Bismillah ar-Rahman ar-Rahim
Seperti telah diberitakan sebelumnya Film Serial Laksamana Cheng Ho telah ditayangkan episode pertamanya di Metro TV malam minggu yang lalu. Selanjutnya film serial ini akan mengudara setiap malam minggu pukul 21.30 WIB. Beberapa stasiun televisi lokal juga ada yang merelay siaran Metro TV, sehingga mereka yang tidak memiliki parabola atau berlangganan TV kabel di berbagai daerah yang tak terjangkau siaran, dapat pula menyaksikan tayangan fim ini. Makin banyak yang menyaksikan, bagi saya akan makin bagus. Insya Allah, dvd film serial ini juga akan diproduksi, usai tayangan tiap episode di Metro TV. Dengan demikian, mereka yang tidak sempat menonton televisi, dapat menyaksikannya melalui DVD di tempat masing-masing.
Promosi film serial ini telah dilakukan baik oleh Metro TV maupun oleh produser. Saya menyaksikan beberapa iklan yang muncul di harian ibu-kota. Metro TV juga menayangkan iklan pemutaran film ini. Acara Kick Andy juga secara khusus menampilkan beberapa pemain film ini, khususnya artis dari negeri kita sendiri, yakni Slamet Rahardjo, Nurul Arifin, Betharia Sonata dan saya sendiri. Artis China, Hong Kong dan Thailand yang juga memainkan peranan penting dalam film serial ini, tak sempat dihadirkan. Maklumlah mereka tinggal di negara mereka masing-masing. Mereka juga tidak pandai berbahasa Indonesia, sehingga sulit juga untuk tampil dalam acara Kick Andy. Namun sebagai promo, saya kira, apa yang dilakukan melalui acara Kick Andy sudah lumayan juga. Setidaknya para penonton di tanah air, memperoleh informasi mengenai latar belakang pembuatan film ini, serta pesan yang ingin disampaikan melalui kisah yang difilmkan.
Seperti pernah saya kemukakan dalam artikel sebelumnya di blog ini, film serial Laksamana Cheng Ho atau Admiral Zheng He, mengisahkan perjalanan hidup sang laksamana sejak lahir sekitar
tahun 1370 Masehi hingga wafat di tahun 1432. Cheng Ho yang nama aslinya adalah Ma He – dalam Bahasa Arab adalah Muhammad Siddiq – lahir dari keluarga Cina Muslim kebanyakan di Provinsi Yunnan, dekat perbatasan Vietnam sekarang ini. Ayahnya yang bernama Ma Hazi atau Haji Ma adalah pemuka sebuah kampung. Dalam situasi yang bergolak Ma Hazi didaulat oleh penduduk sekitar untuk memimpin perlawanan terhadap Kaisar Ming yang kedua, dan beliau tewas dalam sebuah pertempuran. Ma He kecil, sangat sedih dengan kematian ayahnya dan sangat prihatin dengan ibu dan dua adik perempuannya yang ditawan dan akan dibunuh. Sebab itulah, dia merelakan dirinya untuk dikebiri, dengan imbalan ibu dan dua adiknya dibebaskan. Jendral Poh Yu Te yang memimpin pasukan Ming di Yunan, memenuhi permintaan Ma He. Dia dikebiri dan harus ikut menjadi abdi dalem istana. Ibu dan adik-adiknya dibebaskan.
Ma He yang taat menjalankan agama Islam dikenal sebagai kasim – sebutan bagi orang yang dikebiri – yang sangat rajin belajar dan berdisiplin tinggi. Berbeda dengan ayahnya yang berperang melawan
Ming, Ma He ikut milisi untuk membela Ming. Karena prestasinya, dia diangkat menjadi pembantu terdekat Pangeran Ming Chui Ti, dan pindah ke sebuah puri – yang belakangan menjadi Kota Terlarang – di kota Beijing. Sejarawan China menyebutkan Ma He sering datang ke Mesjid Niuw Che, mesjid tertua di Beijing yang dibangun oleh dua imam dari Persia yang menyebarkan agama Islam ke China pada abad ke IX Masehi. Mesjid Niew Che yang masih ada sampai sekarang dan menjadi mesjid antik bergaya kelenteng adalah mesjid yang dilindungi oleh Pemerintah China, dan dijadikan sebagai monumen Islam di Negeri Tiongkok. Saya sendiri beberapa kali bersembahyang, termasuk sembahyang Jum’at di mesjid ini yang khutbah dan pengajiannya dilaksanakan dalam Bahasa Mandarin.
Di Beijing Cheng Ho akhirnya menjadi penasehat Pangeran Ming Chui Ti yang suatu ketika menjadi sangat marah, karena ayahnya menunjuk cucunya –yakni putra dari pangeran pertama yang wafat — menjadi kaisar. Ming Chui Ti adalah pangeran kedua yang menurut tradisi China akan menjadi kaisar jika pangeran pertama meninggal
lebih dahulu. Kaisar baru, Chu Yu Wen, yang masih muda, ternyata banyak melakukan kekejaman, yang membuat Pangeran Ming Chui Ti tambah marah, sehingga akhirnya dia memberontak melawan Kaisar. Dia menunjuk Ma He sebagai panglima perang dan mempimpin penyerbuan dari Beijing ke Nanjing yang ketika itu menjadi ibukota Kekaisaran Ming. Menurut sejarawan China, jarak antara Beijing dengan Nanjing waktu itu dapat ditempuh dengan kuda yang berlari kencang selama 23 hari perjalanan. Dalam sejarahnya, Ma He memimpin 30 ribu pasukan menggempur Beijing selama tiga tahun, sampai akhirnya mereka memenangkan pertempuran. Pangeran Ming Chui Ti akhirnya berhasil merebut tahta. Dalam sejarah China, Ming Chui Ti dikenal dengan julukan Kaisar Yong Le atau Yung Lo, yakni kaisar terbesar dalam sejarah China. Ma He yang kemudian diberi marga baru Zheng atau Cheng– yang akhirnya memakai nama Zheng He atau Cheng Ho – praktis menjadi orang kedua di kekaisaran Ming. Ketika ibukota Ming pindah dari Nanjing ke Beijing dan membangun Forbidden City sekarang ini, maka Kaisar Yong Le mengendalikan pemerintahan dari Beijing dan Cheng Ho mengendalikan pemerintahan dari Najing sebagai wakil Kaisar. Peristiwa ini terjadi menjelang akhir hayat Kaisar Yong Le, setelah Cheng Ho kembali dari pelayaran yang ketujuh menjelajahi pantai timur benua Afrika.
Mengapa Cheng Ho berlayar mengarungi samudera luas sampai ke benua Afrika itu? Setelah Pangeran Ming Chui Ti merebut takhta, dia dan Cheng Ho masih memerlukan waktu beberapa tahun untuk
menyatukan dan membangun ekonomi Tiongkok. Setelah semuanya berjalan, Kaisar bertanya kepada Cheng Ho, apa lagi yang harus mereka kerjakan. Cheng Ho menjawab, inilah saatnya kita membangun perdamaian dunia dan menjadikan Tiongkok sebagai pemimpin dunia. Untuk mencapai rencana itu, Cheng Ho mengusulkan agar Kekisaran Ming membangun armada angkatan laut yang besar dan kuat agar mereka dapat menjelajah dunia dalam membangun persahabatan, perdamaian dan kerjasama dengan bangsa-bangsa lain. Walaupun rencana ini ditentang oleh Menteri Keuangan Liu Taxia dan beberapa jenderal, namun Kaisar setuju. Kaisar memutuskan menunjuk Cheng Ho menjadi laksamana yang memimpin angkatan laut kekaisaran dengan misi membangun perdamaian dan menyelesaikan konflik di seluruh dunia. Sejak itu, Cheng Ho berubah dari panglima angkatan darat, menjadi panglima angkatan laut.
