Bismillah ar-Rahman ar-Rahim
Mahkamah Konstitusi melalui Putusan Nomor 12/PUU-VI/2008 tanggal 10 Juli 2008 telah menyatakan Pasal 316 huruf d Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD bertentangan dengan UUD 1945. Dengan demikian pasal itu dinyatakan “tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat”. Putusan ini mengabulkan permohonan uji materil tujuh partai politik peserta Pemilu 2004 yang berdasarkan ketentuan Pasal 316 huruf d itu tidak dibolehkan ikut Pemilu 2009, karena mereka tidak memiliki kursi di DPR. Ketujuh partai itu ialah PPD, PPIB, PNBK, Partai Patriot Pancasila, Partai Buruh Sosial Demokrat, Partai Sarikat Indonesia dan Partai Merdeka. Ini berbeda dengan sembilan partai lainnya, yakni PBR, PDS, PBB, PPDK, Partai Pelopor, PKPB, Partai PDI, PKPI dan PNI Marhaenis, meskipun tidak memenuhi syarat electroral treshold sebagaimana diatur oleh Pasal 9 ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2003 tentang Pemilu, namun dibolehkan ikut Pemilu 2009 berdasarkan ketentuan Pasal 316 huruf d UU Nomor 10 Tahun 2008, karena mereka mempunyai kursi di DPR. Ketujuh partai pemohon pengujian berpendapat bahwa ketentuan Pasal 316 huruf d UU Nomor 10 Tahun 208 itu bersifat diskriminatif, tidak memberikan kepastian hukum dan bertentangan dengan asas keadilan.
Apakah implikasi putusan MK tersebut terhadap sembilan partai yang telah dinyatakan secara resmi ikut Pemilu 2009. Apa pula implikasinya kepada tujuh partai yang dinyatakan oleh KPU tidak boleh ikut dalam Pemilu 2009? Apakah putusan MK itu dapat menunda pelaksanaan Pemilu 2009? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini datang dari berbagai pihak, termasuk pula dari Keluarga Besar Bulan Bintang di seluruh tanah air. Dalam Rapat Harian DPP PBB di Pasar Minggu tadi malam, saya menjelaskan bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 47 UU Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi, putusan mahkamah tentang pengujian sebuah undang-undang, baru berlaku – dalam makna mempunyai kekuatan hukum tetap — sejak putusan itu selesai dibacakan dalam sidang pleno yang terbuka untuk umum. Putusan MK itu tidak mempunyai kekuatan berlaku surut atau retroaktif. Putusan MK itu baru berlaku sejak kemarin, tanggal 10 Juli 2008, sejak putusan itu selesai dibacakan. Sebelum tanggal itu, putusan itu belum ada, dengan demikian ketentuan Pasal 316 huruf d UU Nomor 10 Tahun 2008 itu adalah pasal yang sah, berlaku dan mempunyai kekuatan hukum mengikat.
Dalam teori maupun praktik penerapan hukum, jika suatu ketentuan hukum dibatalkan, dicabut atau dinyatakan tidak berlaku di kemudian hari, maka akibat hukum dari suatu perbuatan, tindakan ataupun kebijakan yang didasarkan pada ketentuan itu sebelum dinyatakan tidak berlaku, tetaplah merupakan tindakan yang sah dan mengikat. Akibat hukum itu tidak terpengaruh oleh dinyatakan tidak berlakunya ketentuan itu di kemudian hari. Ini adalah asas kepastian hukum yang harus dijunjung tinggi. Saya memberikan contoh Perpu Nomor 2 Tahun 2002, yang memberlakukan surut Perpu Nomor 1 Tahun 2002 tentang Terorisme kepada pelaku peledakan bom di Bali, telah dinyatakan tidak berlaku oleh Mahkamah Konstitusi dalam sidang pengujian terhadap undang-undang, karena Perpu itu dianggap bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945. Namun putusan itu tidaklah membatalkan putusan pengadilan terhadap pelaku peledakan bom di Bali, karena putusan telah mempunyai kekuatan mengikat, sebelum MK menyatakan Perpu Nomor 2 Tahun 2002 itu bertentangan dengan UUD 1945 dan menyatakannya tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat.
Kepada peserta Rapat Harian DPP PBB tadi malam, saya memberi contoh di dalam hukum perdata, bahwa sebuah perkawinan yang sah dapat dibatalkan di kemudian hari, apabila ternyata ada salah satu larangan perkawinan yang dilanggar. Misalnya sebuah pasangan telah menikah selama sepuluh tahun, tetapi belakangan hari baru diketahui bahwa pasangan itu adalah bersaudara kandung. Hal ini mungkin terjadi karena suatu keadaan, misalnya bencana alam, peperangan dan sebagainya yang membuat anak-anak terpisah satu sama lain sehingga mereka tidak saling mengenal lagi. Perkawinan tersebut dapat dibatalkan demi hukum, namun segala perbuatan dan tindakan selama perkawinan belum dibatalkan, beserta akibat-akibat hukumnya adalah sah. Kalau dari perkawinan lahir anak-anak, maka anak-anak itu tetaplah anak yang lahir dari perkawinan yang sah. Kakau kedua pasangan itu selama perkawinan melakukan perikatan perdata dengan pihak ketiga, maka perikatan itu tetap berlaku, meskipun di kemudian hari perkawinan itu dibatalkan.
Berdasarkan asas hukum yang telah saya uraikan dan kedua contoh di atas, saya ingin menegaskan bahwa Putusan MK yang menyatakan Pasal 316 huruf d UU Nomor 10 Tahun 2008 bertentangan dengan UUD 1945 dan dengan demikian tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat, tidaklah mempengaruhi keabsahan keputusan KPU yang menyatakan 34 partai politik ikut Pemilu 2009, termasuk sembilan partai yang tidak lulus treshold menurut UU Nomor 12 Tahun 2003, tetapi dibolehkan oleh Pasal 316 huruf d UU Nomor 10 Tahun 2008. Keputusan itu tidak dapat dibatalkan karena putusan MK tidak berlaku surut. Tahapan-tahapan Pemilu yang telah dilaksanakan oleh KPU yang juga didasarkan atas UU Nomor 10 Tahun 2008 itu tetap berjalan sebagaimana mestinya, termasuk undian nomor urut peserta Pemilu yang telah dilakukan tiga hari yang lalu. Sdr. Ferry Mursyidan Baldan dari Golkar, Hamdan Zulva dari PBB dan Andy Nurpatti dari KPU berpendapat sama, yakni putusan MK tidak berlaku surut. Namun, Andy mengatakan, KPU akan konsultasi dengan Presiden dan DPR dalam menyikapi putusan MK itu. Sebagian pengamat berpendapat putusan MK itu tidak ada artinya, karena tidak dapat dilaksanakan dalam praktik.
