|

CEKAL BERAKHIR SUDAH

 

Jakarta – Masa pencegahan dua tersangka kasus dugaan korupsi Sisminbakum, Yusril Ihza Mahendra dan Hartono Tanoesudibdjo berakhir hari ini, Selasa (27/12) tengah malam. Namun sampai masa pencegahan berakhir, Kejagung belum mengajukan perpanjangan masa pencegahan.

“Masa pencekalan berakhir hari ini. Jadi secara status hukum, status pencekalan mereka berdua telah berakhir,” kata Kasubag Humas Direktorat Jenderal Imigrasi, Herawan Sukoaji, ketika dihubungi Selasa (27/12) malam.

Herawan mengatakan, Kejaksaan Agung tidak memperpanjang status pencekalan itu. Hingga malam ini, Ditjen Imigrasi belum menerima surat permohonan perpanjangan status pencekalan terhadap mereka berdua.

Kejaksaan Agung mencekal dua tersangka kasus dugaan korupsi Sisminbakum, Yusril Ihza Mahendra dan Hartono Tanoesudibjo per tanggal 26 Juni 2011. Surat itu bernomor: KEP-195/D/Dsp.3/06/2011 tanggal 24 Juni 2011 dan KEP-196/D/Dsp.3/06/2011 tanggal 24 Juni 2011. Adapun pencekalan itu bermaksud untuk kepentingan penyidikan kasus Sisminbakum.

Diketahui bahwa sejak putusan kasasi Romli dikeluarkan MA tahun lalu, proses hukum perkara Sisminbakum dengan tersangka mantan Menteri Kehakiman dan HAM Yusril Ihza Mahendra dan pengusaha Hartono Tanoesoedibjo seolah terhenti. Kejagung tak kunjung menentukan sikap terhadap berkas kedua tersangka yang dinyatakan sudah lengkap atau P21 tersebut.

Pasca putusan MA yang memvonis lepas Romli Atmasasmita yang merupakan mantan Dirjen Administrasi Hukum Umum (AHU), Kejagung lantas melakukan pengkajian khusus terhadap berkas perkara milik Yusril dan pengusaha Hartono Tanoesoedibjo. Pengkajian khusus tersebut dimaksudkan untuk membantu menentukan sikap Kejagung terhadap perkara ini. Di mana dalam pengkajian tersebut, putusan Kasasi Romli juga disertakan di dalamnya.

Putusan kasasi perkara Romli secara tidak langsung memang berkaitan dengan kelanjutan perkara Sisminbakum dengan tersangka Yusril dan Hartono Tanoe. Terhadap perkara Romli, Kejagung sendiri memiliki 2 opsi, yakni mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atau tidak mengajukan PK dan menerima putusan kasasi tersebut.Dalam putusannya, MA menyatakan bahwa tidak ada kerugian dalam perkara Sisminbakum ini. Dengan demikian, bila Kejagung memutuskan menerima putusan kasasi Romli tersebut, maka perkara Yusril dan Hartono Tanoe yang sebenarnya tinggal menunggu pelimpahan ke pengadilan tersebut, terancam untuk dihentikan.

Seiring berjalannya waktu, penentuan kelanjutan kasus ini menjadi semakin rumit ketika gugatan uji materi atas KUHAP soal saksi meringankan yang diajukan Yusril dikabulkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) pada 8 Agustus lalu. MK memutus bahwa yang dimaksud saksi tidak hanya mereka yang melihat, mendengar dan mengalami, tetapi juga yang mengetahui. Dalam konteks itulah, menurut Ketua MK, Mahfud MD, wajib hukumnya bagi Kejagung untuk memenuhi permintaan Yusril untuk menghadirkan Presiden SBY dan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri sebagai saksi meringankan untuknya dalam perkara Sisminbakum.

Kejagung pun harus kembali melakukan pengkajian terhadap semua hal tersebut. Dan hingga kini, Kejagung tak kunjung memutuskan kelanjutan perkara ini. (Berita Detik.com)

Cetak artikel Cetak artikel

Short URL: http://yusril.ihzamahendra.com/?p=770

Posted by on Dec 28 2011. Filed under Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

12 Comments for “CEKAL BERAKHIR SUDAH”

  1. Selamat bang, perjuangan abang tidak sia2.

  2. alhamdulillah. Akhirnya masa itu datang juga. Masa di mana Kebenaran akan tampak terang benderang. Selamat kembali menghirup udara kebebasan bergerak, Prof. Yusril.
    Tapi, perjalanan Proesor masih panjang untuk sampai tujuan sesungguhnya.

    Wassalam.

