Beranda

ACARA “MENCARI PRESIDEN ALTERNATIF” DI SCTV

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim,

Yusril Ihza Mahendra pada Acara "Mencari Presiden Alternatif" di SCTV

Tadi malam pukul 00.30, SCTV menyiarkan rekaman acara “Mencari Presiden Alternatif” (klik di sini bagi yang ingin menyaksikan rekaman acara tersebut) yang menampilkan saya dan Rizal Mallarangeng. Dihadirkan pula beberapa penanya, yakni Dr. Anies Baswedan, Ade Armando, Dr. Indra J Piliang dan seorang pengamat ekonomi, Poltak Hotradero. Bagi saya acara ini cukup menarik, karena dapat dijadikan sebagai wahana untuk mengemukakan pikiran dan gagasan, seputar pencalonan Presiden tahun 2009 nanti. Sayang acara ini ditayangkan lewat pukul 12 malam WIB, sehingga banyak pemirsa yang malas menonton televisi selarut itu. Apalagi para pemirsa di kawasan Indonesia Bagian Tengah dan Timur, acara ini sudah menjelang subuh baru ditayangkan. Pemirsa di sana mungkin sudah lelah dan tidur lelap. Dalam tulisan ini, saya ingin mengemukakan secara ringkas substansi dialog tersebut, terutama jawaban saya atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh pemandu acara maupun para pengamat politik dan ekonomi yang dihadirkan dalam acara itu.

Pertanyaan pertama yang diajukan kepada saya dan Rizal ialah, apa yang mendorong kami berdua untuk maju ke pencalonan Presiden 2009. Saya menjawab bahwa saya maju karena panggilan hati nurani saya sendiri untuk ikut memberikan sumbangan yang besar bagi kemajuan bangsa dan negara. Saya sudah pernah maju ke pencalonan Presiden dan telah disahkan oleh Ketua MPR Amien Rais tahun 1999. Namun karena desakan berbagai pihak, dengan alasan saya masih terlalu muda dan belum berpengalaman, maka saya mundur pada menit-menit terakhir menjelang pemilihan. Hampir sepuluh tahun telah berlalu, saya tidak terlalu muda lagi namun juga belum tergolong tua, maka secara emosional saya merasa telah mencapai kematangan dalam berpikir, berisikap dan bertindak. Selama sepuluh tahun terakhir, saya juga telah menimba pengetahuan dan pengalaman dalam penyelenggaraan pemerintahan dan ikut memecahkan persoalan-persoalan rumit yang dihadapi bangsa dan negara kita. Saya merasa pengalaman itu sudah cukup, dan tiba saatnya bagi saya untuk maju ke pencalonan Presiden 2009.

Seorang pengamat ekonomi yang hadir dalam kesempatan di atas menanyakan apakah pemerintahan yang saya bentuk berukuran besar atau kecil. Saya menjawab, bukan besar kecilnya pemerintahan yang menjadi masalah, melainkan apakah pemerintahan itu akan berjalan efektif atau tidak. Saya berpendapat bahwa pemerintah yang baik, adalah pemerintah yang sesedikit mungkin memerintah. Artinya, Pemerintah bertindak sebagai regulatur dan fasilitator dan memberikan pelayanan serta perlindungan kepada rakyat, dengan memberikan ruang gerak yang leluasa bagi warganegara dan penduduk untuk melakukan aktivitas sosial dan ekonomi mereka. Terhadap saran agar dilakukan rasionalisasi pegawai, saya menegaskan bahwa Pemerintah sekarang telah menerapkan kebijakan zero growth bagi pegawai negeri. Rasionalisasi harus dilakukan jika benar-benar perlu dan hati-hati untuk mencegah terjadinya gejolak. Namun segala sesuatunya dapat diputuskan berdasarkan kajian akademik yang mendalam, misalnya berapa banyak polisi yang kita butuhkan, begitu juga tenaga guru dan tenaga pelayanan medis, sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan berjalan efektif dan sesuai kebutuhan.

Saya sepenuhnya menyadari bahwa Pemerintah secara definitif dapat berganti setiap Pemilihan Umum, sesuai mandat rakyat yang diberikan kepada mereka. Pemerintah memang ditopang oleh birokrasi, yang tentunya bekerja  berdasarkan jenjang karier, dan tak mudah diganti begitu saja sampai mereka pensiun. Walaupun pemerintah berganti, namun birokrasi tetap birokrasi yang lama. Problema seperti ini tidaklah spesifik Indonesia, tetapi fenomena yang terjadi pada hampir semua negara di dunia ini. Sebab itu saya ingin meneruskan kebijakan yang saya gagas sejak lama, dan sebagiannya telah dilaksanakan sejak zaman reformasi, yakni birokrasi yang bekerja secara profesional, non politis dan bertindak sebagai abdi negara dan masyarakat. Pemerintah yang terdiri dari para pejabat politik, harus mampu memberikan arahan yang jelas kepada para birokrat untuk melaksanakan kebijakan yang diambil Pemerintah. Saya kembali lagi ke teori lama saya, bahwa yang mutlak diperlukan adalah membangun sistem sambil membenahi kualitas sumberdaya manusia. Pemerintah harus mempercepat pelaksanaan program e-government agar pelayanan publik berjalan lebih cepat, sistematis dan efisien.

Kepada saya dan Rizal juga ditanyakan kabinet seperti apa yang akan saya bentuk. Rizal menekankan kabinet yang benar-benar terdiri dari para ahli dan profesional di bidangnya. Saya sependapat dengan beliau, walau saya juga mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh sifat ke-Bhinnekaan bangsa kita. Dalam merekrut anggota kabinet, di samping faktor keahlian dan profesionalisme, saya harus sungguh-sungguh mempertimbangkan komposisi masyarakat kita. Sebab itu, faktor agama, suku, geografis penduduk akan menjadi bahan pertimbangan yang sangat penting. Saya mengambil contoh, bahwa orang Minangkabau, Aceh, Papua misalnya, harus ada di kabinet, karena hal itu akan memberikan rasa tenteram, kebanggaan dan keterwakilan bagi masyarakat yang bersangkutan. Ini penting untuk memperkukuh kesatuan dan persatuan bangsa. Faktor agama dan gender harus pula menjadi pertimbangan. Dalam kabinet, harus terdapat menteri-menteri yang beragama Islam, Kristen, Katolik serta Hindu, Buddha atau Kong Hu Cu.

