|

SETELAH JK DAN KWIK, SANGAT RELEVAN KEJAGUNG MENDENGAR KETERANGAN SBY DAN MEGA

Saya sangat mengapresiasi kehadiran Pak JK dan Pak Kwik ke Kejagung untuk memberikan keterangan sebagai saksi yang menguntungkan bagi saya hari ini. Kehadiran beliau menunjukkan komitmen yang tinggi dalam mengungkapkan kebenaran dan sekaligus upaya penegakan hukum yang adil. Pak JK, Pak Kwik, Pak SBY dan Bu Mega sama-sama hadir dalam rapat-rapat kabinet yang membahas kerjasama Pemerintah RI dengan IMF, yang di dalamnya juga membahas percepatan pengesahan perseroan, yang melahirkan Sisminbakum. “Dalam kedudukannya sebagai Wakil Presiden Bu Mega telah meresmikan proyek Sisminbakum pada bulan Januari 2001”.

Selanjutnya Bu Mega dan Pak SBY menjadi Presiden, yang berdasarkan Pasal 2 UU No 20 Tahun 1997 tentang PNBP adalah pihak yang berwenang menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang jenis dan besarnya tarif PNBP pada suatu instansi Pemerintah atas suatu pelayanan kepada publik. Sebagaimana diketahui, Kejagung menuduh biaya akses Sisminbakum yang dibangun sebagai proyek kerjasama dengan sistem Bulid, Operate and Transfer (BOT) adalah korupsi karena tidak dimasukkan sebagai PNBP.

Tidak semua hal dapat diterangkan oleh Pak JK dan Pak Kwik, terutama yang berkaitan dengan PNBP. Yang dapat menerangkan sesuatu itu PNBP atau bukan, hanyalah seorang mantan atau yang sedang menjabat sebagai Presiden. Masalahnya, selama Bu Mega menjadi Presiden, beliau tidak pernah merevisi PP tentang PNBP yang berlaku di Departemen Kehakiman dan HAM untuk memasukkan biaya akses Sisminbakum sebagai PNBP.

Presiden SBY pernah empat kali merubah PP tersebut dari tahun 2005 sampai 2007. Tiga PP ini tidak memasukkan biaya akses Sisminbakum sebagai PNBP. Baru pada tahun 2009, SBY menerbitkan PP yang memasukkan biaya akses itu sebagai PNBP, setelah seluruh peralatan Sisminbakum milik Koperasi dan PT SRD disita oleh Kejagung dan kemudian “dititipkan” kepada Departemen Hukum dan HAM.

Karena menyangkut PNBP, SBY harus menerangkan kepada Kejaksaan Agung, apakah sebelum tahun 2009, biaya akses Sisminbakum adalah PNBP atau bukan. Kalau memang bukan PNBP, maka keterangan itu akan   sama dengan pertimbangan  hukum Mahkamah Agung dalam kasasi perkara Romli Atmasasmita, yang menyatakan  biaya akses Sisminbakum bukanlah PNBP. Dengan demikian, menurut Mahkamah Agung, tidak ada unsur kerugian negara dan perbuatan melawan hukum dalam perkara Sisminbakum. Kalau demikian, perkara ini wajib dihentikan, dan untuk Yusril wajib dikeluarkan SP3.

Sebab itu, pernyataan Wakil Jaksa Agung Darmono yang mengatakan pemanggilan terhadap SBY dan Mega tidak relevan dengan perkara Sisminbakum, adalah tidak berdasar dan terkesan mengada-ada. Dalam keterangannya, JK dan Kwik jelas menyebutkan bahwa SBY dan JK hadir dalam rapat kabinet yang antara lain membicarakan percepatan pengesahan perseroan. Juga hal-hal yang terkait dengan PNBP adalah sepenuhnya kewenangan Presiden, berdasarkan UU PNBP. Maka, saya menganggap didengarnya keterangan SBY dan Mega sangatlah relevan untuk mengungkapkan kebenaran materil penyidikan perkara ini.

Pak SBY selama ini selalu menegaskan komitmen beliau yang tinggi dalam penegakan hukum. Beliau juga berulangkali menegaskan bahwa beliau tidak ingin mencampuri proses penegakan hukum. Nah, memberikan keterangan sebagai saksi dalam mengungkapkan kebenaran materil suatu penyidikan perkara, adalah bagian dari penegakan hukum itu sendiri. Memberikan keterangan seperti itu, bukanlah suatu bentuk mencampuri kegiatan penegakan hukum. Keterangan yang benar yang beliau kemukakan, justru akan membuat penegakan hukum menjadi benar dan adil serta terbebas dari segala bentuk praktik mafia hukum, yang menjadi salah satu progran SBY untuk memberantasnya.

