|

PENAYANGAN LAKSAMANA CHENG HO

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

IMG_2949Seperti telah diberitakan sebelumnya Film Serial Laksamana Cheng Ho telah ditayangkan episode pertamanya di Metro TV malam minggu yang lalu. Selanjutnya film serial ini akan mengudara setiap malam minggu pukul 21.30 WIB. Beberapa stasiun televisi lokal juga ada yang merelay siaran Metro TV, sehingga mereka yang tidak memiliki parabola atau berlangganan TV kabel di berbagai daerah yang tak terjangkau siaran, dapat pula menyaksikan tayangan fim ini. Makin banyak yang menyaksikan, bagi saya akan makin bagus. Insya Allah, dvd film serial ini juga akan diproduksi, usai tayangan tiap episode di Metro TV. Dengan demikian, mereka yang tidak sempat menonton televisi, dapat menyaksikannya melalui DVD di tempat masing-masing.

Promosi film serial ini telah dilakukan baik oleh Metro TV maupun oleh produser. Saya menyaksikan beberapa iklan yang muncul di harian ibu-kota. Metro TV juga menayangkan iklan pemutaran film ini. Acara Kick Andy juga secara khusus menampilkan beberapa pemain film ini, khususnya artis dari negeri kita sendiri, yakni Slamet Rahardjo, Nurul Arifin, Betharia Sonata dan saya sendiri. Artis China, Hong Kong dan Thailand yang juga memainkan peranan penting dalam film serial ini, tak sempat dihadirkan. Maklumlah mereka tinggal di negara mereka masing-masing. Mereka juga tidak pandai berbahasa Indonesia, sehingga sulit juga untuk tampil dalam acara Kick Andy. Namun sebagai promo, saya kira, apa yang dilakukan melalui acara Kick Andy sudah lumayan juga. Setidaknya para penonton di tanah air, memperoleh informasi mengenai latar belakang pembuatan film ini, serta pesan yang ingin disampaikan melalui kisah yang difilmkan.

Seperti pernah saya kemukakan dalam artikel sebelumnya di blog ini, film serial Laksamana Cheng Ho atau Admiral Zheng He, mengisahkan perjalanan hidup sang laksamana sejak lahir sekitar IMG_2784tahun 1370 Masehi hingga wafat di tahun 1432. Cheng Ho yang nama aslinya adalah Ma He – dalam Bahasa Arab adalah Muhammad Siddiq – lahir dari keluarga Cina Muslim kebanyakan di Provinsi Yunnan, dekat perbatasan Vietnam sekarang ini. Ayahnya yang bernama Ma Hazi atau Haji Ma adalah pemuka sebuah kampung. Dalam situasi yang bergolak Ma Hazi didaulat oleh penduduk sekitar untuk memimpin perlawanan terhadap Kaisar Ming yang kedua, dan beliau tewas dalam sebuah pertempuran. Ma He kecil, sangat sedih dengan kematian ayahnya dan sangat prihatin dengan ibu dan dua adik perempuannya yang ditawan dan akan dibunuh. Sebab itulah, dia merelakan dirinya untuk dikebiri, dengan imbalan ibu dan dua adiknya dibebaskan. Jendral Poh Yu Te yang memimpin pasukan Ming di Yunan, memenuhi permintaan Ma He. Dia dikebiri dan harus ikut menjadi abdi dalem istana. Ibu dan adik-adiknya dibebaskan.

Ma He yang taat menjalankan agama Islam dikenal sebagai kasim – sebutan bagi orang yang dikebiri – yang sangat rajin belajar dan berdisiplin tinggi. Berbeda dengan ayahnya yang berperang melawan IMG_2929Ming, Ma He ikut milisi untuk membela Ming. Karena prestasinya, dia diangkat menjadi pembantu terdekat Pangeran Ming Chui Ti, dan pindah ke sebuah puri – yang belakangan menjadi Kota Terlarang – di kota Beijing. Sejarawan China menyebutkan Ma He sering datang ke Mesjid Niuw Che, mesjid tertua di Beijing yang dibangun oleh dua imam dari Persia yang menyebarkan agama Islam ke China pada abad ke IX Masehi. Mesjid Niew Che yang masih ada sampai sekarang dan menjadi mesjid antik bergaya kelenteng adalah mesjid yang dilindungi oleh Pemerintah China, dan dijadikan sebagai monumen Islam di Negeri Tiongkok. Saya sendiri beberapa kali bersembahyang, termasuk sembahyang Jum’at di mesjid ini yang khutbah dan pengajiannya dilaksanakan dalam Bahasa Mandarin.

Di Beijing Cheng Ho akhirnya menjadi penasehat Pangeran Ming Chui Ti yang suatu ketika menjadi sangat marah, karena ayahnya menunjuk cucunya –yakni putra dari pangeran pertama yang wafat — menjadi kaisar. Ming Chui Ti adalah pangeran kedua yang menurut tradisi China akan menjadi kaisar jika pangeran pertama meninggal IMG_2937lebih dahulu. Kaisar baru, Chu Yu Wen, yang masih muda, ternyata banyak melakukan kekejaman, yang membuat Pangeran Ming Chui Ti tambah marah, sehingga akhirnya dia memberontak melawan Kaisar. Dia menunjuk Ma He sebagai panglima perang dan mempimpin penyerbuan dari Beijing ke Nanjing yang ketika itu menjadi ibukota Kekaisaran Ming. Menurut sejarawan China, jarak antara Beijing dengan Nanjing waktu itu dapat ditempuh dengan kuda yang berlari kencang selama 23 hari perjalanan. Dalam sejarahnya, Ma He memimpin 30 ribu pasukan menggempur Beijing selama tiga tahun, sampai akhirnya mereka memenangkan pertempuran. Pangeran Ming Chui Ti akhirnya berhasil merebut tahta. Dalam sejarah China, Ming Chui Ti dikenal dengan julukan Kaisar Yong Le atau Yung Lo, yakni kaisar terbesar dalam sejarah China. Ma He yang kemudian diberi marga baru Zheng atau Cheng– yang akhirnya memakai nama Zheng He atau Cheng Ho – praktis menjadi orang kedua di kekaisaran Ming. Ketika ibukota Ming pindah dari Nanjing ke Beijing dan membangun Forbidden City sekarang ini, maka Kaisar Yong Le mengendalikan pemerintahan dari Beijing dan Cheng Ho mengendalikan pemerintahan dari Najing sebagai wakil Kaisar. Peristiwa ini terjadi menjelang akhir hayat Kaisar Yong Le, setelah Cheng Ho kembali dari pelayaran yang ketujuh menjelajahi pantai timur benua Afrika.

Mengapa Cheng Ho berlayar mengarungi samudera luas sampai ke benua Afrika itu? Setelah Pangeran Ming Chui Ti merebut takhta, dia dan Cheng Ho masih memerlukan waktu beberapa tahun untuk Cheng Ho Jump 018menyatukan dan membangun ekonomi Tiongkok. Setelah semuanya berjalan, Kaisar bertanya kepada Cheng Ho, apa lagi yang harus mereka kerjakan. Cheng Ho menjawab, inilah saatnya kita membangun perdamaian dunia dan menjadikan Tiongkok sebagai pemimpin dunia. Untuk mencapai rencana itu, Cheng Ho mengusulkan agar Kekisaran Ming membangun armada angkatan laut yang besar dan kuat agar mereka dapat menjelajah dunia dalam membangun persahabatan, perdamaian dan kerjasama dengan bangsa-bangsa lain. Walaupun rencana ini ditentang oleh Menteri Keuangan Liu Taxia dan beberapa jenderal, namun Kaisar setuju. Kaisar memutuskan menunjuk Cheng Ho menjadi laksamana yang memimpin angkatan laut kekaisaran dengan misi membangun perdamaian dan menyelesaikan konflik di seluruh dunia. Sejak itu, Cheng Ho berubah dari panglima angkatan darat, menjadi panglima angkatan laut.

Enam tahun lamanya Cheng Ho membangun 320 armada dan merekrut 28.000 prajurit angkatan laut dan melatih mereka. Setelah semuanya siap, sebelum berlayar, Cheng Ho sengaja datang berziarah ke makam Saad bin Abi Waqqash – salah seorang sahabatCheng Ho Jump 023 Nabi Muhammad S.a.w yang ikut ke hijrah ke Negeri Habsyi dan wafat di Tiongkok — di Guang Zhou. Cheng Ho mungkin ingin mengenang sahabat Rasulullah itu karena beliau adalah salah seorang sahabat dekat Rasulullah yang berlayar begitu jauh dari Habsyi – Ethiopia sekarang ini – menuju daratan Tiongkok. Peristiwa itu terjadi sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Kisah tentang Saad bin Abi Waqqash ini mengindikasikan bahwa Islam telah disebarkan di Tiongkok pada saat Rasulullah S.a.w masih hidup. Walaupun makam Saad sampai sekarang masih misterius. Sebagian sejarawan mengatakan Saad kembali bergabung dengan Rasulullah di Madinah, namun sebagiannya lagi mengatakan tidak. Saad tak sempat ikut hijrah ke Madinah, sampai beliau wafat tetap berada di Guang Zhou.

