Beranda

SKB TENTANG AHMADIYAH

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Kemarin, usai acara diskusi “Konstruksi Kepemimpinan Menuju Kebangkitan Nasional” yang diselenggarakan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di Jakarta Media Center, saya ditanya oleh sejumlah wartawan mengenai Ahmadiyah, sehubungan dengan Mirza_ghulam_ahmadrencana diterbitkannya Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri dan Jaksa Agung, yang kini tengah menjadi berita hangat media massa di tanah air. Waktu itu saya menjawab, yang harus diterbitkan bukanlah sebuah SKB karena istilah itu sudah tidak dikenal lagi dengan diundangkannya UU Nomor 10 Tahun 2004. Istilah yang benar ialah Peraturan Menteri. Apakah Peraturan itu dikeluarkan sendiri-sendiri oleh menteri atau pejabat setingkat menteri, atau secara bersama-sama, semuanya tergantung kepada kebutuhan materi yang ingin diatur. Istilah Keputusan, dengan berlakunya UU Nomor 10 Tahun 2004, hanya digunakan untuk sebuah penetapan, seperti pengangkatan dan pemberhentian seseorang dalam jabatan, bukan sesuatu yang berisi norma yang bersifat mengatur.

Beberapa jam setelah saya menjawab pertanyaan wartawan di atas, beredar berita melalui SMS bahwa saya sama saja dengan Adnan Buyung Nasution yang menentang SKB tentang Ahmadiyah. Hal inilah yang mendorong saya untuk menulis artikel ini, melengkapi apa yang sudah diberitakan oleh beberapa media, antara lain Detik.Com kemarin, Republika, Indopos dan The Jakarta Post hari ini. Saya menegaskan bahwa saya bukannya tidak setuju dengan SKB itu, tetapi bentuk peraturan hukum yang diterbitkan ialah Peraturan Bersama, bukan Surat Keputusan Bersama. Memang istilah Keputusan Bersama dicantumkan dalam Undang-Undang Nomor 1/PNPS/1965, tetapi setelah berlakunya UU Nomor 10 Tahun 2004, maka istilah Peraturan Bersama lebih sesuai untuk digunakan. Dengan penjelasan ini, mudah-mudahan segala kesalahpahaman akibat pemberitaan sepotong-sepotong, dapat dijernihkan.

Pendapat saya tentang Ahmadiyah sebenarnya tegas saja. Bagi saya, seseorang masih dapat dikatakan seorang Muslim, apabila dia berpegang teguh dan berkeyakinan sejalan dengan prinsip akidah Islam, yakni La Ilaha illallah Muhammadur Rasulullah. Tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah. Tentang Muhammadur Rasulullah itu tegas pula dianut prinsip, bahwa sesudah beliau tidak ada lagi rasul dan nabi yang lain. Kalau mengakui bahwa Mirza Ghulam Ahmad (lihat gambar) adalah nabi sesudah Nabi Muhammad s.a.w, saya berpendirian bahwa keyakinan tersebut sudah menyimpang dari pokok akidah Islam. Karena itu, lebih baik jika penganut Ahmadiyah itu menyatakan diri atau dinyatakan sebagai non-Muslim saja. Dengan demikian, hak-hak konstitusional mereka di negara Republik Indonesia ini tetap sah dan diakui. Saya memberikan contoh di Pakistan, para penganut Ahmadiyah –lebih khusus disebutkan kelompok Ahmadiyah Qadian atau Qadiani — yang tegas-tegas digolongkan sebagai minoritas bukan Muslim atau “Non Muslim minority”. Sebab itu Konstitusi Pakistan menetapkan bahwa mereka mempunyai wakil di Majelis Nasional Pakistan yang diangkat untuk mewakili golongan minoritas.

