Beranda

PENAYANGAN LAKSAMANA CHENG HO

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

IMG_2949Seperti telah diberitakan sebelumnya Film Serial Laksamana Cheng Ho telah ditayangkan episode pertamanya di Metro TV malam minggu yang lalu. Selanjutnya film serial ini akan mengudara setiap malam minggu pukul 21.30 WIB. Beberapa stasiun televisi lokal juga ada yang merelay siaran Metro TV, sehingga mereka yang tidak memiliki parabola atau berlangganan TV kabel di berbagai daerah yang tak terjangkau siaran, dapat pula menyaksikan tayangan fim ini. Makin banyak yang menyaksikan, bagi saya akan makin bagus. Insya Allah, dvd film serial ini juga akan diproduksi, usai tayangan tiap episode di Metro TV. Dengan demikian, mereka yang tidak sempat menonton televisi, dapat menyaksikannya melalui DVD di tempat masing-masing.

Promosi film serial ini telah dilakukan baik oleh Metro TV maupun oleh produser. Saya menyaksikan beberapa iklan yang muncul di harian ibu-kota. Metro TV juga menayangkan iklan pemutaran film ini. Acara Kick Andy juga secara khusus menampilkan beberapa pemain film ini, khususnya artis dari negeri kita sendiri, yakni Slamet Rahardjo, Nurul Arifin, Betharia Sonata dan saya sendiri. Artis China, Hong Kong dan Thailand yang juga memainkan peranan penting dalam film serial ini, tak sempat dihadirkan. Maklumlah mereka tinggal di negara mereka masing-masing. Mereka juga tidak pandai berbahasa Indonesia, sehingga sulit juga untuk tampil dalam acara Kick Andy. Namun sebagai promo, saya kira, apa yang dilakukan melalui acara Kick Andy sudah lumayan juga. Setidaknya para penonton di tanah air, memperoleh informasi mengenai latar belakang pembuatan film ini, serta pesan yang ingin disampaikan melalui kisah yang difilmkan.

Seperti pernah saya kemukakan dalam artikel sebelumnya di blog ini, film serial Laksamana Cheng Ho atau Admiral Zheng He, mengisahkan perjalanan hidup sang laksamana sejak lahir sekitar IMG_2784tahun 1370 Masehi hingga wafat di tahun 1432. Cheng Ho yang nama aslinya adalah Ma He – dalam Bahasa Arab adalah Muhammad Siddiq – lahir dari keluarga Cina Muslim kebanyakan di Provinsi Yunnan, dekat perbatasan Vietnam sekarang ini. Ayahnya yang bernama Ma Hazi atau Haji Ma adalah pemuka sebuah kampung. Dalam situasi yang bergolak Ma Hazi didaulat oleh penduduk sekitar untuk memimpin perlawanan terhadap Kaisar Ming yang kedua, dan beliau tewas dalam sebuah pertempuran. Ma He kecil, sangat sedih dengan kematian ayahnya dan sangat prihatin dengan ibu dan dua adik perempuannya yang ditawan dan akan dibunuh. Sebab itulah, dia merelakan dirinya untuk dikebiri, dengan imbalan ibu dan dua adiknya dibebaskan. Jendral Poh Yu Te yang memimpin pasukan Ming di Yunan, memenuhi permintaan Ma He. Dia dikebiri dan harus ikut menjadi abdi dalem istana. Ibu dan adik-adiknya dibebaskan.

Ma He yang taat menjalankan agama Islam dikenal sebagai kasim – sebutan bagi orang yang dikebiri – yang sangat rajin belajar dan berdisiplin tinggi. Berbeda dengan ayahnya yang berperang melawan IMG_2929Ming, Ma He ikut milisi untuk membela Ming. Karena prestasinya, dia diangkat menjadi pembantu terdekat Pangeran Ming Chui Ti, dan pindah ke sebuah puri – yang belakangan menjadi Kota Terlarang – di kota Beijing. Sejarawan China menyebutkan Ma He sering datang ke Mesjid Niuw Che, mesjid tertua di Beijing yang dibangun oleh dua imam dari Persia yang menyebarkan agama Islam ke China pada abad ke IX Masehi. Mesjid Niew Che yang masih ada sampai sekarang dan menjadi mesjid antik bergaya kelenteng adalah mesjid yang dilindungi oleh Pemerintah China, dan dijadikan sebagai monumen Islam di Negeri Tiongkok. Saya sendiri beberapa kali bersembahyang, termasuk sembahyang Jum’at di mesjid ini yang khutbah dan pengajiannya dilaksanakan dalam Bahasa Mandarin.