Hal yang sudah berulangkali ditanyakan kepada saya, berkaitan dengan hubungan antara Pemerintah dengan DPR, kembali saya jelaskan bahwa sistem yang kita anut adalah Presidensial. DPR tidak dapat memberhentikan Presiden, dan Presiden tidak dapat membubarkan DPR. Keduanya dipilih langsung oleh rakyat, dan karenanya kedua-duanya mendapat legitimasi politik yang sama. Bahwa ada kemungkinan saya terpilih sebagai Presiden, sementara anggota DPR tidaklah dalam posisi mayritas mendukung saya, saya menganggap hal itu adalah praktek yang sesuai sistem yang kita bangun. Presiden harus mampu meyakinkan DPR dengan argumentasi dan diplomasi. Saya mencontohkan pengalaman saya bertindak mewakili Presiden dalam berhadapan dengan DPR. Selama dua kali menjadi Menteri Kehakiman dan HAM dengan dua Presiden yang berbeda, saya telah membahas lebih dari 400 Rancangan Undang-Undang dengan DPR, yang kadang-kadang harus berdebat panjang untuk beradu argumentasi dan melakukan lobby. Pada akhirnya tidak ada satu masalahpun yang tak dapat diselesaikan. Ketika telah menjadi Mensesnegpun saya lagi-lagi harus mewakili Presiden membahas RUU yang rumit, seperti RUU tentang Pemerintahan Aceh sesudah Kesepakatan Helsinki dan RUU tentang Dewan Penasehat Presiden dan RUU tentang Kementerian Negara. Ada puluhan kali rapat kerja dan konslutasi dengan DPR yang saya hadiri, termasuk pula ketika saya harus mewakili Presiden SBY menjawab interplasi DPR tentang busung lapar.

Saya berpendapat bahwa Presiden tidaklah perlu panik menghadapi kritik para anggota DPR, karena lembaga itu mempunyai hak untuk mengawasi jalannya penyelenggaraan pemerintahan. Sekali lagi saya tegaskan bahwa dikotomi antara “partai pemerintah” dengan “partai oposisi” seperti di negara-negara lain tidaklah dapat diterapkan untuk memahami praktik politik di negara kita. Ada kalanya suatu partai mempunyai kursi di kabinet, tetapi di DPR mereka bersikap seperti oposisi dan sebaliknya. Saya berkeyakinan bahwa para anggota DPR adalah politisi yang sama-sama mempunyai rasa tanggung-jawab untuk memajukan bangsa dan negara. Karena itu, jika kita mampu meyakinkan sesuatu kepada mereka secara argumentatif, dan mampu menarik simpati mereka dengan cara mengetuk hati-nurani mereka, saya percaya, semua politisi di negara kita ingin akan menyadari bahwa ada suatu langkah bersama yang harus dilakukan untuk mengatasi suatu masalah. Sebab itu, saya katakan, bahwa jika saya terpilih menjadi Presiden, saya akan memberikan briefing kepada para menteri tentang bagaimana mereka harus berhadapan dengan DPR. Presiden SBY dan Wapres JK sebenarnya pernah meminta saya untuk memberikan briefing itu kepada semua anggota kabinet, yang juga akan dihadiri oleh Presiden dan Wakil Presiden. Namun sayang pelaksanaan acara itu tertunda-tunda karena kesibukan jadual Presiden, sehingga sampai saya keluar dari kabinet, acara itu tidak sempat diselenggarakan.

Kepada saya dan Rizal juga ditanyakan bagaimana caranya kami berdua melakukan komunikasi politik agar dapat dipahami rakyat, karena kami berdua dianggap elit dan berpendidikan tinggi yang bahasanya sangat akademik. Saya katakan bahwa jauh sebelum saya terlibat ke dalam kancah politik, saya menjadi ustadz yang terus saya laksanakan sampai sekarang. Saya belajar komunikasi politik, dan memahami bagaimana caranya menyampaikan pesan-pesan kepada rakyat dalam bahasa yang sederhana dan dapat dipahami. Bertahun-tahun saya bekerja menulis naskah pidato Presidendan untuk itu saya berguru kepada Dr. Moerdiono, yang mengatakan kepada saya bahwa kalau Presiden berpidato maka apa yang dia ucapkan harus dimengerti semua orang. Pidato Presiden itu, kata Moerdiono “sama tukang becak harus dapat dimengerti, namun oleh professor tidak ditertawakan”. Sayapun belajar dari pengalaman saya mengajar filsafat kepada mahasiswa non filsafat. Saya harus menerangkan pemikiran filsafat yang super jelimet itu ke dalam bahasa yang dapat dimengerti orang yang tak berlatar-belakang pendidikan filsafat. Belum lama ini, saya mencontohkan, saya menyampaikan ceramah di hadapan sekitar 500 orang warga masyarakat Desa Wabula, di ujung timur Pulau Buton, yang bagian terbesarnya adalah kaum nelayan dan petani. Satu setengah jam saya berceramah, tanpa membuat mereka beranjak dari tempat duduk, dan mendengarkan ceramah itu dengan tekun. Saya berkeyakinan, bahasa komunikasi saya dengan rakyat, Insya Allah, tidak akan sulit dimengerti oleh rakyat.

Saya ditanya juga mengenai pembangunan infrastruktur, terutama ruas jalan tol yang kini tersendat-sendat. Saya katakan, masalah utama pembangunan ruas jalan tol itu terletak pada sulitnya membebaskan tanah, walau sudah ada PP Nomor 36 Tahun 2005. Pemerintah harus menyiapkan sebuah undang-undang tentang penyediaan tanah untuk pembangunan sarana kepentingan umum, kepentingan bangsa dan negara. Masalah pembangunan jalan tol, bukan disebabkan faktor modal. Swasta banyak yang berminat dan bank-bank sedia menyalurkan kredit. Karena itu, yang diperlukan adalah ketegasan Pemerintah dalam mengambil keputusan dan melaksanakannya du lapangan dengan konsisten, sekalipun harus berhadapan dengan gugatan atau tuntutan hukum. Infrastruktur Summit sudah dua kali diselenggarakan oleh Pemerintah SBY, namun pelaksanaannya masih jauh dari apa yang kita harapkan. Ada faktor kelambatan mengambil keputusan –- suatu hal yang juga dikeluhkan oleh Wapres JK – dan tidak jelasnya arahan kepada pejabat birokrasi dan BUMN, sehingga program ini berjalan tersendat-sendat. Hal yang sama terjadi pada tenaga listrik, yang sekarang mulai dirasakan menghambat pelayanan publik dan pembangunan industri.

Saya kira itulah inti pembicaraan dalam Acara Mencari Presiden Alternatif. Saya mohon maaf, saya tidak mengemukakan jawaban Rizal Mallarengeng, yang menurut penilaian saya sangat bagus dalam memberikan tanggapan dan penjelasan. Saya khawatir salah menuliskan tanggapan dan jawaban beliau. Mungkin Rizal juga mempublikasikan pembicaraan malam itu, sehingga setiap orang dapat pula mengakses ke berbagai sumber informasi yang beliau miliki.

Semoga anda manfaatnya.

Wallahu ‘alam bissawwab.

Cetak artikel Oleh Yusril Ihza Mahendra — July 31st, 2008

174 tanggapan untuk “ACARA “MENCARI PRESIDEN ALTERNATIF” DI SCTV”

Pages: « 1 2 3 4 [5] 6 » Show All

  1. cholish (komentar #121)

    Pak ZIM yth maaf bila komentar saya mungkin bapak tidak berkenan, namun yang pasti pak YIM menonjol disaat2 reformasi 1989, meski tidak menonjol2 amat, dibanding dengan tokoh2 lain pada masa itu.