Apa yang tersisa dari putusan MK di atas ialah nasib tujuh partai politik yang memohon uji materil tersebut. Akankah mereka ikut dalam Pemilu 2009? Seperti telah saya uraikan di atas, sejak adanya putusan MK tanggal 10 Juli, maka ketentuan Pasal 316 huruf d sudah tidak berlaku lagi dan tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat. Sementara ketentuan Pasal 9 ayat (1) UU Nomor 12 Tahun 2003 yang mengatur electoral treshold untuk Pemilu 2009 praktis tidak berlaku lagi, karena UU tersebut telah dicabut oleh UU Nomor 10 Tahun 2008. Dengan demikian, kini terjadi kevakuman hukum tentang aturan mengenai electoral treshold sebagai sayarat untuk ikut dalam Pemilu 2009. Kevakuman hukum itu dapat diatasi jika dalam waktu singkat Presiden menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu), atau DPR dan Presiden segera membuat undang-undang untuk mengisi kevakuman itu. Namun kalau ini dilakukan, proses pelaksanaan Pemilu, bahkan hari pemungutan suara itu sendiri, dapat tertunda. Proses penerbitan Perpu, apalagi membuat undang-undang, akan memakan waktu. Padahal seluruh tahapan Pemilu harus berjalan sesuai jadual.
Dalam situasi vakum seperti itu, saya berpendapat, semuanya terserah kepada KPU. Lembaga ini dapat menetapkan suatu kebijakan diskretif sebagaimana dikenal dalam hukum administrasi negara. Dapat saja KPU memutuskan tujuh partai itu ikut Pemilu, dan ini berakibat dilakukan undian ulang nomor urut peserta Pemilu, atau diundi di antara tujuh partai itu saja mulai dari nomor urut 35. Namun persoalan lain muncul pula, karena sebagian dari tujuh partai itu pengurusnya telah mendirikan partai baru dan dinyatakan memenuhi syarat oleh KPU untuk ikut Pemilu 2009. Partai baru yang telah memenuhi syarat itu agaknya tidak mungkin akan mundur dari keikutsertaannya dalam pemilu 2009. Partai yang agak unik, nampaknya adalah Partai Buruh Sosial Demokrat pimpinan Dr. Muchtar Pakpahan. Partai beliau ini, kini termasuk kategori partai yang terkena kevakuman hukum itu. Beliau telah mendirikan partai baru, namun partai baru itu dinyatakan KPU tidak memenuhi syarat ikut Pemilu 2009. Namun demikian, bisa saja KPU mengambil kebijakan di tengah kevakuman hukum, untuk mengikuti partai lama yang dipimpin Dr. Muchtar Pakpahan itu.
Demikianlah tanggapan saya atas Putusan Mahkamah Konstitusi yang menimbulkan banyak tanda tanya di kalangan warga bangsa kita yang berkepentingan dengan Pemilu 2009. Kepada Keluarga Besar Bulan Bintang khususnya, saya serukan untuk tetap tenang. Teruskan semua kegiatan dan persiapan menghadapi Pemilu 2009. Seperti telah saya katakan kita tidak punya pilihan lain. Hanya Ada Satu Kata: Maju!
Fastabiqul khairat
Cetak artikel Oleh Yusril Ihza Mahendra — July 11th, 2008
107 tanggapan untuk “IMPLIKASI PUTUSAN MK TERHADAP PESERTA PEMILU 2009”
Pages: « 1 [2] 3 4 » Show All
jebee (komentar #31)
# 30 >>> ISRAL BAHAR
Silahkan Saudara secara pribadi atau partai mendukung calon presiden siapa saja dan dari partai apa saja
tetapi jangan mengatasnamakan masyarakat, memangnya Saudara bisa mewakili seluruh masyarakat Sumbar ?
JEBEE
Indonesia
July 15th, 2008 at 1:15 pm
Bambang Priyanto (komentar #32)
Bang Yusril, luar biasa..!
Analisa dan respon anda terhadap berbagai persoalan kehidupan berbangsa masih cukup tajam dan briliant.
Sebagai fans, saya mau menyarankan meski barangkali ini dinilai sudah masuk domain privat.
Semoga istri bang Yusril dapat segera menutup aurat, begiru juga anak-anak abang.
Sebagai politisi Islam alangkah mulianya bila dalam keseharian kita menampakan kultur Islam.
TETAP SEMANGAT DAN TERUS BERJUANG.
July 15th, 2008 at 3:56 pm
edi.santosa (komentar #33)
Wakakakakakkkkkkk makin lama saya makin cinta ama jebee, kebetulan hari minggu kemarin saya punya waktu luang baca komentar2 beliau dari awal. makin hari makin tersenyum malah kadang2 tertawa baca ulasan beliau.kadang kritiknya pedas, kadang manis, terus sinis, terus baik lagi….
salut deh buat anda. Saya yakin Anda orang hebat, kalau Pak YIM jadi RI 1, mau ya jadi salah satu menteri di jajaran kabinetnya? ( bener lo pujian ini tulus dari dasar hati )
rasanya forum ini garing kalau gak ada jebee, mas ariedi, dll
maju terus !!!
July 15th, 2008 at 5:41 pm
edi.santosa (komentar #34)
Jebee 2009 nanti nyoblos kan?
Jangan enggak loh nanti kalau Bu Mega yang jadi RI 1, bisa bisa anda disuruh hengkang dari republik tercinta hehehehe…..
July 15th, 2008 at 5:46 pm
Ariedi (komentar #35)
No. 1
Nama Ariedi, Jakarta Selatan
Komentar asas praduga terhadap Huruf
Kesalahan : Komentar Anda -” jadi teringat lagu ” berisi kata yang tidak dibenarkan Redaksi
Guns N’ Roses
If we could see tomorrow
What of your plans
No one can live in sorrow
Ask all your friends
Times that you took in stride
They’re back in demand
I was the one who’s washing
Blood off your hands
Don’t you cry tonight
I still love you baby
Don’t you cry tonight
Don’t you cry tonight
There’s a heaven above you baby
And don’t you cry tonight
I know the things you wanted
They’re not what you have
With all the people talkin’
It’s drivin’ you mad
If I was standin’ by you
How would you feel
Knowing your love’s decided
And all love is real
Berkenaan dengan sidang Artalyta baca pembelaan sambil mewek - Bisa di salah artikan macam - macam oleh aktifis pengirim Komentar sepertiku , di Era Hemat Listrik - Energi Thinking About You , Tempo ! - supaya publik , dapat menjadikan periksa dan mengetahui - Beda bangetnya , sidang sejenis artalyta , ada duitnya - seenak mendengar lembut ” Tembak Langsung ” - dengan jenis sidang Ngglundung keronto - ronto , Feel like a Rolling Stones - Pak pung : Tiba - tiba Ku menangis , Sedih hatiku sedih , Mengapa ku begini = Koes Plus , Tidak enak didengar + Nggak Ada duitnya .
