|

KAPAN KEJAGUNG AKAN BERHENTI MENZALIMI SAYA?

Kapan Babul Khoir Harahap ini akan bicara benar ke publik. Kalau memang tidak yakin, sebaiknyalah berhenti bicara, daripada menimbulkan kezaliman terhadap seseorang. Babul Khoir, dalam bahasa Arab artinya “gerbang  kebaikan”. Kabaikan apa yang dapat saya rasakan setiap kali mendengar statemen Babul Khoir ini?

Hari ini Babul bicara, Januari ini kasus saya akan dilimpahkan ke pengadilan. Padahal sampai hari ini Kejagung belum menerima apalagi membaca isi putusan kasasi MA atas Romly Atmasasmita. Gelar perkara  untuk memutuskan apakah kasus saya layak diteruskan atau dihentikan, juga belum dilaksanakan. Dari pertimbangan hukum majelis hakim agung, jelas dikatakan bahwa Sisminbakum adalah kesepakatan Pemerintah RI dengan IMF yang tidak didukung oleh anggaran negara. Menteri Kehakiman Yusril memberi alternatif untuk bekerjasama dengan swasta membangunnya. Presiden Gus Dur menyetujui alternatif Yusril dalam sidang kabinet. Yusril kemudian menerbitkan beberapa aturan kebijakan untuk melaksanakan Sisminbakum.

Majelis Hakim MA membenarkan kebijakan Pemerintah dan kebijakan Menteri Kehakiman itu. MA juga berpendapat bahwa biaya akses Sisminbakum, karena tidak pernah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah, bukanlah PNBP. Karena itu tidak ada unsur melawan hukum dan tidak ada kerugian negara. Sisminbakum telah memberikan pelayanan publik secara lancar dan baik dan bermanfaat bagi kepentingan bangsa dan negara.

Itulah beberapa pertimbangan majelis hakim MA tentang Sisminbakum. Romly didakwa melakukan korupsi bersama-sama dengan beberapa orang, termasuk Yusril. Dalam pertimbangan hukum maupun dalam putusan, kebijakan Yusril sebagai Menteri Kehakiman justru dibenarkan oleh Mahkamah Agung.

Dalam putusan kasasi Samsudin Manan Sinaga, pertimbangan hukum MA sama. Kesalahan Samsudin terletak pada ybs menggunakan biaya akses yang meskipun belum menjadi PNBP, tetapi telah “dikuasai oleh negara (Ditjen AHU), untuk kepentingan pribadinya. Samsudin menjadi Dirjen di zaman Hamid Awaluddin. Putusan Zulkarnain Yunus juga sama dengan putusan Samsudin. Sedangkan putusan Yohanes, menyebutkan bahwa yang terbukti bersama-sama melakukan tindak pidana bersama Yohanes hanyalah Romly. Sedangkan Yusril tidak terbukti melakukan tindak pidana bersama-sama Yohanes.  Nah kini Romly bebas. Ini menjadi dasar bagi Yohanes untuk mengajukan PK.

Sekarang, saya melihat aparat kejaksaan agung, terutama Darmono, Amari dan Babul Khoir terus saja ngotot mau membawa saya ke pengadilan. Dulu Hendarman bilang, “Romly sudah dihukum. Malah aneh, kalau Yusril tidak dituntut”. Sekarang Romly bebas, saya tetap saja mau dituntut. Kapan mereka mau berhenti menzalimi saya? Saya anggap ini bukan hanya kezaliman Kejagung, tetapi juga kezaliman Pemerintahan SBY sekarang ini. Mereka seakan lupa bahwa orang hidup saja akan mati. Apalagi jabatan di Kejagung itu. Suatu saat juga akan pensiun. Untuk apalah berbuat zalim hanya mencari muka dan menjaga gengsi.***

Cetak artikel Cetak artikel

Short URL: http://yusril.ihzamahendra.com/?p=508

Posted by on Dec 27 2010. Filed under Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

16 Comments for “KAPAN KEJAGUNG AKAN BERHENTI MENZALIMI SAYA?”

  1. komentar pertama….lagi nih bang!!! Insya Allah… dengan tulisan uneg2 abang ini…semoga sampai di mata…dan hati mereka (MR darmono, amari dan babul…??(bukan khoir ) kali bang sekarang mah; lawan khoir…kali Syarri …ya??) akan terbuka dan Beristighfar, agar tidak menambah dosa dengan berbicara dan berprinsif tidak adil….!! INGAT pengadilan Tuhan kelak di yaomil akhir akan mendera wahai 3 serangkai (Dar am bab); bertaubatlah dan minta maaf kepada yang telah dizaliminya…..

