar enak, pas dan padat. Tanpa mengurangi rasa hormat saya pada media, banyak hal yang tidak terjawab (apapun alasannya) dalam media soal kiprah, dukungan dan bahkan tuduhan terhadap Bung Yusril. Tapi dengan membaca blog ini semuanya sangat jelas, tinggal tergantung kita aja mencernanya.
Bung Yusril, dari banyaknya masalah bangsa kita ini, maka Bung adalah salah satu calon pemimpin negeri ini, Insya Allah, yang sangat layak untuk ikut pelpres, dan semoga rakyat mendukungnya. Maju terus dan sukses selalu Bung
Semoga harapan Anda akan terkabul. Saya tentu akan berjuang ke arah itu. (YIM)
April 9th, 2008 at 6:43 pm
phreakaholic (komentar #44)
kalo ada kunjungan gitu pake duid saha ya… :-? :P
— http://phreakaholic.wordpress.com —
April 10th, 2008 at 8:35 am
Hery Azwan (komentar #45)
Suara terbanyak yang harus didulang berasal dari pulau Jawa. Tampaknya Pak Yusril berat di sini, apalagi bukan orang Jawa. Karena itu komunikasi politik dengan orang Jawa harus terus digalakkan seperti kunjungan ke Lampung ini. Wisata kuliner dan wisata alam bisa menjadi sarana yang baik saat ini. Sekali-kali, jadi bintang tamu acara Pak Bondan. Pasti mak nyus.
Dalam pengamatan saya, untuk mencoblok PBB orang masih pikir-pikir. Tapi kalau suara PBB berhasil mengantarkan Pak Yusril menjadi calon presiden, rasanya peluang menjadi RI 1 kok ada. Asal saja, memang suara terbanyak di pulau Jawa dikelola dengan baik.
Pada prinsipnya, orang Jawa nggak suka debat, apalagi ribut.
Karena itu, tokoh yang jago debat seperti Pak Yusril atau Pak Amien kurang laku.
Saran saya, Pak Yusril harus belajar berkomunikasi yang lebih elegan, tidak semata-mata untuk memenangkan perdebatan. Rakyat kita tampaknya sebagian besar belum siap menerima debat-debatan.
Saya dukung Pak Yusril menjadi presiden, meskipun saya belum tentu nyoblos PBB.
April 11th, 2008 at 11:30 am
Wawa'k GX (komentar #46)
terimakasih buat Bang Yusril yang mau singgah Ke Lampung, saya sebagai Warga Lampung mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya. seperti yang anda lihat Propinsi Lampung seperti ini, perlu penataan yang lebih baik lagi.
blog anda sangat Interaktif, buka juga Wab saya di rakyatlampung.com ( berita seputar Lampung)
April 11th, 2008 at 10:37 pm
xonket (komentar #47)
Saya kebetulan tinggal di lampung.
saya sendiri malah kurang begitu paham tempat-2 yang di ceritakan… *Jadi Malu*
Sukses selalu untuk pak yusril.
April 12th, 2008 at 2:44 am
khafidhin (komentar #48)
@ mas hery azwan.
Saya dukung Pak Yusril menjadi presiden, meskipun saya belum tentu nyoblos PBB
he.he.he. ……. mas kalo misalanya kemudian PBB tidak cukup syarat untuk mengajukan calon presiden, karena suaranya kurang 1 saja. kemudian tidak ada partai lain yang mau koalisasi dengan PBB untuk mencalonkan pak yusril . wa…………………………. bisa berabe donk.
bisa - bisa hak pilih saya untuk pilpres. saya kunci di LOKER saja. biar tidak nyasar..
PAK YUSRIL ADALAH CALON PEMIMPIN YANG HANDAL DAN VISIONER.
sekarang kita butuh pemimpin yang sepserti itu!.
April 12th, 2008 at 12:37 pm
iwanez (komentar #49)
setelah kunjungan om yusril ke lampung ( khususnya lampung utara ) daya juang seluruh struktur dpc. pbb lampung utara luar biasa bergeliat, tanpa henti seperti gelombang samudra berdentam-dentam — seperti ada energi luar biasa yang teman2 pbb dapatkan untuk terus melakukan sosialisasi,konsolidasi menggalang kekuatan menghadapi
1. pilkada bupati lampung utara yang menurut issu akan berkoalisi dengan pdi perjuangan mengusung
Drs. Hi. Zainal Abidin, MM (wakil bupati lampung utara 2 periode : 2000 - 2003 dan 2005 - 2008) dan
Drs. Hi. Rohimat Aslan (Kepala KANDEPAG Kab. Lamp. Utara)
2. pemilu legislatif
3. pemilu presiden yang juga di depan mata.
sebagai partai (pbb) yang tidak satupun kadernya duduk di kursi dprd kab. lampung utara, tentu saja hal ini sangat menjadi perhatian saya ( tinggal di kotabumi ) tapi.. di awal bulan ini, sosialisasi dan konsolidasi terasa kurang terkoordinasi dgn baik oleh ketua partai, seluruh pengurus dpc. pbb bahkan KAPPU (kalau tidak salah seperti Badan Pemenangan Pemilu) terus bergerak dengan sendiri2…
….saya mencari tahu ada apa lewat bincang2 dengan secangkir bandrex (air jahe di campur susu) bersama bbrapa pengurus, menurut info : mulai ada gesekan yg tidak harmonis dan berbahaya buat pbb.
