Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Lambang Partai Bulan Bintang
PBB telah memastikan diri maju ke Pemilihan Umum 2009 dengan Nomor Urut 27. Melalui Blog ini saya menyerukan kepada segenap Keluarga Besar Bulan Bintang untuk bersiap-siap maju ke pemilihan. Hanya satu kata yang harus kita pegang: Maju! Kepada segenap jajaran pengurus PBB dari pusat sampai ke daerah-daerah, saya serukan untuk segera bergerak melakukan sosialisasi tanda gambar, program dan memperkenalkan calon-calon legislatif PBB di semua tingkatan. Waktu tak banyak lagi untuk termenung dan berpangku tangan. Waktu tak banyak lagi untuk berdebat ke dalam, karena kita harus tampil keluar dengan satu sikap: Maju!
PBB harus menyadari kesalahan masa lalu: Partai ini belum merakyat. PBB masih dianggap partai elit intelektual berbasis perkotaan. Padahal bagian terbesar rakyat kita ada di kampung-kampung dan desa-desa. Rakyat harus diyakinkan bahwa PBB mempunyai cita-cita mulia memajukan bangsa dan negara, serta rakyat kita seluruhnya. Tunjukkan kepedulian dan perhatian yang besar dari partai ini kepada rakyat miskin di kampung-kampung. Bukan saja kampung-kampung terpencil, tetapi juga kampung-kampung yang ada di tengah kota-kota besar. Perbaikan kampung, dalam arti penataan lingkungan, penyediaan fasiltas umum, dan lapangan kerja bagi mereka yang tinggal di kampung menjadi pusat perhatian kita. PBB ingin rakyat sejahtera, adil dan makmur serta bebas dari rasa takut. PBB tidak ingin harga-harga kebutuhan pokok, biaya kesehatan dan pendidikan mahal dan tak terjangkau oleh rakyat. PBB ingin menjalankan kebijakan energi nasional yang berpihak kepada rakyat, sehingga harga BBM dalam negeri tidak mengalami gonjang-ganjing karena fluktuasi harga minyak di pasaran internasional, akibat ulah para spekulan dan mafia minyak dunia.
PBB adalah Partai Islam dan sekaligus Partai Indonesia. Sebagai Partai Islam, PBB melandaskan perjuangannya pada ajaran-ajaran Islam yang berlaku universal dan bersifat “Rahmat Bagi Sekalian
Alam” sebagaimana dikatakan al-Qur’an. Universalisme ajaran Islam, terutama tentang asas keadilan, kejujuran, kebenaran, pemihakan kepada kaum yang lemah dan tertindas, penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia apapun agama yang mereka peluk, adalah asas perjuangan PBB. Segenap warga PBB wajib menjunjung tinggi akhlak yang mulia, wajib menunjung tinggi norma-norma etik Islam yang universal. Politik adalah bagian dari dakwah untuk mengajak manusia ke arah kebajikan dan menolak kemungkaran. Tidak akan ada pihak yang dirugikan dengan prinsip-prinsip ini.
PBB memang memperjuangkan tegaknya syari’ah Islam dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kita. Kita menjunjung tinggi kemajemukan masyarakat kita. Syari’ah Islam dalam arti peribadatan — seperti solat, puasa dan haji — dapat dilaksanakan umat Islam seluas-luasnya, tanpa sedikitpun kewenangan negara untuk mencampuri atau menghalanginya. Syari’ah Islam dalam kehidupan pribadi dan keluarga – seperti perkawinan dan kewarisan — dijamin untuk dilaksanakan bagi umat Islam, sebagaimana umat beragama lain juga tunduk kepada ketentuan-ketentuan agama mereka. Syari’ah dalam kehidupan yang lebih luas yang berkaitan dengan hukum publik, adalah sumber hukum yang universal, yang dapat ditransformasikan ke dalam hukum nasional atau peraturan di daerah-daerah. Kalau sudah selesai ditransformasikan, maka namanya bukan lagi syari’at Islam, melainkan hukum nasional Republik Indonesia atau Peraturan Daerah, atau peratiran lainnya yang merupakan hukum negara Republik Indonesia.
Bukan hanya syari’ah Islam sebagai sumber hukum yang kita transformasikan, asas-asas hukum Adat, Hukum Eks Kolonial Belanda yang telah diterima masyarakat, dan juga konvensi-konvensi internasional yang telah kita ratifikasi, semuanya adalah sumber hukum, di samping Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Asas dan cita-cita perjuangan PBB adalah sejalan dengan kemajemukan bangsa Indonesia. PBB menjunjung tinggi asas Bhinneka Tunggal Ika. Asas ini disahkan menjadi kata-kata yang diletakkan di dalam lambang negara Garuda Pancasila. Pengesahan itu dilakukan oleh Perdana Menteri Dr. Sukiman Wirjosandjojo di tahun 1952. Dr. Sukiman adalah Ketua Umum Pertama Partai Masyumi, Partai Islam yang memberi inspirasi kepada asas dan perjuangan PBB.
Dengan berasaskan Islam dan menimba inspirasi dan motivasi yang seluas-luasnya dari ajaran Islam yang universal itu, PBB berjuang untuk memajukan bangsa dan negara Republik Indonesia. PBB tidaklah “menjual” agama sebagaimana dituduhkan orang-orang sekuler-nasionalis, karena agama bukanlah barang dagangan yang dapat diperjual-belikan. Karena itulah, saya mengatakan bahwa PBB di samping sebuah Partai Islam, adalah juga Partai Indonesia. PBB akan terus berjuang membela tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia dan nama Republik Indonesia itu. PBB tidak berniat untuk mengubah nama negara kita menjadi Republik Islam Indonesia seperti sering dituduhkan kepada PBB. Namun PBB memperjuangkan ajaran Islam yang universal dapat menjiwai dan menyemangati kehidupan bangsa dan negara kita, dengan tetap menjunjung tinggi dan menghormati keberadaan pemeluk-pemeluk agama lainnya, sesuai dengan jaminan ajaran Islam tentang kemerdekaan memeluk agama dan menjalankannya, yang semuanya adalah sejalan dengan ketentuan-ketentuan di dalam Undang-Undang Dasar 1945. PBB dengan tegas menolak sekularisme, yang bercita-cita ingin memisahkan urusan keagamaan dengan urusan kenegaraan. Namun PBB bukan hanya menginginkan Umat Islam menjadi maju, tetapi menginginkan agar semua umat beragama yang merupakan bagian dari rakyat dan bangsa Indonesia harus sama-sama mencapai kemajuan. PBB bukan hanya ingin agar umat Islam dapat dengan leluasa menjalankan ajaran agamanya, melainkan semua pemeluk agama dapat menjalankan ajaran agama mereka dengan leluasa, aman dan sentosa.
Besar atau kecilnya PBB akan ditentukan oleh Pemilihan Umum 2009, yang kampanye sosialisasi pesertanya dimulai pada pertengahan bulan Juli ini. Tunjukkan kepada rakyat bahwa PBB adalah partai Islam yang moderat dan memperjuangkan cita-citanya melalui saluran-saluran yang sah menurut hukum yang berlaku. PBB adalah partai yang menjauhkan diri dari cara-cara kekerasan, kebrutalan dan pemaksaan dalam berjuang. PBB menolak politik uang, dengan cara membeli suara rakyat, sehingga mereka kehilangan haknya untuk memilih sesuai keinginan hati nuraninya. PBB juga menolak cara-cara kampanye yang tidak sejalan dengan norma-norma etika. Kami menolak “black campaign” dan menganggapnya sebagai sesuatu yang tegas-tegas melanggar suruhan agama.
Kepada seluruh Keluarga Besar Bulan Bintang saya menyerukan: ajaklah tokoh-tokoh agama, para ulama, para ustadz/ustadzah, muballigh-muballighoh, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh adat, pemuda, mahasiswa dan pelajar dan seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung PBB dalam Pemilu 2009. Lakukan sosialisasi partai sekarang juga! Jangan menunggu! Kita berpacu dengan waktu untuk meraih kemenangan. Tidak ada kemenangan tanpa perjuangan dan kerja keras! Allah Ta’ala tidak akan mengubah nasib sesuatu kaum, sebelum mereka berjuang keras untuk mengubah nasib dirinya sendiri. Karena itu, jangan biarkan PBB menjadi partai kecil, partai gurem yang tak ada artinya dalam kiprah perpolitikan nasional kita! PBB harus menjadi partai besar yang kuat, dan memberikan kontribusi yang besar bagi kemjauan masyarakat, bangsa dan negara!