    Pada acara ” Mencarai Presiden alternatif “di TV kebetulan saya juga tidak lihat.

    Ini hanya perasaan saya saja Bapak cocok kalau jadi Wapres, dan Pres-nya misalnya Bapak Wiranto, Bapak SBY, Mega, Prabowo.
    Tapi kalau Bapak yakin, ya ..itu hak WN. semoga negara ini dipimpin oleh orang-orang yang amanah dan mampu membawa bangsa ini bersaing dengan negara maju didunia. Selamat bersaing semoga Allah memilihkan kami pemimpin yang terbaik. amin

  2. Lahardi (komentar #122)

    Pak Yusril,

    Sekiranya nanti diridhoi ALLAH menjadi presiden, apa blog ini masih akan bapak up-date terus?
    Bahagia sekali kan pak… kalau orang Buton seperti saya bisa tetap berkomunikasi langsung dengan presidennya…!

    Oya, kalau nanti-nanti ada acara semisal pemaparan / debat visi misi antar calon presiden di stasiun-stasiun tv, dimana menampilkan bapak di dalamnya, kira-kira saya dan saudara-saudara di Buton bisa dikabari ngga, pak…?
    Hatur nuhun pisan kalau bisa dikabari… (eh, iki ko’ jadi nyarios Sunda ya? hehehe…, tabe di’, pak Yusril…).

    Salam,

    Lahardi / Rahmad
    -anggota Koalisi Nasional Percepatan Pembentukan Provinsi Baru di Sultra-
    (demi cepat terwujudnya Provinsi Buton Raya / Great Buton province / apapun nama yg ditetapkan nantinya)
    mobile: 081 321 86 3210
    email: rhardia@yahoo.com
    http://www.kendariekspres.com/news.php?newsid=5383

  3. Sediarso (komentar #123)

    Asslm. Yth. Pak Yusril, saya sangat menghargai dan mempercayai anda. Ada sedikit komentar saya yaitu bpk kadang-kadang dalam menanggapi sesuatu masih agak emosional, tolong lebih sabar. Tiap orang punya pendapat yang mungkin berbeda, biarkan adanya perbedaan, tetapi sampaikan pendapat dan ide bpk dengan baik agar bisa diterima dan dimengerti. Apabila bpk menanggapinya dengan emosional, bpk akan mudah terpancing atau sengaja dipancing untuk menjatuhkan bpk. Wsslm.

  4. Anwar Sadat (komentar #124)

    Aslkm Bang Yuzril, salam kenal dan salam Perjuangan Partai Bulan Bintang. kalo kredibilitas dan latar belakang bang yuz semua orang sudah tahu, namun gak afdol rasanya kalo saya ta’aruf tanpa memperkenalkan diri, saya Anwar Sadat yang saat ini menduduki jabatan organisasi sebagai seketeris KAPPU PBB DPC Surabaya, semangat dan harapan rekan-rekan semua diSurabaya sangat tinggi terhadap dukungan Bang Yuz Sebagai Calon Presiden yang mampu membawa Perubahan berbasis Syariat Islam di negeri ini.

    saya gak pernah bosen melihat berulang kali rekaman debat politik Bang Yuz di TV ONE beberapa waktu yang lalu, sangat diplomatis. LUAR BIASA! Namun setelah melihat siaran di SCTV bareng Rizal Malarangeng kok saya sedikit kecewa karena pembicaraannya didominasi Rizal, padahal acara tersebut bisa dijadikan ajang Bang Yuz untuk mempromosikan diri. Namun dalam benak saya ingin tanyakan kenapa di Blog bang Yuz menyebutkan bahwa didalam kabinet harus di isi oleh orang-orang yang diluar muslim juga? bukankah selama ini perjuangan partai kita untuk sebuah konstitusi yang mampu memfasilitasi tegaknya syariat dan meg-Explore SDM umat muslim secara maksimal? yang mana selama ini diduduki orang-orang yang kurang dalam menerapkan semangat Nilai-Nilai Islam?

    Sekian terima kasih Bang, Salam dari pak Tamat Anshori. Ohya…….. Bang Yuz kan Diplomatis tuh, Bang Yuz juga perokok berat, gimana kalau rokoknya disponsori wismilak diplomat tuh? HAHAHA……. kalo Abang mau saya gak keberatan buatin proposal ke wismilak. Haha…… Sekian Bang, Wasalamualaikum.

  5. Purnomo Senja (komentar #125)

    Andaikan Kalimat “Dunia Dalam Berita” dapat kita rubah menjadi “PBB Dalam Berita”

    MASIH ISLAMKAH PBB ???

    DAFTAR CALEG SEMENTARA DPRD SUMUT

    Melalui Media Koran Harian Waspada, Sabtu 27 September 2008 kami mendapatkan laporan DCS DPRD SUMUT dari Partai Bulan Bintang. Kami mengajak Rekan-rekan simpatisan, kader dan para pejuang Syari’at Islam di PBB untuk benar-benar mempertimbangkan keabsahan dan kelayakan para DCS tersebut sebelum menjadi Bumerang bagi kita semua.

    Untuk Daerah Pemilihan Sumatera Utara XI (Langkat & Binjai) :

    1. Kevi Novlianhar, ST (Sang Bendahara KAPPU PBB SUMUT yang menjadi salah satu aktor pencetus dan pelaksana RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN di saat Ketua KAPPU PBB SUMUT mendapat musibah dengan meninggalnya Almarhum Bang Imad di Jakarta. Diapun BELUM ADA memberikan kontribusi Positif apapun terhadap DPC PBB Langkat selama ini).
    2. Ferry Suando Tanuray Kaban, SE (Inilah sosok KEPONAKAN Ketua Umum PBB (MS. KABAN) yang sama sekali tidak pernah berkecimpung di DPC LANGKAT dan diapun tidak berdomisili di Binjai alias sudah selalu menetap di Jakarta. Namun, aktor-aktor pencetus RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN berusaha mati-matian memperjuangkan Sang Ponakan Ketua Umum ini untuk diletakkan di Nomor Urut 2 yang mungkin dengan maksud untuk mendapatkan simpati khusus dari Ketua Umum. TIDAK ADA setitikpun KONTRIBUSI yang sudah pernah ia lakukan di DPC LANGKAT, tapi dia berhasil mencapai pada Puncak Nomor Urut 2 dengan diadakannya RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN tersebut. Dan kamipun yakin PENGURUS DPC PBB Langkat tidak banyak yang kenal dengannya, konon lagi masyarakat Langkat ! Akankah Partai Bulan Bintang yang merupakan Partai ISLAM dan memperjuangkan Tegaknya Syari’at Islam di Nusantara ini berubah menjadi PARTAI KKN ??? ).
    3. Drs. H. Abdullah Abdul Rahim (Sang Ketua KAPPU PBB SUMUT yang juga sebagai PENDIRI DPC PBB Kab. Langkat inilah yang DIZHOLIMI oleh aktor-aktor pencetus RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN sehingga menempatkan KETUA KAPPU PBB SUMUT pada urutan Nomor 3. Anehnya, salah satu alasan dari para aktor RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN tersebut adalah disebabkan adanya Stiker KETUA KAPPU ini yang memaparkan SLOGAN : “BERANI MENGATAKAN BENAR DI HADAPAN PENGUASA YANG DZOLIM”. Para aktor tersebut menilai SLOGAN tersebut akan membahayakan bahkan dapat menghancurkan CITRA PBB SUMUT, sehingga MEREKA berusaha mengadakan RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN yang dimamfaatkan di saat-saat sang KETUA KAPPU ditimpa musibah dengan meninggalnya Almarhum Bang Imad di Jakarta. Ironisnya lagi, hasil RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN tersebut dinyatakan SAH oleh KETUA UMUM DPW PBB SUMUT dan SEKRETARIS UMUM DPW PBB SUMUT walaupun hasil keputusan RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN tersebut TANPA dibubuhi tanda tangan dari Ketua KAPPU PBB SUMUT).