Di Beijing Cheng Ho akhirnya menjadi penasehat Pangeran Ming Chui Ti yang suatu ketika menjadi sangat marah, karena ayahnya menunjuk cucunya –yakni putra dari pangeran pertama yang wafat — menjadi kaisar. Ming Chui Ti adalah pangeran kedua yang menurut tradisi China akan menjadi kaisar jika pangeran pertama meninggal IMG_2937lebih dahulu. Kaisar baru, Chu Yu Wen, yang masih muda, ternyata banyak melakukan kekejaman, yang membuat Pangeran Ming Chui Ti tambah marah, sehingga akhirnya dia memberontak melawan Kaisar. Dia menunjuk Ma He sebagai panglima perang dan mempimpin penyerbuan dari Beijing ke Nanjing yang ketika itu menjadi ibukota Kekaisaran Ming. Menurut sejarawan China, jarak antara Beijing dengan Nanjing waktu itu dapat ditempuh dengan kuda yang berlari kencang selama 23 hari perjalanan. Dalam sejarahnya, Ma He memimpin 30 ribu pasukan menggempur Beijing selama tiga tahun, sampai akhirnya mereka memenangkan pertempuran. Pangeran Ming Chui Ti akhirnya berhasil merebut tahta. Dalam sejarah China, Ming Chui Ti dikenal dengan julukan Kaisar Yong Le atau Yung Lo, yakni kaisar terbesar dalam sejarah China. Ma He yang kemudian diberi marga baru Zheng atau Cheng– yang akhirnya memakai nama Zheng He atau Cheng Ho – praktis menjadi orang kedua di kekaisaran Ming. Ketika ibukota Ming pindah dari Nanjing ke Beijing dan membangun Forbidden City sekarang ini, maka Kaisar Yong Le mengendalikan pemerintahan dari Beijing dan Cheng Ho mengendalikan pemerintahan dari Najing sebagai wakil Kaisar. Peristiwa ini terjadi menjelang akhir hayat Kaisar Yong Le, setelah Cheng Ho kembali dari pelayaran yang ketujuh menjelajahi pantai timur benua Afrika.

Mengapa Cheng Ho berlayar mengarungi samudera luas sampai ke benua Afrika itu? Setelah Pangeran Ming Chui Ti merebut takhta, dia dan Cheng Ho masih memerlukan waktu beberapa tahun untuk Cheng Ho Jump 018menyatukan dan membangun ekonomi Tiongkok. Setelah semuanya berjalan, Kaisar bertanya kepada Cheng Ho, apa lagi yang harus mereka kerjakan. Cheng Ho menjawab, inilah saatnya kita membangun perdamaian dunia dan menjadikan Tiongkok sebagai pemimpin dunia. Untuk mencapai rencana itu, Cheng Ho mengusulkan agar Kekisaran Ming membangun armada angkatan laut yang besar dan kuat agar mereka dapat menjelajah dunia dalam membangun persahabatan, perdamaian dan kerjasama dengan bangsa-bangsa lain. Walaupun rencana ini ditentang oleh Menteri Keuangan Liu Taxia dan beberapa jenderal, namun Kaisar setuju. Kaisar memutuskan menunjuk Cheng Ho menjadi laksamana yang memimpin angkatan laut kekaisaran dengan misi membangun perdamaian dan menyelesaikan konflik di seluruh dunia. Sejak itu, Cheng Ho berubah dari panglima angkatan darat, menjadi panglima angkatan laut.

Enam tahun lamanya Cheng Ho membangun 320 armada dan merekrut 28.000 prajurit angkatan laut dan melatih mereka. Setelah semuanya siap, sebelum berlayar, Cheng Ho sengaja datang berziarah ke makam Saad bin Abi Waqqash – salah seorang sahabatCheng Ho Jump 023 Nabi Muhammad S.a.w yang ikut ke hijrah ke Negeri Habsyi dan wafat di Tiongkok — di Guang Zhou. Cheng Ho mungkin ingin mengenang sahabat Rasulullah itu karena beliau adalah salah seorang sahabat dekat Rasulullah yang berlayar begitu jauh dari Habsyi – Ethiopia sekarang ini – menuju daratan Tiongkok. Peristiwa itu terjadi sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Kisah tentang Saad bin Abi Waqqash ini mengindikasikan bahwa Islam telah disebarkan di Tiongkok pada saat Rasulullah S.a.w masih hidup. Walaupun makam Saad sampai sekarang masih misterius. Sebagian sejarawan mengatakan Saad kembali bergabung dengan Rasulullah di Madinah, namun sebagiannya lagi mengatakan tidak. Saad tak sempat ikut hijrah ke Madinah, sampai beliau wafat tetap berada di Guang Zhou.

