Bismillah ar-Rahman ar-Rahim
Tiga hari yang lalu saya menelpon Tuan Guru Bajang –panggilan akrab untuk Saudara Zainul Majdi— anggota DPR-RI dari PBB yang
kami calonkan menjadi Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB). Dia maju bersama calon wakilnya Badrul Munir — seorang birokrat daerah — yang didukung Partai Keadilan Sejahtera (PKS). “Bagaimana keadaannya Tuan Guru” kata saya. Beliau menjawab “Alhamdulillah Bang, berkat doa dan bantuan Abang, sampai saat ini suara yang mendukung telah mencapai 36 persen”. Tuan Guru tak ingin mengatakan bahwa dia telah memenangkan pemilihan Gubernur NTB. Kata-katanya halus seperti itu, karena pembawaannya yang memang rendah hati dan bersahaja.
Tuan Guru adalah sebutan di kalangan masyarakat Sasak di Pulau Lombok untuk seorang ulama. Kira-kira sama seperti Kiyai di Jawa atau Buya di Sumatera Barat. Bajang adalah sebutan bagi seorang yang masih tergolong muda usianya. Jadi, Zainul Majdi dipanggil Tuan Guru Bajang karena dia sudah dianggap sebagai seorang ulama dalam usia yang masih muda. Usianya kini baru 36 tahun. Dia mendapat gelar sarjana dan master dari Universitas Al Azhar di Kairo dan sekarang sedang sedang menyusun disertasi untuk meraih gelar Doktor. Kalau Tuan Guru Bajang nanti telah disahkan oleh Presiden menjadi Gubernur NTB, maka praktis dia akan menjadi gubernur termuda di tanah air. Saya senang dengan Tuan Guru, karena kepribadiannya yang bersahaja itu. Dia mengenakan pakaian seadanya. Seringkali saya bertemu dengannya hanya memakai jubah putih atau memakai kain sarung belaka dan hanya memakai sendal sederhana.
Di tahun 2004 saya berbicara serius dengan Tuan Guru agar dia bersedia menjadi anggota DPR RI mewakili NTB. Alhamdulillah Tuan Guru bersedia. Dua tahun yang lalu, Tuan Guru ngobrol dengan saya
mengenai kepemimpinan daerah di NTB. Tuan Guru bercerita, ada yang menawarinya menjadi Wakil Gubernur. Saya katakan padanya, mengapa bukan Tuan Guru sendiri yang maju ke pencalonan gubernur? Tuan Guru hanya tertawa dan mengatakan “saya kurang pengalaman Bang”. Saya katakan “pengalaman bisa dicari. Ilmu bisa didapatkan. Kami semua akan membantu Tuan Guru”. Lalu dia berkata “wah, kalau begitu saya perlu minta fatwa Ketua Majelis Syuro”. Saya katakan, karena saya Ketua Majelis Syuro itu, maka fatwanya saya keluarkan sekarang, Tuan Guru maju saja ke pencalonan. Kami akan dukung beramai-ramai”. Tuan Guru nampak tercengang. Di wajahnya nampak perasaan ragu-ragu. Saya katakan padanya “Bismillah saja Tuan Guru. Jangan ragu-ragu”.
Agak jarang saya bertemu Tuan Guru karena kesibukan kami masing-masing. Suatu ketika, tanggal 1 Muharram yang lalu, Tuan Guru menelpon saya mengajak saya datang ke Mataram. Dengan
suka cita saya memenuhi ajakannya. PBB dan Nahdatul Wathan sama-sama punya hajatan menyelenggarakan tabligh akbar menyambut 1 Muharram. Dalam pidato saya dihadapan sekitar tujuh puluh ribu orang yang hadir, saya katakan bahwa PBB akan mencalonkan Tuan Guru Bajang menjadi Gubernur NTB. Saya mohon Keluarga Besar Bulan Bintang NTB mendukungnya. Mereka yang hadir sama-sama meneriakkan takbir. Sejak itu, Tuan Guru dan timnya sibuk melakukan pendekatan ke sana ke mari. Akhirnya PBB berkoalisi dengan PKS mencalonkan pasangan gubernur/wakil gubernur menghadapi calon yang didukung partai-partai lain: Golkar, PDIP, PPP, PAN dan beberapa partai lain.
