Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Lambang Partai Bulan Bintang
PBB telah memastikan diri maju ke Pemilihan Umum 2009 dengan Nomor Urut 27. Melalui Blog ini saya menyerukan kepada segenap Keluarga Besar Bulan Bintang untuk bersiap-siap maju ke pemilihan. Hanya satu kata yang harus kita pegang: Maju! Kepada segenap jajaran pengurus PBB dari pusat sampai ke daerah-daerah, saya serukan untuk segera bergerak melakukan sosialisasi tanda gambar, program dan memperkenalkan calon-calon legislatif PBB di semua tingkatan. Waktu tak banyak lagi untuk termenung dan berpangku tangan. Waktu tak banyak lagi untuk berdebat ke dalam, karena kita harus tampil keluar dengan satu sikap: Maju!
PBB harus menyadari kesalahan masa lalu: Partai ini belum merakyat. PBB masih dianggap partai elit intelektual berbasis perkotaan. Padahal bagian terbesar rakyat kita ada di kampung-kampung dan desa-desa. Rakyat harus diyakinkan bahwa PBB mempunyai cita-cita mulia memajukan bangsa dan negara, serta rakyat kita seluruhnya. Tunjukkan kepedulian dan perhatian yang besar dari partai ini kepada rakyat miskin di kampung-kampung. Bukan saja kampung-kampung terpencil, tetapi juga kampung-kampung yang ada di tengah kota-kota besar. Perbaikan kampung, dalam arti penataan lingkungan, penyediaan fasiltas umum, dan lapangan kerja bagi mereka yang tinggal di kampung menjadi pusat perhatian kita. PBB ingin rakyat sejahtera, adil dan makmur serta bebas dari rasa takut. PBB tidak ingin harga-harga kebutuhan pokok, biaya kesehatan dan pendidikan mahal dan tak terjangkau oleh rakyat. PBB ingin menjalankan kebijakan energi nasional yang berpihak kepada rakyat, sehingga harga BBM dalam negeri tidak mengalami gonjang-ganjing karena fluktuasi harga minyak di pasaran internasional, akibat ulah para spekulan dan mafia minyak dunia.
PBB adalah Partai Islam dan sekaligus Partai Indonesia. Sebagai Partai Islam, PBB melandaskan perjuangannya pada ajaran-ajaran Islam yang berlaku universal dan bersifat “Rahmat Bagi Sekalian
Alam” sebagaimana dikatakan al-Qur’an. Universalisme ajaran Islam, terutama tentang asas keadilan, kejujuran, kebenaran, pemihakan kepada kaum yang lemah dan tertindas, penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia apapun agama yang mereka peluk, adalah asas perjuangan PBB. Segenap warga PBB wajib menjunjung tinggi akhlak yang mulia, wajib menunjung tinggi norma-norma etik Islam yang universal. Politik adalah bagian dari dakwah untuk mengajak manusia ke arah kebajikan dan menolak kemungkaran. Tidak akan ada pihak yang dirugikan dengan prinsip-prinsip ini.
PBB memang memperjuangkan tegaknya syari’ah Islam dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kita. Kita menjunjung tinggi kemajemukan masyarakat kita. Syari’ah Islam dalam arti peribadatan — seperti solat, puasa dan haji — dapat dilaksanakan umat Islam seluas-luasnya, tanpa sedikitpun kewenangan negara untuk mencampuri atau menghalanginya. Syari’ah Islam dalam kehidupan pribadi dan keluarga – seperti perkawinan dan kewarisan — dijamin untuk dilaksanakan bagi umat Islam, sebagaimana umat beragama lain juga tunduk kepada ketentuan-ketentuan agama mereka. Syari’ah dalam kehidupan yang lebih luas yang berkaitan dengan hukum publik, adalah sumber hukum yang universal, yang dapat ditransformasikan ke dalam hukum nasional atau peraturan di daerah-daerah. Kalau sudah selesai ditransformasikan, maka namanya bukan lagi syari’at Islam, melainkan hukum nasional Republik Indonesia atau Peraturan Daerah, atau peratiran lainnya yang merupakan hukum negara Republik Indonesia.
Bukan hanya syari’ah Islam sebagai sumber hukum yang kita transformasikan, asas-asas hukum Adat, Hukum Eks Kolonial Belanda yang telah diterima masyarakat, dan juga konvensi-konvensi internasional yang telah kita ratifikasi, semuanya adalah sumber hukum, di samping Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Asas dan cita-cita perjuangan PBB adalah sejalan dengan kemajemukan bangsa Indonesia. PBB menjunjung tinggi asas Bhinneka Tunggal Ika. Asas ini disahkan menjadi kata-kata yang diletakkan di dalam lambang negara Garuda Pancasila. Pengesahan itu dilakukan oleh Perdana Menteri Dr. Sukiman Wirjosandjojo di tahun 1952. Dr. Sukiman adalah Ketua Umum Pertama Partai Masyumi, Partai Islam yang memberi inspirasi kepada asas dan perjuangan PBB.
Dengan berasaskan Islam dan menimba inspirasi dan motivasi yang seluas-luasnya dari ajaran Islam yang universal itu, PBB berjuang untuk memajukan bangsa dan negara Republik Indonesia. PBB tidaklah “menjual” agama sebagaimana dituduhkan orang-orang sekuler-nasionalis, karena agama bukanlah barang dagangan yang dapat diperjual-belikan. Karena itulah, saya mengatakan bahwa PBB di samping sebuah Partai Islam, adalah juga Partai Indonesia. PBB akan terus berjuang membela tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia dan nama Republik Indonesia itu. PBB tidak berniat untuk mengubah nama negara kita menjadi Republik Islam Indonesia seperti sering dituduhkan kepada PBB. Namun PBB memperjuangkan ajaran Islam yang universal dapat menjiwai dan menyemangati kehidupan bangsa dan negara kita, dengan tetap menjunjung tinggi dan menghormati keberadaan pemeluk-pemeluk agama lainnya, sesuai dengan jaminan ajaran Islam tentang kemerdekaan memeluk agama dan menjalankannya, yang semuanya adalah sejalan dengan ketentuan-ketentuan di dalam Undang-Undang Dasar 1945. PBB dengan tegas menolak sekularisme, yang bercita-cita ingin memisahkan urusan keagamaan dengan urusan kenegaraan. Namun PBB bukan hanya menginginkan Umat Islam menjadi maju, tetapi menginginkan agar semua umat beragama yang merupakan bagian dari rakyat dan bangsa Indonesia harus sama-sama mencapai kemajuan. PBB bukan hanya ingin agar umat Islam dapat dengan leluasa menjalankan ajaran agamanya, melainkan semua pemeluk agama dapat menjalankan ajaran agama mereka dengan leluasa, aman dan sentosa.
Besar atau kecilnya PBB akan ditentukan oleh Pemilihan Umum 2009, yang kampanye sosialisasi pesertanya dimulai pada pertengahan bulan Juli ini. Tunjukkan kepada rakyat bahwa PBB adalah partai Islam yang moderat dan memperjuangkan cita-citanya melalui saluran-saluran yang sah menurut hukum yang berlaku. PBB adalah partai yang menjauhkan diri dari cara-cara kekerasan, kebrutalan dan pemaksaan dalam berjuang. PBB menolak politik uang, dengan cara membeli suara rakyat, sehingga mereka kehilangan haknya untuk memilih sesuai keinginan hati nuraninya. PBB juga menolak cara-cara kampanye yang tidak sejalan dengan norma-norma etika. Kami menolak “black campaign” dan menganggapnya sebagai sesuatu yang tegas-tegas melanggar suruhan agama.
Kepada seluruh Keluarga Besar Bulan Bintang saya menyerukan: ajaklah tokoh-tokoh agama, para ulama, para ustadz/ustadzah, muballigh-muballighoh, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh adat, pemuda, mahasiswa dan pelajar dan seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung PBB dalam Pemilu 2009. Lakukan sosialisasi partai sekarang juga! Jangan menunggu! Kita berpacu dengan waktu untuk meraih kemenangan. Tidak ada kemenangan tanpa perjuangan dan kerja keras! Allah Ta’ala tidak akan mengubah nasib sesuatu kaum, sebelum mereka berjuang keras untuk mengubah nasib dirinya sendiri. Karena itu, jangan biarkan PBB menjadi partai kecil, partai gurem yang tak ada artinya dalam kiprah perpolitikan nasional kita! PBB harus menjadi partai besar yang kuat, dan memberikan kontribusi yang besar bagi kemjauan masyarakat, bangsa dan negara!
Tidak ada pilihan lain bagi seluruh Keluarga Besar Bulan Bintang dalam menghadapi Pemilu 2009 kecuali:
HANYA ADA SATU KATA: MAJU!
Insya Allah, Tuhan akan memberkati perjuangan kita!
Hasbiyallahu wa ni’man wakil
Cetak artikel Oleh Yusril Ihza Mahendra — July 10th, 2008
295 tanggapan untuk “HANYA ADA SATU KATA: MAJU!”
Aba_Rayhan (komentar #1)
Bila Imam, Ketua Majelis Syura telah Bertitah
Layar Telah Dikembangkan,
Genderang Perang pun Telah Ditabuh.
Setuju, Maju Mengajak Umat
Memilih Partai Bulan Bintang.
Sikap kami, satu saja
Sami’na wa atha’na,
Kami dengar dan kami patuh.
Dan, kami KERJAKAN.
Bismillah tawakalna ‘alaallah
July 10th, 2008 at 11:58 am
Vavai (komentar #2)
Jika PBB ingin maju dan berkembang, aktivis PBB hendaknya mengedepankan solusi atas masalah sosial yang ada sekarang ini. Tekankan pada solusi ekonomi, kesehatan dan pendidikan.
Sebaiknya jangan bicara soal piagam Jakarta. Kalau perut lapar dan hidup susah, orang akan ilfil pada slogan-slogan agamis, apalagi dengan banyaknya contoh orang yang kerap akrab dengan agama namun melanggar ucapannya sendiri (just like Bulyan Royyan, Yahya Zaini, eks Jamdatun Untung Udji dll)
Jangan juga memperbanyak musuh dengan gembar-gembor soal penerapan syariat Islam secara formal. Dukungan akan datang sendiri jika PBB menunjukkan kualitasnya.
Terima kasih banyak atas sarannya. Ini tulisan saya yang pertama dalam rangka menghadapi Pemilu 2009. Saya ingin menegaskan identitas partai, karena banyak salah paham mengenai hal ini. Perjuangan PBB sesungguhnya adalah membangun sistem penyelenggaraan bernegara yang benar, dan mengetengahkan solusi terhadap masalah-masalah nyata yang dihadapi rakyat, bangsa dan negara. Insya Allah, saya akan menulis lebih banyak lagi di blog ini. (YIM)
July 10th, 2008 at 12:03 pm
Moh Arif Widarto (komentar #3)
Saya ucapkan selamat untuk maju ke Pemilu 2009 untuk PBB. Semoga PBB bisa menjaring suara lebih besar lagi.
Saya sarankan agar semua kader PBB bekerja keras untuk menang. Jadikanlah PBB sebuah partai dakwah. Kalau tidak bisa, jadikan PBB sebagai partai kader. Contohlah PKS yang pada Pemilu 2004 menyodok ke jajaran partai utama walaupun pada Pemilu 1999 belum berhasil.
PBB tidak boleh tenggelam dalam kebesaran nama Masyumi lima puluhan tahun yang lalu. Dunia hari ini berbeda dari dunia puluhan tahun lalu. Tunjukkan pula bahwa PBB sebagai partai berazas Islam mampu menunjukkan ketinggian akhlaknya. Kasus Bulyan Royan patut menjadi cermin bagi PKB bahwa Islam saja tidak cukup.
Terima kasih. Kami menyadari bahwa zaman telah berubah, dan PBB pun bukanlah Masyumi. PBB memang banyak menimba inspirasi ideologis dari Masyumi, namun PBB tentu saja tidak identik dengan Masyumi. Warga PBB juga harus bekerja keras, dan tentunya tidak boleh tenggelam dalam nostalgia kebesaran Masyumi di masa lalu. Terima kasih atas perhatiannya.
July 10th, 2008 at 12:35 pm
Bonar (komentar #4)
Vavai, Anda idola baru saya! heheheh
Anda benar Boss. Agama juga menyuruh orang berbuat sesuatu yang nyata memberantas kemiskinan, apalagi kelaparan. Identitas perlu dikemukakan, namun kerja nyata tetap harus dikedepankan. (YIM)
July 10th, 2008 at 12:39 pm
Erwin J (komentar #5)
kami siap mendukungnya, MAJU terus…
July 10th, 2008 at 12:40 pm
Aba_Rayhan (komentar #6)
Vai, setuju saran ente. Tapi tak perlu peimislah. LOgika seperti mendekatkan nama dan bahasa agama berkecendenderungan menyimpang tak benar juga. Ente tahu nama pemilik Blog ini, Yusril dari kata y-s- (arab), Innaa ma’al ‘usri yusro. Tapi ujungnya pakai Mahendra (hinduism). Tetapi, beliau seperti ente lihat sendiri.
Dari sisi sejarahpun ada yang bernama Abdullah (hamba Alah) bin Ubay, pengkhianat alias Munafiq dll.
Justru semangat tulisan Pak Yusril terletak pada sisi agamis (Islam) yang ingin ditonjolkan dalam menangani persoalan kekinian.
Saya termasuk yang agak serius mengikuti blog ini dan Pak Yusril sudah cukup jelas menjelaskan posisi syariat dalam konteks kenegaraan, kemasyarakatn dna pribadi. Tapi, bila ente masih mempertanyakan soal formalisasi, “Jangan juga memperbanyak musuh dengan gembar-gembor soal penerapan syariat Islam secara formal.” –seperti saran ente, SAYA RAGU ENTE MAMPU MENANGKAP SEMANGAT TULSIAN PROFESOR KITA INI.
maaf sebelum dan sesudahnya kalau Saya keliriu
July 10th, 2008 at 12:42 pm
Aba_Rayhan (komentar #7)
Mas Arif, kasian banget PKB!
