|

JURHUM LANTONG: ICW HANYA CARI SENSASI

Pernyataan Wakil Koordinator ICW Emerson Yuntho yang meminta Kejagung agar meneruskan perkara Sisminbakum ke pengadilan ditolak keras oleh kubu Yusril Ihza Mahendra. Dalam pernyataan pers yang disampaikan Jubirnya, Jurhum Lantong, Kubu Yusril menganggap ICW tidak memahami inti masalah Sisminbakum pasca putusan kasasi MA yang membebaskan Romli Atmasasmita. Jurhum menilai ICW juga  tidak membaca putusan MA yang lain terkait Sisminbakum, yakni putusan terhadap Yohanes Woworuntu dan Samsudin Sinaga.

Dalam putusan Romli sudah jelas MA menyatakan tidak ada unsur kerugian negara dan unsur melawan hukum dalam kasus Sisminbakum, sehingga Romli dilepaskan dari segala tuntutan hukum. Yusril didakwa bersama-sama dengan Romli. “Kalau memang tidak ada unsur kerugian negara dan tidak ada unsur melawan hukum dalam kasus Sisminbakum, maka untuk apa Kejagung meneruskan perkara ini ke pengadilan?” tanya Jurhum. Apa sekedar ingin mengadili Yusril dan menjadikannya target politik untuk menghambat perjalanan politiknya menghadapi Pemilu 2014? Kejakgung harus memisahkan urusan hukum dengan urusan politik. “ICW hanya mengada-ada dan mencari sensasi saja” tegas Juhrum.

Alasan ICW bahwa Sisminbakum harus diteruskan ke pengadilan karena ada terdakwa lain yang dihukum dinilai Jurhum sebagai alasan yang tidak berdasar. Dalam kasasi Yohanes MA menegaskan bahwa yang terbukti melakukan kejahatan bersama-sama dengan Yohanes hanya Romli. Yusril tidak terbukti. Sekarang Romli dibebaskan, sebab itu Yohanes sekarang mengajukan PK. Kalau Romli dibebaskan, mestinya Yohanes juga bebas melalui PK. Lalu, apa hubungannya dengan Yusril? “Tidak ada samasekali” kata Jurhum menanggapi Emerson Yuntho.

Dalam putusan Samsudin, dia dihukum bersalah karena menggunakan uang akses fee Sisminbakum yang dikuasai oleh Dirjen AHU untuk kepentingan pribadinya, bukan terkait dengan inti kasus Sisminbakum itu sendiri.¬† Kalau dia menggunakan uang itu untuk kepentingan pribadi apa hubungannya dengan Yusril? Samsudin menjadi Dirjen AHU bukan pada zaman Yusril menjadi menteri, tetapi di zaman Andi Mattalata. “Karena itu, baik putusan Yohanes maupun putusan Samsudin tidak ada kaitannya dengan Yusril” tegas Jurhum. Emerson nampak hanya mengulang-ulang apa yang diucapkan mantan Jampidsus Amari, sehingga pantas dicurigai Amari bermain dibelakang ICW, kata Jurhum curiga.

Jurhum mengharapkan Kejagung segera memutuskan untuk menghentikan kasus Sisminbakum demi hukum dan keadilan. “Tidak ada gunanya meneruskan kasus ini, kecuali Kejagung ingin dianggap masyarakat ikut bermain politik dalam kasus ini”, demikian dikatakannya. (TYM)

Cetak artikel Cetak artikel

Short URL: http://yusril.ihzamahendra.com/?p=594

Posted by on May 3 2011. Filed under Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

10 Comments for “JURHUM LANTONG: ICW HANYA CARI SENSASI”

  1. lagi kurang dana kayanya …

  2. Tdk usah ditanggapi, nanti makin nggak nyadar kalau orang2 ICW sering asbun… Kita maklumi sajalah ICW khan singkatan dari INI CUMA WACANA

  3. sigana ICW butuh dana badag si koplok teh teu benta ningali kasus sisminbakum mah siga aya anu nyogok, kop siah emerson sing geuwat eling karunya ka anak pamajikan…(aing jadi napsu ngabandungan kasus ieu teh) kudu revolusi sugan,,,sok lah urang mimitian ti tasik,,..

  4. Subhanallah, begitu getol orang ingin membunuh karakter Prof. Yusril. Harusnya ada juga lembaga penegak hukum yang sengotot ICW untuk menegakkan hukumyang benar. Mudah-mudahan ada jalan terbaik buat Profesor.
    Oh ya, kok kelihatannya hebat sekali ICW itu, Profesor? Apa tak ada catatan atau rekan jejak yang bisa diungkap untuk memperlihatkan siapa sesungguhnya ICW, buka hanya dibaliknya tetapi di ddalamnya.
    Semoga Allah senantias memberi perlindungan kepada Profesor Yusril, yang insyaallah akan jadi pesaiang siapapun dalam perebutan kursi presiden pada 2015 nanti. Amin.

  5. Diberbagai kasus yg dimonitor ICW mungkin ada benarnya. tapi untuk Sisminbakum nampak ICW asal bunyi, tdk tau persoalan yg sebenarnya. jgn karena ICW salah menilai Sisminbakum akan merusak reputasi ICW itu sendiri.. Sisminbakum dijadikan komoditas Politik oleh pejabat2 yg tidak bertanggung jawab.

  6. hehhhh …. ICW …. beuki diyeu teh beuki pikasebeleun.
    Benerrr JIGANA Butuheun Dana BADAG JAdi weh ASBUN ….