Kampanye pasangan Tuan Guru Bajang dan Badrul Munir mendapat sambutan antusias masyarakat NTB. Dua minggu yang lalu, saya
dengan Hamdan Zulfa datang ke Mataram untuk berkampanye. Para tokoh PKS, Dr. Hidayat Nurwahid dan Ir. Tifatul Sembiring juga hadir. Kami tampil di panggung untuk berpidato. Hidayat Nurwahid yang kini menjadi Ketua MPR, tidak berpidato. Saya sekali lagi mengajak hadirin kaum Muslimin untuk mendukung pasangan ini. Saya juga mengajak Umat Hindu NTB mendukung keduanya. Saya juga menegaskan bahwa kerjasama PBB dan PKS dalam pencalonan ini, harus dilanjutkan terus di masa-masa yang akan datang. PBB dan PKS adalah dua partai Islam yang mempunyai asas dan cita-cita yang sama. Kampanye terus berlanjut di seluruh pelosok NTB, sampai akhirnya pemilihan gubernur dan wakil gubernur itu berlangsung tanggal 7 Juli 2008.
Tuan Guru Bajang adalah gubernur keempat yang berasal dari PBB. Sebelumnya telah ada gubenur Bangka Belitung, Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Anggota PBB juga akan maju dalam pemilihan
Gubernur Riau dalam waktu yang tak terlalu lama. Di tempat-tempat lain, PBB berkoalisi dengan partai-partai lain mencalonkan pasangan gubernur dan wakil gubernur, tetapi mereka bukan anggota PBB. Fenomena ini bagi saya cukup menarik. PBB yang kecil suaranya dalam Pemilu DPR dan DPRD, namun dapat memenangi pencalonan gubernur di beberapa daerah, serta belasan bupati dan walikota. Dalam Pilpres 2004, SBY-JK sebenarnya awalnya hanya dicalonkan oleh tiga partai saja, yakni Partai Demokrat, PBB dan PKPI. Partai-partai lain yang kini beberapa menterinya di kabinet, baru bergabung mendukung SBY-JK di putaran kedua, setelah calon mereka kalah di putaran pertama. JK sendiri yang kemudian menjadi Ketua Umum Golkar, pada waktu itu sedang diskors dari keanggotaan partai itu.
Dalam setahun terakhir ini saya banyak turun ke daerah-daerah sampai ke kabupaten-kabupaten. Di Jakarta, saya mulai masuk kampung ke luar kampung untuk sosialisasi PBB. Saya ingin
memperkuat posisi PBB sampai ke lapisan masyarakat yang paling bawah, agar cita-cita, program perjuangan dan perhatian PBB kepada rakyat, bangsa dan negara, dapat diketahui seluas-luasnya oleh masyarakat. Dalam Pemilu 2004, sebenarnya jumlah pemilih PBB meningkat tajam dibanding dengan Pemilu 1999. Namun sistem Pemilu kita berubah dengan keberadaan Dapil-Dapil, sehingga perlolehan kursi di DPR RI menjadi berkurang. Nomor Urut PBB dalam Pemilu, yakni Nomor 3 yang ada pada halaman depan surat suara, rupanya juga kurang menguntungkan. Di Jakarta saja, lebih 40.000 suara pemilih PBB dinyatakan tidak sah, karena pemilih enggan membuka kertas suara yang lebar itu. Mereka coblos saja gambar PBB yang ada di depan dan tembus ke belakang, sehingga suara menjadi tidak sah. Kini dengan nomor urut 27 dalam Pemilu 2009, mudah-mudahan kesalahan mencoblos — tetapi kini tidak nyoblos lagi karena sudah menggunakan ballpoint atau spidol — tidak terjadi lagi.
PBB kini tengah melakukan konsolidasi memperkuat posisi partai, di
tengah 34 partai yang akan ikut Pemilu 2009. Kekalahan PBB dalam dua kali pemilu sebelumnya menjadi bahan pelajaran berharga bagi saya untuk memperkuat partai. Saya tak menyalahkan siapa-siapa jika dukungan terhadap PBB masih kecil. Saya harus melakukan introspeksi atas kelemahan-kelemahan internal partai yang memang terus-menerus kami benahi. PBB harus masuk ke kampung-kampung dan desa-desa agar partai ini lebih dikenal rakyat. Infrastruktur partai sebenarnya telah terbentuk sampai ke kecamatan di seluruh tanah air. Namun infrastruktur itu belum bekerja optimal. SDM kepemimpinan partai di segala lini harus diperkuat.
Walaupun perjuangan ini terasa berat, namun saya menyerukan kepada segenap jajaran pengurus PBB untuk giat bekerja, walau saya tahu, mereka harus bekerja dengan modal seadanya. Dari segi pendanaan, PBB memang tidak ada apa-apanya. Meskipun demikian, semangat harus terus menyala, militansi perjuangan tidak boleh berkurang. Kemenangan Tuan Guru di NTB hendaknya membangkitkan semangat seluruh jajaran partai agar meneruskan perjuangan. Kita belum mati. Potensi kita masih ada dan cukup besar. Semuanya tergantung kepada kita sendiri, bagaimana mendayagunakan potensi itu. Insya Allah!
