Beranda

HANYA ADA SATU KATA: MAJU!

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Lambang PBB

Lambang Partai Bulan Bintang

PBB telah memastikan diri maju ke Pemilihan Umum 2009 dengan Nomor Urut 27. Melalui Blog ini saya menyerukan kepada segenap Keluarga Besar Bulan Bintang untuk bersiap-siap maju ke pemilihan. Hanya satu kata yang harus kita pegang: Maju! Kepada segenap jajaran pengurus PBB dari pusat sampai ke daerah-daerah, saya serukan untuk segera bergerak melakukan sosialisasi tanda gambar, program dan memperkenalkan calon-calon legislatif PBB di semua tingkatan. Waktu tak banyak lagi untuk termenung dan berpangku tangan. Waktu tak banyak lagi untuk berdebat ke dalam, karena kita harus tampil keluar dengan satu sikap: Maju!

PBB harus menyadari kesalahan masa lalu: Partai ini belum merakyat. PBB masih dianggap partai elit intelektual berbasis perkotaan. Padahal bagian terbesar rakyat kita ada di kampung-kampung dan desa-desa. Rakyat harus diyakinkan bahwa PBB mempunyai cita-cita mulia memajukan bangsa dan negara, serta rakyat kita seluruhnya. Tunjukkan kepedulian dan perhatian yang besar dari partai ini kepada rakyat miskin di kampung-kampung. Bukan saja kampung-kampung terpencil, tetapi juga kampung-kampung yang ada di tengah kota-kota besar. Perbaikan kampung, dalam arti penataan lingkungan, penyediaan fasiltas umum, dan lapangan kerja bagi mereka yang tinggal di kampung menjadi pusat perhatian kita. PBB ingin rakyat sejahtera, adil dan makmur serta bebas dari rasa takut. PBB tidak ingin harga-harga kebutuhan pokok, biaya kesehatan dan pendidikan mahal dan tak terjangkau oleh rakyat. PBB ingin menjalankan kebijakan energi nasional yang berpihak kepada rakyat, sehingga harga BBM dalam negeri tidak mengalami gonjang-ganjing karena fluktuasi harga minyak di pasaran internasional, akibat ulah para spekulan dan mafia minyak dunia.

PBB adalah Partai Islam dan sekaligus Partai Indonesia. Sebagai Partai Islam, PBB melandaskan perjuangannya pada ajaran-ajaran Islam yang berlaku universal dan bersifat “Rahmat Bagi Sekalian Kampanye PBBAlam” sebagaimana dikatakan al-Qur’an. Universalisme ajaran Islam, terutama tentang asas keadilan, kejujuran, kebenaran, pemihakan kepada kaum yang lemah dan tertindas, penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia apapun agama yang mereka peluk, adalah asas perjuangan PBB. Segenap warga PBB wajib menjunjung tinggi akhlak yang mulia, wajib menunjung tinggi norma-norma etik Islam yang universal. Politik adalah bagian dari dakwah untuk mengajak manusia ke arah kebajikan dan menolak kemungkaran. Tidak akan ada pihak yang dirugikan dengan prinsip-prinsip ini.

PBB memang memperjuangkan tegaknya syari’ah Islam dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kita. Kita menjunjung tinggi kemajemukan masyarakat kita. Syari’ah Islam dalam arti peribadatan — seperti solat, puasa dan haji — dapat dilaksanakan umat Islam seluas-luasnya, tanpa sedikitpun kewenangan negara untuk mencampuri atau menghalanginya. Syari’ah Islam dalam kehidupan pribadi dan keluarga – seperti perkawinan dan kewarisan — dijamin untuk dilaksanakan bagi umat Islam, sebagaimana umat beragama lain juga tunduk kepada ketentuan-ketentuan agama mereka. Syari’ah dalam kehidupan yang lebih luas yang berkaitan dengan hukum publik, adalah sumber hukum yang universal, yang dapat ditransformasikan ke dalam hukum nasional atau peraturan di daerah-daerah. Kalau sudah selesai ditransformasikan, maka namanya bukan lagi syari’at Islam, melainkan hukum nasional Republik Indonesia atau Peraturan Daerah, atau peratiran lainnya yang merupakan hukum negara Republik Indonesia.

Bukan hanya syari’ah Islam sebagai sumber hukum yang kita transformasikan, asas-asas hukum Adat, Hukum Eks Kolonial Belanda yang telah diterima masyarakat, dan juga konvensi-konvensi internasional yang telah kita ratifikasi, semuanya adalah sumber hukum, di samping Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Asas dan cita-cita perjuangan PBB adalah sejalan dengan kemajemukan bangsa Indonesia. PBB menjunjung tinggi asas Bhinneka Tunggal Ika. Asas ini disahkan menjadi kata-kata yang diletakkan di dalam lambang negara Garuda Pancasila. Pengesahan itu dilakukan oleh Perdana Menteri Dr. Sukiman Wirjosandjojo di tahun 1952. Dr. Sukiman adalah Ketua Umum Pertama Partai Masyumi, Partai Islam yang memberi inspirasi kepada asas dan perjuangan PBB.

Dengan berasaskan Islam dan menimba inspirasi dan motivasi yang seluas-luasnya dari ajaran Islam yang universal itu, PBB berjuang untuk memajukan bangsa dan negara Republik Indonesia. PBB tidaklah “menjual” agama sebagaimana dituduhkan orang-orang sekuler-nasionalis, karena agama bukanlah barang dagangan yang dapat diperjual-belikan. Karena itulah, saya mengatakan bahwa PBB di samping sebuah Partai Islam, adalah juga Partai Indonesia. PBB akan terus berjuang membela tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia dan nama Republik Indonesia itu. PBB tidak berniat untuk mengubah nama negara kita menjadi Republik Islam Indonesia seperti sering dituduhkan kepada PBB. Namun PBB memperjuangkan ajaran Islam yang universal dapat menjiwai dan menyemangati kehidupan bangsa dan negara kita, dengan tetap menjunjung tinggi dan menghormati keberadaan pemeluk-pemeluk agama lainnya, sesuai dengan jaminan ajaran Islam tentang kemerdekaan memeluk agama dan menjalankannya, yang semuanya adalah sejalan dengan ketentuan-ketentuan di dalam Undang-Undang Dasar 1945. PBB dengan tegas menolak sekularisme, yang bercita-cita ingin memisahkan urusan keagamaan dengan urusan kenegaraan. Namun PBB bukan hanya menginginkan Umat Islam menjadi maju, tetapi menginginkan agar semua umat beragama yang merupakan bagian dari rakyat dan bangsa Indonesia harus sama-sama mencapai kemajuan. PBB bukan hanya ingin agar umat Islam dapat dengan leluasa menjalankan ajaran agamanya, melainkan semua pemeluk agama dapat menjalankan ajaran agama mereka dengan leluasa, aman dan sentosa.