Kini tibalah saatnya bagi SBY untuk membuktikan ucapannya kepada publik mengenai komitmen beliau dalam menegakkan hukum. Beliau akan kita hormati setinggi-tingginya kalau bersedia memberikan keterangan. Hal yang sama juga telah dilakukan oleh Presiden Benigno Aquino Jr di Philipina baru-baru ini, dan juga oleh PM Abhisit Vijaya di Thailand. Jika seorang Presiden dengan ikhlas datang memenuhi panggilan Kejaksaan Agung untuk memberikan keterangan tentang apa yang dia ketahui, maka SBY telah memberikan kontribusi sangat penting bagi penegakan hukum di negeri ini, terutama melaksanakan prinsip UUD 1945  bahwa semua orang bersamaan kedudukannya di dalam hukum.

“Rakyat akan memberi apresiasi yang tinggi  kepada beliau” kata Yusril menutup keterangan persnya di Jakarta hari ini (5/1/2011)

Cetak artikel Cetak artikel

Short URL: https://yusril.ihzamahendra.com/?p=522

Posted by on Jan 5 2011. Filed under Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

28 Comments for “SETELAH JK DAN KWIK, SANGAT RELEVAN KEJAGUNG MENDENGAR KETERANGAN SBY DAN MEGA”

  1. ass wr wb
    alhamdulillah, pak JK dan pak kwik hadir di kejaksaan pada hari ini, semoga dengan kehadiran beliau2 ini membuat pak beye semakin membuka mata lebar2, dan bersedia datang ke kejaksaan, kalau perlu tanpa diundang kejaksaan pun beliau mau memberikan sebuah kesaksian yang benar,
    maju trus bang, selama anda benar,
    YIM for RI-1 2014
    Rakyat mendukungmu

  2. Assalamualaikum wr wb

    Dari tahun 1999-sekarang saya tetap tunggu abang untuk maju dalam pilpres

    tetap semangat bang

  3. jamaludin mohyiddin

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh,

    Yang Dihormati Bang Yusril semoga senantiasa dilempahi rahmat Allah azawajal,

    Saya terus memantau politik kasus dakwaan korupsi Sisminbakum ini.

    Legal case ini, isya’Allah, akan menuju menjadi satu landmark case dalam hal pemulih semula kedaulatan, keluhuran dan ketinggian perundangan negara. Kasus ini dapat membenteng kekuatan moral baru rakyat menamat dan menutup rapat tidak kembalinya kekejamam kuasa kejaksaan/tyrannical prosecutorial power Indonesia secara berleluasa. Pendidikan yang diterima rakyat dari kasus ini melebihi dari apa yang telah di lakukan oleh LSM lainya hatta Pak AB Nasution dan organisasinya sekalipun tidak sepakar nya Bang Yusril dalam menyebarluas ilmu pengetahuan dan penghayatan pendaulatan perundangan negara. Pangkal perbedaan ini terletak pada naitu sasaorang. Ni’at jujur memberi rahmat dan menyubur bumi, ni’at jahat menghasilkan kerugian dan kerosakan alam.

    AlhamduliLah, dua sudah di temubual kini menanti dua yang akan menyusul. Kami pun ingin tahu apa pula alasan hadirnya atau alasan tidaknya dari petinggi kejaksaan agung.

    Babak babak yang berliku berliku ini sepatutnya tidak perlu. Tetapi apakan daya ini semua bukan angkara buatan Bang Yusril tetapi bermula dari ni’at yang salah dan jahat si lawan Bang Yusril sudah menguasai kepentingan sempit maka berbelit belit lah jalan cerita kasus ini.

    Mengapakah perlu berbelit belit dalam menggunakan muslihat hukum ingin melepaskan diri dari hadir ke mahkamah walhal merekalah yang merekayasa kasus korupsi ini dari awal awal lagi? Mengapa juga menerus menegak benang basah walaupun sudah tahu di pehak yang berni’at serong dari awal? Mengapa kah ahli politik perlu mengambil strategi melenyah lenyahkan perkara agar tidak dijamah hukum atau tidak dijangkau oleh hukum? Mengapa mesti menghabis dan mengsia sia waktu dan berhempas pulas pula cuba mengelak diri dari diheret kemahkamah? Sekiranya ada perbedaan pendapat perundangan atau politik yang masih dalam batasan haq bolehlah ke mahkamah untuk mencari kepastian tetapi dalam kasus korupsi Sisminbakum ini lebeh merupakan pertentangan diantara yang haq dengan yang bathil dan pertentangan ini bukan satu keraguan lagi.

