Beranda

ACARA “MENCARI PRESIDEN ALTERNATIF” DI SCTV

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim,

Yusril Ihza Mahendra pada Acara "Mencari Presiden Alternatif" di SCTV

Tadi malam pukul 00.30, SCTV menyiarkan rekaman acara “Mencari Presiden Alternatif” (klik di sini bagi yang ingin menyaksikan rekaman acara tersebut) yang menampilkan saya dan Rizal Mallarangeng. Dihadirkan pula beberapa penanya, yakni Dr. Anies Baswedan, Ade Armando, Dr. Indra J Piliang dan seorang pengamat ekonomi, Poltak Hotradero. Bagi saya acara ini cukup menarik, karena dapat dijadikan sebagai wahana untuk mengemukakan pikiran dan gagasan, seputar pencalonan Presiden tahun 2009 nanti. Sayang acara ini ditayangkan lewat pukul 12 malam WIB, sehingga banyak pemirsa yang malas menonton televisi selarut itu. Apalagi para pemirsa di kawasan Indonesia Bagian Tengah dan Timur, acara ini sudah menjelang subuh baru ditayangkan. Pemirsa di sana mungkin sudah lelah dan tidur lelap. Dalam tulisan ini, saya ingin mengemukakan secara ringkas substansi dialog tersebut, terutama jawaban saya atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh pemandu acara maupun para pengamat politik dan ekonomi yang dihadirkan dalam acara itu.

Pertanyaan pertama yang diajukan kepada saya dan Rizal ialah, apa yang mendorong kami berdua untuk maju ke pencalonan Presiden 2009. Saya menjawab bahwa saya maju karena panggilan hati nurani saya sendiri untuk ikut memberikan sumbangan yang besar bagi kemajuan bangsa dan negara. Saya sudah pernah maju ke pencalonan Presiden dan telah disahkan oleh Ketua MPR Amien Rais tahun 1999. Namun karena desakan berbagai pihak, dengan alasan saya masih terlalu muda dan belum berpengalaman, maka saya mundur pada menit-menit terakhir menjelang pemilihan. Hampir sepuluh tahun telah berlalu, saya tidak terlalu muda lagi namun juga belum tergolong tua, maka secara emosional saya merasa telah mencapai kematangan dalam berpikir, berisikap dan bertindak. Selama sepuluh tahun terakhir, saya juga telah menimba pengetahuan dan pengalaman dalam penyelenggaraan pemerintahan dan ikut memecahkan persoalan-persoalan rumit yang dihadapi bangsa dan negara kita. Saya merasa pengalaman itu sudah cukup, dan tiba saatnya bagi saya untuk maju ke pencalonan Presiden 2009.

Seorang pengamat ekonomi yang hadir dalam kesempatan di atas menanyakan apakah pemerintahan yang saya bentuk berukuran besar atau kecil. Saya menjawab, bukan besar kecilnya pemerintahan yang menjadi masalah, melainkan apakah pemerintahan itu akan berjalan efektif atau tidak. Saya berpendapat bahwa pemerintah yang baik, adalah pemerintah yang sesedikit mungkin memerintah. Artinya, Pemerintah bertindak sebagai regulatur dan fasilitator dan memberikan pelayanan serta perlindungan kepada rakyat, dengan memberikan ruang gerak yang leluasa bagi warganegara dan penduduk untuk melakukan aktivitas sosial dan ekonomi mereka. Terhadap saran agar dilakukan rasionalisasi pegawai, saya menegaskan bahwa Pemerintah sekarang telah menerapkan kebijakan zero growth bagi pegawai negeri. Rasionalisasi harus dilakukan jika benar-benar perlu dan hati-hati untuk mencegah terjadinya gejolak. Namun segala sesuatunya dapat diputuskan berdasarkan kajian akademik yang mendalam, misalnya berapa banyak polisi yang kita butuhkan, begitu juga tenaga guru dan tenaga pelayanan medis, sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan berjalan efektif dan sesuai kebutuhan.

Saya sepenuhnya menyadari bahwa Pemerintah secara definitif dapat berganti setiap Pemilihan Umum, sesuai mandat rakyat yang diberikan kepada mereka. Pemerintah memang ditopang oleh birokrasi, yang tentunya bekerja  berdasarkan jenjang karier, dan tak mudah diganti begitu saja sampai mereka pensiun. Walaupun pemerintah berganti, namun birokrasi tetap birokrasi yang lama. Problema seperti ini tidaklah spesifik Indonesia, tetapi fenomena yang terjadi pada hampir semua negara di dunia ini. Sebab itu saya ingin meneruskan kebijakan yang saya gagas sejak lama, dan sebagiannya telah dilaksanakan sejak zaman reformasi, yakni birokrasi yang bekerja secara profesional, non politis dan bertindak sebagai abdi negara dan masyarakat. Pemerintah yang terdiri dari para pejabat politik, harus mampu memberikan arahan yang jelas kepada para birokrat untuk melaksanakan kebijakan yang diambil Pemerintah. Saya kembali lagi ke teori lama saya, bahwa yang mutlak diperlukan adalah membangun sistem sambil membenahi kualitas sumberdaya manusia. Pemerintah harus mempercepat pelaksanaan program e-government agar pelayanan publik berjalan lebih cepat, sistematis dan efisien.

Kepada saya dan Rizal juga ditanyakan kabinet seperti apa yang akan saya bentuk. Rizal menekankan kabinet yang benar-benar terdiri dari para ahli dan profesional di bidangnya. Saya sependapat dengan beliau, walau saya juga mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh sifat ke-Bhinnekaan bangsa kita. Dalam merekrut anggota kabinet, di samping faktor keahlian dan profesionalisme, saya harus sungguh-sungguh mempertimbangkan komposisi masyarakat kita. Sebab itu, faktor agama, suku, geografis penduduk akan menjadi bahan pertimbangan yang sangat penting. Saya mengambil contoh, bahwa orang Minangkabau, Aceh, Papua misalnya, harus ada di kabinet, karena hal itu akan memberikan rasa tenteram, kebanggaan dan keterwakilan bagi masyarakat yang bersangkutan. Ini penting untuk memperkukuh kesatuan dan persatuan bangsa. Faktor agama dan gender harus pula menjadi pertimbangan. Dalam kabinet, harus terdapat menteri-menteri yang beragama Islam, Kristen, Katolik serta Hindu, Buddha atau Kong Hu Cu.