Besar atau kecilnya PBB akan ditentukan oleh Pemilihan Umum 2009, yang kampanye sosialisasi pesertanya dimulai pada pertengahan bulan Juli ini. Tunjukkan kepada rakyat bahwa PBB adalah partai Islam yang moderat dan memperjuangkan cita-citanya melalui saluran-saluran yang sah menurut hukum yang berlaku. PBB adalah partai yang menjauhkan diri dari cara-cara kekerasan, kebrutalan dan pemaksaan dalam berjuang. PBB menolak politik uang, dengan cara membeli suara rakyat, sehingga mereka kehilangan haknya untuk memilih sesuai keinginan hati nuraninya. PBB juga menolak cara-cara kampanye yang tidak sejalan dengan norma-norma etika. Kami menolak “black campaign” dan menganggapnya sebagai sesuatu yang tegas-tegas melanggar suruhan agama.

Kepada seluruh Keluarga Besar Bulan Bintang saya menyerukan: ajaklah tokoh-tokoh agama, para ulama, para ustadz/ustadzah, muballigh-muballighoh, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh adat, pemuda, mahasiswa dan pelajar dan seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung PBB dalam Pemilu 2009. Lakukan sosialisasi partai sekarang juga! Jangan menunggu! Kita berpacu dengan waktu untuk meraih kemenangan. Tidak ada kemenangan tanpa perjuangan dan kerja keras! Allah Ta’ala tidak akan mengubah nasib sesuatu kaum, sebelum mereka berjuang keras untuk mengubah nasib dirinya sendiri. Karena itu, jangan biarkan PBB menjadi partai kecil, partai gurem yang tak ada artinya dalam kiprah perpolitikan nasional kita! PBB harus menjadi partai besar yang kuat, dan memberikan kontribusi yang besar bagi kemjauan masyarakat, bangsa dan negara!

Tidak ada pilihan lain bagi seluruh Keluarga Besar Bulan Bintang dalam menghadapi Pemilu 2009 kecuali:

HANYA ADA SATU KATA: MAJU!

Insya Allah, Tuhan akan memberkati perjuangan kita!

Hasbiyallahu wa ni’man wakil

Cetak artikel Oleh Yusril Ihza Mahendra — July 10th, 2008

295 tanggapan untuk “HANYA ADA SATU KATA: MAJU!”

Pages: « 1 [2] 3 4 5 6 7 8 9 10 » Show All

  1. Nasrullah (komentar #31)

    Saya bukan pendukung PBB, tapi dengan membaca tulisan bang YIM, saya menyadari konsep Islam yang universal, majemuk dan merakyat ada pada PBB. Sehingga PBB di antara partai-partai berbasis Islam lainnya patut diperhitungkan. Selamat datang dan berkompetisi di Pemilu 2009.

  2. adila sp (komentar #32)

    ass wr wb

    waduh bang YIM tumben postingnya cepet banget, baru sehari :) udah posting lagi. Taunya dari iseng2 buka http://pbb-info.com dikolom opini yusril. Oh ya bang acara di Metro TV disiarkan kapan?
    PBB harus all out,
    hanya satu kata “M A J U ! ! ! !”

    Saya belum tahu kapan akan ditayangkan. Pengambilan gambar tadi malam juga dilakukan terhadap Pak Sutrisno Bachir, Ketua Umum PAN. Acara ini dalam rangka “The Election Channel” Metro TV. (YIM)

  3. soerod@doe (komentar #33)

    sekedar ingin tahu boss, apasih perbedaan dan persamaannya antara PBB dan PKS

    Pada hemat saya, kedua partai mempunyai persamaan pada asas, yakni Islam. Perbedaan antara keduanya tidaklah prinsipil. (YIM)

  4. Achmad (komentar #34)

    @#33 soerod@doe

    Mungkin pertanyaan ini bisa menjadi bahan diskusi bagi temen-temen di blog ini.

    Saya sendiri sulit menemukan perbedaan yang siginifikan antara kedua partai ini, lebih banyak persamaannya.
    kedua partai ini memperebutkan massa yang sama. bahkan PAN dan PPP juga memperebutkan massa yang sama.
    inilah kekurangan sistem kepartaian kita, beda dengan Demokrat dan Republik di AS yang mempunyai kebijakan yang sangat berbeda misal dalam menyikapi invasi ke IRAK.

    di Indonesia, siapapun pemerintahnya akan mengulang kebijakan yang sama dengan pemerintahan sebelumnya.
    Mungkin YIM punya kebijakan yang bisa dikatakan “langka dan populer” klo jadi presiden RI 2009 - 2013 nanti?

    Proses membangun demokrasi, kalau menggunakan cara-cara yang demokratis, memang akan memakan waktu yang lama. Kita telah mengalami hal itu dalam zaman-zaman yang berbeda. Mulanya, awal kemerdekaan PPKI memutuskan hanya ada satu partai di Indonesia, yakni “PNI Stastspartij”. Tetapi keputusan ini “ditunda” Presiden Sukarno tanggal 30 Agustus 1945. Partai-partaipun berdiri banyak sekali. Tahun 1959, Presiden Sukarno menerbitkan Penpres Nomor 7/1959 yang membatasi partai-partai. Pada Era Orde Baru, diputuskan hanya ada tiga partai. Era Reformasi, kembali lagi ke sistem multi partai.

