<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: OTONOMI DAERAH DAN POLITIK BIAYA TINGGI</title>
	<atom:link href="http://yusril.ihzamahendra.com/2008/04/18/otonomi-daerah-dan-politik-biaya-tinggi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/04/18/otonomi-daerah-dan-politik-biaya-tinggi/</link>
	<description>Blog Yusril Ihza Mahendra</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Mar 2010 06:59:50 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: 4Shared Games</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/04/18/otonomi-daerah-dan-politik-biaya-tinggi/comment-page-2/#comment-88758</link>
		<dc:creator>4Shared Games</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 15:41:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2008/04/18/otonomi-daerah-dan-politik-biaya-tinggi/#comment-88758</guid>
		<description>hmmm seandainya YIM jadi presiden... oh cuma seandainya....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hmmm seandainya YIM jadi presiden&#8230; oh cuma seandainya&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Susilo Hambeg Poromarto</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/04/18/otonomi-daerah-dan-politik-biaya-tinggi/comment-page-2/#comment-65712</link>
		<dc:creator>Susilo Hambeg Poromarto</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2009 02:19:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2008/04/18/otonomi-daerah-dan-politik-biaya-tinggi/#comment-65712</guid>
		<description>Ini penjelasan saya, mengapa bentuk dan susunan Negara &quot;Kesatuan&quot; tidak diamanatkan dalam Pembukaan UUD 45 dan atau Pancasila.

Menurut saya, BENTUK dan SUSUNAN Negara KESATUAN Republik Indonesia (NKRI) bukanlah yang DIAMANATKAN oleh Pancasila (Pembukaan UUD 1945). Namun yang lebih tepat (menurut saya) adalah Negara PERSATUAN Republik Indonesia. Mengapa?

1. arti kata &quot;KESATUAN&quot; punya makna dan arti yang berbeda dengan &quot;PERSATUAN&quot; baik secara filosofis maupun penerapannya dalam tata bentuk dan susunan organisasi
2. Kata &quot;KESATUAN&quot; tidak pernah ada dalam PANCASILA, yang ada adalah kata &quot;PERSATUAN&quot;
3. Semboyan &quot;bhineka tunggal ika&quot; lebih dekat maknanya dengan PERSATUAN&quot; dan sama sekali berbeda dengan &quot;KESATUAN&quot;

Coba baca dan pahami seksama Pembukaan UUD 1945, dan konsentrasi penuh pada alinea ke 4, sebagai berikut:

&quot;Kemudian daripada itu untuk MEMBENTUK suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka DISUSUNLAH Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-undang Dasar Negara Indonesia, yang TERBENTUK dalam suatu SUSUNAN Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, PERSATUAN INDONESIA, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia&quot;.

It&#039;s very clear stated and declared that &quot;BENTUK&quot; and &quot;SUSUNAN&quot; negara kita mesthinya &quot;Negara PERSATUAN&quot;, bukan &quot;negara &quot;KESATUAN&quot;.

