Beranda

ACARA “MENCARI PRESIDEN ALTERNATIF” DI SCTV

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim,

Yusril Ihza Mahendra pada Acara "Mencari Presiden Alternatif" di SCTV

Tadi malam pukul 00.30, SCTV menyiarkan rekaman acara “Mencari Presiden Alternatif” (klik di sini bagi yang ingin menyaksikan rekaman acara tersebut) yang menampilkan saya dan Rizal Mallarangeng. Dihadirkan pula beberapa penanya, yakni Dr. Anies Baswedan, Ade Armando, Dr. Indra J Piliang dan seorang pengamat ekonomi, Poltak Hotradero. Bagi saya acara ini cukup menarik, karena dapat dijadikan sebagai wahana untuk mengemukakan pikiran dan gagasan, seputar pencalonan Presiden tahun 2009 nanti. Sayang acara ini ditayangkan lewat pukul 12 malam WIB, sehingga banyak pemirsa yang malas menonton televisi selarut itu. Apalagi para pemirsa di kawasan Indonesia Bagian Tengah dan Timur, acara ini sudah menjelang subuh baru ditayangkan. Pemirsa di sana mungkin sudah lelah dan tidur lelap. Dalam tulisan ini, saya ingin mengemukakan secara ringkas substansi dialog tersebut, terutama jawaban saya atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh pemandu acara maupun para pengamat politik dan ekonomi yang dihadirkan dalam acara itu.

Pertanyaan pertama yang diajukan kepada saya dan Rizal ialah, apa yang mendorong kami berdua untuk maju ke pencalonan Presiden 2009. Saya menjawab bahwa saya maju karena panggilan hati nurani saya sendiri untuk ikut memberikan sumbangan yang besar bagi kemajuan bangsa dan negara. Saya sudah pernah maju ke pencalonan Presiden dan telah disahkan oleh Ketua MPR Amien Rais tahun 1999. Namun karena desakan berbagai pihak, dengan alasan saya masih terlalu muda dan belum berpengalaman, maka saya mundur pada menit-menit terakhir menjelang pemilihan. Hampir sepuluh tahun telah berlalu, saya tidak terlalu muda lagi namun juga belum tergolong tua, maka secara emosional saya merasa telah mencapai kematangan dalam berpikir, berisikap dan bertindak. Selama sepuluh tahun terakhir, saya juga telah menimba pengetahuan dan pengalaman dalam penyelenggaraan pemerintahan dan ikut memecahkan persoalan-persoalan rumit yang dihadapi bangsa dan negara kita. Saya merasa pengalaman itu sudah cukup, dan tiba saatnya bagi saya untuk maju ke pencalonan Presiden 2009.

Seorang pengamat ekonomi yang hadir dalam kesempatan di atas menanyakan apakah pemerintahan yang saya bentuk berukuran besar atau kecil. Saya menjawab, bukan besar kecilnya pemerintahan yang menjadi masalah, melainkan apakah pemerintahan itu akan berjalan efektif atau tidak. Saya berpendapat bahwa pemerintah yang baik, adalah pemerintah yang sesedikit mungkin memerintah. Artinya, Pemerintah bertindak sebagai regulatur dan fasilitator dan memberikan pelayanan serta perlindungan kepada rakyat, dengan memberikan ruang gerak yang leluasa bagi warganegara dan penduduk untuk melakukan aktivitas sosial dan ekonomi mereka. Terhadap saran agar dilakukan rasionalisasi pegawai, saya menegaskan bahwa Pemerintah sekarang telah menerapkan kebijakan zero growth bagi pegawai negeri. Rasionalisasi harus dilakukan jika benar-benar perlu dan hati-hati untuk mencegah terjadinya gejolak. Namun segala sesuatunya dapat diputuskan berdasarkan kajian akademik yang mendalam, misalnya berapa banyak polisi yang kita butuhkan, begitu juga tenaga guru dan tenaga pelayanan medis, sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan berjalan efektif dan sesuai kebutuhan.

Saya sepenuhnya menyadari bahwa Pemerintah secara definitif dapat berganti setiap Pemilihan Umum, sesuai mandat rakyat yang diberikan kepada mereka. Pemerintah memang ditopang oleh birokrasi, yang tentunya bekerja  berdasarkan jenjang karier, dan tak mudah diganti begitu saja sampai mereka pensiun. Walaupun pemerintah berganti, namun birokrasi tetap birokrasi yang lama. Problema seperti ini tidaklah spesifik Indonesia, tetapi fenomena yang terjadi pada hampir semua negara di dunia ini. Sebab itu saya ingin meneruskan kebijakan yang saya gagas sejak lama, dan sebagiannya telah dilaksanakan sejak zaman reformasi, yakni birokrasi yang bekerja secara profesional, non politis dan bertindak sebagai abdi negara dan masyarakat. Pemerintah yang terdiri dari para pejabat politik, harus mampu memberikan arahan yang jelas kepada para birokrat untuk melaksanakan kebijakan yang diambil Pemerintah. Saya kembali lagi ke teori lama saya, bahwa yang mutlak diperlukan adalah membangun sistem sambil membenahi kualitas sumberdaya manusia. Pemerintah harus mempercepat pelaksanaan program e-government agar pelayanan publik berjalan lebih cepat, sistematis dan efisien.

Kepada saya dan Rizal juga ditanyakan kabinet seperti apa yang akan saya bentuk. Rizal menekankan kabinet yang benar-benar terdiri dari para ahli dan profesional di bidangnya. Saya sependapat dengan beliau, walau saya juga mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh sifat ke-Bhinnekaan bangsa kita. Dalam merekrut anggota kabinet, di samping faktor keahlian dan profesionalisme, saya harus sungguh-sungguh mempertimbangkan komposisi masyarakat kita. Sebab itu, faktor agama, suku, geografis penduduk akan menjadi bahan pertimbangan yang sangat penting. Saya mengambil contoh, bahwa orang Minangkabau, Aceh, Papua misalnya, harus ada di kabinet, karena hal itu akan memberikan rasa tenteram, kebanggaan dan keterwakilan bagi masyarakat yang bersangkutan. Ini penting untuk memperkukuh kesatuan dan persatuan bangsa. Faktor agama dan gender harus pula menjadi pertimbangan. Dalam kabinet, harus terdapat menteri-menteri yang beragama Islam, Kristen, Katolik serta Hindu, Buddha atau Kong Hu Cu.