Dalam sejarahnya, Laksamana Cheng Ho memimpin delapan kali missi muhibah pelayaran mengunjungi banyak negara di zaman itu. Dia sama sekali tak ingin menggunakan kekuatan militer untuk memaksa negara lain mengikuti kemauannya. Cheng Ho bersikap Lampung Cheng Ho 056persuasif mengajak negara-negara lain untuk menyelesaikan konflik secara damai. Dia berusaha mendamaikan antara Majapahit dengan Blambangan, antara Ayuttaya dengan Swarnabhumi, antara Majapahit dengan Melaka dan membantu banyak negara dengan bantuan teknis militer, perdagangan, industri, pertanian dan kesehatan. Cheng Ho juga membawa misi mengamankan laut, khususnya Selat Malaka, agar alur pelayaran timur dan barat dapat berjalan dengan lancar. Untuk itulah dia membantu Melaka membangun pangkalan angkatan laut, melatih militer Melaka dan menampatkan sekitar 600 penasehat militer di Bandar Melaka. Cheng Ho berhasil meyakinkan Melaka, bahwa Dinasti Ming dari Tiongkok takkan mengulangi ekspansi dan penjajahan – seperti pernah dilakukan Dinasti Yuan – yang pernah memaksa Ken Arok dari Kerajaan Kediri agar takluk kepada Tiongkok. Cheng Ho ingin membangun kemitraan dan kerjasama dengan negara lain, dengan tetap menghormati kedaulatan negara itu.

Di luar missi resmi yang diemban atas perintah Kaisar, Cheng Ho dan nakhoda kapal induknya Wang Ching Hong – yang makamnya ada di Semarang dan dikenal dengan sebutan Panembahan Dompu Awang atau Kiyai Jurumudi – membawa misi pribadi mereka untuk menyebarkan agama Islam. Raja Parameswara dari Melaka adalah raja Melaka pertama yang memeluk agama Islam atas ajakan Laksamana Cheng Ho. Sejak itu Parameswara mengganti namanya menjadi Sultan Iskandar Syah dan mengubah Melaka dari kerajaan Hindu menjadi kesultanan Islam. Wang Ching Hong setelah pelayaran ketujuh memutuskan untuk tinggal di Semarang dan pensiun sebagai nakhoda. Wang Ching Hong yang hafal Qur’an dan pandai berbahasa Arab dan Persia, bergabung dengan Sunan Bonang menyebarkan agama Islam di Jawa Tengah, sampai ia wafat dan dimakamkan di tempat yang kemudian berdiri Kelenteng Sam Po Kong di kota Semarang.

Kisah Laksamana Cheng Ho sangatlah panjang. Bukan saja kisah misi muhibah perdamaian yang dijalankannya, tetapi juga kisah IMG_0001intrik politik di Kekaisaran Ming sendiri. Khususnya intrik yang dilakukan Menteri Keuangan Liu Taxia dan Jendral Ma Kwee yang terus-menerus menentang misi pelayaran Cheng Ho. Dalam film serial ini juga dikisahkan beban psikologis yang berat yang dialami Cheng Ho sebagai seorang kasim yang dikebiri. Dia pernah menaruh hati dengan seorang gadis Muslimah bernama Sin Hwa, namun apa daya dia telah menjadi kasim. Namun walaun menderita secara psikologis, dia tetap bersyukur kepada Allah, karena semua itu mengandung hikmah bagi dirinya. Pada episode ke 24 dari film ini – yang selurunya ada 30 episode – dikisahkan dialog antara Cheng Ho dengan Kaisar Yong Le mengenai kebijakan setiap dinasti untuk mengebiri setiap petugas istana itu. Kaisar nampak bingung mengenai tradisi yang telah berlangsung selama 2500 tahun itu dan menunjukkan empati yang dalam atas mereka yang dikebiri. Kaisar menyadari bahwa hal itu bertentangan dengan fitrah manusia, sebagaimana dijelaskan Cheng Ho dengan mengutip ayat-ayat al-Qur’an.

Film serial ini berakhir dengan wafatnya Laksamana Cheng Ho sekembalinya dari menunaikan ibadah umroh di kota suci Mekkah. Cheng Ho wafat di Lautan Hindia di selatan Pulau Sri Lanka pada tahun 1432. Sebelum wafat dia berpesan, agar kalau dia mati, jenazahnya harus ditenggelamkan ke dasar laut sebelum matahari terbenam. Karena sakit Cheng Ho akhirnya wafat dengan tasbih yang jatuh dari tangannya dengan mengucapkan kata La Ilaha illallah. Semua orang menangisi kepergiannya. Hidupnya bagai sebuah legenda. Namun menurut sejarawan China, tak ada anak buah Cheng Ho yang berani membenamkan jenazahnya ke dasar laut seperti permintaannya. Jenazahnya dibawa pulang ke Nanjing dan dia dimakamkan di depan sebuah mesjid dengan sebuah upacara kebesaran militer yang dihadiri oleh Kaisar Ming yang baru yang menggantikan Kaisar Yong Le.

Akhirnya, saya ucapkan selamat menyaksikan film serial versi Bahasa Indonesia yang ditayangkan Metro TV ini, dengan segala kekurangan yang ada…

Wallahu ’alam bissawwab

Short URL: http://yusril.ihzamahendra.com/?p=289

Posted by Yusril Ihza Mahendra on Aug 19 2008. Filed under Personal, Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

191 Responses to “PENAYANGAN LAKSAMANA CHENG HO”

Pages: [1] 2 3 4 » Show All

  1. 1
    Masrip Sarumpaet Says:

    Ass. Wr. Wb. Prof YIM.
    Actingnya Mantap Prof.
    Wassalam

  2. 2
    khafidhin Says:

    SIIP……….. font-nya kecil – kecil, penjelasan pak YIM pada acara kick andy dan yang ditayangkan ANTV yahut .

  3. 3
    agungwasono Says:

    mantap..
    Malem minggu jadi ada acara menarik nih..!!

  4. 4
    Bang Ridha Says:

    Ass. Bang YIM – Ma He

    Menonton secara penuh Episode Pertama hari malam minggu, 16 Agustus 2008 yang lalu ada beberapa hal yang sangat mengganjal. Hal-hal tersebut antara lain :

    1. Penggambaran untuk proses kebiriannya terlalu lama. Sehingga menghabiskan waktu. Proses pengkebirian itu juga tidak terlalu penting untuk digambarkan.
    2. Pengambilan shootnya yang sangat “pintar” dimana pada saat dialog yang akan menyulitkan dalam proses dubbing, angle kameranya tidak di close up dari depan, tapi di alihkan dari angle yg berbeda. Namun tidak mengurangi makna dan alur cerita yang dibangun. Salut untuk cara ini, dan bisa ditiru untuk dialog-dialog yang sulit oleh pemeran yang kurang berpengalaman.

    3. Dalam tulisan Bang YIM disebutkan bahwa Pangeran Ming Chui Ti merebut tahta karena marah, yang disebabkan oleh Kaisar Chu Yu Wen banyak melakukan kekejaman.

    “Di Beijing Cheng Ho akhirnya menjadi penasehat Pangeran Ming Chui Ti yang suatu ketika menjadi sangat marah, karena ayahnya menunjuk cucunya –yakni putra dari pangeran pertama yang wafat — menjadi kaisar. Ming Chui Ti adalah pangeran kedua yang menurut tradisi China akan menjadi kaisar jika pangeran pertama meninggal IMG_2937lebih dahulu. Kaisar baru, Chu Yu Wen, yang masih muda, ternyata banyak melakukan kekejaman, yang membuat Pangeran Ming Chui Ti tambah marah, sehingga akhirnya dia memberontak melawan Kaisar.”

    Tapi yang tertangkap dalam cerita Filmnya bahwa Pangeran Ming Chui Ti marah karena tidak dipilih oleh Kaisar untuk menggantikan menjadi Raja. Kesan yang muncul adalah Ming Chui Ti seorang yang sangat kekuasaan. Bukan seorang yang bijaksana dan arif.
    Kemudian tidak tergambar sama sekali Kaisar Chu Yu Wen memerintah dengan kejam, yang menjadi alasan bagi Ming Chui Ti untuk memberontak. Padahal ini adalah bagian penting dari peran seorang Ma He, yang menjadi penasehat yang baik. Jika yang digambarkan seperti dalam film, maka Ma He adalah seorang penasehat pemberontak yang mabuk kekuasaan. Padahal jika lebih digambarkan sedikit pemerintahan kasira Chu Yu Wen yang kejam, dan atas itu Ma He menyarankan kepada Pangeran Ming Chui Ti untuk melawan, maka Ma He akan terlihat sebagai penasehat yang cerdas. Karena dalam penggambaran sebelumnya terlihat bagaimana Pangeran Ming Chui Ti sangat bijaksana dan sangat santun menerima tamu-tamu, sementara Ma He digambarkan sebagai orang yang gemar membaca.