  3. sukses bung YIM !!!! jangan kendurkan semangat perjuangan , karena yg harus anda lakukan 2 tahun kedepan akan jauh lebih berat dari yg telah anda lakukan selama 4 tahun terakhir

  4. alhamdulilah

  5. Subhanallah, selamat Bang YIM…dan selamat untuk rakyat dan bangsa Indonesia yang smakin tercerahkan. Teruskan..perjuangkan kebenaran .Prof….demi bangsa dan Negara.amiin

  6. abang YIM tidak salah….. Abang YIM tidak salah 1000 X…. 1.audit BPK tdk ditmukan kerugian negara 2. MA mmutuskan 2 X tdk ada krugian negara 3. MK mengabulkan permintaan bang YIM 4. Pakar hukum menyatakan tdak ada unsur kerugian negara dlm kasus sisminbakum. yg ada adalah rekayasa kasus dan pembunuhan karakter, namun kebenaran itu terkuak juga…. please bg YIM selamat…. kami semua bahagia… smoga abang tdk di zholimi lagi amiiiinnnnn……

  7. alhamdulillah………..yaa drpd menghadirkan sby sm megawati jd saksi yg meringankan yg ujung-ujungnya merepotkan sby jg mendingan kasasinya romli & yohannes dikabulkan deh..jd aman…he he he

  8. Dari awal persoalan cekal tangkal dn Sisminbakum pd hakikatnya hanya mosi tdk percaya dn sangat dibesar-besarkan oleh Kejagung, itulah sebuah Hikmah dn proses hukum yg berlarut-larut utk menjatuhkan Mr. Prof. YIM. yg pd akhirnya berdampak memetik hasil merugikan reputasi Penyidik dn Institusi Kejagung itu sendiri. karena terlalu Ambisius dn tdk cermat menyikapi secara Profesionalizem dlm menegakkan Hukum murni real, yg hanya semata-mata mengacu pd orientasi Mosi tdk percaya atas dasar yg diberikan, baik berupa argumentasi maupun bukti-bukti yg disampaikan oleh Mr. YIM, secara Jujur dn Fair. Akibatnya apa yg terjadi? Fatal dn gagal total non acountable akurat serta buang energy semata & sia-sia…. terkecuali diterapkan pd orang awam yg tdk mengerti kriteria Hukum mungkin bisa termakan jerat atas suatu kezoliman lantaran tak berdaya. itulah Hikmah suatu tuntutan dn peradilan ciptaan rekayasa manusia sendiri yg bukan berorientasi pd landasan Hukum Tuhan yg telah banyak dituangkan utk diterap dlm Alqur’an & Hadits Rasulullah agar dicermati dn diterapkan.
    Semoga masa depan Bangsa kita lebih banyak menyerap pembelajaran dn penuh kesadaran ber-Integritas (Jujur, Adil, Setia, Berani, Tegas dn Tanggungjawab) dlm setiap profesi yg diemban masing-2 para Penyelenggara negara sehingga tercipta suasana yg ber keadilan sesuai tujuan Bangsa berdasarkan Pancasila, UUD-1945 secara murni dn konsekuansi…. Insya Allah selaku Mr. YIM, dpt memberikan suri tauladan pd Regenerasi yad dlm menerapkan kebenaran meskipun mendekati Kebenaran yg SesungguhNya. Amiiin ya rabbal Alamin.

  9. kejagung bener2 mati kutu, makenye tuh pejabat seperti darmono, marwan, farid dan yang koar2 kaga keruan udeh deh dicopot aje, makenya jangan sombong, malu2in lagi pasal cekalnya ude kaga punye gigi, maklum aje ude pade tue, giginye pade ompong kali, makenye ude deh stop aje kasus yim, bebasin die kalo ente mao selamet dunie akhirat, nunggu apelagi, ape nunggu masuk penjare and kuburan pade he he baru tau luh

  10. akhirnya kejagung mulai menyerah secara perlahan.. trus pengujian UU Keimigrasian masih berjalankah prof? Shalom

  11. SETELAH MEMBACA BERITA-BERITA YG MENYANGKUT PERNYATAAN2 PETINGGI KEJAGUNG TERNYATA MEMANG BENAR2 AROGAN.!!!MEREKA MENCARI CARI CELAH GIMANA POKOKNYA BUNG YUSRIL HARUS DIHUKUM… PADAHAL SUDAH KASAT MATA KASUS INI SDH HARUS DI SP3KAN… NAMPAK WAJAH PENEGAK HUKUM KITA MASIH SURAM, KEJAGUNG MENENTUKAN KASUS INI DENGAN CARA MENGHITUNG KANCING LANJUT-DEPONIR-SP3. ORANG AWAM JUGA TAHU KALAU KASUS INI SP3 KARENA MEMANG DARI AWAL PENUH REKAYASA. SABAR AJA BUNG KALAU KASUS INI BERLANJUT SAMPAI 2012.. BUBARKAN SAJA KEJAGUNG KARENA KERJA BAGAIKAN ROBOT GAK PAKAI OTAK, KERJA ATAS PESANAN PENGUASA.

  12. bismillah…di awal 2012…., dan berakhirnya…pencekalan abang….; mulai dan sapalah kami…kami yang di daerah….Kita dukung YIM for RI 1 di 2014….Insya Allah…..

Leave a Reply