Hal yang sudah berulangkali ditanyakan kepada saya, berkaitan dengan hubungan antara Pemerintah dengan DPR, kembali saya jelaskan bahwa sistem yang kita anut adalah Presidensial. DPR tidak dapat memberhentikan Presiden, dan Presiden tidak dapat membubarkan DPR. Keduanya dipilih langsung oleh rakyat, dan karenanya kedua-duanya mendapat legitimasi politik yang sama. Bahwa ada kemungkinan saya terpilih sebagai Presiden, sementara anggota DPR tidaklah dalam posisi mayritas mendukung saya, saya menganggap hal itu adalah praktek yang sesuai sistem yang kita bangun. Presiden harus mampu meyakinkan DPR dengan argumentasi dan diplomasi. Saya mencontohkan pengalaman saya bertindak mewakili Presiden dalam berhadapan dengan DPR. Selama dua kali menjadi Menteri Kehakiman dan HAM dengan dua Presiden yang berbeda, saya telah membahas lebih dari 400 Rancangan Undang-Undang dengan DPR, yang kadang-kadang harus berdebat panjang untuk beradu argumentasi dan melakukan lobby. Pada akhirnya tidak ada satu masalahpun yang tak dapat diselesaikan. Ketika telah menjadi Mensesnegpun saya lagi-lagi harus mewakili Presiden membahas RUU yang rumit, seperti RUU tentang Pemerintahan Aceh sesudah Kesepakatan Helsinki dan RUU tentang Dewan Penasehat Presiden dan RUU tentang Kementerian Negara. Ada puluhan kali rapat kerja dan konslutasi dengan DPR yang saya hadiri, termasuk pula ketika saya harus mewakili Presiden SBY menjawab interplasi DPR tentang busung lapar.

Saya berpendapat bahwa Presiden tidaklah perlu panik menghadapi kritik para anggota DPR, karena lembaga itu mempunyai hak untuk mengawasi jalannya penyelenggaraan pemerintahan. Sekali lagi saya tegaskan bahwa dikotomi antara “partai pemerintah” dengan “partai oposisi” seperti di negara-negara lain tidaklah dapat diterapkan untuk memahami praktik politik di negara kita. Ada kalanya suatu partai mempunyai kursi di kabinet, tetapi di DPR mereka bersikap seperti oposisi dan sebaliknya. Saya berkeyakinan bahwa para anggota DPR adalah politisi yang sama-sama mempunyai rasa tanggung-jawab untuk memajukan bangsa dan negara. Karena itu, jika kita mampu meyakinkan sesuatu kepada mereka secara argumentatif, dan mampu menarik simpati mereka dengan cara mengetuk hati-nurani mereka, saya percaya, semua politisi di negara kita ingin akan menyadari bahwa ada suatu langkah bersama yang harus dilakukan untuk mengatasi suatu masalah. Sebab itu, saya katakan, bahwa jika saya terpilih menjadi Presiden, saya akan memberikan briefing kepada para menteri tentang bagaimana mereka harus berhadapan dengan DPR. Presiden SBY dan Wapres JK sebenarnya pernah meminta saya untuk memberikan briefing itu kepada semua anggota kabinet, yang juga akan dihadiri oleh Presiden dan Wakil Presiden. Namun sayang pelaksanaan acara itu tertunda-tunda karena kesibukan jadual Presiden, sehingga sampai saya keluar dari kabinet, acara itu tidak sempat diselenggarakan.

Kepada saya dan Rizal juga ditanyakan bagaimana caranya kami berdua melakukan komunikasi politik agar dapat dipahami rakyat, karena kami berdua dianggap elit dan berpendidikan tinggi yang bahasanya sangat akademik. Saya katakan bahwa jauh sebelum saya terlibat ke dalam kancah politik, saya menjadi ustadz yang terus saya laksanakan sampai sekarang. Saya belajar komunikasi politik, dan memahami bagaimana caranya menyampaikan pesan-pesan kepada rakyat dalam bahasa yang sederhana dan dapat dipahami. Bertahun-tahun saya bekerja menulis naskah pidato Presidendan untuk itu saya berguru kepada Dr. Moerdiono, yang mengatakan kepada saya bahwa kalau Presiden berpidato maka apa yang dia ucapkan harus dimengerti semua orang. Pidato Presiden itu, kata Moerdiono “sama tukang becak harus dapat dimengerti, namun oleh professor tidak ditertawakan”. Sayapun belajar dari pengalaman saya mengajar filsafat kepada mahasiswa non filsafat. Saya harus menerangkan pemikiran filsafat yang super jelimet itu ke dalam bahasa yang dapat dimengerti orang yang tak berlatar-belakang pendidikan filsafat. Belum lama ini, saya mencontohkan, saya menyampaikan ceramah di hadapan sekitar 500 orang warga masyarakat Desa Wabula, di ujung timur Pulau Buton, yang bagian terbesarnya adalah kaum nelayan dan petani. Satu setengah jam saya berceramah, tanpa membuat mereka beranjak dari tempat duduk, dan mendengarkan ceramah itu dengan tekun. Saya berkeyakinan, bahasa komunikasi saya dengan rakyat, Insya Allah, tidak akan sulit dimengerti oleh rakyat.