Enam tahun lamanya Cheng Ho membangun 320 armada dan merekrut 28.000 prajurit angkatan laut dan melatih mereka. Setelah semuanya siap, sebelum berlayar, Cheng Ho sengaja datang berziarah ke makam Saad bin Abi Waqqash – salah seorang sahabat
Nabi Muhammad S.a.w yang ikut ke hijrah ke Negeri Habsyi dan wafat di Tiongkok — di Guang Zhou. Cheng Ho mungkin ingin mengenang sahabat Rasulullah itu karena beliau adalah salah seorang sahabat dekat Rasulullah yang berlayar begitu jauh dari Habsyi – Ethiopia sekarang ini – menuju daratan Tiongkok. Peristiwa itu terjadi sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Kisah tentang Saad bin Abi Waqqash ini mengindikasikan bahwa Islam telah disebarkan di Tiongkok pada saat Rasulullah S.a.w masih hidup. Walaupun makam Saad sampai sekarang masih misterius. Sebagian sejarawan mengatakan Saad kembali bergabung dengan Rasulullah di Madinah, namun sebagiannya lagi mengatakan tidak. Saad tak sempat ikut hijrah ke Madinah, sampai beliau wafat tetap berada di Guang Zhou.
Dalam sejarahnya, Laksamana Cheng Ho memimpin delapan kali missi muhibah pelayaran mengunjungi banyak negara di zaman itu. Dia sama sekali tak ingin menggunakan kekuatan militer untuk memaksa negara lain mengikuti kemauannya. Cheng Ho bersikap
persuasif mengajak negara-negara lain untuk menyelesaikan konflik secara damai. Dia berusaha mendamaikan antara Majapahit dengan Blambangan, antara Ayuttaya dengan Swarnabhumi, antara Majapahit dengan Melaka dan membantu banyak negara dengan bantuan teknis militer, perdagangan, industri, pertanian dan kesehatan. Cheng Ho juga membawa misi mengamankan laut, khususnya Selat Malaka, agar alur pelayaran timur dan barat dapat berjalan dengan lancar. Untuk itulah dia membantu Melaka membangun pangkalan angkatan laut, melatih militer Melaka dan menampatkan sekitar 600 penasehat militer di Bandar Melaka. Cheng Ho berhasil meyakinkan Melaka, bahwa Dinasti Ming dari Tiongkok takkan mengulangi ekspansi dan penjajahan – seperti pernah dilakukan Dinasti Yuan – yang pernah memaksa Ken Arok dari Kerajaan Kediri agar takluk kepada Tiongkok. Cheng Ho ingin membangun kemitraan dan kerjasama dengan negara lain, dengan tetap menghormati kedaulatan negara itu.
Di luar missi resmi yang diemban atas perintah Kaisar, Cheng Ho dan nakhoda kapal induknya Wang Ching Hong – yang makamnya ada di Semarang dan dikenal dengan sebutan Panembahan Dompu Awang atau Kiyai Jurumudi – membawa misi pribadi mereka untuk menyebarkan agama Islam. Raja Parameswara dari Melaka adalah raja Melaka pertama yang memeluk agama Islam atas ajakan Laksamana Cheng Ho. Sejak itu Parameswara mengganti namanya menjadi Sultan Iskandar Syah dan mengubah Melaka dari kerajaan Hindu menjadi kesultanan Islam. Wang Ching Hong setelah pelayaran ketujuh memutuskan untuk tinggal di Semarang dan pensiun sebagai nakhoda. Wang Ching Hong yang hafal Qur’an dan pandai berbahasa Arab dan Persia, bergabung dengan Sunan Bonang menyebarkan agama Islam di Jawa Tengah, sampai ia wafat dan dimakamkan di tempat yang kemudian berdiri Kelenteng Sam Po Kong di kota Semarang.
Kisah Laksamana Cheng Ho sangatlah panjang. Bukan saja kisah misi muhibah perdamaian yang dijalankannya, tetapi juga kisah
intrik politik di Kekaisaran Ming sendiri. Khususnya intrik yang dilakukan Menteri Keuangan Liu Taxia dan Jendral Ma Kwee yang terus-menerus menentang misi pelayaran Cheng Ho. Dalam film serial ini juga dikisahkan beban psikologis yang berat yang dialami Cheng Ho sebagai seorang kasim yang dikebiri. Dia pernah menaruh hati dengan seorang gadis Muslimah bernama Sin Hwa, namun apa daya dia telah menjadi kasim. Namun walaun menderita secara psikologis, dia tetap bersyukur kepada Allah, karena semua itu mengandung hikmah bagi dirinya. Pada episode ke 24 dari film ini – yang selurunya ada 30 episode – dikisahkan dialog antara Cheng Ho dengan Kaisar Yong Le mengenai kebijakan setiap dinasti untuk mengebiri setiap petugas istana itu. Kaisar nampak bingung mengenai tradisi yang telah berlangsung selama 2500 tahun itu dan menunjukkan empati yang dalam atas mereka yang dikebiri. Kaisar menyadari bahwa hal itu bertentangan dengan fitrah manusia, sebagaimana dijelaskan Cheng Ho dengan mengutip ayat-ayat al-Qur’an.
Film serial ini berakhir dengan wafatnya Laksamana Cheng Ho sekembalinya dari menunaikan ibadah umroh di kota suci Mekkah. Cheng Ho wafat di Lautan Hindia di selatan Pulau Sri Lanka pada tahun 1432. Sebelum wafat dia berpesan, agar kalau dia mati, jenazahnya harus ditenggelamkan ke dasar laut sebelum matahari terbenam. Karena sakit Cheng Ho akhirnya wafat dengan tasbih yang jatuh dari tangannya dengan mengucapkan kata La Ilaha illallah. Semua orang menangisi kepergiannya. Hidupnya bagai sebuah legenda. Namun menurut sejarawan China, tak ada anak buah Cheng Ho yang berani membenamkan jenazahnya ke dasar laut seperti permintaannya. Jenazahnya dibawa pulang ke Nanjing dan dia dimakamkan di depan sebuah mesjid dengan sebuah upacara kebesaran militer yang dihadiri oleh Kaisar Ming yang baru yang menggantikan Kaisar Yong Le.
Akhirnya, saya ucapkan selamat menyaksikan film serial versi Bahasa Indonesia yang ditayangkan Metro TV ini, dengan segala kekurangan yang ada…
Wallahu ’alam bissawwab
Cetak artikel Oleh Yusril Ihza Mahendra — August 19th, 2008
169 tanggapan untuk “PENAYANGAN LAKSAMANA CHENG HO”
Pages: « 1 [2] 3 4 5 6 » Show All
agungwasono (komentar #31)
Menyaksikan wawancara bareng bang Yusril semalem di Global TV kok gak ada yang baru ya Bang?
