|

ACARA “MENCARI PRESIDEN ALTERNATIF” DI SCTV

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim,

Yusril Ihza Mahendra pada Acara "Mencari Presiden Alternatif" di SCTV

Tadi malam pukul 00.30, SCTV menyiarkan rekaman acara “Mencari Presiden Alternatif” (klik di sini bagi yang ingin menyaksikan rekaman acara tersebut) yang menampilkan saya dan Rizal Mallarangeng. Dihadirkan pula beberapa penanya, yakni Dr. Anies Baswedan, Ade Armando, Dr. Indra J Piliang dan seorang pengamat ekonomi, Poltak Hotradero. Bagi saya acara ini cukup menarik, karena dapat dijadikan sebagai wahana untuk mengemukakan pikiran dan gagasan, seputar pencalonan Presiden tahun 2009 nanti. Sayang acara ini ditayangkan lewat pukul 12 malam WIB, sehingga banyak pemirsa yang malas menonton televisi selarut itu. Apalagi para pemirsa di kawasan Indonesia Bagian Tengah dan Timur, acara ini sudah menjelang subuh baru ditayangkan. Pemirsa di sana mungkin sudah lelah dan tidur lelap. Dalam tulisan ini, saya ingin mengemukakan secara ringkas substansi dialog tersebut, terutama jawaban saya atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh pemandu acara maupun para pengamat politik dan ekonomi yang dihadirkan dalam acara itu.

Pertanyaan pertama yang diajukan kepada saya dan Rizal ialah, apa yang mendorong kami berdua untuk maju ke pencalonan Presiden 2009. Saya menjawab bahwa saya maju karena panggilan hati nurani saya sendiri untuk ikut memberikan sumbangan yang besar bagi kemajuan bangsa dan negara. Saya sudah pernah maju ke pencalonan Presiden dan telah disahkan oleh Ketua MPR Amien Rais tahun 1999. Namun karena desakan berbagai pihak, dengan alasan saya masih terlalu muda dan belum berpengalaman, maka saya mundur pada menit-menit terakhir menjelang pemilihan. Hampir sepuluh tahun telah berlalu, saya tidak terlalu muda lagi namun juga belum tergolong tua, maka secara emosional saya merasa telah mencapai kematangan dalam berpikir, berisikap dan bertindak. Selama sepuluh tahun terakhir, saya juga telah menimba pengetahuan dan pengalaman dalam penyelenggaraan pemerintahan dan ikut memecahkan persoalan-persoalan rumit yang dihadapi bangsa dan negara kita. Saya merasa pengalaman itu sudah cukup, dan tiba saatnya bagi saya untuk maju ke pencalonan Presiden 2009.

Seorang pengamat ekonomi yang hadir dalam kesempatan di atas menanyakan apakah pemerintahan yang saya bentuk berukuran besar atau kecil. Saya menjawab, bukan besar kecilnya pemerintahan yang menjadi masalah, melainkan apakah pemerintahan itu akan berjalan efektif atau tidak. Saya berpendapat bahwa pemerintah yang baik, adalah pemerintah yang sesedikit mungkin memerintah. Artinya, Pemerintah bertindak sebagai regulatur dan fasilitator dan memberikan pelayanan serta perlindungan kepada rakyat, dengan memberikan ruang gerak yang leluasa bagi warganegara dan penduduk untuk melakukan aktivitas sosial dan ekonomi mereka. Terhadap saran agar dilakukan rasionalisasi pegawai, saya menegaskan bahwa Pemerintah sekarang telah menerapkan kebijakan zero growth bagi pegawai negeri. Rasionalisasi harus dilakukan jika benar-benar perlu dan hati-hati untuk mencegah terjadinya gejolak. Namun segala sesuatunya dapat diputuskan berdasarkan kajian akademik yang mendalam, misalnya berapa banyak polisi yang kita butuhkan, begitu juga tenaga guru dan tenaga pelayanan medis, sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan berjalan efektif dan sesuai kebutuhan.

Saya sepenuhnya menyadari bahwa Pemerintah secara definitif dapat berganti setiap Pemilihan Umum, sesuai mandat rakyat yang diberikan kepada mereka. Pemerintah memang ditopang oleh birokrasi, yang tentunya bekerja  berdasarkan jenjang karier, dan tak mudah diganti begitu saja sampai mereka pensiun. Walaupun pemerintah berganti, namun birokrasi tetap birokrasi yang lama. Problema seperti ini tidaklah spesifik Indonesia, tetapi fenomena yang terjadi pada hampir semua negara di dunia ini. Sebab itu saya ingin meneruskan kebijakan yang saya gagas sejak lama, dan sebagiannya telah dilaksanakan sejak zaman reformasi, yakni birokrasi yang bekerja secara profesional, non politis dan bertindak sebagai abdi negara dan masyarakat. Pemerintah yang terdiri dari para pejabat politik, harus mampu memberikan arahan yang jelas kepada para birokrat untuk melaksanakan kebijakan yang diambil Pemerintah. Saya kembali lagi ke teori lama saya, bahwa yang mutlak diperlukan adalah membangun sistem sambil membenahi kualitas sumberdaya manusia. Pemerintah harus mempercepat pelaksanaan program e-government agar pelayanan publik berjalan lebih cepat, sistematis dan efisien.

Kepada saya dan Rizal juga ditanyakan kabinet seperti apa yang akan saya bentuk. Rizal menekankan kabinet yang benar-benar terdiri dari para ahli dan profesional di bidangnya. Saya sependapat dengan beliau, walau saya juga mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh sifat ke-Bhinnekaan bangsa kita. Dalam merekrut anggota kabinet, di samping faktor keahlian dan profesionalisme, saya harus sungguh-sungguh mempertimbangkan komposisi masyarakat kita. Sebab itu, faktor agama, suku, geografis penduduk akan menjadi bahan pertimbangan yang sangat penting. Saya mengambil contoh, bahwa orang Minangkabau, Aceh, Papua misalnya, harus ada di kabinet, karena hal itu akan memberikan rasa tenteram, kebanggaan dan keterwakilan bagi masyarakat yang bersangkutan. Ini penting untuk memperkukuh kesatuan dan persatuan bangsa. Faktor agama dan gender harus pula menjadi pertimbangan. Dalam kabinet, harus terdapat menteri-menteri yang beragama Islam, Kristen, Katolik serta Hindu, Buddha atau Kong Hu Cu.

Hal yang sudah berulangkali ditanyakan kepada saya, berkaitan dengan hubungan antara Pemerintah dengan DPR, kembali saya jelaskan bahwa sistem yang kita anut adalah Presidensial. DPR tidak dapat memberhentikan Presiden, dan Presiden tidak dapat membubarkan DPR. Keduanya dipilih langsung oleh rakyat, dan karenanya kedua-duanya mendapat legitimasi politik yang sama. Bahwa ada kemungkinan saya terpilih sebagai Presiden, sementara anggota DPR tidaklah dalam posisi mayritas mendukung saya, saya menganggap hal itu adalah praktek yang sesuai sistem yang kita bangun. Presiden harus mampu meyakinkan DPR dengan argumentasi dan diplomasi. Saya mencontohkan pengalaman saya bertindak mewakili Presiden dalam berhadapan dengan DPR. Selama dua kali menjadi Menteri Kehakiman dan HAM dengan dua Presiden yang berbeda, saya telah membahas lebih dari 400 Rancangan Undang-Undang dengan DPR, yang kadang-kadang harus berdebat panjang untuk beradu argumentasi dan melakukan lobby. Pada akhirnya tidak ada satu masalahpun yang tak dapat diselesaikan. Ketika telah menjadi Mensesnegpun saya lagi-lagi harus mewakili Presiden membahas RUU yang rumit, seperti RUU tentang Pemerintahan Aceh sesudah Kesepakatan Helsinki dan RUU tentang Dewan Penasehat Presiden dan RUU tentang Kementerian Negara. Ada puluhan kali rapat kerja dan konslutasi dengan DPR yang saya hadiri, termasuk pula ketika saya harus mewakili Presiden SBY menjawab interplasi DPR tentang busung lapar.

Saya berpendapat bahwa Presiden tidaklah perlu panik menghadapi kritik para anggota DPR, karena lembaga itu mempunyai hak untuk mengawasi jalannya penyelenggaraan pemerintahan. Sekali lagi saya tegaskan bahwa dikotomi antara “partai pemerintah” dengan “partai oposisi” seperti di negara-negara lain tidaklah dapat diterapkan untuk memahami praktik politik di negara kita. Ada kalanya suatu partai mempunyai kursi di kabinet, tetapi di DPR mereka bersikap seperti oposisi dan sebaliknya. Saya berkeyakinan bahwa para anggota DPR adalah politisi yang sama-sama mempunyai rasa tanggung-jawab untuk memajukan bangsa dan negara. Karena itu, jika kita mampu meyakinkan sesuatu kepada mereka secara argumentatif, dan mampu menarik simpati mereka dengan cara mengetuk hati-nurani mereka, saya percaya, semua politisi di negara kita ingin akan menyadari bahwa ada suatu langkah bersama yang harus dilakukan untuk mengatasi suatu masalah. Sebab itu, saya katakan, bahwa jika saya terpilih menjadi Presiden, saya akan memberikan briefing kepada para menteri tentang bagaimana mereka harus berhadapan dengan DPR. Presiden SBY dan Wapres JK sebenarnya pernah meminta saya untuk memberikan briefing itu kepada semua anggota kabinet, yang juga akan dihadiri oleh Presiden dan Wakil Presiden. Namun sayang pelaksanaan acara itu tertunda-tunda karena kesibukan jadual Presiden, sehingga sampai saya keluar dari kabinet, acara itu tidak sempat diselenggarakan.