    Pada hemat saya Pemerintah yang baru tidak selalu harus memiliki kebijakan yang sama dengan pemerintah sebelumnya. Apa yang baik, tentu harus diteruskan. Yang salah, harus diperbaiki dengan kebijakan baru. Dilemanya hanyalah, Pemerintah Baru terikat dengan segala kesepakatan yang telah dibuat oleh Pemerintah sebelumnya dengan pihak lain. Negosiasi mungkin saja dilakukan, namun tetap memerlukan waktu. (YIM)

  5. Suherman (komentar #35)

    Ayo Bang Yusril, saatnya bangsa Indonesia ini dipimpin oleh yang muda-muda dan cerdas seperti Abang

    Seperti halnya di Amerika Serikat, pemuda Barack Obama. siap MAJU !

    ya benar, hanya ada satu kata dan satu tanda seru yaitu: MAJU!

  6. Tts.sundara (komentar #36)

    Sami’na wa atha’na!

  7. edi.santosa (komentar #37)

    Terimakasih Pak telah diingatkan, Masalalu adalah sejarah, Masa depan adalah misteri, Hari ini adalah kenyataan. Mari kita berikan selalu yang terbaik mulai hari ini untuk MAJUUUUUU !!!!

    “….bahwa Islam saja tidak cukup”.Kalau saya justru berterimakasih kepada Pak Arief yang saya mengingatkan kepada saya yang abangan ini, bahwa kita jangan sampai lupa diri, merasa diri kita sudah muslim, merasa partai kita partai islam sehingga punya perasaan bahwa partai lain yang bukan partai islam kurang islami. justru kita harus selalu mawas diri, karena kita islam kita harus selalu menunjukan kualitas islam yang sesungguhnya.

    Kalaupun rekan-rekan merasa ucapan Pak Arief tidak pada tempatnya,saya kira kita juga tidak perlu sampai meminta beliau untuk meminta maaf. Alangkah lebih mulianya kita justru yang memaafkan Pak Arif.Dengan begitu kita terus bisa menjaga suasana kondusif di blog ini.bahwasanya setiap orang dipersilahkan oleh pak YIM untuk mengemukakan pendapatnya di Blog ini.Bukan berarti Rekans yang tidak sependapat juga salah, justru itu mungkin bisa jadi berkah.

  8. edi.santosa (komentar #38)

    Wah bingah euy aya nu salembur..Kang Furqon, saya juga salah satu yang tidak setuju dengan calon yang dipilih oleh partai ,baik itu pada Pilgub ataupun Pilkot ini. namun tidak bijaksana juga bila kekecewaan itu kita ungkapkan dalam bentuk perasaan dendam, ataupun menjadi tidak bergairah lagi dalam mendukung cita-cita partai.saya rasa memang harusnya partai juga intropeksi dengan kejadian kekalahan di Pilgub.dan itu adalah slah satu bentuk koreksi kita ke partai. Atau bila Kang Furqon aktif di kepngurusan partai,Akang bisa melakukan koreksi itu secara formal melalui surat resmi mungkin atau langsung konfirmasi ke pengurus yang berwenang. Demikian Kang, semoga kejadian di Pilgub dan Pilkot ini tidak membuat semangat kita menjadi menurun. Pokona ngan hiji, MAJUUUU!!!!

  9. Haurul Wz (komentar #39)

    Demi Kemenangan Partai Bulan Bintang di Pemilu 2009 mari kita kobarkan semangat “QS 9:41″ dan
    “Raihlah 27 derajat dengan Berjamaah”
    Maju Terus, Terus Maju

  10. syah alam (komentar #40)

    kapan koordinasi neh…>?
    jangan lama-lama
    klo bisa sekarang sudah bergerak

    Sudah bergerak Boss. Kita sudah dan terus akan melangkah, sesuai slogan Hanya Ada Satu Kata: Maju!

  11. Abra (komentar #41)

    Kalo PBB menjadi partai yang berkuasa, NKRI akan seperti apa?

    kemurnian dan kecermerlangan Islam pernah menjadi Bintang yang Paling Bersinar, sehingga mampu menerangi dunia yang waktu itu diliputi oleh Abad kegelapan…

    Masyumi pernah menjadi Bulan dan Bintang yang menebarkan Cahayanya ke seantero Nusantara, ketika NKRI diliputi kegelapan Proses Demokrasi, dengan memberikan bukti nyata, ketika salah seorang kader terbaiknya menjadi motor penggerak bagi tegaknya proses demokrasi di NKRI, melalui pemilu pertama tahun 1955.

    akankah PBB bisa seperti itu..?

    setau dan sepengatuan saya, Jati diri Islam tidak akan pernah Pudar dan Surut, hanya karena salah Komentar, salah paham atau, salah tafsir..dan salah-salah lainnya..

    Islam akan tetap memiliki Cahayanya sendiri, yang tidak akan pernah pudar, walau awan kegelapan dan badai datang menerpanya…

    dapatkah PBB bisa memiliki cahayanya sendiri……?

  12. isbandiono (komentar #42)