sungguh ini saya beritahukan kepada om yusril karena sayang saya kepada sahrul dan bangga saya dengan kecerdasan om yusril (semoga pilpres nanti om yusril bergandengan dengan sri sultan hamengku buwono X) dan saya beserta segenap pengurus dan seluruh struktur paguyuban keluarga besar PUJAKESUMA lampung utara akan mendukung penuh dan siap memenangkan om yusril dan sri sultan hamengku buwono di kab. lampung utara.
kembali ke masalah inti nya adalah :
ketua dpc pbb mulai terlihat mengingkari komitmen dgn struktur pengurus yang lain berkaitan dengan pembagian Daerah pemilihan ( DP ) untuk pemilu legislatif 2009, hal ini sangat disayangkan. (saya pernah ingatkan kepadanya sebagai teman-tp terlihat tidak tertanggapi) untuk ini mohon kiranya om yusril turut menasehati nya jg untuk berfikir dan bertindak lebih arif & bijaksana.. karena potensi dan gerakan pbb di bawah komando sahrul sangat luar biasa untuk di lampung utara 2009. (kita test pilkada Bupati 3 sept 2008 ini)
Mengurus partai memang perlu kebijaksanaan,kesabaran dan ketekunan. Saya yakin, setiap masalah akan dapat diselesaikan, jika semua pihak berjiwa besar (YIM)
April 13th, 2008 at 3:55 am
Andi Bachtiar (komentar #50)
Assalamu alaikum Bang Yusril,
Saya kaget bukan kepalang ketika membaca berita di News.com yang isinya bahwa 69 parpol sudah mengambil formulir pendaftaran di KPu dan 6 parpol yang belum mengambil formulir pendaftaran dan akan dinyatakan tidak dapat mengikuti pemilu yang salah satunya adalah partai Bintang Bulan. Tolong berikan penjelasan Bang !! ada apa ini ?? I can’t believe it.
Berita itu benar adanya. DPP Partai Bulan Bintang dalam beberapa kali rapat telah sampai pada kesimpulan bahwa yang akan ikut dalam Pemilu 2009 adalah Partai Bulan Bintang. Partai Bintang Bulan diputuskan untuk tidak ikut. Keputusan ini telah dikukuhkan oleh sidang Dewan Partai, sebuah lembaga tertinggi di partai kalau tidak berlangsung muktamar. Muktamar Partai Bulan Bintang di Surabaya tahun 2005 telah memutuskan untuk mempersiapkan berdirinya partai baru — yang kemudian bernama Partai Bintang Bulan — kalau Partai Bulan Bintang tidak dapat ikut Pemilu lagi. Namun UU Pemilu yang baru membolehkan Partai Bulan Bintang ikut Pemilu 2009. Dengan demikian, Partai Bintang Bulan, meskipun telah berdiri dan telah disahkan oleh DepHumHam, namun diputuskan untuk tidak mengikuti Pemilu. Seluruh keluarga besar Bulan Bintang dan Bintang Bulan, hendaknya bersatu padu mendukung Partai Bulan Bintang dalam Pemilu 2009 nanti. (YIM)
April 13th, 2008 at 4:52 am
Andi Bachtiar (komentar #51)
Syukur Alhamdulillah,
sekarang Saya sudah lega, semoga ini menjadi bagian dari tanda-tanda bahwa Partai Bulan Bintang akan menjadi salah satu partai Besar dan dengan atau tanpa berkoalisi dengan partai lain untuk dapat mencalonkan abang menjadi calon presiden RI untuk periode mendatang. Saya juga dalam berbagai kesempatan di Washington DC ketika berdiskusi dengan kawan-kawan selalu mempromosikan Blog yang Abang punya agar bisa mereka buka dan baca untuk lebih mengenal sosok Abang sebagai bakal calon presiden harapan rakyat masa kini.
Terima kasih banyak atas perhatian dan bantuannya (YIM)
April 13th, 2008 at 11:28 am
IAN PERAWAS (komentar #52)
Assalamualiakum wr.wb
Bang Yusril Mun Kapan2 ke Lampung agik mamper be ngeliat aku,ndak usah resmi lah hehehe aku urang perawas nok tedampar di lampung.. ini no telpn aku 087894931600…oke bang,salam begerua..
wassalam
Insya Allah, kalau saya ke Lampung lagi. Salam hormat saya… (YIM)
April 14th, 2008 at 2:50 pm
Iwan.H (komentar #53)
Asslmkm,w.w
Sedikit bertanya pak, sebenarnya mekanisme seperti apa yang diterapkan PBB dalam suatu pemilihan kepala daerah? Adakah intervensi DPP dalam hal ini, saya sebagai pendukung PBB tetapi tidak mendukung calon yang di usung PBB dalam PILKADA JABAR.