Tidak ada pilihan lain bagi seluruh Keluarga Besar Bulan Bintang dalam menghadapi Pemilu 2009 kecuali:
HANYA ADA SATU KATA: MAJU!
Insya Allah, Tuhan akan memberkati perjuangan kita!
Hasbiyallahu wa ni’man wakil
Cetak artikel Oleh Yusril Ihza Mahendra — July 10th, 2008
295 tanggapan untuk “HANYA ADA SATU KATA: MAJU!”
Pages: « 1 2 3 4 5 6 7 8 [9] 10 » Show All
Abu Ghifari (komentar #241)
Saya baru kembali dari daerah LAMPUNG & SUMSEL, seperti biasa mumpung lewat darat sekalian lihat2 dominasi atribut2 partai di daerah, cuma sekilas aja sih, mungkin gak bisa jadi ukuran, tp spt pemilu2 sebelumnya ada hubungan jg lho ramainya atribut dgn perolehan suara, hasilnya sementara ini PBB seperti biasa selalu kedodoran, tidak pantas rasanya utk partai yg telah 2 kali ikut pemilu dgn nama & lambang yg sama (cuma ada 6 partai lho termasuk PBB). Masak kalah agresif dgn partai2 baru spt GERINDRA, HANURA, bahkan PPRN, bagaimanapun penyebaran atribut merupakan awal sosialisasi partai kan.
Terima kasih utk Pak Purnomo S & Pak Suriansyah yg telah memberikan alamat e-mailnya, nanti kita diskusi internalnya aja ya sesama pengurus PBB, mudah2an ada masalah2 internal yg bisa kita upayakan penyelesaiannya dgn cara berjama’ah, jika ada pengurus2 PBB dari daerah lain yg telah menjadi penghuni aktif di blog Abang kita ini semoga berkenan bergabung jg, kita coba aja mengaktifkan milis bulan bintang yg mungkin dulu pernah ada.
Utk Pak Purnomo, sy memang putra asli Langkat, tp mohon maaf sy bukan pendiri PBB di sana, sy tinggal di Jakarta sejak kecil, sy tentu saja tdk pernah kenal dgn nama yg bpk sebutkan itu, sy jg sepakat kalau partai ini mau maju sebaiknya cara2 perekrutan caleg dgn cara nepotisme spt itu harus kita lawan.
Demikian, untuk Bang YIM .. kemana aja sih ?, masak tamu2 PBB di blog ini gak di-sapa2 lagi, memuliakan tamu itu kan wajib bang, entar kalo pada cabut PBB rugi deh ..
October 21st, 2008 at 8:38 am
R. H. Aries Munandar (komentar #242)
Assalamu’alaikum,
Persaingan ke puncak pimpinan RI 1 memang sangat ketat. Sebagian besar rakyat kita tampaknya sangat pragmatis, mereka bisa saja lupa dengan sejarah ORLA dan ORBA yang berkuasa atas negeri kaya ini tetapi belum menunjukkan hasil optimal dalam mensejahterakan kebanyakan rakyatnya. Sistem yang diterapkan di negera ini boleh jadi bukan sesuatu yang perlu ditiru untuk kondisi negara kita ini, belum lagi masalah penegakan hukum, sosial budaya dan keterandalan SDM yang tidak menunjang berdirinya negara Indonesia yang adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan (suatu fenomena yang pernah terjadi di era kejayaan Islam). Sebagai umat Islam tentu kita percaya bahwa Islam yang kita yakini sebagai agama yang membawa rahmat bagi semesta alam (manusia dan lingkungan) merupakan jalan terbaik untuk menjadikan Indonesia itu adil dan makmur dan sesuai dengan cita-cita pendiri Republik ini yang mayoritas juga beragama Islam. Namun sayang, hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun berlalu, sosok-sosok politisi Muslim yang dihormati dan disegani oleh kawan maupun lawan politik belum juga tampak muncul secara meyakinkan. Partai yang banyak berdiri saati ini dan sebagian diantaranya berazaskan Islam ternyata belum mampu menarik animo masyarakat untuk memilihnya. Apa yang terjadi dengan partai Islam kita ini? Berbagai konflik internal, tidak adanya PCP (Politics Conduct Policy) yang komprehensif, kualitas Kepemimpinan serta pendidikan kader yang kurang tertata baik meruapakan bagian dari kelemahan sejumlah partai kita.
Peluang untuk menjadikan PBB sebagai partai alternatif yang menjanjikan masih terbuka lebar. Menurut hemat saya, faktor pertama yang harus dibenahi dalam situasi dan kondisi di Indonesia ini adalah proses perekrutan dan pelatihan para pucuk pimpinan diberbagai tingkatan baik di daerah maupun pusat (DPC s/d DPP). Setelah itu, diperlukan PCP yang harus dijalankan oleh semua kader dengan mekanisme pengendalian tertata dengan baik. Melalui perkerutan, pelatihan dan pengembangan kader yang komprehensif dan sistemik diharapkan akan muncul kader-kader PBB yang siap “beribadah muamalah” khususnya di level legislatif dan eksekutif bahkan untuk level RI 1.
Sebenarnya saya ingin sekali meneruskan pandangan saya ini sekedar urun rembug agar PBB yang membawa visi dan misi mulia ini dapat berkembang sesuai harapan kita bersama. Lain waktu saya lanjutkan, Insya Allah, sambil menunggu tanggapan dari rekan-rekan yang berminat dengan masalah ini.
October 22nd, 2008 at 9:50 am
abu alam (komentar #243)
as w. sebelum mengintruksikn yang lain, harusnya siapkan kader islam itu dengan contoh teladan akhlak pa yusril, istrinya dan keluarganya dengan terlihat begitu kuat dan teguh dengan komitmen islam dan da’wah,kedekatan dengan ummat yang du’afa nan miskin , baru intruksinya efektif.
wassalam wr wb
dari yang merindukan partai islam jaya dan berhasil dengan cara cara islami
October 31st, 2008 at 5:47 am
Aries Musnandar (komentar #244)
Aww.,
Saya merindukan partai yang memiliki platform Islami dan dikelola secara Islami pula oleh para pengurusnya yang benar-benar mengabdi untuk umatnya bukan semata-mata menncari kedudukan atau jabatan. Sudah adakah partai dengan pengurus seperti itu di Indonesia?
October 31st, 2008 at 4:12 pm
Purnomo Senja (komentar #245)
Satu lagi pertanyaan dari KAMI.
MAMPUKAH KITA MAJU DENGAN KEADAAN SEPERTI INI ???!!!
Andaikan Kalimat “Dunia Dalam Berita” dapat kita rubah menjadi “PBB Dalam Berita”
MASIH ISLAMKAH PBB ???
DAFTAR CALEG SEMENTARA DPRD SUMUT
Melalui Media Koran Harian Waspada, Sabtu 27 September 2008 kami mendapatkan laporan DCS DPRD SUMUT dari Partai Bulan Bintang. Kami mengajak Rekan-rekan simpatisan, kader dan para pejuang Syari’at Islam di PBB untuk benar-benar mempertimbangkan keabsahan dan kelayakan para DCS tersebut sebelum menjadi Bumerang bagi kita semua.
Untuk Daerah Pemilihan Sumatera Utara XI (Langkat & Binjai) :
1. Kevi Novlianhar, ST (Sang Bendahara KAPPU PBB SUMUT yang menjadi salah satu aktor pencetus dan pelaksana RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN di saat Ketua KAPPU PBB SUMUT mendapat musibah dengan meninggalnya Almarhum Bang Imad di Jakarta. Diapun BELUM ADA memberikan kontribusi Positif apapun terhadap DPC PBB Langkat selama ini).