“Kasus Bulyan Royan patut menjadi cermin bagi PKB bahwa Islam saja tidak cukup.”
Kelihatannya Bulyan Royan dari PBR deh bukan PKB!
Dan, jujur Saya katakan ANda terlalu jauh bila menyebutkan bahwa Islam saja tidak cukup. Jangan begitulah.
Bisa marah lo Profesor Yusril.
Soal perilaku miring-mirng penganut agama bukan karena agama (ISlam)-nya tetapi ia melekat pada orang yang beragama apa saja atau pun yang tidak beragama. Apalgi soal ucapan ente tadi.
Kalau didenger temen-temen FPI, Laskar ISlam, HT, Salafy dn alinnya, bisa salah paham lo mereka. Ralat deh.
Kejernihan berfikri yang telah digagas oleh Profesor Yusril lewat Blog ini harusnya menjadi bahan ajar buat kitya yang berselancar di permukaannya.
Wassalam
July 10th, 2008 at 12:49 pm
Vavai (komentar #8)
#Aba_Rayhan,
Tak masalah kok pak kalau saya diragukan. Beda pendapatpun tak masalah. Soal memahami esensi penulisan pak YIM, mungkin bisa dikembalikan pada pendapat masing-masing. Saya toh tidak berpretensi mampu menangkap semangat tulisan seseorang ;-)
July 10th, 2008 at 12:51 pm
agungwasono (komentar #9)
PBB bukanlah partai kecil, dikampung saya 80% orang memilih PBB untuk pemilu 2004 kemarin (hal ini dikarenakan tokoh kampung saya adalah ketua DPC PBB)
Untuk itu sebisa mungkin PBB diisi oleh orang2 yang mempunyai kapabilitas dan berpengaruh di basis-basis massa paling bawah. saat ini banyak upaya menjegal PBB termasuk salah satunya adalah kasus Al Amin Nasution yang akan bawa-bawa sampai ke MS. Kaban, untuk itu PBB harus solid.
Saya sendiri adalah anggota Brigade Hizbullah dan Pemuda Bulan Bintang Jawa Tengah, namun yang saya sayangkan sedikit sekali aktifitas yang ada mungkin karena kesibukan anggotanya (saya sendiri tidak pernah di jawa tengah, lebih sering merantau ke jogja, aceh dan jakarta).
Saya setuju dengan sdr. Vavai. bagaimanapun PBB mempunyai tafsir asas yang sangat bagus apabila bisa diimplementasi, akan tetapi perjuangan penegakan syariat Islam itu akan terjadi dengan sendirinya apabila PBB menunjukkan kualitas dalam memperbaiki kehidupan berbangsa dan bernegara.
Skripsi saya 4 tahun lalu berjudul “Konsep Penegakan Syariat Islam di Indonesia : Telaah Pergerakan Partai Bulan Bintang” dan saya jadi semakin tahu setelah banyak membaca hasil muktamar dan bulettin bulan bintang, dan rujukan lain tentang PBB. pertanyaannya : Apakah masyarakat yang lain tahu..?? jawabannya belum, itu mengapa masyarakat kita banyak menganggap bahwa syariat islam itu identik dengan hukum rajam, qisash, poligami, dsb. padahal tidak banyak orang memahami hukum islam secara kaffah.
PBB juga mempunyai tanggungjawab untuk tidak hanya menyuarakan “penegakan syariat Islam”. akan tetapi sebelum itu perlu penyadaran akan pentingnya syariat Islam, konsep-konsep penegakannya, kontent dari syariat islam itu sendiri dan tentunya merubah mainstream masyarakat yang phobia terhadap kata-kata “syar’iat Islam”.
PBB mempunyai kewajiban untuk menjelaskan secara lebih gamplang konsep syariat seperti apa yang akan diusung baik di bidang Jinayah (Hukum Pidana), Siyasah (Politik, Bernegara), Muamalah (Hukum Perdata) dan Ibadah. sehingga tidak terjadi kekacauan pemahaman terhadap syariat Islam.
Kalau masyarakat politik di negeri ini sudah mafhum dan paham akan nilai-nilai humanistis dan universal dari syariat Islam dan bagaimana Islam menghargai dan menjaga hak non muslim, maka dengan sendirinya syariat Islam akan menjadi hal yang dielu-elukan oleh masyarakat di negara ini.
Syariat Islam bukan berarti kita mengganti semua kitab hukum dengan tulisan arab, bukan pula berarti mengganti papan nama institusi negara dengan tulisan melayu, bukan pula berarti kita harus berjubah, syariat Islam adalah ketika setiap individu merasa damai dan bahagia hidup bersama dengan etika dan moral yang terjaga.
Wallahu a’alam bishowab..
July 10th, 2008 at 12:55 pm
Edwin Arif (komentar #10)
#9 agungwasono:
“PBB mempunyai kewajiban untuk menjelaskan secara lebih gamblang konsep syariat seperti apa yang akan diusung baik di bidang Jinayah (Hukum Pidana), Siyasah (Politik, Bernegara), Muamalah (Hukum Perdata) dan Ibadah. sehingga tidak terjadi kekacauan pemahaman terhadap syariat Islam.”
Idem. Mas Agung, mungkin tulisan skripsinya bisa dipublikasikan dalam bentuk web atau dokumen elektronik? Saya sangat tertarik untuk membacanya. Untuk PPB & YIM: Maju Terus JaYA!
July 10th, 2008 at 1:17 pm
agungwasono (komentar #11)
Untuk teknis penggalangan massa di basis dan juga menemukan calon legislatif yang tepat untuk duduk di DPR/DPRD, akan lebih baik apabila PBB menggunakan sistem konvensi yang dilakukan terbuka atau semi terbuka untuk menjaring DCT (daftar Calon Tetap). masih ada waktu sampai dengan oktober 2008 dan apabila ini dilakukan maka PBB akan memberi contoh yang baik bagi proses politik di negeri ini.
July 10th, 2008 at 1:21 pm
agungwasono (komentar #12)
#10 Edwin Arif
Saya sampai sekarang masih mencari-cari soft file dari skripsi saya itu. 4 tahun lalu saya belum punya flashdisk apalagi external hardisk jadi media yang saya pakai cuman Disket (maklum saya bukan termasuk mahasiswa yang kaya). Saya masih menyimpan tapi hanya dalam bentuk cetak (jilid). Usulnya boleh juga mas, semoga secepatnya saya bisa publikasikan skripsi saya itu via website.
July 10th, 2008 at 1:28 pm
Aba_Rayhan (komentar #13)
Saya dapat informasi dari orangnya Profesor ini, perihal
Sekilas Info:
Acara The Candidate bersama Yusril Ihza Mahendra
Kamis, 10 Juli 2008
Pukul 17.30
Metro tv
Kalau berkenan hadir, tempatnya di
Broadcast studio center
Gedung Wisma Mampang, Samping Hero Supermarket, Jalan Buncit Raya, Mampang, Jakarta Selatan
Semoga bermanfaat.
Acara malam ini baru rekaman, Boss. Ditayangkan kemudian. Saya diminta tampil sebagai salah seorang Kandidat Presiden 2009. Ada Dr. Idra Samego dan Muhammad Chatib Bisri yang akan mengomentari atau malah juga mengkritik gagasan saya tentang Indonesia ke depan. Kalo mau datang, silahkan, mohon mengububungi shohibul bait dari Metro TV.
July 10th, 2008 at 1:29 pm
Edwin Arif (komentar #14)
@agungwasono
Terima kasih mas, ditunggu tulisan diblognya ya :)
Pak Yusril, maaf kl OOT, demi mempelajari lebih dalam tentang PBB juga, siapa tau saya jadi kader nanti hehehe..
Insya Allah.. Prinsip ideologis PBB adalah seperti yang saya uraikan dalam bahasa sederhana dalam tulisan di atas. Mudah-mudahan anda tertarik untuk bergabung. (YIM)
July 10th, 2008 at 1:34 pm
hanyfa (komentar #15)
@vavai :
“Jangan juga memperbanyak musuh dengan gembar gembor penerapan syari’at Islam secara formal”.
Selama ini saya senang dengan komenar2 anda di blog ini, tapi ketika membaca komentar yang satu ini kho saya jadi bingung juga dengan logika yang anda pakai. Masa sih ketika ada orang atau sekelompok ada yang gembar gembor memperjuangkan penerapan syari’at Islam dikatakan memperbanyak musuh. Atau anda sendiri merasa menjadi atau memposisikan diri sebagai musuh penerapan syari’at Islam? Ketika Islam ditegakkan maka bukan orang Islam yang terlindungi, bahkan non-muslim akan merasa terlindungi hak2nya sebagai warga negara seperti yang telah ditampilkan oleh para khalifah dahulu. Begitu sempurnanya Islam, dia bukan saja mengatur kehidupan pribadi orang perorang bahkan lebih jauh lagi mengatur tata kehidupan banyak orang. Islam mengatur kehidupan manusia dengan tujuan menciptakan kedamaian dan keharmonisan, oleh sebab itu Islam bukanlah agama permusuhan namun anehnya banyak sekali orang yang memusuhi Islam yang kadang tanpa alasan yang jelas.
@Moh. Arif :
“…………. bahwa Islam saja tidak cukup”.
Kata siapa Islam saja tidak cukup. Kalau anda mempelajari Islam secara komprehensip disertai niat yang ikhlas dan tulis lillahi ta’ala, insya Allah anda akan mendapatkan kesimpulan bahwa cukuplah Islam dijadikan sebagai solusi dari berbagai kompleksitas permasalahan yang ada, baik dalam konteks kehidupan pribadi (privat) ataupun dalam konteks hidup berbangsa dan bernegara.
July 10th, 2008 at 2:26 pm
hanyfa (komentar #16)
Seperti bang Yusril katakan bahwa tidak ada waktu lagi bagi kita untuk berpangku tangan. Saatnya kita bergerak maju untuk berjuang merebut simpati rakyat untuk memilih PBB sehingga PBB apa yang kita cita2kan bersama demi terwujudnya penerapan syari’at Islam dapat terwujud. Ketika PBB berdiri tahun 1999 banyak sekali tokoh Islam yang membidani lahirnya PBB. Namun seiring perjalanan waktu, nama2 yang tercantum tersebut satu persatu memisahkan diri dari shaf/barisan PBB. Farid Prawiranegara, Fadli Zon, bang Gogon, K.H. Khalil Ridwan, Adian Husaini adalah bagian dari shaf terdepan PBB. Namun sekarang ini mereka seolah ditelan bumi, tidak terlihat ada dalam shaf PBB. Bahkan Adian Husaini belakangan hari seolah membentur2kan antara PBB dan Masyumi dengan bukunya yang berjudul PBB versus Masyumi. Apakah mereka meninggalkan shaf PBB itu karena kesibukan masing2 atau karena alasan politis? TErus dalam rangka penggalangan suara apakah abang juga akan merangkul elemen umat Islam lain yang selama ini oleh media masa kita dicap sebagai Islam radikal seperti Habib Rizieq, Ust. Abu Bakar Ba’asyir, Ismail Yusanto, Irfan S. Awwas, dll yang kalau dilihat mereka mempunyai visi yang sama dengan abang yaitu pengakkan syari’at Islam? Terima kasih.
Apa yang terjadi di masa lalu, kita petik hikmah dan pelajarannya. Sekarang saatnya kita melihat ke depan untuk membangun dan membesarkan partai ini. Jadi hanya ada satu kata: Maju!, he he he…(YIM)
July 10th, 2008 at 3:10 pm
Assalavi (komentar #17)
Saya kira, justru PBB harus tetap berani menegaskan posisinya sebagai pengusung dan pembela syariat Islam karena di situlah positioning yg Insya Allah bisa mengangkat citra sekaligus menarik simpati masyarakat, khususnya kaum muslimin dan muslimat, atau bahkan masyarakat di luar Islam. Tapi, tentu saja satu hal lagi yang juga harus mendapatkan penegasan yang sama ialah keislaman yang diusung itu dalam kerangka menciptakan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia yang damai, aman, tenteram gemah ripah loh jinawi dan seterusnya.
Sebab kalau tidak, orang-orang di luar Islam atau bahkan di kalangan Islam sendiri, PBB bisa menjadi sasaran fitnah. Ingin mendirikan negara dengan aturan eksklusif. Bukankah Pak M Natsir dan pengikut Masyumi -termasuk keluarga saya- pernah menjadi korban fitnah keji seperti itu. Padahal kita tahu, orang-orang Masyumi -juga PBB yang saya yakini mewarisi nilai-nilai perjuangan Masyumi- termasuk golongan yang militan berasas pada nilai-nilai Islam dan nasionalis yang berideologi Islam. Bukan pengkhianat bangsa atau penggerogot Islam.
Saya yakin, di bawah arahan Prof YIM, PBB bisa maju memperbaiki keadaan. Saya yakin, kerangka perjuangan yang disampaikan Prof YIM tidak lain dari pengejawantahan perintah Allah, ”Hendaklah ada di antara kalin segolongan ummat yang menyerukan kepada kebaikan dan mencegah kerusakan. Itulah golongan yang beruntung.”
Saya sangat berharap, PPB tidak mematahkan harapan pemilih atau pendukungnya yang berharap termasuk golongan yang beruntung itu lantaran memilih PBB –partai yang diyakini perwujudan golongan yang menyeru pada kebaikan itu, khususnya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
July 10th, 2008 at 3:10 pm
hanyfa (komentar #18)
Saya setuju berat dengan kang assalavi. Kita punya kesamaan kang, kita sama2 lahir dari keluarga Masyumi. Namun yakinlah bahwa saya menjadi simpatisan dan pendukung PBB itu bukan semata-mata ana lahir dari keluarga Masyumi, tapi saya mempunyai keyakinan bahwa Islamlah yang akan menjadi jalan keluar bagi terciptanya kehidupan yang damai, tenteram, gemah ripah loh jinawi, sehingga akan tercipta sebuah negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Majulah bang, insya Allah selama abang istiqomah memperjuangkan syari’at Islam saya dan rekan2 akan berada dalam shaf PBB.
