Bismillah ar-Rahman ar-Rahim
Dua minggu lalu, Metro TV mulai merekam salah satu program “election channel” mereka, untuk disiarkan mulai akhir bulan Juli ini. Acara itu diberi nama “The Candidate”. Mereka yang akan tampil di acara ini, tentu saja “candidate” dari berbagai posisi, bisa jadi kandidat Presiden, kandidat anggota DPR,DPD dan kandidat apa saja. Ketika saya tiba di daerah Mampang – tempat rekaman itu dilakukan – saya bertemu dengan Pak Sutrisno Bachir –Ketua Umum PAN — yang baru saja selesai melakukan rekaman. Pak Trisno adalah sahabat baik saya sejak lama. Saya selalu memanggil beliau “Boss”, maklum beliau seorang saudagar dan pengusaha sejak lama. Akhir-akhir ini beliau makin tersohor karena slogannya “Hidup Itu Perbuatan” yang biaya iklannya konon sudah milyaran rupiah. Sebab itu, ketika bertemu beliau, saya mengatakan “Boss, sebenarnya saya sudah lama manut (ikut atau turut) sama sampeyan (anda)”. “Kenapa?” Kata Pak Trisno, “Ya karena selama hidup saya ini, dari dulu saya selalu melakukan perbuatan”. Pak Trisno tertawa. Sayapun tertawa. Kami memang akrab satu sama lain.
Acara rekaman The Candidate terhadap saya dipandu oleh presenter Metro TV. Tiga panelis yang akan mengajukan pertanyaan kepada saya ialah Dr. Indria Samego dari LIPI, Professor Bustanul Arifin dari IPB dan Andrinof (Chaniago), seorang pengamat politik. Ada sekitar 150 orang peserta dalam acara ini. Dari baju yang dikenakannya, saya mengetahui bahwa mereka adalah anggota Partai Demokrat, PAN, PPP, PBB dan Brigade Hizbullah. Ada pula sejumlah mahasiswa dari UIN Syarif Hidayatullah, HMI dan sejumlah pengusaha. Rekaman ini berlangsung selama satu jam, dan konon akan disiarkan malam hari tanggal 30 Juli nanti. Siapa tahu, anda berminat menyaksikannya.
Dalam acara ini, saya tidak diberi kesempatan untuk mengetengahkan alasan-alasan mengapa saya maju ke pencalonan Presiden, apa visi dan misi saya, serta apa program dan hal-hal yang ingin saya kerjakan jika nanti terpilih sebagai Presiden RI. Dr. Indria Samego langsung saja mengemukakan pertanyaan, apakah saya puas dengan sistem penyelenggaraan negara sekarang ini, dan bagaimana saya menghadapi DPR dengan sistem multi partai yang berlaku sekarang ini. Saya menjawab bahwa sistem yang kita bangun setelah amandemen UUD 1945 memang berpotensi menciptakan pemerintahan yang tidak stabil. Presiden harus bekerjasama dengan DPR tetapi DPR juga mengawasi Presiden. Presiden dan DPR dipilih langsung oleh rakyat. Karena itu, bisa terjadi DPR dikuasai oleh anggota-anggota yang tidak mendukung Presiden. Dengan kata lain, Presiden hanya mendapat dukungan minoritas di DPR. Inilah titik lemahnya sistem yang kita bangun. Namun, sebagai Presiden – jika terpilih – saya harus tunduk kepada sistem yang kita bangun itu. Untuk mengatasi ini, berdasarkan pengalaman saya selama berada di pemerintahan,cara menghadapi DPR hanya ada dua, yakni argumentasi dan diplomasi.
Saya harus menjelaskan pendirian saya secara argumentatif dan sedia membuka perdebatan dengan alasan-alasan obyektif yang meyakinkan. Diplomasi artinya seni untuk mengajak dan meyakinkan semua pihak, dengan menunjukkan sikap simpati dan bersahabat. Saya juga berpendapat bahwa kategori partai pemerintah dan partai oposisi seperti dikenal di negara-negara lain, tidak sepenuhnya dapat diterapkan di negara kita. Kultur seperti itu belum terbentuk. Praktek sekarang ini menunjukkan bahwa partai yang punya menteri di kabinet, namun di DPR berprilaku seperti oposisi. Demikian pula sebaliknya. Jadi, satu-satunya jalan ialah argumentasi dan diplomasi tadi. Saya tetap optimis dan berkeyakinan bahwa para politisi kita akan sama-sama memliki rasa tanggungjawab kepada bangsa dan negara. Semua kita memiliki hati nurani.Karena itu, saya optimis dapat bekerjasama untuk menyelesaikan semua persoalan yang kita hadapi.
Dr. Indria Samego juga menanyakan kabinet seperti apakah yang akan saya bentuk, apakah akan terdiri dari orang-orang partai, ataukah dari kalangan profesional? Saya menjawab, kedua hal itu menjadi pertimbangan utama saya, walau saya berpendapat, dikotomi seperti itu tidaklah ketat. Orang-orang dari partai bisa juga orang-orang yang profesional di bidangnya. Namun orang-orang dari non partai yang akan saya rekrut haruslah benar-benar profesional di bidangnya. Dalam sistem Presidensial, semua tanggungjawab penyelenggaraan pemerintahan negara adalah di tangan Presiden, walaupun berbagai undang-undang ada menyebutkan kewenangan tertentu telah diserahkan kepada menteri. Dalam sistem pemerintahan kita, tidak ada keputusan kabinet, karena yang ada adalah keputusan Presiden. Para menteri, walaupun berwenang memutuskan sesuatu sesuai kewenangannya, namun para menteri itu bertanggungjawab kepada Presiden. Saya akan menyusun kabinet berdasarkan pertimbangan yang matang, dan saya belajar dari pengalaman pembentukan kabinet di masa lalu yang saya ikut terlibat. Di negara lain pernah terjadi seorang sarjana hukum menjadi menteri kesehatan, tetapi seorang dokter menjadi menteri kehakiman. Saya tak mungkin melakukan hal seperti itu dalam menyusun kabinet di negara kita. Siapapun yang akan duduk di kabinet, haruslah saya pertimbangkan dalam-dalam latar belakang dan kemampuannya.