  2. Bang Yusril,
    Coba dicari celah, supaya pejabat Kejagung mungkin bisa berguguran.
    He. he..
    Tolong tetap cool, tapi blog ini diupdate terus secara rutin setiap 2 hari sekali misalnya. Berisi curahan hati yang argumentatif, rasional dan jangan nampak emosional.

  3. jamaludin mohyiddin

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh,

    Bang Yusril yang dihormati dan senantiasa di rahmati Allah swt,

    Segelintir anggota senior dan dominan di Kejagung ini masih bersilat di luar gelanggang apabila sudah nyata kalah parah di gelanggang. Di gelanggang silat umumnya bersilat secara berdepan dan memangnya pantang membunuh atau mencedera dengan menikam di belakang atau “mencuri” jurus belakag” belakang. Al kesah, “para pendekar” Kejagung ini terus bersilat tetapi ternyata banyak tersilap dari bersilat. kalau bersilat pun rentak dan iramanya sumbang malah menjijikkan membelit perasaan. Gelagat bersilap mata ini terus di lakukan dengan sepengetahuan Presiden SB Yudhoyono walhal Kejagung baru lantikan Presiden bisa menitah kepada Presiden bahwa sanya semua fikiran dan perangai tidak siuman ini dihentikan serta merta. Sedeh hati rakyat tidak terkira melihat perangai sumbang ini terus disandiwarakan oleh para pendekar ini. Adakah mereka merasakan ini semua tidak di pantulkan semula kediri mereka nanti? Mungkin juga selepas bersara nanti? Rakyat tertanya tanya bila kah pintu gerbang kebaikan dapat di buka jerneh agar negara selamat dan tidak dirugikan dari angkara sandiwara bersilap mata sidurjana ini.

    Nampaknya telahan gambaran zaman Edan yang dikesahkan oleh pendito teragung Raden Ngebehi Rangga Warsita atau Bagus Burham itu berulang lagi. Antara telahan pujangga Bagus Burhan ini memaparkan suasana negara dan masyarakt menjadi huru hara kacau balau pabila para penasihat kraton bermentalkan penjilat yang gemar mencari untung peribadi. Banyak dari bait ungkapan Sya’ir Zaman Edan ini masih relevan di waktu ini “di mana banyak dijumpai para pejabat yang suka mencari keutungan pribadi tanpa memedulikan kerugian pihak lain.” Dan ada juga menggadai maru’ah peribadi berkhidmat untuk kepentingan politik sempit yang merugikan masa depan diri, negara dan masyarakat.

    Mudah mudahan zaman Edan ini kita lalunya dengan tenang dan istiqomah. Idzinkan saya ungkap semula diantara bait Sya’ir Zaman Edan ini dari Serat Kalatikanya Si Bagus Burhan ini:

    amenangi jaman édan,
    éwuhaya ing pambudi,
    mélu ngédan nora tahan,
    yén tan mélu anglakoni,
    boya keduman mélik,
    kaliren wekasanipun,
    ndilalah kersa Allah,
    begja-begjaning kang lali,
    luwih begja kang éling klawan waspada.

    yang terjemahannya sebagai berikut:

    menyaksikan zaman gila,
    serba susah dalam bertindak,
    ikut gila tidak akan tahan,
    tapi kalau tidak mengikuti (gila),
    tidak akan mendapat bagian,
    kelaparan pada akhirnya,
    namun telah menjadi kehendak Allah,
    sebahagia-bahagianya orang yang lalai,
    akan lebih bahagia orang yang tetap ingat dan waspada.