    Maju,maju terus maju , tapi lihat masalalu yang pernah menjadi catatan sejarah.dalam partai Masyumi bukan tidak terjadi perbedaan yang tajam,tetapi beliau teta pdalam satu barisan,karena yang diperjuangkan mereka cita-2 yanglebih besar.Misalnya perbedaan tajam antara Kelompok Pak Natsir dan Kelompok Pak Sukiman dan antara antara Kelompok Pak Natsir dengan KelompokPaK Yusuf Wibisono.Mereka terdapat perbedaan yang tajam dan diperdebarkan dalam rapat partai,keluar mereka tetap bersatu. Ini merupakan [pelajaran bagi mereka yang pernah mengalamiperbedaan pendapat dalam PBB, tidak perlukeluar tetapi tetapmemperjuangkan cita-2 perjuangan PBB. Kalau beliau-2 yang keluar tersebut hanya berdiam diri saja tidak memperkuat minimal partai Islam. Dalam melihat masa lalu sebagai fakta sejarah yang harus diambi lpelajaran daripanya adalah begitu dekatnya pemimpin Masyumi dengan ulama setempat dan tokoh masyarakat.Sebagai contoh dekatnya hubungan tokoh-2 Masyumi dengan ulama Jakarta KH Abdullah Syafii.Keturunan Masyumi saat ini merindukan tokoh-2 Masyumi sekaliber Pak Syafrudin dalam bidang ekonomi,Pak Roem dalam bidang diplomasi dan singapodium Masyumi semacam KHM iSA ASHARY. Ketagasan Mr Mulyatno yang akan mundur dari Kabinet apabila RUU Anto Korupsi ditolak oleh DPR.Ummat merindukan adanya tokoh-2 yang berwibawa dalamPBB sesuai dengan bidang masing-2 yang sangat dibituhkan oleh bangsa DEWASA INI. Mari maju bersama atau kalau tidak mungkin PBB HANYA MENJADI CATATAN SEJARAH KARENA TIDAK MENCAPAI TRESHOLD YANG DITENTUKAN OLEH UNDANG-2.

    Masa kini tentu berbeda dengan masa lalu, mayarakat pemilih pada umumnya tidak mengetahui perjuangan Masyumi yang ingin dinilai adalah apa yang akan diperjuangkan oleh PBB.Thema kampanye hendaknya menyentuh hati rakyat jangan elitis sepertikkampanye tahun 1998 dengan thema Membumikan sistem atau thema kampanye tahun 2004 MENEGAKKAN SYARIAT ISLAM.Bukan itu salah benar seratus 100 % Membumikan sistem mungkin adalah perjuangan menegakkan demokrasi dan supremasi hukum tanpa pandang bulu , menegakkan syariayt Islam mungkin adalah bagaiamana Islam dapat memberantas kemiskinan , kebodohan , kedzoliman dan sebagainya menuju Indonesia yang sejahtera.Sebagai partai Islam jelas PBB akan menegakkan syariat Islam yang perlu dijelaskan bagaimana ajaran Islam berperan dalam hidup bermasyarakat dan bernbegara.
    Pandanglahmasa depan dengan optimisme dengan strategi jitu menghadapi pemilu 2009. Maju terus PBB dengan tetap istiqomah dalam memperjuangkan yang hak.Insa Allah

  13. mairodi (komentar #43)

    Bagus Bang YIM…
    Kami dukung Abang utk maju terus…pantang mundur. mengingat waktu semakin sempit dan pertarungan sudah di depan mata, selama itu ada peluang ambil Bang….
    abang harus banyak mempopulerkan diri Abang, meskipunsebenarnya Abang sudah terkenal tapi utk menghadapi pilpres 2009 Abang harus banyak di layar TV,mengingat pemilih indonesia masih terpengaruh oleh popularitas seseorang…….lakukan selama itu jadi jalan kebaikan……… beriklanlah mulai skg Bang………….sukses buat Bang YIM.

    http://www.mairodi-training.com
    http://www.mairodi.wordpress.com

  14. Ridwan Magelang (komentar #44)

    Salam buat kader PBB se Nusantara
    Maju terus buat semuanya, tapi organisasi harus dibenahi, training-training lebih diintensifkan, kebersamaan terus digalang, silaturahmi wajib digalakkan.
    buat bung YIM, kira-kira mau mencari pasangan dalam capres dengan siapa / dari kalangan mana ?

  15. Purnama (komentar #45)

    Assalamu’alaikum…. Allahu Akbar! tetap semangat menggapai masa depan Islam, dan muslim Indonesia…
    bersama, kompak, meski tak harus seragam… dan jalur koalisi masih terbuka lebar…
    lho kok ngak nyambung ya… he he he

  16. Ariedi (komentar #46)

    Reading ….. ( Praduga Huruf )

    GENDING Gambang Suling : Kumandang Yusril Ihza Mahendra

    Dan Entah apa Kitab Jawa yang pernah dibacanya = Gedebog Pisang
    Layar Tancap : Wayang Kulit - dalam ibarat – Sinom dhandang Gulo

    Ya – Tahulah Kau ! Back Street Boys In Complete

    Empty spaces fill me up with holes
    Distant faces with no place left to go
    Without you within me I can find no REST
    Where I’m going is anybody’s guess

    I tried to go on like I never knew you
    I’m awake but my world is half asleep
    I pray, for this heart to be unbroken
    But without you all I’m going to be is incomplete

    Voices tell me I should carry on
    But I am swimming in an ocean all alone
    baby , my baby
    It’s written on your face
    You still wonder if we made a big mistake

    I tried to go on like I never knew you
    I’m awake but my world is half asleep
    I pray, for this heart to be unbroken
    But without you all I’m going to be is incomplete

    I don’t mean to drag it on,but I can’t seem to let you go
    I don’t want to make you face this world alone
    I want to let you go (alone)

    I tried to go on like I never knew you
    I’m awake but my world is half asleep
    I pray, for this heart to be unbroken
    But without you all I’m going to be is incomplete