Professor Bustanul Arifin bertanya mengenai pembangunan pertanian dan masalah energi.Saya menjawab bahwa kebijakan ekonomi yang akan saya jalankan adalah membangun ekonomi
berbasis pedesaan, yang bertumpu pada pembangunan sektor pertanian dan perikanan serta industri kecil. Fokus perhatian saya ialah membangun kemakmuran rakyat, bukan dimulai dari kota, tetapi mulai dari desa. Saya ingin menerapkan kebijakan mengenai tanah, baik lahan yang dikuasai oleh negara, maupun dikuasai swasta dan perorangan, yang kini menganggur tanpa dimanfaatkan. Pemanfaatan lahan tersebut harus didukung oleh kebijakan perbankan nasional yang menjadi penyedia modal untuk. Dalam konteks inilah saya menggagas subsidi pada sektor pertanian yang diarahkan melalui KUD-KUD yang diaktifkan kembali untuk membeli produk pertanian dengan harga lebih tinggi dari harga pasaran. Makin banyak produksi petani, makin besar subsidi yang mereka nikmati. Ini beda dengan subsidi BBM, yang dinikmati siapa saja walau tanpa prestasi apapun. Tentu penerapannya dilakukan terbatas kepada produksi pertanian yang utama, yakni padi dan kedele.
Memperkuat ekonomi pedesaan akan menjadikan sektor ini sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Jika petani dan nelayan sejahtera, maka itu berarti kita memberikan kesejahteraan pada bagian terbesar rakyat kita, yang akan membawa dampak berganda kepada tumbuhnya kegiatan-kegiatan sektor ekonomi lainnya. Rakyat di pedesaan tidak perlu hijrah ke kota untuk mencari nafkah dengan segala risiko yang dihadapi. Desalah yang menjadi sumber kemakmuran rakyat.
Mengenai energi, saya menjawab bahwa saya merumuskan suatu kebijakan energi nasional, berdasarkan potensi energi yang kita miliki. Saya menyadari sumber energi konvensional, minyak dan gas bumi, yang kita miliki kian terbatas cadangannya, jika kita tidak menemukan cadangan yang baru atau segera mengeksploitasi cadangan yang telah ditemukan. Produksi minyak kita yang kurang dari 1 juta barrel perhari sekarang ini dengan tingkat konsumsi sekitar 800.000 barrel, sedikit lagi akan menjadikan kita sebagai negara importir minyak, bukan eksportir lagi. Makkamah Konstitusi telah memutuskan bahwa Pemerintah tidak boleh melepas harga minyak dalam negeri mengikuti harga pasar internasional, yang tentu akan menimbulkan penderitaan rakyat, jika harga pasar internasional lebih tinggi dari harga domestik yang disubsidi seperti selama ini. Kalau harga pasar internasional lebih tinggi, maka kebijakan subsidi terus harus dipertahankan. Memang hal ini akan berdampak kepada APBN, jika fluktuasi harga mencapai kenaikan yang tinggi. Namun sedari awal, langkah antisipatif harus dilakukan untuk menutup beban subsidi yang membengkak, apabila terjadi fluktuasi harga diluar dari apa yang telah menjadi asumsi dalam APBN.
Saya berpendapat harga minyak dalam negeri tidak usah dinaikkan karena akan membuat rakyat lebih menderita. Langkah ke arah itu, secara sistematis dalam waktu lima tahun ke depan, saya harus menyiapkan kebijakan enegeri yang konsisten, mengurangi penggunaan BBM khusus untuk listrik dan menggunakan energi lain, terutama batubara untuk energi pembangkit. Dalam empat tahun ke depan, semua PLTD harus beralih ke PLTU. Saya ingin menata dengan sungguh-sungguh pertambangan batu bara – yang kini segala perizinannya telah diserahkan ke daerah – agar kita memiliki persediaan energi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pengurangan penggunaan BBM untuk pembangkit harus diimbangi dengan pembangunan sarana transportasi massal di kota-kota besar. Berbagai studi tentang hal ini sebenarnya telah dibuat. Apa yang perlu dilakukan ialah, Presiden segera mengambil keputusan dan melaksanakannya dalam kenyataan.
Andrinof dan sejumlah mahasiswa serta anggota partai politik yang hadir juga mengajukan berbagai pertanyaan dan kritik. Pertanyaan
Andrinof terkait dengan kemajemukan bangsa kita dan bagaimana kebijakan saya menghadapi isyu-isyu kemajemukan itu. Saya menegaskan pendirian saya, bahwa kemajemukan itu adalah sebuah kenyataan dan sekaligus keniscayaan. Saya menjunjung tinggi kemajemukan itu dan akan membuat kebijakan-kebijakan yang sebanyak mungkin dapat diterima oleh semua pihak. Saya tak pernah berpikir untuk mengubah susunan negara kita menjadi negara federal. Saya kukuh mempertahankan susunan negara kesatuan, dengan tetap menjunjung tinggi kemajemukan bangsa kita pada semua aspeknya.