    Dalam pepatah ada menyatakan kalau guru kencing berdiri anak murid kencing berlari. Begitulah pula halnya dalam arena berpolitik. Presiden sepatutnya menunjukkan watak yang patut menjadi suri tauladan bagi bawahannya dan rakyat. Memang betul presiden adalah jawatan politik tetapi untuk memegang jawatan itu perlukan kelayakan budipekerti, budibicara dan tingkahlaku yang boleh di banggakan oleh negara. Begitulah halnya peranan ulama’ silam terus menghujjah memperbaiki kelayakan sang raja yang diidzinkan memerintah walaupun mereka amat faham raja itu institusi warisan turun menurun yang memang tidak ada sumbernya dari Al Qur’an dan Sunnah. Dalam keadaan tertekan dan tidak dapat meghindar dari institusi berraja, sumbangan bererti dari mereka ialah memperketat kelayakan peribadi dan memerintah sang raja.

    Semoga Bang Yusril dalam keadaan sehat wal afi’at selalu. Amin.

  4. Subhanallah. Kalau yang sudah terang bendeang beginipun SBY tidak tergerak untuk menjernihkan persoalan, pernahkan terpikirkan oleh SBY, iklan Pajak, APA KATA DUNIA?
    Mudah-mudahan kebaikan dan kemudahan senantiasa bersama Profesor Yusril dan siapa saja yang berjuang menegakkan kebenaran.

    Wassalam

  5. Maaf partisipasi lagi.
    http://www.detiknews.com/read/2011/01/05/184714/1540044/10/kwik-kebijakan-yusril-tak-salah-pelaksanaannya-yang-diakali
    detikNews: Saat ditanya apakah pendapatan dari proyek Sisminbakum masuk dalam Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), Kwik enggan berkomentar.
    KKG: “.. lebih baik tidak memberikan keterangan apa-apa .. karena sifatnya pendapat bukan fakta”.
    (Sebentar, .. juga dari beliau saya berguru Ilmu Politik Ekonomi … nasib.. nasib otodidak dan terlalu ingin tahu segala kekisruhan isme2 dunia :-).
    Bukankah justru “PNBP” itulah yg benar2 merupakan FAKTA, .. jadi kenapa pula Pak Kwik enggan berkomentar? Sedangkan “investasi Rp 500 juta, hasilnya Rp 400 miliar, masuk di akal tidak semua pihak waktu itu” pada hemat saya –sehubungan komen #93 & #148– itu merupakan PENDAPAT.
    Maaf sekali lagi kalau2 sayalah yg keliru.
    (HI, Sbw/Jkt)

  6. ya ….semoga aja badai cepat selesai dan pak be ye…..siap bersaksi…..di kejagung ini…..

  7. sedikit demi sedikit akan menjadi terang benderang kasus sismimbakum. semoga mimpi buruk bang Yim cepat berlalu. dan mengawali hari dengan Bismillahhirohmannirohim. menuju cita cita yg baik. pesan saya jangan berhenti untuk selalu mengemukakan yg benar bangn

  8. Ass. Sepertinya Kejagung tidak akan bergeming walaupun Prof dan para Penasehat Hukum mendesak pihak Kejagung untuk memanggil SBY dan Mega, meski sangat2 relevans. Satu-satunya cara untuk bisa menekan Kejagung agar memeriksa kedua Beliau adalah Mahkamah Konstitusi, dan hari ini pihak MK telah menjadualkan sidang ke-3 Prof hari/tanggal : Selasa, 18-01-2011, jam 10.00. Mudah2an dalam perkara ini Allah SWT mengabulkan permohonan Prof. Wassalam

  9. asslmu’alaikum wr.wb
    ane cuman seorang brigade hizbullah jogja,ga bisa banyak ngomong,but berdoa aj agar semua lancar urusanya.amiin

    ad kata ane yg kurang berkenan ama ente2 smua mohon maaf yg sebesar besarnya.
    wassalamu’alikum.wr.wb

  10. doa saya terus buat pak Yusril!

    ngomong2, menanti sikap pak SBY trhadap kasus ini, saya jadi teringat alm. Gus Dur.
    mungkin memang sedikit banyak pak Yusril dan alm. Gus Dur memiliki perbedaan prinsip atau pemikiran kebangsaan & keislaman,
    tp saya sangat yakin, seandainya Gus Dur masih hidup, beliau pasti akan segera minta dipanggil sebagai saksi bagi pak Yusril,
    dan mungkin juga beliau akan dengan senang hati kalau bisa ikut jadi tersangka bersama pak Yusril: “berperang” melawan para mafia kejaksaan..

    semangat terus pak YIM!!

  11. selama ini org2 dekat SBY terutama si poltak slalu berkata : “Menjadikan hukum sebagai Panglima”. Mari kita lihat bukti omong BESAR Ruhut “POLTAK” sitompul.