Wallahu’alam bissawwab
Cetak artikel Oleh Yusril Ihza Mahendra — July 9th, 2008
77 tanggapan untuk “TUAN GURU BAJANG”
Pages: [1] 2 3 » Show All
edi.santosa (komentar #1)
Insya Allah Pak. Semoga kita bisa mulai sosialisasi dari lingkungan terdekat kita, keluarga, tetangga dan teman-teman kita. Biarlah Bapak jarang terekspos di TV, tapi masyarakat bisa langsung merasakan kehadiran Bapak. Saya harap tidak hanya bapak saja yang keluar masuk pelosok daerah, tetapi setiap jajaran pengurus bergerak bersama-sama. Setiap ranting, anak cabang,sampai ke pengurus wilayah semua sama-sama bisa bekerja keras mensosialisasikan Partai. Sekali lagi walaupun tidak terekspos media yan penting rakyat merasakan kehadiran Partai. Tahun 1999 saya sempat satu panggung dengan Bapak sewaktu kampanye di daerah arcamanik ( sya jaga panggung maksudnya ) mudah2an kalau Bapak ke Bandung lagi saya bisa bersua lagi dengan Bapak.
Saya sedih di lingkungan rt rw saya banyak sekali anggota dan simpatisan PBB yang sudah beralih simpatinya ke partai lain, hal ini karena kurang digarap dengan baik. setelah pemilu 1999, tidak pernah ada sosialisasi, silaturahmi dari para pengurus. Seperti sudah habis manis sepah dibuang.Mudah2an hal ini tidak terjadi lagi.
Bismillah, Maju terus Bulan Bintang!
July 9th, 2008 at 5:39 pm
edi.santosa (komentar #2)
Pak Lay out artikelnya yang lebih nyaman untuk dilihat dan dibaca donk!!! hehehe…maaf saya maklum kok,disela-sela kesibukan Bapak, semua ini Bapak sendiri yang melakuknanya.Ya siapa tahu dari temen2 yang melek IT ada yang mau jadi relawan untuk bantuin Pak YIM ngurus blog ini.
Sdr. Vavai telah membantu saya memperbaiki lay out posting ini. Terima kasih.
July 9th, 2008 at 5:42 pm
Hj. Nur Arifah Syakubat (komentar #3)
Syukur Alhamdulillah atas Prestasi yang diraih Tuan Guru Bajang, PBB dan PKS. Semoga ini merupakan pertanda kesadaran baru dari masyarakat Indonesia menggapai masa depannya melalui pintu Demokrasi. Amin 3x ya rabbal ‘alamin.
July 9th, 2008 at 5:49 pm
Badrut Tamam Gaffas (komentar #4)
Alhamdulillah atas Terpilihnya Tuan Guru Bajang KH M Zainul Majdi MA, Anggota DPRI RI dari Partai Bulan Bintang yang juga menteri Agama pada shadow kabinet versi Koalisi Muda Parlemen Indonesia (KMPI), saya beberapa kali mereview tentang Fenomena Tuan Guru Bajang ini dalam Bulan Bintang Media dan media online lainnya, syukurlah sekarang bisa mengetahui bagaimana sosok TGB dimata Bang Yusril Ihza Mahendra tentu akan membantu kita untuk lebih dekat mengenal Ulama yang Insyaallah sebentar lagi dilantik sebagai Gubernur NTB.
TGB dalam kacamata saya layak mendapat julukan Natsir Muda, Jika Pak Natsir Kyai yang Perdana Menteri maka Tuan Guru Bajang kini mencatat sejarah sebagai Gubernur Termuda dan Ulama Pertama yang dipercaya oleh masyarakat sebagai Gubernur, meskipun penilaian saya terlalu dini setidaknya TGB Bajang kini mensejajarkan diri dengan tokoh PBB lainnya seperti MSK, Bang Hamdan Zoelva, Bang Ali Mochtar Ngabalin, Bang Yusron dan seterusnya.
Kini terpulang kepada Partai bagaimana mencari figur pengganti TGB untuk bersaing pada Pemilu 2009 nanti, smoga ini menjadi pijakan awal Kebantikan Partai Bulan Bintang.