    Mudah mudahan dengan idzinNya kita “akan lebih bahagia orang yang tetap ingat dan waspada”

  4. Kalau menurut salah satu hadits yang pernah saya baca do’a yang terkabul itu salah satunya adalah do’a yang dipanjatkan oleh orang yang teraniaya (dizhalimi)walaupun dia itu orang kafir. Dalam konteks ini, kalau memang kejagung (dalam hal ini darmono, amarul dan babul) telah melakukan kezhaliman hukum terhadap abang tentunya abang bisa mendo’akan mereka. Jika abang mau abang bisa memanjatkan do’a yang jelek2 buat mereka, atau abang mau berbaik hati mendo’akan mereka dengan do’a yang baik2. Jadi, secara spiritual nasib mereka itu sebetulnya ada di “tangan” abang.

  5. Ass Prof. Salah adalah Manusiawi Namun Mempertahankan Hal yg Salah adalah sungguh-sungguh TIDAK MANUSIAWI! Hanya perangai Syaiton yang mempertahankan hal yg salah. Maju terus Prof LAWAN KEDZHOLIMAN, Layar perlawanan Sudah Terkembang, Pantang Surut ke Pantai meski Karam Sungguh. “JANGAN BERHENTI MENDAYUNG, NANTI ARUS MEMBAWA HANYUT”. Pesan Kemerdekaan Buya Natsir tahun 1951. (Capita Selecta-2,PT.Abadi,2008). Wassalam.

  6. Bismillah. Tanpa Darmono, Babul Khoir dan Amari sadari bahwa kedzaliman yang dilakukan pada YIM pada dasarnya menimpa diri dan keluarga mereka sendiri di dunia ini, apalagi di akhirat nanti. Mereka mendzhalimi hati nurani dan akal sehat yang ada dalam tubuh mereka. Kedzaliman ini justru akan berpengaruhi pada jiwa dan raganya sendiri sehingga sedikit demi sedikit adzab dalam bentuk fisik, psikhis, sosial dan hukum akan dirasakannya, baik pada saat masih menjabat, apalagi sudah pensiun, dan terlebih lagi sesudah mati. Ingatlah Pak, jabatan itu amanah yang harus dipertanggung jawabkan di dunia dan akhirat. Pikirlah baik-baik bila bapak sudah pensiun dan tidak punya jabatan apa-apa lagi akan diperlakukan yang sama, apa jadinya. Segera hentikan tindakan kedzaliman mengatas namakan Kejagung terhadap YIM. Wassalam.

  7. Setuju Bang Muhsin MK, semoga Allah SWT menyegerakan azab-Nya kepada mereka sesegera mungkin agar Bangsa Indonesia khususnya para penegak hukum sadar sesadar-sadarnya, dan semoga Allah SWT menguatkan hati dan iman serta kesehatan Bang YIM menghadapi Kedzholiman ini, terakhir kepada Saudara2ku yang peduli dan simpati serta prihatin terhadap kedzholiman yg menimpa Bang YIM mendoakan Bliau dan mendukung Bliau dgn mencermati dan memberikan komentar dan bantahan di semua media online terhadap pernyataan-pernyataan Lembaga Pendzholiman Bang YIM ‘Kejaksaan (yang tidak pantas disebut) Agung. Jangan Berhenti Berjuang! LAAAWAAAN KEDZHOLIMAN!!! ALLAHU AKBAR!

  8. Sulaeman Sastraatmaja juga mengomentari foto Laskar Hijau.
    Tuesday, December 28, 2010 3:25 AM
    From:
    “Facebook”
    Add sender to Contacts
    To:
    “Hilman Hidayat Hidayat”
    Sulaeman Sastraatmaja juga mengomentari foto Laskar Hijau.

