KENANG-KENANGAN DI MASA KECIL (BAGIAN II)

Jauh di kemudian hari, saya mendapatkan sebuah buku di perpustakaan Universitas Leiden, Belanda, yang di dalamnya menceritakan kota baru di Bukit Samak itu, disertai dengan foto pemandangan dan bangunan-bangunan yang telah berdiri. Ir. Van Basten rupanya membangun kawasan itu mengcopy pembangunan kota Wasenaar, yang terletak antara Amsterdam dengan Den Haag. Beberapa kali saya datang ke Wasenaar, dan saya merasakan ada kesamaan antara Wasenaar dengan Samak. Rumah-rumah di bangun dikitari oleh taman-taman yang luas. Rumah-rumah itu terbuka dan tidak diberi pagar pemisah antara satu dengan lainnya. Di bukit Samak itu terdapat sebuah bangunan tempat rekreasi, yang dinamakan Societeit Manggar. Di tempat itu ada teater, bioskop, tempat dansa dan meja-meja bilyard serta tempat bermain kehel (bowling). Tidak jauh dari societet itu juga terdapat lapangan tenis. Tidak jauh dari soieteit itu ada sekolah ELS, yakni sekolah khusus untuk anak Belanda. Satu-satunya anak pribumi yang sekolah di situ ialah Ibu Herawati Diah, isteri BM Diah, karena beliau anak seorang dokter yang bekerja di perusahaan timah Belanda.

Di awal tahun 2000 saya mengunjungi orang Belanda yang tinggal di Wasenaar, dan lahir di Manggar sekitar tahun 1930. Orang itu selalu bilang kepada staf KBRI, dia ingin sekali bertemu dengan orang asal Pulau Belitung, karena dia lahir di sana, tetapi tidak pernah lagi kembali ke pulau itu. Dia meninggalkan Belitung menjelang pecahnya Perang Dunia II. Saya mengunjungi orang itu, yang nampak sudah agak tua. Dia senang sekali saya datang. Dia bilang, dia tidak menyangka akan ada orang Manggar menjadi Minister van Justitie (Menteri Kehakiman) ketika Indonesia sudah merdeka. Sebelum saya datang rupanya beliau menonton TV Belanda yang mewawancarai saya, dan juga membaca berita kedatangan saya ke Belanda di koran De Telegraaf. Orang Belanda itu memberi saya sebuah foto yang dibuat ayahnya di tahun 1932. Di balik foto itu ada tulisan tangan bapaknya “Festivaal van Billitonieren op de Samak”. Foto itu berisi gambar orang-orangsedang berpawai mengusung aneka hasil bumi. Ketika saya tanya ibu saya gambar apa itu. Ibu saya mengatakan itu adalah “Pesta Maras Taun”, yakni perayaan tahunan sesudah masyarakat serentak memanen padi di ladang.

masjidKita kembali lagi ke kisah Haji Ahmad bernegosiasi dengan van Basten. Haji Ahmad rupanya setuju Manggar Lama dibongkar, asal penduduknya dibantu untuk pindah ke pemukiman baru. Haji Ahmad juga meminta mesjid yang beliau menjadi imamnya diganti dengan mesjid yang lebih bagus di pemukiman baru. Kawasan yang baru itu ternyata bersebelahan juga dengan kawasan orang Belanda di Bukit Samak. Pemukiman baru itu dikenal dengan nama Kampung Lalang. Di perempatan sebuah jalan di Kampung Lalang, dibangun mesjid jamik dari beton yang peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Haji Ahmad. Ir. Van Basten menggambar mesjid itu dan menggunakan kompas untuk memastikan arah kiblat. Iseng-iseng saya pernah mengajak seorang teman untuk menguji kembali posisi kiblat yang dibuat van Basten dengan peralatan yang lebih canggih. Ternyata arah kiblat yang diukur van Basten itu memang tepat. Masjid itu didirikan tahun 1916 dan masih ada sampai sekarang dalam bentuk aslinya. Bentuk mesjid itu bergaya mideteranian dan mirip-mirip bangunan gereja di desa-desa Negeri Belanda.