2. Ferry Suando Tanuray Kaban, SE (Inilah sosok KEPONAKAN Ketua Umum PBB (MS. KABAN) yang sama sekali tidak pernah berkecimpung di DPC LANGKAT dan diapun tidak berdomisili di Binjai alias sudah selalu menetap di Jakarta. Namun, aktor-aktor pencetus RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN berusaha mati-matian memperjuangkan Sang Ponakan Ketua Umum ini untuk diletakkan di Nomor Urut 2 yang mungkin dengan maksud untuk mendapatkan simpati khusus dari Ketua Umum. TIDAK ADA setitikpun KONTRIBUSI yang sudah pernah ia lakukan di DPC LANGKAT, tapi dia berhasil mencapai pada Puncak Nomor Urut 2 dengan diadakannya RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN tersebut. Dan kamipun yakin PENGURUS DPC PBB Langkat tidak banyak yang kenal dengannya, konon lagi masyarakat Langkat ! Akankah Partai Bulan Bintang yang merupakan Partai ISLAM dan memperjuangkan Tegaknya Syari’at Islam di Nusantara ini berubah menjadi PARTAI KKN ??? ).
3. Drs. H. Abdullah Abdul Rahim (Sang Ketua KAPPU PBB SUMUT yang juga sebagai PENDIRI DPC PBB Kab. Langkat inilah yang DIZHOLIMI oleh aktor-aktor pencetus RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN sehingga menempatkan KETUA KAPPU PBB SUMUT pada urutan Nomor 3. Anehnya, salah satu alasan dari para aktor RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN tersebut adalah disebabkan adanya Stiker KETUA KAPPU ini yang memaparkan SLOGAN : “BERANI MENGATAKAN BENAR DI HADAPAN PENGUASA YANG DZOLIM”. Para aktor tersebut menilai SLOGAN tersebut akan membahayakan bahkan dapat menghancurkan CITRA PBB SUMUT, sehingga MEREKA berusaha mengadakan RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN yang dimamfaatkan di saat-saat sang KETUA KAPPU ditimpa musibah dengan meninggalnya Almarhum Bang Imad di Jakarta. Ironisnya lagi, hasil RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN tersebut dinyatakan SAH oleh KETUA UMUM DPW PBB SUMUT dan SEKRETARIS UMUM DPW PBB SUMUT walaupun hasil keputusan RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN tersebut TANPA dibubuhi tanda tangan dari Ketua KAPPU PBB SUMUT).
Untuk Daerah Pemilihan Sumatera Utara I (Medan) :
1. Ir. Bustinursyah,MSc,IAI (Salah satu aktor pencetus RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN ini SUDAH kalah dalam Rapat Skoring sehingga dia berada di nomor urut 2 di bawah Drs. H. Fuad Helmi Lubis. Namun, dengan RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN ini dia mendapat kenaikan peringkat ke nomor urut 2 dengan alasan Drs. H. Fuad Helmi Lubis dalam rapat harian DPW PBB mengalah menjadi no urut 2 dan memberikan kesempatan kepada Ir.Uca secara tiba-tiba. Padahal pada Rapat Skoring Drs.H.Fuad Helmi Lubis sangat ngotot untuk mendapatkan nomor urut 1. Ir. Uca adalah MANTAN Sekretaris DPW PBB SUMUT yang dicopot jabatannya karena telah memukul salah satu Kader DPC PBB SUMUT dan digantikan oleh Irwan Hasibuan)
2. Drs. H. Fuad Helmi Lubis (Salah satu CALEG yang DIZHOLIMI oleh RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN sehingga memaksakan dirinya untuk mengalah demi membesarkan partai. Walaupun nilai skoring dan hasil Rapat Skoring sebelum sudah menetapkan dia pada posisi nomor urut 1. Aneh tapi benar-benar nyata !!!)
Untuk Daerah Pemilihan Sumatera Utara II (Deli Serdang) :
1. Marasutan Ritonga,S.Ag (Dia juga merupakan salah satu aktor RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN yang berhasil naik peringkat menjadi nomor urut 1. Padahal hasil skoringnya lebih rendah (14,8) dan berada di bawah Indra Syafi’i, SE (14,9). Dengan bantuan Ir.Uca yang langsung menetapkan dia menjadi nomor urut 1 dan Indra Syafi’i, SE menjadi nomor urut 2 dengan alasan Indra Syafi’i, SE selalu gagal dalam menjalan tugas sebagai KETUA Partai Bintang Bulan)
2. Indra Syafi’i, SE (Dia juga merupakan salah satu CALEG yang DIZHOLIMI oleh Rapat SILUMAN KAPPU DADAKAN. Walaupun nilai skoringnya lebih tinggi dibanding Marasutan Ritonga,S.Ag, namun ia tetap diletakkan diposisi nomor urut 2. Diapun sempat berusaha dengan usulan dilakukan voting suara. Namun, usulan tersebut sama sekali TIDAK DIINDAHKAN oleh Ir.Uca dikarena Ir.Uca tidak menyukai Indra Syafi’i, SE. Apakah cara seperti ini telah menunjukkan cara yang Islami ? Pantaskah PBB di SUMUT bisa kita kategorikan ke dalam Partai Islam yang akan menegakkan Syari’at Islam di Nusantara ??? Mungkin Marasutan Ritonga dengan gelar S.Ag nya dapat menjawab dengan disiplin ilmunya. Semoga saja !)
Untuk Daerah Pemilihan Sumatera Utara VI (Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padang Sidimpuan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara) :
1. Irwan A. Hasibuan,SE,Msi (Ini juga menjadi salah satu aktor RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN yang memamfaatkan jabatannya sebagai Sekretaris DPW PBB SUMUT. Dia telah menyebabkan Wakil Sekretaris DPW PBB SUMUT yaitu Baginda Hasibuan keluar dari PBB. Irwan memamfaatkan statusnya sebagai Sang Sekretaris DPW PBB SUMUT untuk mendapatkan nomor urut 1, PADAHAL Baginda Hasibuan mendapatkan NILAI TERTINGGI pada Rapat Skoring. Karena kecewa, Baginda Hasibuan akhirnya mundur dari PBB dan mengatakan Irwan tidak layak mendapat nomor urut 1 dengan nilai skoring yang didapatnya. Ternyata pergantian Sekretaris DPW PBB SUMUT yang sebelumnya dipegang kendali oleh Ir.Uca dan digantikan oleh Irwan Hasibuan ini TIDAK MEMBUAHKAN hasil positif bagi DPW PBB SUMUT)
2. Baginda Hasibuan, SE,Msi (Dia adalah salah satu korban dari RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN yang sempat mengancam mundur dari PBB. Namun, kami belum tahu perkembangan terakhir dari ancaman mundur Baginda Hasibuan akibat kekecewaan atas penentuan nomor urut yang tidak Islami ini. Sedikit informasi bahwa Baginda Hasibuan telah melakukan sosialisasi dan penggalangan massa sampai ke akar rumput, namun usahanya tersebut dimentahkan oleh aktor-aktor RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN yang kelihatannya HAUS akan nomor urut pertama)
Dibeberapa Daerah Pemilihan lainnya banyak sekali keganjalan-keganjalan yang kami temukan sehingga sama sekali TIDAK MENCERMINKAN PBB sebagai Partai Islam yang akan memperjuangkan Syari’at Islam. Di antaranya yaitu pada DAPIL V yang membuktikan bahwa Ir. Uca dan Irwan Hasibuan yang sudah mengetok dan mengesahkan nomor urut berdasarkan hasil skoring tiba-tiba PLIN-PLAN dan TIDAK KONSISTEN terhadap hasil tersebut karena adanya ancaman mundur dari salah satu CALEG yaitu Lahmuddin Ritonga,S.Ag. Kemudian pada DAPIL X Ir. Uca menempatkan ISTRI TERCINTAnya di nomor urut 1. Mungkin saja Ir. Uca ingin menjadikan PBB ini merupakan Partai Keluarga ataupun Partai Suami Istri)
Wahai rekan dan sahabat seperjuangan, akankah KEDZOLIMAN ini akan kita biarkan terus … ??? Sampai kapan kita tetap tinggal diam dengan Kedzoliman yang ada di depan mata kita ? Seperti kata pepatah : Lalat di seberang laut kelihatan sedangkan Gajah di depan mata tak terlihat. Sedih dan sangat prihatin sekali jika kita melihat ke dalam tubuh PBB yang sudah dibungkus oleh Slogan PENEGAKAN SYARI’AT ISLAM ini. Mungkinkah PAK YUSRIL ataupun PETINGGI-PETINGGI PBB lainnya akan tergerak hatinya untuk memperbaiki keadaan internal partai yang BUSUK ini ? RENUNGKANLAH dengan hati nurani kita yang paling dalam, sehingga kita dapat diketuk oleh akal sehat yang jernih untuk berusaha merubah KEBOBROKAN ini. Janganlah kita menjual AYAT-AYAT ALLAH hanya untuk kepentingan-kepentingan sesaat kita. Ingatlah AMANAH yang telah Allah berikan kepada kita, yaitu pengemban AMANAH sebagai KHALIFAH di muka bumi. Ingatlah LANDASAN HIDUP KITA (AL-QURAN dan HADITS) !! Dengan keadaan ini, mampukah PBB menjadi nomor satu di PEMILU 2009 ??? Dapatkah Bapak PROF. YUSRIL IHZA MAHENDRA duduk di kursi RI-1 dengan perjuangan kader-kader PBB seperti yang ada di SUMUT ???