    Sulaeman menulis:
    Mungkin perlu mengerahkan para kiayi/ulama untuk membungkam kejagung dan kehakiman dg Kordinator Kiayi Rd. Idris Tamami dari wilayah priangan timur tinggal nunggu,,waktu yang tepat.untuk mengurung kalau perlu sampai istana.
    Dan ini info muslim cina dan warga singapura mengatakan kekuasaan Indonesia sebenarnya sudah tumbang,,oleh YIM dg pernyataannya Jaksa agung bisa terguling.,
    Untuk melihat rangkaian komentar, ikuti tautan di bawah ini:
    http://www.facebook.com/n/?photo.php&fbid=102413266455854&set=a.102413169789197.5631.100000615428785&mid=38355d1G55b25667G16e0c8dG10&bcode=yDDNB&n_m=hilmantasik%40yahoo.com

  9. TEDDY SYAMSURI HS.

    Sebagaimana kita pernah kirim sms, maka menuntut dikeluarkannya SP3 jelas kita bersama kawan-kawan mendukungya. Sekaligus mendorong untuk melaporkannya ke Mahkamah Internasional apabila Kejaksaan Agung tetap mengabaikan tuntutan Bung Yusril. Salam keluarga dan kawan-kawan.

  10. Pemerintah SBY bak kacang lupa kulitnya, sebelum sebesar ini SBY hanya didukung tiga parpol termasuk PBB, sekarang mau memenjarakan tokoh PBB, Sungguh Biadab …..

  11. Yusril Ajukan Sisminbakum ke MI PDF Print
    Wednesday, 29 December 2010
    JAKARTA(SINDO) – Mantan Menkeham Yusril Ihza Mahendra akan membawa kasus sistem administrasi badan hukum (sisminbakum) ke Mahkamah Internasional (MI) apabila Kejaksaan Agung (Kejagung) tetap bersikeras melanjutkannya ke persidangan.

    Yusril menilai,kasus sisminbakum yang menjerat dirinya itu beraroma politis dan diskriminatif. ”Kalau ini terus didakwa (sisminbakum), saya akan teruskan ke Mahkamah Internasional. Karena jelas ada orang dijadikan target sehingga menimbulkan pertanyaan apakah ini suatu penegakan hukum atau permainan politik? Ini jelas kental dengan politik, ini diskriminatif. Ini bisa jadi persoalan internasional,” kata Yusril saat ditemui di Kejagung kemarin. Yusril datang ke Kejagung sekitar pukul 11.45 WIB dengan didampingi tim kuasa hukumnya, antara lain Teguh Samudra dan Jamaluddin Karim. Yusril yang mengenakan kemeja putih lengan panjang dengan dibalut jas biru dongker sengaja mendatangi Kejagung untuk mengajukan surat permohonan penghentian penyidikan (SP3) terhadap kasus sisminbakum.

    Menurut Yusril, dirinya justru mempertanyakan motif sejumlah pejabat kejaksaan yang secara terang-terangan tetap bersikukuh membawa kasus sisminbakum ke pengadilan.Seharusnya Kejagung merujuk vonis Mahkamah Agung (MA) yang telah membebaskan Romli Atmasasmita dalam kasus sisminbakum karena tidak ditemukan korupsi dan tindakan melawan hukum. ”Jadi kalau Kejagung ngotot tetap membawa ini ke pengadilan seperti yang diajukan Pak Darmono, Pak Amari, dan Pak Babul, kami mempertanyakan ada kepentingan apa tiga orang itu dengan kasus ini? Mereka ini mau menegakkan hukum atau mau main politik? Kalau mereka menyerang secara politis, kami akan melawan secara politik,”terangnya.

    Pakar hukum tata negara ini juga mempertanyakan, apakah ada pihak-pihak lain yang sengaja bermain dengan mengendarai institusi penegak hukum tersebut. Tujuannya agar secara politis bisa mencederai nama baiknya.Karena itu, dengan ditudingkan melakukan tindak pidana, dirinya bisa tersingkirkan dalam percaturan politik pada masa mendatang. ”Apakah Kejagung disuruh oleh pihak-pihak yang bermain di balik semua ini, agar secara politis saya cedera namanya? Bagaimanapun Kejagung adalah bagian dari pemerintah dan ini tanggung jawab Presiden,”jelasnya.

