- Yusril Ihza Mahendra - https://yusril.ihzamahendra.com -

ACARA “THE CANDIDATE” DI METRO TV

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

The Candidate029Dua minggu lalu, Metro TV mulai merekam salah satu program “election channel” mereka, untuk disiarkan mulai akhir bulan Juli ini. Acara itu diberi nama “The Candidate”. Mereka yang akan tampil di acara ini, tentu saja “candidate” dari berbagai posisi, bisa jadi kandidat Presiden, kandidat anggota DPR,DPD dan kandidat apa saja. Ketika saya tiba di daerah Mampang – tempat rekaman itu dilakukan – saya bertemu dengan Pak Sutrisno Bachir –Ketua Umum PAN — yang baru saja selesai melakukan rekaman. Pak Trisno adalah sahabat baik saya sejak lama. Saya selalu memanggil beliau “Boss”, maklum beliau seorang saudagar dan pengusaha sejak lama. Akhir-akhir ini beliau makin tersohor karena slogannya “Hidup Itu Perbuatan” yang biaya iklannya konon sudah milyaran rupiah. Sebab itu, ketika bertemu beliau, saya mengatakan “Boss, sebenarnya saya sudah lama manut (ikut atau turut) sama sampeyan (anda)”. “Kenapa?” Kata Pak Trisno, “Ya karena selama hidup saya ini, dari dulu  saya selalu melakukan perbuatan”. Pak Trisno tertawa. Sayapun tertawa. Kami memang akrab satu sama lain.

The Candidate004Acara rekaman The Candidate terhadap saya dipandu oleh presenter Metro TV. Tiga panelis yang akan mengajukan pertanyaan kepada saya ialah Dr. Indria Samego dari LIPI, Professor Bustanul Arifin dari IPB dan Andrinof (Chaniago), seorang pengamat politik. Ada sekitar 150 orang peserta dalam acara ini. Dari baju yang dikenakannya, saya mengetahui bahwa mereka adalah anggota Partai Demokrat, PAN, PPP, PBB dan Brigade Hizbullah. Ada pula sejumlah mahasiswa dari UIN Syarif Hidayatullah, HMI dan sejumlah pengusaha. Rekaman ini berlangsung selama satu jam, dan konon akan disiarkan malam hari tanggal 30 Juli nanti. Siapa tahu, anda berminat menyaksikannya.

Dalam acara ini, saya tidak diberi kesempatan untuk mengetengahkan alasan-alasan mengapa saya maju ke pencalonan Presiden, apa visi dan misi saya, serta apa program dan hal-hal yang ingin saya kerjakan jika nanti terpilih sebagai Presiden RI. Dr. Indria Samego langsung saja mengemukakan pertanyaan, apakah saya puas dengan sistem penyelenggaraan negara sekarang ini, dan bagaimana saya menghadapi DPR dengan sistem multi partai yang berlaku sekarang ini. Saya menjawab bahwa sistem yang kita bangun setelah amandemen UUD 1945 memang berpotensi menciptakan pemerintahan yang tidak stabil. Presiden harus bekerjasama dengan DPR tetapi DPR juga mengawasi Presiden. Presiden dan DPR dipilih langsung oleh rakyat. Karena itu, bisa terjadi DPR dikuasai oleh anggota-anggota yang tidak mendukung Presiden. Dengan kata lain, Presiden hanya mendapat dukungan minoritas di DPR. Inilah titik lemahnya sistem yang kita bangun. Namun, sebagai Presiden – jika terpilih – saya harus tunduk kepada sistem yang kita bangun itu. Untuk mengatasi ini, berdasarkan pengalaman saya selama berada di pemerintahan,cara menghadapi DPR hanya ada dua, yakni argumentasi dan diplomasi.