  17. Ariedi (komentar #47)

    Informasi Penyuluhan tutur – tinular , bahan Study So What ?! Dunia Maya Meliputi
    Baca komentar Ariedi : Puyeng !
    Jangan hidup di alam khayal pak. Bangun dong ah :-P - Andika ( Ayat 1 )
    Pak Ariedi.
    Saya yakin Anda memiliki suatu gagasan yang luhur dan mulia yang hendak disampaikan.
    Sayang sekali jika orang yang membacanya tidak mengerti bukan?
    Mengutip seorang sastrawan:
    “Why speak if you can’t manage perfect thoughts, perfect sentences?”
    Karena jika segala gagasan jenius dan kompleks Anda tersebut tidak dapat dimengerti, kami kami yang bodoh ini hanya akan mengira bahwa Anda gila atau kesepian. Sungguh menyedihkan jika demikian, sungguh amat disayangkan.
    Saya sebagai orang yang jauh lebih muda dari Anda, memohon maaf jika ada kata-kata saya yang menyinggung.
    Bonar ( Ayat 2 )
    duile mas Ariedi..
    saya harus belajar filsafat jawa 10 taon dulu baru bisa ngerti bahasa, makna dan tulisan sampeyan…
    QUO VADIS MR.ARIEDI? - Abra ( Ayat 3 )
    Wong namanya orang lagi “ngelmu”, ya kayak gitu. Makin diungkapkan, makin “angel ketemu” (sulit ketemu) he he he.. Makin dimasuki, ya makin gelap gulita, he he he.. (YIM) - Pasal 1.
    #Ariedi..
    Yang baca blog Bang YIM tdk semua sekampung atau seperguruan dgn anda. Jadi sudahlah, jangan bikin orang tdk nyaman membaca blog ini. Orang yang membaca blog ini mau dapat tambahan ilmu, bukan cari mantra.. - Nyong ( Ayat 4 )
    Ariedi, sekalian aja pake bahasa pedalaman India biar ngerti semua oke !!!!
    Achnoor ( Kitab Guru Besar Bocoran soal – aturan Klik Komentar - ) Selayang
    Pandang Dunia Maya = Bukan seperti Bertemu – gaul Dengan ORANG – tidak ada
    Siapa – siapa , disitu hanya Lelembut - Lelembut catu daya , Huruf yang disampaikan
    Melalui jasa satelit - Bukan aturan Inci kaki Purnawarman - Pijak Dunia Nyata , lain
    Lubuk , Lain ikannya - Lain Imigrasi , Lain BISA JADI ( Saget ugi = Tehknologi )

    Matur Nuwun atas segala masukannya, Mas. Beda pendapat nggak apa-apa. Satu hal yang ingin saya komentari, yakni mengenai Arab. Islam itu tentu tidak identik dengan Arab, sebagaimana Buddhisme — yang tidak boleh sampeyan lupakan kalau bicara tentang Borobudur — juga tidak identik dengan India. Pendapat sampeyan yang lain-lain, kebnayakan saya tidak sependapat, namun biarlah kita saling hormat-menghormati dalam perbedaan dan kebersamaan. (YIM) - Pasal 2 .

    Terima Bang atas informasinya. Saya pernah hadir waktu Alm. M Natsir ultah yang ke 80 di Masjid..
    Buat komentar no #26 Ariedi, buat baca komentarnya aja saya udah malas. - Guspiit
    ( p 2 – ayat 1. )

    Sekali lagi matur nuwun Mas. Pendapat sampeyan yang gandrung sama klenik itu bagi saya biasa-biasa saja. Yang lebih serem dari itupun sudah saya baca seperti tertuang dalam Serat Darmogandul dan Gatoloco. Bagi saya yang penting untuk direnungkan di zaman sekarang ialah wejangan Raden Mas Ngabehi Ranggawarsita dalam Serat Kalatida, khususnya bagian “Zaman Edan”. Di zaman edan ini “sopo sing ora edan, oran keduman”. Namun “sak bejo-bejo ne wong sing edan, isik bejo sing eling lan wospodo”. Almarhum Pak Zahid Hussein pernah menjelaskan kepada saya bahwa “eling lan wopodo” itu adalah istilah lain dari “zikrullah dan takwa”. Mudah-mudahan sampeyan setuju. Kalo nggak, ya gak opo-opo.. he he he.(YIM)
    Ngarso Dalem (Sri Sultan Hamengkubuwono X) pernah bercerita kepada saya, suatu ketika beliau berkunjung ke Suriname. Oleh Pemerintah di sana, beliau dipertemukan dengan tokoh-tokoh dari berbagai agama. Di antara yang hadir itu ada tokoh yang berpakaian khas Jawa. Ketika diperkenalkan beliau itu disebut sebagai tokoh “Gomo Jowo”. Sri Sultan sempat kaget, namun akhirnya beliau tertawa. Saya bersyukur KTP sampeyan tetap mencantumkan agama sampeyan Islam. Orang beragama itu kadang-kadang mengalami pergolakan batin yang dahsyat. Saya maklum akan hal itu. Mudah-mudahan sampeyan bersabar dan dapat menemukan jalan kebenaran di dalam Islam. (YIM)
    PASAL 3 ( Dari Komentator Darkum Sudiro )
    Memang hebat pak YIM
    saya dari tadi mengulang-ulang membaca komentar dengan bahasa susah itu, ndak paham-paham juga.
    Eh, malah Pak YIM bisa menjawab.
    :D
    He he he terima kasih. Sewaktu masih menjadi mahasiswa filsafat, saya berguru kepada Dr. Abdullah Tjiptoprawiro, dosen filsafat Jawa. Beliau itu putra dari Penghulu Ageng Kasunanan Surakarta. Segala macam kitab-kitab klenik Jawa saya baca tiap hari. Belakangan saya berguru dengan Prof. HM Rasyidi yang disertasinya doktornya tentang kitab Centini “Critique et Consideration du Livre Centhini” di Universitas Sorbonne, Paris. Beda dengan Pak Tjipto yang sangat kagum dan terpukau dengan Klenik Jawa, Prof. Rasjidi adalah pengkritik klenik yang tajam. Saya menelaah dengan agak dalam Aliran Pangestu dll. Belakangan saya baca juga karya-karya Dr. Simuh yang banyak meneliti tentang kebatinan Jawa. Mohammad Hari Suwarno, Pak Permadi SH dan Alm Pak Zahid Hussein adalah sahabat saya. Jadi saya sedikit maklum dengan klenik Jawa., walau tak dapat mengatakan ilmu saya dalam mengenai hal itu. Bahwa klenik itu campur aduk, sinkretisme berbagai aliran keagamaan dan kadang-kadang nampak sinis terhadap Islam, ya.. nampak seperti dalam tulisan Pak Ariedi itu. Puncak dari sinisme itu dalam literatur Jawa klasik tercermin dalam Serat Gatoloco dan Darmogandul yang saya sebutkan di atas tadi. (YIM) Pasal 3 ayat 1
    Mas Ariedi,
    Bahasa tulisan sampeyan ora mudeng aku, pakai bahasa indonesia bae lahhh…sing iso di woco ngono
    Sampeyan iku nulis dari gua di gunung to? - Hadi . M ( P 3 – ayat 2 )
    Sekali lagi matur nuwun Mas. Pendapat sampeyan yang gandrung sama klenik itu bagi saya biasa-biasa saja. Yang lebih serem dari itupun sudah saya baca seperti tertuang dalam Serat Darmogandul dan Gatoloco. Bagi saya yang penting untuk direnungkan di zaman sekarang ialah wejangan Raden Mas Ngabehi Ranggawarsita dalam Serat Kalatida, khususnya bagian “Zaman Edan”. Di zaman edan ini “sopo sing ora edan, oran keduman”. Namun “sak bejo-bejo ne wong sing edan, isik bejo sing eling lan wospodo”. Almarhum Pak Zahid Hussein pernah menjelaskan kepada saya bahwa “eling lan wopodo” itu adalah istilah lain dari “zikrullah dan takwa”. Mudah-mudahan sampeyan setuju. Kalo nggak, ya gak opo-opo.. he he he.(YIM)
    Ngarso Dalem (Sri Sultan Hamengkubuwono X) pernah bercerita kepada saya, suatu ketika beliau berkunjung ke Suriname. Oleh Pemerintah di sana, beliau dipertemukan dengan tokoh-tokoh dari berbagai agama. Di antara yang hadir itu ada tokoh yang berpakaian khas Jawa. Ketika diperkenalkan beliau itu disebut sebagai tokoh “Gomo Jowo”. Sri Sultan sempat kaget, namun akhirnya beliau tertawa. Saya bersyukur KTP sampeyan tetap mencantumkan agama sampeyan Islam. Orang beragama itu kadang-kadang mengalami pergolakan batin yang dahsyat. Saya maklum akan hal itu. Mudah-mudahan sampeyan bersabar dan dapat menemukan jalan kebenaran di dalam Islam. (YIM) -
    Monggo Kulo aturi pirso : Praduga Huruf Jeneng siro KULUP – Look so good YIM
    Yang tidak mampu yang tersirat , saya sarankan bergaul Orang saja – Tidak perlu
    Ditambah Bergaul dengan Perasaan Huruf – Imej - + Kesan kata – kata Di dunia
    Maya – apalagi kalau ghak Mudheng Istilah : LAJU MENANG DHEWEK -
    Yaitu dugaan Sementara pada Huruf sajian Bung Yusril = Menggunakan diriku ,
    Sebagai TITIAN IMEJ – Dienye ketengok = Arjuna Mencari Cinta – sementara Aku dibiarkan terpedaya = Jembatan BURIS RAWA MERINDU BULAN – belum jadi
    Presiden saja , sudah tidak mau bagi – bagi Look so good , Pepodho Sejatining Lanang –
    Sesame suka belajar dan Minat Baca yang Lumayan + Saudara setanah air pula …..
    Itu sekali lagi , hanyalah wawasanku , mengenai Kesan + Imej paparan kata – hanya
    Menilai Huruf – Bukan Orang – Disini , Tidak ada siapa – siapa , hanya Nuansa kata .