July 10th, 2008 at 3:22 pm
agungwasono (komentar #19)
@ assalavi dan hanyfa
“PBB harus tetap berani menegaskan posisinya sebagai pengusung dan pembela syariat Islam karena di situlah positioning yg Insya Allah bisa mengangkat citra sekaligus menarik simpati masyarakat, khususnya kaum muslimin dan muslimat”
Inti persoalannya sebenarnya bukanlah posisi apa PBB akan berdiri, toh sebenarnya syariat Islam juga menjadi usungan bersama semua partai politik Islam (baca: Parpol dengan asas Islam) seperti PKS, PPP, PNU dll. tapi kenapa gaungnya kurang kuat? apa yang salah..?
Syariat belum banyak dimengerti oleh masyarakat kita, satu hal yang harus dilakukan terlebih dulu yakni PBB dan partai lain pengusung syariat Islam mewacanakan terlebih dahulu kepada masyarakat Syariat seperti apa yang akan diterapkan dalam bidang apa saja dan seperti apa implementasinya.
Bagaimana positifisasi syariat kedalam hukum nasional seperti UU, PERDA, Kepres, dll dan bagaimana konsep penegakannya. ingat bahwa masyarakat kita sangat plural sehingga banyak juga tafsir yang muncul dari setiap dalil yang ada. hal ini harus clear terlebih dahulu…
PBB mungkin perlu membuat “cetak biru syariat islam di Indonesia” yang berisi konsep dasar dan gagasan pembaruan hukum di indonesia dengan konsep syariat secara lebih terperinci. bagaimana konsep syariat yang dikehendaki PBB mengenai kasus-kasus hukum yang ada seperti : korupsi, perzinahan suka sama suka, panti pijat, club malam, jam toko buka, jalan raya, bioskop, poligami, santet, struktur pemerintahan, pajak, dsb sehingga masyarakat benar-benar paham dengan konsep penegakan syariat Islam yang diusung PBB.
Fastabiqul khairat
July 10th, 2008 at 3:48 pm
suyanto londrang (komentar #20)
Dewasa ini citra Islam sedang mengalami penurunan drastis, berbagai isu negatif selalu membawa embel-embel Islam, mulai dari teroris, anarkisme ormas yang sengaja melekatkan islam sebagai atribut dan perisai orgaisasinya, dan berbagai tindakan dari aliran yang menyatakan berada dalam bingkai besar islam. yang memprihatinkan banyak tindakan dan perbuatan yang dilakukanya justru kontra produktif dengan semangat dakwah islam yang humanis dan penuh toleransi dalam konteks kehidupan sosial. fenomena seperti itu seolah memberi sinyalemen bahwa islam tidak bisa lagi menjawab persoalan kebangsaan yang semakin kompleks. Pasca Reformasi 1998 banyak partai menggunakan lebel islam dalam gerakan politiknya tetapi itupun belum mampu menawarkan solusi konkrit atas krisis multi dimensi yang menimpa bangsa ini. Pertanyaan besar seluruh rakyat Indonesia yang jumlahnya sekitar 240 juta jiwa ini hanya satu yakni bagaimana menempatkan keadilan dalam berbagai dimensi kehidupan baik itu pada dimensi sosial, dimensi bernegara, dan dimensi religius, serta bagaimana mempropersionalkan hak dan kewajiban antara Negara dan Rakyat. jika ini bisa direalisasikan, insya Alloh kemiskinan dan berbagai persoalan bangsa ini bukan dianggap ancaman melainkan pekerjaan rumah yang harus di carikan solusi bersama antara rakyat dan pemerintah. masyarakat saat ini sudah berada dalam kondisi kejenuhan yang akut terhadap janji-janji politik jika kejenuhan ini tidak mampu di cairkan melalui kelurusan niat untuk membangun islam secara konsisten, maka islam akan semakin mengalami inflasi religius.
Tetapi jika kita pesimis itu berarti kita tidak mampu memaknai esensi islam…hanya ada satu kalimat yang patut diusung sebagai semangat membangun kebesaran islam yakni, Maju.
July 10th, 2008 at 5:05 pm
Bung Ridha (komentar #21)
#11 agungwasono
akan lebih baik apabila PBB menggunakan sistem konvensi yang dilakukan terbuka atau semi terbuka untuk menjaring DCT (daftar Calon Tetap)
PBB harus mencari cara-cara yang baru, progresif dan lain dari pada yang lain jika ingin bertarung di 2009. Ide mas agung jika dicermati akan membuat PBB lebih membumi, dimana para calon pemilih daerah pemilihan (dapil) akan bisa membaca siapa yang akan mewakili mereka di legislatif. Sehingga dengan demikian, kader-kader PBB di daerah betul-betul kader yang diketahui oleh massanya.
Konvensi yang diusulkan, akan menjadi kampanye yang efektif dan murah karena semua calon akan ikut serta. Bisa untuk caleg DPRD Kab/Kota, DPRD Provinsi dan DPR. Sekalian juga bisa ajang sosialisasi Capres yang akan diusung oleh PBB. Pemilih yang akan memilih dalam konvensi ini adalah anggota PBB dan rakyat sebagai partisipant aktif. disana kita akan melihat dari dini, sejauh mana penetrasi PBB ke level masyarakat terbawah. kalau tingkat partisipasi masyarakat terhadap konvensi ini rendah, ya sampai segitulah baru pencapaian PBB dan bisa di evaluasi untuk diambil strategi untuk sampai ke tahap pencoblosan.
Konsepnya bisa dirembukkan bersama, namun yang terpenting adalah, konvensi ini berguna untuk menentukan urutan daftar calon tetap legislatif dari PBB.
Semoga ini hanya ide gila..
July 10th, 2008 at 6:02 pm
Badrut Tamam Gaffas (komentar #22)
Betul Bang Memang sekarang Hanya ada satu kata : MAJU !
Kitapun akan menyambut dengan suka cita :
PARTAI BULAN BINTANG
KAMILAH PENDUKUNGMU
AYO MAJU…MAJU
MAJU TERUS MENUJU JALAN YANG LURUS
Insyaallah
July 10th, 2008 at 6:37 pm
edi.santosa (komentar #23)
Wah malu nih ngasih pendapat, komentar level atas semua semua. :-)
“Waktu tak banyak lagi untuk berdebat ke dalam,”YIM. Ayo Mas Arif,Vaivai, Hanyfa, Agungwasono,Aba rayhan dll kita MAJU SAMA-SAMA…bukan berarti gak boleh beda pendapat juga sih…….
Pak, acara The Candidate pastinya ditayangkan kapan dan jam berapanya mohon diinformasikan ya Pak. Sayang soalnya kalau sampai terlewat…Terimakasih
#16, Pertanyaan yang sama ada dalam benak saya sudah lama sekali hampir 8 tahun ini. Tapi menurut saya yang sudah ya sudah, terbukti yang masih bertahanpun mempunyai komitmen yang tidak kalah besarnya dengan beliau2 yang sudah keluar dari partai. Namun alangkah lebih baiknya Pak YIM mau sedikit menjelaskan masalah ini di media blog ini. Karena saya rasa memang suatu kehilangan yang besar jg dgn keluarnya beliau2, paling tidak, tidak ada prasangka yang salah, baik kepada Pak YIM maupun kepada tokoh2 yang disebutkan tersebut.
Sudahlah… Apalah telah menjadi bagian sejarah, cukup diambil hikmahnya. Jangan menoleh ke belakang lagi. Waktu tak banyak untuk bersiap melangkah ke depan (YIM)
July 10th, 2008 at 6:46 pm
Sulistiono Kertawacana (komentar #24)
Pak yusril, kalau mau running jadi capres, cawapresnya siapa? Kalau bersedia jadi cawapres, capresnya siapa?
July 10th, 2008 at 7:38 pm
Asparina Sunanti, S.Pt. (komentar #25)
Perjuangan PBB belum berakhir.
UU No 12/2003 telah membuat sport jantung bagi kader-kader PBB. namun dengan keluarnya UU No 10/2008 telah mengeluarkan PBB dari ruang ICU dan dinyatakan sembuh total sehingga bisa mengikuti Pemilu 2009. ini menjadi pelajaran bagi kita sebagai kader dan tidak boleh lengah lagi memperjuangkan kepentingan masyarakat Indonesia. kendala yang dihadapi saat ini adalah banyaknya partai politik menjadi perserta pemilu tahun 2009, hal ini akan berdampak negatif bagi umat Islam sebab kekuatan yang begitu besar akan semakin terpecah sehingga target dan tujuan Partai Bulan Bintang semakin sulit dicapai jika kita masih memiliki pola lama dan pemikiran pragmatis individuil.
Bagi kader-kader Partai Bulan Bintang jangan berkecil hati mendapatkan nomor urut 27. ini merupakan berkah rahmat Allah. pada tanggal yang sama 27 Rajab, Rasulullah SAW naik ke Arsy menjemput sholat sebagai tiang agama. untuk itu kita berharap pada Pemilu 2009 PBB makin jaya, maju dan kredible sebagai sebuah partai politik yang berprinsip keummatan dan kebangsaan dan menjadi penyangga untuk tegaknya syari’at Islam.
July 11th, 2008 at 12:33 am
GusPiit (komentar #26)
“….bahwa Islam saja tidak cukup. Moh Arif Widarto (komentar #3)”
Saya mohon Sdr. Moh Arif Widarto berhati-hati bicara soal Islam. Saya tidak tahu dipihak mana anda?
Komentar anda perlu penjelasan lebih lanjut..
July 11th, 2008 at 8:32 am
Andika (komentar #27)
#Guspiit,
Saya muslim dan anda tahu kenapa saya sebel melihat komentar yang menghakimi ?
Sikap anda yang bernada “mengancam” justru semakin mempertegas bahwa anda memahami Islam hanya sebatas, “Gue bener lo salah”
Daripada anda mengancam-ancam, mengapa anda tidak menjelaskan bahwa Islam itu komprehensif, memberikan solusi atas berbagai masalah baik itu masalah sosial kemasyarakatan maupun masalah ekonomi, keuangan dan lain-lain.
Jika anda berbusa-busa bicara bahwa Islam sudah sangat demokratis namun pendapat anda menunjukkan sebaliknya, mungkin sebaiknya anda yang mesti lebih santun.
Ingat pak, santun jauh lebih baik dalam merespon pendapat orang lain meski itu berseberangan sekalipun. Jika kita menjelaskan suatu pendapat dengan cara santun, kita bisa berharap bahwa orang lain melihat kalau kita itu memang memandang perbedaan sebagai suatu rahmat.
Bagaimana orang lain mau berusaha memahami Islam, kalau baru berkomentar saja sudah dikatakan, “Eh lo gak usah banyak komentar deh, lo nggak tahu apa-apa mendingan diem aja”. Lha iya, gimana mau bisa mengerti kalau begitu.
Sebelum lupa, saya Muslim pak, meski mungkin tidak sebaik bapak dan rekan lain disini dalam beribadah.
July 11th, 2008 at 9:00 am
Hadi M. (komentar #28)
Selamat berjuang bang YIM,
Kami tetap dan selalu di PBB dan mendukung abang sebagai capres, maju terus dan sukses.
Salam kami sekeluarga untuk keluarga abang.
July 11th, 2008 at 9:07 am
Sulthon (komentar #29)
Assalamu’alaikum Bapak Yusril, semalam saya tidak sengaja menyimak dialog di tvone soal keputusan MK yang mengabulkan gugatan 7 parpol peserta pemilu 24 tetapi tdk dapat secara otomatis ikut pemilu 2009 bersama Bang Ali Mochtar dan Pak Mochtar pakpahan, lalu apakah bisa KPU lantas memutuskan seluruh partai 2004 yang tidak memenuhi ambang ET 3% digagalkan kembali mengikuti pemilu 2009 termasuk PBB. saya sebagai kader PBB di Jayapura merasa cemas saja kalau sampai hal itu terjadi, karena kami sudah bekerja dan mensosialisasikan PBB kepada kader dan simpatisan.
salam
July 11th, 2008 at 9:57 am
furqon (komentar #30)
Assalamu’alaikum Wr Wb
Pak Yusril, ane kecewa ma anggota DPRD kota Bandung dari PBB yang mendukung calon incumbent untuk pilwakot kota bandung tahun ini tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan para kader-kader setia PBB. Perlu Bapak ketahui, pada pemilu 1999 dan 2004, di kecamatan kami Margacinta kota bandung PBB menang mutlak tapi tidak ada satupun kunjungan dari para wakil rakyat kota Bandung ke kecamatan kami, ibaratnya mereka datang saat butuh ’suara’ tapi klo sudah merasakan empuknya kursi dewan jadi lupa diri.
Wassalam
July 11th, 2008 at 10:27 am
Nasrullah (komentar #31)
Saya bukan pendukung PBB, tapi dengan membaca tulisan bang YIM, saya menyadari konsep Islam yang universal, majemuk dan merakyat ada pada PBB. Sehingga PBB di antara partai-partai berbasis Islam lainnya patut diperhitungkan. Selamat datang dan berkompetisi di Pemilu 2009.
July 11th, 2008 at 11:25 am
adila sp (komentar #32)
ass wr wb
waduh bang YIM tumben postingnya cepet banget, baru sehari :) udah posting lagi. Taunya dari iseng2 buka http://pbb-info.com dikolom opini yusril. Oh ya bang acara di Metro TV disiarkan kapan?
PBB harus all out,
hanya satu kata “M A J U ! ! ! !”
Saya belum tahu kapan akan ditayangkan. Pengambilan gambar tadi malam juga dilakukan terhadap Pak Sutrisno Bachir, Ketua Umum PAN. Acara ini dalam rangka “The Election Channel” Metro TV. (YIM)
July 11th, 2008 at 2:37 pm
soerod@doe (komentar #33)
sekedar ingin tahu boss, apasih perbedaan dan persamaannya antara PBB dan PKS
Pada hemat saya, kedua partai mempunyai persamaan pada asas, yakni Islam. Perbedaan antara keduanya tidaklah prinsipil. (YIM)
July 11th, 2008 at 3:16 pm
Achmad (komentar #34)
@#33 soerod@doe
Mungkin pertanyaan ini bisa menjadi bahan diskusi bagi temen-temen di blog ini.