Hal yang sudah berulangkali ditanyakan kepada saya, berkaitan dengan hubungan antara Pemerintah dengan DPR, kembali saya jelaskan bahwa sistem yang kita anut adalah Presidensial. DPR tidak dapat memberhentikan Presiden, dan Presiden tidak dapat membubarkan DPR. Keduanya dipilih langsung oleh rakyat, dan karenanya kedua-duanya mendapat legitimasi politik yang sama. Bahwa ada kemungkinan saya terpilih sebagai Presiden, sementara anggota DPR tidaklah dalam posisi mayritas mendukung saya, saya menganggap hal itu adalah praktek yang sesuai sistem yang kita bangun. Presiden harus mampu meyakinkan DPR dengan argumentasi dan diplomasi. Saya mencontohkan pengalaman saya bertindak mewakili Presiden dalam berhadapan dengan DPR. Selama dua kali menjadi Menteri Kehakiman dan HAM dengan dua Presiden yang berbeda, saya telah membahas lebih dari 400 Rancangan Undang-Undang dengan DPR, yang kadang-kadang harus berdebat panjang untuk beradu argumentasi dan melakukan lobby. Pada akhirnya tidak ada satu masalahpun yang tak dapat diselesaikan. Ketika telah menjadi Mensesnegpun saya lagi-lagi harus mewakili Presiden membahas RUU yang rumit, seperti RUU tentang Pemerintahan Aceh sesudah Kesepakatan Helsinki dan RUU tentang Dewan Penasehat Presiden dan RUU tentang Kementerian Negara. Ada puluhan kali rapat kerja dan konslutasi dengan DPR yang saya hadiri, termasuk pula ketika saya harus mewakili Presiden SBY menjawab interplasi DPR tentang busung lapar.

Saya berpendapat bahwa Presiden tidaklah perlu panik menghadapi kritik para anggota DPR, karena lembaga itu mempunyai hak untuk mengawasi jalannya penyelenggaraan pemerintahan. Sekali lagi saya tegaskan bahwa dikotomi antara “partai pemerintah” dengan “partai oposisi” seperti di negara-negara lain tidaklah dapat diterapkan untuk memahami praktik politik di negara kita. Ada kalanya suatu partai mempunyai kursi di kabinet, tetapi di DPR mereka bersikap seperti oposisi dan sebaliknya. Saya berkeyakinan bahwa para anggota DPR adalah politisi yang sama-sama mempunyai rasa tanggung-jawab untuk memajukan bangsa dan negara. Karena itu, jika kita mampu meyakinkan sesuatu kepada mereka secara argumentatif, dan mampu menarik simpati mereka dengan cara mengetuk hati-nurani mereka, saya percaya, semua politisi di negara kita ingin akan menyadari bahwa ada suatu langkah bersama yang harus dilakukan untuk mengatasi suatu masalah. Sebab itu, saya katakan, bahwa jika saya terpilih menjadi Presiden, saya akan memberikan briefing kepada para menteri tentang bagaimana mereka harus berhadapan dengan DPR. Presiden SBY dan Wapres JK sebenarnya pernah meminta saya untuk memberikan briefing itu kepada semua anggota kabinet, yang juga akan dihadiri oleh Presiden dan Wakil Presiden. Namun sayang pelaksanaan acara itu tertunda-tunda karena kesibukan jadual Presiden, sehingga sampai saya keluar dari kabinet, acara itu tidak sempat diselenggarakan.

Kepada saya dan Rizal juga ditanyakan bagaimana caranya kami berdua melakukan komunikasi politik agar dapat dipahami rakyat, karena kami berdua dianggap elit dan berpendidikan tinggi yang bahasanya sangat akademik. Saya katakan bahwa jauh sebelum saya terlibat ke dalam kancah politik, saya menjadi ustadz yang terus saya laksanakan sampai sekarang. Saya belajar komunikasi politik, dan memahami bagaimana caranya menyampaikan pesan-pesan kepada rakyat dalam bahasa yang sederhana dan dapat dipahami. Bertahun-tahun saya bekerja menulis naskah pidato Presidendan untuk itu saya berguru kepada Dr. Moerdiono, yang mengatakan kepada saya bahwa kalau Presiden berpidato maka apa yang dia ucapkan harus dimengerti semua orang. Pidato Presiden itu, kata Moerdiono “sama tukang becak harus dapat dimengerti, namun oleh professor tidak ditertawakan”. Sayapun belajar dari pengalaman saya mengajar filsafat kepada mahasiswa non filsafat. Saya harus menerangkan pemikiran filsafat yang super jelimet itu ke dalam bahasa yang dapat dimengerti orang yang tak berlatar-belakang pendidikan filsafat. Belum lama ini, saya mencontohkan, saya menyampaikan ceramah di hadapan sekitar 500 orang warga masyarakat Desa Wabula, di ujung timur Pulau Buton, yang bagian terbesarnya adalah kaum nelayan dan petani. Satu setengah jam saya berceramah, tanpa membuat mereka beranjak dari tempat duduk, dan mendengarkan ceramah itu dengan tekun. Saya berkeyakinan, bahasa komunikasi saya dengan rakyat, Insya Allah, tidak akan sulit dimengerti oleh rakyat.