Untuk Bang Yusril, minta izin mendownload tulisan ini… Trims ya Bang
Silahkan. Tulisan ini telah saya edit kembali pagi ini (YIM)
July 9th, 2008 at 7:51 pm
KOOHAR (komentar #5)
salam hormat
syukur alhamdulillah, kita panjatkan atas anugerah dan kehendak yang maha kuasa, Tuan Guru Bajang akan menjadi gubernur termuda di republik tercinta ini. kemenangan ini merupakan buah dari perjuangan yang tidak mudah untuk diraih. sebagai tokoh PBB, TG Bajang merupakan figur pembawa perubahan bagi kepemimpinan masa depan bangsa ini. akhir-akhir ini, bangsa kita telah mengalami krisis kepemimpinan, ini bukan berarti tidak ada seseorang yang mampu memimpin, akan tetapi telah banyak upaya-upaya yang tidak demokratis dan bijaksana dalam meregenerasi kepemimpinan itu.
pintu bagi figur-figur baru yang membawa perubahan begitu rapat dikunci oleh tokoh-tokoh politik lama. seakan kekuasaan itu hanyalah milik dirinya sendiri dan bagi kelompok muda harus menunggu giliran. kehadiran Tuan Guru Bajang hendaklah memberikan paradigma baru dalam memahami realitas kepemimpinan kita ke depan, khususnya dalam pilpres 2009. tokoh muda yang memang layak memimpin harus diberi kesempatan dan bagi tokoh-tokoh politik lama, kehadiran tokoh muda dalam kancah politik nasional jangan dijadikan ancaman serius. masyarakat ingin adanya perubahan dan sesuatu yang baru dalam memahami persoalan bangsa ini.
bagi PBB dan PKS tentunya ini akan memberikan angin segar bagi peta perpolitikan menjelang 2009. kalkulasi politik semakin terlihat ada perubahan dimana partai-partai politik besar berguguran di banyak pilkada yang telah dilaksanakan. di berbagai daerah yang bukan basis masa PBB dari beberapa pilkada terlihat suara partai semakin menguat. dengan melakukan berbagai macam kegiatan untuk mensosialisasikan partai, upaya yang dilakukan pak Yusril akhir-akhir ini sudah mulai terlihat hasilnya. pemilu tinggal 9 bulan lagi, masih ada waktu untuk melakukan konsolidasi dan menggalang dukungan yang lebih besar. saya yakin, suara PBB pada Pemilun 2009 akan jauh meningkat dan ini akan memuluskan langkah bapak untuk mencalonkan diri menjadi presiden 2009. sebagai tokoh yang termuda diantara tokoh tua lainnya, peluang bapak amat besar. masyarakat akan memberikan kesempatan itu bagi tokoh muda seperti bapak, yang memiliki kapasitas untuk memimpin bangsa ini kedepan.
tentunya segala macam upaya itu akan membuahkan hasil jika dijalankan secara terencana dan terarah. semua pimpinan dpw, dpc, pac, ranting mesti harus satu langkah untuk membesarkan partai ini agar mampu menjadi partai pemenang dalam pemilu 2009 nanti. semoga kemenangan pilkada di NTB akan menjadi inspirasi dan mampu membuat pilihan masyarakat berubah bahwa PBB memiliki kader terbaik dan handal untuk memimpin. masih banyak lagi kader-kader lainnya di berbagai daerah. kualitas kader PBB tidak perlu diragukan lagi, PBB akan memulai dan membuka pintu bagi kepemimpinan muda yang energik, memiliki kualitas dan sumberdaya yang cukup handal bagi kemajuan bangsa ini. maka untuk itu mari kita kerahkan segala kemampuan yang kita miliki untuk memenangkan pemilu dan pilkada bagi tokoh-tokoh yang berasal dari PBB. kemenangan PBB adalah kemenangan bagi bangsa ini juga.
semoga TG BAJANG akan mampu membawa perubahan bagi masyarakt NTB. keberhasilan TG Bajang dalam menjalankan amanah rakyat akan menjadi nilai tambah dan motivasi bagi kemenangan PBB pada pilkada-pilkada lainnya. semoga masyarakt bisa membuka mata hatinya untuk tidak lagi terbuai oleh bujuk rayu calon-calon pemimpin yang tidak memiliki kapasitas untuk mempimpin. SEMOGA PBB AKAN SEMAKIN BERKIBAR PADA PEMILU 2009 NANTI.
KOOHAR
BELITUNG
July 10th, 2008 at 12:02 am
Nyong (komentar #6)
Alhamdulillah, Allah memberi kemenagan pada Tuan Guru Bajang Zainul Majdi dalam pemilihan gubernur di NTB.
Selain bermodal anggota DPR RI koalisi PBB dan PKS yang mempunyai 12 kursi di DPRD NTB tentu sangat mendukung kemenangan tersebut. Namun satu hal yang membuat TGB ZM menarik adalah usianya yang cukup muda diantara calon2 yang lain.