    Untuk Daerah Pemilihan Sumatera Utara I (Medan) :

    1. Ir. Bustinursyah,MSc,IAI (Salah satu aktor pencetus RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN ini SUDAH kalah dalam Rapat Skoring sehingga dia berada di nomor urut 2 di bawah Drs. H. Fuad Helmi Lubis. Namun, dengan RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN ini dia mendapat kenaikan peringkat ke nomor urut 2 dengan alasan Drs. H. Fuad Helmi Lubis dalam rapat harian DPW PBB mengalah menjadi no urut 2 dan memberikan kesempatan kepada Ir.Uca secara tiba-tiba. Padahal pada Rapat Skoring Drs.H.Fuad Helmi Lubis sangat ngotot untuk mendapatkan nomor urut 1. Ir. Uca adalah MANTAN Sekretaris DPW PBB SUMUT yang dicopot jabatannya karena telah memukul salah satu Kader DPC PBB SUMUT dan digantikan oleh Irwan Hasibuan)
    2. Drs. H. Fuad Helmi Lubis (Salah satu CALEG yang DIZHOLIMI oleh RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN sehingga memaksakan dirinya untuk mengalah demi membesarkan partai. Walaupun nilai skoring dan hasil Rapat Skoring sebelum sudah menetapkan dia pada posisi nomor urut 1. Aneh tapi benar-benar nyata !!!)

    Untuk Daerah Pemilihan Sumatera Utara II (Deli Serdang) :

    1. Marasutan Ritonga,S.Ag (Dia juga merupakan salah satu aktor RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN yang berhasil naik peringkat menjadi nomor urut 1. Padahal hasil skoringnya lebih rendah (14,8) dan berada di bawah Indra Syafi’i, SE (14,9). Dengan bantuan Ir.Uca yang langsung menetapkan dia menjadi nomor urut 1 dan Indra Syafi’i, SE menjadi nomor urut 2 dengan alasan Indra Syafi’i, SE selalu gagal dalam menjalan tugas sebagai KETUA Partai Bintang Bulan)
    2. Indra Syafi’i, SE (Dia juga merupakan salah satu CALEG yang DIZHOLIMI oleh Rapat SILUMAN KAPPU DADAKAN. Walaupun nilai skoringnya lebih tinggi dibanding Marasutan Ritonga,S.Ag, namun ia tetap diletakkan diposisi nomor urut 2. Diapun sempat berusaha dengan usulan dilakukan voting suara. Namun, usulan tersebut sama sekali TIDAK DIINDAHKAN oleh Ir.Uca dikarena Ir.Uca tidak menyukai Indra Syafi’i, SE. Apakah cara seperti ini telah menunjukkan cara yang Islami ? Pantaskah PBB di SUMUT bisa kita kategorikan ke dalam Partai Islam yang akan menegakkan Syari’at Islam di Nusantara ??? Mungkin Marasutan Ritonga dengan gelar S.Ag nya dapat menjawab dengan disiplin ilmunya. Semoga saja !)

    Untuk Daerah Pemilihan Sumatera Utara VI (Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padang Sidimpuan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara) :

    1. Irwan A. Hasibuan,SE,Msi (Ini juga menjadi salah satu aktor RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN yang memamfaatkan jabatannya sebagai Sekretaris DPW PBB SUMUT. Dia telah menyebabkan Wakil Sekretaris DPW PBB SUMUT yaitu Baginda Hasibuan keluar dari PBB. Irwan memamfaatkan statusnya sebagai Sang Sekretaris DPW PBB SUMUT untuk mendapatkan nomor urut 1, PADAHAL Baginda Hasibuan mendapatkan NILAI TERTINGGI pada Rapat Skoring. Karena kecewa, Baginda Hasibuan akhirnya mundur dari PBB dan mengatakan Irwan tidak layak mendapat nomor urut 1 dengan nilai skoring yang didapatnya. Ternyata pergantian Sekretaris DPW PBB SUMUT yang sebelumnya dipegang kendali oleh Ir.Uca dan digantikan oleh Irwan Hasibuan ini TIDAK MEMBUAHKAN hasil positif bagi DPW PBB SUMUT)
    2. Baginda Hasibuan, SE,Msi (Dia adalah salah satu korban dari RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN yang sempat mengancam mundur dari PBB. Namun, kami belum tahu perkembangan terakhir dari ancaman mundur Baginda Hasibuan akibat kekecewaan atas penentuan nomor urut yang tidak Islami ini. Sedikit informasi bahwa Baginda Hasibuan telah melakukan sosialisasi dan penggalangan massa sampai ke akar rumput, namun usahanya tersebut dimentahkan oleh aktor-aktor RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN yang kelihatannya HAUS akan nomor urut pertama)

    Dibeberapa Daerah Pemilihan lainnya banyak sekali keganjalan-keganjalan yang kami temukan sehingga sama sekali TIDAK MENCERMINKAN PBB sebagai Partai Islam yang akan memperjuangkan Syari’at Islam. Di antaranya yaitu pada DAPIL V yang membuktikan bahwa Ir. Uca dan Irwan Hasibuan yang sudah mengetok dan mengesahkan nomor urut berdasarkan hasil skoring tiba-tiba PLIN-PLAN dan TIDAK KONSISTEN terhadap hasil tersebut karena adanya ancaman mundur dari salah satu CALEG yaitu Lahmuddin Ritonga,S.Ag. Kemudian pada DAPIL X Ir. Uca menempatkan ISTRI TERCINTAnya di nomor urut 1. Mungkin saja Ir. Uca ingin menjadikan PBB ini merupakan Partai Keluarga ataupun Partai Suami Istri)