  12. Wadduh…! Sepertinya KASUS SISMINBAKUM justru tambah heboh sesudah kehadiran di Gedung Bundar 2 saksi penting meringankan kemarin 5 Jan 2011? Padahal dari FAKTA2 HUKUM yg ada sejauh ini pada hemat saya sudah bisa dibangun kontruksi permasalahan hukum – dari kegiatan2 pemerintahan, bisnis, dlsb – kasus 2008 di Depkum&HAM dihebohkan Kejakgung itu.
    http://www.detiknews.com/read/2011/01/07/042118/1541316/10/yusril-tuding-kejagung-manfaatkan-kesaksian-kwik-kian-gie
    Saya sendiri mencatat segala pengetahuan baru bagi saya dan juga kejanggalan yg ada.
    Sementara itu, … syukurlah, rupanya sdh keluar jadwal sidang lanjutan “Permohonan Uji Materil ttg Saksi” di MK: 18 Jan 2011.
    Dan Kasus Sisminbakum itu akan terus ber-tele2? Bagaimana pula dgn Kasus Sengketa TPI? Karena pernah ada berita, Juni 2010, bahwa pihak perusahaan pengelola Sisminbakum (grup usaha dlsb) pernah menggunakan-sendiri Sisminbakum, 2008, secara cukup istimewa (melanggar hukum?)*, yaitu dalam pendaftaran dlsb TPI itu.
    (HI, Sbw/Jkt).

  13. Sehubungan dgn komentar saya terdahulu, kini rasa2nya ada baiknya terlebih dulu – sebelum terus asyik berkomentar – saya mengemukakan (menggaris-bawahi) fakta ttg Sisminbakum itu, berikut ini:
    Bahwa Depkeh&HAM sampai salah mengambil & menggariskan dasar & payung hukum suatu kebijakan negara dan pemerintahan?
    1. Pembentukan Sisminbakum, 2000.
    2. Perubahan Sisminbakum menjadi SABH, 2009.
    TIDAK, memang ya. Fakta2 yg ada, dari Penyidikan, Pengadilan bahkan Kasasi, menunjukkan hal itu.
    (HI, Sbw/Jkt).

  14. ‎*) Dalam bentuk seperti itu, 2008, ya sangat disayangkan, ya memang wajar dipersoalkan, dan .. ya.. faktanya, bagaimanapun (muncul istilah “diakali…”), Sisminbakum masuk Kejakgung.
    http://www.detiknews.com/read/2011/01/05/184714/1540044/…10/kwik-kebijakan-yusril-tak-salah-pelaksanaannya-yang-diakali
    Secara spontan dan swakarsa, artinya pula dgn ‘common sense’ saja, akhir 2009 saya berkomentar:
    (komentar #148. December 3rd, 2008 at 9:24 am, “DATA & FAKTA serta STOP dlm komentar #93”).
    “… yang mana hingga ‘masuk’ Kejagung saat itu penggunaan tersebut sudah berlangsung selama 7 tahun lebih dengan bagi hasil 90%-10% untuk perusahaan swasta – di satu pihak (90%: cukup besar), dan Depkumdang/DepkehHAM/DepkumHAM ataupun Ditjen AHU secara swasta dan pribadi dengan dasar atau dalam kondisi dan untuk tujuan-tujuan tertentu – di pihak lain (10%: cukup kecil); suatu pekerjaan yang bisa jadi –entah bagaimana persisnya– cukup berlegalitas …”.
    Ya, sekedar PENDAPAT, dan rasa2nya sama dgn pendapat Pak Kwik, 5 Jan 2011, “investasi Rp 500 juta, hasilnya Rp 400 miliar”.
    Dan FAKTA HUKUM lainnya ttg Sisminbakum itu, sbb.:
    – dari Putusan MA: “.. tidak mendapat keuntungan apapun dari proyek Sisminbakum, Negara juga tidak mengalami kerugian apapun, sementara Pelayanan Publik (dengan Sisminbakum) berjalan baik, dan “tidak ada sifat melawan hukum”.
    – dan dari PENYIDIKAN thdp Prof YIM: “Tim Penyidik Kejaksaan Agung sendiri telah menyimpulkan bahwa tidak ada aliran dana Sisminbakum ke Yusril. Jadi dugaan bahwa Yusril menerima suap atau gratifikasi samsekali tidak terbukti. (Sementara dari hasil penyidikan terhadap saksi-saksi dan tersangka Yusril, Tim Penasehat Hukum menyimpulkan tidak ditemukan alat bukti yang sah untuk meneruskan penyidikan kasus Yusril)”.
    (HI, Sbw/Jkt).

  15. Maaf mungkin sudah cukup banyak komentar2 saya.
    Pokoknya, pada hemat saya, sudah bisa dibangun kontruksi permasalahan hukum – dari kegiatan2 pemerintahan, bisnis, dlsb – kasus 2008 di Depkum&HAM dihebohkan Kejakgung itu dari FAKTA2 HUKUM yg ada sejauh ini. Pengharapan kita: tidak kiranya tambah ber-lama2.
    (HI, Jaktim).