    Sementara itu saja komentar saya, dan mungkin saja komentar ini salah. Karena dalam title film itu diawal, tertulis kalau cerita ditulis oleh Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, maka saya pikir, saya akan mendapatkan tanggapan langsung dari penulis ceritanya.

    Maaf, kalau terkesan sok tau, karena baru belajar tentang perfilman.

    Salam, Bang YIM, (Ma He).

    Anda benar. Namun nanti dalam episode selanjutnya akan di flashback kisah tentang bagaimana Kaisar Chu Yu Wen, keponakan Ming Chui Ti memerintah. (YIM)

  5. 5
    Yuda Says:

    Duh, episode pertama dan kedua ga bisa saya tonton :(

  6. 6
    Yuda Says:

    Duh, episode pertama dan kedua ga bisa saya tonton :(. Pak Yusril ada informasi dimana atau bagaimana saya bisa mendapatkan dvd tersebut ??

  7. 7
    ricky Says:

    congrats buat YIM, cocok lah diputar di metro tv, sehingga tidak dianggap seperti tontonan sinetron.

  8. 8
    sutan rajo endah Says:

    Bang YIM,
    Beberapa kali saya menyaksikan diskusi abang di media televisi serta membaca tulisan-tulisan abang, tapi yang sangat mengena sekali ketika melihat tayangan di acara Kick Andi….
    Begini..dalam minggu ini anak saya kelas 5 SD sedang belajar di sekolahnya tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Indonesia. Ketika mereka mengerjakan PR nya mereka berulang-ulang membaca sejarah tentang kerajaan -kerajaan di Indonesia termasuklah Sriwijaya, Majapahit. Mereka ternyata menyukai kisah-kisah itu. apalagi yang namanya anak-anak mereka masih membedakan sesuatu dengan hitam atau putih. Ketika ada pertempuran mereka ingin jagoan mereka menang. Begitulah singkatnya.
    Pagi-pagi saat mengantar mereka kesekolah,saya berbagi cerita dengan mereka bahwa ada lagi pahlawan nya di dalam Sejarah yang kalian pelajari itu namanya Laksamana Cheng Ho, mereka spontan menjawab itukan Yusril….. Mahendra. (Ihzanya mereka nggak ingat karena mengejanya susah dan lagi kata mereka permulaannya sama dengan membaca IH DINAS SHIRATAL MUSTAQIM, tunjukan lah kami ke jalan yang lurus) Ternyata sayah kalah informasi dari mereka….Lalu orang bisa menebak apa yang ada difikiran anak-anak itu terhadap orang yang sudah diidolakan. begitu…silahkan terjemahkan sendiri para pembaca yang budiman.
    Di kedai kopi..obrolan kembali lagi kepada si Cheng Ho. Dan saya ucapkan begini. ADMIRAL ZHENG HE FOR PRESIDENT is RANCAK BANA. …saya pikir-pikir dan ingat-ingat, hebat juga peran yang abang lakonkan yang sudah menjadi sebuah kursus kepemimpinan yang dalam kursus itu betul-betul dihayati…Ayo bang aplikasikan nanti, semoga kita senantiasa seperti yang dikatakan anak saya tadi susah mbaca IH…Za itu. Memohon kepada Allah Swt agar senantiasa ditunjukan ke jalan yang lurus…
    Bang YIM,
    Di dalam mengenang Yth. Alm.Bapak Prof Mohd. Nasir, satu diantaranya yang jadi ingatan kita, yaitu terobosan beliau Alm. menyatukan kembali negara kesatuan RI ini dari bentuk negara-negara serikat disana-sini. Tentu abang lebih paham dan kita sependapat bahwa sikap , semangat dan tujuan dari kedua tokoh diatas dapat dijadikan haluan bagi pemimpin negeri ini. Tapi berat lho bang, karena kalau boleh dibilang dengan kata “pewaris pemangku adat “, abang sudah mendapat petunjuk untuk menerima pewaris itu. Masalahnya kami-kami ini menyimpan segudang harapan, seperti perekonomian baik, pengangguran berkurang, kriminalitas berkurang, aparat pemerintah pro aktif. Hidup bermasyarakat lebih harmonis tanpa ada curiga mencurigai, saat ini masyarakat sudah mulai individualis, heavy self defense, karena sudah hilang akal sehat. Tapi memang begitu kenyataannya seperti adanya perang antar kampung,rasa sosial bermasyarakat kian menipis ,sedih kan bang. Anak-anak generasi milennium ini digiring dan dihadapkan kepada kenyataan yang menurut mereka dunia di Indonesia itu memang seperti sekarang ini. Jadi, tentang persatuan dan kesatuan bangsa, gotong-royong, toleransi beragama, bermusyawarah beserta rangkaian sejarah nya, menurut mereka tidak lain hanya bahagian dari mata pelajaran di sekolah.
    Bang YIM, contoh dan tauladan dari orang penting dan penentu dinegeri ini (sebagai mana yang diajarkan orang-orang tua kita) akan menjadi dasar perubahan untuk kebaikan bagi generasi penghuni ibu pertiwi ini. Informasi global biarkan dijalurnya, Informasi tauladan yang baik lebih kita kedepankan. Saya yakin abang sudah punya konsep seperti sebagian harapan kami dari sudut negeri ini.

    Wassalam
    Dari Pekanbaru

  9. 9
    aRuL Says:

    promonya pemutaran perdananya kurang menggelegar pak…. (maksudnya kurang iklannya :D)
    saya kemaren sempat liat di metro TV, kirain masih promo ternyata udah tampil.

  10. 10
    kang gery Says:

    sayang saya nggak sempet nonton di MT, mungkin nunggu DVD nya dech

  11. 11
    edi.santosa Says:

    Secara keseluruhan Ok, meski ada yang kurang sreg sedikit disana sini.yang paling mengganjal saya justru pengisi suaranya.ada beberapa yang gak pas.Kalo suara Bapak masih asli atau di dubling juga?

    Suara saya memang asli,baik yang ditekam langsung ketika syuting maupun diisi kembali kalau suara yang direkam ketika syuting kurang jelas. Pemain-pemain yang lain, terutama dari China, Thailand, Hong Kong, Vietnam dan Malaysia didubbing ke bahasa Indonesia. Sebagaimana halnya anda, sayapun kurang puas dengan dubbing ini. Proses pengambilan dubbing dilakukan di studio Cakrawala di Jalan Alaydrus, Jakarta Kota. Konon inilah crew dubbing terbaik yang kita miliki, yang biasa mengisi dubbing untuk TV 7. Saya sendir lebih suka menonton film ini dengan menggunakan Bahasa Mandarin, karena terasa lebih pas menggambarkan kisah ini di negeri asalnya. i

  12. 12
    Bang Ridha Says:

    Anda benar. Namun nanti dalam episode selanjutnya akan di flashback kisah tentang bagaimana Kaisar Chu Yu Wen, keponakan Ming Chui Ti memerintah. (YIM)

    Syukur lah kalau memang ada flashbacknya, namun dalam dialog pada episode pertama kemarin tidak tergambar ketidakpuasan Ming Chui Ti atas pola pemerintahan Kaisar Chu Yu Wen. Yang ada hanyalah ketidakpuasan Ming Chui Ti atas pilihan ayahnya menjadi Kaisar. Itu juga tidak terucap dari saran Ma He sebagai penasehat. Yang ada hanya saran bahwa Ming Chui Ti harus memberontak.

    Adalah hal yang berbeda antara kisah memerintah Kaisar Chu Yu Wen dengan sikap dan alasan mengapa Ming Chui Ti memberontak yang tergambar dari Episode Pertama kemarin. Menurut saya ini agak menggangu. OK lah kl untuk cara pemerintahan Kaisar Chu Yu yang banyak melakukan kekejaman itu di flashback, tapi hal itu malah membuat semakin janggal. Karena Ming Chui Ti tetap terkesan sebagai orang yang haus kekuasaan.

    Secara umum, Episode pertama kemarin bagus, dan sangat berbeda dengan film/sinetron kolosal yang dibuat sebelumnya.