Saya ditanya juga mengenai pembangunan infrastruktur, terutama ruas jalan tol yang kini tersendat-sendat. Saya katakan, masalah utama pembangunan ruas jalan tol itu terletak pada sulitnya membebaskan tanah, walau sudah ada PP Nomor 36 Tahun 2005. Pemerintah harus menyiapkan sebuah undang-undang tentang penyediaan tanah untuk pembangunan sarana kepentingan umum, kepentingan bangsa dan negara. Masalah pembangunan jalan tol, bukan disebabkan faktor modal. Swasta banyak yang berminat dan bank-bank sedia menyalurkan kredit. Karena itu, yang diperlukan adalah ketegasan Pemerintah dalam mengambil keputusan dan melaksanakannya du lapangan dengan konsisten, sekalipun harus berhadapan dengan gugatan atau tuntutan hukum. Infrastruktur Summit sudah dua kali diselenggarakan oleh Pemerintah SBY, namun pelaksanaannya masih jauh dari apa yang kita harapkan. Ada faktor kelambatan mengambil keputusan –- suatu hal yang juga dikeluhkan oleh Wapres JK – dan tidak jelasnya arahan kepada pejabat birokrasi dan BUMN, sehingga program ini berjalan tersendat-sendat. Hal yang sama terjadi pada tenaga listrik, yang sekarang mulai dirasakan menghambat pelayanan publik dan pembangunan industri.

Saya kira itulah inti pembicaraan dalam Acara Mencari Presiden Alternatif. Saya mohon maaf, saya tidak mengemukakan jawaban Rizal Mallarengeng, yang menurut penilaian saya sangat bagus dalam memberikan tanggapan dan penjelasan. Saya khawatir salah menuliskan tanggapan dan jawaban beliau. Mungkin Rizal juga mempublikasikan pembicaraan malam itu, sehingga setiap orang dapat pula mengakses ke berbagai sumber informasi yang beliau miliki.

Semoga anda manfaatnya.

Wallahu ‘alam bissawwab.

Cetak artikel Oleh Yusril Ihza Mahendra — July 31st, 2008

174 tanggapan untuk “ACARA “MENCARI PRESIDEN ALTERNATIF” DI SCTV”

Pages: « 1 2 3 [4] 5 6 » Show All

  1. edi santosa (komentar #91)

    PLEAZE. AN-XOIN sama Budi Botak sama gak ya??? tapi kayaknya gak perlu dikomentari ya.bagi AN-XOIN (kalau benar bukan Pak Budi Botak) saya senang sekali Anda sudah mau berkunjung di web ini.Tapi alangkah lebih senangnya saya kalau anda membaca dulu Artikel2nya Pak YIm atau lebih baik komen2nya juga.baru anda berkomentar.paling tidak sebelum anda komentar ada wawasan lain terlebih dahulu.Tapi kalau tidak sudipun tidak apa2….kita bebas-bebas aja kok…..

    Bonar;
    Minta Vavai suruh tampilin foto anda dong di blog ini.Penasaran saya sama Anda.Saya yakin kalau anda jadi menteri anda bukan salah satu barisan yang suka ABS.Komentar anda tetap kritis dan membangun.Membaca komen anda banyak hal baru yang saya dapati.Salut….

  2. Bonar (komentar #92)

    Ah Bung Edi, saya ini jelata, cuma lulusan sma pula. Indonesia rugi besar kalau saya jadi menteri.
    Sudah krisis intelektual sekali negeri ini, kalau sampai saya layak jadi menteri.
    Jangan sampai terjadi, itu adalah sesuatu yang harus selalu kita pastikan: carilah menteri tidak ABS yang jauh lebih dari sekedar seorang bonar.

    Saya lebih cocok wiraswasta saja, ndak ngerepotin orang lain, ndak nyusahin orang lain, ndak perlu merogoh dari kantong orang lain buat sekedar makan, lebih santai, jadi bisa komentar di blog orang lain. hehehehe. Soal foto, bagaimana kalau Anda duluan saja? sekalian juga foto vavai, iwan asnawi, jebee, dan lain lain.

  3. Iwan Asnawi (komentar #93)

    @92…Hey, Bonar… Kok bawa-bawa gua, urusan fhoto? Bawa-bawa teruzzzzz…
    Mau lihat fhoto gua? Ada di Gedung Arsip Majalah Mahasiswa Indonesia 80-an, hehehe…
    But, thanks anyway…

    Iwan Asnawi

  4. khafidhin (komentar #94)

    # 91.

    sepakat, siiiiiiiiiiiip. ane juga penasaran ama boss bonar, jabee, vavai, edi santoso, iwan asnawi. …………….

  5. edi santosa (komentar #95)

    Wah..wah..wah..jadi meluas nih soal foto.ya sudah, saya tarik permintaannya bank bonar.kalau sampai foto saya yang di pajang, nanti produser laksamana cheng ho nyesel gak milih saya ;-) maaf Pak YIM bercanda (tp narsis dikit bolehlah).hehehe…

  6. edi santosa (komentar #96)

    RALAT.setelah saya pikir saya gak mau meranin cheng ho,perannya KETUAAN hehehehe

  7. nyoman (komentar #97)

    “simply is the best”
    maju terus om yusril
    Bali dukung om……………………!!!

  8. lelly (komentar #98)

    ass wr wbr Walaupun terlambat saya ingin memberi suport , tidak ada kata mundur.. hehe….. yang ada selamat berjuang untuk RI I saya salah seorang rakyat indonesia yang memberi penghargaan kepada anda, omong-omong saya ingin tau detail tentang skema syariat islam. kalau bisa pak yusril tulis makalah agar kami orang yang tidak tau banyak menjadi tau dan dapat memahami. bagaimana untuk acara yogya untuk semacam seminar kepada kaum muda( mahasiswa ) tapi sebetulnya saya menghimbau agar pak yusril juga membari materi syariat islam juga kepada kader PBB. agar kader tau lebih banyak dan bisa memahami serta meresapi apa yang dipikirkan bapak tentang syariat islam. saya menunggu pelaksanaan kedatangan bapak di yogya. was wr wbr.