Tetapi kalau memangnya harus dibawa masuk Ke Keranjang sampah Bla bla bla Masyarakat , No Problema ! I’ll be back !! Kwek kwek kwek kwek … !
Masih bias ditemukan dibanyak keranjang judul berita – Tempo interaktif
Sejak awal juni lalu – ya daripada : SEPI - lagi terjaring kata sendiri …
Terima kasih - Nasib Praduga Huruf Ku tidak lagi Jembatan : SURAMADU - Benci tapi Rindu
Salam !
July 15th, 2008 at 6:05 pm
Kurniawan (komentar #36)
10 tahun ya Pak…?! Maaf saya salah. Waduh jadi malu. Maklumlah, pikiran saya sudah di 2009, he he
July 15th, 2008 at 7:46 pm
HAYAT ZAINUNI (komentar #37)
Salut untuk Bung Yusril,
Pemahaman abang tentang perundang-undangan sangatlah tinggi nilai objektivitasnya. Memang seharusnyalah penafsiran tentang sebuah keputusan yang dikeluarkan oleh Hakim Ketua sekelas profesor, harus pula ditafsirkan oleh juga pengamat sekelas profesor sehingga tidak menimbulkan polemik yang dapat merugikan salah satu pihak.
Kapan negeri ini akan dewasa bila para pemangku jabatan tertinggi di republik ini hanya berpikir sesaat demi golongan dan pribadinya, “Mereka punya telinga tapi tuli terhadap suara, Mereka punya mata tapi buta terhadap kebenaran”. MEREKA YANG MEMBUAT UNDANG-UNDANG DAN ATURAN TAPI JUSTERU MEREKA SENDIRI YANG MENGHINAKAN ATURAN YANG DIBUATNYA” ini sama artinya dengan KABUROMAKTAN AN TAQUULU MAA LA TAF’ALUUN
Sadarlah….. bahwa setiap pemimpin kelak akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Sebagai anak bangsa malu rasanya melihat tabiat para elit yang tidak memiliki rasa malu, rasa kepedulian, rasa keprihatinan rakyatnya. Jujur rakyat sebenarnya sudah muak dengan perilaku elit politik YANG SERINGKALI DISEBUT SEBAGAI TUAN YANG MULIA!
Kepada PBB saya berharap! REBUT KEKUASAAN DAN LAKUKAN PERUBAHAN!! SEKARANG DAN UNTUK SELAMANYA!!!!
July 15th, 2008 at 10:53 pm
HAYAT ZAINUNI (komentar #38)
TENTANG PENCALONAN YIM SEBAGAI PRESIDEN
Bang! rasanya peluang untuk mencapai itu sejauh ini sangatlah tidak realistis. Kemampuan abang untuk memimpin negeri ini saya tidak ragukan, bahkan sebagian besar anak bangsa yang berfikir pun tidak meragukannya. Namun sebagian besar masyarakat sebagai pemilih aktif kurang berpihak kepada abang!
Jangan paksakan bang! bersabarlah sejenak, ukir sebuah prestasi besar bagi negeri ini sehingga rakyat dapat merasakan secara langsung manfaat keberadaan abang, tidak ada yang salah tentang abang. Akan tetapi masyarakat kita masih belum dapat membedakan persoalan pribadi (keluarga, rumah tangga) dengan persoalan keummatan, dan hal ini dapat dijadikan black campaign bagi lawan politik abang.
Petarung-petarung 2009 sebagai candidat RI-1 memiliki popularitas yang cukup baik dibanding abang (bukan secara akademik lho ya), kesiapan mereka untuk pembentukan opini sangatlah luar biasa besar biayanya dan hal itu sangat memberi kesan bagi masyarakat “awam”. Belum lagi kekuatan partai mereka yang bisa saja tumbuh besar (peta politik kita unpredictable), dengan kemasan yang bagus meski isinya kosong dapat membuat pemilih “awam” terbawa angan dan mimpinya.
JARGON “PENERAPAN SYARIAT ISLAM” rasanya akan dapat menjadikan PBB kontrapriduktif. Menurut saya sebaiknya cita-cita itu cukup tersirat saja jangan tersurat. Karena masyarakat kalau dengan kata Syariat Islam nampaknya menakutkan dan citranya memang demikian. Sebaiknya tunggu satu putaran lagi bang! Kalau RI-2 boleh lah! PREDIKSI SAYA KALAU ABANG NAIK JUGA JADI CAPRES NANTI, PALING SUARA SIGNIFIKAN AKAN DIDAPAT HANYA DARI PROPINSI BABEL, SUMSEL DAN NTB (sisanya wallahu a’lam bishowab)
July 15th, 2008 at 11:49 pm
Rinie (komentar #39)
Buat Bpk Hayat Zainuni.
Menurut saya kalau harus nunggu satu putaran lagi bagi YIM terlalu lama…..mau jadi apa Indonesia lima tahun mendatang kita belum tahu…..kalau menurut saya, inilah saat tepat YIM maju unk menolong kondisi Indonesia sekarang ini demi paling enggak lima tahun yang akan datang….dan untuk tahun-tahun seterusnya paling enggak YIM sudah memberikan teladan sebagai pemimpin yang mumpuni untuk masa yang akan datang……
Untuk YIM jangan gentar…maju terus…..karena yang Maha Kuasa dan Maha Kuat hanyalah Allah Ta’alla, dan bila Dia sudah berkehendak maka kekuatan manusia tidak akan ada artinya.
July 16th, 2008 at 9:00 am
Ariedi (komentar #40)
Dulu Kala album : A Saucerful of Secrets - Pink Floyd
Yang dirilis sebelum Jaman Emangnya ; Gue Pikirin ! Pesta musik Akbar 1969
Flower Generation – yang Jua masa Pudar Kharisma Proklamator Soekarno , ketika itu ,
Sian Tengoknya , Seolah bukan Bapaknya Bangsa – menjelang akhir hidupnya terkesan Nelangsa . namun begitulah yang jadi Suratan + Contoh soal mengenai Perihal yang di istilahkan = Kuwalat - Kelewat memberi kesan sepele pada kedudukan selaku Orang Tua – Bagi Generasi penerus Sumpah Pemuda .