Dalam sejarahnya, Laksamana Cheng Ho memimpin delapan kali missi muhibah pelayaran mengunjungi banyak negara di zaman itu. Dia sama sekali tak ingin menggunakan kekuatan militer untuk memaksa negara lain mengikuti kemauannya. Cheng Ho bersikap Lampung Cheng Ho 056persuasif mengajak negara-negara lain untuk menyelesaikan konflik secara damai. Dia berusaha mendamaikan antara Majapahit dengan Blambangan, antara Ayuttaya dengan Swarnabhumi, antara Majapahit dengan Melaka dan membantu banyak negara dengan bantuan teknis militer, perdagangan, industri, pertanian dan kesehatan. Cheng Ho juga membawa misi mengamankan laut, khususnya Selat Malaka, agar alur pelayaran timur dan barat dapat berjalan dengan lancar. Untuk itulah dia membantu Melaka membangun pangkalan angkatan laut, melatih militer Melaka dan menampatkan sekitar 600 penasehat militer di Bandar Melaka. Cheng Ho berhasil meyakinkan Melaka, bahwa Dinasti Ming dari Tiongkok takkan mengulangi ekspansi dan penjajahan – seperti pernah dilakukan Dinasti Yuan – yang pernah memaksa Ken Arok dari Kerajaan Kediri agar takluk kepada Tiongkok. Cheng Ho ingin membangun kemitraan dan kerjasama dengan negara lain, dengan tetap menghormati kedaulatan negara itu.

Di luar missi resmi yang diemban atas perintah Kaisar, Cheng Ho dan nakhoda kapal induknya Wang Ching Hong – yang makamnya ada di Semarang dan dikenal dengan sebutan Panembahan Dompu Awang atau Kiyai Jurumudi – membawa misi pribadi mereka untuk menyebarkan agama Islam. Raja Parameswara dari Melaka adalah raja Melaka pertama yang memeluk agama Islam atas ajakan Laksamana Cheng Ho. Sejak itu Parameswara mengganti namanya menjadi Sultan Iskandar Syah dan mengubah Melaka dari kerajaan Hindu menjadi kesultanan Islam. Wang Ching Hong setelah pelayaran ketujuh memutuskan untuk tinggal di Semarang dan pensiun sebagai nakhoda. Wang Ching Hong yang hafal Qur’an dan pandai berbahasa Arab dan Persia, bergabung dengan Sunan Bonang menyebarkan agama Islam di Jawa Tengah, sampai ia wafat dan dimakamkan di tempat yang kemudian berdiri Kelenteng Sam Po Kong di kota Semarang.

Kisah Laksamana Cheng Ho sangatlah panjang. Bukan saja kisah misi muhibah perdamaian yang dijalankannya, tetapi juga kisah IMG_0001intrik politik di Kekaisaran Ming sendiri. Khususnya intrik yang dilakukan Menteri Keuangan Liu Taxia dan Jendral Ma Kwee yang terus-menerus menentang misi pelayaran Cheng Ho. Dalam film serial ini juga dikisahkan beban psikologis yang berat yang dialami Cheng Ho sebagai seorang kasim yang dikebiri. Dia pernah menaruh hati dengan seorang gadis Muslimah bernama Sin Hwa, namun apa daya dia telah menjadi kasim. Namun walaun menderita secara psikologis, dia tetap bersyukur kepada Allah, karena semua itu mengandung hikmah bagi dirinya. Pada episode ke 24 dari film ini – yang selurunya ada 30 episode – dikisahkan dialog antara Cheng Ho dengan Kaisar Yong Le mengenai kebijakan setiap dinasti untuk mengebiri setiap petugas istana itu. Kaisar nampak bingung mengenai tradisi yang telah berlangsung selama 2500 tahun itu dan menunjukkan empati yang dalam atas mereka yang dikebiri. Kaisar menyadari bahwa hal itu bertentangan dengan fitrah manusia, sebagaimana dijelaskan Cheng Ho dengan mengutip ayat-ayat al-Qur’an.

Film serial ini berakhir dengan wafatnya Laksamana Cheng Ho sekembalinya dari menunaikan ibadah umroh di kota suci Mekkah. Cheng Ho wafat di Lautan Hindia di selatan Pulau Sri Lanka pada tahun 1432. Sebelum wafat dia berpesan, agar kalau dia mati, jenazahnya harus ditenggelamkan ke dasar laut sebelum matahari terbenam. Karena sakit Cheng Ho akhirnya wafat dengan tasbih yang jatuh dari tangannya dengan mengucapkan kata La Ilaha illallah. Semua orang menangisi kepergiannya. Hidupnya bagai sebuah legenda. Namun menurut sejarawan China, tak ada anak buah Cheng Ho yang berani membenamkan jenazahnya ke dasar laut seperti permintaannya. Jenazahnya dibawa pulang ke Nanjing dan dia dimakamkan di depan sebuah mesjid dengan sebuah upacara kebesaran militer yang dihadiri oleh Kaisar Ming yang baru yang menggantikan Kaisar Yong Le.