    Wahai rekan dan sahabat seperjuangan, akankah KEDZOLIMAN ini akan kita biarkan terus … ??? Sampai kapan kita tetap tinggal diam dengan Kedzoliman yang ada di depan mata kita ? Seperti kata pepatah : Lalat di seberang laut kelihatan sedangkan Gajah di depan mata tak terlihat. Sedih dan sangat prihatin sekali jika kita melihat ke dalam tubuh PBB yang sudah dibungkus oleh Slogan PENEGAKAN SYARI’AT ISLAM ini. Mungkinkah PAK YUSRIL ataupun PETINGGI-PETINGGI PBB lainnya akan tergerak hatinya untuk memperbaiki keadaan internal partai yang BUSUK ini ? RENUNGKANLAH dengan hati nurani kita yang paling dalam, sehingga kita dapat diketuk oleh akal sehat yang jernih untuk berusaha merubah KEBOBROKAN ini. Janganlah kita menjual AYAT-AYAT ALLAH hanya untuk kepentingan-kepentingan sesaat kita. Ingatlah AMANAH yang telah Allah berikan kepada kita, yaitu pengemban AMANAH sebagai KHALIFAH di muka bumi. Ingatlah LANDASAN HIDUP KITA (AL-QURAN dan HADITS) !! Dengan keadaan ini, mampukah PBB menjadi nomor satu di PEMILU 2009 ??? Dapatkah Bapak PROF. YUSRIL IHZA MAHENDRA duduk di kursi RI-1 dengan perjuangan kader-kader PBB seperti yang ada di SUMUT ???

    Satu pertanyaan terakhir dari kami, Apakah keadaan di SUMUT ini terjadi juga di PBB DAERAH-DAERAH lainnya di Nusantara RI ? Insya Allah tidak….Insya Allah tidak….Insya Allah tidak !!! Amiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin….

    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
    Hormat Kami,
    Purnomo Senja
    Pangkalan Susu-Langkat-SUMUT

  6. Baren (komentar #126)

    Assalammualaikum Pak Yusril,

    Wah..firstly saya mau bilang..”Nice Blog”, saya baru tau malam ini dari teman saya, kalo Pak Yusril punya blog, padahal Pak Yusril sudah memulainya dari tahun 2007, waahh..saya ketinggalan moment rupanya. Begitu saya baca beberapa isi blog Pak Yusril, saya awalnya ragu, apakah komen saya nanti bisa dianggap intelektual, karena saya sering berbicara apa adanya..jadi sebelumnya saya minta maaf kalo ada komen saya yang tidak berkenan.

    Back to topic, mengenai calon presiden yang akan datang, saya pribadi sebenarnya ingin sekali punya presiden yang berwawasan politik luas dan berwibawa, saya tidak akan menyudutkan atau menjelekan kepemimpinan Presiden kita yang saat ini atau yang sudah-sudah. Yang saya tau pasti jadi Presiden itu tidaklah mudah, memimpin suatu negara,beratus-ratus juta rakyat Indonesia dan sekian banyak masalah negara, adalah suatu perjuangan sendiri. Malah kadang saya suka kesal sendiri, ketika Presiden kita, ada melakukan hal-hal yang tidak berkenan, langsung saja di demo, minta diturunkan…pernah saya bertanya kepada salah satu mereka yang berdemo …”Kalo presidennya diturunkan, siapa yang mau gantiin?”, kata saya, lalu orang itu menjawab;”ya..siapa aja, yang jelas presiden sekarang harus diganti karena…bla..bla..bla”, waduh..males benar saya dengar jawabannya, ini orang cuma bisa teriak tapi tidak bisa kasih solusi, memang itu warna dari demokrasi, tapi apa penerapannya seperti itu…”Dia tidak tau kalo jadi presiden itu susah”, kata saya dalam hati sambil meninggalkan orang itu.

    Terus terang, saya cinta Indonesia, saya lahir di Indonesia, saya besar di Indonesia, dan kalo perlu saya mati untuk Indonesia yang tercinta, hal yang paling memprihatinkan untuk saya, Indonesia lemah sekali di bidang Pertahanan dan Keamanan negara. Punya pesawat tempur F16, tapi bagai “Elang tak bersayap”, giliran Amerika lagi ‘ngambek’ sama Indonesia, langsung kita kena embargo militer, akhirnya kita beli Sukhoi, keadaanya hampir ’sebelas-duabelas’ dengan F16, untungnya dengan negara asalnya tidak ada istilah embargo militer,tapi kita beli pesawat kosong,tidak ada persenjataan, tidak ada alat navigasi (kalo terbang mesti dikawal sama F16 biar tidak nyasar), itupun beli pesawatnya mesti tarik urat syaraf dulu dengan DPR. Belum kejadian tank ampibi marinir kita yang tenggelam saat latihan, terus yang sempat heboh juga mengenai pesawat dan kapal perang negara tetangga yang seenak udelnya wara wiri di wilayah Indonesia. Itu membuktikan bahwa kita lemah sekali di bidang militer.

    Saya berharap sekali, jika Pak yusril terpilih sebagai Presiden RI pada periode mendatang, kiranya Pak Yusril bisa memperhatikan di bidang Hankam ini. Dan lebih mempersenjatai angkatan bersenjata kita, agar Indonesia lebih berwibawa di mata internasional dan di kawasan Asia Tenggara khususnya, ada pepatah perang bilang “Kalo kita siap untuk berdamai, maka kita harus siap untuk berperang”. Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia tapi mempunyai armada kapal perang yang sangat memprihatinkan, begitu luasnya wilayah Indonesia tapi tidak bisa dijaga keamanannya, akankah pulau-pulau yang ada di Indonesia satu persatu diambil alih oleh negara lain, dimana harkat dan martabat bangsa ini?Pernah saya mendengar isu, ketika kapal perang kita sedang patroli di perbatasan sulawesi dan Philipina, kapal perang kita kena ‘jam’ , seluruh peralatan elektronik tiba-tiba mati semua, dan mereka bilang kalo “Uncle Sam lagi lewat dibawah”, duh..enak bener tuh kapal selam Amerika jalan-jalan di perairan Indonesia, sebuah kapal selam paling mutakhir, bertenaga diesel dan anti radar bisa dengan tenangnya lewat di Indonesia, Saya harap nanti Pak Yusril bisa lebih tegas juga untuk hal-hal yang berhubungan dengan pertahanan dan keamanan negara, tidak usah perdulikan DPR, mereka teriak cuma buat kantong mereka sendiri, bukan untuk rakyat (mereka lebih mementingkan anggaran untuk beli laptop anggota DPR daripada beli kapal perang). Paling tidak peningkatan pertahanan dan keamanan negara menjadi agenda penting untuk Pak yusril selain pembangunan perekonomian negara, mengenai prioritasnya saya percayakan kepada Pak Yusril, karena saya yakin Pak Yusril mempunyai wawasan politik yang luas.

    Saya kira demikian dulu dari saya, sekali lagi maaf kalo ada tulisan saya yang tidak berkenan atau ada salah dalam penulisan kata. Saya cinta Indonesia, saya tidak ingin lagi ada wilayah Indonesia yang hilang, karena kita merupakan negara kesatuan Republik Indonesia. Mari kita bersama-sama mempertahankan keutuhan bangsa dan negara kita tercinta ini.

