<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: MENGENANG SERATUS TAHUN MOHAMMAD NATSIR</title>
	<atom:link href="http://yusril.ihzamahendra.com/2008/07/03/mengenang-seratus-tahun-mohammad-natsir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/07/03/mengenang-seratus-tahun-mohammad-natsir/</link>
	<description>Blog Yusril Ihza Mahendra</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 14:26:43 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: Buyung55</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/07/03/mengenang-seratus-tahun-mohammad-natsir/comment-page-3/#comment-144615</link>
		<dc:creator>Buyung55</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2011 13:56:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/?p=251#comment-144615</guid>
		<description>Pada satu ayah saya, (seangkatandengan Pak Natsir) berkata, bahwa bila ada pidato 2 orang tokoh Islam yg saling berdekatan, yang 1 Pak Natsir dan yang lain nya adalah Buya Hamka, pasti pendengarnya/ penontonnya akan lebih banyak pundah ke Buya Hamka.  Tpi ketika orang yg mendengarkan pidatonya Pak Natsir mau mencermati dan merenungkan apa yang beliau sampaikan, maka akan tergugahlah hati mereka untuk berjuang terhadap Islam dan bangsa ini.  Bicara beliau lembut, tuturkatanya santun, isinya padat tanpa bunga atau polesan. Ketika bicara agama beliau sampaikan dengan jelas dan gamblang, ketika bicara politik beliau sampai dengan kiasan yg tajam,  dalam hal ini orang Minang mengatakan ADAT BASIMPING, SYARAK BATILANJANG.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pada satu ayah saya, (seangkatandengan Pak Natsir) berkata, bahwa bila ada pidato 2 orang tokoh Islam yg saling berdekatan, yang 1 Pak Natsir dan yang lain nya adalah Buya Hamka, pasti pendengarnya/ penontonnya akan lebih banyak pundah ke Buya Hamka.  Tpi ketika orang yg mendengarkan pidatonya Pak Natsir mau mencermati dan merenungkan apa yang beliau sampaikan, maka akan tergugahlah hati mereka untuk berjuang terhadap Islam dan bangsa ini.  Bicara beliau lembut, tuturkatanya santun, isinya padat tanpa bunga atau polesan. Ketika bicara agama beliau sampaikan dengan jelas dan gamblang, ketika bicara politik beliau sampai dengan kiasan yg tajam,  dalam hal ini orang Minang mengatakan ADAT BASIMPING, SYARAK BATILANJANG.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Buyung55</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/07/03/mengenang-seratus-tahun-mohammad-natsir/comment-page-3/#comment-97714</link>
		<dc:creator>Buyung55</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Nov 2010 08:29:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/?p=251#comment-97714</guid>
		<description>Ass wr.wb,  
secara pribadi saya juga mengenal Pak Natsir, baik waktu masih politikus, maupun setelah di DDII.  
Pada waktu masih politikus saya masih sangat kecil, tpi saya pernah jumpa beliau di suatu hutan di wilayah Minangkabau, beliau ada di sana dalam rangka memperjuangkan prinsip-prinsip Islam dan demokrasi yg telah di injak-injak oleh Soekarno.  

Tentang SOekarno ini, generasi sekarang yg mengakakui dirinya demokrat, malah memuji-muji Soekarno, apakah kalian tak pernah baca sejarah para tokoh pejuang bangsa ini.

Ketika beliau di DDII saya sering ke Kramat 45, bahkan salah seorang teman akrab saya adalah sekretaris sekretaris beliau setelah beliau sekolahkan ke Saudi Arabia

Pemikiran beliau sangat cemerlang dan selalu uptodate, konsisten dan tegas. Hitam ya hitam, putih ya putih,tak ada yg abu-abu.

Bung Yusril, anda adalah generasi penerus, setelah Cak Nur menyimpanng dari binaan beliau.  Saya harap anda tak menyimpanng, terutama dalam soal akidah dan kebangsaan