Akhirnya, saya ucapkan selamat menyaksikan film serial versi Bahasa Indonesia yang ditayangkan Metro TV ini, dengan segala kekurangan yang ada…

Wallahu ’alam bissawwab

Cetak artikel Oleh Yusril Ihza Mahendra — August 19th, 2008

169 tanggapan untuk “PENAYANGAN LAKSAMANA CHENG HO”

Pages: « 1 2 3 [4] 5 6 » Show All

  1. Abdul Aziz Sukarnawadi, Lc. (komentar #91)

  2. Heri Hidayat Makmun (komentar #92)

    Way seru banget nih shootingnya… Salut deh untuk Bang Yusril. Saya setuju benar dengan pembuatan sejarah klasik Chen Ho ini. Laksamana ini telah mengaruhi berbagai negeri di fasifik.

    Kapan kira-kira dibuat dalam layar lebar Bang?

    Salam Kenal
    Heri Hidayat
    http://herihidayatmakmun@gmail.com
    http://indonesianvoices.blogspot.com

  3. Ayie (komentar #93)

    kelihatannya Karakter Cheng Ho ternyata cukup berpengaruh terhadap kehidupan pemainnya di dunia nyata, soalnya Bang YIM sekarang sudah mulai berani sowan kepada orang yang selama ini selalu menjadi rival polotik abang

  4. aka juaini (komentar #94)

    wah salut deh, dengan bang ihza, filmnya keren banget

  5. amril arifin (komentar #95)

    Ass.W.W. Prof, wah blognya keren banget … oh ya bgmn caranya dapatkan VCDnya Laksaman Cheng Ho … kami yang jauh di Poso pengen banget nonton … dan saya juga mohon ijin nge link dgn Blognya, semoga bisa mampir juga ke Blog kami, dan Alhamdulillah kalau bisa dapat link balik … T. kasih Prof, semoga sukses … salam hangat dari Poso - Sulawesi Tengah …

  6. HARFANIZAR (komentar #96)

    .Ass wr wb.Selamat bang atas penayangan film laksamana cengho, aku urang belitong bangge .ade nok macam abang .muat bangge daerah.terima kase.

  7. suriansyah Bjm (komentar #97)

    Assalamu’alaikum,Wr-Wb

    Batul Bang masalah ‘dubbing” cukup mengganggu jadinya film ini terkesan sudah lama dan seperti diproduksi ulang, padahal ini kan baru tayang perdana bagi Stasion TV (Metro). peralatan canggih baru bisa optimal kalau kru-krunya juga Profisional, mungkin setting/tunning peralatan kurang pas. Sukses untuk Bang YIM “kami selalu siap mendukung dibelakang abang.

  8. Basith Djoma (komentar #98)

    Bang Prof kita pernah satu panggung di acara kampanye PBB tahun pertama di alun-alun kota Menes Banten.
    T’shirt saya abang tanda tangani. asli saya kecewa ga sempat nonton Laksamana Ceng Ho.
    Maju…bang segera tata Indonesia kita…

  9. KR (komentar #99)

    Pak Yusril YTH

    Saya punya informasi yang mungkin bapak butuhkan. bila bapak ingin tahu mohon email ke saya.

  10. n. Jamil ghazali (komentar #100)

    Selamat berpuasa bang, terus terang tulisan ttg penayangan Cheng Ho terlalu lama, maksudnya gak ada tulisan berikutnya yang ditunggu-tunggu masyarakat .. ini udah bulan September lho bang .. entar juga lebaran, jadi dari sekarng harus sudah ada tulisan yang mulai menyapa konstetuen atau simpatisannya.. jangan keduluan media lain yang kurang bertanggung jawab.. Penayangan Cheng Ho tadinya kan untuk itu .. tapi para komentator tak beranjak dari sekedar tanggapan dan isi cerita itu .. gimana bang ..

  11. jebee (komentar #101)

    PAK YUSRIL

    Bisa beri komentar dan ucapan belasangkawa nggak, ntuk bisa merasakan, melihat dan merenungi 21 nyawa anak negeri melayang tanpa arti demi menghamba gulungan zakat senilai tigapuluhribu rupiah………………. dilorong sempit pasuruan sana…………..