Pemimpin muda rupanya menjadi daya tarik tersendiri bagi rakyat Indonesia. Semoga ketertarikan masyarakat terhadap pemimpin muda ini terus berlanjut sampai pilpres nanti. Oh iya Bang YIM betul ya dari capres2 yang mulai terlihat sekarang Abang yang termuda ?
Wassalam
July 10th, 2008 at 12:51 am
jebee (komentar #7)
Salam Hangat Bung Yusril
Selamat saja buat Kader PBB Tuan Guru Bajang yang mungkin akan keluar sebagai pemenang Pilkada di NTB.
Semoga saja sukses dalam mengemudikan biduk pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di NTB.
Catatan :
untuk Pilkada di Sumatera Barat tiga tahun yang lalu, memang Gamawan Fauzi didukung oleh partai PBB bersama dengan PDIP, tetapi Gamawan Fauzi dan wakilnya Marlis Rahman bukanlah kader PBB, mereka hanya menumpang di biduk partai saja, sebenarnya faktor Gamawan Fauzinya yang lebih kuat dalam Pilkada di Sumbar itu.
Karena itu, bagi PBB jika mau tetap eksis dan dicintai masyarakat, jangan hanya ikut latah dengan faktor kefiguran, tetapi jadilah partai yang berbasis program dan memiliki ide yang mampu memperjuangkan amanat sebagaimana yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945.
Salam
JEBEE
Indonesia
July 10th, 2008 at 12:53 am
Sulthon (komentar #8)
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Selamat untuk Tuan Guru Bajang Zainul Madji, dan untuk Bapak Yusril, semoga niat baik bapak untuk membesarkan PBB mendapatkan ridho dari Allah SWT, kapan bersilaturahmi ke Papua, karena kampanye tahun 2004 lalu Bapak tidak jadi ke Papua, mungkin itu menjadi salah satu faktor perolehan suara dari Papua berdasarkan suara masuk yang ditayangkan tv jadi naik turun (hari ini banyak, besok menyusut lagi). kasihan pak Gim (Ketua DPW PBB Papua) bekerja sendirian, seingat saya hanya ibu Endah Indriani saja dari DPP PBB yang menemani berkampanye, sementara parpol lain sampai ketua umumnya sendiri yang turun hingga dipedalaman Papua. sementara untuk kampanye pilpres 2004 justru banyak orang DPP PBB yang datang ke Papua. harapan kami para kader PBB di Papua dukungan moril dari DPP sangat kami harapkan untuk menarik simpati kembali masyarakat Papua. terima kasih.
selamat berjuang untuk Tuan Guru Bajang dalam mengemban amanah.
Salam perjuangan Allahhu akbar.
July 10th, 2008 at 7:45 am
pendukung PBB (komentar #9)
Ass.Wr.Wb.
Indikator bahwa PBB tetap eksist dalam kancah perpolitikan di Indonesia.
July 10th, 2008 at 7:56 am
furqon (komentar #10)
Alhamdulillah
July 10th, 2008 at 9:57 am
Hadi M. (komentar #11)
Selamat untuk Tuan Guru Bajang, semoga bekerja dengan baik dan benar sehingga memakmurkan NTB dan jangan lupa jaga nama baik PBB.
July 10th, 2008 at 10:20 am
Yusuf Alghiffary (komentar #12)
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Selamat atas terpilihnya Partai Islam Bulan Bintang Tuan guru Bajang menjadi Gubernur NTB. ini bukti bahwa Padang,Babel da NTB adalah basis buat PBB saya salut sama bang Yusril yg mau turun gunung tuk menebus kesalahan masa lalu. bang gimana nih nasib PBB jakarta. kita punya suara akan membesar nanti jika Film Panglima cengho di putar metro TV. dan Abang bisa terus maju menjadi PRESIDEN menggantikan SBY saran saya Wapresnya Hidayat nur wahid bang
ok. Yusuf Priok
July 10th, 2008 at 10:55 am
Lena Widiya Ningsih (komentar #13)
Asslamualaikum
Saya jadi tambah cinta nih sama PBB (Partai Islam Bulan Bintang) Bisa jadi 4 Gubernur di NKRI. dan Selamat atas terpilihnya Kader umat terbaik Tuan Guru Bajang menjadi Gubernur NTB. Bang Yusril inilah salah satu jalan tuk menjadi Presiden Rebublik Indonesia. saran saya Wapresnya Hidayat Nur Wahid aja bang atau Wiranto. dan kapan nih Film nya di Puter di TV Panglima cengho. Lena Widiyaningsih. Payakumbu.Sumbar
July 10th, 2008 at 11:09 am
hanyfa (komentar #14)
Kemenangan TGB dalam dalam Pilgub NTB merupakan langkah awal dalam satu proses perjuangan. Walaupun saya bukan orang NTB, tapi sebagai bagian integral dari sesama simpatisan PBB, saya berharap kemenangan TGB ini jangan dijadikan hasil dari suatu perjuangan tetapi harus dijadikan sebagai modal yang harus dipergunakan semaksimal mungkin demi tercapainya izzatul Islam wal muslimien.
