Warning: include(/home/yusril/public_html/yusril/wp-content/plugins/different-posts-per-page/defines.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/yusril/public_html/yusril/wp-settings.php on line 2

Warning: include(): Failed opening '/home/yusril/public_html/yusril/wp-content/plugins/different-posts-per-page/defines.php' for inclusion (include_path='.:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php') in /home/yusril/public_html/yusril/wp-settings.php on line 2
MARWAN: YUSRIL HARUS BELAJAR PIDANA DARI JAKSA | Yusril Ihza Mahendra
|

MARWAN: YUSRIL HARUS BELAJAR PIDANA DARI JAKSA

Marwan: Yusril Harus Belajar Pidana dari Jaksa

JAKARTA, suaramerdeka.com – Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas), Marwan Effendy, menyarankan mantan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia (HAM), Yusril Ihza Mahendra, mendalami lebih dahulu ilmu hukum pidana sebelum memberikan pernyataan ke media.

“Yusril kalau harus bicara sesuai dengan keahliannya. Dia pakar hukum tata negara. Kalau pidana sebaiknya belajar dulu dari jaksa-jaksa yang ahli pidana,” kata Marwan saat berbicara di seminar Optimalisasi Peran Pengawasan Melekat dalam Rangka Meningkatkan Integritas Moral dan Kredibilitas Aparatur Kejaksaan di Jakarta, Senin (12/12).

Penyataan Marwan ini berkait tudingan Yusril yang menyebut Marwan tidak paham kasus Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum). Dia menegaskan, dalam kasus korupsi Sisminbakum jelas adanya unsur kerugian masyarakat yang dinikmati oleh PT Sarana Rekatama Dinamika (SRD).

Kasus Sisminbakum bermula dari perubahan Sistem administrasi Kenotariatan di Ditjen Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Kehakiman dan HAM untuk pendirian perusahaan. Semula dengan sistem manual AHU memungut Rp 200 ribu untuk biaya administrasi yang semuanya disetor ke kas negara.

Tahun 2001, Ditjen AHU mengubah sistem manual menjadi sistem teknologi informasi yang dikenal dengan sebutan Sisminbakum. Perubahan sistem ini juga dibarengi dengan kenaikan biaya pembuatan akses fee menjadi Rp 1,35 juta. Pengembangan proyek perubahan sistem ini menggandeng PT Sarana Rekatama Dinamika (SRD) milik keluarga Tanoesoedibjo. Namun, kenaikan biaya ini tidak disetor ke pemerintah.

Dalam kasus ini, Kejaksaan Agung menetapkan tujuh tersangka, dua di antaranya adalah mantan Menteri Kehakiman dan HAM Yusril Ihza Mahendra dan komisaris PT SRD Hartono Tanoesoedibjo. Pekan lalu Direktur Utama PT SRD Yohanes Waworuntu diputus bebas pada tahap Peninjauan Kembali (PK).

( Budi Yuwono / CN31 / JBSM )

Cetak artikel Cetak artikel

Short URL: http://yusril.ihzamahendra.com/?p=758

Posted by on Dec 12 2011. Filed under Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

18 Comments for “MARWAN: YUSRIL HARUS BELAJAR PIDANA DARI JAKSA”

  1. Weleh-weleh, jangan mau belajar sama Jaksa pak, wong Jekso itu kerjanya memeras orang ! makanya mukanya rusak seperti Marwan = MakanyARakyatmenertaWaiNya hehe he….hehehe

  2. Siapa yang mau besanan sama keluarga jaksa ? nauzubillah minzalik.

    Lihat tuh orang nyang meresin orang lain 30 taon, ya kayak marwan effendy itu, makanya susah bakalan tuh orang ntar, dunia & akhirat !!

    Kita buat orang itu lebih hancur dari Hendarman jagung Illegal ntar ya bung YIM, mhn restunya !