Kepada saya dan Rizal juga ditanyakan bagaimana caranya kami berdua melakukan komunikasi politik agar dapat dipahami rakyat, karena kami berdua dianggap elit dan berpendidikan tinggi yang bahasanya sangat akademik. Saya katakan bahwa jauh sebelum saya terlibat ke dalam kancah politik, saya menjadi ustadz yang terus saya laksanakan sampai sekarang. Saya belajar komunikasi politik, dan memahami bagaimana caranya menyampaikan pesan-pesan kepada rakyat dalam bahasa yang sederhana dan dapat dipahami. Bertahun-tahun saya bekerja menulis naskah pidato Presidendan untuk itu saya berguru kepada Dr. Moerdiono, yang mengatakan kepada saya bahwa kalau Presiden berpidato maka apa yang dia ucapkan harus dimengerti semua orang. Pidato Presiden itu, kata Moerdiono “sama tukang becak harus dapat dimengerti, namun oleh professor tidak ditertawakan”. Sayapun belajar dari pengalaman saya mengajar filsafat kepada mahasiswa non filsafat. Saya harus menerangkan pemikiran filsafat yang super jelimet itu ke dalam bahasa yang dapat dimengerti orang yang tak berlatar-belakang pendidikan filsafat. Belum lama ini, saya mencontohkan, saya menyampaikan ceramah di hadapan sekitar 500 orang warga masyarakat Desa Wabula, di ujung timur Pulau Buton, yang bagian terbesarnya adalah kaum nelayan dan petani. Satu setengah jam saya berceramah, tanpa membuat mereka beranjak dari tempat duduk, dan mendengarkan ceramah itu dengan tekun. Saya berkeyakinan, bahasa komunikasi saya dengan rakyat, Insya Allah, tidak akan sulit dimengerti oleh rakyat.

Saya ditanya juga mengenai pembangunan infrastruktur, terutama ruas jalan tol yang kini tersendat-sendat. Saya katakan, masalah utama pembangunan ruas jalan tol itu terletak pada sulitnya membebaskan tanah, walau sudah ada PP Nomor 36 Tahun 2005. Pemerintah harus menyiapkan sebuah undang-undang tentang penyediaan tanah untuk pembangunan sarana kepentingan umum, kepentingan bangsa dan negara. Masalah pembangunan jalan tol, bukan disebabkan faktor modal. Swasta banyak yang berminat dan bank-bank sedia menyalurkan kredit. Karena itu, yang diperlukan adalah ketegasan Pemerintah dalam mengambil keputusan dan melaksanakannya du lapangan dengan konsisten, sekalipun harus berhadapan dengan gugatan atau tuntutan hukum. Infrastruktur Summit sudah dua kali diselenggarakan oleh Pemerintah SBY, namun pelaksanaannya masih jauh dari apa yang kita harapkan. Ada faktor kelambatan mengambil keputusan –- suatu hal yang juga dikeluhkan oleh Wapres JK – dan tidak jelasnya arahan kepada pejabat birokrasi dan BUMN, sehingga program ini berjalan tersendat-sendat. Hal yang sama terjadi pada tenaga listrik, yang sekarang mulai dirasakan menghambat pelayanan publik dan pembangunan industri.

Saya kira itulah inti pembicaraan dalam Acara Mencari Presiden Alternatif. Saya mohon maaf, saya tidak mengemukakan jawaban Rizal Mallarengeng, yang menurut penilaian saya sangat bagus dalam memberikan tanggapan dan penjelasan. Saya khawatir salah menuliskan tanggapan dan jawaban beliau. Mungkin Rizal juga mempublikasikan pembicaraan malam itu, sehingga setiap orang dapat pula mengakses ke berbagai sumber informasi yang beliau miliki.

Semoga anda manfaatnya.

Wallahu ‘alam bissawwab.

Short URL: http://yusril.ihzamahendra.com/?p=278

Posted by Yusril Ihza Mahendra on Jul 31 2008. Filed under Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

200 Responses to “ACARA “MENCARI PRESIDEN ALTERNATIF” DI SCTV”

Pages: « 1 [2] 3 4 » Show All

  1. 51
    Setiyawan, Lukas Dedy Says:

    Assalamu`alaykum, Mr. Yusril….

    C’est magnifique….

    Keep in focus on getting your goal?
    please kindly dont forget majority of Indonesian ppl?
    Justice for all…
    although he is moslem or not.

    Its nice to see you here….

    Thanking you,
    http://www.islamkita.com

  2. 52
    Syam jr Says:

    Assalamu’alakum Wr.Wb.
    Mungkin ada yang terlewatkan oleh saya yaitu saya tidak mendapatkan gambaran tentang kebijakan energi. Pertanyaan saya, apakah Bung YIM akan mengembangkan nuklir sebagai sumber energi? Langkah apa yang hendak dilakukan?

  3. 53
    Ariedi Says:

    ANGKAT – KAYUN
    (( Nyambung Up 7 – To the : SALAPAN BOROBUDUR )) # KETIKA : Kemerdekaan diraih , Pendirian Depag Mengalami Kendala Hebat , Panitia Ad – Hoc yang di ketuai oleh Ahmad Soebarjo , yang berkali – kali meminta agar departemen ini segera dibentuk , selalu terbentur . * Tokoh Islam dan Muslim Nasionalis yang duduk dalam PPKI / KNIP Tidak satu kata , Mereka berbeda pendapat – Ada yang Menyarankan , masalah Agama cukup ditangani kementrian Pendidikan , Urusan Agama tidak usah ditangani Negara ( Politik ) Saat itu , Ide Sekularisme sudah Tumbuh akibat penjajahan Belanda yang sangat lama – * + Sekiranya Negara tidak Kritis tak Mustahil Depag gagal berdiri , seperti gagalnya Mengegolkan Piagam Jakarta – * + Mentri Agama Prof. Dr. Mohammad Rasyidi dalam Konferensi Depag di Surakarta : 17 – 18 Maret 1946 mengatakan , berdirinya Depag di samping realisasi pasal 29 UUD 1945 Juga Untuk Mengakhiri DAMPAK Kebijakan Belanda dan Jepang memecah Belah Umat – * Merenungi Deskripsi Historis diatas , seyogyanya Depag Kembali ke khittah 1946 . Nilai – Nilai dasar Kejuangannya harus benar – Benar di hayati . Jutaan Pahlawan dan Pejuang Telah Rela berkorban Jiwa Raga – Darah dan harta benda Mengusir penjajah untuk Kebaikna Anak – Cucunya . Dengan Segala Kegigihan dan Kerendahan Hati – : Founding Fathers Negri ini sekaligus Juga pendiri Depag telah Mencontohkan Sikap yang sangat Luhur dan Mulia – Bila Proses berdirinya Depag dihayati , Orang akan berpikir berkali – kali Untuk Berprilaku Negatif , APAPUN BENTUKNYA . – *
    Para Pejabat Depag Selayaknya MEMBACA Kembali tentang Perjuangan Historis Pendahulunya . Diharapkan ini dapat menjadi KENDALI ( ( Teks Gue Banget : Set The Controls For The Heart of the Sun – Giang Pesan Kosmis : ECHOES Sila 1. Pink Floyd the Definitive )) agar Kinerja Mereka Senantiasa Berlandaskan : “ Pengabdian , Kejujuran dan Keihklasan “ – * Sehingga ada Keunggulan Komparatif orang Depag , Kepentingan dan Kemaslahatan Umat harus di atas segalanya – * Juga perlu Ada Profesionalisasi Manajemen dalam segala aspek di lingkungan Depag – Baik di tingkat Pusat maupun Daerah : Sangat BerKEBERATAN ( ( Teks Jatim : KABOTEN KANGGONAN ) ) Terhadap bagian Kalimat dalam pemubukaan UUD
    Yang berbunyi : “ Ketuhanan dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi pemeluk – Pemeluknya “ – * Mereka Mengaku Bahwa bagian kalimat itu tidak Mengikat Mereka , hanya mengenai Rakyat yang Beragama Islam – Tetapi TERCANTUM nya Ketetapan seperti itu didalam suatu dasar yang Menjadi POKOK Undang – Undang Dasar (( same too : No Up2 + U2 = Moco-pat – sama juga Buta Huruf dasar ))
    Berarti Mengadakan Diskriminasi terhadap golongan Minoritas – Jika Diskriminasi itu ditetapkan Juga , Mereka lebih suka : BERDIRI DI Luar Republik Indonesia (( Nggak nyambung Mars 10281928 : Berdiri Jadi Pandu Ibuku – INDONESIA – Bukan ISLAM + Hard Core Mayoritas Sila 1. endi maneh )) + Tanggal 18 Agustus 1945 Sebelum Sidang Panitia Persiapan Bermula , Hatta Mengajak Ki. Bagus Hadikusumo , Wahid Hasyim , Mr. Kasman Singodimejo , dan Mr. Teuku Hasan dari Sumatra Untuk Mengadakan Suatu Rapat Pendahuluan untuk Membicarakan masalah tersebut – : “ Supaya Kita Jangan Pecah sebagai Bangsa , Kami MUFAKAT ( ( Lawan katanya : Ghak mufakat = Ghak Ukuran = Ghak Nduwe Udhel : KLONING HURUF – Terjemahan Bahasa Asing )) Untuk Mengganti yang menusuk Hati kaum Kristen dan Umat Lain itu – MENGKONO Buletin Masjid Al hakim Jak – Pus 1 Agustus 2008 – Diambil dari Buku Sekitar Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 – Diterbitkan tahun 1969 = tahun Ketika Insani Bumi – Neil Armstong Berlenggang – Kangkung Di Bulan = Peristiwa BESAR : LAYANG KUMITIR ( Puncak Karier ) SYAHDAN Java script : Hono Coroko – Kharmapala , Just 2 of Us Eletric Magic Abad Hilir = peristiwa Serat Penyarik’an ( Sekjen ) PLANET – In Lyric Pink Floyd : EMPTY – SPACES ( ( + Moco-pat Aksara Prapat Geni ) ) – What Shall We Used to fill the Empty : HONO COROKO Spaces Where We Used to Talk ? DOTO SOWOLO – How Shall I Fill The Final Places ? PODHO JOYONYO How Should I Complete The Wall – ; MOGO BOTHONGO = Doktrin Ngarso dalem : Bumi Ibu Karuhun Kapal – Displin Ilmu Akal : Nilai – Nilai Keterpelajaran Bangsa beradab – Abad Pemberdayaan Sarana KEMUDAHAN . – *
    >> Menuju 9 to Five >>