Pertanyaannya adalah apakah kita akan mengingkari sesuatu yang jelas tertulis dalam Pembukaan UUD 45?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ini penjelasan saya, mengapa bentuk dan susunan Negara &#8220;Kesatuan&#8221; tidak diamanatkan dalam Pembukaan UUD 45 dan atau Pancasila.</p>
<p>Menurut saya, BENTUK dan SUSUNAN Negara KESATUAN Republik Indonesia (NKRI) bukanlah yang DIAMANATKAN oleh Pancasila (Pembukaan UUD 1945). Namun yang lebih tepat (menurut saya) adalah Negara PERSATUAN Republik Indonesia. Mengapa?</p>
<p>1. arti kata &#8220;KESATUAN&#8221; punya makna dan arti yang berbeda dengan &#8220;PERSATUAN&#8221; baik secara filosofis maupun penerapannya dalam tata bentuk dan susunan organisasi<br />
2. Kata &#8220;KESATUAN&#8221; tidak pernah ada dalam PANCASILA, yang ada adalah kata &#8220;PERSATUAN&#8221;<br />
3. Semboyan &#8220;bhineka tunggal ika&#8221; lebih dekat maknanya dengan PERSATUAN&#8221; dan sama sekali berbeda dengan &#8220;KESATUAN&#8221;</p>
<p>Coba baca dan pahami seksama Pembukaan UUD 1945, dan konsentrasi penuh pada alinea ke 4, sebagai berikut:</p>
<p>&#8220;Kemudian daripada itu untuk MEMBENTUK suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka DISUSUNLAH Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-undang Dasar Negara Indonesia, yang TERBENTUK dalam suatu SUSUNAN Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, PERSATUAN INDONESIA, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia&#8221;.</p>
<p>It&#8217;s very clear stated and declared that &#8220;BENTUK&#8221; and &#8220;SUSUNAN&#8221; negara kita mesthinya &#8220;Negara PERSATUAN&#8221;, bukan &#8220;negara &#8220;KESATUAN&#8221;.</p>
<p>Pertanyaannya adalah apakah kita akan mengingkari sesuatu yang jelas tertulis dalam Pembukaan UUD 45?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Susilo Hambeg Poromarto</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/04/18/otonomi-daerah-dan-politik-biaya-tinggi/comment-page-2/#comment-65710</link>
		<dc:creator>Susilo Hambeg Poromarto</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2009 02:13:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2008/04/18/otonomi-daerah-dan-politik-biaya-tinggi/#comment-65710</guid>
		<description>Jika kita kembali ke Dasar Negara kita &quot;PANCASILA&quot; dan Pembukaan UUD 1945, di sana jelas diamanatkan BENTUK dan SUSUNAN Negara kita seharusnya Negara PERSATUA, bukan Negara KESATUAN.  Dengan bentuk negara PERSATUAN ini otonomi akan terletak di Propinsi.  Dengan negara Konsep negara PERSATUAN, maka semua propinsi/daerah/state mempunyai wewenang untuk mengatur pemerintahan ke dalam.  Hal ini juga berarti bahwa semua daerah diperlakukan sama, tidak ada lagi idaerah istimewa lagi, karena memang semua sudah menjadi istimewa.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jika kita kembali ke Dasar Negara kita &#8220;PANCASILA&#8221; dan Pembukaan UUD 1945, di sana jelas diamanatkan BENTUK dan SUSUNAN Negara kita seharusnya Negara PERSATUA, bukan Negara KESATUAN.  Dengan bentuk negara PERSATUAN ini otonomi akan terletak di Propinsi.  Dengan negara Konsep negara PERSATUAN, maka semua propinsi/daerah/state mempunyai wewenang untuk mengatur pemerintahan ke dalam.  Hal ini juga berarti bahwa semua daerah diperlakukan sama, tidak ada lagi idaerah istimewa lagi, karena memang semua sudah menjadi istimewa.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rudy k</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/04/18/otonomi-daerah-dan-politik-biaya-tinggi/comment-page-2/#comment-65092</link>
		<dc:creator>Rudy k</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 09:12:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2008/04/18/otonomi-daerah-dan-politik-biaya-tinggi/#comment-65092</guid>
		<description>Aslm. Saya ingin meminta izin untuk mencopy artikel ini sebagai bahan tugas kuliah saya, atas izinnya saya ucapkan banyak terima kasih. Rudy K. Mahasiswa jurusan Ekonomi Pembangunan UNNES. Waslam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aslm. Saya ingin meminta izin untuk mencopy artikel ini sebagai bahan tugas kuliah saya, atas izinnya saya ucapkan banyak terima kasih. Rudy K. Mahasiswa jurusan Ekonomi Pembangunan UNNES. Waslam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rustambangak</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/04/18/otonomi-daerah-dan-politik-biaya-tinggi/comment-page-2/#comment-31998</link>
		<dc:creator>rustambangak</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 06:21:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2008/04/18/otonomi-daerah-dan-politik-biaya-tinggi/#comment-31998</guid>
		<description>sesuatu perubahan membutuhkan pengorbanan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sesuatu perubahan membutuhkan pengorbanan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: reno nazief</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/04/18/otonomi-daerah-dan-politik-biaya-tinggi/comment-page-2/#comment-9209</link>
		<dc:creator>reno nazief</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jul 2008 07:01:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2008/04/18/otonomi-daerah-dan-politik-biaya-tinggi/#comment-9209</guid>
		<description>selamat atas terpilihnya Guru Bajang sebagai Gubernur NTB. Semoga dalam menjalankan tugas dapat mengemban aspirasi rakyat Lombok.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>selamat atas terpilihnya Guru Bajang sebagai Gubernur NTB. Semoga dalam menjalankan tugas dapat mengemban aspirasi rakyat Lombok.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Purwanto Adi</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/04/18/otonomi-daerah-dan-politik-biaya-tinggi/comment-page-2/#comment-9022</link>
		<dc:creator>Purwanto Adi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 16:38:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2008/04/18/otonomi-daerah-dan-politik-biaya-tinggi/#comment-9022</guid>
		<description>awalnya saya sangat setuju dengan pemikiran otonomi daerah,, karena kesempatan kepada daerah untuk memimpin daerahnya menjadi llbh baik.. tapi saya salah OTONOMI DAERAH sekarang ini ibarat Jurang yang memisahkan antar daratan yg satu dengan yang laen ... Faktanya orang2 sekarang lebih bersifat kedaerahan,, Pejabat2 skrg harus dari PUTRA DAERAH,, yang lebih PARAH banyaknya pejabat2 di daerah  yang tidak kompeten/sesuai dengan bidangnya... sungguh menyedihkan... SUNGGUH OTONOMI DAERAH SUDAH KEBABLASAN ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>awalnya saya sangat setuju dengan pemikiran otonomi daerah,, karena kesempatan kepada daerah untuk memimpin daerahnya menjadi llbh baik.. tapi saya salah OTONOMI DAERAH sekarang ini ibarat Jurang yang memisahkan antar daratan yg satu dengan yang laen &#8230; Faktanya orang2 sekarang lebih bersifat kedaerahan,, Pejabat2 skrg harus dari PUTRA DAERAH,, yang lebih PARAH banyaknya pejabat2 di daerah  yang tidak kompeten/sesuai dengan bidangnya&#8230; sungguh menyedihkan&#8230; SUNGGUH OTONOMI DAERAH SUDAH KEBABLASAN &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: surya</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/04/18/otonomi-daerah-dan-politik-biaya-tinggi/comment-page-2/#comment-8052</link>
		<dc:creator>surya</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 20:39:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2008/04/18/otonomi-daerah-dan-politik-biaya-tinggi/#comment-8052</guid>
		<description>assalamualaikum wr wb,