Maksud saya tidak ada hal-hal baru yang diuraikan oleh Abang dalam kesempatan tersebut (mungkin ini subyektifitas aya). kebanyakan sudah abang jelaskan diBlog ini atau di kesempatan wawancara/debat di TV lain.
Alangkah senangnya kalau Abang bisa memberikan hal-hal baru dan tidak hanya menjawab pertanyaan dari presentar, karena kadang pertanyaan presenter adalah hal-hal yang (maaf) sedikit basi.
Oiya Bang, ada hal yang dari dulu pengin saya tanyakan tapi lupa, Kenapa sutradara memilih Abang untuk jadi pemeran Zeng He? apa karena muka mirip rada kecina-cinaan? atau karena postur tubuh yang hampir sama? atau karena pandai kung fu? atau karena… hal lain?
Saya hanya menjawab apa yang ditanyakan presenter, walau saya agak heran karena pertanyaan selalu dari itu ke itu saja. Namun apa boleh buat, karena akan aneh rasanya kalau lain pertanyaan lain pula jawab yang saya berikan.
Soal pilihan pemeran Cheng Ho, saya sendiri tidak tahu dengan mendalam apa alasannya. Mereka hanya meminta saya untuk memerankannya, karena karakter tokoh agak mendekati penampilan saya sehari-hari. Itu saja yang saya dengar. (YIM)
August 21st, 2008 at 1:03 pm
Trinie (komentar #32)
Maaf, Om YIM
Aku tidak menontonnya karena didubbing. Mungkin bagi yang lain, hal ini tidak bermasalah. Namun bagiku (dan para pengguna hearing aids lainnya), sangat bermasalah.
Aku berharap dvdnya nanti ada pilihan untuk menggunakan teks, baik Bahasa Indonesia ataupun English.
August 21st, 2008 at 1:09 pm
Bang Ridha (komentar #33)
@mas agung
Menurut saya kenapa sutradara memilih Bang YIM, karena beberapa faktor :
1. Muka mirip ke-cina-cina-an,
2. Ngga canggung kalau ada adegan ngaji.
3. pandai kung fu… mungkin.
4. sudah punya kewibawaan dan jiwa kepemimpinan.
5. Ngga perlu di honor tinggi (hehehehe)
6. bisa berbagai bahasa.
5. karena salah satu penulis cerita. Dan ini yang penting agar lebih menghayati.
Mungkin ada yang menambahkan..
Maaf Bang YIM, just kidding….
August 21st, 2008 at 1:13 pm
Maddy (komentar #34)
Wah saya gak nonton episode pertama kemarin!!! Kelewatan Pak,,, Semoga besok2 saya tidak kelewatan lagi. Tidak sabar rasanya melihat penampilan Pak Yusril dan Gus Ipul di luar gelanggang politik hehehe.
August 21st, 2008 at 3:57 pm
joe (komentar #35)
Assalamu’alaikum
Wah…Pak YIM Kelihatan Keren jadi laksamana Cheng Ho….Aktingnya juga mantap pak, ada rencana lanjuting ke akting serial lainnya pak??
August 21st, 2008 at 4:19 pm
Nurdiansyah (komentar #36)
Salam sejahtera Pak YIM.
Minggu kemarin sempat nonton serialnya di Metro TV, walaupun terlihat agak kaku tapi saya rasa akting bapak lumayan bagus, atau mungkin itu memang merupakan karakter yang harus dibawakan yah hehee… Selamat pak.
August 21st, 2008 at 8:01 pm
Demos (komentar #37)
Salam kesetaraan Warga - Menuju masyarakat ADIL dan : ASS Wr . Wb .
Nyambung # 25 Ku - Opini seputar isian Visi Buku , malam ini mengenai Suntingan Referensi - Posted / Hal
Judul Buku: Runtuhnya Kerajaan Hindu - Jawa dan Timbulnya Negara - Negara Islam di Nusantara
Penulis: Prof. Dr. Slamet Muljana / Penerbit: LKiS, Yogyakarta / Cetakan: I , September 2005
Kenyataan sejarah kadang-kadang terlalu pahit untuk ditelan dan terlalu pedas untuk dirasakan. Sejarah adalah kaca benggala yang memuat pelbagai fakta yang pernah terjadi pada masa silam. Segala hal yang telah tergores dalam kaca sejarah, tak kan lagi bisa terhapus. Orang yang tidak senang mungkin akan berusaha untuk menyelubunginya atau melupakannya, tetapi ia tidak akan mampu untuk melenyapkannya . - ORANG DAPAT MEMBUAT PELBAGAI MACAM TAFSIR , TAPI FAKTA YANG DI TAFSIRKAN TIDAK AKAN BERUBAH . - *
Begitupun juga dengan sejarah keruntuhan Majapahit, yang diiringi bertumbuhnya negara-negara Islam di bumi Nusantara , menyimpan banyak sekali fakta sejarah yang menarik untuk diungkit kembali. Sebagai kerajaan tertua di tanah Jawa , Majapahit bukan saja menjadi romantisme sejarah dari puncak kemajuan peradaban Hindu-Jawa, tetapi juga menjadi bukti sejarah tentang pergulatan politik yang terjadi di tengah islamisasi pada masa peralihan menjelang dan sesudah keruntuhannya . - *
Buku karya sejarawan Universitas Indonesia ini, selain melacak asal-muasal keruntuhan Majapahit, juga mencurahkan perhatian pada peran orang-orang Cina (Tionghoa) dalam proses islamisasi di Nusantara. Temuan Muljana membantah sekaligus mengkritik tesis yang telah lazim diterima oleh banyak sejarawan yang menyatakan bahwa Islam Nusantara adalah prototipe lain dari Islam yang berkembang di jazirah Arab . - *
Menurut Muljana , Islam yang ada di Nusantara, dan di Jawa khususnya, bukanlah Islam yang “murni” dari Arab, melainkan Islam hibrida yang memiliki banyak varian. Berbagai anasir juga turut menyertai perkembangannya - Muljana Banyak MENYITIR dokumen - Dokumen SEJARAH TAK RESMI , seperti Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda - Padahal keduanya dibuat pada zaman kerajaan Mataram abad ke-17 dan beberapa sejarawan sempat mempertanyakan keabsahan tulisan yang ada dalam Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda. Karena dalam kedua cerita itu, sejarah dijalin dengan dongeng sehingga sulit membedakan mana yang benar-benar fakta dan mana yang hanya fiksi ! Lebih-lebih , kedua cerita itu tidak merujuk pada sumber sejarah yang dapat dipercaya , seperti prasasti dan karya sejarah tentang Majapahit dalam Buku PARARATON dan NEGARAKERTAGAMA . - *
Buku yang terbagi dalam sembilan bagian ini tak hanya berpijak pada Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda, tapi juga pada sejumlah arsip ringkasan Preambule Prasaran, berita Tionghoa dari klenteng Talang, sumber berita Portugis , dan dari klenteng : Sam Po Kong Semarang - yang ditulis oleh Poortman dan dikutip Mangaraja Onggang ( M .O ) Parlindungan . - * Residen Poortman tahun 1928 ditugasi pemerintah kolonial untuk menyelidiki apakah Raden Fatah itu orang Cina atau bukan sebagai dasar rujukan awal . - * Perkembangan peristiwa itu ternyata menjadi sejarah politisasi bahwa Cina dikaitkan dengan pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) 1926/1927. Maka, sang Residen itu menggeledah Kelenteng Sam Po Kong Semarang untuk mengangkut naskah berbahasa Tionghoa yang terdapat di sana, sebagian sudah berusia 400 sampai 500 tahun , sebanyak 3 cikar ( pedati yang ditarik lembu ) . Arsip Poortman ini dikutip oleh M.O Palindungan - Yang juga Memulis Buku KONTROVERSIAL , Tuanku Rao . - *