Saya ditanya juga mengenai pembangunan infrastruktur, terutama ruas jalan tol yang kini tersendat-sendat. Saya katakan, masalah utama pembangunan ruas jalan tol itu terletak pada sulitnya membebaskan tanah, walau sudah ada PP Nomor 36 Tahun 2005. Pemerintah harus menyiapkan sebuah undang-undang tentang penyediaan tanah untuk pembangunan sarana kepentingan umum, kepentingan bangsa dan negara. Masalah pembangunan jalan tol, bukan disebabkan faktor modal. Swasta banyak yang berminat dan bank-bank sedia menyalurkan kredit. Karena itu, yang diperlukan adalah ketegasan Pemerintah dalam mengambil keputusan dan melaksanakannya du lapangan dengan konsisten, sekalipun harus berhadapan dengan gugatan atau tuntutan hukum. Infrastruktur Summit sudah dua kali diselenggarakan oleh Pemerintah SBY, namun pelaksanaannya masih jauh dari apa yang kita harapkan. Ada faktor kelambatan mengambil keputusan –- suatu hal yang juga dikeluhkan oleh Wapres JK – dan tidak jelasnya arahan kepada pejabat birokrasi dan BUMN, sehingga program ini berjalan tersendat-sendat. Hal yang sama terjadi pada tenaga listrik, yang sekarang mulai dirasakan menghambat pelayanan publik dan pembangunan industri.

Saya kira itulah inti pembicaraan dalam Acara Mencari Presiden Alternatif. Saya mohon maaf, saya tidak mengemukakan jawaban Rizal Mallarengeng, yang menurut penilaian saya sangat bagus dalam memberikan tanggapan dan penjelasan. Saya khawatir salah menuliskan tanggapan dan jawaban beliau. Mungkin Rizal juga mempublikasikan pembicaraan malam itu, sehingga setiap orang dapat pula mengakses ke berbagai sumber informasi yang beliau miliki.

Semoga anda manfaatnya.

Wallahu ‘alam bissawwab.

Cetak artikel Oleh Yusril Ihza Mahendra — July 31st, 2008

174 tanggapan untuk “ACARA “MENCARI PRESIDEN ALTERNATIF” DI SCTV”

Pages: [1] 2 3 4 5 6 » Show All

  1. ijal (komentar #1)

    assalamualaikum, wr, wb

    wah, no pertamaaaax!!!hehe

    senangnya liat blog ada postingan baru. jadi komentar dulu baru baca :D

    moga blog ini makin rame,,,oia, gmn klo di blog ini dipasang statistik pengunjung, biar keliatan peningkatan pengunjung, biar jadi penyemangat bagi org2 yang mengkampanyekan blog ini.
    wassalam

  2. Zaenal Mustopa (komentar #2)

    wah..wah..wa..sayang saya tidak nonton, padahal sudah lama saya tunggu kehadiran abang YIM dan rekan rekan dari DPP, soalnya suka banyak hal baru yang bisa saya adopsi (tapi bukan pembajak) ! sukses selalu PBB dan thank buat abang YIM yang siap menjadi Presiden !!!!

  3. Vavai (komentar #3)

    #Ijal,

    Untuk hit counter bagi unique visistor ada dihalaman muka (beranda). Statistik detail ada dibagian administrasi blog.

  4. Wibisono Sastrodiwiryo (komentar #4)

    Hampir sepuluh tahun telah berlalu, saya tidak terlalu muda lagi…

    Jadi Pak Yusril setuju kalau seorang Presiden itu tidak boleh muda usia?
    Saya kok tidak sependapat.

    Tapi kalau pilihannya hanya ada dua Rizal atau Yusril, terus terang saya pilih Pak Yusril. Pak Yusril bisa ditanya lewat Blog dan mampu berkomunikasi dengan komunitas cyber, kalo Pak Rizal kan tidak bisa… :-)

    He he he… yang muda boleh aja Boss. Saya hanya menyebut diri saya sendiri, dibilang muda ya nggak. Dibilang tua juga belon, he he he…

  5. rihana pohan (komentar #5)

    Pak Yusril yth, dan para pendukungnya yg baik.

    Kita sudah banyak mendapat info tentang pikiran-pikiran Anda yang menunjukkan betapa eligible-nya Anda untuk memimpin RI tercinta ini. Orang pun -walau mungkin masih premature- sudah tau si anu gimana, si itu gimana dan comparasi relatif masing-masing terhadap Anda. Namum, yang pengen kita tau juga dan ini penting untuk dikomunikasikan di sini atau nanti di portal Anda itu, adalah rencana kerja dan organisasi, atau apa pun yang berhubungan dengan tindakan konkrit untuk menuju RI-1 itu. Maksud saya, Pak Yusril perlu mengkomunikasikan gerakan ini agar orang lain merasa terajak dan terundang untuk ikut berbuat.

    Ayo pak Yusril susunlah gerakan nasional menuju Yusril for the RI-1
    Rihana Pohan

  6. adila sp (komentar #6)

    assalamu’alaikum wr. wb

    wahh, sayang rek gak ndelok :(
    yang ditunggu di metro tv, yang keluar di sctv jam 00:30 lagi. Ada gak bung YIM rekaman videonya upload donk?:)
    acara yang di metronya kapan bos?kemarin aku tunggu mulai jam 8 malem sampe jam 12 sampe ketiduran bos :)
    M A J U T R U S Y I M !!!
    wss wr. wb

    Bisa diklik langsung dalam kata “Mencari Presiden Alternatif” dalam posting di atas. Anda akan konek ke Liputan 6 SCTV dan langsung dapat menyaksikan rekaman acara tsb. Silahkan (YIM)

  7. khotmatuz zuhrufah (komentar #7)

    sayang sekali, saya melihat acaranya diujung pembicaraan Bapak (jalan tol), terima kasih langsung diuraikan di blog.

