Bismillah ar-Rahman ar-Rahim,
Persiapan syuting sessi terakhir pembuatan film Laksamana Cheng Ho yang akan dilakukan di negara kita, kini hampir rampung. Insya Allah, syuting akan dimulai pada hari Sabtu tanggal 1 Maret 2008 nanti. Persiapan ini memang dilakukan dengan sungguh-sungguh, mengingat banyak adegan penting yang diambil di negara kita. Adegan itu bukan saja mengisahkan Perang Majapahit dengan Blambangan, Konflik Malaka dan Jawa dalam memperebutkan Palembang, dan konflik Samudra-Pasai di Aceh, tetapi seluruh adegan di atas geladak kapal dan perang di laut dilakukan di Indonesia. Cukup lama waktu yang diperlukan untuk membuat replika Kapal Ba Choan, kapal induk Armada Cheng Ho, untuk kepentingan pembuatan film ini.
Dalam sejarah disebutkan bahwa seluruh armada Cheng Ho terdiri atas 300 kapal dengan 28.000 prajurit Angkatan Laut Kekaisaran Ming dan sekitar 5000 awak kapal yang mengarungi samudra mulai dari bagian timur negeri Tiongkok sampai ke Mogadishu (Somalia) dan Madagaskar di pantai Timur Afrika. Armada itu bukan saja telah menjalankan misi muhibah ke negara-negara Asia Tenggara (Nan Yang) seperti Majapahit, Champa, Chirebon, Sunda Kelapa, Palembang, Samudra Pasai, Brunei, Pontianak, Ayuththaya dan Suvarnabhumi (Thailand), Angkor (Kamboja), Melaka, dan Formusa, tetapi juga Sri Lanka, India, Iran, Irak, Yaman, dan Hejaz (Saudi Arabia), Moldives, serta negara-negara di Afrika. Ada delapan kali ekspedisi yang dilakukan Cheng Ho untuk mewujudkan impian Kaisar Ming Chui Ti membangun perdamaian dunia, setelah Tiongkok makmur, kuat dan bersatu menjadi negara adikuasa seperti Amerika Serikat sekarang, di zaman itu. Ekspedisi itu berlangsung dalam kurun waktu 28 tahun lamanya, antara tahun 1406 sampai tahun 1434 Masehi. Laksamana Cheng Ho sendiri wafat sekembalinya dari kota suci Mekkah setelah menunaikan ibadah umroh, dalam pelayaran ke depalan. Dia wafat di Lautan Hindia di selatan Sri Lanka dan jenazahnya dibawa untuk dimakamkan di Nan Jing, China. Konon, inilah armada angkatan laut terbesar dalam sejarah yang pernah ada, sebelum umat manusia memasuki zaman modern. Armada Cheng Ho jauh lebih besar dibandingkan dengan armada Columbus ketika mencapai daratan Amerika dan armada Ferdinand de Magelhaenz yang berlayar dari Spanyol sampai ke Philipina, lebih seabad kemudian.
Menurut catatan sejarah, Kapal Induk Ba Choan, yang memimpin seluruh armada itu, panjangnya 142 meter dan lebarnya 40 meter. Kapal itu digambarkan sangat mewah, bagaikan istana terapung di tengah laut. Namun walau bagaimanapun juga, kapal itu pada dasarnya adalah sebuah kapal perang. Sebab itu, kapal itu dilengkapi dengan sejumlah meriam yang dibeli dari Turki. Meriam sejenis konon telah digunakan oleh Salahuddin Al-Ayyubi dalam Perang Salib. Jarak tembak meriam itu dikisahkan telah mencapai 2000 meter. Dalam film ini, ada dikisahkan Laksamana Cheng Ho pernah mendisplai seluruh armadanya dan mengarahkan meriam ke Pelabuhan Tuban, bandar pelabuhan utama Kerajaan Majapahit di masa itu, setelah terjadi kesalahpahaman antara Majapahit dengan armada Tiongkok itu dalam Perang Blambangan.
Beberapa komandan militer armada Cheng Ho sangat gusar ketika mendengar kabar 170 prajurit kehormatan mereka, yang mengawal seorang perwira untuk menghadap Raja Bhre Kertabumi, dibunuh oleh tentara Majapahit, ketika mereka menyerbu Blambangan. Pasukan Majapahit mengira prajurit Tiongkok itu akan membantu Blambangan dalam perang melawan mereka. Padahal pasukan kehormatan itu bukanlah prajurit siap tempur.
Sebab itulah, Cheng Ho kemudian menyatukan seluruh armadanya yang sebagian berada di Banyuwangi dan sebagian lagi di Semarang menuju ke Tuban. Konon, kalau Cheng Ho mau, Tuban dapat mereka hancurkan dalam sehari. Penduduk Tuban (termasuk Angkatan Laut Majapahit) hanya berjumlah 5000 orang. Dengan kekuatan militer sebanyak 28.000 prajurit mungkin saja mereka dapat melakukannya.
Namun, misi Cheng Ho adalah misi damai dan kerjasama antara bangsa. Salah paham dengan Majapahit dapat diselesaikan dengan damai melalui diplomasi, setelah Cheng Ho bertemu dengan Raja Majapahit, Prabu Wikramawardhana, di ibu kota kerajaan , Trowulan. Cheng Ho kemudian menyampaikan komitmen untuk melatih tentara Majapahit serta memberikan bantuan teknis di bidang pertanian, kesehatan, perdagangan dan industri pembuatan keramik dan kain sutera untuk memulihkan ekonomi Majapahit yang hancur akibat perang berkepanjangan. Mereka juga sepakat untuk saling menempatkan duta besar di kedua negara untuk mempererat kerjasama Majapahit dengan Tiongkok. Realisasi komitmen itu dipenuhi Cheng Ho dalam kunjungan muhibahnya yang kedua ke Majapahit dua tahun kemudian. Digambarkan pula, Laksamana Cheng Ho dan sejumlah perwira militer Kekaisaran Ming yang beragama Islam menunaikan solat Jum’at bersama kaum Muslimin yang minoritas jumlahnya di Kerajaan Majapahit yang mayoritas beragama Hindu.