The Candidate035Saya harus menjelaskan pendirian saya secara argumentatif dan sedia membuka perdebatan dengan alasan-alasan obyektif yang meyakinkan. Diplomasi artinya seni untuk mengajak dan meyakinkan semua pihak, dengan menunjukkan sikap simpati dan bersahabat. Saya juga berpendapat bahwa kategori partai pemerintah dan partai oposisi seperti dikenal di negara-negara lain, tidak sepenuhnya dapat diterapkan di negara kita. Kultur seperti itu belum terbentuk. Praktek sekarang ini menunjukkan bahwa partai yang punya menteri di kabinet, namun di DPR berprilaku seperti oposisi. Demikian pula sebaliknya. Jadi, satu-satunya jalan ialah argumentasi dan diplomasi tadi. Saya tetap optimis dan berkeyakinan bahwa para politisi kita akan sama-sama memliki rasa tanggungjawab kepada bangsa dan negara. Semua kita memiliki hati nurani.Karena itu, saya optimis dapat bekerjasama untuk menyelesaikan semua persoalan yang kita hadapi.

The Candidate011Dr. Indria Samego juga menanyakan kabinet seperti apakah yang akan saya bentuk, apakah akan terdiri dari orang-orang partai, ataukah dari kalangan profesional? Saya menjawab, kedua hal itu menjadi pertimbangan utama saya, walau saya berpendapat, dikotomi seperti itu tidaklah ketat. Orang-orang dari partai bisa juga orang-orang yang profesional di bidangnya. Namun orang-orang dari non partai yang akan saya rekrut haruslah benar-benar profesional di bidangnya. Dalam sistem Presidensial, semua tanggungjawab penyelenggaraan pemerintahan negara adalah di tangan Presiden, walaupun berbagai undang-undang ada menyebutkan kewenangan tertentu telah diserahkan kepada menteri. Dalam sistem pemerintahan kita, tidak ada keputusan kabinet, karena yang ada adalah keputusan Presiden. Para menteri, walaupun berwenang memutuskan sesuatu sesuai kewenangannya, namun para menteri itu bertanggungjawab kepada Presiden. Saya akan menyusun kabinet berdasarkan pertimbangan yang matang, dan saya belajar dari pengalaman pembentukan kabinet di masa lalu yang saya ikut terlibat. Di negara lain pernah terjadi seorang sarjana hukum menjadi menteri kesehatan, tetapi seorang dokter menjadi menteri kehakiman. Saya tak mungkin melakukan hal seperti itu dalam menyusun kabinet di negara kita. Siapapun yang akan duduk di kabinet, haruslah saya pertimbangkan dalam-dalam latar belakang dan kemampuannya.

Professor Bustanul Arifin bertanya mengenai pembangunan pertanian dan masalah energi.Saya menjawab bahwa kebijakan ekonomi yang akan saya jalankan adalah membangun ekonomi The Candidate018berbasis pedesaan, yang bertumpu pada pembangunan sektor pertanian dan perikanan serta industri kecil. Fokus perhatian saya ialah membangun kemakmuran rakyat, bukan dimulai dari kota, tetapi mulai dari desa. Saya ingin menerapkan kebijakan mengenai tanah, baik lahan yang dikuasai oleh negara, maupun dikuasai swasta dan perorangan, yang kini menganggur tanpa dimanfaatkan. Pemanfaatan lahan tersebut harus didukung oleh kebijakan perbankan nasional yang menjadi penyedia modal untuk. Dalam konteks inilah saya menggagas subsidi pada sektor pertanian yang diarahkan melalui KUD-KUD yang diaktifkan kembali untuk membeli produk pertanian dengan harga lebih tinggi dari harga pasaran. Makin banyak produksi petani, makin besar subsidi yang mereka nikmati. Ini beda dengan subsidi BBM, yang dinikmati siapa saja walau tanpa prestasi apapun. Tentu penerapannya dilakukan terbatas kepada produksi pertanian yang utama, yakni padi dan kedele.

Memperkuat ekonomi pedesaan akan menjadikan sektor ini sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Jika petani dan nelayan sejahtera, maka itu berarti kita memberikan kesejahteraan pada bagian terbesar rakyat kita, yang akan membawa dampak berganda kepada tumbuhnya kegiatan-kegiatan sektor ekonomi lainnya. Rakyat di pedesaan tidak perlu hijrah ke kota untuk mencari nafkah dengan segala risiko yang dihadapi. Desalah yang menjadi sumber kemakmuran rakyat.