  3. MARWAN UDAH S-I-N-T-I-N-G ! TERDAKWANYA HAMPIR SEMUA BEBAS, LOE NYANG BELAJAR DARI BUNG YIM ! BELUM TAHU TUH ORANG, MAEN NGANCEM-NGANCEM BUNG YIM SEGALA ! BRENGSEK TUH MUKA RUSAK KARNA MERES ORANG 30 TAON !

  4. Lebih mulia orang biasa dari ini orang, mungkin juga lebih mulia binatang dari Marwan Effendy ini ? kerjanya meres, ngancam, fitnah orang ke penjara, emang marwan ahlinya neraka

  5. Begok lu Marwan, udah kalap kagak bisa ngalahin YIM di MK ya ? ngomongnya kok pake ngancam, lu hadapin kita-kita dulu, satu lawan satu pake badik/piso kalau lu jantan ? gue tunggu lu di Priok di dargu FPI palung ujung ! nama gue Jo ! Orang Priok tahu gue siapa !

  6. Kalo Marwan Ependi (tuh Jamwas sok !) berani gua tantang 1 lawan 1, pake keris boleh ato parang juga oke,

    Ntar bakalan Marwan nyang gue kulitin, nama gua Oman rumah gue gang masjid, garut. loe suruh semua jaksa di garut ketemu gue, gue hadepin sendiri..tapi jangan nyesal lu yeh

  7. Orang bodo ya begitu itu bung YIM, buktinya semua lepas dan bebas, malu tuh dia hahaha

  8. HARUSNYA “MARWAN” BELAJAR ILMU PIDANA DARI “JOHANES WOWORUNTU” SAJA, KOK BISA BEBAS DI PK GITU HE HE GAK USAH SAM YIM GAK LEVEL HEHEHE

  9. eselon 1 tergoblok / ya marwan efendi. dendam sama prof.Romli,,,,pidanakan Prof Romli,,,,,eh lepas (onslag), gugat balik aja si muka rusak itu.

  10. BEGITULAH KALO PREMAN JADI ESELON 1, GAK MUTU, GAK ILMIAH, KAMPUNGAN, LAWAN TERUS BUNG YIM PAKE LOGIKA SEHAT DAN KEILMUAN YANG ANDA PUNYA.

  11. Belajar dari jaksa ? jaksa masuk nyogok banyakan dari universitas abal-abal, untumu semarang, janabadra jogya, unjig jakarta, pokoknya bukan dari Univ. Negeri, sedang bung YIM dari Universitas Negeri, ya jaouh dong !

  12. Jaksa tidak lebih baik dari anjing, preman lebih mulia dari jaksa. jaksa-jaksa sarang penyamun semua KOTOOOOR!!!!!!!!

  13. Ulah Marwan cukup menggelikan hati kita semua atas coment rekan2 diatas, menaggapi satatement tdk konsitennya sikaf mentalnya siMarwan.
    Dulu penyidikannya merugikan Keuangan negara (korupsi)katanya. Skrg judulnya lain, pungli merugikan masyarakat, tpi tdk pernah terdengar dri masyarakat yg komplain bahkan mereka senang atas jasa pelayanan registrasi badan hukum semua pd lancar, (istilah pungli itu seingat kita Ketua team penertibannya M. Panggabean & Sudomo di era pak Harto). karena Marwan udh kehabisan bahan kata2 sopan dlm otaknya berakibat mengidap penyakit Depresi Stress berat berujung tidak waras alias sinting, ingin telanjangi dn suruh belajar Mr. YIM. pd jaksa, pdhal, Mr. YIM. adalah mantan Atasan Marwan Levelnya jk aktif selaku Menteri bahkan mantan capres…jdi jauh panggang dari api ente Marwan. hehe.