Saya sendiri sulit menemukan perbedaan yang siginifikan antara kedua partai ini, lebih banyak persamaannya.
kedua partai ini memperebutkan massa yang sama. bahkan PAN dan PPP juga memperebutkan massa yang sama.
inilah kekurangan sistem kepartaian kita, beda dengan Demokrat dan Republik di AS yang mempunyai kebijakan yang sangat berbeda misal dalam menyikapi invasi ke IRAK.
di Indonesia, siapapun pemerintahnya akan mengulang kebijakan yang sama dengan pemerintahan sebelumnya.
Mungkin YIM punya kebijakan yang bisa dikatakan “langka dan populer” klo jadi presiden RI 2009 - 2013 nanti?
Proses membangun demokrasi, kalau menggunakan cara-cara yang demokratis, memang akan memakan waktu yang lama. Kita telah mengalami hal itu dalam zaman-zaman yang berbeda. Mulanya, awal kemerdekaan PPKI memutuskan hanya ada satu partai di Indonesia, yakni “PNI Stastspartij”. Tetapi keputusan ini “ditunda” Presiden Sukarno tanggal 30 Agustus 1945. Partai-partaipun berdiri banyak sekali. Tahun 1959, Presiden Sukarno menerbitkan Penpres Nomor 7/1959 yang membatasi partai-partai. Pada Era Orde Baru, diputuskan hanya ada tiga partai. Era Reformasi, kembali lagi ke sistem multi partai.
Pada hemat saya Pemerintah yang baru tidak selalu harus memiliki kebijakan yang sama dengan pemerintah sebelumnya. Apa yang baik, tentu harus diteruskan. Yang salah, harus diperbaiki dengan kebijakan baru. Dilemanya hanyalah, Pemerintah Baru terikat dengan segala kesepakatan yang telah dibuat oleh Pemerintah sebelumnya dengan pihak lain. Negosiasi mungkin saja dilakukan, namun tetap memerlukan waktu. (YIM)
July 11th, 2008 at 4:02 pm
Suherman (komentar #35)
Ayo Bang Yusril, saatnya bangsa Indonesia ini dipimpin oleh yang muda-muda dan cerdas seperti Abang
Seperti halnya di Amerika Serikat, pemuda Barack Obama. siap MAJU !
ya benar, hanya ada satu kata dan satu tanda seru yaitu: MAJU!
July 11th, 2008 at 4:51 pm
Tts.sundara (komentar #36)
Sami’na wa atha’na!
July 11th, 2008 at 5:57 pm
edi.santosa (komentar #37)
Terimakasih Pak telah diingatkan, Masalalu adalah sejarah, Masa depan adalah misteri, Hari ini adalah kenyataan. Mari kita berikan selalu yang terbaik mulai hari ini untuk MAJUUUUUU !!!!
“….bahwa Islam saja tidak cukup”.Kalau saya justru berterimakasih kepada Pak Arief yang saya mengingatkan kepada saya yang abangan ini, bahwa kita jangan sampai lupa diri, merasa diri kita sudah muslim, merasa partai kita partai islam sehingga punya perasaan bahwa partai lain yang bukan partai islam kurang islami. justru kita harus selalu mawas diri, karena kita islam kita harus selalu menunjukan kualitas islam yang sesungguhnya.
Kalaupun rekan-rekan merasa ucapan Pak Arief tidak pada tempatnya,saya kira kita juga tidak perlu sampai meminta beliau untuk meminta maaf. Alangkah lebih mulianya kita justru yang memaafkan Pak Arif.Dengan begitu kita terus bisa menjaga suasana kondusif di blog ini.bahwasanya setiap orang dipersilahkan oleh pak YIM untuk mengemukakan pendapatnya di Blog ini.Bukan berarti Rekans yang tidak sependapat juga salah, justru itu mungkin bisa jadi berkah.
July 11th, 2008 at 6:25 pm
edi.santosa (komentar #38)
Wah bingah euy aya nu salembur..Kang Furqon, saya juga salah satu yang tidak setuju dengan calon yang dipilih oleh partai ,baik itu pada Pilgub ataupun Pilkot ini. namun tidak bijaksana juga bila kekecewaan itu kita ungkapkan dalam bentuk perasaan dendam, ataupun menjadi tidak bergairah lagi dalam mendukung cita-cita partai.saya rasa memang harusnya partai juga intropeksi dengan kejadian kekalahan di Pilgub.dan itu adalah slah satu bentuk koreksi kita ke partai. Atau bila Kang Furqon aktif di kepngurusan partai,Akang bisa melakukan koreksi itu secara formal melalui surat resmi mungkin atau langsung konfirmasi ke pengurus yang berwenang. Demikian Kang, semoga kejadian di Pilgub dan Pilkot ini tidak membuat semangat kita menjadi menurun. Pokona ngan hiji, MAJUUUU!!!!
July 11th, 2008 at 6:34 pm
Haurul Wz (komentar #39)
Demi Kemenangan Partai Bulan Bintang di Pemilu 2009 mari kita kobarkan semangat “QS 9:41″ dan
“Raihlah 27 derajat dengan Berjamaah”
Maju Terus, Terus Maju
July 11th, 2008 at 6:49 pm
syah alam (komentar #40)
kapan koordinasi neh…>?
jangan lama-lama
klo bisa sekarang sudah bergerak
Sudah bergerak Boss. Kita sudah dan terus akan melangkah, sesuai slogan Hanya Ada Satu Kata: Maju!
July 11th, 2008 at 8:22 pm
Abra (komentar #41)
Kalo PBB menjadi partai yang berkuasa, NKRI akan seperti apa?
kemurnian dan kecermerlangan Islam pernah menjadi Bintang yang Paling Bersinar, sehingga mampu menerangi dunia yang waktu itu diliputi oleh Abad kegelapan…
Masyumi pernah menjadi Bulan dan Bintang yang menebarkan Cahayanya ke seantero Nusantara, ketika NKRI diliputi kegelapan Proses Demokrasi, dengan memberikan bukti nyata, ketika salah seorang kader terbaiknya menjadi motor penggerak bagi tegaknya proses demokrasi di NKRI, melalui pemilu pertama tahun 1955.
akankah PBB bisa seperti itu..?
setau dan sepengatuan saya, Jati diri Islam tidak akan pernah Pudar dan Surut, hanya karena salah Komentar, salah paham atau, salah tafsir..dan salah-salah lainnya..
Islam akan tetap memiliki Cahayanya sendiri, yang tidak akan pernah pudar, walau awan kegelapan dan badai datang menerpanya…
dapatkah PBB bisa memiliki cahayanya sendiri……?
July 12th, 2008 at 12:37 pm
isbandiono (komentar #42)
Maju,maju terus maju , tapi lihat masalalu yang pernah menjadi catatan sejarah.dalam partai Masyumi bukan tidak terjadi perbedaan yang tajam,tetapi beliau teta pdalam satu barisan,karena yang diperjuangkan mereka cita-2 yanglebih besar.Misalnya perbedaan tajam antara Kelompok Pak Natsir dan Kelompok Pak Sukiman dan antara antara Kelompok Pak Natsir dengan KelompokPaK Yusuf Wibisono.Mereka terdapat perbedaan yang tajam dan diperdebarkan dalam rapat partai,keluar mereka tetap bersatu. Ini merupakan [pelajaran bagi mereka yang pernah mengalamiperbedaan pendapat dalam PBB, tidak perlukeluar tetapi tetapmemperjuangkan cita-2 perjuangan PBB. Kalau beliau-2 yang keluar tersebut hanya berdiam diri saja tidak memperkuat minimal partai Islam. Dalam melihat masa lalu sebagai fakta sejarah yang harus diambi lpelajaran daripanya adalah begitu dekatnya pemimpin Masyumi dengan ulama setempat dan tokoh masyarakat.Sebagai contoh dekatnya hubungan tokoh-2 Masyumi dengan ulama Jakarta KH Abdullah Syafii.Keturunan Masyumi saat ini merindukan tokoh-2 Masyumi sekaliber Pak Syafrudin dalam bidang ekonomi,Pak Roem dalam bidang diplomasi dan singapodium Masyumi semacam KHM iSA ASHARY. Ketagasan Mr Mulyatno yang akan mundur dari Kabinet apabila RUU Anto Korupsi ditolak oleh DPR.Ummat merindukan adanya tokoh-2 yang berwibawa dalamPBB sesuai dengan bidang masing-2 yang sangat dibituhkan oleh bangsa DEWASA INI. Mari maju bersama atau kalau tidak mungkin PBB HANYA MENJADI CATATAN SEJARAH KARENA TIDAK MENCAPAI TRESHOLD YANG DITENTUKAN OLEH UNDANG-2.
Masa kini tentu berbeda dengan masa lalu, mayarakat pemilih pada umumnya tidak mengetahui perjuangan Masyumi yang ingin dinilai adalah apa yang akan diperjuangkan oleh PBB.Thema kampanye hendaknya menyentuh hati rakyat jangan elitis sepertikkampanye tahun 1998 dengan thema Membumikan sistem atau thema kampanye tahun 2004 MENEGAKKAN SYARIAT ISLAM.Bukan itu salah benar seratus 100 % Membumikan sistem mungkin adalah perjuangan menegakkan demokrasi dan supremasi hukum tanpa pandang bulu , menegakkan syariayt Islam mungkin adalah bagaiamana Islam dapat memberantas kemiskinan , kebodohan , kedzoliman dan sebagainya menuju Indonesia yang sejahtera.Sebagai partai Islam jelas PBB akan menegakkan syariat Islam yang perlu dijelaskan bagaimana ajaran Islam berperan dalam hidup bermasyarakat dan bernbegara.
Pandanglahmasa depan dengan optimisme dengan strategi jitu menghadapi pemilu 2009. Maju terus PBB dengan tetap istiqomah dalam memperjuangkan yang hak.Insa Allah
July 12th, 2008 at 4:37 pm
mairodi (komentar #43)
Bagus Bang YIM…
Kami dukung Abang utk maju terus…pantang mundur. mengingat waktu semakin sempit dan pertarungan sudah di depan mata, selama itu ada peluang ambil Bang….
abang harus banyak mempopulerkan diri Abang, meskipunsebenarnya Abang sudah terkenal tapi utk menghadapi pilpres 2009 Abang harus banyak di layar TV,mengingat pemilih indonesia masih terpengaruh oleh popularitas seseorang…….lakukan selama itu jadi jalan kebaikan……… beriklanlah mulai skg Bang………….sukses buat Bang YIM.
http://www.mairodi-training.com
http://www.mairodi.wordpress.com
July 13th, 2008 at 8:31 am
Ridwan Magelang (komentar #44)
Salam buat kader PBB se Nusantara
Maju terus buat semuanya, tapi organisasi harus dibenahi, training-training lebih diintensifkan, kebersamaan terus digalang, silaturahmi wajib digalakkan.
buat bung YIM, kira-kira mau mencari pasangan dalam capres dengan siapa / dari kalangan mana ?
July 14th, 2008 at 12:38 am
Purnama (komentar #45)
Assalamu’alaikum…. Allahu Akbar! tetap semangat menggapai masa depan Islam, dan muslim Indonesia…
bersama, kompak, meski tak harus seragam… dan jalur koalisi masih terbuka lebar…
lho kok ngak nyambung ya… he he he
July 14th, 2008 at 5:16 am
Ariedi (komentar #46)
Reading ….. ( Praduga Huruf )
GENDING Gambang Suling : Kumandang Yusril Ihza Mahendra
Dan Entah apa Kitab Jawa yang pernah dibacanya = Gedebog Pisang
Layar Tancap : Wayang Kulit - dalam ibarat – Sinom dhandang Gulo
Ya – Tahulah Kau ! Back Street Boys In Complete
Empty spaces fill me up with holes
Distant faces with no place left to go
Without you within me I can find no REST
Where I’m going is anybody’s guess
I tried to go on like I never knew you
I’m awake but my world is half asleep
I pray, for this heart to be unbroken
But without you all I’m going to be is incomplete
Voices tell me I should carry on
But I am swimming in an ocean all alone
baby , my baby
It’s written on your face
You still wonder if we made a big mistake
I tried to go on like I never knew you
I’m awake but my world is half asleep
I pray, for this heart to be unbroken
But without you all I’m going to be is incomplete
I don’t mean to drag it on,but I can’t seem to let you go
I don’t want to make you face this world alone
I want to let you go (alone)
I tried to go on like I never knew you
I’m awake but my world is half asleep
I pray, for this heart to be unbroken
But without you all I’m going to be is incomplete
July 14th, 2008 at 5:37 am
Ariedi (komentar #47)
Informasi Penyuluhan tutur – tinular , bahan Study So What ?! Dunia Maya Meliputi
Baca komentar Ariedi : Puyeng !
Jangan hidup di alam khayal pak. Bangun dong ah :-P - Andika ( Ayat 1 )
Pak Ariedi.
Saya yakin Anda memiliki suatu gagasan yang luhur dan mulia yang hendak disampaikan.
Sayang sekali jika orang yang membacanya tidak mengerti bukan?
Mengutip seorang sastrawan:
“Why speak if you can’t manage perfect thoughts, perfect sentences?”
Karena jika segala gagasan jenius dan kompleks Anda tersebut tidak dapat dimengerti, kami kami yang bodoh ini hanya akan mengira bahwa Anda gila atau kesepian. Sungguh menyedihkan jika demikian, sungguh amat disayangkan.
Saya sebagai orang yang jauh lebih muda dari Anda, memohon maaf jika ada kata-kata saya yang menyinggung.