  8. adila sp (komentar #8)

    wahh
    keliatannya nih bos lagi didepan laptop yach ?:)
    Mau posting tulisan lagi yach ?
    :):):)

  9. rahmat (komentar #9)

    bung yusril, saya salut dnegan usaha bung yang begitu gigih menjadi RI 1
    saya turut berdoa semoga usaha bung menjadi kenyataan
    dibalik semua itu
    1. bagaimana dengan informasi yang mneyebutkan bapak Ka’ban sebagai pimpinan partai bulan bintang disebut-sebut sebagai penerima dana BI, walau mungkin perlu dikroscek dahulu kebenarannya ?
    2. bagaimana dengan sosialisasi visi dan misi bung akan indonesia ke depan?
    3. sudahkah rakyat mengerti alasan bung maju sbeagai RI 1 atau hanya untuk ikut0-ikutan atau sekdar meramaikan /
    4. Sudahkah dilakukan pendekatan dengan partai partai yang mengusung ide presiden muda ?
    5. sejauh mana dapat mencuri simpati umat islam?

    dibalik pertanyaan semua itusaya turut bangga dengan Bung yang begitu low profile
    usahakan setiap bertemu dengan rakyat desa nggak usah pake jas atau pakaian parlente, pake yang sederhana saja namun sopan (maaf bukannya mendoseni)

  10. khafidhin (komentar #10)

    nderek maos kemawon, matursuwun.

  11. T.babab (komentar #11)

    Assalamu’alaikum wr wb
    Saya juga ikut menyaksikannya tadi malam pak. Saya sempat tertegun menyaksikan anda berdua… Jika saya disuruh menggambarkan diri anda dalam beberapa kata, maka saya (setelah selama ini menelaah) akan mengatakan anda: SEORANG RASIONAL YANG CEPAT DALAM BERTINDAK, TEPAT DALAM BERSIKAP. Maaf, saya kurang terbiasa memuji orang, jadi ini bukan pujian (boleh lihat kembali koment saya selama ini).
    Semua ide, pemikiran, argumentasi dan jawaban anda yang saya ketahui selama ini, semua rasional.
    Kalau boleh usul, saya mohon ini yang dipublikasikan kepada masyarakat, bukan Yusril for president seperti sekarang ini. Biarlah nanti masyarakat (yang sepaham dengan ini) yang akan mendaulat dan meminta anda untuk jadi capres. Saya yakin Kelebihan anda dibanding kandidat lain adalah dalam hal ini. Soal pengalaman di beberapa kali pemerintahan, yang lain pun pernah. Bahkan anda juga mengatakan ilmu bisa dicari pengalaman bisa didapat. Ingat waktu TG Bajang minta pendapat anda. Masalah usia tidak soal, tua atau muda. Meskipun usia muda tapi ide tak rasional dan gamang atau lamban dalam bertindak serta bersikap, buat apa?
    Kemudian saya berharap anda lebih tegas lagi terhadap pemberitaan yang menggangu harga diri dan martabat anda. Agar tidak terkesan anda mudah menyerah dan putus asa. Ini penting pak, karena dilingkungan teman-teman ada anggapan begini: Jika untuk membela harga diri dan martabat pribadi yang dilecehkan saja belum bisa, bagaimana mau jadi pemimpin bangsa?
    Malam tadi editorial media indonesia di metro tv mengatakan kebanyakan parpol di pemilu ini menempatkan kerabat pemimpin parpol tsb untuk duduk di parlemen, paling besar pbb. Hampir 60 persen caleg DPR RI dari pbb, adalah kerabat pimpinannya kata redaksi media indonesia itu. Bagaimana ini pak?
    Padahal, saya, dan mungkin juga kebanyakan rakyat lainnya menaruh harapan yang besar kepada bapak. Siapapun pemimpin bangsa ini nantinya, saya amat yakin mereka membutuhkan tenaga dan pemikiran bapak. Sangat disayangkan kalau sekali ini anda tidak juga jadi pemimpin bangsa..
    Tentang konsep dan intelektual anda, saya tidak ragu sedikitpun.
    Demikian pendapat saya pak yang saya landasi semangat WA TAWA SHOUBIL HAQ WA TAWA SHOUBIS SHOBR. Mudah-mudahan anda juga demikian menerimanya.
    Wassalam…

  12. ranita (komentar #12)

  13. T.babab (komentar #13)

    Acara the candidate nanti malam jam 19.30 wib di metro tv.

  14. aditya (komentar #14)

    Assalamualaikum Bang, apa kabar…

    melihat debat yang ditanyangkan kemaren, teman-teman saya pada telp dan bertanya kok abang kelihatan santun sekali pada debat itu? dan bertanya kemana YIM 10 atau 5 tahun yang lalu..

    meski jawaban yang abang berikan sangat ringkas tapi jawabannya padat langsung kesubstansi dan tidak bertele-tele.

    ada sedikit kekecewaan yang terlihat dalam acara tersebut pada saat RM09 mengemukakan pendapat-pendapatnya. namun pendapatnya tersebut terkesan tidak siap dan hanya dapat menyela dan selalu mengambil materi pembicara lawan, sehingga terkesan RM09 tidak mempunyai ide-ide yang murni dari hasil pikirannya.

    bagaimana kalau abang juga menyempatkan untuk debat di kalangan rakyat kelas menengah kebawah, terutama acara Kenduri Cinta yang diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki pada jukat kedua setiap bulannya, dimana pada acara tersebut rakyat dapat menilai abang secara langsung apakah YIM benar-benar serius maju sebagai Calon R1 pada 2009 mendatang. mohon dibalas bang. terimakasih.

  15. Wibisono Sastrodiwiryo (komentar #15)

    Mumpung sedang bicara RI1.
    Boleh dong saya gunakan Blog ini untuk bertanya visi Pak Yusril tentang TI.

    Apa pandangan Pak Yusril tentang e-Government?
    Apakah Pak Yusril akan menggamit rekanan dari vendor proprietary seperti Microsoft yang sedang gencar mendekati pemerintah. Atau Pak Yusril akan mengadopsi teknologi terbuka untuk implementasi e-Gov?

  16. Ed aFief (komentar #16)

    Saatnya berburu pemimpin berkualitas, tegas, dan paling penting menganyomi rakyat tanpa kecuali! Tapi, bagaimana dengan Ahmadiyah???