    May Allah always with Indonesia….Wassalamualaikum wr wb

  7. addiehf (komentar #127)

    Siapa dan dari latar belakang apa maupun tua atau muda Presiden Indonesia nanti saya harap bisa membangkitkan negeri ini dari keterpurukan dalam segala bidang……..

  8. yusron (komentar #128)

    Pak Yusril
    tolong tertibkan web adik bapak
    yg memuat gambar2 animasi tidak senonoh,
    ini bisa jadi tendensi buruk di masyarakat mengenai anggota DPR…..

    http://yusronihza.com/2008/05/23/problema-kebangsaan-1-“coitus-interuptus”-pemberantasan-korupsi/

    http://yusronihza.com/2008/04/18/problema-kebangsaan-gejala-kejiwaan-“socio-sadomasochisme”/

  9. Ulfian Hamdani (komentar #129)

    semoga Allah SWT mengabulkan segala harapan kita ya bang Yusril…

  10. Fakhruddin Halim (komentar #130)

    Bung Yusril, saya sependapat dengan kerisauan bung tentang penanyangan acara “Mencari Presiden Alternatif” di SCTV. Pertanyaannya kenapa acara tersebut tidak ditayangkan pada saat ketika semua orang dengan mudah dan santai menontonnya.
    Barangkali inilah kualitas dan cara pandang para praktisi pertelevisian nasional. Yang acara sepenting itu malah hanya dijadikan sekedar pelengkap. Saya juga risau dengan acara-acara televisi yaqng hari ini kebanyakan sangat-sangat tidak mendidik. PAdahal opini yang disampaikan lewat media massa terutama televisai sangat mempengaruhi tingkah laku para penontonnya?! lalu beginikah cara kita membangun peradaban? Beginikah cara kita menjemput masa depan?

    Ini serius! Dan harus menjadi perhatian semua pihak. Banyak gagasan atau ide-ide segar yang harusnya dituangkan dalam berbagai bentuk kreatifitas. Dan tentunya yang mendidik dan beradab. Tapi itu semua hanya ada dalam angan kita. Hari ini terutama dunia pertelepvisian telah menabuh genderang membangun peradaban pornografi dan kekerasan.
    Yang dibangan adalah peradaban bagai mana ank berlaku kurang ajar pada guru. Kurang ajar pada orang tua. Bagimana anak-anak kita diajarkan melakukan adengan seks dan pelecehan!

    Bung Yusril, saya secara langsung pernah bertemu dengan bung, di Gedung Hamidah Pasngkalpinang, beberapa bulan yang lalu. Sewaktu acara PBB. Saya bukan warga PBB. Tapi sebagai sesama saudara dan orang yang ingin membangun peradaban ini dengan baik, duni pertelevisian ini harus menjadi prioritas untuk dibenahi.

  11. Ridho (komentar #131)

    Pilih presiden yang masih mudahsaja. kalau presidennya sudah tua malah gak bagus pak. jangan-jangan mudah lupa.

  12. benny pardede (komentar #132)

    Pak Yusril, kapasitas anda sebagai calon pemimpin telah gagal. Pada pemilu 1999 anda telah menunjukkan bahwa anda tidak mampu memimpin. pengunduran diri anda pada saat itu adalah pengkhianatan politik. Ketika kandidat yang lain anda rugikan dengan mencalonkan diri anda, kembali anda merugikan kandidat yang lain dengan mengundurkan diri. Pecundang seperti anda tidak pantas memimpin negara ini.

  13. benny pardede (komentar #133)

    Pak Yusril, kapasitas anda sebagai calon pemimpin telah gagal. Pada pemilu 1999 anda telah menunjukkan bahwa anda tidak mampu memimpin. pengunduran diri anda pada saat itu adalah pengkhianatan politik. Ketika kandidat yang lain anda rugikan dengan mencalonkan diri anda, kembali anda merugikan kandidat yang lain dengan mengundurkan diri. Calon pemimpin seperti anda tidak pantas memimpin negara ini.

  14. Anto (komentar #134)

    Asl Wr. Wb.
    Bung Yusril yang saya hormati, jujur saya adalah pengagum gagasan & pemikiran anda sejak menyaksikan berita di TV atas pengukuhan anda sebagai guru besar di Universitas Indonesia sekitar 10 tahun yang lalu, khususnya pidato anda tentang Amandeman UUD ‘45 , sehingga sejak saat itu dalam 2 Pemilu terakhir (1999 & 2004) saya selalu memilih PBB, tapi sayangnya suara PBB di daerah saya (Lenteng Agung, Jakarta Selatan) minim sekali, padahal pada Pemilu 1999 nama anda cukup populer dan perolehan suara PBB juga bisa melebihi PKS (PK) pada saat itu, dan beberapa kali saya sempat ingin bersilaturahmi ke anda, saya datang ke DPP PBB di Matraman Jakarta Pusat, tapi anda sedang tidak di tempat & salah seorang staff Adm anda memberi saya buku saku berwarna hijau “tentang debat” di TV dan beberapa sticker PBB, saya juga sempat menyaksikan debat terbuka di UI Salemba tahun 1999, saya ingat pada saat itu anda begitu brilian, tapi pada Pemilu 2004 saya kecewa karena perolehan suara PBB kian menurun, menurut saya proses kaderisasi partai kurang efektif dibanding PKS, menurut saya jika PBB ingin menjadi besar apalagi peta persaingan politik 2009 sangat ketat sebaiknya sosialisasi PBB atas kaderisasi harus ditingkatkan, demikian saya sampaikan semoga kearifan sikap anda sudi membalas komentar saya ini, thanks & Wassalam

  15. nelwati (komentar #135)

    Saya berdoa agar YIM terpilih untk Presiden mendatang,disamping anda orang nya ganteng,anda penuh wibawa dan peduli kepada siapa saja.jujur saya berkata,saya juga caleg di PBB medan.untuk ini marilah kita sama sama berdoa agar YIM terpilih,semoga ALLAH meridhoi,Amiiiiiin.

  16. Basuki (komentar #136)

    Kami sejak PBB tampil di republik ini selalu mencoblosnya, tapi di th ini, kami tidak pernah di datangi oleh petugas,dan kami dalam pilkada pun tidak pernah mencoblos karena tidak ada petugas yg mendata saya dan istri. saran saya kepada para caleg dari PBB supaya ada greget kepada konstituenya selalu mengawasi apakah kostituenya telah terdaftar sebagai pemilih,kalau belum para caleg harus dg segera mengurus konstituen yg belum terdaftar sbg pemilih, jangan disiasiakan suara ini ,terimakasih. wassalam.