Satu pertanyaan terakhir dari kami, Apakah keadaan di SUMUT ini terjadi juga di PBB DAERAH-DAERAH lainnya di Nusantara RI ? Insya Allah tidak….Insya Allah tidak….Insya Allah tidak !!! Amiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin….
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Hormat Kami,
Purnomo Senja
Pangkalan Susu-Langkat-SUMUT
October 31st, 2008 at 6:04 pm
Ardian (komentar #246)
Assalamu’alaikum Wr Wb.
Yth Pak Yusril Ihza, td siang di acara seputar Indonesia sy melihat berita kemenangan Obama dalam pemilihan presiden Amerika.
Sy melihat kemenangan Obama sebagai sesuatu yang luar biasa sekali,bagaimana seorang yang turunan Afrika dan pernah di Indonesia itu bisa memenangkan presiden di negara adidaya.Semua itu tak lepas dari dukungan dari para pencinta setianya.
Pada 2009 nanti kita pun Bangsa Indonesia akan memilih seorang presiden,dan salah satu kandidatnya adalah bapak yang sy tahu didukung oleh Partai Bulan Bintang.
Sebagai orang yang mengenal bpk (karena sy org Belitung),sy pun sangat berharap bpk tampil dalam pemilihan nanti.Tak mudah memang tapi bukan berarti tak mungkin.Untuk menjadi mungkin perlu kerja keras.Partai sebagai mesin politik harus kerja extra untuk itu.
Pak Yusril Yth,sy cuma ingin mengkritisi satu hal,sebagai orang Belitung Sy sangat tahu bahwa PBB di kepulauan ini punya banyak kursi di Legeslatif tidak hanya itu,baru2 ini Bupati kab Belitung terpilih pun kader dari PBB tapi pak,mengapa PBB di Belitung dan Beltim ini sepertinya tidak dominan,harusnya dengan banyaknya kader PBB di pulau Belitung ini membuat Belitung menjadi basis massanya PBB hingga tidak mudahlah bagi partai lain untuk hidup menjamur disini.Pak Yusril yth,Sy melihat Yang terjual di Belitung ini hanyalah Yusril Ihza Mahendra bukan PBB nya.
Lantas bagaimana bisa bpk menjadi kandidat bila kendaraannya jg tersendat?Sekarang pun sudah banyak orang yang punya pikiran macam-macam thp bpk yang bukan tidak mungkin akan membuat simpati orang beralih dr bapak.
Sayang sekali!!
Sy bukan orang politik dan tidak bisa berpolitik tapi menurut sy saat saat sekarang ini bpk perlu punya tim lain selain orang-orang yang ada di partai.Bpk perlu orang-orang yang bisa menjelaskan siapa Bpk sebenarnya dan apa yang bisa bpk buat.Kalau nilai jual tertinggi adalah bapak maka yang perlu dijual adalah bapak.Jangan kita berbesar hati dengan besarnya perolehan suara PBB di p.Belitung,di Belitung Timur yang menjadi tempat asal bapak,pada Pilkada 2005 PBB kalah.Artinya Bapak perlu tim lain yang bekerja diluar jalur kepartaian,Tim yang bekerja mempromosikan bapak.Bisa dibayangkan jika kekuatan dari dalam dan dari luar partai bisa bersatu.Carilah orang-orang yang selama ini sangat mengagumi bapak tp bukan orang dlm partai.Kebanyakan orang yang ada didalam partai hanyalah orang2 yang hanya bisa bilang Ya dan orang2 yang hanya bisa mengangguk sopan.Jadikan Belitung ini menjadi basis Massa bapak!!Kita harus jual Yusril Ihza Mahendra sebagai seorang Tokoh Nasional bukan sebagai pimpinan Partai Bulan Bintang.
Kalau Obama bisa menang melawan kulit putih,mengapa Yusril Ihza tidak bisa melawan dominasi calon dari p Jawa??
Sy doakan bapak bisa terus maju.Kita satukan keinginan,mulai sentuh hati masyarakat,tak ada salahnya langsung terjun!!!.Masyarakat sekarang perlu perhatian bukan perlu janji2.datanglah ke kampung-kampung yang ada di Belitung ini buatlah sesuatu.
SUKSES SELALU BUAT BAPAK ………………
Wassalam……………..
November 5th, 2008 at 3:21 pm
thesuffiliberal (komentar #247)
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu (Q.S Al-Baqoroh: 208)
Kita adalah orang-orang yang beriman, namun kebanyakan/semua kita (kaum muslim di negeri ini) tidak pernah mengamalkan ayat ini. Masuklah kamu ke dalam islam keseluruhan, seluruh kaum muslimin harus menjalani islam secara keseluruhan dalam segala aspek baik itu dalam hal sosial, budaya, ekonomi, seni, atau bahkan dalam politik pun kita dituntut menempuh jalan/cara islam. Pada kenyataannya, seluruh kaum muslimin di negeri ini hanya menjalankan hukum agama yang tidak menyulitkannya sehingga jelaslah akan melanda malapetaka dari Tuhan Yang Mahakuasa, sesuai dengan Firman Tuhan:
“Dan tidaklah patut bagi laki-laki maupun perempuan mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya menetapkan suatu ketetapan dalam urusan mereka, mereka memilih pilihan lain. Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, sungguh, dia telah nyata-nyata sesat.” (Q.S. Al Ahzab: 36)
November 6th, 2008 at 9:00 am
Arief (komentar #248)
PBB adalah partai yang berasaskan ISLAM yang tidak bertentangan dengan Asas PANCASILA.
Bila seperti itu kenapa asas PANCASILA tidak dipakai saja sebagai asas PBB, Toh tidak bertentangan, kan ?
Bila PBB berkehendak memajukan Bangsa dan Negara, kenapa tidak memakai PANCASILA saja ?
Pancasila telah teruji membangun Bangsa dan Negara, namun saat ini Pancasila tidak terdengung dibumi Indonesia, makanya Indonesia tersesat saat ini.
Saya mengikuti konsulidasi PBB tingkat PAC Tangerang, tanggal 08/11/2008, saya tanyakan tetang asas tersebut namun jawaban dari Caleg Dapil 1 sangat tidak memuaskan, tolong berikan penjabarannya .
Terimakasih
November 13th, 2008 at 4:19 pm
Agus Nizami (komentar #249)
Setahu saya PBB itu partai Islam. Stake Holder dan pemilihnya pun ummat Islam yang ingin parta Islam.
Jika ada kadernya yang ingin jadi Pancasila/Nasionalis, bisa saja PBB ganti haluan jadi partai Nasionalis bersaing dgn Golkar, PDIP, PKB, PAN, dan PD dgn resiko kehilangan pemilih dari Muslim yang fanatik.
Tapi kalau PBB tetap partai Islam dan kader tsb tidak mau PBB berasaskan Islam, lebih baik keluar dan pindah ke partai Nasionalis.
November 13th, 2008 at 4:29 pm
arief (komentar #250)
Sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas komentar dari Sdr Agus Nizami (#248) yang sama sekali tidak menjawab dan merespon pandangan saya sebagai orang di luar PBB (komentar # 247).
Alangkah naifnya jika Sdr Agus Nizami adalah salah satu Pengurus PBB(mungkin DPP, DPC , DPAC atau mungkin DPRt) bila komentarnya seperti itu (” PBB tetap partai Islam dan kader tsb tidak mau PBB berasaskan Islam, lebih baik keluar dan pindah ke partai Nasionalis” ) (lihat komentar #248).
Sikap seperti itu tidak menjadikan simpatik massa karena mungkin ada masyarakat yang sedang mencari Partai yang berkompeten dalam aplikasi kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Pada saat konsulidasi di PAC mungkin ada massa non Partai yang juga ingin mendengarkan jawaban yang relevan dan bijaksana.