  7. Tuntut saja ICW karena mencemarkan nama baik.

  8. SISMINBAKUM
    IPW Desak Kejagung Limpahkan Kasus Sisminbakum ke Pengadilan
    Rakyat Merdeka online
    Kamis, 12 Mei 2011 , 08:26:00 WIB

    ICW dan IPW sudah menjadi boneka “rezim” ?
    13.05.2011, 09:16 WIB
    Komentator: Andi darwis
    Kelakuan ICW dan IPW sama saja, mendorong sisminbakum kepengadilan adalah langkah yg tdk fair dan objektif. Semestinya ICW dan IPW melakukan kajian dan penelitian yg mendalam ttg kasus sisminbakum dgn tdk mengabaikan fakta penyidikan yg telah dilakukan oleh kejaksaan yg jelas2 sampai hari ini tdk menemukan bukti2 kuat ttg kerugian negara, bahkan dgn jelas dari pihak kejaksaan sdh menyatakan dalam pernyataan persnya bahwa “kejaksaan mengakui kesulitan mendakwa Yusril dan Hartono” detik.com kamis, 12/05/2011 23:16 wib. Ini artinya bahwa sisminbakum memang tdk terpenuhi unsur pidananya utk dimajukan kepengadilan.
    Lalu mengapa ICW dan IPW begitu “ngotot” mendesak kejaksaan utk mengajukan sisminbakum kepengadilan?
    Dalam perkembangan kasus sisminbakum, serangkaian pemeriksaan dan penyidikan sdh dilakukan bahkan menghadirkan beberapa saksi yg dinilai mengetahui ttg sisminbakum itu sendiri. Dan hasilnya memang tdk diketemukan unsur kerugian itu, bahkan oleh sebagian saksi spt mantan wapres Jusuf Kalla, Kwik Kian Gie dan beberapa ahli serta anggota DPR (komisi III) melihat kasus sisminbakum malah memberikan keuntungan yg “signifikan” bagi ekonomi negara saat itu.
    Jika bukti tindakan pidana korupsi tdk diketemukan dan sebaliknya sisminbakum memberikan manfaat bagi ekonomi bangsa ini, lalu apa yg hrs dipersoalkan lagi?
    Keberadaan ICW dan IPW mestinya tdk hanya mengawal penegakan hukum saja tp juga memposisikan diri sbg “pengawal penegakan kebenaran dan keadilan” bagi org2 yg telah disangkakan namun tdk cukup bukti utk diajukan ke pengadilan. Jika ICW dan IPW menganggap dirinya sbg lembaga yg paling keras bersuara dlm pemberantasan korupsi (meski saya juga msh mempertanyakan) mestinya ICW dan IPW juga harus lantang menyuarakan “penegakan kebenaran dan keadilan” tadi, agar penegakan hukum di republik ini lbh bermartabat. Jangan org yg “tidak bersalah” dihukum tapi org yg bersalah justru dilepas.
    Jujur ada kekhawatiran saya ke dua lembaga yg saya sebutkan diatas sdh “terkooptasi” oleh kekuasaan… Menjadi aneh bagi saya begitu ngototnya mereka mendesak kejaksaan melimpahkan sisminbakum kepengadilan meski kejaksaan mengakui kesulitan krn memang tdk ada diketemukan tindak pidana korupsi, sementara kasus2 yg melibatkan org2 penting dilingkungan penguasa (contoh, kasus kemenegpora, century) menjadi diam membisu. Dan anehnya lagi “sisminbakhum” dimunculkan kembali oleh 2 lembaga ini ketika muncul isu korupsi yg melibatkan org2 kekuasaan.
    Saya yakin ICW dan IPW sd tdk murni lagi… Melalui komentar ini, saya menghimbau kpd seluruh masyarakat utk tdk mempercayai lagi ICW dan IPW… Dua lembaga ini jelas “bermain” didalam penegakan hukum di republik ini. Saya katakan ada semacam “persekongkolan jahat” antara mrk dan kekuasaan dgn mungkin imbalan2 materi.
    Sebagai seorang mantan aktivis mahasiswa sy sangat pahamlah mendirikan LSM itu sangat mudah. Untuk mengeruk keuntungan meteri sangat gampang, kita buat saja LSM yg seolah2 peduli dgn penegakan hukum… Tdk perlu banyak org, 10 org cukup dan kantor kita kontrak saja. Masya allah…. Wassalam, (ketua masyarakat pemantau LSM)

  9. Bismillah. Maklum ICW, lsm pesanan. Kalo tidak ada pemesan yang tidak ngomong. Apalagi si Emerson Junto, apa tau atau pura pura tidak tau tentang perkembangan kasus sismibakum yang sudah dinyatakan MA, eh die telmi, nyuruh diajukan ke pengadilan. Ente perlu belajar dulu sama YIM, baru ngoceh. Jangan seperti burung beo yang diajarin Amari, ngoceh ga dipikir lagi. Lain kali hati hati ngomong ye jun. Wassalam.

  10. udah berani sebut nama neh pa… mangtapsss….
    http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/399399/

Leave a Reply


Warning: include_once(/home/yusril/public_html/yusril/wp-content/themes/Transcript/ads/innerpage_300x250.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/yusril/public_html/yusril/wp-content/themes/Transcript/innerWideSidebar.php on line 11

Warning: include_once(): Failed opening '/home/yusril/public_html/yusril/wp-content/themes/Transcript/ads/innerpage_300x250.php' for inclusion (include_path='.:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php') in /home/yusril/public_html/yusril/wp-content/themes/Transcript/innerWideSidebar.php on line 11