Dalam agama Islam memang diakui keberadaan mazhab-mazhab, yakni berbagai aliran penafsiran baik di bidang Ilmu Kalam, Fiqih dan Tasawwuf. Namun perbedaan penafsiran itu tidaklah sampai mempertentangkan pokok-pokok ajaran Islam, melainkan detil-detilnya. Dalam Kalam misalnya, tafsiran kaum Muktazilah dengan kaum Asy’ariyyah tentang al-Qada wal-Qadar, walau berbeda namun tetap dalam batas-batas yang sejalan dengan pokok-pokok akidah. Demikian pula halnya mazhab-mazhab fiqih, adalah perbedaan dalam menafsirkan kaidah-kaidah hukum sebagaimana termaktub di dalam al-Qur’an dan al-Hadits yang tidak menyimpang dari asas-asas syariah. Dalam Tasawwuf, para aliran sufi saling berbeda persepsi mengenai cara-cara berdzikir dalam mendekatkan diri kepada Allah. Namun dalam hal akidah yang pokok, tak ada perbedaan yang prinsipil di antara aliran-aliran tasawwuf. Adapun meyakini bahwa masih ada seorang nabi setelah Nabi Muhammad s.a.w, jelaslah menyalahi prinsip akidah Islam. Sebab itulah, Rabithah al-Alam al-Islami dan Organisasi Konfrensi Islam (OKI) telah lama mengeluarkan pernyataan bahwa Ahmadiyah (Qadian) adalah golongan yang telah keluar dari Islam. Pemerintah Arab Saudi juga melarang penganut Ahmadiyah (Qadian) menunaikan ibadah haji. Majelis Ulama Indonesia pada tahun 1984 juga telah menerbitkan fatwa bahwa Ahmadiyah adalah aliran sesat yang telah keluar dari Islam.

Keberadaan Ahmadiyah di Indonesia sebenarnya telah dimulai sejak zaman kolonial Hindia Belanda. Sebagai sebuah perkumpulan, Ahmadiyah Indonesia telah pula mendapat status badan hukum yang disahkan Kementerian Kehakiman pada tahun 1950-an. Namun aktivitas gerakan ini sampai sekarang meresahkan bagian terbesar Umat Islam di Indonesia. Tempat ibadah mereka disebut “mesjid” juga. Sementara di samping al-Qur’an, mereka juga menggunakan Kitab Tadzkirah sebagai pegangan dalam keyakinan mereka, khususnya tentang kenabian Mirza Ghulam Ahmad serta ajaran-ajarannya. Sebab itu tidak mengherankan jika berbagai ormas Islam mendesak Pemerintah untuk melarang gerakan Ahmadiyah ini sejak lama. Dalam beberapa bulan terakhir ini isyu Ahmadiyah kembali mencuat dan tindak kekerasan terjadi di berbagai tempat. Dalam konteks inilah, wacana keluarnya “SKB” muncul ke permukaan.

Apakah dasar hukum yang diinginkan agar Pemerintah melarang keberadaan Gerakan Ahmadiyah itu? SKB yang menjadi bahan pembicaraan itu bersumber pada Undang-Undang Nomor 1/PNPS/1965 yang oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1969 ditetapkan menjadi undang-undang. Dalam undang-undang ini disebutkan “Setiap orang dilarang dengan sengaja di muka umum menceritakan, menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum, untuk melakukan penafsiran tentang sesuatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan-kegiatan keagamaan dari agama itu; penafsiran dan kegiatan mana menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama itu (Pasal 1). Selanjutnya dalam Pasal 2 disebutkan bahwa bagi mereka yang melakukan kegiatan seperti itu, diberi “perintah dan peringatan keras” untuk menghentikan kegiatannya. Perintah itu dikeluarkan oleh Menteri Agama, Jaksa Agung dan Menteri Dalam Negeri dalam bentuk “Keputusan Bersama”. Apabila kegiatan itu dilakukan oleh sebuah organisasi maka “Presiden Republik Indonesia dapat membubarkan organisasi itu dan menyatakan organisasi atau aliran tersebut sebagai organisasi/aliran terlarang, satu dan lain setelah Presiden mendapat pertimbangan dari Menteri Agama, Menteri/Jaksa Agung dan Menteri Dalam Negeri”. Apabila orang/organisasi tersebut telah diberi peringatan atau dibubarkan dan dilarang oleh Presiden, namun tetap membandel, maka kepada mereka dapat dituntut pidana dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya lima tahun. Dengan UU Nomor 1/PNPS/1965 ini pula, ketentuan Pasal 156 KUHP ditambah dengan Pasal 156a yang antara lain berbunyi “Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barangsiapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan: yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap sesuatu agama yang dianut di Indonesia”.

Nah, kalau membaca dengan cermat isi UU Nomor 1/PNPS/1965 di atas, maka keliru kalau ada yang meminta Pemerintah — dalam hal ini Menteri Agama, mendagri dan Jaksa Agung — untuk menerbitkan “SKB “untuk melarang Ahmadiyah. “SKB” hanya dapat memberikan perintah dan peringatan keras kepada orang perorangan yang melanggar ketentuan Pasal 1 UU tersebut. Kalau Ahmadiyah sebagai sebuah gerakan/perkumpulan/organisasi, maka yang dapat membubarkan dan melarangnya bukan Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri dan Jaksa Agung, tetapi Presiden Republik Indonesia. Jadi permintaan harus disampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, bukan kepada Muhammad Maftuch Basyuni, Mardiyanto dan Hendarman Supanji.