Maka Cobaan Hidup Bangsa – pada masa – masa Proklamator Soekarno – Hatta , tiada
Lebih terbukti cenderung = Cobaan Hidup Untuk Level ; Super Hero – Bukan Insani Lumrah – Warga : Selama Darah Mengalir dari Luka ( C / A ) Manusia Biasa .
Kepastian Takdir Insani Bumi Langka itu – dalam singkat kata = Menuju urusan Mengalami : Kelangkaan Ke Alpaan – Oleh karena sifat dasar manusia adalah Pelupa , jika seperti Itu simpul benang merahnya Tujuan : Berguru sebelum berilmu – berilmu sebelum Mumpuni – Menjadi Ahli Bidang yang diperlukan oleh Bangsa dan Negara – maka katakanlah : Mantra Yoganiro – Say it something , Isian kalbunya selaku pejalan = Mantram Pasuryan – Kening sehubung sujud Bumi Di badan – Tubuh Putra – putri Bangsa Bumi Ibu : Kendali Sada Bathiniah Pejalan amanat Luhur – Palapa ( = Duniawi ) cita Bangsa , sejak perjuangan – Merebut , Hingga Mempertahankan dan mengisi Kemerdekaan : SET THE CONTROLS FOR THE HEART OF THE SUN
Little by little the night turns around.
Counting the leaves which tremble at dawn.
Lotuses lean on each other in yearning.
Under the eaves the swallow is resting.
Set the controls for the heart of the sun.
Over the mountain watching the watcher.
Breaking the darkness
Waking the grapevine.
One inch of love is one inch of shadow
Love is the shadow that ripens the wine.
Set the controls for the heart of the sun.
The heart of the sun, the heart of the sun.
Witness the man who raves at the wall
Making the shape of his questions to Heaven.
Whether the sun will fall in the evening
Will he remember the lesson of giving?
Set the controls for the heart of the sun.
The heart of the sun, the heart of the sun.
Diatas hanya sebatas pemaparan Praduga Huruf – yang Hubungnya : Kenanglah Ingat – Lupakan jangan .
Nuwun sewu Bung Yusril , agak sedikit Ikan didalam Mangkuk – Santapan rohani endi maneh , Heh he he hhee …
July 16th, 2008 at 12:40 pm
Andika (komentar #41)
Lama-lama eneg baca tulisannya Ariedi. Nih orang mimpi disiang bolong. Ayo bangun-bangun.
July 16th, 2008 at 12:55 pm
aini (komentar #42)
saya tertarik sekali dengan komentar pak Hayat # 38. sebagian isi komentar itu , saya mau tanggapi.
sebelum saya ikut dalam blog ini, saya kurang mengenal sosok pak YIM dalam peranan dan perjuangannya dalam PBB. setelah sekian lama membaca artikel dalam blog ini dan terutama isi dari artikel satu ini, satu satunya calon yg akan kupilih sebagai #1 RI adalah beliau. mengapa ? tentu banyak sekali alasannya yg tidak dapat semuanya saya jelaskan dalam komentar ini. memang bagi yg non muslim , mendengar kata “penerapan syariat islam” , dalam pikiran mereka sudah bermacam macam. Pak Hayat mengatakan bisa kontraproduktif. Disinilah salah satu letak kekuatan pak YIM, ” KEJUJURAN Dalam MEMBERIKAN INFORMASI POlICY PARTAI nya”. Beliau tidak mengelabui masyarakat tentang policy partai. Beliau memberikan informasi yg jelas dan benar, tidak abu-abu, sehingga nanti masyarakat yg memilih beliau merasa tidak terkecoh oleh propaganda selama kampanye. masyarakat indonesia mayoritas ( lebih dari 85 % adalah penganut islam ) berarti kurang lebih 15 % yg non-islam. nah supaya tidak kontraproduktif, pak YIM dan PBB bisa mencari cara yg efektif untuk mencegah efek kontraproduktif tsb, misal PBB adakan diskusi atau dialog dengan tokoh masyarakat setempat: tokoh adat, rohaniwan, LSM yg anggotanya mayoritas terdiri non islam. sehingga mereka yg non islam mengerti arti kata tsb diatas. untuk kalangan Asia, mudah mudahan mereka tidak punya efek tsb dengan akan adanya film Cheng Ho yg segera diputar di sejumlah negara Asia dengan peran pak YIM sebagai laksamana dalam film tsb. apalagi nanti kalau Obama yg terpilih jadi presiden USA, setidaknya bisa membantu mencegah efek kontraproduktif tsb. mudah mudahan apa yg pak Hayat kuatirkan akan memberikan masukkan untuk pak YIM dan PBB. terima kasih.
July 16th, 2008 at 12:56 pm
T.babab (komentar #43)
Assalamu’alaikum wr wb
pak yusril terima kasih atas penjelasannya. Saya yang awam ini jadi dapat mengerti dan mencernanya karena kesederhanaan kata-kata dan cara bapak menjelaskannya..
Kemudian, saya ingin bertanya kepada bapak tentang alasan pbb mendukung pak chaidir dan suryadi di pilkada riau 2008? Meskipun sebenarnya saya simpati kepada pak chaidir sejak lama, namun saya tetap ingin tahu langsung dari anda alasan utama dan pertimbangan-pertimbangannya pbb mengusung pasangan tsb. Boleh kan pak?
Saya yakin ada kejutan lagi dalam jawaban bapak nantinya..
Terima kasih sebelumnya,
wassalamu’alaikum wr wb
Assalamu’alaikum. Lebih baik berhubungan langsung dengan DPW PBB Riau untuk mendapat penjelasan lebih rinci. (YIM)
July 16th, 2008 at 5:17 pm
edi.santosa (komentar #44)
Jebee, missing u nech…..
July 16th, 2008 at 5:19 pm
H.M.Falah Mathori (komentar #45)
Komentarnya sudah bagus semua, karena komentarnya sudah diborong oleh lainnya, ya saya cukup mengingatkan saja, hati-hati jangan sampai tergelincir dengan godaan: Harta, tahta dan wanita.