Mahasiswa IAIN mengemukakan berbagai isyu yang mencuat ke permukaan menjelang saya berhenti dari Kabinet Indonesia Bersatu, seperti kasus AFIS yang menyebabkan saya diperiksa oleh KPK dan isyu “Uang Tomy Suharto di BNP Paribas”. Semua hal yang dikemukakan itu saya jawab dengan tenang. Intinya saya mengatakan bahwa saya diperiksa KPK dalam status sebagai saksi untuk orang lain yang menjadi tersangka.
Perdebatan saya dengan penyidik KPK adalah soal penerapan Kepres 80/2003. Putusan Pengadilan Tinggi atas perkara itu menyebutkan bahwa apa yang saya lakukan telah sesuai dengan Kepres 80/2003 itu. Zulkarnain Yunus yang didakwa juga diputuskan tidak terbukti melakukan korupsi. Kesalahannya merugikan keuangan negara, terletak di bidang perpajakan. Jadi, saya katakan, biarlah mekanisme hukum berjalan apa adanya. Kasus ini lebih banyak muatan politiknya untuk membentuk opini publik daripada persoalan pidana.
Begitupun masalah “Uang Tomy” Kejaksanaan telah melakukan pemeriksaan, namun tidak menemukan unsur pidana dalam kasus itu. Bagi pembaca blog ini, semua ini telah saya jelaskan terbuka ketika blog ini baru saja mengudara. Presiden SBY sendiri mengakui baik secara lisan maupun tertulis dalam suratnya kepada saya, bahwa saya diberhentikan dari kabinet karena “desakan dari berbagai pihak” yang memang tak menginginkan saya berada di kabinet. Presiden mengetahui bahwa apa yang saya lakukan bukanlah suatu kesalahan. Isyu-isyu sengaja dilontarkan sebagai bagian dari gerilya politik. Presiden mengatakan kepada saya di Cikeas, agar saya jangan “menghilang dari peredaran”.
Presiden SBY pernah menawarkan agar saya menjadi Duta Besar untuk Malaysia atau menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi. Salah satu sumber yang dekat dengan Presiden memberitahu saya bahwa konon Presiden berencana menarik saya kembali ke kabinet, kira-kira dua minggu setelah saya diberhentikan dari Mensesneg. Entah untuk posisi apa. Saya berterima kasih atas semua kebaikan hati Presiden SBY itu. Namun saya telah mempunyai pertimbangan yang lain, sementara ini saya belum ingin kembali ke jabatan apapun. Saya memilih jalan saya sendiri yakni maju ke pencalonan Presiden.
Kalangan dunia usaha yang hadir menanyakan soal pembangunan dan kepastian hukum, khususnya bagi dunia usaha. Jawaban saya terhadap soal ini pasti. Saya menekankan kepastian hukum yang berintikan keadilan. Pengalaman saya selama bertahun-tahun di pemerintahan menunjukkan hal itu. Saya tak pernah mengalah kepada kepastian hukum, dan tidak menginginkan hukum dikutak-katik untuk kepentingan-kepentingan di luar hukum. Saya menegaskan bahwa kewenangan Presiden di bidang hukum tidaklah terlalu luas. Presiden memang berwenang membuat hukum, tetapi kewenangan itu telah dibagi rata dengan DPR. Kepolisian dan Kejaksaan secara struktural memang berada di bawah Presiden, namun kewenangan mereka bertindak bukan berasal dari Presiden, melainkan dari hukum itu sendiri. Karena itu, polisi dan jaksa dapat memeriksa Presiden. Ketika perkara telah di bawa ke pengadilan, Presiden tidak berwenang mencampuri kewenangan pengadilan, karena mereka independen. Namun, Presiden tentu harus memotori penegakan hukum, termasuk menyediakan sarana dan prasarana hukum serta menyiapkan aparatur penegak hukum yang akan menegakkan hukum secara konsisten.
Tidak semua hal yang dikemukakan dalam acara The Candidate dapat saya muat di sini, kecuali inti-intinya. Tidak semua pula apa yang saya pikirkan dapat saya uraikan dalam acara The Candidate yang hanya satu jam itu. Penjelasan saya di blog ini dalam menjawab hal-hal yang dikemukakan mahasiswa UIN, ada pula yang tak saya ungkapkan dalam acara itu. Sungguh banyak kegiatan yang saya lakukan di bulan Juli ini. Bukan saja internal PBB seperti penyelenggaraan Mukernas di Jakarta, namun saya juga mengunjungi berbagai daerah untuk berdialog langsung dengan para anggota, simpatisan dan rakyat di sana. Sejumlah kegiatan yang terkait dengan pencalonan Presiden juga telah saya hadiri, antara lain dialog dengan Partai Hanura yang diwakili Dr. Fuad Bawazier dan Dr. Ir. Akbar Tanjung yang diselenggarakan oleh Universitas Mercu Buana, berbagai acara di televisi, dan diskusi Calon Presiden Alternatif yang diselenggarakan di Pers Room DPR RI.
Semoga tulisan ini ada manfaatnya sebagai bahan informasi.
Fastabiqul Khairat!