Tentu dalam pembuatan film ini, replika Kapal Induk Ba Choan tidaklah sebesar aslinya. Replika kapal yang dibuat hanya berukuran panjang 40 meter dan lebar 20 meter. Di samping replika kapal
induk, juga dibuatkan miniatur kapal-kapal lain dalam ukuran kecil. Dengan bantuan komputer grafis, kapal-kapal ini, Insya Allah, akan nampak gagah perkasa mengharungi lautan. Kantana Ltd yang menjadi produser utama pembuatan film ini, telah berpengalaman mengerjakan komputer grafis pembuatan film Titanic, bekerja sama dengan perusahaan film dari Amerika Serikat. Mereka akan mengoptimalkan penampilan gambar kapal-kapal dalam film Cheng Ho ini seperti yang mereka lakukan dalam pembuatan film Titanic. Teknologi pembuatan film di zaman sekarang – komputer grafis, animasi dan sound effects –memungkinkan produser membuat film jauh lebih mudah dibandingkan dengan beberapa dekade yang lalu. Produser juga dapat menggunakan enam kamera sekaligus untuk mengambil gambar. Dengan demikian, pengambilan adegan akan jauh lebih cepat dan efisien. Proses editing setiap scene yang diambil, juga dilakukan secara digital menggunakan komputer.
Hari ini, saya kembali menyempatkan diri untuk datang ke studio PT Jupiter Global Film di Kemayoran. Seluruh awak dari Thailand hari ini melakukan sembahyang menurut agama Buddha untuk mengawali
pekerjaan mereka. Sementara awak dari Indonesia membaca doa menurut agama Islam. Sejumlah 32 teknisi dari Thailand sudah seminggu ini berada di Jakarta untuk melakukan persiapan teknis. Dalam dua hari mendatang para aktor Thailand, Malaysia dan Vietnam akan berdatangan ke Jakarta. Aktor dari China dan Hong Kong tidak ada lagi yang datang, karena pengambilan seluruh adegan yang melibatkan mereka telah selesai dalam syuting di China.
Aktor Indonesia yang akan terlibat selama syuting di sini, selain saya sendiri — yang sebenarnya bukan bintang film sungguhan dan beberapa aktor lain yang terlibat sejak awal — diantaranya adalah
Slamet Rahardjo yang akan memerankan Bhre Kertabumi (Raja Blambangan) dan Saifullah Yusuf yang memerankan Prabu Wikramawardhana (Raja Majapahit). Nurul Arifin juga akan tampil memerankan istri Bhre Kertabumi, di samping sejumlah aktor dan aktris Indonesia yang lain. Tak ketinggalan pula, sekitar 300 prajurit Kostrad dari Batalyon Kavaleri dan Infantri akan dilibatkan dalam pembuatan film ini. Kali ini para prajurit TNI Angkatan Darat itu tidak akan menggunakan tank dan panser, senapang dan meriam artileri, tetapi menggunakan kuda bersenjatakan pedang, tameng, panah dan tombak sambil memakai seragam militer Kerajaan Majapahit dan Blambangan di zaman dahulu. Walaupun jumlah mereka 300 prajurit, namun ketika ditayangkan nanti, jumlah mereka akan “dikloning” sehingga nampak berjumlah ribuan orang. Semua ini berkat kemajuan teknologi animasi dalam pembuatan film ini. Membuat film memang banyak “boong-boongannya”, he he…
Ruang Balairung Kerajaan Majapahit dan Istana Kerajaan Blambangan juga telah selesai dibuat, dengan pengawasan dari
Dinas Pariwisata Kabupaten Bojonegoro. Beberapa kali desain balairung dan istana ini direvisi agar mendekati bentuk yang sesungguhnya. Produser film ini tidak ingin salah dalam mendisain istana Majapahit dan Blambangan, termasuk kostum dan dandanan orang di zaman itu. Ketika syuting di China, seorang professor ahli sejarah Ming dari Universitas Beijing setiap hari ada di lapangan untuk mengawasi tatacara dan adat istiadat Dinasti Ming, agar jangan sampai salah. Art Director dari Thailand juga meneliti dengan cermat pakaian, dandanan, peralatan
makan-minum dan segala macam dekorasi istana dan rumah di zaman Dinasti Ming, agar jangan tercampur dengan dinasti yang lain. Kalau salah, film ini akan menjadi bahan tertawaan bagi mereka yang mengerti sejarah. Sebab itu, di lantai dua studio Jupiter di Kemayoran, saya menyaksikan ratusan pedang, tombak dan tameng zaman Majahapit, serta konstum masyarakat di zaman itu. Peralatan yang digunakan Armada Cheng Ho, termasuk kamera dan kostum yang telah digunakan dalam syuting di Thailand dan China, juga telah dibawa dengan kontainer ke Jakarta. Kami mengucapkan terima kasih kepada aparat bea cukai kita, yang dapat memahami bahwa barang-barang ini digunakan untuk pembuatan film, sehingga dapat mengurangi biaya pembuatan film ini, yang kini sudah mencapai lima juta dollar Amerika Serikat.
Penyiapan pembuatan replika armada Cheng Ho dan pembuatan replika Balairung Majapahit dan Blambangan memang memakan
waktu. Semua sarana itu ada di dalam studio Jupiter Global Film seperti nampak dalam foto di sebelah ini. Sebab itu, syuting yang dilakukan di Indonesia mengalami penundaan hampir sebulan. Musim hujan dan banjir di ibukota juga menjadi faktor yang menyebabkan penundaan ini, belum lagi gangguan listrik yang terjadi dalam beberapa minggu belakangan ini. Namun demikian, semua ini tidaklah mengurangi semangat para awak pembuatan film ini beserta seluruh aktor dan aktris pendukungnya. Kami memang berniat membuat film dengan sungguh-sungguh, dengan menjaga mutu. Apalagi film ini mendapat predikat film Asia, karena pembuatannya dilakukan oleh tiga produser dari Thailand, Indonesia dan China.