  4. 54
    zulkarnain Says:

    salam buat pak yusril

    saya sangat mendukung jika anda menjadi wapres pak, tapi saran saya kalau cari wakil harus dipertimbangkan matang2.

    hehehe… maaf bersifat lancang

  5. 55
    zulkarnain Says:

    maaf salah ketik pak. maksud saya capres 2009 :D

  6. 56
    ricky Says:

    ariedi… coba gih ente cek ke psikiater… komentator yang aneh….

  7. 57
    ijal Says:

    maaf nih, ane tetep dukung Yusril kok,hehe, cuma ane mo sedikit kopi paste dari blog salah satu panelis.
    sumbernya : http://hotradero.multiply.com/journal/item/86/Menilai_Calon_Presiden_Rizal_Yusril_Fajrul_dan_Ratna

    [b]menilai calon presiden Rizal, Yusril, Fajrul dan Ratna[/b]
    Lusa lalu, telepon selular saya berdering dan seorang teman mengajak saya untuk menjadi panelis penilai calon presiden pada sebuah acara di TV. Sejenak ragu, namun akhirnya saya iya kan.

    Pukul 19.30 saya menuju stasiun TV tersebut, yang terletak kompleks pertokoan Senayan City. Ada tawaran untuk makan malam, tapi saya sudah keburu makan di rumah dan lebih sibuk mencari dan mencatat angka-angka perekonomian nasional. Ternyata ada empat calon presiden yang hadir, yaitu Yusril Ihza Mahendra, Rizal Mallarangeng, Fajrul Rahman, dan Ratna Sarumpaet.

    Sebagai panelis, saya mengambil bagian menilai dan menguji capres terkait soal ekonomi bersama dengan Mas Ade (Komunikasi UI), Indra J. Piliang (CSIS Politik), Anies Baswedan (Rektor Universitas Paramadina). Berempat kami “menguji” para calon presiden.

    Menguji wawasan ekonomi seorang calon presiden – menurut saya amat penting. Dan atas hal itu saya merasa beruntung. Kenapa? Karena ekonomi selalu menyangkut pilihan – dan dalam skala nasional – tidak ada pilihan yang mudah. Semua pilihan ekonomi adalah sulit. Semata-mata karena setiap pilihan memiliki konsekuensi biaya. Ada ongkos yang harus ditanggung. Dan kesadaran akan biaya itu – yang membedakan antara seorang calon presiden sungguhan dan mereka yang main-main.

    Pada pembukaan acara – dua pihak berdebat: Rizal Mallarangeng dan Yusril Ihza Mahendra. Saya membuka dengan pertanyaan tentang pilihan pemerintahan: Pemerintahan Besar (Big Government) versus Pemerintahan Kecil (Small Government). Kedua capres memilih Small Government. Tetapi ketika saya katakan bahwa pengeluaran rutin terbesar pemerintah RI adalah membayari PNS (Pegawai Negeri Sipil) – Rizal Mallarangeng sepertinya bisa membaca jebakan yang saya pasang, dan menyajikan pendapat bersifat netral soal jumlah PNS dan performa kerja para PNS (kalau bisa disebut bekerja…). Yusril terjebak. Ia mengatakan bahwa mengurangi jumlah PNS tidak bisa secara dadakan — tetapi harus berkala lewat program pensiun normal. Ini jelas kontradiktif dengan dukungannya terhadap Small Government. Seberapa banyak sih jumlah PNS dan pengeluaran pemerintah atas PNS – yang bisa berkurang semasa 5 tahun masa jabatan presiden?? Tentu tidak banyak.

    Pada kesempatan berikutnya saya juga menekan calon presiden soal infrastruktur Indonesia yang sedemikian payah kuantitas (dan kualitasnya). Rizal dengan cepat menyambar pertanyaan saya dan menekankan fakta yang ia miliki – serta apa yang menurutnya harus dikerjakan. Sementara Yusril (kembali) terjebak pada masalah status hukum pembebasan tanah… (padahal yang saya tekankan adalah SELURUH proyek infrastruktur – bukan semata jalan tol…).

    Anda tentu bisa paham skor seperti apa yang saya berikan antara Yusril dan Rizal.

    ====
    …………………….

  8. 58
    Andy S Says:

    Ane jg kagak ngarti pak Ariedi itu nulis apaan… panjang lagi…hayahhhh

  9. 59
    Nizar Dahlan Says:

    Assalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Setelah membaca dan mencari “ilham”, saya punya sesuatu buat Bang YIM, yaitu:

    27 ALASAN YIM PANTAS MENJADI PRESIDEN RI

    1. TAAT BERAGAMA
    2. JUJUR
    3. KHARISMATIK
    4. CERDAS
    5. AHLI TATA NEGARA
    6. NEGARAWAN
    7. MERAKYAT
    8. SANTUN
    9. USIA PRODUKTIF
    10. SANGAT MENGUASAI SYARI’AT ISLAM
    11. PROFESIONAL
    12. RETORIKA MEYAKINKAN
    13. TIDAK EMOSIONAL
    14. WAWASAN LUAS
    15. KOOPERATIF
    16. BISA DIPERCAYA
    17. ISTIQOMAH (LURUS)
    18. BERMORAL
    19. BERETIKA
    20. DEMOKRATIS
    21. AKADEMISI
    22. ARGUMENTATIF
    23. KEMAMPUAN MENULIS SANGAT BAIK
    24. TAMPAN
    25. TIDAK NEPOTISME
    26. SETIA KAWAN
    27. IKHLAS

    Kami, sebagai rakyat akan mendukung Bang YIM untuk menjadi RI 1.
    Kami akan berada di barisan terdepan yang mengusung calon presiden RI yang cerdas dan cekatan seperti Abang.
    Sukses selalu Bang. Semoga ikhtiar kita dikabulkan oleh Allah SWT dan selalu didukung oleh Rakyat Indonesia.
    Allahumma Amin.

    Salam dari saya,

    Nizar Dahlan

  10. 60
    Ariedi Says:

    READ …. 1. ariedi… coba gih ente cek ke psikiater… komentator yang aneh….
    August 7th, 2008 at 7:42 am RICKY # 56