    JEBEE
    INDONESIA

  12. sultan (komentar #102)

    koq, blognya sudah jarang di update pak YIM???, padahal kami pengenya sih selalu ada ide2 dan opini baru yang dibahas diblog ini, biar + seru gt.

  13. rika (komentar #103)

    Yth Prof. Yusril Ihza Mahendra, saya adalah pengagum Bapak dari dahulu hingga saat ini. Sya kagum dengan Pak Yusril yang telah berperan sebagai “Laksamana Cheng Ho”. Saya merasa terhibur karena ada tontonan berlatar belakang sejarah di pertelevisian Indonesia saat ini yang dapat menambah khasanah pengetahuan kita semua, khususnya rakyat Indonesia. Apalagi tokoh utama yang ada dalam sinetron ini yaitu “Laksamana Cheng Ho”adalah seorang tokoh besar yang disegani pada masa lampau. Semoga sinetron “Laksamana Cheng Ho” ini dapat memberikan hikmah bagi yang menyaksikannya. Salut untuk Bapak.

  14. rika (komentar #104)

    Yth Prof. Yusril Ihza Mahendra, saya adalah pengagum Bapak dari dahulu hingga saat ini. Saya kagum dengan Pak Yusril yang telah berperan sebagai “Laksamana Cheng Ho”. Saya merasa terhibur karena ada tontonan berlatar belakang sejarah di pertelevisian Indonesia saat ini yang dapat menambah khasanah pengetahuan kita semua, khususnya rakyat Indonesia. Apalagi tokoh utama yang ada dalam film serial ini yaitu “Laksamana Cheng Ho”adalah seorang tokoh besar yang disegani pada masa lampau. Semoga film serial “Laksamana Cheng Ho” ini dapat memberikan hikmah bagi yang menyaksikannya. Salut untuk Bapak.

  15. Fans Yusril (komentar #105)

    Pak, bisakah nanti, kalau Bapak terpislih menjadi presiden RI, mata uang Indonesia di Reformasi. Misalnya bisakah 1 rupiah Indonesia menjadi sama dengan 1 dollar misalnya dengan membuang 4 nol uang kita. Malu rasanya selama ini punya uang yang nilai besar tapi nggak ada gunanya

  16. Kalla & Cheng Ho « k.a.n.g.t.u.t.u.r (komentar #106)

    [...] Pak Yusril yang ninggalin. Kalau PBB-nya sih enggak. Mungkin Pak Yusril terlalu sibuk jadi Cheng Ho,” [...]

  17. cecep herry sukmawan (komentar #107)

    Wah pokoknya Film serial itu oke banget deh…n sukses buat abang..
    dan saya sekeluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri bang,,mohon maaf apabile ada salah salah kate..

  18. Zulu (komentar #108)

    Film serialnya apik dan mudah2an menjadi inspirasi buat kita semua, khususnya tentang perbuatan yang terpuji dari Laksmana Cheng Ho, bagimanapun penuh intrik yang tidak baik dari Menteri Keuangan dan Jenderal, namun Laksmana Cheng Ho tetap waspada dan bersikap baik kepada siapapun.
    Terima kasih

  19. adli (komentar #109)

    wah aktingnya bagus ….mungkin karena sering akting waktu kerja kali ya………

  20. wisnu (komentar #110)

    terus terang saja bagi saya menonton sinetron ini ngga rame, jadi buat kampanye pak YIM juga kayanya mah ngga nyambung, lebih baik turun ke masyarakat atau bikin iklan yang oke gitu lho, juga pemotongan, editingnya jelek, edit untuk space iklannya juga tidak bagus jadi bikin bosen aja lebih baik nonton yang lain, bagus iklan gerinda dan hanura lah

  21. Yugi (komentar #111)

    Pak Yusril, Dimana saya bisa mendapatkan versi lengkap nya? posisi saya di Belanda sekarang. Ada kawan sekelas saya dari China ingin mengkaji bersama tentang film ini.. Bisa kah saya dapat versi digitalnya? harganya berapa?

    Salam

  22. Binarko R (komentar #112)

    ass bang YIM, saya suka masuk blog anda, namun sayang sekali kenapa tdk aktif lagi?? terakhir agustus lho bang. Apa sibuk di film terus?? btw jangan lupa buat artikel tentang kegiatan PBB di Pusat maupun daerah. wassalam.