Berpijak pada sumber-sumber itulah, Muljana mengisahkan bahwa pada 1445, Raden Rahmad atau Sunan Ampel adalah pendatang asal Yunan yang bernama asli Bong Swi Hoo, cucu Bong Tak Keng, penguasa tertinggi Campa. Kemudian pada 1447 - Sunan Ampel mengawini wanita keturunan Cina bernama Ni Gede Manila yang merupakan anak Gan Eng Cu ( mantan Kapten Cina di Manila yang dipindahkan ke Tuban sejak tahun 1423 ) Dari perkawinan ini lahirlah Sunan Bonang yang juga berasal dari bahasa Cina, Bong Ang - Putra Gan Eng Cu yang lain adalah Gan Si Cang yang menjadi Kapten Cina di Semarang . Tahun 1481 Gan Si Cang memimpin pembangunan Masjid Demak dengan tukang - Tukang Kayu dari galangan kapal Semarang . - *
Muljana menyebutkan bahwa Sunan Kalijaga yang masa mudanya bernama Raden Said itu tak lain dari Gan Si Cang . Sedangkan Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah, menurut Muljana, adalah Toh A Bo , putra dari Tung Ka Lo - Alias Sultan Trenggana ( halaman 105 ) Tak hanya keempat sunan itu yang keturunan Cina. Dalam buku ini, Sunan Giri - yang murid Sunan Ampel , juga berasal dari Cina . Ini dikaitkan dengan ayah Sunan Giri yang bernama Sayid Ishak , yang tak lain adalah paman dari Sunan Ampel alias Bong Swi Hoo sendiri . Sementara itu , Sunan Kudus atau Jafar Sidik JUGA DISNYIALIR KETURUNAN CINA bernama : Ja Tik Su . - * *
Kelemahan Muljana, sebagaimana ditulis Asvi Warman Adam dalam pengantarnya , bahwa Muljana hanya mendasarkan kesimpulannya pada buku yang ditulis oleh M.O Parlindungan - dan tidak memeriksa sendiri naskah-naskah yang berasal dari klenteng Sam Po Kong Semarang itu . - * Terlepas dari beberapa kelemahan Muljana dalam mengambil kesimpulan bahwa enam Wali Songo tersebut mengalir darah Cina , penggunaan sumber-sumber dalam buku ini tak pelak menghasilkan sebuah pembacaan sejarah dari perspektif L A I N yang berbeda dari pembacaan dominan yang terlalu mengandalkan literature - literatur resmi - Keuntungan yang kita peroleh dari rekonstruksi dengan cara demikian amatlah banyak dan berharga . Kita bukan saja disuguhi versi sejarah yang “ tak resmi ” tapi juga kisah , DONGENG dan Fakta - fakta menarik lainnya yang Luput dari Perhatian Banyak Orang . - *
Sebelumnya , Buku ini . . . Sepertinya PERNAH Terbit Liur , di Jakarta sekitar - Era angkatan 66 , Tapi lalu dilarang beredar oleh Kejaksaan Agung pada 1971 , karena mengungkap hal-hal yang kontroversial waktu itu , tentang ENAM WALI SONGO berasal dari CINA . - *
Di Tahun yang sama Pula Penyair WS. RENDRA – Memberi Piagam berisi sajak – yang kemudian di ; SUPER Poster kan Oleh Majalah Musik Pertama Indonesia ( 1967 ) AKTUIL 70 ‘ S - sajak tanpa judul dari sang MERAK tersebut Berbunyi
KEMARIN DAN ESOK ADALAH HARI INI ( MANOKWARI - BATANG HARI = KALENDER ) BENCANA DAN KEBERUNTUNGAN SAMA SAJA ; LANGIT DI LUAR BUMI DI BADAN BERSATU DALAM JIWA - * JIKAPUN diberi judul = LUBUK LINGGAU ( nama kota di SUMSEL = Olympus Zeus - Zaman Era usia Silam + Sekarang ) Hari – hari Hidup Warga Negri Sila 3 NKRI .
KESAN KETIKA Orde Baru berkuasa , berbagai hal yang berbau Ngaruh Cina disingkirkan secara sistematis . Dengan idiologi pembangunanisme-nya Orde Baru memunculkan sentimen anti - Cina dalam banyak hal , termasuk dalam penulisan sejarah . Tapi di Era Reformasi , ada baiknya pendapat Muljana dalam buku ini dikaji ulang dengan pikiran yang lebih tenang . - *
Pendapatku sendiri Mengenai Bab . yang MIRIP seperti diatas , Cukup Berikut Posted Krim Tabir Surya + Lyric “ Cuci film Warna “ Ya - Siapa tahu ada Publik TAJIR , yang mau perduli sejarah SAKTI Nusa Kita , membuat FILM : PELANGI DI LANGIT ( CANDI ) SINGOSARI , Them song Utamanya Lagu : TEMPLE OF THE KING - Richie Blackmore Rainbow : PADA SUATU HARI ( Mirip baku - Bahasa mata pelajaran MENGARANG waktu esde ) ONE DAY Niye . . . . IN The year of the fox - Came a time Remembered Well ; When the Strong young man of ( Gajahmada ) The RISING SUN ( History Sumpah Palapa ) Heard the tolling of the great black bell ( ( Gema hitam di atas Putih History 10281928 ) ) - ; ONE DAY IN THE YEAR OF THE FOX - When The Bell Began to Ring , Meant the time had COMETH for One to go - To the Temple of the King
( ( Yang = PERLU Menjadi INGAT - Sebatas yang TERSIRAT , seperti Ada = Alasan Hak - menerima Tunjangan Hari Raya ) )
There in the middle of the circle He stands ; SEARCHING - SEEKING , With Just One Touch of his trembling hand - The answer will be found - : DAYLIGHT WAITS WHILE THE OLD MAN SINGS - Heaven Help Me , And Then , Like The Rush of a thousand Wings - It Shines Upon The One : And The Day had just begun
Plus – minus One day - : ONE DAY IN THE YEAR OF THE FOX - WHEN THE BELL BEGAN TO SING ; Mars Indonesia Raya ( diperkenalkan - oktober 28 / 1928 ) - It meant the time had Cometh for one to go To : THE TEMPLE OF THE KING - ; THERE IN THE MIDDLE OF THE PEOPLE , HE STANDS - SEEING - FEELING , WITH JUST A WAVE OF A STRONG RIGHT HAND - He ‘ s gone to The Temple of The King . . . . . ! ! dan Hubungnya pada kini Ketika abad hilir - : FAR FROM THE CIRCLE AT THE EDGE OF THE WORLD ; “ He ‘ s “ ( Nabi – nabi ) HOPING , WONDERING - THINKING BACK FROM THE STORIES He’ s heard of What HE’S GOING TO SEE
THERE IN MIDDLE OF THE CIRCLE IT LIES - HEAVEN HELP ME ; THEN ALL COULD SEE BY THE SHINE IN HIS EYES - ; THE ANSWER HAD BEEN FOUND . - *
# D E M O S - Posted ; BACK WITH THE PEOPLE IN THE CIRCLE HE STANDS ( Disanalah Aku Berdiri Jadi Pandu Ibuku ) GIVING , FEELING - WITH JUST ONE TOUCH OF STRONG RIGHT HAND ( Indonesia Kebangsaan ku ) THEY KNOW ; MONGGO DI ROJO PENTHUNG . . . . !!