    Menurut Yusril, atas pertimbangan hukum majelis hakim agung, jelas dikatakan bahwa sisminbakum adalah kesepakatan pemerintah dengan IMF yang tidak didukung oleh anggaran negara. Selanjutnya, dirinya yang saat itu menjabat sebagai Menkeham memberi alternatif kerja sama dengan swasta untuk membangunnya. Presiden Gus Dur, lanjut dia, menyetujui alternatif itu dalam sidang kabinet.Yusril kemudian menerbitkan beberapa aturan kebijakan untuk melaksanakan sisminbakum. Dia juga beranggapan, majelis hakim MA membenarkan kebijakan pemerintah dan kebijakan Menkeham itu.MA juga berpendapat bahwa biaya access fee sisminbakum tidak masuk sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP) karena tidak pernah ditetapkan dengan peraturan pemerintah.

    Karena itu tidak ada unsur melawan hukum dan tidak ada kerugian negara. Bahkan, sisminbakum telah memberikan pelayanan publik secara lancar dan baik serta bermanfaat bagi kepentingan bangsa dan negara. ”Itu kan beberapa pertimbangan majelis hakim MA tentang sisminbakum,” katanya. Mantan Dirjen AHU Depkumham Romli didakwa melakukan korupsi bersama- sama dengan beberapa orang,termasuk Yusril.Dalam pertimbangan hukum maupun dalam putusan, kebijakan Yusril sebagai Menkeham justru dibenarkan MA. Dalam putusan kasasi Samsudin Manan Sinaga, pertimbangan hukum MA sama. Kesalahan Samsudin terletak pada yang bersangkutan menggunakan biaya akses yang,meskipun belum menjadi PNBP, telah dikuasai negara (Ditjen AHU) untuk kepentingan pribadinya.

    Saat itu, Samsudin menjadi dirjen di era Menkeham Hamid Awaluddin. Yusril juga mengungkapkan, putusan Zulkarnain Yunus juga sama dengan putusan Samsudin. Adapun putusan Yohanes menyebutkan bahwa yang terbukti bersama- sama melakukan tindak pidana bersama Yohanes hanyalah Romli. Sementara dirinya tidak terbukti melakukan tindak pidana bersama-sama dengan Yohanes. ”Nahkini Romli bebas.Ini menjadi dasar bagi Yohanes untuk mengajukan PK,”ungkapnya. Hanya saja, lanjut Yusril, sejak dua tahun lalu dirinya selalu dijadikan target Kejagung untuk diadili. Dalam dakwaan terhadap Romli, Yohanes dan Zulkarnain Yunus itu disebutkan ”bersamasama melakukan” dengan semua terdakwa.

    Romli didakwa melakukan korupsi antara 2000 hingga 20002 bersama-sama dengan Yusril, menteri waktu itu. ”Padahal, antara 2000 hingga 2002 itu ada Baharuddin Lopa, Marsillam Simanjuntak, dan Mahfud MD yang juga menjadi menteri kehakiman, tapi nama mereka tidak disinggung,” ungkapnya. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Babul Khoir Harahap bersikukuh perkara sisminbakum tetap maju ke pengadilan untuk disidangkan.

    ”Berkas perkara (Yusril dan Hartono) pasti maju ke pengadilan, nanti hakim yang akan menentukan bersalah atau tidak,” kata Babul Khoir Harahap saat ditemui di Kejagung,Jakarta,kemarin. (m purwadi)

  12. maju terus bang doa kita selalu menyertai Abang!!!

  13. maju terus bang doa kita selalu menyertai Abang bila abang tetap di jalan Lurus, Insya Allah!!!!!

