SIDANG GUGATAN AGUSRIN DI PTUN: KUASA HUKUM PRESIDEN TAK PERSOALKAN PUTUSAN SELA
Sidang gugatan Agusrin M Najamuddin terhadap Kepres No 40/P dan 48/P Tahun 2012 hari ini dimulai oleh PTUN Jakarta. Agusrin diwakili dua tiga kuasa hukumnya, Jamaluddin Karim dan Widodo Iswantoro dari IHZA&IHZA Law Firm, sementara Yusril Ihza Mahendra tidak berkesempatan hadir. Presiden RI memberi kuasa kepada Mendagri, Menkumham dan Jaksa Agung. Namun ketiganya memberikan kuasa substitusi kepada staf masing-masing. Mendari diwakili oleh Prof Dr Yudhan, Staf Ahli Mendagri bidang hukum.
Presiden rupanya tidak memberi kuasa kepada Wamenkumham Denny Indrayana, yang sebelumnya sesumbar mengatakan akan menghadapi Yusril di pengadilan menangani gugatan Agusrin. Sejak pertemuan SBY dengan Yusril di Cikeas Kamis malam (17/5/2012), Wamenkumham Denny Indrayana mengambil langkah pro-aktif menghadapi Yusril melalui berbagai media.
Dalam sidang hari ini, tim kuasa hukum Presiden ternyata tidak mempersoalkan putusan sela yang menunda pelaksanaan Kepres 48/P Tahun 2012 tentang pengangkatan Junaidi Hamsyah menjadi Guberbur Bengkulu defenitif. Tim Kuasa Hukum Presiden mengakui bahwa putusan sela tersebut telah memenuhi hukum acara PTUN. Tentang isi putusan sela itu sendiri, Prof Yudhan mengatakan akan memberikan tanggapan ketika sidang telah masuk membahas pokok perkara.
Kuasa Hukum Agusrin, Jamaluddin Karim mengatakan bahwa sidang berlangsung dengan baik. Hakim PTUN menyarankan agar gugatan terhadap Kepres 40 dan 48 disatukan saja karena saling terkait, sehingga dapat diperiksa oleh satu majelis hakim. Baik kuasa hukum Agusrin maupun kuasa hukum Presiden dapat menerima saran majelis hakim tersebut. Sidang akan dilanjutkan minggu depan, setelah kuasa hukum Agusrin memperbaiki dan menyatukan kedua gugatan tersebut.
Cetak artikel
Short URL: http://yusril.ihzamahendra.com/?p=799
May 22nd, 2012 at 5:53 am
sideni itu mau tarung di pengadilan same yim cuma omong gede aje, die cume bise di ruang kelas n diskusi, mane bise di ruang pengadilan, kelas masih kelas bulu, belum masuk kelas berat, makenye kage diturunin sby, ntar bikin malu aje, lebih baik die focus same pekerjaannye, bersihin korupsi di kantornye kalo emang jago, bukan cume diskusi n debat aje nyoalin putusin pengadilan soal agusrin, ntar kena hukuman alloh, karene banyak bicare tapi kage berbuat
May 22nd, 2012 at 9:38 am
Denny si anak kecil nakal sesumbar tong kosong nyaring bunyinye doang.
May 22nd, 2012 at 10:13 am
Jiaahh Denny… ikut ujian advokad aja belum tentu lulus, sok mau menghadapi bang Yusril di Pengadilan..
May 23rd, 2012 at 9:48 am
artinya sideni sudah tidak dipercayai lagi oleh ESBEYE
May 25th, 2012 at 6:41 am
Bang ada tulisan dari Denny Indrayana, tolong ditanggapi lagi supaya kami dapat info yang berimbang
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/496867/
May 29th, 2012 at 10:58 am
Mantap prof. Kita tunggu lagi duet maut dengan pak Deny..
May 31st, 2012 at 2:22 pm
Alhamdulillah segala Puji bagi Allah seru sekalian alam, Kejagung menghentikan kasus sisminbakum, Amiin YRA. Selamat Prof.
June 1st, 2012 at 11:00 pm
Saya mulai mengenal Bang YIM waktu dia sbg slh satu Capres thn 1999, salut dgn kehebatan dan ketabahan Bang YIM dlm mnghdpi bangsa mslh bangsa ini, Bang YIM negarawan sejati, inilah pemimpin bangsa yg dibuthkan oleh bangsa ini, maju Bang YIM pada 2014 nanti…