Seluruh proses syuting di Indonesia diperkirakan akan memakan waktu sekitar dua bulan, dengan memperhitungkan musim hujan yang kini masih berlangsung. Selain, menggunakan studio di Kemayoran, syuting juga akan dilakukan di Pangandaran, serta mungkin pula menggunakan studio alam TVRI di Depok.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor itu, mungkin penayangan film ini baru dapat dilaksanakan pada akhir bulan Mei yang akan datang. Jadi terlambat dari rencana semula untuk menayangkan film ini pada akhir bulan Maret tahun ini. Kami mohon maaf atas keterlambatan ini. Namun demikian, dengan persiapan yang lebih matang, kami berharap film ini benar-benar akan menjadi karya monumental dengan kualitas sebagaimana yang kami harapkan. Sayapun memohon doa restu dari masyarakat agar seluruh proses pembuatan ini, nantinya akan menghasilkan sebuah tontotan yang menarik, dan sekaligus memberikan banyak bahan pelajaran dan renungan bagi kita yang hidup di zaman sekarang.
Wallahu’alam bissawwab.



72 Responses
Ditunggu selesainya film tersebut…. Nanti dikasih info juga dimana bisa beli dvd aslinya…..
Wah ini film nya bagus nih kayanya, di Bioskop pak ?
Setelah Cheng Ho, apa Abang mau main film ato sinetron? Tak tunggu aksinya di Film Cheng Ho, Bang ya…..
Ini baru pelm bermutu. Wah saya insya Allah tonton pelmnya.
wah ternyata mundur, memang faktor cuaca agak sulit diprediksi dan diajak kompromi. Prajuritnya bener-bener prajurit 😀
Ass.Wr.Wb
sejarah Islam dari dataran china yang berkaitan dg sejarah Indonesia dan negara-negara Asia lain yg nyaris terlupakan, film ini akan mengajak kita untuk memahami sesuatu yang selama ini kita tidk pernah tahu, dari tulisan ini saja seakan membuat kita terhanyut dan penasaran dengan kisah yang lebih komplit dalam film tersebut……satu pertanyaan pak…..alasan idealisme dan filosofisnya sehingga bpk mau main film ini? sehingga orang luar tdk salah faham tentang kenapa bpk mau main film, apa karena sdh tdk ada job lagi or alasan lainnya yg sekarang beredar….tks.
Wassalam
Bang, nanti minta info dimana cari vcd/dvd aslinya.
Kangen nonton film kolosal made in Indonesia…
terima kasih bang, kami jadi tahu di balik layar film Cheng Ho, dan nampaknya sangat luar biasa cermatnya sampai menghadirkan seorang professor ahli sejarah Ming dari Universitas Beijing. Semoga film ini menjadi pelepas dahaga di tengah film maupun sinetron Indonesia yang kebanyakan sangat tidak layak ditonton, baik dari sejarah maupun dari pesan moralnya. Film Cheng Ho saya harap menambah perbendaharaan tontonan bagi mayarakat Indonesia, akan film yang bermutu.
mudah2an film ini bisa jadi lokomotif bagi perkembangan film sejarah. Selama ini yang ada adalah cerita action dengan latar belakang sejarah,sehingga saat ditonton oleh anak2 sekolah malah membingungkan mereka. Bayangkan saja, banyak dulu banyak anak SD yang tak bisa membedakan mana sejarah majapahit yang benar karena tercampur cerita radio “saur sepuh”.
Bagaimanapun juga film Cheng Ho ini adalah sebuah tontotan. Tentu tidak dapat mengisahkan semua peristiwa secara rinci. Yang diambil adalah cuplikan-cuplikan dari peristiwa sejarah yang terjadi, dengan menampilkan secara utuh agar dapat dipahami. Tentu ada bumbu-bumbunya di sana sini, karena pada dasarnya dia adalah tontonan. Namun bumbu-bumbu itu tidak didramatisasikan sedemian rupa, sehingga kehilangan pijakan hostorisnya. Terima kasih atas sumbangan pikirannya (YIM)
Assalamu’alaikum wr. wr
mudah mudahan film nya nanti benar – benar wah dan hebat seperti bayangan dan gambaran pikiran saya ketika membaca narasi abang. saya pernah kecewa nonton film kolosal karena tidak sesuai dengan alam pikiran saya. kehebatan Brama Kumbara, kesuburan Kerajaan Madangkara, keperkasaan prajurit Madangkara ternyata tidak sesuai antara yang saya bayangkan dengan yang saya saksikan di film nya
Agar tidak kecewa lagi saya tidak mau membayangkan terlebih dahulu kehebatan armada cheng ho supaya tidak ada gap antara film yang dibuat dengan alam maya pikiran saya sendiri sehingga bisa mnikmati kehebatan cheng ho melalui film saja
saya tetap menunggu pemuteran film ini dan insya allah jika DVD nya dijual saya akan beli . Semoga sukses selalu bersama bang Yusril dan kita semua amin
wassalam wr wb
ASSALAAMU ALAIKUM WR. WB
bang yusril selamat yanh akhirnya telah menjadi aktor beneran,
masih mengajar di ui kan ?
\gimana tuh bagi waktunya?
bang ……………..
nulis buku dong tentang hukum atau apapun
saya tunggu yah
selamat dan sukses
Ya masih mengajar juga. Memang sibuk, ya terpaksa kerja keras agar waktu dapat terbgi dengan baik. Insya Allah saya akan menulis buku lagi seperti dulu. Paling tidak sekarang ini saya menulis artikel di blog ini agar dapat dibaca dari mana saja. (YIM)
saya sepandangan dengan saudara Hairul WZ, apa tidak sekalian jadi pendistributor vcd/dvd wil jatim? hehehehe…..