  23. Jigo (komentar #113)

    Sangat mendidik, terutama pemahaman tentang pluralisme bagi masyarakat awam.
    Semangat persudaraan itu yang harus dijunjung tinggi. Dari film ini, pemirsa bisa belajar banyak hal.
    Bravo!!!
    [javagossips.com]

  24. jenot cute (komentar #114)

    selamat dech buat pak yusril,filmnya bagus and menarik bangetsssssssssssss.saya ini termasuk fans berat anda lhoooo.oh ya DVDnya kapan edar pak????????????saya tunggu lhoooooooooooooooooo!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  25. Faizin Adi (komentar #115)

    Assalamualaikum
    bang yusril yang saya hormati
    saya sangat berharap agar bapak bisa menulis artikel menanggapi perdebatan tentang RUU antipornografi. Sebagai seorang tokoh partai Islam, saya pikir saat ini abang sudah seharusnya menganggapi kontroversi tersebut. Apalagi abang adalah pakar hukum yang pandai menuliskan masalah-masalah hukum yang pelik dan rumit dengan bahasa yang ringan dan mudah dicerna. Apalagi sekarang suara kelompok yang menentang RUU tersebut justru semakin nyaring dan ngotot meski mereka minoritas seperti dalam acara Kabaret ( pimpinan Butet Kertaradjasa) yang ditayangkan di Metro TV pada 9 Oktober 2008. Argumen mereka yang kontra juga serimgkali menyesatkan masyarakat.

    Terima Kasih dan saya tunggu postingannya y?

    Faizin Adi, Surabaya

    http://www.mfaizinadi.blogspot.com

  26. edi santosa (komentar #116)

    Blog nya jadi garing euy…..

  27. Purnomo Senja (komentar #117)

    Andaikan Kalimat “Dunia Dalam Berita” dapat kita rubah menjadi “PBB Dalam Berita”

    MASIH ISLAMKAH PBB ???

    DAFTAR CALEG SEMENTARA DPRD SUMUT

    Melalui Media Koran Harian Waspada, Sabtu 27 September 2008 kami mendapatkan laporan DCS DPRD SUMUT dari Partai Bulan Bintang. Kami mengajak Rekan-rekan simpatisan, kader dan para pejuang Syari’at Islam di PBB untuk benar-benar mempertimbangkan keabsahan dan kelayakan para DCS tersebut sebelum menjadi Bumerang bagi kita semua.

    Untuk Daerah Pemilihan Sumatera Utara XI (Langkat & Binjai) :

    1. Kevi Novlianhar, ST (Sang Bendahara KAPPU PBB SUMUT yang menjadi salah satu aktor pencetus dan pelaksana RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN di saat Ketua KAPPU PBB SUMUT mendapat musibah dengan meninggalnya Almarhum Bang Imad di Jakarta. Diapun BELUM ADA memberikan kontribusi Positif apapun terhadap DPC PBB Langkat selama ini).
    2. Ferry Suando Tanuray Kaban, SE (Inilah sosok KEPONAKAN Ketua Umum PBB (MS. KABAN) yang sama sekali tidak pernah berkecimpung di DPC LANGKAT dan diapun tidak berdomisili di Binjai alias sudah selalu menetap di Jakarta. Namun, aktor-aktor pencetus RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN berusaha mati-matian memperjuangkan Sang Ponakan Ketua Umum ini untuk diletakkan di Nomor Urut 2 yang mungkin dengan maksud untuk mendapatkan simpati khusus dari Ketua Umum. TIDAK ADA setitikpun KONTRIBUSI yang sudah pernah ia lakukan di DPC LANGKAT, tapi dia berhasil mencapai pada Puncak Nomor Urut 2 dengan diadakannya RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN tersebut. Dan kamipun yakin PENGURUS DPC PBB Langkat tidak banyak yang kenal dengannya, konon lagi masyarakat Langkat ! Akankah Partai Bulan Bintang yang merupakan Partai ISLAM dan memperjuangkan Tegaknya Syari’at Islam di Nusantara ini berubah menjadi PARTAI KKN ??? ).
    3. Drs. H. Abdullah Abdul Rahim (Sang Ketua KAPPU PBB SUMUT yang juga sebagai PENDIRI DPC PBB Kab. Langkat inilah yang DIZHOLIMI oleh aktor-aktor pencetus RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN sehingga menempatkan KETUA KAPPU PBB SUMUT pada urutan Nomor 3. Anehnya, salah satu alasan dari para aktor RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN tersebut adalah disebabkan adanya Stiker KETUA KAPPU ini yang memaparkan SLOGAN : “BERANI MENGATAKAN BENAR DI HADAPAN PENGUASA YANG DZOLIM”. Para aktor tersebut menilai SLOGAN tersebut akan membahayakan bahkan dapat menghancurkan CITRA PBB SUMUT, sehingga MEREKA berusaha mengadakan RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN yang dimamfaatkan di saat-saat sang KETUA KAPPU ditimpa musibah dengan meninggalnya Almarhum Bang Imad di Jakarta. Ironisnya lagi, hasil RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN tersebut dinyatakan SAH oleh KETUA UMUM DPW PBB SUMUT dan SEKRETARIS UMUM DPW PBB SUMUT walaupun hasil keputusan RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN tersebut TANPA dibubuhi tanda tangan dari Ketua KAPPU PBB SUMUT).