  16. OOT – refresh jaksa, Hakim dll
    Radio Rodja756AM, Radio Ahlussunnah Wal Jamaah, 24 Jam Non Stop (didgr di Seluruh dunia) radiorodja.com

    Suami Saya Seorang Hakim, Halalkah Nafkahnya?
    Kategori: Fiqih Ibadah Tanggal: Aug 16, 2009 | 10 Komentar

    Ustadz, halalkah nafkah yang saya dapatkan dari suami yang bekerja sebagai Hakim Pengadilan Negeri, dimana hukum yang ada sekarang bukanlah hukum Islam? Dan standar utk memberikan putusan juga bukan/tidak berdasarkan ada hukum Islam? sedangkan kita sebagai muslim dituntut untuk memutuskan perkara berdasarkan hukum Islam? Dan bagaimana hukum dari bekerja sebagai Hakim itu sendiri? Mohon disertakan dengan dalil-dalilnya ustadz. Jazakumullah

    Nisa
    Alamat: Bengkulu Selatan
    Email: nisa_mutmaixxxx@yahoo.com

    Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc. menjawab:

    Terimakasih atas kepedulian anda menanyakan hukum syariat tentang masalah anda, semoga Allah selalu membimbing anda meniti jalan-Nya yang lurus, amin…

    Pertama: Hakim, jaksa, Qadhi adalah pekerjaan yang sangat berat dan beresiko dalam Islam, Rasulullah -shallallahu’alaihi wasallam- memperingatkan umatnya agar berhati-hati dalam mengemban amanat itu, renungkanlah sabda beliau:

    “Qadhi (penentu keputusan) itu ada tiga, satu di surga dan dua di neraka. Yang di surga adalah Qadhi yang tahu kebenaran lalu memberikan keputusan dengannya. Sedang Qadhi yang tahu kebenaran lalu zhalim dalam keputusannya, maka ia di neraka. Begitu pula, Qadhi yang memberi keputusan tanpa ilmu, ia di neraka” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, di-shahih-kan oleh AlAlbani).

    “Barangsiapa dijadikan sebagai qadhi (penentu keputusan) diantara manusia, maka sungguh ia telah disembelih dengan tanpa menggunakan pisau (benda tajam)” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah. Al Albani mengatakan: ‘Hasan Shahih’).

    Maksud kedua hadits ini adalah peringatan kepada umat islam agar ekstra hati-hati dalam mengemban amanat sebagai qadhi, bukan melarangnya sama sekali. Karena bagaimana pun juga qadhi (hakim) harus ada, untuk memberikan keputusan terhadap urusan manusia, berdasarkan aturan syariat Islam yang lengkap dan sempurna.

    Kedua: Pekerjaan sebagai hakim (Qadhi) di negara yang tidak menerapkan syariat Islam, tidak dibolehkan oleh syariat, karena alasan berikut ini:

    (a) Wajibnya seorang muslim berhukum dengan Syariat Islam dalam memutuskan perkara, sebagaimana firman-Nya:

    وَمَا اخْتَلَفْتُمْ فِيهِ مِنْ شَيْءٍ فَحُكْمُهُ إِلَى اللَّهِ

    “Apapun yang kalian perselisihkan, maka hukumnya (dikembalikan) pada Allah” (QS. Asy-Syura:10)

    فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ

    “Apabila kalian berselisih dalam suatu perkara, maka kembalikanlah kepada Allah (Al Qur’an) dan (Sunnah) Rasul-Nya, jika benar kalian beriman kepada Allah dan Hari Akhir” (QS. An-Nisa’:59)

    Bahkan seluruh ulama’ Islam telah sepakat (Ijma’), kufurnya orang yang berhukum dengan selain syariat islam, jika disertai keyakinan bolehnya melakukan itu, padahal ia tahu ayat dan hadits yang melarangnya. (lihat Fatawa Lajnah Da’imah, no:1329)

    (b) Dipastikan ia akan berhukum dengan selain syariat islam, padahal Allah telah berfirman:

    (وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ)… (وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ)… (وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ)

    “Barangsiapa berhukum dengan selain hukum yang diturunkan-Nya (Syariat Islam), mereka itulah orang-orang fasiq” (QS. Al-Ma’idah: 47)… “Barangsiapa berhukum dengan selain hukum yang diturunkan-Nya (Syariat Islam), mereka itulah orang-orang zhalim” (QS. Al-Ma’idah: 45)… “Dan barangsiapa berhukum dengan selain hukum yang diturunkan-Nya (Syariat Islam), mereka itulah orang-orang kafir” (QS. Al-Ma’idah: 44) (yakni kufur asghar, yang tidak mengeluarkan seseorang dari Agama Islam, jika ia masih berkeyakinan wajibnya berhukum dengan syariat islam, lihat lebih lanjut: Tafsir Ibnu Katsir, 3/119)

    أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

    “Apakah Hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki?! Siapakah yang lebih baik (hukumnya) dari Alloh, bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?!” (QS. Al-Ma’idah: 50)

    Karena pekerjaannya haram, maka gaji yang didapat pun jadi haram, wallahu a’lam.