  17. Hindun Sridadi (komentar #17)

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Hallo Pak Yusril…

    Sayang sekali SCTV menayangkan acara “Mencari Presiden Alternatif” pada dini hari, padahal acara tersebut sangat baik untuk memberikan gambaran pada masyarakat tentang profil/kompetensi kandidat capres dan cawapres 2009.
    Saya yakin, Pak Yusril punya niat yang tulus untuk memberikan memajukan bangsa dan negara ini… maju terus yaa Pak, pantang mundur… insya Allah niat Bapak diberi kemudahan oleh Allah SWT serta mendapatkan perlindungan Nya.
    Saya sependapat dengan Bapak tentang pembentukan kabinet, bangsa kita adalah bangsa yang besar: kaya akan budaya, sumber daya alam, dan keberagaman, sungguh sangat bijaksana apabila dalam pembentukan kabinet mempertimbangkan hal tersebut dengan mengedepankan profesionalisme dan kompetensi.

    Oiya Pak, salam dari teman2x di kantor… banyak teman2x yang kehilangan figur Bapak sebagai seorang negarawan yang mumpuni dan mengayomi (baik pejabat maupun staf)…

    Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

  18. Hadi M. (komentar #18)

    Bung Yusril,
    Saya usul, kalau bertemu dalam satu forum, saya kira anda harus hati-hati dengan Rizal Malarangeng. Di acara SCTV tersebut, kelihatannya dia ingin menjatuhkan anda dengan hanya menjadikannya anda sebagai sekretarisnya, dan jawaban2 si Rizal tidak memperlihatkan kwualitas intelektual dan pribadinya dibanding anda.
    Tapi hati2 jangan emosi menghadapi si Rizal M, emang begitu yang dimaui-nya.
    Maju terus bung, sampai jadi RI-1

  19. Kandar Cik Kulup (komentar #19)

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Sudah lama tidak buka blog abang, ternyata banyak rubrik baru yang isinya terkait pemilu dan pilpres. Semoga sukses bang, mohon ma’af kami hanya baru bisa bantu do’a dan dukungan, semoga bang YIM jadi RI-1. Seandainya ada hal lain yang bisa kami bantu, dengan senang hati bang..Maju terus dan sukses.

  20. Ariedi (komentar #20)

    SAMPURASUN
    Reading …. # YIM – Beranda ….. Baiklah Sudah Di Klik Presiden alternatif , tercerna , masuk Pikiran – tetapi Bukan kesimpulan apa kali rupanya pemikiranku – Just Info dari mata turun ke hati - *
    RAMPES - : Aku memilih pendapat Versi Lembah atau mungkin juga Ngarai dengan sungai – sungai yang mengalir dibawahnya – bawah Gunung Blog Spot YIM – SEPERTI INI
    Acara OPO SCTV tersebut , terkesan lebih mengutarakan gamit visi , isi Pembicaraan “ yang Atuk nya “ - Bukan Atuk ku ( YIM ) yang Kumau , sisi pekerti dari Si Profesor , ya apa boleh buat – simpulku menjadi miring , Jua Ikut Berat sebelah - : KETULARAN .
    YAKNI – Lebih Condong kepengertian IMEJ : Menang Tajir – kalah Tajir - Taulah Kau ! Lebih Berduit dimasa kini , Lebih Di kedepankan ,
    Oleh karenanya Juga Jelas dan gamblang – dalam hal gelar , sama – sama orang Pintar – selebihnya terserah public dan Imej masing – masing Individu Pemilik Hak Suara – jadi tidak perlu terpengaruh model pendapat pribadi – seperti yang Kuajukan , anggitku dewe .
    Terpentingnya adalah Ketika didalam Bilik Suara , untuk menentukan – Mana orang pintar , yang ketengoknya Jua Minum jamu tolak angin , hakekat orang pintar , tidaklah makan angin – Siur Deadlock Ngomong Repot Propaganda capres 2009 - dan mana pula yang KETIKA di perkenalkan ke publik sebagai CAPRES – di seolah = ANGIN yang di Tolak ataupun di makan : Orang pintar manalagi yang lebih Menggoda ( ? )
    Seperti Itu Ikhtisar Relung Stupa Borobudurku – dalam berkesimpulan , sangat bergantung pada : Apa yang menjadi Pertunjukan dan periksaku disitu – Tampak terlihat ADIL ataukah Ganjil ?! - adakah yang mungkin saja Keliru Penempatan Tata Krama – Bahasa yang selaras dengan KETIKA nya - : Kalau KETIKA itu Hujan RINTIK , Gimana ??! – Bukankah Menjadi harus Gergamit – Giang Kenang Lagu Mendiang CHRISYE ? - :
    RESAH RINTIK HUJAN - Bahasa CAPRES Bumi Ini - Angkatan Tua atau Muda , Sejak dirimu adalah Sama – Pilihan Bukan PADAMU – NEGRI adalah Kami – Kamilah yang KAISAR – LANGIT Cita Hidup , Tuhan bagi Dunia Politik - : Hak Suara Kita ….!
    >> 1. Next >>

    Weleh weleh weleh.. yang bener aja deh Ndoro Ariedi, sampeyan iki ngalor ngidul gak karu-karuan.. (YIM)

  21. Hairul Wz (komentar #21)

    Asslm
    bang lain kali kalau mau tampil di TV sms ke pengurus PBB agar dapat diteruskan pada yang lain walaupun acaranya mendadak. begitu mau rencana tayang langsung sms saja agar bisa mengikuti acaranya. suwun
    wassalam

  22. ario JAtmiko (komentar #22)

    Salut untuk perjuangan!!
    semoga kader PBB memetik arti dan keinginan DPP….

    Namun,… Mohon sering2 lihat keadaan Kami Di Sulawesi Utara….DPW

    Salam Perjuangan!,….MANTAP!!!!