    Untuk Daerah Pemilihan Sumatera Utara I (Medan) :

    1. Ir. Bustinursyah,MSc,IAI (Salah satu aktor pencetus RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN ini SUDAH kalah dalam Rapat Skoring sehingga dia berada di nomor urut 2 di bawah Drs. H. Fuad Helmi Lubis. Namun, dengan RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN ini dia mendapat kenaikan peringkat ke nomor urut 2 dengan alasan Drs. H. Fuad Helmi Lubis dalam rapat harian DPW PBB mengalah menjadi no urut 2 dan memberikan kesempatan kepada Ir.Uca secara tiba-tiba. Padahal pada Rapat Skoring Drs.H.Fuad Helmi Lubis sangat ngotot untuk mendapatkan nomor urut 1. Ir. Uca adalah MANTAN Sekretaris DPW PBB SUMUT yang dicopot jabatannya karena telah memukul salah satu Kader DPC PBB SUMUT dan digantikan oleh Irwan Hasibuan)
    2. Drs. H. Fuad Helmi Lubis (Salah satu CALEG yang DIZHOLIMI oleh RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN sehingga memaksakan dirinya untuk mengalah demi membesarkan partai. Walaupun nilai skoring dan hasil Rapat Skoring sebelum sudah menetapkan dia pada posisi nomor urut 1. Aneh tapi benar-benar nyata !!!)

    Untuk Daerah Pemilihan Sumatera Utara II (Deli Serdang) :

    1. Marasutan Ritonga,S.Ag (Dia juga merupakan salah satu aktor RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN yang berhasil naik peringkat menjadi nomor urut 1. Padahal hasil skoringnya lebih rendah (14,8) dan berada di bawah Indra Syafi’i, SE (14,9). Dengan bantuan Ir.Uca yang langsung menetapkan dia menjadi nomor urut 1 dan Indra Syafi’i, SE menjadi nomor urut 2 dengan alasan Indra Syafi’i, SE selalu gagal dalam menjalan tugas sebagai KETUA Partai Bintang Bulan)
    2. Indra Syafi’i, SE (Dia juga merupakan salah satu CALEG yang DIZHOLIMI oleh Rapat SILUMAN KAPPU DADAKAN. Walaupun nilai skoringnya lebih tinggi dibanding Marasutan Ritonga,S.Ag, namun ia tetap diletakkan diposisi nomor urut 2. Diapun sempat berusaha dengan usulan dilakukan voting suara. Namun, usulan tersebut sama sekali TIDAK DIINDAHKAN oleh Ir.Uca dikarena Ir.Uca tidak menyukai Indra Syafi’i, SE. Apakah cara seperti ini telah menunjukkan cara yang Islami ? Pantaskah PBB di SUMUT bisa kita kategorikan ke dalam Partai Islam yang akan menegakkan Syari’at Islam di Nusantara ??? Mungkin Marasutan Ritonga dengan gelar S.Ag nya dapat menjawab dengan disiplin ilmunya. Semoga saja !)

    Untuk Daerah Pemilihan Sumatera Utara VI (Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padang Sidimpuan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara) :

    1. Irwan A. Hasibuan,SE,Msi (Ini juga menjadi salah satu aktor RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN yang memamfaatkan jabatannya sebagai Sekretaris DPW PBB SUMUT. Dia telah menyebabkan Wakil Sekretaris DPW PBB SUMUT yaitu Baginda Hasibuan keluar dari PBB. Irwan memamfaatkan statusnya sebagai Sang Sekretaris DPW PBB SUMUT untuk mendapatkan nomor urut 1, PADAHAL Baginda Hasibuan mendapatkan NILAI TERTINGGI pada Rapat Skoring. Karena kecewa, Baginda Hasibuan akhirnya mundur dari PBB dan mengatakan Irwan tidak layak mendapat nomor urut 1 dengan nilai skoring yang didapatnya. Ternyata pergantian Sekretaris DPW PBB SUMUT yang sebelumnya dipegang kendali oleh Ir.Uca dan digantikan oleh Irwan Hasibuan ini TIDAK MEMBUAHKAN hasil positif bagi DPW PBB SUMUT)
    2. Baginda Hasibuan, SE,Msi (Dia adalah salah satu korban dari RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN yang sempat mengancam mundur dari PBB. Namun, kami belum tahu perkembangan terakhir dari ancaman mundur Baginda Hasibuan akibat kekecewaan atas penentuan nomor urut yang tidak Islami ini. Sedikit informasi bahwa Baginda Hasibuan telah melakukan sosialisasi dan penggalangan massa sampai ke akar rumput, namun usahanya tersebut dimentahkan oleh aktor-aktor RAPAT SILUMAN KAPPU DADAKAN yang kelihatannya HAUS akan nomor urut pertama)