Insya Allah, DVD film ini juga akan diproduksi jika seluruh proses pembuatan filmnya sudah selesai. Soal distributor, saya kurang memahami, karena hal itu ditangani oleh PT Jupiter Global Film, yang memasarkan film ini di negara kita.
waduh saya mau dikirimin Cd filmnya lho Pak Yusril … hahahahahha
Kalau di layar lebar berapa lama durasinyanya …sebab sepertinya akan jadi luar biasa dasyat Laksamana Cheng Ho ini…mudah-mudahan akan menjadi Film Indonesia yang dicatat sejarah. Kami tunggu …… di layar lebarnya .
Film yang sedang dibuat ini memang khusus untuk ditayangkan di televisi dan dalam bentuk DVD. Walau kualitas pembuatan film ini sama dengan kualitas layar lebar. Namun jika ditayangkan di bioskop, penayangannya akan memakan waktu sekitar 30 jam, karena itu akan sangat melelahkan. Kami memang berniat untuk membuat film khusus untuk tayangan bioskop. Stephen Spielberg, sutradara Amerika terkenal pernah menjajaki pembuatan ini untuk bioskop dengan durasi sekitar 1,5 jam. Sementara ini kami fokus dulu menyelesaikan film yang sedang dibuat ini. (YIM)
Kalau film ini sukses, kayaknya gitu deh. Rating buat capres pasti melejit…nah ini dia…jalan lain ke roma. semoga sukses
Kalau film ini sukses, kayaknya gitu deh. Rating buat capres pasti melejit…nah ini dia…jalan lain ke roma. semoga sukses ( syam Jr )
anda bisa saja, kalo memang gutu anda mau apa tidak, kalo pada waktu pilpres nanti kita pilih sama – sama….. he.he.he bukan kampanye lho. hanya kasih tahu saja.
pak yusril, usul.
1. bagaimana kalo postingnya dipastikan dilakukan setiap akhir pekan?.
2. kalo ada teman-teman simpatisan bpk yang ingin cetak untuk ditempel di mading, djinkan apa tidak ?
matursuwun.
semoga film ini menjadi salah satu rujukan tentang perjalanan masuknya islam ke indonesia, dan untuk bapak semoga mengikuti jejak regen setelah jadi aktor bisa jadi presiden
bang, sempat diawal berita mengenai pembuatan film laksamana cheng ho, ada komentar miring bahwa politisi sekarang sudah berpraktek dan mengambil peran para artis/aktor untuk mengangkat citranya sedangkan artis/aktor untuk duduk disenayan kurang diberikan peluang. mengenai hal ini, adakah komentar ??? terima kasih.
Satu lagi film berkualitas..
*menunggu releasenya, kalo dah bisa donlot bagi2 yah..*
hehehe, bercanda kok pak.. ditunggu penayangannya.., saya beli yang asli kok..
maju terus seni indonesia…..!
salam buat pak Yusril sekeluarga…
syuting film cheng ho yang telah memasuki tahap terakhir dari serangkaian perjalanan panjang pergulatan cheng ho dalam membawa misi perdamaian hendaklah kita apresiasi. sebuah catatan sejarah bagi kita untuk kembali merenungkan makna yang terdalam dari sekian banyak invansi-invansi yang telah terjadi di dunia. perjalanan armada cheng ho merupakan yang terbesar dalam sejarah peradaban bangsa-bangsa di dunia dengan misi perdamaian dan bukan untuk sebuah pertikaian dan perperangan.
kalau kita melihat kedatangan bangsa-bangsa eropa terutama di asia, hampir pasti memiliki misi yang ingin menguasai kekayaan alam di suatu bangsa. misi yang dikedepankan terutama misi penjajahan dan politik ekonomi yang telah mengubah watak, karakter, pola pikir, aturan-aturan, hukum, budaya dan tradisi suatu bangsa dan lain sebagainya. budaya korupsi yang merajalela di tanah air ini tidak lepas dari sikap para raja-raja dahulu dan pimpinan adat yang sudah terbiasa memberikan semacam upeti kepada penjajah, pemberian ini dengan maksud untuk mengamankan kekuasaan dan tidak dibinasakan oleh kaum penjajah. di satu sisi rakyat tertindas dan menderita berkepanjangan, namun dipihak lain ada yang mendapatkan perlindungan karena “kebaikan” yang telah mereka lakukan terhadap penjajah.
begitulah keadaan kita pada saat ini, pola sperti itu tetap dan selalu berulang. bagi orang yang ingin mendapatkan perlindungan, maka harus bisa memberikan semacam kompensasi kepada para penegak hukum atau aparat negara agar mereka selamat dari tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya. secara tidak sadar, kita telah meneruskan budaya pemberian upeti kepada penguasa atau penjajah pada era kolonial. namun kita juga perlu menganalisis karena pola ini telah terjadi di hampir seluruh dunia dengan berbagai macam modus. perbedaan hanya terletak dari jumlahnya, besar atau kecil, sering atau tidak. untuk di indonesia, menurut saya, cara ini telah dilakukan secara besar-besaran dan sangat sering terjadi. jadi, wajar kita sekarang ini mengalami masa sulit, tersulit dari 25 tahun terakhir. rakyat dihantam dari berbagai sisi, ekonomi ambruk kalau dilihat dari kondisi persediaan pangan sekarang ini. politik tidak stabil, kepastian hukum tidak tampak, harga-harga melambung, cadangan minyak telah menipis, bencana silih berganti yang tidak dapat diprediksikan lagi dan masih banyak kalau mau disebutkan.
namun kondisi ini jangan membuat kita patah arang, kita harus berjuang secara bersama-sama dengan berbagai cara dan perannya. tak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan, hanya masalahnya kita butuh waktu. untuk berharap kepada rakyat tentunya tidak mudah perubahan itu terjadi. yang paling mungkin adalah dari para elit penguasa di negeri ini. di tangan mereka kebijakan itu dibuat, jangan selalu menyalahkan rakyat. rakyat hanya dimanfaatkan hanya pada kurun waktu 5 tahunan menjelang pemilu.
