|

JURHUM: OMONGAN AMARI SOAL SUAP HANYA ISAPAN JEMPOL

Jurhum Lantong, jurubicara kubu Yusril Ihza Mahendra mengingatkan Jampidsus Amari agar berhati-hati memberikan pernyataan kepada publik. Jurhum menanggapi pemberitaan Primaironline sore ini yang memuat pernyataan Amari yang mengatakan ada bukti Yusril terima suap. Amari mengatakan hal itu disela-sela Raker Kejagung di Cisarua Bogor.  “Amari tidak bisa hanya mendengar laporan penyidik tanpa melihat sendiri alat bukti yang dimaksudkan”. Penyidikan terhadap Yusril sudah selesai awal Desember kemarin.

Dugaan bahwa Yusril menerima uang dari Dirjen AHU memang menjadi salah satu fokus penyidikan terhadapnya. Namun alat bukti yang ditunjukkan oleh Penyidik tidak lebih daripada 4 lembar kuitansi yang dapat dibeli di warung-warung pinggir jalan di mana saja. Jumlah uang pada empat kuitansi itu jumlahnya sekitar Rp.35 juta rupiah. Bukti penerimaan di kuitansi itu bukan tanda tangan Yusril. Ada tanda-tangan penerima, tetapi tidak ada nama jelasnya. “Kuintansi seperti itu tidak ada nilainya dijadikan barang bukti di pengadilan”, tegas Jurhum Lantong.

Jurhum mengatakan, sampai selesainya penyidikan, kalau ada alat bukti yang lain selain kuitansi itu, tentu alat bukti itu telah dikonfirmasikan kepada Yusril sebagai tersangka. Namun kenyataannya tidak pernah ada.

Jurhum mengingatkan bahwa soal kuitansi seperti itu pernah dilaporkan Hendarman kepada Presiden SBY. “Sudah ada bukti beberapa lembar kuitansi. Pak Yusril tidak bisa mengelak lagi”, kata Hendarman. Namun setelah dicek dalam daftar alat bukti di Kejagung, ternyata kuitansinya hanya kuitansi warung belaka. Jurhum menegaskan sebaiknya Amari hati-hati bicara ke publik, sebab apa yang diomongkannya, suatu ketika akan berbalik kepada dia sendiri. “Amari itu pejabat publik. Hati-hati bicara. Dia bisa dituntut melakukan kebohongan publik apabila omongannya hanya isapan jempol belaka” Apalagi, Amari mengaku lupa apa bentuk aliran dana yang diterima Yusril. “Kalau tidak yakin, sebaiknya jangan asal bicara karena bisa mencemarkan nama baik seseorang”  kata Jurhum mengakhiri keterangannya.

Cetak artikel Cetak artikel

Short URL: http://yusril.ihzamahendra.com/?p=492

Posted by on Dec 14 2010. Filed under Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

13 Comments for “JURHUM: OMONGAN AMARI SOAL SUAP HANYA ISAPAN JEMPOL”

  1. Sungguh sy mengapresiasi pernyataan Bang Jurhum yg dgn cepat dan lugas meng-counter pernyataan M.Amari kepada wartawan disela-sela Raker Kejagung di Cianjur, sepertinya M.Amari sengaja membuat pernyataan tersebut utk mem Fait accomly Jaksa Agung dan membentuk opini publik bhw perbaikan berkas Prof YIM karena adanya bukti baru suap yg diterima Prof, bukan sekedar kesalahan ketik. Dimana sesungguhnya kalaupun ada bukti baru tentunya Prof dalam pemeriksaan beliau terakhir harus dikonfirmasi dan diklarifikasi akan barang bukti tsb. Jelas pernyataan Amari ini sungguh menyesatkan publik dan sebuah pernyataan bersayap. Inilah salah satu oknum kejaksaan sebagaimana yang disinyalir Prof sebagai sisa2 “Laskar Pajang” dari Hendarman Supanji yg semata-mata dendam terhadap Prof bukan utk menegakkan hukum. Nauzubillahi min dzalik. Bravo Bang Jurhum….

  2. Semoga amari secepatnya diberi azab oleh Alloh SWT kalau memang dia memfitnah..

  3. Lawan Dgn Tegas Kekuasaan yg Sewena2. Skrang David Tobing Sedang Gugat Pemerintah.

  4. Setuju Bung Fahmi ‘lawan kekuasaan penegak hukum yg sewenang2′ dan dg kemampuan kita yg ada pada kita, kita terus mendukung, minimal doa kepada Prof.YIM dalam upaya melawan kesewenang2an parapenegak hukum. Sekali Layar Terkembang Pantang Surut Ke Pantai, Biar Karam Sungguh…. DUKUNG YIM LAWAN KESEWENANG-WENANGAN PENEGAK HUKUM!!!

  5. Amari sebaiknya di tuntut balik saja, dengan tuduhan pencemaran nama baik, dan menuntut ganti rugi. Dari dulu si Amari ini salah omong melulu, atau memang dibikin gitu?

  6. andi darwis ( YCC )

    14 Desember 2010 | 17:21 | Hukum
    Kasus Sisminbakum / primaironline

    Judul : Jampidsus akui ada bukti Yusril terima suap

    andi darwis : Teralalu “prematur” jampidsus amari menyebut pak yusril bersalah.Ketika didesak oleh wartawan bentuk aliran dana yg diterima pak yusril, amari menjawab saya lupa. Kan lucu seorang jampidsus mengatakan “lupa”. Setelah gagal menjadi jaksa agung, amari memang akhir2 ini terlihat banyak “mengigau”.

  7. semoga amari kembali ke jalan yang benar

  8. Untuk Info saja, saya lagi cari Ilmu lama yakni Ilmu sipahit Lidah, yang dapat menjadikan pejabat kita jadi batu (patung), dengan syarat banyak orang menyumpahinya ha ha ha

  9. Ya begitulah kalo pejabat asbun…asal nampang…asal terkenal…biar kelihatan kerja…btw good job pak Jurhum atas respon cepatnya

  10. Orang2 seperti Amari ini memang perlu dituntut balik atas pencemaran nama baik, sekaligus sebagai pelajaran supaya tidak asal bicara di depan publik, orang2 seprti ini adalah juga sebagai biang perusak rasa keadilan, jgan adalagi upaya mencari kedudukan dengan menjadikan orang lain sebgai korban atau batu loncatan,,,

  11. saya setuju bang jurhum, tuntut balik aja biar nyaho….tuh yang asal ngomong itu….

  12. janagn asal ngomong, kebanaran akan muncul..

  13. Bismillah. Banyak omong semakin terbuka bohongnya. Kalau jadi jaksa bohong, jadi tuntutannya juga boohong. Semakin banyak bohongnya semakin besar dosanya. Semakin besar dosamua semakin gede adzabnya. Ya tunggu saja ajab yang menimpa jaksa yang suka bohong itu. Wassalam.

Leave a Reply