POWER MASS HISTORIA 10281928 SUMPAH PEMUDA + PALAPA INDONESIA RAYA : BHINEKA TUNGGAL IKA - MAKNAWI PALAPA ITU = DUNIAWI CITA Sila 2 + 5 = 7 Langit Warga NKRI DALAM ; Baik secara gotong – royong maupun pribadi , Ikut Mengisi Kemerdekaan dengan sumbangsih PRESTASI . . TUNAI WUJUD Lahir - seperti Bentuk Bangunan + Kesejahteraan - dan BATHIN Tunai RASA + PEMIKIRAN = Produksi Hukum + ATURAN . - * *
WASSALAM
August 21st, 2008 at 10:56 pm
Adnan Abraar (komentar #38)
Assalamualaikum………, Alhamdulillah………………………. akhirnya Cheng Ho yag lama ditunguu-tungu, muncul juga. Bagi saya sbg simpatisan Bang YIM khususnya dan simpatisan Partai Bulan Bintang umumnya, apapun dan siapapun komentarnya, Bang YIM tetap TOP BGT ( top Banget ) kemampuan actingnya gak kalah dgn aktor kondang, profesional abis deh. Bisa usul gak Bang, gimana kalo Bang YIM kerja sama dengan desainer untuk jual produk pakaian dan atribut tiruan dari Laks. Cheng Ho ( ukuran anak-2 ) kayaknya bagus dan menarik, hal ini diharapkan bisa menggantikan posisi Power Rangers, satria baja hitam yg menjadi tokoh idola anak-2. Apalagi gerakan silat Cheng Ho, pastinya anak-2 akan bangga kalo bisa menirukan gaya Cheng Ho. dengan usul ini, semoga nanti banyak bermunculan YIMER - YIMER junior ( Fans berat Bang YIM ) he……………… Wassalamualaikum …………….
August 22nd, 2008 at 2:44 pm
Suriansyah Bjm (komentar #39)
ass.mualaikum,wr-wb saya ingin mengomentari pertanyaan saudara, Agung wasono tentang tidak ada hal-hal yang baru dalam wawancara bang yim di tv global,Bang agung saya setuju dalam wawancara bang yim tidak ada hal baru biarlah hal-hal yang baru itu disimpan saja klu dibuka sekarang nanti ada nyontek mangkanya klu abng agung kepengen tau hal-hal baru dari bang yim dukunglah bang yim untuk menuju RI 1 setelah itu baru konsip kenegaraan dan hal-hal yang baru itu diaplikasikan.gimana, setujukan? Ok MAJUU bersama bang Y.I.M wassalam.
August 22nd, 2008 at 3:17 pm
Suriansyah Bjm (komentar #40)
Maaf Bang Y.I.M, ulun mennyela sebentar ingin mengomentari kawan kita Bang DEMOS”Bang Demos masala Bangsa & ummat ini tidak berobah sedikitpun hanya dengan Puisi abang Keluh kesah abang kesedihan abang kesunyian abang Demos atau ditambah lagi dengan Puisinya Bang Amin Rais yang mendayuu melengkeng dalam iklam TV masalah bangsa ini tidak akan berobah sedikitpun Thomas Ediso Bapak Ilmu Pengetahuan Dunia sang Jenius dunia ini berkata’ sesungguhnya genius yang aku miliki hanyalah 1 % dari ilmu pengetahuan yang 99 %nya adalah apa yang aku lakukan apa yang aku perbuat demi kemeslahatan ummat manusia. demikian Bang Demos”wassalam’
August 22nd, 2008 at 3:44 pm
Demos (komentar #41)
Hemm’emmh ! Betul seratus untuk # 37 - tapi bagaimana dengan SEPI nya blog ini dari masukan komentator ?
# 34 masuk pukul 10. 56 malam tanggal 21 dan hingga 24 jam berikutnya , hanya masuk 3 Biji - anda juga bisa kok memasok apalah Opini , yang bersifat lepas - atau tanpa dibebani angka - persen satu - 99 % - sesuatu yang dapat ,
membuat , rasa diri telah memanfaatkan Strum Listrik yang kita pakai , untuk belajar berkreasi karya tulis + Informasi dan komentator baru atau lama juga menjadi merasa bebas - menuang pilihan informasi - yang Boljug -
atau boleh juga seperti Berikut ini -
Posted : Friday On My Mind – Echoes 22 Agustus 2008 Ass . Wr . Wb
Dari Lubuk – Linggau : “ Salaamun Qaulam Mir Rabbir Rahiim “ Islam Nusantara Al Hakim
Menteng 10350 Jakarta Pusat
Laporan Utama Jum’at ini - : KEUTAMAAN DI BULAN SYA’ BAN
Sya’ban ! Taulah Kau ! adalah istilah speak – speak ARAB yang berasal dari kata “ SY ‘ AB “ Anu , harus Agak – agak seperti lagi makan Kolak , untuk pass banget atau melebihi Kesan Suara bahasa warga Arab .
Yang artinya : JALAN di atas GUNUNG – agar tidak terjadi hal yang menakutkan bagi warga Pulau Jawa yang
Di kelilingi Gunung Seribu satu Kisah para Satria Galaxy - Nalindra Kait wingi Tanah Jawi – yaitu Hidup di –
Kedalaman makna lain Perkara : LHAILLA HA ILLALLAH - JUNGGRING SALOKA , SEWU GUNUNG -
JUGHRUK BANDORONO ( = Bumi Pertiwi - BANGKRUT MODALIN ) dan Juga pada wilayah NKRI maupun
Dunia pada umumnya : ISLAM Pada Kemudian Memanfaatkan Bulan Sya’ban sebagai ZEUS It’s time to
Made “ It’s Time “ to Time dari Zeus pengertian Nabi – nabi masa di Hulu = Zaman Era Usia Silam - Hingga “ WAKTU “ Zeus Pengertian Hilir masa adanya Perserikatan BANGSA – Bangsa di Bumi Ibu Jagad Raya ; Zaman Era ( ETIKA ) Usia ( UKURAN ) SEKARANG - atau : Jaman Saiki ! 21 Century , You Know -
Sebagai WAKTU yang di Manfaatkan untuk MENEMUKAN Banyak Jalan , Demi Mencapai KEBAIKAN . - *
Namun karena Bulan Sya’ban terletak di antara bulan rajab Nyunggi Wakul ANANGING ( Namun ) dan bulan
RAMADHAN yang bersifat MIKUL (( tidak = Nyunggi papan dhodol di atas kepala = kampanye politik )) yang
Keselarasan ( # Demos ) nya : MENDHEM NJERO - MIKUL NDHUWUR + Berat – berat , Seberat Mikul Aer - Aerrr !! sama di pikul - Ringan – ringan seringan Pejabat Sila 4 bagi – bagi LapTop sama di Jinjing . . . . !