perselisihan, saling tuduh, saling hina, caci maki, pembunuhan karakter orang lain, prasangka buruk antar sesama elit, hari ini telah menjadi tontonan yang tidak layak untuk disuguhkan kepada rakyat. pemimpin mana yang harus dijadikan teladan di republik ini, kalau situasinya sudah sedemikian parah. perdamaian dan kerjasama sebagai misi dari perjalanan cheng ho belum diterapkan di negeri ini. semoga misi itu bisa dibawa ke negeri ini oleh sosok cheng ho-cheng ho lainnya. dan saya berharap misi ini bukan hanya di dalam film saja tetapi akan menjadi misi yang kongkrit dan dapat diterapkan di republik trcinta ini.
selamat sekali lagi untuk pak Yusril, semoga akan selalu membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi rakyat indonesia. wassalam
Assalammualaikum wr wb,
Salam kenal buat Bung Yusril sekeluarga, Discovery juga pernah menayangkan kehebatan Armada Cheng Ho ini, mala secara explisit diakui bahwa sejara yang kita pelajari di menyatakan Magalhaen, Vasco da Gama, Colombus da dll. menyatakan mereka adalah pelaut pelaut dari Spanol dan Portugis yang pertama-tama mengelilingi dunia.
Padahal puluhan tahun sebelum itu Armada Laksamana Chengho dengan puluhan prajuritnya telah terlebih dahulu melakukananya , hebatnya lagi biarpun membawah bala tentara yang besar dengan persenjataan yang lengkap tetapi armada ini tidak sekalipun menjarah, menjajah atau menalukkan daerah yang dikunjungi. Motifnya jelas hanya misi muhiba yang damai. Ironisnya justru hampir tidak dikenang, mungkin karena tidak heroik atau dramatis karena tanpa pertumpaan darah.
Negara-negara barat dengan ponganya merebut setiap daerah yang ditemuinya justru dianggap sebagai bangsa-bangsa yang hebat, membawah peradaban baru padahal mereka tidak lebih dari para petualang, yang haus darah.
Mudah-mudahan film ini dapat membuka mata kita, sebetulnya kita telah dibodoh-bodohi oleh penulis sejarah yang kebetulaan kebayakan dari Barat.
Wassalam,
Saya sependapat. Ada baiknya bangsa-bangsa Timur menulis sejarahnya sendiri. Selama ini, pada umumnya sumber penulisan sejarah kita memang mengacu ke Barat dan kitapun menjadi ikut-ikutan. Misalnya kita juga mengatakan bahwa Clombus adalah “penemu” Benua Amerika dan James Cook adalah “penemu” Australia? Kalau kita kritis sedikit, tentu kita akan bertanya, dari sudut pandang siapa dan dari sudut pandang mana kita mengatakan bahwa mereka adalah “penemu” kedua benua itu? Apa tidak ada manusia di kedua benua itu sebelum kedua manusia itu sampai ke sana? Dalam ilmu bumi juga demikian. Kita sering mengatakan “Timur Tengah” (Middle East) atau “Timur Jauh” (far East). Kalau kita berada di Indonesia, maka apa alasan kita menyebut negara-negara Arab sebagai “TImur Tengah” dan menyebut Jepang, Korea dan Taiwan sebagai “Timur Jauh”? Sebutan demikian memang benar adanya kalau kita berada di Eropah, bukan? Kalau kita berada di Indonesia, lebih tepat kalau kita menyebutnya “Asia Barat” dan “Asia Timur” (YIM).
assalammu’alaikum wr wb
Tak tunggu bang filmnya, moga emang bagus beneran.
Efek – efek di filmnya banyak gak ?
thank’s
Menonton Film Cheng Ho, kita “belajar hingga ke negeri Cina”.
Terima kasih bang atas kunjungannya di blog saya.
Salam,
Inas
salut buang bang yusril…terus lanjutkan.karya yang kaya ginilah yang perlu di pertimbangkan bukan hanya film2 remaja dengan gemerlap dunianya….maju terus..wassalam
great film..
sejak saya dengar pertama kali.. film kolosal yang betulan ya seperti ini. keren dan pastinya saya nantikan..
hasil akhir pastinya ditunggu, tapi yang paling ok adalah sistem produksi film ini jelas nggak main2, wah saya sangat menghargai itu. semoga filmnya sukses.
perbandingan dengan film2 remaja penuh cinta dan horor kan lagi merajalela, padahal; menurut saya film seperti cheng ho ini yang udah di kangenin juga oleh penikmat film. kapan lagi coba industri film di negara ini bisa menghasilkan karya edukatif yang juga berkualitas untuk memanjakan pemirsanya..
salutttt!!!
great film..
sejak saya dengar pertama kali.. film kolosal yang betulan ya seperti ini. keren dan pastinya saya nantikan..
hasil akhir pastinya ditunggu, tapi yang paling ok adalah sistem produksi film ini jelas nggak main2, wah saya sangat menghargai itu. semoga filmnya sukses.
perbandingan dengan film2 remaja penuh cinta dan horor kan lagi merajalela, padahal; menurut saya film seperti cheng ho ini yang udah di kangenin juga oleh penikmat film. kapan lagi coba industri film di negara ini bisa menghasilkan karya edukatif yang juga berkualitas untuk memanjakan pemirsanya.. (yah walau ini hasil karya kolaboratif..)
salutttt!!!
waktu saya duduk di smp dan sma, sepertinya ekspedisi cheng ho ini tak pernah dibahas secara detail. hanya selintas, sededar melengkapi sejarah majapahit atau sriwijaya.
Rasanya, kurikulum hanya menitikberatkan pada materi ekspedisi columbus, marcopollo, atau magelhaenz. padahal ternyata ekspedisi cheng ho jauh lebih besar dan membawa misi yang lebih mulia (perdamaian, persaudaraan, hubungan niaga).