  18. furqon (komentar #48)

    kanggo kang Edi, abdi oge bagja ningan aya batur salembur oge hehehehe
    Dari dulu, keluarga besar saya termasuk keluarga Masyumi dan Insya Allah sekarang jg masih mendukung PBB.
    mengenai koreksi internal, kita sudah mengajukan mosi tidak percaya kepada DPC kota Bandung dan akhirnya PAC Margacinta kota Bandung dibekukan sampai sekarang. Pemilu 2004 yg lalu kita masih memilih PBB tp hanya untuk DPR dan DPRD I tp tidak untuk DPRD II.
    Sedih saya melihat silaturahim sudah tidak terjalin lagi.

    wassalam
    Furqon

  19. Arie Ashford (komentar #49)

    # 27, Andika
    SAya tak mengerti bagian kalimat yang “mengancam’dari GusPiit (#26).
    kalau pada kalimat “Saya mohon Sdr. Moh Arif Widarto berhati-hati bicara soal Islam. Saya tidak tahu dipihak mana anda?”ditarik kesimpulan yang “mengancam” dari penggalan kalimat ‘…hat-hati..’, kiranya Andika perlu lebih luas mencermati kalimat tanya-nya Gus Piit. Karena, ada kalimat begini, “berhat–hatilah dalam berkomentar!” Nah?
    terlepas dari itu, Saya sepakat dengan semangat Gus Piiit, agar kita semua tidak sembarangan menyampaikan kalimat atau untaian kata yang justru menimbulkan salah penafsiran.
    Pernahkah Sdr. Andika fikirkan bahwa “sedikit saja kami (yang merasa ISlam ini) meragukan kesempurnaan Islam, jelas dalam aturan agama kami dinyatakan sebagai KAfir!” DAN KAMI TAK MAU HAL ITU TERJADI.
    Jadi, berhati-hati memang perlu. Apalagi terkait soal keimanan.
    Wassalam

  20. ramadhan (komentar #50)

    assalamualikum
    saya sangat setuju dengan apa yang dikata kan oleh pak yusril bahwa kita harus bergerak mulai saat ini.
    kita jangan mau kalah dengan partai partai besar.kita harus menjadi diri kita sendiri kita juga harus mencontoh perjuangan partai masyumi dahulu kala dimn partai itu berjuang dengan sangat gigih.
    kita jangn mecontoh PKS yang ingin mendapat kan masa dengan segala cara,mungkin yang saya tau pks menghalal kan yang nama nya 7 hari,tahlilan yang nama ingin mecari popularitas mereka.
    ayo para kader bulan bintang anda bisa memperjuang kan partai ini sampai darah terakhir untuk menegak akn kalimat allah di bumi nuasantara.
    saya tidak akan berpartai selain dengan bulan bintang.seperti janji nya bang yusril
    dan juga seperti janji nya muhammad nasir derngan masyumi nya.
    ayo kita bisa memenangi pemilu 2009.
    untuk anggota dewan yang berasal dari bulanbintng tetapi janji mu untuk meyetor kan sedikit gaji anda untuk kemaslahatan partai bulan bintang.
    terus tingkat kan kinerja bulan bintang di parlemen,hindari korupsi,kolusi n nepotisme.
    Bagi kader-kader Partai Bulan Bintang jangan berkecil hati mendapatkan nomor urut 27. ini merupakan berkah rahmat Allah. pada tanggal yang sama 27 Rajab, Rasulullah SAW naik ke Arsy menjemput sholat sebagai tiang agama. untuk itu kita berharap pada Pemilu 2009 PBB makin jaya, maju dan kredible sebagai sebuah partai politik yang berprinsip keummatan dan kebangsaan dan menjadi penyangga untuk tegaknya syari’at Islam.
    PARTAI BULAN BINTANG
    KAMILAH PENDUKUNGMU