  23. Supir Angkot (komentar #23)

    Bang Yusril, aye kagak nonton, abis kagak punya tipi. Lah buat ape, anak jaman sekarang kagak doyan lagi nonton sinetron Si Dul biar dikate ade terusannye. Pertama-tama nih bang, aye cume pengen bilangin nih ama sape aje, jangan gampang dibikin musuh-musuhan sesame kite, jawa ato kagak, betawi ato bukan. Emangnye kagak banyak orang laen di jakarte ato di jawa, yang ikut majuin jakarte ato jawa? Di daerah-daerah juge, emangnye kagak ade orang jakarte, Jawa ato Sunda? Kalo aye kerja nyupir ato jual di daerah, emangnye aye ngejajah siape? Jadi inget dong, mane nyang urusan politik, mane nyang tetep urusan baek sesame kite.

    Bang Yusril bilang, “Pemerintah harus mempercepat pelaksanaan program e-government agar pelayanan publik berjalan lebih cepat, sistematis dan efisien.” E-government apaan bang? Kagak kebalik ape? Mestinye kan governmente, pan jadi cocok ame lidah aye. Berarti ntar aye kagak perlu bikin SIM ato surat-surat laen ke sarang calo lagi pan? Bagus bang, biar aye cukup ke governmente, kagak susah-susah lagi. Tapi, ya kudu ngerti internet semua dong? Emangnye, pemerentah udeh siap ngelayanin macem-macem lewat governmente? Bisa ketauan duitnye ke mane? Gampang dipereksa? Murah bikin governmente? Mampu ama murah ngerawatnye? Itu kan teorinye bang. Biar dikate bang presidennye bersih, abang-abang laen di bawahnye nyang ngelaksanain kan bise-bise aje gimane ngakalinnye. Contoh nih bang ye, data aye udeh diisiin lengkap lewat leptop penumpang sebelah aye. Taunya kagak ade kabar berhari-hari, trus ade yang nelpon minte ongkos tambahan. Gimane tuh, kan same-same aja. Ada governmente, ya masih bise aje ade oknum-e ama calo-e ama penyusup-e. Jadi bang, hukumnya kudu bener. Buat urusan nyang sepele-sepele, kasih komputer nyang ngitung hukumannye berapa duit dendenye ama berape bulan kurungannye, boleh kagak ye pengadilan-e kayak gini? Misalnya aye nerobos lampu merah, nah polisi nyang udeh dibekelin leptop tinggal klik ape pelanggaran aye, alasan aye kenape, langsung komputer kasih tau deh hukumannye sambil ngelaporin juge ke governmente. Ato, si lampu merah udeh bise otomatis jadi polisi-e karena dilengkapin detektor logam nyang coba-coba molos ame detektor nomer registernye. Tapi gak usah canggih-canggih deh bang, ntar aye bise kehilangan privasi seperti kate orang. Kagak bise lagi mikirin hak lengket ama inginterpeleset kalo ade penumpang cewek nyang cantik-cantik.

    Bang Yusril, aye sih kagak setuju kalo “Dalam merekrut anggota kabinet, …. Saya mengambil contoh, bahwa orang Minangkabau, Aceh, Papua misalnya, harus ada di kabinet… harus terdapat menteri-menteri yang beragama Islam, Kristen, Katolik serta Hindu, Buddha atau Kong Hu Cu.” Aye kagak ngerti, bang. Anggep aje ade 6 agama, ade 33 propinsi ato suku, berarti abang harus bikin 198 posisi menteri (6 x 33) biar semuenye bener-bener diwakilin. Duileeee… 198 menteri? Ape ini berarti 18 menko + (18 x 10 menteri)? Tapi kalo gajinya kagak ngeberatin sih, bise-bise aje kali ye.

    Kalo urusan jalan tol, angkot aye kagak lewat bang, jadi aye kagak ikut dukung. Pengennya aye, biar penumpang kagak sepi, bikin jalan tolnya distop aje deh. Malah, bagi-bagiin aje pinggirnye tol buat sepeda. Kalo perlu, tol cuma buat mobil truk, sepeda motor pake bak, mobil angkot ama bis. Mobil ama motor pribadi mah suruh di jalan nyang biase aje. Gantian, lama-lama kan banyak nyang males beli mobil, mulai kompak ikut naek bis. Hemat duit buat bangun jalan, hemat binsin. Lah, kalo idup terus dimanjain, lama-lama tol 10 tingkat juga kagak bakalan cukup. Apelagi kalo duitnye ngandelin ngutang, yaaah… ngikutin hawa nafsu itu namenye. Mending duitnye buat nyang laen, masih banyak kan nyang lebih penting buat orang banyak, buat kehidupan same-same nyang makin baek, makin sehat.

  24. edi santosa (komentar #24)

    Sekali lagi pada Pak YIM dan Vavai, tolong di blog ini dibuat (entahlah apa namanya) jadwal Pak YIM.baik di media Tv ataupun “kopi darat” nya.agar kami2 bisa selalu up date.TQ