SAya sendiri tahu cheng ho karena membaca disana-sini dan kebetulan ketika peringatan 600 tahun ekspedisi tersebut, national geographic membahasnya cukup panjang. Kira2, apa ya, yang membuat eksedisi ini tak mendapat tempat dalam kurikulum sejarah di sekolah menegah?
Mohon membaca tanggapan saya di #23 (YIM)
Assalamu’alaikum bang Yusril yth,
Semoga succes dalam film yang mulia ini, dimana panglima Cheng Ho yang berjiwa arif dan bijaksana mau
mendamaikan dunia, persaudaraan serta meningkatkan kesejahteraan dengan cara meningkatkan indusri dan
perekonomian tiap-tiap negara serta menjaga hubungan baik antar negara.Semoga film ini bermanfa’at bagi kita dan
generasi yang akan datang.Mudah2an film ini dijadikan film documenter sehingga sebagai cermin dan pandangan
bagi kita semua dalam mengambil keputusan dan bertindak demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa kita.
Amiiiiin.
Wassalam,
Doa kami menyertai abang, semoga sukses deh syuting terakhirnya. Dan yang lebih penting semoga Bang Yusril mampu menjadi Panglima Cheng Ho yang gagah pada PEMILU 2009. Keren bang ……
wah…mantep bener nih… gak bisa komentar dah…. harus nonton 🙂
mudah-mudahan pasca tayang filem ini dapat menggugah pembuktian yang lebih ilmiah dan lebih lengkap tentang kebenaran perajalan muhibah Ceng ho.
para sineas dan budayawan merasa bertanggung jawab menampilkan karya tentang sejarah besar ini, namun ilmuan harus mempertegasnya dengan teori dan bukti-bukri empiris, selanjutnya perjuangan kita semua untuk mengumandangkan sebuah fakta,
itu semua sulit, karena itulah maka kejujuran itu diganjal mahal oleh-Nya.
” La Takhaf wa la Tahzan Innallaha ma’ana “wa antum ma’ana aidhan”
Say ingin sekali menonton … ingin, sangat ingin. Dari cuplikan, Sampeyan sungguh bagus mainnya. Salam.
wah….
kapan nih
aku senang ma film sejarah soalnya
ditunggu tanggal terbitnya nih
saya tunggu filmnya.kabari beli dimana dvd/vcd nya?bravo bang
Saya jarang nonton film/sinetron televisi, karena kebanyakan yang ditayangkan akan berdampak buruk terhadap perkembangan anak-anak. Walaupun di sinetron tsb banyak pemain anak-anak, sy kira kurang layak untuk jadi konsumsi anak-anak, di situ ada kekerasan, saya sendiri tidak tertarik, terlalu banyak masalah yang dibuat-buat. Jadi yang anak saya tonton adalah memang tayangan khusus untuk anak-anak.
Saya tunggu film ini, insya Allah tak akan saya lewatkan. Apalagi kalo film ini dibuat durasinya untuk bioskop ya… pasti banyak yang nonton. Sekarang orang lebih suka nonton di bioskop, coba perhatikan… Film AAC aja selama sebulan masih ngantri, sy sampai nonton dua kali dan selalu duduk di depan (karena tiket habis untuk di blk).
Kapan tayang di televisi?
Ditunggu film-na……
>_<
selamat ya Pak buat filmnya…semoga cepat ditayangkan,udah ga sabar ni pengen nonton.
pak,tampilin profile tiap pemainnya donk…Saya lihat di ShowBiz ada dua cowo di belakang pak Yusril koq keren-keren.
emang artis dari mana??hehehe…..
Ass. War. Wab.
Pak YIM, Jika diijinkan, mohon untuk PBB diberikan VCD Laks. Cheng HO untuk diputar kepelosok tanah air. ini semua untuk memudahkan dan menggugah simpatisan PBB yg tertidur, menggalang suara PBB sekaligus menunjukkan ke masyarakat, bahwa PBB mempunyai sosok Pemimpin yg hebat, dan semua orang bisa mengingat wajah Pak YIM, soalnya nggak semua masyarakat pinggiran bisa mengingat wajah pak YIM.
Wass. War. Wab.
nanti di kasih info dimna say bs beli cd nya thank
assalamualaikum pak yusril.
setiap kiprah bapak,saya selalu amati dan ikuti. Dari Bapak di belakang gedung istana, sampai Bapak jadi Menteri terus jadi calon Presiden trus jadi Menteri lagi, terus Bapak kawin lagi, terus bapak berlanjut jadi aktor baru. salut dengan bapak. semua profesi Bapak jalani. saya mau tanya, sebetulnya Bapak mau jadi apa sih? menurut hemat saya, pantasnya bapak menjadi seorang negarawan yang sejati. bpk konsisten dengan kemampuan yg bpk miliki. o k pak saya tunggu kiprah bpk di politik lagi.
Saya pernah membaca beberapa artikel mengenai sejarah masuknya Islam ke Indonesia yang di bawa oleh masyarakat China dan juga sunan-sunan yang katanya keturunan China.
Film Cheng Ho ini tentunya juga akan melengkapi pemahaman mengenai andil masuknya Islam ke bumi Nusantara, membuat saya penasaran dalam menunggu kisahnya.
salut utk bang yusril. film aac bakalan tumbang neeh bang..
abang memang multi talent man..
Sudah ga sabar saya mau lihat film Cheng Ho, pak Yusril. Kapan tayang nih di bioskop Jakarta ?
pencerahan baru bagi dunia film
Hidup Bang yusril cheng hoo. persiapan 2009 oke dengan filmnya masa kalah sama dede yusuf. kalo dede yusuf artis jadi pejabat mah gampang tapi pejabat jadi artis boleh juga. Bang pinjam gambar panglima chengg hoo untuk beground poster saya mau nyalon . Boleh ya Bang.
bang Yusril Cheng Hoo. Jangan kalah sama dede yusuf. Artis jadi pelabat mah gampang tapi pejabat jadi artis boleh juga. Abang harus jadi Panglima beneran. kudoakan selalu
Asw.
mudah2n setiap tokoh mempunyai karakter yang kokoh dan khas. tidak seperti seperti sinetron selama ini, tokohnya hanya sekedar lalau lalang, tanpa meninggalkan kesan yang khas. kecuali Film “Naga Bonar”
sukses selalu bang!