  9. yolis (komentar #99)

  10. Ray (komentar #100)

    Assalamu`alaikum Bung Yusril

    Kebetulan saya melihat acara tersebut, sungguh menarik dan interaktif, tetapi sayang dengan waktu yg sependek itu rasanya kurang puas mendengarkan pendapat bung yusril. Whatever lah.. saya Support untuk RI 1.

    wassalam
    *Insya Allah jadi komentator no 100 di post ini*

  11. M Joni Yulianto (komentar #101)

    Assalamu’alaikum pak Yusril,

    Alhamdulillah melalui dunia maya saya berkesempatan untuk menemukan blog pak Yusril dan mendengarkan dialog bapak bersama dengan calon presiden alternatif yang lain. Saya katakan mendengar karena memang saya hanya bisa mendengar dan screan reader pada komputer bicara saya telah cukup mewakili sebagai mata saya untuk membaca gagasan pak Yusril dalam blog ini.

    Ada satu pertanyaan yang saya harap untuk memperoleh jawaban dari para calon pemimpin negeri saya tercinta yang sementara ini sedang saya tinggalkan untuk studi di UK. Pertanyaan tersebut adalah:
    Saya sangat meyakini bahwa saya yang buta ini, dan 10% penduduk Indonesia yang oleh WHO diindikasikan disabled dan dalam bahasa dan budaya Indonesia disebut “cacat” (meskipun saya yakin bahwa di agama manapun tak ada yang membenarkan kalau tuhan menciptakan manusia dalam keadaan cacat yang berarti bahwa semua manusia diciptakan dengan kesempurnaannya) sebenarnya mempunyai hak yang sama sebagai warga negara. Dan saya yakin pula mata pak Yusril cukup awas untuk melihat kenyataan bahwa mulai dari contoh terkecil seperti infra struktur bangunan publik, akses pada pendidikan, pekerjaan, bahkan lebih jauh lagi akses untuk memperoleh hak politik kami telah dihilangkan secara sistemik dan struktural oleh bangsa kita ini. Pertanyaan saya, bagaimanakah pendapat pak Yusril dengan permasalahan ini? Saya paham bahwa isu pengentasan ekonomi dan isu2 populer lainnya yang sekarang ini sedang marak diperbincangkan merupakan tema diskusi yang lebih punya nilai jual bagi seseorang yang hendak mencalonkan diri sebagai RI 1, tapi bagi saya, isu ini menjadi indikator sejauh mana seorang pemimpin negara mengerti tentang “keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia”. Ingat, ini adalah masalah hak 10% rakyat indonesia yang juga harus diakui dan diakomodasi!

    Wasalam

    Saya menyadari bahwa apa yang anda kemukakan adalah suatu kenyataan yang ada di tanah air kita. Karena itu, kebijakan pemerintah harus pula menyentuh 10 persen rakyat Indonesia yang tergolong sebagai penyandang cacat, termasuk aspek penyediaan fasilitas khusus di berbagai fasilitas umum yang ada. Saya berpendapat bahwa hak-hak sosial, ekonomi dan politik bagi penyandang cacat tidaklah dihilangkan secara sistematis, hanya saja perhatian terhadap soal ini masih rendah dalam masyarakat kita, termasuk oleh Pemerintah. Jumlah sekolah, yang memberikan akses kepada pendidikan kepada penyandang cacat memang telah ada, namun jumlahnya memang masih sangat terbatas. Hal yang ingin saya lakukan ialah melakukan pendataan yang pasti mengenai problema ini, sehingga kebijakan yang ditempuh akan tepat pada sasarannya.

    Terima kasih atas perhatiannya dan terima kasih pula atas sumbangan pikiran yang diberikan kepada saya. (YIM)

  12. ram yusuf (komentar #102)

    Ass pak YIM, anda layak jadi laksamana nakhoda KRI-1, bukan hanya relijius, progresif, profesional,berpengalaman bahkan postur tinggi & wajah tampan bpk mendukung profil presiden ideal. Sejarah membuktikan, presiden yg tercatat dlm sejarah RI sbg pemimpin yg kuat (terlepas dari kesalahan2nya di akhir masa jabatan) adalah presiden yg ganteng, spt Sukarno dan Suharto, mungkin termasuk SBY. Smg pak YIM sukses jadi RI-1, perlu pendekatan & sharing dg parpol Islam lainnya spt PKS, terutama arus utama kekuatan umat Islam. Negeri ini perlu perubahan u/ menjadi negeri syariah yg maju, modern & profesional.
    Kritik thd bpk hanya masalah rokok. Saya yakin kalau bpk berani memproklamirkan (bila perlu mengiklankan) berhenti total dari kebiasaan merokok, smg nama bpk makin berkibar, bukan lagi sbg ketua majelis “suro” (suka rokok) tapi “syuro” yg berjiwa besar, bersih & berwibawa. Karena era “dua sisi matauang” telah lewat, secara intermezo sejak ketua umum PBB dipegang o/ perokok berat (Yusril Ihza Mahendra) dan sekjen PBB dijabat pecandu kopi (Kofi Annan). Maksudnya, kalau sdh bersih dari anasir riba & syubhat, insyaallah partai bpk menjadi “partai bulan dan bintang” yg mem”bumi”.
    Dg usaha, istighfar & doa smg sampai tujuan. Hasil akhir adalah keputusan Allah SWT.

  13. Isbandiono (komentar #103)

    Menurut saya jabatan Presiden yad akan menentukan sejarah bangsa Indonesia selanjutnya apakah akan menukik atau tinggal landas.Ini menyangkut nasib anak cucu kita dimasa mendatang,karenanya mengenai posisi ini perlu mendapat perhatian dari kita semua.YIM FOR PRESIDENT OKE dan kita dukung sepenuhnya karena tidak ada keraguan sedikitpun.Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana membesarkan PBB sehingga memperoleh suara yang significant dalam pemilu legislatif nantinya.Dengan perolehan suara yang cukup besar akan memperoleh bargaining position dan sekaligus akan mendongkrak citra YIM. Dalam memperjuangkan YIM FOR PRESIDENT kita semua lillahi taala dan karenanya harus melihat secara cermat kenyataan nantinya.Apabila berdasarkan pengamatan tidak ada kemungkinan untuk meraih kemenangan hendaknya semua partai Islam bersatu untuk menentukan Capres dan Cawapres yang diusung bersama.Alangkah sangat fatal hasi;nya apabilasemua partai Islam mencalongkan Presiden atau Cawapres masing=2.Perjuangan kita lilahi taala bukan karena kepentingan partai atau golongan.Sekarang biarkan semua partai Islam menggulirkan capresnya masing-2 tapi pada saatnya nanti semua harus bersatu.Sudah waktunya ada suatu kegiatan mempersatukan pendapat partai-2 Islam

  14. FDR.Indonesia (komentar #104)

    Ha.Ha.Haa… Yusril memperjuangkaan syariat Islam ! Paling cuma pengen Polygami dibolehkan dan disahkan dalam Undang-undang di negeri ini. Biar nanti kalo jadi pejabat lagi bisa punya banyak istri. Iya,kan…Bung?!