  25. Ariedi (komentar #25)

    Up2
    NGUPI , Ame Celup Ruti , ke Kupi – di Kantin papar kata opini….
    Eh , di kantong bajuku ada kertas inspirasi – yang biasa yang ku
    Kantongin Usai Sholat Jumat – yang mesjidnya sepelarian dari Gedong Lebar halaman RUMAHKU ( C / A ) – dari Unggun timbun sajak , kaca
    Jernih dari luar segala NAMPAK – bagus juga Posted Paper moon Masjid Al Hakim Menteng Jak-Pus , Jumat Ini , 1 agustus 2009 – Laik
    Tampil sebagai Giang – Renungan di Blog spot YIM : Aku – Melangkahkan AKU – Bangsa – Jua amanat Luhur Agama yang Kupeluk , sepertinya itu – yang ingin di gemakan , dalam bulletin Jumat : ISLAM NUSANTARA - Yang laporan Utama – bagian satunya , berjudul :
    NKRI Lahir dari Kepahlawanan Negarawan Muslim
    : Atas berkat Rahmat Allah yang Maha Kuasa dan dan dengan di dorongkan oleh keinginan Luhur , Supaya berkehidupan Kebangsaan yang bebas , Maka Rakyat Indonesia menyatakan dengan ini Kemerdekaannya - ** ( dst bulletin – disini ringkasnya saja )
    Diatas = giang paragraph ketiga – Pembukaan UUD 1945 – Nempel pula sebagai Tutur Tinular PIAGAM Jakarta – 22 Juni 1945 – sumber Inspirasi Judul – dipetik dari Giang paragraph ke empat = Moco- pat
    Sebuah kalimat yang awalnya Berbunyi : Ketuhanan dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi Pemeluk – Pemeluknya - *
    Dirubah Menjadi - : KETUHANAN YANG MAHA ESA
    Bahwa disitu + Ketika Itu , ADA Kontroversi WAN SALUD RA’AB berlaku surut – tidak perlu dibahas , oleh karena opininya = Hamil Kocap sepanjang Nil – tidak memiliki Imbang raos Budi , seperti : Bahu – Sendiri , pada pekerti : Ini Medan Bung !! Negri Kedutaan Bima sakti , waris gema Sejarah Maha putra Bumi Ibu Sumpah Pemuda = Kinasih Tuhan – Lain Level Dengan = tanah air PESURUH Tuhan – dalam Kalimat kasar = BURUH .
    Apa yang menjadi sehubungnya : UP and Down – Seperti pekerti : Ada Negara – ada warga Negara – ada Ndoro – ada Kawulo , ada Buruh – ADA MAJIKAN – Itulah maknawi = Dwi tunggal maneping Cipta – Maneping Rasa – asas Cipta dan PENCIPTAAN – Jadi yang di sebut Visi JAWI itu , Ialah : PANDANGAN PRODUKSI – bukan nama sebuah agama – atau aliran entah apa di sila 1 . KETUHANAN - ***
    MAKANYA : MALU BERTANYA SESAT DIJALAN – dan disitu pula terdapat Pekerti : TAK KENAL MAKA TAK SAYANG - You Know ?!!?
    Kalau kebetulan papar kata Dejavu – Lewat Blog spot ini , kalau tidak Ngerti , angaplah Setan Lewat – jadi bukan Berkomentar hantu Dunia maya = ganjil – bilangnya RRRRRAAAA Mudheng , tetapi berpendapat seolah Mudheng Level mertuwa + Guru Bahasa , Endi maneh ! – kalau bersirobok dengan tutur + aksara arab – Diangap bertemu : bahasa Ndoro Tuan Katepe Agama Mayoritas , – kalau jawa – di = Animisme – NGELMU pedalaman – gandrung Klenik , semata Echoes pada tutur kata : PUPUK BAWANG YIM !! - Seolah yang diterangkan = Contoh DATA Gamitan Ki. Mantep OYE ! * - itulah : BITCH !! perihalnya = Nasib aksara Jawa – di tanah jawa – Nian = Indekos – atau babu – Jongos di Rumahnya sendiri – tidak dalam sukses , Dihargai + termasuk = Pandangan Tuan Rumah Sila 1 . * Camkan , Aku lebih ahli dalam hal mendramatisir paparan kata + Praduga Huruf – : Kekurangan ku – adalah Kekurangan Ku , aku tahu itu – dan sudah mendapatkan Setimpalnya – Demikian pula , dengan Perihal Lebih Ku – meski nilai Lebih yang tidak bisa dijual , nggak bisa jadi tambahan Gebetan kecil – kecilan , but It’s Okey …
    No Problema I’ll Be Back Kwek Kwek Kwek Kwek …. !
    >> 2 >>

  26. Masrip Sarumpaet (komentar #26)

    Ass. Wr. Wb.
    Yth Prof YIM

    Keyakinan akan Kapabilitas dan Niat baik Prof. YIM untuk memperbaiki kondisi Bangsa yang sudah terpuruk ini, sudah mulai tersosialisasikan melalui berbagai wahana. Yang menjadi keraguan bagi sebagian pendukung Prof. YIM, bisakah lolos ke Pencalonan Presiden tahun 2009 nanti ???. (Masih banyak pendukung YIM bersikap “YIM for Presiden Yes, Partainya ???”) Bagaimana jika Prof. YIM menuliskan opini nya tentang wacana penguatan hak legislatif Dewan Perwakilan Daerah, untuk selanjutnya dijalin dan ciptakan “hubungan simbiosis mutualisma” dengan tokoh-tokoh DPD yang masih konsisten memperjuangkan penguatan hak legislatif DPD melalui Amandemen UUD.

    Wassalam

  27. Ariedi (komentar #27)

    EYES …… Lho Kok ?! ada komentar APANYA YIM di >> 1 >> Ku ?!
    Ghak Mudheng – Bukannya Bertanya , malah MEMPEROLOK , Ini Penjelasan Urusan apa yang membuat Mu - papar kata : Ghak karuan , Emangnya Dirimu = Karuan ? Nggak layaw ! Eyes Without a face Ketengoknya Dirimu ! – Kepastian dirimu bisa mencerna …. !
    Satu – Tentu anda , setidaknya Pernah Mendengar Nada Lagu Mendiang Chisye – Dua : anda tidak membawa Keseriusan anda di
    Lapangan karier anda Di Kehidupan nyata – yang akan membuat apa
    Kali kata – kata anda Di lubuk Dunia Maya , menjadi : SERIUS TAPI MBECAK – MBECAK TAPI SERIUS , ITU = MELAWAN ARUS – Dengan
    Jenis Bahasa ANDAP ASOR + SENSE OF Humor - : Tukang Becak kan
    PEKERJAANNYA – YANG PENTING KAN - GENJOTANNYA ?! = Kota Las Vegas – yang disebut : Sin City = Derajat Tukang Becak .
    Supaya Menang Perkara di perihal Bertahan Hidup Di era Global – di
    Gamit giang sebagai Pesan Spirit Kerja - : Tukang BECAK KAN pekerjaannya - yang Penting kan PENGGENJOTNYA : Hercules – Herkelis , satu dari sekian Putra dewa Zeus = Zaman Era Usia Silam – Batang hari Bumi . – AKU yakini dirimu tidak Mengambil periksa hal – yang di koreksi sebagai pembuka kata – pada # 25 Ku yaitu tahunnya terpleset 2009 – Bukankah semestinya 1 agustus 2008 ?! - Nyambung
    Tadi sewaktu masuk >> 2 >> nggak ada Input YIM , bukan dirimu
    Semestinya – kalaulah kenal posisi diri = Gunung – Aku Memilih ide
    Komentar – Seputar Lembah – Ngarai Dibawahnya – Lha ya itu , anda itu ternyata setali tiga Uang dengan Ratus Juta Komentator Disini ,yaitu Jutaan hak suara – Menurut Gede rasamu – Milikmu ! makanya – makanya Prof – Prof , Sia’ul Juga LO – pakailah kacamatamu , jangan terus – menerus dicari – Tuh ! Diatas UBUN – UBUN , Kulo NUWUUUUN … !!