BUYUNG, Jakarta</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass wr.wb,<br />
secara pribadi saya juga mengenal Pak Natsir, baik waktu masih politikus, maupun setelah di DDII.<br />
Pada waktu masih politikus saya masih sangat kecil, tpi saya pernah jumpa beliau di suatu hutan di wilayah Minangkabau, beliau ada di sana dalam rangka memperjuangkan prinsip-prinsip Islam dan demokrasi yg telah di injak-injak oleh Soekarno.  </p>
<p>Tentang SOekarno ini, generasi sekarang yg mengakakui dirinya demokrat, malah memuji-muji Soekarno, apakah kalian tak pernah baca sejarah para tokoh pejuang bangsa ini.</p>
<p>Ketika beliau di DDII saya sering ke Kramat 45, bahkan salah seorang teman akrab saya adalah sekretaris sekretaris beliau setelah beliau sekolahkan ke Saudi Arabia</p>
<p>Pemikiran beliau sangat cemerlang dan selalu uptodate, konsisten dan tegas. Hitam ya hitam, putih ya putih,tak ada yg abu-abu.</p>
<p>Bung Yusril, anda adalah generasi penerus, setelah Cak Nur menyimpanng dari binaan beliau.  Saya harap anda tak menyimpanng, terutama dalam soal akidah dan kebangsaan</p>
<p>BUYUNG, Jakarta</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: 4shared Mp3</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/07/03/mengenang-seratus-tahun-mohammad-natsir/comment-page-2/#comment-90540</link>
		<dc:creator>4shared Mp3</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jun 2010 08:02:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/?p=251#comment-90540</guid>
		<description>bagus banget artikelnya..bisa menjadi teladan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bagus banget artikelnya..bisa menjadi teladan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Buyung55</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/07/03/mengenang-seratus-tahun-mohammad-natsir/comment-page-2/#comment-90019</link>
		<dc:creator>Buyung55</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 May 2010 06:32:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/?p=251#comment-90019</guid>
		<description>Saya bangga, punya tokoh dan panutan seperti Pak Nasir.  Secara pribadi saya pernah jumpa beliau di salah satu hutan di SUmbar, ketika terjadi pergolakan PRRI.  Banyak tulisan dan buah pikiran beliau yang sudah saya baca dan berusaha untuk menerapkannya baik bagi masyarakat maupun bagi pribadi.
Pengenalan saya bertambah lagi ketika beliau memimpin DDII, karena salah seorang sekretaris pribadinya adalah teman saya sekamar kost waktu di kota Padang pada tahun 1974.
Cuma ada satu hal yang saya kurang mengerti, tentang organisasi PERSIS yang beliau besar dan kembangkan, kok kayanya sekarang menjadi organisasi yang cenderung mau menang sendiri, jauh betul bedanya ketika saya mengenal PERSIS pada awal2 dulu selama beliau masih ada.
PERSIS yang saya tahu dulu adalah ormas intelektual yang memberikan dalil2 tentang Islam yang sangat relevan, tpi kini PERSIS organisasi yang arogan dan merasa paling benar sendiri.  PERLU DIKETAHUI, BAHWA WALAUPUN SAYA BUKAN ORANG PERSIS TPI SAYA TAHU PERSIS, KARENA SAYA LAHIR DAN BESAR DARI LINGKUNGAN PERSIS.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bangga, punya tokoh dan panutan seperti Pak Nasir.  Secara pribadi saya pernah jumpa beliau di salah satu hutan di SUmbar, ketika terjadi pergolakan PRRI.  Banyak tulisan dan buah pikiran beliau yang sudah saya baca dan berusaha untuk menerapkannya baik bagi masyarakat maupun bagi pribadi.<br />
Pengenalan saya bertambah lagi ketika beliau memimpin DDII, karena salah seorang sekretaris pribadinya adalah teman saya sekamar kost waktu di kota Padang pada tahun 1974.<br />
Cuma ada satu hal yang saya kurang mengerti, tentang organisasi PERSIS yang beliau besar dan kembangkan, kok kayanya sekarang menjadi organisasi yang cenderung mau menang sendiri, jauh betul bedanya ketika saya mengenal PERSIS pada awal2 dulu selama beliau masih ada.<br />
PERSIS yang saya tahu dulu adalah ormas intelektual yang memberikan dalil2 tentang Islam yang sangat relevan, tpi kini PERSIS organisasi yang arogan dan merasa paling benar sendiri.  PERLU DIKETAHUI, BAHWA WALAUPUN SAYA BUKAN ORANG PERSIS TPI SAYA TAHU PERSIS, KARENA SAYA LAHIR DAN BESAR DARI LINGKUNGAN PERSIS.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: maira</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/07/03/mengenang-seratus-tahun-mohammad-natsir/comment-page-2/#comment-89055</link>
		<dc:creator>maira</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 12:38:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/?p=251#comment-89055</guid>
		<description>pak Yusril yang selalu saya hormati
Teringat dahulu ketika pak yusril dilantik menjadi profesor pada saat itu saya membacanya di sebuah koran ibukota tentang  profesor termuda dan pada waktu itu saya masih aliyah(SMA), gambar bapak pada waktu itu saya potong untuk saya jadikan koleksi orang-orang hebat,, setelah itu baru saya mengenal sosok Alm. M. Natsir di buku yang bapak tulis waktu itu(sekitar 1997-1999) dan di majalah sabili mengenai masyumi. dari sana saya mengidolakan M.Natsir.
sekarang saya bekerja menjadi akademisi sebagai seorang dosen, tapi saya terkadang merasa tak layak menjadi dosen dikarenakan pengorbanan dan pengabdian saya terhadap masyarakat belum ada apa-apanya.