    Semoga ini akan menjadi tren film-film kolosal yang berlatar belakang sejarah nantinya

    Secara spesifik anda benar, bahwa faktor utama kemarahan Ming Chui Ti adalah karena ayahnya tidak menyerahkan takhta kerajaan pada dirinya, melainkan kepada keponakannya. Seperti telah saya jelaskan, tindakan itu menyalahi tradisi masyarakat China di zaman itu. Cheng Ho memang menasehatkan agar Ming Chui Ti bersabar. Kalau Tuhan menghendaki, suatu saat dia akan menjadi kaisar pula. Cheng Ho memang khawatir kalau Chu Yu Wen memerintah akan menimbulkan malapetaka yang besar di Tiongkok,mengingat dia pangeran yang masih sangat muda (sekitar 21 tahun) dan sangat dimanjakan oleh kakeknya. Karena itu, dia menasehatkan agar, kalau Chu Yu Wen tidak mampu menjalankan pemerintahan dengan baik, maka Ming Chui Ti harus meminta takhta diserahkan kepadanya. Kalau dia tidak mau, maka demi menyelamatkan seluruh Tiongkok dari kehancuran, maka tidak ada salahnya jika Ming Chui Ti mengambil takhta itu dengan paksa.

    Dalam episode-episode sesudah ini akan terlihat bagaimana hubungan Cheng Ho dengan Chu Yu Wen, karena Cheng Ho ditugasi untuk mengajarkan beladiri kepada Chu Yu Wen ketika dia kecil.

    Cheng Ho sendiri menganut pemahaman bahwa seseorang itu memang telah ditakdirkan Tuhan untuk memerintah sebagai kaisar.Dia percaya akan keberadaan sebuah dinasti. Menurut pemikiran Cheng Ho, kaisar yang sah adalah kaisar yang benar-benar sesuai dengan tradisi (hukum adat) yang diakui oleh masyarakatnya. Cheng Ho juga sependapat bahwa pengangkatan Chu Yu Wen menyalahi tradisi. Tentu semua ini harus dipahami dalam konteks pemikiran politik di abad ke XV, yang masih jauh dari semangat demokrasi modern yang kita pahami sekarang.

    Kisah yang sama sebenarnya terjadi pada Majapahit. Prabu Wikramawardhana adalah menantu Hayam Wuruk yang diangkat menjadi raja. Parbu berkeinginan turun takhta dan naik gunung. Dia menyerahkan kekuasaan kepada Suhita, putrinya dari selir. Hal ini menyebabkan kemarahan Brhe Wirabumi, anak Hayam Wuruk yang menjadi pangeran di Blambangan. Inilah awal konflik antara Majapahit dan Blambangan, yang Cheng Ho berkeinginan untuk membantu menengahi konflik dua kekuatan ini. (YIM)

  13. 13
    Penayangan Film Serial LAKSAMANA CHENG HO « A|G|U|S|S Says:

    [...] Selengkapnya…   [...]

  14. 14
    Iwan Asnawi Says:

    YIM, Yang Terhormat… As special Bung Vavai…

    Masukin ke Youtube, dong…
    Buat kita-kita yang jauh di Rantau Orang ini…
    Maaf, kelihatan Mental Melayunya nih…
    Maunya yang gratisan mlulu…
    hehehe…

    Salaaam Hangat… sehangat Kompor Gas…
    Iwan Asnawi, Swiss

  15. 15
    fata Says:

    wah sayang. aku gak sempat liat edisi perdana. tapi saranku, lebih baik jam tayangnya dipindah ke prime time gitu. ya habis isyak lah (1/2 8 malam), biar banyak pemirsa yg bisa menonton.

  16. 16
    Okno Says:

    Assalamualaikum,
    Mohon perkenan Mas Yuzril agar saya diperkenankan untuk manyambung dan barangkali akan saya sedikit olah info ini ke grup komunitas budaya kami http://njowo.multiply.com dan situs-situs kami.
    Atas bantuan dan ijinnya saya mengucapkan terima kasih.

    Wassalam.

    Ya silahkan saja. Matur nuwun. (YIM)

  17. 17
    achmad.web.id Says:

    Pak yusril ada lowongan enggak untuk menjadi stunt man di Film bapak ?

  18. 18
    Tommy Drajat Says:

    Bang YIM…
    Andaikan 2009-2014 Allah SWT mengijinkan Bang YIM jadi Presiden…
    Apa yang Bang YIM perankan di Film Laksamana Cheng Ho bisa jadi kenyataan…
    itu Bang yang diharapkan Rakyat Indonesia, seorang pemimpin yang bijaksana, adil, tegas dan berwibawa tidak lupa yang dekat dengan rakyatnya…
    Ayo Bang Kami Brigade Hizbullah Bulan Bintang Kota Bandung siap mendukung dan menyukseskan Bang YIM untuk maju di PILPRES 2009….
    Allahuakbar….Allahuakbar…Allahuakbar….

  19. 19
    naimul hajar alkaromy Says:

    Selamat bang yusril semoga apa yang telah di ciptakan menambah syiar islam di indonesia

  20. 20
    anik Says:

    Artikel di blog ini bagus-bagus dan berguna bagi para pembaca. Anda bisa lebih mempromosikan artikel Anda di infoGue.com dan jadikan artikel Anda Topik yang terbaik bagi para pembaca di seluruh Indonesia.Telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com/
    http://film.infogue.com/penayangan_laksamana_cheng_ho

  21. 21
    Okno Says:

    Maaf berikut halaman bapak saya sambung di alamat berikut :
    http://njowo.multiply.com/journal/item/215/MENGENAL_CHENG_HO_DAN_SEMARANG
    NJOWOdan
    http://okno.890m.com/blog/2008/08/cheng-ho-dan-semarang/
    OKNO.890M.COM

    Sekali lagi saya mengahturkan banyak terima kasih atas keedulian bapak atas ranah budaya nenek moyang kita.
    Bila tidak berkeberatan kami nantikan kehadiran bapak bergabung dengan komunitas kami.

    Wassalam

  22. 22
    Mudabentara Says:

    Assalamualaikum pak Yusril .
    melihat episode perdana penayangan film Laksamana Chengho sungguh sangat luar biasa, sudah lama rasanya wawasan kami-kami ini anak-anak muda indonesi tidak diisi dengan suguhan informasi yang baik , sebuah informasi budaya yang dapat mengembangkan kemampuan intelektualisme anak-anak bangsa , sungguh ini menjadi sesuatu yang ditunggu, saat dimana kebaikan dan kejernihan akal merupakan sesuatu yang mahal.

    selamat berkarya Pak Yusril , semoga anda selalu menjadi pelita di dunia yang gelap ini

    salam saya dari Aceh , negeri yang tidak hanya disinggahi Chengho, tetapi juga Marcopolo .

  23. 23
    Suriansyah Bjm Says:

    Alhamdulillah, atas penayangan Perdana Laksamana Cheng Ho semoga pesan yang ingin disampaikan sukses pula.kadang kala kita ini pandai memerankan suatu tokoh yang dikagumi dalam adegan Film namun ternyata sangat berat meng-aktualisasikanya dalam prilaku keseharian kita,banyak hal yang baik-baik tidak dapat kita perankan misalnya suka menebarkan seyum terhadap sesama mahluk Allah sebagaimana Rasulullah mencontohkan demikian menurut Qur’an & hadist,apalagi kalau senyum sambil menyampaikan makalah hukum Syariat diforum kuliah atau seminar2 sangatlah sulit kita tersenyum dalam keseriusan,inilah satu sisi dari sikap rasulullah yang sangat sulit kita teladani,terus terang Bang Yim saya iri melihat orang yang bicara serius namun tetap menampakan senyum dan kecerahan muka,subhanallah! memang yang namanya mahluk tidak ada yang sempurna,yang sempurna hanya Allah azza wajalla sempurnanya mahluk justru dalam ketidak sempurnaanya. kita kadang kala fasih membaca Al-Qur’an,hadist2 & kitab2 dan Do’a2 namun kita masih belum fasih mengamalkanya,meng-aplikasikanya. semoga Allah Subhanahu wata’ala meridhoi usaha ikhtiar kita. Alhamdulillah ya Rabbal a’lamin.

  24. 24
    JOhan Says:

    Pak saya mau berkomentar mengenai props yang digunakan dalam film ini, saya hargai pembuatan film ini dibuat sedemikian rupa mendekati gaya dan budaya Cina masa awal Dinasti Ming.
    Ada satu hal yang agak tidak pas dengan zaman itu, adalah pedang yang digunakan Zheng He dalam film ini mengunakan pedang Jian zaman Han yang pada saat itu modelnya tidak lagi diproduksi.
    Saya bukan ahli pedang Cina , tetapi saya pernah membaca banyak ihwal sejarah pedang Cina. Di zaman dinasti Ming, Jian sudah tidak lagi bermodel seperti yang peluk oleh Pak Yusril ( Zheng He ). Jian pada saat itu lebih bersifat seremonial meskipun ada yang memakai Jian untuk perang tetapi itu biasanya berukuran lebih besar dengan handle lebih panjang.

    Bagi militer pada saat itu , banyak mengunakan saber ( Pedang golok bermata satu ) atau Dao ketimbang Jian bahkan pada saat zaman dinasti Ming 1500-1600an ada Dao yang sangat panjang sehingga membutuhkan 2 tangan untuk memegangnya.