Bonar ( Ayat 2 )
duile mas Ariedi..
saya harus belajar filsafat jawa 10 taon dulu baru bisa ngerti bahasa, makna dan tulisan sampeyan…
QUO VADIS MR.ARIEDI? - Abra ( Ayat 3 )
Wong namanya orang lagi “ngelmu”, ya kayak gitu. Makin diungkapkan, makin “angel ketemu” (sulit ketemu) he he he.. Makin dimasuki, ya makin gelap gulita, he he he.. (YIM) - Pasal 1.
#Ariedi..
Yang baca blog Bang YIM tdk semua sekampung atau seperguruan dgn anda. Jadi sudahlah, jangan bikin orang tdk nyaman membaca blog ini. Orang yang membaca blog ini mau dapat tambahan ilmu, bukan cari mantra.. - Nyong ( Ayat 4 )
Ariedi, sekalian aja pake bahasa pedalaman India biar ngerti semua oke !!!!
Achnoor ( Kitab Guru Besar Bocoran soal – aturan Klik Komentar - ) Selayang
Pandang Dunia Maya = Bukan seperti Bertemu – gaul Dengan ORANG – tidak ada
Siapa – siapa , disitu hanya Lelembut - Lelembut catu daya , Huruf yang disampaikan
Melalui jasa satelit - Bukan aturan Inci kaki Purnawarman - Pijak Dunia Nyata , lain
Lubuk , Lain ikannya - Lain Imigrasi , Lain BISA JADI ( Saget ugi = Tehknologi )
Matur Nuwun atas segala masukannya, Mas. Beda pendapat nggak apa-apa. Satu hal yang ingin saya komentari, yakni mengenai Arab. Islam itu tentu tidak identik dengan Arab, sebagaimana Buddhisme — yang tidak boleh sampeyan lupakan kalau bicara tentang Borobudur — juga tidak identik dengan India. Pendapat sampeyan yang lain-lain, kebnayakan saya tidak sependapat, namun biarlah kita saling hormat-menghormati dalam perbedaan dan kebersamaan. (YIM) - Pasal 2 .
Terima Bang atas informasinya. Saya pernah hadir waktu Alm. M Natsir ultah yang ke 80 di Masjid..
Buat komentar no #26 Ariedi, buat baca komentarnya aja saya udah malas. - Guspiit
( p 2 – ayat 1. )
Sekali lagi matur nuwun Mas. Pendapat sampeyan yang gandrung sama klenik itu bagi saya biasa-biasa saja. Yang lebih serem dari itupun sudah saya baca seperti tertuang dalam Serat Darmogandul dan Gatoloco. Bagi saya yang penting untuk direnungkan di zaman sekarang ialah wejangan Raden Mas Ngabehi Ranggawarsita dalam Serat Kalatida, khususnya bagian “Zaman Edan”. Di zaman edan ini “sopo sing ora edan, oran keduman”. Namun “sak bejo-bejo ne wong sing edan, isik bejo sing eling lan wospodo”. Almarhum Pak Zahid Hussein pernah menjelaskan kepada saya bahwa “eling lan wopodo” itu adalah istilah lain dari “zikrullah dan takwa”. Mudah-mudahan sampeyan setuju. Kalo nggak, ya gak opo-opo.. he he he.(YIM)
Ngarso Dalem (Sri Sultan Hamengkubuwono X) pernah bercerita kepada saya, suatu ketika beliau berkunjung ke Suriname. Oleh Pemerintah di sana, beliau dipertemukan dengan tokoh-tokoh dari berbagai agama. Di antara yang hadir itu ada tokoh yang berpakaian khas Jawa. Ketika diperkenalkan beliau itu disebut sebagai tokoh “Gomo Jowo”. Sri Sultan sempat kaget, namun akhirnya beliau tertawa. Saya bersyukur KTP sampeyan tetap mencantumkan agama sampeyan Islam. Orang beragama itu kadang-kadang mengalami pergolakan batin yang dahsyat. Saya maklum akan hal itu. Mudah-mudahan sampeyan bersabar dan dapat menemukan jalan kebenaran di dalam Islam. (YIM)
PASAL 3 ( Dari Komentator Darkum Sudiro )
Memang hebat pak YIM
saya dari tadi mengulang-ulang membaca komentar dengan bahasa susah itu, ndak paham-paham juga.
Eh, malah Pak YIM bisa menjawab.
:D
He he he terima kasih. Sewaktu masih menjadi mahasiswa filsafat, saya berguru kepada Dr. Abdullah Tjiptoprawiro, dosen filsafat Jawa. Beliau itu putra dari Penghulu Ageng Kasunanan Surakarta. Segala macam kitab-kitab klenik Jawa saya baca tiap hari. Belakangan saya berguru dengan Prof. HM Rasyidi yang disertasinya doktornya tentang kitab Centini “Critique et Consideration du Livre Centhini” di Universitas Sorbonne, Paris. Beda dengan Pak Tjipto yang sangat kagum dan terpukau dengan Klenik Jawa, Prof. Rasjidi adalah pengkritik klenik yang tajam. Saya menelaah dengan agak dalam Aliran Pangestu dll. Belakangan saya baca juga karya-karya Dr. Simuh yang banyak meneliti tentang kebatinan Jawa. Mohammad Hari Suwarno, Pak Permadi SH dan Alm Pak Zahid Hussein adalah sahabat saya. Jadi saya sedikit maklum dengan klenik Jawa., walau tak dapat mengatakan ilmu saya dalam mengenai hal itu. Bahwa klenik itu campur aduk, sinkretisme berbagai aliran keagamaan dan kadang-kadang nampak sinis terhadap Islam, ya.. nampak seperti dalam tulisan Pak Ariedi itu. Puncak dari sinisme itu dalam literatur Jawa klasik tercermin dalam Serat Gatoloco dan Darmogandul yang saya sebutkan di atas tadi. (YIM) Pasal 3 ayat 1
Mas Ariedi,
Bahasa tulisan sampeyan ora mudeng aku, pakai bahasa indonesia bae lahhh…sing iso di woco ngono
Sampeyan iku nulis dari gua di gunung to? - Hadi . M ( P 3 – ayat 2 )
Sekali lagi matur nuwun Mas. Pendapat sampeyan yang gandrung sama klenik itu bagi saya biasa-biasa saja. Yang lebih serem dari itupun sudah saya baca seperti tertuang dalam Serat Darmogandul dan Gatoloco. Bagi saya yang penting untuk direnungkan di zaman sekarang ialah wejangan Raden Mas Ngabehi Ranggawarsita dalam Serat Kalatida, khususnya bagian “Zaman Edan”. Di zaman edan ini “sopo sing ora edan, oran keduman”. Namun “sak bejo-bejo ne wong sing edan, isik bejo sing eling lan wospodo”. Almarhum Pak Zahid Hussein pernah menjelaskan kepada saya bahwa “eling lan wopodo” itu adalah istilah lain dari “zikrullah dan takwa”. Mudah-mudahan sampeyan setuju. Kalo nggak, ya gak opo-opo.. he he he.(YIM)
Ngarso Dalem (Sri Sultan Hamengkubuwono X) pernah bercerita kepada saya, suatu ketika beliau berkunjung ke Suriname. Oleh Pemerintah di sana, beliau dipertemukan dengan tokoh-tokoh dari berbagai agama. Di antara yang hadir itu ada tokoh yang berpakaian khas Jawa. Ketika diperkenalkan beliau itu disebut sebagai tokoh “Gomo Jowo”. Sri Sultan sempat kaget, namun akhirnya beliau tertawa. Saya bersyukur KTP sampeyan tetap mencantumkan agama sampeyan Islam. Orang beragama itu kadang-kadang mengalami pergolakan batin yang dahsyat. Saya maklum akan hal itu. Mudah-mudahan sampeyan bersabar dan dapat menemukan jalan kebenaran di dalam Islam. (YIM) -
Monggo Kulo aturi pirso : Praduga Huruf Jeneng siro KULUP – Look so good YIM
Yang tidak mampu yang tersirat , saya sarankan bergaul Orang saja – Tidak perlu
Ditambah Bergaul dengan Perasaan Huruf – Imej - + Kesan kata – kata Di dunia
Maya – apalagi kalau ghak Mudheng Istilah : LAJU MENANG DHEWEK -
Yaitu dugaan Sementara pada Huruf sajian Bung Yusril = Menggunakan diriku ,
Sebagai TITIAN IMEJ – Dienye ketengok = Arjuna Mencari Cinta – sementara Aku dibiarkan terpedaya = Jembatan BURIS RAWA MERINDU BULAN – belum jadi
Presiden saja , sudah tidak mau bagi – bagi Look so good , Pepodho Sejatining Lanang –
Sesame suka belajar dan Minat Baca yang Lumayan + Saudara setanah air pula …..
Itu sekali lagi , hanyalah wawasanku , mengenai Kesan + Imej paparan kata – hanya
Menilai Huruf – Bukan Orang – Disini , Tidak ada siapa – siapa , hanya Nuansa kata .
July 14th, 2008 at 5:40 am
furqon (komentar #48)
kanggo kang Edi, abdi oge bagja ningan aya batur salembur oge hehehehe
Dari dulu, keluarga besar saya termasuk keluarga Masyumi dan Insya Allah sekarang jg masih mendukung PBB.
mengenai koreksi internal, kita sudah mengajukan mosi tidak percaya kepada DPC kota Bandung dan akhirnya PAC Margacinta kota Bandung dibekukan sampai sekarang. Pemilu 2004 yg lalu kita masih memilih PBB tp hanya untuk DPR dan DPRD I tp tidak untuk DPRD II.
Sedih saya melihat silaturahim sudah tidak terjalin lagi.
wassalam
Furqon
July 14th, 2008 at 11:53 am
Arie Ashford (komentar #49)
# 27, Andika
SAya tak mengerti bagian kalimat yang “mengancam’dari GusPiit (#26).
kalau pada kalimat “Saya mohon Sdr. Moh Arif Widarto berhati-hati bicara soal Islam. Saya tidak tahu dipihak mana anda?”ditarik kesimpulan yang “mengancam” dari penggalan kalimat ‘…hat-hati..’, kiranya Andika perlu lebih luas mencermati kalimat tanya-nya Gus Piit. Karena, ada kalimat begini, “berhat–hatilah dalam berkomentar!” Nah?
terlepas dari itu, Saya sepakat dengan semangat Gus Piiit, agar kita semua tidak sembarangan menyampaikan kalimat atau untaian kata yang justru menimbulkan salah penafsiran.
Pernahkah Sdr. Andika fikirkan bahwa “sedikit saja kami (yang merasa ISlam ini) meragukan kesempurnaan Islam, jelas dalam aturan agama kami dinyatakan sebagai KAfir!” DAN KAMI TAK MAU HAL ITU TERJADI.
Jadi, berhati-hati memang perlu. Apalagi terkait soal keimanan.
Wassalam
July 14th, 2008 at 2:02 pm
ramadhan (komentar #50)
assalamualikum
saya sangat setuju dengan apa yang dikata kan oleh pak yusril bahwa kita harus bergerak mulai saat ini.
kita jangan mau kalah dengan partai partai besar.kita harus menjadi diri kita sendiri kita juga harus mencontoh perjuangan partai masyumi dahulu kala dimn partai itu berjuang dengan sangat gigih.
kita jangn mecontoh PKS yang ingin mendapat kan masa dengan segala cara,mungkin yang saya tau pks menghalal kan yang nama nya 7 hari,tahlilan yang nama ingin mecari popularitas mereka.
ayo para kader bulan bintang anda bisa memperjuang kan partai ini sampai darah terakhir untuk menegak akn kalimat allah di bumi nuasantara.
saya tidak akan berpartai selain dengan bulan bintang.seperti janji nya bang yusril
dan juga seperti janji nya muhammad nasir derngan masyumi nya.
ayo kita bisa memenangi pemilu 2009.
untuk anggota dewan yang berasal dari bulanbintng tetapi janji mu untuk meyetor kan sedikit gaji anda untuk kemaslahatan partai bulan bintang.
terus tingkat kan kinerja bulan bintang di parlemen,hindari korupsi,kolusi n nepotisme.
Bagi kader-kader Partai Bulan Bintang jangan berkecil hati mendapatkan nomor urut 27. ini merupakan berkah rahmat Allah. pada tanggal yang sama 27 Rajab, Rasulullah SAW naik ke Arsy menjemput sholat sebagai tiang agama. untuk itu kita berharap pada Pemilu 2009 PBB makin jaya, maju dan kredible sebagai sebuah partai politik yang berprinsip keummatan dan kebangsaan dan menjadi penyangga untuk tegaknya syari’at Islam.
PARTAI BULAN BINTANG
KAMILAH PENDUKUNGMU
AYO MAJU…MAJU
MAJU TERUS MENUJU JALAN YANG LURUS
Insyaallah
Bila Imam, Ketua Majelis Syura telah Bertitah
Layar Telah Dikembangkan,
Genderang Perang pun Telah Ditabuh.
Setuju, Maju Mengajak Umat
Memilih Partai Bulan Bintang.
Sikap kami, satu saja
Sami’na wa atha’na,
Kami dengar dan kami patuh.
Dan, kami KERJAKAN.
Bismillah tawakalna ‘alaall
July 14th, 2008 at 2:06 pm
Firman (komentar #51)
Saya adalah salah seorang yang mencoblos PBB pada PEMILU 2004 yang lalu, alasan salah mencoblos waktu itu didasari ideologi PBB yang ingin menjalankan syariat Islam. Jadi teruslah maju berpinsip pada ideologi itu.
Maju terus PBB…………….
Mudah2an PBB masih memikat hati saya pada PEMILU 2009 nanti.