Insyaa allah, pasti saya tonton. bangganya jadi bangsa ini
aa.bismillahirrohmanirrohim. setelah sedikit mendapat informasi tentang jerih payah bang YIM ; ini *proses pembuatan* butuh perjuangan dan pengorbanan. pendalaman sosok laksamana cheng hoo yang agung dan penggambaran sejarah masa lalu yang detail *tidak main-main *mendekati yang sesungguhnya. semoga perjuangan bang yusril mendapatkan hikmah secara pribadi dan untuk kemajuan masyarakat. tentu dengan bercermin dari sejarah..sekiranya berkenan ” hikmah apakah yang bang YIM pribadi dapatkan dg pembuatan film ini?,” sekian wassalam;es-er
Saya ada pandapat PAK YUS, menurut gw BAPAK Tidak PANTAS berperan jadi CHENG HO. sepintas dari MUKAA BAPAK
BAPAK dipenuhi nafsu BIRAHI, wajah yang tidak menjual. JADi bukan dilihat dari karena Cheng Ho menganut Islam,
bukan berarti LANTAS PAK YUS pantas karena BAPAKKKK ISLAM.
Bang kapan tayangnya……….koq lama sekali….rencana stasiun Televisi mana yang akan dapat hak siarnya…okay good luck…..oh ya buat himmler….semoga diberikan kesabaran….dan kesejukan hati…..serta kelapangan dada…Amien…
semoga film tersebut akan sukses besaaar, sehingga dapat sefenomenal film Ayat Ayat Cinta.
Saya seorang mahasiswa dan ini tulisan sesama teman mahasiswi. Namanya dia Mursidah. Baguis tulisannya dan saya setuju. Pak Yusril harus setuju lah. Ini dia!
Kalau lai Elman Saragih malu malu dalam bersikap pada tulisannya, dan apalagi secara tak langsung malah membela pihak pemerintah, polisi, yang dalam hal ini jelas jelas keliru, sebab mereka melindungi kriminal, FPI, maka lai Elman akan kami gantung pula. Hati hati anda, lai Elman!!!
Dan marilah kita berstu untuk menyerukan satu kata: BUNUH RIZIQ, BUNUH MUNARMAN!
Dari perilaku dan sandiwara polisi yang tidak jelas, Polisi sengaja dan terang terangan melindungi Munarman dan Riziq, preman dan habib palsu. Munarman disembunyikan polisi dan Riziq diindungi. Bunuh Riziq! Itulah polisi Indonesuia, akal sehat diputar balikkan polisi. Sesuai KUHAP, pelaku kriminal yang menjadi tersangka seperti Riziq dan Munarman, harus ditahan dan ditangkap. Namun polisi bersandiwara, menggerakkan puluhan polisi dengan senjata lengkap ke kantor pusat FPI, menangkap Riziq tapi hanya pura pura. Riziq tidak ditahan malah dilindungi! Polisi nyata nyata tidak menegakkan hukum dan keadilan. Polisi sengaja melecehkan hukum yang mestinya mereka tegakkan! Polisi takut sipa? Ini jelas FPI adalah organisasi preman yang sengaja dipelihara dan dieprtahankan Polisi. Polisi melecehkan hukum di depan rakyat Indonesia. Rakyat menyaksikan pembodohan oleh polisi melalui televisi dan langsung. Padahal mahasiswa yang berdemo membela rakyat ditangkapi, ditahan lebih dari 12 hari! Polisi gila. Pemerintah SBY-JK gila, membiarkan Polisi melanggar hukum sendiri! Gara gara SBY tidak tegas. Mari kita jatuhkan SBY-JK! Kita mahasiswa tidak bisa dibelokkan. Demo menentang kenaikan BBM / BLT jalan terus. Mahasiswa dan buruh mendukung pemenjaraan Riziq dan penangkapan pemenjaraan Munarman serta pembubaran segera FPI. Mahasiswa mendukung sepenuhnya Hizbut Tahrir, NU, Muhammadiyah, ummat Kristiani, Hindu, Buddha, yang mendesak pembubara FPI. Kita bersatu dan bergerak, menekan SBY-JK dengan dua agenda utama: Bubarkan FPI, dan batalkan kenaikan BBM/BLT/BKM! Tahan Riziq, tangkap Munarman. Hidup kerukunan beragama. Hidup Ahmadiyah! Hidup Ahmadiyah. Hidup ummat manapun. Kebebasan beragama dijamin penuh UUD 1945. Mari kita hajar FPI. Mari kita hajar Pemuda Pancasila khususnya Yapto kalau mereka membela FPI! Kita tangkap juga Yapto! Bunuh Riziq, bunuh Munarman. Bersatulah saat ini, Hisbut Tahrir, juga NU dan Muhammadiyah, harus bersatu dan bergerak. NU Maduro dan Jatim harus obrak-abrok kantor-kantor perwakilan FPI se Indonesia, jangan sakiti wanita dan anak-anak. dan mari bakar, bakar dan bakar kantor-kantor FPI se Indonesia. Kasihani dan lindungi perempuan dan anak-anak. Anggota FPI yang melawan, balas sakiti! Fokus kita: Bunuh Riziq, bunuh Munarman. Mari kita minta bantuan senjata Amerika, lawan polisi Indonesia kalau terus saja melindungi kriminal Riziq dan Munarman dan Yapto yang ikut-ikutan!
Halo Bang, kemana aja nih…dah lama gak nongol…
Mudah-mudahan bulan Agustus besok film Cheng Ho jadi ditayangkan di Indonesia….ada tapinya nih….saya kuatir film abang gak lama ditayangkan dan di cut penayangan selanjutnya, karena ternyata film nya bagus…yang secara tidak langsung mendongkrak popularitas Abang…yang berencana maju sebagai capres 2009.