    Sebagai Saran mungkin boleh melihat Buku Militer karangan Jendral Dinasti Ming Qi Qiguang yang bernama Zhi Xiao Shin Shu, disana ada berbagai jenis persenjataan zaman Dinasti Ming untuk latihan perang bagi angkatan bersenjata mereka pada saat itu. Terima Kasih

    Ini sekadar saran saja agar film ini mungkin akan jauh lebih sempurna lagi. Terima kasih

    Salam Hormat

    Terima kasih banyak atas tambahan pengetahuan ini. Sayang seluruh proses pembuatan film telah selesai. Saya sendiri hanya memahami keramik China, dan tidak memahai soal pedang. Art Director film ini mungkin hanya mendalam pengetahuannya mengenai pakaian dan dandanan, tidak mendalam pengetahuannya mengenai pedang, demikian pula seorang Professor Sejarah dari Universitas Beijing yang menjadi penasehat dalam pembuatan film ini dan selalu hadir di lapangan. Pedang yang saya pakai seperti dalam gambar, memang hanya digunakan sebagai pelengkap simbolis Cheng Ho sebagai panglima. Dalam perang, pedang yang digunakan Cheng Ho memang berbeda. Terima kasih atas masukannya. (YIM)

  25. 25
    Zaenal Mustopa Says:

    Keren Abis bang !!!!
    ditunggu acara jumpa fans nya !!!!

  26. 26
    ABDUL MUN'IM FAHDI Says:

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Bismillahirrohmanirrohiem

    TAHUN 2009 ADALAH TITIK KLIMAKS AWAL BERKIBARNYA SYARIAT ISLAM DIBUMI PERTIWI INI.
    INSYA’ALLAH.
    DENGAN HATI DAN JIWA KAMI AKAN SINGSINGKAN LENGAN, MERAPATKAN BARISAN DAN ….. MAJU. UNTUK MENDUKUNG PROF. Yusril Ihza Mahendra IS THE PRESIDENT RI.
    INSYA’ALLAH.

    ……. JIKA SUATU PERKARA TIDAK DIPEGANG OLEH AHLINYA, MAKA TUNGGULAH KEHANCURANYA.
    (Mudah-mudahan kami tidak keliru. HANYA Prof. YIM-lah AHLINYA)

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  27. 27
    Demos Says:

    Sejahtera Makmur – ASS . WR . WB
    Permisi . . . . Jika Aku Boleh selayang pandang Dikit , Mengingat # Beranda – bertutur mengenai Warga Bumi yang
    Suka Baca Buku , Lingkup Orang – orang yang suka bersunyi – Senyap Memagut Sepi , Memusat Kosentrasi dan Mendapatkan – Tangkapan Ragam Ikhtisar , Petikan isian Buku Pengetahu – yang salah satunya seperti ini . . . .

    AKU MENCARI KESUNYIAN Untuk Menyembunyikan diri dari orang – orang yang memuaskan diri sendiri – yang melihat Hantu ilmu pengetahuan dalam Mimpi – mimpi mereka dan Percaya bahwa Mereka telah sampai Tujuan . – *

    Aku Mencari Kesunyian karena Jiwaku Kesal , Bergaul dengan mereka yang percaya sepenuhnya , bahwa Matahari dan Bulan serta Bintang – Gemintang TIDAK TERBIT Kecuali dari Peti Simpanan Mereka , dan TIDAK TERBENAM Kecuali di Taman – taman mereka . . . . !

    AKU LARI dari Pemburu Pangkat yang Mencampakkan Nasib Orang Lain ! Sementara mereka Menaburkan Debu EMAS ke dalam mata mereka dan Memenuhi Telinga Mereka dengan Omong Kosong . – *

    Aku Menjahui Para Menteri yang Hidupnya tidak sesuai dengan Pidato – Pidatonya dan yang Menuntut Rakyatnya apa – Apa yang mereka tidak mampu mendapatkannya . – *

    AKU MENCARI KESUNYIAN KARENA AKU TIDAK MEMPEROLEH KEBAIKAN HATI MANUSIA , Kecuali Aku Membayar dengan Hati Nuraniku . # D E M O S : Aku Mencari Kesunyian karena Aku Mencari LEMBAGA RAKSASA Yang Mengerikan – yang Orang Menyebutnya PERADABAN – SETANGKUP BENDA ANEH yang Bangkit di atas Derita Abadi Umat Manusia . – *

    Posted : Atur Nuhun Kahlil Gibran

    Salam untuk segenap Komentator + YIM yang Budiman .

  28. 28
    ijal Says:

    iya2 keren,,,cm dubbingny agak sedikit mengganggu.
    mudah2an film ini bs jd alternatip bagi masyarakat wat gantiin sintron2 perusak moral…huhuhu

    amin.

    Memang benar, saya sendiri kurang puas dengan dubbing itu. Lebih enak nonton versi Bahasa Mandarin. Namun untuk tayangan tv kita, lebih baik didubbing daripada menggunakan teks (subtitle) yang agak menyulitkan penonton awam. (YIM)

  29. 29
    Yusril jadi 2 :) Says:

    Demos ini adiknya ariedi apa ya..
    mumet :p

  30. 30
    Nasrullah Says:

    Selamat atas penayangan perdana Laks Cheng Ho, dan juga promosi Cheng Ho di Kick Andy. Saya salut bang YIM jarang memakai stunt-man untuk adegan laga, rupanya pandai silat juga abang kita ini. Sayangnya, menurut penilaian saya yang awam ini wajah bang YIM kelihatan agak muda sehingga pamor/wibawa Cheng Ho menjadi berkurang.
    Buat Demos, boleh juga komentar aktifnya tapi saya sebagai orang awam tidak mengerti maksudnya. Padahal berbagi komentar di sini sebagai media komunikasi untuk bersilaturrahmi, semakin dimengerti saya kira semakin baik untuk dibaca.

    Episode pertama sampai ketiga film ini menggambarkan Cheng Ho muda berusia di bawah 40 tahun. Karena itu dimake up kelihatan muda. Dalam eposiode ke dua puluh, Cheng Ho mulai tua dan rambutnya mulai putih. Make up yang digunakan juga berubah. (YIM)

  31. 31
    agungwasono Says:

    Menyaksikan wawancara bareng bang Yusril semalem di Global TV kok gak ada yang baru ya Bang?
    Maksud saya tidak ada hal-hal baru yang diuraikan oleh Abang dalam kesempatan tersebut (mungkin ini subyektifitas aya). kebanyakan sudah abang jelaskan diBlog ini atau di kesempatan wawancara/debat di TV lain.

    Alangkah senangnya kalau Abang bisa memberikan hal-hal baru dan tidak hanya menjawab pertanyaan dari presentar, karena kadang pertanyaan presenter adalah hal-hal yang (maaf) sedikit basi.

    Oiya Bang, ada hal yang dari dulu pengin saya tanyakan tapi lupa, Kenapa sutradara memilih Abang untuk jadi pemeran Zeng He? apa karena muka mirip rada kecina-cinaan? atau karena postur tubuh yang hampir sama? atau karena pandai kung fu? atau karena… hal lain?

    Saya hanya menjawab apa yang ditanyakan presenter, walau saya agak heran karena pertanyaan selalu dari itu ke itu saja. Namun apa boleh buat, karena akan aneh rasanya kalau lain pertanyaan lain pula jawab yang saya berikan.

    Soal pilihan pemeran Cheng Ho, saya sendiri tidak tahu dengan mendalam apa alasannya. Mereka hanya meminta saya untuk memerankannya, karena karakter tokoh agak mendekati penampilan saya sehari-hari. Itu saja yang saya dengar. (YIM)

  32. 32
    Trinie Says:

    Maaf, Om YIM
    Aku tidak menontonnya karena didubbing. Mungkin bagi yang lain, hal ini tidak bermasalah. Namun bagiku (dan para pengguna hearing aids lainnya), sangat bermasalah.
    Aku berharap dvdnya nanti ada pilihan untuk menggunakan teks, baik Bahasa Indonesia ataupun English.

  33. 33
    Bang Ridha Says:

    @mas agung

    Menurut saya kenapa sutradara memilih Bang YIM, karena beberapa faktor :
    1. Muka mirip ke-cina-cina-an,
    2. Ngga canggung kalau ada adegan ngaji.
    3. pandai kung fu… mungkin.
    4. sudah punya kewibawaan dan jiwa kepemimpinan.
    5. Ngga perlu di honor tinggi (hehehehe)
    6. bisa berbagai bahasa.
    5. karena salah satu penulis cerita. Dan ini yang penting agar lebih menghayati.

    Mungkin ada yang menambahkan..

    Maaf Bang YIM, just kidding….

  34. 34
    Maddy Says:

    Wah saya gak nonton episode pertama kemarin!!! Kelewatan Pak,,, Semoga besok2 saya tidak kelewatan lagi. Tidak sabar rasanya melihat penampilan Pak Yusril dan Gus Ipul di luar gelanggang politik hehehe.