Karena di apit oleh dua bulan KHARMAPALA MULIA (( Tutwuri CATU – DAYA )) : HONO COROKO Up2 + U2 ( Moco Pat Java Script , Eletric Magic – Solar System , Getar Rohani Semesta + PETUGAS Hukum Alam ) ini , Maka Sya’ban seringkali dilupakan , padahal dalam Pinesten Kodrat manjing Lelakon Hadirat Sila 1 Negari - Kepastian Tradisi Agamawi dan Adat Keyakinan Umat Islam sehubung Bulan Sya’ban , terdapat berbagai ; KEUTAMAAN yang menyangkut Peningkatan Kualitas Kehidupan Pemeluk Agama Islam , baik sebagai = Individu maupun dalam Lingkup ( Handayani Spirit , Tuntunan - Ilmu ) KEMASYARAKATAN . - *
Karena letaknya yang mendekati bulan Ramadhan , Bulan Sya’ban memeliki berbagai hal yang dapat MEMPERKUAT Keimanan , Ikhtisar Visi Jawi untuk Sya’ban = Ubi – Jalar Echoes AMARGI , Catu Negatip
Yang memperdayakan DAYA POSITIP = IBU – yang dibaca menurut aturan tulisan arab , sebaliknya dari ibu ,
Ubi , refleksinya ialah : hal imej kata – kata Positip , baik dan budiman , itu posisi = Keterangan , informasinya -
perihal Kebaikan yang masih di atas Ubun – Ubun , Lha Sya’ban itu arti – jalan di atas gunung = Nyucup Ubun-
ubun – Gerak yang memastikan Keniscayaan Info yang baik ; Terbukti dilapangan , bukan semata , BAEK – BAEK nya bahasa Cendikiawan Muslim itu adalah = NIAT INGSUN di Bulan Sya’ban – Gerak yang punya arti , menuju : JALAN DI ATAS GUNUNG . - *
Sya’ban adalah bulan kedelapan dalam penanggalan Hijriyah , Keistimewaan bulan ini terletak pada PERTENGAHANNYA yang biasanya disebut sebagai NIFSU SYA’ BAN .
Doa umum – go Public Ketika Syah’ban - Sesuai ( Berselaras aturan Demos The wall - Ozon ) Tuntunan Hulu
Zeus Rasulullah S A W : Ya Allah , Berkahilah Kami di bulan Rajab dan Sya’ban serta SAMPAIKANLAH USIA ( Pertemukan ZEUS WE ARE THE CHAMPION ) Kami hingga Bulan RAMADHAN . - *
Salam Teruntuk : All in all IKHWAN dan setidaknya diri bukan semata KETERANGAN Islam inside Katepe
Punya info + niatan mengikuti Informasi Nifsu Sya’ban , dalam skala terkecil , Program Bersih – bersih sorga kecil , Rumah sendiri , Skala menengah Lingkungan Kelurahan dan Skala Besar = Nasional , kantor – Kantor Dinas Kenegaraan + Perusahaan , Umum adat + Tradisi Jelang Bulan Suci SEBENAR – Ramadhan , bukan
Ramadhani , Itu sih ARTIS – Menjalani puasa Ramadhani , semata menahan haus dan Lapar - D O A N G dong .
Wassalam
August 22nd, 2008 at 10:27 pm
Demos (komentar #42)
Waduuuh . . . . !
maaf Prof YIM , tenyata hanya terlihat tersusun RAPI ketika Di Word - setelah di Copy - paste , Belepotan . . .
musti mengail dulu nih info dari bang Vavai atau Bonar - atau mumpung belum Mengantuk - Kesitus sebelah dulu ,
cari - Cari Pembelajaran . . . .
PERMISI . . . .
August 22nd, 2008 at 10:56 pm
Aryo Budhi Utomo (komentar #43)
OOT: “Prabu Wikramawardhana” ingin bertahta di Jawa Timur, bang.
August 23rd, 2008 at 12:14 am
yolis (komentar #44)
sukses pak
August 23rd, 2008 at 2:22 am
yolis (komentar #45)
saya mendukung bapak sejak tahun 1999,sy kcw dikala itu bpak mundur dr kandidat presiden,wktu itu sy bru klas 2 SMP,skrg sy kul di Universitas Jambi fak hukum,jurusan tata negara,skrg lg tulis skripsi,doain y prof. idola sy selain bpak,juga pak jimly,sy jg sering smsan dgn pak jimly,sy ga nton,tp sy janji to nton mlm minggu nanti,bawa indonesia sperti ma_he
August 23rd, 2008 at 2:28 am
yolis (komentar #46)
maju terus prof
August 23rd, 2008 at 2:35 am
ridwan said (komentar #47)
Mantab bung, persis nebas barang gelam de mudong hahahahaha, maju terus didoakan sukses selalu
wass
August 23rd, 2008 at 10:10 am
Darwinsyah (komentar #48)
Terus berkarya bang YIM
Congratulation…atas film laksamana Cheng Ho
Pokokny malem minggu tongkrongin MT deh…
wassalam,
Darwin
August 23rd, 2008 at 11:07 am
suriansyah-bjm (komentar #49)
Bang Demos Komentar anda (38) melenceng dari Conteks ttg penayangan Laksamana Chengho,nda apa yang penting bisa nambah pengetahuan.bang Demos tata bahasa dan gaya bicara anda sulit dimengerti oleh mahluk hidup sebabnya anda menggunakan bahasa sastra kono,yang multi bangsa dari bangsa arab sampai China bahkan multi Ithnis.wawasan anda sangat luas,pengetahuan anda sangat dalam, dalam segala hal-hal dan hil-hil,hati-hati!!? Bang Demos saya sebagai teman baru anda dalam blog ini ingin wattawa saubil haq,wattawa saubbissabbri.makin banyak hal-hal & hil-hil yang kita ketahui ujung-ujungnya mustahill Bang.sejarah adalah bagian dari masa lalu,hanya ada dua sisi tauladan yang terjadi atas sejarah satu sisi kebaikan dan sisi keburukan(kejahatan) dua-duanya hancur sirna lewat bersama waktu yang tertinggal hanyalah kenangan yang manjadi cermin/pelajaran bagi bangsa/generasi berikutnya.itupun apabila kita mau mengambil hikmah pelajaran kalaupun tidak iapun lewat juga.mari kita tawaqqal untu hari esok semoga allah azza wajalla meredhoi kita semua. ok maju bersama Bang Y.I.M wassalam.
August 23rd, 2008 at 9:35 pm
Azmi (komentar #50)
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Bapak Yusril Ihza Mahendra yang Saya hormati,,,
Saya sangat kagum dengan Bapak. Ternyata, selain bapak pintar dalam berpolitik, bapak juga pintar dalam bermain film. Sungguh sebuah kelebihan yang sangat patut dibanggakan. Saya juga salut dengan Bapak yang mau meluangkan di sela-sela kesibukannya untuk bermain Film ini. Bapak juga memperhatikan dan menghayati setiap bagian yang ditayangkan dalam film ini.
Salut ya Buat Bapak,
Oh ya Pak, Mumpung saya ingat. Saya pernah ngeadd FS Bapak,Tpi saya belum tahu itu beneran FSnya Bapak atau tidak. Hehehehe,… Karena sampai sekarang belum di Approve sama Bapak.