    semua Pihak jg turut mencari ide solusi thdp missi benang basah sisminbakum yg ngototnya oknum kejagung mem pending seumur hidup meski Bossnya udh lengser, dg kata lain tdk ada niatnya dlm penerbitan SP3. selaku (Basri Arief) Kejagung baru jg kayaknya tdk bisa tegas memerintah staffnya dlm hal itu, justru ketergantungan dg anak buahnya yg mengusulkan utk itu. sementara MK jg tdk punya landasan utk memerintahkan Kejagung dlm hal SP3. sedangkan keputusan MK ttg saksi meringankan (SBY/Mega) terkesan diabaikan oleh oknum jaksa dn kejagung. Adakah tindak lanjut sanksi pd Kejagung oleh MK. jika tdk dilaksanakan putusannya? mengikat katanya, nyatanya melempem utk kaji dn belajar dalilnya, sedikit bingung dn kacau. Sementara karakter SBY tdk sama dg JK. yg punya inisiatif sendiri respon dn hadir bersaksi serta tanggap dlm segala hal. Besar kemungkinan utk maju di Th.2014 persoalan ini thdp Mr. YIM…Abzuuur. (kabur)….tnp prosess. dn otomatis bebas indenpendent thdp sgl tuntutan yg disangkakan sebagai akibat putusan MA. atas bebas lepasnya rekan2 dari sisminbakum group. Slm Sukses selalu buat Mr. YIM…yg diridhoi’ Allah SWT. Amiiin.

  14. he he si marwan nyuruh yim belajar hukum pidane, dari jakse lagi, itu artinye udeh kage mutu, orang kalap, sombongnye keluar, seperti orang gile tertawain orang waras, siape yang pinter dan keblinger, akhirnye buka kartu sendiri, die kehabisan argumentasi, keluar ucapan bak guru besar, padahal same saje dengan tukang obat, alias ngecap, seakan die seperti dokter nasehatin orang, padahal cume cari makan, yang penting ngomong walo kosong, nyuruh orang belajar dirinye yang kage mo belajar, makenye pinter hakim agung dari pade marwan yang sok tau itu

  15. TUNGGU AJA NTAR YA !, KALO RAKYAT UDAH NGAMUK KARENA PADA DIPERESIN AMA JAKSA, JAKSA PADA DIBUNUHI RAKYAT-GAK ADA SATUPUN JAKSA HIDUP NYANG TERSISA.

  16. Ada cerita tentang Jaksa. suatu hari, seorang anak mengirim surat kepada Tuhan. Isinya adalah sbb : “Kepada Yth Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan, saya perlu uang untuk bayar uang sekolah Rp.200.000, karena udah 5 bulan uang sekolah saya nunggak, sehingga guru saya udah negur saya berkali-kali. Saya mohon kepada Tuhan, agr bersedia membantu uang sekolah saya tersebut, karena orang tua saya tidak mampu. Tks Tuhan atas bantuan-Nya”, demikian isi surat anak tersebut. Selanjutnya, surai itu disampaikan anak tersebut kepada Kantor Pos. Pegawai Kantor Pos sewaktu menyortir surat yang akan dikirim, heran melihat sebuah surat yang dikirim dengan alamat “Kepada Yth. TUHAN YANG MAHA ESA”. Karena tidak tahu alamatnya, maka Pegawai Pos tsb mengambil Inisiatif dengan mengantar Surat tsb kpd Kantor Polisi. Kebetulan, pada saat itu, Polisi yang menerima Surat tsb, hendak mengantar Berkas ke Kantor Jaksa untuk diteliti Jaksa, sehingga surat tsb terbawa oleh Polisi tsb bersama dengan Dokumen yang akan diantar ke Kantor Jaksa, dan tinggallah Surat tsb bersama dengan Berkas yang telah sampai ditangan Jaksa tsb. Sewaktu seorang Jaksa Peneliti hendak meneliti berkas tsb, surat anak itu yang tadi terselip sewaktu polisi tsb mengantar berkas, terbacalah oleh Jaksa itu. Setelah membaca isi Surat itu, munculah rasa iba dari jaksa tsb dan berencana untuk membantu sianak. Sehingga setelah dia mufakat dengan teman2nya, terkumpullah uang sebesar Rp.150.000, yang selanjutany diantarlh kepada sianak. Sewaktu mengantar, si Jaksa berkata “Nak, inilah uang dari Tuhan”. Sianak senang menerimanya, karena niat sianakn untuk membayar uang sekolahnya tercapai. Tapi setelah amplop dibuka, ternyata uangnya hanya Rp.150.000, sehingga sianak masih kekurangan Rp.50.000 untuk membayar uang sekolahnya. Walau ada sedikit kekecewaan pada diri sianak, tapi sianak tetap ber-inisiatif untuk berterima kasih atas pemberian “TUHAN” tsb. Sehingga, dibuatlah lagi surat oleh sianak, dengan tujuan kepada TUHAN YANG MAHA ESA. Adapun isinya adalah sbb : “Tks Tuhan, saya udah menerima kiriman Tuhan, walaupun isinya Rp.150.000, bukan Rp.200.000 sebagaimana permintaan saya. Tuhan, saya berharap, lain kali Tuhan juga bersedia mengiriminya lagi, tapi saya mohon, kalau Tuhan kirim lagi, kirimnya janganlah melalui Pak Jaksa Tuhan ya…”