Ada kalangan yang berpendapat bahwa UU Nomor 1/PNPS/1965 itu sudah ketinggalan zaman, tidak sejalan dengan hak asasi manusia, demokrasi dan bertentangan dengan UUD 1945 hasil amandemen. Sebagai tafsiran dan pendapat boleh-boleh saja. Pendapat yang sebaliknya juga ada, namanya saja tafsir dan pemahaman. Namun hingga kini keberadaan undang-undang tersebut sebagai kaidah hukum postif secara formal masih berlaku, sebab belum pernah diubah atau dicabut oleh Presiden dan DPR. Mahkamah Konstitusi sampai kini juga belum pernah membatalkan undang-undang itu dan menganggapnya bertentangan dengan UUD 1945 dalam permohonan uji materil. Jadi Undang-Undang Nomor 1/PNPS/1965 itu sah sebagai undang-undang yang berlaku. Bahwa sampai sekarang dua menteri dan Jaksa Agung belum juga menerbitkan “SKB” dan Presiden belum juga mengeluarkan Peraturan Presiden membubarkan dan sekaligus melarang organisasi/perkumpulan Ahmadiyah, semuanya itu tergantung kepada kemauan dan keberanian politik mereka itu. Walaupun konon, anggota Wantimpres Adnan Buyung Nasution menentang, namun nasehat anggota Wantimpres, bahkan Wantimpres sebagai sebuah lembaga, tidaklah mengikat Presiden. Jangankan hanya Adnan Buyung Nasution, nasehat seluruh anggota Wantimpres dapat diabaikan Presiden, kalau Presiden berpendapat lain. Saya dengar rapat mengenai Ahmadiyah ini telah beberapa kali dilakukan oleh beberapa menteri yang dipimpin Presiden dan juga dihadiri anggota Wantimpres. Namun hingga kini, kita belum tahu keputusan apa yang akan diambil, baik oleh Manteri Agama, Mendagri dan Jaksa Agung, maupun oleh Presiden sendiri. Reaksi atau komentar Presiden atas soal Ahmadiyah ini belum terdengar. Ini beda dengan reaksi beliau yang cukup cepat terhadap isyu poligami yang dilakukan Aa Gim, walau hal itu lebih bersifat personal Aa Gim. Perbedaan tafsir mengenai poligami masuk ke dalam bidang fikih Islam. Masalahnya tidak menyangkut akidah, dibanding dengan isyu Ahmadiyah yang kini menyita banyak perhatian umat Islam, politisi dan aktivis hak asasi manusia di tanah air, bahkan gemanya jauh ke mancanegara.

Wallahu’alam bissawwab

Cetak artikel Oleh Yusril Ihza Mahendra — May 9th, 2008

213 tanggapan untuk “SKB TENTANG AHMADIYAH”

Pages: « 1 2 3 4 [5] 6 7 8 » Show All

  1. rudi (komentar #121)

    gimana ini shohibul bait i?

  2. Marhad (komentar #122)

    Asw, Pak YIM dan semuanya

    mas Imran saya mau juga dong ayat-ayat tentang kedatangan IMAM MAHDI,

    karena saya sudah membaca buku yang dikarang oleh orang ISRAEL yang sudah masuk ISLAM dan disitu menerangkan bahwa kedatangannya tidak lama lagi,
    mohon di kirima ke : distry_tbh_upms1@yahoo.co.id, terima kasih.

    Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  3. Budiman (komentar #123)

    Assalamualaikum.

    Puunteen…

    # Kang Sultan,

    Saya setuju dengan anda, bahwa yang terpenting hasil pekerjaannya, maksudnya, orang atau golongan yang kita anggap diluar Islam akan tetapi malah menghasilkan banyak orang Islam, sementara orang yang meneriakkan sesat terhadap orang atau golongan itu apakah keadaannya lebih baik dari orang yang di cap nya sesat ? wallahualam…

    Salah satu ayat Alquran, Allah berfirman, artinya lebih kurang : ‘Tidaklah aku jadikan Jin dan Manusia kecuali beribadah kepada-Ku’. Kemudian di ayat lain Allah berfirman, artinya lebih kurang ‘Seandainya dia mengada-adakan sebagian perkataan atas nama Kami, niscaya Kami renggut dia pada tangan kanannya, kemudian pasti Kami potong urat nadi jantungnya’.

    Masalah klem sesat-menyesatkan itu mah urusan Allah, karena hanya Allah lah Yang Maha Tahu dan Berkuasa atas segala yang di-Kehendaki-Nya, janganlah kita mencoba untuk mengambil hak keputusan Allah SWT. Nah, sekarang, emangnya kita siapa ? ngapain ngurusin orang atau golongan lain sementara mereka yang kita anggap sesat ternyata di depan Allah, kita tidak lebih baik dari orang atau golongan tersebut.