Kemenangan ini juga sekaligus menjadi bukti bahwa ketika partai Islam berkoalisi kemenangan pasti akan diraih (ingat slogan Islam bersatu tak bisa dikalahkan). Sejarah membuktikan ketika semua elemen umat Islam bersatu, baik dalam bidang sosial, budaya, ekonomi dan politik, maka dengan izin Allah kemenangan demi kemenangan berhasil diraih. Ingat bagaimana fenomena Poros Tengah dalam proses pemilihan Presiden tahun 1999. Seluruh partai Islam dan partai berbasis massa Islam bersatu padu mengusung satu calon yang akhirnya keluar sebagai pemenang. Saya berdo’a mudah2an fenomena sejarah Poros Tengah menjadi penggugah bagi para politisi Islam untuk bersatu padu mengusung satu calon dalam Pilpres 2009 nanti. Singkirkan egoisme pribadi, buang jauh2 sentimen partai dan golongan demi tegaknya izzatul Islam wal muslimien.
Akhirnya, dari sisi politis saya ucapkan selamat kepada Tuan Guru Bajang atas terpiliihnya menjadi Gubernur NTB semoga ridla dan inayah Allah menyertai setiap langkah Tuan dalam menjalankan roda pemerintahan. Dan dari sisi religiusitas, sebagaimana Umar bin Abdul Azis ketika beliau diangkat menjadi Khalifah, saya ucapkan inna lillahi wa inna ilaihi roji’un karena bagaimanapun sekecil apapun jabatan adalah amanah dari Allah yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya.
July 10th, 2008 at 11:11 am
adila sp (komentar #15)
ass wr wb
selamat atas kemenangan dari Allah SWT yang telah memenangkan Tuan Guru Bajang Zainul Majdi menjadi Gubernur NTB, semoga selalu didalam lindunganNya, amin.
“TERUS GERILYA BANG”
July 10th, 2008 at 11:13 am
Akmal (komentar #16)
selamat ya ama PBB yang bisa merebut suara di NTB setalah PADANG,MEDAN dan BANGKA BELITUNG menjadi Gubernur
Partai Bulan Bintang Insya ALLAH Pasti menambah suaranya.setealah Panglima Cengho di putar di TV. dan saya doain semoga Pak YUSRIL jadi Presiden RI. amin Akmal Cimahi Bandung
Insya Allah, versi Bahasa Indonesia akan ditayangkan Metro TV setiap malam minggu, mulai 9 Agustus 2008 pk 21.00 hingga akhir Maret 2009 (YIM)
July 10th, 2008 at 11:34 am
lina damayanti (komentar #17)
ayo dong semua mentri ikutanan main film kaya bang yusril jangan mau kalah.biar di kenal orang banyak dan masyarakat luas maupun manca negara.seperti juga dede yusuf,sebelum jadi gubenur jabar dia menjalani dunia film ,aktor deh sekarang jadi gubernu jabar.semoga bang yusril jadi presiden di negrinya sendiri dan membangun negara yang hampir hancur lebur negri kita,dimana bahan sembako pada naik.
lina damayanti dari jakarta selatan
July 10th, 2008 at 11:53 am
hanyfa (komentar #18)
o ya bang saya lupa, katanya abang siap memberikan materi pada acara Temu Ilmiah dan Ta’aruf Pemuda Persis beberapa hari lalu di Tasikmalaya, tapi ternyata ga jadi, kenapa bang?
Mohon maaf, acaranya benturan dengan acara lain. Jarak Jakarta-Tasikmalaya cukup jauh, sehingga saya tak dapat mengejar jadual yang sudah disusun. Sekalilagi mohon maaf. (YIM)
July 10th, 2008 at 12:03 pm
NAJA (komentar #19)
ASSSALAMUALAIKUM WMBK
SAYA UCAPKAN SELAMAT BUAT TG BAJANG ZAENUL MAJDI SEMOGA DENGA TERPILIHNYA MENJADI GUBERNUR NTB MERUPAKAN TONGAK KEBANGKITA ISLAM DI TANAH AIR INDONESIA DAN PUDARNYA PARADIGMA SEKULER TENTANG PEMISAHAN ANTARA POLITIK DAN AGAMA SEMOGA BELIU MENGEMBAN AMANAH INI DENGAN SUNGUH2 AGAR MENJADI CONTOH PROPINSI LAIN BAHWA SEORANG ULAMA MAMPU MEMIMPIN DAERAH DENGAN BAIK DAN BENAR.