Pak Yusril, bagaimana pandangan bapak terhadap prilaku tenaga pengajar saat ini?, terkadang saya merasa miris banyak tenaga pengajar yang berkorban bukan dengan keikhlasan tapi hanya untuk kenaikan pangkat atau jabatan fungsional saja. saling berlomba mendapatkan dana penelitian dan kebanyakan dana tersebut di &quot;mark up&quot; dan penelitiannya tidak bermanfaat sama sekali. dan sebenarnya kenapa ini bisa terjadi? apakah kebutuhan yang meningkat dikarenakan tantangan zaman ataukah memang pendidikan kepribadian bagi para tenaga pengajar itu kurang?

nb: hehe saya masih punya kliping pak yusril, dari semenjak deklarasi PBB.. 

Terus maju pa,, saya murni mendukung bapak dari hati yang paling dalam.
tetap berjuang, rakyat indonesia kehilangan sosok yang baik

salam hormat,,,,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pak Yusril yang selalu saya hormati<br />
Teringat dahulu ketika pak yusril dilantik menjadi profesor pada saat itu saya membacanya di sebuah koran ibukota tentang  profesor termuda dan pada waktu itu saya masih aliyah(SMA), gambar bapak pada waktu itu saya potong untuk saya jadikan koleksi orang-orang hebat,, setelah itu baru saya mengenal sosok Alm. M. Natsir di buku yang bapak tulis waktu itu(sekitar 1997-1999) dan di majalah sabili mengenai masyumi. dari sana saya mengidolakan M.Natsir.<br />
sekarang saya bekerja menjadi akademisi sebagai seorang dosen, tapi saya terkadang merasa tak layak menjadi dosen dikarenakan pengorbanan dan pengabdian saya terhadap masyarakat belum ada apa-apanya.</p>
<p>Pak Yusril, bagaimana pandangan bapak terhadap prilaku tenaga pengajar saat ini?, terkadang saya merasa miris banyak tenaga pengajar yang berkorban bukan dengan keikhlasan tapi hanya untuk kenaikan pangkat atau jabatan fungsional saja. saling berlomba mendapatkan dana penelitian dan kebanyakan dana tersebut di &#8220;mark up&#8221; dan penelitiannya tidak bermanfaat sama sekali. dan sebenarnya kenapa ini bisa terjadi? apakah kebutuhan yang meningkat dikarenakan tantangan zaman ataukah memang pendidikan kepribadian bagi para tenaga pengajar itu kurang?</p>
<p>nb: hehe saya masih punya kliping pak yusril, dari semenjak deklarasi PBB.. </p>
<p>Terus maju pa,, saya murni mendukung bapak dari hati yang paling dalam.<br />
tetap berjuang, rakyat indonesia kehilangan sosok yang baik</p>
<p>salam hormat,,,,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: 4Shared Mp3</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/07/03/mengenang-seratus-tahun-mohammad-natsir/comment-page-2/#comment-88660</link>
		<dc:creator>4Shared Mp3</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 07:18:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/?p=251#comment-88660</guid>
		<description>maju terus pak YIM</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>maju terus pak YIM</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Makna Status Pahlawan &#171; My Blog</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/07/03/mengenang-seratus-tahun-mohammad-natsir/comment-page-2/#comment-87095</link>
		<dc:creator>Makna Status Pahlawan &#171; My Blog</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 13:55:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/?p=251#comment-87095</guid>
		<description>[...] Yusril Ihza Mahendra keterlibatan beliau sebenarnya sebagai protes pada Kabinet Djuanda yang dianggap inkonstitusional [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Yusril Ihza Mahendra keterlibatan beliau sebenarnya sebagai protes pada Kabinet Djuanda yang dianggap inkonstitusional [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rangminang</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/07/03/mengenang-seratus-tahun-mohammad-natsir/comment-page-2/#comment-86481</link>
		<dc:creator>rangminang</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 13:33:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/?p=251#comment-86481</guid>
		<description>semoga bangsa kita ini ke depannya kan memiliki orang-orang yang berdedikasi seperti beliau ,mungkin saja sekarang ini banyak orang-orang seperti pak natsir ,namun belum sempat terkenal atau mungkin dicekal oleh orang-orang yang tak menyukai beliau..bagi para org2 yg spt beliau tolong tampil kembali.bukannya sekarang ini kebijakan negara sdh mentolerir org2 yg berpikir kritis..