The Candidate036Mengenai energi, saya menjawab bahwa saya merumuskan suatu kebijakan energi nasional, berdasarkan potensi energi yang kita miliki. Saya menyadari sumber energi konvensional, minyak dan gas bumi, yang kita miliki kian terbatas cadangannya, jika kita tidak menemukan cadangan yang baru atau segera mengeksploitasi cadangan yang telah ditemukan. Produksi minyak kita yang kurang dari 1 juta barrel perhari sekarang ini dengan tingkat konsumsi sekitar 800.000 barrel, sedikit lagi akan menjadikan kita sebagai negara importir minyak, bukan eksportir lagi. Makkamah Konstitusi telah memutuskan bahwa Pemerintah tidak boleh melepas harga minyak dalam negeri mengikuti harga pasar internasional, yang tentu akan menimbulkan penderitaan rakyat, jika harga pasar internasional lebih tinggi dari harga domestik yang disubsidi seperti selama ini. Kalau harga pasar internasional lebih tinggi, maka kebijakan subsidi terus harus dipertahankan. Memang hal ini akan berdampak kepada APBN, jika fluktuasi harga mencapai kenaikan yang tinggi. Namun sedari awal, langkah antisipatif harus dilakukan untuk menutup beban subsidi yang membengkak, apabila terjadi fluktuasi harga diluar dari apa yang telah menjadi asumsi dalam APBN.

The Candidate020Saya berpendapat harga minyak dalam negeri tidak usah dinaikkan karena akan membuat rakyat lebih menderita. Langkah ke arah itu, secara sistematis dalam waktu lima tahun ke depan, saya harus menyiapkan kebijakan enegeri yang konsisten, mengurangi penggunaan BBM khusus untuk listrik dan menggunakan energi lain, terutama batubara untuk energi pembangkit. Dalam empat tahun ke depan, semua PLTD harus beralih ke PLTU. Saya ingin menata dengan sungguh-sungguh pertambangan batu bara – yang kini segala perizinannya telah diserahkan ke daerah – agar kita memiliki persediaan energi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pengurangan penggunaan BBM untuk pembangkit harus diimbangi dengan pembangunan sarana transportasi massal di kota-kota besar. Berbagai studi tentang hal ini sebenarnya telah dibuat. Apa yang perlu dilakukan ialah, Presiden segera mengambil keputusan dan melaksanakannya dalam kenyataan.

Andrinof dan sejumlah mahasiswa serta anggota partai politik yang hadir juga mengajukan berbagai pertanyaan dan kritik. Pertanyaan The Candidate013Andrinof terkait dengan kemajemukan bangsa kita dan bagaimana kebijakan saya menghadapi isyu-isyu kemajemukan itu. Saya menegaskan pendirian saya, bahwa kemajemukan itu adalah sebuah kenyataan dan sekaligus keniscayaan. Saya menjunjung tinggi kemajemukan itu dan akan membuat kebijakan-kebijakan yang sebanyak mungkin dapat diterima oleh semua pihak. Saya tak pernah berpikir untuk mengubah susunan negara kita menjadi negara federal. Saya kukuh mempertahankan susunan negara kesatuan, dengan tetap menjunjung tinggi kemajemukan bangsa kita pada semua aspeknya.

Mahasiswa IAIN mengemukakan berbagai isyu yang mencuat ke permukaan menjelang saya berhenti dari Kabinet Indonesia Bersatu, seperti kasus AFIS yang menyebabkan saya diperiksa oleh KPK dan isyu “Uang Tomy Suharto di BNP Paribas”. Semua hal yang dikemukakan itu saya jawab dengan tenang. Intinya saya mengatakan bahwa saya diperiksa KPK dalam status sebagai saksi untuk orang lain yang menjadi tersangka. The Candidate012 Perdebatan saya dengan penyidik KPK adalah soal penerapan Kepres 80/2003. Putusan Pengadilan Tinggi atas perkara itu menyebutkan bahwa apa yang saya lakukan telah sesuai dengan Kepres 80/2003 itu. Zulkarnain Yunus yang didakwa juga diputuskan tidak terbukti melakukan korupsi. Kesalahannya merugikan keuangan negara, terletak di bidang perpajakan. Jadi, saya katakan, biarlah mekanisme hukum berjalan apa adanya. Kasus ini lebih banyak muatan politiknya untuk membentuk opini publik daripada persoalan pidana.