July 14th, 2008 at 2:54 pm
hanyfa (komentar #52)
Buat mas ariedi, saya sarankan kalau bikin komentar tolong gunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh pembaca blog yang lain supaya kami dapat menyelami pemikiran anda. Saya yakin anda orang cerdas dan pintar, jadi gunakanlah bahasa yang cerdas dan pintar. Ini zaman sudah berubah mas, bukan zamannya gajah mada lagi atau zamannya mpu tantular. Mas tidak sedang bertukar pikiran dengan ki joko bodo yang begitu klenik, tapi dengan orang2 yang sudah tercerahkan pola pikirnya dan tidak terperangkap kepada segala macam jampe2 mbah jambrong. Mas jangan sok jadi orang jawa. Blog ini tidak diperuntukan bagi orang2 yang mempunyai mental sektarian etnis. Saya yakin yang hadir di blog ini berasal dari berbagai etnis dan suku, jadi bukan orang jawa semua. Jadi, sadarlah mas ini bukan lagi zamannya majapahit.
July 15th, 2008 at 10:24 am
Bhq (komentar #53)
Semoga PBB dengan bang YIM bisa berkampanye dengan cara yang cerdas dan betul-betul mendidik dan informatif. Tidak memakai cara-cara kuno seperti “goyang dangdut”, pawai yang bikin macet dan sejenisnya.
July 15th, 2008 at 3:45 pm
ISRAL BAHAR (komentar #54)
Saya setuju dengan abang, bahwa keputusan KPU yang sudah diputuskan sebenarnya sudah final, ini terjadi pada 7 parpol adalah penuh unsur politisnya, maju terus PBB selamatkan NKRI dan Perekonomian dimasa akan datang bang ….. majulah Capres 2009
July 15th, 2008 at 3:58 pm
Ariedi (komentar #55)
Salam Perapian Nasional – dan Kehangatan Keluarga !
Bung Yusril , …
Ide dasar ku Samuk situs awak mu , sesungguhnya hanya mewakili , perihal Pemilik Hak Pilih , yang Ulang kali terkecoh – Salah gamitan
Kaweruh Budi , akibat Kurang ketajaman Insting , yang mungkin saja akibat Di fokuskan pada urusan Ber Naluri Bisnis – atau karena belum ada sarana Untuk ( Istilah C / A ) : NGUJI TENAGA PEMATANG KITA
Seperti Disini – yang memiliki banyak mungkin , seperti Plus kata : DISINI +
CINTA PERTAMA KALI BERSEMI , yang berasal dari gaul Huruf dan praduganya , Mengali menuju lahan pandangan Dunia Nyata . - yang perlu jadi simak Bung Yuril – selaku kami tuwo ( seperti istilah Old cat Syd Barreett = kami tuwo Pink Floyd ) sederhana saja – jangan seperti menghadapi Orang di Tanah Electron Dunia Maya – apalagi anda tidak kenal sosok Panji asmoro bangun nya , jadi ya – Tembak langsung saja – Langsung Menghisap sari madu Hurufnya saja , kali kali ada yang seperti dari : Pulau Melati Pujaan Bangsa – sejak Dulu kala – melambai – lambai ketengoknya …. !
Maka walaupun anda termasuk , tidak lolos sensor ujian dari sosok balung kait Wingi Negri Kekuatan Regenerasi 10281928 , tidak harus membuat anda Mutung , masygul – In too deep , Genesis – karena bahan ujiku – Level Ujian sakti dari Negara WARIS : Kesaktian Pancasila – karena jadi pemimpin Negri yang majemuk , dan arahnya sudah tampak Terkilir Pinesten kodrat , kehilangan kawuningan rasa Kemuliaan Mahkluk Mulia , Insani Bumi Ibu – Menuju predikat Bangsa yang Durhaka – So pasti yang di perlukan adalah Pemikiran : Sakti , pilih tanding – Swiwiwi Budi Pekerti , Bukan SUCI – Bank of Sperm , maha suci Insani , special effect Cry baby – SAKTI , itu istilah yang lebih Mencakup YOGANIRO – Pernyataan saudara Tubuh alam semesta , kita manusia di bumi adalah Keluarga besar alam , ya tentu saja = wajib Hukumnya untuk menjadi bagian Tubuh keluarga Jagad raya : Seru Asyik Punya . - Bukan malah nyata Ikut merusaknya , menjadi Bangsa yang ternasuk mencemari lingkungan di Era Global Warning .
So , apakah Diri – jati Bung Yusril , seperti yang jadi pemikiran + Gundah gulana Kami dewasa ini : Do You Feel Like We Do ?
( Remember Song – 70’an - Peter Frampton )
Woke up this morning with a wine glass in my hand
Whose wine, what wine, where the hell did I dine?
Must have been a dream I don’t believe where I’ve been
Come on - you wanna do it again?
Do you, you feel like I do?
Do you, you feel like I do?
My friend got busted just the other day
They said don’t walk, don’t walk, don’t walk away
He drove into a taxi bent the boot hit the back
Had to play some music otherwise he’d crack
Do you, you feel like I do?
Do you, you feel like I do?
Champagne for breakfast and a sherman in my hand
***** top, ***** tails - never fails
Must have been a dream I don’t believe where I’ve been
Come on - you wanna do it again?
Do you, you feel like I do?
Do you, you feel like I do?
July 15th, 2008 at 7:22 pm
HAYAT ZAINUNI (komentar #56)
TENTANG SYARIAT ISLAM
Tidak ada yang salah tentang syariat Islam, yang salah adalah aplikasinya. Terbukti negara yang sekuler nyatanya justeru mampu mengaplikasikan apa itu etika dan peradaban secara islami (bersih, tertib, santun, saling menghormati perbedaan, amanah dll).
Cobalah kita berpikir terbuka, saya sependapat dengan bung vavai. Buka pula tentang pemahaman pembangunan bangsa yang terdiri dari berbagai suku bangsa, agama. Untuk apa memaksakan kehendak yang pada akhirnya justeru merugikan dan kontra produktif. Bukankah cara-cara para wali dalam sejarah memberi pelajaran buat kita untuk menyusun kembali tulang-tulang yang berserakan menjadi satu dalam kalimat syahadat?
Lebih elegant bila kemauan menegakkan dan menerapkan Syariat Islam cukup tersirat saja bukan tersurat.
RASANYA AKAN DAPAT MEMBERIKAN RESPON POSITIF DARI NON ISLAM, KARENA SIKAP SEBAHAGIAN UMMAT MAYORITAS INI SANTUN, RAMAH DAN MENGHARGAI SESAMA MANUSIA, SALING MELINDUNGI MESKI BERBEDA TAUHID!
BUKANKAH DAKWAH ITU SEBAIKNYA DISAMPAIKAN KEPADA MEREKA YANG TIDAK SEIMAN, CARANYA DENGAN SIKAP DAN PERBUATAN SEHINGGA MUNCUL RASA SIMPATIK DAN PADA AKHIRNYA TERTARIK.
July 16th, 2008 at 12:40 am
detnot (komentar #57)
Kalo saya gk milih PBB masih boleh komen di blog ini kan pak Yusril?
July 16th, 2008 at 9:31 am
Vavai (komentar #58)
#Detnot,
Banyak dari pengisi komentar disini bukan kader / pendukung PBB, bahkan di posting yang lain justru kontra dengan YIM dan itu tak masalah.
Silakan sampai komentar anda. Buktinya, komentar anda diatas kan tidak dihapus / moderasi :-D
Maaf, mendahului pak YIM.
July 16th, 2008 at 9:38 am
Agus Nizami (komentar #59)
Jika pak Yusril terpilih jadi presiden apakah pak Yusril akan:
1. Menaikan harga BBM mengikuti harga Internasional?
2. Menjual BUMN2 yang ada (Privatisasi)?
3. Membiarkan MNC menguasai 90% migas Indonesia?
4. Membiarkan perguruan Tinggi Negeri dan Rumah Sakit Pemerintah diprivatisasi?
5. Memberikan lahan minimal 2 hektar kepada petani?
6. Memilih orang2 Neoliberalis sebagai menteri?
Cukup 6 pertanyaan itu yang mudah2an bermanfaat bagi yang lain.
Silahkan baca kumpulan artikel dari media massa tentang situasi Indonesia pasca kenaikan BBM di:
http://infoindonesia.wordpress.com
July 16th, 2008 at 4:38 pm
joe (komentar #60)
Assalamu’alaikum.
Saya pengagum berat bang YIM sejak lama. Saya sangat menyukai gaya bang YIM dalam menjelaskan suatu masalah baik dalam kapasitas sebagai politisi maupun sebagai akademisi, runut dan jelas. Sebagai seorang Muslim tentu saya sangat mendukung pencalonan bang YIM sebagai Capres 2009. Walaupun slogan yang di usung bang YIM adalah Syariat Islam namun saya dengar banyak kalangan non Muslim yang mulai menyatakan dukungannya atas pencalonan bang YIM, ini membuktikan kepiawaian bang YIM dalam menjelaskan dan mengkomunikasikan syariat Islam kepada kalangan non Muslim. Namun ada satu hal yang agak mengganjal saya atas penampilan bang YIM di depan publik, cara berpakaian bang YIM yang “terlalu casual” nampaknya agak kurang sedap di pandang mata. Saya sangat berharap sebagai seorang tokoh Muslim bang YIM dapat lebih memperhatikan cara berpakaiannya.
Wassalam.
‘Alaikum salam. Tidak ada cara berpakaian yang dapat memuaskan semua orang yang memandangnya. Itu saja masalahnya. Saya pakai jas dan dasi juga dikritik. Pakai baju batik juga dikatain. Pakai baju koko dan pakai kopiah dikatan orang tua. Pakai jeans dikatakan “terlalu casual” seperti pendapat anda. Saya pakai baju Melayu dikatakan kayak orang mau menari. Saya pakai baju putih lengan panjang, juga dikatakan meniru gaya Tony Blair. Saya pakai jubah dan sorban, dikatain lagi niru-niru orang Arab. Kalau saya pakai baju Cheng Ho dii luar film, anda juga mungkin akan tertawa melihatnya. Saya sendiri kadang-kadang bingung. Islam hanya menyuruh agar menutup aurat. Soal mode adalah masalah kontemporer belaka.
July 16th, 2008 at 5:09 pm
Gusti (komentar #61)
Bismillahirohmanirohim
MAJU…. MAJU…. Majulah
Tunjukan kekuatanmu yang sebenarnya Rakyat sudah terlalu lama terzolimi
BUKTI….BUKTI….BUKTIKANLAH
Anda (YIM) Mampu memberikan yang terbaik untuk bangsa ini
Kami Senantiasa Mendukung langkahmu……………………….
July 16th, 2008 at 5:13 pm
Donny (komentar #62)
Bismillah
Kita di pontianak hanya bisa memberikan dukungan apa adanya, toh meski dengan wilayah sebesar kalbar, kita tetap tak diperhitungkan disebabkan kuantitas jumlah pemilih (mungkin) yang nda seberapa jika dibandingkan dengan daerah lain terutama jawa dan sumatra.
Tapi Haqqul Yakin
Jaya Sempurna
Jika rakyat berjaya maka negara sempurna
untuk mencapai itu salah satu harapan kita tentunya dengan bangkit dan berjayanya partai bulan bintang dan kembalinya figur YIM sebagai Pandu didepan dengan kapasitas yang tidak lagi kami ragukan untuk maju 09.
minta jurus terjitu dan terdekat pencapaiannya juga dong, bagaimana menjayakan rakyat dalam kesehatan, pendidikan, lapangan pekerjaan dan jaminan hidup dalam berbangsa dan bernegara. dengan kejayaan rakyat seperti ini negara tentu SEMPURNA.
JAYA……………………………………………………….
SEMPURNA………………………………………………
AMIN
July 16th, 2008 at 9:40 pm
Syamsul Rakan Chaniago (komentar #63)
Sebenarnya PBB 2004 tidak seharusnya menjadi gurem jika semua kita sebagai kader jujur dan sadar bahwa partai yang kita masuki atau partai yang kita dirikan dan kita bina adalah partai ”gerakan” perjuangan, bukan partai tempat mengubah nasib dari ustads miskin menjadi kaya, dari buruh/pekerja menjadi kaya/berkemampuan, dari guru honor menjadi politisi berduit, dari demonstran tukang teriak, kritik, intrik menjadi pejabat/menteri. Jika jujur pada diri sendiri, pada teman, pada partai serta sadar siapa diri kita, siapa teman, apa tujuan partai kita, kita akan bisa besar, maju, dan berkembang.
Jika semua kader PBB membaca, menyimak, merenung blog YIM ini pastilah tumbuh kesadaran bahwa perjuangan membesarkan partai bukanlah pekerjaan yang ringan, akan tetapi bukan pula berat jika dikerjakan dengan penuh kejujuran, di ikuti dengan keikhlasan Insya Allah PBB mampu melampaui ET dan menjadi partai yang diperhitungkan.
Sebagai kader saya telah membuktikan mampu menaikkan populeritas partai sehingga mampu mengantarkan kader ke DPR RI, seharusnya jejak 2004 harus lebih dikembangkan dengan cara tingginya frekwensi pimpinan partai menyapa pengurus dibawahnya dan konstituen; sayangnya langkah ini tidak di ikuti oleh pimpinan partai. YIM waktu memimpin PBB menjabat Menteri, tapi setiap kedatangannya ke daerah ada spare waktu utk kader partai, paling tdk utk pengurus partai; YIM tidak banyak memberi uang pada pengurus partai, bahkan boleh di katakan tidak ada, tapi pengurus dan kader senang dan bangga serta terpacu semangatnya untuk bergerak kebawah.
MAJU ! dengan jujur dan sadar, sapa rakyat di depan pintu rumah dan gubuknya, ikuti rakyat ke ladang dan humanya, dendangkan rakyat di kampung, di negari, di huta, dan di desanya, ajak rakyat berjuang bersama PBB menuju kehidupan yang di ridhoi oleh ALLAH SWT.
July 16th, 2008 at 9:46 pm
PrimaryDrive (komentar #64)
Dengan statement spt ini, saya tidak melihat bagimana PBB bisa menjadi partai untuk orang non-muslim. Walaupun anda juga mengatakan:
Kedua statement diatas sangat terbuka terhadap berbagai macam interpretasi. Bottom line nya, anda dan saya, sebagai contoh yang mungkin dalam konteks ini representatif dari masyarakat kita, ternyata tidak bisa saling percaya. Saya tidak percaya bahwa anda dengan PBB anda akan konsisten melindungi saya dan non-muslim lainnya. Dan anda tidak percaya pada itikad saya untuk menghormati muslim sehingga anda harus mendirikan partai islam sendiri untuk menjaga eksistensi (nilai2) islam di Indonesia.