  15. raza (komentar #105)

    bang yusril di mata saya termasuk yang masih bersih track recordnya.saya mendukung bang yusril maju jadi presiden TI. 2009

  16. Zalmin La Haza (komentar #106)

    Assalamu alaikum Wr. Wb.
    Moga Bapak terpilih jadi presiden nantinya, doa kami menyertai bapak.
    Mungkin nanti dgn kepemimpinan bapak indonesia akan terbangun dari tidurnya.

    Masyarakat Pulau Buton akan mendukung Bapak…..(YIM)

  17. Marjono Kulup Bakri (komentar #107)

    Yth. Pak YIM,

    Banyak komentar yang menurut saya benar, PBB tidak merakyat dan hanya sanggup merangkul kaum elite. Demikianpun pak YIM relatif kurang di kenal ditingkatan akar rumput.

    Didaerah tempat saya merantau sekarang, bahkan Dewan pengurus PBB pun tidak tahun asal-usul Pak YIM apalagi untuk mentransformasikan pemikiran Bapak.

    Dan sedikit flashback pak, kekalahan pasangan yang diusung PBB dalam pilbup Belitung Timur lalu tempat kelahiran Bapak tentu sangat menyesakkan bukan ?? ini dapat menjadi pelajaran bahwa memilih dan mensosialisasikan figur ke masyarakat pemilih merupakan tahapan yang menentukan. Bagaimana mau dipilih kalau calonnya tidak dikenal oleh konsituen . . . hehehe. Pengalaman Pilgub NTB saya yakin berdasar pengalaman itu, kalau calon yang diusung semuanya sekualitas dengan pak guru, kemenangan tinggal menunggu waktu … terimakasih buat ahok (maksudnya pak basuki-bupati yang telah mengundurkan diri) atas pelajaran yang diberikan.

    Sukses buat YIM, semoga tercapai keinginan menjadi RI 1 . . . .

    Saya mendukung ??? Liat nanti saja deh . . . hehehe

  18. Marjono Kulup Bakri (komentar #108)

    satu lagi pak, kelupaan . . .

    menjadi pemimpin itu gampang, menjadi pemimpin yang amanah itu yang tidak gampang.

    Sukses buat Bapak . . . btw waktu ke plaza senayan menu gangan nya kok bisa abis?

  19. jebee (komentar #109)

    Salam Indonesia untuk YIM dan kawan semua di Blog YIM ini
    Semoga semua sehat walafiat selalu, dilimpahi Rahmat, Berkah, Karunia dan Kelapangan Hati serta kejernihan pikiran selalu.
    Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1429 H

    Pak YIM
    Pemimpin yang baik sependek pemikiran saya, bukan hanya dikenang oleh teman, sejawat, handai tolan, masyarakat maupun “musuh”nya.
    Tetapi pemimpin yang baik, sewajar dan seharusnya pula bisa mengenang dan memberi apresiasi kepada antar sesama manusia.

    Setelah beberapalama saya perhatikan Blog Pak YIM ini yang tentunya juga adalah gambaran diri, pemikiran dan aplikasi nyata yang ada dibalik jiwa, perasaan dan pemikiran Pak YIM, saya melihat sepertinya komentar “kritikan”ku beberapa saat yang lalu sepertinya mulai terkuak. Pak YIM saya lihat masih terbelenggu dalam kepenokohan keegoisan pribadi.
    Tulisan tulisan di Blog ini memang bagus bagus dan bermutu penggalian substansinya, tetapi semuanya hanya bertumpu pada keberatan aspek pribadi Pak YIM semata, Blog ini saya lihat belum menjangkau dan menyatu dengan ranah pembaca rakyat Indonesia yang notobene masih menjunjungtinggi nilai kekerabatan, kesensitifan suasana, saling menyapa dan saling memberi apresiasi antar sesama.

    Sebagai contoh beberapa banyak peristiwa, tanggal tanggal bersejarah dan kondisi kondisi penting yang berhubungan dengan substansi masyarakat yang terlewat begitu saja tanpa ada silau sapa atau sedikit apresiasi dari pak YIM.
    Seperti peristiwa 100 tahun Kebangkitan Nasional, Hari Sumpah Pemuda, Hari Kemerdekaan RI, tertangkapnya Jaksa Urip, kasus pembunuhan berantai, Korupsi berantai, kelaparan berantai, kebanjiran, kemiskinan dsbbb…

    begitu juga yang akan beberapa detik lagi para Umat Islam akan memasuki Bulan Suci Ramadhan.

    Peristiwa peristiwa urgen dan substansi ini apalagi bagi Pak YIM yang berminat maju sebagai Pemimpin RI, belum sedikitpun terapresiasi dalam BLOG ini…. mungkin saya terlalu cepat mengambil kesimpulan dan menggeneralisasi sepertinya sikap Pak YIM juga seperti itu.. terlalu tertumpu pada keegoisan diri, kurang menghormati jasa pahlawan dan kurang sensitif untuk berapresiasi antar sesama. Mungkin saya salah.

    Pak YIM
    mungkin akan selalu ingat kata kata pembuka dan perkenalan perdana saya di BLOG ini
    saat itu ada Postingan Pak YIM yang berjudul ” Akhirnya Semua Kita Akan Pergi” kemudian saya komentari dengan amat sinis dengan mengatakan “apakah baru sekarang Bapak sadari kematian itu setelah terjerembab dari empuknya kursi menteri” ????