Ini saja dari saya. Terima kasih ya Bapak sebelumnya.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
August 23rd, 2008 at 10:57 pm
Demos (komentar #51)
TIMBANG . . . . # 46
GRAM . . . . konteks gaya BICARA mahkluk hidup
TELE : Komentator yang Semata muncul mengomentari Komentator = NGISEP JEMPOL
Nggak ada salahnya di ikuti dengan sedikit varian - Ngemut Permen , Dingin - dingin Empuk . . . .
Semoga Posted bahasaku Dini hari ini bisa dimengerti manusia maupun hantu - hantu Dunia maya - : Ghost Buster !
ARGUMEN ADALAH ARGUMEN : Didalamnya terdapat silang – pendapat , yang terkadang berakhir dengan istilah Dead lock – ataukah : Dead wood , kayu mampus – semata batang hari itu sendiri , Buang Waktu .- *
Pada masa ,Pembelajaran – proses menuju bentuk masih berlangsung , Kekeliruan dan salah tafsiran baik dari diri pembelajar – maupun orang yang kebetulan melihat tampilannya – seperti Langganan Koran pagi , Ada saja Bad news untuk dirinya , dan itu adalah Resiko Logis – apalagi jika yang dipelajari wasiat poro luhur atau sejarah Nusantara – yang lebih terkesan Sarat Muatan Ciri bahasa Legenda Sakti para Pertapa , tinimbang bahasa OTAK - yang bertumpu pada pekerti Logis , masuk akal - atau BAHASA yang dapar di mengerti oleh : “ M A N U S I A “ - * Jika yang diperoleh dari silam Nusa Kita , seperti itu , apakah harus memilih memperdalam sejarah Cina ? – Jika yang Kita miliki memang sila 3 dan keragaman Indonesia dalam Bhineka Tunggal Ika – apakah harus merasa menerima : Aib ? Memalukan , karena bercenderung Multi Enis , terbiasa gaul lintas Pulau – Lengkap dengan = Latah gaya bahasa saudara setanah air ? seperti yang kupakai , Lintas Medan Cak mau + Uji wong Plembang + jawa timuran serta cantelan “ SLANK “ Ngangkang Bete Jakarta . - * Menurutku Lumayan betul + Kenyataan – Menurut orang lain tidak , Kewenanganku bukan MENGHAKIMI - ataupun Menggurui bagaimana Berbahasa yang dapat dimengerti manusia , karena dunia maya seratus persen milik hantu dunia maya – Ketika seluruh Huruf bahasa ( Bukan : BICARA ) di tinggal pergi - : Shut Down . - *
Maka bahasaku yang pasti lumayan menarik , ADA memiliki refleksi MAGIC THRILLER - HISTORIA - dan para hantu Dunia Maya dengan senang hati meyebar luaskan Sabda hurufku , yang DIPUJI bukan bahasa manusia itu kepada sesama Tuyul – Lelembut , lelembut tanah Electron : “ Saudara – saudaraku , lihatlah tulisan ini ! “ -
Inilah salah satu argumen mengapa mempelajari sejarah itu penting. Karena sudah menjadi suatu ketetapan bahwa sejarah itu suatu saat bisa berulang. Sebuah bencana yang pernah terjadi di masa lalu, suatu saat bisa terjadi pula di masa depan. Sayang sekali kita sering menjadi bangsa yang melupakan sejarah sehingga kita selalu menjadi bangsa yang bertindak secara kuratif dan rehabilitatif daripada bangsa yang bertindak secara promotif dan prefentif. Contoh nyata, banyaknya korban jiwa dan kerugian yang terjadi karena bencana gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, kecelakaan transportasi, dan berbagai bencana lain secara berulang-ulang, karena kita tidak pernah belajar dari pengalaman sebelumnya . - *
Padahal nenek moyang kita sudah mewariskan kearifan-kearifan masa lalu yang bisa kita pelajari dan terapkan. Hanya karena kita sekarang lebih banyak berbicara dengan bahasa otak yang lebih mementingkan logis, sehingga tidak mampu memahami nenek moyang kita yang berbicara dalam bahasa hati yang menggunakan simbol-simbol, cerita-cerita dan perumpamaan seperti terbukti dalam kitab-kitab jaman dahulu dan cerita rakyat. Bahasa yang sering kita salah pahami sebagai klenik dan kepercayaan kuno . *
Contoh sederhana, berupa piweling ( peringatan ) dari orang tua kita di jaman dulu, “jangan menyapu malam-malam, ora ilok ( tidak patut )”, katanya . - Sebenarnya sebuah peringatan sederhana , bahwa kalau kita menyapu malam-malam dimana keadaan kurang terang, ada kemungkinan barang-barang kecil dan berharga tanpa sengaja kita hilangkan karena ikut tersapu. Atau piweling lainnya, “anak gadis jangan suka duduk di depan pintu, nanti tidak laku”. - Sebenarnya hanya berupa peringatan bahwa kalau si gadis duduk di depan pintu akan menghalangi tamu yang akan masuk atau orang yang berlalu lalang, sehingga dia bisa dianggap sebagai seorang yang tidak tahu tata krama, yang menyebabkan tidak ada lelaki yang mau memperistrinya . - * Dan masih banyak contoh lainnya yang bisa kita tangkap dari piweling orang tua kita yang kadang kita anggap menggelikan, tidak masuk akal, dan tidak logis itu . - *
Contoh lain, legenda Nyi Rara Kidul dan Penjaga Gunung Merapi, semestinya kita tangkap sebagai sebuah peringatan bahwa kita harus memelihara dan menjaga keharmonisan dengan lingkungan kita yang didominasi gunung berapi dan laut samudera. Hal mana jarang sekali atau bahkan tidak pernah kita lakukan, sehingga akhirnya saat terjadi bencana kita seperti orang bodoh yang bertanya-tanya kepada Tuhan, apa sebabnya kita diberi cobaan yang sedemikian berat. Lalu diadakan acara selamatan, dzikir masal, istighosah, berdoa beramai-ramai, untuk memohon ampunan dan keselamatan. Hal mana tidaklah salah untuk dilakukan, tetapi ada sabda Rasulullah SAW yang sangat terkenal , “ IKATLAH TERLEBIH DAHULU UNTAMU , kemudian barulah Engkau bertawakal “ ( Unta = Mobilitas bahasa sehari – hari yang dipakai Rutin pekerja , pejalan Nine to five ) – Tawakal ( jika hantu belum tahu ) dalam Istilah umum islami , berserah diri kepada Allah SWT . - (( Hadits Riwayat Tirmizi ))
Dan Sabda dengan tipe yang seperti Kiasan itu disebut Sinom – bahasa Krim tabir surya , yang lumayan Acap dapat - Cemooh , di = bukan Jenis bahasa manusia itu , dari para terbiasa , mengguna bahasa aurat – KULIT , seperti BICARA melalui Telpon , dengan GAYA BICARA - Masyarakat NORMAL sedang Promo Film seri CENG HO ataukah ; Jamu tolak angin - jamu yang diminum Orang pintar . . . . ya tidak masalah tidak : di BELI , karena tidak selalu pengertian : LU JUAL – Hubungnya GUE BELI - lihat , lihat dululah , apa kali rupanya Produk hitam diatas putihnya . - *