    Dibeberapa Daerah Pemilihan lainnya banyak sekali keganjalan-keganjalan yang kami temukan sehingga sama sekali TIDAK MENCERMINKAN PBB sebagai Partai Islam yang akan memperjuangkan Syari’at Islam. Di antaranya yaitu pada DAPIL V yang membuktikan bahwa Ir. Uca dan Irwan Hasibuan yang sudah mengetok dan mengesahkan nomor urut berdasarkan hasil skoring tiba-tiba PLIN-PLAN dan TIDAK KONSISTEN terhadap hasil tersebut karena adanya ancaman mundur dari salah satu CALEG yaitu Lahmuddin Ritonga,S.Ag. Kemudian pada DAPIL X Ir. Uca menempatkan ISTRI TERCINTAnya di nomor urut 1. Mungkin saja Ir. Uca ingin menjadikan PBB ini merupakan Partai Keluarga ataupun Partai Suami Istri)

    Wahai rekan dan sahabat seperjuangan, akankah KEDZOLIMAN ini akan kita biarkan terus … ??? Sampai kapan kita tetap tinggal diam dengan Kedzoliman yang ada di depan mata kita ? Seperti kata pepatah : Lalat di seberang laut kelihatan sedangkan Gajah di depan mata tak terlihat. Sedih dan sangat prihatin sekali jika kita melihat ke dalam tubuh PBB yang sudah dibungkus oleh Slogan PENEGAKAN SYARI’AT ISLAM ini. Mungkinkah PAK YUSRIL ataupun PETINGGI-PETINGGI PBB lainnya akan tergerak hatinya untuk memperbaiki keadaan internal partai yang BUSUK ini ? RENUNGKANLAH dengan hati nurani kita yang paling dalam, sehingga kita dapat diketuk oleh akal sehat yang jernih untuk berusaha merubah KEBOBROKAN ini. Janganlah kita menjual AYAT-AYAT ALLAH hanya untuk kepentingan-kepentingan sesaat kita. Ingatlah AMANAH yang telah Allah berikan kepada kita, yaitu pengemban AMANAH sebagai KHALIFAH di muka bumi. Ingatlah LANDASAN HIDUP KITA (AL-QURAN dan HADITS) !! Dengan keadaan ini, mampukah PBB menjadi nomor satu di PEMILU 2009 ??? Dapatkah Bapak PROF. YUSRIL IHZA MAHENDRA duduk di kursi RI-1 dengan perjuangan kader-kader PBB seperti yang ada di SUMUT ???

    Satu pertanyaan terakhir dari kami, Apakah keadaan di SUMUT ini terjadi juga di PBB DAERAH-DAERAH lainnya di Nusantara RI ? Insya Allah tidak….Insya Allah tidak….Insya Allah tidak !!! Amiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin….

    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
    Hormat Kami,
    Purnomo Senja
    Pangkalan Susu-Langkat-SUMUT

  28. Seny (komentar #118)

    Haduhh, saya telat banget baru tau tentang film ini sekarang… Padahal saya yakin sekali film serial ini pasti bermutu sekali-terutama bila dibandingkan dengan sinetron-sinetron ga jelas yang isinya hanya membodohi masyarakat….

    Hari ini kebetulan malam minggu, saya akan standby di depan televisi dan menanti tayangan dimulai…. ^_^
    Salam sukses selalu buat Om YIM…..

  29. Ramdalel (komentar #119)

    Bang kemana aja aktifitas selama Ramadhan kemaren ? kog blog ini dibiarkan bersama Cheng Ho aja ?
    Ayo dong ! It’s your turn !

  30. Agus Regol (komentar #120)

    Assalamu’alakum
    bang, ini blog udah bagus, semua informasi, pemikiran, ilmu yang abang miliki bisa kita serap dan fahami, cuman sayang abang sekarang sibuk banget… jadinya kelamaan untuk muncul yang baru lagi… saya berharap abang bisa menyisihkan waktu lagi untuk komunikasi lewat blog ini lagi bang.. nuhun!

Pages: « 1 2 3 [4] 5 6 » Show All

Punya pendapat? Sampaikan pendapat Anda