    Semoga kata kata itu selalu terngiang dihati Pak YIM.

    Oyaa…
    Selamat saja, beberapa berita saya baca, katanya Pak Inu Kencana Syafiie menjadi Calon legislatif dari PBB yaa Pak YIM ? kalo nggak salah dikatakan urut 1 untuk wilayah pemilihan Sumbar (Payakumbuh dan Bukittinggi).
    Semoga sukses.

    Pak YIM dan Kawan Semua
    MINAL AIDIN WAL FAIDZIN
    MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN
    MAHABAN YAA RAMADHAN

    JEBEE
    INDONESIA

  20. Gugum Gumilang (komentar #110)

    Prof…..
    klo tayang di tv sekalian publikasikan
    blog bapak……………….

    ok deh, doeloe………Laksamana
    besok………presiden

    Partai Bulan Bintang nomor 27
    Cooooooooooooy……….

  21. RANI BADRIE KALIANDA MUHAMMAD (komentar #111)

    Ass.Wr.Wb

    Yth Bung Yusril

    Abad 21 adalah abad Spiritualisme, siapa yang memimpin dengan kasih dialah yg akan jadi pemenangnya, dan tahun 2009 adalah titik tolak dimulainya Abad spiritualisme itu. Amerika melahirkan Obama, Australia melahirkan Kevin Ruud, Malaysia melahirkan DSAI dan Indonesia sedang berproses melahirkan pemimpin yang sama. Kemenangan Obama & kevin Ruud, adalah kemenangan cinta & kejujuran. Jujur terhadap latar belakang kehidupannya, jujur terhadap tujua2nya. Tidak menyerang lawan dengan menimbulkan pertentangan dan Api baru. Dan penuh cinta dalam mengimplementasikan visi & misinya…

    Jika calon pemimpin alternatif kita…tidak memiliki kejujuran dan cinta…saya pesimis Anda atau RM bisa menjadi pemimpin Alternatif yg didukung oleh seluruh Bangsa…Wahai para calon pemimpin alternatif, bersatulah dan bersamalah mengedepankan tujuan yang satu, Indonesia Raya. Bukan siapa yang memimpin di depan, tapi apa yg bisa kita kedepankan untuk kesejahterakan bersama….

    Selamat berpuasa Bung Yusril,
    Insya Allah kita akan jaya dan kian menyatu dengan Az’maNya, Amin

    Wassalam
    RB

  22. Agus Ramadhan (komentar #112)

    Assalamualaikum bung Yus…

    Alhamdulillah ada kesempatan lagi buat saya masuk ke blog bung Yus, hampir setiap hari saya dapat forward dari blog bung Yus ini..

    bung Yus, saya menaruh simpati pada anda, bahwa anda adalah seorang pengiklan sejati untuk diri anda, justru lewat media ini figur anda lebih cepat merakyat, dan justru membuat orang lain pintar dengan sadar atau tidak sadar,bertambah pengetahuannya, wawasan teknologinya..juga menambah penghasilan bagi banyak orang ( pemilik warnet ). anda tidak terjerumus ( atau mungkin belum ? ) dalam ajang narsisme iklan diri di media TV, yang saya lihat aneh..( anda pasti punya persepsi sendiri.. ).

    bung Yus, terus terang saya mulai tertarik dengan ide-ide dan pemikiran bung Yus untuk Negara ini. ada beberapa pertanyaan dari saya untuk bung,
    1. bagaimana ide bung Yus untuk membenahi kasus2 seperti cerita dibawah ini :