kalau bahasa ku jelas berkarakter , Terbawah ( Under ground ) - dalam gaya bahasa di Lingkungan SASTRA , Yaitu - Jelang Tengah MALAM – HINGGA ( seperti saat tulisan ini ) DINI HARI
Minggu 24 Agustus 2008 Wassalam nya , tidak kenal hari LIBUR
Seperti halnya – INTROSPEKSI
August 24th, 2008 at 3:25 am
aditcenter (komentar #52)
Waduh,, Sip tuh pak buat media kampanye…
hehehe…
jarang banget ada calon presiden yang jago akting seperti anda. Jadi, kalau nanti kalah dalam Pemilihan nanti, bisa banting setir jadi pemain Film dong…
Hehehe
August 24th, 2008 at 10:33 am
Nurdiansyah (komentar #53)
Untuk seri ke-2 minggu kemarin, akting pak YIM sangat bagus, ternyata bapak jago kungfu jg yah? Walaupun ada efek komputernya tapi jelas terlihat gerakan aslinya tidak kaku, sudah seperti pendekar sungguhan tuh pak hehee…
August 24th, 2008 at 2:06 pm
Om Roy (komentar #54)
wah……baru tahu aku, kalau bang yusril seorang politikus sekaligus birokrat pernah maen film juga, eh ngomong2 itu film kapan buatnya ….barusan tadi malam saya bisa nonton…asik and seru banget… good luck bang yus.. :D
August 24th, 2008 at 2:26 pm
Suriansyah Bjm (komentar #55)
salam bang Demos,dalam konteks sejarah atau warisan nilai dari nenek moyang seperti yang abang sampaikan contoh2nya ujung2 simpulnya adalah terbentuknya akhlak yang baik-arab; akhlakul karimah,hanya saja metode penyampaian terlalu ter-terla-lu belit,rumit,muter dan kenyataan logisnya tidak semua wanita yang suka nongkrong didepan pintu tidak sertamerta tidak laku/susah dpt jodoh,akhirnya nesehat pesan moral yang ingin disampaikan,dipatahkan oleh fakta logika.pesan moral yang diajarkan oleh rasulullah adalah pesan lewat media keteladanan yang total istilahnya da’watul bil hal da’wah aksi bukan da’wah verbal (lisan) sebagai contoh berteriaklah anda untuk memindahkan suatu benda selama-lamanya sekuat-kuat anda, tak akan mungkin benda tersebut berpindah. namun cobalah anda tidak berbicara apapun lakukanlah dengan aksi/berbuat ankatlah/pindahlah benda tersebut maka pastilah benda itu akan terpindahkan.pesan moral yang baik tidak menyampaikan hal-hal yang mendifinisikan akan terjadi sesuatu akibat atau menakut-nakuti. walaupun untuk anak kecil sekalipun saat mana anda menakut nakuti anak anda sebagai pesan moral filter maksudnya namun sayang setelah anak dewasa dan menemukan ikun yang dulu ditakuti ternyata tidak terjadi apa-apa maka pastilah pesan moral itu dianggap tidak benar bahkan tragis bisa dikatakan orang tua adalah pembohong besar atau mungkin dianggap berbohong adalah perbuatan yang benar. maka pesan moral hendaknya langsung kepada hal-hal yang subtansif saja demikian juga tentang hal taqwaqqal asal kata taqwa,janganlah tawaqqal diletakan pada ujung ikhtiar/usaha,seyogyanya Tawaqqal sebagai mana ayat huwal awallu wal akhirru wajzahiru wabathinu wahuwa bikulli say’in a’lim tawaqqal yang totalitas penyerahan sepenuhnya bahwa terjadi suatu atas kehendak Allah semata.alhamduillahirabbil a’lamin. Maju bersama Bang Y.I.M
August 24th, 2008 at 4:21 pm
Nasrullah (komentar #56)
Saya kira Bang Demos adalah termasuk orang yang bangga apabila orang lain yang membaca tulisannya menjadi pusing kepala.
August 24th, 2008 at 10:04 pm
Hning (komentar #57)
Waduh pak Yuzril, saya malah nggak tau lho… Baru tau saat buka blog ini. Anw, ada berapa episode? Biar bisa ngitung seberapa jauh ketinggalannya… So, nggak “males” nontonnya. Apa ada versi DVD-nya?
August 24th, 2008 at 10:41 pm
Zaenal Abidin Syuja'i (komentar #58)
Ditengah-tengah kerisis kepemimpinan sekarang ini, film yang bernuansakan sejarah seperti Laksamana Cheng Ho ini, akan menambah referensi baru bagi masyarakat dalam konteks perpolitikan Indonesia, Bang YIM sebagai pemegang Peran utama dari tokoh itu, akan memberikan inspirasi baru juga bagi masyarakat Indonesia dalam upaya pencarian siapa “pemimpin” bangsa ini dimasa datang, pertanyaan yang krusial sebenarnya (paling tidak menurut saya) sampai dimana telaahan Bang YIM secara mendalam dan jujur sesuai dengan apa yang dirasakan oleh Bang YIM, terhadap posisi PBB sehingga dapat memuluskan cita-cita dan harapan masyarakat agar Bang YIM dapat memimpin bangsa dan negara ini. Saya menyarankan perlu adanya pemetaan yang siginifikan antara peran PBB disatu pihak dengan instrumen-instrumen lain yang sekiranya dapat melengkapi posisi PBB dalam upaya pengusungan tadi. Hal ini bukan saja hanya dilihat dari sisi politis semata, melainkan juga faktor “tim” yang dapat merumuskan berbagai konsep yang bersifat menyeluruh yang harus di rumuskan yang akan dijadikan referensi kebijakan, baik dalam masa kampanye termasuk issu-issu yang harus dibangun dalam pembentukan opini publik yang positif, juga kebijakan-kebijakan kedepan yang akan diambil disaat terpilih sebagai presiden, dan yang tidak kalah pentingnya, siapa “patner” yang sekiranya dapat diajak dalam upaya membangun bangsa dan negara ini, yang seiring dan sejalan dengan cita-cita luhur kita, sebagai kholifah Allah dimuka Bumi yang punya tugas untuk “memakmurkan”nya demi kehidupan masyarakat yang lebih baik. Saya yakin dan percaya dengan kapasitas Bang YIM, apa yang saya kemukakan diatas sudah terfikirkan, namun saya merasa perlu juga (kalau dianggap apa yang saya kemukakan itu memiliki kepatutan) untuk menyampaikan pemikiran ini kepada Bang YIM, setidaknya untuk menyegarkan kembali apa-apa yang sekiranya harus kita lakukan. Tonton terus Laksamana Chengho!!! saat itu pula Bang Yusril pasti nongol.
August 25th, 2008 at 12:08 am
zulkarnain (komentar #59)
iya bang. mendingan saya nunggu DVDnya aja soalnya males kalau lihat yang bersambung kayak sinetron ajah :D
August 25th, 2008 at 12:08 pm
Suyanto Londrang (komentar #60)
Boleh juga tuh aktingnya Bang Yusril, oke itu aktif bang yusril sebagai pejabat dengan title Panglima, kapan dong film tentang perjalanan masa lalu sewaktu tinggal di masjid-masjid, dan jadi kondektur bus kota. menurut saya itu tidak kalah keren dan mudah menggambarkan Bang Yusril secara uituh…
August 25th, 2008 at 3:24 pm
Pages: « 1 [2] 3 4 5 6 » Show All
Punya pendapat? Sampaikan pendapat Anda