Tanah kelahiran saya sama dengan bapak di Manggar, saya berterimakasih atas bantuan bpk. atas terbentuknya propinsi Bangka Belitung, semoga hal ini bisa lebih memajukan kehidupan masyarakat kepulauan BABEL, karena setahu saya dari zaman penjajahan belanda sampai sekarang bergabung dengan NKRI, masyakat belitung adalah termaksud sapi perah kurus di tanahnya sendiri yang kaya. Walaupun kenyataan sekarang sapi perah diperah oleh sapi perah.

Ada kebanggaan tersendiri melihat seorang putera belitung menjadi seorang yang Pakar Hukum Tata Negara Dan Politisi yang diperhitungkan, salut atas perjuangannya.

Saya termaksud orang yang pesimis mengenai dunia politik dan partai politik, karena dari masa kecil yang saya lihat dan rasakan sampai sekarang partai politik baik yang berasaskan Islam dan bukan, sebagian besar digunakan untuk memperkaya diri sendiri dan kelompok dengan menghalalkan segala cara,  membodohi serta memperbudak rakyat dengan hasil positif yang sangat minim.

Umur saya sekarang 30 thn dan sampai saat ini hanya satu kali mengambil hak pilih saya sebagai pemilih pada tahun 1998 (maaf kalau salah tahun) dan saya tidak bangga menjadi golput. Partai yang saya pilih pd tahun tersebut adalah Bulan Bintang yang dipimpin oleh Bapak Yusril (tempat pemilihan di Bandung). Target Point saya adalah Terbentuknya Prop. Bangka-Belitung dan berharap Bapak dan  PBB dapat berbuat lebih di era reformasi bagi Bangsa Indonesia umumnya dan Masyarakat Babel khususnya.

Hasil pemilu di Babel menunjukkan partai bulan bintang menang besar, namun yang menang dalam pilkada di Beltim adalah notabene orang lain yang didukung partai lain dengan suara minoritas (Bpk. Ahock). Hal ini menunjukkan bahwa wakil yang dicalonkan Oleh PBB belum membumi dan dipercayai oleh masyarakat setempat.

Saya pribadi sempat mengalami krisis kepercayaan terhadap bapak akibat  pemberitaan Media masa mengenai Dept. Kehakiman yang Bapak Pimpin karena Klarifikasi yang minim dan kinerja politik PBB beserta janjinya khususnya di Babel.

Beberapa pendapat dari teman saya mengenai bapak ada yang bagus dan kurang bagus,  ada yang bilang bapak orang yang pintar dan berkharisma tapi ada juga yang berkomentar bapak orang yang sombong dan arogan.

Beberapa harapan saya untuk bapak dan PBB:

1. Pilih team sukses dan wakil rakyat yang amanah, tepati janji dan katakanlah maaf ketika tidak terpenuhi karena  janji adalah hutang.

2. Hindari debat , karena sebagian orang akan menganggap itu sebagai bentuk arogansi. Mohon lebih diperbanyak tindakan nyata karena lebih bermanfaat dan menyentuh hati rakyat secara langsung.