    Bagi saya, sebagai tolak ukurnya sederhana saja, apakah satu golongan itu keluar dari Islam atau tidak, coba kita baca salah satu Hadist yang termuat dalam rangkaian hadist empat puluh yang dikumpulkan oleh Imam Nawawi, dikenal dengan “Al-Arba’in al-Nawawiyyah”, Hadist nomor 3, sbb :

    Hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari sahabat Umar. Kata Umar, aku mendengar Rasullah saw. bersabda : ‘Islam didasarkan pada lima hal, bersaksi tak ada tuhan kecuali Allah dan Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya, menegakkan Shalat, mengeluarkan Zakat, pergi Haji menuju rumah (Allah), dan berpuasa pada bulan Ramadan’.

    Kita hanya bisa melihat dan menilai, cukup kita simpan dalam hati, tidak perlu di gembar-gemborkan apalagi ikut-ikutan berperan jadi Tuhan untuk meng-kleim golongan tersebut keluar dari Islam apalagi sambil menghantam dan menghancurkan secara phisik dengan menyebut-nyebut nama Allah seolah-olah penghancurannya mendapat tugas khusus langsung dari Allah SWT. Naudzubillah….

    Teman-temanku sesama muslim, kita jangan mudah di adu domba, disatu sisi sang dajal yang program kristenisasinya semakin mulus dan gencar, sementara kita warga muslim pada sibuk mem-fatwa-kan orang atau suatu golongan itu sesat.

    Harus kita ketahui dan sadari bahwa hak menyatakan sesat atau satu golongan itu keluar dari Islam , itu hanyalah Hak Allah SWT. Toh kita tinggal menyaksikan, seandainya MGA itu nabi palsu, sudah pasti Allah akan segera memotong urat nadi jantungnya dengan penuh kehinaan dan pasti ajaran dan pengikutnya pun akan habis tidak bersisa, karena Allah SWT pasti dan pasti akan selalu menjaga kemurnian dan nama baik agama yang dibawa oleh nabi Muhammad saw. Pasti kita percaya dengan janji-janji-Nya serta Kekuasaan dan Keperkasaan-Nya kan ??

    Kecuali Allah berkehendak lain, jika seandainya ternyata MGA ini adalah benar-benar utusan dan Imam Mahdi (seperti yang di yakini oleh golongan Ahmadiyah) yang ternyata datangnya dari Allah SWT ???

    MasyaAllah…. Semoga Allah mengampuni kita semua….

    Karena sudah bukan satu rahasia lagi, bahwa memang benar yang sebenar-benarnya bahwa seluruh umat Islam sedang menunggu-nunggu kedatangan Imam Mahdi dan Nabi Isa yang akan datang di akhir zaman…

    Malah saya khawatir terhadap diri saya, jika saya teringat dengan sebuah Hadist yang pernah saya baca, lebih kurang bunyi artinya sbb :

    Rasulullah saw bersabda : ‘Akan datang suatu zaman pada manusia bilamana Islam hanya tinggal namanya saja, dan Alquran hanya tinggal tulisannya saja. Mesjid-mesjid mereka akan ramai dan penuh dengan orang-orang, akan tetapi kosong dari petunjuk. Ulama-ulama mereka adalah wujud yang paling buruk di kolong langit. Fitnah-fitnah akan keluar dari mereka dan akan kembali ke mereka juga’.

    Kemudian apa yang terjadi seandainya ternyata MGA dan golongannya ternyata merupakan satu golongan yang benar-benar datangnya dari Allah SWT. ???

    Seperti dalam salah satu Hadist yang artinya lebih kurang sbb :

    Rasulullah saw. bersabda : ‘Suatu masa akan datang bilamana umatku akan pecah menjadi 73 firkah, semuanya akan masuk neraka kecuali satu firkah’.

    Agar semua ini menjadi bahan renungan kita, semoga Allah SWT. Memberikan petunjuk dan karunia kepada kita semua untuk menemukan jalan yang lurus dan di ridhoi-Nya. Amin.

    Hatur nuhuun….
    Budiman.

  4. Imran (komentar #124)

    Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh,

    InsyaAllah Bang Marhad, mudah-mudahan Allah SWT memberikan Rahmat, Taufiq dan Hidayah kepada kita semua, Amin ya Rabbal Alamin.

    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Imran.