Saling ketidak percayaan ini sangat saya sesalkan, tetapi kelihatannya begitulah Indonesia pasca 2000. Ketika saya dulu belajar PMP disekolah, yang diajarkan adalah bahwa Indonesia adalah negara yang bersatu. Saya percaya. Tapi ternyata itu semua cuma teori saja….
Anyway, tentang statement anda yg lain:
Pemerintah sekarang juga sudah melakukan itu. Tapi energi merupakan masalah pelik. Bottom line nya, permintaan energi Indonesia meningkat pesat, sementara kemampuan kita untuk memproduksi energi sendiri tersendat. Saya tidak melihat bagaimana anda bisa melakukan kebijakan energi yg berpihak pada rakyat (kecil). Jumlah rakyat kecil kita luar biasa banyak; produktivitas mereka kecil, terutama karena pendidikan yg masih rendah. Total ekonomi Indonesia tidakmemiliki kapasistas untuk mensubsidi rakyat kecil nya. Yg pada saat ini realistis bisa dilakukan adalah memberikan pendidikan, dan menyiapkan transformasi ekonomi Indonesia ke level produksi yg lebih “pintar”. Ini tidak memberikan impact nyata sekarang, tapi mungkin untuk anak atau cucu2 kita. Pada saat ini, dengan krisis energi diambang pintu, kelihatannya rakyat harus berkorban lagi untuk masa depan anak/cucunya. Tugas anda lah sebagai pemimpin untuk menjaga bahwa pengorbanan ini tidak sia2. Akan sangat sulit tentunya kalau politik kita terpecah belah…
Anda bisa mengatakan bahwa PBB “tidak bisa menjadi partai bagi orang non Muslim”, ya tidak apa-apa. Kenyataannya sangat banyak orang Islam yang tidak mendukung PBB, tetapi ada pula orang non Muslim mendukung PBB. Bahwa anda adalah di antara orang yang tidak mendukung PBB, yang sah saja. Di Bangka Belitung, Riau, Manado, Bolaang Mongondow, Papua, Irjabar, Maluku, dan NTT tak sedikit jumlah non Muslim yang mendukung PBB, bahkan menjadi pengurus dan beberapa orang menjadi anggota DPRD ( 3 orang di DPRD Kabupaten Puncak Jaya dan 1 orang di Kabupaten Maluku Tenggara). Antara fakta dengan apa yang anda katakan, bisa berbeda jauh.
Soal syari’at Islam saya sudah pernah membuka debat denga anda, namun pemahaman anda tentang hal-hal terkait dengan hukum dalam penialaian saya sangatlah minim, walaupun ketika itu anda berdalih “menggunakan common sense” saja. Kita bisa berdebat filsafat yang panjang untuk menjelaskan apa arti “common sense”. Tanpa dasar-dasar keilmuan yang memadai, “common sense” belumlah berati apa-apa. Anda bahkan tidak memahamai apa arti “hukum positif”, suatu hal yang sangat elementer dalam ilmu hukum. Namun tidak apa, sekiranya anda ingin melanjutkan debat mengenai syar’at Islam dengan modal “common sense” itu, ya saya akan meneruskannya. Hanya saja saya khawatir, debat itu akan menjadi semacam “debat Kusir” karena anda tidak memiliki dasar-dasar pengetahuan yang mencukupi untuk memperdebatkannya. Tetapi kalau anda mau, saya siap melanjutkannya. Bahkan, bukan hanya debat di blog ini, debat terbuka di depan umum atau di layar televisi juga akan saya sambut dengan baik. (YIM)
July 17th, 2008 at 4:11 am
Andy S (komentar #65)
Assalamualaikum..
komentar #60)
tanggapan Abang..
‘Alaikum salam. Tidak ada cara berpakaian yang dapat memuaskan semua orang yang memandangnya. Itu saja masalahnya. Saya pakai jas dan dasi juga dikritik. Pakai baju batik juga dikatain. Pakai baju koko dan pakai kopiah dikatan orang tua. Pakai jeans dikatakan “terlalu casual” seperti pendapat anda. Saya pakai baju Melayu dikatakan kayak orang mau menari. Saya pakai baju putih lengan panjang, juga dikatakan meniru gaya Tony Blair. Saya pakai jubah dan sorban, dikatain lagi niru-niru orang Arab. Kalau saya pakai baju Cheng Ho dii luar film, anda juga mungkin akan tertawa melihatnya. Saya sendiri kadang-kadang bingung. Islam hanya menyuruh agar menutup aurat. Soal mode adalah masalah kontemporer belaka.
Bang……menurut saya jenis pakaian yang Abang sebutkan diatas semuanya oke -oke saja kecuali jubah & sorban…karena bukan pakaian yg biasa Abang pakai..apalagi pakai baju nya Cheng Ho..lebih lucu lagi donk…hehe
saya mau mengaitkan komentar Abang di atas dengan penampilan Abang di acara Debat TV One yang disiarkan secara keseluruh Indonesia…Abang pake celana blue jeans……yang menurut saya nih..terkesan terlalu santai…padahal acara itu seperti menjadi ajang penyampaian visi dan misi PBB ..sesuatu yang sangat prinsip sekali..
Masalahnya bukan pada jenis pakaian yang Abang pakai…tapi lebih pada pantas tidaknya pakaian itu dengan acara yang Abang hadiri…itu yang lebih baik menjadi pertimbangan Abang dalam memilih pakaian yang akan dikenakan..
ini cuma sekedar masukan dari seorang pendukung YIM..
He he he, lagi lagi soal “pantas dan tidak pantas” itu yang jadi masalah, karena ukurannya nggak jelas Boss! Cobalah lihat kepada isi perdebatan antara saya dengan Moeslim Abdurrachman di TV itu. Itu yang lebih pokok dan substansial, daripada pakaian yang saya kenakan. Kalau malam itu saya pakai jas dan dasi, toh akan ada juga yang mengkritiknya. Jadi, ya sudahlah Boss… (YIM)
July 17th, 2008 at 7:41 am
HAYAT ZAINUNI (komentar #66)
BANGSA YG BESAR ADALAH BANGSA YG MENGHORMATI PAHLAWANNYA
Para pendahulu dan pendiri bangsa yang pemikirannya tercurah pada kemajuan bangsa adalah PAHLAWAN, para penerus perjuangan pendahulu dan pendiri bangsa yang senantiasa terpanggil untuk memajukan dan mengangkat harkat dan martabat negeri ini juga adalah PAHLAWAN. Mereka hidup pada masanya masing-masing.
Sayang…..bangsa ini belum mampu memberikan apresiasi objektif kepada anak bangsa yang terbukti memberikan makna kepada negeri tercinta ini. SOEKARNO terjatuh karena saat itu telah dianggap menyalahi konstitusi dan bak panas setahun terhapus oleh hujan sehari…..SELURUH JERIH PAYAH PERJUANGANNYA SEOLAH PUNAH, SOEHARTO mengalami nasib yang sama digulingkan dengan alasan yang sama….NILAI-NILAI KEBAIKAN YANG MELEKAT PADA DIRINYA PUN TERHAPUS PUNAH, Habibie ……. juga digulingkan oleh Lembaga Tertinggi Negara karena kemauan elit yang punya kepentingan, hasrat dan syahwat politik tak terkendali dan…… PEMIKIRAN BELIAU TERHADAP KEMAJUAN TEKNOLOGI NEGERI INI PUN HILANG TAK TERSISA.
Giliran berikutnya GUSDUR yang diuntungkan oleh keadaan sehingga mampu menjadikan dirinya sebagai Presiden juga bernasib sama tergulingkan…….MESKI SAYA BELUM MAMPU MENARIK MANFAAT APA YANG BISA DIAMBIL DARI HIKMAH GUSDUR JADI PRESIDEN, TAPI SAYA BISA MERASAKAN ADANYA PERUBAHAN MESKI BERAKIBAT KEPADA KEBABLASAN TP INI HANYA MASALAH WAKTU UNTUK MENERJEMAHKANNYA.
Periode berikut MEGAWATI yang juga naik ke takhta Presiden oleh situasi yang menguntungkannya, MESKI TIDAK ADA MANFAAT YANG DAPAT DIRASAKAN SECARA SIGNIFIKAN DARI HASIL KEPEMIMPINAN BELIAU, tapi saya tetap menghormatinya karena whatever Ibu Mega adalah PRESIDEN RI yang harus kita hargai dan kita hormati meski terbukti ketika bertarung secara terbuka akhirnya Tewas juga.
Saat ini kepemimpinan berada di tangan SBY, jangan menutup mata ada hal-hal positif yang dihasilkan secara signifikan khususnya dalam hal pemberantasan korupsi, meski perekonomian rakyat terengah-engah. Periode ini memang berat, SIAPAPUN YANG MENJABAT PADA PERIODE INI ADALAH MERUPAKAN PERIODE SULIT……sebagai anak bangsa saya juga tidak puas sepanjang kepemimpinan SBY. Karena sekolah yang katanya gratis juga nyatanya BOHONG, Dunia pendidikan tidak jelas arahnya disamping mahal harganya, padahal melalui jalur ini Negeri yang gemahripah loh jinawi akan mampu terjaga dari tidur panjang ketertinggalannya.
Beginilah nasib negeri ini. Ketika saya berkunjung ke negeri luar sana menangis rasanya karena irihati terhadap kemajuan yang diraih oleh negeri orang itu, semuanya serba teratur, tertib dan sangat manusiawi. Selain aman dan udaranya bersih pemimpinnya pun rasanya berpihak kepada rakyatnya karena para jompo amat sangat dihargai dan diberi fasilitas yang sangat memadai.
Mari kita hormati Para Pendiri, Penerus Perjuangan, Guru-guru yang tulus di daerah terpencil sana, Olahragawan, Para juara olimpiade science, rokhaniawan dan PARA MANTAN PRESIDEN dengan jiwa yang besar sebagai anak bangsa yang katanya menjunjung tinggi sopan santun dan beradab ini. Dengan demikian diharapkan INDONESIA kembali mampu menjadi MACAN ASIA karena dalam HIDUPNYA SELALU BERBUAT kebaikan dan semua ini akan mampu diraih secara gotong royong karena BERSAMA KITA BISA tanpa melupakan HATI NURANI RAKYAT Menuju Syariat yang mampu memberi manfaat bagi seluruh umat! AMIEN
July 17th, 2008 at 7:48 am
Andy S (komentar #67)
He he he, lagi lagi soal “pantas dan tidak pantas” itu yang jadi masalah, karena ukurannya nggak jelas Boss! Cobalah lihat kepada isi perdebatan antara saya dengan Moeslim Abdurrachman di TV itu. Itu yang lebih pokok dan substansial, daripada pakaian yang saya kenakan. Kalau malam itu saya pakai jas dan dasi, toh akan ada juga yang mengkritiknya. Jadi, ya sudahlah Boss… (YIM)…
terima kasih atas tanggapan Abang terhadap komentar saya (komentar #65)…
Bang …kalau untuk isi perdebatan antara Abang dengan Moeslim Abdurrachman bahwa itu yang lebih pokok dan substansial…saya setuju banget Bang…tapi jangan salah Bang…yang mendengar uraian Abang itu belum tentu semuanya paham …mungkin mereka cuma bisa menilai dari penampilan Abang saja.
Mengutip uraian Abang bahwa PBB harus menyadari kesalahan masa lalu: Partai ini belum merakyat. PBB masih dianggap partai elit intelektual berbasis perkotaan. Padahal bagian terbesar rakyat kita ada di kampung-kampung dan desa-desa.
Bang, mudah-mudahan rakyat di kampung-kampung dan desa-desa termasuk orang-orang yang bisa memilah mana yang lebih pokok dan substansial daripada sekedar soal “pantas dan tidak pantas”, Amin.
July 17th, 2008 at 12:25 pm
Munadi Anwar (komentar #68)
Ass………..
bang Yusril kita juga sebagai simpatisan Bulan Bintang Ingin mensukseskan untuk Kemenangan PP dan Abang sebagai Presiden, ada hal kecil yang mengelitik dari kawan-kawan kami, sebagai pelajaran dari masa lampau…. banyak Ibu-Ibu yang bersimpati kepada Abang namun Melihat Keluarga Abang belum sesuai dengan apa yang dicita-citakan Bulan Bintang… salah satunya dalam cara berpakaian layaknya seorang Muslimah…..
saya pikir ini adalah hal yang samgat Prinsip Bagi Muslimah, dan saya berharap Supaya Istri Abang yang sekarang juga bisa menunjukan seorang Muslimah yang sesungguhnya…..
Insya Alloh dengan seperti itu Minimal Keluarga saya akan lebih yakin meilih Partainya Abang ….. Karena Akhlakul Karimah Seorang pemimpin Muslim dan Keluarganya menjadi Prioritas bagi kami dalam memilih seorang Pemimpin…
Wassalam…. Bulan bintang Tetap yang terbaik………..
July 17th, 2008 at 2:57 pm
PrimaryDrive (komentar #69)
Bisa saja; tapi ini bukan inti dari isu yg saya angkat. Isu saya adalah: kenapa kita harus membentuk partai berdasarkan agama? Anda lebih kurang menunjuk pada argumentasi “hukum”, bahwa ini sah2 saja. Tapi anda adalah pemimpin! Anda tidak melakukan sesuatu hanya karena sah; pemimpin juga harus menimbang apakah langkah2nya bijak.