O IYA BANG KALAU SAYA PUNYA USUL UNTUK CALON WAKIL PRESIDENNYA CARI YG DARI TNI KAYAK BANG RIMIZAR RIYAMCUDU JUGA BAGUS TUH KALO ABANG MINTA HIDAYAT ATAU WIRANTO KAYAKNYA MAU NYALONIN DIRI JADI PRESIDEN TUH. SEKIAN DARI SAYA
July 10th, 2008 at 9:53 pm
Assalavi (komentar #20)
Alhamdulillah. Semoga Tuan Guru Bajang tetap Allah kasih kekuatan, kesehatan, keselamatan. Juga tetap konsisten dengan sikap beliau yang wara’.
Kalau nanti benar-benar sudah dikukuhkan menjadi Gubernur NTB dan menjadi gubernur termuda, itu atinya klop dengan perjalanan hidup Bang YIM yang pernah mencatatkan diri sebagai profesor termuda.
Oh ya Bang Yusril, menurut penilaian saya Abang juga dalam banyak kesempatan sering tampil ”apa adanya” seperti kebanyakan orang. Misalnya, memakai celana jean, kaos, busana muslim adat Melayu, dll. Termasuk ketika menjadi menteri atau tampil dalam suatu diskusi publik atau partai. Bang Yusril acap kali tampil seperti itu. Menurut saya, itu bisa mendekatkan para pemilih dari kalangan kaum muda. Tetapi, maaf ya Bang, penampilan ”apa adanya” itu masih terkesan elitis. Bahkan saya mendengar ada yang memasukkan Bang YIM dalam kategori laki-laki metroseksual, yang selalu tampil dandy dan trendy.
Menurut saya, Bang YIM ada baiknya juga perlu tampil lebih ”apa adanya”. Misalnya, mengenakan busana yang tidak terkesan hanya bisa dibeli oleh orang-orang berduit karena bermerek internasional atau mahal harganya. Mohon maaf jika apa yang saya sampaikan itu dianggap terlal mengurusi urusan ”dalam negeri” Bang YIM.
He he he anda mengada-ada. Padahal seringkali saya beli baju di Mangga Dua, yang hanrganya hanya Rp. 100.000 an. Belasan kali saya datang ke Bandung membeli pakaian di outlet yang harganya sangat murah dibandingkan beli di toko, atau beli baju di Cina dan Thailand yang harganya sangat murah bila dibanding dengan harga baju di sini. Bahwa pakaian yang saya gunakan terkesan trendy itu adalah seni memilih mode yang paling sesuai untuk saya kenakan. Mohon anda tidak terkecoh dengan semua ini… he he he (YIM)
July 10th, 2008 at 10:00 pm
April Maulana (komentar #21)
Selamat untuk TGB menjadi Gubernur NTB dan semoga menjadi pemimpin yang amanah.
Bang Yusril kalo boleh saya usul sebaiknya Bang Yusril dalam memilih calon wakil Presiden sebaiknya dari sekarang sudah mulai dilakukan penyaringan. Abang serap aspirasi masyarakat dari grass root hingga atas sehingga wakil Abang bener-bener pilihan masyarakat dan bukan hanya politis saja. Lebih cepat lebih baik Bang dapat wakilnya karena Pilpres tinggal 1 tahun lagi. Setelah Abang dapat, tinggal kita sosialisasikan ke tengah masyarakat. Biasanya persiapan yang matang akan memetik hasil yang memuaskan.
July 11th, 2008 at 9:25 am
FAZRY (komentar #22)
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih pada Bang yusril yang sudah berkenan memfasilitasi saya (memberikan hp Tuan Guru Bajang) untuk bisa mewawancarai Gubernur Termuda di Indonesia ini secara khusus dengan Rakyat Merdeka, (Hasilnya Alhamdulillah ada pada edisi Jumat 11 Juli, di hal 3 - Harian Rakyat Merdeka).