  35. 35
    joe Says:

    Assalamu’alaikum
    Wah…Pak YIM Kelihatan Keren jadi laksamana Cheng Ho….Aktingnya juga mantap pak, ada rencana lanjuting ke akting serial lainnya pak??

  36. 36
    Nurdiansyah Says:

    Salam sejahtera Pak YIM.

    Minggu kemarin sempat nonton serialnya di Metro TV, walaupun terlihat agak kaku tapi saya rasa akting bapak lumayan bagus, atau mungkin itu memang merupakan karakter yang harus dibawakan yah hehee… Selamat pak.

  37. 37
    Demos Says:

    Salam kesetaraan Warga – Menuju masyarakat ADIL dan : ASS Wr . Wb .
    Nyambung # 25 Ku – Opini seputar isian Visi Buku , malam ini mengenai Suntingan Referensi – Posted / Hal
    Judul Buku: Runtuhnya Kerajaan Hindu – Jawa dan Timbulnya Negara – Negara Islam di Nusantara
    Penulis: Prof. Dr. Slamet Muljana / Penerbit: LKiS, Yogyakarta / Cetakan: I , September 2005

    Kenyataan sejarah kadang-kadang terlalu pahit untuk ditelan dan terlalu pedas untuk dirasakan. Sejarah adalah kaca benggala yang memuat pelbagai fakta yang pernah terjadi pada masa silam. Segala hal yang telah tergores dalam kaca sejarah, tak kan lagi bisa terhapus. Orang yang tidak senang mungkin akan berusaha untuk menyelubunginya atau melupakannya, tetapi ia tidak akan mampu untuk melenyapkannya . – ORANG DAPAT MEMBUAT PELBAGAI MACAM TAFSIR , TAPI FAKTA YANG DI TAFSIRKAN TIDAK AKAN BERUBAH . – *

    Begitupun juga dengan sejarah keruntuhan Majapahit, yang diiringi bertumbuhnya negara-negara Islam di bumi Nusantara , menyimpan banyak sekali fakta sejarah yang menarik untuk diungkit kembali. Sebagai kerajaan tertua di tanah Jawa , Majapahit bukan saja menjadi romantisme sejarah dari puncak kemajuan peradaban Hindu-Jawa, tetapi juga menjadi bukti sejarah tentang pergulatan politik yang terjadi di tengah islamisasi pada masa peralihan menjelang dan sesudah keruntuhannya . – *

    Buku karya sejarawan Universitas Indonesia ini, selain melacak asal-muasal keruntuhan Majapahit, juga mencurahkan perhatian pada peran orang-orang Cina (Tionghoa) dalam proses islamisasi di Nusantara. Temuan Muljana membantah sekaligus mengkritik tesis yang telah lazim diterima oleh banyak sejarawan yang menyatakan bahwa Islam Nusantara adalah prototipe lain dari Islam yang berkembang di jazirah Arab . – *

    Menurut Muljana , Islam yang ada di Nusantara, dan di Jawa khususnya, bukanlah Islam yang “murni” dari Arab, melainkan Islam hibrida yang memiliki banyak varian. Berbagai anasir juga turut menyertai perkembangannya – Muljana Banyak MENYITIR dokumen – Dokumen SEJARAH TAK RESMI , seperti Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda – Padahal keduanya dibuat pada zaman kerajaan Mataram abad ke-17 dan beberapa sejarawan sempat mempertanyakan keabsahan tulisan yang ada dalam Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda. Karena dalam kedua cerita itu, sejarah dijalin dengan dongeng sehingga sulit membedakan mana yang benar-benar fakta dan mana yang hanya fiksi ! Lebih-lebih , kedua cerita itu tidak merujuk pada sumber sejarah yang dapat dipercaya , seperti prasasti dan karya sejarah tentang Majapahit dalam Buku PARARATON dan NEGARAKERTAGAMA . – *

    Buku yang terbagi dalam sembilan bagian ini tak hanya berpijak pada Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda, tapi juga pada sejumlah arsip ringkasan Preambule Prasaran, berita Tionghoa dari klenteng Talang, sumber berita Portugis , dan dari klenteng : Sam Po Kong Semarang – yang ditulis oleh Poortman dan dikutip Mangaraja Onggang ( M .O ) Parlindungan . – * Residen Poortman tahun 1928 ditugasi pemerintah kolonial untuk menyelidiki apakah Raden Fatah itu orang Cina atau bukan sebagai dasar rujukan awal . – * Perkembangan peristiwa itu ternyata menjadi sejarah politisasi bahwa Cina dikaitkan dengan pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) 1926/1927. Maka, sang Residen itu menggeledah Kelenteng Sam Po Kong Semarang untuk mengangkut naskah berbahasa Tionghoa yang terdapat di sana, sebagian sudah berusia 400 sampai 500 tahun , sebanyak 3 cikar ( pedati yang ditarik lembu ) . Arsip Poortman ini dikutip oleh M.O Palindungan – Yang juga Memulis Buku KONTROVERSIAL , Tuanku Rao . – *

    Berpijak pada sumber-sumber itulah, Muljana mengisahkan bahwa pada 1445, Raden Rahmad atau Sunan Ampel adalah pendatang asal Yunan yang bernama asli Bong Swi Hoo, cucu Bong Tak Keng, penguasa tertinggi Campa. Kemudian pada 1447 – Sunan Ampel mengawini wanita keturunan Cina bernama Ni Gede Manila yang merupakan anak Gan Eng Cu ( mantan Kapten Cina di Manila yang dipindahkan ke Tuban sejak tahun 1423 ) Dari perkawinan ini lahirlah Sunan Bonang yang juga berasal dari bahasa Cina, Bong Ang – Putra Gan Eng Cu yang lain adalah Gan Si Cang yang menjadi Kapten Cina di Semarang . Tahun 1481 Gan Si Cang memimpin pembangunan Masjid Demak dengan tukang – Tukang Kayu dari galangan kapal Semarang . – *

    Muljana menyebutkan bahwa Sunan Kalijaga yang masa mudanya bernama Raden Said itu tak lain dari Gan Si Cang . Sedangkan Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah, menurut Muljana, adalah Toh A Bo , putra dari Tung Ka Lo – Alias Sultan Trenggana ( halaman 105 ) Tak hanya keempat sunan itu yang keturunan Cina. Dalam buku ini, Sunan Giri – yang murid Sunan Ampel , juga berasal dari Cina . Ini dikaitkan dengan ayah Sunan Giri yang bernama Sayid Ishak , yang tak lain adalah paman dari Sunan Ampel alias Bong Swi Hoo sendiri . Sementara itu , Sunan Kudus atau Jafar Sidik JUGA DISNYIALIR KETURUNAN CINA bernama : Ja Tik Su . – * *

    Kelemahan Muljana, sebagaimana ditulis Asvi Warman Adam dalam pengantarnya , bahwa Muljana hanya mendasarkan kesimpulannya pada buku yang ditulis oleh M.O Parlindungan – dan tidak memeriksa sendiri naskah-naskah yang berasal dari klenteng Sam Po Kong Semarang itu . – * Terlepas dari beberapa kelemahan Muljana dalam mengambil kesimpulan bahwa enam Wali Songo tersebut mengalir darah Cina , penggunaan sumber-sumber dalam buku ini tak pelak menghasilkan sebuah pembacaan sejarah dari perspektif L A I N yang berbeda dari pembacaan dominan yang terlalu mengandalkan literature – literatur resmi – Keuntungan yang kita peroleh dari rekonstruksi dengan cara demikian amatlah banyak dan berharga . Kita bukan saja disuguhi versi sejarah yang “ tak resmi ” tapi juga kisah , DONGENG dan Fakta – fakta menarik lainnya yang Luput dari Perhatian Banyak Orang . – *
    Sebelumnya , Buku ini . . . Sepertinya PERNAH Terbit Liur , di Jakarta sekitar – Era angkatan 66 , Tapi lalu dilarang beredar oleh Kejaksaan Agung pada 1971 , karena mengungkap hal-hal yang kontroversial waktu itu , tentang ENAM WALI SONGO berasal dari CINA . – *

    Di Tahun yang sama Pula Penyair WS. RENDRA – Memberi Piagam berisi sajak – yang kemudian di ; SUPER Poster kan Oleh Majalah Musik Pertama Indonesia ( 1967 ) AKTUIL 70 ‘ S – sajak tanpa judul dari sang MERAK tersebut Berbunyi
    KEMARIN DAN ESOK ADALAH HARI INI ( MANOKWARI – BATANG HARI = KALENDER ) BENCANA DAN KEBERUNTUNGAN SAMA SAJA ; LANGIT DI LUAR BUMI DI BADAN BERSATU DALAM JIWA – * JIKAPUN diberi judul = LUBUK LINGGAU ( nama kota di SUMSEL = Olympus Zeus – Zaman Era usia Silam + Sekarang ) Hari – hari Hidup Warga Negri Sila 3 NKRI .