    2. Ane jg kagak ngarti pak Ariedi itu nulis apaan… panjang lagi…hayahhhh
    August 7th, 2008 at 4:16 pm ANDY S # 58

    Jika memangnya BUKAN DISURUH Bung YIM melalui E – mail
    Melainkan kehendak sendiri – ya = Terima kasih – setidak anda punya pendapat sendiri , meskipun Nggak Layaw = Memenuhi syarat termasuk pendapat yang DIPASOK pada Blog spot YIM – yabg betul berkomentar atau berceletuk – Dehem Ehemm ehemm – batuk – batuk , Ketawa – ketiwi , pada paparan komentator = Serperti SAKSI acara Tv . atau Sri mulat Or something , Mendayu suara patah ( C / A kepada Penyair BENGKOWANG )
    AKU SAKSI – Nyekseni Wayang Ricky & Andy sangat Cerdas dan Sexy .. jadi kalau ORANG baru tahu sedikit seni bahasa Ploncoan , ya seperti itulah – yang anda kiaskan kesankan supaya terdukung oleh lainnya , menuju giang pekerti = namanya juga usaha – yaitu USAHA OPO TUMON KOMENTATOR TUNGGALE MAKDIRODHOK MAKDIKIPE …. !
    Antara mengail asumsi ataukah membenci – antara menghina ataukah menghibur – meskipun ada Juga sih tanda keberhasilan , tetapi Hukum SCRABBLE Games Still On dalam jemari ku ketika mengetik = Emotional Resque – Rolling stones – danKalau Bung YIM Kebetulkan sedang BUTA – Ya .. ; kuselesaikan urusan komentator ber CEMOOH untuk ku + sendiri ( Single Fighter ) = tetap harus bergamit dengan Positip PIKIR Niye – yaitu kuanggap = sedang nggak ada bahan baku – dan kantin YIM – juga terlihat semakin Sepi bahasa LIPUTAN + Masukan – Sekecil apapun itu = Informasi
    Ini contohnya kalau sedang Mentok bahan Opini – Nyomot aja salah satu JAJAN pasar Media – yang agak sehubung Berita sekitar SOSPOL – Jelang Pemilu 2009
    Selasa, 5 Agustus 2008 | 00:38 WIB
    Suntingan Info Cetak Kompas . Com –
    : Presiden Partai Keadilan Sejahtera atau PKS Tifatul Sembiring membuat pantun yang isinya mengatakan bahwa calon presiden yang muncul belakangan ini baru sebatas tebar pesona, belum mempunyai rumusan solusi permasalahan bangsa. ”Pantun ini untuk merespons semua capres. Ya, sekadar hiburanlah, he-he-he. Judulnya Mega Pantun. Teman-teman wartawan, judulnya jangan dibalik menjadi Pantun Mega,” kata Tifatul sebelum membacakan pantun tersebut dalam acara kampanye menjelang pemilihan Wali Kota Bandung di Lapangan Gasibu, Bandung, Senin (4/8). Tifatul hadir sebagai salah satu juru kampanye bagi pasangan yang diusung PKS, Taufikurahman dan Abu Syauqi (Trendi). Potongan Mega Pantun itu berbunyi:
    Anak balita bertopi merah – Topi terbuat dari bahan katun
    Daripada ibu jadi pemarah – Lebih baik kita berbalas pantun
    Jadi pemimpin mesti telaten – Sambangi rakyat yang tak berbaju
    Kalau ibu nak jadi presiden – Monggo kerso silakan maju
    Buat apa pergi ke seberang – Airnya susut banyak berbatu
    Buat apa melarang orang – Dah terbayang kursi RI satu.
    Tifatul mengatakan, semua orang dan parpol bebas mencalonkan presiden sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Namun, untuk perubahan yang lebih baik bagi bangsa, PKS mewacanakan calon presiden yang berusia di bawah 50 tahun. * ”Kami tidak pernah melarang orang tua menjadi presiden. Kami tidak pernah melarang perempuan menjadi presiden. Kami tidak pernah melarang perempuan tua menjadi presiden. Kami tidak pernah melarang laki-laki tua menjadi presiden,” kata Tifatul – di Suntingan tersebut yang Kukirim Kemari , karena Blog Spot YIM for Presiden – terkesan NYEPI + Sepi lagi terjaring Beranda sendiri – Terfokus Memang = Semedi – TAPA .
    Santai – Nyantai aja , tidaklah harus SEOLAH berhadapan dengan Gengsi + Martabat + Derajat Mahasiswa ataukah Dosen Situs : Universitas Terbuka – apa Hubungnya dengan Pride ? – yang betul = Scrabble games : Banting tulang suku kata – Di lubuk Dunia Maya – hal selebihnya dari itu = Pilihan gamitan Informasi + Pendapat Pribadi . – * misalnya mengenai : SIA’ UL Tifatul dan Pantunnya Itu = ada Usaha + namanya Juga Usaha – Supaya terlihat , ada memiliki Kejenakaan dalam pantun Jenaka menurut dirinya sendiri – Ya = terlepas dari urusan memenuhi Syarat Standar katagori Pantun Jenaka – ataukah : Nggak Layaw … !!
    August 5th, 2008 at 11:27 pm RIGHT COPY # ujung Beranda PEMBUKA KATA –

    ATTENTION PLEASE

  11. 61
    Hery Azwan Says:

    Saya setuju dengan komentar #29 Mas Hendra di atas. Kalau pengurus PBB memang nggak bisa berhenti merokok, tolong jangan malah dengan bangganya memamerkan peralatan merokoknya di depan masyarakat lewat televisi. Apalagi harganya mahal sekali, setara dengan gaji UMR sebulan di Jakarta. Ini kan sudah melanggar asas kepantasan bagi rakyat kebanyakan yang semakin susah hidupnya. Kalau yang main bola sodok, saya belum pernah lihat tayangannya, tetapi memang boleh2 saja sih, asalkan tidak diekspose di televisi. Memang mubah, tapi bagi orang awam kesannya udah beda tuh….Ingat, sebagian besar rakyat Indonesia adalah kalangan bawah….

  12. 62
    Ariedi Says:

    Posted : SEKAPUR SIRIH – YET ANOTHER MOVIE – Kaisar Ceng Ho Or something – bahasa Filmis – INGARSO DALEM . Kedalaman Atur SULUK ( pembuka Jalan darah – arus visi ) Kedudukan Tanah air Pusaka dan Pengandaian ( SINOM ) Pride + bahasa bawah sadar Tanah Kepulauan Nusantara – yang selain Bermutan Tuah Niscaya ( ILAT MANDI ) Giang History sumpah Palapa – Pemuda : JUA Hukum RIMBA – Kelestarian Alam = MENU LONTONG BALAP WONOKROMO ( ( Salah satu menu tradisional Suroboyo ) ) In Lyric : PARENT PATROL – IMMIGRANT SONG – : JAAAA – VAAAAH ! We come from the land of the ice and snow ,
    > from the midnight sun where the hot springs blow.
    The hammer of the gods ( Tanah Kelahiran Dalang Ringgit Purwo )
    Will drive our ships to new lands ,
    To fight the horde, singing and crying ( Nine to five : Time kerja )
    Valhalla , I am coming ! ( Tepat waktu = Hukum Kantor : THOR ! )
    On we sweep with threshing oar,
    Our only goal will be the western shore.
    Gembalaaa – aaaaah !
    We come from the land of the ice and snow,
    > from the midnight sun where the hot springs blow.
    How soft your fields so green,
    Can whisper tales of gore,
    Of how we calmed the tides of war.
    We are your overlords.
    On we sweep with threshing oar,
    Our only goal will be the western shore.
    So now youd better stop and rebuild all your ruins,
    For peace and trust can win the day
    Despite of all your losing . * Led – Zeppelin ZEUS Sumur Bathin 10281928 + C / A : Bukan maksudku berbagi Nasib ( apalagi kecerdasan OPO isme Sengkuni ARAB – Dewo ANUBIS Whatism Arabic !! ) Nasib adalah Kesunyian masing – Masing , Kupilih kau Bung YIM Dari yang BUAAANYAK Banget – tetapi dalam sebentar saja diri akan masuk more and more maning – SEPI Lagi TERJARING – bahasa kamus sendiri – Respek Mu !! Bung Yim – semata pada Visi BULU Ketiak mu sendiri – yang kalaulah di perhalus = Bulu perindu YIM : Dadhos Presiden RI 2009 – 2014 , maka mudah – mudahan Para Pemilik Suara – mayoritasnya seperti mental huruf # 56 + # 58 Okey banget untuk ukuran Era Global Warning – COCOK dan sehubung istilah mayoritas bagi keadaan Negri Dewasa Ini = Asap Kebakaran Hutan – pencemaran Lingkungan – Ya Memang = Menang BANYAK : THUL JAENAK JAE JATUL JAEJI ( Koes plus 70’an ) Kuntul Jare BANYAK – NDOGKE BAJUL – Bajay Bajuri = Nggak pakek Argometer seperti TAXI = Visi Jawi Bandrol kait Wingi – Melainkan = Kendaraan Politik itu Posisi TAWAR – TANCAP KAYUN
    >> Pok Ozon >>

  13. 63
    Firman Yusi Says:

    Assalamu’alaikum
    Sejak kuliah saya pengagum gagasan-gagasan Bang Yusril. Sekarang saya Sekretaris DPC PBB Tabalong, yang baru dikunjungi Bang Yusril. Jangan berhenti berjuang, bang. kami selalu bersama-sama mendukung abang menjadi RI 1, Indonesia masa depan adalah yang dinaungi panji Islam, dilindungi dan diberkahi Allah dengan pemimpin muda yang cerdas, Yusril Ihza Mahendra.

  14. 64
    swadexi Says:

    Ini nih kalau mau nyari presiden alternatif.. kayak di artikel http://swadexi.blogspot.com/2008/08/calon-presiden-sebaiknya-bermain-game.html

  15. 65
    Arisandi Says:

    @Swadexi,

    Iklan blog ya… Jangan nye-pam ah…

  16. 66
    Bonar Says:

    @swadexi:

    Kalau favorit saya “Democracy” untuk simulasi policy making.
    sedangkan untuk simulasi dunia usaha, favorit saya “Capitalism II”, game yang satu ini benar-benar membuka mata saya tentang enterpreneurship, tanpanya saya pasti masih duduk-duduk jadi pengangguran.

    Game “Cesar”, “Pharaoh”, “Emperor” dan sejenisnya itu menurut saya tipenya termasuk city planning, jadi mestinya disaranin ke walikota. Itupun tidak realistis dan terlalu eye candy, lebih realistis dan kompleks jika memakai SimCity. “Emperor” itu good for fun dan menghabiskan waktu luang, tapi kalau mau mikir, mungkin lebih cocok mencoba “SimCity”.