  5. Marhad (komentar #125)

    Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh, untuk semua ( khususnya pak YIM )

    alhamdulilah semoga kita semua dalam lindungan ALLAH SWT, dan diberi petunjuk

    nah sekarang saya baru ingat yang mengarang buku itu nama nya JABER BOLUSHI dan beliau akan membuat karangan lagi kita tunggu aja ok….

    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    marhad

  6. abu afa (komentar #126)

    assalaamu alikum,
    makin ke sini nampaknya makin bias komentar-komentar yang masuk menanggapi tulisan bang yusril.
    ban yusril menulis klarifikasi pemberitaan tentang skb yang menjadi polemik dan sedikit mendiskreditkan bang yusril.
    Sayangnya, komentar-komentar terakhir dari mas imran, marhad, dan sultan kok kayaknya hanya mengasyikan mereka saja. Bagi saya, komentar-komentar mereka semakin menjauh dari isi/materi tulisan bang yusril. Kalau memang mau, kenapa tidak dibikin forum debat sendiri tentang kebenaran dan kepalsuan ahmadiyah, menurut saya itu lebih fair dan tdk melibatkan orang lain yg tidak mau mengikutinya.
    Mengulangi pertanyaan mas rudi, gimana nih, shohibul bait?
    terima kasih, semoga berkah, rahmat dan maghfiroh Alloh SWT senantiasa tercurahkan kepada kita semua.
    wassalaamu alaikum,
    abu afa

  7. resti (komentar #127)

    mungkin, para pemberi komentar panjang2 di blognya bang Yusril ini lebih baik memiliki blog juga,…seperti bang yusril dulu…posting puanjang bgt di blog jay, dan akhirnya puny ablog.

    kalo mau komentar terkait di postingan blog YIM, bisa pake pake tracback. apalagi kalau tulisannya tak terlalu terkait postingan pemilik blog, namun diilhami dari sini.

    Atau bang Yusril mau jadi moderator milis nih? sepertinya sudah mulai sahut2an di sini…mungkinl ebih nyaman jika ada maling list tersendiri yang membahas postingan Bang YUsril.

  8. Chandra Saputra (komentar #128)

    Pak Yusril, gimana menurut bapak tentang kenaikan BBM di Indonesia?
    Apakah pemerintah sudah dalam keadaan mengharuskan kenaikan BBM?
    Atau menurut Bapak masih ada jalan keluar yang lain?
    terus tentang BLT nih pak, apakah jurus jitu permerintah tersebut merupakan langkah yang paling tepat?
    karena sepertinya ini justru banyak menimbulkan gejolak sosial di masyarakat.
    dan BLT hanya seperti tameng pemerintah untuk meredam emosi massa.
    tolong dibuat postingnya pak…

  9. Rifai (komentar #129)

    Saya setuju dengan Chanda Saputra #128.

    Pak Yusril mohon menulis juga tentang kenaikan BBM, bagaimana langkah yang akan Bapak lakukan jika berada di posisi SBY, apa akan berbeda atau sama saja dengan SBY yang terus membuat rakyat menderita.. ?

    Mudah2an tulisan Pak Yusril tentang kenaikan BBM memberi gambaran terhadap kita bagaimana seorang calon RI-1 akan bersikap.. ?

    Salam
    Rifai

  10. jebee (komentar #130)

    Bung Yusril
    Calon Presiden RI

    Sibuk yaa Pak ?
    Mana nih komentar/ulasan/pemikiran/gagasan/solusi-nya buat negeriku Indonesia Tercinta ?
    yang sekarang lagi banyak dihimpit persoalan ekonomi dan periuk nasi rakyat terutama menyangkut BBM, BLT dan dampak terhadap harga harga pangan lainnya…

    Ayooo Pak keluarkan ide dan gagasannya..
    Kalau jadi calon Pemimpin harus menguasai semua bidang lho Pak
    jangan hanya hukum dan agama saja….
    Minimal pandangan bapak terhadap kondisi akhir akhir ini dan apa solusi terbaik buat bangsa kedepan, jika belum mampu menyigi dan mengurai apa sebenarnya akar hakiki yang menyelimuti kebobrokan bangsa selama ini…

    ayooo Pak ditunggu pemikiran pemikiran segarnya buat anak negeri…
    kalau bisa kombinasikan pemikiran bapak antara aspek teoritis dengan praktisnya… tataran ideal dan realita
    nanti biar pembaca yang mencerna dan mengulasnya…

    Ditunggu Pak

    Salam

    Jebee
    Indonesia

  11. Asta Qauliyah (komentar #131)

    Saya setuju sekali dengan pandangan Pak Yuzril di tulisan ini..