July 16th, 2008 at 5:46 pm
Ariedi (komentar #46)
Klog ! Klog ! Klog ! Jagad Nglindur Bawono ! Samabato Aku Walau -
Walau , Bukan Merk : TIGA RODA , Lumayan daripada tidak ada - Pshhhst ! Psssht ! Psssht ! CREED - : Induk Wacana aturan Tidur – Menidurkan Praduga Huruf Di Kelurahan Dunia Maya – Tanah air Komputer , Merk macem - macem …
ONE LAST BREATH
Please come now I think I’m falling
I’m holding on to all I think is safe
It seems I found the road to nowhere
And I’m trying to escape
I yelled back when I heard thunder
But I’m down to one last breath
And with it let me say
Let me say
Hold me now
I’m six feet from the edge and I’m thinking
That maybe six feet
Ain’t so far down
I’m looking down now that it’s over
Reflecting on all of my mistakes
I thought I found the road to somewhere
Somewhere in His grace
I cried out heaven save me
But I’m down to one last breath
And with it let me say
Let me say
Hold me now
I’m six feet from the edge and I’m thinking
That maybe six feet
Ain’t so far down
Sad eyes follow me
But I still believe there’s something left for me
So please come stay with me
‘Cause I still believe there’s something left for you and me
For you and me
For you and me
Hold me now
I’m six feet from the edge and I’m thinking
Seperti halnya Obyek Tafsiran Visi – Mengenai KPU , lintas Partai dan
Tanggapan dari Pemilik Hak Pilih - Hubungnya adalah = Memasuki wilayah Imigrasi + Usia Jiwa Lintas perkara yang Abadi – tak geming di : 18 tahun – Egihteen Youth wild – Skid Row , atau A / C Alice Cooper : Eighteen = Usia Jiwa generasi penerus Sumpah Pemuda .
July 16th, 2008 at 7:02 pm
Ariedi (komentar #47)
Nyambung Kulo Nuwun …
Setidaknya Ini Pendapatku – dan Hubungnya Klik Kirim Komentar ,
Bukannya Klik Cemooh , seolah bangga menjadi warga resmi dunia maya – Denging Setempat – Bukan Hematnya Penduduk Setempat !
On the level , sedang memasuki Imigrasi yang Berbeda , ada menggamit Pengertian Kulo Nuwun Bung Yusril , kalau anda seperti tidak ditempat kejadian Perkara – Bukankah Situs ini seperti TIDAK bertuan ( ? ) ? – anda tetap membiarkan Warga DUNIA NYATA – memiliki anggapan yang sama seperti sebelumnya – yaitu Tidak ada bedanya , anu – yang mana daripada , ERRRRR …. Gong Errrr …
Antara Klik Kirim komentar dengan Kentut sebentar , Memangnya sepertinya DIRIKU – yang menerima denging kentut Publik Sengkuni , sang penasihat Kurawa – Pihak Mereka ? Maaf , Bukan Aku yang Punya Situs – dan karena situs Ini terbuka , Untuk Orang TOLOL sekalipun , agar tidak lagi terlalu Tolol di Kehidupan Nyata ( alamat sebenar kata : bangun – bangun , Nyok Kite nonton Ondel .. ) NKRI .
Sekalian Kuberikan layangan surat imigrasinya Inlyric = pakai jarik kalbu dunia maya – Bukan = Pakek Koteka Doang , Mlaku – mlaku nang tunjungan …
Lines form on my face and hands.
Lines form from the ups and downs.
I’m in the middle without any plans.
I’m a boy and I’m a man.
I’m eighteen and I don’t know what I want.
Eighteen. I just don’t know what I want.
Eighteen. I gotta get away.
I gotta get out of this place.
I’ll go runnin in outer space. Oh yeah.
I got a baby’s brain and an old man’s heart.
Took eighteen years to get this far.
Don’t always know what I’m talkin’ about.
Feels like I’m livin’ in the middle of doubt.
Cause I’m. Eighteen. I get confused every day.
Eighteen. I just don’t know what to say.
Eighteen. I gotta get away
Lines form on my face and my hands.
Lines form on the left and right
I’m in the middle, the middle of life.
I’m a boy and I’m a man.
I’m eighteen and I Like it.
Yes I like it.
Oh I like it. Love it. Like it. Love it.
Eighteen! Eighteen! Eighteen! Eighteen and I Like it.
July 16th, 2008 at 7:03 pm
tresna (komentar #48)
Assalamua’laikum
dah lama liat baca aj,,hehehe
bang saya termasuk simpatisan PBB dari thn 98..dan keluarga sayah dulunya masyumi
bang barusan saya nonton DEBAT di Tv One saya semakin yakin dengan arti syariat…tolong di review di
blog ini ya Bang….
insyaAlloh klo saya di beri umur untuk memilih thn 2009 saya pilh PBB dan YIM for the President
sekian dan terimakasih
July 16th, 2008 at 8:39 pm
mashuri (komentar #49)
Menyaksikan acara Debat TV-ONE malam (16 Juli 2008) kemarin ummat Islam kembali memiliki harapan baru pada Parpol (PBB) khususnya sosok bang YIM. Ibarat sepakbola, malam itu bang YIM tampil layaknya kesebelasan Spanyol, hampir tanpa cela. Bang YIM menang telak tanpa perpanjangan waktu.
July 17th, 2008 at 8:14 am
Bhq (komentar #50)
Bang YIM,
Bagaimana dengan pendapat dari Deny Indrayana di Kompas yang menyatakan bahwa Pemilu 2009 inkonstitusional.
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/07/17/00460143/pemilu.2009.melanggar.konstitusi
Antara kehendak Pak Deny dengan kepastian hukum, tentu ada bedanya. Ibarat seseorang hendak memakan daging babi, tetapi hukum Islam yang pasti menyatakan berang itu haram. Bahwa orang itu kemudian mencari-cari dalih pembenaran bahwa makan babi itu sehat dan menyehatkan, murah dan dapat lebih efisien memenuhi kebutuhan gizi rakyat yang miskin, ya terserah saja. Namun hukum yang pasti telah menyatakan dengan tegas keharaman barang itu. Inilah yang saya maksud ada perbedaan antara “kehendak” dengan “kepastian hukum”. Keputusan MK itu membawa konsekuensi hukum yang pasti, tetapi Pak Deny mempunyai kehendak lain, yang terserah beliau saja, Boss. Gitu aja kok repot, he he he.. ini kata Gus Dur Boss, supaya sampeyan ora lali.. (YIM)
July 17th, 2008 at 8:24 am
Wirza (komentar #51)
Ass. Wr. Wb.,
Bang YIM, menyimak wawancara di detik.com menurut saya sedikit agak blunder jika abang terpancing menanggapi secara detail masalah ekonomi. Apalagi agak susah bagi logika awam mengaitkan solusi masalah ekonomi bangsa yang mendesak dengan logika lahan tidur. Seperti pertanyaan saya pada komentar terdahulu sebaiknya PBB perlu tokoh yang menjadi icon untuk berbicara solusi ekonomi selugas abang menanggapi masalah hukum. Kalau di PAN kita bisa melihat warna Drajad Wibowo. Mohon maaf jika kurang berkenan. Terima kasih
July 17th, 2008 at 3:53 pm
T.babab (komentar #52)
Assalamu’alaikum wr wb
Pak Yusril, mohon maaf saya ingin mengusulkan bagaimana jika untuk menyanyalurkan hobi menyanyi serta untuk tambahan publikasi,bapak berkolaborasi dengan beberapa orang penyanyi daerah mengeluarkan sebuah album vcd lagu - lagu daerah. Bisa saja dalam album tsb bapak hanya menyanyikan satu atau dua judul saja, tetapi di klipnya tetap ada bapak yang sedang tersenyum kepada masyarakat kecil atau kaum bawah kayak kami ini misalnya. Tetapi harapan saya jangan sampai ada simbol atau atribut partai di situ, karena akan mudah di salah artikan dan dijadikan bumerang. Jika lagu yang bapak bawakan mengandung nilai filosofi mendalam bagi daerah tsb, saya yakin pendukung bapak akan semakin bertambah di daerah - daerah..