April 14th, 2008 at 10:23 pm
F. Achmad (komentar #54)
Salam Hormat,
Pemerhati skaligus penggagum YIM.
Bang Yusril, ada banyak hal yg ingin saya curhat kan ke Abang mengenai Parpol Pbb di babel, saya pendukung berat Abang menuju RI 1 namun saya kecewa berat dgn kondisi terakhir Pbb dan tingkah laku pbb di serumpun sebalai ini.
kemana alamat yang bisa saya gunakan untuk berkomunikasi ke abang ?
thanks.
April 14th, 2008 at 10:34 pm
Teddy (komentar #55)
Ass wr wb Pak Yusril ,
Sedikit out of topic …..
Sebelumnya sy mengucapkan semoga sukses di 2009.
Membaca kunjungan pak Yusril di Lampung ada sebuah pemikiran terlintas mengenai kondisi pariwisata Kalianda yg mirip dengan Belitung pak , dengan potensi yang ada di Belitung rasanya masih jauh bila dibandingkan dengan pemanfaatan bagi masyarakat disana . Jangankan dengan Bali , dengan pulau tetangga saja sudah ketinggalan . Tentu ini tanggung jawab pemda beserta masyakat baik di Belitung maupun di perantauan .
Sebagai pemikir tentu Pak Yusril punya pendapat soal ini , tdk hanya pariwisata , tp jg perekonomian dimasa mendatang di tempat asal pak Yusril . Ada komentar soal ini Pak ?? and kalau perlu sesekali merelease tulisan mengenai BElitung dan pengembangannya . Makasih.
April 17th, 2008 at 1:57 pm
Wawa'k GX (komentar #56)
Terimakasih telah mengirim mail ke mail kami, kika ada unek** tentang lampung kirim saja Opini Anda ke http://www.rakyatlampung.com
April 25th, 2008 at 11:59 pm
abdul (komentar #57)
assalamualaikum Pak YIM,
Terus terang saya sangat mengagumi bapak ,dan kebetulan juga paman saya sekarang menjadi anggota DPRD Beltim namanya Masri Sadeli.
Saya harapkan agar bapak nanti terpilih menjadi Presiden RI,2009-2014.Maju terus Pantang Mundur.
Ohya Pak,kapan bapak akan berkujung ke Batam lagi?
Insyaallah saya akan dukung bapak dan PBB.
May 3rd, 2008 at 4:58 pm
Iib Nursaleh (komentar #58)
Assalamualaikum bang yusril, semoga selalu dlm kondisi sehat walafiat dalam lindungan Allah SWT.saya salah satu pengagum bang yusril, baik sebagai seorang politisi maupun sebagai seorang muslim yang dlm penghematan saya begitu tawaddu’ menjalankan syariat agama sesuai dengan perjuangan untuk menegakkan syariat islam. selain itu saya juga merupakan kader dan Fungsionaris PBB Kabupaten Kampar-Riau. kalau boleh saya mau beri masukan, kalau bisa bang yusril tambahkan fasilitas jadwal kegiatan bang yusri diblog. supaya kami tahu apa kegiatan yg bang yusril lakukan.karena hampir semua daerah yangt memiliki konstituen PBB mengharapkan kedatangan bang yusril didaerahnya masing-masing,selain ingin dapat melihat langsung mentornya (Presiden RI’09) juga sebagai pembangkit spirit motivasi agar lebih giat berjuang,termasuk kami yang ada di Kabupaten Kampar. “Hidup bang Yusril, hidup PBB” jayalah syariat Islam. Amin………
May 14th, 2008 at 3:36 pm
Marhad (komentar #59)
asw
saya sangat salut dengan Pak YIM, semoga kibaran bendera PBB di seantero pelosok tanah air sama megahnya dengan pendukungnya , amin.
memang saya bukan panatis dengan PBB tapi saya panatis dengan PAK YIM, yang berwibawa semoga PRESIDEN KIT A YAD juga seperti itu yang membentengi umat ISLAM, padahl saya baru 2 hari ini membaca blog ini dan saya jadi sering membukanya , saya anak riau pak tepatnya TEMBILAHAN, apa bapak pernah ke kekota ku, kayaknya pendukung PBB juga banyak di sini cuman saya bukan orang partai pak , memang ada niat berpolitik tapi blm kesampaian bagai mana pak cara nya supaya saya bisa berpolitik, saya saat ini pekerja pada perusahaan, dan saya bekerja dibidang perminyakan, mohon bantuannya pak,
trims wasalam
MARHAD
May 24th, 2008 at 5:11 pm
andri el faruqi (komentar #60)
pak,,,salam kenal
saya mahasiswa disalah satu PTAI diPadang
ke padang juga mampir dong pak?
sukses untuk bapak,
smoga 2009 Allah meridhoi bapak unutk maju dan memenagkan pesta demokrasi ini?
mohon responnya
June 16th, 2008 at 10:39 pm
Pages: « 1 [2] 3 » Show All
Punya pendapat? Sampaikan pendapat Anda