  12. Khafidhin (komentar #132)

    Ass.

    sekedar info :

    beberapa hari yang lalu setelah kartu tanda penerima BLT di bagikan di sebuah desa di sekitar tempat tinggal saya, beberapa warga desa langsung nglurug ke balai desa.

    masalahnya ;

    ada beberapa keluarga yang kurang mampu ternyata tidak dapat BLT, sedangkan yang dapat BLT ada bebarapa yang tingkat ekonominya di atas mereka. jadi rameeeeeeeeeeeeeeeeeee deh.

    kira - kira yang datanya tidak benar : Pak RT ato pak RW ya ?

  13. Joe (komentar #133)

    #132. Apa hubungannya BLT sama Ahmadiyah? Mestinya kalo mo nanya soal itu ke blognya presiden SBY (www.presidensby.info) . Sekalian tolong tanyakan mana janji tidak akan naikkan harga bbm-nya

  14. khafidhin (komentar #134)

    #133. trimakasih.

    saya ingin tahu pendangannya pak yusril tentang kebijakan ini, ngapunten boss.

  15. jebee (komentar #135)

    saudara Joe dan Bung Yusril
    kan PAK YUSRIL
    nyalon Presiden
    Wajarrr tooo yoooo ?? jika harus memberikan sebuah pandangan, pemikiran dan solusi nan konstruktif buat rakyat

    lihat tuh kampanye Barack Obama VS Hillary Clinton
    semua isu yang dibahas adalah masalah isu rakyat apalagi tentang kebijakan ekonomi rakyat dan perlindungan warga negaranya….. (bukan berarti saya sok kebarat baratan… tetapi memang terbukti mereka jadi Presiden untuk Rakyat dan Negaranya… bukan untuk kepentingan PARTAI nan sempit)

    ayooo Pak Yusril
    tunjukkan kegarangan suara dan tindakannya buat kesejahteraan dan kemakmuran rakyat
    jangan berkutat dengan kenangan masa lalu, tetek bengek hukum dan perjalanan safari kampanyenya (walau itu juga hak Bapak dan penting)
    tetapi kalau mau jadi Presiden… Rakyat dan Kearifan Negara yang harus digarangkan ntuk disuarakan Pak terlebih dahulu….

    ayoooo Pak

    (komentar saya jangan dianggap tak beretika lagi yaa Pak ? semua demi kebaikan Bapak dan terutama Negaraku tercinta INDONESIA)

    Salam
    Jebee
    Indonesia

  16. n. jamil ghazali (komentar #136)

    Pak YIM lagi sibuk tour ke daerah kali, jadi nggak sempat buka laptop-nya.. tapi sesibuk apapun, seorang capres itu, harus mengatur waktunya dgn baik dan memilah milih mana yang prioritas dan mana yang bukan. Emganya mikirin rakyat banyak itu seperti itu, sibuk lagi dan sibuk.. apalagi .. komentar jebee dan yang lain itu peting untuk ditang-gapi bang .. ayo kita tunggu tulisan berikut .. terutama yang masih anget ttg dampak naiknya BBM thdp masyarakat, BLT itu apaan .. malah bikin sengsara rakyat saja … keputusan pemberian BLT itu tergesa-gesa tanpa studi mateng, masa orang hanya di kasih ikan .. bukan kailnya .. semua orang tau itu .. abg juga tau.. pemerintah sekarang itu dipimpin oleh peragu, penakut dan belum dewasa .. Nah karena itu kita tunggu ide-ide pemimpin baru yang masih energik, muda dan pinter .. wassalam
    salam

  17. agungwasono (komentar #137)

    bang Yusril tu jago debat beneran..
    SBY, Amien, GusDur, dan semua pejabat penting di negeri ini pernah ditantang berdebat.
    cuman sedikit yang berani.

    Lha kalo ada yg ngajak debat di blog ini, trus malah pakai “logical fallacy” ya gak seharusnya dianggap penting.

    kalo di acara debat resmi, seseorang yang mengajukan pertanyaan dengan logical fallacy itu akan mendapat kartu kuning/merah dan dikenakan pengurangan nilai.

    kalo dipersamakan dengan tinju, logical fallace itu sama aja “memukul bagian belakang kepala”

    Taulah siapa yg ku maksud..?? peace..!!