    Ketiga: InsyaAllah masih banyak pekerjaan lain yang mudah, halal, dan menghasilkan. Tapi jika terpaksa harus berkecimpung dengan dunia hukum, maka yang lebih aman dan selamat adalah posisi pengacara, asalkan ia membela yang benar dan menuntut yang salah menurut Islam.

    Komisi tetap untuk penelitian ilmiyah dan fatwa Saudi Arabia, yang diketuai Syaikh Abdul Aziz bin Baz mengatakan: “Adapun pengacara di negara yang memberlakukan UU buatan manusia yang bertentangan dengan syariat islam, maka:

    (a) Setiap pembelaannya terhadap kesalahan, -padahal ia tahu akan kesalahan itu- dengan memanfaatkan UU buatan manusia yang ada, maka ia kafir jika meyakini bolehnya hal itu atau menutup mata meski bertentangan dengan Alquran dan Assunnah. Sehingga gaji yang diambilnya pun haram.

    (b) Setiap pembelaannya terhadap kesalahan, padahal ia tahu kesalahan itu, tapi ia masih meyakini bahwa tidakannnya itu haram, dan ia mau membelanya karena ingin mendapatkan bayaran darinya, maka ia telah melakukan dosa besar, dan bayaran itu tidak halal baginya.

    (c) Adapun jika ia membela orang yang ia pandang di pihak yang benar sesuai dengan dalil-dalil syariat, maka amalnya berpahala, salahnya diampuni, dan berhak mendapat bayaran dari pembelaan itu.

    (d) Begitu pula jika ia menuntut hak untuk saudaranya yang ia pandang berhak memilikinya, maka ia dapat pahala, dan berhak dengan bayaran sesuai kesepakatan yang ada” (Fatwa Lajnah Da’imah, fatwa no: 1329)

    Jadi intinya, jika suami anda menjadi seorang pengacara, maka hendaklah ia memilih kasus orang yang berada pada posisi Iyang benar menurut Syariat Islam, lalu berusaha membelanya. InsyaAllah dengan begitu, ia mendapat pahala dunia dan akhirat.

    Keempat: Nafkah yang anda dapatkan dari suami yang bekerja sebagai Hakim Pengadilan Negeri insyaAllah tetap halal, karena anda mendapatkannya dari cara yang halal, yaitu dari pemberian suami. Jadi dalam kasus seperti ini, gaji itu haram untuk suami, tapi ketika diberikan kepada anda, harta itu berubah menjadi halal.

    Dalil dari pengambilan hukum ini adalah: Kaidah fikih yang berbunyi, “Pergantian sebab kepemilikan, itu seperti pergantian benda itu sendiri“. Jadi gaji suami anda itu haram bagi dia, karena sebab kepemilikannya berhukum dengan selain Syariat Islam, tapi halal ketika sampai ke tangan anda, karena sebab kepemilikannya hak nafkah seorang isteri. Mengapa demikian, karena dengan berubahnya sebab kepemilikan, benda itu dianggap telah berubah sama sekali, dan karena benda itu telah berubah, maka hukumnya pun jadi berubah. Wallahu a’lam.

    Sandaran dari kaidah di atas adalah hadits Nabi -shallallahu alaihi wasallam-:

    “Dari Aisyah r.a.: (Suatu hari) Rasulullah -shallallahu alaihi’wasallam- masuk rumah, dan (melihat) periuk di atas perapian. Lalu disuguhkan kepada beliau roti dan lauk yang biasa ada di rumah. Maka beliau bertanya: “Bukankah aku lihat periuk (yang berisi daging)?!” Ada yang menjawab: “Itu daging yang disedekahkan kepada Bariroh (kemudian dihadiahkan ke kita), padahal engkau tidak memakan barang sedekah!”. Maka beliau mengatakan: “Daging itu sedekah untuknya, tapi jadi hadiah untuk kita”. (HR. Bukhari-Muslim, dengan redaksinya Muslim).

    Lihatlah bagaimana daging itu berubah hukum, dari barang sedekah menjadi barang hadiah. Dari barang yang asalnya haram untuk Beliau, menjadi halal. Sebabnya adalah perubahan sebab kepemilikan.

    Kelima: Meski demikian, anda harus mengingkari kemungkaran yang ada, dengan mengingatkan suami agar mau beralih ke profesi lain yang lebih baik dan selamat. Meski memakan harta pemberian suami dari berhukum dengan selain Syariat Islam itu halal bagi anda, tapi jika anda bisa menjauhinya maka itu lebih baik dan lebih selamat. Tentunya kita tahu bahwa keberkahan harta hanya ada pada harta yang sumbernya halal.