Untuk Bang yusril Maju Terus Bang “Yakin Usaha Sampai”…..(Saya berharap Abang bisa jadi RI 1 di Bangsa ini)
Untuk Tuan Guru Bajang
Besar harapan saya, semoga TGB bisa mengangkat harkat dan martabat hidupnya rakyat NTB. Sehingga harapan TGB agar Indeks Pemberdayaan Manusia (IPM) NTB yang tadinya berada pada posisi 32 dari 33 Provinisi bisa terangkat pda posisi yang lebih baik dan terealisir.
“SELAMAT SEMOGA AMANAH INI BISA DIEMBAN DAN MENDAPAT RIDHO ALLOH SWT,”
RAWE-RAWE RANTAS MALANG-MALANG PUTUNG
July 11th, 2008 at 11:10 pm
n. jamil (komentar #23)
Assalamu’alaikum Bang YIM
Ini baru fenomena / fenomena baru di Republik ini, seorang Ulama terpilih (dipilih rakyat) menjadi Gubernur termuda lagi .. Di zaman Sorharto sudah pasti tidak akan terjadi karena Gubernur itu di pilih oleh Soeharto sendiri, walaupun proses/mekanismenya melalui DPR, tapi kalau Cendana tidak berkenan, mana mungkin jadi Gubernur. Kalau Menteri kan hak pregroratif Presiden. Saya tidak tahu apakah Seorang Presiden itu (zaman orba) juga mempunyai hak pregroratif seperti itu. Bang Yusril tahu kan … bukankah waktu itu Bang YIM di Setneg ?
July 12th, 2008 at 10:25 pm
Marhad (komentar #24)
Assalamu’alaikum Bang YIM.
mudah-mudah Tuan Guru Bajang mampu mengemban tugasnya dengan baik, semoga allah menyertai kita semua amin…
July 13th, 2008 at 12:50 pm
Muhammad Rizani (komentar #25)
as wr wb
selamat atas terpilihnya Tn. Guru sebagai Gubernur NTB mudah-mudah2 dengan didampingi oleh kader PKS dapat memimpin NTB menjadi provinsi yang lebih maju lagi.
Buat Bang Yusril (mohon maaf) sebagai figur pemimpin PBB yang nota bene Partai ISLAM mohon di lain waktu bila muncul di media apalagi TV tidak lagi mengenakan CELANA PENDEK!! aPAlagi celana pendeknya sangat ketat. Bukankan seorang pemimpin segala perilaku dan tindak tanduk serta ucapannya akan dijadikan sebagai contoh yang baik buat umatnya.
Wassalam
July 13th, 2008 at 4:49 pm
abdurrachim santosa (komentar #26)
Bismillah ar-Rahman ar-Rahim,
Selamat & Sukses atas terpilihnya Tuan Guru Bajang, semoga kepemimpinannya nanti di NTB mencerminkan keteladanan pemimpin muslim, mampu mengangkat harkat dan derajat kesejahteraan masyarakat, menjadi potret kepemimpinan PBB di daerah.
Bagi bang YIM, prioritaskan berkunjung ke basis-basis massa PBB di daerah untuk lebih memperkuat dan memelihara semangat konstituen, kapan bisa berkunjung ke kabupaten Bandung ? jangan lupa lho bang, pemilu 2004 kab. Bandung menyumbang lebih dari seratus ribu suara.
Ditunggu kedatangannya, syukron.
July 14th, 2008 at 3:10 am
Purnama (komentar #27)
Wah, seniorku bisa jadi gubernur…. selamat!
July 14th, 2008 at 5:24 am
Munahar (komentar #28)
Assalamualaikum.
sy pribadi hanya berharap terpilihnya TGB sebagai Gubernur NTB, misi utama yg wajib dikedepankan adalah dakwah, karena hanya dengan aparatur yang beriman semua permasalahan di negeri ini bisa teratasi.
July 14th, 2008 at 10:42 am
Muslich Taman (komentar #29)
Hanya satu kata, maju! Semoga Abang selalu sukses dan istiqomah memperjuangkan nasib rakyat…
July 17th, 2008 at 9:20 am
resti (komentar #30)
lama2 saya berpikir, sebetulnya PBB dengan PKS itu adik kakak. kenapa ga bikin satu wadah aja ya? maaf bang, mungkin memang ada pemikiran lain soal platform atau apalah yg taksaya mengerti sehingga tak bisa berjuang di satu wadah, walau tujuannya sama.
sama2 Partai Islam, sama2 tujuannya. Cuma mungkin aleg PBB sedikit lebih tua umurnya dibanding aleg PKS. Moch. Natsir sendiri pemikirannya sering dijadikan referensi di milis2 PKS…jadi apa bedanya?
July 17th, 2008 at 2:04 pm
Pages: [1] 2 3 » Show All
Punya pendapat? Sampaikan pendapat Anda