Alangkah bersyukurnya saya bila Sdr Agus Nizami bukan dari salah satu pengurus PBB, maka daripada itu saya masih memakluminya, karena orang pandai akan menelaah kedepan dan kebelakang (sebagai sedikit renungan) dalam mengungkapkan sikap dan tindakannya.
November 14th, 2008 at 12:33 pm
Agus Nizami (komentar #251)
===
Arief:
PBB adalah partai yang berasaskan ISLAM yang tidak bertentangan dengan Asas PANCASILA.
Bila seperti itu kenapa asas PANCASILA tidak dipakai saja sebagai asas PBB, Toh tidak bertentangan, kan ?
===
Saya bukan pengurus PBB.
Saya juga heran kenapa bung Arief lebih cinta Pancasila ketimbang Islam….???
November 14th, 2008 at 1:55 pm
ihsan muchlis (komentar #252)
Assalmu’alaikum ww; saya sudah baca komentar tadi, terkesan masing-masing pada membela diri, itu sih hal sudah biasa kita temui di dunia ini, kalau sudah di akhirat nggak ada kata membela diri. Semua masalah tadi kita serahkan saja sama yang bersangkutan (YIM); hanya pesannya seperti ini, kita sama-sama muslim pasti percaya bahwa ada satu hari nanti bahwa “harta, anak, jabatan”, tidak berguna, yaitu hari dimana kita semua diadili. Konteksnya kalau bang YIM memang benar-benar jujur (bersih dari segala perbuatan yang melawan hukum), amanah, maka majulah untuk jadi presiden, tapi kalau sebaliknya, sebaiknya urungkan saja, demi kebaikan kita semua; seluruh rakyat indonesia yang mengaku dirinya beriman pasti mendambakan pemimpin yang bisa mencontoh Abu Bakarsiddiq, atau Umar bin Khattab atau Utsman bin Affan atau Ali bin Abi Thalib atau Umar bin Abdul Aziz dan masih banyak lagi diantara zamannya yang bisa kita jadikan suri teladan. Biarkan hati bang YIM yang menjawabnya, kita jangan berdebat, karena di hadapan Allah SWT, tidak ada satupun yang bisa kita sembunyikan walaupun lebih kecil dari atom (atau apa namanya, kalau masih ada yang lebih kecil, terserah); Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati kita masing-masing, jadi sekali lagi tidak usah kita berdebat. Semoga Allah mencerahkan hati kita semua. Wallahu a’lam.
November 14th, 2008 at 4:28 pm
iwan munzir (komentar #253)
Ya ALLAH Ya TUHAN kami “Robbana Atina Milladunka Rohmataw Wahayyil Lana Min Amrina Rosyada”; Ya - Tuhan kami berilah kepada kami (Rakyat Indonesia) Rahmat-MU dan petunjuk-MU untuk menyelesaikan URUSAN-URUSAN kami dengan BAIK & BENAR.
Kak YIM maju terus, yang penting kedepannya niatkan untuk berbuat baik dan benar untuk Bangsa Indonesia ini.
Saya muak melihat diri saya yang kotor, memuakkan dan menjijikkan hidup dilingkungan…. Jadikanlah negara kita negara yang mandiri..
November 14th, 2008 at 10:29 pm
Arief (komentar #254)
Terimakasih kepada Bang Agus Nizami yang bijaksana atas responnya.
Dan ucapan terimaksih juga kepada Bang Ihsan muchlis atas tanggapannya .
November 15th, 2008 at 9:29 am
isbandiono (komentar #255)
Sebagai mana telag diprediksi sebelumnya untukmenjegal Yusril satu kasus lagi dimunculkan yaitu kasus sisminbakum.Kasusnya sendiri terjadi dalam tahun 2001 dimana semua instansi terkait telah mengetahui pengambilan keputusan dan operasionalnya.Kalaupun kasus ini bisa diselesaikan akan timbul kasus lain lagi sampai berakhirnya Pilpres 2009 nanti.Mungkin kalau tidak ada bahanlain ,istrinya yangorangPilipina akan dipersoalkan.
Karena demi nama baik partai danYusril sendiri ada baiknya dalam menanggapi kasus yangmenimpa dirinya keluar dari sarangnya kalau perlu tidak hanya bertahan tetapi juga menyerang,caranya tentu Yusril sebagai pakar hukum dan politisi lebih mengetahuiinya. Cara ini saya lihat diperlihatkan oleh Wiranto,yang akan mengambil tindakan hukum bagi orang yang menyerang pribadinya/penghancuran pribadinya.
Tentu Yusril dalam setiap langkah mempunyai mempunyaipertimbangan tertentu untukmenyelamatkan partai dan nama baik Yusril sendiri.
November 15th, 2008 at 1:12 pm
ihsan muchlis (komentar #256)
Assalamu’alaikum ww; saya punya pemikiran sederhana saja, kenapa kita partai islam tidak bersatu saja? kalau kita memang benar-benar cinta islam, kemudian dengan kondisi sekarang yang multi partai, sudah jelas (sangat jelas sekali walaupun kejelasan tersebut tidak pernah diumumkan) masing-masing partai mau kemana tujuannya, tidak perlu kita bahas disini. Kalau kita benar-benar ingin memajukan bangsa beranikah PBB mencalonkan presiden di luar kader PBB tapi tetap dari partai Islam, pertanyaan yang sulit dan mungkin berat untuk menjawabnya. Kita sebaiknya tidak memaksakan diri, kita ingat sewaktu wafatnya Rasul, bagaimana proses pengangkatan Abu Bakarsiddiq, apakah beliau langsung mengangkat dirinya menjadi khalifah pertama, jawabnya tidak, (kita buka kembali sejarah islam, karena kita selalu bicara tentang islam), karena kita berazazkan Islam, yah kembalikan saja kepada Al-Quran dan sunnah Rasul, bagaimana sih sebenarnya menurut Islam. Kemudian mengenai komentar bang Arief no. 247: saya sekedar sharing saja; Kalau Islam jelas tidak bertentangan dengan Pancasila, adalah benar dan kita juga bang Arief pasti setuju, tapi apakah Pancasila sesuai dengan Islam, jawabnya belum tentu, karena Islam datang dari Allah langsung, sedangkan Pancasila adalah buatan manusia. Kita senantiasa selalu berdoa semoga Allah tetap membukakan pintu hati kita, dan ditunjuki kita kebenaran yang hakiki.
November 17th, 2008 at 10:20 am
Aries (komentar #257)
Kelemahan partai-partai kita terutama bagi partai Islam atau partai yang didirikan orang islam (muslim) adalah misikinnya ketauladanan dari para pengurus (dan pemimpin) parta-partai. Kita sangat mendambakan pemimpin Islam sekelas M. Natsir bahkan saat ini kita butuh lebih dari itu. Hanya sayang saya dan mungkin juga Anda merasakan bahwa kita masih belum melihat munculnya figur tokoh muslim sekelas ittu sekarang ini. Artinya sekarang ini do kancah perpolitikan Indonesia kita belum menemukakan sosok yang patut diteladani. Menurut hemat saya yang subyektif ini akar persoalan mungkin terletak pada iterlalu cintanya kita pada kenikmatan dunia dan lupa ajaran hakiki Islam yang mulia dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
November 18th, 2008 at 10:05 am
Ihsan Muchlis (komentar #258)
saya menanggapi pendapat bang Aries (257), mungkin bang aries bisa berfikir balik; pertama, miskinnya keteladanan dari para pengurus, berarti tidak terkecuali bang YIM kan? Kedua, rasanya kalau kita mau jujur “rasanya ada kok capres dari luar kalangan PBB”. kita buatlah 10 kriteria yang harus dipenuhi, diantara capres dari kalangan PBB dan luar PBB siapa yang lebih banyak kriteria yang bisa dipenuhinya? ini adalah suatu trobosan, sekiranya dari luar PBB bisa lebih banyak yang terpenuhi, why not. ketiga, bang aries coba baca kembali komentar Purnomo Senja no. 228; belum terpilih baru mencalonkan, sudah tidak sehat, sekiranya terpilih, apa jadinya. pantaskah seperti itu kita beri dukungan? keempat, kita selalu berbicara tentang islam, berazazkan islam, kenapa kita tidak kembalikan kepada Al-Quran dan Sunnah. Bang Aries masih ingat kader PBB di DPR yang ribut2 dalam sidang sampai gaduh, apakah seperti itu yang dicontohkan Rasul dan para sahabat? rasanya nggak ada contoh yang begitu. kelima, (ini sebagai wacana) janganlah kita memaksakan kehendak kita, walaupun kita kader PBB kalau menurut kita diluar PBB ada yang lebih baik, kenapa tidak kita dukung, beranikah kita seperti itu? diantara kita semoga semakin terbuka jalan fikiran kita, mulailah dari sekarang.