Cetak artikel Oleh Yusril Ihza Mahendra — July 27th, 2008
98 tanggapan untuk “ACARA “THE CANDIDATE” DI METRO TV”
Pages: « 1 2 [3] 4 » Show All
khafidhin (komentar #61)
setahu saya di ANTV juga akan tayang bersama SB. tanggal 17 agustus 2008. jam 23 WIB. insya Allah. LIAT YUUUUUUUUUUUUUK!.
August 15th, 2008 at 9:12 am
Ayie (komentar #62)
sangat memuaskan, dan sangat kami tunggu informasi tentang agenda publikasi tentang Road To RI 1st
August 15th, 2008 at 2:26 pm
Ayie (komentar #63)
Bang minta foto abang dong buat bikin stiker para caleg di cianjur, biar ada poto calon presidennya….
August 15th, 2008 at 2:32 pm
ZAIN el GOLDWATER (komentar #64)
ABANG LAYAK JADI RI-1
kalau liat penampilan, gaya bicara, ilmu dan pesona abang…… rasanya layak jadi Presiden bang. Tapi nampaknya masih terlalu berat buat abang untuk bersaing dengan SBY, maka solusinya adalah suara akan menjadi bulat bila abang bergabung dengan SBY saja.
Ini duet yang pas! dua orang jenderal memimpin negeri seribu pulau, tak akan ada yang mampu menandingi duet JAWA-SUMATERA pasca JAWA-SULAWESI. Rakyat ini masih seringkali tergiur dengan ketampanan, untuk itulah SBY-YIM adalah sosok yang mampu memenuhi keterwakilan rakyat!
Saatnya Rakyat diberi pilihan yang pas! Bukan sekedar ketampanan dan popularitas tanpa isi. Dan kalau SBY-YIM adalah duet Ketampanan dan populer serta berisi sehingga bangsa ini menjadi bangsa yang mandiri dan berkualitas!!
August 15th, 2008 at 4:27 pm
Kurniawan (komentar #65)
Setelah saya menyaksikan tayangan The Candidate, kalau boleh saya menilai, ada banyak hal yang berubah dari penampilan Bapak. Pertama, sekarang bapak jadi lebih banyak tersenyum bahkan tertawa kecil. Kalau dulu, orang seringkali hanyut dalam keseriusan berbicara bapak. Juga dalam sebuah buku mengenai biografi bapak, ada “orang dekat” yang berkomentar kalau “Yusril itu kurang senyum…….
Kedua, cara bicara bapak, sekarang nampak tidak se-lancar dan se-runut dulu. Seringkali terselang sesaat oleh ekspresi bapak mengingat sesuatu. Tapi mungkin itu karena saya hanya menyaksikan rekaman acara, bukan tayangan langsung.
Mohon maaf, saya komentari penampilan pribadi bapak. Namun apapun itu, seperti yang pernah Bapak sampaikan dalam sebuah pidato:
“Perubahan itu adalah keniscayaan. Tidak ada yang tidak pernah berubah, kecuali perubahan itu sendiri. Apa yang begitu Istimewa di masa-masa lalu, mungkin akan jadi biasa-biasa saja pada saat ini, dan apa yang begitu luar biasa saat ini, mungkin akan jadi hal yang biasa saja di masa-masa yang akan datang…….”
Bapak telah berubah… ke arah yang lebih baik….!!
August 15th, 2008 at 7:17 pm
HAYAT ZAINUNI (komentar #66)
BUNG YUSRIL
Seandainya anda terpilih menjadi presiden (insya allah), apakah anda setuju bila ada pihak yang menginginkan kembali kepada UUD 1945? dan sistem legislasi sesuai dengan amanah Pancasila, yaitu KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAH KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN yang berarti rakyat diwakili oleh DPR dan menghidupkan kembali kekuasaan MPR sebagai lembaga tertinggi yang berfungsi mengawasi DPR yang secara mentalitas saat ini sangat memalukan dan menjijikkan tingkah polahnya.
Rasanya kita tidak perlu meniru sistem demokrasi dari luar sana, karena sistem demokrasi yang dibangun di negeri ini adalah merupakan hasil olah pikir para pendiri bangsa dengan pendekatan filosofis INDONESIA asli. Dan rasanya sistem inilah yang pas menurut saya lho. Saya jadi khawatir rumusan amandemen UUD 45 menjadi semakin jauh dari cita-cita luhur bangsa ini dengan luas pulau yang demikian besar dan jumlah suku yang begitu banyak.
BHINEKA TUNGGAL IKA, PANCASILA DAN UUD 1945 adalah sebuah pedoman berbangsa yang perlu digali kembali oleh anak bangsa tentang hakekat dan filosofi yang terkandung didalamnya. Dan ini semua adalah merupakan produk asli rakyat Indonesia, sehingga amandemen tidak diperlukan bila kita memahami secara benar akan nilai dan makna dari ketiganya tersebut.
Nampaknya kita perlu kembali kepada bangunan rumah Indonesia yang atapnya Bhineka tunggal ika dengan pondasi kokoh UUD 45 dan berlantaikan Pancasila. Bangsa ini memang perlu perubahan, akan tetapi tidak berarti kita merubah nilai-nilai yang terkandung dalam falsafah pancasila dan UUD 45 karena relevansinya nampaknya masih tetat terjaga dan sesuai masanya.