    KESAN KETIKA Orde Baru berkuasa , berbagai hal yang berbau Ngaruh Cina disingkirkan secara sistematis . Dengan idiologi pembangunanisme-nya Orde Baru memunculkan sentimen anti – Cina dalam banyak hal , termasuk dalam penulisan sejarah . Tapi di Era Reformasi , ada baiknya pendapat Muljana dalam buku ini dikaji ulang dengan pikiran yang lebih tenang . – *
    Pendapatku sendiri Mengenai Bab . yang MIRIP seperti diatas , Cukup Berikut Posted Krim Tabir Surya + Lyric “ Cuci film Warna “ Ya – Siapa tahu ada Publik TAJIR , yang mau perduli sejarah SAKTI Nusa Kita , membuat FILM : PELANGI DI LANGIT ( CANDI ) SINGOSARI , Them song Utamanya Lagu : TEMPLE OF THE KING – Richie Blackmore Rainbow : PADA SUATU HARI ( Mirip baku – Bahasa mata pelajaran MENGARANG waktu esde ) ONE DAY Niye . . . . IN The year of the fox – Came a time Remembered Well ; When the Strong young man of ( Gajahmada ) The RISING SUN ( History Sumpah Palapa ) Heard the tolling of the great black bell ( ( Gema hitam di atas Putih History 10281928 ) ) – ; ONE DAY IN THE YEAR OF THE FOX – When The Bell Began to Ring , Meant the time had COMETH for One to go – To the Temple of the King
    ( ( Yang = PERLU Menjadi INGAT – Sebatas yang TERSIRAT , seperti Ada = Alasan Hak – menerima Tunjangan Hari Raya ) )
    There in the middle of the circle He stands ; SEARCHING – SEEKING , With Just One Touch of his trembling hand – The answer will be found – : DAYLIGHT WAITS WHILE THE OLD MAN SINGS – Heaven Help Me , And Then , Like The Rush of a thousand Wings – It Shines Upon The One : And The Day had just begun
    Plus – minus One day – : ONE DAY IN THE YEAR OF THE FOX – WHEN THE BELL BEGAN TO SING ; Mars Indonesia Raya ( diperkenalkan – oktober 28 / 1928 ) – It meant the time had Cometh for one to go To : THE TEMPLE OF THE KING – ; THERE IN THE MIDDLE OF THE PEOPLE , HE STANDS – SEEING – FEELING , WITH JUST A WAVE OF A STRONG RIGHT HAND – He ‘ s gone to The Temple of The King . . . . . ! ! dan Hubungnya pada kini Ketika abad hilir – : FAR FROM THE CIRCLE AT THE EDGE OF THE WORLD ; “ He ‘ s “ ( Nabi – nabi ) HOPING , WONDERING – THINKING BACK FROM THE STORIES He’ s heard of What HE’S GOING TO SEE
    THERE IN MIDDLE OF THE CIRCLE IT LIES – HEAVEN HELP ME ; THEN ALL COULD SEE BY THE SHINE IN HIS EYES – ; THE ANSWER HAD BEEN FOUND . – *
    # D E M O S – Posted ; BACK WITH THE PEOPLE IN THE CIRCLE HE STANDS ( Disanalah Aku Berdiri Jadi Pandu Ibuku ) GIVING , FEELING – WITH JUST ONE TOUCH OF STRONG RIGHT HAND ( Indonesia Kebangsaan ku ) THEY KNOW ; MONGGO DI ROJO PENTHUNG . . . . !!
    POWER MASS HISTORIA 10281928 SUMPAH PEMUDA + PALAPA INDONESIA RAYA : BHINEKA TUNGGAL IKA – MAKNAWI PALAPA ITU = DUNIAWI CITA Sila 2 + 5 = 7 Langit Warga NKRI DALAM ; Baik secara gotong – royong maupun pribadi , Ikut Mengisi Kemerdekaan dengan sumbangsih PRESTASI . . TUNAI WUJUD Lahir – seperti Bentuk Bangunan + Kesejahteraan – dan BATHIN Tunai RASA + PEMIKIRAN = Produksi Hukum + ATURAN . – * *

    WASSALAM

  38. 38
    Adnan Abraar Says:

    Assalamualaikum………, Alhamdulillah………………………. akhirnya Cheng Ho yag lama ditunguu-tungu, muncul juga. Bagi saya sbg simpatisan Bang YIM khususnya dan simpatisan Partai Bulan Bintang umumnya, apapun dan siapapun komentarnya, Bang YIM tetap TOP BGT ( top Banget ) kemampuan actingnya gak kalah dgn aktor kondang, profesional abis deh. Bisa usul gak Bang, gimana kalo Bang YIM kerja sama dengan desainer untuk jual produk pakaian dan atribut tiruan dari Laks. Cheng Ho ( ukuran anak-2 ) kayaknya bagus dan menarik, hal ini diharapkan bisa menggantikan posisi Power Rangers, satria baja hitam yg menjadi tokoh idola anak-2. Apalagi gerakan silat Cheng Ho, pastinya anak-2 akan bangga kalo bisa menirukan gaya Cheng Ho. dengan usul ini, semoga nanti banyak bermunculan YIMER – YIMER junior ( Fans berat Bang YIM ) he……………… Wassalamualaikum …………….

  39. 39
    Suriansyah Bjm Says:

    ass.mualaikum,wr-wb saya ingin mengomentari pertanyaan saudara, Agung wasono tentang tidak ada hal-hal yang baru dalam wawancara bang yim di tv global,Bang agung saya setuju dalam wawancara bang yim tidak ada hal baru biarlah hal-hal yang baru itu disimpan saja klu dibuka sekarang nanti ada nyontek mangkanya klu abng agung kepengen tau hal-hal baru dari bang yim dukunglah bang yim untuk menuju RI 1 setelah itu baru konsip kenegaraan dan hal-hal yang baru itu diaplikasikan.gimana, setujukan? Ok MAJUU bersama bang Y.I.M wassalam.

  40. 40
    Suriansyah Bjm Says:

    Maaf Bang Y.I.M, ulun mennyela sebentar ingin mengomentari kawan kita Bang DEMOS”Bang Demos masala Bangsa & ummat ini tidak berobah sedikitpun hanya dengan Puisi abang Keluh kesah abang kesedihan abang kesunyian abang Demos atau ditambah lagi dengan Puisinya Bang Amin Rais yang mendayuu melengkeng dalam iklam TV masalah bangsa ini tidak akan berobah sedikitpun Thomas Ediso Bapak Ilmu Pengetahuan Dunia sang Jenius dunia ini berkata’ sesungguhnya genius yang aku miliki hanyalah 1 % dari ilmu pengetahuan yang 99 %nya adalah apa yang aku lakukan apa yang aku perbuat demi kemeslahatan ummat manusia. demikian Bang Demos”wassalam’

  41. 41
    Demos Says:

    Hemm’emmh ! Betul seratus untuk # 37 – tapi bagaimana dengan SEPI nya blog ini dari masukan komentator ?
    # 34 masuk pukul 10. 56 malam tanggal 21 dan hingga 24 jam berikutnya , hanya masuk 3 Biji – anda juga bisa kok memasok apalah Opini , yang bersifat lepas – atau tanpa dibebani angka – persen satu – 99 % – sesuatu yang dapat ,
    membuat , rasa diri telah memanfaatkan Strum Listrik yang kita pakai , untuk belajar berkreasi karya tulis + Informasi dan komentator baru atau lama juga menjadi merasa bebas – menuang pilihan informasi – yang Boljug -
    atau boleh juga seperti Berikut ini –

    Posted : Friday On My Mind – Echoes 22 Agustus 2008 Ass . Wr . Wb
    Dari Lubuk – Linggau : “ Salaamun Qaulam Mir Rabbir Rahiim “ Islam Nusantara Al Hakim
    Menteng 10350 Jakarta Pusat
    Laporan Utama Jum’at ini – : KEUTAMAAN DI BULAN SYA’ BAN

    Sya’ban ! Taulah Kau ! adalah istilah speak – speak ARAB yang berasal dari kata “ SY ‘ AB “ Anu , harus Agak – agak seperti lagi makan Kolak , untuk pass banget atau melebihi Kesan Suara bahasa warga Arab .
    Yang artinya : JALAN di atas GUNUNG – agar tidak terjadi hal yang menakutkan bagi warga Pulau Jawa yang
    Di kelilingi Gunung Seribu satu Kisah para Satria Galaxy – Nalindra Kait wingi Tanah Jawi – yaitu Hidup di –
    Kedalaman makna lain Perkara : LHAILLA HA ILLALLAH – JUNGGRING SALOKA , SEWU GUNUNG -
    JUGHRUK BANDORONO ( = Bumi Pertiwi – BANGKRUT MODALIN ) dan Juga pada wilayah NKRI maupun
    Dunia pada umumnya : ISLAM Pada Kemudian Memanfaatkan Bulan Sya’ban sebagai ZEUS It’s time to
    Made “ It’s Time “ to Time dari Zeus pengertian Nabi – nabi masa di Hulu = Zaman Era Usia Silam – Hingga “ WAKTU “ Zeus Pengertian Hilir masa adanya Perserikatan BANGSA – Bangsa di Bumi Ibu Jagad Raya ; Zaman Era ( ETIKA ) Usia ( UKURAN ) SEKARANG – atau : Jaman Saiki ! 21 Century , You Know -
    Sebagai WAKTU yang di Manfaatkan untuk MENEMUKAN Banyak Jalan , Demi Mencapai KEBAIKAN . – *