November 18th, 2008 at 4:52 pm
Aries (komentar #259)
Tak ada alasan yang kuat untuk tidak setuju dengan pernyataan Anda, Bung Ihsan!(258). Saya ingin sedikit berbagi cerita tentang pengalaman saya yang “gagal” sebelum “bertanding” menuju kursi DPR RI walau para pengurus PBB di daerah tempat saya tinggal dan para simpatisan yang mengusung sangat mendukung saya untuk maju jadi Caleg DPR RI. Ceritanya begini, sehabis salat subuh berjamaah, perwakilan mereka mendatangi saya untuk meminta kesediaan maju jadi Caleg DPR RI dari Malang Raya, bahkan pencalonan saya mendapat dukungan dari salah satu petinggi PBB di DPP yang kebetulan sewaktu saya aktif di Jakarta pernah bersama-sama menjadi aktifis. Setelah semua urusan administrasi dipenuhi, nama saya tak masuk di DCS. Lantas, kawan-kawan disini pun sibuk luar biasa mengingatkan DPP atas pencalonan saya. Terakhir, pak ketua PBB di daerah kami setelah menghubungi pihak DPP yang berwenang mengurus pencalonan Caleg di DPR, menyampaikan kepada saya dengan meyakinkan bahwa nama saya akan masuk di DCT. Namun, ternyata sama seperti di DCS nama saya pun tidak ada di DCT. Bagi saya “nothing to loose” karena saya tidak mengajukan diri tetapi diminta, hanya saja karena ini aspirasi banyak orang maka ketika nama saya tidak ada di DCS saya pun langsung kontak kawan lama sesama aktifis dulu yang kebetulan memiliki cukup wewenang di partai. Tetapi hal ini tidak membantu. Ya sudah, tak apa. Kebetulan, setelah tidak lagi menjadi aktifis di Jakarta saya lebih banyak terlibat di dunia swasta yang demikian ketat dalam keseriusan, profesionalitas dan kesungguhan menangani pekerjaan, sehingga kejadian yang saya alami itu cukup membuat saya “down” dan sedih karena aspirasi kawan-kawan terabaikan.
Pemimpin berkualitas menurut Bung Ihsan tidak harus datang dari partai Islam. Hanya masalahnya apakah pihak partai Islam bersedia mengusung pemimpin berkualitas dari luar partainya, pertanyaan lainnya adalah apakah sekarang ini sudah ada pemimpin berkualitas itu di Indonesia ini? Seperti tulisan saya terdahulu sangat sulit saat ini menemukan sosok M. Natsir di negara kita. Partai boleh saja mengelu-elukan beliau bahkan mengklaim bahwa partai kita memiliki semangat berpolitik ala M. Natsir, namun kenyataannya…………Anda sendirilah yang menjawabnya. Lebih baik saya kembali saja mengurusi mahasiswa dan menaruh perhatian pada dunia pendidikan…………sampai suatu saat nanti muncul pemimpin (termasuk pengurus partai) yang benar-benar berkualitas. Semoga pemimpin yang didambakan itu akan muncul dari anak-anak didik generasi berikutnya. Amien. Mohon maaf lebih dan kurangnya. Wassalam. Aries
November 18th, 2008 at 9:13 pm
Ihsan Muchlis (komentar #260)
Koreksi untuk bang Aries, seperti yang saya sampaikan sebelumnya (bang aries bisa lihat kembali), pemimpin yang berkualitas yang saya maksudkan adalah tetap dari partai Islam, kalau dari luar partai Islam saya sudah lihat, walaupun saya tidak pernah bergaul dengannya (semua itu hanya mendengar dan mengamati), hanya 1 org yang menurut saya masih ok, dan tentu dia juga Islam. saya belum berani menyebut nama karena belum waktunya. mohon maaf atas kekurangannya, ok bang Aries sampai ketemu, kita beri kesempatan buat kawan yang lain, wassalam; ihsan.
November 19th, 2008 at 7:12 am
bento miskin,cucian berkah riski (komentar #261)
kalau saya jadi anak angkat presiden 2009open house pasti untuk anak plg dan babel
November 23rd, 2008 at 11:04 am
kejujuran tanjung kelayang (komentar #262)
seharusnya jika saya dikritik oleh media tentang menyangkut KPK aku tak kan menyalahkan orang lain seperti masalah penyerangan irak kok presidennya menyalahkan panglima perangnya. pak yusril jadi sosok laksamana ceng ho abad sekarang. pak yusril jika anda tak mempunyai anak janganlah mengambil anak angkat karena anak indonesia isi dan cemburu oke, jika menjadi presiden nantinya percaya dan yakin kebetulan itu takkan mungkin berulang-ulang menang atau tuhan mau memberikan beban yang lebih berat lagi tentang G7 atau G20 atau juga 221 jumlah negara (bisa dibilang seperti kembaran paulus)
November 23rd, 2008 at 7:26 pm
Mufidah (komentar #263)
Ass.wr.wb.Pak Yusril yang kami kagumi, sebelumnya saya perkenalkan diri saya,saya salahsatu pengurus harian di PPMBB,dan sdh mejadi pengurus selama 2 periode, kini saya jg caleg perempuan di daerah kelahiran saya di jatim, setiap hari selasa sore sy selalu hadir pengajian tetap di mubaliq bulan bintang ,
Pak yusril,terus terang kami,para caleg terutama yg perempuan sangat membutuhkan arahan bapak. Kami hrs menyamakan suara ataupun pemahaman tentang syariat islam yang partai kita usung, Jangan sampai simpang siur, masyarakat skrg butuh keyakinan bahwa PBB betul2 ingin berjuang buat menegakkan syariat islam dlm segala segi kehidupan.Terus terang pak kami para caleg msh sgt butuh arahan bpk menjelang pemilu legislatif yad. Mohon dg sangat selkali2 bapak berkenan hadir, dan bisa meluruskan pemahaman kami,sharing thd berbagai masalah yg kita bersama hadapi dlm partai dan sudi memberi bekal kpd para caleg PBB,supaya kita bisa berkampanye dengan PEDE,serta tdk keluar dari frame tujuan utama yg ingin diperjuangkan Partai Bulan Bintang,mulai selasa depan kita akan mengadakan pelatihan para caleg , Please datang ya pak yusril,,,(vida)
November 25th, 2008 at 11:17 pm
Purnomo Senja (komentar #264)
MOHON DIRENUNGKAN….
MAMPUKAH KITA MAJU DENGAN KEADAAN SEPERTI INI ???!!!
Andaikan Kalimat “Dunia Dalam Berita” dapat kita rubah menjadi “PBB Dalam Berita”
MASIH ISLAMKAH PBB ???
DAFTAR CALEG SEMENTARA DPRD SUMUT
Melalui Media Koran Harian Waspada, Sabtu 27 September 2008 kami mendapatkan laporan DCS DPRD SUMUT dari Partai Bulan Bintang. Kami mengajak Rekan-rekan simpatisan, kader dan para pejuang Syari’at Islam di PBB untuk benar-benar mempertimbangkan keabsahan dan kelayakan para DCS tersebut sebelum menjadi Bumerang bagi kita semua.
Untuk Daerah Pemilihan Sumatera Utara XI (Langkat & Binjai) :
1. Kevi Novlianhar, ST (Sang Bendahara KAPPU PBB SUMUT yang menjadi salah satu aktor pencetus dan pelaksana RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN di saat Ketua KAPPU PBB SUMUT mendapat musibah dengan meninggalnya Almarhum Bang Imad di Jakarta. Diapun BELUM ADA memberikan kontribusi Positif apapun terhadap DPC PBB Langkat selama ini).