Janganlah alasan HAM, Demokrasi, Suara Rakyat, keadilan dan mengatasnamakan kepentingan Rakyat, lalu kita seenaknya merubah tata aturan yang telah diciptakan oleh para founding father republik ini dengan nilai luhur dan budaya serta adat istiadat asli INDONESIA. Yang perlu perubahan itu adalah fisik dan infra struktur serta kemakmuran dan ketenangan bagi anak bangsa untuk menikmati kemakmuran negeri secara merata……
August 16th, 2008 at 1:21 am
Taktiku (komentar #67)
Assalamu’alaikum Pak Prof. YIM “Chengho” saya sangat mendukung bapak untuk menjadi No 1 di Indonesia, maju terus dan tetap semangat.
August 17th, 2008 at 4:15 pm
efi (komentar #68)
Assalamulaikum Wr.Wb
Dear Pak Yusril
Semoga sampai hari ini, anda selalu dalam lindungan Allah lahir & bathin.
Ditahun 1996-an, saya adalah salah satu pengganggum anda…so much….rasanya kok indah punya pemimpin muda..yang energik dan yang pasti…innovatif. Sehingga Pemilu…tahun 1999 (kalo nggak salah) 80% kary.dikantor kami mendukung anda dengan melilih PBB.
Harapan …kami, anda orang muda…cerminan dari diri kami….masih bersemangat…..dan kuat terhadap segala tantangan.Kalo negeri ini dipimpin denga orang muda dengan kapasitas seperti anda….kayaknya kita bisa sejajar dengan Amerika & Eropa. setidaknya kita bisa tegakkan kepala melihat mereka.Itulah impian kami disaat itu.
Tapi…….semakin hari, kelihatan sekali…..apakah itu issu yang disengaja atau tidak…….
setiap pemberitaan tentang anda, keluarga/rumah tangga, sepak terjang temen2 dan terakhir kasus terakhir yang berkaitan dengan tommy……..sangat, sangat membuat saya kecewa.
saya ingin tidak mempercayainya……saya ingin percaya dengan anda, saya ingin…..itu tidak bener, tapi…saya tidak punya alasan/ulasan yang baik untuk melawan kegalauan saya sendiri.
Ada apa pak Yusril……., kalau sebenar-benarnya anda memang tidak seperti yang diberitakan itu……adalah tanggung jawab anda untuk mengembalikan rasa patah hati ini seperti sediakala. Mohon anda pikirkan…bagaimana caranya supaya 80% pendukung anda yang hilang bisa kembali lagi.
kalau orang tua-tua tdk mendukung anda…abaikan saja, karena menurut kita….baiknya orang tua mesti udah pensiun…menikmati hari tua dengan tenang,tapi masih ada jutaaan orang muda menunggu…..!apa yang terjadi dibelantara politik negeri ini yang menyingkirkan anda. Apakah itu memang kesalahan anda sebagai manusia biasa….atau isssu yang disengaja.
Intinya….adalah, penjelasan yang tulus, Jujur & masuk akal yang bisa mengembalikan itu semua. Anda masih punya waktu 1 tahun.
Saya sangat yakin kalau anda tidak bangkit untuk menjadi manusia yang baik Dan tidak menjelaskan kasus anda dalam posisi “sebagai manusia biasa”, perjuangan anda untuk menjadi R1 akan sia-sia. Dan satu lagi saran saya, jauhkan diri anda dari teman-teman yang jadi parasit disekitar anda.
Demikian pak yusril……ini saya sampaikan, karena masih ada 20% kagum saya untuk anda.Mohon maaf kalau penyampaian saya kurang berkenan.
August 19th, 2008 at 5:32 pm
Riyanto B. Suwito (komentar #69)
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Yth. Prof. Yusril
Sejak tahun 1998 saya telah memperhatikan dan mengikuti sepak-terjang anda. Saat pemilu 1999 saya membayangkan punya presiden dan wapres Yusril Ihza Mahendra dan Andi Alfian Malarangeng. Tetapi waktu itu saya juga lega ketika Gus Dur yang menjadi presiden dengan alasan anda masih muda, peluang masih panjang. Sekarang saya melihat pemerintahan SBY sebenarnya cukup baik, tetapi bisa saja lebih baik lagi dengan perencanaan personalia yang matang dan bukan hanya pertimbangan politis (itu yg saya catat juga dari pernyataan anda di “the candidate” menanggapi tentang komposisi menteri politis dan menteri teknis (kalau ini istilah saya sendiri….)
Tetapi lebih dari itu..komposisi presiden dan wakil presiden juga harus menjadi perhatian serius. Semua orang sudah menyadari itu, meski jarang yang berani mengungkapkan karena terkesan tabu. Padahal kita juga tahu bahwa job description antara presiden dan wapres belumlah jelas, sehingga potensi kesimpang-siuran dan kesalahpahaman sangatlah besar. Jika ada yang berkomentar bahwa pasangan SBY-YIM baik untuk 2009, saya pikir itu patut dipertimbangkan juga. Incumbent memiliki keuntungan politis dan material, kecuali jika UU dirubah..setelah satu periode seorang pejabat harus mundur dan boleh mencalonkan kembali periode setelahnya. Itu baru fair..tetapi perlu diingat juga, apakah mungkin program kerja lima tahun efektif berjalan sehingga seorang pejabat pantas dievaluasi..? kalau soal ini saya pikir pak yuzril lebih mumpuni.
Lepas dari semua itu saya sebagai orang muda sangat mendukung profesor muda dan progresif seperti anda untuk berkontribusi bagi kemajuan negeri ini. Selamat berjuang…buktikan bahwa orang muda layak diberi kepercayaan..!!