salam hormat 

&lt;a href=&quot;http://yosaadi.blogspot.com&quot; title=&quot;http://yosaadi.blogspot.com&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;by yosaadi.blogspot.com&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>semoga bangsa kita ini ke depannya kan memiliki orang-orang yang berdedikasi seperti beliau ,mungkin saja sekarang ini banyak orang-orang seperti pak natsir ,namun belum sempat terkenal atau mungkin dicekal oleh orang-orang yang tak menyukai beliau..bagi para org2 yg spt beliau tolong tampil kembali.bukannya sekarang ini kebijakan negara sdh mentolerir org2 yg berpikir kritis..</p>
<p>salam hormat </p>
<p><a href="http://yosaadi.blogspot.com" title="http://yosaadi.blogspot.com" rel="nofollow">by yosaadi.blogspot.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: alaur rahman</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/07/03/mengenang-seratus-tahun-mohammad-natsir/comment-page-2/#comment-80559</link>
		<dc:creator>alaur rahman</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2009 23:57:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/?p=251#comment-80559</guid>
		<description>m. Natsir, apapun yg ada, apapun yg dimau, apapun yg diharap semoga kami bisa meneruskan, 
apapun kata dunia, anda bisa tersenyum dengan tenang hingga akhir hayat, kokoh pendirian teguh dalam amanah. engkau laksana bintang yg selalu indahkan dunia.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>m. Natsir, apapun yg ada, apapun yg dimau, apapun yg diharap semoga kami bisa meneruskan,<br />
apapun kata dunia, anda bisa tersenyum dengan tenang hingga akhir hayat, kokoh pendirian teguh dalam amanah. engkau laksana bintang yg selalu indahkan dunia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hanif Adzhar Abd Rahim</title>
		<link>http://yusril.ihzamahendra.com/2008/07/03/mengenang-seratus-tahun-mohammad-natsir/comment-page-2/#comment-80556</link>
		<dc:creator>Hanif Adzhar Abd Rahim</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2009 23:39:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yusril.ihzamahendra.com/?p=251#comment-80556</guid>
		<description>Assalamu &#039;alaikum

Dengan tidak direncanakan pada waktu M Natsir dinyatakan sebagai Pahlawan Nasional saya menulis puisi tentang M Natsir, ketika itu adaa pertemuan DDII di Malang. akhirnya saya akan menulis puisi para pahlawan (Muslim khususnya) yang telah membangun bangsa ini dengan keikhlasan yang utuh dan penuh sep;erti Hazaratu &#039;sysysikh M Natsir yang saya kagumi. semoga bagian-bagian ke-intelek-an dan ke &#039;ulamaan M Natsir ada yang meneladaninya setelah berusaha meneladani junjungan kita Nabi Agung Muhammad saw. semoga lahir para syahid di masa depan.
wabi &#039;llahi &#039;hidayah wa &#039;ttaufiq. Wa &#039;ssalamu &#039;alaikum wa rahmatu &#039;llah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu &#8216;alaikum</p>
<p>Dengan tidak direncanakan pada waktu M Natsir dinyatakan sebagai Pahlawan Nasional saya menulis puisi tentang M Natsir, ketika itu adaa pertemuan DDII di Malang. akhirnya saya akan menulis puisi para pahlawan (Muslim khususnya) yang telah membangun bangsa ini dengan keikhlasan yang utuh dan penuh sep;erti Hazaratu &#8216;sysysikh M Natsir yang saya kagumi. semoga bagian-bagian ke-intelek-an dan ke &#8216;ulamaan M Natsir ada yang meneladaninya setelah berusaha meneladani junjungan kita Nabi Agung Muhammad saw. semoga lahir para syahid di masa depan.<br />
wabi &#8216;llahi &#8216;hidayah wa &#8216;ttaufiq. Wa &#8216;ssalamu &#8216;alaikum wa rahmatu &#8216;llah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