Dengan demikian bapak dapat membuktikan kepada masyarakat bahwa bapak juga sangat mencintai Persatuan Indonesia sekaligus unjuk kepiawaian bapak menggunakan dan mencintai bahasa daerah. Untuk daerah sumatra mungkin bapak dapat mengambil lagu batak, minangkabau atau melayu. Untuk pulau jawa ada lagu jawa atau sunda. begitupun untuk bugis, banjar dll. Yakinlah pak, akan terjalin hubungan batin yang kuat sekali antara bapak dengan daerah. Dan pendukung bapak di daerah akan merasa bahwa bapak juga bagian dari mereka, sebab sebagian rekan dari etnis tionghoa yang saya jumpai mengatakan bahwa mereka merasa bapak adalah salah satu petinggi di republik ini yang sangat tinggi perhatiannya terhadap budaya mereka. Padahal Laksamana Cheng Ho belum diputar lo pak…
Pada bagian akhir dari vcd tsb dapat bapak manfaatkan untuk menyampaikan pesan - pesan kepada segenap rakyat indonesia ( meskipun hanya 5 atau 10 menit ), tentu saja secara profesional dan artistik.
Saya yakin ini merupakan sarana publikasi yang dahsyat, murah, mudah, efektif dengan banyak manfaat. Keyakinan saya -meskipun belum tentu usul ini bapak terima- lagu yang bapak nyanyikan akan menjadi lagu wajib para jurkam bapak di daerah nantinya.
Tidak usah takut di bajak pak, biarkan saja. Karena memang tujuannya untuk publikasi dan harus tersebar kemana - mana. Lagipula biayanya tentu tidak terlalu memberatkan dong untuk ukuran bapak. Anggap saja itu uang publikasi dan sedekah bapak dalam menghibur rakyat indonesia yang sudah penuh dengan persoalan - persoalan sosial disekitar.
Demikian saja Pak Yusril usul saya, mudah - mudahan harapan kita bersama dapat dikabulkan serta diberi jalan keluarnya oleh Allah SWT. Amiin
Wassalamu’alaikum wr wb
July 17th, 2008 at 4:42 pm
edi.santosa (komentar #53)
Bikin VCD lagu??? tar rakyat eneg..terkenang sama tokoh yang suka nyanyi trus bikin album tapi lupa sama janji waktu minta dipilih..hehehe
Pak soal baju bapak yang selalu tidak sesuiai dengan keinginan semua pihak saya jadi teringat kata-kata bill Cosby (kalau gak salah) ketika ditanya tentang rahasia kesuksesannya Bill cuma menjawab” saya tidak tahu apa rahasia sukses, tapi yang jelas rahasia kegagalan yang pasti adalah BERUSAHA MENYENANGKAN SEMUA ORANG” ini terjemahan bebas saya, maaf kalau tidak tepat.pokoknya intinya gitulah :-) nanti kalau semua diikuti dibilang gak punya kepribadian pula….
July 17th, 2008 at 5:37 pm
edi.santosa (komentar #54)
saya lihat acara debat di TV one,
saya bukan pendukung JIL tentunya, saya cinta partai ini pastinya, tapi saya setuju satu hal dengan orang JIL tersebut, saya ingin partai ini maju, wakilnya di dewan banyak, sehingga cita-cita partai tentang apapun termasuk soal syriat bisa terwujud. dan itu bisa tercapai dengan mengambil hati rakyat sebanyak banyaknya. sekali lagi saya bukan tidak setuju tentang soal syariayt yang jadi tema utama kampanye menuju 2009, tapi kalo menurut pemikiran saya yang bodoh ini, 2 kali pemilu rasanya cukup membuat orang tahu bahwa cita-cita partai ini tentang syariat, sudah saatnya partai mengedepankan tema lainnya, tentu saja bukan tema murahan yang sekedar jual janji, tapi menunjukan bahwa kita peka terhadap keinginan rakyat yang notebene adalah yang akan memilih partai. saya tidak sedang psimis, tapi bila raihan suara partai tidak jauh2 dari hasil pemilu yang sudah2 ya jangan heran juga karena pemilihnya yang tahun kemaren2 juga.
Saya tidak bermaksud menyarankan partai ini menghalalkan segala cara seperti salah seorang teman kita bilang bahwa kita jangan seperti PKs yang menghalalkan segala cara. tapi kita mungkin bisa berkaca seperti halnya pemilu di amerika. seorang kandidat bisa sangat detail memperhatikan sehgala aspek yang kira kira bisa mempengaruhi pemilih. mulai dari soal tinggi badan, gaya rambut, mode pakaian , cara bicara, isu isu aktual, bahkan seorang calon presiden di amerika bisa mnggaji puluhan advisor, mulai dr mode, public speaking dll. Orang amerika loh yang dikatakan sudah maju dan cerdas dalam berpolitik, tapi masih bisa menjatuhkan pilihan berdasarkan hal hal yang tidak rasional. sekali lagi saya cuma ingin partai ini maju, partai ini berkembang, berkuasa. tapi kalo dapet suaranya kurang, mau digimanain..bukan berarti tidak istiqomah pak hamdan zoelva, bukan berarti juga kita tidak jujur pada pemilih rekanrekan, tapi dengan paartai yang 34 sepertinya beragam padahal tidak jauh beda platformya, kita harus bisa menjadi sesuatu yang beda.
maaf saya yang bodoh ini sudah mengelantur sejauh ini, saya yakin Pak YIM, Pak Hamdan, Pak Ka`ban, Pak Sahal dll sudah memperhitungkan dengan masak2 strategi pemenangan pemilu kali ini. Hanya satu kata: MAJU !!!
July 17th, 2008 at 6:12 pm
Asep Harja (komentar #55)
Bismillahirrohmanirrohiim,
Assalamu`alakum wr wb.