2. Ferry Suando Tanuray Kaban, SE (Inilah sosok KEPONAKAN Ketua Umum PBB (MS. KABAN) yang sama sekali tidak pernah berkecimpung di DPC LANGKAT dan diapun tidak berdomisili di Binjai alias sudah selalu menetap di Jakarta. Namun, aktor-aktor pencetus RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN berusaha mati-matian memperjuangkan Sang Ponakan Ketua Umum ini untuk diletakkan di Nomor Urut 2 yang mungkin dengan maksud untuk mendapatkan simpati khusus dari Ketua Umum. TIDAK ADA setitikpun KONTRIBUSI yang sudah pernah ia lakukan di DPC LANGKAT, tapi dia berhasil mencapai pada Puncak Nomor Urut 2 dengan diadakannya RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN tersebut. Dan kamipun yakin PENGURUS DPC PBB Langkat tidak banyak yang kenal dengannya, konon lagi masyarakat Langkat ! Akankah Partai Bulan Bintang yang merupakan Partai ISLAM dan memperjuangkan Tegaknya Syari’at Islam di Nusantara ini berubah menjadi PARTAI KKN ??? ).
3. Drs. H. Abdullah Abdul Rahim (Sang Ketua KAPPU PBB SUMUT yang juga sebagai PENDIRI DPC PBB Kab. Langkat inilah yang DIZHOLIMI oleh aktor-aktor pencetus RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN sehingga menempatkan KETUA KAPPU PBB SUMUT pada urutan Nomor 3. Anehnya, salah satu alasan dari para aktor RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN tersebut adalah disebabkan adanya Stiker KETUA KAPPU ini yang memaparkan SLOGAN : “BERANI MENGATAKAN BENAR DI HADAPAN PENGUASA YANG DZOLIM”. Para aktor tersebut menilai SLOGAN tersebut akan membahayakan bahkan dapat menghancurkan CITRA PBB SUMUT, sehingga MEREKA berusaha mengadakan RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN yang dimamfaatkan di saat-saat sang KETUA KAPPU ditimpa musibah dengan meninggalnya Almarhum Bang Imad di Jakarta. Ironisnya lagi, hasil RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN tersebut dinyatakan SAH oleh KETUA UMUM DPW PBB SUMUT dan SEKRETARIS UMUM DPW PBB SUMUT walaupun hasil keputusan RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN tersebut TANPA dibubuhi tanda tangan dari Ketua KAPPU PBB SUMUT).
Untuk Daerah Pemilihan Sumatera Utara I (Medan) :
1. Ir. Bustinursyah,MSc,IAI (Salah satu aktor pencetus RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN ini SUDAH kalah dalam Rapat Skoring sehingga dia berada di nomor urut 2 di bawah Drs. H. Fuad Helmi Lubis. Namun, dengan RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN ini dia mendapat kenaikan peringkat ke nomor urut 2 dengan alasan Drs. H. Fuad Helmi Lubis dalam rapat harian DPW PBB mengalah menjadi no urut 2 dan memberikan kesempatan kepada Ir.Uca secara tiba-tiba. Padahal pada Rapat Skoring Drs.H.Fuad Helmi Lubis sangat ngotot untuk mendapatkan nomor urut 1. Ir. Uca adalah MANTAN Sekretaris DPW PBB SUMUT yang dicopot jabatannya karena telah memukul salah satu Kader DPC PBB SUMUT dan digantikan oleh Irwan Hasibuan)
2. Drs. H. Fuad Helmi Lubis (Salah satu CALEG yang DIZHOLIMI oleh RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN sehingga memaksakan dirinya untuk mengalah demi membesarkan partai. Walaupun nilai skoring dan hasil Rapat Skoring sebelum sudah menetapkan dia pada posisi nomor urut 1. Aneh tapi benar-benar nyata !!!)
Untuk Daerah Pemilihan Sumatera Utara II (Deli Serdang) :
1. Marasutan Ritonga,S.Ag (Dia juga merupakan salah satu aktor RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN yang berhasil naik peringkat menjadi nomor urut 1. Padahal hasil skoringnya lebih rendah (14,8) dan berada di bawah Indra Syafi’i, SE (14,9). Dengan bantuan Ir.Uca yang langsung menetapkan dia menjadi nomor urut 1 dan Indra Syafi’i, SE menjadi nomor urut 2 dengan alasan Indra Syafi’i, SE selalu gagal dalam menjalan tugas sebagai KETUA Partai Bintang Bulan)
2. Indra Syafi’i, SE (Dia juga merupakan salah satu CALEG yang DIZHOLIMI oleh Rapat SILUMAN KAPPU DADAKAN. Walaupun nilai skoringnya lebih tinggi dibanding Marasutan Ritonga,S.Ag, namun ia tetap diletakkan diposisi nomor urut 2. Diapun sempat berusaha dengan usulan dilakukan voting suara. Namun, usulan tersebut sama sekali TIDAK DIINDAHKAN oleh Ir.Uca dikarena Ir.Uca tidak menyukai Indra Syafi’i, SE. Apakah cara seperti ini telah menunjukkan cara yang Islami ? Pantaskah PBB di SUMUT bisa kita kategorikan ke dalam Partai Islam yang akan menegakkan Syari’at Islam di Nusantara ??? Mungkin Marasutan Ritonga dengan gelar S.Ag nya dapat menjawab dengan disiplin ilmunya. Semoga saja !)
Untuk Daerah Pemilihan Sumatera Utara VI (Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padang Sidimpuan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara) :
1. Irwan A. Hasibuan,SE,Msi (Ini juga menjadi salah satu aktor RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN yang memamfaatkan jabatannya sebagai Sekretaris DPW PBB SUMUT. Dia telah menyebabkan Wakil Sekretaris DPW PBB SUMUT yaitu Baginda Hasibuan keluar dari PBB. Irwan memamfaatkan statusnya sebagai Sang Sekretaris DPW PBB SUMUT untuk mendapatkan nomor urut 1, PADAHAL Baginda Hasibuan mendapatkan NILAI TERTINGGI pada Rapat Skoring. Karena kecewa, Baginda Hasibuan akhirnya mundur dari PBB dan mengatakan Irwan tidak layak mendapat nomor urut 1 dengan nilai skoring yang didapatnya. Ternyata pergantian Sekretaris DPW PBB SUMUT yang sebelumnya dipegang kendali oleh Ir.Uca dan digantikan oleh Irwan Hasibuan ini TIDAK MEMBUAHKAN hasil positif bagi DPW PBB SUMUT)
2. Baginda Hasibuan, SE,Msi (Dia adalah salah satu korban dari RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN yang sempat mengancam mundur dari PBB. Namun, kami belum tahu perkembangan terakhir dari ancaman mundur Baginda Hasibuan akibat kekecewaan atas penentuan nomor urut yang tidak Islami ini. Sedikit informasi bahwa Baginda Hasibuan telah melakukan sosialisasi dan penggalangan massa sampai ke akar rumput, namun usahanya tersebut dimentahkan oleh aktor-aktor RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN yang kelihatannya HAUS akan nomor urut pertama)
Dibeberapa Daerah Pemilihan lainnya banyak sekali keganjalan-keganjalan yang kami temukan sehingga sama sekali TIDAK MENCERMINKAN PBB sebagai Partai Islam yang akan memperjuangkan Syari’at Islam. Di antaranya yaitu pada DAPIL V yang membuktikan bahwa Ir. Uca dan Irwan Hasibuan yang sudah mengetok dan mengesahkan nomor urut berdasarkan hasil skoring tiba-tiba PLIN-PLAN dan TIDAK KONSISTEN terhadap hasil tersebut karena adanya ancaman mundur dari salah satu CALEG yaitu Lahmuddin Ritonga,S.Ag. Kemudian pada DAPIL X Ir. Uca menempatkan ISTRI TERCINTAnya di nomor urut 1. Mungkin saja Ir. Uca ingin menjadikan PBB ini merupakan Partai Keluarga ataupun Partai Suami Istri)
Wahai rekan dan sahabat seperjuangan, akankah KEDZOLIMAN ini akan kita biarkan terus … ??? Sampai kapan kita tetap tinggal diam dengan Kedzoliman yang ada di depan mata kita ? Seperti kata pepatah : Lalat di seberang laut kelihatan sedangkan Gajah di depan mata tak terlihat. Sedih dan sangat prihatin sekali jika kita melihat ke dalam tubuh PBB yang sudah dibungkus oleh Slogan PENEGAKAN SYARI’AT ISLAM ini. Mungkinkah PAK YUSRIL ataupun PETINGGI-PETINGGI PBB lainnya akan tergerak hatinya untuk memperbaiki keadaan internal partai yang BUSUK ini ? RENUNGKANLAH dengan hati nurani kita yang paling dalam, sehingga kita dapat diketuk oleh akal sehat yang jernih untuk berusaha merubah KEBOBROKAN ini. Janganlah kita menjual AYAT-AYAT ALLAH hanya untuk kepentingan-kepentingan sesaat kita. Ingatlah AMANAH yang telah Allah berikan kepada kita, yaitu pengemban AMANAH sebagai KHALIFAH di muka bumi. Ingatlah LANDASAN HIDUP KITA (AL-QURAN dan HADITS) !! Dengan keadaan ini, mampukah PBB menjadi nomor satu di PEMILU 2009 ??? Dapatkah Bapak PROF. YUSRIL IHZA MAHENDRA duduk di kursi RI-1 dengan perjuangan kader-kader PBB seperti yang ada di SUMUT ???