Orang Belanda juga membangun sebuah gereja Protestan di kaki Bukit Samak, tidak jauh dari rumah sakit mengarah ke sebuah kampung yang namanya Ban Motor. Berbeda dengan mesjid yang mereka bikin dari beton, gereja itu terbuat dari kayu. Ukurannya tidak seberapa besar. Maklum di zaman itu, hanya orang Belanda yang beragama Kristen di Pulau Belitung. Saya masih menyaksikan gereja itu di awal tahun 1970. Tetapi kini gereja itu sudah hancur. Mungkin tidak ada jemaah Kristen yang menggunakan gereja itu lagi. Saya mengenal orang Belanda yang sudah lama sekali menetap di Belitung, namanya Huijsman, yang sering memimpin upacara keagamaan di gereja itu. Dia mengatakan dia sendiri bukan pendeta. Karena itu, katanya sambil tertawa, apa boleh buat, dia yang memimpin upacara keagamaan sejumlah kecil orang Kristen di kota Manggar.

Meskipun Mesjid Kampung Lalang sudah berdiri kokoh di tahun 1916 itu dan Haji Ahmad yang tetap menjadi imam masjid, beliau memilih tidak tinggal berdekatan dengan mesjid. Rumah beliau terletak di pinggir pantai di kaki Bukit Samak. Pantai itu bernama Pantai Pengempangan yang pemandangannya lumayan bagus. Beliau tinggal di tepi pantai rupanya berkaitan dengan mata pencariannya. Pekerjaan beliau itu berkebun kelapa dan menangkap ikan.Kebun kelapanya cukup luas di sepanjang pantai. Beliau juga membuat kebun kelapa di sebuah pulau kecil, ke arah selat Karimata. Beliau mengunjungi pulau itu ketika pergi memancng ikan menggunakan perahu layar yang kecil ukurannya. Orang Belitung menyebutnya Kater, yakni sejenis sampan, tetapi ada tangannya di sisi kiri dan kanan yang biasanya dibuat dari bambu panjang berukuran besar. Maksudnya supaya sampan itu tidak oleh ketika terkena ombak. Di zaman dahulu, menurut hukum adat, siapa yang membuka kebun kelapa di sebuah pulau, maka pulau itu otomatis menjadi “miliknya”. Pulau itu bernama Pulau Siadong, dan sampai sekarang “dimiliki” secara turun-temurun.

Share:

Facebook
Twitter
WhatsApp
 Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc.

Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc.

“Sistem yang baik akan memaksa orang jahat menjadi orang baik dan, sebaliknya, sistem yang tidak baik akan memaksa orang baik menjadi tidak baik.”

Berita Terbaru

Mewakili instansi serta segenap keluarga, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H. Taqabbalallahu minna waminkum, taqabbal ya Karim. Semoga seluruh amal ibadah kita di bulan Ramadan diterima oleh Allah SWT dan membimbing kita menjadi pribadi yang lebih bertakwa. Amin ya Rabbal’alamin.

#profyim #idulfitri #takwa #syawal #ramadan

...

2702 67
Hikmah Ramadan di Balik Peristiwa Bersejarah Dunia

Sejumlah peristiwa bersejarah terjadi di bulan Ramadan. Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, misalnya, bertepatan dengan 9 Ramadan 1367 Hijriyah.

Bangsa yang besar dibangun di atas mentalitas dan spiritualitas yang tinggi. Dengan itulah mereka mengatasi persoalan, menghadapi zaman.

Dengan bertakwa, manusia akan merasa dekat dengan Tuhan. Kedekatan dengan Tuhan akan membuat hatinya tenang. Secara mental, hal itu akan memberi kekuatan baginya untuk menaklukkan tantangan. Juga melakukan hal-hal penting baik bagi dirinya maupun lingkungannya.