    Tahun 2000-2002 dulu saya pernah punya mimpi untuk membuat sebuah sistem e-governing real-time berfilosofi ala “SimCity”, dengan menerapkan konsep ERP(Enterprise resource planning) city wide. Sayang sekali kekurangan orang yang satu visi.

    Pernah saya tawarkan ke rekan yang kebetulan bupati, untuk membuat project percontohan, tapi tanggapannya adalah: “nanti kalau sistemnya sudah jalan, saya dapat apa?”, saya jadi malas.

    Ide Anda menyarankan kalangan pemerintahan untuk bermain game menurut saya bagus, yang menjadi tantangan adalah bagaimana agar masalah-masalah dalam game tidak disconnect dari realita, dan menerapkan konsep yang telah dipelajari di dunia nyata.

    Swadexi, saya tantang anda untuk menyelesaikan masalah hutang sembarang negara dalam tempo 1 periode di “Democracy”.

    Ini gamenya:
    http://www.popgamers.com/Democracy/775

  17. 67
    swadexi Says:

    Wah Keren-keren.. Itu dia Mas Yang Saya Maksudkan.. berhubung Saya ga punya Game-Game yang seperti Mas Sarankan Diatas.. Jadi Saya hanya menuliskan Game yang saya anggap Cukup.. Mungkin Akan Saya Update Artikel Saya diatas dengan Yang Mas Sarankan.. Thanks Banget Mas Infonya…Iya deh Mas.. Mau saya Coba dulu game democrasinya..itupun Kalau gamenya bisa di download secara gratis….Pokoknya Thanks Banget Deh Mas

  18. 68
    Nugroho Ardi Cahyono Says:

    Presiden pake alternatif????? itu suatu bentuk peremehan didalam prioritas kalo dalam sepakbola adalah cadangan. saya tidak setuju bapak menjadi alternatif karena bapak bukan orang baru yang mencalon Presiden.
    dan bapak punya kredibilitas. masyarakat butuh pemimpin baru bosan dengan yang itu2 saja. saya pribadi mendukung bapak menjadi 5 besar calon presiden. PBB didaerah punya masalah yaitu kurangnya sosialisasi dan kegiatan2 yang menyentuh masyarakat dan simpatisan mengharapkan itu, masih ada waktu untuk itu pak.
    saya percaya PBB suatu saat akan menjadi partai besar dan harus di gerakan oleh kaum mudanya. karena saat ini orang2 didaerah hanya kenal bapak, MS Kaban, Nabalin, untuk itu perlu gerakan yang lebih mendasar. ini hanya masukan dari saya pak sebagai orang yang mendukung dari jauh saat ini. semoga bermanfaat dan salam buat semuanya simpatisan PBB. wassalam.

  19. 69
    putri Says:

    dari dulu sampai sekarang yusril yang pantas jadi presiden masih muda tampan pinter banget maju terus kita di daerah rela habis duit jual rumah hanya untuk PBB dan bang yusril

  20. 70
    Mochammad Nor Ali Says:

    Assalaamu`alaikum wr wb.
    Bang Yusril menjelang peringatan 17 agustus 2008 ini , saya ingin mengingatkan bang Yusril bahwa kita umat Islam di Indonesia ini sudah 4 abad di jajah hukum Belanda, Umat Islam sebagai mayoritas tidak diberi kesempatan oleh pemerintah untuk dapat melaksanakan Agamanya secara kaffah, bahkan ketika anda diberi kesempatan oleh Allah jadi menteri , semestinya bisa memanfaatkan peluang ini untuk menyusun KUHP versi syariah , sehingga umat Islam mempunyai pilihan untuk dapat menyelesaikan perkara hukumnya sesuai syariat Islam.Tapi kesempatan ini sepertinya terbuang sia sia. Dalam paparan abang sebagai kandidat presiden saya tidak melihat perbedaan anda dengan calon presiden- presiden, atau bahkan calon bubernur gubernur atau bahkan calon wali kota atau bupati yang lain, berisi janji janji formalistis, tidakkah abang sadar kebobrokan di negara kita ini karena umat Islam tidak menggunakan syariah sebagai sandaran hukum yang seharusnya di tegakkan ?
    seandainya di negara kita ini ada 2 KUHP yang jadi pilihan masyarakat yaitu KUHP syariah dan KUHP konvesional masyarkat akan dapat melihat mana yang lebih membawa manfaat bagi kita danmembawa perubahan bagi Indonesia
    wassalam

  21. 71
    Alternatif Says:

    Makin banyak alternatif makin banyak pilihan,kalo alternatif lain gimana?http://iwanfals-for-president.co.cc

  22. 72
    didiet Says:

    Bismillahirrahmaanirrahiim
    Partai bulan bintang sesuai hasil mukernas PBB bulan juli 2008 lalu, telah menegaskan untuk membawa Bang YIM sebagai calon presiden RI tahun 2009 apabila PBB memperoleh suara yang signifikan untuk mengusung calon presiden RI. Salah satu upaya yang harusnya dilakukan PBB melalui DPC-DPC adalah memasang spanduk foto bang YIM di setiap kantor DPC PBB dengan ukuran 1 x 3 meter. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan :
    1. tidak semua masyarakat menonton acara TV yang menayangkan bang YIM seperti di SCTV dan Metro TV
    2. efek psikologis bagi masyarakat yang setiap hari melewati kantor DPC adalah sangat besar selama beberapa bulan ke depan khususnya bagi masyarakat yang sering melakukan perjalanan antar kota melalui transportasi darat
    3. masyarakat “kecil” terutama ibu ibu yang dari dulu memang menyukai kiprah bang YIM akan semakin tersanjung apabila melihat foto bang YIM terpampang di setiap DPC PBB.
    4. sebagai tanda soliditas PBB di merata tempat di seluruh Indonesia, walau tidak semua orang dan DPC PBB menyukai kiprah bang YIM.
    Demikian sedikit sumbang saran buat bang YIM. semoga bermanfaat. maaf bila kurang berkenan.
    semoga Allah swt menunjukkan jalan yang mudah buat bang YIM menjadi presiden RI berikutnya. amien ya Allah

    5.

  23. 73
    n. Jamil ghazali Says:

    Wah mantap nih Bang YIM untuk maju ke capres yad ..
    Pengalaman, kepiawaian, kepantasan, penampilan dll .. insyaAllah banyak yang akan menjadi simpatisan Bang YIM, walaupun tidak kepada PBB-nya, namun kpd figur Bang YIM sbg calon pemimpin masa depan Indonesia yang berpenduduk muslim terbesar di dunia.
    Bang YIM, kalau mungkin tulisan berikut ttg kader PBB nih.. kan lagi anget2nya berita Menhut Kababan yang ketum PBB yang juga kader PBB .. sedikit banyak akan berperngaruh thdp perjalanan PBB kedepan terutama dalam PEMILU yad .. makasih bang ..

  24. 74
    khafidhin Says:

    @didiet.

    siiiiiiiiiiiiiip.

    pak YIM dan para pengurus PBB yang lain, saran mas didiet mungkin bisa dijadikan masukan untuk dipertimbangkan. kami yang tinggal di pedesaan banyak yang belum tau YIM itu siapa?.

  25. 75
    Ario Praswandaru Says:

    Salam….mitrausahakapal

    “Laut kita….., Harta Karun Kita ”
    (Kemitraan usaha kapal tangkap ikan No: 1 di Indonesia)

    Mari kita bersama manfaatkan hasil laut bangsa Indonesia
    dengan waralaba kapal tangkap ikan.

    Kami membuka peluang kepada masyarakat untuk memiliki usaha kapal tangkap ikan.

    Klik! http://www.mitrausahakapal.com

    Konsultasi:
    Ario Praswandaru (08123273163)

  26. 76
    ibnu Hanafie Says:

    YIM emang cerdas dan bisa menangani persoalan bangsa ini, aku dukung, semoga harapan terwujud !!!

  27. 77
    Yapit Says:

    Ass bang YIM,

    Dari hari kehari tampaknya abang makin “matang” saja. Tidak tampak lagi YIM dulu yang bertypikal fighter, yang ada sekarang adalah sosok YIM yang sabar, perpengalaman dan (masih) cerdas dan kharismatik.
    Tapi pencitraan YIM yang sekarang tampaknya harus diikuti pencitraan PBB sebagai partai yang sudah terlanjur identik dengan abang. Saya lihat banyak polah Anggota Legislatif yang agak jumawa (kalau kebetulan saya shalat di Mesjid Cut Mutia, ada beberapa abang2 PBB di DPR yang sering shalat disana)

    Itu dulu saja bang … senang rasanya punya calon presiden Indonesia yang melek TI.
    Yakin Usaha Sampai.

    Wass.

  28. 78
    adila sp Says:

    ass w wb
    OK banget bos jawaban, tanggapan, penampilan, dll deh pada acara padamu negeri tadi malem
    :)

  29. 79
    Hengky Says:

    Bung Yusril, saya kirimkan penilaian dari Poltak, bagaimana menurut anda?