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Hanya seorang Ketua RT di Yogyakarta,
Riyanto B. Suwito
August 20th, 2008 at 8:00 pm
jesie (komentar #70)
Pak YIM,
Semoga wacana ekonomi kedesaan yang Pak YIM dengungkan bisa direalisasikan dengan pemberian kredit usaha kecil yang tidak memberatkan persyaratannya, dan bukan malah membudayakan neo tengkulak-isasi semodel BRI. Kalau Tuhan meridhoi anda jadi pemimpin. Sudah bosan saya dengan janji2 mulia tapi tapi jauh dari pelaksanaan.
August 23rd, 2008 at 10:19 pm
Fani (komentar #71)
Saya sudah tak sabar untuk mencoblos pak yusril di pemilu nanti. semoga sukses and keep bloging :D
August 26th, 2008 at 8:50 am
aan fatur (komentar #72)
Pak Yusril saya ingin menyaksikan kembali acara The Candidate di Metro TV yang menampilkan pak yusril seperti acara di SCTV (mencari presiden alternativ) yang ada di blog ini karena pada waktu itu saya tidak sempat nonton. Terima kasih
August 28th, 2008 at 2:25 pm
very (komentar #73)
assalammua’alikum wr wb bang yusril
saya sangat salut terhadap anda dalam menghadapi setiap pertanyaan, kritikan dan juga tudingan2 yang di sampaikan kepada anda, semoga hal ini tetap terus berlanjut sampai kemasa depan.
semoga anda sukses kedepan dan terpilih sebagai presiden RI di th 2009, serta langkah dan cara anda dapat ditiru oleh seluruh kader partai bulan bintang dimana saja berada, sehingga tidak terjadi lagi perpecahan didalam tubuh partai hanya karena perebutan nomor urut caleg.
wassalam
September 6th, 2008 at 7:58 pm
trisna (komentar #74)
Bang Yusril Narsis Juga Ya.heheheh
September 7th, 2008 at 3:36 pm
Kholil Yahya (komentar #75)
Assalaualaikum Pak YIM
Sejak saya kuliah saya memang mengidolakan bapak, karenanya tak jarang dalam berbagai diskusi kecil saya sering
menyebut mengeai ketokohan anda. Sangat tidak berlebihan jika saya menempatkan bapak sebagai guru saya. Meskipun sebenarnya saya tidak pernah bertatapan langsung dengan bapak, atau di ajari ilmu pengetahuan secara langsung oleh bapak.
Pada prinsipnya semua bangsa di tanah air ini menginginkan pemimpin yang benar-benar berpihak kepada rakyat. sejauh ini seberapa besar keberpihakan bapak kepada rakyat? yang kedua adalah sistem pemerintahan dan pelayanan terhadap masyarakat. Apa yang akan anda lakukan untuk merubah sistem ini?
September 10th, 2008 at 7:10 pm
andi rahman (komentar #76)
maju terz pak yusril….sy akn trz mendukungmu!!!
September 12th, 2008 at 4:41 pm
media wahyudi askar (komentar #77)
Maju terus pak yusril
menurut saya saat ini andalah yang dinantikan bangsa
mudah2n allah swt senantiasa memberkahi anda
September 12th, 2008 at 9:30 pm
Chrisna Permana (komentar #78)
Hidup Bang Yusril…
Agak telat memberikan komentarnya. Alhasil ini tentang tayangan The Candidate nya Metro TV yang menampilkan Bang Yusril, Pak Bachir dan Seseorang yang merupakan pendukung Susilo “Bimbang” Yudhoyono..
Yang pasti, bang Yusril akhirnya semakin mengukuhkan diri sebagai “The Candidate” yang lebih matang, yang lebih arif, santai, namun tajam dan penuh percaya diri. Stidaknya dibandingkan kandidat tamu yg dua itu, abang jauh lebih menonjol. Mohon maaf, untuk posisi seorang presiden, skr yg dibutuhkan bukan lah saudagar yang belanja anggaran iklan besar2 hanya demi eksistensi diri. Namun yg terpenting adalah meskipun melangkah dengan penuh kebersahajaan lewt media seadanya, akan tetapi apabila didukung oleh smangat percaya diri, kmampuan diri, hati yang ikhlas dan berniat suci, saya yakin publik pun akan mengakui…
Critanya sederhana,, Sebelum sya ajak famili utk nonton The Candidate dan Kick Andy (versi bintang tamu YIM), keluarga saya belum terlalu mengapresiasi Bang Yusril, kcuali saya (mengidolakan sejak tahun 1998 lalu. Hehe). Setiap saya tanya..”Mam, ini nih bang yusril yg jd presiden tahun 2009..” jawab ibu saya, “ah kyaknya sombong deh (ini dulu sblum nonton tayangan2 bang Yusril tahun 2008), kemudian setiap pulang kantor di mobil saya sering berdiskusi dengan ayah saya, “pak, sepakat ini bang yusril presiden ideal kita,” ayah saya menjawab, “ah blum keliatan polanya, warna kepemimpinannya masih buram.” Hal yg sama juga terjadi, begitu suatu malam berkumpul di sudut taman Gd Pascasarjana UI, dimana saya berpromosi hebat ttg kpemimpinan bang Yusril,, tman2 dg asiknya hanya menjawab, “Ohoho..Cheng Ho, maksudnya chris?”
Saya klarifikasi,kebetulan waktuny tepat! saya, ibu saya, bapak, dan saudara skitar 6 orang, mreka duduk brsama, lalu saya alihkan tv ke Metro TV, nah… akhirnya mreka trajak utk menonton the candidate.