    Keenam: Yang terakhir, hendaklah kita yakin bahwa:

    (a) Barangsiapa bertakwa pada Alloh, pasti Dia takkan menyia-nyiakannya, dan Dia akan memberikan jalan keluar dari setiap masalah yang menghimpitnya, sebagaimana firman-Nya (yang artinya):

    وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ

    “Barangsiapa bertakwa pada Alloh, pasti Dia akan memberikan solusi baginya, dan Dia akan memberinya rizki tanpa diduga-duga” (QS. At-Thalaq:2-3)…

    (b) Semua jatah rizki pasti akan sampai kepada orangnya, jadi jangan takut dengan taat kepada-Nya rizki anda akan berkurang, Ingatlah sabda Rosululloh -shallallahu alaihi wasallam-: “Sungguh Malaikat jibril telah membisikkan padaku, bahwa setiap individu tidak akan mati sehingga sempurna ajalnya dan mengambil semua rizkinya. Oleh karena itu bertakwalah kepada Alloh dan berdoalah yang baik, dan janganlah lambatnya rizki menjadikannya menempuh jalan maksiat pada Alloh, karena apa yang di sisi-Nya takkan diraih kecuali dengan jalan taat pada-Nya” (HR. Abu Nu’aim dan yang lainnya, di-hasan-kan oleh Albani, di silsilah shohihah, hadits no: 2866)

    (c) Yakinlah bahwa ta’at adalah sebab bertambahnya rizki, keberkahan dan keselamatan dunia akhirat.

    Allah berfirman:

    وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ

    “Andaikan penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti kami akan limpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi” (QS. Al-A’raf:96).

    Dia juga berfirman:

    وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ

    “Barangsiapa bertakwa kepada Alloh, Niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya, dan Dia akan memberinya rizki dari arah yang tak terduga” (QS. At-Thalaq:2-3).

    Ingat pula ucapan Nabi Nuh kepada kaumnya yang diceritakan dalam Alqur’an:

    اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ

    “Istighfar-lah kalian, karena sungguh Dia itu maha pengampun! (Jika kalian mau melakukannya) niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit, memperbanyak harta dan anak kalian” (QS. Nuh: 10-12).

    Dan yang terakhir, ingatlah pesan Nabi Musa dalam ayat ini:

    لِقَوْمِهِ اسْتَعِينُوا بِاللَّهِ وَاصْبِرُوا إِنَّ الأرْضَ لِلَّهِ يُورِثُهَا مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

    “Mohonlah pertolongan kepada Alloh dan bersabarlah. Sesungguhnya bumi ini milik Alloh, Dia memberikannya kepada siapa saja hamba yang dikehendaki-Nya. Dan akhir yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa” (QS. Al-A’raf:128)

    Wallahu A’lam. Sekian jawaban dari kami, semoga bermanfaat

    Wassalam…

    Penulis: Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc

    Artikel UstadzKholid.Com

  17. Wah.. ada persoalan lain meramaikan blogg dan khususnya artikel ttg masalah kasus Sisminbakum ini. Itulah komentar #12 oleh sobat San-Manggar.
    Pertanyaan yg ada merupakan bagian dari persoalan yg cukup menarik perhatian – namun kemunculannya sangat jarang2 – selama ini. Yaitu, kalau tidak salah, ttg halal/tidak (sah/tidak bagi kaum Muslimin) profesi & hasil2 kerja Hakim Pengadilan Negeri, juga hukum yang ada (yg dipakai) yg mana bukanlah hukum Islam (dan standar utk memberikan putusan juga bukan/tidak berdasarkan hukum Islam)?
    Mudah2an besok2 bisa turut mengembangkannya.
    Terima kasih.
    (HI, Jaktim).

  18. Sungguh kasus Sisminbakum bikin penasaran. Mungkin karena saya terlanjur turut berkomentar? Dan kini saya coba lihat dari sisi lain. Tidak enak ada persoalan ber-lama2 membelit para Senior.
    ADA APA antara Prof YIM dan Presiden SBY dewasa ini, padahal 2004 bersekutu & menang?
    BAIKNYA perubahan Sisminbakum menjadi SABH terjadi secara baik2 atau selanjutnya baik2 saja.
    Kenapa justru Prof YIM yg bermasalah di Kejakgung; kemana ‘pihak PT. SRD’nya? Tentu harus bertanggung-jawab. Demikian, apalagi jika memperhatikan keterangan2 dari 2 orang ‘saksi penting yg meringankan’ kemarin pd 5 Jan 2011.
    (HI, Jaktim).

  19. GULUNG KOMING …MUMET NDASE……..ORA KARUAN JUNTRUNGE……MENDING NGOPI WAE…SRUPUT..AHHHH…..

  20. Pak SBY mau datang setelah lengser dari presiden seperti pak jk .. sementara bu mega mau datang kalau sudah tidak lengser alias di kembalikan lagi jadi prsiden ..