    Namun karena Bulan Sya’ban terletak di antara bulan rajab Nyunggi Wakul ANANGING ( Namun ) dan bulan
    RAMADHAN yang bersifat MIKUL (( tidak = Nyunggi papan dhodol di atas kepala = kampanye politik )) yang
    Keselarasan ( # Demos ) nya : MENDHEM NJERO – MIKUL NDHUWUR + Berat – berat , Seberat Mikul Aer – Aerrr !! sama di pikul – Ringan – ringan seringan Pejabat Sila 4 bagi – bagi LapTop sama di Jinjing . . . . !
    Karena di apit oleh dua bulan KHARMAPALA MULIA (( Tutwuri CATU – DAYA )) : HONO COROKO Up2 + U2 ( Moco Pat Java Script , Eletric Magic – Solar System , Getar Rohani Semesta + PETUGAS Hukum Alam ) ini , Maka Sya’ban seringkali dilupakan , padahal dalam Pinesten Kodrat manjing Lelakon Hadirat Sila 1 Negari – Kepastian Tradisi Agamawi dan Adat Keyakinan Umat Islam sehubung Bulan Sya’ban , terdapat berbagai ; KEUTAMAAN yang menyangkut Peningkatan Kualitas Kehidupan Pemeluk Agama Islam , baik sebagai = Individu maupun dalam Lingkup ( Handayani Spirit , Tuntunan – Ilmu ) KEMASYARAKATAN . – *

    Karena letaknya yang mendekati bulan Ramadhan , Bulan Sya’ban memeliki berbagai hal yang dapat MEMPERKUAT Keimanan , Ikhtisar Visi Jawi untuk Sya’ban = Ubi – Jalar Echoes AMARGI , Catu Negatip
    Yang memperdayakan DAYA POSITIP = IBU – yang dibaca menurut aturan tulisan arab , sebaliknya dari ibu ,
    Ubi , refleksinya ialah : hal imej kata – kata Positip , baik dan budiman , itu posisi = Keterangan , informasinya -
    perihal Kebaikan yang masih di atas Ubun – Ubun , Lha Sya’ban itu arti – jalan di atas gunung = Nyucup Ubun-
    ubun – Gerak yang memastikan Keniscayaan Info yang baik ; Terbukti dilapangan , bukan semata , BAEK – BAEK nya bahasa Cendikiawan Muslim itu adalah = NIAT INGSUN di Bulan Sya’ban – Gerak yang punya arti , menuju : JALAN DI ATAS GUNUNG . – *

    Sya’ban adalah bulan kedelapan dalam penanggalan Hijriyah , Keistimewaan bulan ini terletak pada PERTENGAHANNYA yang biasanya disebut sebagai NIFSU SYA’ BAN .
    Doa umum – go Public Ketika Syah’ban – Sesuai ( Berselaras aturan Demos The wall – Ozon ) Tuntunan Hulu
    Zeus Rasulullah S A W : Ya Allah , Berkahilah Kami di bulan Rajab dan Sya’ban serta SAMPAIKANLAH USIA ( Pertemukan ZEUS WE ARE THE CHAMPION ) Kami hingga Bulan RAMADHAN . – *

    Salam Teruntuk : All in all IKHWAN dan setidaknya diri bukan semata KETERANGAN Islam inside Katepe
    Punya info + niatan mengikuti Informasi Nifsu Sya’ban , dalam skala terkecil , Program Bersih – bersih sorga kecil , Rumah sendiri , Skala menengah Lingkungan Kelurahan dan Skala Besar = Nasional , kantor – Kantor Dinas Kenegaraan + Perusahaan , Umum adat + Tradisi Jelang Bulan Suci SEBENAR – Ramadhan , bukan
    Ramadhani , Itu sih ARTIS – Menjalani puasa Ramadhani , semata menahan haus dan Lapar – D O A N G dong .

    Wassalam

  42. 42
    Demos Says:

    Waduuuh . . . . !
    maaf Prof YIM , tenyata hanya terlihat tersusun RAPI ketika Di Word – setelah di Copy – paste , Belepotan . . .
    musti mengail dulu nih info dari bang Vavai atau Bonar – atau mumpung belum Mengantuk – Kesitus sebelah dulu ,
    cari – Cari Pembelajaran . . . .

    PERMISI . . . .

  43. 43
    Aryo Budhi Utomo Says:

    OOT: “Prabu Wikramawardhana” ingin bertahta di Jawa Timur, bang.

  44. 44
    yolis Says:

    sukses pak

  45. 45
    yolis Says:

    saya mendukung bapak sejak tahun 1999,sy kcw dikala itu bpak mundur dr kandidat presiden,wktu itu sy bru klas 2 SMP,skrg sy kul di Universitas Jambi fak hukum,jurusan tata negara,skrg lg tulis skripsi,doain y prof. idola sy selain bpak,juga pak jimly,sy jg sering smsan dgn pak jimly,sy ga nton,tp sy janji to nton mlm minggu nanti,bawa indonesia sperti ma_he

  46. 46
    yolis Says:

    maju terus prof

  47. 47
    ridwan said Says:

    Mantab bung, persis nebas barang gelam de mudong hahahahaha, maju terus didoakan sukses selalu
    wass

  48. 48
    Darwinsyah Says:

    Terus berkarya bang YIM
    Congratulation…atas film laksamana Cheng Ho
    Pokokny malem minggu tongkrongin MT deh…

    wassalam,

    Darwin

  49. 49
    suriansyah-bjm Says:

    Bang Demos Komentar anda (38) melenceng dari Conteks ttg penayangan Laksamana Chengho,nda apa yang penting bisa nambah pengetahuan.bang Demos tata bahasa dan gaya bicara anda sulit dimengerti oleh mahluk hidup sebabnya anda menggunakan bahasa sastra kono,yang multi bangsa dari bangsa arab sampai China bahkan multi Ithnis.wawasan anda sangat luas,pengetahuan anda sangat dalam, dalam segala hal-hal dan hil-hil,hati-hati!!? Bang Demos saya sebagai teman baru anda dalam blog ini ingin wattawa saubil haq,wattawa saubbissabbri.makin banyak hal-hal & hil-hil yang kita ketahui ujung-ujungnya mustahill Bang.sejarah adalah bagian dari masa lalu,hanya ada dua sisi tauladan yang terjadi atas sejarah satu sisi kebaikan dan sisi keburukan(kejahatan) dua-duanya hancur sirna lewat bersama waktu yang tertinggal hanyalah kenangan yang manjadi cermin/pelajaran bagi bangsa/generasi berikutnya.itupun apabila kita mau mengambil hikmah pelajaran kalaupun tidak iapun lewat juga.mari kita tawaqqal untu hari esok semoga allah azza wajalla meredhoi kita semua. ok maju bersama Bang Y.I.M wassalam.

  50. 50
    Azmi Says:

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Bapak Yusril Ihza Mahendra yang Saya hormati,,,
    Saya sangat kagum dengan Bapak. Ternyata, selain bapak pintar dalam berpolitik, bapak juga pintar dalam bermain film. Sungguh sebuah kelebihan yang sangat patut dibanggakan. Saya juga salut dengan Bapak yang mau meluangkan di sela-sela kesibukannya untuk bermain Film ini. Bapak juga memperhatikan dan menghayati setiap bagian yang ditayangkan dalam film ini.

    Salut ya Buat Bapak,

    Oh ya Pak, Mumpung saya ingat. Saya pernah ngeadd FS Bapak,Tpi saya belum tahu itu beneran FSnya Bapak atau tidak. Hehehehe,… Karena sampai sekarang belum di Approve sama Bapak.

    Ini saja dari saya. Terima kasih ya Bapak sebelumnya.
    Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Pages: [1] 2 3 4 » Show All

Leave a Reply

Recently Commented

  • As.Wr.Wb Maju terus bang... (Nanang Subakti Karsowirono - August 30, 2010)
  • sejak tampil sebagai pembela ahmadiyah, teu... (abifasya - August 26, 2010)
  • “dan menolak untuk ikut serta secara aktif... (Hadi - September 1, 2010)
  • Benar, arogansi sebagai “Aparat” dan... (Hadi - September 3, 2010)
  • Ass.W.W…maju terus bang... (nova ardinal - August 26, 2010)
  • Sebagai orang “sangat awam” saya... (pakne ridah - August 26, 2010)