  18. jebee (komentar #138)

    # 137 agungwasono (saya nggak yakin dengan nama anda) tapi yaa sudahlah…. karena kita sama sama anonymous, tentu anda mempertahankan “SIAPA” anda, PASTI.

    menurut saya
    bukan masalah jago debat-nya Bung
    buat apa sesama anak bangsa saling debat dan berantem
    buat apa kalo saling mengklaim yang paling “JAGO” kalo nggak ada bukti

    tapi jika Bung Yusril memang serius maju ntuk jadi calon Presiden RI bangsaku yang kucintai
    yaa kemukakanlah pemikiran dan argumen argumennya yang konstruktif, solutif, mencerahkan, dan arif buat siapapun juga
    yang penting niatnya satu buat Rakyat dan Bangsa Indonesia…

    bukan masalah “logical fallacy” yang saudara kemukakan itu, itu pelarian dan menghindarkan diri dari keterjebakan ntuk mengemukakan pendapat namanya

    anak bangsa itu bermacam polahnya Bung, anda lihat saja bentrokan dan tawuran anak anak bangsa kemaren di Unas, UKI dan lainnya…

    nah disini dituntut bagaimana Bung Yusril menyikapi itu semua dengan kacamata hati yang jernih, arif dan bijaksana, kalau bisa dapat menggali apa akar permasalahannya, kenapa itu terjadi, apa yang harus dilakukan dsbbbbbbb…

    Jebee
    Indonesia

  19. agungwasono (komentar #139)

    lah ini bukan anonimous mas..
    namaku beneran agung wasono (klik aja blogku atau search di google namaku)

    debat itu jadi ukuran kemampuan berpikir dan bertindak juga loh
    makanya di negara maju, debat capres itu penting dan jadi agenda KPU

    peace,
    Agung Wasono

  20. jebee (komentar #140)

    # 139 agungwasono

    Yuup… Makasih banyak atas koreksian kesalahan saya,
    karena pada # 137 saya dah klik, yang terbuka hanya logo blogger saja
    saya juga udah buka blog Saudara, bagus walau belum sempat saya baca… :D

    soal debat ?
    saya setuju debat, tapi jangan JAGO Jagoan,
    tapi saling mengisi dan cari solusi
    kemudian yang paling penting juga ada wujud nyata dari debat yang diperdebatkan itu
    bukan hanya cari kelemahan lawan dan peluang menang bak seorang pengacara

    Bangsa kita butuh solusi nan arif dan bijaksana, sambil membongkar bobrok bobrok kudis penyakit akut yang mendera selama ini… kalau tidak kita hanya akan selalu menjadi objek remot sensor dari bangsa asing… kita tidak bisa salahkan bangsa asing sepenuhnya, mereke mencaplok kekayaan alam dan menipu kita karena kebodohan dan kemunafikan kita juga
    karena itu mari kita jalan bersama, membangun bersama, siapapun Presidennya mari kita dukung bersama… asal Niat dan tindakannya jelas buat rakyat dan kemajuan bangsa…

    SEMOGA

  21. dhamo (komentar #141)

    bung jebee

    diskusi tu asyik kalo ada yang jadi JAGOnya, ada yang jadi sasaran tembaknya, tentang saling mengisi dan
    cari solusi, serta wujud nyata dari yang di perdebatkan, saya setuju dengan anda.

  22. Basri (komentar #142)

    Terima kasih penjelasannya Pak Yusril. Dengan penjelasan ini saya semakin yakin dengan pendapat saya.
    Suatu ketika saya ditanya oleh seorang yang beragama nasrani, dia mengawali dengan pernyataan: “bahwa Islam itu toleransi, kok menghadapi ahmadiyah tanpak anarkis”. Lalu saya jawab. Masalah ini harus didudukan dulu pokok persoalannya. Dan saya menyatakan apabila berkaitan dengan aqidah, tidak ada toleransi dalam agama Islam. Berkaitan dengan ahmadiyah, sudah merusak aqidah, karena mereka tetap menyatakan dirinya Islam, pada hal mempunyai nabi yang lain. Jika mereka konsisten dengan menyatakan diri ahmadiyah, semestinya mereka membuat kitab sendiri selain Al-Qur’an. Bukankah Al-Qur’an itu diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW?

  23. Heni Hendrawati (komentar #143)

    Menurut saya keterlambatan pemerintah mengeluarkan SKB justru akan menimbulkan konflik sesama umat Islam.
    Salam dari Heni Hendrawati untuk Pak Yusril

  24. arimurti.com (komentar #144)

    Terima Kasih Pak, tulisan Pak Yuzril sangat bermanfaat buat kami.

    Regards,
    http://www.arimurti.com

  25. ben hamza al gadry (komentar #145)

    “pendapat saya begini,..selama mayoritas sunny menguasai negara kita, AHMADIAH NGGA BISA HIDUP BERAGAMA DIINDONESIA SAMPAI KIAMAT!,pulang di kejar2,….beribadah serong sedikit tau sendirilah,..!kalau ahmadiah mau hidup damai,.. lebih bagus di TRANSFER ke tempat yg mayoritas AHMADIAH,…! walaupun mengadu ke tingkat langit ataupun khalifahnx mas gulam ahmad sekalipun agar dapat hidup di INDONESIA………jamin 100 persen gagal,…!