  28. anggun gunawan (komentar #28)

    assalamu’alaikum pak Yusril.

    pertama sekali saya ingin mengkoreksi tentang titel DR yang bapak tulisakan untuk Indra J Piliang. setahu saya beliau masih Master dengan predikat master komunikasi UI.

    Kedua, seringkali acara TV yang dikejar oleh waktu membuat gagasan pembicara tidak bisa disampaikan secara menyeluruh. akhirnya saya suka dengan gaya bapak, bicara tidak bertele-tele dan langsung masuk ke subtansi. karena kalau bertele-tele pemirsapun g akan suka. saya mencontohkan seperti Ratna Sarumpaet (dari kalangan tua) yang sering bertele-tele dalam membicarakan jawaban.

    sebenarnya faktor ketertarikan saya kepada bapak adalah ideologi Islam yang bapak pegang. saya melihat bapak yakin bahwa konsep Islam-lah yang paling benar dan sempurna mengalahkan ideologi lain entah itu sosialis-komunis, liberalisme-demokrasi atau ideologi yang lain. hal itulah yang tidak saya lihat pada calon alternatif lain seperti pak Rizal, pak Fajroel, bu Ratna, atau pak Yuddy. dan tentu juga berbeda dengan kelompok Islam seperti HTI, Salafi dalam memperjuang pemberlakuan syariat Islam di Indonesia.

    ada beberapa hal yang saya lihat belum disentuh oleh panelis dalam diskusi2 yang bapak lakukan di televisi:
    1. terkait dengan nasionalisasi aset2 vital negara yang diusung oleh pak Fajroel, apakah pak Yusril juga punya pemikiran ke sana???
    2. kalau Allah menakdirkan bapak menjadi RI 1 2009-2014 esok, kira negara mana yang akan menjadi sahabat karib kita dalam percaturan pergaulan dan kerjasama internasional?
    3. apakah bapak punya program untuk mendirikan sentral-sentral pendidikan unggul setingkat universitas di setiap propinsi di Indonesia? hal ini terkait dengan adanya kesenjangan pendidikan di Jawa dan luar jawa. sehingga student2 potensial dari luar jawa harus merantau ke jawa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih berkualitas?

    mungkin itu dlu dari saya, mudah2an bapak berkenan menjawab pertanyaan2 saya di atas.

    ttd
    anggun gunawan
    filsafat ugm jogjakarta
    http://gun84.co.cc

  29. hendra (komentar #29)

    saya senang ketika PBB didirikan. banyak ormas islam pun yang mendukungnya. tapi saya sekarang hampir semuanya menjuhai PBB. supaya suara PBB meningkat. para pimpinan PBB harus selaras antara kata dan perbuatannya. sebagai contoh bapak Yusron dalam satu acara di TV dengan bangga bercerita panjang lebar mengenai kegemarannya mengkoleksi cangkong untuk merokok. harga cangklong katanya 1 juta. dan beliau punya koleksi 100 cangklong. Contoh lain, bapak ALi Ngababan. dengan bangga bercerita tentang kegemarannya main bola sodok.
    bagaimana ini ?
    katanya mau memperjuangkan syariat Islam, tapi coba kegemaran yang ditampilkan di TV yang psoitif. seperti senang membaca atau mengkoleksi mushaf al qur’an. atau olahraga lain yang dianggap positif.
    jangan-jangan syariat islam hanya jualan untuk pbb saja.
    sayang sekali.

  30. Hengky (komentar #30)

    Assalammualaikum Pak Yusril
    Saya pengagum anda sejak saya masih kuliah dulu. Waktu anda nyalon tahun 1999, saya sangat antusias anda dapat jadi Presiden RI waktu itu. Tapi sangat disayangkan, anda mundur di detik-detik terakhir…sayang seribu sayang. Akhirnya Gusdur yang jadi presiden…sayang sekali.
    Sekarang anda maju lagi pada Pilpres 2009. Saya harap anda betul betul serius dalam hal ini. Maksud saya anda betul betul harus bertekad dan berdedikasi tinggi untuk jadi presiden dan jangan hanya sekedar alternatif dari tokoh tokoh semacam SBY, Megawati, Gusdur dlsbnya.
    Dan tolong…kalahkan Rizal Malarangeng. Saya benar-benar gak rela kalau akhirnya JIL yang berkuasa di negeri ini. Dan seharusnya ini sejalan dengan misi anda untuk menjalankan syariah Islam sebagai sumber hukum negara. Jadi…tolong kalahkan Rizal Malarangeng.
    Tapi saya ada satu ganjalan Pak Yusril, sejak 1999 saya selalu nyoblos PBB, tapi tahun 2009 ini saya agak ragu, terkait dengan kasusnya Pak Kaban. Saya berharap beliau tidak benar-benar terlibat dalam kasus Aliran dana BI ini.
    Sebagai Ketua Dewan Syuro, bagaimana sikap anda terhadap Pak Kaban ini???tolong dijawab.
    terimakasih
    wassalam

Pages: [1] 2 3 4 5 6 » Show All

Punya pendapat? Sampaikan pendapat Anda