    — On Wed, 6/11/08, dhini_m wrote: From: dhini_m Subject: [antibd] HATI-HATI… .PENTING. .. To: arsitenas92@ yahoogroups. com, antibd@yahoogroups. com Cc: dhito_a@yahoo. com Date: Wednesday, June 11, 2008, 3:30 PM Valet Parking. Dear all, Ada cara pemerasan baru oleh Polisi dalam sindikasi dengan petugasHotel - Mall/valet service, yakni menaruh drug di dalam mobil yang dititipkan ke Valet. Kemudian digrebeg dan diperas. Ada yang kena sampai 50juta.Ini nampaknya buat nyari uang/storan sebagai pengganti pemasukan uang dari judi yang dimusuhi/dilarang oleh Kepala Polisi.Hati- hati, lebih baik cape sedikit parkir sendiri, daripada dikerjain! Salam kompak Mohon untuk dibaca walaupun hanya sekedar tahu, kalau nantinya ga mau peduli itu
    kembali ke diri kita masing2… Dear Rekan sekalian, Mungkin sebagian dari kita ada yg sudah tahu bahwa hukum di indonesia ini benar2 BIADAB. Bayangkan, semua bisa dibeli dengan UANG. Kemarin tgl 29 Juli 2007, saya ingin menjenguk teman saya yg katanya sudah 2bln ini msk penjara karena NARKOBA. Waktu bertemu dengan dia, kondisinya sangat berubah. Badannya kurus sekali, matanya merah, dan yang lebih tragis lagi dia seperti org kelaparan. Dia cerita tentang kejadian yg menimpanya. Tgl 9 Juni 2007, Teman saya ini pergi kedaerah kota untuk suatu keperluan. Sesampainya di jalan ternyata ada razia polisi. Kebetulan dia yang bawa mobilnya dan ada 1 teman lagi, jadi mereka berdua. Waktu pemeriksaan mereka berdua disuruh keluar dari mobil, mobil mereka digeledah. Dan betapa kagetnya teman saya itu waktu polisi memberitahu bahwa ada 2 butir ekstasi dibawah jok depan. Padahal semua teman saya itu bukan pemakai. Mereka juga tidak
    pernah pergi ke diskotik. Mereka meyakinkan polisi kalo itu semua bukan milik mereka.Mereka bersedia untuk tes darah tapi polisinya malah memarahi bahkan menampar kedua teman saya itu. Pada saat teman2 saya tidak bisa apa2 lagi, polisi mengambil semua barang2 berharga teman saya itu ( Dompet, Jam, HP ). Yang lebih parahnya lagi polisi itu menyuruh mereka untuk mengakui kalau Barang haram tersebut milik mereka. Bersumpah dengan nama Tuhan pun kayanya sudah ga mempan,akhirnya dengan pasrah teman2 saya itu mengiyakan semua perintah polisi tersebut karena kalau tidak, mungkin mereka akan dianiaya terus. Teman2 saya itu kemudian di borgol lalu disuruh masuk ke mobil polisi tersebut. Didalam mobil,polisi mulai nego harga dengan teman2 saya.Mereka disuruh menyerahkan 2juta/org mlm itu jg, maka mereka akan dilepaskan. Sewaktu teman2 saya mengiyakan permintaan mereka, TIM BUSER dari SCTV datang, jadi perjanjian itu tidak jadi terlaksana. Dengan sok
    gagah polisi2 itu dengan arogannya menarik teman2 saya itu kluar mobil dan memberi penjelasan ke TIM BUSER tersebut kalau teman2 saya itu adalah pemakai. Singkat cerita teman2 saya itu dibawa ke polres. Disana mereka dikurung selama 1bln dan baru kamis tgl 26 Juli 2007 kemarin mereka dipindahkan ke Rutan Salemba. Perlu diketahui juga, mereka pindah ke Rutan pun harus bayar Rp 7.000.000 /org. Ternyata penderitaan mereka blm selesai sampai disitu. Mereka blg kalau mereka mau bebas, mereka hrs membayar Rp 90.000.000 / org kepada polisi tersebut dan kasus mereka pun secara otomatis akan ditutup. Sungguh biadab sekali moral2 org2 itu. Perlu diketahui jg kalau didalam rutan itu dikasih makan sehari 2x dan nasinya bukan putih warnanya tetapi kuning. Didalam makanan tersebut sudah dicampur dengan bumbu supaya para napi akan merasakan badannya lemas. Ditiap blok2 tahanan jg bebas. Mereka ada yg memakai narkoba dan itu bisa terjadi bila mereka2 sang
    pengguna memberikan uang sebagai uang tutup mulut kepada petugas2 tersebut. Rekans, sewaktu saya dan teman2 saya ingin menjenguk pun tidak kalah biadab nya para petugas2 tersebut. Dari pintu depan kita lapor dan KTP kita ditaro, mereka minta uang administrasi Rp 5.000, trs pindah loket utk taro HP karna disana kita ga blh bwh hp, kita byr lagi Rp 5.000, msk pintu utk pemeriksaan badan pengunjung byr lg Rp 5.000. Sampai lah kita pada pintu terakhir dimana kita bisa bertemu dengan teman saya tersebut. Saya dan teman2 saya msk ke sebuah ruangan. Tapi sebelum kami bertemu dengan teman2 kami tersebut, kami hrs membayar Rp 10.000 untuk ongkos panggil teman saya yg di sel. 10 menit berlalu tapi teman kami tdk kunjung datang. Petugas gadungan itu dtg lagi dan memberitahu kami bahwa teman kami tdk ada di sel. Petugas itu menawarkan jasanya kembali, dia akan mencari teman2 kami bila kami membayar lagi Rp 10.000. Akhirnya dengan perasaan kesal,
    kami ksh lagi uang tersebut. Sumpah!!! keadaan di ruangan tersebut bnr2 mengerikan. Kotor, sumpek, bau. Ternyata itulah ruangan pertemuan antara napi dan penjenguk. Disana semua napi dan penjenguk bisa leluasa melakukan adegan2 sronok. Ciuman bibir, pegang2 alat2 vital, mereka smua tdk malu utk melakukan hal tersebut. Mungkin smua itu bentuk pelampiasan rasa rindu antara si napi dan si penjenguk. Yang lebih parahnya lagi, bagi para napi yg menerima tamu, mereka diwajibkan membayar uang Rp 50.000 ke petugas. Jadi setelah selesai bertemu dengan teman saya tersebut> mereka kami beri uang Rp 100.000 utk mereka msk lagi kedalam. Kalau mereka tdk membayar, mereka akan dipukuli. Sungguh biadab nya negara kita ini!!! Perlu diketahui juga didepan pintu masuk tertulis ‘ TIDAK DIPUNGUT BIAYA APAPUN’. Tapi apa kenyataan nya???
    Subject: Re: [dastanbooks] Fw: [antibd] HATI-HATI… .PENTING. ..
    Date: Tue, 2 Sep 2008 16:51:36
    From: aly rydho
    To:

    ternyata ini benar-benar ada, barusan saya melihat beritanya di Metro TV, “Alan Maulana” baru saja dibebaskan setelah ditahan beberapa waktu yg lalu (kalau gak salah sampe 6 bulan) akibat dipaksa mengaku memiliki ganja oleh polisi, Alan menuturkan bahwa dia disiksa karena tidak mau mengakui bahwa dia memiliki ganja. na’udzubillah min dzalik. di mana azas praduga tak bersalah ya sekarang? — On Fri, 6/13/08, Oktavius wrote: From: Oktavius Subject: [dastanbooks] Fw: [antibd] HATI-HATI… .PENTING. .. To: dastanbooks@ yahoogroups. com Date: Friday, June 13, 2008, 12:15 AM

    belum lagi kasus salah tangkap asrori..

    Maaf bung Yus…bukankah Negara yang kuat adalah Negara yang didasari oleh kejelasan hukum pada warga negaranya dan memperlakukan keadilan dan ketegasan dalam menjalankan produk Hukumnya ?

    paling tidak jika bung Yus berkenan membaca dan menjawab pertanyaan saya yang mungkin ….sangat tidak penting, saya dengan sangat bangga akan mengakui ( walaupun hanya pada diri saya sendiri )..bahwa saya telah berkorespondensi dengan seorang Besar di negara ini.

    Terima kasih, semoga ALLAH selalu melindungi anda.
    Wassalam Wr Wb.