  17. isbandiono (komentar #137)

    Undang-2 Pilpres sudah disyahkan ,minimal seorang capres/cawapres harusmendapatdukungan 20% korsi. Dari hitungan sangat sederhana saja sangat sulit bagi PBB untuk mencalonkan YIM sebagai RI 1.Memang masih terdapatr kemungkinan-2 masih dapat mengajukan tetapi melalui lembah dan ngarai yang berliku. Saya lihatnya pragmatais saja. . Diperkirakan Golkar dan PDIP dengan berkoalisasi dengan partai lain dapat mengajukan calonnya. Apabila kedua partai tersebut maju sendiri sendiri kemungkinan Partai Demokrat bersama partailain akan maju dan kemungkinan satu pasangan lagi kemungkinan PKS dengan yang lainnya. Pemenangnya tergantung pada pasangan Cawapresnya. Apabila Golkar dan PDIP berkoalisi ,diperkirakan yntuk menghadapi pasangan ini partai lainnya akan bersatu dengan SBY/cAWAPRESNYA,

    Dengankondisi iniakantimbulpertanyaan kemana suara PBB akan disalurkan.Menurut saya tergantung kepadapasangan mana yang kiranya dapat melakasanakan visi danprogram partai.

    Menurut hemat saya yang harus dicapai untukterlaksananya programpartai adalahL

    Pertama meningkatkan suara PBB sehingga dapat berperan lebih banyak dalamperpolitikan nasional.
    Kedua memperkuat persatuan diantara partaiIslam dan berbasisIslam , buang jauh-2 egosime kedepankan kepentingan ummat,
    Kalau mereka bersatu dengan mengajakkoalisi dengan partai lain dapat mengajukan capres/cawapresm untukcalaonnya pilih yang paling berkualitas dab verkomitment terhadap perjuangan Ummat tidak perlu dari partai besar atau kecil bahkankalau perlu darifihak non partai.
    Ketiga khusus YIM kemungkinan bisamajumelalui koalisi ini dan kalaupun tidak untuk pilpres berikutnya masih ada kesempatan,Jangfan membuang energi dan biaya yang tidak,lebih baik fokuskan perjuangan untuk membesar PBB dan mempererat persatuan dianata partai Islamdan berbasis Islam.
    Insya Allah saya akan mencoblos No/: 27 padapemilu yad,

  18. syaiful (komentar #138)

    Assalamualaikum Wr. Wbr.

    Saya sebagai Pengurus Partai Bulan Bintang Kota Pekanbaru saya mendukung Bapak mencalon kembali sebagai Presiden RI. mudah mudahan pada periode ini kita dapat meraihnya. Amiin. maaf saya juga sering mengutip tulisan Bapak untuk saya tulis kembali di BLOG saya. Bapak juga dapat mengunjungi BLOG saya di http://syaiful-pbb.blogspot.com

  19. Tyty (komentar #139)

    Assalam Wr Wb, Abangnda Yusri.. Maju terus..semoga PBB dapat meraih kemenangan berkat doa kita bersama, karena niat kita untuk kepentingan regenerasi Bangsa…Jangan Mundur terus kemajuan ini…Jangan Biarkan Rakyat Sengsara dan Menangis Lagi Karena Masih ada yang kurang Gizi diplosok2 tahan Air….. Karena Bangsa kita Bangsa Yang Kaya..Kaya Aset dan Kaya SDMnya..PBB adalah untuk Umat yang cinta damai dan kedamaian dengan hukum2 yang sudah ditetapkan Allah SWT untuk menjalankan Syariat Yang Diamanahkan pada umat Islam khususunya dan untuk segenap masyarakat yang mencintai kedamaian dan silaturahmi antar umat yang saling bertoleransi dengan kasih sayang.

    Abangda Pakar Hukum Tata Negara..Kelola dan Bangkitkan kembali Aset2 Bangsa ini bersama keinginan PBB untuk Memperjuangakan Syariat Islam yang sudah menjauh dari hati orang2 islam sendiri. Semoga Perjuangan Abangda dan PBB akan semakin berkibar di pemilu 2009 nanti..dengan munculnya kasus yang membawa2 nama Pak Ketum MS.Kaban yang sampai saat ini tdk ada bukti yang sahih seperti penciptaan atas fitnah2 Semoga… diampuni oleh yang maha kuasa , ..hanyalah proses untuk membuka tabir kebenaran…bahwa banyak yang ingin mengibarkan nama harum PBB Kembali dengan membuka tabir untuk yang benar dari kebenaran itu sendiri …n kami selalu berdoa untuk kejayaan PBB-27 dan juga abangda dapat maju jadi Presiden..The Real Presiden … Pembelajaran diera politik yang semakin jaya untuk PBB-27 karena dengan Doa dan Dukungan atas kesiapan abangda yang sudah memiliki kematangan dan kesiapan Kader - kader lain dari Partai Bulan Bintang yang siap mengeluarkan Kader Terbaiknya Abngnda Yusril Untuk Maju Memimpin Bangsa . Amin Ya Robb..

  20. Bang Cepi (komentar #140)

    wah bang…saya tertarik sekali dengan ungkapan abang “pemerintah yang baik, adalah pemerintah yang sesedikit mungkin memerintah” artinya pemerintah harus lebih banyak berfikir, bertindak, dan membuat kebijakan dengan tidak mengganggu kenyamanan rakyatnya….he he he

    tapi yang jelas,,abang itu semakin tua semakin jadi….dan pengalaman abang adalah guru terbaik yang bisa membawa arah masa depan bangsa sesuai dengan keinginan rakyatnya..bukan keinginan presidennya…

  21. rijal fadhillah (komentar #141)

    assalam…secara pribadi saya senang kalau bapa yusril ikut dlm pencalonan presiden.semoga sukses dan dapat merealisasikan syariat islam di negri ini dengan baik dan benar.piagam jakarta mutlak harus kita perjuangkan”..hambatan dan rintangan pasti selalu menerjang..semoga ALLOH SWT..memberi kekuatan pada pejuang syariat islam…AMIN..

  22. m. fikri talabuddin (komentar #142)

    Ass,wr,wb. mohon maaf pa, saya salah satu mahasiswa fakultas hukum Universitas Khairun Ternate Provinsi Maluku Utara, dari berbagai artikel dan opini bapak yang saya baca, berbagai macam temuan wawasan yang saya dapatkan, negri indonesia banyak manusia pintar, namun dari semuanya tidak memiliki naluri kebenaran. keyakinan saya, ketika bapak di tuduh dalam kasus korupsi kemarin, dari alur kasus yang saya temui, bapak bijak dalam menaggapi opini publik yang kian sadis, kekaguman saya terhadap diri bapak, bukan baru kali ini, dari semenjak saya SMP kelas 1 sampai saat ini.

  23. rudi chaerudin (abu fathan) (komentar #143)

    Assalamu’alaikum Wr Wb..
    Bang Yusril,

    Saya adalah salahsatu kader PBB di Kota Bandung yang telah berjuang bersama rekan-rekan lain di sini semenjak tahun 1999, saat itu saya masih menjabat komandan Brigade Hizbullah Kota Bandung (saya pula yang senantiasa menjadi protokoler kunjungan abang di Kota Bandung). Sekarang saya menjabat sebagai ketua PAC PBB Kec. Kiaracondong Kota Bandung.