Tapi saya yakin Abang sudah mengantisipasi adanya kemungkinan “sabotase” semacam ini…hehe
Assalamualaikum
Bang Yusril, saya dari ciputat anggota PBB, selalu mendoakann bang Yusril sukses disegala bidang.
Maju terus berjuang untuk Islam
Hati2 jegalan orang2 yg gak senang dengan abang.
Maju terus sampai jadi presiden RI, kami dukung.
Wassalam.
Ass..
Bang Yusril, saya mengucapkan selamat dan hormat sama abang karena film yang abang buat dan mainkan ini telah membuka kembali cakrawala pengetahuan kita mengenai nilai-nilai kesejarahan bangsa ini. menurut saya generasi bangsa sekarang ini wajib menonton/ menyaksikan film panglima cheng ho karya yusril ihza mahendra ini.
Kapan Bang Filmnya di putar dah ngga sabar nih semoga Filmnya di minati kaum Hawa
supaya PILPRESNYA sukses. salam to abang jangan sering pake celana Levis kayak cowboy.kayak P Nasir dong bang.
hebat untuk abang yusril, udah di dunia politik, di dunia peran pun hebat
Kapan dan dimana saja Film L.C.H. ditayangkan? Kalau ada yang tahu kami mohon informasinya, karena sudah banyak orang yang simpati kepada Bpk. Yusril dan ingin melihat actingnya di Film!
Bang Film Panglima Chengho kan akan di putar tgl 16 Agustus 2008 ini. banyak orang menantinya. ada missi abang yang paling spektakuler yaitu menjadi RI 1 ,tolong spanduk2 gambar Panglima Chengho ( Yusril pakaian Panglima Chengho ) di sebar luaskan, tinggal menjelang Pemilu 2009 Foto asli abang PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA SH,MSc di tampilkan, saya yakin dan Insya ALLAH Level abang di urutan para CAPRES bisa di perhitungkan oleh kawan maupun lawan dalam dunia Poliktik. semoga Panglima Chengho bisa jadi kenyataan.YUSRIL jadi Panglima chengho PRESIDEN RI, menggantikan SBY. amin….
ass wr wb bang yusril………
kpn neh pelemnya beredar…???? penasaran neh mau liat bang yusril jd panglima di pelem 🙂
mudah2an setelah sukses jd panglima cheng ho, bisa sukses jd presiden ri
amin……..
wah wah..
kemarin saya liat trailer nya di metro tv loh..
smuga bisa ngerebut rating dan jadi acara favorit yaaa… 🙂
Bapak Yusril Ihza M, Yth.
Saya merasa bangga dengan segala yang Bapak Lakukan, manakala Bapak bergerak dari Bawah menjadi aktivis dan akhirnya Bapak dapat mencapai posisi yang tinggi dalam pemerintahan segingga dapat menjadi menteri sampai beberapa periode. Jabatan-jabatan yang diembah tersebut bukanlah jabatan yang gampang, namun penuh dengan tantangan dan cobaan. Kiprah Bapak sejak awal sudah saya lihat langsung pada saat Bapak Menjadi Menteri Sekretaris Negara. Hal tersebut membuat saya berpikir alangkah baiknya kalau Bapak lebih meningkatkan lagi kiprh politik Bapak sehingga menjadi Top lLeader di negeri. Sudah waktunya Bapak keluar sarang, untuk mencapai dan membantu negara yang sedang dalam kegelisahan ekonomi.
Saya merasa senang mendengar, bahwa Bapak akan mencalonkan sebagai Presiden. Hal itu merupakan penderahan bagi kemajuan kaum muda yang cerdas dan memiliki kinerja yang baik seperti Bapak. Sepak terjang Bapak dalam dunia politik diibaratkan juga sepak terjang Bapak pada saat berperan sebagai Panglima cheng Ho. Insya Allah cita-cita Bapak akan dapat terwujud, seiring dengan perjalanan waktu, dan mudah-mudahan film Panglima Cheng Ho akan meledak di pasaran. Saya berdoa untuk Kesuksesan Bapak.
Salam hormat
Saya penggemar cerita-cerita di film, dan jarang absen jika ada film baru, saya belum dapat menilai baik buruknya karya Bang Yusril karena belum saya tonton. Tapi saya doakan semoga Panglima Cheng Ho sukses !
buat maisyarah sani : ANDA MEMEGANG DASAR NEGARA UUD 1945,TAPI ANDA MEMILIH BANTUAN DARI AMERIKA!JIWA NASIONALOSME ANDA SAJA SUDAH TIDAK ADA!!JADI JANGAN SOK2AN MENDIKTE NEGARA INI!MAHASISWA HANYA BS TERIAK2 DIPINGGIR JALAN TAPI TIDAK PERNAH MEMBERIKAN SOLUSI!
PERTANYAAN SAYA?BERANIKAH ANDA MENGHAJAR ATAU MEMBUNUH BAPAK YAPTO??
HATI2..DALAM BERBICARA!!!
BREAKING NEWS: Saat ini sedang dipersiapkan proses produksi Film Kolosal Layar Lebar dan Mega Sinetron dengan judul ‘MAHAPATIH GAJAH MADA’ produksi PT TAWI NUSANTARA FILM (Pamulang) dengan Sutradara Renny Masmada, yang telah mempelajari Sejarah Mahapatih Gajah Mada selama 20 Tahun. Saat ini sudah bisa dilihat pembuatan setting & property-nya di lokasi shooting di Kp. Cogrek Ds. Peusar Kec. Panongan Cikupa-Tangerang. Sedangkan lokasi casting & latihan dilaksanakan di Jl. Benda Barat 3 Pamulang 2 – Tangerang. Rencana film ini nantinya akan dipasarkan di seluruh Asia Tenggara. Terima kasih (PT TNF PUBLICATION DEPT)
pasti flmnya akan jadi sangat bagus