HUKUM ISLAM DAN PENGARUHNYA TERHADAP HUKUM NASIONAL INDONESIA

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim,

Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pimpinan Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk ikut berpartisipasi dalam seminar tentang Hukum Islam di Asia Tenggara yang diselenggarakan mulai hari ini. Saya tidak dapat mengatakan bahwa saya adalah ahli di bidang Hukum Islam, mengingat fokus kajian akademis saya adalah hukum tatanegara. Namun mengingat topik seminar ini adalah transformasi syariat Islam ke dalam hukum nasional, maka titik singgungnya dengan hukum tata negara, sejarah hukum, sosiologi hukum dan filsafat hukum kiranya jelas keterkaitannya. Bidang-bidang terakhir ini juga menjadi minat kajian akademis saya selama ini. Sebab itulah, saya memberanikan diri untuk ikut berpartisipasi dalam seminar ini, dengan harapan, sayapun akan dapat belajar dari para pemakalah yang lain dan para peserta seminar ini. Saya bukan pura-pura tawaddhu’, karena saya yakin sayapun dapat berguru menimba ilmu dengan mereka. Baca selengkapnya »

85 komentar Oleh Yusril Ihza Mahendra — December 5th, 2007

MASALAH “UANG TOMY” DI BANK PARIBAS

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim,

Sesungguhnya ada keengganan di hati saya untuk menulis masalah ini, mengingat masalahnya sudah campur aduk antara masalah hukum, politik dan komentar dari berbagai pihak yang mungkin belum mendalami inti persoalan. Semula saya sudah ingin melupakan masalah ini, sebagaimana saya pernah melupakan tuduhan bahwa saya menerima dana cessie Bank Bali pada masa Presiden Abdurrahman Wahid. Belakangan berita yang begitu menggebu-gebu di media massa, ternyata hanya rumors belaka dan samasekali tidak terbukti. Presiden Abdurrahman Wahid sendiri akhirnya mengklarifikasi bahwa saya, dan juga Hamzah Haz tidak terlibat.

Masalah “uang Tomy” di Paribas itu muncul ke permukaan setelah adanya perkara di Pengadilan Guernsey, Inggris, antara Garnet Invesment dengan Bank Paribas. Saya tidak pernah berurusan dengan Garnet Investment ini, baik sewaktu menjadi Menteri Kehakiman dan HAM maupun sesudahnya. Firma hukum Ihza&Ihza juga tidak. Sebelum masuk ke masalah Paribas, saya ingin menjelaskan lebih dulu tentang firma hukum ini. Pada awalnya, firma itu bernama Yusril Ihza Mahendra and Partners, yang didirikan ketika saya berhenti sebagai menteri di zaman Presiden Abdurrahman Wahid. Namun setelah saya masuk kabinet lagi di zaman Presiden Megawati, saya non aktif dari sana. Firma hukum itu ditangani oleh anggota keluarga Ihza yang lain, sehingga diganti namanya menjadi Ihza&Ihza. Patut diketahui bahwa Ihza itu adalah nama keluarga, bukan nama kecil saya. Pengacara yang menangani kasus Garnet vs Paribas di Pengadilan Guernsey bukanlah Ihza&Ihza, tetapi OC Kaligis. Namun pemberitaan media massa mengenai masalah ini campur aduk begitu rupa. Baca selengkapnya »

216 komentar Oleh Yusril Ihza Mahendra — November 30th, 2007

ETIKA, INTELEKTUALISME DAN PROPAGANDA

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim, 

Setelah berselang satu hari sejak saya memposting renungan terkait dengan norma etika, saya melihat telah ada lebih dari tiga puluh tanggapan dari para komentator. Saya mengucapkan terima kasih atas semua tanggapan itu, baik yang berupa saran, pertanyaan maupun kritik atas apa yang saya tuliskan. Dari semua tanggapan itu, saya dapat menangkap kesan bahwa kebanyakan komentator berpandangan bahwa norma etika memang perlu ditegakkan. Ada yang mengusulkan agar ada pihak yang mensponsori perumusan etika universal di dunia blog. Namun timbul pula kekhawatiran, kalau rumusan etika itu disepakati, justru akan membuat dunia blog, tidak lagi sebagai media ekspressi pemikiran yang tajam dan menarik. Dunia blog akan menjadi serupa dengan media yang lain, seperti koran dan majalah. Saya dapat memahami pendapat ini.