  14. Asslm, Prof.
    Tiga hari lalu saya nulis komen lagi di sini namun tidak bisa naik on line, dan sampai hari ini tidak juga muncul.
    Permasalahan kasus Prof & Sisminbakum saya rasa sudah cukup jelas. Jadi, bukankah tinggal menantikan langkah selanjutnya dari Kejaksaan Agung?
    Kalau pun – dan misalkan ya – akan tiba juga di dalam ruang pengadilan, bukankah ada kemungkinan Prof akan didampingi saksi yg meringankan a.l bahkan Presiden SBY? Maka, baru2 ini saya juga mempertanyakan kelanjutan Permohonan Uji Materil ttg Saksi di MK.
    Poin positifnya lagi, (sama dgn maksud teman Abifasya yg lebih dulu komen di sini) PBB pernah mendukung SBY menjadi Presiden RI, yaitu pada ‘awal-mula cerita’ waktu itu dan sebelum Partai Demokrat sebesar saat ini, dan saat itu Prof sudah pernah menjadi MenkehHAM serta mengadakan Sisminbakum.
    Jadi, pada hemat saya, kita tenang2 saja dulu. Dan sepertinya tidak terlalu diperlukan lagi penjelasan2 teknis perkara & penyidikan, karena selama ini sepertinya sudah ke luar semuanya?
    Lagi pula, kalau tidak salah Prof juga sebenarnya – dgn adanya kasus Sisminbakum itu – sedang melaksanakan suatu bagian dari upaya Pembaruan Hukum?
    Semoga. Dan mohon maaf kalau ada salah kata atau salah persepsi.
    Wass,
    Hendra Indersyah, Sbw/Jkt.

  15. Pertama kali koor serempak,Hendarman SOEPANDJI SAH sebagai Jaksa
    Agung kemudian dicopot MK.,kemudian koor bareng lagi Saksi yang me
    ringankan yang diajukan YUSRIL tidak relevan yang ditengah jalan
    berubah syairnya sehingga JK DAN Kwee Kian GIE relevan untuk saksi
    yang meringankan.,alasannya sama berdasarkan UNDANG2.Perbedaan antara
    kedua koor tersebut, yang pertama karena keputusan MK YANG kedua atas
    kesadaran sendiri.KOOR lainnya adalah kasus YIM segera dilimpahkan ke
    pengadilan yang kemudian diikuti dengan koor sedang dilengkapi dan disem
    purnakan berkasnya. Sampai kapan waalahu hu a’lam. Beginilah cara kerja
    institusi lembaga penegak hukum kita, ada apa ini semuanya dan masih ada
    harapan untuk berlaku adil sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

  16. Maaf sedikit di luar topik. Tapi tentunya masih berhubungan. Yaitu sehubungan berita saat ini (masih hangat) berkaitan dgn Sisminbakum (yg kini sudah menjadi SABH; .. aya2 wae ya..) http://nasional.vivanews.com/news/read/196302-patrialis–sisminbakum-kini-untungkan-negara.
    “Sejak Sistem Administrasi Badan Hukum ganti nama dari Sisminbakum jadi SABH, sistem itu mendatangkan keuntungan bagi negara”, kata berita tadi.
    1. Nah, berita tsb tergolong ‘berita gembira’kah?
    Bukan dari sisi untung-rugi atau siapa yg diuntungkan dan siapa yg dirugikan di dalamnya, melainkan karena mengandung pertanyaan2 pelik/tak-pelik ataupun gampang2 susah, ‎sbb.:
    hanya karena GANTI NAMA? Tidak ada kebijakan, keputusan, niat, ataupun kualitas semua hal2 tadi, di dalamnya? Ada? Nah, bagaimana prosedur ganti nama tsb?
    2. Dan “mendatangkan keuntungan bagi negara” itu adalah termasuk BELA NEGARA?
    Situasi & kondisinya apa dan untuk apa? Sebentar, … Negara itu apa? digerakkan oleh siapa dan untuk siapa? Dan bagaimana bentuk & rasa pergerakan tsb? Adakah keadilan dan kezaliman di dalamnya? Hukum apa yg mendasari dan memayungi?
    Demikianlah, dan … sekali lagi: bagaimana prosedur ganti nama tsb tadi di atas? (entah kepada siapa pertanyaan itu…, sementara saya sendiri memang tertarik sesekali memikirkannya sebatas kemampuan).
    Terima kasih.
    Hendra Indersyah, Sbw/Jkt.

Leave a Reply