Waktu itu kita membicarakan ini dalam konteks ilmu hukum; itu domain anda, dan expertise anda. Anda waktu itu belum membawa PBB dalam konteks. Sekarang kita membicarakan aspirasi politik anda. Tepatnya ini menyangkut presepsi PBB ttg bagaimana PBB ingin memimpin Indonesia. Ini domain kita bersama, krn ini juga menyangkut masa depan saya dan anak/cucu saya, serta warga2 lain yg sependapat dengan saya. Dan anda menujuk pada saya bahwa seorang warga harus menjadi sarjana hukum dulu untuk bisa mengerti presepsi politis PBB??? Apakah ini tidak sedikit arogan?
Lalu bagaimana anda sendiri menjelaskan interpretasi teknis-hukum anda ttg syariat islam pada pendukung anda sendiri?
Haha televisi tidak mungkin. Jadi sayangnya harus tetap off line lewat blog.
Terima kasih atas kategorisasi anda bahwa saya unqualified. Saya ingin mengingatkan bahwa expertise anda hanya dibidang hukum. Anda juga membuat statement ttg BBM, sementara anda sendiri bukan expert dalam bidang energi. Anda tidak bisa memecahkan semua isu dan masalah negara ini hanya dengan modal kitab hukum. Kita harus bisa membicarakan semua isu yg ada dengan basis pengetahuan dan pengalaman masing2, dan itikad baik. So … debat kusir? Why not? Mungkin kita masih bisa belajar satu sama lain lewat debat kusir. Sah2 saja kan? ;)
July 17th, 2008 at 3:59 pm
Bonar (komentar #70)
@PrimaryDrive
Maaf pak, sedikit menyela. Menurut pendapat Anda, masalah energi dan ekonomi itu, apakah tidak cukup 1 generasi/1 pemilu untuk menyelesaikannya?
July 17th, 2008 at 4:05 pm
Agus Nizami (komentar #71)
Apa salahnya membentuk partai berdasarkan agama?
Di Eropa, Afrika, dan Australia saja banyak orang membentuk Partai Kristen. Coba anda ketik kata kunci dengan Christian Democratic Party di google.com
Coba anda klik link ini:
http://en.wikipedia.org/wiki/Christian_Democratic_Party
Tak jarang partai berbasis agama tersebut menang dan berkuasa.
Sila Pertama dari Pancasila juga “Ketuhanan Yang Maha Esa”
Yang penting ajaran agama itu diamalkan secara benar dan konsisten.
Pada Negara Islam, tidak ada paksaan dalam beragama. Nah pengamalannya yang konsisten.
Kemudian faktor2 produksi yang penting serta kekayaan alam dikelola negara. Ini sejalan dengan UUD 45.
Kemudian ada hukuman yang tegas seperti mati bagi pembunuh berdarah dingin dan pemerkosa. Ini boleh saja ketimbang Hukum Belanda yang diadopsi kemudian ternyata jadi sangat ringan seperti hukuman pemerkosa cuma 3 bulan penjara, dsb
July 17th, 2008 at 4:09 pm
PrimaryDrive (komentar #72)
No! Mulai sekarang dan seterusnya energi adalah isu penting. Energi sudah menjadi komoditi langka (permintaan melebihi suplai).
Energi adalah nafas dr ekonomi. Tanpa energi, tidak ada ekonomi. Bagaimana kita menggerakan pabrik2 kita, dan kendaraan2 kita tanpa energi?? Menjaga suplai energi sama pentingnya dengan menjaga suplai pangan. Tapi berbeda dengan pangan, yg hanya perlu tanah dan sedikit teknologi untuk mendapatkannya, energi membutuhkan teknologi tinggi dan investment besar untuk mendapatkannya, dua2nya pada saat ini kita tidak punya (atau hanya sedikit). Ini mungkin krn dulu minya kita berlimpah, sehingga ilusinya mungkin bahwa sumber energi kita tak berbatas. Akibatnya kita tidak pernah menyiapkan diri menyambut situasi sekarang ini. Sekarang: harga energi melejit tinggi, kapasistas kita untuk swasembada energi tersendat, dan permintaan energi kita melambung.
Ambil contoh pertumbuhan kebutuhan energi kita. Sumber2 memberikan angka berbeda, data biro statistik kalau tidak salah memberikan angka 7% pertahun. Baiknya ini tanda ekonomi kita bertumbuh. Tapi dengan kecepatan spt ini, dalam tempo 15 tahun kebutuhan energi kita adalah hampir 3x jumlah yg kita butuhkan sekarang!! Kalau sekarang saja anda sudah berteriak krn subsidi BBM hilang, bagaimana nanti anak2 anda memecahkan situasi mereka 15 tahun didapan?
(Sementara itu YIM bilang PBB ingin menerapkan policy BBM yg memihak rakyat … I just dont see how you can do that!?)
Mengingat resource kita untuk memecahkan kelangkaan energi ini sekarang sangat terbatas (dana sedikit, teknologi 0.0) berarti kita harus menyebar solusinya dalam jangka panjang. Jadi, 1 pemilu tidak cukup. Mungkin 30 tahun … dengan master plan yg baik.
July 17th, 2008 at 5:34 pm
edi.santosa (komentar #73)
PrimaryDrive saya mengenal anda hanya di blog ini. sudikah kiranya anda memberitahu saya kira-kira dimana lagi anda aktif? siapa tahu kalau anda menanyakan hal-hal yang seperti anda tanyakan pada YIM kepada tokoh2 PPP,PKS,PDS,Partai katolik dll yang sealiran, pengetahun saya bisa bertambah dengan membaca jawaban2 mereka.Atau anda baru menanyakan hal-hal yang anda tanyakan ini pada PAk YIM saja?
July 17th, 2008 at 5:50 pm
PrimaryDrive (komentar #74)
Problem saya geografis, yg tidak memungkinkan saya untuk fisik mendatangi forum diskusi misalnya di JKT. Dan setahu saya YIM adalah satu2nya politisi Indonesia yg aktif di blog. Makanya saya kadang2 berkunjung kesini. Cotoh YIM ini boleh diikuti pemimpin2 lainnya! Kita tidak harus setuju satu sama lain, tapi paling tidak kita bisa berdialog, dan mungkin belajar.
Kalau anda bersedia meneruskan pertanyaan yg sama ke partai2 lain, saya juga ingin tahu jawabannya :)
Saya kadang2 aktif di Indonesia Matters, tapi forum ini kurang baik krn bias negatif mereka thd islam (radikal). So, jangan pergi ke IM. Kalau anda tau forum yg baik saya dengan senang hati akan hijrah dr IM.
July 17th, 2008 at 6:29 pm
Anton Fathoni (komentar #75)
# 69 PrimaryDrive,
Sdr. Primarydrive bila anda tidak suka atau anti dgn syariat Islam menurut saya itu hak anda, tapi kalau anda dekat dengan agama (asumsi saya anda muslim ) anda pasti akan berteriak lantang tentang penegakkan syariat islam di Indonesia, saran saya (bila anda muslim) pelajarilah apa itu agama Islam dan hukum-hukumnya, barulah anda bisa berdebat tentang penegakkan syariat Islam.
July 17th, 2008 at 7:04 pm
PrimaryDrive (komentar #76)
Pertama saya bukan muslim. Ini menjelaskan kenapa saya khawatir dengan aspirasi anda, misalnya, untuk menegakan syariat islam di Indonesia. Dengan Indonesia yg seperti itu, dimana anda ingin menempatkan non-muslim spt saya?
Kedua, statement anda juga menyiratkan bahwa “dekat dengan islam” merupakan prekondisi bagi apresiasi thd syariat islam. Tapi non-moslim kan perdefinisi tidak dekat dengan islam. Untuk kami pesan anda adalah: “itu hak anda!”. So … anda sebetulnya tidak peduli!
(Well, YIM bukan kah ini bertolak belakang dengan klaim anda yg seolah menyiratkan bahwa syariat islam adalah framework yg universal dan majemuk? )
Posisi saya adalah sebagai berikut. Anda dan saya sama2 warga Indonesia. Kita ingin berkerja sama untuk membangun Indonesia untuk masa depan bersama. Tapi kita punya latar belakang agama dan mungkin etnis yg berbeda! Kita harus mengakui bahwa perbedaan itu ada. Tapi sekarang kita harus mencari “common ground” untuk tetap bisa kerja sama dengan konstruktif. Membasiskan common ground ini pada agama, spt aspirasi syariat islam anda, jelas hanya akan mempertajam perbedaan kita ketimbang mencarikan persamaan kita. Tidak konstruktif!
Kecuali kalau memang anda sudah mengambil posisi bahwa anda tidak terlalu perduli dengan eksistensi saya, dan tidak punya keinginan untuk bekerja sama dengan saya (non-muslim).
July 17th, 2008 at 7:52 pm
tri (komentar #77)
Allohu Akbar !!!!
Hanya ada satu kata: Maju !!!
Bila Imam, Ketua Majelis Syura telah Bertitah
Layar Telah Dikembangkan,
Genderang Perang pun Telah Ditabuh.
Setuju, Maju Mengajak Umat
Memilih Partai Bulan Bintang.
Sikap kami, satu saja
Sami’na wa atha’na,
Kami dengar dan kami patuh.
Dan, kami KERJAKAN.
Bismillah tawakalna ‘alaallah.
Pak Yusril di tunggu ke hadiranya di Tasikmalaya.
July 17th, 2008 at 10:38 pm
tri (komentar #78)
salam ukhuwah dari pengurus PBB kota tasikmalaya
July 17th, 2008 at 10:40 pm
saharudin siri (komentar #79)
Assalamu’alaikum Wr Wb
Pak Yusril, PBB merupakan Partai yang memiliki landasan pergerakan pada nilai nilai keislaman… teringat ketika bang syahril L Hasan menyampaikan kepada kader PBB di Kabupaten Nunukan Prop. Kaltim bahwa melalui politik kita berdakwah.
HANYA ADA SATU KATA : MAJU
Bang… bagaimana mungkin kita bisa maju dan melaju kalau kita hanya masih sering berbenturan pada konflik internal partai saling memperebutkan kedudukan dan kekuasaan, adakah saat ini orang yang benar-benar ikhlas berpolitik demi memperjuangkan dan membela hak-hak rakyat …. katanya PBB Partai Islam yang katanya RAHMATAN LIL ALAMIN….. ????
Bang Yusril adalah Tokoh sekaligus guru Bangsa yang sangat saya kagumi akan VIsi dan Cita - Cita nya kedepan… bang adakah semua janji - janji dan harapan kedepan abang mampu merealisasikan dan menjadikan nya nyata yang bukan hanya selogan pembasuh dahaga………
terkadang juga beberapa para tokoh dan sesepuh kita di PBB jarang sekali tampil bahwa aku bangga sebagai orang PBB…. kenapa ?
Bang Yusril… PBB di Nunukan adalah Partai terbesar ke II setelah Partai Golkar…. Bupati Nunukan H. Abdul Hafid Achmad adalah Ketua DPC PBB Kab. Nunukan adalah kader terbaik PBB yang memiliki Visi kedepan… Bagaimana dengan Abang2 di Pusat ?
by : Saharudin Siri
Kader DPC. PBB Kab. Nunukan Prop. Kalimantan Timur
July 17th, 2008 at 11:32 pm
Bmoer (komentar #80)
” Tunjukkan kepedulian dan perhatian yang besar dari partai ini kepada rakyat miskin di kampung-kampung. Bukan saja kampung-kampung terpencil, tetapi juga kampung-kampung yang ada di tengah kota-kota besar. Perbaikan kampung, dalam arti penataan lingkungan, penyediaan fasiltas umum, dan lapangan kerja bagi mereka yang tinggal di kampung menjadi pusat perhatian kita. PBB ingin rakyat sejahtera, adil dan makmur serta bebas dari rasa takut. PBB tidak ingin harga-harga kebutuhan pokok, biaya kesehatan dan pendidikan mahal dan tak terjangkau oleh rakyat. PBB ingin menjalankan kebijakan energi nasional yang berpihak kepada rakyat, sehingga harga BBM dalam negeri tidak mengalami gonjang-ganjing karena fluktuasi harga minyak di pasaran internasional, akibat ulah para spekulan dan mafia minyak dunia.”
Pak Yusril dan Partai Bulan Bintang, bapak pasti tahu, bahwa janji adalah hutang, apalagi kepada rakyat kecil, jika PBB memang berani berpegang pada janjinya….., terbitkan saja buku berisi janji-janji anda dan rencana untuk mewujudkannya pada rakyat indonesia…., jika di akhir masa pemerintahan nanti , katakan 40% saja dari janji-janji itu terwujudkan, maka jadi presiden selama 32 tahun juga mungkin pak…., kalau tidak terwujud kami bisa ber demo sambil membawa buku Bapak, paling tidak jika buku tersebut memang diterbitkan, Bapak sudah mendapat satu suara rakyat kecil….dari Saya….
Selamat berjuang pak. ( maaf kalau kata-kata saya menyinggung Bapak )
July 17th, 2008 at 11:42 pm
Bonar (komentar #81)
@PrimaryDrive:
Ok, saya tidak akan ikut campur pada diskusi Anda tentang syariah, saya punya pandangan sendiri yang lebih kompleks yang belum hendak saya share.
Tentang ekonomi dan energi, saya justru melihat masa depan yang lebih bleak dari Anda. Estimasi tahun 2002 menyebutkan 2012 cadangan minyak habis, sedangkan dari pertumbuhan ekonomi (yang paralel dengan pertumbuhan energi) mengindikasikan tahun 2010 habis. Bapak Jusuf Kalla optimis tahun 2012 akan kembali net producer, hanya dengan mengandalkan blok cepu dan natuna. JK harus segera get a grip to reality, Atau mungkin ia sedang ‘Cuma Bercanda’.
Dengan kondisi perencanaan yang seperti sekarang, siapapun yang jadi presiden besok mungkin akan menjadi Presiden yang paling dibenci sepanjang sejarah karena akan terpaksa menaikkan harga bensin ke 12.000/liter. Itupun dengan mengasumsikan ekonomi tidak tumbuh, harga minyak stagnan dibawah $200.
Tapi apakah perlu 30 tahun untuk mengembalikan swasembada energi? Hitungan saya tidak begitu.
Seperti Anda, saya juga agak liberalis dalam memahami ekon