Bang Yusril, saya ini kadang suka bingung tentang peraturan (Maaf saya tidak ingat UU atau Perpu nya) yang melarang seorang PNS aktif di partai. Implikasi dari larangan ini jelas-jelas akan mengkebiri orang tersebut dalam menggunakan hak politiknya. Dalam berita-berita di media cetak dan elektronika seorang PNS dilarang aktif kampanye dan menjadi tim sukses. Nah saya ingin bertanya, sejauh mana larangan ini bisa dikatakan tidak melanggar hak berpolitik ditinjau dari segi hak seorang warga negara. Saya ketahui Bang Yusril juga seorang Dosen (PNS) walau saat ini saya tidak tahu apakah masih PNS.
Saya yakin banyak yang berpotensi bila aktif baik sebagai anggota atau simpatisan dari golongan PNS ini ( dari kelompok ini rata-rata terdidik bahkan banyak tingkat pendidikannya S1, S2 dan S3), tapi akhirnya hanya menjadi penonton karena tersandung perarturan tadi.
Mengenai Partai Bulan Bintang (yang selama Pemilu setelah Reformasi saya pilih), mungkin karena saya hanya melihat di sekitar daerah saya (Bandung), saya pandang perlu strategi khusus untuk bisa meraih generasi muda terutama dari kalangan kampus, terus terang saja setiap saya berdiskusi dengan mahasiswa PBB ini kurang populer dan tidak digandrungi. Mungkin ini semua karena tampilan yang tampak kolot sehingga tidak `sehati`dengan gejolak muda mereka yang selalu ingin melihat suatu tampilan yang kreatif dan dinamis. Selama ini saya ada `partai tetangga` yang berhasil mendapatkan simpatinya, walau setahu saya partai ini telah menjual diri dengan visi dan misinya. Saya yakin bahwa besarnya partai sangat ditunjang oleh ide-ide kreatif dan inovatif yang mampu membaca keinginan si konstituen dengan tetap pada azas, misi-visi partai tanpa perlu `menjual diri`. Sekali lagi semoga Alloh swt memberikan pencerahan kepada bangsa ini (terutama Umat Islamnya) untuk bisa meraih rahmatan lil`alamin dengan memilih PBB dalam Pemilu 2009 nanti. Untuk Bang Yusril maju terus dan `maju` untuk menjadi Capres pada Pilpres 2009 nanti.
July 17th, 2008 at 10:41 pm
syafruddin djosan (komentar #56)
Salam ta’zim,
Bangsa ini syukur pernah terlahir seorang anak bernama Mohammad Natsir. Pemimpin egaliter yang zuhud dan cerdas, yang amat faham pada bangsa dan negerinya. Kepada siapa “Sosok Natsir” lalu pantas ditempel untuk generasi pelanjutnya? Saya lihat, dengan tetap menghormati tokoh-tokoh yang lain,adalah pada diri Bang Dullah (Abdullah Hehamahua) dan Bang Yusril. Tentu ada perbedaan di antara keduanya. Bang Dullah cenderung lurus-lurus dan low profil seperti dulu, tapi Abang kita yang satu ini “cenderung mau melawan arus” (maksud saya dalam gaya hidup dan performance). Sorry, Bang. Buktinya kan sempat terjadi ‘pecah kongsi’ dengan SBY. Ya, tapi itu kan karakter orang yang siapa pun tak boleh berinisiatif mengubahnya.
Soal YIM mau jadi presiden, itu kan sudah dari dulu, tapi laki-laki tampan yang terkesan angkuh (padahal hatinya baik) ini malah legowo memberi kesempatan kepada saudara seimannya, Gus Dur, maju jadi presiden. Itu sejarah. Maka ketika kini YIM berhasrat maju lagi di 2009, harusnya kita dukung dia dengan sepenuh-penuh dan seluas-luasnya. Kan gitu, Bang? Tapi seberapa besar daya dukung yang signifikan dari khalayak di jagat republik ini juga perlu ditaksir. Jangan sampai seperti Mas Amien yang tak terlalu mendapat suara menggembirakan pada Pemilu 2004 lalu.
Ada optimisme yang sesungguhnya bisa “memenangkan” seorang YIM jadi presiden. Bahwa YIM relatif tokoh sipil dan cendekiawan yang popular di kalangan kaum muda. Maka yang kudu disentuh adalah konstituen kaum ibu atau perempuan yang konon jumlahnya dominan untuk jadi pemberi suara dalam Pemilu. Perlu kiat khusus untuk itu, dan itu boleh tanya ke Bang Toni Ardi (sebagai figur Tjokroaminoto Muda) supaya frekuensi pasnya ditemukan.
Kalau mau ekstrem saya pikir, enaknya YIM jadi pendamping SBY. Bah! Apa mungkin? Jadi tawarannya turun satu oktaf: Vice President. Ini jadi pas: sama-sama guanteng, seniman, religius, nasionalis, dan segudang nomenklatur lainnya yang pas untuk ditempelkan. Jargonnya pun jadi enak: “Duet Duo Jenderal untuk Pemilu 2009″
Ah. Ini kayaknya cuma khayalan, kali ya? Tapi, siapa tahu? Bukankah negeri yang digambarkan almarhum King Fahd sebagai “hadza firdausyi fid-dunya” ini senantiasa unpredictable?
July 18th, 2008 at 9:08 am
HAYAT ZAINUNI (komentar #57)
KOMENTAR KEPADA BUNG EDI SANTOSA
Saya setuju dengan bung Edi tentang thema yang akan diisukan oleh Partainya bung Yusril, “SYARIAT ISLAM”
Para pemikir partai ini tersihir oleh jumlah kuantitas bukan kualitas dan lupa akan sinyalir Rasul tentang keadaan ummatnya pada suatu masa yang tinggal buih dari yang ratusan juta itu.
Cobalah kaji ulang tentang thema yang akan dibawa nanti, perolehan suara yang diperoleh partai bung ysuril selama dua kali pelaksanaan pemilu dan penurunan perolehan pada pelaksanaan pemilu 2004 mestinya perlu kajian serius. Bukankah itu artinya terdapat gradasi yang nyata?
Cobalah cari isue atau thema yang lain selain Syariat Islam, tapi issue yang lebih Indonesia dan terdengar lebih universal, saya bukan anti syariat islam bung Yusril. Persaingan pada 2009 nanti sangatlah berat dibanding 2004 yang lalu, saya dapat yakinkan kepada pembesar PBB bila issue yang dibawa tetap pada sekitar Syariat Islam, maka partai ini akan menangis sedu sedan di 2009 karena perolehan suaranya ternyata tidak signifikan. Dan jangan lupa PBB ini ikut pemilu juga karena peruntungan undang-undang. Meskipun telah siap dangan PBB versi bung Zul dan Bung Ardhy.