Karena itulah umat Islam diperintahkan untuk berpuasa dengan tujuan akhir menjadi orang yang bertakwa. Hasil konkretnya: banyak peristiwa penting bagi peradaban umat manusia terjadi di bulan suci Ramadan.

#profyim #tausiyah #sejarah #ramadan #sejarahislam

...

535 25
Berbuat baik tidak selalu berbuah kebaikan pula. Perbuatan baik terkadang malah mendatangkan masalah dan bikin susah. 

Namun begitu, mengapa kita sebaiknya tetap berbuat baik? 

Melalui tausiyah khusus Ramadan bertajuk “Kalam Nurani”, Prof. Yusril menjelaskan alasan rasionalnya.

Selamat mengikuti, semoga dapat memperkaya khasanah keislaman kita.
_
#profyim #kalamnurani #tausiyah #ramadan #kebaikan

...

357 24
Bersama istri, Rika Kato Mahendra, dan putra kami, Ishmael Zacharias Mahendra, saya menghadiri acara buka puasa bersama yang diselenggarakan Kedutaan Besar Arab Saudi di The St. Regis, Jakarta, Selasa (24/2) kemarin.

Turut hadir sejumlah tamu kehormatan lain, di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Gubernur Jakarta Pramono Anung dan Utusan Khusus PBB untuk Isu Air Retno Marsudi.

Dalam sambutannya, Duta Besar Arab Saudi Faisal Abdullah Al-Amudi menyampaikan rasa syukur serta penghargaan setinggi-tingginya atas persahabatan Indonesia dan Arab Saudi yang sudah terjalin erat begitu lama. Dan memang, acara berbuka puasa kemarin bukan sekadar perjamuan, melainkan juga ajang perbincangan hangat sebagai penguat hubungan antarnegara dan ukhuwah antarbangsa di bulan suci Ramadan.
_
#profyim #yimstory #yusrilihzamahendra #bukapuasa #ukhuwah

...

407 18
Dengan penuh syukur, saya haturkan banyak terima kasih atas perhatian, ucapan serta doa tulus yang begitu berlimpah pada acara tasyakuran hari ulang tahun ke-70 saya, 7 Februari 2026 yang lalu di Jakarta.

Semoga Allah ‘Azza wa Jalla senantiasa melimpahkan berkah, kesehatan, dan perlindungan bagi kita semua dalam pengabdian kepada bangsa dan negara. 

Di usia saya yang telah mencapai tujuh dekade pada 5 Februari 2026, tidak ada harapan yang lebih besar selain dapat mendedikasikan sisa usia untuk memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.

Segala doa baik yang bapak, ibu, dan rekan-rekan sampaikan kiranya kembali menjadi kebaikan pula bagi saudara sekalian. Amin ya Rabbal’alamin.
_
#profyim #7dekadeYIM #yimstory #berkah #syukur

...

1187 46
Dengan penuh rasa syukur, saya dan keluarga menghaturkan banyak terima kasih atas perhatian, ucapan serta doa tulus yang begitu berlimpah pada acara tasyakuran hari ulang tahun ke-70 saya, 7 Februari 2026 yang lalu di Jakarta.

Semoga Allah ‘Azza wa Jalla senantiasa melimpahkan berkah, kesehatan, dan perlindungan bagi kita semua dalam pengabdian kepada bangsa dan negara. 

Di usia saya yang telah mencapai tujuh dekade pada 5 Februari 2026, tidak ada harapan yang lebih besar selain dapat mendedikasikan sisa usia untuk memberikan kontribusi terbaik demi kejayaan Indonesia.

Segala doa baik yang bapak, ibu, dan rekan-rekan sampaikan kiranya kembali menjadi kebaikan pula bagi saudara sekalian. Amin ya Rabbal’alamin.
_
#profyim #yimstory #7dekadeYIM #RekamJejak #literasi

...

788 37