……..satu jam berlalu acara selesai. Saya tanya ayah saya, ibu saya, dan saudara saya… gmana? mereka jawab, oke oke… bagus lah. Sekarang sudah beda, lebih tenang, lebih ramah, dan percaya diri. Kliatannya tahun ini lebih serius yah pencalonannya. Tengah malamnya hampir 10 teman mengirimi saya SMS, bunyinya rata2 “bung chris, trnyata anda benar juga, pak Yusril itu kompeten.. saya mulai brpikir utk mendukung dia,”
Sekian crita nyata dari bawah, di rumah seorang kelompok menengah dan dilingkung pergaulan kaum kampusan.. skedar memonitor saja, eksistensi bang Yusril yg pas di TV (gak klebihan ga kkurangan) bikin publik melek. Bikin masyarakat mulai objektif. Lupakan media yg membenci abang, dg mengomentari yg sinis dan bertolak belakang… Optimis dan jadikan fakta2 yg positif ini sebagai bekal, bahwa anda sudah mulai memasyarakat, mulai diterima sebagai tokoh bangsa yang layak menakhodai kemana arah negeri ini pada musim 2009-2014 nanti.
Semoga dapat menjadi masukan. Salam Hormat. Chrisna Permana
September 14th, 2008 at 4:34 pm
khafidhin (komentar #79)
info :
nanti malam jam 22.05 ada acara todays dialog ( maaf kalo tulisnya salah ).
yang hadir YIM dan SB.
liat yu’ .
September 16th, 2008 at 10:08 am
cenya95 (komentar #80)
Yth. YIM
Sebaiknya bapak baca Pengkaderan Kepemimpinan yang di harapkan di sini
thanx
September 18th, 2008 at 8:03 am
mc_bukan (komentar #81)
luar biasa panglima cheng ho
hebat sekali
October 5th, 2008 at 3:01 pm
Kurniawan (komentar #82)
Hari Rabu, malam kamis, 8 oktober 2009 saya menyaksikan kembali tayangan ulang acara PADAMU NEGERI di MEtRo TV, yang membahas soal Dikotomi Tua-Muda dalam pencalonan Presiden RI ke depan. Saya sependapat dengan Bapak, sebab: MENJADI TUA ITU KENISCAYAAN, DAN MENJADI DEWASA, SOAL PILIHAN….!!
October 9th, 2008 at 10:41 pm
satoto imamu (komentar #83)
Assalamualaikum Pak YIM
saya akan pilih anda pada pilpres 2009
salam dari kenshusei IMM Japan
October 23rd, 2008 at 4:01 am
Adji Ekawarman (komentar #84)
salah satu cara utk memuluskan dukungan YIM for President adalah dengan mencoblos no.27..
Partai BULAN BINTANG..!
kekurangan yg harus kita akui adalah,
kita kurang gencar dalam berkampanye atau mempublikasikan Partai Kita ini,
coba lihat itu Partai yang (katanya) bersih..
ke mana2 atribut partainya selalu ditonjolkan..
apakah ini sebagai bukti bahwa tokoh2 PBB memang low profile..?
utk memenangkan suara rakyat kita perlu sedikit ‘kencang’ nih dalam bersuara di media..
maju terus PBB,
bang YIM for President..!!
wassalam..
October 23rd, 2008 at 6:11 am
riva hadara (komentar #85)
Waleh -weleh- weleh Udahlah pak yusril jadi presiden dalam film aja deh jadi ndak refot-refot over action komentar politikpolitik di media (belagu) kayak paling jago ilmu tt negara sendiri aja pak,toh paling mentok jabatan juga Babu Presiden he he he ngak ada yang dukung thuh mana massanya PBB cuman segelintir aja hee–hee he– tp klu tampil di media ngomong politiknya kayak yak yak o he hee hhe kacihan deh lho….
October 26th, 2008 at 3:26 am
ricky (komentar #86)
koruptor mau jadi presiden????
November 20th, 2008 at 5:37 pm
Ostip (komentar #87)
Pak Yusril, Ysh
Bukan berkehendak mengecilkan bapak, tetapi mencoba realistis peluang untuk RI 1, kalau menurut penilaian saya (mudah-mudahan saya salah pak):
1. Bapak Cukup sulit diterima oleh kaum non- muslim, karena bapak dinilai akan mensyariahkan segala sistem yang ada
2. Bapak dikelilingi orang-orang yang tdk mencerminkan, kecendikaan, kerifan dan kenegarawanan suc as: MS Kaban, Ali Muchtar Ngabalin dll, ini membawa efek negatif bagi bapak.
3. Penguasaan bapak dibidang teknologi, Energi, perdagangan dan ekonomi makro kami nilai kurang.
Mohon maaf pak
Salam
November 25th, 2008 at 7:55 am
altigunawan (komentar #88)
kepada YTH,Bpk/Ibu.
menurut saya bahwa tugas wakil presiden adalah urusan dalam negeri dan sebaliknya tugas presiden kedamaian seluruh negara seperti Mr.BO/(barack Obama) presidennya negara2 kata tivi.bagaimana jika Bpk/Ibu sedikit aja Damaikan Israel vs Palestina vs Libanon ya kalau Kwuait vs Irak kan tugasnya Mr.BO .bisa ngak salah satu amanah rakyat indonesia loh bosen liat perang meluluh
December 1st, 2008 at 8:22 pm
altigunawan (komentar #89)
Bpk/Ibu dalam mengumpulkan Dana saya baca sekitar $6 juta america, nah jika tak mampu mencapai target $6juta america sampai Lebaran Haji 2008 saya kira” pendapat saya secara daging/manusia kembalikan saja kepada pendonor sama seperti bpk.rizal, itu ujian mudah.