    AYO MAJU…MAJU
    MAJU TERUS MENUJU JALAN YANG LURUS

    Insyaallah
    Bila Imam, Ketua Majelis Syura telah Bertitah
    Layar Telah Dikembangkan,
    Genderang Perang pun Telah Ditabuh.
    Setuju, Maju Mengajak Umat
    Memilih Partai Bulan Bintang.

    Sikap kami, satu saja
    Sami’na wa atha’na,
    Kami dengar dan kami patuh.
    Dan, kami KERJAKAN.

    Bismillah tawakalna ‘alaall

  21. Firman (komentar #51)

    Saya adalah salah seorang yang mencoblos PBB pada PEMILU 2004 yang lalu, alasan salah mencoblos waktu itu didasari ideologi PBB yang ingin menjalankan syariat Islam. Jadi teruslah maju berpinsip pada ideologi itu.

    Maju terus PBB…………….
    Mudah2an PBB masih memikat hati saya pada PEMILU 2009 nanti.

  22. hanyfa (komentar #52)

    Buat mas ariedi, saya sarankan kalau bikin komentar tolong gunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh pembaca blog yang lain supaya kami dapat menyelami pemikiran anda. Saya yakin anda orang cerdas dan pintar, jadi gunakanlah bahasa yang cerdas dan pintar. Ini zaman sudah berubah mas, bukan zamannya gajah mada lagi atau zamannya mpu tantular. Mas tidak sedang bertukar pikiran dengan ki joko bodo yang begitu klenik, tapi dengan orang2 yang sudah tercerahkan pola pikirnya dan tidak terperangkap kepada segala macam jampe2 mbah jambrong. Mas jangan sok jadi orang jawa. Blog ini tidak diperuntukan bagi orang2 yang mempunyai mental sektarian etnis. Saya yakin yang hadir di blog ini berasal dari berbagai etnis dan suku, jadi bukan orang jawa semua. Jadi, sadarlah mas ini bukan lagi zamannya majapahit.

  23. Bhq (komentar #53)

    Semoga PBB dengan bang YIM bisa berkampanye dengan cara yang cerdas dan betul-betul mendidik dan informatif. Tidak memakai cara-cara kuno seperti “goyang dangdut”, pawai yang bikin macet dan sejenisnya.

  24. ISRAL BAHAR (komentar #54)

    Saya setuju dengan abang, bahwa keputusan KPU yang sudah diputuskan sebenarnya sudah final, ini terjadi pada 7 parpol adalah penuh unsur politisnya, maju terus PBB selamatkan NKRI dan Perekonomian dimasa akan datang bang ….. majulah Capres 2009

  25. Ariedi (komentar #55)

    Salam Perapian Nasional – dan Kehangatan Keluarga !

    Bung Yusril , …
    Ide dasar ku Samuk situs awak mu , sesungguhnya hanya mewakili , perihal Pemilik Hak Pilih , yang Ulang kali terkecoh – Salah gamitan
    Kaweruh Budi , akibat Kurang ketajaman Insting , yang mungkin saja akibat Di fokuskan pada urusan Ber Naluri Bisnis – atau karena belum ada sarana Untuk ( Istilah C / A ) : NGUJI TENAGA PEMATANG KITA
    Seperti Disini – yang memiliki banyak mungkin , seperti Plus kata : DISINI +
    CINTA PERTAMA KALI BERSEMI , yang berasal dari gaul Huruf dan praduganya , Mengali menuju lahan pandangan Dunia Nyata . - yang perlu jadi simak Bung Yuril – selaku kami tuwo ( seperti istilah Old cat Syd Barreett = kami tuwo Pink Floyd ) sederhana saja – jangan seperti menghadapi Orang di Tanah Electron Dunia Maya – apalagi anda tidak kenal sosok Panji asmoro bangun nya , jadi ya – Tembak langsung saja – Langsung Menghisap sari madu Hurufnya saja , kali kali ada yang seperti dari : Pulau Melati Pujaan Bangsa – sejak Dulu kala – melambai – lambai ketengoknya …. !

    Maka walaupun anda termasuk , tidak lolos sensor ujian dari sosok balung kait Wingi Negri Kekuatan Regenerasi 10281928 , tidak harus membuat anda Mutung , masygul – In too deep , Genesis – karena bahan ujiku – Level Ujian sakti dari Negara WARIS : Kesaktian Pancasila – karena jadi pemimpin Negri yang majemuk , dan arahnya sudah tampak Terkilir Pinesten kodrat , kehilangan kawuningan rasa Kemuliaan Mahkluk Mulia , Insani Bumi Ibu – Menuju predikat Bangsa yang Durhaka – So pasti yang di perlukan adalah Pemikiran : Sakti , pilih tanding – Swiwiwi Budi Pekerti , Bukan SUCI – Bank of Sperm , maha suci Insani , special effect Cry baby – SAKTI , itu istilah yang lebih Mencakup YOGANIRO – Pernyataan saudara Tubuh alam semesta , kita manusia di bumi adalah Keluarga besar alam , ya tentu saja = wajib Hukumnya untuk menjadi bagian Tubuh keluarga Jagad raya : Seru Asyik Punya . - Bukan malah nyata Ikut merusaknya , menjadi Bangsa yang ternasuk mencemari lingkungan di Era Global Warning .