  21. Bos, mungkin SBY baru mau datang memberi keterangan seperti JK & KKG kalau “Roh Gus Dur” sudah datang “menghantuinya”, mudah-mudahan saja, ingat kata-kata saya ini. Saya yakin semua roh orang mati itu kembali kepada Allah, sedangkan yang datang itu benar-benar ‘hantu’, mungkin “hantu” baru mau datang memberi keterangan kalau sudah “dihantui” oleh ‘ANTU SEBAYA'” itu…

  22. Ralat Bos, kata-kata saya di atas tadi terbalik, seharusnya bagini: …mungkin ‘ANTU SEBAYA’ baru mau datang memberi keterangan kalau sudah “dihantui” oleh “hantu Gus Dur”… Hehehehehehe

  23. Itu artinya Bos, SBY kecil kemungkinannya mau datang memberi keterangan, kecuali nanti kalau sudah menyusul Gus Dur, tapi itupun yang datang pasti cuma hantunya, yaitu ANTU SEBAYA’, memang dasar SBY amun sebayak tetap saja sebayak!…lebih-lebih daripada si buaye…

  24. kita tahu… penggagas untuk SBY presiden tak luput dari ide cermerlang pak YM, kalau ngak salah beliau mengatakan begini ” kalau partai SBY di atas PBB maka SBY preiden sya wakil begitu sebaliknya. Karena pemilu pad waktu PBB tidak masuk tresold maka pak YM dengan gagah tidak mau masuk ke pencalonan. namun tetap mendukung SBY … maka setelah SBY jadi preiden pak YM jadi menteri. Karena adanya desas desus korupsi tanpa melihat lebih lanjut pak YM disingkirkan dari kabinet. Tentu pak SBY tetap bangga terhadap penghianatan karena orang orang oportunis terus merangseknya. Sekarang kalau pak YM sudah ditendang apa lagi mamfaat SBY menolongnya walaupun hanya sebatas jadi saksi, apa gunanya baginya. Secra hitung hitungan politik SBY rugi karena bagaimanapun juga pak YM tetap berbahaya baik dari segi gerakan atau pamor. Dijamin SBY tak mau bersaksi, apalagi SBY sudah berhasil membangun politik pencitraan dihadapan masyarakat awam…………

  25. Nanang Subakti Karsowirono

    As.Wr.Wb

    Kita lihat saja apakah SBY berani datang?
    Kasus SISMINBAKUM hanya upaya untuk menjegal Bang YIM menjadi Presiden 2014…

    Maju terus pantang mundur Bang YIM !!!
    BASMI para TERORIS HUKUM dan TERORIS EKONOMI = KORUPTOR…

    Wassalam

  26. 99% gak yakin SBY berani datang menjelaskan PNBP

  27. Guruku mengatakan bahwa SBY itu seperti kacang lupa pada kulitnya, murid lupa pada gurunya, santri nglamak pada Kiyainya. Belum lama indonesia mencatat, bahwa SBY berani menjadi Capres karena dorongan pak Yusril. Bahkan PBB partainya pak Yusril allout mengusung SBY sampai keistana negara. eh… tidak lama setelah itu, orang-orang yang telah berjasa mengantarkannya keistana malah dibuang dengan alasan yang tidak jelas cuma ” bisikan rakyat “. wah kuwalat lho…
    Saya yakin 100 % bahwa Jaksa agung berani mengangkat Sisminbakum keranah korupsi dengan Yusril sebagai tersangka telah mendapat persetujuan SBY kalau bukan atas perintahnya. lho… kan dia ikut membuat dan merapatkanya. ya.. tentu. tetapi kewatiran SBY terhadap Yusril yang mengalahkan pamornya menjadikannya buta dan pura-pura buta. rakyat menunggu kesaksian SBY dan bukan kedunguannya. rakyat menunggu kejujuran pemimpinnya dan bukan kebohongannya. tanggapnya terhadap masalah dan bukan kelambanannya.
    Setelah JK dan Kwik datang memberikan kesaksian, SBY harus berjiwa besar dan jujur tidak menebar snyum pepalsuan. Mega juga sangat dperlukan untuk mendongkrak simpati ibundanya. semoga keadilan berpihak kepada seluruh rakyatnya. Bang Yusril, sabarlah ini adalah ujian. bahwa bersama kesulitan itu ada kemudahan.

  28. mari kita tunggu apakah pernyataan dan tindakan sby (maaf tidak pake huruf besar) itu sejalan atau hanya retorika seperti salama ini. Kalo sby datang malah menaikkan nilai dimata RAKYAT INDONESIA(pake huruf besar, karena pemilik bangsa ini) tidak perlu pake uang untuk biaya pencitraan

Leave a Reply