December 5th, 2008 at 2:38 pm
isbandiono (komentar #90)
Untuk terpilih menjadi Presiden selain kemampuan diperlukan juga dukungan yang luas dan tidak jangan lupa pula memerlukan dana yang besar.YIM memenuhi syarat dalam hal kemampuan tetapi untuk memperjuangkan menjadi Capres kita harus realistik, sehingga jangan energi dan dana terkuras terbuang percuma, padahal banyak permasalahan lain yang lebih urgent terabaikan. Soal dukungan misalnya menurut saya belum ada tokoh dari partai Islam dan berbasis Islam yang mempunyai peluang untuk terpilih menjadi Presiden. Dalam pilpres 2004 yang lalu ada beberapa tokoh Islam yang berasal dari daro organisasi Islam, seperti Hsyim Muzadi dari NU, Amin Rais yang berasal dari Muhammadiyah ,Hamzah Haz dari PPP dan Sholahuddin yang berasal dari NU. Semuanya kandas dalam babak pertama dan hanya Hasyim Muzadi yang maju keputaran kedua itupun terangkat karena suara dari Megawati.Majunya Megawati bukan karena kemampuannya tetapi terpusat pada dukungan fanatik pendukungnya.
Untuk Pilpres 2009 telah bertebaran capres dari tokoh-2 Islam seperti Yusril.Din Syamsudin, Sutrisno Bachir,Nurhidayat dan kelihatan juga Amin Rais makin bernafsu untuk maju mungkin juga akan timbul nama lain. Lihat saja perjuangan dari Sutrisno Bachir yang melalui iklan untuk pencitraan dirinya menjadi Capres setelah uang terkuras dalam beberapa hasil survey menunjukkan namanya dan juga Partainya makin terperosok.PKS bernafsu pula untuk mengusung capres karena terbuai prestasi gemilang pemilu 2004, namun prestasi gemilang sukar diperoleh dalam pemilu 2009.
Saya melihat untuk Capres 2009 hanya ada 3 pemain utama yaitu Golkar,Demokrat dan PDIP.
Andai kata Golkar maju dengan Capres sendiri , peran partai Islam/berbasis Islam untuk dapat berperan lebih besar untuk membidik cawapres itupun dengan syarat siapa capresnya yang paling bermannfaat bagi kepentingan Ummat.Syarat lainnya adalah adanya kesatuan pendapat diantara partai Islam/berbasis Islam. Hendaknya semuanya harus berperinsip kekuasaan bukan demi kekuasaan tetapi kepentingan Ummat yang menjadi tolak ukurnya. Andaikata Golkar mempertahankan komposisi SBY/JK kemungkinan tokoh golkar lainnya akan bermitra dengan lainnya bisa dengan Gerindra/Hanura atau menjadi Cawapresnya Mega.Dalam kondisi ini sebenarnya Partai islam/berbasis Islam lebih berpeluang untuk mencalonkan menjadi Capres namun kemungkinannya untuk terpilih mungkin akan terulang seperti pemilu 2004.
Dari semua itu akan jangan energi dan dana terkuras percuma lebih baik Partai Islam/berbasis Islam memfokuskan diri dalam pemilihan legislatif yang perannya-kalau dilaksanakan dengan sebanrnya - akan bermanfaat bagi kepentingan ummat.Dengan kedudukan legislatif yang kuat akan dapat mewarnai perjalanan bangsa selanjutnya dan akan mendapat hati didalam Masyarakat sehingga dalam Tahun 2014 dapat mencalonkan diri sebagai Capres.
Bagaimana dengan YIM. Jangan berkecil hati karena kesempatan dalam 2014 masih terbuka, mulai sekarang harus meningkat citranya sesuai dengan kemampuannya, bukan dengan beiklan sebagai mana yang lain. Beliau adalah ahli hukum tatanegara, cukup berpengaruh terhadap mahasiswa/generasi muda dan kalangan cendekiawan. Track recordnya sebagai ahli hukum tata negara cukup baik dan saya melihat beliau berani mengambil terobosan-2.
Dalam kondisi saat ini masih terlihat beberbagai kelemahanan dalam ketatanegaraan kita(ini pendapat orang awam dalam hukum). Misalnya sistem pemerintahan kita adalah presidential tetapi dalam perakteknya masih dipengaruhi oleh sistem parlementer.Kita memiliki MPR yang fungsinya sangat terbatas, sedangkan biayanya cukup besar, kita mempunyai DPD tetapi tidak mempunyai corak dan warna yang jelas, kita melakukan pilkada untuk Bupati/walikota dan Gubernur yang setiap kali selesai berakhir timbulnya bentrokan vertikal dan horzontal dan bermuara pada Mahkamah Konstitusi.Parlemen
kita yang tugasnya membuat Undan-2 tetapi akhirnya dianulir oleh MK. Ini merupakan biaya yang sangat besar sedangkan rakyat hidup dalam kemabng kempis. Disini diperlukan pemikiran dan terobosan Bung YIM yang sangat berguna bagi kepentingan Ummat, demokrasi yang sehat dan bertanggung jawab dan meningkatcitrany BUNG YIM sendiri untuk maju sebagai CAPRES 2014.
December 7th, 2008 at 11:21 am
Pages: « 1 2 [3] 4 » Show All
Punya pendapat? Sampaikan pendapat Anda