Pemilu adalah sarana untuk meraih kemenangan yang dengan kemenangan itu PBB dapat mengaktualisasikan kemauan termasuk menerapkan syariat islam, dengan demikian maka suara setan pun bila itu memberi arti buat pundi-pundi jumlah perolehan suara secara nasional rasanya sah-sah saja! “PARTAI POLITIK ADALAH SARANA UNTUK MERAIH KEKUASAAN” bukan MENCARI PAHALA sehingga seringkali tersirat upaya tipu muslihat.
Bila kita memeriksa konsituen muslim yang katakanlah berjumlah 80% itu, maka hakekatnya hanya 15% pemilih murni fanatik yang menerima islam sebagai jalan satu-satunya dalam segala aspek (pokoknya islam), sisanya tinggal 65% terbagi menjadi 15% Islam berfikir akademis, 15% islam moderat, 20% Islam nasionalis dan sisanya 15% adalah Islam abangan. Artinya hanya pemilih real 15% yang diperebutkan oleh sejumlah parpol bernuansa Islam dan 65% sisanya adalah pemilih nasionalis religious.
Barangkali salah analisa saya, tapi kita lihat nanti pasca 2009, kalau PBB tetap dengan jargon lamanya maka bersiaplah bertarung untuk memperebutkan jumlah suara yang hanya 15% itu, sementara beban target perolehan 2,5% dari total secara nasional yang didalamnya terdapat berbagai macam agama, faham, suku dan kepentingan ditambah dengan munculnya penawaran-penawaran melalui media yang terkadang menggelitik dari partai lawan yang jumlahnya seabreg itu.
Belum selesai sampai disitu, nampaknya gerakan GOLPUT juga semakin bergema dan mendapat sambutan cukup baik dari masyarakat seiring dengan terungkapnya perilaku para anggota dewan yang menjijikkan dan memalukan itu. Dan ironisnya juga dilakukan oleh partai yang bernuansa “Islam”
Semoga hal ini dapat menjadi masukan yang positif buat kendaraan bung YIM dalam rangka menuju terminal pencalonan Presiden ke depan! Ini saya sampaikan karena semata-mata saya simpatik dengan bung YIM. BERJUANG TERUS, LAKUKAN PERUBAHAN NYATA, APLIKASIKAN SYARIAT ISLAM DALAM KEHIDUPAN BUKAN HANYA SAMPAI PADA TULISAN. KAMI TUNGGU!!! BILLAHI FI SABILIL HAQ
July 18th, 2008 at 9:23 am
HAYAT ZAINUNI (komentar #58)
Usulan bung syafrudin djosan rasanya perlu menjadi renungan bang YIM, cobalah mencari petunjuk melalui istiklharah bang!
July 18th, 2008 at 9:36 am
Ahyar Pati (komentar #59)
Keterpurukan negeri ini tidak lain adalah karena kebodohan dan kepentingan para penguasa dalam menyikapi permasalahan negara, saya melihat YIM walaupun nota bene sebagai petinggi partai masih tetap proporsional dan obyektif dalam menyikapinya, ini dapat saya lihat pada ide, pendapat, atau kebijakan yang anda sampaikan. sebagai seorang muslim tentu saya bercita-cita agar negara ini bisa diatur dengan prinsip dan nilai -nilai syariat dan saya melihat dari dialog-dialog YIM yang pernah saya lihat sepertinya itulah yang memang bapak perjuangkan. permasalahannya masyarakat banyak yang belum tahu wujud nyata dari apa yang telah bapak perjuangkan itu
July 18th, 2008 at 2:12 pm
Ariedi (komentar #60)
Kulo NUwun , …
RUU Kementrian Negara Batal Disahkan Hari ini
Jum’at, 18 Juli 2008 | 07:57 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Anggota Panitia Kerja Rancangan Undang Undang Kementrian Negara Permadi mengatakan pengesahan Rancangan Undang Undang Kementrian Negara batal dilakukan pada rapat Paripurna DPR hari ini, Jumat (18/7).
“Baru tadi malam disetujui oleh para menteri,” kata politikus PDI Perjuangan ini kepada Tempo pada Kamis malam. Salah satu yang membuat alot pembahasan rancangan ini adalah materi pejabat negara yang harus melepaskan jabatan dari partai.
Dengan waktu yang singkat, kata dia, rancangan itu tidak memungkinkan disahkan pada pada Sidang Paripurna DPR. “Baru bisa disahkan pada masa sidang berikutnya,” katanya.
Menurut dia, rancangan ini sudah dibahas sejak dua tahun lalu. Tapi, pembahasan terus molor karena materi keharusan pejabat negara melepas jabatan ketua partai politik belum bisa disepakati. “Ada tarik menarik di situ,” katanya.
Dia menambahkan Undang Undang ini mulai dibahas sejak Menteri Sekretaris Negara masih dijabat Yusril Ihza Mahendra. “Tapi, saat itu deadlock,” katanya.
Sejak Menteri Sekretaris Negara dijabat Hatta Rajasa, pemerintah lebih kooperatif membahas rancangan ini. Selain Sekretariat Negara, pembahasan draf ini melibatkan Departemen Hukum dan HAM dan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara. Eko Ari Wibowo
Lawas – Lapor ! Ndoro ( Dua : O - Bukan Satu )
Aku , Rrrra Mudheng dengan Praduga Huruf yang di tanda –
Kutip : ADA TARIK MENARIK DISITU - dan hubungannya ,
Dengan Lintas kata dibawahnya : Sejak Mentri Sekretaris
Negara Di Jabat Hatta Rajasa , Pemerintah LEBIH Kooperatif
( ? ) Lha ya itu – kalau lebih kooperatif , Kenapa : “ ADA Tarik – menarik disitu ? – Karet , Syd Barrett ? – Lengket permen karet ? – Puyeng ? atau Rrrra Mudheng ? tidak –
Lumayan lurus nada kata Gus dur : GIIITU Aja Kok Repot !
Melainkan : Ngomong Repot – “ Dead Lock “ – maka seperti
Nya Hatta jasa rajasa sekalipun – harus belajar bahasa dead lock dariku - Aaaa ku ! Kok … rajanya tutur puting beliung – bingung – bingung deh lu … dan sebelum Lupa – Kutitipkan kata ; kulo nuwun – bagi yang baru masuk tanpa Kulo Nuwun .
Salam !
July 18th, 2008 at 3:30 pm
Pages: « 1 [2] 3 4 » Show All
Punya pendapat? Sampaikan pendapat Anda