  17. Orang yg jelas-jelas buta Hukum Pidana sebagai Marwan, sok dn takabur nganjurkan orang yg melek dn menguasai lebih dari filsafat Hukum Pidana itu apa, Asbun kagak masuk diakal itu si Marwan berucap.
    Sekiranya Marwan cs.lebih pintar utk menjerat Mr. YIM. dn jelas faktanya & buktinya bersalah, Kejagung kagak pake lama utk menahan Mr. YIM. artinya Kejagung itu tdk frofesinal alias bodoh & Dungu dlm keraguan sepanjang saat. betul kagak… jelas fakta sikonnya begitu. oleh karenanya dianjurkan jangan ! menantang Arus serta membalikkan fakta yg meng ada-ada, lebih baik sidik itu kasus besar bossmu Century baru nama baikmu pulih. koq masalah kebijakan pemerintahan Gusdur c.q Siminbakum yg dibesar-besarkan, bahkan masih hidup itu mantan wakil presiden Megawati & SBY lebih paham ttg sisminbakum. lebih idiot lgi pola fikirnya dg istilah pungli yg sdh kadaluwarsa. Hukum dagang jelas menjamin swasta utk mendapat laba sebesarnya tanpa unsur paksaan. masyarakat pemakai jasa itu semua puas, ikhlas dn senang meski membayar mahal karena mau tanpa unsur paksaan. taunya marwan taunya menjual nama masyarakat yg dirugikan. masyarakat mana yg complain dn menjerit. tunjukkan faktanya. Luar biasa meng ada-ada alias rakayasa menipu diri sendiri ente wan…haha.
    Justru urain singkat diatas mencerminkan Kejagung adalah istitusi pengecut alias pemeras orang yg tdk berdaya. untung ditunjukkan Tuhan dalam artian Kena batunya dg Mr. YIM…. kedok asli kinerja yg sia-sia, menepuk air didulang terpecik dimuka sendiri. Thanks.

  18. Betul tuh bang Yus apa kata Mr. Marwan.
    klo melihat dari sepak terjang jaksa, khan banyak pelajaran tuh yang bisa Abang ambil dari jaksa.
    Ngerti kan yang ane maksud bang…:D ( hehehe…)

Leave a Reply


Warning: include_once(/home/yusril/public_html/yusril/wp-content/themes/Transcript/ads/innerpage_300x250.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/yusril/public_html/yusril/wp-content/themes/Transcript/innerWideSidebar.php on line 11

Warning: include_once(): Failed opening '/home/yusril/public_html/yusril/wp-content/themes/Transcript/ads/innerpage_300x250.php' for inclusion (include_path='.:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php') in /home/yusril/public_html/yusril/wp-content/themes/Transcript/innerWideSidebar.php on line 11