    So , apakah Diri – jati Bung Yusril , seperti yang jadi pemikiran + Gundah gulana Kami dewasa ini : Do You Feel Like We Do ?
    ( Remember Song – 70’an - Peter Frampton )

    Woke up this morning with a wine glass in my hand
    Whose wine, what wine, where the hell did I dine?
    Must have been a dream I don’t believe where I’ve been
    Come on - you wanna do it again?
    Do you, you feel like I do?
    Do you, you feel like I do?
    My friend got busted just the other day
    They said don’t walk, don’t walk, don’t walk away
    He drove into a taxi bent the boot hit the back
    Had to play some music otherwise he’d crack
    Do you, you feel like I do?
    Do you, you feel like I do?

    Champagne for breakfast and a sherman in my hand
    ***** top, ***** tails - never fails
    Must have been a dream I don’t believe where I’ve been
    Come on - you wanna do it again?
    Do you, you feel like I do?
    Do you, you feel like I do?

  26. HAYAT ZAINUNI (komentar #56)

    TENTANG SYARIAT ISLAM

    Tidak ada yang salah tentang syariat Islam, yang salah adalah aplikasinya. Terbukti negara yang sekuler nyatanya justeru mampu mengaplikasikan apa itu etika dan peradaban secara islami (bersih, tertib, santun, saling menghormati perbedaan, amanah dll).

    Cobalah kita berpikir terbuka, saya sependapat dengan bung vavai. Buka pula tentang pemahaman pembangunan bangsa yang terdiri dari berbagai suku bangsa, agama. Untuk apa memaksakan kehendak yang pada akhirnya justeru merugikan dan kontra produktif. Bukankah cara-cara para wali dalam sejarah memberi pelajaran buat kita untuk menyusun kembali tulang-tulang yang berserakan menjadi satu dalam kalimat syahadat?

    Lebih elegant bila kemauan menegakkan dan menerapkan Syariat Islam cukup tersirat saja bukan tersurat.
    RASANYA AKAN DAPAT MEMBERIKAN RESPON POSITIF DARI NON ISLAM, KARENA SIKAP SEBAHAGIAN UMMAT MAYORITAS INI SANTUN, RAMAH DAN MENGHARGAI SESAMA MANUSIA, SALING MELINDUNGI MESKI BERBEDA TAUHID!

    BUKANKAH DAKWAH ITU SEBAIKNYA DISAMPAIKAN KEPADA MEREKA YANG TIDAK SEIMAN, CARANYA DENGAN SIKAP DAN PERBUATAN SEHINGGA MUNCUL RASA SIMPATIK DAN PADA AKHIRNYA TERTARIK.

  27. detnot (komentar #57)

    Kalo saya gk milih PBB masih boleh komen di blog ini kan pak Yusril?

  28. Vavai (komentar #58)

    #Detnot,

    Banyak dari pengisi komentar disini bukan kader / pendukung PBB, bahkan di posting yang lain justru kontra dengan YIM dan itu tak masalah.

    Silakan sampai komentar anda. Buktinya, komentar anda diatas kan tidak dihapus / moderasi :-D

    Maaf, mendahului pak YIM.

  29. Agus Nizami (komentar #59)

    Jika pak Yusril terpilih jadi presiden apakah pak Yusril akan:

    1. Menaikan harga BBM mengikuti harga Internasional?
    2. Menjual BUMN2 yang ada (Privatisasi)?
    3. Membiarkan MNC menguasai 90% migas Indonesia?
    4. Membiarkan perguruan Tinggi Negeri dan Rumah Sakit Pemerintah diprivatisasi?
    5. Memberikan lahan minimal 2 hektar kepada petani?
    6. Memilih orang2 Neoliberalis sebagai menteri?

    Cukup 6 pertanyaan itu yang mudah2an bermanfaat bagi yang lain.
    Silahkan baca kumpulan artikel dari media massa tentang situasi Indonesia pasca kenaikan BBM di:
    http://infoindonesia.wordpress.com

  30. joe (komentar #60)

    Assalamu’alaikum.
    Saya pengagum berat bang YIM sejak lama. Saya sangat menyukai gaya bang YIM dalam menjelaskan suatu masalah baik dalam kapasitas sebagai politisi maupun sebagai akademisi, runut dan jelas. Sebagai seorang Muslim tentu saya sangat mendukung pencalonan bang YIM sebagai Capres 2009. Walaupun slogan yang di usung bang YIM adalah Syariat Islam namun saya dengar banyak kalangan non Muslim yang mulai menyatakan dukungannya atas pencalonan bang YIM, ini membuktikan kepiawaian bang YIM dalam menjelaskan dan mengkomunikasikan syariat Islam kepada kalangan non Muslim. Namun ada satu hal yang agak mengganjal saya atas penampilan bang YIM di depan publik, cara berpakaian bang YIM yang “terlalu casual” nampaknya agak kurang sedap di pandang mata. Saya sangat berharap sebagai seorang tokoh Muslim bang YIM dapat lebih memperhatikan cara berpakaiannya.
    Wassalam.

    ‘Alaikum salam. Tidak ada cara berpakaian yang dapat memuaskan semua orang yang memandangnya. Itu saja masalahnya. Saya pakai jas dan dasi juga dikritik. Pakai baju batik juga dikatain. Pakai baju koko dan pakai kopiah dikatan orang tua. Pakai jeans dikatakan “terlalu casual” seperti pendapat anda. Saya pakai baju Melayu dikatakan kayak orang mau menari. Saya pakai baju putih lengan panjang, juga dikatakan meniru gaya Tony Blair. Saya pakai jubah dan sorban, dikatain lagi niru-niru orang Arab. Kalau saya pakai baju Cheng Ho dii luar film, anda juga mungkin akan tertawa melihatnya. Saya sendiri kadang-kadang bingung. Islam hanya menyuruh agar menutup aurat. Soal mode adalah masalah kontemporer belaka.

Pages: « 1 [2] 3 4 5 6 7 8 9 10 » Show All

Punya pendapat? Sampaikan pendapat Anda