Satu pertanyaan terakhir dari kami, Apakah keadaan di SUMUT ini terjadi juga di PBB DAERAH-DAERAH lainnya di Nusantara RI ? Insya Allah tidak….Insya Allah tidak….Insya Allah tidak !!! Amiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin….
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Hormat Kami,
Purnomo Senja
Pangkalan Susu-Langkat-SUMUT
November 27th, 2008 at 12:55 am
isbandiono (komentar #265)
Akhir-2 ini semua fikiran tercurah pada diskusi sisminbakum, kalau membaca uraian dan diskusi siminbakum sebenarnya sudah tidak ada yang perlu dibahas, penentuannya tergantung dari sisi mana hendak melihatnya.Padahal alangkah baiknya waktu dan fikiran dicurahkan sepenuhnya pada bagaimana membesarkan PBB. Menurut pendapat saya YIM memang merupakan seorang tokoh yang dengan kemampuan argumentasi yang diberikan dapat membahayakan lawan-2 politiknya.Makanya tidak heran selalu diterpa dengan issue-2 miring terhadap dirinya.Hal ini terjadi karena benteng pertahanan YIM yaitu PBB dikatagorikan partai gurem.yang tidak mempunyai kekuatan politik yang berarti.Cita-2 mulia dengan didirikannya PBB tidak mendapat sambutan dari ummat.Tentu ada sesuatu yang perlu diperbaiki, introspeksi dan perencanaan yang matang perlu segera diadakan dan disosialisakan Pemilu sudah dimuka tetapi PBB sepertinya masih telelap tidur dengan selalu memimpikan kebesaran Masyumi atau terbawa arus yang tidak menentu.SUDAH WAKTUNYA
BERGERAK DAN MAJU,KERAHKAN SEMUA POTENSI UNTUK KEMAJUAN PBB.JADIKAN PBB PARTAI YANG DISEGANI DAN BERPERAN DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA.
November 30th, 2008 at 1:11 pm
altigunawan (komentar #266)
kata internet;Partai yang menamakan diri Bulan Bintang-sebuah sebutan bagi keluarga besar pendukung Masyumi setelah partai tersebut dibubarkan-ini tidaklah identik dengan Partai Masyumi, meskipun ada keterkaitan psikologis. Ide besar dari partai ini menurut ketua umumnya adalah Islamic Modernism, yaitu meyakini bahwa Islam adalah ajaran universal yang diberikan Tuhan kepada manusia untuk menyelesaikan persoalan-persoalan hidup mereka, baik di dunia maupun akhirat. PBB memperjuangkan tegaknya sistem yang kuat, bukan figur orang.
Bagaimana dengan peran pemuda di negeri ini dalam rencana-rencana tersebut? Ratusan ribu pemuda yang menjadi pekerja migran di luar negeri, kini beribu-ribu yang menganggur di sini, dan Liga Pemuda Komunis,
Dan bagaimana dengan mengerahkan pemuda ke dalam pertanian, yang merupakan basis ekonomi di sini?
Ya, saya pikir pembangunan ekonomi dan perdamaian yang berkesinambungan memiliki hubungan yang sangat erat. Tanpa adanya pembangunan sangatlah sulit memiliki perdamaian yang berkesinambungan. Dan di negeri kami ini terdapat sumber daya alam yang besar: contohnya, kami memiliki potensi pembangkit listrik tenaga air yang besar, pariwisata juga bisa menjadi industri besar di negeri ini, negeri yang indah ini. Ada banyak hal yang dapat kami lakukan.
December 1st, 2008 at 8:07 pm
altigunawan (komentar #267)
Pak.YIM, saya baru baca inin isinya;Padahal Rizal membutuhkan
sedikitnya angka 90 persen untuk memantapkan langkah ke depannya.
“Itu butuh waktu 7-9 bulan,” tandas Rizal. Dalam survei, Rizal memang
diterima dengan baik oleh kalangan terpelajar. Hanya saja, menurut
Rizal, jumlah kaum terpelajar masih terlalu kecil dan justru makin
kecil dari waktu ke waktu. jika tepilih nanti tolong semua kandidate 2009, kita menang tanpa merugikan siapapun dan bagi publik tlg pak YIM tegur jgn terlalu kejam sebab cari uang sangat sulit dan harus komp[ak, sebab tidak semua orang indonesia kejam.saya bertanya berapa jumlah kursi yang dibutuhkan untuk dapat fhoto kandidate putaran kedua. menang tanpa mengalahkan itu terlalu sulit jadi jangan lagi seperti tahun pilpres 2004,jangan lupa sama siapa pun nantinya,tuhan tidak tidur kalau ada kecurangan.kalau bisa hukuman mati seperti pilpres amerika sejalan dengan bom bali,kalau bisa publik menghukum lebih banyak lagi biar timses semangat,begitu pak YIM pendapat saya.
December 4th, 2008 at 5:59 pm
altigunawan (komentar #268)
Pak/ibu dana kampanye tolong tagih kepada Yth.Gubenur sumut,kaltim,ntb,riau,lampung,sumsel 10 pilkada ,bandung,jatim biarlah dia punya hutang kampanye,dan kalau bisa keluarga clinton sejak perak irak vs kwuait, negara rusia, yang mulia paulus benedictus,perusahaan meiwa grups.(tolong sebar luaskan yang ahli internet)terimakasih.
December 4th, 2008 at 7:38 pm
altigunawan (komentar #269)
Politik Indonesia tiada yang nasionalis” krisis kepercayaan”
Terlahirnya reformasi bahasa kuliahan”untuk orang pintar” bisa di bilang demokrasi tapi sebagai salah satu yang mirip Mr. BO Presiden US Amerika” yang baru muncul kepermukaan pada th.2004. pendapat saya reformasi / indonesia mempunyai anak yaitu partai besar sekarang karena kecewa reformasi itu mengangkat anak yaitu PBB Dunia karena kesatria pinggitan 1999 adalah bukan keluarga jendral maka reformasi mencarikan teman para pensiunan jenderal2 karena para pensiunan jenderal tak ingin ngangur dan jalan-jalan sudah bosan makanya ia masuk kekanca politik balas dendam dan salah satu golongan yang dirugikan karena kampanye bayangkan jika sekali tayang aja 2 Miliar , begitu menurut saya. Pendapat saya Cari pemimpin seperti Djarum Emas ditumpikan jerami istilah kata fersi aku pribadi cari yang mampu dan terbaik di antara yang paling mampu dan yang terbaik serta berfisat nasional jika memikirkan anak&cucu,memang iri seseorang terhadap yang lain wajar-wajar saja, tetapi jika sampai langit runtuhpun ekonomi tak pulih $1 amerika Rp.12.000,- ; $1 singapore Rp.8.000,- bagaimana itu baru kudengar mudah-mudahan tidak begitu.amin. kita katanya ada 33 wilayah; sanggupkah kita, ya segala tuhan.
December 5th, 2008 at 2:29 pm
altigunawan (komentar #270)
Bpk/Ibu dalam mengumpulkan Dana saya baca sekitar $6 juta america, nah jika tak mampu mencapai target $6juta america sampai Lebaran Haji 2008 saya kira” pendapat saya secara daging/manusia kembalikan saja kepada pendonor sama seperti bpk.rizal,
December 5th, 2008 at 2:34 pm
Pages: « 1 2 3 4 5 6 7 8 [9] 10 » Show All
Punya pendapat? Sampaikan pendapat Anda