Tulisan saya memang berisi sebuah renungan bagi kita semua. Tidak berarti saya menggurui siapa-siapa, karena yang pertama-tama saya gurui adalah diri saya sendiri. Persoalan etika memang persoalan fundamental dalam kehidupan manusia, sebab itulah saya mencoba untuk membahasnya, dalam situasi yang baru, ketika teknologi informasi  memperkenalkan blog sebagai wahana berkomunikasi. Inti masalah yang saya bahas, bukanlah masalah baru. Sejak Nabi Musa, Plato dan Aristoteles masalah ini telah dibahas. Pada hemat saya, norma-norma etika adalah norma-norma fundamental dan absolut yang mengandung sifat universal, seumpama Ten Commandements Nabi Musa. Norma jangan membunuh, jangan mencuri, jangan berdusta, jangan memfitnah dan sebagainya adalah norma fundamental dan absolut.  Tanpa norma-norma itu, maka manusia akan kehilangan hakikat sebagai manusia yang sejati.
Baca selengkapnya »

79 komentar Oleh Yusril Ihza Mahendra — November 24th, 2007

SAYA DAPAT MEMETIK HIKMAH DAN PELAJARAN

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim,

Setelah lebih kurang sebulan mengharungi dunia blog, akhirnya saya harus mengakui bahwa saya dapat memetik banyak hikmah dan pelajaran. Dunia maya ini adalah laksana dunia tanpa batas. Mungkin sudah terlalu lama di negara kita ini masyarakat merasa terkekang, sehingga banyak yang takut menyampaikan pikiran dan pendapatnya secara terbuka. Walaupun sejak era Presiden Habibie kebebasan mulai dibuka, namun masih banyak yang khawatir dan ragu-ragu. Di dunia maya ini, seseorang akan menemukan kebebasan yang selama ini didambakannya. Berbagai tulisan bermunculan dengan aneka ragam bentuk dan gaya bahasa, mulai dari menyampaikan harapan, saran, keluh-kesah, sampai yang menghujat dan mencaci-maki. Ada pula yang menggunakan kebebasan itu untuk menyebarkan desas-desus, rumors, sampai kepada fitnah yang dapat menyudutkan seseorang yang sungguh-sungguh ada di alam nyata. Menjadi pertanyaan bagi saya, apakah kebebasan dalam makna yang sesungguhnya itu memang ada?

Baca selengkapnya »

105 komentar Oleh Yusril Ihza Mahendra — November 23rd, 2007

SEKEDAR INFO

Assalamu’alaikum warahmatullah  wabarakatuh, 

Di Indonesia Matters ada perdebatan saya dengan seorang yang menggunakan inisial  ”Dragonwall” dan yang lain. Setelah beberapa kali jawab-menjawab, saya berniat untuk membuka perdebatan menanggapi berbagai tulisan  tentang saya, yang dibuat oleh penulisnya, yang bernama Patung. Beliau ini seringkali menyerang seseorang dalam kaitannya dengan  Islam dalam nada provokatif dan sinis. Saya ingin mengajaknya berdiskusi secara akademis di blog saya. Sebagai latar belakang, silahkan Anda buka Indonesia Matters.

Terima kasih,

Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

86 komentar Oleh Yusril Ihza Mahendra — November 16th, 2007

AKHIRNYA SEMUA KITA AKAN PERGI (I)

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim,

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh,

Minggu pagi tanggal 11 November 2007, saya diberitahu oleh kakak saya, salah seorang saudara sepupu saya, Abdul Hamid bin Baharum, telah berpulang ke rahmatullah, setelah seminggu menderita sakit. Mendapat kabar itu, saya langsung bergegas menyetir mobil datang ke rumahnya di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat. Ketika tiba, saya menyaksikan jenazahnya yang terbaring kaku sedang dimandikan. Saya menunggui sampai jenazah dikafani dan kemudian disholatkan di sebuah mushalla kecil tidak jauh dari rumahnya. Selesai dishalatkan, sejumlah orang membawa jenazah ke sebuah ambulan. Mereka semua berangkat ke pemakaman umum karet. Jenazahpun dimakamkan. Ada dua orang memakai peci dan kain sarung dan berbaju batik membaca talqin dan kemudian berdoa bersama-sama.

Baca selengkapnya »

67 komentar Oleh Yusril Ihza Mahendra — November 13th, 2007

UCAPAN TERIMA KASIH

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh,

Saya ingin mengungkapkan rasa syukur ke hadirat Allah SWT, dan mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, atas segala saran, sambutan dan komentar atas blog yang baru saya ciptakan ini. Saya menyimak dengan sungguh-sungguh semua masukan yang telah diberikan. Saya menganggap semua itu sangat berharga bagi saya, sebagai seorang pemula di dunia blog.

Baca selengkapnya »

118 komentar Oleh Yusril Ihza Mahendra — November 8th, 2007

Yusril Ihza Mahendra

Yusril Ihza Mahendra Saya menciptakan blog saya, sebagai wahana komunikasi bertukar pikiran secara jernih, intelektual dan simpatik, atas dasar prinsip saling menghormati. Melalui blog ini, saya ingin berbagi pemikiran, pengalaman dan gagasan, yang barangkali akan bermanfaat untuk menambah wawasan dalam menyikapi berbagai peristwa yang terjadi di sekitar kita. Apa yang saya ungkapkan, mungkin saja bersifat subyektif, karena didasarkan pada titik pandang, falsafah dan keyakinan keagamaan yang saya anut.
Selengkapnya...

RSS Feeds

RSS Feeds

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Sejak 10 November 2007

Free Web Counter