    Menilai Calon Presiden Rizal, Yusril, Fajrul dan Ratna

    Oleh: Poltak Hortadero

    Lusa lalu, telepon selular saya berdering dan seorang teman mengajak
    saya untuk menjadi panelis penilai calon presiden pada sebuah acara di
    TV. Sejenak ragu, namun akhirnya saya iya kan.

    Pukul 19.30 saya menuju stasiun TV tersebut, yang terletak kompleks
    pertokoan Senayan City. Ada tawaran untuk makan malam, tapi saya sudah
    keburu makan di rumah dan lebih sibuk mencari dan mencatat angka-angka
    perekonomian nasional. Ternyata ada empat calon presiden yang hadir,
    yaitu Yusril Ihza Mahendra, Rizal Mallarangeng, Fajrul Rahman, dan
    Ratna Sarumpaet.

    Sebagai panelis, saya mengambil bagian menilai dan menguji capres
    terkait soal ekonomi bersama dengan Mas Ade (Komunikasi UI), Indra J.
    Piliang (CSIS Politik), Anies Baswedan (Rektor Universitas
    Paramadina). Berempat kami “menguji” para calon presiden.

    Menguji wawasan ekonomi seorang calon presiden – menurut saya amat
    penting. Dan atas hal itu saya merasa beruntung. Kenapa? Karena
    ekonomi selalu menyangkut pilihan – dan dalam skala nasional – tidak
    ada pilihan yang mudah. Semua pilihan ekonomi adalah sulit.
    Semata-mata karena setiap pilihan memiliki konsekuensi biaya. Ada
    ongkos yang harus ditanggung. Dan kesadaran akan biaya itu – yang
    membedakan antara seorang calon presiden sungguhan dan mereka yang
    main-main.

    Pada pembukaan acara – dua pihak berdebat: Rizal Mallarangeng dan
    Yusril Ihza Mahendra. Saya membuka dengan pertanyaan tentang pilihan
    pemerintahan: Pemerintahan Besar (Big Government) versus Pemerintahan
    Kecil (Small Government). Kedua capres memilih Small Government.
    Tetapi ketika saya katakan bahwa pengeluaran rutin terbesar pemerintah
    RI adalah membayari PNS (Pegawai Negeri Sipil) – Rizal Mallarangeng
    sepertinya bisa membaca jebakan yang saya pasang, dan menyajikan
    pendapat bersifat netral soal jumlah PNS dan performa kerja para PNS
    (kalau bisa disebut bekerja…). Yusril terjebak. Ia mengatakan bahwa
    mengurangi jumlah PNS tidak bisa secara dadakan — tetapi harus
    berkala lewat program pensiun normal. Ini jelas kontradiktif dengan
    dukungannya terhadap Small Government. Seberapa banyak sih jumlah PNS
    dan pengeluaran pemerintah atas PNS – yang bisa berkurang semasa 5
    tahun masa jabatan presiden?? Tentu tidak banyak.

    Pada kesempatan berikutnya saya juga menekan calon presiden soal
    infrastruktur Indonesia yang sedemikian payah kuantitas (dan
    kualitasnya). Rizal dengan cepat menyambar pertanyaan saya dan
    menekankan fakta yang ia miliki – serta apa yang menurutnya harus
    dikerjakan. Sementara Yusril (kembali) terjebak pada masalah status
    hukum pembebasan tanah… (padahal yang saya tekankan adalah SELURUH
    proyek infrastruktur – bukan semata jalan tol…).

    Anda tentu bisa paham skor seperti apa yang saya berikan antara Yusril
    dan Rizal.

    ====

    Sesi debat calon presiden antara Fajrul Rahman dan Ratna Sarumpaet
    tidak menarik lagi. Keduanya terlalu mirip satu sama lain. Keduanya
    terjebak pada keinginan untuk populer (at all cost). Mulai dari ngomog
    anti-neolib, nasionalisasi Freeport, Exxon-Cepu, Natuna — sampai
    dengan mengemplang utang luar negeri dengan alasan banyak utang haram.

    Saya menyentil nafsu menasionalisasi itu dengan fakta bahwa
    nasionalisasi sudah pernah dilakukan jaman Bung Karno – dan ternyata
    semua perusahaan Belanda yang dinasionalisasi keadaannya tidak
    bertambah bagus. Yang ada tambah jeblok. Perusahaan tersebut menjadi
    sarang korupsi dan sumber dana politik kotor. Fajrul berkilah bahwa
    korupsi adalah masalah terpisah – dan ia sangat yakin nasionalisasi
    tidak jadi masalah asal kita bisa membersihkan korupsi… (lalu apakah
    kompetensi manajemen tidak penting. Apa iya SDM BUMN kita lebih bagus
    daripada SDM sektor swasta???)

    Untuk soal penghapusan / penundaan utang luar negeri — saya menyindir
    keduanya dengan mengatakan bahwa dengan mengemplang utang luar negeri
    - itu sama saja dengan mencuri duit orang. Kita boleh saja kecurian,
    tapi bukan berarti kita boleh mencuri. Masak presiden menyuruh
    mencuri? Keduanya naik pitam karena saya sebut begitu. Ratna sempat
    mengatakan bahwa Nigeria bisa dapat diskon utang besar. Mengapa kita
    tidak?

    Saya menimpali bahwa Nigeria memperoleh diskon utang karena negara itu
    merundingkannya dalam kerangka Paris Club. Presiden Obassanjo
    merelakan dua menterinya dipenjara karena terbukti korupsi — demi
    menunjukkan keseriusan pemerintah Nigeria. Itu sebabnya Nigeria dapat
    pemotongan utang.

    Indonesia yang telah menyatakan keluar dari bantuan IMF jelas sudah
    tidak bisa lagi masuk ke Paris Club – melainkan masuk ke London Club
    (utang komersial). Meminta skema Paris Club, padahal sudah ada di
    London Club – jelas hanya akan menjadi bahan tertawaan komunitas
    finansial dunia. Toh Indonesia sendiri yang dulu berkeras keluar dari
    skema bantuan IMF. Harus konsekuen dong…

    Di sisi lain, utang luar negeri terbesar Indonesia adalah kepada
    Jepang – dengan tingkat bunga yang sangat rendah dan tenor sangat
    panjang. Mengemplang utang Jepang – sama dengan bunuh diri secara
    ekonomi. Mengapa? Itu berarti menikam pihak yang telah sedemikian
    longgar terhadap bunga. Sikap kurang ajar. Lagipula karena Jepang
    adalah mitra dagang terbesar Indonesia dan sumber surplus dagang -
    meminta Jepang memotong utang berkonsekuensi hancurnya hubungan dagang
    kita.

    “Usulan” Ratna Sarumpaet menunda utang – juga sama bodohnya. Apa iya
    utang yang ditunda dapat membuat total utang kita menurun? Tentu
    tidak. Setiap penundaan hanya berarti utang kita meningkat (dan toh
    tetap harus dibayar).

    Dengan porsi utang luar negeri terhadap PDB sebesar sekitar 36% –
    posisi Indonesia jauh lebih baik daripada pemerintah Inggris dan
    Amerika misalnya, yang posisi utangnya 60% terhadap PDB. Jepang saja
    tingkat utangnya 120% PDB.

    Tingginya tingkat pertumbuhan PDB menjadi alasan bahwa utang bersifat
    relatif. Sejauh PDB kita bisa tumbuh lebih cepat daripada utang kita
    – maka ekonomi kita makin sehat dan kuat. Cara paling jitu untuk
    mengendalikan utang adalah dengan cara bertumbuh secepat-cepatnya.
    Untuk apa mengurangi utang kalau ternyata malah membuat ekonomi tidak
    tumbuh, atau malah ambrol?

    Utang itu membeli waktu. Membeli kesempatan. Ini penting bagi negara
    dengan penduduk muda seperti Indonesia.

    ====

    Sangat jelas bahwa pameo “It’s the economy, stupid” yang dulu
    dicanangkan dan mendorong kemenangan Bill Clinton di Amerika -
    ternyata juga bisa menjadi tolok ukur dana menilai para calon presiden
    Indonesia.

    Top Job sebagai Presiden RI – mensyaratkan kemampuan mengambil
    pilihan-pilihan sulit dan membayar harga atas setiap pilihan. Tidak
    semua pihak bisa puas, tetapi pilihan memang harus diambil.

    Pilihan.
    Itulah ekonomi sesungguhnya…

    Bah, bisa aja Bos Poltak itu. Saya nggak mengatakan saya menghendaki small government. Saya mengatakan bukan besar kecilnya yang penting, tetapi apakah birokrasi pemerintah itu efektif atau tidak. Besar atau kecilnya relatif tergantung kepada sebepara besar jumlah penduduk yang harus dilayani dan seberapa pula teknologi yang kita gunakan dalam memberi pelayanan. Saya mengatakan kita dapat menghitung secara pasti misalnya berapa besar jumlah guru dan polisi yang ideal yang kita butuhkan dengan mempertimbangkan jumlah penduduk.

    Soal pembangunan infrastruktur, dengan contoh pembangunan jalan tol, jawaban saya masalah utamanya sering terbentur pada pengadaan tanah. Pemerintah dapat membuka tender kepada pihak swasta dalam dan luar negeri dalam pembangunan jalan tol. Soal pengadaan tanah dan sengketa dengan warga yang tidak ingin lahannya digusur, terjadi dalam banyak praktek pembangunan jalan tol di tanah air. Investor harus mendapat jaminan bahwa penyelesaian sengketa soal tanah diselesaikan oleh Pemerintah.

