Menko Kumham Imipas Tekankan Pencegahan Maladministrasi dalam Pelayanan Publik

Labuan Bajo, 6 Desember 2025 — Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, menyampaikan keynote speech pada Konferensi Nasional Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) Ke-4 dengan menegaskan tiga agenda utama ketatanegaraan: penguatan konstitusionalisme digital, reformasi pemilu, dan tata kelola sovereign wealth fund (Danantara) yang lebih transparan.

Dalam kesempatan tersebut, Yusril menekankan bahwa perubahan teknologi harus direspons dengan pembaruan kerangka hukum. “Kita tidak bisa lagi membaca konstitusi hanya dalam konteks analog. Hak-hak warga di ruang digital harus dilindungi dengan standar konstitusional yang sama,” ujarnya.

Yusril juga menyoroti perlunya penataan ulang sistem pemilu agar lebih sederhana dan berintegritas, khususnya dalam menghadapi era kampanye dan data politik digital. “Digitalisasi pemilu tidak boleh menjadi celah manipulasi. Sistemnya harus jelas, aman, dan dapat diaudit,” tegasnya.

IMG-20251206-WA0010

Terkait ekonomi ketatanegaraan, ia menyoroti pentingnya pengelolaan Danantara yang akuntabel. Menurutnya, pengawasan publik dan lembaga negara harus diperkuat untuk mencegah penyalahgunaan aset negara. “Sovereign wealth fund harus dikelola secara terang benderang. Kita belajar dari banyak negara bahwa dana besar tanpa pengawasan hanya menunggu waktu untuk bermasalah,” kata Yusril.

Konferensi APHTN-HAN Ke-4 di Labuan Bajo menjadi ruang diskusi antara akademisi dan pembuat kebijakan mengenai arah ketatanegaraan Indonesia di tengah transformasi digital dan dinamika ekonomi global. Yusril menutup pidatonya dengan dorongan agar rekomendasi konferensi tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi diterjemahkan menjadi kebijakan konkret.

Share:

Facebook
Twitter
WhatsApp
 Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc.

Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc.

“Sistem yang baik akan memaksa orang jahat menjadi orang baik dan, sebaliknya, sistem yang tidak baik akan memaksa orang baik menjadi tidak baik.”

Berita Terpopuler

Usai melakukan pembicaraan bilateral dengan Menteri Kehakiman Jepang Hiroshi Hiraguchi, saya, istri saya Rika Kato Mahendra dan kakak ipar saya Kyoko Yokoyama melakukan  kunjungan silaturahmi secara pribadi dengan Menteri Hiraguchi. Beliau menyambut kami dengan ramah dan bersahabat. Beliau tahu istri saya berdarah Jepang dan karena itu sangat senang menerima kami. Pertemuan silaturrahmi sekitar lima belas menit betul-betul berkesan. Hubungan pribadi yang baik, kadang-kadang sangat membantu memudahkan hubungan formal antar pejabat kedua negara.

...

6499 79
Pemberantasan tindak pidana perjudian hanya akan efektif jika dikaitkan dengan tindak pidana pencucian uang. Perjudian adalah tindak kejahatan, mengedarkan uang terkait perjudian masuk ke dalam sistem adalah juga tindak kejahatan. Kedua-duanya tentu harus ditindak tegas oleh Pemerintah.

Demikian saya sampaikan dalam acara diseminasi “Penguatan Komite TPPU dalam Mencegah dan Memberantas Tindak Pidana Pencucian Uang terkaita Perjudian Online” yang diselenggarakan PPATK di Jakarta, 4 November 2025.

Uang yang beredar terkait perjudian jauh lebih besar daripada uang yang terkait korupsi. Begitu pun uang yang terkait peredaran narkoba. Ketiganya memperoleh perhatian serius dari Pemerintah. 

Selaras dengan visi dan misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, kami akan memberantasnya.
_
#yim #tppu #judionline #korupsi #astacita

...

2142 48