3. Berikan sanksi yang tegas kepada anggota yang melanggar peraturan partai yang berasakan Islam ini.

4. Teruslah berjuang di jalan yang haq.


Mohon maaf  kalau ada kata kata saya yang salah dan tidak bermanfaat, anggaplah ini sebagai curahan isi hati seorang anak kepada orangtuanya.

Wassalam mualaikum Wr. WB


surya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum wr wb,</p>
<p>Tanah kelahiran saya sama dengan bapak di Manggar, saya berterimakasih atas bantuan bpk. atas terbentuknya propinsi Bangka Belitung, semoga hal ini bisa lebih memajukan kehidupan masyarakat kepulauan BABEL, karena setahu saya dari zaman penjajahan belanda sampai sekarang bergabung dengan NKRI, masyakat belitung adalah termaksud sapi perah kurus di tanahnya sendiri yang kaya. Walaupun kenyataan sekarang sapi perah diperah oleh sapi perah.</p>
<p>Ada kebanggaan tersendiri melihat seorang putera belitung menjadi seorang yang Pakar Hukum Tata Negara Dan Politisi yang diperhitungkan, salut atas perjuangannya.</p>
<p>Saya termaksud orang yang pesimis mengenai dunia politik dan partai politik, karena dari masa kecil yang saya lihat dan rasakan sampai sekarang partai politik baik yang berasaskan Islam dan bukan, sebagian besar digunakan untuk memperkaya diri sendiri dan kelompok dengan menghalalkan segala cara,  membodohi serta memperbudak rakyat dengan hasil positif yang sangat minim.</p>
<p>Umur saya sekarang 30 thn dan sampai saat ini hanya satu kali mengambil hak pilih saya sebagai pemilih pada tahun 1998 (maaf kalau salah tahun) dan saya tidak bangga menjadi golput. Partai yang saya pilih pd tahun tersebut adalah Bulan Bintang yang dipimpin oleh Bapak Yusril (tempat pemilihan di Bandung). Target Point saya adalah Terbentuknya Prop. Bangka-Belitung dan berharap Bapak dan  PBB dapat berbuat lebih di era reformasi bagi Bangsa Indonesia umumnya dan Masyarakat Babel khususnya.</p>
<p>Hasil pemilu di Babel menunjukkan partai bulan bintang menang besar, namun yang menang dalam pilkada di Beltim adalah notabene orang lain yang didukung partai lain dengan suara minoritas (Bpk. Ahock). Hal ini menunjukkan bahwa wakil yang dicalonkan Oleh PBB belum membumi dan dipercayai oleh masyarakat setempat.</p>
<p>Saya pribadi sempat mengalami krisis kepercayaan terhadap bapak akibat  pemberitaan Media masa mengenai Dept. Kehakiman yang Bapak Pimpin karena Klarifikasi yang minim dan kinerja politik PBB beserta janjinya khususnya di Babel.</p>
<p>Beberapa pendapat dari teman saya mengenai bapak ada yang bagus dan kurang bagus,  ada yang bilang bapak orang yang pintar dan berkharisma tapi ada juga yang berkomentar bapak orang yang sombong dan arogan.</p>
<p>Beberapa harapan saya untuk bapak dan PBB:</p>
<p>1. Pilih team sukses dan wakil rakyat yang amanah, tepati janji dan katakanlah maaf ketika tidak terpenuhi karena  janji adalah hutang.</p>
<p>2. Hindari debat , karena sebagian orang akan menganggap itu sebagai bentuk arogansi. Mohon lebih diperbanyak tindakan nyata karena lebih bermanfaat dan menyentuh hati rakyat secara langsung.</p>
<p>3. Berikan sanksi yang tegas kepada anggota yang melanggar peraturan partai yang berasakan Islam ini.</p>
<p>4. Teruslah berjuang di jalan yang haq.</p>
<p>Mohon maaf  kalau ada kata kata saya yang salah dan tidak bermanfaat, anggaplah ini sebagai curahan isi hati seorang anak kepada orangtuanya.</p>
<p>Wassalam mualaikum Wr. WB</p>
<p>surya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hadi M.</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/04/18/otonomi-daerah-dan-politik-biaya-tinggi/comment-page-2/#comment-7885</link>
		<dc:creator>Hadi M.</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 04:23:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2008/04/18/otonomi-daerah-dan-politik-biaya-tinggi/#comment-7885</guid>
		<description>Bang Yusril,
Saya setuju pendapat abang mengenai biaya tinggi Pemilu/Pilkada dll, tapi sistem demokrasi seperti itu yg diakui di dunia/barat, jadi hanya pengusaha dan orang2 kaya2 saja yg bisa naik. Coba bentuk segera team sukses Pilpres abang untuk menelaah kampanye yg paling jitu.