    Saya tidak paham apa maksudnya saya dikatakan terjebak oleh Boss Poltak. Pertanyaan Boss Poltak tidaklah spesifik pertanyaan dari sudut ekonomi, meskipun beliau disebut oleh presenter sebagai pengamat ekonomi. (YIM)

  30. 80
    Leil Fataya Says:

    Assalammualaikum yth bang Yusril,
    berkali-kali saya menyaksikan dan menanti penampilan anda di tv tdk hentinya akan bosan. Sepertinya anda ini born to be a leader, jadi charisma anda ini memang sudah dari gennya, dari sononya. Saya terkesima akan anda dengan lugas menjawab problema yang diajukan pada anda tanpa terjebak dalam labirin diplomasi. Anda ini benar-benar menghargai waktu pemirsa, seolah mafhum bahwa kaum muda dan tentunya semua generasi umumnya, jenuh akan diplomasi unggah-ungguh, kelamaan prolog tanpa tahu inti jawabannya dimana. To the point adalah substansi dari gaya bicara anda tanpa menanggalkan kecerdasan anda dalam bidang tata negara. Saat ini saya sedang mengenyam pendidikan di fak. hukum. Dosen saya adalah pak profesor Ramly Hutabarat. Senang sekali berdiskusi masalah ketatanegaraan khususnya, hukum pada umumnya, senang sekali di Indonesia ini mempunyai kandidat capres independen yang cemerlang seperi bang Yusril.
    Salam hormat,
    Leil

  31. 81
    Sutan Rajo Endah Says:

    Bang YIM,
    Beberapa kali saya menyaksikan diskusi abang di media televisi serta membaca tulisan-tulisan abang, tapi yang sangat mengena sekali ketika melihat tayangan di acara Kick Andi….
    Begini..dalam minggu ini anak saya kelas 5 SD sedang belajar di sekolahnya tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Indonesia. Ketika mereka mengerjakan PR nya mereka berulang-ulang membaca sejarah tentang kerajaan -kerajaan di Indonesia termasuklah Sriwijaya, Majapahit. Mereka ternyata menyukai kisah-kisah itu. apalagi yang namanya anak-anak mereka masih membedakan sesuatu dengan hitam atau putih. Ketika ada pertempuran mereka ingin jagoan mereka menang. Begitulah singkatnya.
    Pagi-pagi saat mengantar mereka kesekolah,saya berbagi cerita dengan mereka bahwa ada lagi pahlawan nya di dalam Sejarah yang kalian pelajari itu namanya Laksamana Cheng Ho, mereka spontan menjawab itukan Yusril….. Mahendra. (Ihzanya mereka nggak ingat karena mengejanya susah dan lagi kata mereka permulaannya sama dengan membaca IH DINAS SHIRATAL MUSTAQIM, tunjukan lah kami ke jalan yang lurus) Ternyata sayah kalah informasi dari mereka….Lalu orang bisa menebak apa yang ada difikiran anak-anak itu terhadap orang yang sudah diidolakan. begitu…silahkan terjemahkan sendiri para pembaca yang budiman.
    Di kedai kopi..obrolan kembali lagi kepada si Cheng Ho. Dan saya ucapkan begini. ADMIRAL CHENG HO FOR PRESIDENT is RANCAK BANA. …saya pikir-pikir dan ingat-ingat, hebat juga peran yang abang lakonkan yang sudah menjadi sebuah kursus kepemimpinan yang dalam kursus itu betul-betul dihayati…Ayo bang aplikasikan nanti, semoga kita senantiasa seperti yang dikatakan anak saya tadi susah mbaca IH…Za itu. Memohon kepada Allah Swt agar senantiasa ditunjukan ke jalan yang lurus…

    Wassalam
    Dari Pekanbaru

  32. 82
    muhammad Rozi S.Pd Says:

    saya termasuk orang yang rindu Indonesia dipimpin oleh kalangan muda. mimpi itu berharap menjadi nyata, semoga pak Yusril datuak palinduang adalah adalah pewujud mimpi itu

  33. 83
    Bonar Says:

    @YIM, Re: Re: #79 :

    Pertama saya harus akui saya agak bias condong kepada Pak Poltak, mungkin karena dia juga batak, hehehe, apalagi setelah ia sukses ‘membantai’ Fadjroel dan Ratna, jadi tidak perlulah comment saya ditanggapi terlalu serius.

    Saya kira wajar saja jika Pak Poltak, dan mungkin pada derajat tertentu RM, mengira bahwa Anda pendukung Small Government.

    Hal itu tak lain karena Anda mengawali jawaban Anda dengan kutipan dari Thomas Paine: “…That government is best which governs least”

    (yang terus terang, cukup membuat saya kaget, karena Anda mengutip salah satu prinsip terpenting liberalisme)

    Seperti yang telah diketahui, Thomas Paine adalah bapak revolusi amerika, salah seorang tokoh liberalisme/libertarianisme yang paling berpengaruh hingga kini.

    Liberalisme, libertarianisme, serta eksesnya ke dalam konsep ekonomi laissez faire, selalu mencita-citakan terciptanya small government. Sedemikian sehingga, bagi yang memahami sejarah kutipan tersebut, amat mudah untuk salah menyimpulkan bahwa Anda mendukung small government (sebagaimana kemudian ia simpulkan).

    Hubungannya dengan expertisenya di bidang ekonomi, tentu saja dengan besarnya belanja kepegawaian pemerintah yang kabarnya kurang lebih sama dengan besarnya subsidi BBM+PLN tahun 2007 (13 milyar dollar, koreksi saya jika saya salah).

    Sebenarnya kesalahpahaman itu mudah sekali dihindari jika Anda langsung mengoreksi ulang pernyataannya di kesempatan bicara kedua. Banyak sekali kutipan yang dapat dipakai untuk mematahkan argumen liberalis small government tersebut, misalnya:
    “pasukan besar, pasukan kecil, yang penting bendera-benderanya”, oleh sun tzu, yang dapat anda pakai untuk menyebutkan kepeloporan Anda di bidang E-Government, dengan menganalogikan “bendera-bendera” sebagai penerapan teknologi.

    atau mungkin, argumen jane ayer:
    “memang benar pemerintahan terbaik memerintah sesedikit mungkin. Sayangnya, hal yang sama juga benar terjadi pada pemerintahan terburuk”

    …selain, tentu saja, menggunakan argumen tentang efektifitas yang Anda sampaikan.

    Argumen lain yang biasanya sukses dapat mematahkan liberalisme, adalah argumentasi unintended consequences. Contohnya, “keberadaan jumlah PNS yang gemuk tersebut pada dasarnya merupakan BLT terselubung bagi kaum terdidik, itu tidak ideal, namun kebijakan perampingan justru akan membawa konsekwensi tak diinginkan berupa melambatnya perekonomian swasta karena kehilangan salah satu kelas konsumen terbesar, dan bahkan mungkin brain drain.”

    Tentang infrastruktur, saya pribadi tidak melihat bahwa jawaban Anda memuaskan.

    Jika sebelumnya pendekatan argumentasi Anda pada perdebatan small government adalah Top-Down (yaitu dari filosofi liberalis, menuju penjabaran implementasi), dalam kasus debat infrastruktur malah seperti berusaha Bottom-UP (dari detail ke general).
    Sayangnya jawaban Anda terlalu spesifik (kalau tidak bisa dibilang myopic) pada pembangunan jalan tol, yang sebenarnya bukan pertanyaan Poltak tapi topik dari RM. Kemudian terlalu lama membahas itu tanpa ada usaha melanjutkan penjabaran generalisasinya pada infrastruktur yang lain (kurang UP-nya). RM terlihat berusaha menyelamatkan Anda dengan mengatakan: “Padahal kita punya dana!”.

    Awam seperti saya, jika tidak menganalisa berulang-ulang secara mendalam, akan amat mudah terburu-buru menyimpulkan bahwa Anda tidak dapat melihat gambaran besar masalahnya, bahwa Anda “tidak nyambung” dengan terbawa pada arah pembicaraan pendebat lain, dan bukannya pada penanya.

    Padahal kalau dipikir-pikir, sebenarnya itu juga menunjukkan bahwa Anda menguasai solusi spesifik untuk masalah spesifik.

    Penguasaan detail itulah senjata Anda sebenarnya.

    Mungkin lain kali Anda dapat memulai jawaban Anda dengan generalisasinya dulu atau kutipan yang membuka jalan menuju kasus spesifik, Top-Down Approach seperti:
    “The devil is in details, permasalahannya selalu dalam detail, dalam kasus jalan tol misalnya adalah buruknya manajemen pembebasan tanah serta perangkat hukumnya. Dalam kasus infrastruktur lain penyebabnya adalah …… .Diperlukan pemimpin yang telah memahami solusi atas hal-hal detail seperti ini, dan bukan sekedar pemimpi yang tak berpengalaman. Mau 10 kali infrastructure summit pun kalau pemimpinnya tidak detail, tidak akan jalan”

    Pernyataan yang kira-kira seperti itu akan menekankan bahwa Anda berpengalaman dalam memberikan solusi, dan amat menguasai masalahnya, sekaligus menohok lawan debat Anda dengan menjulukinya sebagai pemimpi.