  23. Dharmawangsa (komentar #113)

    Assalamualaikum,
    Sehubungan dengan pencalonan Pak Yusril jadi presiden. Saya akan topi tinggi-tinggi.
    Politikus selevel Pak Yusril memang pantas jadi calon presiden.
    Namun saya terkejut waktu Pak Yusril meminta dukungan Gus Dur. Mohon maaf, bukan saya menilai negatif terhadap beliau - ini hanya itung-itungan dan diskusi permainan catur, tetapi menurut hati saya selayaknya Pak Yusril tidak melakukan hal itu. Kalaupun mau menarik simpati warga NU, ya datangi saja kyiai-2 NU dan warga NU di rumah dan di pesantren.
    Sosok Gus Dur di satu sisi bisa membawa nilai positif karena mempunyai massa besar, namun di sisi lain bisa sebaliknya. Mengingat Gus Dur juga mungkin akan menjadi calon Presiden, namun beliau juga pernah jadi Presiden yang, maaf, gagal.
    Menurut saya, langkah Pak Yusril yang sangat elegan dan simpatik selama ini sedikit “membingungkan”. Saya kuatir, pendukung setia Pak Yusril akan bertanya-tanya: “Siapa sebenarnya Pak Yusril ini sih?”

    Selamat berjuang, Pak. Semoga sukses

    Wassalamualaikum

  24. RANI BADRI KALIANDA MUHAMMAD (komentar #114)

    ASS.WR.WB

    Bung Yusril, apakabar sehat selalu…? Insya Allah…cinta dan kejujuran akan senantiasa membuat hidup kita sehat.
    YYI Bung Yusril…Beberapa kali saya buka Blog ” Datuk Sri Anwar Ibrahim- DSAI” pemimpin pembangkan/Oposisi Pakatan Rakyak, blog nya sangat menarik sekali, informasinya selalu baru, dan sesibuk apapun beliau masih menyempatkan waktu untuk menuangkan gagasan atau informasi untuk para pendudukungnya, sehinga para pendukungnya sangat tahu, aktivitas kegiatan DSAI, dan srategi yang akan di jalani DSAI, PKR dan Pakatan Rakyat…
    setiap info dan gagasan yang di release, begitu banyak mendapat komentar….

    Saya rasa tidak ada salahnya, Blog YIM lebih dioptimalkan lagi dengan gaya YIM sehingga lebih interaktif, dan khalayak tahu banyak kegiatan YIM serta langkah-langkah yang akan diambil untuk menuju RI 1…

    Sukses selalu Bung Yusril, selamat berpuasa…

    Salam
    Rani Badrie

  25. mauliaine (komentar #115)

    still ur #1 fan indeed..

  26. lia (komentar #116)

    saya sangat menyesal beberapa waktu ini banyak sekali acara-acar bagus di tv yang tidak bisa saya tonton. terutama kalau waktunya sudah bertumpuk dengan pengajian bunda saya di Yogyakarta, sehingga saya mending baca dulu aja komen teman-teman. wasalam lia

  27. cenya95 (komentar #117)

    Yth. YIM
    Rakyat sudah tidak percaya lagi dengan para pemimpin (mulai dari balon pemimpin, calon pemimpin dan pemimpin). Buktinya pilkada di beberapa daerah, jumlah pemilih terbanyak adalah mereka tidak memilih/abstain.
    Nah, jalan keluarnya adalah lewat pintu… ups maaf, maksudnya adalah melalui perjanjian dengan rakyat. Bahasa kerennya adalah Kontrak Politik. :) Kontrak politik ada di sini
    thanx

  28. imad (komentar #118)

    Bang saya lihat gambar abang di web republik-kita.com, apakah abang ikut debat tersebut ya? saya dukung abang deh..Ayo tunjukan bahwa abang capres yang brilian…

  29. suriansyah Bjm (komentar #119)

    Assalamu’alaikum , Agus Ramadhan.

    Saya membaca imformasi dari anda bag menonton film India, itulah fotret kondisi hukum diNegara kita yang tercinta ini. kondisi hukum yang demikian berada didalam sistem di-Lembaga-lembaga hukum kita sehingga praktis tidak ada suatu kekuatan/lembaga yang dapat mengontrol, dia berjalan aktif bersama petugas yang melakoninya, banyak mesyarakat yang stress melihat kondisi hukum kita ini bahkan ada yang Prostasi sehingga melakukan tindakan yang “anarkis” kondisi yang demikian ini sudah berlangsung lama sehingga ada istilah Hukum bagai barang Mewah siapa yang berduit merekalah yang dapat masyarakat miskin tak punya duit silahkan rasakan ajab dan siksanya hukum dinegeri ini. ada banyak kekeliruan dalam sistem/prosedur hukum dinegara kita,pertama belum ada institusi Perlindungan saksi yang permanen dan di back up oleh aparat bersenjata, kenapa saya menyertakan aparat bersenjata, kerna suatu perlindungan dan pengamanan atas sesuatu lajimnya harus aparat bersenjata. tidak bisa perlindungan dan pengamanan dilakukan dengan kertas undang-undang atau kertas peraturan atau kertas Sk dan lain2nya kertas,kecuali kertas pulus. jadi ada kejelasan yang se-jelas-jelasnya tentang prosedur hukum sehingga mempersempit ruang untuk disalah tafsirkan atau disalah gunakan. kewenangan suatu institusi Negara, harus kita jalankan dan kita hormati dan seterusnya, banyak Problem diNegara ini yang tentunya tidak mungkin kita bahas hanya dalam tulisan kecil ini, ia memerlukan suatu Format yang lebih riil subtansif dan dalam aksi yang nyata. demikian dari saya semoga dilain kesempatan dapat kt lanjutkan kembali. Wassalam. and tksh.-

  30. febri (komentar #120)

    Ass. wr. wb
    vini vidi vici putra celebes bang Yusril merupakan kebanggaan yang kita punya saat ini, mari satukan tekad bersama ambisi bang Yusril untuk kepentingan negara dan bangsa ini..kami siap mesupport menjadi RI1 bravo..bANG

Pages: « 1 2 3 [4] 5 6 » Show All

Punya pendapat? Sampaikan pendapat Anda