    Perlu abang ketahui, mengingat hiruk pikuk permasalahan pencalegan di Daerah Pemilihan kami (DP4), akhirnya saya mengundurkan diri dari pencalonan saya mengingat ada salah satu calon yang merasa paling berhak mencalonkan diri di daerah kami meski bukan putra daerah dan yang bersangkutan sangat berkeinginan menjadi no urut satu.

    Saya berharap pengunduran diri saya dari pencalonan anggota legislatif di DP 4 Kota Bandung dapat dimaklumi dan dipahami oleh para konstituen di akar rumput, mengingat dari pemilu 1999 hingga 2004, suara PBB di DP kami senantiasa lumayan besar dibanding daerah lain, meski akhirnya pada pemilu 2004 kami gagal menghantarkan Ketua DPC PBB Kota Bandung saat itu H. Emi Klanawidjaja (sekarang caleg DPR RI DP Sumedang Subang Majalengka) menjadi anggota legislatif DPRD Kota Bandung periode 2004-2009.

    Tapi percayalah, perjuangan kami dan rekan-rekan disini untuk membesarkan partai tidak akan berhenti sampai disitu, bagi saya pribadi menjadi atau tidak menjadi anggota legislatif bukanlah satu-satunya cara menyalurkan aspirasi ummat, dan bukan pula sarana untuk mencari nafkah (maaf, gaji saya di salahsatu BUMD di Kota Bandung juga alhamdulillah lebih dari cukup untuk menafkahi keluarga). Akan tetapi, kepada ketua majlis syura’ DPP PBB ini saya memohon ijin untuk memaksimalkan perjuangan kami dan rekan-rekan disini hanya untuk pemenangan partai di tingkat pemilu DPR demi menyelamatkan PBB lulus dari electoral treshold yang dihitung berdasarkan raihan suara di tingkat pusat. Sementara suara kami untuk tingkat Propinsi apalagi untuk tingkat Kota kemungkinan besar akan kami lepas dengan alasan kami khawatir bahwa suara yang kami berikan hanya akan memperberat kami di yaumul hisab tatkala dimintai pertanggungjawaban di hadapan Alloh SWT, mengingat caleg yang ada saat ini (terutama untuk Kota Bandung di DP kami) menurut pandangan kami sungguh tidak layak secara moral dengan banyaknya indikasi intrik dan manipulatif dalam proses pencalonan. Sungguh kami khawatir, apabila mereka pada akhirnya terpilih terlebih karena ada kontribusi suara dari kami, dalam perjalanannya menanggung amanah sebagai anggota legislatif akan sama prosesnya ketika mereka meraih posisi no urut sebagai mana dipaparkan diatas.

    Itu kiranya yang dapat disampaikan oleh kami, dan semoga Alloh SWT senantiasa meridhoi dan menganugerahkan hidayah dan inayah-Nya kepada para pejuang Islam yang tulus demi izzul islam wal muslimien. Amien
    NB: Khusus untuk pencalonan abang sebagai capres 2009, kami bersedia berjuang habis-habisan atas ridho Alloh SWT. Semoga Bulan Bintang semakin jaya.. Dukung terus PBB dan Persib Bandung..he..he..Insya Alloh sampai!

  24. ikhwan MS (komentar #144)

    jujur doi adalah bapak tata negara yg plg cool bizz yg pernah ada….
    saran dari saya mungkin kakanda juga rajin2 lah sapa anak mahasiswa….
    soalnya kami mahasiswa UNHAS pengen banget ketemu pa lagi bertukar pikiran dan mendapatkan pencerahan dari kakanda yang tampan inii….@@@@@@@@@
    ikhwan MS> (Forum pemuda Dan Mahasiswa Bersatu)

  25. mr.darus (komentar #145)

    ANDA LAYAK JADI PRESIDEN PAK YUSRIL..DAN ANDA HARUS JADI PRESIDEN..SAYA SANGAT YAKIN ANDA BISA MEMIMPIN INDONESIA…SINAR KAN NEGARA MU YG SUDAH TERPURUK INI DNGAN KATA2,ILMU DAN SIKAP MOE..!!!!!

  26. ricky (komentar #146)

    masih jadi mentri aja semua kader pbb korupsi semua termasuk anda pak yusril
    gimana kalo anda jadi presiden ntar habis semua harta negara ini jadi bancakan sama PBB
    nyesel saya milih PBB dulu

  27. ricky (komentar #147)

    UNTUK SEMUA KADER DAN SIMPATISAN PBB SADARLAH KALIAN
    PEMIMPIN KALIAN YANG SOK GEMBAR-GEMBOR SYARIAT ISLAM
    YANG PADA KORUPSI ( PAK YUSRIL DAM MS KA’BAN ) . ISLAMKAN
    DAN SYARIATKAN DIRI KITA DAN KELUARGA KITA DULU, SURUH TUTUP AURAT ISTRI DAN ANAK2 KITA
    ( TERUTAMA ISTRI PAK YUSRIL YANG TERHORMAT ) BARU NGOMONGIN SYARIAT ISLAM.

    SAYA HERAN BILA ADA YANG MENYAMAKAN PAK YUSRIL DENGAN UST. M NATSIR RAHIMAHUMULLAH
    TENTUNYA KEDUANYA AMAT SANGAT JAUH BILA DISAMAKAN DARI SEGI APAPUN.

  28. robert (komentar #148)

    saya rasa sudah saat nya bang yusril maju dan memberi pencerahan atas kondisi pendidkan dinegara kita sebagai kaum intelektualyang terpanggil untukmembenahi kondisi bangsa ini dan saya harapkan anda lebih memperhatian budaya penelitian di lingkungan kampus maupun di masyarakat terimasih

  29. muslim (komentar #149)

    buat saya yang paling cocok presiden PANJI GUMILANG …… Buktikan saja …… lihat hasil yang telah dikerjakan….amien

  30. Wisnu Wardhana SCS (komentar #150)

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.

    Pak Yusril,
    Sangat bangga rasanya bekas guru dan ustadz kami semua kemudian ingin mencalonkan jadi Prseiden RI, ada satu usulan untuk Abang, secara konstitusional calon Presdiden kan harus sehat wal afiat karena Presdiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan memiliki tugas dan tanggung jawab yang maha berat. Seiring dengan tugas yg begitu berat mohon Abang bisa mengurangi merokok dan minum kopi, saya prihatin membaca majalah tempo yg terakhir disebutkan bahwa Bang yusril harus minum kopi sampai 10 cangkir untuk sebuah tanya jawab dengan kejaksaan, wah itu lho cafeinnya apa ngga menjadi masalah serius buat ginjal dan nikotin (rokok) apakah tidak mengganggu paru2 Abang. Jangan2 nanti waktu ada pemeriksaan medical check up untuk the candidates for the real President anda gagal melaluinya,……terima kasih.
    Wassalam,

Pages: « 1 2 3 4 [5] 6 » Show All

Punya pendapat? Sampaikan pendapat Anda