Begitupun masalah “Uang Tomy” Kejaksanaan telah melakukan pemeriksaan, namun tidak menemukan unsur pidana dalam kasus itu. Bagi pembaca blog ini, semua ini telah saya jelaskan terbuka ketika blog ini baru saja mengudara. Presiden SBY sendiri mengakui baik secara lisan maupun tertulis dalam suratnya kepada saya, bahwa saya diberhentikan dari kabinet karena “desakan dari berbagai pihak” yang memang tak menginginkan saya berada di kabinet. Presiden mengetahui bahwa apa yang saya lakukan bukanlah suatu kesalahan. Isyu-isyu sengaja dilontarkan sebagai bagian dari gerilya politik. Presiden mengatakan kepada saya di Cikeas, agar saya jangan “menghilang dari peredaran”. The Candidate022 Presiden SBY pernah menawarkan agar saya menjadi Duta Besar untuk Malaysia atau menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi. Salah satu sumber yang dekat dengan Presiden memberitahu saya bahwa konon Presiden berencana menarik saya kembali ke kabinet, kira-kira dua minggu setelah saya diberhentikan dari Mensesneg. Entah untuk posisi apa. Saya berterima kasih atas semua kebaikan hati Presiden SBY itu. Namun saya telah mempunyai pertimbangan yang lain, sementara ini saya belum ingin kembali ke jabatan apapun. Saya memilih jalan saya sendiri yakni maju ke pencalonan Presiden.

The Candidate021 Kalangan dunia usaha yang hadir menanyakan soal pembangunan dan kepastian hukum, khususnya bagi dunia usaha. Jawaban saya terhadap soal ini pasti. Saya menekankan kepastian hukum yang berintikan keadilan. Pengalaman saya selama bertahun-tahun di pemerintahan menunjukkan hal itu. Saya tak pernah mengalah kepada kepastian hukum, dan tidak menginginkan hukum dikutak-katik untuk kepentingan-kepentingan di luar hukum. Saya menegaskan bahwa kewenangan Presiden di bidang hukum tidaklah terlalu luas. Presiden memang berwenang membuat hukum, tetapi kewenangan itu telah dibagi rata dengan DPR. Kepolisian dan Kejaksaan secara struktural memang berada di bawah Presiden, namun kewenangan mereka bertindak bukan berasal dari Presiden, melainkan dari hukum itu sendiri. Karena itu, polisi dan jaksa dapat memeriksa Presiden. Ketika perkara telah di bawa ke pengadilan, Presiden tidak berwenang mencampuri kewenangan pengadilan, karena mereka independen. Namun, Presiden tentu harus memotori penegakan hukum, termasuk menyediakan sarana dan prasarana hukum serta menyiapkan aparatur penegak hukum yang akan menegakkan hukum secara konsisten.

Tidak semua hal yang dikemukakan dalam acara The Candidate dapat saya muat di sini, kecuali inti-intinya. Tidak semua pula apa yang saya pikirkan dapat saya uraikan dalam acara The Candidate yang hanya satu jam itu. Penjelasan saya di blog ini dalam menjawab hal-hal yang dikemukakan mahasiswa UIN, ada pula yang tak saya ungkapkan dalam acara itu. Sungguh banyak kegiatan yang saya lakukan di bulan Juli ini. Bukan saja internal PBB seperti penyelenggaraan Mukernas di Jakarta, namun saya juga mengunjungi berbagai daerah untuk berdialog langsung dengan para anggota, simpatisan dan rakyat di sana. Sejumlah kegiatan yang terkait dengan pencalonan Presiden juga telah saya hadiri, antara lain dialog dengan Partai Hanura yang diwakili Dr. Fuad Bawazier dan Dr. Ir. Akbar Tanjung yang diselenggarakan oleh Universitas Mercu Buana, berbagai acara di televisi, dan diskusi Calon Presiden Alternatif yang diselenggarakan di Pers Room DPR RI.

Semoga tulisan ini ada manfaatnya sebagai bahan informasi.

Fastabiqul Khairat!