  26. ben hamza al gadry (komentar #146)

    “dan juga kejadian krasak krusuk seperti ini adalah dampak ke kurang tegasan hukum kita,….!

  27. a.malik (komentar #147)

    Assw,w,
    Rylisan Bapak SKB Ahmadiah ssangat lengkap dan jelas termasuk permasalahan yang seharusnya diambil oleh pemerintah.Yang sangat merisaukan hati saya adalah mengapa Buyung Nasution sebagai Watimpres memberikan kpmentar-2 negatif dan keras terhadap usul pembubaran Ahmadiah.Apalagi komentarnya terhadap kasus FPI kemarin.
    Yang menarik bagi saya mengapa golongan sekuler, Non MUSLIM dan sekelompok Muslim yang ngotot membela Ahmadiah aras dasar HAM.Setelah terjadi keributan di Monas sekarang masalahnya menjadi helas yang non muslim mundur dan yang diadu adalah sesama Ummat Islam.Menghadapi kasus ini mohon koranya Pak Yusril baik sebagai Ketua Dewan Syuro PBB ataupun sebagai Pakar Hukum Tatanegara memberikan keterangan Pers sebagao counter terhadap aksi-2 yang menyudutkan Ummat Islam.Sebagai warga PBB saya sangat mengharapkan hal tersebut sebelum masalahnya menjadi berlarut dan merugikan perjuangan Ummat.
    Wassalam. A.Malik

  28. ben hamza al gadry (komentar #148)

    buat saudara BUDIMAN,@anda mengatakan seandainya MGA seperti yg di janjikan allah,masya allah…..semoga allah mengampuni kita dan dan seandainya MGA nabi palsu niscaya penganutnya akan tiada alias allah akan memotongurat nadi MGA.”apakah saudara tau IMAM MAHDI dn NABI ISA adalah dua mahluk allah yg hidup pda waktu yg berbeda alias ISA adalah nabi dn mahdi adalah penegak dari keturunan nabi muhamad emang urusan sesat allah yg menentukan dan yg memusnahkanya tapi syaratnya pda siapa manusia apa jin,….?tau ngga anda siapa di balik berdirinya ahmadiah,…..saudara tau inggris,…….pda waktu india dijajah inggris,inggris mendapat kendala dari kelompok jihad islam oleh karna itu inggris membeli iman MGA agar menjadi nabi palsu untuk meghapus jihad,…coba lihat risalah hidup MGA di internet secara ringkas,….dan setelah inggris enyah dari india terjadi pengusiran ahmadiah di india dan pakistan dan para pengikut MGA mecari perlindungan dn merekapun di bopong sang pembuat yaitu inggris ke london dan sampai saat ini medapat perlindungan dari inggris di sana,…..!dan yang pernah saya lihat di situsnya,wahyu yg di terima MGA lebih condong membela kerajaan inggris,…….!lebih jelasnya lihat situs MGA sendiri,…!

  29. Andy S (komentar #149)

    Halo Bang Yusril…..kemana aja ..kok sudah lama gak ada kabarnya nih.

    di koran dan tv pun abang pun tak ade…gmn nih bang…udah banyak masalah-masalah yang lagi “hot” yang perlu dikasih komentar dan pendapat dari Abang kita tunggu-tunggu nih.

  30. Achmad Ramdhani Zainuddin (komentar #150)

    Assalamu ‘alaikum warahmatullah wabarakatuh…
    Salam sejatera pak, semoga bapak dalam keadaan sehat, diberi kekuatan untuk terus berjuang di jalan Allah SWT…
    Pada kesempatan ini saya ingin mengetahui bagaimana pandangan bapak masih tentang polemik SKB Ahmadiyah, apalagi ada kejadian yang baru saja terjadi yang membuat banyak pihak geram, yaitu aksi “pembubaran” paksa anggota FPI kepada massa yang tergabung dalam AAKB (kalo ga salah ketik). Kemudian aksi tersebut hampir di tiap media TV diperlihatkan aksi-aksi tersebut. padahal menurut Habib Rizieq aksi anggota FPI itu diprovokasi oleh massa lain yang membawa senjata api, dsb.
    Terima kasih atas jawabannya…
    Jazakallah…

Pages: « 1 2 3 4 [5] 6 7 8 » Show All

Punya pendapat? Sampaikan pendapat Anda