    Sedangkan, untuk pernyataan RM bahwa Anda pantas menjadi Mensesnegnya, dapat Anda balas dengan, “kalau Anda mungkin cocok jadi Menpora saya” dengan nada bercanda juga, namun tajam sekaligus halus menyindir semangat ke-pemudaan RM.

    Pak YIM, patut saya garisbawahi, saya melihat perbedaan pembawaan yang besar dalam tulisan dan debat Anda. Tulisan-tulisan Anda menunjukkan kualitas pemikiran mendalam, tidak perlu diragukan lagi. Akan tetapi dari beberapa debat yang saya lihat, kenapa justru di lisan kualitas tersebut kurang terlihat? atau setidaknya kurang menggigitlah!

    Sepantasnyalah kritik seperti dari Pak Poltak tersebut tidak direspon dengan antipati dan kritik terhadap expertisenya dia, tapi dilihat dan dianalisa metode berpikirnya lalu diformulasikan metode mendebat hal-hal seperti itu kelak.

    Saya yakin Anda jauh lebih berpengalaman dalam berdebat, dibanding saya yang cuma pendebat sekelas warung kopi.

  34. 84
    suara ummat Says:

    Demi keutuhan partai !!! PBB harus berdasarkan suara terbanyak itu lebih jantan dan menceminkan aspirasi Ummat. salam Ukhuwah untuk ketua DPC PBB.

  35. 85
    suara ummat Says:

    Demi keutuhan partai !!! PBB harus berdasarkan suara terbanyak itu lebih jantan dan menceminkan aspirasi Ummat. salam Ukhuwah

  36. 86
    s.zuchdi Says:

    ass wr wb,
    aku suka bapak,semoga anda jadi presiden beneran di negara ini
    wassalam

  37. 87
    dodi Says:

    Sebenarnya indonesia tidak perlu alternatif, pemimpin indonesia sebenarnya banyak, hanya mereka yang korupsi lebih banyak duduk sebagai pejabat sehingga terjadi monopoli di berbagai bidang baik pemerintahan, legislatif, kehakiman ataupun pekerjaan lainnya. So untuk memajukan bangsa ini pilihannya pada pengangkatan pemimpin seperti di jaman Soekarno, dan akan terlihat berapa banyak yang mendukung dan berapa banyak yang menolak. kesalahan dalam mengangkat pemimpin maka akan terjadi perpecahan bangsa indonesia. Kalau gak gitu akan lebih aman jika kita menunggu pemilu presiden lagi, kalau sekarang mencari pemimpin ya baru alternatif pemimpin untuk periode 5 tahun mendatang. Untuk bapak yusril saya dukung maju menjadi alternatif pemimpin tahun 2009-20014, MERDEKA

  38. 88
    Darsah Says:

    Bos, maaf nich, untuk argumen dan diplomasi, anda tidak diragukan lagi. Tapi dalam berbagai tayangan televisi sepertinya anda harus banyak senyum atau sekali-sekali tertawa, soalnya kalau lagi diam kayaknya wajah anda sinis banget, sekali lagi maaf ya boos hanya saran, soalnya nanti pemilih-pemilih di ind. banyak kaum hawanya lho…

  39. 89
    darsah Says:

    kayaknya perlu juga nich bos nongol di acara-acara hiburan televisi, disitu segmen pasarnya banyak banget

  40. 90
    AN-XOIN Says:

    Haa…!? Yusril pengen jadi Presiden. Mending ngaca dulu Om.. Orang dulu ngurus keluarga saja gagal, rumah tangga rusak, bercerai, eh…ternyata dah punya perempuan lain. Orang baru jadi menteri saja suka kawin cerai, apalagi kalo jadi Presiden. Mau dibuat apa negara ini? Ha.Ha.Haa,jangan-jangan Yusril terinspirasi Sukarno. Nyadar Bung, kelakuan Sukarno yang terbuai keduniawian, justru pernah membuat Bangsa Indonesia terpecah belah. Seruan bagi pendukung Yusril ! Mending kita milih Presiden yang cuma lulus SMP tp punya hati yang bersih daripada Profesor yang yang silau akan kemewahan dan gemerlap dunia. Iya toh…

  41. 91
    edi santosa Says:

    PLEAZE. AN-XOIN sama Budi Botak sama gak ya??? tapi kayaknya gak perlu dikomentari ya.bagi AN-XOIN (kalau benar bukan Pak Budi Botak) saya senang sekali Anda sudah mau berkunjung di web ini.Tapi alangkah lebih senangnya saya kalau anda membaca dulu Artikel2nya Pak YIm atau lebih baik komen2nya juga.baru anda berkomentar.paling tidak sebelum anda komentar ada wawasan lain terlebih dahulu.Tapi kalau tidak sudipun tidak apa2….kita bebas-bebas aja kok…..

    Bonar;
    Minta Vavai suruh tampilin foto anda dong di blog ini.Penasaran saya sama Anda.Saya yakin kalau anda jadi menteri anda bukan salah satu barisan yang suka ABS.Komentar anda tetap kritis dan membangun.Membaca komen anda banyak hal baru yang saya dapati.Salut….

  42. 92
    Bonar Says:

    Ah Bung Edi, saya ini jelata, cuma lulusan sma pula. Indonesia rugi besar kalau saya jadi menteri.
    Sudah krisis intelektual sekali negeri ini, kalau sampai saya layak jadi menteri.
    Jangan sampai terjadi, itu adalah sesuatu yang harus selalu kita pastikan: carilah menteri tidak ABS yang jauh lebih dari sekedar seorang bonar.

    Saya lebih cocok wiraswasta saja, ndak ngerepotin orang lain, ndak nyusahin orang lain, ndak perlu merogoh dari kantong orang lain buat sekedar makan, lebih santai, jadi bisa komentar di blog orang lain. hehehehe. Soal foto, bagaimana kalau Anda duluan saja? sekalian juga foto vavai, iwan asnawi, jebee, dan lain lain.

  43. 93
    Iwan Asnawi Says:

    @92…Hey, Bonar… Kok bawa-bawa gua, urusan fhoto? Bawa-bawa teruzzzzz…
    Mau lihat fhoto gua? Ada di Gedung Arsip Majalah Mahasiswa Indonesia 80-an, hehehe…
    But, thanks anyway…

    Iwan Asnawi

  44. 94
    khafidhin Says:

    # 91.

    sepakat, siiiiiiiiiiiip. ane juga penasaran ama boss bonar, jabee, vavai, edi santoso, iwan asnawi. …………….

  45. 95
    edi santosa Says:

    Wah..wah..wah..jadi meluas nih soal foto.ya sudah, saya tarik permintaannya bank bonar.kalau sampai foto saya yang di pajang, nanti produser laksamana cheng ho nyesel gak milih saya ;-) maaf Pak YIM bercanda (tp narsis dikit bolehlah).hehehe…

  46. 96
    edi santosa Says:

    RALAT.setelah saya pikir saya gak mau meranin cheng ho,perannya KETUAAN hehehehe

  47. 97
    nyoman Says:

    “simply is the best”
    maju terus om yusril
    Bali dukung om……………………!!!

  48. 98
    lelly Says:

    ass wr wbr Walaupun terlambat saya ingin memberi suport , tidak ada kata mundur.. hehe….. yang ada selamat berjuang untuk RI I saya salah seorang rakyat indonesia yang memberi penghargaan kepada anda, omong-omong saya ingin tau detail tentang skema syariat islam. kalau bisa pak yusril tulis makalah agar kami orang yang tidak tau banyak menjadi tau dan dapat memahami. bagaimana untuk acara yogya untuk semacam seminar kepada kaum muda( mahasiswa ) tapi sebetulnya saya menghimbau agar pak yusril juga membari materi syariat islam juga kepada kader PBB. agar kader tau lebih banyak dan bisa memahami serta meresapi apa yang dipikirkan bapak tentang syariat islam. saya menunggu pelaksanaan kedatangan bapak di yogya. was wr wbr.

  49. 99
    yolis Says:

    sukses pak

  50. 100
    Ray Says:

    Assalamu`alaikum Bung Yusril

    Kebetulan saya melihat acara tersebut, sungguh menarik dan interaktif, tetapi sayang dengan waktu yg sependek itu rasanya kurang puas mendengarkan pendapat bung yusril. Whatever lah.. saya Support untuk RI 1.

    wassalam
    *Insya Allah jadi komentator no 100 di post ini*

Pages: « 1 [2] 3 4 » Show All

Leave a Reply

Recently Commented

  • As.Wr.Wb Maju terus bang... (Nanang Subakti Karsowirono - August 30, 2010)
  • sejak tampil sebagai pembela ahmadiyah, teu... (abifasya - August 26, 2010)
  • “dan menolak untuk ikut serta secara aktif... (Hadi - September 1, 2010)
  • Benar, arogansi sebagai “Aparat” dan... (Hadi - September 3, 2010)
  • Ass.W.W…maju terus bang... (nova ardinal - August 26, 2010)
  • Sebagai orang “sangat awam” saya... (pakne ridah - August 26, 2010)