Abang di kalangan intelektual sudah top, cuman dikalangan bawah hendaklah abang fokus juga, ikuti gaya rakyat kebanyakan, seperti non formal, egaliter dan jangan lupa perhatikan cara program pengentasan kemiskitan, ciptakan kemakmuran. Wong deso itu tidak macam2, contoh petanin hanya butuh tersedianya bibit padi dan pupuk, tersedianya bahan bakar minyak dan gas yang kontinyu, lapangan kerja, keamanan, kesehatan dan utilitas jalan, listrik, komunikasi juga jangan lupa.
Bang Yusril, jangan sampai gakl jadi caleg ya, saya siap membantu finansial dan tenaga, walau tidak besar.
Jangan terpengaruh omongan2 orang2 yg menilai abang tidak bagus...maju terus sampai final.
Wassalam,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bang Yusril,<br />
Saya setuju pendapat abang mengenai biaya tinggi Pemilu/Pilkada dll, tapi sistem demokrasi seperti itu yg diakui di dunia/barat, jadi hanya pengusaha dan orang2 kaya2 saja yg bisa naik. Coba bentuk segera team sukses Pilpres abang untuk menelaah kampanye yg paling jitu.<br />
Abang di kalangan intelektual sudah top, cuman dikalangan bawah hendaklah abang fokus juga, ikuti gaya rakyat kebanyakan, seperti non formal, egaliter dan jangan lupa perhatikan cara program pengentasan kemiskitan, ciptakan kemakmuran. Wong deso itu tidak macam2, contoh petanin hanya butuh tersedianya bibit padi dan pupuk, tersedianya bahan bakar minyak dan gas yang kontinyu, lapangan kerja, keamanan, kesehatan dan utilitas jalan, listrik, komunikasi juga jangan lupa.<br />
Bang Yusril, jangan sampai gakl jadi caleg ya, saya siap membantu finansial dan tenaga, walau tidak besar.<br />
Jangan terpengaruh omongan2 orang2 yg menilai abang tidak bagus&#8230;maju terus sampai final.<br />
Wassalam,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: M. ZUCHRI SATRIYO</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/04/18/otonomi-daerah-dan-politik-biaya-tinggi/comment-page-2/#comment-7501</link>
		<dc:creator>M. ZUCHRI SATRIYO</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 14:16:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/2008/04/18/otonomi-daerah-dan-politik-biaya-tinggi/#comment-7501</guid>
		<description>Peran kabupaten/ kota sebagai leading sector pembangunan negara harus terus dilakukan,  memang benar sekiranya ada penguatan otonomi tingkat provinsi, namun perlu ditekankan disini, jika terjadi penguatan otonomi provinsi, peran provinsi pun harus diperbesar. menurut pengamatan saya area kekuasaan provinsi tidaklah  sebesar kabupaten, lingkup provinsi pun hanya sebatas wilayah kerja mereka, selebihnya adalah daerah/ wilayah otonomi kabupaten, hatta (wakil presiden RI yang pertama ) lebih menekankan pada otonomi kabupaten, lebih baik provinsi sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat saja sebagai koordinator kabupaten-kabupaten, dengan jumlah aparatur yang tidak terlalu banyak, efisien, dan efektif,  biarkan pengelola pemerintahan di kabupaten-kabupaten agar dapat terus maksimal berhubungan dan memberikan pelayanan kepada  masyarakat, tentang pilkada, rakyat dapat lebih arif dan cerdas untuk dapat menentukan pemimpin mereka,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Peran kabupaten/ kota sebagai leading sector pembangunan negara harus terus dilakukan,  memang benar sekiranya ada penguatan otonomi tingkat provinsi, namun perlu ditekankan disini, jika terjadi penguatan otonomi provinsi, peran provinsi pun harus diperbesar. menurut pengamatan saya area kekuasaan provinsi tidaklah  sebesar kabupaten, lingkup provinsi pun hanya sebatas wilayah kerja mereka, selebihnya adalah daerah/ wilayah otonomi kabupaten, hatta (wakil presiden RI yang pertama ) lebih menekankan pada otonomi kabupaten, lebih baik provinsi sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat saja sebagai koordinator kabupaten-kabupaten, dengan jumlah aparatur yang tidak terlalu banyak, efisien, dan efektif,  biarkan pengelola pemerintahan di kabupaten-kabupaten agar dapat terus maksimal berhubungan dan memberikan pelayanan kepada  masyarakat, tentang pilkada, rakyat dapat lebih arif dan cerdas untuk dapat menentukan pemimpin mereka,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
